Nov 3, 2015

FILSAFAT DALAM MEMANDANG BERBAGAI STRUKTUR KEHIDUPAN


FILSAFAT DALAM MEMANDANG BERBAGAI STRUKTUR KEHIDUPAN
Refleksi pertemuan ketujuh (Kamis, 29 Oktober 2015)
Direfleksikan oleh: Vivi Nurvitasari, 15701251012
Diperbaiki oleh: Marsigit

http://vivinurvitasari.blogspot.co.id/2015/11/filsafat-dalam-memandang-berbagai.html

Bismillahirahmanirrahim
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Petemuan kuliah Filsafat Ilmu yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2015 jam 07.30 sampai dengan 09.10 diruang 306A gedung lama Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Prodi Pendidikan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan kelas B dengan dosen pengampu Pak Marsigit, Perkuliahan ini diawali dengan tes jawab cepat sebanyak 50 soal lalu dilanjutkan dengan mahasiswa mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan dijawab oleh Pak Marsigit.

Sistem pertemuan pada minggu ini sama dengan pertemuan sebelumnya yaitu adanya tes jawab cepat diawal kuliah, tema tes kali ini juga masih sama dengan tema pada pertemuan minggu sebelumnya yaitu tentang “Menembus Ruang dan Waktu”. Tes jawab cepat yang diberikan Pak Marsigit ini sudah ada dalam postingan-postingan Bapak diblog Pak Marsigit. Sehingga untuk bisa menjawab tes ini, mahasiswa diharapkan rajin membaca dan memperbanyak membaca postingan diblog Pak Marsigit.

Pertanyaan pertama dari Sdri. Rizqy Umami :“Bagaimana memahami filsafat karena selama ini saya berusaha membaca dan memahami  isi postingan dari Bapak, namun ketika saya menjawab tes jawab cepat yang Bapak berikan itu selalu kurang sesuai dengan jawaban dari Bapak?”

Jawaban Pak Marsigit dari pertanyaan tersebut adalah: ”Seorang filsuf besar pun jika diminta untuk mencoba menjawab pertanyaan saya dari soal tes jawab cepat ini bisa berkemungkinan mendapatkan nilai nol karena filsafat itu adalah dirimu sendiri, jadi janganlah khawatir. Maka metode berfilsafat adalah metode hidup yaitu terjemah dan terjemahkan. Terjemahkanlah diriku, bukan aksesorisnya tetapi pikirannya dengan cara baca, baca, dan baca, kemudian saya menerjemahkan diri anda dengan cara bertanya, ternyata masih kosong karena belum sepenuhnya membaca. Seseorang, apalagi mahasiswa itu hanya bisanya membaca, berusaha, berikhtiar jangan patah semangat, diteruskan saja.

Pertanyaan-pertanyaan jawab singkat saya ini fungsinya tidak semata-mata mengetahui pikiran anda, tapi untuk sarana mengadakan dari yang mungkin ada bagi dirimu masing-masing. Setidaknya dari bertanya tadi para mahasiswa sudah mulai ada kesadaran menembus ruang dan waktu, apa maksudnya? Jangankan manusia, sedangkan binatang, tumbuhan dan batu pun juga menembus ruang dan waktu. Tidak ada batu yang protes ketika kehujanan, kalau hujan protes karena kehujanan pun si batu itu menembus ruang dan waktu dengan metodologi dan ilmu tertentu, tapi diam disitu pun dia dari kehujanan menjadi tidak kehujanan itu sudah menembus ruang.

Semua benda bisa saya katakan, didepannya diberi artikel waktu, misalkan pada hari Kamis ini kabut asap, pada hari Kamis ini Presiden Jokowi. Silahkan sebut 1 (satu) sifat saja dari bermilyar pangkat bermilyar sifat yang tidak dikaitkan dengan waktu yang bisa anda sebut, bahkan yang notabenenya terbebas oleh ruang dan waktu yang ada di pikiran anda, misalnya 2+2=4 itu karena terbebas oleh ruang dan waktu, tapi saya masih bisa mengatakan hari ini bahwa 2+2=4, pada hari Jumat besok juga 2+2=4, itu identitas karena terbebas oleh ruang dan waktu, ketika sudah terikat oleh ruang dan waktu serta merta menjadi kontradiktif, ada sifat-sifatnya dan sifat itu bersifat subordinat menjadi predikat daripada subyeknya.”

Pertanyaan kedua dari Sdri. Fajar:”Bagaimana filsafat memandang pendidikan di Indonesia dan meningkatkan pendidikan di Indonesia?”

Jawaban dari Pak Marsigit Adalah: “Itu tema besar tapi itu bisa anda baca di postingan saya yang sudah ada dan sangat lengkap, tapi esensinya untuk mengetahui praksis pendidikan, alangkah baiknya juga mengetahui latar belakang pendidikan dan landasan pendidikan serta masa depan pendidikan. Itu wadahnya tidak lain dan tidak bukan adalah filsafat pendidikan. Untuk mengetahui filsafat pendidikan maka belajarlah filsafat. Semua terangkum di postingan saya termasuk ada unsur-unsurnya, pilar-pilarnya politik pendidikan dan ideologi pendidikan dan pendidikan konstekstual. Jadi tidak usah jauh-jauh ke Amerika karena di Indonesi pun ada politik pendidikan juga politik pemerintahan.”

Pertanyaan ketiga dari Sdra. Ndaru Asmara: ”Apakah dengan berfilsafat kita bisa berinteraksi atau mungkin berkomunikasi dengan makhluk lain, misalkan saja hewan dan tumbuhan?”

Jawaban dari Pak Marsigit: “Filsafat itu wacana, filsafat itu bahasa, filsafat itu penjelasan, maka ada jarak antara penjelasan dan praksisnya. Bagi seorang filsuf, dia berkeinginan untuk menjelaskan kenapa orang kesurupan, tapi filsuf sendiri tidak bisa kesurupan, sedangkan yang kesurupan tidak menyadarinya, jangan kemudian filsuf juga harus ikut-ikutan kesurupan, nanti siapa yang mau menjelaskan tentang alasan mengapa orang kesurupan tersebut, karena filsafat itu olah pikir, dari semua pikiran-pikiran yang ada itu kemudian dipakai untuk menjelaskan fenomena, termasuk fenomena gaib secara filsafat naik spiritual, turun menjadi psikologi, filsafat itu lengkap ada spiritualnya juga ada psikologinya.

Orang awam akan menyebut ilham, spiritual petunjuk dari Tuhan, kalau seseorang mendapatkan pencerahan, tetapi tidak mengerti sebabnya dia memperoleh pencerahan tersebut, secara filsafat begitu saja, itu namanya ilham. Dan ternyata kalau kita mau meneliti setiap yang ada dan yang mungkin ada, setiap waktu saya selalu mendapatkan ilham, saya bisa menjawab pertanyaanmu karena saya mendapatkan ilham, jangan kemudian memitoskan ilham, semua pencerahan yang ada ini adalah ilham. Apakah anda bisa menjelaskan proses trjadinya ketika anda bisa menjawab dengan menggunakan yang ada didalam pikiranmu? Seberapa jauh anda bisa, dan tidak akan bisa sempurna, pada akhirnya itu adalah ilham juga.

Wahyu itu juga ilmu, makanya orang jaman dahulu dipersonifikasikan wahyu itu sebagai benda hidup, karena apa? Karena audiensnya itu  tradisional sekali maka ketika sang Arjuna (Pak Marsigit) mencari wahyu itu pergi ke hutan ke tempat yang sepi artinya itu engkau dikamar (untuk jaman sekarang) lalu membaca elegi saya. Itu sama saja ketika jaman dulu arjuna masuk ke hutan mencari wahyu atau menyepi, merenung, memahami, disitulah anda akan mendapatkan wahyu yang banyak sekali, pengetahuan yang mungkin ada menjadi ada.

Persis sama dengan yang dilakukan arjuna itu tadi, yang mungkin ada menjadi ada, wahyunya berupa manusia setengah dewa bisa berdialog dengan arjuna sehingga akan menjadi satu dengan diri Arjuna. Apa yang menjadi satu dengan dirimu? Spiritualnya formal adalah spiritual, spiritualnya material adalah spiritual, itu yang telah menjadi satu dengan dirimu dikarenakan pertanyaan-pertanyaan dan jaaban-jawabanku, jadi anda tadi sudah mendapatkan banyak sekali wahyu ketika menjawab pertanyaan dan memperoleh jawaban dari saya, tapi engkau tidak menyadarinya.

Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Maka benda-benda gaib dsb itu diterangkan naik spiritual filsafat transenden, turun psikologi. Transendennya filsafat adalah noumena. Noumena itu diliuar dari fenomena. Yang dipegang yang dilihat semua yang difikirkan yang didengar itu semua fenomena, maka ruh dan arwah dianggap noumena.

Usaha manusia untuk mengetahui tentang arwah atu ruh, dilakukan dengan berbagai macam metode  memakai logika, memakai pengalaman, memakai teori ke spiritual berbagai macam cara untuk berusaha mengetahui apa yang disebut dengan arwah. Maka ada batasannya, batas-batas tertentu, maka bagi pikiran saya yang namanya setan itu potensi negatif, malaikat potensi positif.

Di dalam dirimu ada potensi negatif ada potensi positif, neraka itu potensi negatif, surga itu potensi positif oleh karena itu raihlah surga ketika engkau masih didunia tapi bukan berarti surga dunia. Maka  orang-orang yang sudah masuk surga atau calon penghuni surga itu secara psikologi itu kelihatan, secara hukum juga kelihatan. Jelas para koruptor itu tidak masuk surga secara hukum, jelas dia orang-orang yang masuk neraka secara hukum, secara spiritual lain lagi, itulah pikiran kita berdimensi, yang dilihat pun berdimensi, dan yang dipikirkanpun berdimensi.

Maka bagi anak kecil pohon itu ada hantunya, padahal kata kakak saya itu hanya supaya anak kecil takut dan tidak merusak tanaman, jadi bagi orang dewasa itu hanya sebatas menakut-nakuti si anak kecil, itulah buahnya.

Berbicara dengan hewan (saya pus-pus, kucingnya meong), akrab dengan kucing, apa definisi bicara?, itu saya sudah mengetahui bahasa kucing. Komunikasi dengan tumbuhan (aduh kamu tumbuhan sudah mulai layu maka aku siram), jadi elegi kalau diteruskan elegi tumbuhan membutuhkan air, dialog antara tumbuhan dengan yang menanamnya tadi itu munculnya elegi itu seperti itu. Jadi bahasa itu berdimensi, sedangkan yang berbahasa juga berdimensi; maka secara filsafat berkomunikasi dengan yang gaib adalah fenomena komunikasi pada suatu tataran tertentu dari komunikasi yang berdimensi.

Saya pernah mengalami pengalaman spiritual selama 10 hari tinggal dimasjid belajar bersama sufi, menertibkan tata cara berdoa beribadah, dsb. Ketika intensif berdoa disitu, alamnya seperti itu, saya pun rasanya enggan pulang, ingin saja berdoa terus, dan ketika itu sensitifitas rohani atau hati saya itu sangat tinggi sehingga kemampuan-kemampuan metafisik itu muncul jangankan dengan apa yang dikatakan atau berdialog dengan itu, misalkan seseorang yang makan bakmi di pinggir jalan yang bakminya tidak didoakan ketika dibuat, dan orang yang memakannya tidak berdoa sebelum makan bakmi tsb, saya melihatnya seperti orang memakan cacing, itu ketika diriku sedang memiliki spiritual yang sangat tinggi.

