Oct 23, 2014

KOMPONEN PEMBELAJARAN INOVATIF




Hasil Diskusi/Brainstorming Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Internasional 2012
pada Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Kamis, 23 Oktober 2014, pk 15.30 di R. D07.310, FMIPA UNY

Dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif

Ciri-ciri Pembelajaran Tradisional:
1. Mengandalkan Metode Ceramah/Expository
2. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar
3. Paradigma pembelajaran sesuai dengan misal Behaviorisme
4. Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst
5. Hanya mengandalkan media Papan Tulis dan Kapur/spidol
6. Menerapkan psikologi belajar: Transfer of Learning dan S-R
7. Matematika bersifat Formal/aksiomatis/matematika murni
8. Kurikulum sebagai Instrument

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif:
1. Student Center
2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar)
3. Variasi Metode Pembelajaran
4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual
5. Construktivisme
6. Matematika Sekolah
7. Realistik
8. Bruner, Piaget, Vigotsky
9. Kurikulum Interaktif
10. Guru sebagai Fasilitator
11. Education is for all
12. Skema pembelajaran fleksibel

Komponen Pembelajaran Inovatif:
1. RPP mempersiapkan pembelajaran inovatif
2. LKS mempersiapkan /memfasilitasi kegiatan belajar Kelompok dan Individu
3. Appersepsi (persiapan siswa, bukan guru oriented, tidak cukup hanya guru berceramah/memberitahu/mengingatkan, dst; tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan (kecil) langsung.
4. Diskusi Kelompok (baik bentuk maupun substansinya)
5. Variasi Metode
6. Variasi Media
7. Variasi Interaksi
8. Skema Pencapaian Kompetensi Siswa/Outcome (Skema Kognisi/Rantai Kognitif: Uraian Materi)
9. Refleksi Siswa (hasil kegiatan diskusi kelompok)
10. Kesimpulan OLEH SISWA

11. Authentic Assesment









81 comments:

  1. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Variasi media dan metode dalam pembelajaran diperlukan dalam pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya variasi media, materi pembelajaran yang disampaikan bisa lebih luas dan menarik untuk siswa. Sedangkan dengan adanya metode pembelajaran yang bervariasi, dapat meningkatakan pemahaman belajar siswa. Karena siswa memiliki gaya belajar yang bervariasi, sehingga alangkah baiknya jika mendapatkan materi di sekolah melalui pembelajaran yang bervariasi juga.

    ReplyDelete
  2. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Saya pernah berkomentar bahwa, guru haruslah berpikir kreatif dan inovatif yang keduanya itu merupakan hasil dari lintas teori yang guru punya. Berikan pelajaran tidak hanya ilmu materi, tapi juga kembangkan karakter siswa menjadi lebih baik. Untuk menjadikan pembelajaran inovatif, tidak semerta-merta hanya berbicara dimulut tanpa melakukan apa-apa, atau hanya melakukan setengah-setengah. Lakukan maksimal maka mendapatkan hasil yang maksimal. Komponen pembelajaran inovatif dalam postingan ini bisa dijadikan acuan seorang calon guru bahkan yang sudah mengajar. Lakukan dengan maksimal juga haruslah guru terus belajar mencari ilmu tentang teori-teori pembelajaran yang menjadikan pembelajaran menjadi inovatif. Sehingga guru mempunyai banyak pilihan metode dan media pembelajaran yang akan digunakan.

    ReplyDelete
  3. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran inovatif inilah yang diharapkan oleh siswa-siswa. Dengan pembelajaran ini, siswa merasa dihargai haknya sebagai siswa yaitu pembelajar dan bukan penerima. Masih banyak guru yang lebih suka melaksanakan pembelajaran tradisional karena lebih simpel, mudah, dan tidak membutuhkan banyak persiapan. Tapi, apakah guru sadar bahwa yang telah guru lakukan ini justru merugikan siswa, menyiksa siswa?
    Terima kasih

    ReplyDelete
  4. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pembahasan mengenai ciri-ciri pembelajaran yang inovatif seharusnya menjadi "senggolan" bagi para pendidik dalam proses pembelajarannya. Hal ini juga yang diinginkan oleh siswa saat ini. Bukan pembelajaran yang berbasis "transfer ilmu secara lisan" yang diinginkan, melainkan pembelajaran yang yang mendidik karakter siswa dalam bekal berkehidupan dan berpikir dewasa.

    ReplyDelete
  5. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Telah banyak yang memaparkan tentang pembelajaran yang inovatif, kreatif sehingga menyenangkan bagi siswa dalam belajarnya. Selain itu, banyak pula dana yang dikeluarkan untuk mengadakan diklat2 dan workshop tentang pembelajaran. Akan tetapi, dalam kenyataannya terkadang pembelajaran yang disinggung belumlah bisa diterapkan dengan alasan menyesuaikan kondisi siswa dan mengejar target pencapaian. Target pencapaian materi yang sering kali menjadi induk demi terwujudnya tujuan pembelajaran. Apabila terus begini, maka kapankah siswa dapat menikmati keinovatifan pembelajaran?

