Feb 25, 2011

Elegi Mencocokan Teori dan Praktek

Oleh Marsigit

Teori Berjalan Kaki:

Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin berjalan kaki jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin jalankaki saja. Biar sehat gitu dheh.


Praktik Berjalan Kaki:

Waduh..orang naik sepeda kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah berjalan di pinggir. Uwes..orang naik sepeda, naik motor dan naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau jalan kaki kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga berjalan kaki, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan berjalan kaki. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja malah kelihatannya curiga sama saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Ternyata teoriku berjalan kaki tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik sepeda saja.

Teori Naik Sepeda:
Saya ingin menjaga stamina saya, maka saya ingin sedapat mungkin naik sepeda jika bepergian. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik sepeda saja. Biar sehat gitu dheh.

Praktik Naik Sepeda:
Waduh..orang naik motor dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik sepeda di pinggir. Uwes..orang naik motor dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik sepeda kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor sambil berolah raga naik sepeda, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik sepeda. Ternyata teoriku naik sepeda tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor saja. Walaupun motor pitung, nggak apalah.

Teori Naik Motor Pitung:

Saya ingin hidup sederhana, maka saya ingin hidup murah meriah dengan motor pitungku ini. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun saya ingin naik motor pitungku ini. Biar hidup tampak prasaja gitu dheh.

Praktek Naik Motor Pitung:
Waduh..orang naik motor baru dan mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor pitungku ini di pinggir. Uwes..orang naik motor baru, dan mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol. Wah..asap motor baru dan mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor pitung kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor naik motor pitung yang sering mogok, maaf juga aroma keringatku yang tak sedap. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Malah sudah mulai banyak orang menyindir bahwa diriku tidak lazim dan stress. Lagi pula ketika aku lewat, tak ada orang-orang mau menegurku, sepertinya saya ini tidak ada harganya. Tukang parkir saja nggak mau senyum dengan saya, semprul tenan. Apalagi wanita, jan blass tidak ada yang mau nglirik saya. Saya rasa-rasa sangat menderita diriku ini jika aku terus-teruskan naik motor pitung. Ternyata teoriku naik motor pitung tidak cocok, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan naik motor baru saja. Walaupun saya harus kredit, tetapi kan penampilanku wah, motor baruu..uu.

Teori Naik Motor Baru:

Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar motor baruu..uu.

Praktek Naik Motor Baru:
Waduh..orang naik mobil kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik motor baru ini di pinggir. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor semua bajuku. Wah malu juga aku dari Pasar membawa barang-barang kayak gini bungkusan tas kresek pating pronyol, walaupun motorku baru. Wah..asap mobil..sangat pekat..bikin batuk. Rasanya juga nggak enak kalau naik motor kaya gini kehujanan, sudah harus pakai mantrol, tidak praktis lagi, walaupun motor baru. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik motor. Jika naik mobil, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu dan air hujan, ya karena hanya naik motor. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal motorku sudah baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak motor. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan motor baru. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil. Wah tetapi harga mobil itu kan mahal. Tetapi mobil lawas kan murah. Ternyata teoriku naik motor baru sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil saja, walaupun mobil lawas. Walaupun saya harus kredit dan hanya bisa mendapatkan mobil lawas, tetapi kan penampilanku wah, naik mobii..ill.

Teori Naik Mobil Lawas:
Saya ingin memperbaharui hidup saya, maka saya ingin hidup seperti layaknya orang-orang itu, kalau bisa ya lebih dari mereka. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil, walaupun lawas ya gak apa-apa, tetapi kan tetap mobil.

