Nov 1, 2015

Persepsi Guru tentang pendekatan Saintifik

Persepsi tentang pemahaman pendekatan Saintifik, implementasi, faktor pendukung dan kesulitan-kesulitannya, ditanyakan kepada 9 (orang) guru kelompok Peer Teaching Matematika SMA/SMK, Oktober 2015, sebagai berikut:

1. Sumber informasi yang diperoleh guru tentang pendekatan Saintifik
 Guru menyampaikan informasi bahwa mereka mengetahui tentang metode Saintifik bersumber
dari: Sekolah tempat bekerja, kegiatan mengikuti Pelatihan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Internet, media masa Koran.

2. Persepsi guru tentang ciri-ciri metode Saintifik adalah sebagai berikut.
Pendekatan Saintifik mempunyai ciri-ciri : berpusat kepada siswa, guru hanya berfungsi sebagai fasilitator, terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan, murid menentukan konsep dari lingkungan, guru berfungsi sebagai motivator, metode saintifik dapat dipadukan dengan metode yang lain yang selaras.

3. Persepsi guru tentang kecocokan dengan subjek didiknya.
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik cocok digunakan untuk pembelajaran baik di SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.

4. Kelebihan/keunggulan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik mempunyai keunggulan diantaranya: siswa lebih kreatif,  siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis,  siswa berperan aktif dalam pembelaaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab.

5. Metode lain yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa terdapat beberapa metode yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik yaitu : PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry, Coopeatif Learning, Pembelajaran Kontekstual, dan Metode Diskusi.

6. Kelemahan dan penghambat dilaksanakannya pendekatan Saintifik
Guru berpendapat bahwa kelemahan pendekatan Saintifik meliputi: membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhka persiapan mengajar yang lebih banyak, penilaian siswa menjadi lebih rumit, anak-anak berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar, pendekatan Saintifik kurang cocok untuk materi yang sukar, siswa merasa tugasnya (PR) lebih banyak, perlu waktu untuk mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah,

7. Faktor pendukung dilaksanakannya pendekatan Saintifik
Guru berpendapat untuk melaksanakan pendekatan Saintifik, terdapat faktor pendukung antara lain: tersedianya buku pedoman, tersedianya alat peraga, tersedianya fasilitas belajar, kemampuan dan profesionalitas guru, tersedianya akses informasi baik untuk guru maupun untuk muridnya, adanya pelatihan guru, penggunaan ICT, kesiapan belajar siswa, dan kesiapan Sekolah.

8. Penerapan pendekatan Saintifik pada berbagai macam Mata Pelajaran
Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik dapat diterapkan untuk seluruh Mapel dengan alasan: pendekatan Saintifik bersifat luas dan universal, setiap objek belajar dapat diamati.

9. Kesulitan menerapkan pendekatan Saintifik
Guru berpendapat mereka mengalami kesulitan menerapkan metode Saintifik sebagai berikut: tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik,  kesulitan dalam melakukan apersepsi, kesulitan membuat penilaian berdasarkan pendekatan saintifik, kesulitan pada langkah/proses MENANYA, tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan Saintifik.


193 comments:

  1. Arif Dwihantoro
    13301244012/ P.Mat C

    Pendekatan saintifik dipandang lebih baik dari pendekatan pembelajaran sebelumnya dari beberapa kelebihan yang ada. Namun, dalam praktinya cara ceramah terkadang masih mendominasi dalam pembelajaran. Dari hal tersebut dimaksudkan siswa lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran masih kurang berjalan dengan baik. Terkadang metode ceramah juga lebih mudah diterima oleh anak. Mungkin hal tersebut juga termasuk dalam beberapa kelemahan dari implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  2. Arif Dwihantoro
    13301244012/ P.Mat C

    Dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik Siswa lebih aktif dan pembelajaran menjadi student center. Hal tersebut juga pasti harus didukung oleh kemampuan siswa yang baik dan juga guru sebagai fasilitator lebih kreatif dan dapat membangun pembelajaran dalam kelas serta membawa kondisi kelas yang kondusif agar tercipta pembelajaran yang efektif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


      Delete
  3. Arif Dwihantoro
    13301244012/ P.Mat C

    Penggunaan teknologi menurut saya perlu adanya pelatihan bagi guru. Karena melihat kondisi di Indonesia sendiri, apakah semua daerah telah mahir dan mapan akan teknologi. Pemberdayaan guru yang berkala pada setiap daerahnya perlu dilakukan. Terutama pada daerah yang masih kurang mapan akan teknologi sehingga guru dan siswa pun akan melek dengan adanya teknologi yang dapat membantu dalam pembelajaran. Dan implementasi pendekatan saintifik dapat berjalan dengan baik dengan adanya pemahaman tentang penggunaan teknologi.

    ReplyDelete
  4. Arif Dwihantoro
    13301244012/ P.mat C

    Menurut saya, dibalik beberapa kelemahan dari pendekatan saintifik. Ada poin yang menurut saya sangat bisa mengembangkan kreatifitas guru karena pendekatan ini dapat dipadukan dengan metode lain seperti yang dijelskan diatas, yaitu discovery learning, cooperative learning, dsb. Hal Tersebut akan menuntut guru untuk dapat menentukan metode mana yang tepat dipadukan dengan saintifik dan sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga, secara tidak langsung guru akan lebih kreatif dalam menyetting pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Arif Dwihantoro
    13301244012/ P.Mat C

    Pendekatan Saintifik cocok digunakan untuk pembelajaran di SD, SMP, SMA. Saya sepakat dengan pernyataan tersebut. Dengan sintak 5M yang ada dalam pendketan saintifik akan lebih mengasah kemampuan berfikir kritis siswa. Selain itu, siswa dapat mencari tahu sendiri sehingga apa yang dipelajari akan lebih mengena, mudah diingat dan dipahami. Dan pada tataran perguruan tinggi juga akan efektif dilakukan karena kemampuan pendidik pada tataran ini seharusnya lebih dapat berfikir secara ilmiah, sehingga pendekatan ini pun sangat cocok untuk diterapkan.

    ReplyDelete
  6. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Persepsi guru tentang Sumber informasi yang diperoleh terkait pendekatan Saintifik adalah sekarang sudah ulai gencar di latihkan pemerintah dengan adnya guru pebelajar. Jadikan Sumber Sumber guru dalam memperoleh informasi terkait Saintifik adalah dari pelatihan guru pebeljar tadi

    ReplyDelete
  7. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Persepsi guru yang saya tanyakan tentang ciri dan kegiatan pembelajaran dengan metode Saintifik ketika saya PPL kemarin.

    Kegiatan diawali dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan terhadap suatu objek (melihat, meraba, merasakan, mencium aroma, menyimak, mendengar, membaca).

    Selanjutnya, siswa diberi kesempatan untuk bertanya atau mempertanyakan hal-hal yang sudah dilihat atau didengar atau diamati tadi sehingga terkumpul sejumlah pertanyaan tentang objek yang diamati.

    Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa, sekaligus mencari informasi lebih lanjut dan beragam, baik dari sumber yang ditentukan oleh guru maupun yang ditentukan oleh peserta didik, dari sumber tunggal maupun dari sumber yang beragam.

    Selanjutnya, siswa mengumpulkan informasi atau melakukan percobaan untuk menjawab pertanyaan yang mereka ajukan.

    Siswa kemudian mengasosiasikan atau menalar tentang fakta-fakta yang terkumpul. Akhirnya, siswa menyimpulkan atau mengomunikasikan, atau membuat laporan tentang hasil kerjanya.

    ReplyDelete
  8. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    KELEBIHAN SAINTIFIK
    1. Membuat guru memiliki keterampilan membuat RPP, dan menerapkan pendekatan scientific secara benar.
    2. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
    3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  9. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    KELEMAHAN SAINTIFIK
    1. Konsep pendekatan scientific masih belum dipahami, apalagi tentang metode pembelajaran yang kurang aplikatif disampaikan.
    2. Membutuhkan waktu pembelajaran yang lebih lama untuk mewujudkan semua tahapan-tahapan yang ada pada pendekatan scientific.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Ciri utama metode saintifik adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana pada prosesnya siswa lebih aktif dalam belajar denganmelibatkan siswa secara langsung pada kegiatan pembelajaran dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Confucius mengatakan, ‘Tell me, I will forget. Show me, I may remember. Involve me, I will understand,”. Karena itu dengan melibatkan langsung siswa dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan daya serap siswa menerima materi pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

    ReplyDelete
  12. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang saat ini sudah berlangsung di Indonesia. pendekatan saintifik merupakan pendekatan dimana siswa diajak untuk selalu aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. dalam pendekatan saintifik ini, guru hanya merupakan fasilitator yang membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga proses yang berlangsung ini diharapkan dapat menjadikan siswa lebih mandiri dan kreatif. Pembelajaran dengan pendekatan ini berpusat pada siswa, karena guru hanya sebagai pembimbing, atau biasa dikenal dengan istilah Student center.

    ReplyDelete
  13. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan Saintifik adalah suatu pendekatan dimana dalam proses pembelajaran berpusat pada siswa atau biasa dikenal dengan istilah Student Center. Lain halnya dengan pendekatan yang dulu sering digunakan yaitu metode ceramah. Dalam metode ceramah, proses pembelajaran hanya berpusat pada guru saja (teacher center). Namun dalam pendekatan saintifik, proses pembelajaran diharapkan dapat menjadikan siswa mandiri, aktif, dan kreatif dengan cara kegiatan dipusatkan seluruhnya ke siswa sehingga tugas guru adalah sebagai fasilitator dann motivator.

    ReplyDelete
  14. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan sebagai kurikulum baru di Indonesia menerapkan pendekatan saintifik, berbeda dengan kurikulum KTSP yang masih menggunakan pendekatan ekspositori atau metode ceramah. pendekatan saintifik menuntut siswa untuk selalu aktif dalam proses pembelajaran. terdapat 5 langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, mengomunikasikan. 5 langkah ini harus bisa dipenuhi supaya proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dapat berlangsung dengan baik.

    ReplyDelete
  15. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yang berpusat pada siswa menerapkan 5 langkah dalam kegiatan pembelajarannya. 5 langkah tersebut adalah mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, dan mengomunikasikan. 5 langkah ini disingkat dengan kata 5M. Dalam kegiatan mengamati, siswa biasanya diberikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kemudian siswa mengamati dengan cermat permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  16. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan menanya dilakukan setelah kegiatan mengamati. siswa diberikan suatu permasalahan yang biasanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan diminta untuk mengamati permasalahan tersebut, dilakukan dalam proses mengamati. setelah siswa melakukan kegiatan mengamati suatu permasalahan, maka akan muncul beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan siswa kepada guru. dalam kegiatan menanya ini, siswa dituntut untuk selaluu aktif bertanya kepada guru. guru sebagai fasilitator dan motivator sebaiknya tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa, tetapi membimbing mereka untuk menemukan jawaban mereka sendiri. dalam kegiatan menanya, akan terlihat mana siswa yang aktif dalam pembelajaran dan mana yang tidak. guru sebaiknya selalu membimbing siswa agar semua aktif dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  17. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan menggali informasi dilakukan setelah kegiatan menanya. Dari suatu permasalahan yang diberikan guru kepada siswa, terdapat beberapa pertanyaan yang mungkin muncul dari pemikiran siswa kepada guru. Untuk menjawab pertanyaan yang diajukaan, guru sebaiknya tidak langsung menjawab pertanyaan pertanyaan siswa tersebut, melainkan membimbing siswa untuk menggali informasi dari permasalahan yang sudah diberikan. Kegiatan setelah menanya yaitu kegiatan menggali informasi, ini digunakan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang muncul dari siswa. Siswa diminta untuk menggali informasi sendiri dari permasalahan yang diberikan. dalam hal ini, guru hanya sebagai pembimbing supaya mereka menemukan jawaban mereka sendiri.