    ReplyDelete
  6. Masih banyak guru yang lebih suka melaksanakan pembelajaran tradisional karena lebih simpel, mudah, dan tidak membutuhkan banyak persiapan. Tapi, apakah guru sadar bahwa yang telah guru lakukan ini justru merugikan siswa, Hal ini juga yang diinginkan oleh siswa saat. Bukan pembelajaran yang berbasis transfrer ilmu secara lisan yang diinginkan, melainkan pembelajaran yang yang mendidik karakter siswa dalam bekal berkehidupan dan berpikir dewasa.sehingga apa yang di inginkan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    sudah banyak pemaparan tentang pembelajaran yang inovatif, kreatif sehingga menyenangkan bagi siswa dalam belajarnyai , di samping itu Variasi media dan metode dalam pembelajaran diperlukan dalam pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya variasi media, materi pembelajaran yang disampaikan bisa lebih luas dan menarik untuk siswa. Sedangkan dengan adanya metode pembelajaran yang bervariasi, dapat meningkatakan pemahaman belajar siswa.

    ReplyDelete
  8. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan metmtika c 2013

    daro pstingan diatas memberikan pencerahan kepada saya dalam membuat LKS untuk skripsi saya, bahwa LKS yan saya buat harus memuat/memfasiltasi siswa untuk melakukan kgiatan individu dan kegiatan kelompok.

    ReplyDelete
  9. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    berinovasi dalam pendidikan itulah yang harus kita lakukan saat ini jika ingin mutu pendidikan kita semangkin baik lagi, memang tidak mudah merubah dan membuat pembelajaran yang inovatif, namun itu adalah suatu keharusan dalam pendidikan. namun realitanya saat ini menunjukkan bahwa masih banyak guru-guru di sekolah yang menggunakan pembelajaran tradisional, hal ini disebabkan sudah terbiasa melakukan hal tersebut dan malas melakukan inovasi dalam pembalajaran, maka diperlukan pelatihan-pelatihan lagi bagi guru untuk bisa berinovasi dalam pembelajaran. semoga tambahan masukan dari ciri-ciri pembelajaran yang inovatif tersebut membuat saya bisa semangkin lebih baik lagi dalam membuat pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  10. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Pendekatan yang dipakai dalam Pembelajaran Inovatif adalah digunakannya pendekatan PAIKEM yaitu sebuah strategi dan terobosan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan ketrampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar (termasuk pemanfaatan lingkungan), supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

    ReplyDelete
  11. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Memang perlu diperhatikan mana subjek dan objek dalam pembelajaran. Karena tujuannya adalah agar siswa memahami konsep ilmu pengetahuan, maka seharusnya mereka yang menjadi titik perhatian dan menjadi subjek untuk memperoleh pengetahuannya, bukan sebagai objek yang harus menerima segala sesuatu dari transfer of knowledge

    ReplyDelete
  12. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam education for all, tidak bisa dipungkiri bahwa karakteristik dan kemampuan setiap siswa berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan berbagai variasi seperti variasi metode, interaksi, media, dan lain sebagainya karena satu metode misalnya belum tentu efektif untuk seorang siswa

    ReplyDelete
  13. Siswa sebagai objek yang turut menentukan hasil pembelajaran sudah seharusnya diberi kesempatan untuk menyatakan kesimpulannya sendiri di setiap akhir pembelajaran. Membuat kesimpulan menjadi inti disetiap materi pembelajaran yang telah dipelajari siswa. Hal ini akan menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  14. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Mengubah cara pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif nampaknya masih sulit dilakukan. Karena dari dulu memang sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional dan belum banyak melihat cara mengajar dengan pembelajaran yang inovatif, sehingga sulit dan bingung bagaimana caranya dan apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan. Apalagi pembelajaran inovatif memerlukan variasi metode, media, interaksi dan guru perlu membuat LKS yang inovatif.

    ReplyDelete
  15. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pembelajaran inovatif memerlukan guru yang tidak memengan dan yang aktif mempersiapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Saat pembelajaran guru hanya sebagai fasilatator dan tidak banyak ceramah / menggurui sehingga siswa dapat menemukan pengetahuan dengan maksimal, dan mengembangkan kemampuan serta kretivitasnya saat pembelajaran. Pembelajaran inovatif pasti sangat menyenangkan untuk siswa karena guru membuat LKS yang menggugah minat siswa untuk belajar serta pembelajarannya tidak membosankan dengan adanya variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), variasi metode pembelajaran, dan variasi interaksi.

    ReplyDelete
  16. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran inovatif lah yang benar-benar diharapkan terlaksana di kelas. Pembelajaran ini dapat memperlihatkan keaktifan siswa. Siswa sebagai subjek pembelajaran sehingga siswa yang beraktivitas mengkonstruk, mempelajari, memeroleh hasil belajar, dan mengevaluasi kemampuan. Untuk menjelaskan suatu materi memang bisa menggunakan atau memilih metode yang tepat karena untuk mencapai keefektifan pembelajaran dan menghargai perbedaan kemampuan individu serta kondisi siswa yang berbeda (visual/audio/kinestetik).

    ReplyDelete
  17. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Artikel yang bagus untuk guru dan calon pendidik agar terinspirasi dalam membangun pembelajaran inovatif. Pada dasarnya prinsip yang harus dimiliki guru adalah menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakteristik masing-masing mulai dari kemampuan serta gaya belajar dan lain-lain. Untuk itu diharapkan guru mampu mengakomodir setiap karakter tersebut dengan menggunakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Semoga kita selalu termotivasi.

