Nov 2, 2015

Mengenal Filsafat Lebih Dalam

 Oleh Lia Agustina

http://justliy.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-filsafat-lebih-dalam-bagian-2.html

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prodi PEP
Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Kamis, 22 Oktober 2015
Pukul 07.30 – 09.10

Semakin lama aku semakin penasaran dengan filsafat, semakin lama semakin tinggi tingkat curiosity ku terhadap satu mata kuliah ini apalagi mata kuliah filsafat ilmu ini yang dibawakan oleh Prof. Marsigit secara unik dan dengan metode yang berbeda dari mata kuliah yang lain. Sekali lagi pada hari ini Kamis, 22 Oktober 2015 diadakan lagi tes jawab singkat yang menimbulkan kekesalan dan penyesalan yang mendalam setelah tes itu, banyak dari kami yang mendapatkan nilai Do Re Mi (1, 2, 3), dan nilai yang memalukan itu kami dapatkan karena ternyata kami belum bisa berpikir secara filsafat seperti Prof. Marsigit. Awal dari ilmu pengetahuan adalah pertanyaan.

Aku masih bingung tentang “Bagaimana secara filsafat memandang sebuah pengalaman? Dan pentingkah pengalaman itu?”. Aku ajukan pertanyaan ini terhadap Prof. Marsigit.

Dan seperti inilah jawabannya….

“Kita kadang memandang hanya dari satu sisi saja karena memang sifat manusia tidaklah sempurna tapi karena ketidaksempurnaan itulah kita bisa merasakan hidup ini, jika kita diberi satu saja kesempurnaan kita langsung saja tidak bisa hidup, misal kita diberi kesempurnaan mendengar, mendengar apapun yang ada dan yang mungkin ada langsung saja kita tidak bisa hidup, kita bisa mendengar siksa neraka misalnya. Itu barulah satu sifat saja, bayangkan manusia yang mempunyai bermilyar-milyar sifat. Maka itulah hebatnya Tuhan memberi ketidaksempurnaan kepada kita untuk hidup. Pengalaman adalah separuh dunia.

Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Karena ini olah pikir kita bisa praktik, praktiknya didalam laboratorium. Praktiknya filsafat, misalnya dengan bertanya dan memikirkan  bagaimana/apakah kita bisa hidup dengan pengalaman saja, dan bagaimana kita hidup dengan pikiran saja. Contoh, dokter yang melayani dengan radio. Hanya dengan mendengarkan keluhan pasien, ia bisa mendiagnosa penyakitnya dengan analisis dari pengetahuan yang telah ia miliki sebelumnya. Dokter ini menggunakan metode Analitik Apriori yaitu bisa memikirkan walaupun tidak melihat secara langsung objeknya. Hanya dari pengetahuan yang sebelumnya sudah pernah ia dapatkan. Sebaliknya seorang Dokter Hewan, yang ingin memeriksa seekor Sapi yang sakit, ia harus memeriksanya dan memberikan tindakan secara langsung barulah ia dapat memikirkan penyakit sapi tersebut, maka dokter itu menggunakan metode Sintetik a posteriori (kehidupan pengalaman).

Jadi, yang diatas, pikiran itu cenderung konsisten, absolut, koheren, analitik, dan berlaku hukum Identitas; jika derajatnya dinaikkan lagi menuju spiritual, dan dinaikkan lagi nilai kebenarannya dan nilai Identitasnya adalah tunggal (monoisme atau kuasa Tuhan). Jika ditarik kebawah, dunia pengalaman cenderung Sintetik a posteriori, yaitu dunianya yang nyata, konkret, dan bersifat Kontradiksi. Menurut Immanuel Kant, langit itu konsisten (para dewa, kakak terhadap adik, dosen terhadap mahasiswa, dll, semua tidak punya kesalahan). Semakin tinggi semakin kecil kontradiksi, sebenar benar yang tidak ada kontradiksi atau absolute adalah Tuhan. Semakin turun semakin besar kontradiksi, maka sebenar benar kontradiksi ada dalam predikatnya. Sebenar benar ilmu adalah sintetik a priori menurut Immanuel Kant. Ilmu mu akan lengkap dan kokoh jika bersifat sintetik a priori.  Contoh seni hanya untuk seni tidak untuk masyarakat maka itu hanyalah separuh dunia. Oleh karena itu timbullah Metode saintifik, mencoba itu Sintetik, dan menyimpulkan itu a priori.

Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Dengan kontradiksi lah bisa ada produk baru. Yang diatas jika ditarik kebelakang adalah selaras dengn hal-hal yang ada dalam pikiran. Benda pikir itu tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Itulah dunia pikiran, bersifat ideal, tetap, menuju kesempurnaan. Maka itu akan tersapu habis untuk semua tokoh filsafat yang berchemistry dengan pikiran mulai dari yang bersifat tetap (Permenides), rasionalisme (Descartes), Perfectionism, Formalisme, dll. Tapi itu adalah dunia transenden, semakin keatas semakin bersifat transenden atau beyond (dunianya para dewa).  Engkau adalah transenden bagi adikmu, ketua adalah transenden bagi anggotanya, dan subjek juga transenden bagi para predikat-predikatnya. Maka transenden adalah sifatnya para dewa, dan pengalaman/kenyataan adalah dunianya para daksa. Tapi di dalam kehidupan sehari-hari, kita menjumpai, uniknya, hebatnya, dan bersyukurnya dunia pendidikan itu karena kita mengelola, berjumpa serta berinteraksi dengan anak kecil.

Anak kecil adalah dunia bawah, dunia diluar pikiran, dunia konkret, dunia pengalaman. Ilmu bagi anak kecil bukanlah ilmu bagi orang dewasa. Mathematics is for mathematics, art is for art, science is for science, …dst itu adalah ilmunya orang dewasa (para dewa). Tapi untuk anak kecil, pameran seni tidak hanya untuk dipandang tapi harus bisa dipegang/disentuh karena itu adalah dunia anak. Hakekat ilmu bagi anak adalah aktifitas/kegiatan. Mendidik bukanlah suatu ambisi agar semua murid kita bisa seperti kita. Fungsi guru adalah memfasilitasi anak didiknya. Ada= potensi mengada= ikhtiar pengada= produk. Dunia mengalami dilema (anomaly) karena kekuatan pikir itu adalah hebat, kekuatan pikir memproduksi resep/rumus untuk digunakan, jika dinaikkan bisa menjadi postulat-postulat kehidupan. The power of mind  (Francis Bacon) bisa merekayasa pikiran bisa mengkonstruk konsep sebagai resep kehidupan. Dan hasilnya menakjubkan sehingga lahirlah peradaban. Jadi peradaban adalah produk dari the power of mind.”

Ada sebuah pertanyaan lagi yang muncul dari Tyas, yaitu “Bagaimana orang atheis berfilsafat? Bisakah? Seperti apa?”

Lalu seperti inilah jawaban dari Prof. Marsigit..

“Filsafat adalah dirimu sendiri. Tidak usah jauh-jauh sampai Yunani, yang aku sebut tadi yang absolute, ketika aku berdoa, aku adalah seorang spiritualis, so, my behave is as spiritualist.  Tapi, begitu ada pencuri, saya bersikap tegas, determinist, dan otoritarian. Maka demokratik, romantic, pragmatis itu tidak lain tidak bukan adalah dirimu sendiri, inilah yang disebut sebagai Mikrokosmis. Sedangkan makrokosmis adalah pikiran/pendapat para filsuf, ada sejarah dan tanggal lahirnya, dll. Oleh karena filsafat adalah dirimu sendiri maka sah-sah saja jika orang atheis mau berfilsafat. Filsafat peduli dengan ruang dan waktu, dan tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan melalui olah pikir. oleh karena itu bersifat kontekstual. Supaya hidup berbahagia itu harus berchemistry dengan kontekstual. Strukturnya jelas yaitu: material, formal, normatik, spiritual. Semakin ke atas semakin mengerucut. Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu. Karena jika engkau mengembarakn pikiranmu tanpa menetapkan hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, bisa jadi pikiranmu tidak akan bisa kembali. Itulah fenomena linear (lurus tak kerujung), maka orang yang hanya mengandalkan pikiran saja, hidupnya linear seperti garis lurus, tidak mengerti hidupnya akan berhenti sampai dimana, dan tidak bisa kembali (merefleksikan hidup=bersyukur). Namun jika hidupnya dituntun oleh spiritualitas maka pada setiap titiknya akan terjadi hermenitika kehidupan: pertama, fenomena menajam (dengan saintifik), fenomena mendatar (membudayakan), dan fenomena mengembang (konstruksi-membangun hidup)  Manfaat berfilsafat kita mampu menjelaskan posisi kita secara berstruktur dunia”.

