Nov 9, 2015

PERADABAN DUNIA

PERADABAN DUNIA
(BELAJAR PERAN DAN FUNGSI DARI FILSAFAT)
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu pertemuan kedelapan,
Kamis, 05 November 2015
Direfleksikan oleh
Vivi Nurvitasari, 15701251012,
S2 Prodi PEP Kelas B Universitas Negeri Yogyakarta
Diperbaiki oleh
Marsigit


Bismillahirahmanirrahim
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Petemuan kuliah Filsafat Ilmu yang dilaksanakan pada tanggal 05 November 2015 jam 07.30 sampai dengan 09.10 diruang 306A gedung lama Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Prodi Pendidikan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan kelas B dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A. Sistem perkuliahan pada minggu ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya karena pada pertemuan kali ini Pak Marsigit memberikan penjelasan tentang “Peran dan Fungsi Filsafat dari Awal Zaman sampai Akhir Zaman”.

Berikut adalah hasil refleksi dari materi yang telah disampaikan oleh Pak Marsigit pada pertemuan ke delapan :

Obyek filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada, yang mempunyai sifat bermilyar-milyar pangkat bermilyar pun belum cukup untuk menyebutkannya karena sifat itu berstruktur dan berdimensi. Misalnya saja warna hitam mempunyai semilyar sifat hitam, yaitu hitam nomor 1 ini, hitam nomor 2 itu, dst. Maka manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna, oleh karena itu manusia tidak mampu memikirkan semua sifat dan hanya bisa  memikirkan sebagian sifat saja, sebagian sifat yang dipikirkan saja sehingga bersifat reduksi yaitu untuk tujuan tertentu, tujuannya ialah membangun dunia, dunia pengetahuan. Jadi yang direduksi, yang dipilih adalah sifat dari obyek filsafat itu yang bersifat tetap dan berubah.  Kalau hanya berubah itu hanya separuhnya dunia, separuhnya lagi bersifat tetap, buktinya sejak lahir sampai sekarang sampai mati pun manusia tetap ciptaan Tuhan.

Dunia jika hanya thesis saja baru separuhnya dunia dan itu tidak sehat dan juga tidak harmonis. Supaya sehat dan harmonis adanya interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Misalkan saja namanya Pak Marsigit, walapun ada tambahan Prof.; Dr.; M.A tetap saja namanya Pak Marsigit. Maka  sebenar-benar hidup adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Yang tetap itu tokohnya Permenides. Yang berubah itu tokohnya Heraclitus. Yang tetap itu bersifat idealis, dan yang berubah itu bersifat realis. Yang ideal tokohnya Plato. Yang realis tokohnya Aristoteles. Tetap-ideal itu ternyata salah satu sifat dari pikiran, sedangkan berubah-realis ternyata salah satu sifat dari pengalaman. Pikiran menghasilkan aksioma, pengalaman menghasilkan kenyataan.

Benarnya yang tetap, benarnya yang ideal, benarnya aksioma itu konsisten atau koheren, sedangkan benarnya yang berubah, benarnya kenyataan, benarnya pengalaman itu adalah korespodensi. Yang konsisten atau koheren tersebut merupakan matematika sebagai ilmu untuk orang dewasa sedangkan yang korespodensi adalah matematika untuk anak-anak yaitu matematika berupa aktivitas. Yang konsisten atau koheren tersebut bila dinaikkan menjadi transendentalisme, dinaikkan lagi menjadi spiritual dan semakin ke atas menjadi kebenaran tunggal yaitu mono dan menjadi aliran monisme. Sedangkan korespodensi bila diturunkan menjadi plural atau dualis yang menjadi dualisme.

Selagi kita itu berada di duniamaka kita masih mempunyai sifat yang plural, jangankan mahasiswa UNY, sedangkan diriku sendiri bersifat plural, karena bersifat plural maka pada yang tetap itu bersifat konsisten atau identitas yaitu A=A. A=A hanya terjadi dipikiran, maka matematika yang tertulis dibuku itu hanya matematika untuk orang dewasa, hanya benar ketika masih didalam pikiran, tapi ketika ditulis bisa saja salah. Sedangkan yang berubah itu bersifat kontradiksi yaitu A≠A, karena A yang pertama tidak sama dengan A yang kedua. Maka yang bersifat identitas itu tidak terikat oleh ruang dan waktu sedangkan yang bersifat kontradiksi itu terikat oleh ruang dan waktu. Yang bersifat tetap dan identitas itu dikembangkan dan dipertajam dengan logika yang tokohnya adalah Sir Bentrand Russel, maka lahirlah aliran Logisism. Ilmu yang  bersifat formal dan lahirlah aliran Formalism, tokohnya Hilbert.

Jadi yang ada dan yang mungkin ada itu bisa saja sembarang benda. Kemudian dari adanya logika dari objek filsafat yang bersifat tetap, maka pera rasio menadi sangat penting, kemudian lahirlah aliran Rasionalisme tokohnya Rene Decartes. Sedangkan dalam objek filsafat yang bersifat berubah, sebagian besar terjadi pada pengalaman; maka lahirlah empirisme tokohnya David Hume yang menuju pada sekitar abad 15. Yang tetap itu kebenarannya bersifat absolut maka lahirlah Absolutisme, sedangkan yang berubah itu bersifat relatif, lahirlah aliran relatifisme. Jadi aliran filsafat itu tergantung pada obyeknya, dan ini terjadi pada diri kita masing-masing secara mikro, dan ketika kita membaca atau mempelajari buku, misalnya buku tentang Rene Decartes itu berarti makronya. Jadi hidup itu adalah interaksi antara mikro dan makro.

Yang namanya logika, pikiran itu konsisten didalam filsafat disebut analitik. Analitik berarti yang penting konsisten dalam satu hal menuju ke hal yang lain. Sehingga yang disebut analitik dan konsisten tersebut membutuhkan aturan atau postulat. Untuk yang mempunyai aksioma atau yang mempunyai postulat adalah subyeknya atau dewanya, misalnya seorang kakak membuat aturan untuk adiknya, ketua membuat aturan pada anggotanya, dosen membuat aturan untuk mahasiswanya. Sedangkan yang di bawah atau yang berubah itu bersifat sintetik punya sebab dan akibat. Yang diatas yang bersifat tetap atau konsisten itu bersifat analititk, dan juga bersifat a priori yaitu bisa dipikirkan walaupun belum melihat bendanya.

Yang dibawah berupa pengalaman itu adalah a posteriori, contohnya dokter hewan yang harus memegang sapi untuk bisa mengetahui mengetahui penyakit yang diderita si sapi tersebut, jadi a posteriori itu adalah paham setelah melihat bendanya. Sedangkan a priori, misalnya dokter yang membuka prakter pengobatan lewat radio, ketika menangani pasien, dokter tersebut mendengarkan keluhan-keluhan dari si pasien lewat radio, hanya dengan mendengarkan tanpa melihat, dokter tersebut sudah bisa membuat resep yang didasari oleh konsistensi antara teori satu dengan teori yang lain.

Maka Immanuel Kant mencoba mendamaikan perdebatan yang terjadi antara empirisme dan rasinalisme. Descartes dan pengikutnya berkata tiadalah ilmu jika tanpa pikiran, sedangkan David Hume berkata tiadalah ilmu jika tidak berdasarkan pengalaman. Lalu Immanuel Kant mengatakan bahwa antara Descartes dan David Hume itu keduanya benar dan juga keduanya salah. Dalam apa yang disebutkan oleh David Hume terdiri unsur kesombongan karena mendewa-dewakan pengalaman. Sedangkan dalam apa yang dikatakan Descartes itu terdapat kelemahan yaitu terlalu mendewa-dewakan pikiran dan mengabaikan pengalaman. Maka unsur daripada pikiran adalah analitik a priori, dan unsur daripada pengalaman adalah sintetik a posteriori. Ambil sintetiknya, ambil a priorinya, maka sebenar-benarnya ilmu itu bersifat sintetik a priori, ya dipikirkan dan juga dicoba.

Jadi jika analitik a priori itu dunianya orang dewasa atau dunianya dewa, sedangkan sintetik a posteriori itu adalah dunianya anak-anak. Maka Dewa itu mengetahui banyak hal tentang anak-anak, dan anak-anak hanya mengetahui sedikit tentang Dewa. Jadi mendidik anak itu harus bisa melepaskan ke Dewaan nya, karena kalau tidak dilepaskan baju Dewanya, itu akan menakut-nakuti anak tersebut. Dewa jika turun ke bumi akan menjelma menjadi manusia biasa. Guru digambarkan seorang Dewa yang turun ke bumi menjelma menjadi manusia biasa, itulah gambarannya seorang guru.

Jika kita sebagai guru SD maka pikiran kita juga harus menjelma menjadi pikiran anak-anak, kalau tidak maka gambarannya akan seperti gunung meletus yang mengeluarkan lava, yang tinggal dilembah gunung itu adalah anak-anak, sedangkan guru atau orang dewasa itu bagaikan lava yang turun dari atas dan panasnya bukan main. Maka ketika mengajarkan matematika pada anak itu berikan contohnya, karena definisi bagi anak kecil itu berupa contoh, sedangkan matematika bagi orang dewasa itu adalah definisi, teorema dan  bukti.

Akhirnya filsafat dalam perjalanannya seperti yang disebutkan diatas, maka lahirlah dalam sifat yang tetap dan konsisten itu berupa ilmu-ilmu dasar dan murni, sedangkan dalam sifat yang berubah itu berupa sosial, budaya, ilmu humaniora. Maka sampai disitulah bertemu yang namanya bendungan Compte. Dari sinilah SEGALA MACAM PERSOALAN DUNIA sekarang ini muncul, yaitu dengan munculnya Fenomena Compte sekitar 2(dua) abad yang lalu. Fenomena Compte ditandai dengan lahirnya pemikiran August Compte seorang mahasiswa teknik (drop out) tapi pikirannya berisi tentang filsafat.

Compte berpendapat bahwa agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Maka diatasnya agama atau spiritual itu adalah filsafat, dan diatasnya filsafat itu ada metode Positive atau saintifik. Positive atau saintifik itulah yang digunakan untuk membangun dunia, maka lahirlah aliran positifisme. Jadi di Indonesia Kurikulum 2013 dengan metode Saintifiknya itu asal mulanya dari pikiran Compte yang berupa positivisme tadi. Jadi metode saintifik dalam kurikulum itu adalah ketidakberdayaan Indonesia bergaul dengan Power Now. Sumber persoalan/permasalahan segala macam kehidupan manusia di dunia sekarang ini adalah berawal mula dari dimarginalkannya Agama oleh Auguste Compte yang dianggap tidak mampu digunakan sebagai pijakan untuk membangun Dunia. Itulah sebenar-benar yang disebut sebagai Fenomena Compte.


Dari kesemua aspek Fenomena Compte, yang didukung oleh ilmu dasar sehingga menghasilkan teknologi, sehingga menjadi paradigma alternatif, kenapa? Fenomena Compte dengan didukung dengan pengembangan Ilmu-ilmu dasar dan teknologi, telah menghasilkan Peradaban Barat dengan era industrialisasinya. Hingga jaman sekarang kontemporer, dunia dikuasai oleh segala aspek industrialisasi dan teknologi. Itulah-sebenar-benar fenomena Kontemporer atau Power Now yang mengusasi setap jengkal dan setiap desah napas kehidupan kita tanpa kecuali di seluruh dunia mulai dari anak-anak, orang dewasa, laki-perempuan, …dst. Dunia Timur yang lebih mengandalkan metode Humaniora, ditengah pergulatan dari dalam dirinya sendiri, TIDAK MENYADARI BAHWA FENOMENA COMPTE TELAH MENJELMA MENJADI POWER NOW, yang disokong pilar-pilar Kapitalisme, Liberalisme, Hedonisme, Pragmatisme, Materialisme, Utilitarianisme, …dst.

Sementara itu Indonesia, di mana letak geografis dan perikehidupan berbangsa dan bermasyarakat berasal dari Dunia Timur yang lebih mengedepankan aspek-aspek humaniora dengan Strukturnya Dunia Timur yang terdiri dari/dimulai dari Material paling bawah, Formal di atasnya, Normatif diatasnya lagi, dan  Spiritual yang menjiwai, mendasari dan melingkupi seluruhnya. Itu merupakan cita-cita Indonesia sesuai dengan dasar negaranya yaitu Pancasila, dimana Pancasila itu filsafat negara yg bersifat Monodualis, mono karena Esa Tuhannya, dualis yaitu aku dengan masyarakatku, jadi vertikal dan horisontal, itulah cita-cita kita semua sebagai warga negara Indonesia. Dalam perjuangan membangun struktur kehidupan Indonesia yang demikian tadi, ternyata kita menjumpai fenomena ontologis yaitu Fenomena Compte.

Secara filsafat, Fenomena Compte dapat dipahamai dari 2(dua) sisi, yaitu secara macro dan micro. Secara macro, Fenomena Compte sesuai dengan yang ditulis oleh Auguste Compte dalam bukunya POSITIVESME. Secara micro, maka setiap hari kita sendiri-sendiri atau bersama-sama atau secara kelembagaan/negara selalu mengalami Fenomena Compte. Contoh micronya adalah jika seseorang memutuskan untuk membeli produk baru, misal Hand Phone canggih, tetapi kemudian timbul masalah dalam dirinya, atau keluarganya, atau mungkin keluarganya menjadi berantakan gara-gara produk baru, maka itulah yang disebut sebagai micronya Fenomena Compte. Seorang mahasiswa yang membeli komputer baru sehingga melupakan kewajiban ibadah Shalatnya maka dia sudah terkena Fenomena Compte.


Maka kita belajar filsafat itu bagaikan seekor ikan dilaut yang airnya terkena polusi berupa kontemporer (kekinian). Pada jaman Kontemporer ini sudah banyak ikan-ikan kecil di laut yang mati terkena limbahnya kehidupan Power Now. Banyak juga makhluk hidup yang mengalami perubahan genetika/mutasi gen, misal TKI muda yang pergi ke Luar Negeri, setelah kembali dia sudah berubah semuanya, dunia dan akhiratnya. Itulah salah satu dampak mikro fenomena Compte.

Belajar Filsafat bukanlah sembarang manusia yang mampu menjalaninya. Ibarat kita ini adalah ikan kecil di lautan, maka belaar filsafat bukanlah sembarang ikan. Tetapi adalah ikan yang mempunyai kesadaran kosmis dan kesadaran kosmos. Kita yang belajar filsafat untuk mengatahui struktur dunia dapat diibaratkan sebagai seorang Bima yang mencari Wahyu atau Banyu Penguripan Perwitasari di dasar samudra. Sang Bima dengan bersikap mengalir dengan kesadaran hidup baik buruk, ditipu dan difitnah, tetapi didasari aspek Fatal dengan berserah diri pada Yang Kuasa, akhirnya dapat bertemu Dewa Ruci sang Dewa dasar laut sebagai representasi Dewa atau yang Kuasa, untuk memberikan wahyu atau pencerahan atau ilmu. Sebagai mahasiswa, ilmu yang engkau dapat dari P Marsigit dan juga dengan cara membaca Elegi-elegi kejadiannya mirip dengan sang Bima menemupakan air kehidupan. Engkau akan mengerti setiap aliran air jernih atau air limbahnya Kapitalisme mulai dari hulu sampai ke hilirnya.

Untukmendapatkan sebenar-benar ilmu (wahyu) maka seseorang (Bima, Arjuna dan engkau si subjek belajar filsafat) harus mampu menatasi segala kontradiksi sesuai dengan batasan0batasannya. Jadi apakah anda paham apa itu kontradiksi? Karena sebenar-benarnya hidup ini adalah kontradiksi. Kontradiksi yang nyata dan yang kasat mata adalah ketika orang terjun ke air, muncul di atas sudah terlentang, maka berfilsafat itu mencari pengetahuan sehingga ketika terjun ke dalam air bisa muncul lagi dengan selamat. Jadi berfilsafat itu mencari alat untuk memilah-milah antara limbah kapitalisme, limbah liberalisme, limbahnya materialisme, dst. Jadi filsafat itu ada didalam diri kita semuanya. Maka adanya interaksi antara makro dan mikro. Jadi itulah gambarannya untuk mahasiswa sebagai bekal ketika membaca elegi-elegi dalam blog Pak Marsigit.

