Nov 1, 2015

Politics and Ideology of Education



46 comments:

  1. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Terima kasih bapak Marsigit telah mengeshare tentang Politik dan Ideologi Pendidikan. Hal itu sangat bermanfaat bagi kami pendidik mengeahui tentang Politik dan Ideologi Pendidikan. Dari macam-macam Politik dan Ideologi Pendidikan tersebut, saya lebih tertarik pada Progressive Educator karena menurut saya disitu paket komplit karena di dalamnya terdapat pengetahuannya adalah proses berpikir, teori siswanya adalah orientasi siswa, tujuan pendidikannya adalah kreativitas, teori pembelajaran yang digunakan adalah eksplorasi, sumbernya adalah berbagai sumber / lingkungan.

    ReplyDelete
  2. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    Dapat diketahui bahwa terdapat beberapa macam politik dan ideologi pendidikan, politik dan ideologi pendidikan yang di anut suatu negara mempengaruhi bagaimana pembelajran berlangsung. Dari bacaan diatas dapat diperoleh gambaran tentang berbagai ideologi-ideologi yang masing-masing memiliki ciri khas nya, dan tentunya juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang akan saling melengkapi untuk menghadapi perubahan jaman yang semakin maju dan berkembang ini.

    ReplyDelete
  3. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    dari setiap macam itu pun memiliki kelebihannya masing-masing, sehingga setiap negarapun bebas menentukan jenis politik idiologi pendidikan mana yang akan lebih diadobsi guna kepentingan kemajuan di dalam sektor pendidikan

    ReplyDelete
  4. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berbicara masalah ideologi berarti juga membicarakan masalah konsep yang tersistem secara rapi atau boleh dikatakan ideologi itu sebuah teori. Namun lebih enaknya jika ideologi dijabarkan terlebih dahulu. Ideologi oleh Arif Rahman dalam bukunya yang berjudul ”Politik Ideologi pendidikan” mempunyai dua pengertian, pengertian secara fungsional dan secara struktural.

    ReplyDelete
  5. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendidikan sebagai usaha sadar bagi pengembangan manusia dan masyarakat, mendasarkan pada landasan pemikiran tertentu. Dengan kata lain, upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan, didasarkan atas pandangan hidup atau filsafat hidup, latar belakang sosio-kultural dan pemikiran psikologis tertentu. Dasar dari pendidikan adalah filsafat, pandangan hidup dalam suatu masyarakat tertentu sehingga filsafat sebagai dasar yang memberikan pandangan luas tentang realita menentukan model pendidikan manusianya

    ReplyDelete
  6. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Filsafat memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan, filsafat memberi pandangan yang luas tentang realita, termasuk pandangan dunia dan pandangan hidup. Jika semuanya digunakan dalam praktek pendidikan maka akan memberi landasan tentang tujuan dan metodologi pendidikan.

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    berbicara tentang ideologi dan politik tentunya sangat berkaitan keduanya. Ideologi adalah sebuah konsep penting untuk dikaji di dalam Ilmu Politik. Dalam dunia pendidikan pasti juga memiliki ideologi dan politik, seperti halnya ideologi politik bangsa Indonesia adalah Pancasila. sebelumnya mungkin saya belum paham mengenai hal ini tetapi dengan postingan ini saya menjadi tau apa itu ideologi dan politik pendidikan.

    ReplyDelete
  8. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    melihat ideologi dan politik pendidikan ini sebenarnya terlihat bahwa konsepannya yang sangat bagus. Teori yang bagus, tujuan pendidikan yang jelas, sistematika dan alur pembelajaran yang runtun, kemudian ada juga evaluasi pendidikan. namun, pendidikan di Indonesia belum berjalan dengan baik. ya, semoga kita bisa menjadi agent of change dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  9. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    melihat ideologi dan politik pendidikan ini sebenarnya terlihat bahwa konsepannya yang sangat bagus. Teori yang bagus, tujuan pendidikan yang jelas, sistematika dan alur pembelajaran yang runtun, kemudian ada juga evaluasi pendidikan. namun, pendidikan di Indonesia belum berjalan dengan baik. ya, semoga kita bisa menjadi agent of change dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  10. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    dilihat dari data di atas memang sangat terlihat bahwa terdapatnya banyak sekali ideologi politik pendidikan, akan tetapi ideologi pendidikan haruslah bertujuan untuk menyelaraskan antara materi pendidikan dengan kebutuhan peserta didik.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendidikan di Indonesia saat ini adalah baru sampai pada taraf proses menuju paradigma organis, untuk mewujudkannya perlu menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan berbagai stake holders, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat

