Nov 1, 2015

Indikator Pembelajaran Berorientasi pada Pendekatan Saintifik

Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal sebagai berikut (Marsigit, 2015):

1. RPP yang selaras dengan pendekatan Saintifik
2. LKS yang selaras dengan pendekatan Saintifik
3. Apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik
4. Terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis Saintifik
5. Terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik
6. Terdapat variasi interaksi berbasis saintifik (5 sintak langkah Saintifik)
7. Terdapat Diskusi Kelompok
8. Terdapat presentasi/refleksi oleh siswa
9. Terdapat skema pencapaian kompetensi berbasis pendekatan saintifik
10. Terdapat penilaian berbasis pendekatan saintifik
11. Terdapat kesimpulan yang diperoleh oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, diperoleh temuan-temuan sebagai berikut:

1. Sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya.
2. Semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya
3. Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional
4. Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa
5. Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah
6. Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.
7. Semua LKS bersifat tunggal.

Yogyakarta, Nopember 2015

147 comments:

  1. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Menurut saya, pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami “kebingungan” dalam membentuk karakter siswa yang berkepribadian shaleh dan menguasai IPTEK.

    Banyak usaha yang dilakukan oleh pemerintah maupun praktisi pendidikan dalam menggapai cita2 tersebut. Salah satu metode yang diperkenalkan di dalam pembelajaran matematika adalah metode saintifik. Menurut saya, metode ini menjadi beban tersendiri bagi siswa dan guru. Karena, di samping guru mengajar materi pembelajaran, guru dipersulit dengan adanya 5 tahap pendidikan saintifik dari mengamati hingga mengomunikasikan. Tentu hal itu akan menjadi beban tersendiri bagi guru.

    Berbeda halnya dengan pembelajaran berbasis metode talqiyyan fikriyyan yaitu metode berbasis akidah. Jadi, ketika guru mengajarkan matematika kepada siswa, maka siswa akan lebih memahami pembelajaran tersebut. Karena pembelajaran tersebut memang selalu menghadirkan peran Allah dalam menuntut ilmu, serta ilmu yang diajarkan ada disekeliling mereka. Sehingga, siswa mudah memahami, mempraktikkan, bahkan menyampaikan kepada yang lain perihal ilmu tersebut.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  2. Endah Kusrini
    13301241075
    Pend. Matematika I 2013

    Pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik memang sangat bersifat student centered/ berpusat pada siswa, sehingga sangat meminimalisir peran guru di dalam kelas. Namun bukan berarti guru hanya menugaskan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dan lepas tangan terhadap pembelajaran di dalam kelas. Dengan pendekatan saintifik guru justru harus benar-benar mendesain pembelajaran yang sesuai beserta segala atributnya (n.o 1-11) sehingga pembelajaran di dalam kelas dapat menghantarkan siswa untuk benar-benar menemukan/ mengkonstruk sendiri pengetahuan mereka.

    ReplyDelete
  3. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan hasil dari peer – teaching tersebut. Karena beberapa hal yang terjadi dalam praktik tersebut ternyata juga saya dan kawan saya alami sendiri. Seperti pada kesulitan dalam melakukan apersepsi, kesulitan dalam memahami skema pencapaian kompetensi siswa.

    ReplyDelete
  4. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain dari hasil yang sudah tertera di atas, ketika kami melakukan praktik pengalaman lapangan, saya sendiri menemui sebuah keadaan di mana RPP sudah mencantumkan sintak pendekatan saintifik namun pada pelaksanaannya full dengan konvensional, atau dalam RPP sudah dicantumkan sintak pembelajaran saintifik, namun terkesan dipaksaan untuk beberapa kegiatannya.

    ReplyDelete
  5. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010
    Kurikulum 2013 ini menuntut siswa untuk aktif dan mempunyai sifat ingin tahu yang besar.hal ini yang harus diperhatikan karena kebiasaan anak Indonesi sejak kecil yang terbiasa pasif saaat pembelajaran tentu akan berpengaruh dalam proses pembelajaran saat diterapkan metode saintifik ini. Ini lah tantangan bagi guru bagaimana merubah kebiasasan anak yang kurang sabar dalam menemukan jawaban dan bersifat pasif untuk dapat mengikuti langkah-langkah dalam saintif yaitu 5M.

    ReplyDelete
  6. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati, merumuskan pertanyaan, mencoba/mengumpulkan data dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta. Menurut saya, tidak mudah membuat pembelajaran dengan langkah-langkah tersebut karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajran di kelas seperti karakter kelas, karakter siswa, kegiatan yang tidak dapat di duga yang terjadi, fasilitas yang kurang memadahi, dan masih banyak yang lainnya. Sehingga pembelajaran pun harus flesibel.

    ReplyDelete
  7. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Adanya guru-guru yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan apersepsi sehingga masih ditemukan dari kegiatan monev dalam pelaksaan peer teaching yang menggunakan apersepsi yang bersifat konvensional, guru tidak mencantumkan sintak dalam LKS serta masih tunggal, dan dalam skema pencapaian kompetensi siswa pun guru masih belum memahaminya.

    ReplyDelete
  8. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Perubahan kurikulum terkadang membuat guru bingung, apalagi kurikulum sekarang agak jauh berbeda dengan kurikulum yang diterapkan sebelumnya. Guru membutuhkan pelatihan dan adaptsai untuk dapat menerapkan metodee saintifik ini secara menyeluruh. Ketika guru tidak mencantumkan sintak Saintifik pada LKS saya pikir agak wajar karena mungkin guru tersebut masih belum paham secara menyeluruh apa yang dimaksut dengan metode saintifik. Penilaian siswa yang semakin rumit juga membutuhkan waktu bagi guru untuk dapat melakukannya. Tidak hanya guru siswa juga butuh waktu untuk beradaptasi merubah kebiasaannya agar dapat mengikuti pembelajaan dengan metode saintifik.

    ReplyDelete
  9. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Mengenai hasil servasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, saya tertarik dengan banyak guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional. Saya sendiri mengalami kesulitan dalam membuat apersepsi baik saat micro teaching bahkan saat praktik pengalaman lapangan mengajar. Apersepsi menurut saya, saya ibartkan seperti sebuah penampilan pembukaan dalam sebuah konser yang akan menentukan kesan pertama konser tersebut, jika pembukaan menarik maka penonton pun akan hanyut dalam konser dan tidak akan pulang ketika konser tersebut belum selesai. Sama halnya dalam pembelajaran, apersepsi yang baik dan menarik akan membuat kesan tersendiri untuk para siswa.

    ReplyDelete
  10. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pembuatan LKS yang selaras dengan pendekatan Saintifik memang tidak mudah. Guru harus juga mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya. Kekreatifan guru di sini sangat diperlukan agar siswa benar benar memahami perintah perintah yang ada di LKS. Serta siswa mengetahui tujuan dari setiap langkah pengerjaan di LKS.

    ReplyDelete
  11. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Apersepsi yang diberikan oleh guru sebaiknya bukan merupakan Apersepsi yang biasa-biasa saja. Namun Apersepsi yang diberikan benar-benar mampu manarik minat siswa untuk mempelajari pelajaran yang akan diberikan. Serta Apersepsi mampu membuat siswa penasaran dengan pelajaran yang akan diberikan. Dengan Apersepsi yang tidak biasa-biasa saja, siswa akan tertarik di awal pelajaran yang akan berimbas pada semangat siswa ketika pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Memang mungkin masih sangat sulit tidak menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah dalam mengajar. Namun, kita bisa mengurangi hal tersebut apabila LKS yang diberikan memang sudah lengkap, baik, dan Saintifik.

    ReplyDelete
  13. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Saya setuju dengan temuan-temuan guru yang diperoleh guru saat melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA / SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, karena yang ditemukan guru itu juga saya temukan ketika saya mengajar di tingkat SMP, jujur ketika mengajar saya masih menyisipkan pendekatan konvensional dan ceramah pada siswa karena pertanyaan-pertanyaan pancingan yang saya ajukan masih belum dapat dicerna oleh siswa, dan hambatan lainnya adalah pernah ketika pertemuan itu belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasilnya karena waktu tidak mencukupi sehingga siswa kurang dapat kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing sehingga guru langsung menyimpulkan saja kesimpulan pembelajaran pada pertemuan itu, itu yang saya temui di lapangan, dan saya juga pernah membuat LKS yang berbeda untuk setiap kelompok dengan tujuan agar setiap kelompok itu mendiskusikan dengan kelompoknya sendiri dan tidak menirun pekerjaan kelompok lain agar anggota kelompok itu saling bertukar pendapat sesama anggotanya sehingga yang tahu dapat memberi tahu yang tidak tahu dan ternyata hasilnya ada yang mendapat nilai 100 dan ada yang mendapat nilai jelek, dari situ saya dapat mendiagnosis kelemahan siswa dalam materi itu dalam bagian apa, itulah keuntungannya.