Level tertentu pada suatu dimensi komunikasi (dengan yang gaib) mempunyai sifat da karakter tertentu bersiat subjektif yang hanya dapat diketahui atau dirasakan oleh yang bersangkutan. Pemahaman dalam pikirannya terkadang menggunakan pengalaman-pengalaman persepsi (pancaindra) untuk menterjemahkan dan mengambil sikap dalam interaksinya dengan yang gaib. Sehingga ada jarak antara persepsi dan pikirannya. Jarak itulah sebagai penyebab tidak validnya pengalaman pribadi berkomunikasi dengan yang gaib, jika akan dituturkan kepada orang lain, Maka barang siapapun, tidak dapat mengatakan kepada siapapun perihal pengalaman spiritual (khusyuk) kecuali hanya dirasakannya sendiri, semata-mata untuk meningkatan kadar keimannnya. Begitu dituturkan kepada orang lain, serta merta akan menjadi tidak valid.

Pertanyaan keempat dari Sdra. Suhariyono:”Bagaimana beragama dari sisi filsafat?”

Jawaban dari Pak Marsigit: “Itu pertanyaan sudah selalu saya katakan bahwa beragama dari sisi filsafat ialah tetapkanlah dulu agamamu, tetapkanlah dulu keyakinanmu, tetapkanlah dulu hatimu, yakin dulu baru mulai menerbangkan layang-layang pikiran, sebab jika layang-layang pikiran itu kita terbangkan jauh tetapi kita ini belum mempunyai patokan agama, nantinya akan lepas talinya , maka akan terbang kemana-mana, maka jatuhlah ke negeri majusi, ke negeri kufar (sangat kafir), dst. Maka pikiran itu sehebat-hebatnya manusia berpikir setengah dewa tidak akan mungkin dia bisa menuntaskan perasaannya. Sering sekali anda itu merasakan sesuatu yang anda tidak mampu memikirkannya, perasaan setiap saat anda itu merasakan, mulai merasakan dari sedih negatif 1000, sampai sedih positif 1000 jadi gembira, gembira negatif jadi sedih, itu baru perasaan gembira dan sedih, belum jika perasaan sayang, cinta, empati, dst. Maka pikiran itu bisanya hanya mensupport spiritualisme, berfilsafat versi saya ini adalah silahkan pikiranmu digunakan untuk memperkokoh dan memperkuat iman anda masing-masing. Saling mengingatkan sesuai dengan agamanya masing-masing. Jadi di kitab suci itu disebutkan juga betapa pentingnya orang cerdas dan orang yang berpikir daripada orang yang tidak cerdas, karena orang yang tidak cerdas itu pun menjadi sumber godaan setan. Godaan setan itu bermacam-macam, jadi fitnah, jadi mengatakan yang tidak baik, dst.”

Pertanyaan kelima dari Sdri. Ma’alifa Alina: ”Bagaiman filsafat menjelaskan ketetapan Tuhan, seperti teologi, fiqih dan konsekuensinya seperti apa?”

Jawaban dari Pak Marsigit adalah: “Kalau menurut saya, spiritual akan kembali pada diri masing-masing, karena spiritual itu urusan dirimu dengan Tuhan (habluminallah), dan juga ada tuntunan antara urusanmu dengan orang lain namanya habluminannas. Kalau saya daripada artinya sesuatu yang sangat diluar kemampuan saya secara alami mengalir, lihat diriku, diri orangtuaku, lihat diri keluargaku, lihat diri pikiranku, lihat diri pengalamanku, begitu saja bagi saya, mengalir saja. Tengoklah komunitasmu, tengoklah keluargamu, tengoklah pengalamanmu, seperti apa spiritual itu selama ini? Maka hidup yang baik adalah masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. Spiritual itu adalah tugas kita sebagai manusia untuk berikhtiar mengetahui mana-mana saja yang soheh, dan yang kurang soheh, dst.

Manusia itu terbatas, oleh karenanya bertindaklah sesuai dengan ruang dan waktunya. Misalnya adanya teknologi untuk menentukan tangaal 1 syawal, karena saya tidak bisa ya maka saya hanya bisa mengikuti aturan dari pemerintah saja, ketetapan pemerintah. Jadi segala macam spiritualitas bersifat postulat, postulat adalah yang kemudian menjadi model diterapkan didunia, manusia juga membuat postulat-postulat, maka subyek menentukan postulatnya bagi obyeknya. Engkau juga membuat postulat, membuat peraturan pada adik anda. Jadi seperti itu struktur per struktur, dirimu yang memahami struktur juga berstruktur, struktur dirimu itu ternyata dinamik yang sedang menembus ruang dan waktu.”

Pertanyaan selanjutnya dari Sdra. Bayuk Nusantara: “Bagaimana filsafat memandang adanya benar dan salah?”

Jawaban Pak Marsigit adalah: “Sudah berkali-kali saya katakan,  jadi itu maksudnya karena pikiran manusia. Yang benar itu adalah sesuai dengan ruang dan wktu atau tidak.”
Kebenaran logika adalah konsisten, dan kebenaran pengalaman adalah korespondensi. Sedangkan kebenaran spiritual adalah absolut. Kebenaran diriku itu subjektif, kebenaran kita itu objektif, kebenaran para dewa adalah paralogos, kebenaran para daksa adalah faktanya, kebenaran kapitalis adalah modalnya, kebenaran skeptis adalah keraguannya, kebenaran fallibis adalah kesalahannya, kebenaran dunia adalah plural, kebenaran spiritual adalah tunggal, kebenaran idealis adalah tetap, kebenaran realis adalah relatif, kebenaran langit adalah aksioma, kebenaran bumi adalah konkritnya, kebenaran subjek adalah predikatnya, kebenaran predikat adalah subjeknya, kebenaran normatif adalah ontologinya, kebenaran estetika adalah keindahannya, kebenaran matematika adalah koherensinya, kebenaran tindakan adalah tulisannya, kebenaran tulisan adalah ucapannya, kebenaran ucapan adalah pikirannya, dan kebenaran pikiran adalah spiritualnya, kebenaran statistika adalah validitasnya, kebenaran psikologi adalah gejala jiwanya, kebenaran wadah adalah isinya, kebenaran isi adalah wadahnya, kebenaran filsafat adalah intensi dan ekstensinya.

Pertanyaan terakhir dari Sdri. Tyas Kartiko: ”Jadi sebenarnya filsafat itu kompleks atau sederhana?”

Jawaban Pak Marsigit adalah: “Ya kompleks ya sederhana, tapi bukan jawaban saya yang seperti ini yang merupakan filsafat. Filsafatnya adalah penjelasanku kenapa saya menjawab kompleks, dan penjelasanku kenapa saya menjawab sederhana, itulah filsafat. Engkau pun bisa menerangkan, itulah filsafatmu, filsafat itu sederhana sekali hanya olah pikir, berpikir reflektif. Anda mengerti bahwa anda sedang berpikir, itu filsafat, jadi sederhana sekali. Kalau ingin ditambahkan boleh pilarnya ada 3 Ontologi, Epistemologi, Aksiologi. Kompleks karena intensif, dalam sedalamnya bersifat radik, maka ada istilah radikalisme, ekstensif yaitu luas seluas-luasnya, melipiuti dunia dan akhirat. Yang masih bisa engkau jangkau melalui pikiranmu, setelah engkau tidak mampu memikirkannya ya sudah, gunakan alat yang lain yaitu spiritualitas.

Dalam rangka menggapai kebenaran itu, Francis Bacon namanya, terkenal dengan kata-kata ‘knowledge is power’, pengetahuanmu itu adalah kekuatanmu. Ada beberapa kendala seseorang itu mencapai kebenaran. Kendala pasar, misalnya di facebook orang bicara begini begitu, jadi kalau begini kesimpulannya begitu, juga kalau begitu kesimpulannya begini, dsb.  Kendala panggung, artis misalnya Syahrini mengatakan begitu, jadi ini itu begitu menurut Syahrini seorang artis terkenal. Pak marsigit berkata spiritualnya formal adalah spiritual, sampai akhir kuliah, sampai engkau meninggalkan dunia akan tetap seperti itu, itu berarti engkau  termakan atau terpengaruh oleh mitos-mitosnya pak Marsigit. Itu harus engkau cerna dan telaah, itulah mengapa saya heran kenapa tidak ada mahasiswa yang bertanya tentang pertanyaan soal tes saya tadi, berarti sudah ada kecenderungan  engkau itu terhipnotis oleh pernyataan saya dan itu menjadi kebenaran final bagi dirimu, padahal itu bukan kehendak daripada berfilsafat ini. Engkau harus membuat anti thesisnya.

Namanya orang menguji itu suka-suka, engkau bisa saja menguji saya supaya nilai saya mendapat nol. Nilai nol itu bukan berarti salah tapi itu membuktikan bahwa setiap dari dirimu itu mempunyai filsafatnya masing-masing, karena filsafat dari perkuliahan ini adalah untuk mengajarkan agar kita tidak sombong dengan mendapatkan nilai nol dari setiap tes, agar kita selalu rendah hati. Tetapi kalau itu kesimpulannya berarti engkau sudah berhenti berpikir, tetapi filsafat itu terus menerus memikirkannya, maka bacalah pertengkaran antara orang tua berambut putih karena itu proses mendapatkan ilmu. Jangan hanya membaca elegi Pak Marsigit di dalam mimpi, mimpi itu diukur konsistensinya jadi tidak koheren, tapi mimpi itu sebagian dari pengalaman tapi tidak sepenuhnya jadi tidak korespondensi. Jadi mimpi itu bukan persepsi. Mimpi bisa diterangkan dengan teori berpikir, tapi akan lain jika diterangkan oleh seorang paranormal.”

Alhamdulillahirrobil’alamin
Wasssalmu’alaikum, Wr. Wb.

155 comments:

  1. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    Filsafat itu ada dalam diri kita sendiri, buah memikirkan yang bersumber dari akal dan hati nurani. “Jika kamu berjalan di pinggir jalan yang ramai kemudian bertemu dengan pengemis tua renta, yang buta kemudian ingin menyeberang jalan, apa yang akan kamu lakukan?” jika soal itu adalah sebuah pilihan ganda dan pilihan jawaban pertamanya adalah membiarkannya saja, pilihan jawaban kedua bertanya dulu pada pengemis tersebut apa agamanya, kemudian jika seagama dengan kita baru kita akan menolongnya dan pilihan jawaban yang terakhir adalah menolongnya dengan membantunya menyeberangkan jalan. Lalu apa jawaban pilihan hatimu?. Tentu saja sebagian besar dari kamu akan memilih jawaban ketiga kan? Kita akan memilih membantu menyeberangkannya tanpa banyak basa basi. Iya itulah filsafat sesungguhnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Ilustrasi yang baik sekali saudari Dian, ilustrasi anda tentang “Jika kamu berjalan di pinggir jalan yang ramai kemudian bertemu dengan pengemis tua renta, yang buta kemudian ingin menyeberang jalan, apa yang akan kamu lakukan?” sangat membantu saya memahami apa bagaimana jawaban dari pertanyaan tersebut.

