Oct 29, 2014

Elegi Logos Berubah Menjadi Belalang




Logos:
Saya masih merenungkan perihal bagaimana Belalang dapat menggapai Logos?

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengetahui siapa Dewa Belalang?

Logos:
Mungkin Belalang sama dengan Daksa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengetahui di mana rumah Dewa Belalang?

Logos:
Padahal aku pernah berkata bahwa Daksa bisa juga menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau tahu aku akan ke mana?

Logos:
Berarti Belalang bisa juga menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengengar pertanyaanku?

Logos:
Kalau begitu Dewa Belalang adalah Dewa. Artinya memang betul Belalang bisa menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau bisa berpikir?

Logos:
Kalau Belalang menjadi Dewa maka siapakah yang akan menjadi Belalang.

Dewa Belalang:
Wahai sekali lagi wahai. Ini peringatan terakhir sebelum aku menjatuhkan keputusanku. Wahai Logos apakah engkau menyadarinya siapa dirimu?

Logos:
Ternyata aku menemukan bahwa Belalang bisa juga menjadi Daksa, bisa juga menjadi Dewa. Artinya juga bisa juga dia menjadi Logos.

Dewa Belalang:
Wahai Logos dengan ini aku nyatakan bahwa sebenar-benar dirimu....

Logos:
Ternyata aku menemukan bahwa Belalang sama dengan Logos.

Dewa Belalang:
Bahwa Logos adalah Belalang, karena engkau tidak mampu berkomunikasi dengan Dewa Belalang.

Logos:
Wuhahhh......apa? Oh ternyata aku itu Belalang juga? Oh tolonglah Orang Tua Berambut Putih bagaimana ini?

Orang Tua Berambut Putih:
Oh ...Logos...Logos. Sebenar benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga.

Dewa Logos:
Itulah sebenar-benar yang aku ingin sampaikan, bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Dewa Logos siapa dirimu?

Dewa Logos:
Jika Orang Tua Berambut Putih ternyata juga sudah tidak mengenalku, maka inilah kesaksianku bahwa Orang Tua Berambut Putih pun terancam akan menjadi Belalang Berbulu Putih. Maka tiadalah orang paling berbahaya di dalam masyarakatku kecuali Belalang Berbulu Putih, karena dia adalah ujung tombaknya sang Power Now.

Spiritualitas:
Wahai Dewa Logos, janganlah engkau terus-teruskan karena provokasimu bisa mendorong Belalang Berbulu Putih menjelma menjadi Dajal. Maka bordoa dan mohon ampunlah atas segala dosa. Semoga Tuhan YME melindungi kita semua. Amin.


40 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Perkataan dewa logos, “semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now”, merupakan peringatan bagi kita betapa jahatnya powernow dalam usahanya menguasai dunia. Berbagai aspek telah dan akan menjadi berkembang di bawah kekuasaan power now. Tidak terkecuali para logos pun menjadi lemah hingga mereka pun jadilah belalangnya power now. Lantas apa yang bisa kita lakukan agar kita terlepas/terhindar menjadi belalangnya powernow?.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Hidup adalah pilihan kita. Kita bisa menjadi apapun tergantung bagaimana kita menempatkan diri kita. Untuk itu bijaklah kepada diri sendiri dalam menempatkan diri dan mengambil keputusan. Berdoalah kepadaNya agar selalu dituntun pada kebaikan dan tidak salah langkah.

    ReplyDelete
  3. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Pada artikel lain dalam blog ini, saya menemukan bahwa; “Belalang adalah dirimu yang terperangkap oleh ruang dan waktumu”. Dan pada judul elegi ini, ketika logos berubah menjadi belalang maka ketika pikiran kita “terperangkap” oleh ruang dan waktu. Manusia itu harus sadar bahwa ia tidak sempurna, dan elegi ini merupakan “alarm” bahwasanya powernow yang sudah menguasai dunia dapat benar-benar menjadi dewa manusia di dunia.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kita juga bisa tidak mengerti apa-apa seperti belalang. Seperti seorang mahasiswa pendidikan matematika yang tak bisa menjawab tentang apa itu lingkaran, dst. Kita tidak bisa menyesuaikan ruang waktunya kita. Maka sebaik-baiknya kita adalah terus mencari ilmu agar tidak berubah menjadi belalang. Kita akan terus terperangkap pada ruang waktu jika tidak selalu berusaha mencari ilmu.