    ReplyDelete
  14. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Walaupun konsep kurikulum 2013 terbilang baik, namun dalam kenyataanya pelaksanaan belum bisa ideal seperti apa yang di inginkan. Ada beberapa yang peru di siapkan secara matang diantaranya adalah kesiapan guru, siswa, fasilitas dan hal yang menunjang lainnya. Belum lagi pemerataan kondisi pendidikan antara dikota dan didesa yang mengakibatkan system kurikulum yang belum merata bahkan terbilang hanya sebuah wacana. Belum lagi fenomena pergantian kurikulum yang sering berganti sehingga terkadang membuat bingung para guru, terutama guru yang usia nya sudah tua. Sehingga konsep kurikulum 2013 yang terbilang baik ini belum terealisasi dengan baik. sehingga perlu diadakannya sebuah pemerataan kondisi agar kurikulum 2013 dapat berjalan sesuai tujuannya.

    ReplyDelete
  15. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Guru membutuhkan pelatihan dan adaptsai untuk dapat menerapkan metodee saintifik ini secara menyeluruh. Ketika guru tidak mencantumkan sintak Saintifik pada LKS saya pikir agak wajar karena mungkin guru tersebut masih belum paham secara menyeluruh apa yang dimaksut dengan metode saintifik. Penilaian siswa yang semakin rumit juga membutuhkan waktu bagi guru untuk dapat melakukannya. Tidak hanya guru siswa juga butuh waktu untuk beradaptasi merubah kebiasaannya agar dapat mengikuti pembelajaan dengan metode saintifik.

    ReplyDelete
  16. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Temuan dari hasil observasi dan monitoring dari 9 guru tersebut salah satunya adalah guru mengalami kesulitan ketika melakukan apersepsi. Hal ini juga menjadi kendala bagi saya ketika melaksanakan PPL. Kesulitan berupa siswa tidak ingat materi prasyarat yang menjadi dasar materi yang akan diajarkan. Sehingga guru harus mengulangi materi prasyarat tersebut sampai siswa paham. Terkadang penyampaian apersepsi hanya sebatas verbal saja tidak didukung dengan penguatan materi.

    ReplyDelete
  17. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Beberapa guru dalam menyampaikan materi pembelajaran terkadang masih cenderung dengan metode ceramah. Hal ini dapat disebabkan karena guru masih terbiasa dengan metode ceramah. Selain itu, kurangnya media sebagai penunjang pembelajaran juga dapat memengaruhi hal tersebut. Perlu adanya peningkatan proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode santifik agar kualitas proses pebelajaran menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  18. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Sebagian kecil guru masih kurang memberikan kesempatan kepada siswa dalam mempresentasikan hasil pekerjaannya . Hal ini disebabkan mungkin saja karena waktu kegiatan pembelajaran yang terbatas atau karena ada factor yang lain. Guru sebaiknya tetap memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaanya agar siswa merasai dihargai pekerjaanya, siswa menjadi lebih percaya diri, dan siswa menjadi lebih termotivasi

    ReplyDelete

  19. Rofifah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Penerapan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari apersepsi dan materi yang akan diajarkan, penyusunan RPP dan LKS oleh guru yang harus sesuai dengan sintaks pendekatan saintifik, pendampingan siswa dalam diskusi kelompok, dan sebagainya. Monitoring, pelatihan guru, dan sosialisasi mengenai kurikulum 2013 juga sudah digalakkan. Namun, pada kenyataannya masih banyak guru yang kesulitan dalam menerapkan kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar di sekolah.

    ReplyDelete
  20. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    Pendidikan Matematika I 2013

    Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar maka :

    1. Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yang akan dilaksanakan murid
    2. Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan
    3. Perlu memperhitungkan tempat dan waktu
    4. Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid
    5. Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen
    6. Membagi kertas kerja kepada murid
    7. Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru, dan
    8. Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal.

    ReplyDelete
  21. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Salah satu indikator keberhasilan pendekatan saintifik yaitu point
    4. Terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis Saintifik
    Penggunaan variasi metode dalam mengajar tentunya mempengaruhi keberhasilan baik dari siswa maupun guru. Dengan adanya variasi mengajar guru lebih terampil dalam mengajar, sedangkan siswa akan terlatih dengan berbagai esensi yang digunakan dari berbagai metode mengajar guru.

    ReplyDelete
  22. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Salah satu indikator keberhasilan pendekatan saintifik yaitu point
    7. Terdapat Diskusi Kelompok
    Dengan adanya diskusi kelmpok para siswa akan bertukar pikiran, ide, gagasan,cara-cara baru mereka dalam menghadapi suatu persoalan. Siswa juga lebih leluasa dalam berpikir karena mereka berhadapan dengan temannya sendiri, karena saat siswa berhdapan dengan guru lebih banyak terkesan canggung, takut dan sebagainya.

    ReplyDelete
  23. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Salah satu indikator keberhasilan pendekatan saintifik yaitu point
    8. Terdapat presentasi/refleksi oleh siswa
    Hal ini sangat bagus, jika dilihat pada pendekatan konvensional, maka tahap presentasi ini jarang sekali bahkan tidak pernah dilakukan. Dengan adanya presentasi menguntungkan bagi siswa karena mereka terlatih dalam hal komunikasi dan keberanian mereka tampil di depan kelas.

    ReplyDelete
  24. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    5. Terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik
    point di atas merupakan salah satu indikator yang penting untuk pendekatan saintifik. Penggunaan media belajar berbasis saintifik akan memudahkan siswa dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

    ReplyDelete
  25. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ciri RPP pada pendekatan saintifik adalah terdapat skema pencapaian kompetensi pembelajaran. Skema tersebut terdiri dari materi prasyarat, materi sekarang yang diajarkan dan materi akan datang yang bersesuaian dengan materi sekarang. Dengan adanya skema tersebut akan diketahui sampai mana siswa memahami suatu materi.

    ReplyDelete
  26. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan ini lebih menekankan pada pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Pendekatan ini dilaksanakan dengan melibatkan tiga model pembelajaran diantaranya adalah problem based learning, project based learning, dan discovery learning. Ketiga model ini akan menunjang how to do yang difokuskan dalam kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  27. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam proses mengkomunikasian semua permasalahan, siswa diminta mempresentasikan hasil kerja mereka. Kelima aspek (5M) dalam pelaksanaan kurikulum 2013 sangat berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya, kelima aspek ini sudah pernah dilakukan oleh sebagian guru. namun pendalamannya dilakukan kembali di kurikulum 2013 untuk menyegarkan semangat pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  28. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya sangat setuju dengan semua indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik yang disebutkan pada bacaan diatas. Menurut saya variasi media belajar berbasis saintifik untuk era sekarang harusnya sudah banyak dikembangkan supaya siswa merasa termotivasi dan lebih bersemangat dalam belajar.

    ReplyDelete
  29. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Bapak Marsigit atas postingan diatas. Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapat pengetahuan baru yangsaya peroleh dengan membaca artikel diatas. Pengetahuan pengetahuan tersebut merupakan bekal saya dalam memperoleh pengetahuan baru lainnya.

    ReplyDelete
  30. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Adanya kurikulum baru ini, memang sangat dianggap bisa menjadi jalan keluar dari rendahnya kemampuan siswa Indonesia, terkhusus pada bidang sains dan matematika
    pasalnya pada kurikulum baru ini mengusung dan menggunakan sains sebagai benggerak dalam pembelajaran lainnya.

    ReplyDelete
  31. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Bapak Marsigit atas postingan diatas. Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapat pengetahuan baru yangsaya peroleh dengan membaca artikel diatas. Pengetahuan pengetahuan tersebut merupakan bekal saya dalam memperoleh pengetahuan baru lainnya.

    ReplyDelete
  32. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan Saintifik merupakan salah satu pendekatan yang kini diterapkan di Indonesia. Pendekatan Saintifik mulai dilakukan setelah adanya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 menggantikan kurikulum lama KTSP. Pendekatan Saintifik sebenarnya sudah diterapkan dari kurikulum yang lama, namun masih hanya sebagian kecil saja yang menerapkan pendekatan semacam ini, pendekatan lama yang digunakan sebagian besar oleh guru adalah dengan penndekatan konvensional metode ceramah.

    ReplyDelete
  33. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendekatan Saintifik memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan dari pendekatan Saintifik adalah berpusat pada siswa. Sedangkan salah satu kekurangan pendekatan Saintifik adalah membutuhkan waktu yang lama dalam penyampaian materi. Pendekatan Saintifik dalam penerapannya di Indonesia masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu perlu adanya pendukung untuk memperlancar keberhasilan dari pendekatan Saintifik. Setelah membaca artikel ini, saya menjadi lebih tahu mengenai perangkat apa saja yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik ini.

    ReplyDelete
  34. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kurangnya kesiapan dalam membentuk suatu Kurikulum baru dengan pendekatan yang baru menjadikan proses pembelajaran yang berlangsung menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan dalam mengajar menggunakan pendekatan saintifik, guru sebaiknya mempersiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik, dan dalam penerapannya juga mengacu menggunakan perangkat pembelajaran yang telah disusun tersebut, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

    ReplyDelete
  35. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru yang mengacu dengan pendekatan saintifik dalam artikel ini, setelah dilakukan observasi sebenarnya sudah tersusun dengan baik, tetapi dalam penerapannya, terkadang guru tetap menggunakan metode konvensional. Kesulitan dalam penyampaian apersepsi menjadi salah satu penyebab pendekatan Saintifik menjadi sulit diterapkan daripada metode ceramah.