Setiap hari Indonesia tidak bisa berdiri tegak karena digempur oleh berbagai macam peristiwa Power Now yang berupa teknologi, pendidikannya, serta politiknya. Sehingga Indonesia selalu menjadi negara yang lemah dan tidak mempunyai jati diri, kenapa bisa begitu? Hal ini salah satunya dikarenakan Indonesia dalam sejarahnya belum mempunyai Pemimpin yang berkarakter dan berwawasan ke depan (400 tahun misalnya. Indonesia dalam kancah pergaulan dunia, seperti seekor anak ayam yang kelaparan di dalam lumbungnya sendiri. Bergaul dengan dunia kontemporer dewasa ini tidaklah mudah dan tidaklah murah. Agar si anak ayam Indonesia tidak dipatuk oleh si Rajawali Power Now maka Indonesia harus mau dan mampu memberikan konsensi berupa Investasi atau mengikuti aturan, ketentuan, bahkan paradigma (misal Saintifik).

Sehingga Indonesia telah menjadi obyek dari dunia Power Now, maka begini salah begitu salah, serba salah. Itulah kita bangsa yang lemah, para pemikirnya juga menjadi pemikir yang lemah, sehingga metode Saintifiknya juga menjadi tidak berkarakter, karena dalam setiap metode saintifik di dunia aslinya terdapat langkah yaitu Hipotesis. Tetapi di dalam Kurikulum 2013 tidak ada dan diganti dengan Menanya. Menanya apa, menanya untuk apa? Sebetulnya adalah untuk membuat Hipotesis sementara. Tetapi mendengan kata-kata Hipotesis tentu semua orang, guru dan murid akan ketakutan. Binatang macam apa Hipotesis itu. Padahal di Australia, Hipotesis itu sudah ada di Sekolah Dasar. Hipotesis itu sederhanay hanya “pendapat sementara”, boleh benar, boleh salah. Untuk membuktika benar salahnya itulah maka diperlukan Percobaan. Sangat sederhana.

Metode saintifik itu hanya salah satu aspek dari ilmu humaniora, sepertiganya daripada hermeneutika. Jika Kurikulum 2013 akan mengangkat metode Saintifik sebagai slogan atau tema universal, maka akan terjadi ketimpangan. Tidaklah mungkin bagian dapat mengatasi/melingkupi keseluruhannya. Saintifik adalah bagian dari Humaniora. Humaniora manusia dikembangan dengan metode sunatullah (terjemah dan diterjemahkan) dan lahirlah metode Hermenitika.

Dalam Hermeneutika terdapat 3(tiga) komponen dasar utama yaitu metode menajam, metode mendatar dan metode mengembang dalam titik ada 3 elemen. Elemen menejam atau menukik yang artinya mendalami secara intensif dengan memakai metode  saintifk. Metode mendatar itu artinya membudayakan (istiqomah/sustain). Metode mengembang yang artinya membangun dunia (constructive).  Membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus. Maka mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca. Ikan ya ikan tetapi alangkah baiknya ikan itu mengetahui jenis-jenis dari air agar bisa mencari air yang bersih, karena itu bukan untuk kepentingan ikan itu sendiri, karena nantinya ikan itu akan bertelur sehingga menyelamatkan generasi yang akan datang atau keturunan kita nantinya. Jika engkau paham dan sadar mudah-mudahan keturunanmu juga nantinya akan mengerti dan sadar, juga orang didekatmu, keluargamu termasuk murid-muridmu. Amin.


Alhamdulillahirrobbil’alamin.

196 comments:

  1. Arif Dwihantoro
    13301244012/P.Mat C

    Memaknai kekonsistenan dalam filsafat ini dapat kita samakan dengan kehidupan dimana manusia harus selalu konsisten dengan apa yang dia pelajari untuk bisa membawa dia mempunyai pegangan atau pengetahuan yang dikuasai dan pengetahuan itu menjadi sebuah ideologi dan aliran tertentu untuk manusia tersebut mengajarkanya pada orang lain. Disinilah kekonsistenan tujuan diperlukan dari pengalaman-pengalaman dan proses yang telah dialami.

    ReplyDelete
  2. Arif Dwihantoro
    13301244012/P.Mat C

    Sintetik a posteriori itu adalah dunianya anak-anak. Saya tertarik isitilah sintetik a posteriori, istilah ini mengingatkan bahwa seorang guru memang benar dalam mengajar harus menyesuaikan dengan kondisi siswanya. Ya, ketika mengajar pada tataran SD guru harus menyesuaikan dengan pemikiran anak yang memang pada tataran usia tersebut agar anak juga tertarik dalam pembelajaran. begitu pula pada saat SMP, SMA guru harus bisa menyesuaikan dengan kondisi anak pada tataran tersebut. Dan dari sini saya mendapatkan kesimpulan yaitu didiklah seseorang sesuai dengan masanya.

    ReplyDelete
  3. Arif Dwihantoro
    13301244012/ P.Mat C

    Dari fenomena Compte yang dijelaskan diatas, menurut saya dapat diketahui bahwa adanya kurikulum 2013 itu juga dipengaruhi oleh perkembangan ilmu filsafat didalamnya. Namun, dalam perjalananya baik tidaknya itu tergantung dari DEWA atau yang dalam hal ini pemerintah yang mengatur dan juga yang diatur dan yang menjalankan kurikulum 2013 tersebut.

    ReplyDelete
  4. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Compte mengatakan “agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis”, Compte memarginalkan agama dan mengganggap agama tidak mampu menjadi dasar untuk membangun dunia. Inilah yang menjadi sumber permasalahan manusia di dunia yang dikenal dengan fenomena Compte. Kehadiran fenomena Compte membuat dampak mikro dan makro yang dapat menjerumuskan manusia pada pikiran yang keliru dan akan tereliminasi oleh kehadiran para power now, karena itu diharapkan dalam berfilsafat adanya kesadaran dalam diri manusia bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki pikiran berbatas dan pula harus bersifat fatal atau berserah penuh pada Tuhan agar manusia dijauhi dari pikiran yang sesat

    ReplyDelete
  5. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Entah apa yang ada dipikiran saya ketika membaca postingan ini. Agak terkejut dengan penyataan Compte yang berbunyi:

    “Compte berpendapat bahwa agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Maka diatasnya agama atau spiritual itu adalah filsafat, dan diatasnya filsafat itu ada metode Positive atau saintifik. Positive atau saintifik itulah yang digunakan untuk membangun dunia, maka lahirlah aliran positifisme”.

    Menurut saya, sebagai seorang manusia sudah selayaknya menjadikan pemikiran dasar dalam beragama menjadi kepemimpinan berpikir kita. Begitupun dengan islam, kaum muslim sudah seharusnya menjadikan akidah islam sebagai kepemimpinan berpikir kita, sehingga ketika membaca postingan ini kita tetap bisa mem-filter hal ini, dan bisa menyampaikan kepada masyarakat ttg kekeliruannya.

    Agama islam tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi sekaligus ideologi yang memiliki aturan hidup yang lengkap. Suatu negara bisa bangkit dengan berdasar kepada Ideologi tertentu. Namun, seharusnya kebangkitan tsb berdasar kepada ideologi yang benar yang berasal dari sang khalik (islam). Maka, sudah selayaknya menjadikan islam sebagai jalan hidup dalam kegiatan indivisu, masyarakat, dan negara.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.





    ReplyDelete
  6. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Objek filsafat itu adalah yang ada atau yag mungkin ada, seperti halnya 3+6 =9, 12-3 =9 , 5+4=9 begitu seterusnya untuk menunjukkan hasilnya adalah 9, ada bermacam macam cara angka dan operasi yang dilakukan. Manusia yang tidak sempurna tidak akan bisa menyebutkan semuanya dan hanya bisa menyebutkan sebagian hal saja, sehingga seperti yang terdapat pada postingn ini yaitu bersifat reduksi yaitu untuk tujuan tertentu, tujuannya ialah membangun dunia, dunia pengetahuan.

    ReplyDelete
  7. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    a priori yaitu bisa dipikirkan walaupun belum melihat bendanya. Seperti halnya mendengarkan orang lain berkomunikasi dengan handphone, kita mengetahui nama, tempat kerja, dan identitas lainnya dan bisa memikirkannya walaupun belum melihat secara langsung dengan orang tersebut

    ReplyDelete
  8. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Yang dibawah berupa pengalaman itu adalah a posteriori, seperti halnya seorang pelukis yang ingin melukis wajah seorang artis, maka dia harus melihat artis tersebut terlebih dahulu

    ReplyDelete
  9. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Kita yang belajar filsafat untuk mengatahui struktur dunia dapat diibaratkan sebagai seorang murid yang diberikan tugas untuk berkelana mencari kitab suci di ujung bumi, jika hanya diam murid tidak akan mendapatkan kitab suci tersebut, maka murid tersebut harus bergerak, entah apapun rintangan dan halangan dan jika berpegang teguh dengan apa yang diajarkan gurunya, kitab suci akan didapatkan oleh murid tersebut.

    ReplyDelete
  10. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Dan kita sebagai mahasiswa janganlah menunggu dan menunggu namun terus bergerak dan aktif mencari ilmu. Membaca buku, mencari referensi di internet, dll untuk mengembangkan hal yang ada pada diri kita agar tidak terbawa arus dan terombang ambing dengan arus arus negatif masa kini.

    ReplyDelete
  11. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    "Sumber persoalan/permasalahan segala macam kehidupan manusia di dunia sekarang ini adalah berawal mula dari dimarginalkannya Agama oleh Auguste Compte yang dianggap tidak mampu digunakan sebagai pijakan untuk membangun Dunia. Itulah sebenar-benar yang disebut sebagai Fenomena Compte."

    Islam merupakan agama yang berlaku untuk semua masa, sepanjang masa. Membangun dunia tanpa ada agama akan menghasilkan kehidupan dunia yang tidak beradab. Agama adalah pembatas, penyelamat, penentu kedudukan umat manusia yang sebenarnya dimuka bumi sehingga apa yang disebut fenomena Compte benar-benar akan terjadi jika kita melupakan agama.

    ReplyDelete
  12. Endah Kusrini
    13301241075
    Pend. Matematika I 2013

    Menjadi guru memang tidak semata-mata hanya tentang bagaimana mengajarkan ilmu kepada para siswanya.Menjadi guru untuk anak-anak tentu akan sangat berbeda dengan menjadi guru untuk orang dewasa. Sehingga sangat penting bagi seorang guru untuk mengetahui karakteristik siswa sehingga dapat menjadi fasilitator terbaik bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  13. Endah Kusrini
    13301241075
    Pend. Matematika I 2013

    "Membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus. Maka mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca. Ikan ya ikan tetapi alangkah baiknya ikan itu mengetahui jenis-jenis dari air agar bisa mencari air yang bersih, karena itu bukan untuk kepentingan ikan itu sendiri, karena nantinya ikan itu akan bertelur sehingga menyelamatkan generasi yang akan datang atau keturunan kita nantinya. "

    Sebagai seorang manusia kita diwajibkan untuk senantiasa belajar. Belajar apa pun, dimana pun, dan kapan pun. Terlebih sebagai seorang guru, pendidik generasi penerus bangsa, harus membekali diri sebaik mungkin agar dapat memfasilitasi dan menghantarkan para siswa menuju kesuksesan mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  14. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Manusia hidup di dunia tidak dapat lepas dari berbagai permasalahan dan persoalan. Auguste Compte berpendapat bahwa agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama bersifat irrasional dan tidak logis. Pemikiran Auguste Compte ini memberikan dampak berupa Fenomena Compte yang dapat dirasakan hingga saat ini. Berbeda dengan pemikiran Auguste Compte, menurut saya segala persoalan yang dihadapi manusia saat ini dapat diselesaikan dengan dasar Agama yang digunakan sebagai pijakan dalam bersikap karena Agama merupakan sumber kebaikan.

    ReplyDelete
  15. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Memang benar bahwa sebaaik-baiknya orang yang berilmu adalah dia yang dapat menempatkan diri sesuai de ngan ruang dan waktu, artinya adalah apabila kita menjadi seorang guru SMP maka kendalikan emosi dan sesuaikan pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan anak SMP. Hal tersebut akan membuat guru menjadi dekat dengan siswa, selain itu siswa akan mudah menerima materi pelajaran karena merasa bahwa materi yang disampaikan dekat dengan pola pemikiran anak SMP.

    ReplyDelete
  16. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Pada langkah kegiatan Menanya yang ada di Kurtilas kenyataannya memang sulit dalam mengarahkannya. Terutama untuk para siswa, kebanyakan dari siswa hanya bertanya mengenai hal-hal yang secara eksplisit ada di kegiatan mengamati bukan mengarah kepada materi pembelajaran. Jika memang kegiatan Menanya pada awalnya adalah hipotesis atau dugaan sementara maka saya sebagai mahasiswa lebih menyetujuinya. Lebih baik kegiatan Hipitesis digantikan dengan kegiatan Ayo Mengungkapkan Pendapat atau apalah yang ringan dalam pola pemikiran anak SMP.

    ReplyDelete
  17. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Pada postingan ini saya merasakan lebih tertarik lagi untuk membaca postingan yang lainnya khususnya pada filsafat untuk pendidikan matematika. Saya berharap pada akhirnya dapat menerapkan filsafat pada mata pelajaran matematika yang akan saya ampu pada suatu saat nanti. Yang nantinya akan berakibat pada ketertarikan siswa terhadap matematika dan perubahan perspektif terhadap mata pelajaran matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  18. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah berpikir tentang pengalaman. sehingga Logika jadi patokan utama dalam kehidupan. pada akhirnya pikiran masing masing individu yang akan menjadi "Dewa Dunia". Sehingga diperlukan adanya Dewa di atas Dewa untuk mengaturnya. Diharapkan Raja para Dewa ini dapat memahami keperluan dan kemampuan hamba hamba di bawahnya

    ReplyDelete
  19. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    Pendidikan Matematika I 2013

    Membaca merupakan kunci dasar, yang utama dan pertama dalam belajar filsafat. Kita membaca berarti mengambil ilmu, pengalaman, pemikiran yang dituliskan orang lain. Ketika kita membaca, ruang pikiran terbuka. Begitu pula filsafat yang tidak bisa diartikan sebagai satu makna yang utuh. Satu kata bisa berarti milyaran makna. Maka dengan membaca berarti wawasan kita bertambah luas.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jika kita berbicara tentang filsafat maka tidak akan ada habisnya, karena cakupan filsafat itu sangatlah luas. Manusia tidak dapat memikirkan filsafat secara keseluruhan, karena manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna, sehingga manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja tentang filsafat. Oleh sebab itu, sebagai manusia kita tidak boleh sombong dan merasa paling sempurna, karena tidak ada manusia yang sempurna dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seseorang yang mempelajari filsafat harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan ciptaan-Nya. Jangan sampai kita terpengaruh oleh Compte yang berpendapat bahwa agama saja tidak cukup untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Maka Compte menyatakan bahwa diatasnya agama atau spiritual itu adalah filsafat, dan diatasnya filsafat itu ada metode Positive atau saintifik. Positive atau saintifik itulah yang menurut Compte digunakan untuk membangun dunia.

    ReplyDelete
  23. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan kalimat “Ikan ya ikan tetapi alangkah baiknya ikan itu mengetahui jenis-jenis dari air agar bisa mencari air yang bersih, karena itu bukan untuk kepentingan ikan itu sendiri, karena nantinya ikan itu akan bertelur sehingga menyelamatkan generasi yang akan datang atau keturunan kita nantinya”. Sama seperti manusia, jangan sampai terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik karena hal itu akan mempengaruhi keturunannya.

    ReplyDelete
  24. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Prof. Marsigit yang telah memposting artikel Peradaban Dunia yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran. Ketika membaca artikel diatas saya tertarik dengan pernyataan " A=A. A=A hanya terjadi dipikiran, sedangkan yang berubah itu A≠A,". Sebagai contohnya sesuatu yang kita pikirkan ketika isi dalam pikiran kita coba ungkapkan dengan kalimat atau tulisan maka daat diartikan lain oleh orang lain sehingga tidak sesuai dngan awal pikiran penulis karena penyampaian tersebut terikat ruang dan waktu yang berbeda. Sehingga timbullah kesalahahaman antar manusia.