      Delete
    2. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/ PMA 2013

      Saya suka dengan pernyataan saudari Dian, “Jika kamu berjalan di pinggir jalan yang ramai kemudian bertemu dengan pengemis tua renta, yang buta kemudian ingin menyeberang jalan, apa yang akan kamu lakukan?” ini merupakan ilustrasi yang gamblang

      Delete
  2. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Karena filsafat adalah dirimu sendiri. Pada postingan ini saya baru menyadari bahwa yang dimaksud engan filsafat adalah dirimu sendiiri adalah bagaimana cara dan usaha dalam mempelajari filsafat. Yang artinya adalah ketika Pak Marsigit memberikan kontrak perkuliahan dengan sistem membaca, komentar, dan test maka sebagai mahasiswa yang ingin berfilsafat adalah dengan melakukan semua kontrak yang telah disepakati. Maka dapat dikatakan bahwa filsafat adalah bagaimana cara dan usaha dirimu sendiri dalam mengikuti perkuliahan filsafat pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  3. Muhammad Aly Sa'id
    13301244007
    Pend Mat I 2013

    Metode Pembelajaran dengan Metode Silaturahmi. Metode pembelajaran yang menarik, menurut pandangan saya metode silaturahmi akan menjadikan proses pembelajaran dari dua arah, jadi tidak ada Student Center ataupun Teacher Center, adanya hanyalah Student and Teacher Learning Center. Metode ini akan terjalin suatu keterikatan hubungan antara guru dan siswa secara harmonis. Tidak hanya itu metode silaturahmi juga bisa didapatkan hubungan antara siswa dengan lingkungan, siswa dengan buku, guru dengan siswa, guru dengan berbagai macam metode, dan sebagainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan pendapat saudara Muhammad Aly tentang metode silaturahmi. metode silaturahmi akan menjadikan proses pembelajaran dari dua arah, jadi tidak ada Student Center ataupun Teacher Center, adanya hanyalah Student and Teacher Learning Center. Metode ini akan terjalin suatu keterikatan hubungan antara guru dan siswa secara harmonis.

      Delete
  4. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagaimana menembus ruang dan waktu? Pertanyaan yang mungkin akan dijawab oleh ilmuwan dengan, "menciptakan mesin waktu". Tapi tak perlu begitu. Sekarang mudah sekali untuk menembus ruang dan waktu. Tinggal kita mau atau tidak untuk menembusnya. Ruang dan waktu tidak bisa terpisahkan. Jadi ketika kita melewati ruang berarti terdapat waktu pula. Mudah saja bagu filsafat untuk melakukannya. Hanya perlu buka pikiran dan pemahaman.

    ReplyDelete
  5. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Bapak Marsigit yang telah memposting artikel Filsafat Dalam Memandang Berbagai Sruktur Kehidupan, sehingga saya dapat memperoleh banyak ilmu setelah membaca artikel di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/PMA 2013

      saya setuju dengan Risa, tidak hanya artikel yang lainpun memberikan banyak manfaat, banyak ilmu. terlebih ilmu sabar. coba baca deh postingan yang lain hmmmm :))))))))

      Delete
  6. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu wacana, filsafat itu bahasa, filsafat itu penjelasan maka ada jarak antara penjelasan dan praksisnya. Filsafat itu olah pokir sehingga janganlah takut untuk salah dalanm menjawab suatu pertanyaan sebab filsafat itu untuk mengerti dan menerjemahkan diri kita sendiri. Begitulah salah satu hal yang dapat saya peroleh setelah membaca postingan diatas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/PMA 2013

      Filsafat itu.......
      apa maumu, asalkan tak mengganggu hak orang lain :))))))

      Delete
  7. Defy Kusumaningrum
    13301241022 / Pend.Mat.A 2013

    Beragama dari sisi filsafat adalah dengan cara kita meyakini dahulu agama kita, mempelajari lebih dalam pada ajaran agama. Agama memberikan jalan dan arahan bagi kita dalam menjalani kehidupan.Jika kita tidak memiliki pegangan keyakinan beragama maka kita akan terombang ambing dalam ombak kehidupan yang besar adanya. Adanya kitab suci yang menjadi pegangan dan pedoman yang mengarahkan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan pandangan saudari Defy tentang beragama dari sisi filsafat. kita meyakini dahulu agama kita, mempelajari lebih dalam pada ajaran agama. Agama memberikan jalan dan arahan bagi kita dalam menjalani kehidupan. Jika tidak memiliki pegangan keyakinan beragama maka akan terombang ambing dalam ombak kehidupan yang besar adanya.

      Delete
  8. Defy Kusumaningrum
    13301241022 / Pend.Mat.A 2013

    Beragama dari sisi filsafat adalah dengan cara kita meyakini dahulu agama kita, mempelajari lebih dalam pada ajaran agama. Agama memberikan jalan dan arahan bagi kita dalam menjalani kehidupan.Jika kita tidak memiliki pegangan keyakinan beragama maka kita akan terombang ambing dalam ombak kehidupan yang besar adanya. Adanya kitab suci yang menjadi pegangan dan pedoman yang mengarahkan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari defy bahwa agama memberikan jalan dan arahan bagi kita dalam menjalani kehidupan. Jika kita tidak memiliki pegangan keyakinan beragama maka kita akan terombang ambing dalam ombak kehidupan yang besar adanya.

      Delete
  9. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat adalah diri kita sendiri. Metode berfilsafat adalah metode hidup yaitu terjemah dan terjemahkan. Cara menerjemahkannya adalah dengan memperbanyak membaca, bertanya, terus-menerus berusaha dan tidak patah semangat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak semata-mata hanya untuk mengetahui apa isi di pikiran, tetapi juga untuk mengadakan dari yang mungkin ada pada pribadi masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013
    Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.

    ReplyDelete
  11. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Saya menjadi tahu alasan kenapa walaupun kita sudah membaca dan memahami isi postingan Pak Marsigit namun ketika menjawab tes jawab cepat hasilnya selalu kurang sesuai dengan jawaban Pak Marsigit adalah karena filsafat itu adalah diri kita sendiri, metode berfilsafat adalah metode hidup terjemah dan menerjemahkan. Yang saya suka dari pernyataan Pak Marsigit adalah “Tidak ada batu yang protes ketika kehujanan”, hal ini mengandung makna bagi saya adalah bahwa kita tidak boleh mengeluh ketika mendapatkan kegagalan, akan tetapi dari kegagalan itulah membuat kita untuk terus berusaha agar mendapat keberhasilan. Cara agar kita mendapatkan keberhasilan kesesuaian jawaban dengan Pak Marsigit dalam filsafat adalah dengan tetap terus membaca, berusaha, berikhtiar, dan tidak boleh patah semangat. Never give up!

    ReplyDelete
  12. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti yang Bapak jelaskan, filsafat dari perkuliahan ini adalah untuk mengajarkan agar kita tidak sombong dengan mendapatkan nilai nol dari setiap tes, agar kita selalu rendah hati. Terlihat di sini bahwa melalui filsafat kita diajarkan agar terus berfikir makna dari segala sesuatu yang ada. Dari sesuatu yang terliat tidak bernilaipun pasti mengandung sesuatu yang dapat diambil maknanya.

    ReplyDelete
  13. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat adalah merupakan dirimu sendiri, bukan yang lain. Metode berfilsafat adalah metode hidup yaitu terjemah dan terjemahkan. Terjemahkanlah diriku, bukan aksesorisnya tetapi pikirannya dengan cara baca, baca, dan baca kemudian menerjemahkan diri anda dengan cara bertanya, ternyata masih kosong Karena belum sepenuhnya membaca.

    ReplyDelete
  14. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jangankan manusia, sedangkan binatang, tumbuhan dan batu pun juga menembus ruang dan waktu. Tidak ada batu yang protes ketika kehujanan, kalau hujan protes karena kehujanan pun si batu itu menembus ruang dan waktu dengan metodologi dan ilmu tertentu, tapi diam disitu pun dia dari kehujanan menjadi tidak kehujanan itu sudah menembus ruang.

    ReplyDelete
  15. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu olah pikir, dari semua pikiran-pikiran yang ada itu kemudian dipakai untuk menjelaskan fenomena, termasuk fenomena gaib secara filsafat naik spiritual, turun menjadi psikologi, filsafat itu lengkap ada spiritualnya juga ada psikologinya.

    ReplyDelete
  16. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Orang awam akan menyebut ilham, spiritual petunjuk dari Tuhan, kalau seseorang mendapatkan pencerahan, tetapi tidak mengerti sebabnya dia memperoleh pencerahan tersebut, secara filsafat begitu saja, itu namanya ilham. Kita dapat menjawab setiap pertanyaan yang ada Karena ada nya ilham, tetapi jangan gampang memitoskan ilham.

    ReplyDelete
  17. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Maka benda-benda gaib dsb itu diterangkan naik spiritual filsafat transenden, turun psikologi. Transendennya filsafat adalah noumena. Noumena itu diliuar dari fenomena. Yang dipegang yang dilihat semua yang difikirkan yang didengar itu semua fenomena, maka ruh dan arwah dianggap noumena.

    ReplyDelete
  18. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Filsafat itu berkaitan dengan etika, Estetika dan tingkah laku, filsafat itu penjelasan dari yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat itu olah pikir,olah rasa sehingga apa yang kita lakukan sebenar-benarnya adalah berfilsafat. Filsafat adalah tingkah laku sehari-hari kita yang kita pikir secara kritis,Filsafat adalah kejadian yang terjadi disekitar kita.Maka semua ruang dan waktu kehidupan kita adalah Filsafat. Filsafat tidak akan fokus pada benar dan salah saja,tetapi lebih mencakup pada segala aspek kehidupan yang kita lalui atau yang akan dilalui....

    ReplyDelete
  19. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Filsafat adalah dirimu. Tidak ada yang bisa menterjemahkan dirimu kecuali dirimu sendiri. Orang lain bisa menterjemahkan pikiran kamu asalkan orang tersebut harus terbiasa membaca dan membaca apa yang selalu kamu baca untuk menjadi pedoman hidupmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 2013

      setiap orang dapat menerjemahkan segala objek yang ada disekitarnya karena memiliki kemampuan berpikir. jadi saya kurang setuju terkait pernyataan "tidak ada yang bisa menerjemahkan dirimu kecuali dirimu sendiri"

      Delete
  20. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Pandangan filsafat tentang pendidikan
    untuk mengetahui dunia pendidikan, sebaiknya juga mengetahui latar belakang, landasan, dan masa depan pendidikan. Itu wadahnya tidak lain adalah filsafat pendidikan. Dalam mempelajari filsafat pendidikan, terlebih dahulu kita pelajari filsafat. Karena filsafat pendidikan itu adalah bagian dari filsafat.

    ReplyDelete
  21. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    "Beragama dari sisi filsafat ialah tetapkanlah dulu agamamu, tetapkanlah dulu keyakinanmu, tetapkanlah dulu hatimu, yakin dulu baru mulai menerbangkan layang-layang pikiran, sebab jika layang-layang pikiran itu kita terbangkan jauh tetapi kita ini belum mempunyai patokan agama, nantinya akan lepas talinya , maka akan terbang kemana-mana, maka jatuhlah ke negeri majusi, ke negeri kufar (sangat kafir), dst". Dalam agama kita harus yakin dengan agama kita. Harus menjalankan perintah dalam aturan agama dan menjauhi larangan. Agama mu harus tertanam di dirimu, dihati, dipikiran, dan dalam kehidupanmu. Terima kasih

    ReplyDelete
  22. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jawaban Bapak Marsigit dari pertanyaan dari Sdri. Tyas Kartiko tentang sebenarnya filsafat itu komples atau sederhana: “Ya kompleks ya sederhana, tapi bukan jawaban saya yang seperti ini yang merupakan filsafat. Filsafatnya adalah penjelasanku kenapa saya menjawab kompleks, dan penjelasanku kenapa saya menjawab sederhana, itulah filsafat. Engkau pun bisa menerangkan, itulah filsafatmu, filsafat itu sederhana sekali hanya olah pikir, berpikir reflektif". Filsafat itu adalah dirimu. jadi kompleks dan sederhananya filsafat adalah tergantung pada dirimu sendiri. Bagaimana persepsimu tentang filsafat itu adalah filsafat untuk dirimu.Terima kasih.