    ReplyDelete
  18. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Menciptakan inovasi pembelajaran tidak mudah sebagaimana mengungkapkan teori belajar. Dalam pelaksanaannya, guru perlu melakukan banyak persiapan, merancang kegiatan pembelajaran,serta mengasah kemampuan pedagogik sebagai guru. Pembelajaran yang berdegradasi, berubah perlahan memiliki tujuan yang baik. Namun faktanya, banyak faktor yang menghambat adanya penerapan inovasi pembelajaran yang perlu dikaji. Sebagai contoh materi matematika yang abstrak, kondisi prior knowledge siswa yang belum memadai, memaksa guru tidak bisa optimal dalam menerapkan student center dalam proses pembelajara. Disinilah peran guru bagaimana menciptakan proses belajar yang bermakna, meskipun belum sepenuhnya mengemban inovasi baru dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dilihat dari ciri-ciri dan komponen pembelajaran inovatif, sepertinya berusaha diterapkan oleh pemerintah dengan ditetapkannya kurikulum 2013. Pada kurikulum ini menggunakan pendekatan saintifik, pemerintah berusaha untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru yang semula sebagai sumber ilmu, dalam kurikulum ini sebagai fasilitator yang membantu knstruksi konsep pengetahuan pada diri siswa.

    ReplyDelete
  20. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dilihat dari ciri-ciri dan komponen pembelajaran inovatif, sepertinya berusaha diterapkan oleh pemerintah dengan ditetapkannya kurikulum 2013. Pada kurikulum ini menggunakan pendekatan saintifik, pemerintah berusaha untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru yang semula sebagai sumber ilmu, dalam kurikulum ini sebagai fasilitator yang membantu knstruksi konsep pengetahuan pada diri siswa.
    Kita sebagai calon guru hendaknya juga berlatih untuk melaksanakan pembelajaran yang inovatif, agar siswa kita merasa senang dalam belajar, memiliki motivasi belajar yang tinggi dan tidak mudah merasa jenuh.

    ReplyDelete
  21. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Artikel ini sangat membantu untuk memahami lebih dalam tentang pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif sangat penting dipahami dan bahkan harus dimiliki leh guru. Terlebih pendidikan sekarang menuntun guru untuk semakin berkembang agar kualitas anak didiknya semakin baik. Pembelajaran inovatif adalah salah satu cara mengembangkan minat belajar anak di kelas. Salam pembelajaran inovatif!

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sebagai pengajar pola-pola konvensional memang ahrus di tinggalkan dari aspek perencenaan model inovatif lebih memudahkan untuk membuat perencanaan. Model konvensional tidak perlu perencanaan, kelemahannya apa yang disampaikan selalu sama dengan tahun-tahun sebelumnya, stats tidak melihat perkembangan yang sudah melaju dengan pesat. Pengajar berangkat hanya membawa buku 1 dan resensi saja. Kemampuan siswa pasti maksimal hanya sama atau bahkan kurang dari pengetahuan guru tersebut. berbeda dengan pembelajaran inovatif dengan perencanaan yang inovatif tentunya sudah dipersiapkan materi, media dan strategi yang akan digunakan terlebih mampu menggunakan IT akan lebih memudahkan, kemampuan siswa mampu maksimal bahkan mampu melebihi gurunya.

    ReplyDelete
  23. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Proses pembelajaran inovatif lebih memudahkan siswa menerima materi pembelajaran diabndingkan denganmodel konvensional karena siswa mengalami sendiri, dengan materi-materi konkret terutama untuk siswa SD maka materi abstrak harus dihindari. dengan student center akan lebih menghargai siswa dan siswa akan lebih aktif untuk ikut dalam proses menerima ilmu pengetahuan berdasarkan pengalaman. Ada banyak variasi strategi pembelajaran membuat siswa tidak akan bosan dan antusias untuk aktif dan aktif.

    ReplyDelete
  24. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Evaluasi pembelajaran yang inovatif menggunakan aspek koginiti, afektif dan psikomoror maka kemampuan siswa dapat diunggulkan tidak hanya satu aspek tapi ketiganya dapat dihargai karena kemampuan siswa sangat variatif dan kita harus menghargai kemampuan mereka karena setiap siswa mempunyai kompetensi dan bakat yang berbed. sebagai guru harus mampu membantu siswa memunculkan kemampuan-kemampuan yang terpendam sehingga memiliki kompetensi unggul yang bisa membanggakan. tetapi pembelajaran konvensional hanya mengevaluasi satu aspek kognitif saja, hal ini berdosa sekali kita seandainya hanya menghargai aspek satu saja.

    ReplyDelete
  25. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Terima kasih atas informasi mengenai prinsip dan komponen pembelajaran inovatif. Prinsip dan komponen ini bisa diimplementasikan untuk semua mata pelajaran di sekolah. Para guru hendaknya mempelajari dan mengimplementasikan hal ini untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Salah satu ciri pembelajaran inovatif adalah mengembangkan pengajaran sesuai dengan prinsip perkembangan kognitif Piaget. Tahap perkembangan kognitif usia SD adalah tahap operasional konkrit. Pada tahap ini anak belum mempunyai kemampuan berfikir yang sifatnya abstrak, belum cukup bisa menalar dan berlogika. Oleh karena itu komponen pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran harus mempertimbangkan hal ini.

    ReplyDelete
  27. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Salah satu penerapan komponen pembelajaran inovatif adalah memakai variasi media belajar. Contoh penerapan pemakaian media belajar yang variatif pada pembelajran Matematika adalah dengan menyediakan media berupa bangun ruang yang real untuk mengajarkan bangun ruang, tidak hanya gambar (visual) saja. Penyediaan media ini juga sesuai dengan perkembangan kognitif operasional kongkrit. Dengan melakukan beberapa penyesuan terhadap metode maupun media, pembelajaran lebih inovatif dan lebih efektif.