    ReplyDelete
  25. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013


    Dalam postingan diatas terdapat kalaimat-kalimat berikut : "Belajar Filsafat bukanlah sembarang manusia yang mampu menjalaninya. Ibarat kita ini adalah ikan kecil di lautan, maka belaar filsafat bukanlah sembarang ikan. Tetapi adalah ikan yang mempunyai kesadaran kosmis dan kesadaran kosmos. Kita yang belajar filsafat untuk mengatahui struktur dunia dapat diibaratkan sebagai seorang Bima yang mencari Wahyu". Sehingga saya ucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Yogyakarta dan Prof. Marsigit yang telah memberikan fasilitas untuk mempelajari filsafat sehingga saya dapat belajar untuk mengetahui strktur dunia.

    ReplyDelete
  26. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    Pendidikan Matematika A / S2

    Dari refleksi di atas cukup lengkap dijelaskan mengenai filsafat sebagai olah pikir yang berhermenitika (saling menerjemahkan) selama kita menjalani hidup di dunia ini. Mulai dari obyek filsafat yang ada dan yang mungkin ada, sifat filsafat, pendekatannya, dst. Maka filsafat perlu dipelajari sebagai pedoman dalam memikirkan, merencanakan dan melaksanakan kehidupan yang tentu disesuaikan dengan pengetahuan, nilai spiritual dan moral yang berlaku.

    ReplyDelete
  27. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Obyek filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada, yang mempunyai sifat bermilyar-milyar pangkat bermilyar pun belum cukup untuk menyebutkannya karena sifat itu berstruktur dan berdimensi. Misalnya saja warna hitam mempunyai semilyar sifat hitam, yaitu hitam nomor 1 ini, hitam nomor 2 itu, dst. Maka manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna, oleh karena itu manusia tidak mampu memikirkan semua sifat dan hanya bisa memikirkan sebagian sifat saja.

    ReplyDelete
  28. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Belajar filsafat pun harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan ciptaan-Nya. Jangan sampai kita terpengaruh oleh Compte yang berpendapat bahwa agama saja tidak cukup untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Maka Compte menyatakan bahwa diatasnya agama atau spiritual itu adalah filsafat, dan diatasnya filsafat itu ada metode Positive atau saintifik. Positive atau saintifik itulah yang menurut Compte digunakan untuk membangun dunia.

    ReplyDelete
  29. Defy Kusumaningrum
    13301241022 / P.Mat A 2013

    Setiap peradaban memiliki masanya. Di Indonesia sendiri pernah berjaya kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Mataram, dsb. Dan menurut elegi ini sekarang ini tibalah masa bagi positivisme, fenomena compte menguasai dunia. Positivisme diperkenalkan oleh Auguste Comte (1857). Menurut August Compte agama itu tidak logis, dan tidak bisa untuk membangun dunia. Diatas agama August Compte menempatkan Filsafat dan diatasnya lagi saintifik.

    ReplyDelete
  30. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jika kita berbicara tentang filsafat maka tidak akan ada habisnya, karena cakupan filsafat itu sangatlah luas. Manusia tidak dapat memikirkan filsafat secara keseluruhan, karena manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna, sehingga manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja tentang filsafat. Oleh sebab itu, sebagai manusia kita tidak boleh sombong dan merasa paling sempurna, karena tidak ada manusia yang sempurna dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  31. Hermadeta Widya Septiani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241040

    Saya tertarik dengan kaliamat “manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna” karena manusia walaupun diciptakan sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna ia pun juga tetap tidak sempurna. Karena suatu kepastian yang bersifat pasti adalah sebagian dari kehidupan dan sisanya adalah suatu hal yang tidak pasti. Sehingga suatu hal yang pasti adalah suatu hal yang tidak pasti. Tetap-ideal itu ternyata salah satu sifat dari pikiran, sedangkan berubah-realis ternyata salah satu sifat dari pengalaman.

    ReplyDelete
  32. Hermadeta Widya Septiani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241040

    Saya memahami bahwa selama kita masih hidup di dunia kita masih bersifat plural. Karena ada hal yang konsisten dan kontrakdiksi dalam kehidupan ini. Bisa jadi ketika A=A berupa suatu identitas, namun pada kondisi lain A≠A maka hal tersebut merupakan kontradiksi. Cara berpikir orang dewasa dan anak kecil sangatlah berbeda. Terkadang kebenaran ada di saat kita masih berpikir atau ada dalam pikiran kita. Namun, bisa jadi salah ketika kita ucapkan.

    ReplyDelete
  33. Hermadeta Widya Septiani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241040

    Belajar filsafat tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ibarat ikan yang berenang di lautan harus mempunyai kesadaran kosmis dan kesadaran kosmos. Jadi berfilsafat itu mencari alat untuk memilah-milah antara limbah kapitalisme, limbah liberalisme, limbahnya materialisme, dst. Jadi filsafat itu ada didalam diri kita semuanya.

    ReplyDelete
  34. Hermadeta Widya Septiani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241040

    Pada kurikulum 2013 dengan tema besar saintifik mengajak siswa untuk aktif menemukan pengetahuan yang ada dalam alam sekitarnya. Namun, metode saintifik sendiri merupakan salah satu aspek dari ilmu humaniora, sepertiganya daripada hermeneutika. Maka akan terjadi ketimpangan jika menggunakan metode saintifik untuk seluruh mata pelajaran. Karena, mana mungkin yang hanya merupakan aspek atau bagian dapat mencakup seluruh ilmu kehidupan.

    ReplyDelete
  35. Luthfannisa Afif Nabila
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241041
    Dari postingan tersebut saya menjadi tau bahwa ilmu itu ada berdasarkan pikiran dan pengalaman, tidak bisa dikatakan bahwa tiadalah ilmu jika tanpa pikiran atau tiadalah ilmu jika tidak berdasarkan pengalaman. Sehingga ilmu itu bersifat sintetik a priori, ya dipikirkan dan juga dicoba. Perlu diketahui bahwa pikiran itu dunianya orang dewasa dan pengalaman itu dunianya anak-anak sehingga orang dewasa ketika mendidik anak-anak itu juga harus bisa menyesuaikan dengan pikiran dunia anak-anak agar anak-anak itu tidak “bongsor” pemikirannya atau bisa juga dikatakan agar anak itu bepikir sesuai porsi usianya. Contohnya saja misal ketika orang dewasa mengajarkan matematika di SD dengan mengajarkan matematika di perkuliahan itu tentunya berbeda. Ketika mengajarkan matematika di SD, orang dewasa mengajarkan dengan contoh, anak-anak belum mengenal definisi, bagi anak bahwa definisi itu adalah contoh, sedangkan ketika kita mengajarkan matematika di perkuliahan maka kita ajarkan definisi, teorema dan bukti karena cara berpikir orang dewasa sudah matang dan sudah mengenal apa itu definisi.
    Perlu diketahui juga bahwa membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus maka kita sebagai mahasiswa untuk dapat membangun dunia dengan filsafat itu harus banyak membaca.

    ReplyDelete
  36. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    a priori yaitu bisa dipikirkan walaupun belum melihat bendanya. Seperti halnya mendengarkan orang lain berkomunikasi dengan handphone, kita mengetahui nama, tempat kerja, dan identitas lainnya dan bisa memikirkannya walaupun belum melihat secara langsung dengan orang tersebut

    ReplyDelete
  37. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    a posteriori adalah seperti halnya seorang pelukis yang ingin melukis pemandangan, maka dia harus melihat pemandangan tersebut terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  38. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebagai mahasiswa atau siswa kita harusnya mencari ilmu itu kemanapun sejauh apapun. Janganlah menunggu dan menunggu namun terus bergerak dan aktif mencari ilmu. Membaca buku, mencari referensi di internet, dll untuk mengembangkan hal yang ada pada diri kita agar tidak terbawa arus dan terombang ambing dengan arus arus negatif masa kini.

    ReplyDelete
  39. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebagai mahasiswa atau siswa kita harusnya mencari ilmu itu kemanapun sejauh apapun. Janganlah menunggu dan menunggu namun terus bergerak dan aktif mencari ilmu. Membaca buku, mencari referensi di internet, dll untuk mengembangkan hal yang ada pada diri kita agar tidak terbawa arus dan terombang ambing dengan arus arus negatif masa kini.

    ReplyDelete
  40. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    a posteriori adalah seperti halnya seorang pelukis yang ingin melukis pemandangan, maka dia harus melihat pemandangan tersebut terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  41. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Obyek filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Saya sangat setuju dengan pernyataan bahwa "manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna". Manusia memang diciptakan dengan segala keterbatasan dan ketidak sempurnaannya. Dan sebenar-benarnya kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Dari seluruh apa yang dimiliki manusia itu hendaknya manusia harus selalu bersyukur. Terima kasih

    ReplyDelete
  42. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sangat setuju dengan pernyataan "Jika kita sebagai guru SD maka pikiran kita juga harus menjelma menjadi pikiran anak-anak". Sebagai guru kita harus menjadi seperti siswa. Kita harus mengetahui seberapa tingkat ilmu dari siswa. Kalau siswa kita SD berarti kita juga harus tahu sejauh mana pikiran anak SD, begitu pula untuk anak SMP maupun SMA. Dengan guru menjelma menjadi pikiran siswa, maka guru menjadi lebih tahu bagaimana menyampaikan ilmu kepada siswa yang sesuai dengan pikiran mereka. Seperti halnya yang digambarkan oleh gunung meletus yang telah dijelaskan diatas. Dan ketika mengajarkan matematika pada anak itu berikan contohnya dan bukan definisi. Karena pada usia mereka, mereka lebih mudah memahami contoh daripada harus menerjemahkan definisi. Terima kasih.

    ReplyDelete
  43. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus. Pembelajaran yang hanya memberikan rumus kepada siswa bukanlah cara membangun matematika kepada siswa yang kurang baik. Siswa harus aktif dalam menemukan suatu konsep ataupun rumus matematika sendiri. Sehingga jika siswa menemukannya sendiri akan lebih bermakna. Seperti halnya pada kurikulum 2013 yang diharapkan dalam pembelajaran siswa aktif dalam menemukan suatu konsep. Terima kasih

    ReplyDelete
  44. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Indonesia sedang menerapkan metode saintek dalam kurikulum 2013. metodesaintek sendiri merupakan sepertiga dari Ilmu Hermeneutika. Dalam Hermeneutika terdapat 3(tiga) komponen dasar utama yaitu metode menajam, metode mendatar dan metode mengembang. Elemen menejam yang artinya mendalami secara intensif, Metode mendatar itu artinya membudayakan (istiqomah/sustain), dan Metode mengembang yang artinya membangun dunia (constructive). Saya berharap bahwa metode saintifik di Indonesia dapat menerapkan elemen-elemen ilmu Hemeneutika tersebut. Penerapan metode saintifik dalam kurikulum 2013 bisa lebih matang. Dan untuk lebih khususnya dalam pembelajaran matematika, siswa diharapkan akan menemukan konsep sendiri.

    ReplyDelete
  45. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    Membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus. Maka mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca. Ikan ya ikan tetapi alangkah baiknya ikan itu mengetahui jenis-jenis dari air agar bisa mencari air yang bersih, karena itu bukan untuk kepentingan ikan itu sendiri, karena nantinya ikan itu akan bertelur sehingga menyelamatkan generasi yang akan datang atau keturunan kita nantinya.

    ReplyDelete
  46. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016
    Indonesia menjadikan spiritual sebagai landasan teratas dalam pancasila yang artinya sebagai jati diri bangsa Indonesia. Akan tetapi hal itu berbanding terbalik dengan faham compte yang memposisikan spiritual pada bagian bawah dari kemajuan dunia. Namun pada saat ini Indonesia sedang mengalami dampak dari power now,tanpa disadari faham compte telah menjadi yang dengan pilar-pilarnya kapitaisme, liberalisme, pramatisme, matrialisme, dan masih banyak nisme-nisme lainnya.oleh karena itu hendaklah kita yang mendapatkan kesempatan study lanjut untuk membawa diri dan generasi berikutnya maupun generasi tua untuk dapat menyeimbangkan antara spiritual dan faham compte untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan.

    ReplyDelete
  47. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari bacaan diatas, saya dapat mengetahui bahwa ilmu adalah bukan hanya sesuatu yang dipikirkan namun disempurnakan dengan percobaan sehingga terbentuk suatu pengalaman. Dalam penyampaian ilmu, seorang guru harus dapat menurunkan level pikirannya dihadapan siswa sehingga siswa dapat menerima ilmu yang diberikan oleh seorang guru pada mereka tanpa adanya hambatan/kesulitan yang berarti.

    ReplyDelete
  48. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kemudian, dari bacaan diatas pula saya sangat suka dengan kutipan "Ikan ya ikan tetapi alangkah baiknya ikan itu mengetahui jenis-jenis dari air agar bisa mencari air yang bersih, karena itu bukan untuk kepentingan ikan itu sendiri, karena nantinya ikan itu akan bertelur sehingga menyelamatkan generasi yang akan datang atau keturunan kita nantinya" karena sebagai manusia kita harus selalu belajar, bukan hanya untuk dirinya sendiri namun untuk diajarkan kepada generasi-generasi berikutnya, yang semoga akan menjadi amal ibadah bagi kita para pendidik.

    ReplyDelete
  49. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hal yang telah dipahami dari filsafat yaitu filsafat adalah dirimu sendiri. Dan filsafat itu menemui ruang dan waktu. Oleh karena itu pemikiran berfilsafat manusia sesuai dengan dirimu sendiri yang mana terbangun oleh adanya pengetahuan dan intuisi atau pengalaman. Sehingga seorang filsuf, ia akan menkoherenkan pemikiran sesuai ruang dan waktu pula ia berpikirnya. Oleh demikian itu, tak heran ketika berbicara dalam kehidupan, terucap sebaik baiknya hidup adalah memilih dan dipilih, sebaik baiknya hidup adalah interaksi antara pikiran dan intuisi,dan masih banyak yang lainnya. Maka perlu adanya kita belajar untuk berpikiran dari sisi filsafat untuk mendalami dan memahami hidup.

    ReplyDelete
  50. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Adanya salah satu interaksi hidup secara filsafat adalah interaksi antara pengetahuan dan pengalaman atau intuisi. Sebagai contoh, apabila seseorang mau naik motor, maka pertama kalinya ia sebelum mengendarainya adalah ia harus tau ilmu ilmu dalam mengendarai motor tersebut, mencakup bagaimana mengegas, mengerem, dan lain sebagainya. Sedangkan ilmu saja tak cukup sebagai bekal untuk naik motor. Perlu adanya pengalaman, baik menciptakan pengalaman baru maupun melanjutkan pengalaman yang pernah ada. Pengalaman dalam mempraktikan mengerem, membelokkan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam hidup, sebaik baiknya hidup adalah interaksi antara pengetahuan atau pikiran dan pengalaman atau intuisi atau interaksi antara a posteriori dan a priori.

    ReplyDelete
  51. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    “Manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna, oleh karena itu manusia tidak mampu memikirkan semua sifat dan hanya bisa memikirkan sebagian sifat saja, sebagian sifat yang dipikirkan saja sehingga bersifat reduksi yaitu untuk tujuan tertentu”. Seperti halnya ketika kita membelajarkan operasi hitung kepada anak-anak. Operasi hitung diajarkan kepada anak-anak secara bertahap karena kemampuan anak-anak masih terbatas untuk memahami. Mengajarkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Untuk memperoleh bilangan 10 kita dapat melakukan berbagai operasi, misalnya 10=7+3, 10=15-5, 10=5*2, 10=30:10, dan masih ada yang lainnya.

    ReplyDelete
  52. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita pasti membutuhkan kemampuan yang bersifat priori dan posterior ketika melakukan suatu hal. Prior dan posterior ini pun digunakan dalam matematika yaitu probabilitas prior dan probabilitas posterior. Probabilitas prior adalah peluang yang didapatkan dari informasi awal sedangkan probabilitas posterior adalah peluang yang telah diperbaiki setalah mendapat informasi tambahan atau setelah melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  53. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    “Jika analitik a priori itu dunianya orang dewasa atau dunianya dewa, sedangkan sintetik a posteriori itu adalah dunianya anak-anak”. Ya memang ketika kita bermain dan belajar bersama anak-anak, kita memposisikan diri dan berpikir seperti alur pikiran anak-anak agar anak-anak dapat mengikuti apa yang diajarkan oleh kita dan kita memahami kondisi anak-anak. Seperti halnya ketika kita mengajar di suatu kelas, kita tidak bertindak sebagai orang yang paling tahu dan paling benar, hendaknya kita berpikir sesuai alur pikir siswa kita pada tingkat kemampuan tertentu. Selain itu, memberikan porsi tingkat kesulitan sesuai dengan level kemampuan berpikirnya.