    ReplyDelete
  23. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan.
    Filsafat adalah bahasa. Berbahasa juga berdimensi. Jadi pada tumbuhan, sebenarnyankita sudah berkomunikasi dgn tumbuhan dengan gerak gerik yang di tunjukkan oleh tumbuhan misalnya menggugurkan daun mereka. Artinya mereka ingin disiram. Sedangkan pada hewan, ketika mereka kelaparan, mereka akan mengikuti kita sambil bersuara layaknya meminta asupan makanan. Itulah berkomunikasi dengan blmemperhatikan dimensi yang berbeda.

    ReplyDelete
  24. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Beragama dari sisi filsafat ialah menetapkan agama yang di yakini, menetapkan keyakinan, menetapkan hati. MEYAKINI AGAMA. sebab jika belum mempunyai patokan agama, maka pikiran kita akan kemana-mana. Maka sebaik baiknya pikiran manusia tidak akan mungkin dia bisa menuntaskan perasaannya.

    ReplyDelete
  25. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya juga sempat berpikiran dan bertanya hal yang sama dengan Sdry Rizqy Umami, mengapa jawaban saya ketika menjawab tes jawab cepat dari Bapak Prof. Marsigit selalu kurang tepat, padahal saya telah berusaha memikirkan jawaban sedalam-dalamnya agar jawaban saya sesuai dengan pikiran dan jawaban dari Bapak Prof. Marsigit. Setelah membaca postingan ini saya menyadari bahwa benar, filsafat adalah dirimu sendiri,berfilsafat adalah proses terjemah dan terjemahkan.Dan cara yang paling tepat untuk dapat terjemah dan menterjemahkan adalah dengan banyak - banyak membaca postingan dalam blog ini, karena semua sudah dijelaskan oleh Bapak Prof. Marsigit. Kurang membaca menyebabkan kurangnya pemahaman kita tentang filsafat.

    ReplyDelete
  26. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebelum mengikuti kelas filsafat bersama Bapak Prof. Marsigit, saya sempat mendengar bahwa jika kita belajar filsafat, kita bisa menjadi orang yang kafir. Lalu setelah saya membaca penjelasan Bapak Prof.Marsigit bahwa "beragama dari sisi filsafat ialah tetapkanlah dulu agamamu, tetapkanlah dulu keyakinanmu, tetapkanlah dulu hatimu, yakin dulu baru mulai menerbangkan layang-layang pikiran, sebab jika layang-layang pikiran itu kita terbangkan jauh tetapi kita ini belum mempunyai patokan agama, nantinya akan lepas talinya , maka akan terbang kemana-mana, maka jatuhlah ke negeri majusi, ke negeri kufar (sangat kafir), dst" saya menyimpulkan bahwa mungkin orang yang kafir tadi adalah orang yang belum kuat patokan atau landasan agamanya, lalu mempelajari filsafat, sehingga dia mengalami kebingungan, dan goyahlah imannya dan menuju kekafiran, karena berdasarkan apa yang saya alami memang benar bahwa ada beberapa penjelasan filsafat yang membuat saya bingung pada awalnya, namun ketika saya mencerna kalimat tersebut kembali dalam keadaan niat dan tekad yang kuat, fokus, serta hati yang ikhlas, saya semakin mendapatkan banyak pembelajaran, dan mulai memahami bagaimanakah filsafat itu.

    ReplyDelete
  27. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah mengenai terjemah terjemahkan,filsafat adalah dirimu sendiri, filsafat sangat erat kaitannya dengan spiritual dan psikologi.
    Apapun yang kita pikirkan dan kita ucapkan dalam filsafat adalah tergantung pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  28. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    ketika kita bertanya apa itu filsafat sebenarnya kita sedang berfilsafat, karena dalam bertanya ada proses berpikir.filsafat adalah olah pikir kita, dalam berfilsafat kita memerlukan pengetahuan. penjelasan Prof Marsigit bukanlah hasil akhir yang mutlak mengenai filsafat dan menjadi mitos untuk diri kita dan menelannya secara menyeluruh. karena sejatinya filsafat adalah diri kita sendri, penjelasan yang diberikan hanyalah pedoman untuk kita dapat memahami apa itu filsafat,dan bagaimana mengetahui bahwa kita adalah filsafat itu sendiri

    ReplyDelete
  29. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    PEP B 2016

    Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Maka benda-benda gaib dsb itu diterangkan naik spiritual filsafat transenden, turun psikologi. Transendennya filsafat adalah noumena. Noumena itu diliuar dari fenomena. Yang dipegang yang dilihat semua yang difikirkan yang didengar itu semua fenomena, maka ruh dan arwah dianggap noumena.

    ReplyDelete
  30. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat membuat kita berlatih untuk berpikir lebih dalam. Berpikir sesuatu yang ada dan tidak ada, berpikir tentang sesuatu yang tidak ada menjadi ada, maupun berpikir tentang segala hal di dunia berpikir tentang fenomena kehidupan dan segala ciptaan-Nya, itulah yang bisa membuat kita berpikir lebih dalam dari FILSAFAT.

    ReplyDelete
  31. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia.

    ReplyDelete
  32. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Berfikir merupakan subjek dari filsafat pendidkan akan tetapi tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Subjek filsafat pendidikan adalah seseorang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam tentang bagaimanan memperbaiki pendidikan.

    ReplyDelete
  33. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan filsafat telah berkembang berbagai ilmu baruyang sangat penting bagi kelangsungan dan peradaban manusia di muka bumi. Arah filsafat ilmu dapat dipahami dari beberapa pendapat, antara lain:
    a.Filsafat ilmu diarahkan pada pembekalan pemahaman terhadap wawasan ;
    b.Filsafat ilmu diarahkan untuk lebih memanusiakan diri atau membangun diri sendiri;
    c.Diarahkan agar mempertahankan sikap yang objektif dan mendasarkan pendapat atas pengetahuan yang objektif , tidak hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan simpati dan antipati saja;
    d.Agar berpikir secara holistis dalam menyelesaikan suatu permasalahan , tidak egoisme;
    e.Agar dapat berpikir kritis, mandiri, dan tidak tergantung orang lain. ilmu diarahkan pada pembekalan pemahaman terhadap wawasan

    ReplyDelete
  34. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Mempelajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, supaya para ilmuwan memiliki landasan berpikir yang kuat. Memahami filsafat juga dapat menyadarkan seorang ilmuwan agar tidak terjebak ke dalam pola pikir “menara gading” yakni hanya berpikir murni dalam bidangnya tanpa mengaitkannya dengan kenyataan yang ada di luar dirinya (sosial kemasyarakatan).

    ReplyDelete
  35. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggung jawabkan secara logis rasional, agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

    ReplyDelete
  36. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kebenaran adalah satu dari dua pilihan penilaian terhadap suatu hal yang diberikan seseorang setelah memalui serangkaian pertimbangan yang didasarkan pada suatu standar.

    ReplyDelete
  37. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Filsafat mebahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran yang diukur, apakah sesuatu itu logis atau bukan. Agama tidak selalu mengukur kebenaran dari segi logisnya karena agama kadang-kadang tidak terlalu memperhatikan aspek logisnya.

    ReplyDelete
  38. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    filsafat adalah suatu sikap terhadap hidup dan alam semesta. Dari sudut ini dapat dijelaskan bahwa suatu sikap filosofis adalah sikap berfikir yang melibatkan usaha untuk memikirkan masalah hidup dan alam semesta dari semua sisi yang meliputi kesiapan menerima hidup dalam alam semesta sebagaimana adanya dan mencoba melihat dalam keseluruhan hubungan. Sikap filosofik dapat ditandai misalnya dengan sikap kritis, berfikir terbuka, toleran dan mau melihat dari sisi lain.

    ReplyDelete
  39. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    filsafat adalah kumpulan masalah. Semenjak dahulu sampai sekarang banyak masalah yang sangat men-dasar yang masih tetap tidak terpecahkan, meskipun para filosof telah benyak mencoba memberikan jawabannya. Contohnya apakah kebenaran itu ? apakah keindahan itu, apakah perebedaan antara benar dan salah. ?

    ReplyDelete
  40. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    objek filsafat yaitu cara pandang yang menyeluruh

    ReplyDelete
  41. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan membaca bacaan diatas maka saya dapat mengetahui beberapa hal seperti filsafat adalah dirimu sendiri. Filsafat adalah olah pikir dari semua pikiran-pikiran yang ada kemudian digunakan untuk menjelaskan fenomena, termasuk fenomena gaib secara filsafat naik ke spiritual, turun menjadi psikologi. Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu.

    ReplyDelete
  42. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kemudian yang menarik bagi saya adalah benar dan salah dalam filsafat. Seperti yang Bapak Marsigit sampaikan filsafat adalah diri sendiri, begitu pula dengan maksud dengan benar atau salah dalam filsafat juga tergantung pikiran manusia yaitu sesuai dengan ruang dan waktunya. Benar ketika sesuai dengan ruang dan waktunya, pun salah ketika sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  43. M A Kholiq Arfani
    13301241064
    PMI 2013

    Saya tertarik dengan kalimat "Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu." padahal dalam hidup masih banyak yang belum diketahui oleh senua orang, yang membuat filsafat akan terus berkembang.

    ReplyDelete
  44. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Menanggapi mengapa tidak ada pertanyaan dari mahasiswa tentang tes yang bapak berikan. Kebenaran apa yang harus dicari dari tes yang diberikan oleh bapak ? Menurut saya pertanyaan itu tidak muncul karena mahasiswa belum mencoba mencari sumber jawaban sendiri dari pertanyaan yang bapak berikan. Mungkin dengan membaca berbagai postingan di blog ini akan sangat bermanfaat bagi kami. Trima kasih pak.

    ReplyDelete
  45. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat itu wacana, filsafat itu bahasa, filsafat itu penjelasan, maka ada jarak antara penjelasan dan praksisnya. Filsafat merupakan olah pikir, dari semua pikiran-pikiran yang ada itu kemudian dipakai untuk menjelaskan fenomena. Dengan berfilsafat berarti kita menyadari apa yang belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuan, menyadari kapan mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu.

    ReplyDelete
  46. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam kehidupan ini hanya ada 2 nilai yaitu benar atau salah. Jika tidak benar, tidak juga salah itu berarti bukan suatu pernyataaan bisa jadi sebuah pertanyaan. Dalam penjelasan tentang pertanyaan filsafat yang memandang benar dan salah dapat disimpulkan bahwa benar itu jikalau terjadi sesuai dengan ruang dan waktu. Kebenaran bersifat absolute, konsisten, subjektif, objektif, dan lainnya tergantung dari konteks dari kebenaran tersebut

    ReplyDelete
  47. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam filsafat yaitu tetapkanlah dulu agama, tetapkanlah dulu keyakinan, tetapkanlah dulu hatimu.Selalu teringat pesan Prof bahwa sebelum mempelajari filsafat yang perlu dilakukan terlebih dahulu membaca Basmallah dan selalu beristghfar.

    ReplyDelete
  48. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  49. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Semua makhluk menembus ruang dan waktu. Proses yang dijalani dari suatu peristiwa adalah usaha untuk menembus ruang dan waktu. Diam pun adalah proses menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  50. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah membaca postingan ini, saya menjadi tahu bahwa ketika seseorang bertanya maka seseorang tersebut sedang berfilsafat karena ketika bertanya, pasti seseorang tersebut juga telah melewati proses berpikir. Karena sesungguhnya filsafat itu adalah dirimu sendiri. Sehingga jawaban seseorang yang ditanya itu semua benar menurut masing-masing individu tersebut karena filsafat adalah dirinya masing-masing.