    ReplyDelete
  28. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendiikan Matematika C 2013

    Dari Poin pertama sangat jelas terlihat bahwa pembelajaran tradisional menggunakan metode ceramah yang menandakan lebih pada teacher center dan pembelajaran yang inovatif menekankan pada peran aktif siswa (student center) sehingga siswa dapat mengkontruksi pemahamanya sendiri.

    ReplyDelete
  29. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendiikan Matematika C 2013


    terlihat berbeda juga pada media yang digunakan, pembelajaran tradisional masih sangat minim media yang digunakan hanya menggunakan papan tulis kapur/spidol. namum pembelajaran inovatif lebih pada media yang bervarisasi dan banyak media-media yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  30. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendiikan Matematika C 2013

    Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst VS Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual. Pembelajaran tradisional kurang melibatkan partisipasi siswa sedangkan pada pembelajaran inovatif terdapat variasi pembelajaran baik individu maupun kelompok sehingga siswa akanlebih terfasilitasi dan lebih aktif.

    ReplyDelete
  31. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendiikan Matematika C 2013

    Metode Ceramah/Expository vs Variasi Metode Pembelajaran. pembelajaran tradisional hanya menggunakan metode ceramah dimana peserta didik terkdang merasa pembelajaran yang membosankan. namun pad pembelejaran inovatif guru dapat memvariasi metode pembelajaran yang sesuai dengankarakter peserta didik.

    ReplyDelete
  32. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendiikan Matematika C 2013

    dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif. kurikulum sekarang ini juga menekankan pembelajarn yang inovatif sehingga linier dengan kurikulum yang dijalankan saat ini.pembelajaran pada K13 menekankan guru sebagai fasilitator dan siswa dapat mengkontruksi pengetahuan dan pemahamanya sendiri.

    ReplyDelete
  33. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Pembelajaran inovatif membutuhkan beberapa komponen seperti disebutkan dalam bacaan ini. Memang benar jika kita menginginkan pembelajaran yang inovatif maka kita membutuhkan variasi metode dan media dalam pembelajaran. Namun jika dilihat di Indonesia bahwa kurikulum yang ditetapkan di sekolah itu adalah kurikulum yang padat, yaitu waktu sedikit dengan materi yang banyak. Sehingga diperlukan kebijakan dari pemerintah untuk bisa selaras dengan guru. Karena sesungguhnya pembelajaran tidak hanya bergantung dari guru, tapi juga pemerintah.

    ReplyDelete
  34. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Guru dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti cara bertindak bagaimana yang paling tepat, bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa yang paling efisien, sumber belajar mana yang paling lengkap, sistem evaluasi apa yang paling tepat, dan sebagainya.

    Guru sebagai pelaksana tugas otonom diberikan keleluasaan untuk mengelola pembelajaran, apa yang harus dikerjakan oleh guru, dan guru harus dapat menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan atau menunjang tercapainya tujuan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai pengambil keputusan.

    ReplyDelete
  35. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Guru sebagai pihak yang berkepentingan secara operasional dan mental harus dipersiapkan dan ditingkatkan profesionalnya, karena hanya dengan demikian kinerja mereka dapat efektif. Apabila kinerja guru efektif maka tujuan pendidikan akan tercapai. Yang dimaksud dengan profesionalisme di sini adalah kemampuan dan keterampilan guru mulai dari tahap perencanaan, proses, serta evaluasi hasil belajar siswa.

    ReplyDelete
  36. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau program pembelajaran yang sejenis sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan.

    ReplyDelete
  37. Membaca ciri2 pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif dapat membantu kita merubah paradigma berfikir dalam pembelajaran. Pembelajaran inovatif lahir karena dimulai dari pembelajaran tradisional. Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah variasi metode. Sekarang ini sudah banyak metode pembelajaran yang ditemukan, tergantung kita mencocokkan dengan matpel atau matkul
    Miftahir Rizqa
    PEP kelas A
    16701261027

    ReplyDelete
  38. salah satu ciri penilaian dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. penilaian autentik ini merupakan salah satu komponen pembelajaran inovatif.
    Miftahir Rizqa
    PEP Kelas A
    16701261027

    ReplyDelete
  39. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Komponen pembelajaran inovatif ini wajib diketahui dan dipelajari lebih mendalam oleh guru. Pada dasarnya, guru ingin menciptakan pembelajaran inovatif kepada murid-muridnya. Namun, keinginan itu tidak diimbangi dengan tidakan baik berupa mencari ilmu dan mencoba menerapkannya. Dalam hal ini, guru perlu difasilitasi dan memfasilitasi diri dalam upaya pencapaian menerapkan pembelajaran inovatif.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  40. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Pembelajaran inovatif dimaksudkan untuk mendorong siswa untuk aktif dan kreatif dalam memecahkan suatu masalah. namun sebelumnya pengkondisian serta komponen-komponen yang terlibat haruslah dipenuhi oleh guru dan perangkat pendidikan.