Ada sebuah pertanyaan lagi yang muncul dari Ian Harum tentang Bagaimana cara filsafat untuk menjawab suatu pertanyaan.

Lalu seperti inilah jawaban dari Prof. Marsigit..

“Dunia itu berstruktur. Pagi-sore itu struktur dunia, laki-laki-perempuan adalah struktur dunia, logika-pengalaman itu struktur dunia. Kita harus bisa mengabstraksi (memilih) yang mana struktur yang dipakai untuk membangun perkuliahan ini. Perkuliahan ini menggunakan struktur pikiran para filsuf. Jadi dunia dan akhirat penuh dengan struktur (full of structure). Jadi, secara filsafat untuk menjawab sebuah pertanyaan, begitu ada pertanyaan di suatu tempat dengan kesadaran full of structure, maka pertanyaanmu itu terang benderang kedudukannya, dilihat dari berbagai macam kedudukan struktur. Misal, wadah itu ada dimana? Tergantung strukturnya, bisa siang bisa malam. Kelembutan, wadahnya perempuan, kesigapan, wadahnya laki-laki, dll. Wadah itu ada dimana-mana, yang engkau pikirkan, katakan, sebutkan itu adalah wadah sekaligus isi. Kenapa isi? Karena setiap yang engkau sebut itu mempunyai sifat dan engkau tidak dapat menyebut sesuatu dimana dia tidak mempunyai sifat. Maka sebenar benarnya dunia adalah penuh dengan sifat. Jadi, hidup adalah sifat itu sendiri, dari yang ada dan yang mungkin ada. Tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia.    


135 comments:

  1. Rohmah Nur Fitriana
    13301244027
    PMC 2013

    "Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda." Dari kata tersebut, kita dapat simpulkan bahwa kita dapat berfilsafat dengan praktik dan berpikir. Yang ada dipikiran kita jangan hanya dipikirkan tetapi juga kita lakukan dan apa yang telah kita lakukan jangan hanya kita lupakan, tapi kita pikirkan karena dengan berpikir dari pengalaman kita mendapatkan pembelajaran untuk ke depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya sangat tertarik dengan kalimat saudara rohmah tentang yang ada di pikiran kita jangan hanya dipikirkan, tetapi di KERJAKAN DAN DI RASAKAN

      Delete
  2. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya sependapat bahwa anak kecil memiliki dunianya sendiri. Di dalam proses pembelajaran anak kecil cenderung akan lebih memahami ketika mereka mengalami, menyentuh, melihat, dan mendengarkan sesutu yang mereka pelajari sendiri. Jadi, dunia anak adalah dunia aktifitas yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Sama seperti halnya dalam membagikan ilmu kepada peserta didik, sebagai pendidik dan calon pendidik tentu berkeinginan siswa kita memiliki pemahaman seperti kita bahkan lebih, namun tidak akan baik jika kita berambisi terlalu tinggi tentang hal tersebut. Karena kunci kesuksesan adalah keikhlasan kita dalam memberikan dan membagikan ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari melania desta bahwa Di dalam proses pembelajaran anak kecil cenderung akan lebih memahami ketika mereka mengalami, menyentuh, melihat, dan mendengarkan sesutu yang mereka pelajari sendiri.

      Delete
  3. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010
    FILSAFAT DAN KETERBATASAN MANUSIA
    Manusia mempunyai keterbatasan yang mesti disikapi positif dengan terus berolah fikir sehingga melahirkan alternatif-alternatif solusi. Filsafat adalah sarana untuk menembus keterbatasan (ruang dan waktu). Semangat ini yang mendasari manusia untuk terus berusaha menerjemahkan yang ada dan yang mungkin ada, sehingga menghasilkan berbagai solusi atas berbagai problema kehidupan dan menjawab keterbatasan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Ya benar saudara shaleh, saya juga setuju dengan kalimat Filsafat adalah sarana untuk menembus keterbatasan (ruang dan waktu).

      Delete
  4. nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika I 2013

    "Filsafat adalah dirimu sendiri". Kalimat ini mengidikasikan untuk selalu bersikap profesional dalam setiap kegiatan. selalu "all out" dalam melakukan sesuatu, tanpa ada kata setengah setengah.

    ReplyDelete
  5. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hidup itu adalah pilihan. Bukan hanya soal dua pilihan. Melainkan ribuan bahkan milyaran lebih. Jangan terpaku pada pilihan-pilihan yang tertera di depan muka kita saja. Jika sesedikit itu memilih pilihan, hidup tidak berjalan semestinya. Perlu lebih meningkatkan pemahaman kita berfilsafat. Karena filsafat itu sendiri bermakna milyaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Dwi Adityas bahwa filsafat bermakna milyaran.

      Delete
  6. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya berusaha semampu saya dalam memahami makna dari setiap pertanyaan dan jawaban dalam postingan ini. Meskipun tetap ada beberapa hal yang saya masih kurang paham, namun membaca artikel ini memberikan saya pengetahuan baru. Seperti mempelajari sebuah filsafat, mempelajari hidup juga seperti itu. Kita tidak bisa hanya memandang dari satu sisi saja, dan tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja. Kita harus memandang dari segala sisi, serta mempelajarinya lebih banyak lagi agar kita dapat memahaminya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Rizki bahwa kita tidak bisa hanya memandang dari satu sisi saja, dan tidak bisa hanya melihat dari luarnya saja. Kita harus memandang dari segala sisi, serta mempelajarinya lebih banyak lagi agar kita dapat memahaminya

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    "Sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman." Kalimat tersebut menunjukkan bahwa dalam berfilsafat pengetahuan yang mana itu diperoleh dari pikiran kita, serta adanya unsur intuisi (pengalaman) dalam berfilsafat. Oleh karena itu dalam filsafat, hidup itu interaksi antara pikiran serta intuisi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Cinta bahwa dalam berfilsafat pengetahuan yang mana itu diperoleh dari pikiran kita, serta adanya unsur intuisi (pengalaman) dalam berfilsafat. Oleh karena itu dalam filsafat, hidup itu interaksi antara pikiran serta intuisi.

      Delete
  9. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Bapak Marsigit atas postingan diatas. Setelah membaca artikel tersebut, saya masih merasa kesulitan untuk memahami setiap kalimatnya. Namun terdapat beberapa pengetahuan baru yangsaya peroleh dengan membaca artikel diatas. Pengetahuan pengetahuan tersebut merupakan bekal saya dalam memperoleh pengetahuan baru lainnya.

    ReplyDelete
  10. Risa TriOktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Hal tersebut menunjukan bahwa pengalaman sangatlah penting sehingga terdapat kata bijak bahwa pengalam merupakan guru yang terbaik. Dengan adanya pengalaman maka dapat di ambil hikmahnya dan apabila terjadi kesalaman maka dapat ditemukan solusi untuk mengatasi hal tersebut agar tidak mengalami kesalahan yang sama. Untuk menganalisis solusi agar tidak terjadi kesalahan tersebut maka diperlukannya logika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Benar apa yang di utarakan saudari Risa bahwa pengalaman sangatlah penting sehingga terdapat kata bijak bahwa pengalam merupakan guru yang terbaik. Dengan adanya pengalaman maka dapat di ambil hikmahnya dan apabila terjadi kesalaman maka dapat ditemukan solusi untuk mengatasi hal tersebut agar tidak mengalami kesalahan yang sama.

      Delete
  11. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya tertarik dengan kalimat "Tetapkanlah hatimu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu", hal ini senada dengan yang telah disampaikan oleh Prof.Marsigit bahwa perbuatan manusia dapat dilihat dari hati, yaitu niatnya. Apabila dilihat dari sisi spiritualitas, manusia menggunakan gadgetnya itu tergantung dari harinya, apakah ia akan menggunakannya untuk dekat dengan surga atau bahkan neraka. Oleh karena itu, Tetapkanlah niat, dan tetapkanlah hati.

    ReplyDelete
  12. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hidup itu berstruktur, dan filsafat itu juga berstruktur. Adapun struktur dari filsafat tersusun seperti bangun yang memiliki pondasi yang kokoh. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa filsafat itu interaksi antara pikiran dan intuisi, oleh karena itu filsafat punya struktur meluas (intensif) dan mendalam (ekstensif).

    ReplyDelete
  13. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika

    Pengalaman sangat berguna untuk kehidupan kita, karena dengan pengalaman kita bisa memikirkan serta menentukan apa yang harus dilakukan. Tentang memikirkan filsafat lrbih dalam, dikatakan bahwa filsafat adalah dirimu sendiri. Oleh karena itu berfilsafatlah untuk menempatkan posisi kita di dalam struktur dunia.

