Oct 19, 2011

Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?




Oleh Marsigit

Syaitan:
Uhiiihhhhh....suaraku melengking...

Matematikawan:
Melengking ditambah melengking sama dengan dua melengking.
Melengking dikurangi melengking sama dengan nol melengking.
Melengking kali melengking sama dengan melengking kuadrat.
Melengking pangkat melengking sama dengan melengking kali melengking dst sampai melengking kali.
Melengking dibagi melengking sama dengan satu
Melengking bersifat kontinu
Melengking yang diskret itu namanya mengikik
Melengking kalau digambar grafiknya melengkung
Melengking ....
...

Melengking kontinu ditambah melengking diskret hasilnya adalah melengking kontinu.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan lengkinganku malah asyik sendiri menganalisis secara matematika dari lengkinganku itu. Saya coba dengan produksiku suara aneh. Ugreas..graes sruttt.

Matematikawan:
Dengan mendengar suara aneh itu maka aku sekarang mempunyai ide atau menemukan Konsep Bilangan Aneh. Berikut akan saya uraikan beberapa sifat, relasi dan operasi yang mungkin terjadi pada Bilangan Aneh.
Bilangan Aneh jangan disamakan dengan Bilangan Ganjil
Bilangan Aneh ditambah Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikurangi Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikali Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dibagai Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dipangkatkan dengan Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Identitas
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Invers
...
...
Sistem Bilangan Aneh bersifat isomorphis dengan Sistem Bilangan Bulat.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan suaraku yang aneh malah asyik sendiri menganalisis secara matematis suaraku yang aneh ini. Saya coba dengan bentukku yang menyeramkan.

Matematikawan:
Bentuk yang menyeramkan jika digeser juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika diputar juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika dicerminkan menurut sumbu datar maka akan diperoleh bayangan dengan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung panjang kelilingnya.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung luasnya.
...
...
...
Bentuk yang menyeramkan berdimensi tiga dapat dihitung volumenya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan bentukku yang menyeramkan malah asyik sendiri menganalisis secara matematis bentukku yang menyeramkan. Saya coba dengan mendatangkan temanku yang jumlahnya banyak sekali.

Matematikawan:
Dalam matematika, jumlah yang banyak sekali dapat ditafsirkan bermacam-macam. Dia bisa himpunanbilnagn terbuka, dia bisa bilangan infinit, dia bisa menuju limit, dia bisa tak terhingga, dia bisa transenden, dst.
Banyak sekali ditambah banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali dikali banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali pangkat banyak sekali adalah banyak sekali.
...
...
...
Banyak sekali jangan disamakan dengan besar sekal.

Saitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan temanku yang banyak sekali malah menganalisis konsep banyak sekali ditinjau dari sisi matematika. Akan saya tunjukan bahwa saya bisa menghilang dan berubah bentuk.

Matematikawan:
Kata dasar dari menghilang adalah hilang. Kata bentukannya bisa menghilang, dihilangkan, atau menghilangkan. Dalam matematika dikenal metode menghilangkan atau eliminasi, misalnya menghilangkan variabel di ruas kiri pada penyelesaian suatu persamaan. Yang setara dengan metode menghilangkan adalah metode substitusi. Yang bisa hilang tidak hanya variabel, tetapi juga tanda-tanda bilangan dan tanda-tanda akar. Tanda akar kuadrat suatu bilangan akan hilang jika akar kuadrat dari bilangan itu kita kuadratkan. Jika diekstensikan artinya maka menghilang bisa dimengerti sebagai kosong. Tetapi kosong itu belum tentu nol, karena nol itu bilangan dan jelaslah tidak kosong. Jika hutangku negatif ternyata dapat dimengerti sebagai tidak punya hutang. Perihal perubahan bentuk dalam matematika dapat saya terangkan demikian. Bangun-bangun geometri baik datar, lengkung maupun dimensi tiga dapat berubah bentuknya jika dikenai perlakuan misalnya dengan translasi. Ada bermacam-macam translasi misalnya dilatasi, rotasi, dan refleksi...atau gabungan dari dua atau ketiganya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan kemampuanku dapat menghilang malah pamer tentang penggunaan konsep hilang dalam matematika. Dia malah menerangkan teori perubahan bentuk dengan translasi. Sekarang akan saya goda dengan WANITA CANTIK.