    ReplyDelete
  18. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan pembelajaran pada pendekatan saintifik setelah kegiitatan menggali informasi adalah kegiatan menalar. Biasanya dalam hal ini, guru memberikan permasalahan yang lebih komplek dan meminta siswa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dari kegiatan menggali informasi, siswa diberikan bekal yang cukup, membahas bersama materi yang akan diajarkan oleh guru, sehingga dalam kegiatan menalar, jika siswa diberikan permasalahan yang membutuhkan tingkat berpikir tinggi, siswa dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara mereka sendiri. Kegiatan menalar diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  19. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan terakhir dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik yaitu kegiatan mengomunikasikan. setelah kegiatan menalar, siswa diberikan beberapa pertanyaan dari guru yang membutuhkan kemampuan berpikir yang tinggi, dilakukan kegiatan mengomunikasikan. kegiatan ini bertujuan untuk mengetes sejauh mana siswa dapat mengomunikasikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa dapat lebih mandiri dan aktif. Dalam kegiatan mengomunikasikan, siswa dibimbing oleh guru untuk mengutarakan pendapatnya, jika terdapat kesalahan maka selalu dibimbing dengan jawaban yang menuju benar, sehingga siswa memahami kesalahannya dan dapat memberikan jawaban benar menurut pendapat mereka sendiri.

    ReplyDelete
  20. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik memiliki beberapa kelebihan dibanding pembelajaran menggunakan pendekatan ekspositori atau metode ceramah, antara lain :
    1. siswa dapat lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam proses pembelajaran
    2. siswa dapat mengutarakan pendapatnya tanpa harus merasa bahwa pendapatnya itu salah
    3. guru hanya sebagai fasilitator dan motivator yang tugasnya membimbing dan mengarahkan siswa
    4. siswa dapat berpikir kritis
    5. siswa dapat merasa dihargai pendapatnya
    6. kegiatan pembelajaran tidak membosankan
    7. berpusat pada siswa, sehingga guru tidak banyak ceramah
    8. siswa dapat menemukan sendiri jawaban
    9. guru dan siswa memperoleh pengetahuan baru
    10. siswa lebih bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  21. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
    1. Waktu yang diperlukan dalam proses pembelajaran lama
    2. persiapan mengajar menjadi lebih banyak
    3. teknik penilaian siswa lebih rumit
    4. terdapat kesulitan belajar
    5. siswa merasa tugas terlalu banyak
    6. pendekatan saintifik kurang cocok untuk materi yang sukar
    7. perlu waktu untuk mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah

    agar proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik berjalan dengan baik, maka diperlukan persiapan yang lebih matang dari kurikulum, potensi guru, dan buku pegangan yang akan diberikan kepada siswa. hendaknya siswa dan guru bersama-sama saling membantu demi terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif.

    ReplyDelete
  22. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik diperlukan faktor pendukung supaya kegiatan yang berlangsung dapat berlangsung dengan baik, yaitu :
    1. tersedianya buku pedoman bagi guru, dan buku pedoman bagi siswa yang terancang dengan baik
    2. tersedianya alat peraga
    3. tersedianya fasilitas belajar
    4. kemampuan dan profesionalitas guru lebih ditingkatkan
    5. tersedianya akses informasi baik untuk guru maupun untuk muridnya
    6. adanya pelatihan guru, penggunaan ICT, kesiapan belajar siswa, dan kesiapan Sekolah.

    ReplyDelete
  23. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan saintifik bukan metode pembelajaran, tetapi lebih berperan dalam langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Yang didalamnya bisa juga dipadukan dengan metode-metode pelajaran. Biasanya pendekatan ini lebih cocok di terapkan dalam kerja kelompok, jadi sebelum sampai ke kegiatan proses pembelajaran peserta didik sudah di kelompokan terlebih dahulu namun juga tergantung dengan kebutuhan kelas atau dengan metode yang paling tepat digunakan di masing-masing kelas.

    ReplyDelete
  24. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebagai seorng guru menabahkan pengetahuan dan mengebangkan ilmu yang ada merupakan hal yang sangat baik. Salah satunya adalah dengan memperdalam sebuah penegtahuan baru seperti pendekatan Saintifik. Sumber informasi yang diperoleh guru tentang pendekatan Saintifi diperoleh dari Sekolah tempat bekerja, kegiatan mengikuti Pelatihan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Internet, media masa Koran. Namun bukan harnya sekedar menjadi sumber belajar tetapi harus benar-benar dimanfaatkan tidak hanya dibaca saja tetapi dilaksakan sesuai dengan kebutuhan. Akan lebih baik lagi jika dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kelas yang dihadapi, karena setiap kelas memiliki karakteristik dan kebutuhannya masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bicara pendekatan Saintifik bagi seorang guru sudahlah sangat sering didengarkan. Bukan hanya pengertiannya saja tetapi ada kelebihan dan kekurangannya karena didunia ini tidak ada yang sempurna. Sering dikatakan bahwa pedekatan saintifik akan membuat siswa lebih kreatif, siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis, siswa berperan aktif dalam pembelajaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab. Namun pendekatana Saintifik akan berhasil memberikan kelabihan-kelebihan tersebut ketika memang pendekatan tersebut digunakan dengan baik dan di kembangkan dengan metode dan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas.

    ReplyDelete
  26. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan Saintifik erat kaitannya dengan kurikulum 2013. Dalam pendektan ini ditemuakan kesulitan-kesulitannya seperti tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik, kesulitan dalam melakukan apersepsi, kesulitan membuat penilaian berdasarkan pendekatan saintifik, kesulitan pada langkah/proses menanya, tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan Saintifik. Saya sependapat dengan kesulitan-kesilitan yang terah dituliskan tersebut, pengalaman saya khususnya ketika membuat motivasi siswa untuk bertanya memang tidaklah mudah harus berfikir keras dan terus belajar karena untuk membuat siswa ingin bertanya dari masalah yang kita berikan bukanlah hal yang mudah dan langsung "istan" bisa membuat siswa bertanya sesuai dengan keinginan yang kita maksutkan. Butuh keterampilan dan kreatifitas yang selalu diasah dan diasah. Selain itu kita harus membuat alternatif ketika motivasi yang kita gunakan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita harus segera membuat alternatif agar tujuan yang ingin kita capai dapat terlaksana. Tidak hanya membuat motifasi, membuat aperspsi dan yang lainnya pun butuh belajar dan keterampilan agar sesuai dengan tujuan yang di inginkan.

    ReplyDelete
  27. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kurikulum 2013 yang saat ini digunakan dalam pembelajarannya menggunakan pendekata saintifik. Di mana pembelajaran berpusat kepada siswa dan guru berfungsi sebagai fasilitator

    ReplyDelete
  28. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan uraian yang sudah di sampaikan di atas, dapat kita ketahui secara umum bagaimana persepsi guru mengenai pendekatan sainntifik ini. Namun, bukan berarti semua guru sependapat dengan persepsi tersebut. Karena contohnya beberapa guru yang saya ketahui memiliki persepsi yang berbeda dari yang sudah disebutkan di atas. Seperti pada pendapat nomor 8. Pendekatan saintifik tidak selalu cocok dalam berbagai macam pelajaran. Misalnya saja bahasa, lalu beberapa materi dalam matematika seperti perpangkatan pada kelas VII SMP.

    ReplyDelete
  29. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain menanya kesulitan guru lainnya adalah merapkan atau memberikan apersepsi kepada siswa, serta mengatur waktu dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini. karena dalam beberapa kasus, ketika pendekatan saintifik diterapkan pada jenjang SMP, siswa sedikit sulit untuk dikendalikan dalam masalah waktu.

    ReplyDelete
  30. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan persepsi guru mengenai guru hanya sebagai fasilitator, bukan berarti guru hanya meminta siswa belajar sendiri dan hanya memberikan jawaban atas pertanyaan siswa. ada kalanya guru juga harus tetap menjelaskan materi yang akan disampaikan.

    ReplyDelete
  31. Diana Prastiwi
    13301244010
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan saintifik bukan metode pembelajaran, tetapi lebih berperan dalam langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Yang didalamnya bisa juga dipadukan dengan metode-metode pelajaran. Adapunn metode-metode pembelajaran yang bisa diterapkan sesuai dengan penjelasan diatas yaitu PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry, Coopeatif Learning, Pembelajaran Kontekstual, dan Metode Diskusi.

    ReplyDelete
  32. Diana Prastiwi
    13301244010
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya setuju dengan penjelasan bahwa kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada penerapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik bahwa kesulitan dalam melakukan penilaian. hal ini dikarenakan banyak sekali aspek yang harus diamati dan dinilai guru pada setiap siswa.

    ReplyDelete
  33. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Keunggulan dari penerapan pendekatan sainstifik dalam pelaksanaan pembelajaran memanglah baik seperti dalam postingan diatas, antara lain siswa lebih kreatif, siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis, siswa berperan aktif dalam pembelaaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak guru yang menerapkan pembelajaran dengan metode ceramah yang berpusat pada guru.

    ReplyDelete
  34. Risa TriOktaviani
    13301241016
    Penddikan Matematika A 2013

    Dalam Pendekatan Saintifik terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan. Apabila kelima sintaks tersebut dapat terlaksana dengan maksimal maka hasil pembelajaran akan optimal. Namun pada kenyataannya terdapat beberapa sintak yang dirasa sulit bagi peserta didik yaitu tahap Menanya. Kebiasaan menanya masih kurang di Indonesia, hal tersebut sala satunya disebabkan dengan budaya menanya. Siswa hanya terbiasa menerima apa yang telah diberikan untuknya. Kesulitan dalam bertanya tidak hanya dialami peserta didik di bangku sekolah bahkan banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam bertanya.

    ReplyDelete
  35. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam pelaksanaan pembelajaran akan melatih peserta didik untuk meningkatkan kemampuan yang mereka miliki dengan terlatihnya kreatifitas peserta didik, sikap menghargai orang lain, sikap rasa ingin tahu yang tinggi, melatih keberanian dalam menyampaikan pendapat dan lainnya.

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Guru memandang dalam pembelajaran melalui pendekatan saintifik yang selama ini sudah sudah di implemetasikan dalan pelaksanan kurikulum 2013 yang merupakan Sumber informasi yang diperoleh guru tentang pendekatan Saintifik, Metode Saintifik, Kecocokan dengan subjek didiknya, Metode lain yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik, Penerapan pendekatan Saintifik pada berbagai macam Mata Pelajaran sesuai kondisi yang ada sekarang.

    ReplyDelete
  38. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Kurikulum selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Bahkan di Indonesia setiap pergantian Menteri Pendidikan kurikulum selalu berubah. Hal ini terkesan bahwa Menteri Pendidikan hanya sekedar berlomba-lomba membuat kurikulum tanpa mengeavaluasi secara menyeluruh kurikuum yang sudah ada sebelumnya. Kurikulum 2013 dirasa baik karena menggunakan metode saintifik yaitu 5M (Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba dan Mengkomunikasikan). Langkah-langkah ini akan membuat siswa menjadi lebih aktif dan menemukan konsep matematika dirinya sendiri. Akan tetapi perl diperhatikan bahwa tidak semua materi pada pelajaran Matematika cocok untuk diterapkan metode saintifik ini, karena ada beberapa materi yang harus siswa dapatkan dari penjelasan guru.