    ReplyDelete
  41. Pembelajaran merupakan kunci dalam sebuah proses pendidikan, tidak hanya di ruang tertutup, namun pembelajaran juga bisa dilakukan di ruang terbuka untuk membuka wawasan dan keterbukaan pemikiran peserta didik. Pengembangan ilmu akan sangat berasa jika diimplementasikan di sekolah, terutama ruang belajar peserta didik. Semua aspek tersedia dalam kondisi yang kondusif.
    Media pembelajaran adalah sarana yang sering kali dipakai untuk memfasilitasi sebuah proses belajar. Pada masanya pembelajaran menjadi tantangan baru untuk membuka wawasan dan kepedulian sosial juga kepedulian masyarakat melalui jalur pendidikan.


    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP - A 2016
    16701261005

    ReplyDelete
  42. Memet Sudaryanto
    S-3 PEP - A 2016
    16701261005

    Prof., saya ingin menanyakan.
    Tugas suatu mata kuliah meminta kami membuat rencana pembelajaran. Dalam rencana pembelajaran tersebut kami menyayangkan, dimana kami harus memisahkan kinerja guru dan siswa. Pembacaan prosedur pembelajaran pada perspektif guru, seakan-akan menuntut teacher center learning. Di sisi lain pembacaan prosedur pembelajaran pada perspektif siswa, pembelajaran seakan-akan berubah menjadi student center.
    Yang kami sayangkan adalah, kedua perspektif tersebut sebenarnya merujuk pada prosedur konsep yang sama. Sayangnya, pembelajaran seperti dipisah-pisahkan. Guru menjadi pusat maupun siswa menjadi pusat bukannya sama saja nggih Prof? Asal tujuan pembelajaran tercapai dengan kerja sama kedua belah pihak berpengaruh tersebut. Pembelajaran sudah didesain dengan unsur pemberi dan penerima, pemberi belum tentu guru dan penerima belum tentu siswa. Siswa bisa memberikan umpanan yang ditangkap oleh guru. Dalam konteks ini siswa sebagai pemberi.
    Prof.,
    Siswa di dalam sebuah proses belajar didorong untuk berpartisipasi maksimal, sedangkan para ahli pendidikan lupa perspektid guru yang juga harus dimaksimalkan kemampuan prosedural sampai keterampilan konseptualnya. Para ahli menganggap bahwa siswa yang aktif akan menyukseskan program pembelajaran. Saya tidak membayangkan jika siswa aktif di alltime learning. Apakah itu yang disebut kesuksesan?

    Ananda
    menunggu kuliah
    di lantai III
    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP - A 2016
    16701261005

    ReplyDelete
  43. Pembelajaran berkembang semaksimal mungkin di era penguatan global.
    Pada eranya semua globalisasi seperti menuntut pembelajaran menjadi aspek yang terus dieksplor demi perkembangan dan kemajuan peserta didik. Proses aktif untuk mengembangkan pendidik akhirnya dimulai dari cara paling tradisional sampai cara paling kompleks. Semua orang beranggapan bahwa metode konvensional adalah metode kuno dan tidak lagi laik untuk diimplementasikan di era perkembangan global.
    Perspektif saya berbeda, Prof.
    Menurut saya, ada kalanya metode paling sederhana adalah metode yang paling dibutuhkan siswa dalam proses pembelajaran aktif. Siswa mengemban peran penting pada pembelajaran berbasis kesederhanaan dan mampu berkembang dengan sangat pesat sesuai kebutuhan konsumen pendidikan. Metode pembelajaran konvensional atau tradisional adalah pembelajaran yang berkembangnya paling lama, karena pada eranya tanpa membutuhkan proses statistika komparasi, guru mampu mengevaluasi kinerjanya melalui pembelajaran yang sederhana.

    Prof.saya diganggu Bu Fitri, saya cukupkan dulu nggih Prof.
    (Kata Bu fitri dia cantik jelita, dan salam sungkem kagem Prof. Marsigit)
    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP - A 2016
    16701261005

    ReplyDelete
  44. Efektivitas pembelajaran berakar pada perspektif kebutuhan dan kepentingan kebijakan. Sayangnya sisi politik Indonesia mengakamodasi dominan pada kepentingan kebijakan.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP - A 2016
    16701261005

    ReplyDelete
  45. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya ingin membahsa ciri2 pembelajaran tradisional: guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Memang guru merupakan sumber belajar, namun bukan satu-satunya. Ada banyak sumber belajar yaitu buku, pengalaman, media, lingkungan dan lain-lain. Alangkah baiknya jika guru menjadi fasilitator untuk membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  46. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP KElas A

    Terima kasih Prof. Marsigit untuk postingan tentang pembelajaran inovatif, akan sangat membantu dalam pengembangan metode pengajaran kedepannya.

    ReplyDelete
  47. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP KElas A

    Pembelajaran inovatif sangat baik bila benar-benar diterapkan dalam proses pengajaran, karena disini siswa dituntut untuk mandiri, siswa diberikan peluang untuk aktif mengembangkan ide-ide secara luas dan mendukung siswa untuk lebih mandiri dalam belajar dan berdiskusi. Guru sebagai fasilitator akan memonitor hasil belajar siswa dan masalah-masalah yang dihadapi

    ReplyDelete
  48. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP KElas A

    Dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional yang lebih menekankan pada metode ceramah, tentu model pembelajaran inovatif dirasa lebih baik karena pembelajarannya lebih bermakna, siswa tidak hanya belajar untuk mengetahui sesuatu (learning ti know about) , tapi siswa juga belajar melakukan (learning to do). Namun pada model inovatif ini guru juga dituntut perannya yang tinggi dalam berkreasi dan memahami model-model pembelajaran inovatif. Sudah siapkah guru-guru kita dengan tantangan ini? Terlebih dengan fasilitas dan kondisi yang ada? Semoga…

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dalam penciptaan inovasi pembelajaran yang terpenting adalah kemauan dan keinginan guru untuk mengubah image belajar sebagai suatu keterpaksaan menjadi suatu kebutuhan, dengan cara membawa anak didik menikmati sisi-sisi keindahan dan kemenarikan dari suatu materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Hal ini hanya dapat dilakukan bila guru melakukan inovasi pembelajaran menggunakan prinsip pembelajaran bermakna dan menyenangkan (meaningful learning dan joyful learning).