    ReplyDelete
  36. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Praktik Pengalaman Lapangan yang satu bulan lalu saya lakukan, masih terdapat banyak sekali guru yang perangkat pembelajarannya sudah disusun dengan menggunakan pendekatan saintifik, namun dalam penerapan proses pembelajaran yang ada di kelas, masih menggunakan pendekatan konvensional metode ceramah. Proses Pembelajaran masih berpusat pada guru, LKS yang digunakan juga masih ada yang menggunakan, dan ada yang tidak, masih ada guru yang berpacu pada satu buku saja, dan lain-lain. Dengan adanya artikel ini, semoga lebih menjadikan saya mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan dalam penerapan pendekatan saintifik, dan kekurangan dalam proses pembelajaran dapat diperbaiki, sehingga penerapan pendekatan saintifik lebih baik.

    ReplyDelete
  37. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan pembelajaran saintifik sangatlah erat dengan student center agar siswa dapat mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, sehingga disini dibutuhkan adanya persiapan yang matang seperti yang disebutkan pada indikator-indikator pembelajaran saintifik yang disebutkan diatas untuk dapat mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Walaupun student center namun bukan berarti guru hanya menyerahkan semuanya kepada siswa dan lepas tangan tanpa memberikan arahan kerena peran guru disini adalah fasilitator dan motivator yang membantu siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  38. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan membaca bacaan diatas saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Marsigit yang telah menambah pengetahuan saya mengenai indikator-indikator pembelajaran pada pendekatan saintifik. Saya menyadari bahwa masih ada beberapa guru yang memang belum begitu memahami bagaimana implementasi pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik sehingga ini harusnya menjadi bahan refleksi bagi semua pihak dalam implementasi pendektan tersebut yang memang sudah menjadi tuntutan dalam kurikulum pendidikan sekarang.

    ReplyDelete
  39. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Sejatinya apa yang dilaksanakan guru jika belum terbiasa terkadang masih terbawa dengan kebiasaan lama. Tetapi dari 5 poin hasil observasi di atas, terlihat bahwa guru sudah menggunakan pendekatan saintifik dengan baik walaupun beberapa masih belum sesuai dengan indikator.

    ReplyDelete

  40. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Penggunaan pendekatan saintifik dalam hal ini masih ada kekurangan karena masih ada beberapa kesulitan tidak semua materi dapat diajarkan dengan mudah menggunakan menggunakan saintifik. Perlunya dilaksanakan monitoring dan supervisi yang rutin agar pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik sesuai dengan indikatornya

    ReplyDelete
  41. SMifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Salah satu poin yaitu penggunaan LKS yang bersifat tunggal. Dalam membuat LKS tentunya bukan berisikan latihan soal tetapi berisikan langkah-langkah agar siswa dapat terbantu dalam menemukan konsep yang akan dipelajarinya. LKS akan lebih baik jika tidak hanya satu jenis saja tetapi memiliki beberapa perbedaan. Misalkan dalam menemukan persamaan lingkaran. Dalam LKS macam 1 Siswa diminta untuk menggambar lingkaran di kuadran 1, dalam LKS macam 2 diminta untuk menggambar lingkaran di kuadrab 2 dan seterusnya. Adanya beberapa variasi dalam LKS tetapi sejenis akan membuat siswa lebih gampang dalam menemukan konsep matematis yang diberikan .

    ReplyDelete
  42. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  43. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik memang sangat bersifat student centered/ berpusat pada siswa, sehingga sangat meminimalisir peran guru di dalam kelas. Namun bukan berarti guru hanya menugaskan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dan lepas tangan terhadap pembelajaran di dalam kelas.

    ReplyDelete
  44. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. matematika A 2013

    Berhubungan dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, sebenarnya sudah banyak guru yang menggunakan pendekatan saintifik, tetapi masih belum optimal karena masih terdapat beberapa hal seperti RPP, LKS yang belum sesuai dengan indikator. Berdasarkan observasi dari 9 guru tersebut, diperoleh bahwa sebagian guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah. Sebenarnya, hal ini terjadi karena terdapat kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik di semua materi yang diajarkan dan beberapa guru tersebut merasa bahwa materi lebih efektif disampaikan dengan metode konvensional dan ceramah.

    ReplyDelete
  45. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010
    Kurikulum 2013 ini menuntut siswa untuk aktif dan mempunyai sifat ingin tahu yang besar.hal ini yang harus diperhatikan karena kebiasaan anak Indonesi sejak kecil yang terbiasa pasif saaat pembelajaran tentu akan berpengaruh dalam proses pembelajaran saat diterapkan metode saintifik ini. Ini lah tantangan bagi guru bagaimana merubah kebiasasan anak yang kurang sabar dalam menemukan jawaban dan bersifat pasif untuk dapat mengikuti langkah-langkah dalam saintif yaitu 5M.

    Perubahan kurikulum terkadang membuat guru bingung, apalagi kurikulum sekarang agak jauh berbeda dengan kurikulum yang diterapkan sebelumnya. Guru membutuhkan pelatihan dan adaptsai untuk dapat menerapkan metodee saintifik ini secara menyeluruh. Ketika guru tidak mencantumkan sintak Saintifik pada LKS saya pikir agak wajar karena mungkin guru tersebut masih belum paham secara menyeluruh apa yang dimaksut dengan metode saintifik. Penilaian siswa yang semakin rumit juga membutuhkan waktu bagi guru untuk dapat melakukannya. Tidak hanya guru siswa juga butuh waktu untuk beradaptasi merubah kebiasaannya agar dapat mengikuti pembelajaan dengan metode saintifik.

    ReplyDelete
  46. Rofifah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kesulitan dalam menerapkan kurikulum 2013 yang dialami oleh guru dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya siswa yang masih terbayang-bayang dengan metode lama yang sudah sangat mengakar yaitu metode ceramah (ekspositori), banyak siswa yang masih belum menangkap pelajaran secara mandiri dimana hal ini bertentangan dengan metode saintifik yang menuntut siswa untuk lebih aktif di dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  47. Rofifah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Meski demikian, pendekatan saintifik juga sangat mendorong guru untuk menggunakan media-media pembelajaran yang bervariasi dalam mengajar, sehingga membuat suasana pembelajaran di kelas lebih berwarna (tidak monoton).

    ReplyDelete
  48. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015 tersebut, diperoleh temuan-temuan yang jika dibandingkan dengan indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik maka masih terdapat beberapa indikator yang masih belum tercapai atau terlaksana.

    ReplyDelete
  49. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Dari hasil temuan tersebut, khususnya pada temuan point ke 2, dimana semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya, maka menurut saya sebaiknya pada LKS yang telah disusun oleh guru juga dicantumkan sintak pendekatan Saintifik per tahap-tahapnya. Hal tersebut perlu dilakukan karena dengan mencantumkan sintak pendekatan Saintifik pada LKS maka diharapkan akan mempermudah siswa dalam proses mengikuti langkah, petunjuk, dan perintah yang ada di LKS.

    ReplyDelete
  50. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Diketahui dari hasil penemuan point ke 5, yaitu sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah memang tidak dapat dipungkiri kenyataannya di lapangan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin memang sulit bagi seorang guru untuk merubah kebiasaan mengajarnya dari pendekatan konvensional dan ceramah ke pendekatan saintifik atau justru hal ini tetap dilakukan karena guru ingin membantu siswa memahami pembelajaran, dimana siswa tersebut memang sulit menerima pelajaran dengan konsep yang erat dengan kegiatan yang mengaktifkan siswa. Alhasil guru melakukan ceramah sebagai salah satu pilihan untuk menjembatani pengetahuan siswa, sebenarnya kemungkinan hal ini tidak menjadi masalah jika penggunaannya hanya sebatas untuk membantu bukan sebagai pendekatan atau metode yang utama.

    ReplyDelete
  51. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Point penting dalam pembelajaran saintifik adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Inti dalam pembelajaran saintifik adalah dimana siswa berusaha menemukan dan membangun konsep pengetahuan dengan dibantu oleh guru. Tentu dalam perancangannya guru tidak kesulitan, akan tetapi dalam pelaksanaannya tentu sedikit berbeda.

    ReplyDelete
  52. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Kenapa masih banyak guru yang menggunakan cara konvensional dengan metode ekspositori dalam menyampaikan materi adalah sabagai salah satu akibat bahwa proses penemuan siswa sulit dilakukan.