    ReplyDelete
  39. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Penerapan pendekatan Saintifik dalam pembelajaran tidaklah mudah, hal ini dikarenakan budaya yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Siswa cenderung pasif dan ketika disuruh untuk bertanya dan aktif dalam pembelajaran mereka malu-malu utuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Masih banyak lagi hambatan di dalam kelas ketika menerapkan pendekatan saintifik, hal ini merupakan tantangan bagin guru bagaimana membuat siswa dapat melakukan pendekatan saintifik saat pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  40. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Saya kurang setuju dengan persepsi guru tentang kecocokan dengan subjek didiknya, menurut saya bahwa pendekatan saintifik itu cocok untuk anak didik tergantung materi yang akan disampaikan pendidik dengan anak didiknya, jika ternyata materi tersebut tidak cocok disampaikan dengan pendekatan saintifik dan dipaksa harus memakai pendekatan saintifik malah akan membuat siswa menjadi bingung dan tidak paham, seperti makan, porsi makan setiap orang berbeda-beda.
    Dan dalam melaksanakan pendekatan saintifik harus juga memperhatikan faktor pendukung seperti tersedianya fasilitas belajar dan penggunaan ICT, sesuai pengalaman saya mengajar di suatu sekolah, sekolah menerapkan kurikulum 2013 untuk yang mengajar di kelas 7 padahal di sekolah tersebut tidak menyediakan LCD di setiap kelasnya padahal dituntut menggunakan kurikulum 2013 dimana kurikulum 2013 itu menggunakan menggunakan pendekatan saintifik, hal ini membuat guru kesulitan dalam mengajar sehingga guru hanya mensiasati pengajarannya menggunakan LKS dan media dari kertas untuk menarik perhatian siswa, padahal perlu mengenalkan media pembelajaran yang lain bagi siswa melalui tampilan LCD.
    Untuk ke depannya diharapkan ketika ingin menerapkan pendekatan saintifik, maka perlu dilihat dulu sarana prasarana sekolah itu sudah terfasilitasi atau belum dalam menunjang pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik baru diterapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik jika sarana prasarana sekolahnya sudah terfasilitasi.

    ReplyDelete
  41. Siti Mufidah/ 13301241036/ Pendidikan Matematika A 2013

    Presepsi Guru tentang Pendekatan Saintifik
    Berbasarkan pendapat atau pandangan guru mengenai pendekatan saintifik mengenai sumber informasi yang diperoleh guru adalah pertama dari sekolah tempat bekerja. Dari sekolah tempat bekerja adanya komunikasi dan diskusi antarguru mengenai pendekatan saintifik. Selain itu, sekolah sebagai tempat untuk mengajarkan materi bagi siswa dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan standar atau peraturan dalam pendidikan. Kedua berasal dari kegiatan pelatihan misalnya diklat (pendidikan dn pelatihan). Dalam pelatihan tersebut juga disampaikan mengenai pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran termasuk saintifik. Ketiga melalui Dinas Kabupaten/Kota, yang disampaikan dari dinas sampai kepada guru atau pendidik suatu sekolah. Keempat melalui mediainternet, tentu mudahnya pertukaran informasi dan komunikasi memungkinkan info pendekatan saintifik dapat kita peroleh melalui internet. Dan terakhir melalui media masa koran. Koran dapat digunakan untuk bertukar informasi dan mendapatkan informasi salah satunya mengenai pendidikan.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  42. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Pendekatan saintifik sudah diperkenalkan kepada guru-guru sebagai tuntutan dalam menerapkan kurikulum 2013. Guru memperoleh informasi pendekatan saintifik melalui sekolah tempat bekerja, kegiatan mengikuti pelatihan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, internet, media masa koran. Namun dalam penerapannya guru masih mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut bias jadi karena kurangnya informasi yang guru peroleh mengenai pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  43. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Pendekatan Saintifik mempunyai ciri pembelajaran berpusat kepada siswa. Pembelajaran lebih kepada siswa yang harus aktif. Aktif dalam mencari solusi permasalahan, bertanya, berdiskusi, dan lain sebagainya. Siswa dituntut untuk bisa mengkonstruksi sendiri ide-ide mereka. Diberikan kepercayaan diri agar siswa berani mencoba dan berusaha dengan sungguh-sungguh tanpa ada rasa minder dan takut salah.

    ReplyDelete
  44. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Pendekatan Saintifik mempunyai ciri guru sebagai fasilitator. Guru harus dapat meposisikan diri dalam membimbing siswa yaitu dengan mau mendengarkan siswa dan tidak mendominasi. Biarkan siswa berbicara mengemukakan ide yang mereka bangun. Pemberian apresisasi terhadap siswa yang aktif juga sangat penting agar siswa lebih termotivasi dan menjadi pemicu semangat teman-teman yang lain agar lebih aktif. Sehingga dengan adanya kesempatan yang diberikan kepada siswa ini, siswa akan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  45. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013

    Dalam pendekatan saintifik, guru harus bersikap sabar dalam pembelajaran di kelas. Proses belajar lebih kepada siswa, artinya pasti akan terdapat kendala yang dialami siswa dalam pembelajaran. Kendala tersebut dapat berupa siswa yang sulit memahami permasalahan. Peran guru disini harus mampu membimbing siswa dengan sabar agar siswa dapat memahami permasalahan tsb. Jika guru kurang sabar melihat proses yang kurang lancar lalu mengambil alih proses itu, maka hal ini sama dengan guru telah merampas kesempatan belajar siswa. Sama saja siswa menjadi pasif dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  46. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013

    Dalam pendekatan saintifik, guru harus menghargai siswa, rendah hati, dan berwibawa. Guru berupaya menghargai siswa dengan menunjukan minat yang sungguh-sungguh pada pengetahuan dan pengalaman mereka. Dalam proses pembelajaran guru harus luwes tidak kaku sehingga guru akan lebih akrab dengan siswa. Pembelajaran bersifat santai dari hati ke hati sehingga siswa tidak merasa sungkan atau takut. Namun guru harus tetap menunjukkan kewibawaanya agar siswa tetap menghargai dan menghormati guru.

    ReplyDelete
  47. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Dalam pendekatan saintifik, guru tidak boleh memihak dan mengkritik. Di tengah kelompok siswa seringkali terjadi pertentangan pendapat. Dalam hal ini, diupayakan guru bersikap netral dan berusaha memfasilitasi komunikasi di antara pihak-pihak yang berbeda pendapat, untuk mencari kesepakatan dan jalan keluarnya. Sebisa mungkin guru tidak berusaha menceramahi. Siswa memiliki pengalaman, pendirian, dan keyakinan tersendiri. Oleh karena itu, guru tidak perlu menunjukkan diri sebagai orang yang serba tahu, tetapi berusaha untuk saling berbagai pengalaman dengan siswanya, sehingga diperoleh pemahaman yang kaya diantara keduanya.

    ReplyDelete
  48. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Dalam pendekatan saintifik, guru harus bersikap terbuka dan bersikap positif. Biasanya siswa akan lebih terbuka apabila telah tumbuh kepercayaan kepada guru yang bersangkutan. Oleh karena itu, guru juga jangan segan untuk berterus terang bila merasa kurang mengetahui sesuatu, agar siswa memahami bahwa semua orang selalu masih perlu belajarGuru mengajak siswa untuk mamahami keadaan dirinya dengan menonjolkan potensi-potensi yang ada, bukan sebaliknya mengeluhkan keburukan-keburukannya. Perlu diingat, potensi terbesar setiap siswa adalah kemauan dari manusianya sendiri untuk merubah keadaan

    ReplyDelete
  49. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Peran guru selain sebagai fasilitator juga sebagai motivator. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan cara memperjelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham ke arah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa tentang tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa. Oleh karena itu sebelum memulai pembelajaran, guru harus menjelaslkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  50. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Cara lain dalam memotivasi siswa yaitu dapat dengan cara menciptakan suasana kelas yang nyaman. Siswa mungkin akan dapat belajar dengan baik manakala suasana kelas tidak menegangkan. Hal ini dapat dilakukan guru dengan sekali-sekali mengajak bergurau siswa atau dengan melakukan hal-hal lucu lainnya. Yang terpenting adalah mendaptakan hati siswa, siswa merasa nyaman dulu agar proses pemblejaran lebih mudah dilaksanakan.

    ReplyDelete

  51. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Agar siswa lebih termotivasi, guru dapat memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa. Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Memberikan pujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata. Pujian sebagain penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat, misalnya senyuman dan anggukan yang wajar, atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan. Pujian juga dapat dilakukan dengan cara memberikan tepuk tangan ketika siswa berani tampil di depan kelas.

    ReplyDelete
  52. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Guru juga dapat memotivasi siswa dengan memberi penilaian. Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.

    ReplyDelete
  53. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Guru juga dapat memotivasi siswa dengan cara memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. Siswa butuh penghargaan. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar positif. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas, sebaiknya berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan tulisan “bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  54. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan matematika C 2013
    Guru juga dapat memotivasi siswa dengan cara menciptakan persaingan dan kerja sama. Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. Oleh sebab itu, guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antar-individu. Namun demikian, diakui persaingan tidak selamanya menguntungkan, terutama untuk siswa yang memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing, oleh sebab itu pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk menciptakan persaingan antarkelompok

    ReplyDelete
  55. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    Pendekatan Saintifik terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan. Apabila kelima sintaks tersebut dapat terlaksana dengan maksimal maka hasil pembelajaran akan optimal. Namun pada kenyataannya terdapat beberapa sintak yang dirasa sulit bagi peserta didik yaitu tahap Menanya. Kebiasaan menanya masih kurang di Indonesia, hal tersebut sala satunya disebabkan dengan budaya menanya. Siswa hanya terbiasa menerima apa yang telah diberikan untuknya. Kesulitan dalam bertanya tidak hanya dialami peserta didik di bangku sekolah bahkan banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam bertanya.

    ReplyDelete
  56. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sering dikatakan bahwa pedekatan saintifik akan membuat siswa lebih kreatif, siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis, siswa berperan aktif dalam pembelajaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab. Namun pendekatana Saintifik akan berhasil memberikan kelabihan-kelebihan tersebut ketika memang pendekatan tersebut digunakan dengan baik dan di kembangkan dengan metode dan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas.

    ReplyDelete
  57. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Proses pembelajaran yanag mengimplementasikan pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).

    ReplyDelete
  58. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    sebagai pendidik, pendekatan saintifik merupakan hal yang sudah biasa bagi pendidik di era moderen ini, karena pendidik sadar bahwa belajar tidak hanya berpusat kepada guru (kur sebelum nya) tetapi guru hanya sebagai fasilitator siswa untuk belajar menemukan masalah-masalah yang terkait dengan pelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  59. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Guru mempunyai persepsi bahwa penerapan pendekatan saintifik cocok diterapkan di jenjang SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi dengan harapan bahwa anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang berpikir kritis dan berketerampilan

    ReplyDelete
  60. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Suatu laporan yang menurut saya berhubungan dengan pembelajaran saintifik:
    Laporan BSNP tahun 2010 dengan judul Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI menegaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam menghadapi masa depan perlu dilakukan perubahan paradigma pembelajaran melalui pergeseran tata cara penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di dalam kelas atau lingkungan sekitar lembaga pendidikan tempat peserta didik menimba ilmu.

    ReplyDelete
  61. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa. Jika dahulu biasanya yang terjadi adalah guru berbicara dan siswa mendengar, menyimak, dan menulis, maka sekarang guru harus lebih banyak mendengarkan siswanya saling berinteraksi, berargumen, berdebat, dan berkolaborasi. Fungsi guru dari pengajar berubah dengan sendirinya menjadi fasilitator bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  62. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari satu arah menuju interaktif. Jika dahulu mekanisme pembelajaran yang terjadi adalah satu arah dari guru ke siswa, maka saat ini harus terdapat interaksi yang cukup antara guru dan siswa dalam berbagai bentuk komunikasinya. Guru berusaha membuat kelas semenarik mungkin melalui berbagai pendekatan interaksi yang dipersiapkan dan dikelola.

    ReplyDelete
  63. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari isolasi menuju lingkungan jejaring. Jika dahulu siswa hanya dapat bertanya pada guru dan berguru pada buku yang ada di dalam kelas semata, maka sekarang ini yang bersangkutan dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh via internet.

    ReplyDelete
  64. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari pasif menuju aktif-menyelidiki. Jika dahulu siswa diminta untuk pasif saja mendengarkan dan menyimak baik-baik apa yang disampaikan gurunya agar mengerti, maka sekarang disarankan agar siswa lebih aktif dengan cara memberikan berbagai pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya.

    ReplyDelete
  65. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata. Jika dahulu contoh-contoh yang diberikan guru kepada siswanya kebanyakan bersifat artifisial, maka saat ini sang guru harus dapat memberikan contoh-contoh yang sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari dan relevan dengan bahan yang diajarkan.

    ReplyDelete
  66. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari pribadi menuju pembelajaran berbasis tim. Jika dahulu proses pembelajaran lebih bersifat personal atau berbasiskan masing-masing individu, maka yang harus dikembangkan sekarang adalah model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antar individu.