    ReplyDelete
  54. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Secara micro, memang tidak jarang dihadapkan dengan Fenomena Compte. Layanan internet yang saat ini sudah ada di setiap sudut ruangan, terkadang membuat orang lalai terhadap waktu. Harta yang berlimpah terkadang membuat seseorang ingin terus berbelanja untuk keperluan dirinya sehingga ia lupa untuk memberi sebagian hartanya kepada yang hidupnya kurang beruntung. Karier yang bagus ingin terus dikejar dan selalu mementingkan pekerjaan sehingga terkadang tidak memperhatikan kesehatan diri sendiri dan tidak tahu kabar keluarga.

    ReplyDelete
  55. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    “Ibarat kita ini adalah ikan kecil di lautan”. Jika ingin memperoleh makanan maka harus berenang kesana dan kemari. Dalam pencarian tersebut pastilah banyak rintangan, ombak besar yang berdebur yang membuat ombang-ambing ikan di lautan, pemangsa dengan postur yang lebih besar, dan lainnya. Seperti halnya kita, jika ingin memperoleh ilmu maka harus berusaha dan belajar tiada henti. Dalam perjalanan mencari ilmu pun pasti ada saja rintangannya, rasa malas yang tak berkesudahan, saingan yang hebat, dan masih banyak lagi. Maka, sebagai orang yang memilih dan terpilih untuk bisa mencari ilmu, hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  56. Musa Marengke
    Kelas A, S3, 2016
    Membangun peradaban dunia, bagi saya dimulai dari manusia. Manusia sebagai pelaku peradaban yang dituntut adalah eksistensinya. Eksistensi berkaitan dengan bagaimana membangun kapasitas intelektual dan intelegensia, tentunya berkaitan dengan kerangka berpikir dalam filsafat. Filsafat memandang bahwa untuk membangun peradaban ditandai dengan kebangkitan aliran-aliran filsafat seperti aliran-aliran dalam ilmu pengetahuan alam.Menurut comte perkembangan manusia dibagi kedalam 3 tahap perkembangan yaitu yang pertama tahap teologi, kemudian berkembang ke tahap metafisika, dan akan berkembang ketahap yang terakhir yaitu tahap positif.[[4] Mohammad Muslih, filsafat ilmu,kajian atas dasar paradigm dan ilmu pengetahuan, pen: belukar, cet: 3, 2006, Yogyakarta, hal: 91][4] . Saya hanya mengembangkan poin berpiir positifistik, sebagai akan dari kebangkitan peradaban eropa.Pada tahap ini orang berusaha untuk menemukan hukum dari segala sesuatu dari berbagi eksperimen yang pada akhirnya akan menghasilan fakta-fakta ilmiah, terbukti dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada tahap ini menerangkan berarti: fakta-fakta yang khusus dihubungkan dengan suatu fakta umum. Pengetahuan positivisme mengandung arti sebagai pengetahuan yang nyata, berguna, tertentu dan pasti. Akal dan ilmu menurut Comte harus saling berhubungan karena ilmu yang menurutnya serapan dari sesuatu yang positif tetaplah harus memakai akal dalam pembandingannya, dan disini etika telah di anggap tinggi dalam heirarki ilmu.

    ReplyDelete
  57. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Mateematika Internasional 2013

    Postingan ini sangat menarik bagi saya. Di awal dibahas mengenai filsafat. Dijelaskan bahwa filsafat adalah tentang yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian dikaitkan dengan sifat manusia yang menunjukkan betapa luasnya cakupan ilmu filsafat. Selanjutnya, diceritakan perbedaan pendapat antara Descartes dengan Hume tentang mana yang lebih penting, pengalaman atau pengetahuan. Di sini dibahas mengenai a priori dan a posteriori. Dari hanya membaca posting ini, saya dapat menyimpulkan bahwa a posteriori adalah kemampuan seseorang memahami sesuatu dengan melihat kondisinya langsung. Sedangkan a priori adalah kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu tanpa melihatnya langsung, melainkan hanya membuat hipotesis sesuai dengan pengalamannya. Ini merupakan pengetahuan yang baru bagi saya. Sebagai calon guru, saya sekarang memahami bahwa antara a posteriori dan a priori harus digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi. Itulah yang dapat saya tulis. Semoga Prof Marsigit selalu sehat dan dapat menebarkan ilmu dan kebermanfaatan bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  58. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Pengalaman itu adalah bersifat a posteriori yaitu paham setelah melihat bendanya. Misalnya saja seorang tukang service alat elektronik dapat memperbaiki kerusakan alat elektroniknya setelah tahu letak kerusakan alat tersebut.

    ReplyDelete
  59. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Setiap hari Indonesia tidak bisa berdiri tegak karena digempur oleh berbagai macam peristiwa Power Now yang berupa teknologi, pendidikannya, serta politiknya. Sehingga Indonesia selalu menjadi negara yang lemah dan tidak mempunyai jati diri, kenapa bisa begitu? Hal ini salah satunya dikarenakan Indonesia dalam sejarahnya belum mempunyai Pemimpin yang berkarakter dan berwawasan ke depan. Dapat dilihat bahwa Indonesia adalah Negara yang sangat kaya, kaya sumber daya alamnya, kaya budayanya. Bahkan “Koes Plus” pun mengibaratkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman yang bermaksud bahwa Indonesia adalah Negara yang sangat subur tanahnya. Namun Indonesia masih jalan di tempat, masih menjadi Negara yang berkembang dan terus berkembang, entah kapan Indonesia disebut sebagai Negara maju. Hal ini dikarenakan sumber daya manusianya yang lemah, sehingga Negara juga lemah dan tidak mempunyai jati diri.

    ReplyDelete
  60. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca. Ikan ya ikan tetapi alangkah baiknya ikan itu mengetahui jenis-jenis dari air agar bisa mencari air yang bersih. Sama halnya mahasiswa harus tahu jalan yang harus ia tempuh dalam menggapai masa depan. Mahasiswa harus mempunyai pilihan untuk masa depannya, apakah memilih arus air keruh atau arus air bersih. Karena apabila kita memilih jalan yang benar maka sejatinya diri kita akan bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  61. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Obyek filsafat itu ada, yang mungkin ada, bersifat tetap, berubah, dan ada di dalam diri kita. Saya tertarik dengan “Jadi mendidik anak itu harus bisa melepaskan ke Dewaan nya, karena kalau tidak dilepaskan baju Dewanya, itu akan menakut-nakuti anak tersebut” semoga kelak saat saya menjadi pendidik saya bisa menempatkan diri dan tidak menjadi layaknya seorang dewa.

    ReplyDelete
  62. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Terkait dengan fenomena compte secara micro sepertinya sekarang sudah menjalar dikalangan masyarakat khususnya kalangan anak muda. Sangat disayangkan sekali ketika Power Now mulai menyerang dan negara yang besar masih lemah dalam menghadapi Power Now. Perlunya dilakukan filter yang kuat untuk menahan diri dari godaan fenomena Compte micro yang telah berubah menjadi Power Now.

    ReplyDelete
  63. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Menyikapi Compte yang menyatakan bahwa agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Ya memang benar bersifat irrasional akan tetapi jika ini diterapkan dalam kancah negara seperti negara kita maka akan sangat bertolak belakang dengan pancasila khususnya sila pertama yang mengedepankan dimensi Ketuhanan. Usaha apapun jika tanpa didasari agama tak ada artinya apa-apa.

    ReplyDelete
  64. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Membaca artikel ini saya memperoleh pengetahuan bahwa ilmu filsafat akan terus berkembang. Permenides berjalan dengan "tetap-nya", Heraclitus berjalan dengan "berubah-nya", Plato dengan "ideal-nya", Aristotelas dengan "realis-nya", dan masih banyak tokoh Filsafat dengan ilmunya. Filsafat tidak diam, tp terus bergerak dari mitos menuju logos. Dari sini, saya mengetahui mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari pengetahuan.
    Trimakasih.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Aly Sa'id
    13301244007
    Pendidikan Mat Int 2013

    Membangun peradaban dunia, bagi saya dimulai dari manusia. Manusia sebagai pelaku peradaban yang dituntut adalah eksistensinya. Eksistensi berkaitan dengan bagaimana membangun kapasitas intelektual dan intelegensia, tentunya berkaitan dengan kerangka berpikir dalam filsafat. Filsafat memandang bahwa untuk membangun peradaban ditandai dengan kebangkitan aliran-aliran filsafat seperti aliran-aliran dalam ilmu pengetahuan alam.Menurut comte perkembangan manusia dibagi kedalam 3 tahap perkembangan yaitu yang pertama tahap teologi, kemudian berkembang ke tahap metafisika, dan akan berkembang ketahap yang terakhir yaitu tahap positif.[[4] Mohammad Muslih, filsafat ilmu,kajian atas dasar paradigm dan ilmu pengetahuan, pen: belukar, cet: 3, 2006, Yogyakarta, hal: 91][4]

    ReplyDelete
  66. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  67. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  68. Rohmah Nur Fitriana
    13301244027
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Prof. Marsigit telah memberikan kami wawasan mengenai filsafat pendidikan. Semoga refleksi kuliah ini dapat bermanfaat bagi kami.

    ReplyDelete
  69. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah membaca artikel peradaban dunia, menurut saya kita hidup di dunia ini perlu berfilsafat karena dengan berfilsafat kehidupan kita meenjadi lebih bermakna. Contohnya, ketika kita bersosialisasi dengan masyarakat kita dapat memahami hubungan dengan sesama manusia karena setiap manusia itu mempunyai sifat yang berbeda-beda dan yang paling penting adalah kita selalu ingat kepada Allah yang telah memberikan kita akal serta pikiran untuk selalu berpikir positif. Dengan demikian kehiduan kita pasti akan lebih bermakna karena apabila terdapat pengaruh globalisasi misalnya, kita dapat memfilter mana yang perlu diikuti dan mana yang perlu ditinggalkan supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.

    ReplyDelete
  70. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Setelah membaca dan mencoba memahami artikel di atas yang berjudul peradaban dunia, saya memperoleh banyak ilmu dan pengetahuan. Obyek filsafat terdiri dari apa yang ada dan yang mungkin ada, yang mempunyai sifat bermilyar-milyar pangkat bermilyar pun belum cukup untuk menyebutkannya karena sifat itu berstruktur dan berdimensi. Bicara tentang ilmu filsafat, saya mulai paham sedikit demi sedikit bahwa dibalik tata bahasanya yang indah, ilmu filsafat terdapat di dalam diri kita masing-masing. Dengan dasar filsafat yang ada pada diri kita dan dikembangkan dan diperluas wawasannya melalui sumber bacaan yang baik maka tentu ilmu filsafat pada diri kita akan semakin baik pula. Filsafat juga memiliki peran untuk membangun pendidikan, tidak terkecuali matematika.

    ReplyDelete
  71. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus. Maka mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat juga harus banyak membaca, dengan begitu maka akan bermanfaat bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk generasi setelahnya.

    ReplyDelete
  72. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Elegi di atas menggambarkan dan menjelaskan secara rinci tentang dunia filsafat ilmu. Mempelajafi filsafat ilmu berarti kita mempelajari obyek-obyek filsafat. Obyek dalam filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada, yang terikat oleh ruang dan waktu. Yang ada bersifat tetap, dan yang mungkin ada sifatnya berubah.

    ReplyDelete
  73. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Filsafat meliputi semua yang ada dan mungkin ada. Yang ada adalah tentang pikiran kita dan semua sifatnya. Sedangkan yang mungkin ada adalah tentang kenyataan dan realita yang kita hadapi. Yang ada bersifat analitik a priori dan yang mungkin ada bersifat sintetik a posteriori.

    ReplyDelete
  74. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Immanuel kant menyebutkan bahwa sebenar-benar pegetahuan bersifat sintetik apriori. Artinya suatu pengetahuan dapat dikatakan baik ketika logikanya dapat diterapkan dan pengalamannya dapat dituangkan menggunakan logika.

    ReplyDelete
  75. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Elegi ini menjelaskan tentang filsafat awal akhir zaman. Terdapat fenomena Comte yang mengakibatkan struktur dunia menjadi Power now atau kontemporer. Dunia kontemporer pilarnya adalah kapitalisme yang mengarah ke materialisme, utilitarian, liberalisme, pragmatisme, hedonisme. Fenomena Comte ini tidak bisa kita hindari. Akan tetapi, kita dapat membentengi diri kita dengan hati dan pikiran kita untuk menyikapi dunia ini.

    ReplyDelete
  76. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Saya setuju dengan pernyataan di atas bahwa belajar filsafat itu bagaikan ikan di laut yang airnya terkena polusi berupa limbah kontemporer. Pada zaman ini banyak ikan-ikan yang mati karena limbah Power Now. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menyeleksi setiap apa yang ada di dunia ini karena kehidupan sudah terkena limbah Power Now atau kontemporer. Selain itu, tidak lupa kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan supaya tetap berada di jalan-Nya.

    ReplyDelete
  77. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  78. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagai bahasan awalan dalam filsafat yaitu objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Objek filsafat memiliki sifat bermilyar-milyar pangkat milyar. Sehingga manusia tidak dapat menghafalkan semua. Manusia memiliki sifat terbatas dan tidak sempurna, lantas hanya dapat memikirkan sebagian sifatnya saja. Dalam pernyataan awal tersebut sudah dituliskan sifat dari manusia terbatas dan tidak sempurna. Sehingga janganlah diantara kita semua berbuat kesombongan.

    ReplyDelete
  79. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010

    Perkembangan peradaban dunia begitu pesat dan telah menghantarkan manusia pada kemajuan di bidang teknologi informasi yang telah berhasil menanggalkan batas-batas suatu bangsa termasuk budayanya. Seiring dengan itu, perkembangan pandangan filsafat-pun melaju hingga lahirnya fenomena power now yang telah menembus ruang dan waktu dengan kecanggihannya di bidang teknologi. Seiring dengan berjalannya sang waktu, dampak kecanggihan teknologi ini mengancam kedaulatan budaya termasuk juga spiritualitas suatu bangsa. Hal ini seakan menjadi legitimasi dari sebuah fenomena Comte. untuk menyikapi kondisi ini, sudah selayaknya kita sebagai bagian dari masyarakat dunia bersikap arif atas fenomena Comte ini dengan menguatkan keyakinan dan do’a sebelum mengembara dalam ganasnya belantara Power now.

    ReplyDelete
  80. Febri Harina Alwi
    Pendidikan Matematika C 2013
    13301244003

    Postingan ini sangat menarik bagi saya. Di awal dibahas mengenai filsafat. Dijelaskan bahwa filsafat adalah tentang yang ada dan yang mungkin ada.Bahwa yang mungkin ada itu memang benar adanya, hanya belum kita fikirkan. Sehingga segala sesuatu yang ada di dunia ini tentang yang ada dan mungkin ada.

    Matematika

    ReplyDelete
  81. Febri Harina Alwi
    Pendidikan Matematika C 2013
    13301244003

    Compte berpendapat bahwa agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Maka diatasnya agama atau spiritual itu adalah filsafat, dan diatasnya filsafat itu ada metode Positive atau saintifik. Yang mana juga digunakan dalam Kurikulum 2013. Hal ini menunjukan bahwa bangsa Indonesia tidak bisa mempertahankan pegangan hidupnya, sehingga terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran baru yang mengesampingkan agama.

    ReplyDelete
  82. Febri Harina Alwi
    Pendidikan Matematika C 2013
    13301244003

    Membangun peradaban dunia, haruslah dimulai dari membangun sumber daya manusia. Manusia sebagai pelaku peradaban yang dituntut adalah eksistensinya dalam mempertahankan kehidupannya. Sehingga, manusia dapat mengembangkan apa yang bisa dikembangkan dan hal itu tentu berkaitan dari berbagai aspek.

    ReplyDelete
  83. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Di dunia ini benar adanya jika terikat oleh ruang dan waktu, bahwa sesuatu di dunia ini tidak lah sama. Misalkan matahari yang kita lihat bukanlah matahari yang sama. Hal ini dapat dibuktikan bahwa butuh waktu sekitar 6 menit agar cahaya matahari bisa sampai di mata, yang artinya bahwa matahari yang kita lihat saat ini adalah matahari 6 menit yang lalu.

