Oct 19, 2011

Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?




Oleh Marsigit

Syaitan:
Uhiiihhhhh....suaraku melengking...

Matematikawan:
Melengking ditambah melengking sama dengan dua melengking.
Melengking dikurangi melengking sama dengan nol melengking.
Melengking kali melengking sama dengan melengking kuadrat.
Melengking pangkat melengking sama dengan melengking kali melengking dst sampai melengking kali.
Melengking dibagi melengking sama dengan satu
Melengking bersifat kontinu
Melengking yang diskret itu namanya mengikik
Melengking kalau digambar grafiknya melengkung
Melengking ....
...

Melengking kontinu ditambah melengking diskret hasilnya adalah melengking kontinu.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan lengkinganku malah asyik sendiri menganalisis secara matematika dari lengkinganku itu. Saya coba dengan produksiku suara aneh. Ugreas..graes sruttt.

Matematikawan:
Dengan mendengar suara aneh itu maka aku sekarang mempunyai ide atau menemukan Konsep Bilangan Aneh. Berikut akan saya uraikan beberapa sifat, relasi dan operasi yang mungkin terjadi pada Bilangan Aneh.
Bilangan Aneh jangan disamakan dengan Bilangan Ganjil
Bilangan Aneh ditambah Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikurangi Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikali Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dibagai Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dipangkatkan dengan Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Identitas
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Invers
...
...
Sistem Bilangan Aneh bersifat isomorphis dengan Sistem Bilangan Bulat.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan suaraku yang aneh malah asyik sendiri menganalisis secara matematis suaraku yang aneh ini. Saya coba dengan bentukku yang menyeramkan.

Matematikawan:
Bentuk yang menyeramkan jika digeser juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika diputar juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika dicerminkan menurut sumbu datar maka akan diperoleh bayangan dengan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung panjang kelilingnya.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung luasnya.
...
...
...
Bentuk yang menyeramkan berdimensi tiga dapat dihitung volumenya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan bentukku yang menyeramkan malah asyik sendiri menganalisis secara matematis bentukku yang menyeramkan. Saya coba dengan mendatangkan temanku yang jumlahnya banyak sekali.

Matematikawan:
Dalam matematika, jumlah yang banyak sekali dapat ditafsirkan bermacam-macam. Dia bisa himpunanbilnagn terbuka, dia bisa bilangan infinit, dia bisa menuju limit, dia bisa tak terhingga, dia bisa transenden, dst.
Banyak sekali ditambah banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali dikali banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali pangkat banyak sekali adalah banyak sekali.
...
...
...
Banyak sekali jangan disamakan dengan besar sekal.

Saitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan temanku yang banyak sekali malah menganalisis konsep banyak sekali ditinjau dari sisi matematika. Akan saya tunjukan bahwa saya bisa menghilang dan berubah bentuk.

Matematikawan:
Kata dasar dari menghilang adalah hilang. Kata bentukannya bisa menghilang, dihilangkan, atau menghilangkan. Dalam matematika dikenal metode menghilangkan atau eliminasi, misalnya menghilangkan variabel di ruas kiri pada penyelesaian suatu persamaan. Yang setara dengan metode menghilangkan adalah metode substitusi. Yang bisa hilang tidak hanya variabel, tetapi juga tanda-tanda bilangan dan tanda-tanda akar. Tanda akar kuadrat suatu bilangan akan hilang jika akar kuadrat dari bilangan itu kita kuadratkan. Jika diekstensikan artinya maka menghilang bisa dimengerti sebagai kosong. Tetapi kosong itu belum tentu nol, karena nol itu bilangan dan jelaslah tidak kosong. Jika hutangku negatif ternyata dapat dimengerti sebagai tidak punya hutang. Perihal perubahan bentuk dalam matematika dapat saya terangkan demikian. Bangun-bangun geometri baik datar, lengkung maupun dimensi tiga dapat berubah bentuknya jika dikenai perlakuan misalnya dengan translasi. Ada bermacam-macam translasi misalnya dilatasi, rotasi, dan refleksi...atau gabungan dari dua atau ketiganya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan kemampuanku dapat menghilang malah pamer tentang penggunaan konsep hilang dalam matematika. Dia malah menerangkan teori perubahan bentuk dengan translasi. Sekarang akan saya goda dengan WANITA CANTIK.