    ReplyDelete
  53. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Proses penemuan pengetahuan oleh siswa tentu memakan waktu yang lebih lama dibanding siswa menerima pengetahuan tersebut. Memang benar bahwa jika pengetahuandibentuk sendiri maka itu akan menjadi ilmu yang bermakna. Tetapi, guru bukanlah penguasa dalam pendidikan. Ada kurikulum yang mengatur dunia pendidikan. Dengan waktu yang ditentukan dan target pencapaian materi yang banyak mungkin yang mendasari kenapa guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajarannya.

    ReplyDelete
  54. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Proses penemuan pengetahuan oleh siswa tentu memakan waktu yang lebih lama dibanding siswa menerima pengetahuan tersebut. Memang benar bahwa jika pengetahuandibentuk sendiri maka itu akan menjadi ilmu yang bermakna. Tetapi, guru bukanlah penguasa dalam pendidikan. Ada kurikulum yang mengatur dunia pendidikan. Dengan waktu yang ditentukan dan target pencapaian materi yang banyak mungkin yang mendasari kenapa guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajarannya.

    ReplyDelete
  55. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Kenapa guru masih ada yang belum emberikan kesempatan pada siswa dalam mempresentasikan hasil? Menurut saya disini ada dua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan pertama karena keterbatasan waktu. Kemungkinan kedua karena proses penemuan belum berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  56. Arif Dwihantoro
    Pend. MAtematika C 2013
    13301244012

    Menurut saya salah satu langkah dalam 5M yang dapat mengasah kreatifitas ada pada tahap mengkomunikasikan. selain melatih kreatifitas penyampaian pemahaman materi yang telah dipahami siswa. juga melatih siswa berani menyampaikan hasil kerja dan menyampaikan pada teman sekelasnya.

    ReplyDelete
  57. Arif Dwihantoro
    Pend. Matematika C 2013
    13301244012

    pendekatan saintifik mengubah paradigma bahwa pembelajaran tidak hanya dari guru, karena dalam pembelajaran sumber belajar yang digunakan bukan hanya dari guru tetapi lebih luas, baik dari buku, artikel, atau internet yang bisa digunakansebagai sumber belajar secara luas.

    ReplyDelete
  58. Arif Dwihantoro
    Pend. Matematika C 2013
    13301244012

    Memungkinkan dalam pembelajaran saintifik sama dengan konsep yang di usung oleh Kihajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulodo ing madya mangun karsa tutwuri hndayani. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani

    ReplyDelete
  59. Arif Dwihantoro
    Pend. Matematika C 2013
    13301244012

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian.

    ReplyDelete
  60. Arif Dwihantoro
    Pend. Matematika C 2013
    13301244012

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian.

    ReplyDelete
  61. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A2016
    Sepertinya persiapan perangkat sudah siap melaksanakan K-13 berbasis saintifik, namun saya yakin dalam pelaksanaannya tidak sesuai apa yang ditulis karena pada langkah menanya saja jarang sekali guru-guru mampu memancing siswa-siswanya untuk bisa bertanya, sehingga yang sering terjadi adalah gurunya yang bertanya. Oleh sebab itu pelaksanaan K-13 perlu ditinjau ulang.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ketika mempersiapkan pendekatan saintifik di RPP, guru sudah mencantumkan sintaksnya tetapi dalam praktiknya terkadang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, seperti sintaks dimana siswa menanya tetapi dalam siswa kesulitan dalam membuat pertanyaan bahkan sama sulitnya dengan menjawab pertanyaan.

    ReplyDelete
  63. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Guru terkadang sulit menentukan bagian mana yang seharusnya siswa temukan dan bagian yang seharusnya guru menjelaskan, bahkan untuk siswa yang kemampuannya dibawah rata-rata akan membutuhkan waktu lama untuk memahami suatu konsep yang terkadang guru menjelaskan secara langsung konsep tersebut.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan saintifik sebenarnya diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan siswa di Indonesia tetapi pelaksanaan yang sangat mendadak dimana pergantian dari metode konvensional yang bertolak belakang dengan metode dalam pendekatan saintifik membuat kesulitan guru maupun siswa dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendekatan saintifik yang menerapkan langkah-langkah saintifik dalam pembelajaran sering tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya dalam suatu materi tertentu, terkadang ada materi yang tidak bisa sepenuhnya dilakukan dengan pendekatan saintifik, bahkan jika dipaksakan dengan tetap menggunakan pendekatan saintifik akan membutuhkan atau memakan waktu yang lama dalam memahami suatu konsep.

    ReplyDelete
  66. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang memiliki ciri tersendiri, berbeda dengan pendekatan konvensional atau yang lainnya. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan dimana siswa diharapkan dapat mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan mereka sendiri yang membedakannya dengan pendekatan konvensional. Didalam pendekatan atau proses pembelajarannya yang juga memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengutamakan penalaran induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductiv reasoning).

    ReplyDelete
  67. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pendekatan saintifik dilaksanakan dengan harapan agar guru dan siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik daripada yang sudah terlaksanakan. Dalam pendekatan saintifik, terdapat langkah-langkah yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, mengkomunikasikan, dan mencipta. Pada tahap menanya, kebanyakan siswa masih kesulitan dalam membuat pertanyaan sehingga menyebabkan dalam praktik mengajar tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.

    ReplyDelete
  68. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memerlukan beberapa hal yang mendukung pelajaran, diantaranya adalah lembar kerja siswa (LKS). LKS yang dikembangkan sebaiknya yang selaras dengan pendekatan saintifik, yaitu yang berisi langkah-langkah untuk memandu siswa dalam memahami materi yang dipelajarinya. Dengan demikian, siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran karena mereka memahami konsep sendiri dari LKS yang telah diberikan. Selain itu, kreativitas siswa juga menjadi lebih meningkat karena LKS yang diberikan tidak terlalu menuntun siswa, melainkan membantu mereka untuk menemukan sendiri konsep dari materi yang dipelajarinya.

    ReplyDelete
  69. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    terkadang disinilah lemahnya pendidikan kita, mengapa? karena yang buat pembelajaran saintifik mungkin bukan orang pendidikan, jadi tidak memahami permasalahan dalam pendidikan, dia hanya mengambil dari barat bahwa itu bagus langsung menerapkannya di indonesia yang sebenarnya masih kurang cocok dengan pembelajaran saintifik tersebut, bagaimana pembelajaran bisa efektif jika gurunya saja masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran saintifik, apalagi muridnya. menyamakan persepsi dalam pembelajaran saintifik inilah yang sulit karena pondasi yang kita miliki masih kurang. maka oleh karena itu alangkah lebih baiknya apabila kita merefleksikan diri dan memahami bahwa masih banyak cara belajar dan model belajar yang lain yang mungkin akan memudahkan guru membantu siswa dalam memahami materi yang lebih menyenangkan dan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  70. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Sisi positif dari langkah filsafat terhadap metode saintifik adalah memikirkan kembali apa yang dialami dunia pendidikan kita. Apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan perlu dicari tambahan dan penguatannya.

    ReplyDelete
  71. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dengan adanya observasi, monitoring dan supervise yang telah dilakukan beserta penjabaran hasilnya, maka diketahui bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik belum terlaksana dengan baik, seperti kesulitan melakukan apersepsi, masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah. Karena perubahan membutuhkan proses, dan seperti halnya pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yang sebelumnya menggunakan pendekatan konvensional, maka sebaiknya segera menyesuaikan dengan pendekatan yang sedang dijalankan sekarang.

    ReplyDelete
  72. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Sebaiknya memang jika seorang guru akan menerapkan pendekatan Saintifik dalam pembelajaran, guru tersebut harus memperhatikan dan melaksanakan kesebelas indikator seperti yang telah dijelaskan tersebut.

    ReplyDelete
  73. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Pada kenyataannya masih banyak guru yang walaupun pemerintah menyarankan untuk menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berbasis kurikulum 2013, namun masih tetap menggunakan metode ceramah dan penggunaan LKS yang hanya berisi kumpulan soal-soal.

    ReplyDelete
  74. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Temuan hasil peer-teaching terhadap beberapa guru itu dapat dijadikan acuan bahwa tidak menutup kemungkinan diluar sana banyak guru yang mengalami hal yang sama, mungkin selanjutnya dapat diadakan pelatihan guru agar dapat menggunakan pendekatan saintifik secara maksimal. Pelatihan itu dapat berupa cara-cara menyusun RPP dan LKS sesuai dengan sintak pada pendekatan Saintifik dan cara penulisannya, cara melakukan apersepsi yang bisa membangun kembali prior knowledge siswa sebelum mempelajari materi selanjutnya seperti dengan memberikan masalah ringan terkait materi sebelumnya dan meminta setiap siswa menyelesaikannya agar guru juga mengetahui siswa mana yang prior knowledge nya belum aktif dan dapat menentukan langkah selanjutnya.

    ReplyDelete
  75. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Masalah belum adanya kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil saya kira hanya masalah bagaimana guru mengatur dan membagi waktu yang tersedia dan memperkirakan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan dalam rentang waktu tersebut agar semua rancangan kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana, termasuk hingga proses dimana siswa mempresentasikan hasil diskusi maupun refleksi pembelajaran.