    ReplyDelete
  14. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Orang yang berfilsafat adalah orang yang berfikir. filsafat setiap orang berbeda-beda karena filsafat adalah diri kita sendiri. Ketika kita berfilsafat maka kita melakukan olah pikir dari segala sesuatu yang telah kita ketahui sebelumnya dan mensintesiskannya sehingga akan didaat suatu pemikiran baru

    ReplyDelete
  15. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Orang yang berfilsafat adalah orang yang berfikir. filsafat setiap orang berbeda-beda karena filsafat adalah diri kita sendiri. Ketika kita berfilsafat maka kita melakukan olah pikir dari segala sesuatu yang telah kita ketahui sebelumnya dan mensintesiskannya sehingga akan didaat suatu pemikiran baru

    ReplyDelete
  16. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Pengalaman merupakan separuh dunia, membangun pengetahuan merupakan separuh pengalaman dan separuh logika. Oleh karena berperan dalam membangun pengetahuan maka pengalaan dapat dikatakan sebagai guru bagi kita. dan sebaik-baik orang adalah yang belajar dari setiap pengalamannya

    ReplyDelete
  17. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Sungguh telah membuka pikiran kita bahwa ketidaksempurnaan yang ada pada diri kita merupakan bentuk dari kesempurnaan Kuasa-Nya. Dalam artikel ini disebutkan contoh jika kita memiliki pendengaran yang sempurna, maka hidup kita tidak akan tenang karena bisa mendengarkan siksa neraka. Contoh lain menurut saya adalah jika penglihatan kita sempurna, maka terlihat bakteri-bakteri pada makanan sehingga kita tidak berminat untuk makan. Maka dari itu sudah seharusnya kita mensyukuri segala apa yang telah dikaruniakan-Nya.

    ReplyDelete
  18. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Keterkaitan antara pikiran dan pengalaman merupakan bentuk dari berfilsafat, seperti praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dari situlah pengetahuan dibangun.

    ReplyDelete
  19. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Hal lain yang menurut saya menarik adalah pernyataan “Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu. Karena jika engkau mengembarakan pikiranmu tanpa menetapkan hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, bisa jadi pikiranmu tidak akan bisa kembali.” Saya ingat dengan nasihat pak Marsigit agar berdoa terlebih dahulu sebelum mempelajari filsafat, dalam hal ini membaca artikel dalam blog ini. Karena jika kita telah meneguhkan hati, insyaAllah akan ada ilmu yang kita peroleh dan pengembaraan pikiran kita akan kembali lagi.

    ReplyDelete
  20. Fauzul Muna Afani
    13301241010
    Pendidikan Matematika A 2013
    Dari postimgan tersebut saya mendapatkan point bahwa semua orang bisa berfilsafat, tidak memandang dia atheis atau beragama. Semua orang bisa bersilfasat karena filsafar merupakanm pikiran dari orag itu sendiri

    ReplyDelete
  21. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sifat manusia adalah ketidaksempurnaan, maka dari ketidaksempurnaan itulah kita merasakan hidup. jika kita diberi satu saja kesempurnaan kita langsung saja tidak bisa hidup.

    ReplyDelete
  22. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman.

    ReplyDelete
  23. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Metode Analitik Apriori yaitu bisa memikirkan walaupun tidak melihat secara langsung objeknya. Hanya dari pengetahuan yang sebelumnya sudah pernah ia dapatkan. Contohnya adalah seorang dokter dapat mendiagnosa pasiennya walaupun hanya via telfon.

    ReplyDelete
  24. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebaliknya seorang Dokter Hewan, yang ingin memeriksa seekor Sapi yang sakit, ia harus memeriksanya dan memberikan tindakan secara langsung barulah ia dapat memikirkan penyakit sapi tersebut, maka dokter itu menggunakan metode Sintetik a posteriori (kehidupan pengalaman).

    ReplyDelete
  25. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Dari postingan bapak diatas menimbulkan pertanyaan mengganjal di hati saya. Dari postingan bapak dikatakan bahwa awal dari sebuah pengetahuan adalah pertanyaan, nah bukankah jika kita terlalu banyak bertanya maka kita dianggap bodoh? Bagaimana filsafat memandang hal itu? Dari postingan juga dikatakan bahwa pikiran itu cenderung tidak ada kontradiksi dan pengalaman itu cenderung kontradiksi padahal ilmu itu menurut Immanuel Kant merupakan paket komplit yang terdiri dari pikiran dan pengalaman, apakah bisa dikatakan bahwa ilmu itu bisa cenderung kontradiksi dan juga cenderung tidak ada kontradiksi, nah jika bisa, dalam hal apa ilmu bisa dikatakan cenderung kontradiksi dan dalam hal apa ilmu itu bisa dikatakan cenderung tidak ada kontradiksi?
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  26. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Oleh karena itu dalam menjalani kehidupan ini kita harus seimbang antara pikiran dan pengalaman, tidak bisa berat sebelah atau bahkan menjalani hidup hanya dengan salah satu, pikiran saja atau pengalaman saja. Karena pikiran berbeda dengan pengalaman, namun keduanya saling melengkapi. Pikiran itu cenderung konsisten, absolut dan kontradiksi, sedangkan pengalaman itu yang nyata, konkret, dan bersifat kontradiksi.

    ReplyDelete
  27. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    "Bagaimana orang atheis berfilsafat? Bisakah? Seperti apa?", Pak Prof. Marsigit menanggapi bahwa bisa saja orang atheis berfilsafat karena filsafat adalah mengenai dirimu sendiri. Lalu timbullah rasa penasaran dalam benak saya, apakah seorang atheis setelah berfilsafat bisa berubah menjadi seorang yang agamis/ religious?

    ReplyDelete
  28. Siti Mufidah 13301241036/ Pendidikan Matematika A 2013

    Mengenal Filsafat Lebh Dalam
    Semester tujuh kami belajar mengenai filsafat, khususnya filsafat pendidikan matematika. Cara filsafat dalam memandang pengalaman dan mengenai pentingnya pengalaman menjadi informasi yang baru bagi kami. Manusia memang jauh dari yang namanya kesempurnaan, hal tersebut yang dapat menjadikan manusia hidup karena adanya ketidaksempurnaan. Berfilsafat adalah mempraktikkan pikiran dan memikirkan pengalaman, sebagaimana dalam membangun pengetahuan manusia. Pikiran pengetahuan memiliki sifat yaitu analitik sedangkan ukurannya adalah konsisten. Berbeda dengan sifat pengetahuan pengalaman yaitu sintetik dan bersifat kontradiksi. Manusia memiliki pemikiran yang berbeda-beda sesuai dengan jenjang masing-masing.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  29. Siti Mufidah/ 13301241036/ Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat adalah mengenai diri sendiri, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk seorang atheis karena berfilsafat mengenai diri sendiri Filsafat peduli dalam ruang dan waktu, dengan tujuan untuk memperoleh kebahagian melalui berfikir. Dalam bertindak kita harus memantpkan hati terlebih dahulu, setelah hati maka pikiran dan lainnya pun akan mengikuti. Namun, jika kita memantapkan terlebih dahulu pada pikiran tanpa menetapkan hati maka ada kemungkinan pikiranmu tidak bias kembali. Dan bagi orang yang hanya mengandalkan pikiran saja, hidupnya akan linier dan tidak mengetahui akan berhenti dimana serta sampai kapan. Melalui filsafat kita dapat menjelaskan posisi kita dalam dunia.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  30. Siti Mufidah/ 13301241036/ Pendidikan Matematika A 2013


    Dalam perkuliahan filsafat pendidikan matematika, Prof. Marsigit memberikn kesempatan kami untuk bertanya mengenai hal apapun. Berkaitan dengan hal tersebut,, maka filsafat dalam menjawab pertanyaan pun harus berstruktur. Dalam menjawab pertanyaan di filsafat jika ada pertanyaan dengan kesadaran full of structure, maka pertanyaanmu terang bendrang kedudukannya atau kedudukannya jelas. Filsafat itu memiliki tujuan yaitu menyadari struktur dunia.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  31. Siti Mufidah/ 13301241036/ Pendidikan Matematika A 2013


    Dalam perkuliahan filsafat pendidikan matematika, Prof. Marsigit memberikn kesempatan kami untuk bertanya mengenai hal apapun. Berkaitan dengan hal tersebut,, maka filsafat dalam menjawab pertanyaan pun harus berstruktur. Dalam menjawab pertanyaan di filsafat jika ada pertanyaan dengan kesadaran full of structure, maka pertanyaanmu terang bendrang kedudukannya atau kedudukannya jelas. Filsafat itu memiliki tujuan yaitu menyadari struktur dunia.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  32. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    filsafat adalah diri kita sendiri, ketika kita berusaha mengenal dan mendalami filsafat maka kita telah berusaha mengenal diri kita sendiri secara mendalam. sebenar-benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman,pikiran merupakan muara seseorang dalam menentukan konsep dan pengalaman merupakan wujud dari tindakan. pikiran diamalkan menjadi sebuah pengalaman sedangkan pengalaman di transfer menjadi buah pemikiran..