    ReplyDelete
  5. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Makna yang dapt diambil dari segelintir dialog antara Dewa Belalang, Logos, Dewa Logos, dan orang tua berambut putih adalah bahwa di atas orang pintar, ada orang pintar. Ibarat kata diatas langit ada langit. Maka dari itu kita tidak boleh mengagung-agungkan kemampuan kita. Siapapun bisa menjadi seburuk-buruk manusia. Sehingga jangan melupakan untuk terus meminta perlindungan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  6. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Belalang adalah dirimu yang terperangkap oleh ruang dan waktumu.sebaik-baiknya kita adalah terus mencari ilmu agar tidak berubah menjadi belalang. Kita akan terus terperangkap pada ruang waktu jika tidak selalu berusaha mencari ilmu. Hidup adalah pilihan kita. Kita bisa menjadi apapun tergantung bagaimana kita menempatkan diri kita. Untuk itu bijaklah kepada diri sendiri dalam menempatkan diri dan mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya. Dan pada judul elegi ini, ketika logos berubah menjadi belalang maka ketika pikiran kita terperangkap oleh ruang dan waktu. Maka sebaik-baiknya kita adalah terus mencari ilmu agar tidak berubah menjadi belalang.

    ReplyDelete
  8. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Ketika logos telah berubah menjadi belalang maka sifat yang ada pada belalnag pun akan melekat pada dirinya, sesuangguhnya logos yang telah berubah menjadi belalang merupakan pemikiran kita yang telah terperangkap oleh ruang dan waktu itu sendiri dan bisa mengakibatkan logos itu berubah menjadi mitos itu sendiri. sehingga logos kehilangan jatidirinya.

    ReplyDelete
  9. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now. Semoga setiap langkah kita tidak menjadikan kita sebagai belalang, mampu menembus ruang dan waktu dan tidak terperangkap disana

    ReplyDelete
  10. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari elegi ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa tidak ada orang yang benar-benar paling hebat atau paling cerdas. Karena di atas orang hebat masih ada orang yang lebih hebat, begitu seterusnya. Sehingga sebagai manusia di manapun kita berada kita tidak boleh sombong, karena sejatinya tidak ada yang patut kita sombongkan.

    ReplyDelete
  11. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Dari bermacam-macam masalah dan filsafat yang ditawarkan dalam Elegi diatas saya cenderung memilih kata “ bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now ”. Saya mengartikan bahwa hampir semua dari kita saat ini,mungkin akan, sedang dan telah menjadi yang Istilah dalam Bahasa Jawanya adalah menggunakan “ Aji Mumpung” yang tentu saja sangat tidak menguntungkan bagi orang lain. Hakekat Spiritualnya terabaikan,Ilmu yang didapat dan dipelajarinya hanya digunakan untuk “ memuaskan napsu diri”. Tidak mau bersyukur,tidak peka terhadap keadaan dan situasi di sekitarnya dan arogan. Maka jalan yang paling baik di ambil adalah tetap menjadi diri sendiri. Selalu berusaha menjadikan Ilmu dan spiritual berjalan beriringan, berdampingan,ada komunikasi dan saling ber- keterkaitan yang saling menjaga agar Eksistensinya sebagai Manusia yang berilmu dan ber-akhlaq Mulia tetap ada dan terjaga.

    ReplyDelete
  12. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Kita sebagai manusia yang sedang menuntut ilmu, haruslah kita mengerti bagaimana ilmu kita nantinya kita dapat gunakan. disini ada dua pilihan, apakah akan kita gunakan untuk hal yang baik ataukah hal yang buruk? apakah nanti kita akan menjadi para belalangnya Poer Now? hal tersebut adalah pilihan, dan senantiasanya pilihan yang kita ambil selalu disertai doa kita kepada Allah.