Matematikawan:
WANITA adalah sebuah kata terdiri dari enam huruf yaitu W, A, N, I, T, A
WANITA dengan unsur-unsur hurufnya yang ada dapat dibentuk kata yang lain dengan komposisi huruf yang sama seperti:WANIAT, WANAIT, WAANIT, AWANIT, WANTIA, WATNIA, WTANIA, dst.
...
...
CANTIK adalah sebuah kata yang terdiri dari enam huruf yaitu C, A, N, T, I, K
...
dst


Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan WANITA CANTIK...malah menganalisis secara matematis komposisi huruf yang terdapat di kata-kata itu. Saya coba dengan godaan Barang Mewah

Matematikawan:
Sebuah Barang Mewah terdiri dari komponen dasar A, B, C, D dan E. Diketahui harga komponen A adalah 35 %, komponen B adalah 30 %, komponen C adalah 25%, komponen D adalah 8%, dan komponen E adalah 2%. Komponen E berharga Rp 2 juta. Jika akan diproduksi 1000 buah Barang Mewah maka tentukan berapa biaya keseluruhan? Perhitungannya adalah sebagai berikut:...

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan Barang Mewah...malah menganalisis secara matematis komponen barang mewah, membuat soal cerita dan asyik menghitungnya. Hai matematikawan jangan sok pintar engau didepanku...sehebat-hebat rasional pikiranmu tidaklah akan mampu memikirkan seluruh diriku. Ketahuilah bahwa ada bagian dari diriku itu yang bersifat irasional.

Matematikawan:
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p per q dimana p bulat, q bulat dan q tidak sama dengan nol. Sedangkan bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak demikian. Tentulah semua bilangan bulat adalah bilangan rasional. Sedangkan contoh dari bilangan irrasional adalah bilangan phi, bilangan e, akar dua, dst. Kalau hanya bicara bilangan rasional atau irrasional dalam matematika itu hal biasa. Padahal masih ada lagi yang akan saya uraikan yaitu bilangan imaginer. Bilangan imaginer adalah...kalau saya berusaha menarik akar dari bilangan negatif misalnya akar dari bilangan minus satu maka saya akan peroleh bilangan imaginer.

Syaitan:
Sialan tenan matematikawan itu. Saya pameri sifatku yang irrasional malah berteori tentang bilangan rasional dan irrasional. Dia malah pamer bilangan imaginer segala. Hai matematikawan...apakah engkau tidak tahu bahwa saya sudah mulai marah? Ketahuilah bahwa saya itu bukan syaetan biasa.Saya itu syaitan dengan pangkat yang tinggi..tahu?

Matematikawan:
Ada bermacam-macam bilangan berpangkat itu. Ada bilangan berpangkat bilangan bulat, bilangan berpangkat bilangan pecah, ada juga bilangan berpangkat tak sebenarnya. Hehe...asal tahu saja engkau syaetan...berpangkat tak sebenarnya itu juga dapat diartikan mempunyai pangkat tetapi dengan cara tidak khalal. Saya ragu apakah pangkatmu itu khalal atau tidak?

Syaitan:
Sialan tenan orang itu...malah mempertanyakan dan meragukan pangkatku. Hai..orang yang mengaku matematikawan hebat...apa engkau tidak tahu bahwa aku mempunyai kemampuan masuk kedalam tubuh manusia?

Matematikawan:
Kemampuan syaitan masuk ketubuh manusia, di dalam matematika, dapat dianalogan dengan penggantian sebuah variabel dengan dengan konstanta. Dalam matematika konstanta-konstanta penyusup variabel bisa juga berupa bilangan atau variabel yang lain. Jika yang menyusupi atau yang menggantikan variabel adalah juga variabel maka keadaannya persis manusia yang kesurupan syaitan, tetapi dengan catatan bahwa variabelnya bersifat jelek seperti halnya sifat dirimu. Kejadian demikian banyak ditemukan pada pembicaraan tentang fungsi komposisi...dimana variabelnya bahkan bisa berupa fungsi. Untuk matematika tingkat rendah itu namanya substitusi. Maka sederhana saja untuk memahami secara matematis perihal kemampuanmu masuk ke dalam tubuh manusia.