    ReplyDelete
  76. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya juga kesulitan dalam membuat lks dengan sintak pendekatan Saintifik. Apalagi ketika kegiatan menanya, saya bingung desain kegiatan menanya dalam LKS yang bisa membantu mempermudah siswa dalam kegiatan menanya. Mencari ataupun membuat media belajar matematika berbasis Saintifik yang bervariasi juga sulit. Ketika mempresentasikan hasil, siswa perlu di paksa dan di berikan dorongan karena mereka takut salah dan tidak percaya diri.

    ReplyDelete
  77. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013
    Melihat dari hasil observasi, kita dapat mengetahui bahwa ternyata hasil yang ada jauh dari indicator yang diharapkan. Oleh karena itu, kita ketahui bahwa sejatinya pendekatan saintifik harus memiliki pemahaman mengenai sintak dari pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  78. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Pendekatan saintifik merupakan metode baru untuk guru, karena itu dari hasil observasi wajar jika ada hasil yang masih jauh dari indikator. Semua hal butuh waktu dalam berproses. Dan semua hal butuh waktu untuk terbiasa sebelum menjadi kebiasaan.

    ReplyDelete
  79. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Pendekatan saintifik memang akan sangat baik untuk membuat siswa aktif dalam belajar, namun guru harus ekstra dalam mempersiapkan dan merencanakan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam praktiknya masih jarang guru yang mempersiapkan bahan ajar untuk mendukung pembelajaran dengan metode pendekatan saintifik. Karena memang dibutuhkan waktu yang lama serta akan memakan waktu lama dalam pembelajarannya. Sehingga banyak yang menganggap pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurang efisien apalagi jika siswa yang kurang semangat dalam belajar

    ReplyDelete
  80. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Dalam pendekatan saintifik memang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran, dan diharapkan juga siswa dapat mempresentasikan hasil karyanya atau diskusinya. Hal ini masih jarang terjadi dikarenakan keterbatasan waktu di lapangan. Ketika siswa mempresentasikan hasil karya atau diskusinya terkadang akan berbeda dengan apa yang diharapkan oleh guru sehingga guru memerlukan waktu kembali untuk membenarkan serta memberikan penjelasan. Hal inilah juga yang kadang menjadi pertimbangan guru dalam rencana pembelajaran

    ReplyDelete
  81. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Membuat bahan ajar seperti LKS yang didalamnya terdapat sintak saintifik bukanlah sesuatu yang mudah dibuat. Karena terkadang materi yang diajarkan tidaklah mudah apabila diajarkan menggunakan pendekatan saintifik. Semoga kedepannya ada pelatihan dalam pembuatan bahan ajar seperti LKS yang dapat mendukung pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik sehingga guru akan lebih mudah dalam mempersiapkan pembelajaran

    ReplyDelete
  82. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A 2013 S1

    Dalam membuat kesimpulan di dalam pembelajaran bukanlah hal yang mudah bagi siswa. Apalagi jika siswa tidak benar-benar memahami apa yang diajarkan oleh guru. Karena pendekatan saintifik membutuhkan keaktifan siswa yang mana mereka dituntut untuk cenderung menemukan serta menyimpulkan sendiri tentang apa yang mereka pelajari. Sehingga guru haruslah memandu serta mengontrol seluruh kegiatan siswa sehingga siswa benar-benar memahami apa yang mereka pelajari.

    ReplyDelete
  83. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Artikel ini memberikan pengetahuan kepada saya mengenai Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik. Namun, dalam pelaksanaannya waktu yang ada dirasa sangat kurang untuk menerapkan pendekatan ini. Dalam praktiknya, mengkondisikan siswa untuk dapat fous berdiskusi membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika berdiskusi terkadang siswa membahas materi lain diluar topik pembicaraan. Selain itu apabia masih ada guru yang menggunakan metode ceramah, dimungkinkan guru tersebut belum menguasai pendekatan saintifik terkait materi yang sedang dibahas. Agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik, guru harus meningkatkan kemampuannya dalam menyampaikan materi dengan pendekatan saintifik dan lebih menempatkan diri sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  84. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Pendekatan saintifik model kurikulum 2013 merupakan model pembelajaran abad ke-21. Pentingnya penekanan sikap, keterampilan dan pengetahuan pada siswa dapat menumbuhkembangkan daya kreativitas anak dalam belajar. Dalam penerapannya, ada beberapa indikator pembelajaran yabg perlu dipersiapkan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran saintifik, seperti perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan profesionalitas guru sebagai fasilitator bagi siswa agar siswa dapat aktif di kelas.

    ReplyDelete
  85. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Pendekatan saintifik yang mengutamakan keaktifan siswa di dalam kelas, mengajarkan siswa untuk dapat mengungkapkan pendapatnya di setiap pembelajaran dalam sebuah diskusi kelompok, hal ini membuat siswa lebih terlatih untuk belajar mandiri di setiap materi pelajaran yang didiskusikan.

    ReplyDelete
  86. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Kegiatan diskusi yang dilakukan di setiap pembelajaran harus didukung dengan perangkat pembelajaran yabg dibuat oleh guru seperti RPP dan LKS. Dalam penyusunan RPP dan LKS, guru hendaknya menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswanya, sehingga ketika digunakan di dalam kelas, akan membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  87. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    Assalamu’alaikum pak prof. marsigit, semoga sehat selalu,
    Saya memandang bahwa pengaplikasian kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik ke dalam pembelajaran merupakan sebuah tantangan bagi guru-guru seluruh tingkatan satuan pendidikan mulai SD/MI hingga perguruan tinggi, termasuk diantaranya tingkatan SMA/SMK.
    Guru diminta mampu untuk menyesuaikan perkembangan kurikulum terhadap kegiatan pembelajaran. Pemerintah telah memfasilitasi guru untuk menjadi guru yang professional melalui berbagai pelatihan dan workshop.

    ReplyDelete
  88. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    Assalamu’alaikum pak prof. marsigit, semoga dilimpahkan keberkahan dari berbagai hal,
    Pengaplikasian pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran harus memperhatikan perangkat pembelajaran yang digunakan, termasuk diantaranya RPP serta bahan ajar layaknya LKS. Semua perangkat pembelajaran harus berpedoman pada pendekatan saintifik, termasuk LKS. Banyak sekolah menggunakan LKS dari luar yang tidak sesuai dengan pendekatan saintifik. Untuk itu, para pendidik diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar nya yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Kebutuhan disini dalam artian kebutuhan terhadap kesesuaian LKS dengan pendekatan saintifik, kebutuhan terhadap kesesuaian LKS dengan karakteristik siswa.

    ReplyDelete
  89. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    Melanjutkan pak, yang dimaksud LKS bersifat tunggal itu seperti apa? Apakah LKS tersebut digunakan setiap tahunnya? Dalam artian setiap angkatan pada grade tertentu menggunakan LKS yang sama? Apabila seperti itu, sama seperti apa yang saya lihat di lapangan, bahwa guru tidak menggunakan LKS karyanya sendiri dengan memperhatikan karakteristik siswa pada tiap angkatan bahkan tiap kelasnya. Guru cenderung lebih menggunakan LKS buatan penerbit, dimana sifatnya adalah menyamaratakan setiap kemampuan siswanya. Tentu hal tersebut tidak baik. Seiring berkembangnya kurikulum, berkembang pula proses pembelajaran serta perangkat pembelajaran yang digunakan.

    ReplyDelete
  90. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika

    berdasarkan temuan yang bapak lihat dilapangan, salah satunya adalah "semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional" berdasarkan pengalaman mengajar saat microteaching dan pengalaman saat real-teaching, saya sendiri sebagai calon sarjana bergelar S.Pd, yaitu sarjana pendidikan, merasa sulit untuk mengatur agar apersepsi daya sesuai dengan materi yang akan saya ajarkan. bagaimana mengemas agar apersepsi dan motovasi menarik itu sangat susah sekali. semoga ada pelatihan yang benar-benar menerapkan kurikulum 2013 sehingga output guru pun akan seperti yang diharapkan.

    ReplyDelete
  91. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    agar guru tidak menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah dalam pengimplementasian kurikulum 2013, maka guru tersebut sebaiknya menguasai berbagai model pembelajaran yang bersifat mengaktifkan siswa, sehingga pembelajaran tidak terkesan membosankan karena bersifat konvensional dan ceramah. dalam implementasi kurikulum 2013, pembelajaran dituntut bersifat student-center. siswa dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  92. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    perlu diketahui bahwa kurikulum 2013 menekankan pada kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. sehingga dalam pengambilan penilaian kompetensi siswa, tidak hanya berdasarkan kompetensi pengetahuan saja (kognitif). namun perlu pertimbangan berdasarkan kompetensi sikap dan ketrampilan siswa.

    ReplyDelete
  93. Musa marengke
    PEP S3 Kelas A, 2016
    Pembelajaran saintifik itu secara operasional bisa dimaknai sebagai penggunaan media pembelajaran yang moder dimana guru menggunakan teknologi pembelajaran sebagai bahan dalam menjelaskan materi.Namun disini dibutuhkan guru yang memiliki keterampilan khsus dalam menggunaan teknologi pembelajaran.