    ReplyDelete
  13. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Logos adalah perantara antara Tuhan dan Manusia. Tuhan dipandang mulia, roh, dan baka, sedangkan manusia dianggap dosa and fana. Adanya perbedaan antara Tuhan dan manusia inilah yang menyebabkan Tuhan yang mulia tidak dapat berhubungan dengan dunia dan manusia yang berdosa. Untuk memenuhi keinginan Tuhan yang ingin menyelamatkan manusia dan dunia yang berdosa, Tuhan memerlukan perantara yang kedudukannya berada di bawah Tuhan, tetapi diatas manusia. Perentara ini dalam Filsafat Yunani disebut Logos

    ReplyDelete
  14. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi diatas menyadarakan saya betapa kuat pengaruh power now. Jika kita tidak dapat mengenali diri kita sendiri, tidak dapat mengenali kemampuan serta potensi maka kita akan hanyut pada pengaruh powernow. Ketika kita telah hanyut dalam gelombang power now, maka secara perlahan-halan kita akan tenggelam dan kkeberadaan kita tidak lagi ada karena kita telah menjadi bagian dari gelombang power now tersebut.

    ReplyDelete
  15. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Di manapun diri kita berada, kita harus bisa membawa diri. Jangan berlaku sombong karena tidak ada yang perlu kita sombongkan di dunia ini. Jika mau ditelusur lebih lanjut, dibandingkan dunia ini, kita hanya kecil sekali, apalagi dibandingkan dengan seluruh alam semesta. Jika ada yang boleh sombong, hanya Tuhan saja. Kesombongan adalah awal mula terjadi perpecahan dan peperangan yang menuju kehancuran.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  16. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Orang yang kita anggap sebagai yang dituakan pada akhirnya juga sama maka kita dimanupun berada harus waspada karena dimungkinkan dia punya maksud yang kita tidak menyadarinya dan kita mengenal secara halus orang yang sangat baik. Waspada itu lebih baik daripada kecewa dibelakang hari.

    ReplyDelete
  17. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sebagai manusia sebagai makhluk yang sempurna maka tidak semata-mata harus bersikap sombong, manusia yang sombong berarti tidak mampu menempakan dirinya pada ruang dan waktu yang tepat. Untuk itu penyakit sombong harus kita buang jauh-jauh. tetap pada kerendahan hati.

    ReplyDelete
  18. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Elegi Prof. Marsigit di atas mengingatkan kita, di tengah berkembangnya alat informasi dan komunikasi, di tengah derasnya arus globalisasi, kita harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur budaya kita. Memilah milah berbagai budaya kebarat-baratan yang merusak moral dan akhlak, sehingga segala dampak negatif dari Power Now bisa kita hindari.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  19. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi Logos berubah menjadi belalang mengingatkan pada kita untuk selalu percaya pada diri sendiri. Jadilah diri sendiri dengan potensi yang dimiliki. Setiap dari kita sudah menjadi orang yang luar biasa dengan anugrah dari Allah. Tugas kita hanya menggali apa yang telah Allah berikan lebih dalam lagi.

    ReplyDelete
  20. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi ini sebenarnya juga renungan buat diri sendiri. Manusia memang cenderung mudah terpengaruh oleh pikiran dan perkataan orang lain, apalagi bila mereka adalah orang yang kita anggap lebih ahli, lebih bijak, lebih tua, lebih tinggi pangkatnya. Jika kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi, kita tidak mudah terpengaruh dengan omongan orang lain. Kita dapat mengambil prinsip yang menjadi pedoman hdup dari agama, hukum maupun norma. Jadilah diri sendiri, dengan melakukan yang terbaik, karena hidup itu cuma sekali.

    ReplyDelete
  21. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Dari percakapan di atas saya menyimpulkan bahwa sekarang kita semua telah berada dalam kendali powernow. Bahkan orang yang memiliki ilmu pun terperdaya, begitupula orang yang memiliki spiritualitas. Kendali itu dimulai ketika kita berada di dalam provokasi powernow dan kita telah terprovokasi tanpa sadar. Maka memohon ampun dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah salah satu solusi untuk menangkal power now.