Syaitan:
Kurangajar tenan...dia malah kelihatannya mengetahui rahasiaku.Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi... hai...yang mengaku matematikawan sejati...jika engkau betul-betul mengaku sebagai matematikawan...cobalah kalau bisa hitunglah dosa-dosaku dan hitunglah amal-amalmu?

Matematikawan:
Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa. Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan...itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni. Na'u dzubillah himindzalik. Sedangkan sebesar-besar pahala adalah bagi orang beriman yang ikhlas. Setinggi-tinggi derajat manusia didunia masih kalah tinggi dengan orang yang ikhlas. Itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan besar betapapun jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan Satu itu Esanya Tuhanku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. Amiin

Syaitan:
Ooo...ohhh kurangajar...dengan matematikamu ternyata engkau bisa menguraikan jumlah dosa dan jumlah pahala...malah engkau itu bisa mengaji. Oh..kenapa badanku terasa panas sekali? Aku tak tahan...oh jangan...jangan...wahai sang matematikawan...aku telah bertobat...tidak...tidak...jangan bakar tubuhku....tidak...tidak...aku pergi...pergi...pergi...Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku... panas... pergi...pergi...

Matematikawan:
Ahhh...dasar syaitan...ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah...amiiin.

19 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam melakukan sesuatu kegiatan kita harus fokus termasuk ketika belajar. Dengan berfokus dapat membuat kita tidak menghiraukan godaan dari luar seperti rasa malas dan teman-temannya. Kemudian yang penting juga adalah berdo’a kepada Allah SWT. Seperti yang dilakukan oleh matematikawan. Kita sangat perlu berdo’a meminta untuk dijauhkan dari godaan syaitan oleh Allah SWT. Karena Allah lah yang maha mengehendaki segala sesuatu terjadi. Semoga kita dikehendaki menjadi orang yang selalu terjaga dari tipuan syaitan yang terkutuk aamiiin...

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dari elegi ini dijelaskan tentang unsur-unsur matematika. Pertama tentang aturan operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dan lain-lain. Kedua metode eliminasi dan substitusi untuk menyelesaikan persamaan dua variabel baik linier maupun kuadrat, dan juga tentang himpunan. Dijelaskan juga ada bilangan rasional dan irrasional.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebagai manusia yang ada dimuka bumi ini tak lepas dari yang namanya salah dan khilaf. Karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf.
    Hingga sengaja atau tak sengaja, disadari atau tidak disadari. Banyak sekali dosa yang manusia perbuat.
    Sehingga dosa yang kita lakukan dapat kita sebut sebagai X, karena manusiapun tak tahu seberapa besar dan seberapa banyak dosa yang telah diperbuat, yang terpenting yang harus dilakukan manusia adalah dengan yang dengan usaha memperbaiki tak hingga sehingga tak lain merupakan usaha untuk mengapai nol. Karena X dibagi tak hingga bernilai nol.

    ReplyDelete
  4. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Di elegi ini apapun yang dikatakan syaitan selalu dapat dipatahkan oleh seorang matematikawan. Untuk dapat mengusir syaitan maka kita perlu menggunakan rasio kita atau logika kita.Dengan demikian syaitanpun tidak akan berani menggoda kita. Dengan kata lain, orang yang berilmu dan mau berpikir dapat mengatasi semua godaan yang ada. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

    ReplyDelete
  5. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika tidak hanya memiliki sifat matematikanya saja, tetapi sifat matematika ternyata dapat ditemukan dalam bermilyar-milyar sifat yang lain. Nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam matematika, menjadikan pemahaman mengenai matematika akan semakin luas dan syarat akan pesan-pesan moral. Berpikir matematika tidak hanya dalam lingkup dunia matematika tetapi juga berpikirlah matematika yang berfilosofis dan terapkan dalam berbagai dimensi kehidupan kita. Insyallah dengan berpikir matematika yang memiliki akar-akar filosofi yang kuat serta dengan memegang teguh pedoman dan prinsip-prinsip hidup berupa tuntunan dariNYA. Maka kita akan senantiasa terhindar dari berbagai tipu muslihat syaitan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam lembah kenistaan.

