Oct 19, 2011

Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?




Oleh Marsigit

Syaitan:
Uhiiihhhhh....suaraku melengking...

Matematikawan:
Melengking ditambah melengking sama dengan dua melengking.
Melengking dikurangi melengking sama dengan nol melengking.
Melengking kali melengking sama dengan melengking kuadrat.
Melengking pangkat melengking sama dengan melengking kali melengking dst sampai melengking kali.
Melengking dibagi melengking sama dengan satu
Melengking bersifat kontinu
Melengking yang diskret itu namanya mengikik
Melengking kalau digambar grafiknya melengkung
Melengking ....
...

Melengking kontinu ditambah melengking diskret hasilnya adalah melengking kontinu.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan lengkinganku malah asyik sendiri menganalisis secara matematika dari lengkinganku itu. Saya coba dengan produksiku suara aneh. Ugreas..graes sruttt.

Matematikawan:
Dengan mendengar suara aneh itu maka aku sekarang mempunyai ide atau menemukan Konsep Bilangan Aneh. Berikut akan saya uraikan beberapa sifat, relasi dan operasi yang mungkin terjadi pada Bilangan Aneh.
Bilangan Aneh jangan disamakan dengan Bilangan Ganjil
Bilangan Aneh ditambah Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikurangi Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikali Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dibagai Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dipangkatkan dengan Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Identitas
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Invers
...
...
Sistem Bilangan Aneh bersifat isomorphis dengan Sistem Bilangan Bulat.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan suaraku yang aneh malah asyik sendiri menganalisis secara matematis suaraku yang aneh ini. Saya coba dengan bentukku yang menyeramkan.

Matematikawan:
Bentuk yang menyeramkan jika digeser juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika diputar juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika dicerminkan menurut sumbu datar maka akan diperoleh bayangan dengan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung panjang kelilingnya.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung luasnya.
...
...
...
Bentuk yang menyeramkan berdimensi tiga dapat dihitung volumenya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan bentukku yang menyeramkan malah asyik sendiri menganalisis secara matematis bentukku yang menyeramkan. Saya coba dengan mendatangkan temanku yang jumlahnya banyak sekali.

Matematikawan:
Dalam matematika, jumlah yang banyak sekali dapat ditafsirkan bermacam-macam. Dia bisa himpunanbilnagn terbuka, dia bisa bilangan infinit, dia bisa menuju limit, dia bisa tak terhingga, dia bisa transenden, dst.
Banyak sekali ditambah banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali dikali banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali pangkat banyak sekali adalah banyak sekali.
...
...
...
Banyak sekali jangan disamakan dengan besar sekal.

Saitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan temanku yang banyak sekali malah menganalisis konsep banyak sekali ditinjau dari sisi matematika. Akan saya tunjukan bahwa saya bisa menghilang dan berubah bentuk.

Matematikawan:
Kata dasar dari menghilang adalah hilang. Kata bentukannya bisa menghilang, dihilangkan, atau menghilangkan. Dalam matematika dikenal metode menghilangkan atau eliminasi, misalnya menghilangkan variabel di ruas kiri pada penyelesaian suatu persamaan. Yang setara dengan metode menghilangkan adalah metode substitusi. Yang bisa hilang tidak hanya variabel, tetapi juga tanda-tanda bilangan dan tanda-tanda akar. Tanda akar kuadrat suatu bilangan akan hilang jika akar kuadrat dari bilangan itu kita kuadratkan. Jika diekstensikan artinya maka menghilang bisa dimengerti sebagai kosong. Tetapi kosong itu belum tentu nol, karena nol itu bilangan dan jelaslah tidak kosong. Jika hutangku negatif ternyata dapat dimengerti sebagai tidak punya hutang. Perihal perubahan bentuk dalam matematika dapat saya terangkan demikian. Bangun-bangun geometri baik datar, lengkung maupun dimensi tiga dapat berubah bentuknya jika dikenai perlakuan misalnya dengan translasi. Ada bermacam-macam translasi misalnya dilatasi, rotasi, dan refleksi...atau gabungan dari dua atau ketiganya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan kemampuanku dapat menghilang malah pamer tentang penggunaan konsep hilang dalam matematika. Dia malah menerangkan teori perubahan bentuk dengan translasi. Sekarang akan saya goda dengan WANITA CANTIK.

Matematikawan:
WANITA adalah sebuah kata terdiri dari enam huruf yaitu W, A, N, I, T, A
WANITA dengan unsur-unsur hurufnya yang ada dapat dibentuk kata yang lain dengan komposisi huruf yang sama seperti:WANIAT, WANAIT, WAANIT, AWANIT, WANTIA, WATNIA, WTANIA, dst.
...
...
CANTIK adalah sebuah kata yang terdiri dari enam huruf yaitu C, A, N, T, I, K
...
dst


Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan WANITA CANTIK...malah menganalisis secara matematis komposisi huruf yang terdapat di kata-kata itu. Saya coba dengan godaan Barang Mewah

Matematikawan:
Sebuah Barang Mewah terdiri dari komponen dasar A, B, C, D dan E. Diketahui harga komponen A adalah 35 %, komponen B adalah 30 %, komponen C adalah 25%, komponen D adalah 8%, dan komponen E adalah 2%. Komponen E berharga Rp 2 juta. Jika akan diproduksi 1000 buah Barang Mewah maka tentukan berapa biaya keseluruhan? Perhitungannya adalah sebagai berikut:...

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan Barang Mewah...malah menganalisis secara matematis komponen barang mewah, membuat soal cerita dan asyik menghitungnya. Hai matematikawan jangan sok pintar engau didepanku...sehebat-hebat rasional pikiranmu tidaklah akan mampu memikirkan seluruh diriku. Ketahuilah bahwa ada bagian dari diriku itu yang bersifat irasional.

Matematikawan:
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p per q dimana p bulat, q bulat dan q tidak sama dengan nol. Sedangkan bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak demikian. Tentulah semua bilangan bulat adalah bilangan rasional. Sedangkan contoh dari bilangan irrasional adalah bilangan phi, bilangan e, akar dua, dst. Kalau hanya bicara bilangan rasional atau irrasional dalam matematika itu hal biasa. Padahal masih ada lagi yang akan saya uraikan yaitu bilangan imaginer. Bilangan imaginer adalah...kalau saya berusaha menarik akar dari bilangan negatif misalnya akar dari bilangan minus satu maka saya akan peroleh bilangan imaginer.

Syaitan:
Sialan tenan matematikawan itu. Saya pameri sifatku yang irrasional malah berteori tentang bilangan rasional dan irrasional. Dia malah pamer bilangan imaginer segala. Hai matematikawan...apakah engkau tidak tahu bahwa saya sudah mulai marah? Ketahuilah bahwa saya itu bukan syaetan biasa.Saya itu syaitan dengan pangkat yang tinggi..tahu?

Matematikawan:
Ada bermacam-macam bilangan berpangkat itu. Ada bilangan berpangkat bilangan bulat, bilangan berpangkat bilangan pecah, ada juga bilangan berpangkat tak sebenarnya. Hehe...asal tahu saja engkau syaetan...berpangkat tak sebenarnya itu juga dapat diartikan mempunyai pangkat tetapi dengan cara tidak khalal. Saya ragu apakah pangkatmu itu khalal atau tidak?

Syaitan:
Sialan tenan orang itu...malah mempertanyakan dan meragukan pangkatku. Hai..orang yang mengaku matematikawan hebat...apa engkau tidak tahu bahwa aku mempunyai kemampuan masuk kedalam tubuh manusia?