    ReplyDelete
  67. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan. Jika dahulu ilmu atau materi yang diajarkan lebih bersifat umum (semua materi yang dianggap perlu diberikan), maka saat ini harus dipilih ilmu atau materi yang benar-benar relevan untuk ditekuni dan diperdalam secara sungguh-sungguh (hanya materi yang relevan bagi kehidupan sang siswa yang diberikan).

    ReplyDelete
  68. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru. Jika dahulu siswa hanya menggunakan sebagian panca inderanya dalam menangkap materi yang diajarkan guru (mata dan telinga), maka sekarang semua panca indera dan komponen jasmani-rohani harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotorik).

    ReplyDelete
  69. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari alat tunggal menuju alat multimedia. Jika dahulu guru hanya mengandalkan papan tulis untuk mengajar, maka saat ini diharapkan guru dapat menggunakan beranekaragam peralatan dan teknologi pendidikan yang tersedia, baik yang bersifat konvensional maupun moderen.

    ReplyDelete
  70. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif. Jika dahulu siswa harus selalu setuju dengan pendapat guru dan tidak boleh sama sekali menentangnya, maka saat ini harus ada dialog antara guru dan siswa untuk mencapai kesepakatan bersama.

    ReplyDelete
  71. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan. Jika dahulu semua siswa tanpa kecuali memperoleh bahan atau konten materi yang sama, maka sekarang ini setiap siswa berhak untuk mendapatkan konten sesuai dengan ketertarikan atau keunikan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  72. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari usaha sadar tunggal menuju jamak. Jika dahulu siswa harus secara seragam mengikuti sebuah cara dalam berproses maka yang harus ditonjolkan sekarang justru adanya keberagaman inisiatif yang timbul dari masing-masing individu.

    ReplyDelete
  73. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak. Jika dahulu siswa hanya mempelajari sebuah materi atau fenomena dari satu sisi pandang ilmu, maka sekarang konteks pemahaman akan jauh lebih baik dimengerti melalui pendekatan pengetahuan multi disiplin.

    ReplyDelete
  74. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan. Jika dahulu seluruh kontrol dan kendali kelas ada pada sang guru, maka sekarang siswa diberi kepercayaan untuk bertanggung jawab atas pekerjaan dan aktivitasnya masing- masing.

    ReplyDelete
  75. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari pemikiran faktual menuju kritis. Jika dahulu hal-hal yang dibahas di dalam kelas lebih bersifat faktual, maka sekarang harus dikembangkan pembahasan terhadap berbagai hal yang membutuhkan pemikiran kreatif dan kritis untuk menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  76. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. Jika dahulu yang terjadi di dalam kelas adalah “pemindahan” ilmu dari guru ke siswa, maka dalam abad XXI ini yang terjadi di kelas adalah pertukaran pengetahuan antara guru dan siswa maupun antara siswa dengan sesamanya.

    ReplyDelete
  77. Dwi Adityas R
    13301241015
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati, merumuskan pertanyaan, mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

    ReplyDelete
  78. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya setuju dengan guru yang berpendapat bahwa pendekatan Saintifik mempunyai keunggulan diantaranya: siswa lebih kreatif. Memang dengan menggunakan pendekatan saintifik siswa menjadi siswa yang kreatif, karena mereka mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan caranya sendiri. Dengan demikian, siswa tidak akan bergantung dengan cara-cara menghadapi permasalahan yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  79. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya tertarik dengan guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik cocok digunakan untuk pembelajaran baik di SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi. Saya kurang setuju dengan pendekatan saintifik untuk perguruan tinggi, karena saya rasa perguruan tinggi mahasiswa sebagai subjeknya sudah paham dan tingkat pendidikannya pun berbeda dengan SD, SMP, SMA. Jadi jika pendekatan saintifik diterapkan di PG, menurut saya tidak cocok

    ReplyDelete
  80. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan saintifik memang sudah menjadi landasan mengajar untuk para guru di Indonesia. Namun, dari keberhasilan mengajar menggunakan pendekatan saintifik tentunya terdapat faktor yang mendukung keberhasilan tersebut seperti yangdisampaikan oleh guru, yaitu tersedianya buku pedoman, tersedianya alat peraga, tersedianya fasilitas belajar, kemampuan dan profesionalitas guru, tersedianya akses informasi baik untuk guru maupun untuk muridnya, adanya pelatihan guru, penggunaan ICT, kesiapan belajar siswa, dan kesiapan Sekolah

    ReplyDelete
  81. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pada tahap awal penmbelajara terdapat :Orientasi peserta didik kepada masalah; Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, Menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilihnya

    ReplyDelete
  82. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang populer pada masa ini. Pendekatan saintifik sangat cocok diterapkan di pelajaran matematika, karena sintaksnya adalah hal-hal yang esensial di pembelajaran matematika. Seperti yang disebutkan di posting ini, bahwa pendekatan saintifik mudah dikolaborasikan dengan model atau metode pembelajaran macam-macam. Namun sebagai guru hendaknya juga mempertimbangkan keadaan siswa. Jangan sampai bervariasinya model pembelajaran justru memberatkan siswa dan akhirnya siswa tidak dengan suka rela belajar.

    ReplyDelete
  83. Pernah seorang dosen bercerita di kelas pada waktu kuliah. Putrinya hampir setiap hari mengerjakan tugas dari sekolah, entah itu ppt, proyek, penelitian, dll. Selain itu, saya juga mengetahui dari murid yang dulu saya ajar di sekolah pada waktu PPL, hampir semua guru mata pelajaran memberikan PR. Pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak terlalu sering memberikan PR pada siswa. Dan ternyata itu membuat mereka makin ringan belajar matematika dengan saya.

    ReplyDelete
  84. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Menurut saya implementasi pembelajaran saintifik memang perlu sekali kesiapan dari berbagai aspek seperti tenaga pendidik yang profesional, peserta didik, fasilitas sekolah serta instrumen-instrumen lainnya untuk mendapatkan proses pembelajaran saintifik secara maksimal. Di Indonesia belum tentu semua instansi sekolah memenuhi semua aspek tersebut, namun yang terpenting adalah bagaimana kreatifitas pendidik dalam mengeksplor bagaimana pembelajaran saintifik tersebut semestinya berlangsung dengan kondisi instansi masing-masing.

    ReplyDelete
  85. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Di Indonesia yang masih terbiasa dengan pembelajaran konvensional sehingga tidak mudah untuk mengubah mindset pendidik maupun siswa untuk berkembang mulai berpikir ilmiah. Bahkan ketika di Jepang sudah dari sejak dini peserta didik melakukan research walaupun dari hal kecil, itu menujukkan bahwa mereka sudah menanamkan sikap berpikir ilmiah atau saintifik. Semoga dengan penerapan pembelajaran saintifik di Indonesia nantinya akan membiasakan orang-orang Indonesia untuk berpikir ilmiah dan pendidikannya akan menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  86. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Mengenai implementasi pembelajaran saintifik pada mata pelajaran matematika memang terkadang terkendala oleh bagaimana mengembangkan suatu materi dengan pendekatan saintifik karena tidak semua materi matematika mudah untuk dipelajari dengan menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik. Sehingga model pembelajaran dalam pembelajaran saintifik cukup membantu bagaimana cara mengembangkan materi dengan pendekatan saintifik sehingga materi dapat mudah diterima oleh siswa.

    ReplyDelete
  87. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  88. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matemaika C 2013

    Persepsi guru tentang sumber informasi yang diperoleh terkait pendekatan Saintifik sekarang sudah ulai gencar di latihkan pemerintah dengan adanya guru pebelajar.

    ReplyDelete
  89. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Kurikulum selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Bahkan di Indonesia setiap pergantian Menteri Pendidikan kurikulum selalu berubah. Hal ini terkesan bahwa Menteri Pendidikan hanya sekedar berlomba-lomba membuat kurikulum tanpa mengeavaluasi secara menyeluruh kurikuum yang sudah ada sebelumnya. Kurikulum 2013 dirasa baik karena menggunakan metode saintifik yaitu 5M (Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba dan Mengkomunikasikan). Langkah-langkah ini akan membuat siswa menjadi lebih aktif dan menemukan konsep matematika dirinya sendiri. Akan tetapi perl diperhatikan bahwa tidak semua materi pada pelajaran Matematika cocok untuk diterapkan metode saintifik ini, karena ada beberapa materi yang harus siswa dapatkan dari penjelasan guru.

    ReplyDelete
  90. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Penerapan pendekatan Saintifik dalam pembelajaran tidaklah mudah, hal ini dikarenakan budaya yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Siswa cenderung pasif dan ketika disuruh untuk bertanya dan aktif dalam pembelajaran mereka malu-malu utuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Masih banyak lagi hambatan di dalam kelas ketika menerapkan pendekatan saintifik, hal ini merupakan tantangan bagin guru bagaimana membuat siswa dapat melakukan pendekatan saintifik saat pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  91. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Persepsi tentang pemahaman pendekatan Saintifik, implementasi, faktor pendukung dan kesulitan-kesulitannya, ditanyakan kepada 9 (orang) guru kelompok Peer Teaching Matematika SMA/SMK sesuai dari apa yang tertera pada artikel di atas mungkin juga merupakan persepsi dari guru-guru yang ada di Indonesia. Sebenarnya setiap pendekatan pembelajaran memang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing dalam penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar.

    ReplyDelete
  92. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Pada point ke 6, guru berpendapat bahwa kelemahan pendekatan Saintifik meliputi: membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhkan persiapan mengajar yang lebih banyak, penilaian siswa menjadi lebih rumit, anak-anak berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar, pendekatan Saintifik kurang cocok untuk materi yang sukar, siswa merasa tugasnya (PR) lebih banyak, perlu waktu untuk mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah. Menurut pendapat saya sebagai mahasiswa jurusan pendidikan, pendapat tersebut ada benarnya.

    ReplyDelete
  93. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Untuk menerapkan pendekatan saintifik yang merupakan pendekatan pembelajaran yang erat dengan pelaksanaan K13 memang perlu beberapa upaya lebih baik dari pihak guru maupun siswa. Dari pihak guru upaya lebih tersebut diantaranya diperlukan dalam mempersiapkan rancangan pembelajaran, hal ini dikarenakan agar tujuan pembelajaran tetap benar-benar tercapai meski pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik yaitu pendekatan dimana guru berperan sebagai fasilitator dan motivator.

    ReplyDelete
  94. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Kelebihan Pembelajaran saintifik adalah siswa lebih aktif karenaa 5 langkah pembelajaran saintifik mengoptimalkan siswa aktif, namun pada kenyataannya tidak mampu dilaksanakan, apalagi hanya dalam 1 minngu harus mampu menerapkan.

    ReplyDelete
  95. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Kelemahan pembelajaran saintifik adalah pada langkah-langkah belum bisa sempurna utamanya menanya dan asosiasi.banyak yang belum bisa memotifasi siswanya untuk aktif bertanya. meskipun di awal pembelajaran sudah ada himbauan.

    ReplyDelete
  96. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Menurut saya apa yang sulit diterapkan dalam langkah langkah pendekatan saintifik adalah langkah menanya, terlebih untuk materi yang baru yang sebelumnya siswa belum memperoleh. Langkah menanya juga akan lebih sulit diterapkan kepada siswa dengan tingkat keaktifan yang minim sehingga ketika siswa diminta untuk menanya mereka cenderung bingung apa yang seharusnya mereka tanyakan.

    ReplyDelete
  97. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Perpaduan pendekatan saintifik dengan metode cooperative learning kemungkinan bisa membuat siswa yang sebelumnya kurang aktif dalam pembelajaran bisa aktif karena metode cooperatve learning membuat siswa memiliki tempat untuk berdiskusi dengan temannya sendiri sehingga ketika diskusi dengan temannya akan melatih siswa untuk saling bertanya.