    ReplyDelete
  22. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Perilaku seekor belalang diibaratkan sebagai gambaran dari perilaku orang-orang yang mengingkari perintah yang ditujukan kepadanya. Maka dari itu, setiap orang pun mungkin berubah menjadi seperti belalang jika ia bertindak melakukan hal yang salah. Ketika manusia gemar sekali mengingkari aturan yang telah disepakati, maka sama halya dia menjadi seekor belalang. Orang yang berpendidikan tinggi pun bisa saja berubah menjadi belalang saat pengetahuan yang ia miliki digunakan untuk hal-hal yang tida semestinya, contohnya saja adalah tindak korupsi, manusia tetapah manusia yang imannya bisa giyah dengan godaag godan yang diluncurkan oleh syaitan di sekelilingnya, maka demi menjaga eksistensinya sebagai orang yang berilmu, maka ia harus senantiasa memperkuat hatinya dan imannya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. saya suka dua cuplikan
    pertama
    "Jika Orang Tua Berambut Putih ternyata juga sudah tidak mengenalku, maka inilah kesaksianku bahwa Orang Tua Berambut Putih pun terancam akan menjadi Belalang Berbulu Putih. Maka tiadalah orang paling berbahaya di dalam masyarakatku kecuali Belalang Berbulu Putih, karena dia adalah ujung tombaknya sang Power Now."
    cuplikan kedua
    "Wahai Dewa Logos, janganlah engkau terus-teruskan karena provokasimu bisa mendorong Belalang Berbulu Putih menjelma menjadi Dajal. Maka bordoa dan mohon ampunlah atas segala dosa. Semoga Tuhan YME melindungi kita semua. Amin"

    Cuplikan pertama menyiratkan persepsi dan pemikiran manusia yang berubah dalam seketika, karena semua akan berubah dalam hitungan ruang dan waktu. Bisa saja aku membayangkan aku sekarang di Birmingham (Pejamkan mata: nah) saya sudah pulang dari Birmingham.
    Manusia kadang berprovokasi, berpersuasi untuk membentuk kebenaran yang ia miliki, dan manusia akan memunafikkan orang lain agar dirinya bisa diterima. Penggenapan akal di diri manusia yang terbatas seakan-akan membentuk dunia yang baru dan tiada bisa dinyatakan dalam aturan norma yang disusun dalam kebenaran yang dibuat bersama-sama. (kumpulan perspektif)
    Cuoplikan kedua saya suka, karena ini adalah refleksi yang benar-benar terjadi saat ini di Indonesia. Manusai mudah terperdaya, rapuh pada keyakinannya sendiri dan berpedoman pada prinsip orang lain yang sama-sama rapuh. Power Now harus datang menengahi dan membentuk pola yang berbeda! Setiap kekuatan power now perlu dikembalikan dalam refleksi baru pada manusia abad terbaru!
    Manusai lupa ada kaca
    kaca lupa ia searah
    searah lupa arah
    dan semua kembali pada hakikatnya si belalang, si orang tua, dan para dewa yang bergumul dan dirinya masing-masing.

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Yogya
    Di antara maghrib setengah gulita
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  24. Kadang saya berpikir di dunia pendidikan juga terjadi elegi yang sama, elegi yang dimunculkan oleh Prof. Igit ini menandai bahwa komunikasi itu perlu memahami koteks dan konteks. Kebijakan yang berkembang saat ini, para pembuat kebijakan lupa cara komunikasi dengan orang kalangan bawah (subjek kebijakan) dan subjek kebijakan juga kebingungan mendefinisikan tiap kebijakan yang digelontorkan tanpa panduan yang jelas.
    Seakan-akan komunikasi adalah permaianan, padahal sejarah mencatat komunikasi bisa membelah dunia. Setiap provokasi menghancurkan peradaban dan setiap keslaahan persepsi membentuk belenggu. Jika selama ini pemerintah masih mempermainkan bahasa dan alat kmunikasinya dalam bentuk paling sederhana sampai paling kompleks, maka pembentukan wilayah pendiidkan akan makin terasa konkret dan tiada terelakkan oleh kekuatan lain selain kekuatan spiritual. Padahal, Comte sudah membuat spiritual di titik terendah perkembangan zaman. Maka apa yang manusia tunggu?