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Setiap manusia secara normal pasti memiliki ketertarikan dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu yang baru. Demikian juga anak didik, jika dalam pembelajaran disuguhi sesuatu yang baru pasti akan timbul semacam energi baru dalam mengikuti pelajaran. Dengan kata lain, sesuatu yang baru mampu bertindak seperti magnet yang menarik minat dan motivasi anak didik untuk mengikutinya. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran dengan memperkenalkan sesuatu yang berbeda yang belum dialami dari sebelumnya. Sesuatu yang baru tidak identik dengan sesuatu yang mahal. Apa yang nampaknya sepele, bisa saja mampu membuat pembelajaran lebih hidup hanya karena sang guru mampu melakukan inovasi.

    ReplyDelete
  51. Pada saat ini ilmu technology telah berkembang dengan sangat pesat, oleh sebab itu di era yang serba canggih ini sebagai seorang guru kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar mampu mendidik anak didik kita sesuai dengan yang kita harapkan. Banyak inovasi-inovasi dalam pembelajaran yang telah dikemukakan oleh banyak orang yang akan sangat kita butuhkan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Namun, inovasi yang ada tidak akan mampu merubah apapun jika hanya terwujud pada serangkaian kata bernama “teori”, yang kita butuhkan saat ini adalah “action”. Karena, dengan sebuah aksi nyatalah yang mampu membuat anak didik kita ikut termotivasi dalam pembelajaran. Bukan sekedar menghafal text, tetapi juga pemahaman atas apa yang dibacanya

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  52. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  53. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Pembelajaran inovatif menekankan adanya variasi. Mulai dari cara pembelajaran maupun dari alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari rasa bosan pada diri anak ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  54. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Pembelajaran inovatif menekankan adanya variasi. Mulai dari cara pembelajaran maupun dari alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari rasa bosan pada diri anak ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  55. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam melakukan pembelajaran secara inovatif bada abad 21 sekarang, lebih menekankan pada pembelajaran student centered, dimana pola pembelajaran yang terjadi berfokus pada siswa bukan lagi guru menjelaskan secara mendalam terhadap materi-materi yang diajarkan. dari pola ini maka siswa dituntut agar bagaimana terus mengembangkan kreatifitas yang dimilikinya, dapat memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupannya, mempunyai komunikasi yang baik terhadap materi itu. sehingga siswa bukan lagi menjadi bayang-bayang guru dalam pelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  56. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Pembelajaran yang inovatif sangatlah diperlukan untuk menumbuh kembangkan potensi yang ada dalam diri siswa, karena pembelajaran inovatif sangat memungkinkan siswa akan berkembang karena pembelajaran akan terpusat pada siswa secara aktif. Selain itu pembelajaran yang inovatif mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok sehingga mereka berlatih untuk tidak bersikap egios pada dirinya sendiri. Siswa dilatih karakternya untuk menghargai pendapat orang lain sehingga pada outputnya nanti akan menghasilkan suatu sumber daya manusia yang mampu bekerja sama di dalam masyarakat, tidak bersikap individualistis dan mampu tenggang rasa di dalam masyarakat itu sendiri.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  57. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari Elegi ini, kembali ditekankan begaimana pembelajaran inovatif itu. Begaimana guru sangat wajib memiliki inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajarnya. karena inovasi-inovasi inilah salah satu yang akan mengembangkan minat belajar peserta didik kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  58. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Komponen pembelajaran inovatif salah satunya adalah student center. Pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa dituntut aktif dalam setiap pembelajaran. Pemebalajaran student center juga harus didukung dengan RPP, LKS, dan perangkat lainnya yang inovatif dan bervariasi. Terima kasih

    ReplyDelete
  59. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pembelajaran Tradisional bukan merupakan pembelajaran jelek. Tetapi jika terus menerus tidak baik juga karena kurang dapat memberikan pembelajaran yang bermakna. Siswa menjadi terbiasa pasif. sehingga perlu pembelajaran yang bervariasi dan inovatif.

    ReplyDelete
  60. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Pembelajaran inovatif menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran ini identic dengan teori kontruktivis dimana siswa dapat mengkonstruk pengetahuannnya sehingga siswa mampu mengalami pembelajaran bermakna. Dalam pembelajaran ini, guru harus mampu menyediakan media pembelajaran dan memberikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran. Peran guru disini cenderung sebagai fasilitator yang berguna untuk membimbing siswa dalam proses pembelajaran, dimana siswa tidak bergantung pada guru dalam membangun pengetahuan yang akan dipelajarinya.