    ReplyDelete
  84. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  85. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai semakin menajamnya spesialisasi ilmu maka filsafat ilmu sangat diperlukan. Sebab dengan mempelajari filsafat ilmu, kita akan menyadari keterbatasan diri dan tidak terperangkap ke dalam sikap oragansi intelektual. Hal yang lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan kita, sehingga mereka dapat saling menyapa dan mengarahkan seluruh potensi keilmuan yang dimilikinya untuk kepentingan bersama

    ReplyDelete
  86. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Tertarik dengan pendapat Descartes dan david Hume bahwa tiada ilmu tanpa pikiran dan tiada ilmu tanpa pengalaman yang keduanya memang saling berkaitan bahwa benar suatu ilmu harus dipikirkan dan dari pengalaman kita juga bisa memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  87. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    “Dewa itu mengetahui banyak hal tentang anak-anak, dan anak-anak hanya mengetahui sedikit tentang Dewa” problem yang sering terjadi mungkin bagaimana seorang guru atau calon guru melepaskan jubah dewanya karena selama ini kesulitan yang dialami adalah mentransfer ilmu itu sendiri dan membimbing anak-anak menemukan ilmu.

    ReplyDelete
  88. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Manusia sifatnya terbatas dan keterbatasan manusia memang harus disyukuri, seringkali yang terjadi sebagian besar adalah manusia menginginkan kesempurnaan tetapi didunia ini tiada yang sempurna sehingga setiap kali manusia mencapai sesuatu yang diinginkan pasti akan ada yang diinginkan lagi sehingga sifat ketidakpuasan manusia muncul.

    ReplyDelete
  89. Miftahir Rizqa
    S3 PEP Kelas A
    16701261027
    terimakasih atas RPS nya pak. Ini sangat membantu saya dalam memahami matakuliah ini..

    ReplyDelete
  90. Miftahir Rizqa
    S3 PEP Kelas A
    16701261027
    a pesteriori adalah paham setelah melihat bendanya sedangkan a priori mendengarkan tanpa melihat yang didasari konsistensi antara teori satu dg teori lain. Unsur dari pikiran analitik a priori, dan unsur dari pengalaman adalah sintetik a pesteriori. Maka sebenar2 ilmu itu bersifat sintetik a priori, ya dipikirkan dan dicoba

    ReplyDelete
  91. Miftahir Rizqa
    S3 PEP Kelas A
    16701261027
    a pesteriori adalah paham setelah melihat bendanya sedangkan a priori mendengarkan tanpa melihat yang didasari konsistensi antara teori satu dg teori lain. Unsur dari pikiran analitik a priori, dan unsur dari pengalaman adalah sintetik a pesteriori. Maka sebenar2 ilmu itu bersifat sintetik a priori, ya dipikirkan dan dicoba

    ReplyDelete
  92. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal yang dianggapnya baru bagi dunianya. Oleh karena itu proses belajar anak-anak kadang kala harus dilalui dengan penuh hati-hati dan pelan. Disamping karena naluri anak-anak yang masih suka bermain ketimbang belajar. juga karena pikirannya masih terlalu muda untuk menangkap materi yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, emosional seorang guru haruslah lebih terlatih jika ingin mengajar anak-anak, guru tidak seharusnya marah setiap kali siswanya melakukan sebuah kesalahan , kita harus berusaha memberikannya pengertian akan hal yang telah dilakukannya tersebut.

    ReplyDelete
  93. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  94. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Fenomena Power Now telah menjadi fenomena kontemporer yang tidak hanya terjadi di daerah, wilayah, atau negara tertentu. Kita tidak perlu mencari contoh kasus fenomena tersebut karena dalam diri kita masing-masing pun, secara sadar atau tidak sadar telah mengalaminya, secara mikro. Tidak perlu menengok ke arah yang lain, tidak perlu mencari kesalahan dan keburukan orang lain. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk membentengi diri dengan nilai-nilai spiritual yang baik supaya kita mampu memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.

    ReplyDelete
  95. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Peradaban dunia terus berkembang, berubah seiring berjalannya waktu. Sekarang dunia dipenuhi fenomena Compte yang memarjinal kan agama. Menurutnya dengan agama saja kita tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama tidak logis. Paham seperti ini tentu berbahaya jika dianuti oleh kita serta generasi penerus kita. Untuk itu kita sudah semestinya pandai memfilter apa yang boleh kita ikuti, apa yang tidak. Yang baik seperti saintifik boleh kita terapkan, sedangkan yang buruk kita abaikan. Marilah kita perkokoh keimanan kita.

    ReplyDelete
  96. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Fenomena Comte tidak saja kita alami dan rasakan, bahkan menjadi "trend". Orang "melek" relegi akan menyandan sebutan kuno, tapi "melek" teknologi bari dibilang hebat, modern, maju. Hal ini justru yang membuat terlena, yang hebat, yg maju, yang modern belum tentu bermanfaat jika tidak dilandasi relegi yang kokoh, bahkan bisa menjerumuskan. Maka itu melek teknologi perlu didasari dengan meleh religi.

    ReplyDelete
  97. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Fenomena Comte tidak saja kita alami dan rasakan, bahkan telah menjadi sebuah "trend". Orang "melek" relegi akan menyandang sebutan kuno, sebaliknya yang "melek" teknologi akan dibilang hebat, modern, maju. Hal ini justru berpotensi menjadikan kita terlena. Yang hebat, yg maju, yang modern belum tentu bermanfaat jika tidak dilandasi relegi yang kokoh, bahkan bisa menjerumuskan. Maka itu melek teknologi perlu didasari dengan melek religi.

    ReplyDelete
  98. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan penjelasan Prof. Marsigit di atas juga berdasarkan perkuiliahan yang saya ikuti, yaitu mata kuliah filsafat pendidikan matematika, bahwa dalam menerima ilmu filsafat didasarkan pada iman yang kuat, karena jika tidak maka akan menjadi sebuah kebingungan. Serta dalam menerima ilmu harus didasari dengan rasa ikhlas menerima sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan dapat masuk dalam benak. Seperti hal yang disampaikan seperti kurikulum 2013 dengan menggunakan metode saintifik dengan mengacu pada salah satu tokoh. Dan juga mendapatkan pandangan – pandangan dari banyak tokoh. Dengan ilmu filsafat ini berlatih untuk membuka mata, hati dan pikiran tentang apa yang ada dan apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  99. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Ilmu itu sebaiknya bersifat sintetik a priori, ya dipikirkan, tapi juga dicoba, dan menurut saya konsep ini sesuai untuk diterapkan ketika belajar matematika. Seseorang ketika belajar matematika tidak akan cukup jika hanya memikirkan konsep yang dipelajari, namun perlu juga dipahami secara detail konsepnya, dan untuk mengetahui seberapa pemahaman terhadap konsep tersebut perlu dicoba, mencoba untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari untuk digunakan dalam penyelesaian masalah. Semakin banyak mencoba, pemahaman terhadap suatu konsep akan semakin meningkat.

    ReplyDelete
  100. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Sintetik a posteriori adalah dunianya anak-anak, seorang anak akan dengan mudah memahami suatu konsep apabila sang guru menyampaikan konsep baru kepada muridnya sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Seperti teori perkembangan yang disampaikan oleh Jean Piaget bahwa tahap perkembangan seorang anak terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap sensorimotor, tahap preoperasional, tahap operasional konkret, dan tahap operasional formal.
    Jadi seorang guru cobalah memahami sampai mana pola pikir muridnya, sehingga tidak terjadi pemaksaan pemikiran yang melebihi tahapan perkembangan anak tersebut agar apa yang disampaikan dapat terserap maksimal.

    ReplyDelete
  101. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Untuk dapat keluar dari pengaruh Fenomena Compte, Indonesia dapat mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran baru yang tidak kalah baiknya dengan pendekatan saintifik dengan tetap berpusat pada siswa dan guru berperan sebagai fasilitator namun dengan tetap memperhatikan keadaan Indonesia itu sendiri, misalnya dengan melibatkan sila-sila Pancasila dalam sintak pendekatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  102. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sependapat dengan Bapk Marsigit, setiap hari negara kita tidak bisa berdiri tegak karena digempur oleh berbagai macam peristiwa Power Now yang berupa teknologi, pendidikannya, serta politiknya. Pemerintahnya juga tidak memiliki prinsip dan karakter yang mampu membangun dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang berkarakter memiliki jati diri dan tidak lagi menjadi bangsa yang lemah. Dengan berfilsafat kita mahasiswa bisa mencari alat untuk memilah-milah antara limbah kapitalisme, limbah liberalisme, limbah materialisme,dan sehingga kita tidak terobambang-ambing di peristiwa Power on saat ini

    ReplyDelete
  103. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Di dalam kurikulum 2013 dengan metode saintifik ada kegiatan menanya. Namun seringkali kegiatan itu terlewati dan tidak dilaksanakan karena dirasa sulit dan bingung dengan makna kegiatan menanya. Berdasar apa yang di tuturkan Bapak Marsigit di elegi ini, sesungguhnya menanya itu bertujuan untuk membuat hipotesis sementara, sedangkan hipotesis adalah pendapat sementara yang boleh benar / salah. Untuk mengetahui nya perlu dibuktikan kebenarannya dengan melakukan percobaan. Sedangkan di Australia, anak SD sudah bisa membuat hipotesis serta percobaan untuk membuktikan kebenaran. Karena Indonesia hanya ikut-ikutan saja melaksanakan metode saintifik, maka metode saintifik yang dilaksanakan boleh dibilang gagal. Jika pendidikan di Indonesia dilandasi dengan Al-quran mungkin generasi dan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat, kuat dan maju.

    ReplyDelete
  104. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Dalam filsafat ada awal dan akhir. Ada Prinsip, Obyek dan Bayangan. Obyek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada bersifat tetap dan berubah. Yang tetap itu ada dalam pikiran dan yang berubah ada dalam kenyataan. Yang tetap itu bersifat absolute sehingga lahirlah filsafat absolutisme. Yang berubah atau real sehingga lahirlah filsafat realisme. Ini adalah dunia persepsi, dunia panca indra, dunia pikiran atau menggunakan rasio sehingga lahirlah filsafat rasionalisme.

    ReplyDelete
  105. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Menurut Immanuel Kant, sebenar-benar rasionalisme itu bersifat analitik-apriori dan sebenar-benar pengalaman itu bersifat sintetik-apriori. Analitik maksudnya adalah logis, konsisten, koheren maka kebenaran logika adalah koherisme sedangkan sintetik adalah apersepsi, persepsi, sebab-akibat, cocok atau koresponden maka kebenarannya disini adalah korespondenisme.

    ReplyDelete
  106. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Fenomena Comte tanpa disadari dunia timur (dunia religius) telah berubah menjadi struktur dunia yang sekarang ini yang Isomorfis yaitu Archaic, Tribal, Tradisional, Feodal, Modern, Posmodern, Power Now (Kontemporer). Pilihan dunia kontemporer (sekarang ini) adalah Kapitalisme, Materialisme, Utilitarian, Liberalisme, Pragmatisme, Hedonisme. Jendelanya adalah revolusi teknologi. Contohnya adalah seperti kapal dilautan. Ibarat aku, kamu dan mereka, ikan di lautan dalam kehidupan kontemporer. Yaitu disebut dengan anomali. Ciri-ciri dari anomali adalah disorientasi semua kehidupan.

    ReplyDelete
  107. Puspita Sari
    133012410013
    Pend.Matemtaika A 2013

    Objek filsafat itu ada dan mungkin ada, seperti sifat. Sejatinya kita tak tau sifat yang sebenarnya ada dalam diri kita. Dikatakan ada jika itu absolute atau ada dalam pikiran dan mungkin ada jika itu suatu kenyataan. Objek filsafat ada jika itu tetap atau konsisten sedangkan mungkin ada jika itu berubah.

    ReplyDelete
  108. Puspita sari
    13301241003
    Pend. Matemtika A 2013

    Keberadaan objek filsafat memberikan munculnya struktur kehidupan seperti saat ini yaitu Archaic, Tribal, Tradisional, Feodal, Modern, Posmodern, Power Now (Kontemporer). Yang mana spiritual berada pada struktur Archaic, Tribal, dan Tradisional. Hal ini terjadi pada fenomena Comte yang disebut sebagai Isomorfis.

    ReplyDelete
  109. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada hakekatnya filsafat itu ada dan sudah ada di dalam diri manusia atau ada dalam diri kita semuanya.Mulai dari diri sendiri kita mulai belajar filsafat.Kegiatan membaca elegi-elegi dalam blog Pak marsigit menjadi bekal kami dalam belajar filsafat.Beruntung bagi mahasiswa yang dapat belajar filsafat karena tidak sembarang orang dapat belajar filsafat.Filsafat dalam matematika yang dapat berarti membangun matematika itu sendiri, dengan membangun konsep.Maka, mahasiswa dianjurkan untuk perbanyak dalam membaca.Rajin membaca dapat menambah pengetahuan dan membangu dunia melalui belajar filsafat.

    ReplyDelete
  110. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Jadi mendidik anak itu harus bisa melepaskan ke Dewaan nya, karena kalau tidak dilepaskan baju Dewanya, itu akan menakut-nakuti anak tersebut

    Hal ini dipahami juga, bahwa seorang guru SD harus dapat memahami dunia anak-anak. Ketika mengajar di kelas dan bergaul dengan siswa harus menyerupai anak-anak. Sehingga dapat membaur dan menyampaikan ilmu dengan maksimal.
    Guru SMP / SMA juga harus lebih berwibawa karena menyesuaikan dengan usia muridnya.

    ReplyDelete
  111. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Sebuah harapan yang terhampar di depan muka para pembelajar filsafat adalah menjadi Bima-Bima yang menemukan air kehidupan. Bima-Bima yang mampu mengidentifikasi aliran-aliran limbah modern; sepeti kapitalisme, liberalisme, hedonisme, dan limbahisme yang lainnya untuk kemudian dikelola sehingga menjadi jernih kembali.

    ReplyDelete
  112. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum wr wb
    setelah membaca postingan ini, banyak hal baru yang saya dapatkan diantaranya bahwa obyek filsafat itu ada dua, yakni yang ada dan yang mungkin ada. sementara sifatnya ialah ada yang berubah dan ada yang tetap. sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah. yang tetap sifatnya idealis, sedangkan yang berubah sifatnya realis. yang tetap-idealis merupakan sifat dari pikiran, yang mana pikiran menghasilkan aksioma. sedangkan yang berubah-realis merupakan sifat dari pengalaman, yang mana pengalaman menghasilkan kenyataan.

    ReplyDelete
  113. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    "Compte berpendapat bahwa agama saja tidak bisa untuk membangun dunia, karena agama itu bersifat irrasional dan tidak logis. Maka diatasnya agama atau spiritual itu adalah filsafat, dan diatasnya filsafat itu ada metode Positive atau saintifik. Positive atau saintifik itulah yang digunakan untuk membangun dunia, maka lahirlah aliran positifisme. Jadi di Indonesia Kurikulum 2013 dengan metode Saintifiknya itu asal mulanya dari pikiran Compte yang berupa positivisme tadi. Jadi metode saintifik dalam kurikulum itu adalah ketidakberdayaan Indonesia bergaul dengan Power Now". Dari Paragraf tersebut saya mendaptkan pengetahuan baru bahwa Compte lah asal mula dari metode saintifik yang ada pada kurikulum 2013 di Indonesia.

    ReplyDelete
  114. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Saya setuju dengan pendapat bahwa "Setiap hari Indonesia tidak bisa berdiri tegak karena digempur oleh berbagai macam peristiwa Power Now yang berupa teknologi, pendidikannya, serta politiknya. Sehingga Indonesia selalu menjadi negara yang lemah dan tidak mempunyai jati diri" . Namun pernyataan bahwa Indonesia belum mempunyai pemimpin yang berkarakter dan berwawasan tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Indonesia butuh pemimpin yang dapat mengubah moral seluruh bangsa yang mana mampu mengubah karakter bangsa.

    ReplyDelete
  115. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca. Memanglah benar tanpa membaca kita tidak dapat memikirkan dengan benar hal yang berhubungan dengan filsafat

    ReplyDelete
  116. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat layaknya sebuah sumbu x yang bermakna sejarah, bersifat tetap dan berubah. Filsafat yang di dalam pikiran bersifat tetap dan yang berada di luar pikiran bersifat dapat berubah.