Praktek Naik Mobil Lawas:
Waduh..orang naik mobil baru kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak diriku, padahal aku sudah naik mobil lawas ini pinggir. Uwes..orang naik mobil baru kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobilku ini. Mentang-mentang mobil baru bisa kencang jalannya. Wah malu juga aku ke Pasar membawa mobil lawasku ini, sebab aku dikira penjual sayur-mayur, ...asem tenan. Aku juga sering geram dengan mobil baru, mentang-mentang mobil baru..dengan lincahnya menyalip, main lampu jarak jauh, main klakson keras-keras. Aku juga lama-lama agak kewalahan merawat mobil lawasku ini, disamping bensinnya boros..onderdilnya mahal pula. Maaf saya terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor cuma naik naik mobil lawas. Jika naik mobil baru, mungkin saya bisa lebih awal dan tidak terlambat. Maaf juga aroma keringatku yang tak sedap, bau debu, ya karena hanya naik mobil lawas. Wah tiap hari kok minta maaf, tidak tahan rasa-rasanya. Aku heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil, walaupun mobil lawas. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil, bahkan banyak mobil baru. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lawasku. Tukang parkir saja denganku cuma biasa-biasa saja, tak ada pertanyaan apalagi pujian. Saya rasa-rasa aku jadi kepengin naik mobil baru. Wah tetapi harga mobil baru itu kan mahal. Tetapi mobil baru kan nyaman dan bergensi. Ternyata teoriku naik mobil lawas sudah tidak cocok lagi, maka saya putuskan mulai sekarang saya akan beli mobil baru saja, walaupun saya harus mencicil Bank seumur hidup, menjual tanah, ...pokoknya habis-habisan. Walaupun saya harus mentelantarkan anak dan isteri, tetapi kan penampilanku wah, naik mobil baruu..uu.

Teori Naik Mobil Baru:
Inilah saatnya yang kutunggu-tunggu. Ini pula puncak karirku. Ini pula puncak pencapaianku. Dunia seakan telah berada digenggaman tanganku. Ke pasar, ke warung, ke toko, ke Bank, ke bengkel, ke Pom Bensin, ..bahkan ke Kantor pun..bahkan kemanapun..kapanpun tidak terasa lelah bagiku. Dasar mobil baru..penampilanku pasti akan luar biasa. Dengan mobil baruku ini, sempurna pula rasa jantanku. Semua orang akan mengagumiku. Jangankan orang-orang..akar dan rumputpun pasti akan menaruh hormat denganku. Oh mobil baru ..mobil baru.

Praktek Naik Mobil Baru:
Waduh..orang berjalan kaki kok nggak hati-hati. Sembarangan lewat dia, hampir menabrak mobil baruku, padahal aku sudah naik mobil baruku ini di tengah. Uwes..orang naik mobil kok sembarangan, ngerti ada kubangan air diterjang saja, basah dan kotor mobil baruku ini. Mereka tidak pada menyadari bahwa mobil baruku ini sangat mahal dan segala-galanya bagi diriku. Wah sayang juga aku ke Pasar membawa mobil baruku ini, sebab tidak sepadan kalau hanya sekedar beli sayuran kok naik mobil baru. Lagi pula prkirnya sangat rumit. Aku juga sering geram dengan mobil lawas, mentang-mentang mobil lawas..dengan lincahnya menyalip, tidak takut nyrempet. Aku sangat mengkhawatirkan keamanan mobil baruku. Aku bahkan lebih khawatir dengan keamanan mobil baruku dibanding anak dan isteriku. Maaf saya masih terlambat ke Kantor, karena saya pergi ke Kantor pakai mobil baru, maka saya harus pelan-pelan. Tetapi ada satu hal yang saya tidak begitu suka. Cicilannya sangat tinggi. Saya heran kenapa hanya mobil seperti ini kok harganya sangat mahal sehingga, walaupun mobilku baru tetapi saya praktis tidak bisa pergi kemana-mana karena tak kuat beli bensin. Aku juga masih heran, kenapa orang-orang kok tidak pada heran denganku, pada hal aku sudah naik mobil baru. Oh rupanya di sana-sisni sudah banyak mobil baru, bahkan banyak mobil mewah. Aku juga heran kenapa para wanita juga tidak ngelirikku, oh rupanya karena juga tidak heran dengan mobil lbaruku. Tukang parkir kok ya masih biasa-biasa saja, tak juga bertanya tentang mobil baruku. Apanya yang salah dengan mobilku ini. Apakah teoriku naik mobil baru juga tidak cocok? Wah itu tukang parkir..walaupun hanya naik sepeda motor..kok temannya banyak sekali...setiap orang menegurnya. Hai tukang parkir..apa yang membuatmu banyak teman dan tampak bahagia dari hari ke hari?

Tukang Parkir:
Oalah mas..mas. Kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Teman yang banyak juga tidak ditentukan oleh motor baru, mobil lawas, mobil baru atau mobil mewah sekalipun. Itu semua tergantung keiklhasan kita masing-masing.