    ReplyDelete
  61. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Pembelajaran inovatif lebih menuntut siswa untuk mengkontruksi pemikirannya sendiri serta mengajak siswa aktif dalam pembelajaran. Sehingga, kita sebagai pendidik harus berusaha mengubah pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif, tentunya yang sesuai dengan karakteristik siswa. Untuk mendapatkan pembelajaran yang baik,efektif dan efisien harus bisa membuat proses belajar dan mengajar yang lancar. Serta menerapkan komponen dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  62. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pak Marsigit pernah menyampaikan dalam perkuliahan filsafat ilmu bahwa kriteria mengajar yang terbaik dalam filsafat itu jika inisiatif dari siswa, ada proses terjemah dan menerjemahkan. Sebagai guru kita tidak boleh menghendaki agar siswa memiliki pehaman yang sama karena itu menyalahi kodrat. Sebab siswa memiliki dunianya masing-masing yang tentu berbeda dengan dunia guru. Karena itu guru harus memfasilitasi bagaimana siswa membangun pengetahuannya dengan mengembangkan komponen pembelajaran inovatif seperti yang disebutkan di dalam potingan di atas.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  63. Pembelajaran inovatif harus terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Metode-metode pembelajaran tradisional yang cenderung statis memang harus diubah. Proses belajar tidak lagi hanya berupa transfer ilmu dari guru ke siswa, guru sebagai satu-satunya sumber dan siswa hanya pasif menerima ilmu, tetapi lebih pada student center, guru sebagai fasilitator, menggunakan berbagai macam sumber dan melakukan diskusi dan praktek agar teori yang disampaikan lebih mudah dipahami. Siswa dituntut untuk lebih aktif sehingga pencapaian proses pembelajaran lebih maksimal.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  64. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dalam komponen pembelajaran inovatif, siswa harus bisa merefleksikan hasil kegiatan kelompoknya. Dengan kegiatan merefleksikan, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat dapat berkembang. Dari hasil refleksi, siswa dipercaya untuk membuat kesimpulan sendiri, disini guru harus bisa menghargai pendapat dari siswa dan meluruskan kesimpulan yang dibuat oleh siswa.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  65. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Pembelajaran inovatif dengan pembelajaran tradisional sangat bertolak belakang. Pada pembelajaran tradisional guru masih berperan aktif, guru lebih banyak memberikan ceramah siswa hanya mendengarkan dan mencatat. Sedangkan untuk pembelajaran inovatif guru menggunakan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang bervariatif sehingga guru hanya sebagai fasilitator yang menjadikan siswa lebih aktif dan kreatif.

    ReplyDelete
  66. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Pada saat ini guru dituntut agar dapat menerapkan model pembelajaran yang bervariatif, sehingga siswa tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran dan akan tertarik untuk mengikutinya. Selain itu guru juga harus menggunakan media pembelajaran yang sesuai, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru yang baik harus selalu mempersiapkan perangkat pembelajaran, diantaranya seperti RPP, media pembelajaran, dan LKS.

    ReplyDelete
  67. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Pembelajaran Inovatif sangat cocok untuk siswa karena siswa menjadi kreatif dan mempunyai wawasan yang luas sehingga pembelajaran menjadi menarik dan tidak monoton.

    ReplyDelete
  68. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pembelajaran inovatif sekarang mulai lebih banyak digunakan daripada pembelajaran tradisional. Alasan yang paling utama adalah karena pembelajaran inovatif akan menstimulus siswa untuk berpikir kritis dan menumbuhkan rasa ingin tahu. Namun setelah selama ini pemerintah mengupayakan, bahkan sejak berlakunya kurikulum CBSA (cara belajar siswa aktif), pada kenyataannya meninggalkan tradisi transfer ilmu menjadi konstruk ilmu cukup sulit untuk dilakukan.

    ReplyDelete
  69. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Hal ini terlihat dari keadaan di sekolah-sekolah, dimana guru masih menjelaskan mengenai materi terkait, juga respon siswa yang masih belum mau menjawab pertanyaan atau menjelaskan hasil jawaban di depan kelas. Ini saya alami ketika saya mengajar sebagai mahasiswa PPL di SMP N 1 Turi, Sleman. Maka untuk menggugah siswa agar menjadi aktif dalam pembelajaran adalah dengan melakukan inovasi-inovasi, seperti membuat media dan metode yang variatif, juga merancang interaksi yang variatif.

    ReplyDelete
  70. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam era digital dan MEA ini, siswa dan guru memerlukan komponen pembelajaran yang dapat menunjang kemampuannya dalam menghadapi era ini. Untuk hal itu, salah satu yang dibenahi adalah proses pembelajaran di sekolah. Ada 2 pembelajaran yang biasa digunakan di sekolah, yaitu pembelajaran tradisional dan inovatif. Dalam pembelajaran tradisional, pembelajaran masih berpusat kepada guru, sehingga siswa kurang mengeksplore ke dalam minat dan bakanya. Siswa juga terkadang belum bisa mengkonstruksi konsep. Namun, ada pula pembelajaran yang berpusat kepada siswa yaitu pembelajaran inovatif. Dalam pembelajaran ini, siswa dapat mengkonstruksi konsep dan dapat mengeksplore minat dan bakatnya.