    ReplyDelete
  117. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat yang terjadi di dalam pikiran melahirkan filsafat idealism, dengan tokohnya adalah Plato. Contoh yang ada itu tetap adalah manusia tetap manusia, sekali merah maka tetap merah, tidak bisa berubah.

    ReplyDelete
  118. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Sedangkan filsafat yang berada di luar pikiran manusia melahirkan filsafat Realisme. Tokoh yang memiliki pemikiran itu adalah Aristoteles. Menurut paham ini, semua yang ada di dunia ini berubah, sesuai dengan hukumnya karena aku tidak bisa menyebut diriku yaitu hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  119. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    ketidak harmonisan antara empirisme dan rasionalisme seperti membahas mengenai hubungan sains dan matematika. Seringkali bidang itu muncul bersamaan, namun, pada hakikatnya, sains dan matematika memiliki perbedaan secara empiris. Pendekatan saintifik seyogyanya dapat mendukung pembelajaran sains. AKan tetapi, penggunaan pendekatan saintifik pada matematika perlu mempertimbangkan kemampuan matematis apa yang menajdi tujuan. sehingga bisa terakomodasi deduktifitas dan induktifitas sebagai tujuan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  120. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Objek filsafat dalam dirimu sendiri meliputi yang ada di dalam pikiran dan di luar pikiran. Oleh karena itu, ada di dalam pikiran bersifat tetap, ideal, konsisten serta melibatkan rasio yabg menjadi prinsip. Sementara di Laur pikiran itu yang bersifat realistik, hal hal yang berubah, sesuai dengan kenyataan (konkret), maka tidaklah terlalu sifat identitas lagi karena di luar pikiran pun terpengaruh oleh adanya ruang dan waktu. Dengan demikian, sebaik sebaiknya hidup adalah interaksi antara yang berubah dan yang tetap.

    ReplyDelete
  121. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika 2013

    Objek filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada bersifat tetap. Yang tetap bersifat ideal dan identitas. Yang mungkin ada bersifat berubah. Yang berubah bersifat realis dan kontradiksi karena terikat oleh ruang dan waktu. Yang ada adalah pikiran yang akan menghasilkan aksioma. Kebenarannya bersifat konsisten atau koheren yang jika dinaikkan akan menjafi transendentalisme lalu spritual lalu mono atau kebenaran tunggal. Yang mungkin ada adalah pengalaman yang akan menghasilkan kenyataan. Kebenarannya bersifat korespodensi yang jika diturunkan akan menjafi plural. Jadi sebenar-benarnya kehidupan adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman.

    ReplyDelete
  122. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Struktur manusia terdiri dari akal dan hawanafsu. Akal memiliki kekuatan untuk memikirkan, lalu menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, sementara hawanafsu memiliki potensi kebinatangan yang cenderung merusak. Agama hadir untuk mendorong kematangan akal dalam mengelola hawanafsu. Secara "mentah" agama memang tidak dapat dipergunakan untuk membangun dunia akan tetapi agama selalu memotivasi untuk selalu memikirkan fenomena dunia untuk kemudian membangunnya dengan sopan santun sesuai dengan ruang dan waktu.
    Agama tidak pernah salah, tetapi bagaimana ummatnya berpikir dan bekerja keras untuk memajukan dunia tetap dalam bingkai keshalehan dan kesantunan yang berpotensi bermasalah. Maka sebenar-benar orang beragama adalah mereka yang berpikir dan bekerja keras untuk kemaslahatan dunia sekalian alam dengan sopan dan santun sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  123. Musa Marengke,
    PEP S3, Kelas A
    Dari refleksi diatas yang telah direfisi oleh prof. Marsigit, ternyata berbicara soal membangun peradaban harus dimulai dari manusia. Manusi bisa membangun peradabannya apabila ia memaksimalkan seluruh potesinya, salah satunya adalah memerdekakan pikiran melalui filsafat. Filsafat, sebagai sebuah proses berpikir yang sistematis dan radikal yang didalamnya mengandung konsep obyek material dan obyek formal. Obyek material filsafat adalah segala yang ada yang harus dipikirkan oleh manusia dalam membangun peradabannnya, baik yang nampak (dunia empiris) maupun yang tidak nampak (abstrak, metafisika). Karenanya, berdasarkan literatur filsafat, obyek yang harus difilsafati oleh manusia adalah menyangkut tiga hal, yaitu yang ada dalam kenyataan, yang ada dalam fikiran dan yang ada dalam kemungkinan.sehingga Obyek material filsafat pada umumnya sama dengan obyek penelitian sains, bedanya terletak pada dua pokok, yaitu : Pertama sains menyelidiki obyek material yang empiris, sedangkan filsafat lebih mengarah kepada yang abstraks. Kedua, ada obyek material filsafat yang memang tidak dapat diteliti oleh sains, seperti Tuhan, hari kiamat, dosa, pahala, surga dan neraka.

    ReplyDelete
  124. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari beberapa ahli telah memaparkan prinsip pembelajaran/pemikiran yang memposisikan filsafat, agama, sehingga berujung pada saintifik (positivisme).
    Menjadi guru memang tidak semata-mata hanya tentang bagaimana mengajarkan ilmu kepada para siswanya.Menjadi guru untuk anak-anak tentu akan sangat berbeda dengan menjadi guru untuk orang dewasa. Sehingga sangat penting bagi seorang guru untuk mengetahui karakteristik siswa sehingga dapat menjadi fasilitator terbaik bagi siswa-siswanya. 

    ReplyDelete
  125. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat meliputi semua yang ada dan mungkin ada. Yang mana semuanya terkategori menjadi dalam pikiran dan di luar pikiran. Yang ada adalah tentang pikiran kita dan semua sifatnya. Sedangkan yang mungkin ada adalah tentang kenyataan dan realita yang kita hadapi. Yang ada bersifat analitik a priori, ini ada di dalam pikiran dan yang mungkin ada bersifat sintetik a posteriori yang ada di luar pikiran.

    ReplyDelete
  126. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah berpikir tentang rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme yang belajar dari logika yang jadi patokan utama dalam kehidupan. Sedangkan empirisme belajar pada pengalaman manusia dalam kehidupan. Pada akhirnya pikiran masing masing individu yang akan berinteraksi antara rasionalisme dan empirisme yang digambarkan seperti Dewa Dunia. Sehingga diperlukan adanya Dewa di atas Dewa untuk mengaturnya. Diharapkan Raja para Dewa ini dapat memahami secara korespondensi keperluan dan kemampuan hamba hamba di bawahnya dalam berpikir dan berkehidupan.

    ReplyDelete
  127. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Objek material filsafat yang mencakup segala sesuatu yang ADA (empiris) dan yang MUNGKIN ADA (metafisik) ini lah yang kemudian menjadikan filsafat sebagai induk dari segala ilmu yang lebih banyak berkutat pada hal-hal yang bersifat empiris saja. Jadi, objek kajian filsafat jauh lebih luas jika dibandingkan dengan ilmu. Filsafat menyediakan lahan sebagai tempat pijakan bagi limu yang kemudian berkembang menjadi banyak spesialisasi. Lalu, setelah itu filsafat tetap berada pada ranah spekulasi yang penuh eksplorasi untuk mengadakan ilmu-ilmu lain yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  128. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Di sinilah awal mula segala kemajuan yang telah dicapai umat manusia yang mewujud dalam peradaban dan kebudayaan. Terobosan-terobosan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, astronomi, pertanian, dan lain-lain berawal dari spekulasi filsafat untuk mengeskplorasi segala sesuatu yang bersifat metafisik atau yang MUNGKIN ADA melalui proses berpikir sistematis, rasional, logis, dan empiris. Gas bumi yang berada jauh di keladalaman bumi tidak mungkin dapat ditemukan oleh ilmu pertambangan jika sebelumnya filsafat tidak berspekulasi bahwa gas itu mungkin ada di dalam bumi. Demikian pula kemajuan teknologi informasi dewasa ini, sebut saja gadget yang perkembangan dan terobosannya luar biasa pesat. Hal itu tidak mungkin terjadi jika sebelumnya filsafat tidak berspekulasi bahwa keMUNGKINan manusia dapat berbicara tanpa harus terikat oleh ruang dapat diADAkan.

    ReplyDelete
  129. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    Demikianlah manusia dengan segala potensi yang ada di dalam dirinya dapat mengadakan sesuatu yang mungkin ada. Pada tahap ini terkadang manusia jatuh dalam kesombongan, karena merasa telah mampu menghilangkan segala keterbatasannya. Manusia juga kerap jatuh pada paham materialism atau berpikir kebendaan yang tidak meyakini keberadaan yang Maha Megadakan. Oleh karena itu, hendaknya dalam belajar dan memahami filsafat kita terlebih dahulu menguatkan keyakinan, khususnya keyakinan dalam beragama, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam sifat sombong dan abai terhadap keberadaan Tuhan. Pernyataan ini bukannya tidak berdasar. Jika kita melihat para filsuf-filsuf muslim di masa lampau, mereka adalah filsuf-filsuf yang memiliki pengetahuan kuat terhadap agama, bahkan mereka juga dianggap sebagai sufi. Sebut saja Al Kindi, Al Farabi, Ibnu Sina. Mereka adalah para ilmuan yang mendalami agama terlebih dahulu jauh sebelum mereka mendalami filsafat dan ilmu-ilmu yang lain.

    ReplyDelete
  130. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Filsafat adalah ilmu yang mempelajari yang ada dan yang mungkin ada. Seperti yang disampaikan oleh Pak Marsigit bahwa kita tidak mampu menyebutkan seluruh yang ada apalagi yang mungkin ada. Misalkan menyebutkan warna biru, ada biru muda, biru tua, biru tosca, biru agak muda, biru laut, dan biru-biru yang lain. Ada sekitar 1 milyar pangkat 1 milyar, itu pun belum tentu selesai.

    ReplyDelete
  131. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dengan keluasan ilmu filsafat, terkadang kita tidak tahu bahwa kita sebenarnya mempelajari ilmu filsafat, layaknya anak ayam kelaparan di atas makanannya.
    Menanggapi tentang kurang siapnya bangsa Indonesia terhadap berbagai macam peristiwa Power Now yang berupa teknologi, pendidikannya, serta politik bahwa memang saat ini Indonesia sedang mengalami degradasi karakter. Tidak jauh-jauh, banyak di sekitar kita yang sudah terlalu larut dalam budaya barat; hedonisme, hura-hura.

    ReplyDelete
  132. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Disadari atau tidak, hal tersebut menyebabkan berkurangnya nilai spiritual bangsa Indonesia. Misal: lebih rela menunda sholat dari pada menunda menonton film, lebih rela tidak membaca kitab al-Qur'an dari pada tidak membaca status facebook, twitter, dan lain-lain. Nah, hal itu menjadi penyebab utama krisis karakter bangsa Indonesia.
    Oleh karena itu, perlu ditanamkan nilai-nilai karakter sejak dini dalam lingkungan sekolah maupun keluarga.

    ReplyDelete
  133. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti yang Bapak katakan bahwa metode mengembang yang artinya membangun dunia (constructive). Membangun matematika itu menemukan konsep, menemukan rumus. Maka mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca. Menurut saya terdapat arti yang lebih dalam lagi yaitu mahasiswa harus benar-benar mencari banyak ilmu. Tidak hanya satu ranah ilmu, namun banyak ranah ilmu harus dicoba dan pelajari. Itu sebagai suku cadang ketika kita tidak tahu seperti apa bangunannya.

    ReplyDelete
  134. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Memang benar manusia tempatnya terbatas dan tidak sempurna. Sejatinya manusia adalah makhluk yang paling diberi kelebihan banyak oleh Allah. Akan tetapi tetap saja kita masih merasa kurang di bagian ini dan merasa kurang di bagian itu. Oleh karena itu kita sebagai manusia mulai sekarang harus pandai bersyukur dan pandai bersyukur.

    ReplyDelete
  135. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah berpikir tentang pengalaman. Sehingga Logika jadi patokan utama dalam kehidupan. Namun, dalam prakteknya, harus disesuaikan dengan kenyataannya yang bersifat empiris dan juga tergantung oleh ruang dan waktu. Begitulah hidup, interaksi antara pikiran dan kenyataan.

    ReplyDelete
  136. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013
    Dibawah berupa pengalaman itu adalah a posteriori, seperti halnya seorang pelukis yang ingin melukis wajah seorang artis, maka dia harus melihat artis tersebut terlebih dahulu. Tapi dalam melukis ia juga harus tau ilmunya yang disebut sebagai sintetiknya pikiran atau sintetik a posteriori.

    ReplyDelete
  137. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya teringat pesan Beliau yang mengatakan bahwa dalam menerima ilmu filsafat didasarkan pada iman yang kuat, karena jika tidak maka akan menjadi sebuah kebingungan. Selain itu, dalam menerima ilmu harus didasari dengan rasa ikhlas menerima sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan pikiran yang dipikirakan oleh kita masing-masing bisa saling korespondensi.

    ReplyDelete
  138. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya teringat pesan Beliau yang mengatakan bahwa dalam menerima ilmu filsafat didasarkan pada iman yang kuat, karena jika tidak maka akan menjadi sebuah kebingungan. Selain itu, dalam menerima ilmu harus didasari dengan rasa ikhlas menerima sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan pikiran yang dipikirakan oleh kita masing-masing bisa saling korespondensi.

    ReplyDelete
  139. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Postingan ini menarik bagi saya, berawal pembahasan mengenai filsafat dan dilanjutkan pada kehidupan sehari hari, sehingga semua berkesinambungan. Didalam kehidupan manusaia tak lepas dari filsafat. Mulai dari manusia lahir hingga manusia mati semua dapat dikaitkan dengan filsafat

    ReplyDelete
  140. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Immanuel kant menyebutkan bahwa sebenar-benar pegetahuan bersifat Analitik apriori. Analitik yang dimaksudkan disini ialah yang logis, yang konsisten, koheren maka kebenaran logika adalah koherisme.

    ReplyDelete
  141. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    sintetik a posteriori, istilah ini mengingatkan bahwa seorang guru memang benar dalam mengajar harus menyesuaikan dengan kondisi. Kondisi peserta didik, kondisi jenjang peserta didik, kondisi fasilitas yang ada dll Dan dari sini saya mendapatkan kesimpulan yaitu didiklah seseorang sesuai dengan masa dan kondisi sekitar.

    ReplyDelete
  142. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Indonesia akan diserang oleh efek efek dari peristiwa Power Now yang berupa teknologi, pendidikannya, serta politiknya. Indonesia akan terkena efek negatif dari serangan tersebut jika Indonesia tetap menjadi negara yang lemah. Lemah dalam hal ini adalah masyarakatnya yang belum siap dan belum bisa menyaring hal hal baru yang menyerang Indonesia. Banyak yang masih berdebat dan bertikai karena hal baru datang dan dignakan oleh masyarakat tanpa tau efek yang akan terjadi.

    ReplyDelete
  143. Saverinus Prima Aditya
    13301244022
    Pendidikan matematika C 2013

    Indonesia rentan terkena serangan hal hal baru yang berdampak negatif, namun berbeda jika masyarakat Indonesia dapat memilah milah, menyaring mana yang baik mana yang buruk. Menggunakan hal hal baru dengan pikiran positif.

    ReplyDelete
  144. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam perkembangannya, filsafat mempunyai peradaban manusia yang berawal dari peradaban masa purba, abad pertengahan, abad modern, dan masa dewasa ini, serta filsafat pada masing-masing bagian bumi ini.
    Dimasing-masing peradaban memunculkan berbagai macam tokoh dengan hasil pemikirannya, seperti : perkembangan geometri, matematika, teori materi, ilmu kedokteran, geometri deduktif, moral, teori tentang ide.Beberapa tokoh dapat menggambungkan antara filsafat dengan agama, juga filsafat harus didasarkan pada akal fikir dan pengalaman. Dan dimasa dewasa ini muncul sebuah pemikiran desentralisasi manusia adalah perhatian khusus terhadap bahasa sebagai subjek kenyataan kita.

    ReplyDelete
  145. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Jika dikaitkan dengan matematika, analitik apriori merupakan matematika murni, karena didasarkan pemikiran orang dewasa. Sedangkan sintetsis aposteriori merupakan pemikiran dari dunia anak-anak. Sehingga dalam proses pembelajaraN matematika disekolah, pendekatan yang dilakukan harus melihat siapa objek dan subjek belajar dalam pembelajaran tersebut. materi yang dipelajari jelas berbeda berdasarkan tingkatan sekolahnya. Begitu pula antara sekolah dasar dan menengah perlu adanya suatu rancangan materi dan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan aspek tersebut.