Matematikawan:
WANITA adalah sebuah kata terdiri dari enam huruf yaitu W, A, N, I, T, A
WANITA dengan unsur-unsur hurufnya yang ada dapat dibentuk kata yang lain dengan komposisi huruf yang sama seperti:WANIAT, WANAIT, WAANIT, AWANIT, WANTIA, WATNIA, WTANIA, dst.
...
...
CANTIK adalah sebuah kata yang terdiri dari enam huruf yaitu C, A, N, T, I, K
...
dst


Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan WANITA CANTIK...malah menganalisis secara matematis komposisi huruf yang terdapat di kata-kata itu. Saya coba dengan godaan Barang Mewah

Matematikawan:
Sebuah Barang Mewah terdiri dari komponen dasar A, B, C, D dan E. Diketahui harga komponen A adalah 35 %, komponen B adalah 30 %, komponen C adalah 25%, komponen D adalah 8%, dan komponen E adalah 2%. Komponen E berharga Rp 2 juta. Jika akan diproduksi 1000 buah Barang Mewah maka tentukan berapa biaya keseluruhan? Perhitungannya adalah sebagai berikut:...

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan Barang Mewah...malah menganalisis secara matematis komponen barang mewah, membuat soal cerita dan asyik menghitungnya. Hai matematikawan jangan sok pintar engau didepanku...sehebat-hebat rasional pikiranmu tidaklah akan mampu memikirkan seluruh diriku. Ketahuilah bahwa ada bagian dari diriku itu yang bersifat irasional.

Matematikawan:
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p per q dimana p bulat, q bulat dan q tidak sama dengan nol. Sedangkan bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak demikian. Tentulah semua bilangan bulat adalah bilangan rasional. Sedangkan contoh dari bilangan irrasional adalah bilangan phi, bilangan e, akar dua, dst. Kalau hanya bicara bilangan rasional atau irrasional dalam matematika itu hal biasa. Padahal masih ada lagi yang akan saya uraikan yaitu bilangan imaginer. Bilangan imaginer adalah...kalau saya berusaha menarik akar dari bilangan negatif misalnya akar dari bilangan minus satu maka saya akan peroleh bilangan imaginer.

Syaitan:
Sialan tenan matematikawan itu. Saya pameri sifatku yang irrasional malah berteori tentang bilangan rasional dan irrasional. Dia malah pamer bilangan imaginer segala. Hai matematikawan...apakah engkau tidak tahu bahwa saya sudah mulai marah? Ketahuilah bahwa saya itu bukan syaetan biasa.Saya itu syaitan dengan pangkat yang tinggi..tahu?

Matematikawan:
Ada bermacam-macam bilangan berpangkat itu. Ada bilangan berpangkat bilangan bulat, bilangan berpangkat bilangan pecah, ada juga bilangan berpangkat tak sebenarnya. Hehe...asal tahu saja engkau syaetan...berpangkat tak sebenarnya itu juga dapat diartikan mempunyai pangkat tetapi dengan cara tidak khalal. Saya ragu apakah pangkatmu itu khalal atau tidak?

Syaitan:
Sialan tenan orang itu...malah mempertanyakan dan meragukan pangkatku. Hai..orang yang mengaku matematikawan hebat...apa engkau tidak tahu bahwa aku mempunyai kemampuan masuk kedalam tubuh manusia?

Matematikawan:
Kemampuan syaitan masuk ketubuh manusia, di dalam matematika, dapat dianalogan dengan penggantian sebuah variabel dengan dengan konstanta. Dalam matematika konstanta-konstanta penyusup variabel bisa juga berupa bilangan atau variabel yang lain. Jika yang menyusupi atau yang menggantikan variabel adalah juga variabel maka keadaannya persis manusia yang kesurupan syaitan, tetapi dengan catatan bahwa variabelnya bersifat jelek seperti halnya sifat dirimu. Kejadian demikian banyak ditemukan pada pembicaraan tentang fungsi komposisi...dimana variabelnya bahkan bisa berupa fungsi. Untuk matematika tingkat rendah itu namanya substitusi. Maka sederhana saja untuk memahami secara matematis perihal kemampuanmu masuk ke dalam tubuh manusia.

Syaitan:
Kurangajar tenan...dia malah kelihatannya mengetahui rahasiaku.Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi... hai...yang mengaku matematikawan sejati...jika engkau betul-betul mengaku sebagai matematikawan...cobalah kalau bisa hitunglah dosa-dosaku dan hitunglah amal-amalmu?