    ReplyDelete
  51. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Assalamu’alaikum

    Filsafat bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipahami karena filsafat sebenarnya adalah dirimu sendiri. Filsafat merupakan olah pikir kita sendiri.

    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  52. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Sungguh pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban yang luar biasa. Setelah membaca artikel ini maka pemahaman saya tentang filsafat mengalami perkembangan. Filsafat adalah tentang dirimu sendiri, terkait tentang benar dan salah itu pun tergantung pada ruang dan waktu. Segala sesuatunya yang benar menurut seseorang bisa dikatakan benar tergantung pada ruang dan waktu yang melatarbelakanginya, sekalipun benar menurut orang tersebut maka bisa menjadi salah untuk orang yang lain.

    ReplyDelete
  53. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Berdasarkan dari pernyataan yang diberikan Pak Marsigit pada akhir jawaban pertanyaan ketujuh Pak marsigit berkata, "Spiritualnya formal adalah spiritual, sampai akhir kuliah, sampai engkau meninggalkan dunia akan tetap seperti itu, itu berarti engkau termakan atau terpengaruh oleh mitos-mitosnya pak Marsigit. Itu harus engkau cerna dan telaah, itulah mengapa saya heran kenapa tidak ada mahasiswa yang bertanya tentang pertanyaan soal tes saya tadi, berarti sudah ada kecenderungan engkau itu terhipnotis oleh pernyataan saya dan itu menjadi kebenaran final bagi dirimu, padahal itu bukan kehendak daripada berfilsafat ini. Engkau harus membuat anti thesisnya". Hal ini semakin menguatkan bahwa filsafat memang terkait dengan diri kita sendiri, masing-masing orang memiliki filsafatnya sendiri. Sehingga kita tidak bisa serta-merta menjadikan jawaban dan olah pikir orang lain langsung sebagai suatu kebenaran akhir bagi kita.

    ReplyDelete
  54. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A
    Karena filsafat adalah tentang dirimu. Sebenar-benar filsafat adalah apa yang ada dalam pikiranmu. Berfilsafat dapat dilatih dengan membaca. Dari membaca kita berusaha menterjemahkan sesuai dengan pikiran kita dan berusaha menterjemahkan kembali, maka disitu kita telah belajar menembus ruang dan waktu

    ReplyDelete
  55. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Berfilsafat itu adalah ketika menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Jadi ketika kita berfikir terkadang kita seang berfilsafat, hanya saja kita tidak menyadari kalau kita sedang berfilsafat. Jadi sebenarnya filsafat tidak lepas dari kehidupan sehari-hari kita.

    ReplyDelete
  56. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Berfilsafat dari segi agama harus dilakukan dengan menetapkan terlebih dahulu agamanya, dan meyakininya dalam hati. Banyak sekali orang mengatakan dirinya beragama A atau beragama B, mengatakan dirinya adalah hamba dengan lantang tapi sebenarnya dia belum pahan esensi dari keyakinannya tersebut. Perlu pemikiran mendalam darinya, berpikir dan benintrospeksi diri apakah yang dilakukannya itu benar-benar atas dasar keyakinannya atau hanya berdasar pengetahuan umum tentang agamanya. Intinya, berfilsafat dari segi agama hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar meyakini agamanya tersebut.

    ReplyDelete
  57. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Tentang bagaimana filsafat memandang benar dan salah. Kebenaran dalam filsafat adalah jika ia sesuai dengan ruang dan waktunya. Jadi ketika A benar dalam suatu kondisi, maka A tidak lagi benar untuk kondisi yang berbeda.

    ReplyDelete
  58. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Tentang bagaimana filsafat memandang benar dan salah. Kebenaran dalam filsafat adalah jika ia sesuai dengan ruang dan waktunya. Jadi ketika A benar dalam suatu kondisi, maka A tidak lagi benar untuk kondisi yang berbeda.

    ReplyDelete
  59. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Berfilsafat adalah hal yang sederhana tetapi juga kompleks. Setiap orang dapat berfilsafat. Kapanpun dan dimanapun dapat berfilsafat. Ketika kita berfikir saat itu pula kita berfilsafat. Jadi filsafat dikatakan sederhana berdasarkan cara melakukannya. Sedangkan kompleks filsafat adalah tentang apa yang dipikirkan. Pemikiran menembus ruang dan waktu, menggabungkan antara yang ada dan mungkin ada, menjelaskan terkait hal-hal yang bahkan tidak dimengerti, tidak diketahui. Itulah mengapa filsafat dikatakan kompleks.

    ReplyDelete
  60. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Terimakasih atas postingan Bapak, saya jadi memahami bahwa kesalahan dan kebenaran itu didapat dari kita memahami diri kita sendiri. seperti belajar filsafat, dalam filsafat kta diajarkan kebenaran dan kesalahan untuk memahami filsafat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 2013

      kita cenderung belajar benar dan salah dari suatu nilai yang ada di dalam masyarakat

      Delete
  61. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Filsafat adalah semua, baik yang ada dan yang mungkin ada, karena sebenar-benar filsafat adalah olah pikir, jadi setiap yang kita pikirkan merupakan proses berfilsafat, oleh sebab itu maka untuk menggapai maupun memnadang berbagai struktur kehidupan ini maka kita harus memikirkan terlebih dahulu apa yang ada pada dirikita, dan apa yang ada di sekitar kita, seperti yang disampaikan Immanuel kant bahwa sebenar-benar dunia itu persis sama dengan apa yang engkau pikirkan, dan filsafat adalah diriku sendiri, sehingga struktur kehidupan pun seperti apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  62. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  63. 1. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Filsafat memang mengajarkan manusia untuk berpikir sesuai dengan kodratnya. Manusia dilahirkan dengan berjuta-juta sel saraf yang saling terhubung satu sama lain. Indonesia juga mempunyai berjuta rakyat yang terdiri dari berbagai suku, ras, adat dan agama. Salah satu landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila. Pancasila memiliki sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang artinya adalah Indonesia membebaskan rakyat Indonesia untuk memeluk agama yang sesuai dengan hati nurani mereka.

    ReplyDelete
  64. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Memang benar bahwa apa yang sedang dipikirkan akan secara tidak langsung menuntun setiap langkah kita. Jika memandang filsafat itu rumit, maka secara tidak langsung cara berpikir kita akan memandang filsafat tidak logis dan rumit.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Seorang ilmuwan menciptakan sesuatu bermula dari sifat keingintahuannya, sifat keingintahuannya muncul karena sebelumnya ilmuwan tersebut belum tahu. Jika berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu, maka berfilsafat sudah aja sejak dahulu.

    ReplyDelete
  66. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    “pengetahuanmu itu adalah kekuatanmu” memang benar seseorang yang memiliki pengetahuan lebh sering lebih dihormati oleh orang orang disekitar dan memiliki kekuatan tersendiri didalam masyarakat.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksanakan kebenaran itu. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenran, tanpa melaksanakannya akan menjadi konflik, manusia akan mengalami pertentangan batin. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang dimana selalu ditunjukkan oleh kebenaran.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Tentang kebenaran ini, Plato pernah berkata: “Apakah kebenaran itu? lalu pada waktu yang tak bersamaan, bahkan jauh belakangan Bradley menjawab; “Kebenaran itu adalah kenyataan”, tetapi bukanlah kenyataan itu tidak selalu yang seharusnya terjadi. Kenyataan yang terjadi bisa saja berbentuk ketidakbenaran. Jadi ada 2 pengertian kebenaran, yaitu kebenaran yang berarti nyata-nyata terjadi di satu pihak, dan kebenaran dalam arti lawan dari keburukan.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam filsafat ketika membicarakan satu sisi, maka akan merugikan yang lain. Misalkan pengalaman adalah guru terbaik, maka rugi karena itu hanya salah satu pikiran, maka dalam filsafat pikirkanlah pikiran itu kemudian wujudkan pikiran itu. Yang lain adalah hati, hdup tidak cukup mengerjakan apa yang dipikirkan dan memikirkan apa yang dikerjakan, tetapi doakan pikiran itu dan kerjakan doa itu.

    ReplyDelete
  70. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Benar dalam filsafat adalah sesuai dengan pikiran kita yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Jadi, kebenaran itu tergantung dari konteks apa yang sedang kita hadapi saat itu. Antara seseorang dengan orang lain memiliki keadaan yang berbeda sehingga kebenarannya pun berbeda karena sesuai dengan keadaan masing-masing orang dalam menghadapi permasalahannya. Yang terpenting kebenaran adalah kenyataan yang terjadi dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  71. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Berfilsafat itu berarti berpikir, mengetahui dan menyadari sesuatu yang belum diketahui, menyadari kapan harus mengetahui sesuatu itu. Filsafat mengajarkan untuk tetap menjadi diri kita masing-masing. Jadi, kita bebas berpikir dan melakukan sesuatu yang sesuai dengan pedoman kita.

    ReplyDelete
  72. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Berbicara mengenai berkomunikasi dengan makhluk lain memang suatu hal yang kompleks. Karena memang pada dasarnya Allah SWT menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaNya. Kalaupun ada manusia yang dapat berkomunikasi dengan jin maka manusia tersebut telah mencapai ilmu spiritualitas yang cukup tinggi. Ilmu spiritualitas tersebut pada dasarnya didapatkan melalui berbagai macam ikhtiar yang dilakukan. Dalam hal lain, apabila ilmu yang dimiliki tidak diimbangi dengan pengamalan yang tepat, akan membuat manusia menjadi ttinggi hati dan bisa saja gila.

    ReplyDelete
  73. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebagai manusia yang telah melewati masa kanak-kanak, artinya kita sudah bukan anak-anak lagi, maka kita juga harus belajar memahami anak-anak. Melalui pembelajaran filsafat ini, kita diajarkan bahwa matematikanya orang dewasa itu berbeda dengan matematikanya anak-anak. Matematikanya anak-anak adalah matematika yang terbebas oleh ruang dan waktu, sedangankan matematikanya orang dewasa adalah matematika yang terikat oleh ruang dan waktu, sehingga matematikanya orang dewasa jauh lebih kompleks dibandingkan dengan matematikanya anak-anak. Hal ini sudah sesuai dengan faktor usia yang dimiliki, karena kapasitas perkembangan otak juga dipengaruhi oleh faktor usia. Maka kita sebagai orang yang telah bukan anak-anak lagi harus belajar memahami anak-anak dengan mengeksplor kemampuan berpikir kita agar semakin dewasa.

    ReplyDelete
  74. LINA
    LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Sebenarnya saya ingin mengetahui secara pasti mengapa kebenaran pengalaman adalah korespondensi? Arti dari korespondensi menurut KBBI salah satu nya adalah "hubungan antara bentuk dan isi". Jika makna kebenaran pengalaman adalah korespondensi, itu berarti pengalaman yang benar adalah yang terdapat kesesuaian antara bentuk dan isi. Apakah pemahaman seperti itu sudah tepat? Bisakah Bapak menunjukkan contohnya? Terima kasih

    ReplyDelete
  75. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika I 2013

    Cara pandang filsafat tentang kebenaran dan kesalahan merupakan sebuah falibilisme dimana keduanya memiliki unsur kebenaran. Kebenaran bersifat benar begitu pula dengan kesalahan pun bersifat benar keduanya berinteraksi dalam hidup ini yang saling terkait. Oleh karena itu diperlukan saling ketergangan dari kedunya dalam hidup ini. Kesalahan tidak dapat di pungkiri adanya namun disisi lain dengan adanya kesalahan kita menjadi tau makna dari sebuah kebenaran, kita menjadi tahu hakekat dari sebuah kebenaran.