    ReplyDelete
  146. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menurut immanuel kant, analitik apriori dan sintetik a posteriori bukanlah merupakan ilmu. Mereka hanya merupakan separuh ilmu, agar menjadi ilmu yang utuh maka analitik apriori diturunkan sedikit, sedangkan sintesis a posteriori dinaikkan, sehingga ilmu yang utuh itu adalah sintesis apriori. Sintesis apriori menurut kant pengetahuan harus permanen dan sifatnya universal. Ia permanen tetapi tidak memberikan pengetahuan baru. Pengetahuan adalah yang diambil dari pengalaman pribadi yang partikular tapi saat yang sama bentuknya harus bisa di universalkan.

    ReplyDelete
  147. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya setuju dengan pendapat yang ada di blog ini "mahasiswa yang sedang membangun dunia dengan filsafat itu belum jelas seperti apa bangunannya. Maka dari itu harus banyak membaca". Membangun peradaban dunia salah satunya adalah dengan banyak membaca.Dengan membaca kita menjadi tahu apa yang belum dan tidak ketahui. Dengan membaca wawasan dan pemikiran menjadi luas dan lebih terbuka.Sehingga kita dapat memaknai suatu kehidupan dari banyak sudut pandang.

    ReplyDelete
  148. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Di dalam agama islam,kata pertama dari wahyu pertama dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Iqra' yang artinya bacalah.Syarat pertama dan utama bagi keberhasilan manusia adalah dengan membaca. Membaca memiliki makna yang mendalam dan strategis dalam ilmu pengetahuan. Karena seseorang tidak akan memperoleh pengetahuan tanpa membaca. Dan membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya. Sehingga manusia memiliki peradaban yang tinggi. Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada ummat manusia. Membaca dalam berbagai macam maknanya adalah syarat pertama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta syarat utama membangun peradaban.

    ReplyDelete
  149. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat, pola pikir adalah objek. Objek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada bisa bersifat tetap, sedangkan yang mungkin ada bisa bersifat berubah. Tokoh dari yang tetap adalah Permenides sedangkan tokoh yang berubah adalah Heraclites. Yang tetap sifatnya idealis dan yang berubah sifatnya realis. Tokoh dari idealis adalah Plato sedangkan realis tokohnya Aristoteles. Tetap-idealis salah satu sifat dari pikiran sedangkan berubah-realis salah satu sifat pengalaman. Pikiran menghasilkan aksioma, pengalaman menghasilkan kenyataan. Benarnya yang tetap, idealis, aksioma itu konsisten/koheren, sedangkan benarnya yang berubah, realis, kenyataan adalah korespondensi. Yang konsisten/koheren jika dinaikkan menjadi transendentalisme, dinaikkan lagi menjadi spiritual, dan semakin ke atas menjadi kebenaran tunggal yaitu mono dab menjadi aliran monoisme. Sedangkan, korespondensi bila diturunkan menjadi plural atau dualis yang menjadi dualisme ...

    ReplyDelete
  150. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Obyek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada dengan masing-masing sifatnya yang berstruktur dan berdimensi. Yang ada dan yang mungkin ada terdapat dalam pikiran dan diluar pikiran. Selanjutnya, terdapat objek dari filsafat, obyek dari filsafat itu bersifat tetap dan berubah. Selain itu juga terdapat a priori dan aposteriori dalam berfilsafat, dimana apriori adalah pengetahuan yang ada sebelum bertemu dengan pengalaman, sedangkan aposteriori merupakan pengetahuan yang bergantung pada pengalaman.

    ReplyDelete
  151. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam hidup ini kita harus selalu berusaha seimbang dan menempatkan diri dan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu sehingga hidup kita berhemeneutika. Dalam membangun perdaban dunia, kita terlebih dahulu harus keluar dari mitos dan berusaha menggapai logos. Menggapai logos haruslah dijalani dengan hati yang ikhlas. Karena agama tanpa ilmu buta. Ilmu tanpa agama pincang. Maka sebenar-benaf hidup kita haruslah seimbang dan berhemeneutika.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  152. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Ketika kita membicarakan filsafat, tak lepas dari bahasan mengenai obyek yang dipelajari. Obyek filsafat itu berupa “yang ada” dan “yang mungkin ada”. Sebenar-benar hidup adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Salah satu sifat dari pikiran adalah tetap-ideal. Dan salah satu sifat dari pengalaman adalah realis.

    ReplyDelete
  153. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    A posteriori mempunyai makna paham setelah melihat bendanya. Sedangkan a priori yaitu paham tanpa melihat bendanya. Descartes dan pengikutnya mengatakan tiada ilmu jika tanpa pikiran, sedangkan David Hume mengatakan tiadalah ilmu jika tidak berdasarkan pengalaman. Gabungan dari kedua unsur tersebut menjadi sintetik a priori dimana mengkombinasikan pikiran dan pengalaman. Sebenar-benar ilmu adalah sintetik a priori.

    ReplyDelete
  154. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Orang dewasa dan anak-anak memiliki dunianya masing-masing. Analitik a priori adalah dunianya orang dewasa, sedangkan sintetik a posteriori adalah dunianya anak-anak. Untuk bisa mengajarkan matematika pada anak-anak, kita harus menyelami dunianya. Memulai dari suatu contoh, bukan dari definisi.

    ReplyDelete
  155. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010

    Perkembangan peradaban dunia begitu pesat dan telah menghantarkan manusia pada kemajuan di bidang teknologi informasi yang telah berhasil menanggalkan batas-batas suatu bangsa termasuk budayanya. Seiring dengan itu, perkembangan pandangan filsafat-pun melaju hingga lahirnya fenomena power now yang telah menembus ruang dan waktu dengan kecanggihannya di bidang teknologi. Seiring dengan berjalannya sang waktu, dampak kecanggihan teknologi ini mengancam kedaulatan budaya termasuk juga spiritualitas suatu bangsa. Hal ini seakan menjadi legitimasi dari sebuah fenomena Comte. untuk menyikapi kondisi ini, sudah selayaknya kita sebagai bagian dari masyarakat dunia bersikap arif atas fenomena Comte ini dengan menguatkan keyakinan dan do’a sebelum mengembara dalam ganasnya belantara Power now.

    ReplyDelete
  156. SHALEH/PPS PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010
    Perkembangan peradaban dunia begitu pesat dan telah menghantarkan manusia pada kemajuan bidang teknologi yang telah menanggalkan batas-batas negara. Seiring dengan itu, perkembangan pandangan filsafat-pun melaju hingga lahirnya fenomena power now. Power now telah menembus ruang dan waktu dengan kecanggihan dalam teknologi. Dampak teknologi yang canggih ini menjadikan spiritualisme terancam tergeser seiring dengan berjalannya sang waktu, hal ini seakan menjadi legitimasi dari fenomena Comte. Menyikapi kondisi ini, sudah selayaknya kita sebagai bagian dari masyarakat dunia bersikap arif atas fenomena Comte ini dengan menguatkan keyakinan dengan do’a sebelum mengembara dalam belantara Power now.

    ReplyDelete
  157. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    Materi ini telah disampaikan Bapak pada perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika di Gedung D03.204 FMIPA UNYpada tanggal 26 Oktober 2016. Pada kesempatan kali ini kami membahas mengenai perkembangan ilmu filsafat. Sebelum masuk ke abad 16, obyek filsafat dibagi menjadi dua yaitu obyek yang ada dan yang mungkin ada. Obyek filsafat yang ada memiliki berbagai macam aliran meliputi, spiritisme yang berlandasakan monoisme yaitu satu kuasa Tuhan. Selain spiritsme, terdapat idelisme, absolutisme, premier idealisme, dan rasionalisme. Aliran fiulsafat yang memandang bahwa objek filsafat yang mungkin ada diantaranya adalah presepsi atau cara pandang, herakhitosialisme yaitu perubahan, realisme, refatilisme.

    Indra Kusuma Wijayanti

    ReplyDelete
  158. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    Berdasarkan yang saya baca dan berdasarkan pengetahuan selama perkuliahan dengan Bapak, berikut saya jabarkan sedikit apa yang saya ketahui.
    Idealisme ialah ilmu filsafat yang memandang ide itu sebagai primer dan materi adalah sekundernya, dengan kata lain materi berasal dari ide. Tokoh pada aliran idealisme ini adala Plato. Plato mengemukakan bahwa jalan untuk membentuk masyarakat menjadi stabil adalah menentukan kedudukan yang pasti, banyak pengikut plato sehingga memunculkan aliran platoisme. Pengemuka platoisme adalah Hilbert. Dia meletakkan dasar sebagai fundamen dalam Ilmu Pengetahuan. Dia ingin meletakkan dasar matematika yang digunakan misalnya definisi dan aksioma, sehinggga matematika menjadi suatu system yang bersifat tunggal, lengkap dan konsisiten. Ide-ide yang dicetuskan Hilbert bersifat formal, aksiomatis. Di lain pihak ada tokoh yang bernama Brower, dia tidak meletakkan dasar sebagai fundamen. Kaum pengikut Brower ini disebut kaum logicalisme.

    Indra Kusuma Wijayanti

    ReplyDelete
  159. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    Absolutisme merupakan cara pandang filsafat terhadap ilmu pengetahuan, yang menyatakan bahwa ilmu pengtahuan memiliki kebenaran yang mutlak. Munculnya aliran absolutisme dalam matematika dipicu oleh adanya perbedaan setidaknya dalam dua hal berikut (Sukardjono, 2000). Pertama, pandangan umum bahwa matematika merupakan resultan antara sistem aksiomatik dan sistem logika. Pandangan ini menyatakan eratnya hubungan antara matematika dengan logika. Sebagian menganggap logika tercakup dalam matematika (aliran formalisme) dan sejalan dengan hal itu, intuisionisme berpendapat logika adalah cabang dari matematika. Sementara yang tidak setuju menyatakan bahwa logika adalah segalanya, sedangkan matematika adalah sebagian kecil dari logika, atau matematika adalah cabang dari logika (aliran logisisme). Kedua, terjadinya krisis landasan metamatika, yang melanda pondasi teori himpunan dan logika formal, membawa matematikawan mencari landasan filsafat untuk merekonstruksi matematika agar diperoleh landasan yang lebih kokoh.

    Indra Kusuma Wijayanti

    ReplyDelete
  160. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat yang terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran rasionalisme suatu pengetahuam diperoleh dengan cara berpikir. Latar belkang munculnya rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional yang telah diterima, tetapi ternyata tidak mampu mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan yang dihadapi. Pada tokoh aliran rasinalisme adalah Descartes.

    ReplyDelete
  161. Indra Kusuma Wijayanti
    PMA 2013/13301241009

    Pada abad ke-16 terjadi revolusi Copernicus dari sinilah munculnya sejarah Imanuel Kant. Sejarah Imanuel Kant dimulai dari pandangan filsafat tentang ilmu, terdapat 2 perbedaan cara pandang tentang ilmu. Rene Descartes mengatakan bahwa tiadalah ilmu tanpa rasio (analitik/bersifat identitas). Sehingga atas dasar pemikiran itu, muncullah istilah apriori. Apriori adalah keyakinan tentang kebenaran berdasarkan akal atau rasio. Rene Descartes menjadikal rasio menjadi segala-galanya. Tetapi cara pandang dibantah oleh David Hume. David Hume meyakini bahwa ilmu itu ada karena adanya pengalaman.(sintesis/bersifat kontradiksi). Tanpa pengalaman, ilmu tidak akan didapat. Sehingga atas dasar pemikiran itulah muncullah apostriori. Apostriori diartikan bahwa keyakinan akan kebenaran dapat diterima manakala sudah perah dialami, atau berdasarkan pengalaman. Kedua filsuf ini saling menjaga konsistensi terhadap cara pandang dair ilmu. Sehingga selama bertahun-tahun, dua cara pandang ini masing-masing mempunyai pengikut yang setia. Kemudian atas dasar perbedaan dua cara pandang itulah muncul beberapa ide untuk menggabungkan kedua cara pandang tersebut,yaitu analitis postriori dan sintesis apriori.

    ReplyDelete
  162. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    Analitis apostriori merupakan cara pandang yang tidak dapat dikembangkan lagi. Karena memang tidak bisa digabungkan, karena jika dipaksakan untuk digabung, cara pandang ini tidak akan jalan. Sedangkan sintesis apriori berarti bahwa ilmu itu berawal dari suatu pengalaman ke pengalaman, kemudian dari situlah menggunakan rasio untuk membuat pengalaman-pengalaman baru. Inilah ide dari Emanuel Kant. Ide ini bisa menutupi kekurangan analitis apriori dan sintesis apostriori. Atas dasar pemikiran ini, lahirlah intuisi, intuisi melahirkan kategori.

    Indra Kusuma Wijayanti

    ReplyDelete
  163. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Kemampuan manusia terbatas oleh ketidakmampuannya menjelaskan sifat-sifat dari obyek filsafat, yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Reduksi yang dilakukan berguna untuk mengingat sifat-sifat tersebut dengan sebuah tujuan, sehingga sifat yang banyak itu bisa kita simpulkan dengan melihat tujuannya, yaitu membangun pengetahuan dengan olah pikir dan hati. Dunia ini merupakan interaksi antara yang tetap dan berubah, apabila kita hanya mengambil yang tetapnya saja, maka itu baru separuh dunia, begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  164. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pada zaman sekarang yaitu zaman pos modern, Indonesia dipengaruhi oleh adanya power now. Teknologi, politik, bahkan pendidikan dipengaruhi. Pendidikan Indonesia yang begitu terpengaruh oleh pendidikan di luar sana, mengakibatkan pendidikan di Indonesia hampir kehilangan jati diri dengan nilai-nilai budayanya. Pendidikan di luar sana memang bagus untuk dijadikan contoh dalam usaha perkembangan pendidikan di Indonesia tetapi jangan sampai menghilangkan jati diri asli pendidikan yang ada di negara kita. Selain pendidikan, dampak power now juga terjadi pada masyarakat di negara kita yang lebih menyukai produk-produk luar negeri daripada produk-produk dalam negeri.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  165. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam membangun peradaban dunia Aguste Compte mengemukakan bahwa agama saja tidak bisa membangun dunia karena agama itu bersifat irasional dan tidak logis. Akan tetapi menurut saya dari agama dapat mengajarkan kita suatu nilai-nilai moral yang dapat membangun diri kita untuk dapat maju, untuk dapat berkembang sehingga peradaban dunia ini akan menjadi lebih baik kedepannya.

    ReplyDelete
  166. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004
    Dunia ini terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada bersifat tetap, sedangkan yang mungkin ada bersifat berubah. Yang tetap bersifat idealis dan yang berubah bersifat realis. Benarnya yang ideal adalah benarnya aksioma yang bersifat konsisten. Sedangkan benarnya yang realis adalah benarnya pengalaman yang bersifat korespondensi. Jika fokus kita hanya pada yang tetap saja, maka kita baru membangun separuh dunia, begitu pula sebaliknya. Agar dapat membangun dunia yang sehat dan harmonis, perlu adanya interaksi antara keduanya.

    ReplyDelete
  167. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Elegi di atas menggambarkan tentang seluk beluk dunia filsafat ilmu. Mempelajafi filsafat ilmu berarti kita mempelajari obyek-obyek filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada, yang semilyar pangkat semilyarpun kita tidak akan mampu untuk menyebutkannya. Karena itulah keterbatasan dan ketidaksempurnaan manusia yang patut disyukuri karena merupakan suatu anugerah bagi manusia itu sendiri. Karena kesempurnaan hakikinya hanya milik Tuhan dan hanya Tuhanlah yang berhak atas kesempurnaan itu. Manusia yang diberi kesempurnaan maka tidak akan pernah bisa hidup atau kembali. Ketidaksempurnaan dan keterbatasan itulah yang mendorong manusia untuk terus berusaha dan berdoa kepada Tuhan. Selalu beristighfar, memohon ampun dan menyebut namaNya.

    ReplyDelete
  168. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Peradaban berakar dari kata “adab” yaitu sifat, sikap, dan pekerti. Peradaban berarti mencakup dimensi nilai atau psikis. Peradaban dunia berarti melihat secara holistik kemajuan suatu bangsa, berdasarkan pada ontologinya, kesejahteraan, keamanan, maupun kebahagiaan manusia yang ada di dalam bangsa dan dunia. Berarti ada arah menuju keperbaikan yang dinamis.