    ReplyDelete
  98. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Penerapan pendekatan saintifik mengalami kesulitan diakrenakan beberapa faktor, salah satunya siswa yang belum siap. Misalkan waktu SD siswa terbiasa mendengarkan dan mencatat apa yang guru sampaikan, dan ketika memasuki SMP dan diterapkan pendekatan saintifik maka siswa memerlukan waktu untuk beradaptasi tidak hanya dengan lingkungan yang baru tetapi juga dengan metode menagjar yang baru.

    ReplyDelete
  99. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Metode Think pair Share bisa digunakan dengan pendekatan saintifik sehingga siswa yang yang sebelumnya takut untuk bertanya dengan gurunya, memiliki tempat untuk bertanya dengan temannya terlebih dahulu sehingga siswa akan membiasakan diri dengan bertanya, karena proses menanya merupakan salah satu langkah yang sulit dilakukan oleh siswa.

    ReplyDelete
  100. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Penggunaan pendekatan saintifik yang membuat siswa menemukan dan membangun sendiri konsep materi pembelajaran, dan dengan model pembelajaran yang mendukung keaktifan siswa maka diharapkan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan tipe think pair share ini akan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa

    ReplyDelete
  101. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Dalam penerapn pendekatan saintifik sangat diperlukan guru-guru yang kreatif untuk menciptakan langkah-langkah kegiatan yang dapat merangsang siswa untuk mengamati,menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan suatu konsep agar pembelajaran lebih bermakna dan terciptalah siswa yang aktif, kreatif, dan mampu berpikir kritis. Sehingga konsep yang dipelajari dapat bertahan lebih lama didalam otak.

    ReplyDelete
  102. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Pembelajaran dengan metode saintifik sangat cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika karena dalam matematika pembelajaran difokuskan pada kegiatan mengonstruksi konsep, metode saintifik akan melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa.

    ReplyDelete
  103. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Pada poin ke-9 guru mengalami kesulitan menerapkan pendekatan saintifik pada langkah/proses membuat apersepsi dan menanya. Memancing siswa agar menanyakan sesuatu yang ingin ditanyakan kepada guru pada tahap menanya memang tidak mudah. Apalagi kemampuan siswanya tergolong dibawah rata-rata.

    ReplyDelete
  104. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam kegiatan mengamati tidak selamanya mengamati bacaan saja, terkadang perlu dilakukan dengan menayangkan suatu hal yang berkaitan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk gambar dalam kegiatan lembar kerja siswa agar memancing sebuah keingintahuan siswa.

    ReplyDelete
  105. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Memang tak semua materi pembelajaran dengan mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik. Contohnya akar kuadrat. Untuk SD penjelasannya biasanya adalah dimulai dari hal sederhana dan yang konkrit. Tetapi dalam materi akar kuadrat kiranya untuk mencari contoh nyata dalam kehidupan nyata atau dibuat kegiatan dalam bentuk LKS yang menuntun bukanlah hal yang mudah

    ReplyDelete
  106. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Salah satu kelemahan pendekatan Saintifik yaitu membutuhkan waktu yang lebih lama. Selama melaksanakan PPL kemarin beberapa kali pertemuan saya menggunakan pendekatan saintifik. Memang untuk mencapai 1 indikatorpun dibutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan ekspositori, tetapi kemampuan siswa cenderung lebih mudah memahami menggunakan pendekatan saintifik karena siswa juga diberikan LKS yang sedikit menuntun menemukan konsepnya.

    ReplyDelete
  107. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Dalam pembelajaran saintifik terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan. bebrapahal tersebutlah sebenarnya yang menjadi permasalahan, sehingga saya sebagai seseorang yang pernah mengajar di sekolah pernah melakukan hal tersebut dalam proses belajar mengajar karena tuntutan dari sekolah, ketika di terapkan lebihbanyak ketidak bermanfaatannya daripada manfaatnya, karena dengan model seperti itu anak malah bingung ketika disuruh menanya, karena kesulitan tersebut akhirnya PBM tidak berjalan sesuai yang di harapkan. hal ini terjadi karena sebenarnya model saintifik belum cocok di terapkan di indonesia, misalnya saja ketika mau belajar berenang di kolam, apakah harus menanyakan, menalar, mengkomunikasikan dst. jika seperti itu kapan belajarnya dan kapan bisa berenangnya. di sinilah ke kurang cocokan pembelajaran saintifik tersebut.

    ReplyDelete
  108. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Persepsi guru mengenai pendekatan saintifik yang diterapkan dalam pembelajaran pada kurikulum 2013 di atas tersebut menunjukkan bahwa guru telah mengerti mengenai pendekatan saintifik yang berbeda dengan pendekatan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, dengan beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas.Dengan adanya persepsi di atas, semoga kelemahan atau penghambat bagi guru maupun siswa dapat menemukan solusi sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar, terutama siswa yang tidak mengeluh akan PR yang banyak dan segera memahami bahwa pentingnya dan tujuan di balik pemberian latian ataupun PR yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  109. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendekatan saintifik dapat melatih HOTs higher order thinking and skill atau kemapuan berpikir siswa yang yang dibangun dalam rangka mewujudkan perilaku ilmiah. Kemampuan yang dikembangkan juga bukan hanya pengetahuan, namun sikap spiritual sosial dan beberapa ketrampilan juga menjadi tujuan utama keberhasilan pembelajaran. Dengan metode saintifik diharapkan siswa maupun mahasiswa dapat berpikir kritis dan kreatif, dapat mengeksplor potensi serta menemukan sendiri ilmunya, dapat berperan aktif dalam pembelajaran, menciptakan suasana demokratis dapat dibangun, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, dan siswa lebih bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  110. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendekatan saintifik dapat dipadukan dengan metode lain misalnya PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry, Coopeatif Learning, Pembelajaran Kontekstual, dan Metode Diskusi. Menurut saya, pendekatan saintifik + metode lain akan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, tidak membosankan, mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah namun perlu waktu yang tidak sedikit serta dapat saling melengkapi kekurangan masing-masing sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran. Namun dalam menerapkan metode dan pendekatan tersebut diperlukan guru yang tidak wegahan.

    ReplyDelete
  111. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya juga sependapat dengan Guru bahwa kesulitan dalam menerapkan metode Saintifik yaitu tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik, kesulitan dalam melakukan apersepsi, kesulitan membuat penilaian berdasarkan pendekatan saintifik, kesulitan pada langkah/proses MENANYA, tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan Saintifik.
    Ketika kegiatan PPL, saja juga mengalami kesulitan membuat siswa bertanya, membuat instrumen penilaian sikap dan ketrampilan serta dalam menuangkan materi dengan pendekatan Saintifik

    ReplyDelete
  112. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sependapat terkait kelemahan pendekatan Saintifik. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik membutuhkan waktu yang lebih lama dan membutuhka persiapan mengajar yang lebih banyak. Selain itu, penilaian siswa menjadi lebih rumit dan anak-anak yang berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar. Ketika saya melaksanakan kegiatan PPL, banyak siswa yang mengeluhkan tugas (PR) nya banyak dan lebih suka menggunkan metode ceramah (mungkin karena sejak SD sudah terbiasa menggunakan metode ceramah).

    ReplyDelete
  113. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Pendekatan saintifik merupakan metode yang sangat baik yang dapat menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran. Namun ada saatnya metode ini tidak cocok digunakan dalam mengajarkan suatu materi yang sulit untuk dipahami oleh siswa. Sehingga akan lebih efektif apabila guru yang leih aktif

    ReplyDelete
  114. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Guru yang berkompeten akan dapat menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran dengan baik. Sehingga siswa akan benar-benar aktif dan bersemangat dalam belajar. Pada kenyataannya sulit membuat semua siswa aktif dan bersemangat dalam pembelajaran. Namun pembelajaran dengan pendekatan saintifik akan berhasil apabila siswa tidak malas dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama dalam keberhasilan pembelajaran baik dari pendidik maupun dari yang didik

    ReplyDelete
  115. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Pendekatan saintifik bukanlah hal yang asing bagi pendidik masa kini. Namun masih ada beberapa guru maupun sekolah yang masih menggunakan metode ceramah, walaupum pemerintah telah memberikan pelatihan dan memberikan arahan supaya guru menerapkan metode saintifik. Hal ini disebabkan karena masih ada anggapan yang mana guru akan lebih susah dalam mengajarkan materi kepada siswa. Pemerintah telah melakukan pelatihan-pelatihan agar supaya guru dapat menerapkan metode saintifik dengan baik disekolah. Semoga pendidikan di Indonesia akan terus membaik seiring dengan upaya yang telah dilakukan berbagai pihak untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  116. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Saya sependapat terkait kelemahan metode Saintifik. Tidak semua peserta didik memiliki tingkat kecerdasan yang sama. Ada peserta didik yang baru akan mengerti jika dijelaskan terlebih dahulu (metode ceramah). Selain itu, guru juga harus mempersiapkan bahan ajar, penilaian dll untuk metode saintifik yang tentu saja memakan waktu lebih lama.

    ReplyDelete
  117. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    banyak anggapan mengenai pedekatan saintifik dalam proses pembelajaran oleh guru-guru. Pendekatan saintifik sendiri sebenarnya baik digunakan dalam proses pembelajaran, karena disini pendekatan saintifik memberikan pemahaman dan konsep kepada siswa mengenai materi pembelajaran melalui tahap 5M. Namun, pendekatan saintifik juga tidak semudah yang dibayangkan, pendekatan siantifik dapat berjalan jka kemampuan guru dan siswa sama. Maka itu penerapan dari Pendekatan saintifik dalam pembelajaran harus melihat kemampuan siswa dan guru.

    ReplyDelete
  118. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Metode saintifik juga saya rasa tidak cocok untuk semua mata pelajaran. Selain itu, metode saintifik mengharuskan peserta didik lebih aktif daripada gurunya. Tentu saja ini merupakan beban yang harus ditanggung guru sepenuhnya. Guru harus berpikir keras bagaimana peserta didik dapat memahami materi yang diajarkan tanpa guru terlihat lebih aktif dari muridnya.

    ReplyDelete
  119. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Semua pendekatan, metode, strategi, dan teknik pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga, dalam penerapannya perlu disesuaikan dengan hal-hal yang terkait. Kondisi peserta didik, cakupan materi, sarana dan prasarana, dll perlu dipertimbangkan dengan baik dalam melaksanakan proses pembelajaran.

    Pendekatan Saintifik yang diterapkan memang memberikan pengalaman beajar yang cukup baik apabila tepat daam memilih materi dan sesuai dengan kondisi siswa yang mendukung. Namun demikian, jika keadaan tidak memungkinkan untuk diterapkan pendekatan saintifik maka seorang guru dapat lebih bijaksana apabila menerapkan pendekatan lain yang lebih cocok dengan keadaan. Dengan demikian, diharapkan proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan tetap memberikan pengalaman belajar yang cukup baik kepada peserta didik.

    ReplyDelete
  120. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. matematika A 2013

    Menurut saya, dalam penerapan pendekatan saintifik perlu diberikan pelatihan untuk guru supaya lebih profesional dalam menerapkan pendekatan saintifik tersebut. Pemantauan terhadap guru serta pemberian kritik dan saran juga diperlukan demi tercapainya pendidikan yang lebih maju. Penerapan pendekatan saintifik ini juga diperlukan kerjasama antara guru dan siswa.

    ReplyDelete
  121. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pendekatan saintifik cocok untuk pembelajaran siswa karena dapat menjadikan siswa lebih berpikir kritis dan kreatif. Dalam pendekatan saintifik terdapat langkah-langkah yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, mengkomunikasikan, mecncipta. Dengan langkah-langkah tersebut, siswa mencari tahu sendiri informasi dalam pembelajarannya.

    ReplyDelete
  122. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak semuanya dapat diterapkan pendekatan saintifik dengan mudah. Pada tahap mengamati saja, terkadang guru sulit untuk menerapkannya dalam pembelajaran materi tertentu karena matematika adalah abstrak. Untuk membantu menyampaikannya pada siswa, diberikan lembar kerja siswa yang dapat membantu siswa dalam melakukan pengamatan.