    ReplyDelete
  76. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah membaca apa yang telah Prof share di atas, saya tertarik dengan kalimat “Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu.” Maka, dengan berfilsafat dapat menjadi kekuatan untuk menginstropeksi diri dan memahami diri sendiri dengan pikiran dan spiritual, dengan kesadaran dan rasa ikhlas menerima. Dengan berfilsafat, maka berusaha untuk menjadi orang yang “mengerti”. Pentingnya berfilsafat jika melihat lebih dalam apa tujuannya.

    ReplyDelete
  77. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat memiliki arti yang sangat luas dan dalam sehingga pembahasan filsafat dapat mencakup dari sudut manapun. Filsafat mempelajari segala realitas yang ada dan mungkin ada; lebih luas lagi, segala hal yang mungkin dipikirkan oleh akal.

    ReplyDelete
  78. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat sebagai sumber ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan hakekatnya dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan dengan patokan-patokan serta tolok ukur yang mendasari kebenaran masing-masing bidang.

    ReplyDelete
  79. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Filsafat telah mengantarkan pada sebuah fenomena adanya siklus pengetahuan.

    ReplyDelete
  80. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Filsafat itu wacana, filsafat itu bahasa, filsafat itu penjelasan, maka ada jarak antara penjelasan dan praksisnya. Berfilsafat itu adalah menyadari kalau belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu.

    ReplyDelete
  81. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    beragama dari sisi filsafat ialah tetapkanlah dulu agamamu, tetapkanlah dulu keyakinanmu, tetapkanlah dulu hatimu, yakin dulu baru mulai menerbangkan layang-layang pikiran, sebab jika layang-layang pikiran itu kita terbangkan jauh tetapi kita ini belum mempunyai patokan agama, nantinya akan lepas talinya , maka akan terbang kemana-mana, maka jatuhlah ke negeri majusi, ke negeri kufar (sangat kafir), dst.
    Karena itu, kita harus menjaga hati dan teguh dengan agama yang telah kita anut agar tidak menjadi sosok yang jatuh dalam kekafiran

    ReplyDelete
  82. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Filsafat itu kompleks dan juga sederhana. Filsafatnya adalah penjelasanku kenapa menjawab kompleks, dan penjelasan kenapa menjawab sederhana, itulah filsafat.

    ReplyDelete
  83. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum wr wb
    filsafat itu adalah dirimu sendiri. metode berfilsafat adalah metode hidup yaitu terjemah dan terjemahkan. untuk mengetahui praksis pendidikan, alangkah baiknya juga mengetahui latar belakang pendidikan dan landasan pendidikan serta masa depan pendidikan , yang mana wadahnya adalah filsafat pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  84. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu wacana, filsafat itu bahasa, filsafat itu penjelasan, maka ada jarak antara penjelasan dan praksisnya. filsafat itu adalah olah pikir, dari semua pikiran-pikiran yang ada itu kemudian dipakai untuk menjelaskan fenomena, termasuk fenomena gaib. lalu bagaimana dengan komunikasi dengan hewan dan tumbuhan? bahasa itu dimensi, sedangkan yang berbahasa juga berdimensi, maka secara filsafat berkomunikasi dengan yang gaib adalah fenomena komunikasi pada suatu tataran tertentu dari komunikasi yang berdimensi.

    ReplyDelete
  85. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B
    Sebuah kalimat penting yang menjadi kunci artikel di atas menurut saya adalah bahwa seorang mahasiswa harus terus membaca, berusaha, berikhtiar dan jangan patah semangat, diteruskan saja.
    Membaca, berusaha, berikhtiar dan jangan patah semangat. Beginilah seharusnya kita memandang berbagi kehidupan yang berstruktur ini.
    Selama masih diberi kesempatan hidup, bersikaplah seperti orang hidup. Jangan menyerah karena jika tidak hari ini,selalu ada harapan di hari esok.

    ReplyDelete
  86. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    "Bekerjalah seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah engkau seolah akan mati esok hari". Kalimat bijak tetsebut mengajarkan kepada kita bahwa hidup adalah mengada, maka mengadalah semaksimal yang kau bisa selagi masih hidup. Tapi jangan lupa hidup terbatas oleh ruang dan waktu, ketika ruang dan waktu hidup ditutup oleh Sang Maha Pencipta Hidup, maka yang dibawa hanya amal ibadahnya. Jadi sebenar-benar hidup adalah bekerja keras dan beribadah sungguh-sungguh untuk mencapai ridho Sang Pemberi Hidup.

    ReplyDelete
  87. Musa Marengke
    PEP S3 Kelas A, 2016
    Filsafat memandang struktur kehidupan ini sebetulnya mengandung arti bahwa manusia itu memiliki kebenaran hidup dalam struktur. Oleh karena itu, ada tiga tahapan kebenaran yang saya cantumkan bahwa makrifat-makrifat manusia melewati tiga tahapan sejarah kebenaran yaitu pertama, tahapan agama dan ketuhanan, pada tahapan ini untukmenjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi hanya berpegang kepada kehendak Allah Swt (Tuhan); tahapan kedua, adalah tahapan filsafat, yang menjelaskan fenomena-fenomena dengan pemahaman-pemahaman metafisika seperti kausalitas, substansi dan aksiden, esensidan eksistensi; dan adapun Positivisme sebagai tahapan ketiga,menafikan semua bentuk tafsir agama dan tinjauan filsafat serta hanya mengedepankan metode empiris dalam menyingkap fenomena-fenomena kebenaran itu.

    ReplyDelete
  88. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah diri kita sendiri. Dalam menjalani hermenitika kehidupan, metode berfilsafat adalah metode hidup yaitu terjemah dan terjemahkan. Cara menerjemahkannya adalah dengan memperbanyak membaca, bertanya, terus-menerus berusaha dan tidak patah semangat. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman berpikir bagi diri.

    ReplyDelete
  89. SUPIANTO
    16701261003
    S3 PEP KELAS A 2016

    filsafat itu adalah tentang diri kita sendiri, objek filsafat dari yang ada dan yang mungkin ada juga sebenarnya ya tentang diri kita ini. berpikir filsafat adalah berpikir holistik, bukan parsial. bahwa hidup bukan sekedar apa yang kita lihat, tetapi juga apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan, filsafat adalah dialektika antara pikir dan rasa. dialektika tersebut menghasilkan sintesa yang mewujud dalam tindakan kita.

    ReplyDelete
  90. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Filsafat adalah diri kita sendiri. bahasa yang digunakan dalam berfilsafat adalah bahasa analogi dimana untuk memhami bahasa analogi tersebut harus sering-sering membaca bacaan filsafat. Cara menerjemahkannya adalah dengan memperbanyak membaca, bertanya, terus-menerus berusaha dan tidak patah semangat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak semata-mata hanya untuk mengetahui apa isi di pikiran, tetapi juga untuk mengadakan dari yang mungkin ada pada pribadi masing-masing.

    ReplyDelete
  91. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menanggapi jawaban pertanyaan pertama, "Terjemahkanlah diriku, bukan aksesorisnya tetapi pikirannya dengan cara baca, baca, dan baca, kemudian saya menerjemahkan diri anda dengan cara bertanya, ternyata masih kosong karena belum sepenuhnya membaca.". Saya menyadari bahwa kita belajar filsafat tak hanya dari menyimak saja karena nanti hanya menjadi mitos akan tetapi mempelajari ilmunya dengan banyak membaca. Bacaan yang kita pahami akan masuk ke alam pikiran kita.

    ReplyDelete
  92. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya berusaha untuk memahami jawaban Bapak Marsigit terkait pertanyaan ketiga dari Sdra. Ndaru Asmara: ”Apakah dengan berfilsafat kita bisa berinteraksi atau mungkin berkomunikasi dengan makhluk lain, misalkan saja hewan dan tumbuhan?”.
    Filsafat dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan tumbuhan dan hewan akan tetapi bukan dalam arti berkomunikasi yang sebenarnya. Kita dapat berkomunikasi dengan hewan dan tumbuhan karena pikiran dan pengalaman yang kita miliki. Sejak kecil, kita sering mendengar orang berkata "pus-pus" pada kucing dan kucing pun menjawab "meong". Ketika kita menirukan orang itu maka si kucing tetap menjawab meong sehingga dari pengalaman itu kita menyimpulkan bagaimana cara memanggil kucing. Padahal kita tidak mengetahui arti pus-pus.hehehe... Sedangkan dari pikiran, kita paham jika tumbuhan layu mungkin karna kurang air, sehingga kita memahami apa yang sedang diperlukan tumbuhan tsb. Hal tersebut karena kita memahami ilmunya, bukan karena tumbuhan berbicara kepada kita.

    ReplyDelete
  93. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Salah satu pengetahuan baru yang saya dapatkan disini adalah arti kata noumena. Noumena adalah transendennya filsafat. Transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere) merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta. Contohnya, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia. Jadi makna transendennya filsafat adalah hal-hal yang melampaui alam pikiran ketika kita mempelajari filsafat.
    Noumena itu diliuar dari fenomena. Yang dipegang yang dilihat semua yang difikirkan yang didengar itu semua fenomena, maka ruh dan arwah dianggap noumena.
    Terimakasih Pak ^^

    ReplyDelete
  94. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menanggapi pertanyaan keempat dari Sdra. Suhariyono:”Bagaimana beragama dari sisi filsafat?”
    Saya sependapat dengan Bapak Marsigit bahwa tujuan mempelajari agama dari sisi filsafat adalah untuk meningkatkan keimanan kita. oleh karena itu, kita perlu mengetahui kunci, patokan, dasar, hukum, hadist, atau ayat tentang materi yang akan dibahas atau dikaji bersama orang lain.
    Pernah saya menyimak tausyiah dari Ustadz Felix S tentang apakah Tuhan itu ada? tausyiah itu membahas tentang terbentuknya alam semesta karena adanya Tuhan. suati Titik yang tidak bermassa (tidak memiliki volume) tapi bisa meledak dan menghasilkan benda-benda bervolume(seperti planet, bintang, dll). Tentu jika kita menggunakan rasio maka kita tidak dapat mencapai kebenarannya. Allahu Akbar

    ReplyDelete
  95. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tidak sependapat dengan Bapak terkait hidup yang baik, "Maka hidup yang baik adalah masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. ". Hidup kita adalah di masa yang sekarang bahkan hanya di detik ini. Hidup yang baik adalah memanfaatkan waktu ini, detik ini, nafas saat ini dengan perbuatan yang baik.
    Waktu yang lalu adalah pelajaran...
    Waktu yang akan datang adalah harapan yang belum pasti...
    Waktu yang ada saat ini adalah hidup kita.

    ReplyDelete
  96. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Suatu hal benar jika sesuai dengan ruang dan waktu.

    Kebenaran logika adalah konsisten, dan kebenaran pengalaman adalah korespondensi. Sedangkan kebenaran spiritual adalah absolut. Kebenaran diriku itu subjektif, kebenaran kita itu objektif, kebenaran para dewa adalah paralogos, kebenaran para daksa adalah faktanya, kebenaran kapitalis adalah modalnya, kebenaran skeptis adalah keraguannya, kebenaran fallibis adalah kesalahannya, kebenaran dunia adalah plural, kebenaran spiritual adalah tunggal, kebenaran idealis adalah tetap, kebenaran realis adalah relatif, kebenaran langit adalah aksioma, kebenaran bumi adalah konkritnya, kebenaran subjek adalah predikatnya, kebenaran predikat adalah subjeknya, kebenaran normatif adalah ontologinya, kebenaran estetika adalah keindahannya, kebenaran matematika adalah koherensinya, kebenaran tindakan adalah tulisannya, kebenaran tulisan adalah ucapannya, kebenaran ucapan adalah pikirannya, dan kebenaran pikiran adalah spiritualnya, kebenaran statistika adalah validitasnya, kebenaran psikologi adalah gejala jiwanya, kebenaran wadah adalah isinya, kebenaran isi adalah wadahnya, kebenaran filsafat adalah intensi dan ekstensinya.