Matematikawan:
Kemampuan syaitan masuk ketubuh manusia, di dalam matematika, dapat dianalogan dengan penggantian sebuah variabel dengan dengan konstanta. Dalam matematika konstanta-konstanta penyusup variabel bisa juga berupa bilangan atau variabel yang lain. Jika yang menyusupi atau yang menggantikan variabel adalah juga variabel maka keadaannya persis manusia yang kesurupan syaitan, tetapi dengan catatan bahwa variabelnya bersifat jelek seperti halnya sifat dirimu. Kejadian demikian banyak ditemukan pada pembicaraan tentang fungsi komposisi...dimana variabelnya bahkan bisa berupa fungsi. Untuk matematika tingkat rendah itu namanya substitusi. Maka sederhana saja untuk memahami secara matematis perihal kemampuanmu masuk ke dalam tubuh manusia.

Syaitan:
Kurangajar tenan...dia malah kelihatannya mengetahui rahasiaku.Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi... hai...yang mengaku matematikawan sejati...jika engkau betul-betul mengaku sebagai matematikawan...cobalah kalau bisa hitunglah dosa-dosaku dan hitunglah amal-amalmu?

Matematikawan:
Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa. Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan...itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni. Na'u dzubillah himindzalik. Sedangkan sebesar-besar pahala adalah bagi orang beriman yang ikhlas. Setinggi-tinggi derajat manusia didunia masih kalah tinggi dengan orang yang ikhlas. Itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan besar betapapun jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan Satu itu Esanya Tuhanku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. Amiin

Syaitan:
Ooo...ohhh kurangajar...dengan matematikamu ternyata engkau bisa menguraikan jumlah dosa dan jumlah pahala...malah engkau itu bisa mengaji. Oh..kenapa badanku terasa panas sekali? Aku tak tahan...oh jangan...jangan...wahai sang matematikawan...aku telah bertobat...tidak...tidak...jangan bakar tubuhku....tidak...tidak...aku pergi...pergi...pergi...Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku... panas... pergi...pergi...

Matematikawan:
Ahhh...dasar syaitan...ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah...amiiin.

76 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dengan menjadi manusia yang memiliki akal, kita situntut untuk memilki pengetahuan. karena dengan ilmu pengetahuan, kita bisa berkembang seiring berjalannya zaman. syaitan banyak bentuknya, entah itu dalam diri kita atau di sekeliling kita, dan syaitan pada intinya dia ingin menyesatkan manusia. tidak terkecuali dalam menyesatkan dalam hal imu pengetahuan. karna itu banyak banyaklah membca buku agar kita memiliki bekal ilmu pengetahuan yang banyak agar terhindar dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tugas yang selalu dilakukan oleh syaitan adalah menggoda manusia ke jalan yang salah. Dari elegi ini terlihat syaitan sedang menggoda matematikawan. Namun tidak seperti harapan syaitan, matematikawan tidak tergoda segala bincangannya. Karena logika matematikawan jauh lebih kuat sehingga syaitan tidak mampu mengimbanginya. Oleh karena itu logika

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Dari artikel ini saya bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa matematikawan sejati akan selalu mampu untuk memecahkan persoalan, serumit apapun persoalannya dia akan bisa menyelesaikannya karena matematikawan sudah terbiasa menyelesaikan persoalan yang rumit. Itulah menurut saya hakikat dari matematikawan dapat mengusir syetan

    ReplyDelete
  4. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Menarik sekali elegi ini. Banyak disuguhkan fakta-fakta unik tentang matematika yang biasa saya jumpai ternyata dapat diterapkan dalam keimanan kita. Mulai dari bilangan, sifat-sifat elimasi, subtitusi dan sebagainya. Maksud dari elegi tersebut yaitu bahwa ketika kita menggunakan logika dengan baik dan benar dalam keimanan kita, maka kita akan dapat menghindar dari godaan-godaan syaitan. Dengan kata lain, ketika kita berpikir bahwa suatu perbuatan itu buruk, dan kita akan berdosa ketika mengerjakannya, dan mungkin akan membawa kita ke jalan kesesatan atau ke neraka, maka orang yang cerdas dengan segala analisanya, maka kita akan terhindar dari bujuk rayu syaitah.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya, elegi tersebut mengajarkan untuk menggunakan kemampuan berpikir dan berlogika dalam matematika untuk menolak segala bujukan setan yang ditawarkan. Manusia mempunyai akal dan pikiran yang dapat digunakan untuk membedakan yang baik dan buruk. Matematika mengajarkan untuk berpikir menggunakan logika, sehingga dengan adanya kemampuan berpikir yang diajarkan dalam matematika maka dapat membantu untuk berpikir yang baik, mampu memilih dan memilah yang baik dan buruk sehingga terhindar dari godaan setan.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    berdasarkan ilustrasi di atas, yang dapat saya pahami adalah tentang hakikat operasi dalam mateamtika, dimana dalam matematika proses berpikir luas dan dalam diperlukan mengingat ilmu matematika adalah ilmu yang luas dan dinamis. Akan tetapi dalam ilmu matematika yang penting adalah pola pikir. Matematika mengajarkan kita untuk mempunyai pola pikir aktif, kreatif inovatif dan kritis. Inilah yang diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga sesungguhnya ketika kita belajar bermatematika kita juga sudah belajar berfilsafat. Karena Matematika bagian dari filsafat ditinjau dari objek filsafat itu sendiri yang menyatakan bahwa objek matematika adalah yang ADA dan yang mungkin ADA. Dalam elegi di atas diilustrasikan matematikawan sebagai orang yang sedang berfilsafat dan Setan adalah egonya. Di akhir elegi Setan akhirnya pergi dan tidak mengganggu matematikawan. Dari sini kita dapat melihat bahwa adab berpikir matematikawan yang begitu luas dan dalam sehingga dapat meleburkan pernyataan-pernyataan dari setan menjadi sesuatu pemikiran yang baru. Dan dengan pemikiran itulah bahwa akhirnya ego itu menjadi nol atau hilang.Tentu saja cara berfikir yang diharapkan adalah cara pikir yang selalu berpedoman dengan nilai-nilai spiritual.

    ReplyDelete
  7. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hakekatnya menggapai logos tak akan terbatasi oleh syetan seperti para mitos. Begitu pula Matematika, Matematika setiap saat akan menggali lebih dalam arti-arti yang ada didalamnya. Karena dalam Matematika masih banyak yang ada didalamnya. Sekarang saja bialngan Prima terbesar belum ditemukan, hanya baru ditemukan bilangan prima yang ada berjuta digit. Sekarang ini masih ada peneliti yang mencari bilangan tersebut tak bosan dirinya karenanya. Begilah itu baru satu contoh yang disebutkan, belum saja penemuan yang ada dan yang mungkin ada rahasia yang belum terungkap.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam matematika memang terdapat begitu banyak hal menarik sebenarnya, dapat juga dibuat tulisan yang menarik seperti cerita di atas yang terdapat unsur unsur matematikanya. matematika merupakan ilmu yang mendasari semua ilmu. matematika pastilah dibutuhkan banyak orang dan matematika itu penting karena terbukti sudah diajarkan dari mulai SD SMP SMA bahkan sampai ke Perguruan Tinggi.