    ReplyDelete
  6. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Tidak hanya terbatas pada matematikawan, semua ruh manusia menghuni dimensi yang lebih tinggi dari syetan. Jika manusia mencapai pengenalan terhadap tuhannya maka ia sudah bisa mencapai pada dimensi ruh dan tidak pada dimensi jasad lagi. Disitu ia bisa lebih mengendalika dirinya sebagai manusa yang perkasa, jangan kan hanya mellawan syaiton.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika bisa saja dianalogikan ke hal-hal yang bersifat spiritual. Seperti yang sudah diuraikan dalam elegi ini, apabila kita melakukan dosa sebanyak X lalu bertaubat dan memohon ampun sebanyak tak hingga jika dianalogikan dengan perhitungan matematika maka X dibagi dengan tak hingga akan menghasilkan nilai nol yang dianalogikan sebagai banyak dosa karena Allah telah menghapus dosa-soda kita melalui taubat-taubat yang kita lakukan. Akan tetapi apabila kita melakukan dosa sebanyak tak hingga tetapi kita tidak melakukan taubat dan tidak memohon ampun sama sekali jika dianalogikan dengan perhitungan matematika juga maka tak hingga dibagi nol akan menghasilkan tak hingga yang dianalogikan sebagai dosa yang telah dilakukan tidak akan diampuni oleh Allah karena tidak melakukan taubat. Dan sebanyak-banyak orang melakukan ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas akan menuju ke ridho Allah yang Esa atau satu yang dianalogikan dengan bilangan berapapun apabila dipangkatkan nol akan menghasilkan nilai 1.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016


    dari elegi ini dapat kita pahami bahwa mengganggu seseorang denga pemikiran yang lebih maju hanya akan sia-sia. mereka tidak bisa diganggu karena pemikiran mereka yang senantiasa melakukan proses berpikir sehingga konsentrasinya hanya tertuju pada apa yang dipikirkan. mereka lebih cenderungg untuk mempertimbangkan sesuatu itu baik atau buruk untuknya.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini mengisahkan bagaimana matematikawan terus digoda oleh syaitan dengan berbagai cara namun syaitan menyerah dengan yang terus diperbuat matematikawan dimana segala godaan syaitan dianalisis secara matematis. Analisis yang dimaksud menyiratkan bahwa segala macam perbuatan yang dilakukan pasti akan ada pertanggungjawabannya baik itu di dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas sungguh menarik. Syaitan tak akan berhenti mengganggu dan menggoda manusia, karena hal tersebut adalah misi utama syaitan. Dari elegi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, kita harus terus semangat dan berusaha melawan syaitan. Syaitan di sini dapat diartikan sebagai masalah-masalah pendidikan baik yang berasal dari sendiri (kemalasan, prasangka buruk, rendah diri, dll) maupun lingkungan. Dalam menghadapi godaan masalah-masalah pendidikan ini diperlukan adanya kesungguhan niat yang diimbangi dengan usaha. Kita jangan larut dalam permasalahan yang ada, justru kita hendaknya termotivasi untuk terus mencari jalan keluar. Olah karena itu, kita dapat mencontoh tokoh matematikawan dalam elegi di atas, di mana ia tidak mudah tergoda setan (problem) bahkan dapat melawannya.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Semua dosa yang manusia perbuat di dunia ini tak ada yang bisa menghitungnya, sehingga bisa kita misal,kan dengan X.
    Banyak sekali ditemui manusia yang tak sadar akan dosa yang sudah diperbuat. Sehingga tak ada usaha yang dilakukan untuk dapat menebusnya.
    Jika manusia tahu dosa X dibagi dengan tanpa usaha atau usaha nol makan hasilnya tak hingga.
    Sehingga manusia yang melakukan dosa akan tetapi tidak pernah berusaha untuk memperbaiki dosanya akan mendekati tak hingga.