    ReplyDelete
  97. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    salah satu contoh filsafat sederhana adalah kita mengutarakan pendapat di kolom komen ini. Komentar yang kita buat adalah refleksi dari apa yang kita baca dan apa yang ada di pikiran atau apa yang kita ketahui.

    ReplyDelete
  98. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    3 Pilar Utama Filsafat “ Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi”

    Ontologi merupakan teori hakikat, membicarakan apa pengetahuan itu sendiri. Hakikat didefinisikan realitas artinya kenyataan yang sebenarnya, bukan keadaan sementara. Ontologi adalah analisis objek materi dari ilmu pengetahuan, mengenai hal-hal yang bersifat empiris serta mempelajari mengenai apa yang ingin diketahui manusia dan objek apa yang diteliti ilmu. Kronologi membicarakan hakikat asal, sedangkan antropologi membicarakan hakikat manusia dan lain-lain. Manusia hanya bisa berusaha mengetahui hakekat, kata-kata kita tidak bisa mengatakan hakekat yang sebenar-benarnya hakekat, yang bisa hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  99. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    3 Pilar Utama Filsafat “ Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi”

    Epistemologi merupakan teori atau metoda pengetahuan yang membicarakan bagaimana cara memperoleh ilmu pengetahuan. Epistimologi membahas tentang terjadinya pengetahuan,sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas dan kebenaran pengetahuan.

    ReplyDelete
  100. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    3 Pilar Utama Filsafat “ Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi”

    Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta atau kenyataan dari sudut pandang mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kebenarannya.

    ReplyDelete
  101. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    3 Pilar Utama Filsafat “ Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi”

    Aksiologi mempelajari tentang manfaat apa yang diperoleh dari ilmu pengetahuan, menyelidiki hakikat nilai, baik itu berisi nilai etika ataupun estetika. Aksiologi adalah menilai mengenai baik buruknya sesuatu yang dilihat dari etika dan estetikanya. Setiap orang, waktu untuk hakekat baik buruknya berbeda-beda. Misal : Pak Jokowi tidak terlihat saat ribuan umat muslim menagih janji Pak Jokowi, baik buruknya tergantung siapa yang berpendapat dan apa hakekatnya.

    ReplyDelete
  102. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu sulit dipahami. Untuk dapat memahami filsafat, maka perlu memperbanyak bacaan yang berkaitan dengan filsafat. Belajar filsafat harus sabar dan tidak mudah menyerah, karena mempelajari filsafat butuh ketelatenan.

    ReplyDelete
  103. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Maka ketika mendapat tes jawab singkat dari Pak Marsigit, hampir semua anak satu kelas tidak ada yang menjawab benar dan semuanya mendapat nilai nol.

    ReplyDelete
  104. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam filsafat ada yang disebut dengan filsafat pendidikan yaitu filsafat yang membahas mengenai pendidikan yang ada pada saat ini. Hal-hal yang dibahas yaitu unsur-unsur pendidikan, pilar-pilar politik pendidikan, ideologi pendidikan, dan pendidikan kontekstual.

    ReplyDelete
  105. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika ada seseorang yang kesurupan, seorang filsuf ingin menjelaskan mengapa orang tersebut kesurupan, namun seorang filsuf sendiri tidak bisa kesurupan, karena filsafat adalah olah pikir. Seseorang yang membicarakan mengenai gaib secara filsafat naik ke spiritual kemudian turun menjadi psikologi.

    ReplyDelete
  106. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mendapatkan pencerahan dari masalah yang sedang kita hadapi, namun kita tidak mengetahui mengapa kita memperoleh pencerahan tersebut. Nah, dalam filsafat orang awam menyebut hal tersebut sebagai ilham yaitu petunjuk dari Tuhan.

    ReplyDelete
  107. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam filsafat, wahyu juga merupakan ilmu. Pada jaman sekarang mencari ilmu dapat dilakukan dengan mudah karena adanya teknologi yang semakin canggih. Mencari wahyu dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan HP.

    ReplyDelete
  108. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berfilsafat itu hampir mirip dengan seseorang yang menggunakan strategi metakognitifnya, dimana seseorang itu menyadari dan mengetahui ketidaktahuannya, menyadari mana yang belum diketahui, menyadari kapan mulai mengetahui, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  109. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seorang manusia tidak dapat mengetahui apa yang disebut dengan arwah secara detail, karena pikiran manusia itu terbatas dan yang mengetahui segala sesuatu secara mendetail hanyalah Allah SWT. Kita sebagai umat manusia hanya mampu berusaha untuk meraih surgaNya.

    ReplyDelete
  110. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seseorang memiliki level keimanan masing-masing. Seseorang yang memiliki level keimanan yang tinggi pasti akan merasa sangat menyesal jika melakukan hal-hal yang merugikan atau dapat mengurangi keimanannya. Dalam berfilsafat, spiritual sangat penting dimiliki oleh seorang filsuf, supaya terhindar dari yang namanya ateis.

    ReplyDelete
  111. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Beragama dari sisi filsafat adalah menggunakan pikiran kita masing-masing. Pikiran hanya dapat mensupport spiritualisme. Pikiran digunakan untuk memperkokoh dan memperkuat iman kita masing-masing. Seseorang yang berpikir akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya.

    ReplyDelete
  112. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Spiritual akan kembali pada diri masing-masing. Manusia itu terbatas, oleh karena itu bertindaklah sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  113. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam filsafat, sesuatu dikatakan benar jika sesuai dengan ruang dan waktu. Dalam postingan di atas disebutkan bahwa kebenaran dalam filsafat adalah intensi dan eksistensinya. Saya masih bingung dengan kalimat tersebut, mohon penjelasannya lagi pak. Terima kasih.

    ReplyDelete
  114. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu sederhana, namun juga kompleks tergantung masing-masing dari kita dalam memikirkannya. Filsafat itu sederhana karena hanya merupakan olah pikir saja. Kemudian akan menjadi kompleks karena intensif dan ekstensif. Pikirkan semampu kita, jika kita sudah tidak mampu memikirkannya maka kembalilah ke spiritual.

    ReplyDelete
  115. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan kata-kata dari Francis Bacon yaitu “knowledge is power” yang berarti bahwa pengetahuanmu itu adalah kekuatanmu. Di era globalisasi seperti ini, pengetahuan atau ilmu menjadi sangat penting sebagai kekuatan dalam menghadapi power now.

    ReplyDelete
  116. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setiap mengikuti tes dari pak Marsigit selalu mendapat nilai nol. Namun, nilai nol dalam filsafat bukan berarti salah, tapi itu membuktikan bahwa setiap dari diri kita memiliki filsafat masing-masing. Jadi, jika tes mendapatkan nilai nol, maka tidak perlu khawatir karena tes tersebut mengajarkan kita agar tidak sombong dan agar kita selalu rendah diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ida Siti Mahsunah
      13301244004
      Pendidikan Matematika I 2013

      Menanggapi pernyataan Ferida pada kalimat terakhir, "Jadi, jika ter mendapat nilai nol, maka tidak perlu khawatir karena tes tersebut mengajarkan kita agar tidak sombong dan agar kita selalu rendah diri." Pada kalimat tersebut saya kurang setuju dengan kata "rendah diri" yang digunakan, kalau saya lebih setuju jika digunakan kata "rendah hati" karena rendah diri berarti merasa lebih jelek dari yang lain.

      Delete
  117. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Dalam tembang Jawa tradisional ada sebuah syair filosofis sebagai berikut "wong mati ora obah, yen obah medeni bocah, yen urip goleko duit". Makna yanh termaksud dalam syair itu adalah manusia hidup itu harus selalu ikhtiar (mengada) untuk dapat hidup. Jikalau manusia hidup tidak ikhtiar, maka hiduplah ia dalam kematiannya.

    ReplyDelete
  118. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Nilai nol itu bukan berarti salah tapi itu membuktikan bahwa setiap dari dirimu itu mempunyai filsafatnya masing-masing, karena filsafat dari perkuliahan ini adalah untuk mengajarkan agar kita tidak sombong dengan mendapatkan nilai nol dari setiap tes, agar kita selalu rendah hati.
    Nilai nol menunjukkan bahwa kita mempunyai olah pikir yang berbeda yang artinya kita sedang berfilsafat. Akan tetapi perlu kita memahami suatu ilmu/materi agar ada satu kesatuan pikir yang benar karena kita punya pedoman. Itulah manfaatnya kita belajar.

    ReplyDelete
  119. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam rangka menggapai kebenaran itu, Francis Bacon namanya, terkenal dengan kata-kata ‘knowledge is power’, pengetahuanmu itu adalah kekuatanmu. Menurut pendapat saya, untuk menggapai suatu kebenaran tak cukup hanya dengan pengetahuan tapi juga hati sebagai pengendali.

    ReplyDelete
  120. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jika kita hidup maka sesungguhnya kita sedang berfilsafat. Mengapa demikian???Karena filsafat itu sederhana sebagai olah pikir. Kita hidup kita berpikir maka kita bisa dikatakan sedang berfilsafat. Kita hidup kita diam namun dalam diam itu kita sedang berusaha memahami suatu hal/kejadian maka kita berfilsafat. Berbeda dengan ketika kita diam dan kita sadar pikiran kita kosong, itu berarti sesungguhnya kita tidak hidup dalam makna filsafat.

    ReplyDelete
  121. Ida Siti Mahsunah
    13301244003
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat adalah dirimu sendiri. metode berfilsafat adalah metode terjemah dan terjemahkan. Berfilsafat itu adalah menyadari kalau saya belum tahu, menyadari dan mengetahui ketidaktahuanku, menyadari kapan saya mulai mengetahui, menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Manusia itu terbatas, sehingga bertindaknya sesuai dengan ruang dan waktu. Kebenaran pun menyesuaikan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  122. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Cara filsafat memandang suatu hal adalah dengan cara mengembalikan ke diri kita sendiri. Bukan dengan orang lain yang memiliki pandangan atau gambaran mengenai hal itu, tapi diri kita. Antara satu orang dengan orang yang lain sudah tentu berbeda. Oleh karena itu perbanyak diri dengan membaca, membaca, dan membaca. Apalagi mahasiswa seperti kita hanya memiliki kewajiban untuk membaca dalam rangka bisa memahami makna filsafat.

    ReplyDelete
  123. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sering kali saya mendengar, bahwa jika seseorang mendalami filsafat, yang semula ia beragama (percaya dengan Tuhan)lama-lama akan menjadi tidak percaya Tuhan. Beberapa kali setelah saya mengikuti mata kuliah filsafat, Profesor sering membahas bahwa filsafat erat kaitannya dengan spiritual. Lantas mengapa banyak yang mengatakan demikian (kalimat pertama saya)? Setelah membaca postingan ini saya menemukan jawaban bahwa jika kita telah memiliki pegangan agama yang kuat, hal yang ditakuti tidak akan terjadi, sesuai dengan kutipan postingan diatas "Beragama dari sisi filsafat ialah tetapkanlah dulu agamamu, tetapkanlah dulu keyakinanmu, tetapkanlah dulu hatimu, yakin dulu baru mulai menerbangkan layang-layang pikiran, sebab jika layang-layang pikiran itu kita terbangkan jauh tetapi kita ini belum mempunyai patokan agama, nantinya akan lepas talinya , maka akan terbang kemana-mana, maka jatuhlah ke negeri majusi, ke negeri kufar (sangat kafir), dst."