    ReplyDelete
  123. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Konsep pendekatan saintifik masih belum dipahami secara jelas oleh beberapa guru karena masih kurangnya sosialisasi dan terdapat beberapa guru yang mempunyai sifat ingin mempertahankan menggunakan pendekatan konvensional, tidak mau mencoba hal yang baru. Pendekatan saintifik memang membutuhkan waktu pembelajaran yang lebih lama daripada menerapkan pembelajaran konvensional. Akan tetapi, pendekatan saintifik dapat membantu siswa memahami pembelajaran secara bertahap.

    ReplyDelete
  124. Musa Marengke
    PEP S3 Kelas A, 2016
    Guru dan pembelajaran merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Karenanhya, guru harus mampu merekayasa pembelajaran dengan pendekatan saififik. Tidak ada mata pelajaran yang tidak bisa didekati secara saitifik, semuanya dapat bisa didekati secara sains. Disinilah guru mendeain proses pembelajaran dengan teknologi pembelajaran yang canggih dan menyenangkan

    ReplyDelete
  125. Musa Marengke
    PEP S3 Kelas A, 2016
    Penpelajaran saintifik itu maksudnya guru dalam menjelaskan materi sampai peda penilaian menggunakan ukuran ukuran sains yaitu konsep pengukuran menjadi ukuran yang utama. Pengukuran itu berkaitan dengan alat atau bahan yang dipakai dalam pembelajaran secara saintifik yang melalui eksperimen dan empiris.

    ReplyDelete
  126. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Implementasi pembelajaran saintifik pada mata pelajaran matematika terkadang terkendala oleh bagaimana mengembangkan suatu materi dengan pendekatan saintifik karena tidak semua materi matematika mudah untuk dipelajari dengan menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik. Sehingga model pembelajaran dalam pembelajaran saintifik cukup membantu bagaimana cara mengembangkan materi dengan pendekatan saintifik sehingga materi dapat mudah diterima dan dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  127. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif. Jika dahulu siswa harus selalu setuju dengan pendapat guru dan tidak boleh sama sekali menentangnya, maka saat ini harus ada dialog antara guru dan siswa untuk mencapai kesepakatan bersama dalam proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  128. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Penerapan pendekatan saintifik dalam pelaksanaan pembelajaran akan melatih peserta didik untuk meningkatkan potensi kemampuan dengan terlatihnya kreatifitas peserta didik, sikap menghargai orang lain, sikap rasa ingin tahu yang tinggi, melatih keberanian dalam menyampaikan pendapat dan penanaman karakter saintifik yang baik.

    ReplyDelete
  129. Metode pembelajaran dengan pendekatan Saintifik, jika dipadukan dengan metode lain dan diterapkan pada suatu pokok bahasan mata pelajaran tentu, akan membuat siswa bisa lebih mudah memahaminya. Kemandirian siswa dalam memahami suatu hal, memotivasinya terus menggali dan mencari, sehingga menumbuhkan kepercayaan diri pada siswa.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  130. Kalau Guru berpendapat bahwa "untuk melaksanakan pendekatan Saintifik, terdapat faktor pendukung antara lain: tersedianya buku pedoman, tersedianya alat peraga, tersedianya fasilitas belajar, kemampuan dan profesionalitas guru, tersedianya akses informasi baik untuk guru maupun untuk muridnya, adanya pelatihan guru, penggunaan ICT, kesiapan belajar siswa, dan kesiapan Sekolah", maka Penerapan pendekatan saintifik pada daerah yang jauh dari fasilitas yang memadai, tidak memungkinkan untuk diterapkan.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  131. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang dipakai oleh sebgian besar kurikulum 2013. melalui pendekatan saintifik ini siswa akan dituntut untuk aktif, kreatif dan produktif. namun pendekatan ini harus disesuaikan visi misinya oleh guru sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam strategi pembelajaran kepada siswa, sehingga sangatlah penting untuk menyamakan persepsi mengenai pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  132. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Guru saintifik jelas berbeda dengan guru agama dari sisi profesi keilmuannya. Guru sains selalu berhubungan dengan angka hitungan dan dijelaskan juga berdasarkan pikiran matematis sedangkan guru agama selalu berhubungan dengan non angka hitungan dan dijelaskan berdasarkan pikiran non matematis.Namun jika guru dipersepsikan sebagai pengembala-pengembala ilmu pengetahuan maka ilmu-ilmu itu tidak harus berhenti pada defenisi guru sains dan guru agama. Ilmu itu berkembang maka kedua guru itu harus menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Bukan hanya guru sains yang menggunakan pendekatan saintifik akan tetapi guru agama juga wajib menggunakan pendekatan-pendekatan saintifik tersebut.

    ReplyDelete
  133. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A, 2016
    Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik

    ReplyDelete
  134. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Perlu diperhatikan oleh guru bahwa didalam pendekatan saintifik itu adalah konsep pemikiran induktif dan deduktif sebagaimana faham positifistik.Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi ide yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya.

    ReplyDelete
  135. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Perlu diperhatikan oleh guru bahwa didalam pendekatan saintifik itu adalah konsep pemikiran induktif dan deduktif sebagaimana faham positifistik.Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi ide yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya.

    ReplyDelete
  136. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya pendekatan Saintifik memang cocok digunakan untuk pembelajaran di SD. Namun,di sini guru harus benar benar menata pembelajaran dengan tepat agar tujuan-tujuan dari metode Saintifik dapat tercapai. Karena anak-anak seumuran SD masih memerlukan bimbingan yang extra dari guru.

    ReplyDelete
  137. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tambahan kelebihan dari pendekatan Saintifik menurut saya siswa dapat menjadi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  138. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sependapat dengan kelemahan pendekatan Saintifik yang kurang cocok untuk materi yang sukar. Namun kelemahan tersebut dapat ditutupi dengan persiapan mengajar yang matang.

    ReplyDelete
  139. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya kesulitan yang paling inti dari pendekatan Saintifik adalah tidak paham seluk beluk landasan dan filosofi pendekatan Saintifik. Karena awal penerapan pendekatan dari guru, maka guru harus sudah benar-benar tahu, paham, dan trampil dalam penerapan pendekatan Saintifik.

    ReplyDelete
  140. Febrina Rizki Dwiyana/13301241044/P.MTK.A.2013

    Seharusnya pendidikan di Indonesia sudah memiliki karakter sendiri. dimana dapat dibedakan antara pendidikan di Indonesia dengan negara lain. Indonesia tidak memiliki tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. namun tujuan disini terlalu umum sehingga jalan dalam menjemput tujuan sangatlah luas, indonesia mencoba segala cara dlm menjemput tujuan (perubahan kurikulum) dan hasilnya masih menunggu karena memerlukan waktu yang sangat lama krn mencoba dgn segala cara itu.

    ReplyDelete
  141. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematikem C 2013

    Sejatinya memang pendekatan saintifik ini diterapkan sejak dahulu. Sehingga kita bisa merasakan setidaknya satu atau dua efek yang dihasilkan oleh sistem pendidikan itu sekarang. Walau banyak yang percaya bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan kreativitasan, kepekaan sosial dan lain sebagainya akan tetapi coba kita lihat dan amati sekarang. Namun harapannya semoga tetap mengarah ke hal yang demikian.

    ReplyDelete
  142. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menurut pemdapat saya, pendekatan saintifik cocok digunakan untuk pembelajaran di semua jenjang sekolah baik SD, SMP, SMA. Saya sepakat dengan pernyataan bahwa sintak 5M yang ada dalam pendketan saintifik akan lebih mengasah kemampuan berfikir kritis dan kreatif siswa dan pembelajaran akan inovatif. Selain itu, siswa dapat mencari tahu sendiri atau belajar mandiri sehingga apa yang dipelajari akan dapat bermakna serta mudah diingat dan dipahami.

    ReplyDelete
  143. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pendekatan saintifik dapat melatih siswa untuk berfikir tingkat tinggi (HOTS). Kemampuan yang dikembangkan juga bukan hanya pengetahuan, namun sikap spiritual sosial dan beberapa ketrampilan juga yang menjadi tujuan utama keberhasilan pembelajaran. Serta adanya pembelajaran karakter yang disisipkan secara implisit. Dengan adanya metode saintifik diharapkan siswa dapat mengeksplor potensi serta menemukan sendiri ilmunya, berperan aktif dalam pembelajaran, siswa lebih bertanggung jawab serta bisa mandiri.

    ReplyDelete
  144. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pendekatan Saintifik atau yang lebih dikenal dengan pendekatan berbasis ilmiah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang berbasis pengamatan, mengumpulkan. Pendekatan saintifik membuang anggapan bahwa penjelasan guru, respon dari siswa, interaksi antara guru dan siswa hanyalah sebagai tafsiran yang hanya sebatas serta merta, pemikiran subjektif, dan hanya sebagai bentuk sikap penalaran yang menyimpang dari alur logis sebuah pemikiran. Berdasarkan persepsi guru tentang pendekatan saintifik di atas, pendekatan saintifik memiliki kelebihan dan juga kelemahan. Tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan Saintifik. Karena itu menurut saya, ada baiknya dalam kurikulum 2013 ini, dalam pemilihan kurikulum, guru dibebaskan untuk menggunakan pendekatan apapun yang menurut guru lebih baik dan lebih tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  145. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas A

    Pendekatan scientific menjadi satu pendekatan yang paling ditentukan dalam implementasi Kurukulum 2013. Pendekatan ini dirasa masih menjadi sesuatu yang baru bagi sebagian besar guru. Oleh karena karena masih baru ini, banyak guru yang merasa bahwa penerapan pendekatan saintifik dirasa agak sulit. Namun seperti apa yang saya pelajari saat perkuliahan metode pembelajaran matematika, jika ditelisik lebih jauh lagi, sejatinya langkah-langkah atau sintak pendekatan saintifik tidak terlalu jauh berbeda dengan pembelajaran siswa aktif yang lainnya. Diperlukan kesadaran dan keikhlasan penuh dari guru untuk benar-benar mengimplementasikan pembelajaran ini di kelas.

    ReplyDelete
  146. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya setuju dengan poin ke 6. Tentang kelemahan dan penghambat dilaksanakannya pendekatan saintifik, khususnya pada bagian anak-anak berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar. Hal ini dikarenakan kebiasaan mereka yang hanya menerima ilmu tanpa ada keinginan untuk mencari ilmu serta membangun ilmu mereka sendiri. Sehingga peserta didik sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya dalam menerapkan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  147. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pemerintah dalam menyosialisasikan pendekatan melalui banyak cara diantaranya sekolah tempat bekerja, kegiatan mengikuti Pelatihan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Internet, media masa Koran. Dengan tujuan agar para guru mendapatkan informasi serta memahami apa itu pendekatan saintifik, bagaimana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik ini, bagaimana cara membuat rencana pembelajaran dengan pendekatan saintifik, melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, bagaimana mengelola kelas dengan pendekatan saintifik, dan masih banyak yang lainnya.

    ReplyDelete
  148. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Faktor pendukung yang paling penting dan diharapkan oleh guru sehingga dapat melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan maksimal tersedianya buku pedoman, khususnya bagi para guru yang sudah tua ataupun mendekati pensiun karena buku pedoman sangat penting serta dapat memudahkan bagi para guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  149. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Yang kedua adalah tersedianya alat peraga, karena salah satu proses dalam pendekatan saintifik adalah mencoba, bagi guru mata pelajaran IPA, fisika, biologi, kimia serta pelajaran yang membutuhkan praktik dalam pembelajarannya alat peraga ini sangatlah penting dan dapat menunjang pembelajaran.

    ReplyDelete
  150. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kesiapan belajar siswa, pendekatan saintifik yang memiliki ciri berpusat kepada siswa dan guru hanya berfungsi sebagai fasilitator sehingga kesiapan belajar siswa sangat dibutuhkan dalam belajar dengan pendekatan saintifik. Kesiapan belajar dapat diartikan sebagai siswa belajar sebelumnya mengenai materi yang akan diajarkan atau yang telah dipelajari sebelumnya untuk menunjang pembelajaran pada hari itu.