    ReplyDelete
  33. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Hal tersebut menunjukan bahwa pengalaman sangatlah penting sehingga terdapat kata bijak bahwa pengalam merupakan guru yang terbaik. Dengan adanya pengalaman maka dapat di ambil hikmahnya dan apabila terjadi kesalaman maka dapat ditemukan solusi untuk mengatasi hal tersebut agar tidak mengalami kesalahan yang sama. Untuk menganalisis solusi agar tidak terjadi kesalahan tersebut maka diperlukannya logika.

    ReplyDelete
  34. Miftahir rìzqa
    PEP kelas A
    Sebenarnya filsafat adalah memikirkan apa yang ada dalam fikiran. Oleh karena itu filsafat adalah dirimu

    ReplyDelete
  35. Miftahir Rizqa
    PEP S3 Kelas A
    16701261027
    Setiap detik kita menghembus nafas, setiap itu pula kita berfikir. Berfikir dalam menjalani hidup. Sebenar-benar hidup adalah intereaksi pikiran dan pengalaman. Pikiran dan pengalaman akan membuahkan sebuah pengetahuan. Pikiran dan pengalaman berhermenutika dalam hidup

    ReplyDelete
  36. Miftahir Rizqa
    PEP Kelas A
    setiap detik kita bernafas setiap detik itu juga kita berfikir. Namun fikiran saja tidak akan cukup jika tidak dibarengi pengalaman dalam mendapatkan suatu pengetahuan. Pikiran dan pengalama adalah hermenutika setiap saat.

    ReplyDelete
  37. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya mendapat banyak pelajaran ketika membaca postingan ini. Saya terkesan dengan pendapat Prof. Marsigit "berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari." Trnyata filsafat memang sejatinya diri sendiri, melalui kita sendiri kita sudah bisa bersfilsafat.

    ReplyDelete
  38. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam filsafat ilmu pengetahuan kita harus mempelajari esensi atau hakikat ilmu pengetahuan tertentu secara rasional. Filsafat ilmu pengetahuan merupakan cabang filsafat yang mempelajari teori pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang berkaitan dengan kebenaran ilmu tertentu.

    ReplyDelete
  39. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Menurut saya benar bahwa awal dari ilmu pengetahuan adalah pertanyaan. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan atau terpikir oleh manusia maka akan timbul rasa penasaran bagi manusia itu untuk mencari kebenaran atau jawaban dari apa yang mereka ingin tahu. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi maka akan lebih banyak ilmu pengetahuan yang akan diperoleh dengan menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang ada pada pikirannya. It seems like “Questioning leading the knowledge they will got” dan saya rasa penting sebagai mengawali pembelajaran dengan pertanyaan.

    ReplyDelete
  40. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pengalaman adalah separuh dunia sedangkan membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Semuanya harus berinteraksi satu sama lain, tidak hanya bisa hidup dengan pengalaman saja atau dengan pikiran saja.

    ReplyDelete
  41. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari bacaan diatas dapat dimengerti pula bahwa anak kecil bukanlah ilmu bagi orang dewasa dan bahwa mendidik bukanlah suatu ambisi agar semua murid dapat menjadi seperti kita. Disini dapat dipahami bahwa kita tidak dapat menjadi diri kita sepenuhnya untuk mengajar mereka (anak-anak), seorang guru harus dapat memposisikan dirinya dengan siswa agar siswa akan merasa nyaman dalam menuntut ilmu. Dan benar bahwa fungsi guru adalah memfasilitasi peserta didiknya, bukan hanya memberikan materi saja, istilahnya menyuapi siswa dengan pengetahuan, namun biarkan siswa untuk dapat mengembangkan pengetahuannya dengan bantuan guru.

    ReplyDelete
  42. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya pribadi sangat suka dengan kalimat “kebahagiaan melalui olah pikir yang bersifat kontekstual. Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu. Karena jika engkau mengembarakan pikiranmu tanpa menetapkan hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, bisa jadi pikiranmu tidak akan bisa kembali.” Bahwa manusia harus mampu merefleksikan hidupnya, tidak hanya mengandalkan pikirannya saja.

    ReplyDelete
  43. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Seperti yang disampaikan pada bacaan diatas, dunia itu berstruktur, penuh dengan struktur, tergantung pada dimana letak struktur yang dimaksud dan difokuskan. Dan tujuan filsafat adalah untuk menyadari struktur dunia. Semoga dengan kuliah mata kuliah filsafat pendidikan matematika ini kita dapat mngatahui dan menyadari struktur dunia dan selalu rendah hati dalam belajar aamiin.

    ReplyDelete
  44. Nikhu wahyu raharjo
    13301244001
    Pendidikan matematika I 2013

    Berfilsafat adalah memikirkan yg dilakukan dan melakukan yg dipikirkan. Dari kata ini dapat saya pahami bahwa berfilsafat adalah proses mengenali diri, melakukan dan mengevaluasi. Dan keduanya harus seimbang.

    ReplyDelete
  45. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Berdasarkan kalimat "maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda", dapat diartikan bahwa dalam filsafat kaitan antara pikiran dan pengalaman sangatlah erat,ketika kita berfilsafat kita tidak dapat hanya menggunakan pikiran saja atau pengalaman saja tetapi perlu menggabungkan antara pikiran dan pengalaman. Karena dalam filsafat apa yang ada dalam pikiran kita ketika sudah berada diluar pikiran nilai kebenarannya bisa berbeda - beda, tergantung pada objek filsafatnya.

    ReplyDelete
  46. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Filsafat itu dirimu sendiri, jadi ketika engkau memiliki pertanyaan seputar kehidupanmu jawaban nya adalah benar menurut dirimu sendiri dan tergantung pada ruang dan waktu menjawabnya, dan karena dunia itu berstruktur maka setiap pertanyaan itu dapat dijawab berdasarkan berbagai macam kedudukan struktur.

    ReplyDelete
  47. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Saya mendapatkan ilmu baru setelah membaca postingan ini, yaitu bahwa a priori adalah pengetahuan yang ada sebelum bertemu dengan pengalaman. Seseorang dapat berpikir dan memiliki asumsi tentang segala sesuatu, sebelum bertemu dengan pengalaman dan akhirnya mengambil kesimpulan. Sedangkan a posteriori adalah lawan dari a priori, pengetahuan selalu bergantung pada pengalaman. Jadi harus bertemu dengan pengalaman untuk dapat mengambil kesimpulan.

    ReplyDelete
  48. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Matematika untuk anak dengan matematika untuk dewasa khususnya mereka yang mendalami matematika tentu sangat berbeda, matematika untuk anak harus berupa benda konkret agar anak dapat memahami konsep matematika melalui bantuan dari benda konkret tersebut, sedangkan bagi orang dewasa dalam mempelajari ilmu matematika murni bisa hanya ada di pikiran, berupa aksioma-aksioma maupun teorema- teorema.

    ReplyDelete
  49. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  50. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sekali-kali perlu juga diberi nilai 0 agar kita sadar bahwa pengetahuan sangat luas dan masih banyak yang kita belum ketahui, oleh karena itu tidak seharusnya sombong dan cepat merasa puas

    ReplyDelete
  51. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016.

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari postingan di atas, dapat kita petik sebuah ibroh (pelajaran) bahwa kita manusia memiliki sifat yang terbatas. Allah menciptakan kita dari segala ukurannya. Ternyata dari sifat yang terbatas itu, manusia bisa hidup dengan aman dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Bisa kita bayangkan, jika manusia dibekali kesempuraan oleh Allah, maka bisa jadi manuisia tidak bisa beradaptasi dengan dunia, karena ia dapat melihat apa yang seharusnya tidak dilihat, mendengar apa yang seharunya tidak didengar, dll.