    ReplyDelete
  94. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013


    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memang sangat bersifat student centered/ berpusat pada siswa, sehingga sangat meminimalisir peran guru di dalam kelas. Namun bukan berarti guru hanya menugaskan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dan lepas tangan terhadap pembelajaran di dalam kelas. Dengan pendekatan saintifik guru justru harus benar-benar mendesain pembelajaran yang sesuai dengan atributnya di atas sehingga pembelajaran di dalam kelas dapat menghantarkan siswa untuk benar-benar menemukan/ mengkonstruk pengetahuan mereka secara mandiri

    ReplyDelete
  95. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya setuju dengan hasil observasi yang telah Bapak tulis. Memamng dalam kenyataanya, pelaksanaan kurikulum 2013 belum bisa ideal seperti yang diinginkan dalam permendikbud. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan secara matang diantaranya: kesiapan dan kondisi guru, siswa, fasilitas yang ada, dan lain-lain. Tidak semua salah guru, terkadang siswa juga belum siap untuk mengikuti pembelajran dengan metode saintifik, terutama siswa yang sebelumnya menggunakan kurikulum KTSP yang lebih banyak menggunakan metode ekspositori.

    ReplyDelete
  96. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    1. Sejak kurikulum 2013 diberlakukan, banyak sekali kontroversi yang muncul. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Namun pemerintah tetap saja memberlakukan mengingat K13 memang dibutuhkan bagi siswa saat ini. Metode yang digunakan adalah metode saintifik yang berpusat pada siswa. Siswa diharapkan untuk aktif selama embelajran berlangsung. Siswa tidak hanya menjadi objek belajar namun juga subjek belajar.

    ReplyDelete
  97. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Namun dalam plaksanaannya, masih banyak kekurangan. K13 belum bisa diterapkan dengan baik. Belum bisa ideal seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Menurut saya, bukan hanya kesalahan dari guru atau siswa yang belum siap menerapkan K13, tapi pemerintah juga perlu untuk memberikan pelatihan2 atau wokshop secara berkala kepada guru agar guru dapat menerapkan K1 dengan baik dan benar. Dalam konteks ini, guru memiliki peran penting dalam pembelajaran juga perlu untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat menerapkan metode2 yang bermacam-macam dan cocok bagi siswa.

    ReplyDelete
  98. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Salah satu kesulitan untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar mau mempresentasikan hasil belajarnya yaitu keberanian siswa untuk tampil di depan teman temannya. Untuk memupuk sedikit demi sedikit keberanian siswa yaitu dengan cara mempersilahkan siswa mempresentasikan secara kelompok terlebih dahulu. Kemudian dua siswa mempresentasikan. Selanjutnya, siswa mempresentasikan dari tempat duduknya namun dengan cara berdiri. Untuk tahap akhir baru siswa mempresentasikan sendiri di depan kelas.

    ReplyDelete
  99. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Indicator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan Saintifik memang cukup banyak. Agar dapat tercapai maka perlu persiapan yang mantap. Yang sangat diperlukan adalah pemahaman materi dan keadaan siswa.

    ReplyDelete
  100. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Salah satu indikator pembelajaran saintifik yaitu adanya refleksi dan presentasi dari siswa. Saya merasa kegiatan ini masih sulit untuk dilaksanakan untuk siswa tingkat SD dan SMP kelas VII. Hal ini dikarenakan siswa terbiasa dengan kegiatan yang bersifat pasif seperti hanya mencatat dan mendengarkan saja. Sehingga perlu adanya suatu metode yang bisa untuk membuat siswa merasa antusias untuk merefleksikan dan mempresentasikan hasil.

    ReplyDelete
  101. Febrina Rizki Dwiyana/1331241044/P.MTK.A.2013

    Penggunaan Saintifik dlm pendekatan pembelajaran bagi guru adalah hal yg sulit, begitu juga yg dirasakan olh siswa. Semua perubahan memerlukan proses, jadi untuk para dewa yg duduk di kursi atas seharusnya lebih matang lagi dalam perencanaan perubahan kurikulum pendidikan. Pendidikan bukan hal yg main-main, percobaan dlm hal pendidikan yg berdasarkan pada tujuan untuk mendapatkan hasil/pembuktian dlm keberhasilan kurikulum baru namun banyak kegagalan itu bukalah tindakan yg bijak.

    ReplyDelete
  102. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematikem C 2013

    Indikator pembelajaran yang berorientasi pendekatan saintifik perlu segera diterapkan secara menyeluruh. Akan tetapi semua hal tersebut memerlukan waktu dan proses. Tidak bisa serta merta diterapkan tanpa melihat kondisi di lapangan. Kondisi riil dan kenyataan di lapangan perlu dijadikan dasar dan landasan dalam menerapkan pendekatan saintifik secara menyeluruh di sekolah.

    ReplyDelete
  103. Saintifik adalah sebuah Pendekatan bukan metode pembelajaran, tetapi lebih berperan dalam langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Yang didalamnya bisa juga dipadukan dengan metode-metode pelajaran. Biasanya pendekatan ini lebih cocok di terapkan dalam kerja kelompok, jadi sebelum sampai ke kegiatan proses pembelajaran peserta didik sudah di kelompokan terlebihdahulu.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  104. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik;

    Mengamati
    Dalam proses mengamati peserta didik diharapkan dapat melihat secara langsung apa yang di jelaskan guru, misalnya video atau film yang terkait materi, guru juga bisa menampilkan gambar-gamba yang juga terkait dengan materi. Selain itu pengamatan juga dapat dilakukan pada saat guru melakukan simulasi.

    Menanya;
    Setelah peserta didik mengamati, kemudian peserta didik merumuskan pertanyaan atas apa yang telah di tampilkan guru, apabila sudah ada pertanyaan-pertanyaan pada peserta didik diharapkan dengan pertanyaan itu nantinya akan membuat peserta didik lebih memperhatikan materi dan mampu mencari sendiri jawaban dari pertanyaannya itu.

    Mngumpulkan Informasi/Eksperimen;
    Pada tahap ini, setelah peserta didik mempunyai pertanyaan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap media yang sudah ditampilkan guru, maka tugas peserta didik selanjutnya adalah mengumpulkan informasi, informasi tersebut untuk menjawab pertanyaan yang sudah dibuat, informasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber belajar seperti buku, setudi perpustakaan,internet. Disinilah peserta didik di tuntut untuk aktif bekerja sama dalam kelompoknya.

    Mengasosiasikan/Mengolah Informasi;
    Setelah mendapatkan informasi dan data yang cukup, peserta didik dalam kelompoknya berbagi tugas untuk mengasosiasikan atau mengolah informasi yang sudah di dapat dengan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sudah dirumuskan. Dan menampilkannya dalam laporan kelompok.

    Mengkomunikasikan;
    Dalam proses ini peserta didik di harapkan mampu mengkomunikasikan dengan kelompok lain tentang informasi apa yang sudah di olah dalam kelompoknya. Disinilah inti dari saintifik yaitu peserta didik diharapkan untuk saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Sehingga akan tercipta kondisi peserta didik yang aktif, dan menjadikan peserta didik menjadi subjek belajar.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  105. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam pendekatan saintifik yang mengacu pada kurikulum 2013, peserta didik tidak lagi dijadikan sebagai objek pembelajaran, tetapi lebih kepada subjek pembelajaran dimana guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator dan guru tidak perlu menjelaskan semua tentang apa yang ada dalam materi. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan, diantaranya kesulitan para guru dalam melakukan apersepi, masih ada guru yang menggunakan pendekatan konvensional dalam proses pembelajaran, masih ada guru yang belum melibatkan siswa secara utuh dalam proses pembelajaran dan masih banyak lagi kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran saintifik. Untuk itu, guru perlu berusaha lebih keras agar tercipta pembelajaran dengan pendekatan saintifik sesuai dengan apa yang diharapkan seharusnya.

    ReplyDelete
  106. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan temuan-temuan hasil observasi yang dikemukakan di atas, diketahui bahwa ternyata semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi sehingga persepsi yang dilakukan bersifat konvensional dan sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa. Ini berarti guu madih membutuhkan sosialisasi, bimbingan, dan masih perlu memperdalam pengetahuannya tentang pendekatan saintifik.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  107. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah salah satu kewajiban guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas. Namun terkadang dalam penyusunan RPP ini masih terdapat beberapa kesulitan atau kendala baik dari calon guru maupun guru yang dulunya menerapkan pembelajaran KTSP di kelas dan sekarang berubah menjadi Kurikulum 2013. Mengenai penulisan sintak pendekatan saintifik, para guru sudah mencantumkannya.

    ReplyDelete
  108. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Kalau dalam penyusunan RPP guru telah mencantumkan sintak pendekatan saintifik, ternyata pada penyusunan LKS guru tidak mencantumkan sintaknya. Hal ini juga pernah saya alami sewaktu praktik pengalaman lapangan. Sering LKS hanya digunakan ketika tahap mencari informasi atau mencoba. Tahap selain itu biasanya langsung secara praktik tanpa panduan LKS.