    ReplyDelete
  13. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  14. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ada beberapa macam politik dan ideologi pendidikan seperti gambar yang terlihat pada elegi ini. Dan setiap politik dan ideologi pendidikan memiliki ciri khas masing-masing serta memiliki kelebihan serta kekurangan yang berbeda-beda. Setiap negara menganut politik dan ideologi pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik bangsa dan kebutuhan negaranya. Sementara itu, politik dan ideologi pendidikan di Indonesia telah terpengaruh dan bergeser dari karakter bangsanya sehingga pendidikan di Indonesia menjadi terombang-ambing dan tidak menguntungkan bagi rakyatnya.

    ReplyDelete
  15. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Dari gambar di atas terlihat bahwa ada berbagai ideologi-ideologi yang masing-masing memiliki ciri khas. Dan tentunya juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang akan saling melengkapi untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin maju dan berkembang. Yang kemudian diterapkan sesuai dengan bidangnya seperti politik, teori pendidikan, teori pengajaran, moral, pengetahuan dan lainnya.

    ReplyDelete
  16. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Secara fungsional, ideologi diartikan sebagai pemikiran yang digunakan untuk kebaikan bersama (common good). Dalam hal ini ideologi bisa muncul karena kekecewaan pada saat ini dan mempunyai niatan untuk memperbaiki di zaman akan datang.

    ReplyDelete
  17. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sedangkan secara struktural, diartikan sebagai alat pembenar bagi kebijakan dan tindakan kaum penguasa.

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Corak politik di suatu negara tidak bisa dilepaskan dengan peran sebuah ideologi. Bagaimanapun ideologi akan menuntun baik politik, pendidikan, ekonomi, sosial budaya dll. suatu negara untuk melakukan suatu yang sesuai dengan cara pandang ideologi tersebut.

    Jika kita memperhatikan keadaan politik dan ideologi pendidikan, maka dapat kita simpulkan bahwa keadaan politik dan pendidikan saat ini menganut ideologi kapitalisme. Maka wajar jika metode dan tujuan politik serta pendidikan mengacu pada cara pandang kapitalisme terhadap kehidupan. Seperti yang kita tahu, bahwa kapitalisme memandang bahwa segala sesuatu bergantung kepada asas manfaat dan materi. Kapitalisme akan melahirkan gaya hidup sekulerisme yang berakibat kepada terpisahnya agama dari kehidupan. Sehingga, hal ini menjadi akar permasalahan negeri kita.
    Maka solusi yang bisa diambil adalah memberi edukasi dan membuat opini umum di tengah masyarakat untuk segera mengganti sistem kapitalis yang destruktif ini dengan sistem yang shahih yang berasal dari sang Khalik yaitu sistem islam yang akan mengatur segala sendi kehidupan baik muslim maupun non muslim.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari kesemua macam-macam ideologi dan politik pendidikan yang dijabarkan di atas, saya tertarik dan memilih public educator karena proses hermeneutika mendominasi dari kesemua aspek ideologi ini. Proses hermeneutika menurut saya sangat penting sebagaimana charley taylor dalam artikelnya ‘ Interpretation and the science of man’ mengatakan bahwa “ilmu-ilmu sosial yang naturalistik dan positivistik harus dikoreksi. Pemahaman dan interpretasi atas aktivitas manusia memerlukan interseubjektivitas, makna-makna umun dan ini membutuhkan hermeneutika”. Dari sini hermeneutika sepertinya harus menjadi keharusan/kewajiban bagi setiap orang terutama untuk bangsa ini agar kita lebih jeli dan cermat lagi dalam menerjemahkan segala hal agar tidak mudah terprovokasi terkait yang berbau politik, agama dll yang berujung pada perpecahan.