    ReplyDelete
  9. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa seorang matematikawanpun dapat mengusir syaitan. maka disini dapat kita ambil makanya bahwa ilmu matematika itu dapar melebur di segala ilmu, sebagai contohnya dalam elegi ini yaitu dalam ilmu agama. makna lain yang dapat diambil yaitu bisa dihubungkan ke dalam dunia pendidikan. bahwa kita sebagai pendidik maupun calon pendidik, mampu membuat fondasi ilmu yang kuat sehingga tidak bisa dipengaruhi masalah masalah apapun. masalah disini di gambarkan sebagai syaitan.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Kita diberikan akal dan juga kemampuan untuk mengendalikan apa yang kita miliki. Hal itu juga berlaku bagi ilmu yang telah kita miliki. Ilmu yang kita miliki hendaknya mampu kita gunakan untuk dapat terhindar dari rayuan setan. Setan selalu mempunyai tipu daya untuk menjerumuskan kita ke dalam godaannya. Seperti yang dilakukan matematikawan dalam elegy ini, memakai ilmunya untuk mengusir setan. Namun, bersikap sombong dengan ilmu yang telah dimiliki harus dihindari. Kesombongan menandakan kita cepat terpengaruh pada godaan setan.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Hal yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah, bahwa ketika kita berfikir, atau dengan kata lain menggunakan akal pikiran kita dengan baik maka kita bisa terhidar dari perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada hal-hal yang tidak baik. Hal tersebut dikarenakan, setiap kita melakukan sesuatu kita memikirkannya, menimbang baik buruknya, manfaatnya dan ketidakmanfaatanya. Hendaknya kita terhindar dari pikiran-pikiran negatif yang akan menjerumuskan diri kita. Mendekatkan diri kepada Tuhan itulah kewajiban kita.

    ReplyDelete
  12. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Syaitan tidak akan berhenti menggoda dan mengganggu manusia, karena hal tersebut adalah misi utama syaitan. Dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, kita harus terus semangat dan berusaha melawan syaitan. Syaitan di sini dapat diartikan sebagai masalah-masalah pendidikan baik yang berasal dari sendiri, maupun lingkungan. Dalam menghadapi godaan masalah-masalah pendidikan ini diperlukan adanya niat dan tanggung jawab yang diimbangi dengan usaha. Kita tidak boleh larut dalam permasalahan yang ada, justru kita hendaknya memotivasi diri untuk terus mencari jalan keluar.

    ReplyDelete
  13. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seseorang yang berilmu akan mampu mengatasi masalah-masalah yang ada dengan menggunakan ilmu yang telah didapat, maka dari itu seseorang yang berilmu akan mampu mengatasi godaan-godaan syaitan. Jadi tetaplah rendah hati, tidak boleh merasa puas akan ilmu yang didapat, sehingg adengan begitu memicu untuk orang belajar dan terus belajar yang berakibat dapat terhalang oleh godaan syaitan.

    ReplyDelete
  14. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Senang dengan perkataan matematikawan, “Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa”. Dia tidak sibuk menghisab dosa orang lain, tapi dia sibuk untuk menghisab dosa dirinya sendiri. Namun hal inilah yang sering kita lalaikan. Kita lebih mudah melihat kesalahan dan dosa orang lain tapi kita tidak introspeksi diri kita sendiri. Itulah butuhnya kesadaran diri dalam melakukan segala hal dan pentingnya seorang teman yang shaleh yang senantiasa mengingatkan kita ketika kita sedang melakukan maksiat.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini terlihat bahwa syaitan kebingungan ketika diberi jawaban oleh matematikawan. Dari elegi di atas kita belajar bahwa gunakan waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat seperti memperdalam ilmu matematika. Dengan kita belajar akan menambah pengetahuan yang kita miliki dan akan menjauhkan kita dari syaitan. Setiap celah kosong kita gunakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, niscaya syaitan akan jauh dari kehidupan kita.

    ReplyDelete
  16. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 20177

    Terimakasih Bapak atas postingannya. Saya sangat menikmati membaca postingan yang berjudul "Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?" ini. Dilihat dari judulnya saja sudah unik, begitupun juga dengan isinya. Saya sangat tertarik pada bagian Bapak menganalogikan dengan bilangan tak berhingga bagaimana dosa-dosa manusia jika ia bertobat dengan sungguh-sungguh dan bagaimana dosa-dosa syeitan walaupun ia bertaubat dengan sungguh-sungguh. Salah satu pesan yang saya dapat dari tulisan ini ialah cara terampuh untuk menjauhkan godaan syeitan dari diri kita yaitu dengan membaca doa (lafadz Allah) di setiap mengawali apapun kegiatan kita.


    ReplyDelete
  17. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Postingan Bapak Marsigit diatas, menunjukkan bahwa seorang matematikawan dapat menterjemahkan aktivitas setan yang ghoib ke dalam ilmu matematika. Misalnya ketika setan masuk kedalam tubuh manusia, dianalogikan dengan penggantian variabel oleh konstanta. Kemampuan setan menghilang, diibaratkan metode menghilangkan atau eliminasi. Sifat irrasional setan, diibaratkan sifat bilangan rasional (phi, e, akar dua, dst). Semoga uraian tersebut dapat lebih meneguhkan pikiran dan hati kita, agar terhindar dari godaan syetan.

    ReplyDelete
  18. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Dari tulisan bapak, saya dapat menyimpulkan bahwa Allah menciptakan akal manusia ini bukan tanpa alasan, termasuk untuk mempelajari matematika. Karena sejatinya, ilmu-ilmu Allah itu dapat dinalar, sesuai dengan kemampuan manusia. Bahkan syaitan pun tidak dapat berpikir lebih jauh seperti menghitung dosa dan ampunan lebih jauh. Selain itu, matematika ternyata dapat dihubungkan dengan ilmu-ilmu lain, termasuk dengan agama. Dan jika dihubungkan, kita dapat menemui kehebatan hubungan ilmu-ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi... hai...yang mengaku matematikawan sejati.."

    Sudah jelas bahwa setan sungguh mencintai orang-orang yang tidak mau belajar. Oleh karena itu kita sebagai manusia yang dibekali akal pikir dan nurani sudah sepatutnya untuk terus belajar dengan tetap mengendalikan diri menggunakan hati.

    Yang ini, saya tertegun dengan yang ini. Betapa kehidupan saya yang tabu bisa dianalisis dan masuk akal, yang ini:
    "Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan...itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni"

    Terimakasih, terimakasih telah menebarkan ilmu

    ReplyDelete
  20. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof, selamat malam menuju tahun baru Islam. Semoga kita semua menjadi pribadi yang belih baik. aamiin.
    menarik untuk membaca tulisan Prof di atas. Dialog antara setan dan matematikawan disajikan menarik dan menggelikan tetapi tetap mengandung makna yang luas. Antara lain berbagai aktivitas matematika dapat kita analogikan dengan kehidupan kita, terlebih lagi dalam kehidupan beragama. Melalui elegi ini, kita disadarkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan pikiran kritis. Dengan ilmu pengetahuan, pikiran dan keimanan yang kita miliki, kita dapat terhindar dari perbuatan-perbuatan buruk. Maka penting bagi kita untuk terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan yang kita miliki sekaligus meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Seperti pada Elegi Menggapai Matematika yang Tidak Tunggal yang Prof. tulis sebelumnya, bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang tidak tunggal. Semuanya saling terkait satu dengan yang lainnya. Elegi di atas menceritakan bagaimana Syaitan dengan segala caranya menggangu seorang matematikawan. Namun, matematikawan tersebut masih teguh pendirian dan memiliki banyak jawaban sehingga membuat Syaitan tersebut mundur dan tidak lagi mengganggunya. Hal ini jika diibaratkan dalam kehidupan, ketika seseorang itu berilmu, maka ia akan menggunakan akal pikirannya untuk mencari tahu sesuatu hal, dan tidak mudah percaya akan suatu hal tersebut. Semakin memiliki banyak ilmu semakin banyak pula persoalan-persoalan yang dapat ia selesaiakan.