    ReplyDelete
  151. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menurut saya yang menjadi awal dari pendukung pendekatan saintifik adalah kesiapan sekolah. Jika sekolah telah siap, maka pembelajaran dengan pendekatan saintifikpun akan menjadi lancar, semua fasilitas yang dibutuhkan ada di sekolah tanpa susah mencari-cari, sarana dan prasaranapun akan sangat membantu dalam penerapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  152. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan saintifik dapat diterapkan untuk semua mata pelajaran karena pendekatan Saintifik bersifat luas dan universal, setiap objek belajar dapat diamati. Selain itu dengan pendekatan saintifik, guru akan lebih mudah dalam mengajar dan juga siswa dapat mengeksplor potensi dirinya untuk dikembangkan lebih lanjut, sehingga akan cocok bagi semua mata pelajaran.

    ReplyDelete
  153. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Harus diingat juga tidak semua materi mudah dituangkan dengan pendekatan saintifik, dan inilah yang menjadi tantangan bagi seorang guru dengan kreatifitasnya untuk menuangkan materi yang sulit diterapkan pada pendekatan saintifik. Kemampuan profesional yang dimiliki guru akan sangat membantu dalam menuangkan materi apapun ke pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  154. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Pendekatan saintifik membantu siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri, bisa dengan belajar mandiri atau secara berkelompok, guru hanya sebagai fasilitator yang akan membimbing siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pendekatan saitifik ini harus dipahami betul-betul cara pengimplementasiannya supaya meminimalisir kesalahan-kesalahan pada saat proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  155. Kesiapan (readiness). Kesiapan diidentifikasi berkaitan langsung dengan motivasi peserta didik. Kesiapan itu harus ada pada diri guru dan peserta didik. Guru harus benar-benar siap mengajar dan peserta didik benar-benar siap menerima pelajaran dari gurunya. Sejalan dengan itu, segala sumber daya pembelajaran pun perlu disiapkan secara baik dan saksama.

    Latihan (exercise). Latihan merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berulang oleh peserta didik. Pengulangan ini memungkinkan hubungan antara S dengan R makin intensif dan ekstensif.

    Pengaruh (effect). Hubungan yang intensif dan berulang-ulang antara S dengan R akan meningkatkan kualitas ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik sebagai hasil belajarnya. Manfaat hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik dirasakan langsung oleh mereka dalam dalam dunia kehidupannya.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY A

    ReplyDelete
  156. Implementasi penalaran dan analogi pada pembelajaran, penting untuk dikaitkan dnegan kemampuan menghubungkan antarfenomena. Antarfenomena akan dapat membantu mempertajam daya nalar peserta didik. Di sinilah esensi bahwa guru dan peserta didik dituntut mampu memaknai hubungan antarfenonena atau gejala, khususnya hubungan sebab-akibat.
    Hubungan sebab-akibat diambil dengan menghubungkan satu atau beberapa fakta yang satu dengan datu atau beberapa fakta yang lain. Tentu simpulan yang menjadi sebab dari satu atau beberapa fakta itu atau dapat juga menjadi akibat dari satu atau beberapa fakta tersebut.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY A

    ReplyDelete
  157. Dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik melalui kegiatan praktikum, untuk keterampilan mengamati, siswa penting untuk mampu mulai terlatih mengamati suatu percobaan menggunakan pancaindera secara teliti, menggunakan fakta yang relevan dan memadai dari hasil pengamatan dalam rangka mengumpulkan informasi. Untuk keterampilan merumuskan masalah dan menyusun hipotesis, siswa sudah menunjukkan peningkatan untuk membuat suatu kalimat pertanyaan berdasarkan tujuan dan ilustrasi percobaan dengan mengaitkan beberapa variabel serta membuat jawaban sementara yang dianggap benar. Untuk keterampilan mengidentifikasi variabel, siswa mulai dapat mengidentifikasi yang termasuk variabel manipulasi, respon dan kontrol dalam suatu percobaan.


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY A

    ReplyDelete
  158. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Hukum efek, yakni intensitas hubungan antara stimulus dan respon dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh konsekuensi dari hubungan yang terjadi. Jika akibat dari hubungan S-R itu dirasa menyenangkan, maka perilaku peserta didik akan mengalami penguatan. Sebaliknya, jika akibat hubungan S-R dirasa tidak menyenangkan, maka perilaku peserta didik akan melemah. Menurut Thorndike, efek dari reward (akibat yang menyenangkan) jauh lebih besar dalam memperkuat perilaku peserta didik dibandingkan efek punishment (akibat yang tidak menyenangkan) dalam memperlemah perilakunya. Ini bermakna bahwa reward akan meningkatkan perilaku peserta didik, tetapi punishment belum tentu akan mengurangi atau menghilangkan perilakunya.

    ReplyDelete
  159. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Tidak semua perilaku belajar atau pembelajaran dapat dijelaskan dengan pelaziman sebagaimana dikembangkan oleh Ivan Pavlov, teori asosiasi biasanya menambahkan teori belajar sosial (social learning) yang dikembangkan oleh Bandura. Menurut Bandura, belajar terjadi karena proses peniruan (imitation). Kemampuan peserta didik dalam meniru respons menjadi pengungkit utama aktivitas belajarnya.

    ReplyDelete
  160. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Penting untuk mencari alternatif penyelesaian masalah dengan cara melatihkan keterampilan proses sains melalui pembelajaran berbasis pendekatan saintifik yang di dalamnya terdapat kegiatan praktikum (mengumpulkan informasi/ mencoba). Dari keterampilan proses sains yang dilatihkan, diharapkan siswa mampu menguasai keterampilan proses sains seperti mengamati, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, mengidentifikasi variabel, mengkomunikasikan dan menyimpulkan. Hal ini dapat membantu siswa dalam mengingat hasil belajar yang telah diperoleh dalam jangka panjang, karena siswa ikut terlibat sepenuhnya dalam proses kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  161. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    persepsi guru tentnag ciri-ciri metode saintifik adalah Pendekatan Saintifik mempunyai ciri-ciri : berpusat kepada siswa, guru hanya berfungsi sebagai fasilitator, terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan, murid menentukan konsep dari lingkungan, guru berfungsi sebagai motivator, metode saintifik dapat dipadukan dengan metode yang lain yang selaras.akan tetapi dalam pengimplementasiannya guru merasa kesulitan terutama pada sekolah-sekolah yang berkategori sedang dan rendah, karena masih terdapat siswa yang pasif dalam pembelajaran tersebut, ditambah lagi ketika guru hanya menjadi fasilitator maka alokasi waktu yang diberikan oleh pemerintah masih susah diterapkan karena di sisi lain guru harus menyelesaikan materi tapi mendapatkan materi dalam 1 semester sangatlah banyak.

    ReplyDelete
  162. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika 2013

    Ciri-ciri pendekatan saintifik yang lebih dikenal adalah kegiatan 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan data, Mengasosiasi, dan Menyimpulkan. Guru bertindak sebagai fasilitator bagi muridnya.

    ReplyDelete
  163. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika 2013

    Persepsi guru tentang kecocokan pendekatan saintifik dengan subjek didiknya harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Karena pendekatan saintifik menekankan kepada bersikap kritis peserta didik maka duru juga harus dapat menyesuaikan kemampuan tiap kelompok-kelmpok yang ada.

    ReplyDelete
  164. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kreatifitas siswa harus dikembangkan dengan pendekatan dan model pembelajaran yang sesuai. Karena pembelajaran sebelumnya bersifat berpusat kepada guru. Sehingga guru lebih baik merancang pembelajran yang kreatif agar dapat membangun siswa yang mandiri dan kritis.

    ReplyDelete
  165. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Mengenai poin ke 6, tentang kelemahan pendekatan saintifik yang memerlukan alokasi waktu yang lama, menurut saya itu wajar karena pembelajaran di sini lebih ke student oriented dan kontruktivisme. Di sini siswa diusahakan untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran lebih bermakna. Jika pembelajaran bermakna, siswa akan lebih mudah mentransfer pengetahuan tersebut ke pembelajaran selanjutnya. Dibanding dengan teacher oriented, memang pembelajarannya cenderung cepat karena guru hanya mentransfer ilmunya ke siswa. Namun kelemahannya siswa cenderung mudah lupa.

    ReplyDelete
  166. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Beragam tanggapan masyarakat terkait pembelajaran saintifik ini. Terutama dari guru yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Tanggapan guru terkait pembelajaran saintifik ini juga beragam. Misalnya ditinjau dari sumber informasi yang diperoleh guru tentang pendekatan saintifik, persepsi guru tentang ciri-ciri metode saintifik adalah sebagai berikut, persepsi guru tentang kecocokan dengan subjek didiknya, kelebihan/keunggulan pendekatan saintifik, metode lain yang dapat dipadukan dengan pendekatan saintifik, kelemahan dan penghambat dilaksanakannya pendekatan saintifik, faktor pendukung dilaksanakannya pendekatan saintifik, penerapan pendekatan saintifik pada berbagai macam mata pelajaran, maupun dari segi kesulitan menerapkan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  167. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pemerintah melalui Kurikulum 2013 mengembangkan siswa terhadap aspek Spiritual, Sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. (Permendikbud Nomor 54/2013)

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik terdiri dari:
    - Mengamati hal-hal yang ingin diketahui
    - Merumuskan pertanyaan/ hipotesis
    - Mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik
    - Menganalisis/mengolah data (informasi)
    - Menarik kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

    Pendekatan saintifik sangat baik karena menerapkan kreatifitas dari beragam aspek yang ingin dibangun dari diri siswa, dari mengamati, mengolah, hingga meyimpulkan. Sebagai fasilitator, guru dituntut memfasilitasi berbagai faktor pendukung. Pada akhir kegiatan, kesimpulan masing-masing siswa dalam pembelajaran harus mendapat konklusi yang beragam namun dengan satu tujuan, yaitu siswa terbangun aspek yang diharapkan, yaitu: Spiritual, Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan.

    Disamping itu pengambil kebijakan memfasilitas berupa peningkatan kompetensi pengajar, fasilitas pendukung, dan evaluasi pelaksanaan. Sehingga dapat tercapai apa yang menjadi harapan pendidikan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  168. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Sangat banyak metode dan pendekatan sebuah pengajaran. Yang penting dari semua itu adalah sudah sesuaikah dengan keilmuannya, dan apakah sesuai dengan tujuan pemebelajaran, yaitu menjadikan siswa lebih “dewasa”, mampu survive dalam hidupnya dan menjadikan mereka dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri serta bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya.

    ReplyDelete
  169. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pendekatan Saintifik merupakan pendekatan yang cocok diterapkan untuk meningkatkan kreatifias, pemahaan konsep dan pengetahuan siswa. Karena di dalam pendekatan saintifik siswa dituntut untuk lebih aktif, berusaha membangun sendiri mengenai suatu materi atau pengetahuan yang akan dipelajari.Dengan siswa berusaha membangun sendiri pengetahuannya maka siswa akan lebih mengena akan lebih cepat mudah faham atau ingat mengenai suatu materi tersebut. Namun kelemahannya adalah apakah siswa tersebut mau dan mampu untuk melakukan pendekatan saintifik. Inilah tugas guru sebagai fasilitator di dalam pendekatan saintifik. Namun melihat kenyataan yang ada, tidak semua guru juga mampu untuk melakukan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  170. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Menarik memang ketika membahas tentang metode saintifik. Secara keseluruhan saya setuju dengan pendapat guru-guru. Metode saintifik dengan berbagai kelebihannya memberikan banyak kelebihan pada pembelajaran di sekolah. Saya mengalaminya sendiri pada saat menerapkan metode ini saat PPL. Namun sayangnya, banyaknya pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa menyebabkan bertambahnya beban dan kurangnya waktu untuk mendalami beberapa pelajaran saja yang mungkin menjadi bidang keahlian siswa. Saya sendiri juga tidak setuju bahwa metode saintifik ini bisa digunakan untuk semua mata pelajaran, karena jika benar-benar menerapkannya kadang lebih terkesan memaksakan untuk menggunakan metode 5M.