23 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Teori adalah landasan awal sebelum melakukan praktek. Tetapi teori yang salah akan menghasilkan praktek yang salah. Dalam elegi ini teori salah persepsi tentang kebahagiaan. Kebahagiaan bukan dari materil, bukan baru, bukan bagus, bukan mewah, karena itu semua relatif. Kebahagiaan diukur dari seberapa bersyukurnya seseorang menikmati kehidupan dan anugerah yang Tuhan kasih.

    ReplyDelete
  2. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Elegi ini mengajarkan saya bahwa harta,dan semua yang ada di dunia ini hanya titipan dan milik Tuhan. Kita tidak bisa menjadikan semua itu sebagai sumber kebahagiaan. Kebahagiaan bisa kita rasakan dari mana saja dan siapa saja. Namun, kebahagiaan sejati dapat kita peroleh dari dalam diri kita sendiri dengan selalu bersyukur atas segala yang diberikan Tuhan kepada kita dan selalu merefleksikan diri.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Jika kita terus menerus membuat teori-teori baru sebagai alasan kita dalam melakukan prakteknya, maka akan selalu muncul teori baru untuk menggantikan teori yang lama. Karena manusia selalu mencari pembenaran atas apa yang dilakukannya. Namun teori pembenaran yang kita jadikan landasan dalam praktek belum tentu benar menurut orang lain. Sehingga dalam hidup ini, kita perlu teori-teori yang kebenarannya mutlak atau sudah disepakati bersama oleh masyarakat sekitar kita, untuk kemudian kita praktekkan dengan istiqomah dan harmoni dengan dimensi keberadaan kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Kebahagiaan itu tidak dapat diukur dari materi yang kita punya, akan tetapi kebahagian itu dapat diraih ketika kita mempunyai keikhlasan terhadap apa yang terjadi dalam hidup ini dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sehingga kita akan merasa bahagia dengan kehidupan ini.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika 2013

    Itulah manusia. Seringkali membuat teori- teori untuk membenarkan keinginannya. Dan apabila keinginannya telah terpenuhi ia masih merasa kurang dan kemudian membuat teori- teori baru lagi. Manusia lupa bahwa diatas langit masih ada langit. Terus melihat ke atas dari pada kebawah. Lupa mensyukuri apa yang telah dimiliki dan malah meminta lebih atas apa yang telah dimiliki. Karena seringkali teori kebahagiaan yang kita miliki itu tidak selaras dengan praktek kebahagian yang sesungguhnya. Berfikir bahwa tepri bahagia adalah dengan memiliki harta, jabatan dan sebagainya akan bahagia, padahal prakteknya bahagia adalah bersyukur. Padahal sebenar- benar kebahagiaan bukanlah memiliki apapun yang kita inginkan, tetapi mensyukuri apapun yang kita miliki.

    ReplyDelete
  6. Arani Eka Putri
    12301249003
    Pnd. Matematika Sub'12

    dari elegi ini mencrminkan kehidupan dan keinginan manusia yang sellu tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya. setelah menciptakan berbagai macam tori namun ketika dipraktekkan ternyata tidak sesuai dengan teori pertama yang sudah dibuat sehingga membutnya menciptakan teori yang baru lai dan mempraktekkanny lagi begitu seterusnya. dan disinipun mengajarkan bahwa menjadi bahagia tidak hanya dengan apa yang kita miliki saat ini karena smua itu hanya bersifat sementara untuk itu teteap bersyukur kpada Tuhan dengan apa yang sudah kita miliki.

    ReplyDelete
  7. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Teori dan praktek sama halnya dengan keinginan dan takdir, kesesuaian anatara ucapan dan tindakan. Terkadang untuk mencocokkan teori yang bisa kita sebut sebagai harapan dengan prakteknya tidaklah sama. Karena hidupnya manusia itu adalah dirinya sendiri dan kuasa Tuhan. Adanya campur tangan Allah SWT yang mengetahui apa yang terbaik dari teori yang dipunya, sehingga dalam usahanya mempraktekkan, tidaklah mulus. Adanya kemampuan dan keinginan tidaklah cukup, maka adanya doa disetiap prakteknya juga penting. Kemudian serahkan saja hasil dari teori yang dipraktekan tadi kepada kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ketika keikhlasan tidak ada di dalam hati maka kita selalu mengeluh dan ingin sesuatu yang lebih, ketika telah memperoleh yang lebih kita akan mengeluh dan ingin sesuatu yang lebih lagi, dan ketika kita telah memperoleh yang lebih lagi kita akan mengeluh, ini tidak akan ada akhirnya. Sehingga kunci hidup bahagia adalah keikhlasan hati sehingga keluhan itu akan hilang dan berganti menjadi mensyukuri apapun yang kita miliki.