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Yogya
    Di antara maghrib setengah gulita
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  25. yang disampaikan oleh "Spiritualisme" dalam akhir percakapan beberapa waktu silam menunjukkan bahwa kekuatan bahasa menunjukkan kemenangan nyata atau pembunuhan massal.
    "Aku melihat baik Logos maupun para Belalang sama-sama mempunyai kesalahan dan kesombongan masing-masing. Saranku adalah agar engkau semuanya segera merefleksikan diri dan mohon ampun atas segala kesalahan."
    Dewa sudah cukup bersabar dalam menunggu jawaban logos. Sayangnya, ia juga memiliki ego untuk selalu menguatkan pendapatnya sendiri. Jika dewa diam dan meninggalkan logos dalam kesendirian tanpa menanggapi perlakuan logos, maka masalah mereka berdua sudah beres. Terlalu lama mereka bercakap-cakap dan membuat dewa hampir pada titik tertingginya.

    Apakah saat ini kita sedang menunggu "alam" berbicara dengan caranya?

    Ananda Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  26. Belalang adalah dirimu yang terperangkap oleh ruang dan waktu. Semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para belalangnya Sang Power Now ketika masih terperangkap oleh ruang dan waktu. Sebaik-baik manusia adalah yang terus berusaha mencari ilmu agar tidak berubah menjadi belalangnya Power Now. Selalu berdoa semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua dari kesalahan tingkah laku.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  27. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Logos merupakan suatu keadaan yang terus bergerak; bergerak untuk berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Jika berhenti bergerak, maka akan menjadi mitos. Oleha karena itu belalang pun dapat menjadi dewa karena logos.

    ReplyDelete

  28. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Pengetahuan adalah satu-satu nya yang dapat membedakan kebaikan dari keburukan; membedakan kebenaran dari kesalahan. Ketika pengetahuan sudah masuk dalam kawasan tertentu di mana ia tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik; ketika ia tidak bisa membedakan kebenaran dari kesalahan; ketika ada motif lain yang mampu mengalahkannya, maka saat itulah pengetahuan tiada berguna.

    ReplyDelete
  29. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dialog antara Dewa Belalang, Logos, Dewa Logos, dan orang tua berambut putih adalah bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari apa yang kita miliki, karena sejatinya ilmu manusia ibarat setetes air dilautan bila di bandingkan dengan kuasa Tuhan. Maka dari itu kita tidak boleh merasa lebih pintar dan menganggap yang disekitar kita lebih bodoh sehingga kita terperdaya oleh kesombongan kita. Siapapun bisa menjadi seburuk-buruk manusia. Sehingga jangan melupakan untuk terus meminta perlindungan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  30. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai manusia kita tidak pernah dapat hidup sendiri karna pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial, sebagai makhluk sosial maka kita dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan sesama dan menjalin relasi. Ketika kita telah berada dalam relasi antar sesama manusia maka kita perlu menghilangkan kesombongan dengan merasa bahwa kita lah paling hebat diantara sesama, karenaa ketika terjadi seperti itu maka hubungan yang telah terbangun akan sia-sia. sama halnya seperti logos yang telah berubah menjadi belalang.

    ReplyDelete
  31. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sungguh sebuah artikel bertemakan sindiran yang sangatlah menarik. Ternyata tanpa kita sadari bahwa kita sebenarnya sedang berada di bawah cengkraman sang Power Now. Semoga kita semua tidak menjadi budak-budak sang Power Now kedepannya, dengan cara mari kita membangun jati diri kita dan harus memiliki prinsip yang teguh terhadap karakter bangsa kita sendiri. Sehingga kita tidaklah mudah terombang-ambingkan terhadap segala pengaruh yang ditimpakan sang Power Now terhadap kita. Marilah kita selalu berdoa Kepada Allah SWT Semoga kita selalu berada di dalam lindungan-Nya. Amin

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  32. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi logos berubah menjadi belalang merupakan elegi yang menarik. Dalam dunia ini, kita seperti belalang kecil. Dunia sangat luas. Kita yang sekecil belalang tersebut sedang digempur dengan Power Now. Dan kita tidak bisa apa-apa.