    ReplyDelete
  12. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini menceritakan bahwa ilmu matematika dapat dikaitkan atau diibaratkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana hidup yang sesungguhnya , dimana sifat syaitan yang slalu menggoda dan menghasut manusia. Dengan berbekal ilmu matematika dengan cara mengumpamakan dapat menghindari hasutan-hasutan syaitan. Perlu diketahui bahwa, setinggi-tinggi derajat manusia di dunia masih kalah tinggi dengan orang beriman yang iklhas. Menunut ilmu sama dengan beriman sehingga perumpanaan tersebut adalah orang yang belajar dengan hati yang dikhlas bukan karena tuntutan. Ketika kita merasa sombong dengan ilmu yang dimiliki, istigfarlah, semua yang dimiliki akan kembali kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Syaitan itu identik dengan hal yang buruk, Keburukan itu identik dengan kekacauan dan kesesatan. Dari elegi di atas dapat dimaknai bahwa orang yang berilmu tidak mudah tersesat dan dikacaukan hidupnya, karena dia memilki pegangan sebagai bekal hidup dan pedoman berpikir kritis. Hal ini tidak hanya berlaku pada bidang matemtika saja tetapi pada semua terapan ilmu.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Elegi yang sangat menarik dimana syaitan tidak dapat mengganggu matematikawan yang sedang berkonsentrasi dengan asiknya untuk mempelajari matematika, sehingga syaitan menjadi lari. Yang dapat saya pelajari dari elegi ini adalah perlunya keteguhan hati dalam mengamalkan ilmu kita agar ilmu apa pun yang kita pelajari berguna dalam kehidupan kita, jagalah hati agar kesombongan diri tidak datang, dan hendaklah ilmu yang kita punya justru kita manfaatkan untuk menggapai kerendahan hati sehingga syaitan tidak mempunyai peluang untuk masuk ke dalam hati.

    ReplyDelete
  15. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika dapat diaplikasikan ke dalam banyak hal, salah satunya yang berkaitan dengan akhirat. Matematika digunakan untuk menghitung amal dan khilaf manusia. Walaupun itu hanya hitungan manusia, bukan finalisasi akhir penghitungan amal dan khilaf. Bahkan syetanpun dapat dibuat binggung oleh matematika.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dengan matematika pun kita bisa mengusir syetan, mengapa karena maksud dari elegi ini adalah dengan adanay pengetahuan atau pendidikan kita maka kita bisa memberantas kebodohan, dan mbisa mencerdasakan kanak bangsa, sehingga tidak terpedaya oleh mitos-mitos yanag di bawa oleh syetan. jadi tepat lah iman dan ilmu itu harus selalau seimbang. Kita sebgaai manusia harus pintar dunia akhir.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dengan menjadi manusia yang memiliki akal, kita situntut untuk memilki pengetahuan. karena dengan ilmu pengetahuan, kita bisa berkembang seiring berjalannya zaman. syaitan banyak bentuknya, entah itu dalam diri kita atau di sekeliling kita, dan syaitan pada intinya dia ingin menyesatkan manusia. tidak terkecuali dalam menyesatkan dalam hal imu pengetahuan. karna itu banyak banyaklah membca buku agar kita memiliki bekal ilmu pengetahuan yang banyak agar terhindar dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tugas yang selalu dilakukan oleh syaitan adalah menggoda manusia ke jalan yang salah. Dari elegi ini terlihat syaitan sedang menggoda matematikawan. Namun tidak seperti harapan syaitan, matematikawan tidak tergoda segala bincangannya. Karena logika matematikawan jauh lebih kuat sehingga syaitan tidak mampu mengimbanginya. Oleh karena itu logika

    ReplyDelete
  19. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Dari artikel ini saya bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa matematikawan sejati akan selalu mampu untuk memecahkan persoalan, serumit apapun persoalannya dia akan bisa menyelesaikannya karena matematikawan sudah terbiasa menyelesaikan persoalan yang rumit. Itulah menurut saya hakikat dari matematikawan dapat mengusir syetan

    ReplyDelete