    ReplyDelete
  9. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Sebelum menjalankan praktek maka harus dijelaskan oleh sebuah teori agar dapat menjalankannya dengan baik. Ini lah hidup yang kita jalani sekarang, kebanyakan orang langsung mempraktekkannya terlebih tanap mempelajarinya terlebih dahulu. Sehingga mereka susah dalam menjalankannya. Seharusnya untuk mendapatkan kebahagian adalah bagaiamana kita mempelajari teori-teori yang ada kemudian dipraktekkan serta tak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah SWT sehingga nantinya terdapat kecocokan antara teori dan praktek.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Teori dan praktek haruslah seimbang karena keduanya mempunyai peran penting. Sebenarnya pembelajaran adalah Teori dan Praktek. Teori kita peroleh di dalam kelas, melalui buku-buku, sumber-sumber yang profesional, dll. Setelah kita peroleh teori yang diperlukan adalah mempraktekkannya, sehingga praktek yang kita lakukan tidak asal-asalan melainkan memiliki landasan teori yang kuat. Teori tanpa praktek sia-sia, praktek tanpa teori dapat menyesatkan.

    ReplyDelete
  11. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Antara teori dan praktek memang tak dapat dipisahkan. Pemahaman kita pada teori dan keahlian kita saat mempraktekkannya musti seimbang. Yang perlu dipelajari terlebih dahulu adalah teori. Lalu dengan teori, ilmu tersebut diharapkan dapat mengaplikasikannya dengan praktek. Dengan adanya ilmu teori yang kita punya, diharapkan dapat melakukan praktek yang tepat.

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika Int 2013

    Teori dan praktek memanglah selalu sesuai dengan apa yang diharapkan sebagaimana rencana dengan realitas yang ada. Oleh karena itu diperlukan senantiasa ikhlas atas segala seuatunya karena dengan keikhlasan semuanya akan menjadi berberkah. Memang tidak bisa kita pngkiri bahwa keikhlasan itu tidak dapat kita ukur bahkan diri kita sendiri tidak dapat kita ketahui apakah diri kita ini ikhlas atau tidak. Namun, berusahalah senantasa ikhlas serta kembalikan semuanya hanya untuk mendapat Ridhonya.

    ReplyDelete
  14. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend. Matematika Sub'12

    dari eligi ini mengajarkan bahwa apa yang ada pada kita yang kita miliki di dunia ini hanyalah bersifat sementara. tidaka ada yang abadi. dan terkadang untuk mengatakan sebuah teori itu mudah tapi ketika mempraktekkannya pasti sulit. karena apa yang telah direncanakan tidak semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita karena semua yang ada dalam hidup kita sudah di atur oleh Tuhan, sebagai manusia kita hanya perlu untuk bersyukur akan kuasa-Nya.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Praktek terkadang tidak seindah teori yang ada. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada pasti memiliki kekurangan, seperti halnya teori. Misalnya saja teori berbagai macam strategi pembelajaran untuk di kelas, PBL dapat meningkatkan prestasi belajar, dan lain sebagainya. Teorinya terdengar sangat indah, namun dalam implementasinya sendiri banyak sekali hal-hal yang menjadi hambatan guru. Untuk menggapai sempurna seperti yang ada teori itu tidaklah mungkin, yang ada kita hanya berusaha untuk mendekati.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah membaca elegi “Mencocokkan Teori dan Praktik”, hal yang saya dapatkan adalah dalam kenyataannya seringkali kita menemukan praktik yang tidak bersesuaian dengan teori yang ada. Semuanya adalah relatif. Intinya kita hanya perlu senantiasa beryukur dengan keadaan kita saat ini dan berusaha untuk terus membenahi diri menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi memberikan saya sebuah refleksi bahwa dalam berteori harus diselipi dengan keikhlasan karena manusia itu hanyalah bisa merencanakan namun ketetentuan itu dari Allah SWT, jika dalam berteori ada keikhlasan InsyaAllah dalam peraktiknya pun kita tidak akan pernah mengeluh ketika dihadapkan pada dilema harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwasanya setiap kebahagiaan bergantung pada rasa syukur kita terhadap apa yang diberikan oleh Tuhan. Maka ketika kau memikirkan suatu ide dan tidak sejalan dengan kenyataannya maka saat itulah rasa sabar diperlukan. Tidak mengeluh dan menerimanya dengan ikhlas. Syukurilah segala kondisi, niscaya kita tidak akan lagi memikirkan yang lebih-lebih. Yang lebih-lebih hanyalah bonus dari rasa syukur kita.