    Allah juga menganugerahkan akal kepada manusia untuk mencari pengetahuan. Dengan pengetahuan itu kita dapat hidup dengan baik. Untuk membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman dan logika sehingga pengetahuan dapat dibuktikan secara empiris.
    Maka, sebaik-baik manusia adalah menyadari keterbatasan dirinya hingga dia menyerahkan segala kehidupannya kepada Sang Pemilik Kehidupan dan gemar dalam menuntut ilmu karena menunaikan sebuah kewajiban.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  52. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Berdasarkan empat kalimat tersebut saya memperoleh bahwa kehidupan merupakan kolaborasi dari pikiran dan pengalaman. Filsafat adalah tentang dirimu, maka hanya dengan bertanya dan memikirkan bagaimana/apakah kita bisa hidup dengan pengalaman saja, dan bagaimana kita hidup dengan pikiran saja itu sudah termasuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  53. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Antara pengalaman dan pemikiran saling berkaitan dan tak terpisahkan. Ada saat dimana timbul pemikiran, ketika memori dipanggil akan mengingatkan pengalaman yang pernah dipelajari sebelumnya. Seperti halnya manusia ketika mempelajari sebuah ilmu. Ilmu pengetahuan yang didapatkannya dan yang mereka miliki berasal dari pengalaman dengan cara berpikir sehingga menghasilkan suatu ilmu pengetahuan. Ketika mempelajari filsafat berarti kita telah melakukan proses berpikir agar dapat menembus ruang dan waktu

    ReplyDelete
  54. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan kutipan tentang sifat ketidaksempurnaan manusia yang terkadang memandang hanya dari satu sisi saja dan jika diberi satu saja kesempurnaan langsung saja tidak bisa hidup. Ketidaksempurnaan memang menjadi tempat manusia. Meskipun ada beberapa manusia yang diberikan kelebihan dibandingkan dengan yang lain misalkan dalam melihat, beberapa dari mereka ada yang merasa ketakutan dan merasa tidak tentram.

    ReplyDelete
  55. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Dengan kelebihan yang diberikan maupun kekurangan yang diberikan, hal yang harus dilakukan tetaplah menerimanya karena ketidaksempurnaan mengajarkan manusia untuk selalu mensyukuri nikmat apapun yang diberikan. Tak perlu kiranya berusaha menjadi orang yang diapersepsikan sempurna. Menjadi diri sendiri lebih baik karena filsafat adalah diriku sendiri.

    ReplyDelete
  56. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Sangat tertarik dengan kata-kata “Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu. Karena jika engkau mengembarakn pikiranmu tanpa menetapkan hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, bisa jadi pikiranmu tidak akan bisa kembali” terkadang antara hati dan pikiran dan lisan manusia tak sinkron. Maka berhati-hatilah dengan hati karena hati memiliki peranan penting dalam hubungan spiritual dan yang menjadi penentu pikiran dan melaksanakan segala sesuatu tanpa didasari hati tak akan berarti.

    ReplyDelete
  57. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010

    Masih teringat dengan wejangan Prof. Marsigit bahwa: “Segala macam pengetahuan sumbernya adalah sesuatu yang tetap dan suatu yang berubah. Kenyataan kehidupan dunia ini selalu berubah, sementara yang tetap ada dalam pikiran, dalam hati, dan kuasa Tuhan”. Berubah dan tetap merupakan sebuah perimbangan, dunia yang berkembang begitu pesatnya sehingga menebar ancaman untuk “menelanjangi” identitas budaya bangsa, hal ini perlu diimbangi dengan bangun pondasi spiritualitas yang kokoh sehingga tidak mudah goyang oleh gelombang power now.

    ReplyDelete
  58. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Dunia itu berstruktur. Yang artinya, apabila sedang mengemukakan pendapat pada sebuah persoalan hal yang tepat adalah lihatlah struktur dimana persoalan itu berada. Dalam filsafat disebut dengan tepat dan benar sesuai dengan ruang dan waktu. Semoga pemimpin kita dapat melihat segala persoalan dari berbagai struktur kehidupan di Indonesia.

    ReplyDelete
  59. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sifat manusia tidaklah sempurna tapi karena ketidaksempurnaan itulah kita bisa merasakan hidup ini. Ketidaksempurnaan banyak mengajarkan kepada manusia bahwa dalam hidup harus selalu ada yang disyukuri dan ada yang harus diusahakan. Tidak semua praktis ada sesuai apa yang diinginkan.

    ReplyDelete
  60. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kejelasan adalah jelas pada waktu tertentu dan dalam ruang tertentu. Selama masih ada hal yang belum manusia ketahui tentang suatu hal, maka sebenarnya manusia itu belum jelas. Jadi jelasnya manusia hanya sebagian sifat saja.

    ReplyDelete
  61. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Didunia ini masih banyak hal yang belum manusia ketahui secara jelas, sehingga kejelasan yang ada di dunia ini hanya kejelasan menurut manusia itu sendiri. Masih banyak misteri kehidupan yang belum manusia mengerti.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika, sehingga dalam mencari pengetahuan tidaklah cukup jika hanya dipikirkan menggunakan logika dan pikiran tetapi juga harus dilaksanakan sehingga bisa dijadikan pengalaman yang akan memperkuat pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  63. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Semakin mempelajari filsafat semakin tinggi rasa penasaran yang dimiliki sehingga semakin sadar bahwa masih banyak hal yang belum diketahui dan dipahami, dan ini baru satu ilmu belum materi dari ilmu yang lain yang masih belum diketahui. Bahkan bukan tidak mungkin akan ada ilmu baru dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  64. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Manusia hidup dari lahir, kemudian tumbuh menjadi anak kecil, orang dewasa, dan pada akhirnya menjadi orang tua. Dunia anak kecil merupakan dunia bawah, dunia konkret, dunia pengalaman. Pengalaman merupakan kejadian yang pernah dilakukan oleh seseorang dalam menjalankan kehidupan. Hidup di dunia ini penuh dengan pilihan-pilihan yang harus dipilih sesuai dengan yang diinginkan. Dalam memilih kita harus menetapkan hati kita pada pilihan tersebut dengan disertai berpikir agar sesuai dengan hati nurani kita.

    ReplyDelete
  65. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Filsafat padi adalah simbul dari sebuah kematangan, semakin berumur, semakin banyak yang dialami dan dipikirkan, maka akan semakin santun dan bijak yang disimbulkan dengan isi, perbahan warna, dan merunduk. Praktekkan apa yang engkau pikirkan (pikiran bijak filosofis) dan pikirkan apa yang engkau alami cocok ditempatkan dalam kerangka membangun sebuah kearifan/keshalehan individu, keshalehan sosial, dan keshalehan spiritual.

    ReplyDelete
  66. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika 2013

    Dari penjelasan di atas, saya mendapatkan poin bahwa filsafat adalah diri sendiri, sehingga setiap diri manusia dapat bebas berfilsafat sesuai dengan apa yang ia inginkan, tentunya satu dengan yang lain memiliki pemikiran yang berbeda – beda dari setiap apa yang ia alami sehingga menjadi pengalaman ataupun apa yang mungkin ada, dan menyadari akan adanya struktur dalam dunia. Dunia itu sendiri penuh dengan sifat, sehingga kita tidak bisa terlepas akan sifat – sifat yang dimiliki oleh apa yang ada di dunia. Manusia jelas memiliki sifat, tumbuhan, hewan, bahkan benda seperti polpen misalnya juga memliki sifat. Sungguh luas apa yang dimaksud dengan filsafat.

    ReplyDelete
  67. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Saya tertarik dengan pernyataan anak kecil memiliki dunianya sendiri. Di dalam proses pembelajaran, anak anak cenderung akan lebih memahami ketika mereka menggunakan panca indra sendiri. Jadi, dunia anak adalah dunia aktifitas yang berbeda dengan dunia orang dewasa.

    ReplyDelete
  68. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Semua orang dapat berfilsafat, tidak memandang dia atheis ataupun tidak. Katena filsafat adalah pikiran dari orag itu sendiri

    ReplyDelete
  69. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Filsafat adalah sudut pandangmu sendiri. Filsafat tidak memandang orang itu beragama atau tidak. Jadi filsafat adalah semua orang. Semua orang dapat berfilsafat

    ReplyDelete
  70. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Setiap orang memiliki penilaian sendiri. Karena itu, sudut pandang yang dimiliki setiap orang berbeda. Sudut pandang yang ada dalam diri setiap orang juga dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang telah ia peroleh. Pengalaman merupakan kejadian yang pernah dilakukan oleh seseorang dalam menjalankan kehidupan. Karena itu, benar dan salah dalam filsafat itu tergantung dari sudut pandang diri sendiri. Yang menurut orang lain benar belum tentu benar menurut kita dan yang menurut orang lain salah belum tentu salah menurut kita. Semua penilaian sudut pandang tergantung dari pengalaman yang telah dilalui

    ReplyDelete
  71. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Teringat sekali dengan kata-kata bapak bahwa “filsafat adalah dirimu sendiri”. Disaat kita mengenal dan mendalami filsafat berarti secra tidak langsung kita mengenal diri kita sendiri secara.

    ReplyDelete
  72. Puspita Sari
    13301241003
    Pend. Matematika A 2013

    Separuh pengalaman dan separuh logika merupakan cara membangun pengetahuan. Hal ini terlihat bahwa pengalaman sangat penting . Adanya pengalaman maka dapat kita ambil hikmahnya, dari penyelesaian masalah ini kita gunakan logika agar pkesalah tidak terulang lagi.