    ReplyDelete
  22. Nurika Miftahuljannah
    1770251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Terimakasih atas postingan Prof. tentang elegi bagaimana matematikawan dapat mengusir hal-hal buruk yang dapat membuat dosa manusia dalam hal ini adalah syeitan. Dengan membaca postingan ini saya menjadi mengerti bahwa matematika memiliki arti luas yang sangat berkaitan erat dengan dunia spiritual. Manusia adalah tempatnya salah dan dan dosa, sehingga kita jangan pernah menyerah untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam matematika memang nilai besar X jika dibagi sesuatu yang tak hingga hasilnya adalah nol. harapannya dosa besar X yang sudah kita lakukan mendapat ampunan dari Allah jika kita mohon ampun yang sebanyak-banyaknya. Namun, hanya Allah juga yang berhak secara absolut/ mutlak menentukan apakah dosa kita terampuni atau tidak.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  23. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Menambahkan dari koentar saya sebelumnya, agar dosa kita memiliki kemungkinan besar untuk diampuni yaitu dengan "ikhlas". Selain berdoa memohon ampun yang sebesar-besarnya, kita juga harus memperbaiki dari dalam segala hal dengan membawa kunci ikhlas. Melakukan kebaikan sekecil apapun jika kita ikhlas maka akan bernilai pahala yang sangat banyak, akan tetapi jika kita melakukan perbatan baik sebesar apapun jika kita tidak ikhlas maka tidak akan bernilai pahala. Na'u dzubillah himindzalik, semoga kita bukan diantaranya. Pahala besar yang kita dapatkan dari sebuah keikhlasan itu akan memberatkan amal baik kita sehingga amal baik akan lebih berat dari amal buruk kita. Sehingga besar harapan kita agar dosa-dosa yang telah kita lakukan mendapat ampunan-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang diantaranya yang mendapat ampunan dari Allah SWT. Aamiin
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  24. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Matematikawan memiliki pemikiran yang luas. Dia mampu mengamati dan memanfaatkan lingkungan sekitarnya dalam mengembangkan pengetahuannya. Sebenarnya-benarnya matematikawan adalah mereka yang mampu menerapkan prinsip matematika untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Prinsip matematika ‘berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol’ memberi makna bahwa manusia adalah makhluk yang tak luput dari dosa. Oleh karena itu manusia harus senantiasa memohon ampun kepada Tuhan YME yang tak berhingga banyaknya. Hukum-hukum matematika membimbing manusia untuk selalu mohon ampun kepada yang mahakuasa dan dijauhkan dari godaan syeitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  25. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Lagi-lagi saya terkagum dengan matematika yang bisa dikaitkan dengan hal-hal yang mungkin ada, tetapi sekarang menjadi ada. Pengetahuan baru lagi, matur suwun sanget nggih Pak.
    Bagaimana tidak terkagum? Matematikawan dengan berbagai konsepnya dapat mengusir syaitan. Bukan hanya matematikawan yang bisa mengusir syaitan, tetapi semua orang yang menggunakan akalnya, karena syaitan telah mengakuinya bahwa orang yang menggunakan akalnya tidak mudah tergoda, seperti Nabi Adam A.S. Jadi dapat diambil pelajaran dari elegi matematikan mengusir syaitan ini, yaitu sesungguhnya tidak ada yang perlu manusia takutkan kecuali Allah SWT. Dan tenanglah serta gunakan akal mu jika sedang menghadapai apapun. Karena sebenar-benar takut kepada selain Allah adalah godaan syitan. Maka, jika kita takut dan tidak memiliki ilmu, sama saja membuat syiatan senang dan bisa terjebak menjadi pengikutnya. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang menggunakan akal, supaya dijauhi oleh godaan-godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  26. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B

    ajaibb.. luar biasa... saya kagum pak.. sama semuanya... ini menjawab semua pertanyaan murid saya dulu ketika s1 pak. dy bertanya "umi, mengapa kita harus mempelajari matematika, kan matematika itu tidak ada di surga?" dia memang anak yang cerdas. dan ketika itu saya menjawab namun mungkin tidak sepuas jika dia membaca postingan ini. dengan sepenuh hati saya mohon izin untuk menshare alamat blog bapak tentang "Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?" ini di grup sekolah saya atau ke anak murid saya tersebut pak.. biar mereka mendapatkan jawaban yang lebih jelas.
    terimakasih pak.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi ini mengajarkan kita bahwa untuk selalu menggunakan akal dan pikiran kita secara logika. Dengan cara menggunakan ilmu pengetahuan dalam kehidupan, ilmu dunia sebagai bekal kita menjalani kehidupan di dunia, dan menuntut ilmu agama juga sebagai perintah agama sebagai bekal kita di kehidupan di akhirat kelak. Sebagaimana syaitan yang selalu menggoda manusia dalam segala ruang dan waktu dan berbagai macam cara, maka orang beriman juga terancam dapat terpengaruh oleh godaan syaitan. Namun setinggi-tingginya orang berilmu tidaklah berkah jika tidak disertai dengan ikhlas. Untuk itu, ilmu penting dimiliki sebab dengan ilmu yang dimiliki seseorang senantiasa memikirkan segala hal sesuai logika sehingga semakin bertakwa dan dekat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?, pada elegi ini, menjelaskan bahwa matematikawan itu sukanya menganalisis sesuatu. Adanya masalah, gangguan ia akan mencoba menganalisis itu semua dan akan memecahkan masalah yang ada. Contoh dalam kehidupan jika ada godaan syeitan, matematikawan akan menganalisis godaan itu, dan akan mendapatkan pemecahan masalah, yaitu dengan berdoa kepada Allah SWT. Lagi lagi dalam elegi ini juga menyebutkan bahwa sehebat apapun kita, tetaplah membutuhkan bantuan Allah SWT. Jadi selalulah berikhtiar, meminta pertolongan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  29. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Matematikawan, disini saya melihat sebagai seorang manusia yang berilmu, sedangkan ada makhluk lain yaitu syaitan yang bertugas mengganggu manusia. Dari tulisan diatas, kita bisa agar tidak takhluk tehadap syaitan dengan mengunakan ilmu pengetahuan, walaupun syaitan akan terus mengganggu kita dari segala sisi. Namun dengan landasan ilmu pengetahuan yang kita miliki kita bisa enahan diri agar tidak mudah tergoda bujuk rayu syaitan. Itulah kenapa sebagai manusia kita dituntut untuk terus mencari ilmu.

    ReplyDelete
  30. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Matematika adalah ilmu yang mengajarkan kita untuk menggunakan akal. Dengan mempelajarinya, kita diharapkan tidak hanya dapat mengimplikasikannya dalam kehidupan di sekolah atau unit-unit pendidikan saja, tetapi juga kita diharapkan dapat mengimplikasikan ilmunya, baik yang tersirat maupun tersurat dalam kehidupan di masyarakat. Saya semakin tertarik membaca elegi ini ketika bapak mengaitkan antara konsep matematika dan spiritual, yaitu "...jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol". Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari dosa, baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Maka hendaknya kita segera mohon ampun dalam tiap sholat dan tiap doa kita agar diampuni dan terhindar dari godaan setan.

    ReplyDelete
  31. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas elegi yang sangat menarik. Hikmah yang bisa diambil yaitu serorang matematikawan akan mampu mengusir syaitan asalkan menngunakan ilmu yang dimilikinya dengan benar. Kemudian memohon pada Allah untuk dipermudah dalam menuntut ilmu dan dijauhkan dari godaan Syetan.
    Sehingga pada dasarnya Ilmu ini memulaiakan manusia dengan ilmu kita akan dipermudah untuk urusan dunia dan akhirat. ilmu apapun itu, namun tentunya yang uama ilmu syariah, namun tak terkecuali ilmu matematika. bahkan dengan ilmu bisa menghindarkan kita dari godaan syetan.
    Dari elegi ini kita juga belajar bagaimana matematikawan berjuang ikhlas dalam pikirnya yang ditunjukkan dengan sikap paham akan konsep matematika serta ikhlas hati yaitu senantiasa tawadhu pada Allah dan memohon perlindungan pada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu ikhlas pikir dan hati, diberi ke fahaman akan ilmu dan dijauhkan dari godaan setan. Aamiin ya robbal alamin.