    ReplyDelete
  109. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam menentukan apersepsi yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, ternyata guru masih kesulitan. Perlu usaha yang lebih untuk mencari materi-materi apa saja yang sekiranya harus dikuasai siswa untuk kemudian dikaitkan dengan materi baru yang akan dipelajari siswa.

    ReplyDelete
  110. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Di dalam benak saya, skema berupa bagan-bagan yang mempunyai alur. Mengenai Skema Pencapaian Kompetensi siswa, saya kurang paham akan hal tersebut. Hal yang biasa saya temui adalah indikator pencapaian kompetensi siswa.

    ReplyDelete
  111. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Pada hasil observasi poin 6 “Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil” mungkin disebabkan karena pengelolaan waktu yang kurang efektif, terlalu lama di bagian awal dan inti, sehingga tidak ada kesempatan bagi siswa untuk mempresentasikan hasilnya.

    ReplyDelete
  112. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Salah satu indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik adalah terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis saintifik. Dalam hal ini, untuk media yang bersifat non-teknologi masih bisa diusahakan. Namun masih terdapat beberapa sekolah yang belum didukung perangkat teknologi seperti LCD proyektor sehingga masih terbatas dalam variasi penggunaan media belajar.

    ReplyDelete
  113. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Pada poin pertama hasil evaluasi program PLPG 2015 disebutkan bahwa sebagian besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya. Hal ini cukup. menggelitik bagi saya karena kurtilas itu sendiri sudah diimplementasikan selama 2 tahun terhitung sampai tanggal diadakannya PLPG, CMIIW. Akan tetapi masih ada guru yang masih belum mengerti akan tahapan saintifik dalam RPP. Apakah guru ini, selama ini hanya sekedar membuat tanpa mengimplementasikan atau malah sebaliknya. Semoga dengan adanya kegiatan ini, guru semakin memamahami salah satu pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa ini (saintifik).

    ReplyDelete
  114. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PPs PEP A 2016

    Poin selanjutnya dari hasil observasi peer review adalah semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah memang perlu untuk mencantumkan sintaks pada LKS? Ataukah hanya kode - kode yang menunjukkan syntaks dari pendekatan saintifik itu sendiri. Mungkin Prof. Marsigit bisa memberikan contoh bagaimana LKS yang bagus dan sesuai dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  115. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Poin ketiga adalah semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi dan apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional. Hal ini memang sering dialami oleh guru yang mengajar matematika selama bertahun-tahun menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru. Ketika diberikan tentang metode pembelajaran inovatif terbaru, masih ada kebiasaan lama yang terbawa. Menurut saya ini masih wajar, karena mereka juga berusaha untuk memahami konsep pendekatan saintifik itu sendiri. Semoga dengan adanya kegiatan ini juga dapat merefleksi dan merevisi pemahaman guru akan pendekatan saintifik selama ini.

    ReplyDelete
  116. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    "Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa". Mengutip dari salah satu elegi Prof. Marsigit yang mengatakan bahwa Skema Pencapaian Kompetensi (Will, Attitude, Knowledge, Skill, dan Experience) merupakan suatu cara dalam memaknai RPP berdasarkan hakikat kompetensi yang ingin dicapai dan ditampilkan dalam RPP. Kembali lagi pentingnya mengetahui filsafat pendidikan dan mempelajari beberapa hakikat dalam pendidikan meliputi hakikat kompetensi pencapaian siswa.

    ReplyDelete
  117. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    "Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah". Dugaan saya guru yang masih belum move on dari ceramah adalah guru-guru yang memiliki pengalaman mengajar puluhan tahun dengan metode konvensional. Tapi ada juga dugaan bahwa siswa belum mampu untuk diajarkan dengan pendekatan saintifik. Sebenarnya hal itu dapat diatasi dengan fasilitas belajar dengan menggunakan media pembelajaran yang variatif dan sesuai dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  118. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    "Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil."

    Ini juga menjadi dilema sebagai seorang guru. Kadang kita dituntut untuk menyampaikan semua materi sesuai dengan RPP yang diberikan dalam waktu yang terbatas akan tetapi dalam hati kecil ternyata pelaksanaannya tidak sesuai dengan ekspektasi. Apakah harus memberikan kesempatan kepada semua siswa yang berakibat tidak sesuai dengan silabus atau rpp yang dibuat. ataukah memilih sampling beberapa dan sesuai dengan rpp yang dibuat. Saya sendiri juga masih mencari solusi akan hal itu.

    ReplyDelete
  119. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Semua LKS bersifat tunggal.

    Apakah yang dimaksud LKS bersifat tunggal adalah hanya untuk satu tingkat kemampuan saja dan tidak. mengakomodasi kemampuan siswa yang lain? Jikalau memang benar seperti itu maka memang perlu disesuaikan dengan tingkat kognitif siswa atau dengan gaya belajarnya. Seperti pada elegi kurikulum dibuat siswa, kalau saya tidak salah. Tentang guru di London yang membuat banyak LKS untuk memfasilitasi kemampuan siswa yang beragam.

    ReplyDelete
  120. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

    ReplyDelete
  121. Musa Marengke
    S3 PEP Kelas A, 2016

    Guru matematika perlu memahami konsep pemikiran positivistik dalam pembelajaran karena ia dapat membantu memahami ilmu matematika. Sebagai sebuah ilmu, matematika perlu dijabarkan sebagai sebuah metodologi ilmu sehingga siswa bisa mempelajari ilmu matematika. Dengan demikian, guru sebagai fasilitator perlu memberikan metode pembelajaran yang memunginkan siswa bisa senang dengan materi matematika

    ReplyDelete
  122. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sangat sulit untuk menyelaraskan LKS dengan pendekatan saintifik, karena tidak semua materi pelajaran dapat dengan mudah dituangkan ke dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Tetapi sebagai seorang guru yang profesional, ini akan menjadi tantangan untuk dilewati sehingga pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  123. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dalam penerapan pendekatan saintifik sangat memerlukan penyesuaian karena, bayangkan saja, selama ini kita diajarkan di sekolah menggunakan metode konvensional dan ceramah. Itu sudah seperti budaya. Sudah berlangsung sangat lama, meski terkadang kita sudah menerapkannya juga. Kita tidak bisa begitu saja mengubah kebiasaan seseorang. Misalnya, budaya Jawa yang kental yang dimiliki keraton, tidak dapat dengan mudah kita menyuruh mereka meninggalkannya. Perlu perencanaan matang dan apakah benar kita mau mengubahnya atau menyempurnakannya. Tidak selamanya metode lama itu jelek.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  124. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik disekolah-sekolah ternyata masih banyak terdapat kendala yang menyebabkan guru sulit untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut, dari 7 permasalahan yang timbul menurut saya ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang di berikan ke guru sehingga pada diri guru dan sesama guru pun masih terjadi kebingungan, selain itu pula dalam pelatihan yang di berikan masih tergolong singkat.

    ReplyDelete
  125. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari artikel di atas kita mengetahui tentang indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yang baik. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak hal yang belum sesuai dengan indicator yang telah disebutkan di awal. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum 2013 yang berbasis pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini masih kurang. Perlu adanya pelatihan-pelatiahan agar dapat meningkatkan kesiapan guru. Di samping itu, sebagai guru haruslah tetap bersifat terbuka dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  126. Anisa safitri
    13301241014
    Pendidikan matematika A 2013

    Assalamualaikum,
    Terikasihbatas artikel yang telah diberikan. Dari beberapa hasil observasi yang twlah dilakukan pendekatan scientific masih membutuhkan prosea yabg panjang untuk memberikan penjelasan yang lengkapbdan pedoman yabg tepat untuk melakukannya. Karena pendekatan ini harus didukung dengan semua indikator yang ada kwtika salah satu belum terlaksana artinya masih butuh proses untuk memperbaiki. Pendekatan scientific berpusat pada explorasi anak dan berbasis pda siswa untuk mengerjaikannya.

    ReplyDelete
  127. Anisa safitri
    13301241014
    Pendidikan matematika A 2013

    Melanjutkan berkaitan dengan pendektan scientific, pada hasil observasi pada point 2 yaitu gur belum membuat lks yang sejalan dengan oendekatan scientific adalah hal yang menjadi perhatian khusus karena lks ini adalah langkah oembelajaran yang dilakukan dan instrumen untuk menguji keberhasilan sebuah pendektan namun ketika lks saja masih harus banyak diperbaiki, berarti untuk menjadikan pendekatan scientific ini juga harus diperhatikan syarat perlu dan syarat khusus nya.

    ReplyDelete
  128. Anisa safitri
    13301241014
    Pendidikan matematika A 2013

    Hasil observasi pada point 3 yaitu gurubmasih kesulitan memberikan apersepsi dan motivasi berbasis pendekatan scientific. Ini perlu menjadikan guru untuk lebih bisa menguasai pendekatan karena pemberian apersepsi yang biasa atau belum menggunakan scientific ini akan membuat anak binggung dengan metode yg digunakan oleh guru, karena ada beberapa yg tidak lengkap dan tidak sejalan dengan pendekatan yg diberikan ketika pembelajaran yang ada.