    ReplyDelete
  73. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Filsafat merupakan pemikiran diri sendiri yang berasal dari pengetahuan dan pengalaman. Pemikiran inilah yang diperlukan untuk menyempurnakan kehidupannya, meskipun semua di dunia ini tidak ada yang sempurna. Maka pemikiran ini berguna untuk meningkatkan keadaan menuju kesempurnaan. Di sisi lain, implikasi dari filsafat itu akan menentukan sikap orang terhadap dirinya sendri dan sikapnya kepada orang lain.
    Tetapkanlah hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, agar hasil pemikiran kita akan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  74. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat merupakan diri kita sendiri. Apabila kita mengenal filsafat lebih dalam, itu artinya kita sedang mengenal diri kita sendiri. Tidak ada manusia yang terlahir sempurna di dunia ini, akan tetapi dengan selalu bersyukur maka dengan ketidaksempurnaan kita bisa menjadi merasakan kesempurnaan dalam menjalani kehidupan. Filsafat tidak memandang seseorang tersebut dengan sifat tertentunya. Semua orang dengan segala yang dipikirkannya itu termasuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  75. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Saya setuju dengan pernyataan bahwa anak kecil adalah dunia bawah, dunia di luar pikiran, dunia konkret, dunia pengalaman. Bagi anak kecil, ilmu merupakan suatu aktivitas yang dilaksanakan dan dapat terkenang dalam hidupnya. Ilmu merupakan pengalaman bagi mereka, pengalaman bermain sambil belajar. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitatornya.

    ReplyDelete
  76. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat peduli dengan ruang dan waktu. Hal ini berarti filsafat itu bebas, sesuai keadaan apapun dan dalam kondisi apapun sesuai dengan seseorang yang menjalaninya. Karena peduli dengan ruang dan waktu, maka dengan berfilsafat kita bisa memperoleh kebahagiaan melalui olah pikir kita. Dalam berfilsafat tidak hanya mengandalkan pikiran saja, akan tetapi juga tetap berpegang teguh pada spiritualitas. Untuk mewujudkan hal ini hanya dengan mengikuti hati nurani masing-masing individu saja karena sesungguhnya hati nurani akan selalu berkata semua hal kebaikan.

    ReplyDelete
  77. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah gabungan dari idealisme dan realisme atau dapat diartikan bahwa ketika kita berfilsafat, kita harus menggunakan logika dan pengalaman yang telah kita peroleh. Ķarena berfilsafat adalah memikirkan pengalaman dan menerapkan yang dipikirkan.

    ReplyDelete
  78. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah gabungan dari idealisme dan realisme atau dapat diartikan bahwa ketika kita berfilsafat, kita harus menggunakan logika dan pengalaman yang telah kita peroleh. Ķarena berfilsafat adalah memikirkan pengalaman dan menerapkan yang dipikirkan.

    ReplyDelete
  79. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Filsafat adalah bagaimana memberdayakan akal (ratio) untuk menemukan kemaslahatan-kemaslahatan dunia sekalian alam. Berfilsafat adalah bagaimana menundukkan hawanafsu angkara. Maka sebenar-benar filsafat adalah diriku yang maslahat, dirimu yang maslahat, diri mereka yang maslahat, dan manusia yang maslahat.

    ReplyDelete
  80. Musa Marengke
    PEP S3 Kelas A, 2016
    Pak Prof. Marsigit dalam perkuliahan yang dimulai dengan tema tentang pengaruh filsafat Ilmu dalam bidang-bidang ilmua pengetahuan pada abad 18 dengan menampilkan struktur masyarakat tribal, tradisional, modern dan pormodernisme sampai membahas pengaruh aliran aliran besar seperti kapitalisme, pragmatisme, utilitarianisme, materialisme sampai liberalisme dan lain sebagainya. Aliran-aliran ini pernah menjadi kiblat masyarakat modern-pormodernisme yang mengambil aliran Rasionalisme sebagai jalan pikiran dan paradigma dalam meencari kebenaran ilmu pengetahuan.Jadi keberana dalam filsafat adalah bagaimana mengada "ada" dan membuat ruang dan waktu sesuai fitrahnya.

    ReplyDelete
  81. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah saya membaca postingan di atas , saya sependapat bahwa anak kecil memiliki dunianya sendiri. Jika dalam pembelajaran matematika, dunia anak merupakan dunia konkret, sehingga dalam belajarnya, mereka dikaitkan dengan hal-hal yang ada disekitarnya, atau familiar dengan apa yang mereka jumpai. Sehingga di dalam proses pembelajaran anak kecil cenderung akan lebih memahami ketika mereka mengalami, menyentuh, melihat, dan mendengarkan sesutu yang mereka pelajari sendiri. Jadi, dunia anak adalah dunia aktifitas yang berbeda dengan dunia orang dewasa. Sama seperti halnya dalam membagikan ilmu kepada peserta didik, sebagai pendidik dan calon pendidik tentu berkeinginan siswa kita memiliki pemahaman seperti kita bahkan lebih, namun tidak akan baik jika kita berambisi terlalu tinggi tentang hal tersebut. Karena kunci kesuksesan adalah keikhlasan kita dalam memberikan dan membagikan ilmu yang kita miliki kepada siswa.

    ReplyDelete
  82. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebenar benarnya filsafat adalah memikirkan apa yang ada dalam fikiran dan apa yang ada di luar pikiran. Oleh karena itu filsafat adalah dirimu

    ReplyDelete
  83. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia terkadang memandang hanya dari satu sisi saja karena itulah sifat manusia yang tidak sempurna yang merupakan pemberian Tuhan kepada manusia agar manusia hidup. Dalam membangun pengetahuan kita membutuhkan pengalaman dan logika, atau dengan kata lain "praktikkanlah pikiranmu dan pikirkanlah pengalamanmu." Logika atau pikiran cenderung bersifat konsisten, absolut, koheren, analitik, dan identitas, sedangakan pengalaman cenderung bersifat nyata, konkret, dan kontradiksi.

    ReplyDelete
  84. Manusia memiliki dunianya masing-masing, sehingga dalam mengarungi hidup ini jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain untuk menjadi seperti kita atau seperti yang kita harapkan. Biarlah setiap orang menjalani hidup dengam caranya masing-masing, dengan demikian maka hidupnya akan lebih bermakna.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  85. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Life is a thinking and an action, no life is without thinking and action.
    So filsafat is a proof of life.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ida Siti Mahsunah
      13301244004
      Pendidikan Matematika I 2013

      Because philosophy is a relation between thinking and action which is depending on space and time.

      Delete
  86. Berfilsafat adalah merupakan usaha setiap orang untuk menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan pikiran secara serius. Kemampuan berfikir serius sangat diperlukan, terlebih lagi bagi yang memegang posisi penting dalam membangun dunia.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  87. Kemampuan berfikir serius dan mendalam adalah merupakan salah satu ciri filsafat. Kemampuan ini menjadi dasar untuk memecahkan setiap masalah yang diperoleh dalam mengarungi kehidupan. Menurut Asmoro Ahmadi bahwa mempelajari filsafat adalah sangat penting, dimana dengan ilmu tersebut manusia dibekali suatu kebijaksanaan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat diperlukan oleh umat manusia.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  88. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi filsafat, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

    ReplyDelete


  89. Seperti pendapat para ahli mengenai filsafat, diantaranya pendapat dari Plato dan Aristoteles sebagai berikut:
    Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.
    Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.

    ReplyDelete
  90. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Berkaitan dengan filsafat ilmu yang telah disampaikan Aristoteles di atas. Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Di sini, filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi.

    ReplyDelete
  91. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Filsafat merupakan ilmu yang luas. Mempelajari filsafat sama dengan mempelajari hal yang ada dan yang mungkin ada. Berdasarkan pertanyaan yang ada di tulisan Bapak, memang benar bahwa pengetahuan itu dibangun dari pengalaman dan logika. Jika dihubungkan dengan filsafat, maka pengetahuan filsafat itu bisa bersumber dari pengalaman-pengalaman hidup sesorang serta logika yang dipikirkannya. Namun itu belum cukup, karena setiap manusia memiliki jutaan pengalaman yang berbeda dan pikiran yang berbeda pula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ilmu filsafat sangat luas.

    ReplyDelete
  92. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Pengertian filsafat itu sangat luas. Dalam filsafat, kita empelajari hal yang ada dan yang mungkin ada. Jika dihitung, 1 triliyun pangkat 1 triliyun pun tak cukup untuk membahas filsafat di dunia ini. Kita tau bahwa pengetahuan manusia itu dibangun berdasarkan pengalaman dan logika. Oleh karena itu, pengetahuan seseorang akan semakin bertambah dan luas jika memang pengalamannya banyak dan memiliki lgika yang bagus.