    ReplyDelete
  32. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang sangat menghibur. Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Saya belajar dari ulasan di atas terkait dengan perhitungan matematika yang menghubungkan dengan aspek spiritual. Manusia tidak dapat menjangkau perhitungan suatu amal yang sudah dikerjakan. Namun, hitungan Allah tentunya dapat berkali-kali lipat. Saya menyadari bahwa betapa Maha Pemurah Allah Sang Raja Semesta pada hamba-Nya. Dosa-dosa manusia bak seluas lautan yang membentang saja Allah mampu mengnolkannya. Saya selalu berharap limpahan rahmat-Nya ada pada diri ini. Aamiin. Saya merasa terus diingatkan untuk berlindung kepada-Nya dari godaan syaithan yang mana dengan mengucap lafaz ta'awudz.

    ReplyDelete
  33. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, Terimakasih prof. Marsigit atas artikel yang di berikan. Beberapa hikmah yang dapat saya tangkap adalah, 1) peran pentingnya akal yang diberikan Allah swt ternyata mampu menghilangkan sifat kemitosan seseorang. Ternyata ketika ia dihasut dan coba diganggu oleh syaitan, ia malah tidak takut dan bahkan melawannya dan mengkonversinya ke dalam ilmu matematika yang ia miliki, sungguh cerdas, karena ia melawan rasa takutnya dengan memanfaatkan cara kerja akal demi menggapai logos dan menjauhi mitos. 2)ibarat seseorang sedang dalam pengaruh atau gangguan syaitan, ketika ia mampu melawan rasa takutnya dengan mengingat Allah swt, maka syaitan lah yang akan bosan dan lelah mengganggu manusia itu sendiri. Tepat saya menulis komentar ini, adalah tepat adzan ashar berkumandang namun saya tetap mengetik kata demi kata karena takut jika terlalu lama menunda maka ide menulis komen untuk artikel ini menjadi lupa. Astaghfirullah, saya telah dikuasai oleh syaitan. Saya rasa cukup saja saya menulis komentar pada postingan ini, semoga Allah mengampuni saya yang telah mengindahkan panggilannya dan memilih menulis komentar ini, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  34. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dari elegy diatas bisa diambil pelajaran bahwa matematika bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Maka dari itu kita dituntut untuk kritis dan teliti dalam menata aspek apapun. Matematika mengajarkan kita untuk hidup secara teratur, terorganisasi. Berpikir sebelum bertindak, menggunakan logika dengan benar dan tidak sembarangan dalam bertindak. Matematika bisa mengusir syaitan kecerobohan, kesombongan terburu buru dan setan setan lainnya. Matematika adalah ratunya ilmu dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dapat digunakanuntuk pengetahuan lain. Cara berfikir matematika adala sistematis danrinci serta teratur dallam bekerja, pola yang membangun dengan cara yang sistematis.

    ReplyDelete
  35. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Matematika merupakan ilmu yang mengajarkan kita untuk berpikir logis, sistematis, dan terstruktur. Saat seseorang menjadi matematikawan dia akan merasakan manfaat dari matematika menjadi gaya hidupnya atau dapat dikatakan saat mempelajari matematika akan banyak manfaat baik secara langsung maupun secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran kita seperti saat mengambil keputusan, dan memilih yang pada akhirnya kita akan menerima risiko. Risiko itu akan mengikuti setiap perjlananan dan keputusan yang kita ambil. Ketika pilihan benar maka kita dapat naik pada tahap berikutnya namun ketika salah janganlah menyerah namun sebaiknya memperbaikinya.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Membaca judul “elegi bagaimana metematikawan dapat mengusir syaitan” sudah memberikan dorongan kami untuk mengetahui memang bagaimana cara mengusir syaitan ala matematikawan dan ternyata setelah di telusuri melalui tulisan Prof. memberikan kami pengetahuan bahwa syaitan tidak ada habisnya menggoda manusia sejakan zaman dulu hingga nanti zama akhir dan yang membedakan adalah bagaiman cara manusia menghadapi godaan tersebut. Dalam tulisan ini digambarkan seorang matematikawan memiliki cara yang unik dalam menghadapi godaan syaitan, matematikawan diidentikkan dengan seseorang yang memiliki pengetahuan dan ilmu oleh karenanya seorang matematikawan memiliki ide untuk menanggapi segala godaan setan dengan pemikiran yang positif sehingga membuat syaitan menjadi kesal. Contohnya ketika syaitan menggoda dengan wanita cantik, wanita memaang menjadi salah satu daya tarik kuat bagi para wan-wan dan tak terkecuali matematikawan. Namun, godaain ini dapat dengan mulur di tangkis oleh matematikawan dengan mengubah persepsi bahwa daeri kata wanita dapat di permutasikan menjadi berbagai susunan kata. Hal ini sebenarnya sederhana dalam matematika namun menjadi unik ketika di sandingkan dengan syaitan. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk dan keteguhan hati menghadapi godaan syaitan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  37. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Cerita seperti di atas dapat dijadikan inspirasi sumber belajar berupa bahan ajar di kelas khususnya pembelajaran matematika. Apalagi sekarang kita telah kurikulum 2013, yang mana bertujuan tidak hanya membangun kognitif anak, tetapi juga membangun afektif serta karakternya. Tidak hanya itu, dengan menyisipkan cerita-cerita menarik seperti di atas, dapat mengurangi paradigma negatif siswa terhadap pelajaran matematika yang selama ini paling sering ditakuti oleh siswa. Dan manfaat paling penting adalah dengan adanya cerita-cerita inspiratif seperti di atas tidak hanya membangun karakter siswa tetapi juga menjadi muhasabah diri bagi guru.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari elegi ini dapat dipahami bahwa salah satu cara untuk menghadapi godaan syaiton adalah dengan menggunakan akal pikiran yang jernih dan kritis. Akal pikiran yang jernih ini juga harus diimbangi dengan hati yang bersih. Akal dan pikiran harus selalu menjadi filter dalam setiap tindakan atau perbuatan, yakni dengan berpikir apakah yang kita lakukan baik menurut sesama dan menurut Tuhan. Jika kita pikiran kita mengatakan tidak baik, dan hati kita merasa ragu, sebaiknya kita segera meninggalkannya. Dengan demikian, kita akan terhindar dari godaan syaiton yang menyesatkan. Namun untuk dapat sampai level ini, tentu tidak mudah. Kita harus terus belajar untuk mengasah pikiran dan memiliki banyak ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun agama. Sementara itu kaitannya dengan hati, tentu salah satu cara untuk melatih dan membuatnya selalu bersih dan dinaungi keimanan yang kuat adalah dengan senantiasa berdoa.

    ReplyDelete
  39. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Dari elegi ini, saya berefleksi bahwa tidak mudah mengalahkan keburukan, tetapi bukan tidak mungkin. Si matematikawan mampu mengalahkan setan karena ini memahami dan berusaha memahami bidangnya. Ia berusaha keras untuk melawan keburukan itu. Maka pengetahuan itu penting, menggapai logos itu penting, menggunakannya untuk kebaikan, membela kebenaran, pun jauh penting. Namun janganlah kemudian menjadi sombong, melainkan tetap rendah hati. Sebab begitu sombong muncul, jatuhlah kita.