    Dari 2 macam pembelajaran tersebut, menurut saya yang lebih baik adalah pembelajaran inovatif, karena siswa diberi kesempatan untuk berkreativitas menurut pemahamannya dan mengkonstruksi konsep sendiri hingga menghasilkan beragam pemahaman konsep dalam diri siswa. Namun, yang juga perlu menjadi perhatian di sini ialah, pembelajaran juga berlandaskan kepada akidah, sehingga dalam proses pembelajaran dan perkembangan mentalnya di era digital dan MEA, siswa siap menghadapi berbagai pemikiran yang destruktif dan hal tersebut tidak akan berpengaruh kepada dirinya. Wallahu’alam bi shawab.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  71. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Pada tulisan di atas dijelaskan mengenai ciri pembelajaran tradisional dan ciri pembelajaran inovatif, serta dijelaskan juga mengenai komponen pembelajarannya. Sebuah proses pembelajaran melibatkan unsur dalam pelaksanaannya, bahkan dari masa perencanaan. Di atas terlihat jelas perbedaan antara tradisional dan inovatif. Sebagai guru kita dituntut untuk menjadi seorang guru yang inovatif demi memajukan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, seorang guru senantiasa mampu membuat sebuah inivasi dalam proses pembelajarannya di dalam kelas.

    ReplyDelete
  72. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Saat ini pembelajaran tradisional sudah mulai ditinggalkan karena dianggap sudah kuno dan dirasa sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan kurikulum yang terbaru, mulailah diterapkan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered. Maksudnya adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengkontruksikan pengetahuan secara mandiri bersama teman-temannya. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik yang membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru. Dalam pembelajaran inovatif peran guru diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang materi pembelajaran, menyediakan waktu yang cukup untuk siswa, menyediakan masalah dan alternatif solusi, memonitor proses belajar dan pembelajaran, merubah strategi ketika siswa sulit mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  73. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Saya setuju dengan apa yang dipaparkan di atas terkait pembelajaran inovatif dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu. Karena perkembangan zaman turut menimbulakan fenomena perubahan karakter siswa yang beragam.

    ReplyDelete
  74. Vety Triyana k
    13301241027
    P Matematika Int. 2013

    Pembelajaran aktif berpusat pada siswa terbukti efektif dilakukan dalam pembelajaran. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang berperan penting dalam pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa dan membuat sisea menjadi aktif. Pada saat ini model pembelajaran sudah sangat bervariasi jadi banyak cara untuk bisa membuat peserta didik menjadi aktif dan tergantung pada ke kreatifitasan seorang guru. jadi sekarang ini tidak hanya sekedar guru saja, tetapi guru juga harus profesional dalam segala hal salah satunya yang berhubungan dengan kegiatan belajar dan pembelajaran.

    ReplyDelete
  75. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dalam dunia pendidikan, diskusi memainkan dan memiliki peran yang penting. Semakin banyak berdiskusi, maka wawasan akan bertambah. Contohnya hasil diskusi yang dipaparkan di atas. Hasil yang dipaparkan tentang pembelajaran inovatif benar-benar inovatif. Dapat menjadi salah satu referensi yang baik untuk kita semua. Pembelajaran inovatif, aktif dan kreatif menuju Indonesia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  76. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Berdasarkan ciri-ciri pembelajaran innovatif yang terdiri dari :
    1.Student Center 2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar) 3. Variasi Metode Pembelajaran 4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual 5. Construktivisme 6. Matematika Sekolah 7. Realistik 8. Bruner, Piaget, Vigotsky 9. Kurikulum Interaktif 10. Guru sebagai Fasilitator 11. Education is for all 12. Skema pembelajaran fleksibel

    ReplyDelete
  77. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pencapaian yang diharapkan secara rasional dan logis berdasarkan ciri-cirinya sangat besar diharapkan, serta dapat dibayangkan akan inovasinya pembelajaran yang dilakukan pada tahapan proses. Namun akan sangat memengaruhi hasilnya apabila tidak meliputi pengalaman empirisme pendidik. Matematika sekolah menjadi salah satu tolak ukur yang penting bagi seorang pendidik agar memiliki kemampuan memahami psikis peserta didiknya. Selain kemampuan mengembangkan pembelajaran.

    ReplyDelete
  78. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Guru harus terus melakukan perubahan dan inovasi untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mengajar. Elegi ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk dapat membantu mengembangkan pembelajaran inovatif. Dari elegi ini para guru dapat menentukan apa saja yang harus dilakukan untuk meciptakan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  79. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Guru yang pada pembelajaran tradisional memegang peran utama dalam pbm, dalam pembelajaran inovatif berubah perannya, yaitu sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi siswa belajar dengan membangun iklim belajar yang menyenangkan, memberi kesempatan siswa mengeksplorasi diri, memberi kegiatan yang menyenangkan, dll. Semua yang dilakukan guru dalam pembelajaran inovatif, memposisikan siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  80. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Dalam pembelajaran inovatif, matematika yang diajarkan berjenis matematika sekolah, matematika realistik. Matematika realistik berlawanan dengan matematika murni. Pembelajaran matematika realistik dilakukan dengan pembelajaran kontekstual, yang selanjutnya akan memberikan pengalaman berfikir bagis siswa. Dengan memiliki pengalaman langsusng, siswa dapat membangun/mengkonstruk matematika mereka secara mandiri.

    ReplyDelete
  81. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Dalam pembelajran inovatif, asesmen proses belajar dilakukan secara otentik. Penilaian otentik di sini adalah penilaian secara menyeluruh terhadap proses pembelajaran, yang harus dilakukan baik di dalam kelas, maupun di luar kelas. Oleh karena itu, hendaknya guru selalu mencatat perkembangan belajar siswa, tidak hanya di dalam kelas saja. Catatan guru dikumpulkan dalam bentuk anekdot, yang selanjutnya menjadi salah satu sumber penilaian otentik.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id