    Sifat, sikap ataupun pekerti, cenderung mengantarkan pelakunya kepada suatu sikap yang berakhir pada perbuatannya. Jika baik maka baik, jika buruk maka buruk, disebut kontradiktif. Dunia dihuni oleh jutaan manusia yang memiliki beragam karakteristik. Sementara dunianya hanya SATU. Pada judul tulisan ini disebut PERADABAN DUNIA. Artinya jutaan manusia menuju satu kemajuan bersama, indikator keberhasilannya dilihat pada pendidikan, sosial, ekonomi, atau budayanya.

    Pandangan ini berbentuk kerucut, micro kepada makro. Hipotesa sementara, dapat kita pandang bahwa, keberagaman yang sungguh nyata ini sifatnya kausalitas, latar belakang yang diferensial ini akan berakibat pada mepengaruhi objek atau orang di dalamnya.

    Namun, perbedaan letak geografis, budaya, dan bahasa, adalah bersifat naturalis. Bukan sebab kegagalan apalagi mempengaruhi nilai peradaban suatu bangsa. Karena fokus peradaban dunia melihat pada objek filsafatnya yaitu objek material dan formalnya. Dapat dipandang secara secara logik dan konkrit.

    ReplyDelete
  169. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dalam philosophy of science, bahwa diatas yang tertinggi adalah spiritual. Pikiran justru membuat kontradiktif dan diferensial apabila digunakan dalam membangun peradaban. Karena olah pikir merupakan struktur yang bersifat asumtif dan micro dari peradaban dunia yang bersifat makro. Dan mampu dengan solusi struktur yang lebih tinggi. Adab atau peradaban sesungguhnya sangat dekat dengan tercapainya spiritual. Jika kemajuan peradaban diukur dengan tingginya nilai adab suatu bangsa, nilai kemanusiaaan, maka koheren dengan diimplementasikannya adalah spiritualitas, bersifat vital. Pada titik temunya kemajuan peradaban akan terlihat dari “Kemajuan multidimensi” dari segala aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  170. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Saya baru memahami terkait fenomena compte. Akan tetapi saya kurang setuju dengan pendapat Auguste Compte yang mengatakan bahwa agama tidak dapat mengatur Negara. Karena yang sebenar-benarnya agama itu mencakup seluruh aspek dalam kehidupan manusia. Dari manusia itu membuka mata sampai menutup mata. Maka perlu dipertanyakan kembali bahwa agama yang seperti apa yang dimaksud oleh Auguste compte? Terimakasih Pak.

    ReplyDelete
  171. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internsional 2013

    Dari hanya membaca posting ini, saya dapat menyimpulkan bahwa a posteriori adalah kemampuan seseorang memahami sesuatu dengan melihat kondisinya langsung. Sedangkan a priori adalah kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu tanpa melihatnya langsung, melainkan hanya membuat hipotesis sesuai dengan pengalamannya. Ini merupakan pengetahuan yang baru bagi saya. Sebagai calon guru, saya sekarang memahami bahwa antara a posteriori dan a priori harus digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi. Itulah yang dapat saya tulis. Semoga Prof Marsigit selalu sehat dan dapat menebarkan ilmu dan kebermanfaatan bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  172. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Terimakasih Pak. Banyak sekali pengetahuan baru yang dapat diperoleh dari elegi di atas.
    Setelah membacanya, saya jadi mengetahui bahwa menurut pandangan filsafat, hidup itu adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Bermula dari hal tersebut kemudian lahir berbagai aliran filsafat. Jadi, ada banyak sekali aliran filsafat, dan aliran filsafat itu bergantung pada objeknya. Dari elegi di atas, kita juga dapat mengetahui tentang Fenomena Compte, yang kemudian menjelma menjadi metode saintifik.

    ReplyDelete
  173. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Fungsi filsafat adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana. Manfaat lain mengkaji filsafat ilmu adalah: Tidak terjebak dalam bahaya arogansi intelektual, Kritis terhadap aktivitas ilmu/keilmuan, Merefleksikan, menguji, mengkritik asumsi dan metode ilmu terus-menerus sehingga ilmuwan tetap bermain dalam koridor yang benar (metode dan struktur ilmu), Mempertanggungjawabkan metode keilmuan secara logis-rasional, Memecahkan masalah keilmuan secara cerdas dan valid, Berpikir sintetis-aplikatif (lintas ilmu-kontesktual)

    ReplyDelete
  174. Febrina Rizki Dwiyana/ 13301241044/ Pend. MAT . A 2013

    Pikiran menghasilkan aksioma, pengalaman menghasilkan kenyataan. Jadi segala sesuatu yang direncanakan tapi tidak di eksekusi, sama saja mimpi.

    ReplyDelete
  175. Febrina Rizki Dwiyana/ 13301241044/ Pend.MAT. A 2013

    yang bersifat identitas itu tidak terikat oleh ruang dan waktu sedangkan yang bersifat kontradiksi itu terikat oleh ruang dan waktu.konsep ini sangat berguna dalam bermatematika, terimakasih bapak.

    ReplyDelete
  176. Febrina Rizki Dwiyana/ 13301241044/ Pend.MAT. A . 2013

    a priori yaitu bisa dipikirkan walaupun belum melihat bendanya.contoh dalam matematika adalah siswa dapat menentukan jenis bangun datar setelah disebutkan dari sifat-sifat bangun datar tersebut tanpa perlu melihat gambarnya.

    ReplyDelete
  177. Febrina Rizki Dwiyana/ 13301241044/ Pend.MAT. A . 2013

    a posteriori itu adalah paham setelah melihat bendanya. contoh dalam matematika adalah dalam pembelajaran bilangan/himpunan

    ReplyDelete
  178. Febrina Rizki Dwiyana/ 13301241044/ Pend. MAT. A. 2013

    sebenar-benarnya ilmu itu bersifat sintetik a priori, ya dipikirkan dan juga dicoba. Melalui pengalaman kita jadi mengetahui apakah ilmu yang ada di pikiran kita layak untuk tetap bertahan sebagai nilai tambah kita, atau layak dibuang karena akan merusak diri.

    ReplyDelete
  179. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ketika Imanuel Kant mendamaikan perdebatan antara Descrates (tiadalah ilmu jika tanpa pikiran) dengan David Hume (tiadalah ilmu jika tidak berdasarkan pengalaman), kesimpulan yang dapat diambil dan memang dirasakan pada saat sekarang ini adalah ilmu itu bersifat sintetik a priori atau ilmu itu membutuhkan pikiran serta juga pengalaman. Serta dapat diartikan juga bahwa ilmu itu tidak hanya sebatas teori-teori semata tetapi pengalaman di lapangan juga sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah ilmu.

    ReplyDelete
  180. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dunia jika hanya thesis saja baru separuhnya dunia dan itu tidak sehat dan juga tidak harmonis. Dunia itu tidak akan lengkap jika tidak ada anti-thesis. semua yang ada di dunia ini selalu memiliki lawan. Tidak akan ada sehat jika tidak ada yang namanya sakit. Tidak ada harmonis jika tidak ada disharmonis. Semua hal yang ada di dunia ini selalu memiliki pembanding atau lawannya.

    ReplyDelete
  181. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Lebih lanjut tentang konsep 'ada' seperti yang dinukil dalam paragraf pertama atau pembuka artikel di atas, Parmenides hanya memberikan konsep 'ada', ia tidak membahas konsep 'tiada' atau lawan dari 'ada'. Dari sini saya dapat berasumsi mengapa obyek filsafat hanya 2 yaitu 'yang ada' dan 'yang mungkin ada', bukan ' yang ada' dan 'yang tiada'. Hal tersebut menurut saya karena obyek 'yang tiada' itu tidak akan pernah berlaku seperti kata Parmenides pada komentar saya sebelumnya.

    ReplyDelete
  182. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Positivism yang dibangun oleh Compte pada abad 19 merupakan suatu hal yang tidak mungkin sulit untuk disangkal eksistensinya saat ini, bahwa cara pandang dalam memahami dunia hampir setiap insan saat ini selalu berdasarkan sains. Tidak pula dapat dipungkiri bahwa era globalisasi saat ini sangatlah menuntut kemajuan teknologi yang tidak dapat dilepaskan dari pengetahuan akan dunia sains. Dunia saat ini seakan mengalami era revolusi baru. Bukan lagi era Revolusi Industri dimana negara dengan industri yang kuatlah yang akan maju, namun era saat ini adalah era dengan apa yang saya sebut dengan era 'Revolusi Informasi' dimana kelompok yang mampu menguasai dunia informasi adalah kelompok yang terkuat. Maka keterlambatan Indonesia dalam menggunakan model saintifik dalam kurikulum 2013-nya adalah suatu kekolotan yang tak disadari, namun ada pepatah yang mengatakan "tak ada kata terlambat untuk berbuat baik" kan? Jadi ini hanya sudut pandang yang dapat saya ungkapkan, diluar dari itu, semua insan punya cara pandangnya sendiri.

    ReplyDelete
  183. Devi Angriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan penjelasan di atas filsafat lahir dalam sifat yang tetap dan konsisten itu berupa ilmu-ilmu dasar dan murni, sedangkan dalam sifat yang berubah itu berupa sosial, budaya, ilmu humaniora. Saya setuju dengan penjelasan tersebut karena bahwa sosial, budaya, dan humaniora dapat berubah sesuai dengan lingkungan dan habit. Seperti pepatah mengatakan “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” yang mengisyaratkan bahwa di lingkungan mana kita berada kita harus bisa menyesuaikan diri. Seperti itulah sosial, budaya dan humainora tidak konstan karena dapat berubah ubah karena ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  184. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Sifat yang plural pada yang tetap bersifat konsisten/identitas, sedangkan yang berubah itu kontradiksi. Yang bersifat identitas itu tidak terikat ruang dan waktu, sedangkan yang bersifat kontradiksi terikat ruang dan waktu. Yang bersifat tetap dan identitas dikembangkan dan dipertajam dengan logika tokohnya adalah Sir Bentrand Russel maka lahirlah aliran Logisism. Ilmu yang bersifat formal dan lahirlah aliran Formalism, tokohnya Hilbert.

    ReplyDelete
  185. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Orang yang sedang belajar filsafat bagaikan orang yang sedang menapakkan kaki di bumi dan sedang menatap kearah langit diatas, orang itu berusaha untuk mengetahui hakikat dirinya sendiri dalam peradaban dunia yang begitu luas dan menyeluruh. Karena pada dasarnya karakteristik orang berpikir filsafat ialah sifat yang menyeluruh. Filsafat tidak hanya dikenal dari segi ilmu itu sendiri tetapi dikaitkan dengan pengetahuan lainnya. Jika kita sudah memahami satu ilmu, maka kita jangan lantas meremehkan ilmu yang lainnya karena pada dasarnya semua ilmu dan aspeknya itu saling berkaitan.

    ReplyDelete
  186. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Untuk belajar Filsafat dibutuhkan kesadaran kosmis dan kesadaran kosmos, serta mampu mengatasi segala kontradiksi, kesemuanya itu bisa dicapai dengan cara banyak MEMBACA. Karena pada hakikatnya manusia itu ada 4 orang: 1)orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu; 2) orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu; 3) orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu dan 4) orang yang tahu dan benar-benar tahu. Dari ke-4 ini semoga kita sebagai manusia tidak menjadi tipe orang yang ke-1 yakni Orang-orang yang selalu merasa tahu segalanya , yang selalu ingin mengatur, yang selalu nyaring berpendapat , orang-orang yang ingin paling dihargai dilingkungannya.Inilah yang membuat negara kita ini takluk dari serangan dunia kontemporer/power now.

    ReplyDelete
  187. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  188. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016

    Peradaban akan bergerak maju seiring dengan derap maju langkah filsafat. Pemikiran-pemikian tentang ada dan yang mungkin akan berjalan sesuai siklusnya membentuk peradaban-peradaban baru. Siklus ini terus berjalan utk memperbaharui peradaban menjadi lebih maju dan maju lagi.

    ReplyDelete
  189. Menurut kami begitu pentingnya filsafat dalam membangun peradaban dunia. Hal ini bisa dilihat dari semua ilmu pengetahuan di dunia ini yang jumlahnya sulit untuk dihitung dan bertebaran di muka bumi ini tentu lahir dari sebuah proses panjang yang dinamakan filsafat. Bagi seorang pendidik seperti kami, filsafat mempunyai kepentingan istimewa karena filsafatlah yang memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmu pengetahuan mengenai manusia misalnya ilmu tentang mendidik.
    Abidin
    16709251002
    S2 PMat A 2016

    ReplyDelete
  190. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Mengutip kalimat dalam artikel di atas, “Akhirnya filsafat dalam perjalanannya seperti yang disebutkan diatas, maka lahirlah dalam sifat yang tetap dan konsisten itu berupa ilmu-ilmu dasar dan murni, sedangkan dalam sifat yang berubah itu berupa sosial, budaya, ilmu humaniora. Maka sampai disitulah bertemu yang namanya bendungan Compte. Dari sinilah SEGALA MACAM PERSOALAN DUNIA sekarang ini muncul, yaitu dengan munculnya Fenomena Compte sekitar 2(dua) abad yang lalu”. Maka, peradaban dunia saat ini telah menjadikan fenoman compte atau posivisme di struktur paling atas dan memarginalkan agama. Naudzubillah.

    ReplyDelete
  191. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Peradaban berarti mencakup dimensi nilai atau psikis. Peradaban dunia berarti melihat secara holistik kemajuan suatu bangsa, berdasarkan pada ontologinya, kesejahteraan, keamanan, maupun kebahagiaan manusia yang ada di dalam bangsa dan dunia. Berarti ada arah menuju keperbaikan yang dinamis.

    ReplyDelete
  192. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Sifat, sikap ataupun pekerti, cenderung mengantarkan pelakunya kepada suatu sikap yang berakhir pada perbuatannya. Jika baik maka baik, jika buruk maka buruk, disebut kontradiktif. Dunia dihuni oleh jutaan manusia yang memiliki beragam karakteristik. Sementara dunianya hanya SATU. Pada judul tulisan ini disebut PERADABAN DUNIA. Artinya jutaan manusia menuju satu kemajuan bersama, indikator keberhasilannya dilihat pada pendidikan, sosial, ekonomi, atau budayanya.

    ReplyDelete
  193. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pandangan ini berbentuk kerucut, micro kepada makro. Hipotesa sementara, dapat kita pandang bahwa, keberagaman yang sungguh nyata ini sifatnya kausalitas, latar belakang yang diferensial ini akan berakibat pada mepengaruhi objek atau orang di dalamnya.

    Namun, perbedaan letak geografis, budaya, dan bahasa, adalah bersifat naturalis. Bukan sebab kegagalan apalagi mempengaruhi nilai peradaban suatu bangsa. Karena fokus peradaban dunia melihat pada objek filsafatnya yaitu objek material dan formalnya. Dapat dipandang secara secara logik dan konkrit.

    ReplyDelete
  194. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Adab atau peradaban sesungguhnya sangat dekat dengan tercapainya spiritual. Jika kemajuan peradaban diukur dengan tingginya nilai adab suatu bangsa, nilai kemanusiaaan, maka koheren dengan diimplementasikannya adalah spiritualitas, bersifat vital. Pada titik temunya kemajuan peradaban akan terlihat dari “Kemajuan multidimensi” dari segala aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  195. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Sampai saat ini kehidupan manusia dikuasai oleh kemajuan teknologi dan industrialisasi. Secara mikro, setiap hari kita mengalami Fenomena Compte karena kita berperilaku yang menunjukkan sesuai yang telah dikatakan oleh Auguste Compte bahwa agama itu tidak penting dan tidak dapat digunakan untuk membangun dunia. Kita telah meminggirkan urusan agama, sering kali kita tidak menaati perintah agama.

    ReplyDelete
  196. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Akibat penggunaan kemajuan teknologi yang tidak bijaksana dapat membuat masyarakat mengalami fenomena compte, misalkan seorang ibu yang lalai mengurus anaknya bahkan melupakan kewajiban shalatnya karena asyik bermain media sosial di handphone barunya yang canggih. Hal tersebut tentu kurang baik, alangkah baiknya apabila kita memanfaatkan kemajuan teknologi dan industrialisasi dengan tepat tanpa melupakan kewajiban kita kepada Tuhan dan sesama manusia.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id