    ReplyDelete
  93. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Begitu juga dengan filsafat yang dipandang sebagai ilmu juga bersumber dari pengalaman dan logika seseorang. Pengalaman tersebut akan membantu seseorang untuk mengetahui hal baru dengan menggunakan logika. Sehingga seseorang dapat mendapatkan pengetahuan baru dengan mengaitkan dengan pengalaman-pengalaman ebelumnya.

    ReplyDelete
  94. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya setuju dengan pendapat Bapak mengenai hakekat ilmu bagi anak adalah aktifitas atau kegiatan. Dari sini saya belajar, ketika saya mengajarkan matematika pada anak maka saya harus mengkombinasikan matematika dengan beberapa aktivitas yang menunjang. Seperti ketika mengajar garis bilangan bulat maka bisa dilakukan peragaan berjalan pada garis bilangan bulat sesuai dengan operasi bilangan bulat yang diberikan.

    ReplyDelete
  95. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika.

    ReplyDelete
  96. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Oleh sebab itu, filsafat membutuhkan metode-metode untuk menjelaskan dirinya.Harus diakui memang bahwa metode kefilsafatan sangat beraneka ragam, hampir sama dengan banyaknya jumlah ragam filsafat itu sendiri. Ini berarti bahwa filsafat tidak mempunyai metode tunggal yang digunakan oleh semua filsuf sejak zaman purba hingga sekarang. Dengan demikian sangat wajar apabila secara umum setiap metode dalam filsafat melahirkan teori atau faham tersendiri, seperti emperisme, rasionalisme, relativisme, idealisme dan lain sebagainy

    ReplyDelete
  97. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A 2016
    Metode Dialektika (Kritis)

    Banyak memang metode dalam filsafat, misalnya metode dialektika yakni cara membanding yang dengannya melahirkan logika induktif dalam filsafat.Selain itu ada metode intuisi (suara hati atau keimanan atau tenaga rohani yang berbeda dengan akal) ini pertama kali dilontarkan oleh Plotinus dengan teori emanasi.Tujuan filsafat Plotinus adalah tercapainya kebersatuan dengan Tuhan yang ditempuh melalui cara : pertama-tama mengenal alam lewat indera yang kemudian bisa ke tingkat mengenal Tuhan, lalu menuju jiwa dunia dan terakhir baru menuju jiwa illahi.

    ReplyDelete
  98. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Metode-metode filsafat itu, dipakai dalam rangka memburu kebenaran. Kebenaran yang diburunya adalah kebenaran hakiki dan tidak meragukan. Untuk memperoleh kebenaran yang sungguh-sungguh atau hakiki dan dapat dipertanggung jawabkan, maka setiap kebenaran yang telah diraih harus senantiasa terbuka. Kebenaran tentang sesuatu yang sudah ditemukan oleh seorang filsuf misalnya akan selalu diteliti ulang oleh yang lain demi mencari kebenaran yang lebi hakiki dan dapat dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  99. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Harus diakui bahwa metode dalam filsafat lebih banyak diperoleh para filosof melalui pelatihan berpikir dan pelatihan perenungan. Hasil dari metode itu melahirkan teori ilmu pengetahuan. Misalnya filsafat emanasi dari hasil renungan Ibnu Sina termasuk filsuf Al-Farabi)namun teori besarnya berasal dari ramuan Plotinus yang menyatakan bahwa alam ini terjadi karena pancaran dari Yang Esa Kemudian, ini diislamkan oleh Ibnu Sina dan Al-Farabi) bahwa Allah menciptakan alam secara emanasi. Hal ini memungkinkan karena dalam Alquran tidak ditemukan informasi yang rinci tentang penciptaan alam dari materi yang sudah ada atau dari tiadanya. Dengan demikian, walaupun prinsip Ibnu Sina dan Plotinus sama, namun hasil dan tujuan berbeda. Oleh karena itu dapat dikatakan, Yang Esa Plotinus sebagai penyebab yang pasif bergeser menjadi Allah Pencipta yang aktif. Jadi Allah harus dikenal melalui akal dan wahyu. Ini hal prinsip, maka saya harapkan agar teman-teman mampu memetakan mana wilayah yang harus difilsafati dan mana wilayah yang harus di imaniyakan saja. titik saja kawan.

    ReplyDelete
  100. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda." Maka saat kita baru memikirkan saja baru setengah dunia, sedangkan saat kita baru memperoleh pengalaman itu juga baru setengah dunia. Oleh karena itu saya sangat setuju dengan yang disampaikan oleh Prof. Marsigit bahwa berfilsafat adalah mempraktekkan pikiran dan pikirkan pengalaman kita.

    ReplyDelete
  101. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Saat kita berpikir, maka saat itulah kita berfilsafat, saat kita memiliki pengalaman maka saat itulah kita berfilsafat. Dengan demikian maka saya perlu meningkatkan pikiran dan pengalaman saya untuk membangun filsafat saya. Dalam berfilsafatpun yang perlu kita tetapkan adalah hati sebagai komandan sebelum engkau mengembarakan pikiran.

    ReplyDelete
  102. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Bagaimana cara filsafat menjawab suatu pertanyaan?
    Dari jawaban yang diberikan oleh Prof. Marsigit atas pertanyaan di atas, yang dapat saya tarik benang merahnya adalah "sebenar benarnya dunia adalah penuh dengan sifat. Jadi, hidup adalah sifat itu sendiri, dari yang ada dan yang mungkin ada. Tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia." Untuk menjawab pertanyaan kita perlu menyadari struktur dunia melalui pemikiran-pemikiran dan pengalaman para filsuf. Setelah itu akan terbangun pengetahuan dan pengalaman kita sebagai hasil sintesis yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

    ReplyDelete
  103. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebagai makhluk yang beriman, sudah sepatutnya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Terkadang kita tidak bersyukur dengan sesuatu yang kita peroleh, karena kita hanya memandang sesuatu tersebut dari satu sisi saja. Manusia tidak ada yang sempurna, dan kita wajib bersyukur atas ketidaksempurnaan itu, karena dengan ketidaksempurnaan itulah kita dapat hidup.

    ReplyDelete
  104. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam filsafat, membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Jelaslah bahwa pengalaman itu penting menurut filsafat. Namun jika seseorang menggunakan metode analitik apriori, pengalaman menjadi tidak penting, karena seseorang dapat melakukan sesuatu dengan benar tanpa harus melihat sesuatu tersebut. Seperti contoh Dokter yang mendiagnosa penyakit pasiennya pada postingan di atas.

    ReplyDelete
  105. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pengalaman menjadi penting ketika seseorang menggunakan metode sintetik a posteriori yaitu benar setelah melihat. Seseorang akan benar melakukan sesuatu jika orang tersebut telah melihat secara nyata sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  106. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut Immanuel Kant, ilmu akan lengkap dan kokoh jika bersifat sintetik a priori. Sintetik artinya mencoba. Jadi seseorang perlu mencoba terlebih dahulu supaya bisa yakin bahwa apa yang dia lakukan adalah benar.

    ReplyDelete
  107. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Benda pikir tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Dunia pikiran bersifat ideal, tetap, menuju kesempurnaan. Namun kembali lagi ke pengetahuan awal bahwa pikiran manusia itu terbatas dan tidak mungkin mencapai kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Semakin ke atas semakin bersifat transenden. Kita adalah transenden bagi adik kita.

    ReplyDelete
  108. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ilmu bagi anak kecil tidak dapat disamakan dengan ilmu bagi orang dewasa. Ilmu bagi anak kecil adalah suatu aktifitas/ kegiatan. Anak kecil menganggap ilmu adalah suatu pengalaman. Sebagai seorang guru kita harus memfasilitasi anak didik kita dengan baik, dan jangan hanya berambisi agar semua murid kita bisa seperti kita.

    ReplyDelete
  109. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat adalah dirimu sendiri, jadi semua orang bisa saja berfilsafat termasuk orang yang atheis. Filsafat peduli dengan ruang dan waktu dan tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan melalui olah pikir.

    ReplyDelete
  110. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat dapat dengan mudah menjawab pertanyaan, karena filsafat tidak hanya melihat dari satu sisi saja, namun full of structure, maka jika ada pertanyaan di suatu tempat maka pertanyaan itu terang benderang kedudukannya dilihat dari berbagai macam kedudukan struktur.

    ReplyDelete
  111. Febrina Rizki Dwiyana
    13301241044
    P.MTK.2013

    ilmu bagi anak kecil bukanlah ilmu bagi orang dewasa. hakekat ilmu bagi anak adalah aktifitas/kegiatan. untuk memberikan ilmu pada anak adalah dengan pengajaran yg berbasis aktifitas yg tentunya aktifitas yg menyenangkan. mendidik bukanlah suatu ambisi agar anak bisa seperti kita, namun mendidik adalah fasilitas untuk membentuk konsep baru bagi anak dengan melalui aktifitas aktifitas.