    ReplyDelete
  20. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010

    Dalam konteks perkembangan --atau lebih tepatnya pergeseran-pergeseran-- moral, Politik pendidikan kita seharusnya dirancang sesuai dengan tuntutan ruang dan waktu yang sangat ketat. Tantangan demoralisasi sudah sangat akut menggerogoti kehidupan bangsa ini, ia bagaikan sel kanker yang cepat menyebar dan merusak urat syaraf kebudayan manusia. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan suatu perubahan strategi politik yang mendasar atas sistem pendidikan moral yang sudah ada. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meneguhkan kembali sistem pendidikan moral demi pembangunan generasi yang berkarakter, antara lain;
    Pertama, Semua komponen dan sub sistem pendidikan sepakat bahwa nilai-nilai luhur bangsa seperti; kejujuran, keadilan, tanggungjawab, kedermawanan dan kesopanan ditransformasi tidak hanya untuk mewarnai ranah kognitif saja, akan tetapi domain afektif dan psikomotoriknya. Di sini faktor keteladanan para orang tua, guru dan tokoh masyarakat akan menjadi bagian utama dalam pembentukan sikap mental anak-anak dan masyarakat di lingkungannya. Karena keteladanan akan merangsang anak-anak dan juga masyarakat untuk melakukan imitasi dan duplikasi pola prilaku sang teladan.
    Kedua, perlu dibangun pola komunikasi yang lebih intensif antara guru dan orang tua. Kegiatan pembelajaran oleh orang tua di rumah dan guru di sekolah harus terintegrasi dan dikomunikasikan. Setiap perkembangan yang terjadi pada peserta didik baik di rumah maupun di sekolah harus dipantau dan didiskusikan oleh dan antara orang tua dan guru, sehingga ketika terjadi deviasi prilaku akan mudah terdeteksi dan segera dicarikan solusinya. Kesibukan orang tua modern seperti sekarang ini barangkali menjadi kendala besar dalam mengimplementasikan langkah ini. Kondisi ini sebenarnya akan mengantar para orang tua pada pilihan-pilihan model pendidikan yang paling sesuai dengan dengan situasi dan kondisi riil mereka. Misalnya, untuk prototipe orang tua yang banyak waktu, mereka tentu memiliki waktu untuk rajin berkunjung ke sekolah guna mengkomunikasikan perkembangan anaknya kepada wali kelas/guru conseling. Adapun orang tua “supersibuk” dapat memilih model-model pendidikan pesantren atau sjenisnya, yang memiliki pola kontrol holistik terhadap perkembangan anak dan masih memiliki integritas dalam pembangunan karakter bangsa. Pilihan orang tua terhadap model pendidikan yang paling sesuai akan dapat membantu negara ini dalam upaya membangun karakter bangsanya yang luhur dan bermartabat.
    Yang ketiga, Lembaga-lembaga masyarakat yang memiliki basis moral, seperti masjid/pesantren, gereja, wihara dan pura harus lebih berdaya dalam ikut menyelenggarakan pendidikan moral dan memberikan kontrol dengan berperan sebagai penegak sanksi sosial atas penyimpangan moral yang terjadi. Sanksi sosial yang diberikan dapat disepakati oleh masyarakat setempat dengan memperhatikan norma-norma dan nilai-nilai kepatutan yang berlaku dan tidak berbenturan dengan ketentuan hukum dan Hak Asasi Manusia. Langkah ini tentu memerlukan dukungan penuh dari stake holder lainnya, seperti pemegang kekuasaan di pemerintahan dari level yang paling bawah (pemerintahan desa) hingga pusat. Untuk memulai hal ini pejabat-pejabat publik harus dipilih dengan mempertimbangkan integritas moral selain faktor kecakapan, sehingga akan dapat berperan di depan sebagai tsuri tauladan (ing ngarso sung tulodho) kepada masyarakatnya. Membangun sebuah sistem pendidikan moral yang holistik dalam kerangka membangun karakter bangsa yang bermartabat memang memerlukan suatu proses yang tidak mudah namun patut untuk diperjuangkan.