    ReplyDelete
  40. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Dari elegi ini, saya berefleksi bahwa tidak mudah mengalahkan keburukan, tetapi bukan tidak mungkin. Si matematikawan mampu mengalahkan setan karena ini memahami dan berusaha memahami bidangnya. Ia berusaha keras untuk melawan keburukan itu. Maka pengetahuan itu penting, menggapai logos itu penting, menggunakannya untuk kebaikan, membela kebenaran, pun jauh penting. Namun janganlah kemudian menjadi sombong, melainkan tetap rendah hati. Sebab begitu sombong muncul, jatuhlah kita.

    ReplyDelete
  41. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengusai segala sesuatu, tiada di dunia ini yang ada dan terjadi di luar kehendak-Nya. Demikian juga ketika kami memahami dan menguasai Ilmu-ilmu, jika tanpa kehendak-Nya kami menyadari bahwa kami tidak akan mencapai itu semua. Karena itu kami berharap kami bisa senantiasa sadar bahwa kami harus menempatkan Tuhan dalam hati kami dalam segala daya dan upaya untuk menggapai sesuatu agar kami tidak mudah untuk tergoda oelh tipu daya setan. Karena setan dalam menggoda manusia bisa menjelma menjadi bentuk apa pun. Semoga Allah senantiasa memberi kami petunjuk dan menjauhkan kami dari godaan-godaan setan yang terkutuk. Amin.

    ReplyDelete
  42. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Sesungghanya matematikawan yang sebenar-benarnya matematikawan adalah yang ikhlas fikirannya. Kikhlasan fikiran akan di tunjang dengan ikhlas hati, maka sebenar-benarnya matematika akan menuntun penggunanya mendekatkan diri ke tuhan, dan naiklah beberapa derajatnya. Maka dengan matematika seseorang dapat mengaji apabila hati dan fikirannya ikhlas, sehingga setan pun tidak akan dapat menggodanya. Semoga kita selalu dapat menjadi matematikawan yang ikhlas. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  43. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Setelah membaca elegi ini dari awal sampai selesai, saya dapat mengambil pelajaran, dimana dengan memahami ilmu matematika kita dapat dengan mudah menganalisis sesatu yang ada disekitar kita, dan dengan ilmu matematika juga akan memperkaya penalaran sehingga kita tidak mudah terjebak dalam mitos-mitos yang ada. Dan diakhir elegi ini mengngingatkn kita untuk tetap ikhlas dan tidak sombong, sehingga apapun pengetahuan yang dimiliki haruslah tetap menjadi insan yang ikhlas, rendah hati dan tetap hanya takut kepada Allah, bukan takut kepada makhluk ciptaanNya seperti syaitan, jin dan kawan-kawannya yang sama-sama mempunyai visi menjerumuskan manuisa.

    ReplyDelete
  44. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam elegi ini apapun yang dikatakan syaitan selalu dapat dipatahkan oleh seorang matematikawan, jadi untuk dapat mengusir syaitan maka kita perlu menggunakan rasio kita atau logika kita.Dengan demikian syaitanpun tidak akan berani menggoda kita,jika kita selalu waspada. Setiap yang telah dan sedang kita pelajari insya Allah akan berguna dalam kehidupan kita kelak, asalkan kita bisa selalu rendah diri. Mari kita manfaatkan ilmu yang kita miliki untuk menggapai kerendahan hati, sehinggan syaitan tidak berpeluang masuk ke dalam hati kita.

    ReplyDelete
  45. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Saya mendapatkan bagaimana cara matematikawan dapat mengusir syaitan pada percakapan akhir antara syaitan dan matematikawan. “Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku” sahut syaitan dan “Setelah aku panjatkan doa kehadirat Allah SWT ternyata pergi dia.” kata matematikawan. Seperti inilah seyogyanya orang berilmu menggunakan ilmunya, bukan sebaliknya karena ilmu maka dia abaikan doa, abaikan pentingnya mengusir syaitan dari dalam diri, sehingga syaitan dengan mudah mempengaruhinya dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu Wataala. Hal ini pulalah yang menjadikan manusia saat ini tidak seimbang antara ilmu dunia dan ilmu agama ataupun ahlaknya. Mereka cenderung mengagung-agungkan ilmumereka tanpa merundukpenuh keangkuhan karena telah dipengaruhi oleh syaitan. Innalillahi wa naudzhubillahi min dzalik.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika merupakan ilmu. Maka matematikawan adalah orang yang berilmu. Orang yang berilmu ialah orang yang menggunakan akalnya. Orang yang berilmu sudah seharusnya senantiasa berpikir kritis dan senantiasa mencari tahu terlebih dahulu. Dan sebenar- benar orang yang menggunakan akalnya akan sulit digoda syaitan karena orang yang menggunakan akalnya tidak akan begitu saja terkena bujuk rayu syaitan. Karena itulah islam memerintahkan umatnya untuk mencari ilmu.

    ReplyDelete
  47. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematikawan adalah orang yang berilmu. Syaitan akan takut dengan orang yang berilmu dan ilmunya tersebut diterapkan pada kehidupan sehari-harinya untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. Apalagi matematikawan adalah orang yang pandai dalam berlogika. Kelebihan yang dimiliki tersebut akan menjadi suatu kekuatan yang lebih apabila diiringi dengan doa.

    ReplyDelete
  48. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Allah Swt telah menjanjikan derajat itu di dalam Surat Mujadilah ayat 11. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Syaikh Ahmad al-Musthafa al-Maraghi menjelaskan bahwa makna dari ayat tersebut adalah bahwa Allah Swt akan meninggikan orang-orang yang diberikan ilmu di atas imannya kepada Allah Swt dengan banyak tingkatan (derajat), atau meninggikan orang-orang yang berilmu dari kalangan orang-orang beriman secara khusus dengan banyak tingkatan karamah dan ketinggian martabat.

    ReplyDelete
  49. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dari elegi ini saya tertarik dengan kalimat “..dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan”. Saya menyadari sebagai manusia, kadang keahlian yang saya memiliki menjadikan pribadi yang sombong dan menjadi yang paling luar biasa. Namun hal tersebut tidak bolehlah terjadi karena saat kita merasa sombong masa kita menyampingkan bahwa segala keahlian yang kita miliki adalah anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Justru sebagai manusia saya harus menghilangkan sifat sombong tersebut dengan selalu meningkatkan rasa syukur. Karena saay kita bersyukur maka Tuhan akan menambahkan kenikmatan pada diri kita.

    ReplyDelete
  50. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Ketika di dalam kelas, bapak pernah mengatakan sebenar-benarnya keraguan adalah berasal dari setan. Matematika adalah ilmu pasti tanpa keraguan, maka keraguan-raguan dapat dipatahkan. Maka setan itu dapat dikalahkan ilmu matematika yang menggunakan rasional dan logika dalam menyelesaikan permasalahan atau keragu-raguan.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi yang sangat menarik dimana syaitan tidak dapat mengganggu matematikawan yang sedang berkonsentrasi dengan asiknya untuk mempelajari matematika, sehingga syaitan menjadi lari. Yang dapat saya pelajari dari elegi ini adalah perlunya keteguhan hati dalam mengamalkan ilmu kita agar ilmu apa pun yang kita pelajari berguna dalam kehidupan kita, jagalah hati agar kesombongan diri tidak datang, dan hendaklah ilmu yang kita punya justru kita manfaatkan untuk menggapai kerendahan hati sehingga syaitan tidak mempunyai peluang untuk masuk ke dalam hati.