    ReplyDelete
  129. Anisa safitri
    13301241014
    Pendidikan matematika A 2013

    Assalamualaikum,
    Terikasihbatas artikel yang telah diberikan. Dari beberapa hasil observasi yang twlah dilakukan pendekatan scientific masih membutuhkan prosea yabg panjang untuk memberikan penjelasan yang lengkapbdan pedoman yabg tepat untuk melakukannya. Karena pendekatan ini harus didukung dengan semua indikator yang ada kwtika salah satu belum terlaksana artinya masih butuh proses untuk memperbaiki. Pendekatan scientific berpusat pada explorasi anak dan berbasis pda siswa untuk mengerjaikannya.

    ReplyDelete
  130. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Dari beberapa hasil penelitian mengenai RPP guru dalam pendekatan Saintifik. Sebagian besar guru masih belum paham mengenai pendekatan Saintifik. Masih terdapat beberapa kesalahan atau kekurangan di dalam RPP guru yang melakukan pendekatan saintifik. Memang wajar jika masih terdapat kekurangan atau kesalahan di dalam pendekatan saintifik karena memang sosialisasi di dalam pendekatan saintifik juga masih kurang. Untuk menerapkan suatu pendekatan atau metode baru memang membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Harus ada sosialisasi, harus ada persepsi yang sama. sumber daya serta sarana dan prasarana juga penting untuk menunjang pendekatan tersebut.

    ReplyDelete
  131. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Apersepsi dalam pendekatan saintifik memang dirasa tidak mudah. Tidak semua materi dapat dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi apersepsi yang ideal. Sehingg aperlu kejelian guru untuk merancang apersepsi yang dapat mengkaitkan materi sekarang dengan materi sebelumnya.

    ReplyDelete
  132. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam praktek di lapangan banyak guru yang sudah menerpakna pendekatan saintifik namun tidak sedikit juga guru yang harus menerapkan pendekatan konvensional ceramah. Menurut saya disebabkan karena sifat keluesan materi berbeda-beda. Sehingga terkadang harus mengkombinasikan pendekatan saintifik dengan pendekatan konvensional.

    ReplyDelete
  133. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam praktek pembelajaran di lapangan siswa jarang diberi kesempatan untuk mempresentasikan pendapatnya. Mneurut saya hal lini karena kurangnya waktu dalam pembelajaran. Karena dalam sintak pembelajaran saintifik terdapat 5 langkah dan cukup memakan waktu.

    ReplyDelete
  134. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Yang dapat saya simpulkan adalah guru sebagai seorang pendidik haruslah terus mengasah kemampuan serta wawasannya. Never ending for studying. Memang tidak mudah. Namun hakikat sebagai manusia adalah selalu belajar. Di zaman yang semakin berkembang ini dan dengan berbagai tuntutan dari perubahan kurikulum tentunya guru harus terus belajar. Semoga pengalaman dari para guru tersebut membuat saya lebih termotivasi untuk todak cepat merasa sudah puas diri ketika menjadi guru.

    ReplyDelete
  135. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Benar adanya jika sulit melakukan apersepsi kepada siswa. Saya merasakan sendiri saat melakukan PPL. Bahwasanya apersepsi harus dilakukan oleh guru ketika ingin mengajarkan materi. Dengan adanya apersepsi maka dapat memberikan dasar awal siswa untuk mempelajari materi yang baru, dengan demikian maka apersepsi dapat memberikan kemudahan siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  136. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Maka sebelum memulai pelajaran yang baru sebagai batu loncatan, guru hendaknya berusaha menghubungkan terlebih dahulu dengan bahan pelajarannya yang telah dikuasai oleh murid-murid berupa pengetahuan yang telah diketahui dari pelajaran yang lalu atau dari pengalaman. Dan dari apersepsi, guru dapat memotivasi siswa untuk mempelajari sesuatu yang baru.

    ReplyDelete
  137. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil mungkin dikarenakan alokasi waktu yang direncanakan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan sehingga siswa belum memiliki kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Namun jika siswa sudah memiliki kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya, alngkah lebih baik jika guru memberikan waktu untuk kegiatan tanya jawab dan menyimpulkan. Ini dimaksudkan melatih siswa untuk mempertahankan argumennya. Selain itu, membantu siswa dalam merangkum inti daru tujuan diadakannya pembelajaran pada hari itu.

    ReplyDelete
  138. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Salah satu indikator keberhasilan pendekatan saintifik yaitu terdapat diskusi kelompok. Diskusi kelompok dalam pembelajaran memang mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah peserta didik dapat memahami setiap permasalahan yang terjadi dapat dipecahkan menggunakan banyak sekali cara. Sehingga hal ini akan mengembangkan pola pikir seorang peserta didik.

    ReplyDelete
  139. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selain itu, diskusi kelompok melatih peserta didik untuk lebih aktif dalam memberikan pendapatnya di dalam kelompok. Mengajarkan siswa untuk mendengarkan dan menghargai pendapat yang berbeda-beda dari anggota kelompoknya kemudian menyimpulkannya.

    ReplyDelete
  140. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, diperoleh temuan bahwa sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah. Tidak dapat disalahkan jika masih ada guru yang menggunakan metode ceramah karena ada beberapa materi matematika yang mengharuskan menggunakan metode tersebut. Serta ada beberapa siswa yang lebih nyaman menggunakan metode ceramah karena dirasa lebih jelas dan paham. Bukankah suatu pembelajaran dikatakan berhasil jika siswa memahami suatu pembelajaran. Jadi alangkah lebih baik jika pembelajaran dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
  141. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Alasan dan pertimbangan masih diterapkannya metode ceramah oleh guru adalah mudah untuk mempersiapkan dan melaksanakannya. Metode yang disebut sebagai metode konvensional ini sangat sesuai diterapkan di sekolah-sekolah dengan fasilitas yang kurang memadai. Metode ceramah tidak membutuhkan alat-alat canggih seperti komputer, laptop, serta proyektor. Metode ceramah hanya membutuhkan penguasaan materi yang baik serta kesiapan siswa dalam menangkap informasi.

    ReplyDelete
  142. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selanjutnya alasan dan pertimbangan masih diterapkannya metode ceramah oleh guru adalah mudah mengorganisasikan kelas. Ketika guru dihadapkan pada situasi kelas yang kurang kondusif, maka metode yang paling tepat digunakan adalah ceramah. Guru dapat melontarkan instruksi-instruksi tertentu agar siswa menjadi lebih kondusif dan terkendali.

    ReplyDelete
  143. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selain itu, metode ceramah dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah banyak. Metode-metode belajar tertentu seperti problem solving, eksperimen, atau inkuiri cenderung lebih efektif diterapkan pada kelas dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak karena metode-metode tersebut menuntut perhatian yang intensif dari guru untuk melihat ada atau tidaknya perkembangan atau perubahan dari diri siswa. Metode ceramah menjadi salah satu solusi terbaik dalam proses penyampaian informasi dengan jumlah siswa yang banyak.

    ReplyDelete
  144. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Metode ceramah boleh saja dikatakan sebagai metode yang konvensional, monoton, atau membosankan. Namun pada penerapannya, metode ini masih efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terutama yang bersifat teoretis. Metode ceramah tidak akan membosankan dan lebih efektif jika diterapkan bersama dengan metode-metode variatif lain. Misalnya, metode ceramah digunakan sebelum diskusi. Ceramah dimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai bahan yang akan didiskusikan, sehingga diskusi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

    ReplyDelete
  145. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Masih banyak terjadi di lapangan kita bahwa sebagian besar guru yang belum menerapkankan saintifik dalam LKSnya. Selain itu apersepsi masih dilakukan secara konvensional. Sedangkan harapan kurikulum 2013 ini adalah siswa benar-benar melakukan semuanya sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator. Sehingga kegiatan benar-benar berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  146. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Guru harus memberi kesempatan siswa untuk berpikir secara mandiri dalam menyimpulkan materi pembelajaran. Tentu hal ini harus dibimbing dan diperhatikan benar-benar oleh guru , agar kesimpulan yang dibuat siswa tidak melenceng dari yang diharapkan. Salah satunya adalah meminta siswa untuk presentasikan yang diperolehnya ke depan kelas, sehingga guru mengetahui betul proses yang dilakukan siswa hingga memperoleh kesimpulan.

    ReplyDelete
  147. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah, hal itu dikarenakan sedikitnya pelatihan yang menekankan untuk mengembangkan cara mengajar, terlebih lagi untuk guru yang memiliki usia lanjut yang tidak sanggup untuk berupaya lebih seperti membuat RPP, mempelajari model-model pembelajaran dan lain-lain. secara tidak langsung hal itu berdampak kepada rendahnya kualitas mengajar guru karena hanya mengandalnya penyaluran informasi dua arah melalui cara konvensional atau tradisional (Teacher Centered)

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id