    ReplyDelete
  21. Politics and ideology Education, merupakan sebuah rancangan bagaimana strategi dan sistem suatu negara ingin mencetak seperti apa sumber daya manusianya atau generasinya. Hal tersebut juga merupakan rambu-rambu yang harus selalu menjadi pertimbangan bagi pengambil kebijakan dalam pelaksanaannya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP (A) S3 2016

    ReplyDelete
  22. SHALEH
    S3/PEP/2016
    NIM: 16701261010

    Patut diwaspadai terhadap gejala kapitalisasi pendidikan. Dewasa ini lembaga-lembaga pendidikan berevolusi menjadi lahan-lahan bisnis yang cenderung meraup keuntungan dibanding membangun karakter anak. Orang tua bersedia membayar mahal asal anaknya berhasil dalam ujian dan mencapai sekedar nilai yang bagus.
    Sisi etik moral berpotensi tepinggirkan oleh besarnya kepentingan bisnis instan itu sendiri. Menyikapi ini, pemerintah perlu mengevaluasi kembali akan lembaga-lembaga pendidikan yang terlalu "bisnis" dan mengabaikan penanaman nilai-nilai karakter bangsa. Masyarakat juga selektif dalam memilih lembaga pendidikan bagi putra putrinya.

    ReplyDelete
  23. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Pendidikan sebagai anggota ilmu pengetahuan sosial tidak terlepas dari pengaruh berbagai sudut pandang para tokoh pemikir pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    hal yang paling jelas adlah bahwa setiap ideologi pendidikan pasti akan terpengaruh oleh unsur politik ayang ada di dalamnya , seperti halnya dengan teori pembelajaran, teori mengajar dst. namun penjelasan di atas yang disampaikan dalam sebuah tabel yang dibuat oleh paul ernest dan di perjelas oleh pak Marsigit, sangatlah membantu kita khususnya saya dalam memahami tentang bagian dan jenis ideologi serta politik dilihat dari beberapa sudut pandang, dan hal tersebut bisa menjadi referensi bagi saya dan bahan pembanding dalam proses membentuk pemahaman dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  25. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari bacaan diatas tentang politik dan ideologi pendidikan. Pada awalnya saya tidak terlalu berfikir bahwa pendidikan dan politik itu saling terkait, dari bacaan diatas saya mendapatkan informasi baru dan membuka pandangan saya tentang pendidikan dan politik yang saling berhubungan. Politik dan ideologi pendidikan yang di anut suatu negara pastinya berpengaruh terhadap pembelajran yang ada di negara-negara tersebut. Ideologi yang di anut masing-masing negara pastilah memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, karena tidak ada yang sempurnya, jika sempurna kita hanya akan berhenti dan merasa puas. Lain halnya jika kita tidak puas, kita akan selalu mencoba mencari kekurangan dan berlajar terus untuk memperbaiki kekurangan yang kita miliki.

    ReplyDelete
  26. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Politik dan ideologi pendidikan ternyata merupakan hal yang saling terkait. Terdapat beberapa unsur didalam politik dan ideologi pendidikan itu sendiri. Saya tertarik mengenai Public Educator yang unsur politiknya mengandung sikap demokratis. Hal ini sesuai dengan kebanyakan negara-negara di Dunia, terutama Indonesia menganut politik Demokratis yang semua perlakuannya didapat dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    ReplyDelete
  27. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    1670126101P

    Pancasila is the suitable one for politic and ideology of Indonesia education.

    ReplyDelete
  28. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Masyarakat harus paham betul pentingnya politik pendidikan karena muara politik pendidikan menuju kepada kebijakan pendidikan, bukan semata-mata politisasi pendidikan. Hal ini perlu dipertegas karena bagi masyarakat tradisional beranggapan bahwa politik adalah kotor dan lain sebagainya. Sehingga masih menjadi perdebatan apakah dalam dunia pendidikan ada yang menggunakan politik atau tidak.

    ReplyDelete
  29. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Masyarakat harus paham betul pentingnya politik pendidikan karena muara politik pendidikan menuju kepada kebijakan pendidikan, bukan semata-mata politisasi pendidikan. Hal ini perlu dipertegas karena bagi masyarakat tradisional beranggapan bahwa politik adalah kotor dan lain sebagainya. Sehingga masih menjadi perdebatan apakah dalam dunia pendidikan ada yang menggunakan politik atau tidak.