    ReplyDelete
  52. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setan selalu berusaha untuk menggoda manusia karena memang inilah tugasnya. Kita sebagai manusia hendaknya selalu berusaha untuk berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk. Salah satu cara untuk melindungi diri kita dari setan adalah dengan ilmu. Manusia diperintahkan untuk selalu berusaha mencari ilmu sepanjang hayatnya. Dengan ilmu yang dimiliki maka manusia dapat mengalahkan setan, termasuk dengan ilmu matematika. Bahkan setan pernah berkata bahwa dirinya lebih mudah untuk menggoda ahli ibadah daripada orang yang berilmu.

    ReplyDelete
  53. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tabiat utama setan adalah selalu menggoda manusia untuk berbuat kemaksiatan, kerusakan, kemungkaran bahkan kemusyrikan. Setan menggoda setiap orang tanpa mengenal jabatan, status, jenis kelamin, tempat tinggal dan lain sebagainya. Tak terkecuali para penuntut ilmu. Namun sesungguhnya ilmu, akal adalah sarana bagi kita untuk mengenal Tuhan dan semakin meyakini akan kuasaNya. Sehingga semakin kita mendalami keilmuan kita, misalnya matematika maka seharusnya bertambahlah pemahaman dan keyakinan kita akan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  54. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menarik sekali elegi ini. Syaitan telah berjanji akan mencari pasukan yaitu manusia, manusia yang tergoda oleh bujuk rayuannya. Sifatnya yang selalu menggoda manusia ini hanya mampu dilawan dengan ilmu. Orang yang berilmu pastinya mampu berpikir kritis terkait hal-hal yang terjadi, seperti pada elegi ini setan selalu menggoda manusia mulai dari menakuti dengan suaranya, digoda dengan harta, wanit cantik dll namun semua hal tersebut dapat kita lawan dengan keimanan kita. Orang yang beriman berarti adalah orang yang berilmu, ia tau mana yang hak dan mana yang bathil. Ilmu disini juga dapat berarti ilmu matematika , dan orang yang memiliki ilmu matematika dapat disebut jga matematikawan.

    ReplyDelete
  55. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa. Setinggi apapun ilmu dan kedudukan orang, dia tidak lepas dari goadaan setan untuk berbuat dosa. Enyah kesalahan tersebut disengaja atau tida disengaja, sadar atau tidak sadar. Dosa manusia jika divariabelkan suatu variabel, missal X. Maka sebagai manusia sudah seharusnya ikhtia dan istigfar dengan sungguh-sungguh sampai tak terhingga, sehingga jika X dibagi tak hingga akan menghasilkan nol.

    ReplyDelete
  56. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Seseorang yang berbuat dosa namun tidak pernah sadar diri dan beristigfar, maka tidak ada pembagi bagi dosanya yang bervariabel X. Padahal kita belum tahu berapa nilai X kita, maka jika tidak ada usaha istigfar alias nol usahanya, maka jika X dibagi nol akan mendekati tak hingga. Dosa akan mendekati tak terhingga yang menyebabkan setan menguasai dirinya.

    ReplyDelete
  57. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dalam matematika proses berpikir luas dan dalam diperlukan mengingat ilmu matematika adalah ilmu yang luas dan dinamis. Akan tetapi dalam ilmu matematika yang penting adalah pola pikir. Matematika mengajarkan kita untuk mempunyai pola pikir aktif, kreatif inovatif dan kritis. Inilah yang diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga sesungguhnya ketika kita belajar matematika, kita juga sudah belajar berfilsafat. Karena Matematika bagian dari filsafat ditinjau dari obyek filsafat itu sendiri yang menyatakan bahwa obyek matematika adalah yang ada dan yang mungkin ada. Dalam Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan ini diisyaratkan bahwa terdapat perlawanan antara ego dengan berproses dalam filsafat. Matematikawan sebagai orang yang sedang berfilsafat dan Syetan adalah egonya. Diakhir cerita Syetan akhirnya kabur dan tidak mengganggu matematikawan. Bisa disimpulkan bahwa adab berpikir matematikawan yang begitu luas dan dalam sehingga dapat meleburkan pernyataan-pernyataan dari Syaitan menjadi sesuatu pemikiran yang baru. Dan dengan pemikiran itulah bahwa akhirnya ego itu menjadi nol atau meluruh. Tentu saja cara berfikirnya selalu berpedoman dengan nilai-nilai spiritual yang dalam elegi itu di simbolkan dengan memanjatkan doa.
    Ilmu apapun yang telah dan sedang kita pelajari insya Allah akan berguna dalam kehidupan kita kelak, asalkan kita bisa selalu rendah hati. Mari kita manfaatkan ilmu yang kita miliki untuk menggapai kerendahan hati, sehinggan syaitan tidak berpeluang masuk ke dalam hati kita

    ReplyDelete
  58. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dengan membaca elegi ini, saya tersadar bahwa mencari ilmu termasuk mempelajari matematika dapat mengusir syetan. Karena, di dalam Al Qur’an pun menyuruh kita mencari ilmu sampai akhir hayat kita di mana saja kita berada. Maka dari itu, sungguh benar jika kita buta akan ilmu, maka dengan mudahnya syetan akan menyesatkan kita ke jalan yang salah. Maka dari itu, mencari ilmu dan selalu mengingat Allah akan mencegah kita terhasut oleh syetan.

    ReplyDelete
  59. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Membaca artikel ini, menarik sekali untuk mengetahui bagaimana cara matematikawan dalam mengusir syaitan. Elegi ini memperlihatkan matematikawan yang dimaksud sebagai seseorang yang berilmu dan mampu menggunakan akalnya, bahwa segala sesuatu dipikirkan dan diperkirakan telebih dahulu sehingga tak mudah goyah maupun terbujuk dan disesatkan oleh godaan syaitan. Elegi ini mengajarkan tentang keteguhan hati dan kerendahan hati dalam ilmu, memanfaatkan ilmu dalam ibadah, selalu mengharap ridho Allah SWT dalam doa.

    ReplyDelete
  60. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya mendapat pelajaran mengenai bagaimana matematikawan dapat mebgusir syaiton, disini adalah wujud dari penggunaan ilmu yang baik dari seseorang. Ketika menggunakan ilmu, haruslah kita memiliki pemahaman yang cukup oleh karena itu diperlukannya pencarian ilmu yang terus menerus agar pemahaman kita dapat meningkat. Selain itu haruslah kita menggunakan ilmu untuk hal yang baik, dan memanfaatkannya sebaik mungkin tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga kepentingan orang banyak.

    ReplyDelete
  61. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Matematika adalah ilmu yang membuat pola pikir kita berkembang menjadi terbuka, kreatif, kritis, dan logis. Segala hal tersebut dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Jika dalam kehidupan sehari-hari manusia memiliki pola pikir yang baik, tidak akan mudah bagi pengaruh buruk (syaitan) untuk memasuki diri.
    Pada dasarnya, Ilmu apapun yang kita pelajari akan sangat berguna bagi kehidupan kita. Mari kita manfaatkan ilmu yang kita miliki untuk menggapai ridho-Nya, sehingga syaitan sulit dan bahkan tidak dapat masuk ke dalam diri kita.

    ReplyDelete
  62. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Yang dapat saya pahami dari postingan ini bahwa dengan matematika kita dapat mengusir syaitan bukanlah dalam arti harfiah. Namun dengan berpikir rasional dan memanfaatkan waktu kita untuk menimba ilmu yang bermanfaat serta diiringi dengan doa meminta perlindungan dari Allah SWT kita akan terhindar dari perbuatan sia-sia dan maksiat yang sering dibisikkan oleh syaitan.