    ReplyDelete
  112. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Bukti dari kebegitu Maha Besarnya Allah adalah dengan memberikan keterbatasan kepada kita selaku umat manusia. Walaupun notabene manusia adalah makluk yang sengaja diciptakan Allah dengan memiliki sifat paling sempurna akan tetapi tetap saja kita tidak diberi segala kesempurnaan secara utuh. Ambillah contoh salah satu nikmat penglihatan. Jika Allah tidak memberikan keterbatasan dalam penglihatan kita, kita akan sangat bisa melihat segalanya yang ada di dunia ini, bahkan sampai ke akhirat.

    ReplyDelete
  113. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Awal dari ilmu pengetahuan yang bersifat sintetik apriori adalah pertanyaan. Ketidakempurnaan mausia yang diberikan oleh Tuhan merupakan suatu anugerah yang membuat manusia bisa menjalani kehidupan yang merupakan interaksi antara pikiran dan pengalaman. FIlsafat adalah dirimu sendiri, sehingga setiap orang dapat berfilsafat. Filsafat peduli dengan ruang dan waktu, dan tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan melalui olah pikiran.

    ReplyDelete
  114. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013
    Objek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada akan bersifat tetap. Yang tetap itu bersifat ideal dan identitas. Yang mungkin ada memiliki bersifat berubah. Berubah yang bersifat realis atau kenyataan dan selalu kontradiksi karena terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  115. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Pengetahuan dibangun dari pengalaman dan logika sehingga dalam berfilsafat perlu dipraktikan pemikiran dan pengalaman itu sendiri. Karena sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman yang dapat berupa analitik apriori dan aposteriori. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran bersifat analitik dengan ukuran kebenaran yang konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik kontradiksi.

    ReplyDelete
  116. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Definisi filsafat adalah diri kita sendiri. Oleh karena itu kita harus banyak membaca. Dan sebenar-benar bacaan filsafat itu adalah tulisan para filsuf. Filsuf itu gak ada, kecuali orang lain yang mengatakannya. Karena filsafat itu adalah diri kita sendiri. Dan asal bisa menjelaskan, maka sebenar-benar filsafat adalah penjelasan kita. Kriteria atau tanda bahwa kita sedang berfilsafat atau mengolah pikiran yang baik yaitu orangnya yang memikirkan berstruktur berhierarki, yang dipikirkan juga berstruktur berhierarki, sifatnya orang itu berstruktur berhierarki, otomatis filsafatnyajuga berstruktur berhierarki. Berfilsafat itu berpikir refleksif. Jadi kriteria berfilsafat itu adalah berpikir refleksif. Berpikir refleksif itu adalah memikirkan pikiran.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  117. SHALEH/PPS/PEP/KELAS A/2016
    NIM: 16701261010

    Di dunia ini, eksistensi manusia dibuktikan dengan buah pikir (pemikiran) dan buah tangan (hasil kerja/pengalaman). Eksistensi ini akan lenyap jika ia tidak lagi menelurkan buah pikir dan buah tangannya, walau masih ada, karena sesungguhnya adanya sama dengan tak adanya. Berhenti berfilsafat mencancam manusia tidak lagi eksis (diakui keberadaannya). Terus memikirkan fenomena yang ada dan yang mungkin ada kemudian membuahkan pemikiran untuk diaplikasikan akan memperkokoh eksistensinya demi membangun peradaban yang semakin maju.

    ReplyDelete
  118. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010
    PERKAWINAN PIKIRAN DAN PENGALAMAN
    Pikiran tanpa didasari dengan pengalaman adalah fatamorgana yang memiliki sifat ada dalam ketiadaanya. Dan pengalaman tanpa dilandasi dengan pikiran adalah suatu kebetulan, yang berpotensi “benar” dan “salah” atau “tepat” dan “tidak tepat”. Pikiran akan menjadi bermakna jika diuji melalui pengalaman nyata dan pengalaman akan juga lebih bermakna apabila dikaji dan dipikirkan dengan metode ilmiah. Perkawinan pikiran dan pengalaman akan melahirkan sebuah ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  119. SHALEH/PPS/PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010
    FILSAFAT DAN KETERBATASAN MANUSIA
    Manusia mempunyai keterbatasan yang mesti disikapi positif dengan terus berolah fikir sehingga melahirkan alternatif-alternatif solusi. Filsafat adalah sarana untuk menembus keterbatasan (ruang dan waktu). Semangat ini yang mendasari manusia untuk terus berusaha menerjemahkan yang ada dan yang mungkin ada, sehingga menghasilkan berbagai solusi atas berbagai problema kehidupan dan menjawab keterbatasan.

    ReplyDelete
  120. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010

    FILSAFAT DAN PENDIDIKAN
    Filsafat mendasari sebuah bangun pendidikan dari hulu hinga ke hilir. Filsafat inilah yang kemudian dikenal dengan filsafat pendidikan. Tugas filsafat pendidikan adalah mengolah apa yang layak menjadi landasan pengembangan pendidikan, memikirkan kerangka sistem pendidikan, memprediksi dan merekayasa antisipasi masa depan pendidikan. Mendalami filsafat pendidikan berarti bersiap untuk mematangkan olah pikir dalam rangka ikhtiar untuk memajukan dujnia pendidikan secara terus-menerus.

    ReplyDelete
  121. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Separuh hidup adalah pikiran kita dan separuhnya lagi adalah pengalaman. Sebenar benar hidup adalah harmonisasi antara pikiran dan pengalaman. Seperti apa yang dikatakan Prof Marsigit bahwasannya adanya tes jawab singkat ini diadakan dalam rangka untuk mengadakan yang mungkin ada menjadi ada. Maka sebenar-benar adalah kita harus menyikapinya dengan positif. Dimana melalui tes jawab singkat ini secara tidak sadar akan menambah pengalaman kita dan tidak terasa meningkatkan dimensi pengetahuan kita, karena seperti kita tahu bahwa soal yang diberikan dalam tes jawab singkat adalah sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  122. Pikiran setiap orang akan berbeda-beda sesuai dengan pengalaman yang dimilikinya. Pengalaman tersebut akan membangun dunia pengetahuan. semakin tinggi pengalaman seseorang akan semakin tinggi pengalamannya.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  123. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam berfilsafat kita mempraktekkan pikiran kita dan pengalaman kita sesuai dengan teori yang dikemukakan Immanuel Kant bahwa sebenar-benar ilmu adalah Sintetik a Priori, dimana ilmu itu berasal dari pikiran dan juga pengalaman. Dari 2 hal itulah kita pula harus dapat mengimplementasikannya karena ketika ilmu itu hanya berdiam diri dalam tubuh kita saja dan tidak melakukan pergerakkan maka sebenar-benar ilmu kita dapat mati.

    ReplyDelete
  124. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Satu hal yang saya soroti dari postingan di atas adalah mengenai pertanyaan terakhir yang berhubungan dengan bagaimana filsafat menjawab suatu pertanyaan. Dunia itu memang berstruktur, memiliki dimensi dan level masing-masing. Seperti di dalam filsafat yang terdapat 4 dimensi yaitu pengalaman, formal, normatif, dan spiritual. Setiap dimensi memiliki kriteria masing-masing. Filsafat di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada disesuaikan dengan ruang dan waktu yang ada di dalam dimensi-dimensi tersebut.Selain tergantung dari dimensi-dimensi tersebut, di dalam filsafat juga disesuaikan dengan wadah dan isi yang notabenenya berisi tentang sifat yang ada dan mungkin ada di dalam dunia ini.

    ReplyDelete
  125. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menurut saya perlu dasar spiritual dalam berfilsafat. Karena pemikiran filsafat itu lurus dan tak berujung. Sebagai manusia kita tidakbaik untuk mempunya pemikiran yang melebihi batas aturan-aturanNya. dengan berpegang teguh pada spiritual kita dapat mengembalikan pikiran kita ke jalurnya.

    ReplyDelete
  126. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Kita hidup dari hasil buah pikiran dan pengalaman. Keduanya tak bisa dipisahkan. Tanpa salah satunya maka hidup ini belumlah lengkap. Walaupun demikian, kita tak akan pernah mencapai kesempurnaan dalam hidup ini. Tapi itulah kelebihan sebagai manusia, yaitu sisi ketidaksempurnaannya. Dengan filsafat kita akan mengerti struktur dunia. Dunia yang memiliki banyak dimensi.

    ReplyDelete
  127. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Filsafat adalah bagian dari diri kita. Filsafat adalah sebenar-benarnya diri kita. Dengan berfilsafat, kita dapat memaknai hidup kita, memaknai diri kita sendiri dengan sebenar-benarnya. Jangan pernah takut berfilsafat, dalam berfilsafat kita sendirilah yang mengembarakan pikiran kita.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id