    ReplyDelete
  124. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat dapat dikatakan kompleks maupun sederhana tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Karena filsafat merupakan apa yang ada dalam diri kita. Cara filsafat memandang suatu hal adalah dengan cara mengembalikan ke diri kita sendiri. Bukan dengan orang lain yang memiliki pandangan atau gambaran mengenai hal itu, tapi diri kita. Antara satu orang dengan orang yang lain sudah tentu berbeda.
    Saya juga tertarik dengan kalimat "Nilai nol itu bukan berarti salah tapi itu membuktikan bahwa setiap dari dirimu itu mempunyai filsafatnya masing-masing, karena filsafat dari perkuliahan ini adalah untuk mengajarkan agar kita tidak sombong dengan mendapatkan nilai nol dari setiap tes, agar kita selalu rendah hati." Semoga dengan mengetahui hal tersebut mahasiswa/i akan lebih semangat dalam mempelajari filsafat.

    ReplyDelete
  125. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Beragama dari sisi filsafat harus dilihat dulu pada penetapan agama dan keyakinan yang dipilih dan dijalani. Memantapkan hati dalam menjalani kehidupan beragama juga sangat diperlukan sebelum menetapkan pikiran. Karena biasanya pikiran itu hanya mensupport spiritualisme, jadi betapa baiknya jika pikiran digunakan untuk memperkokoh dan memperkuat iman masing-masing. Saling mengingatkan sesuai dengan agamanya masing-masing. Dimana dalam kitab suci juga disebutkan betapa pentingnya orang cerdas dan tidak cerdas, karena ketidakcerdasan itu juga dapat menjadi sumber setan untuk menggoda manusia.

    ReplyDelete
  126. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,


    Dalam filsafat semuanya berstruktur berdimensi di dalam pikiran, dan pikiran itu adalah pintu gerbang menuju dunia masing-masing. Tapi tidak cukup jika tidak diimbangi dengan hati. Maka baik buruk dunia tergantung hatimu. Makna dari dunia tergantung pikiran. Dunia ini berstruktur. Struktur dunia itu materi, diatasnya formal, diatasnya normatif, diatasnya spritual. Spritua yang paling atas dan melingkupi semuanya, tidak ada yang terlewatkan. Semua itu spritual. Menyikapi persoalan yang tidak bisa dijelaskan oleh logika dan bertentangan dengan logika itu dengan cara kita kembalikan saja kepada Tuhan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  127. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Beragama dari sisi filsafat ialah tetapkanlah dulu agamamu, tetapkanlah dulu keyakinanmu, tetapkanlah dulu hatimu, yakin dulu baru mulai menerbangkan layang-layang pikiran, sebab jika layang-layang pikiran itu kita terbangkan jauh tetapi kita ini belum mempunyai patokan agama, nantinya akan lepas talinya , maka akan terbang kemana-mana, maka jatuhlah ke negeri majusi, ke negeri kufar. Maka pikiran itu sehebat-hebatnya manusia berpikir setengah dewa tidak akan mungkin dia bisa menuntaskan perasaannya.

    ReplyDelete
  128. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dari perkuliahan ini saya sadar bahwa apa yang saya ketahui tentang filsafat masih sangatlah sedikit. Dari artikel ini, Filsafat adalah dirimu sendiri. metode berfilsafat adalah metode hidup yaitu terjemah dan terjemahkan

    ReplyDelete
  129. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Filsafat berhubungan erat dengan ruang dan waktu. Sebenar-benar orang cerdas adalah mereka yang mampu menembus ruang dan waktu. Kita harus lah sadar akan ruang dan waktu, maka kita harus pandai-pandai menterjemahkan dan ikhlaslah untuk diterjemahkan. Sebenar-benar bijak adalah kesadaran akan ruang dan waktu. Semua subyek, obyek dan predikat yang terikat oleh ruang dan waktu maka hukum-hukum/aturan yang melekat juga terikat dari ruang dan waktu. Jika ingin berhasil maka santunlah terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  130. Darwis Cahyo Nugroho
    13301244014
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya setuju dengan saudari defy bahwa agama memberikan jalan dan arahan bagi kita dalam menjalani kehidupan. Jika kita tidak memiliki pegangan keyakinan beragama maka kita akan terombang ambing dalam ombak kehidupan yang besar adanya.

    ReplyDelete
  131. Filsafat membuat kita berlatih untuk berpikir lebih dalam. Berpikir sesuatu yang ada dan tidak ada, berpikir tentang sesuatu yang tidak ada menjadi ada, maupun berpikir tentang segala hal di dunia berpikir tentang fenomena kehidupan dan segala ciptaan-Nya

    ReplyDelete
  132. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/ PMA 2013

    mungkin di postingan menembus ruang dan waktu juga sudah dibahas ya. namun, yaa namanya juga filsafat, apapunlah boleh kita pikirkan. boleh kita tuliskan. asalkan benar menurut kita. ilmu filsafat saya masih dangkal. cethek kalo dalam bahasa jawanya. tapi, ini mengingatkan saya tentang serat joyoboyo. di komentar setalah ini saya lampirkan serta joyoboyo itu.

    ReplyDelete
  133. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
    Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
    Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
    Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
    Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
    Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
    Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
    Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
    Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
    Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
    Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
    Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
    keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
    Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
    Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
    Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
    Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
    Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
    Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
    Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
    Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
    Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
    Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
    Nantang bapa--- Menantang ayah.
    Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
    Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
    Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
    Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
    Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
    Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
    Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
    Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
    Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
    Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
    Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
    Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
    Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.

    ReplyDelete
  134. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    Berikut adalah lanjutan Serat Jayabaya

    Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
    Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
    Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
    Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
    Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
    Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
    Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
    Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan.
    Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
    Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
    Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
    Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
    Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang gonta-ganti pasangan.
    Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
    Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
    Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
    Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
    Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
    Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
    Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
    Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
    Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
    Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
    Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
    Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
    Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
    Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
    Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
    Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
    Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
    Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
    Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
    Akeh laknat--- Banyak kutukan
    Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
    Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
    Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
    Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
    Guru disatru---Guru dimusuhi.
    Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
    Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
    Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
    Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
    Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
    Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
    Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
    Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
    Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
    Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
    Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
    Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
    Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.

    ReplyDelete
  135. Indra Kusuma Wijayanti
    PMA 2013/ 13301241009

    Panjang ya? sabar, nanti dulu. tak ada sesuatu yang berakhir jika ia telah dimulai

    Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
    Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
    Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
    Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
    Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
    Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
    Akeh barang haram---Banyak barang haram.
    Akeh anak haram---Banyak anak haram.
    Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
    Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
    Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
    Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
    Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
    Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
    Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
    Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
    Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
    Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
    Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
    Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
    Sing wedi mati---Yang takut mati.
    Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
    Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
    Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
    Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
    Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
    Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
    Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
    Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
    Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
    Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
    Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
    Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
    Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
    Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
    Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
    Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
    Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
    Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
    Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
    Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
    Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
    Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
    Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
    Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.

    ReplyDelete
  136. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
    Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
    Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
    Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
    Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
    Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
    Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
    Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
    Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
    Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
    Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
    Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
    Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
    Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
    Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
    Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
    Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
    Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
    Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
    Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
    Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
    Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
    Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
    Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
    Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
    Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
    Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
    Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
    Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
    Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
    Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
    Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
    Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
    Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
    Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
    Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
    Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
    Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
    Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
    Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
    Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
    Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
    Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.

    ReplyDelete
  137. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    okey, ini part terakhir. semoga para pembaca tidak segan membacanya. karena bagi saya serat ini sungguh 'romantis'

    Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
    Agama ditantang---Agama ditantang.
    Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
    Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
    Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
    Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
    Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
    Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
    Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
    Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
    Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
    Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
    Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
    Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
    Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
    Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
    Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
    Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
    Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
    Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
    Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
    Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
    Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
    Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
    Buruh mangluh---Buruh menangis.
    Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
    Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
    Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
    Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
    Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
    Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
    Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
    Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
    Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
    Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
    Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
    Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
    Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
    Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
    Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

    ReplyDelete
  138. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    yeyyy selesai sudah. ada versi indonesianya, jadi, bagi teman-teman yang dari luar jawa, atau yang jawa dan kurang njawani kalian bisa tetap memahami surat dari kekasi Jayabaya. Ia hidup dimasa yang jauh dari kita. Surat ini berisi tentang ramalan Indnesia. Isi dari ramalan Jayabaya berkaitan erat dengan masa depan Indonesia dan sebagian telah terbukti adanya.
    nah, dari sana kita tahu bahwa filsafat itu ada dalam setiap diri manusia. menembus ruang dan waktu itu tidak mustahil

    ReplyDelete
  139. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    lalu, apakah kita yang masa kinipun harus meramal? tidak. lalu menembus ruang dan waktu menurutmu apa? bagiku, belajar filsafat itu menembus ruang dan waktu. Bapak tidak membatasi kami untuk belajar. saya membaca isi pikiran kakak-kakak di aatas kami. kami belajar kedewasaan dari mereka.

    ReplyDelete
  140. Indra Kusuuma Wijayanti
    13301241009
    PMA 2013

    belajar sewadah dengan kakak-kakak S2 dan S3 adalah kesenangan tersendiri bagi saya. ini membuktikan bahwa kami telah berhasil menembus ruang dan waktu. maybe, kalo nim dan kelas dihilangkan itu akan lebih asyique karena mengurangi batas tipis diantara kami.

    terimakasih
    Indra Kusuma Wijayanti

    ReplyDelete
  141. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    filsafat adalah olah pikir yang timbul dari dalam diri kita sehingga dalam memandang kehidupan dapat kita pandang dari dalam pikiran kita sendiri. Kehidupan yang kita jalani, perjalanannya dapat kita prediksi melalui pikiran kita sehingga hasil prediksi kita menjadikan sebuah pengalaman yang dapat menambah ilmu pengetahuan kita tentang kehidupan itu.

    ReplyDelete
  142. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Sesuatu bisa disebut dengan salah apabila tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sedangkan disebut dengan benar jika sesuai dengan ruang waktu yang ada. Begitu juga di dalam filsafat yang ada hanyalah ikhlas dan tidak ikhlas. Ikhlas jika memang sesuai dengan ruang dan waktu, tidak ikhlas jika tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Sedangkan kebenaran spiritual adalah absolut yaitu sebenar-benarnya kebenaran adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  143. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Filsafat adalah olah pikir, dan pemikiran setiap orang itu berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya. Dengan kata lain, filsafat itu adalah dirimu sendiri. Maka metode berfilsafat adalah metode hidup, menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  144. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Karena merupakan pikiran manusia, dalam filsafat, yang benar itu adalah yang sesuai dengan ruang dan waktu, dan kebenaran filsafat itu adalah intensi dan ekstensinya. Filsafat bisa jadi sederhana dan bisa jadi kompleks. Filsafat itu olah pikir. Kita mengerti bahwa kita sedang berpikir itu filfasat, sangat sederhana. Filsafat dikatakan kompleks karena intensif, dalam sedalam-dalamnya, dan ekstensif, luas seluas-luasnya hingga meliputi dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  145. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Beragama itu tidak akan lepas dari yang namanya keimanan, dan iman itu diyakini dalam hati, kemudian diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan. Dalam filsafat, beragama itu menetapkan hati dan keyakinan terlebih dahulu sebagai patokan, sebelum menerbangkan layang-layang pikiran. Jika layang-layang pikiran itu terbang terlalu jauh, maka talinya akan lepas dan membuatnya hilang kendali dan membuatnya jatuh ke negeri majusi, kekafiran, dst. Dengan kata lain, agama sebagai patokan dan pengendali kita dalam berfilsafat, jika kita sudah tidak memiliki patokan atau patokannya sangat rapuh, maka kita bisa tersesat.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id