    ReplyDelete
  63. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik sekali elegi diatas prof. Godaan syaitan yang paling berat ketika manusia dalam keadaan sendiri. Maka disarankan seseorang untuk mengisi kesehariannya dengan kegiatan positif, sehingga manusia fokus berkegiatan positif, sehingga meminimalisir kegiatan negatif. Salah satu kegiatan positif adalah bermatematika, jika kita fokus bermatematika maka setanpun akan mikir-mikir untuk mengganggu.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Iman dan ilmu merupakan dua hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia untuk membentengi dirinya dari hal-hal yang tidak baik. Tanpa memiliki iman, spiritual seseorang akan sangat hampa, hati akan terasa gersang, dan tidak akan menemukan ketentraman dalam hidupnya. Seperti ungkapan yang sering kita dengar bahwa ilmu tanpa agama sama dengan buta, dan agama tanpa ilmu sama dengan lumpuh. Oleh karena itu, perkuat iman kita masing-masing dan jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  65. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Di dunia ini terdapat aura positif dan aura negatif. Aura negatif merupakan aura yang diberikan oleh sesuatu yang tidak baik seperti dipengaruhi oleh syaitan dimana tugas mereka adalah untuk menggoda manusia untuk melakukan hal yang keji. Seorang matematikawan akan terhindar atau dapat mengusir syaitan jikaa mereka memberikan ilmu dan memperoleh ilmu dengan keikhlasan hati dan tidak selalu mengandalkan logika saja ketika mengambil sebuah keputusan. Selain itu juga selalu tawaddu’ atas ilmu yang diperolehnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  66. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berdasarkan elegi diatas dikatakan bahwa sejatinya ilmu dapat menghindarkan dari pengaruh negatif. Sepertiyang ada pada tulisan diatas, seorang matematikawan mampu mengusir setan dengan memanfaatnkan ilmu yang ia miliki. Mungkin awalnya ia tidak mempunyai niat untuk mengusir setan, namun berkat ilmunya, ia terhindar dari tipudaya setan. Tak salah jika ada pepatah mengatakan “tuntutlah ilmu walau sampai negeri cina” karena memang benar bahwa dengan ilmu, manusia dapat terhindar dari hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia tidak terlepas dari godaan, itu sudah menjadi ketetapan. Itulah uniknya sekaligus menjadi tantangan berat. Namun yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara kita aagar dapat menghadapi dan melewati godaan tersebut. Seperti Matematikawan yang diganggu setan, karena Matematikawan cerdas dan beriman, setan pun kelabakan. Setiap godaan pasti ada cara untuk mengatasinya. Oleh karena itu, ilmu sangat diperlukan agar kita bisa menghadapi rintangan kehidupan. Selain itu, doa dan iman kita kepada Allah Swt, keikhlasan dan sikap rendah diri juga sangat diperlukan agar kita berada di jalan yang lurus dan diridhoi, dan jangan berlaku sombong atas apa yang kita miliki, termasuk ilmu. Karena sombong adalah sifat setan, dan mereka menyukai orang-orang yang berlaku sombong.

    ReplyDelete
  68. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Orang yang serius dalam menuntut ilmu tidak akan tergoda oleh apapun. Seperti yang digambarkan dalam elegi bagaimana matematikawan dapat mengusir syaitan. Dalam elegi ini menceritakan seorang Matematikawan yang selalu menggunakan akalnya untuk mengaitkan segala macam godaan yang syaitan berikan. Hal tersebut mencerminkan bahwa betapa tekun dan seriusnya matematikawan dalam mempelajari ilmu matematika dan diapun tidak pernah lupa memanjatkan doa sebelum dan setelah belajar sehingga syaitan tak kuasa lagi dalam menggodanya.

    ReplyDelete
  69. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel yang telah Bapak share kepada kami. Sama seperti yang sudah berkomentar sebelumnya, ketika kita sudah yakin akan suatu hal maka kita tidak akan tergoda untuk hal yang lain. namun jika kita belum memantabkan hati kita maka kita akan dengan mudahnya tergoda dengan yang lain. Manusia tidak terlepas dari godaan, itu sudah menjadi ketetapan. Itulah uniknya sekaligus menjadi tantangan berat. Namun yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara kita aagar dapat menghadapi dan melewati godaan tersebut. Seperti Matematikawan yang diganggu setan, karena Matematikawan cerdas dan beriman, setan pun kelabakan. Setiap godaan pasti ada cara untuk mengatasinya. Oleh karena itu, ilmu sangat diperlukan agar kita bisa menghadapi rintangan kehidupan. Selain itu, doa dan iman kita kepada Allah Swt, keikhlasan dan sikap rendah diri juga sangat diperlukan agar kita berada di jalan yang lurus dan diridhoi, dan jangan berlaku sombong atas apa yang kita miliki, termasuk ilmu. Karena sombong adalah sifat setan, dan mereka menyukai orang-orang yang berlaku sombong.

    ReplyDelete
  70. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Tidak hanya melawan syaitan yang membutuhkan ilmu, bahkan untuk hidup di dunia, manusia tentunya membutuhkan ilmu. Karena dengan ilmu yang dimiliki seseorang akan mampu berbuat dan bertindak sesuai dengan tingkat keilmuannya. Ilmu yang dimiliki wajib diamalkan agar bermanfaat dan setiap amal perbuatan harus dilakukan menggunakan ilmu. Begitu pula dengan mengusir syaitan, pada akhirnya syaitan pergi sebab si matematikawan telah mengamalkan ilmunya, dari mulai berpikir logis dan kreatif hingga berdoa kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  71. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Elegi ini memperlihatkan matetikawan sebagai orang yang berilmu dan mampu menggunakan ilmunya, karena dengan ilmu yang dimiliki dia tidak mudah terkena bujuk rayu setan. Ternyata setan itu dapat diusir dengan kecerdasan dan doa yang kita panjatkan kepada Allah

    ReplyDelete
  72. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Awal ketika saya membaca judul elegi ini saya sangat tertarik "Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?". Setelah saya membacanya, saya mendapatkan bahwa seorang matematikawan itu logis dan analitik. Ketika syaitan mengatakan 1 kalimat, matematikawan itu menjabarkannya dalam banyak hal dengan logika dan ilmu matematikanya sehingga syaitan tersebut justru binggung.

    ReplyDelete
  73. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Jika kita cermati kalimat terakhir matematikawan tersebut "Ahhh...dasar syaitan...ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah...amiiin." Memperlihatkan bahwa sesungguhnya sepintar apa pun ilmu dunia seseorang, jika tidak diimbangi dengan Ilmu agama dan keimanan kepada Allah maka tidak ada gunanya. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa matematikawan tersebut dapat mengusir syaitan tersebut pun karena Allah.

    ReplyDelete
  74. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi yang sangat menarik. Luasnya pengetahuan matematikawan dalam elegi di atas yang kemudian dibarengi dengan doa-doa ternyata mampu mengusir setan yang sedang menggoda dirinya. Bagi saya, ini sebuah pertanda bahwa hidup kita dan matematika letaknya sangat dekat. Kapanpun dan kemanapun kita melangkah, kita akan selalu menemui matematika. Banyak siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit dan menanyakan mengapa kita perlu mempelajari matematika, toh hanya beberapa ilmunya saja yang berguna. Dari elegi ini pertanyaan para siswa itu terjawab. Para siswa menganggap matematika sulit karena belum sepenuhnya menyadari bahwa sebenarnya matematika itu sangat melekat di hidup mereka, bahkan juga ada di kehidupan syaitan yang bukan anggota dunia manusia lagi.

    ReplyDelete
  75. Aji Pangestu
    15301241009
    S1 Pendidikan Matematika I 2015
    Dari elegi ini, saya menangkap bahwa dengan kita memanfaatkan ilmu yang kita peroleh dengan baik, maka kita akan dapat terhindar dari hal yang tidak baik.

    ReplyDelete