    ReplyDelete
  30. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dari tabel yang telah Bapak paparkan, saya tertarik untuk membahas baris tentang Theory of Teaching.Bahwa pada Industrial Trainer, pengetahuan itu hanya ditransfer dari "atas" ke "bawah" seperti mengisi wadah yang kosong tanpa memberikan kesempatan kepada kaum "bawah" atau diibaratkan siswa mengetahui proses memperoleh pengetahuan tersebut. Selanjutnya pada Technological Pragmatism, pengetahuan diberikan dalam bentuk motivasi eksternal. Nah, kebetulan dalam bagian ini, saya sendiri belum begitu memahaminya.

    ReplyDelete
  31. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Pada kaum Old Humanism, pengetahuan diberikan menggunakan metode ekspositori seperti guru menjelaskan dan siswa menerima. Bagi Progressive Educator, pengetahuan diberikan melalui kemandirian siswa, yaitu siswa diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuan itu sendiri dengan bimbingan guru.

    ReplyDelete
  32. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Yang terakhir yaitu Public Educator, menurut saya ini yang paling baik dalam memberikan pengetahuan, yaitu melalui diskusi dimana siswa akan mampu membangun pengetahuannya sendiri, mengomunikasikan kepada orang lain serat belajar untuk menghargai pendapat, cara mengomunikasikan, dan menyimpulkan.
    Saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai Eksternal motivation pada Technological Pragmatism. Itu maksudnya bagaimana? terima kasih.

    ReplyDelete
  33. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Terlihat bagaimana politik dan ideologi pendidikan saling berkaitan. Terlihat bagaimana politik dan ideologi pendidikan yang dianut suatu negara menentukan bagaimana pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  34. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Setiap politik dan ideologi pendidikan yang dianut setiap negara, menghasilkan proses pembelajaran yang berbeda, yang tentu saja dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan masing-masing negara.

    ReplyDelete
  35. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016

    Politik pendidikan di Indonesia dalam pelataran sejarah memang mengalami pasang surut yang tidak bisa dielakkan. Banyak fakta yang menunjukkan kuatnya hegemoni negara dalam mendesain paradigma pendidikan Indonesia. Ini soal kebijakan politik negara yang selalu berada pada dialektika perubahan politik dunia dan dialektika perubahan dan kecenderungan masyarakat transisi-modernitas. Sehingga tidak heran jika logika politik pendidikan yang diterapkan adalah samarata-samarasa.

    ReplyDelete
  36. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa macam politik dan ideologi pendidikan yang diadaptasi dari tulisan Paul Ernest yang dapat dibagi berdasarkan industrial trainer, technological pragmatism, old humanism, progressive educator dan public educator. Semua ideology dan politik ini memiliki kebaikannya masing-masing, hanya bergantung pada kebutuhan dan kondisi yang diperlukan dalam penggunaannya.

    ReplyDelete
  37. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penuntun umat manusia dalam menjalani hidup, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban manusia. Kemajuan peradaban yang dicapai umat manusia dewasa ini, sudah tentu tidak terlepas dari peran-peran pendidikannya. Bagi suatu bangsa, proses pendidikan tidak lepas dari filosofi dalam kultur bangsa di mana proses pendidikan itu berlangsung. Ideologi merupakan sebuah sistem nilai atau keyakinan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh kelompok tertentu. Sebagai usaha sadar yang memiliki tujuan, pendidikan harus memiliki landasan (ideologi).

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Febrina Rizki Dwiyana/13301241044
    Pend.Mat A 2013

    Bismillah. Character building sekiranya memang sangat perlu dalam pendidikan. Seseorang yg pintar namun jika tidak mempunyai karakter yg baik sama saja dengan melahirkan bibit bibit penyakit dunia.