    ReplyDelete
  19. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    manusia memiliki kecenderungan untuk ingin dan terus ingin memiliki terhadap apa yang dia lihat dan apa yang telah ia keluhkan di dalam dirinya, ketika ia berteori ingin melakukan hal demikian maka pada saat prakteknya ia jalankan akan timbul rasa keluhan yang ia peroleh. mengeluh dan terus mengeluh bukanlah suatu sifat yang baik, karena mengeluh adalah sifat dari syaitan yang terus menggoda kita terhadap apa yang ingin kita lakukan. teori adalah hal yang mudah kita lakukan akan tetapi ketika di praktekkan belum tentu, jadi jangan berteori ketika prakteknya nanti engkau akan mengeluh.

    ReplyDelete
  20. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Teori dan praktek adalah seperti kesesuaian antara ucapan dan tindakan. Dimana kadang kadang keduanya tidak sejalan. Karena manusia adalah makhluk yang mempunyai banyak keterbatasan dan tidak bisa mengontrol keduanya, maka haruslah kita terus belajar bersyukur dan mengaji bahwa segala sesuatu tidak lepas dari kuasa Allah.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh


    ReplyDelete
  21. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    praktek tidak mudah seperti teori. Dari ilustrasi dalam artikel ini, kita semua melihat bahwa orang-orang memiliki teori yang baik mengapa ia memutuskan untuk pergi dengan sepeda, sepeda motor, mobil tua, sampai mobil baru, tetapi dalam prakteknya, ia selalu memiliki komentar tentang sekelilingnya. dari yang kita tahu bahwa orang tidak pernah puas. Jadi, tidak hanya bagus dalam teori, tetapi juga ikhlas dengan apa saja yang bisa terjadi ketika kita melakukan latihan. kita bisa menyeimbangkan teori dan praktek.apapun teori yang kita pegang pasti akan banyak rintangan saat mempraktekkannya, dan apapun yang kita lakukan / praktekkan selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan dan tidak mengganggu hak-hak orang lain, serta dilakukan dengan ikhlas, maka akan mendatangkan kebahagiaan buat kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  22. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Manusia berjalan didunia nyata yang merupakan bayang bayang dari dunia idea. Teori adalah didalam pikiran dan praktik adalah didalam dunia nyata. Maka bayang-bayang tak sama dengan yang aslinya. Seperti teori tak kadang tak sama dengan praktiknya. Misalnya teori pembelajaran yang meningkatkan aktivitas siswa namun setelah dipraktekkan aktivitas siswanya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Teori bahwa jogging (laripagi) dipagihari itu menyehatkan, namun dalam prakteknya adalah malas berolahraga dipagi hari atau ketika jogging dipagi hari kadang hasilnya dalah kelelahan dan rasa ngantuk dan lain sebagainya. Oleh karena itu, menyadari, mengevaluasi dan berkelanjutan, serta disertai dengan keikhlasan adalah lebih baik dalam menyelasaskan antara teori dan praktik.

    ReplyDelete
  23. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi mencocokkan teori dan praktek ini kembali menyadarkan manusia bahwa kebahagiaan bukan dilihat dari seberapa mewah materi yang dipunyai, seberapa hebat seorang manusia di mata orang lain, atau seberapa banyak barang-barang berharga yang dimiliki. Tetapi kebahagiaanmu adalah keikhlasanmu, kebahagiaan adalah rasa syukurmu. Dan kebahagiaan adalah ketika kita mampu berbagi. Karena ketika keikhlasan sudah menjadi pedoman hidup, apapun yang menimpa akan selalu menjadi bentuk rasa syukur dalam diri. Aamiin.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id