    ReplyDelete
  33. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dari elegi di atas, dapat kita pelajari bahwa sebagai manusia janganlah kita berbuat sombong dan angkuh, karena kemampuan dan keahlian yang kita punya tidak bisa menjadi penguat jika sekalinya kita ceroboh dan terperangkap ke hal yang menyesatkan.

    ReplyDelete
  34. Dalam elegi logos berubah menjadi belalang, disebutkan bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now. Pragmatism, utilitarianism, materialism, dan hedonism inilah yang sering disebut sebagai kekuatan Sang Power Now. Dimana rasa haus akan pangkat sering menjadikan manusia terperangkap dan lupa diri. Manusia cenderung mengutamakan kesenangan semu dan terjebak dalam perangkap hedonisme.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  35. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari tulisan diatas menyebutkan bahwa logos juga bisa berubah menjadi belalang. Jadi kita jangan pernah sombong dengan ilmu yang kita miliki, kita harus bisa memahami secara baik dengan ilmu yang kita miliki agar kita tidak terjebak dengan adanya power Now. Berhati-hatilah. Kita juga harus terus belajar dan belajar karena sesungguhnya ilmu yang kita meliki itu masih sangat sedikit.

    ReplyDelete
  36. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Begitulah logos dapat berubah jika tidak dikembangkan dan dibarengi dengan pikiran kritis dan hati bersih. Ketidakmampuan logos unuk berkomunikasi dengan dewa belalang telah menjadikannya seekor belalang juga. Orang yang merasa diri pintar tetapi tidak mau mengembangkan pengetahuannya dan berinteraksi dengan tingkatan yang lebih tinggi, maka ia hanya akan menjadi pintar di kalangan level yang lebih rendah atau levelnya saja. Tetapi saat ia bergaul dengan level yang lebih tinggi, di level internasional, ternyata dia tidak bisa mengimbanginya dan terancam menjadi mitos.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pribadi seseorangg dapat ditentukan dimana dia berada dalam ruang dan waktunya. Ketika berada dalam ruang dan waktu yang salah bisa saja dia akan terperangkap menjadi seperti belalang-belalang yang dikuasai oleh Power Now. Tetapi jika dia sudah berada di dalam ruang dan waktu yang baik maka kita akan menjadi orang yang terhindar dari pengaruh Power Now.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Dari elegi di atas yang dapat saya petik adalah bahwasanya ketika ada orang lain yang sedang bicara itu ya kita memperhatikan orang yang mengajak kita berbicara. Hargailah orang lain yang sedang bicara. Jangan seenaknya sendiri dan mengabaikan orang yang mengajakmu berbicara. Dan juga jangan egois dan kekeh dengan pendapatmu sendiri. Hargailah pendapat orang lain. Kita ini manusia sosial, belajarlah untuk menghargai orang lain kalau ingin dihargai juga. Jangan seenaknya sendiri, karena kita hidup berdampingan bersama orang lain.

    ReplyDelete
  39. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya elegi ini mengajarkan kita agar tidak bersikap sombong dengan apa yang kita miliki. Jika suatu saat kita merasa tinggi/ berilmu lebih maka akan ada sesorang yang lebih tinggi ilmunya daripada kita, jadi kita tidak boleh bersikap sombong karena di atas langit masih ada langit. Jika kita memiliki ilmu yang lebih maka ilmu itu harus bisa bermanfaat untuk orang lain juga.

    ReplyDelete
  40. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain itu, elegi ini juga mengajarkan tentang pentingnya mengenali jati diri. Dengan kita mengenali siapa kita maka kita akan dapat menempatkan posisi kita. Kita tidak dapat menjadi seperti orang lain, begitu juga sebaliknya. Kita tidak boleh merasa iri hati kepada orang lain.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id