    ReplyDelete
  39. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Bicara tentang pendidikan tidak lepas dengan adanya politik dan ideologinya. Pada tabel di atas, dapat dilihat politik dan ideologi pendidikan dari pendidikan bersifat industrial trainer, technological pragmatism, old humanism, progressive educator, dan public educator. Ideologi adalah konsep yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk berlangsungnya kehidupan. Persoalan ideologi dalam pendidikan merupakan masalah yang rumit, karena terkait dengan sistem nilai atau pola gagasan yang menjadi keyakinan seseorang atau kelompok.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  40. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    ideologi yang di anut oleh bangsa Indonesia saat ini adalah ideologi pancasila dimana dalam pengimplementasiannya di terapkan dalam ranah pendidikan, akan tetapi ideologi tersebut terpengaruh oleh keadaan politik suatu bangsa. Sehingga apabila ideologi yang di anut dalam sistem pendidikan telah di politisasi maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan proses pendidikan di dalamnya.

    ReplyDelete
  41. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Elegi di atas menggambarkan tentang berbagai subjek pelaku di dalam dunia (pelaku industri, pelaku pendidikan dan lainnya) serta ideologi-ideologi yang diterapkan sesuai dengan bidangnya seperti politik, teori pendidikan, teori pengajaran, moral, pengetahuan dan lainnya. Masing-masing memiliki ciri khas masing-masing. Dan tentunya juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang akan saling melengkapi untuk mengahdapi perubahan zaman yang semakin maju dan berkembang.

    ReplyDelete
  42. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Tabel tersebut menjelaskan tentang lima masa yaitu Industrial trainer, technological pragmatism, old humanis, progressive educator, dan polotic educator yang dilihat dari berbagai bidang. Tabel ini terinspirasi oleh karya Paul Ernest pada tahun 1955 yang disimpulkan dengan sistematis oleh Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  43. Asma' Khyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Politik dan ideologi pendidikan. Politik di Indonesia merupakan seperti pemegang kekuasaan setiap kebijakan yang ada. Beberapa kalangan berpendapat bahwa Indonesia belum memiliki ideologi pendidikan yang jelas atau yang tetap. Kebijakan pendidikan yang telah diformulasikan dan dilaksanakan belum berakar pada pilihan ideologi yang dianut.Bahkan dinilai bangsa Indonesia sering mengubah 'kiblat' dalam dunia pendidikan. Hal ini berdampak pada upaya pembangunan pendidikan yang dilakukan berakar tanpa ideologi yang jelas, sehingga terkadang beberapa kebijakan dalam rangka perbaikan mutu pendidikan berakhir tragis tanpa ada hasil yang signifikan.

    ReplyDelete
  44. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Grand design pendidikan Indonesia adalah menuju ke Public Educator. Dimana siswa membangun pemahamannya sendiri. Siswa diberikan suatu kesempatan untuk membangun pengetahuannya. Guru berperan sebagai fasilitator, memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya, tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar yang mentransfer ilmu begitu saja pada siswa. Selain itu public educator memuat adanya demokrasi atau kebebasan berpendapat di dalamnya. Meski banyak kekurangan untuk mencapai hal itu, saya rasa kita sedang menuju ke arah yang benar. Diharapkan Indonesia lebih maju dengan arah yang kita tuju sekarang.

    ReplyDelete
  45. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Wacana PBI dalam hubungannya dengan globalisasi dan pendidikan nasional berkembang melalui proses kepemimpinan intelektual dan moral, melalui kepemimpinan politik dan ideologis yang didukung oleh kaum intelektual. Wacana pengetahuan oleh intelektual merasionalisasi PBI sebagai solusi terhadap permasalahan pendidikan nasional menghadapi tantangan globalisasi. Hal ini kemudian menghasilkan permasalahan politik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam bentuk-bentuk standarisasi pendidikan, kapitalisasi dan komodifikasi pendidikan, stratifikasi pendidikan, pencitraan kualitas internasional, dan marginalisasi identitas budaya sebagai akibat dari berbagai faktor kuasa: politik pendidikan, otonomi manajemen pendidikan, globalisasi dengan berbagai ideologi turunannya dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan IPTEK.

    ReplyDelete
  46. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016

    Memang disadari bahwa pendidikan dan politik adalah ibarat dua sisi mata uang yang saling berhubhngan dan saling melengkapi.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id