    ReplyDelete
  171. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Didalam Kurikulum 2013, pendekatan saintifik yang terdiri dari 5M merupakan pendekatan pembelajaran yang perlu atau bahkan wajib untuk diterapkan di semua mata pelajaran, termasuk matematika. Pendekatan ini lebih mengedepankan penalaran induktif daripada penalaran deduktif yang menjadi trademark dari matematika. Karena itu, kebanyakan guru yang membelajarkan matematika dengan pendekatan deduktif (definisi, contoh, dan latihan) pasti mengalami banyak hambatan psikologis dan kesulitan teknis untuk melaksanakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  172. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Para guru matematika perlu mendapatkan banyak waktu dan kesempatan untuk berlatih menerapkan pendekatan saintifik. Sayangnya, kesempatan pelatihan untuk melaksanakan pendekatan saintifik terlalu singkat. Karena itu, para guru, terutama guru matematika, perlu memperoleh pendampingan yang lumayan banyak untuk bisa melaksanakan pendekatan saintifik dengan baik.

    ReplyDelete
  173. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Guru perlu mendapatkan bimbingan teknis bagaimana mengembangkan tugas yang mendorong siswa untuk melakukan pengamatan yang sungguh-sungguh, tekun, jujur, obyektif, dan tajam, serta bermanfaat. Guru juga perlu mendapatkan bimbingan teknis bagaimana membuat siswa mau dan mampu menanya. Guru juga perlu mendapatkan bimbingan teknis bagaimana guru mendampingi siswa belajar (mulai dari memantau kemajuan belajarnya, mempertanyakan apa yang dipikirkan dan diperoleh siswa, memberikan umpan balik yang baik, dan mendorong siswa untuk mengembangkan ide kreatifnya secara optimal).

    ReplyDelete
  174. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Agar mampu menjalankan pembelajaran sebagaimana diharapkan oleh K13, Guru perlu mendapatkan bimbingan teknis agar pelaksanaan kurikulum 2013 berjalan lebih baik.
    Materi yang dilatihkan antara lain: kiat memanfaatkan kebiasaan menerapkan pendekatan saintifik untuk mengembangkan karakter, kiat mengembangkan penugasan yang baik, dan kiat mengembangkan kemampuan menanya siswa.

    ReplyDelete
  175. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selanjutnya, materi yang juga harus dilatihkan antara lain : kiat mendampingi belajar siswa, kiat memanfaatkan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) untuk meningkatkan mutu pembelajaran, dan kiat mengembangkan literasi.

    ReplyDelete
  176. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setelah melakukan PPL selama dua bulan, saya menjadi mengerti apa yang menjadi kesulitan bagi guru yang mengajar kelas VII. Kebetulan kelas VII menggunakan K13 yang telah direvisi. Menurut para guru yang menjadi kendala penerapan K13 adalah pada proses penilaiannya yang kurang paham. Proses penilaian dirasa rumit sehingga banyak yang belum paham dalam memberikan penilaian dalam implementasi K13.

    ReplyDelete
  177. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Yang kedua adalah guru masih kesulitan menerapkan scientific approach dalam kegiatan belajar mengajar. Dari lima langkah pendekatan scientific, yakni mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring, yang sering terlewat ialah menalar. Sulit mengajak siswa untuk menalar suatu permasalahan. Karena masih terbiasa dengan metode ceramah dimana guru menjadi center. Sehingga siswa sudah terbiasa menggunakan satu cara yang diajarkan oleh guru untuk menyelesaikan suatu persoalan. Akibatnya siswa kurang berpikir secara kreatif untuk menentukan solusi.

    ReplyDelete
  178. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kendala yang ketiga adalah membuat siswa aktif. Sebab, dalam kurikulum 2013, guru harus pintar menjadi fasilitator agar siswa bertanya. Sulit membuat siswa untuk bertanya. Menumbuhkan rasa keingintahuan siswa membutuhkan pendekatan dan komunikasi yang baik antara siswa dengan guru. Siswa masih merasa malu dan enggan untuk sekedar bertanya.

    ReplyDelete
  179. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selain itu yang menjadi kendala adalah pada tahap mengkomunikasikan. Dalam K13, peserta didik dilatih untuk dapat bertanggung jawab atas hasil (solusi) dari suatu persoalan. Sehingga peserta didik diharuskan membuat atau menyusun ide gagasannya secara terstruktur agar mudah disampaikan dan dipahami oleh orang lain. Namun pada kenyataannya, tidak semua peserta didik berani menyampaikan ide gagasan atau hasil penemuannya dan pandai dalam menyampaikan informasi.

    ReplyDelete
  180. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Mengenai hal kendala diatas, solusi yang dapat dilakukan adalah menumbuhkan motivasi peserta didik. Salah satu caranya adalah guru dalam membimbing belajar harus kreatif dan inovatif dalam memotivasi peserta didik, menggali peserta didik agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi salah satu caranya bisa dengan membuat rencana-rencana pembelajaran yang membuat peserta didik senang dalam mengamati objek namun tidak memberatkan peserta didik dalam hal biaya, waktu dan tenaga.

    ReplyDelete
  181. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari hal tersebut, dapat kita ketahui bahwa beberapa komponen dalam pembelajaran saintifik menurut pendapat guru, sudah cukup memuaskan. Adapun dari kesulitan pendidikan saintifik memang perlu dikaji lenbih mendalam. Karena dari kesulitan tersebut berasal dari sintak pendidikan saintifik itu sendiri. Jika sintak belum dikuasai, maka proses pembelajaran pun juga belum memenuhi kriteria. Sehingga, perlu ditinjau ulang pelaksanaan K-13 ini bagi sekolah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  182. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘mengapa’.

    ReplyDelete
  183. Pendekatan saintifik peesoalan ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘bagaimana’. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘apa’.Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  184. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    salah satu yang ingin saya telitik adalah bagian bagaimana saintifik dapat dikombinaskan dengan metode yang lain, saintik sendiri merupakan pendekatan yang bisa saya kita kombinasikan. efeknya adalah ada bagian sintak metode pembelajaran yang kita kembangkan dan direkonstruksikan kembali. diharapkan dengan kombinasi tersebut menghasilkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif karena sifat siswa yang antusias dengan hal yang baru.

    ReplyDelete
  185. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    terimakasih atas srtikel tentang scientifik ini sangat berperan membantu bagi saya sebagai calon guru akhirnya nanti insyaallah. karena pada saat sekrang yang sangat membuming tentang pembahsan berkaitan dengan pendekatan scientifik dan diharapkan semua lembaga pembelajajran akan mengunakan pendektan ini sebagai acuan dan pedoman pembelajaran yang ada. karena begitu banyak kelebihan yang ditawarkan menurut pemerintah sehingga dihrapka guru dan lembaga sekolah menerapkan pendekatan ini.

    ReplyDelete
  186. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    daari peryataan bahwa informasi yang guru dapatkan mengenai pendekatan ini beberapa dari surat kabar, dari pihaksekolah, dan adanya pelatihan yang diadakan oleh dinas kabupaten. sehingga guru harus menjadi dinamis dengan adanya pendekatan yang baru yang langsung diterapkan disekolah karena pendekatan ini mempunyai sintak dimana sintak yang khusus untuk pendekatan scientifik sendiri, yaitu mengamati,menanya,mencoba,menalar, mengkomunikasikan. sehingga dengan penggunaan seperti itu diharapkan siswa akan lebih aktif dan lebih kreatif dalam mencari dan menemukan konsep baru sehingga siswa akan mendappatkan meaningful dalam pembelajarannyanya. sehingga siswa pun juga tidak merasakan kebosanan.

    ReplyDelete
  187. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    dengan menggunakannya pendekatan scsintifik ini guru diharapkannya memberikan pembelajaran yang menarik untuk siswa sehingga siswa tida merasa bosan, karena ketika pendektan yang digunakan sudah menggunakan scienfitik namun dalam prateknya masih menggunakan metode ceramah yang biasa digunakan maka akan ada kesalahan atau kurang efektifnya pendektandigunakan , karena suatu pendekatan itu digunakan untuk jalannya stratgi dan juga metode yang digunakan untuk pembelajaran juga harus sesuai dengan pendekatan yang diambil. sehingga guru harus menjadi guru yang tidak biasa biasa saja, dengan menjadi guru yang kreatif dalam kelas juga akan membangkitkan semngat siswa dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  188. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    Guru berpendapat bahwa pendekatan Saintifik mempunyai keunggulan diantaranya:
    1. siswa lebih kreatif,
    2. siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok,
    3. siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri,
    4. pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama,
    5. siswa berpikir kritis,
    6. siswa berperan aktif dalam pembelaaran,
    7. siswa menemukan sendiri ilmunya,
    8. siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai,
    9. suasana demokratis dapat dibangun,
    10. guru tidak bosan mengajar,
    11. guru juga memperoleh pengetahuan baru,
    12. siswa lebbih dapat berkreasi,
    13. hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik,
    14. siswa lebih bertanggung jawab.
    dri semua kelebihan atau keunggulan yang ada akan dapat diketahui hasilnya ketikan penggunaan strategi dan metode yang benar dan juga tetpat sasaran dan sesui dengan ruang dan waktu utnuk diberikan kepada murid, karena tidak semua materi mata pelajaran dapat diterapkan menggunakan pendektan scientifik itu sendiri sehingga butuh untuk konsep dan strategi yang lain juga.

    ReplyDelete
  189. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    dari kelebihan pendekatan yang begitu bagusnya tappi juga diperoleh dari lampauan mengahadapi kesulitan yang ada. beberapa sekkolah di daerah merasa kesulitan menggunakan pendekatan yang dianjurkan oleh pemerintah karena memang kurangnya media pembelajaran yang ada disekolah, sehingga untuk dituntut untuk menjadikan siswa menemukan sendiri dengan edia yang diberikan akan jauh lebih sulit daripada sekolah yang berada di kabupaten atau kota minimal yang media yang sudah mulai cukup untuk menunjang pendekatan yang ad, sehingga ketika ada sekolah didaerah yang menggunakan pendektan yang dianjurkan terkadang pembelajaran didalamnya menggunakan apa yang ada dan juga terkdang gurunya tetap menggunakan metode ceramah untuk mengajari siswa.karena media pembelajaran juga harus dipikirkan untuk menunjang pendidikan yang baik pula.

    ReplyDelete
  190. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    pendekatan scientifik yang digunakan akan jauh lebih baik lagi jika guru dan murid sudah terbiasa dengan pembelajajran yang digunakan, dan juga guru lebih mencari dan belajar cara penggunaan pendekatan scientifik ini dengan baik, karena ilmu yang sudah dipahami sebelumnya akan jauh lebih mudah disampaikan ke orang lain dari pada kita menerka -nerka pemahaman yang digunakan oleh pendektan yang digunakan.

    terimakasih

    ReplyDelete
  191. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    pendekatan scientifik yang digunakan akan jauh lebih baik lagi jika guru dan murid sudah terbiasa dengan pembelajajran yang digunakan, dan juga guru lebih mencari dan belajar cara penggunaan pendekatan scientifik ini dengan baik, karena ilmu yang sudah dipahami sebelumnya akan jauh lebih mudah disampaikan ke orang lain dari pada kita menerka -nerka pemahaman yang digunakan oleh pendektan yang digunakan.

    terimakasih

    ReplyDelete
  192. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika A 2013

    dari kelebihan pendekatan yang begitu bagusnya tappi juga diperoleh dari lampauan mengahadapi kesulitan yang ada. beberapa sekkolah di daerah merasa kesulitan menggunakan pendekatan yang dianjurkan oleh pemerintah karena memang kurangnya media pembelajaran yang ada disekolah, sehingga untuk dituntut untuk menjadikan siswa menemukan sendiri dengan edia yang diberikan akan jauh lebih sulit daripada sekolah yang berada di kabupaten atau kota minimal yang media yang sudah mulai cukup untuk menunjang pendekatan yang ad, sehingga ketika ada sekolah didaerah yang menggunakan pendektan yang dianjurkan terkadang pembelajaran didalamnya menggunakan apa yang ada dan juga terkdang gurunya tetap menggunakan metode ceramah untuk mengajari siswa.karena media pembelajaran juga harus dipikirkan untuk menunjang pendidikan yang baik pula.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id