Matematikawan:
Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa. Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan...itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni. Na'u dzubillah himindzalik. Sedangkan sebesar-besar pahala adalah bagi orang beriman yang ikhlas. Setinggi-tinggi derajat manusia didunia masih kalah tinggi dengan orang yang ikhlas. Itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan besar betapapun jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan Satu itu Esanya Tuhanku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. Amiin

Syaitan:
Ooo...ohhh kurangajar...dengan matematikamu ternyata engkau bisa menguraikan jumlah dosa dan jumlah pahala...malah engkau itu bisa mengaji. Oh..kenapa badanku terasa panas sekali? Aku tak tahan...oh jangan...jangan...wahai sang matematikawan...aku telah bertobat...tidak...tidak...jangan bakar tubuhku....tidak...tidak...aku pergi...pergi...pergi...Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku... panas... pergi...pergi...

Matematikawan:
Ahhh...dasar syaitan...ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah...amiiin.

28 comments:

  1. Harumas Anom
    14301244013
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Syaitan tidak akan berhenti menggoda dan mengganggu manusia, karena hal tersebut adalah misi utama syaitan. Dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, kita harus terus semangat dan berusaha melawan syaitan. Syaitan di sini dapat diartikan sebagai masalah-masalah pendidikan baik yang berasal dari sendiri, maupun lingkungan. Dalam menghadapi godaan masalah-masalah pendidikan ini diperlukan adanya niat dan tanggung jawab yang diimbangi dengan usaha. Kita tidak boleh larut dalam permasalahan yang ada, justru kita hendaknya memotivasi diri untuk terus mencari jalan keluar.

    ReplyDelete
  2. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seseorang yang berilmu akan mampu mengatasi masalah-masalah yang ada dengan menggunakan ilmu yang telah didapat, maka dari itu seseorang yang berilmu akan mampu mengatasi godaan-godaan syaitan. Jadi tetaplah rendah hati, tidak boleh merasa puas akan ilmu yang didapat, sehingg adengan begitu memicu untuk orang belajar dan terus belajar yang berakibat dapat terhalang oleh godaan syaitan.

    ReplyDelete
  3. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Senang dengan perkataan matematikawan, “Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa”. Dia tidak sibuk menghisab dosa orang lain, tapi dia sibuk untuk menghisab dosa dirinya sendiri. Namun hal inilah yang sering kita lalaikan. Kita lebih mudah melihat kesalahan dan dosa orang lain tapi kita tidak introspeksi diri kita sendiri. Itulah butuhnya kesadaran diri dalam melakukan segala hal dan pentingnya seorang teman yang shaleh yang senantiasa mengingatkan kita ketika kita sedang melakukan maksiat.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini terlihat bahwa syaitan kebingungan ketika diberi jawaban oleh matematikawan. Dari elegi di atas kita belajar bahwa gunakan waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat seperti memperdalam ilmu matematika. Dengan kita belajar akan menambah pengetahuan yang kita miliki dan akan menjauhkan kita dari syaitan. Setiap celah kosong kita gunakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, niscaya syaitan akan jauh dari kehidupan kita.

    ReplyDelete
  5. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 20177

    Terimakasih Bapak atas postingannya. Saya sangat menikmati membaca postingan yang berjudul "Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?" ini. Dilihat dari judulnya saja sudah unik, begitupun juga dengan isinya. Saya sangat tertarik pada bagian Bapak menganalogikan dengan bilangan tak berhingga bagaimana dosa-dosa manusia jika ia bertobat dengan sungguh-sungguh dan bagaimana dosa-dosa syeitan walaupun ia bertaubat dengan sungguh-sungguh. Salah satu pesan yang saya dapat dari tulisan ini ialah cara terampuh untuk menjauhkan godaan syeitan dari diri kita yaitu dengan membaca doa (lafadz Allah) di setiap mengawali apapun kegiatan kita.


    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Postingan Bapak Marsigit diatas, menunjukkan bahwa seorang matematikawan dapat menterjemahkan aktivitas setan yang ghoib ke dalam ilmu matematika. Misalnya ketika setan masuk kedalam tubuh manusia, dianalogikan dengan penggantian variabel oleh konstanta. Kemampuan setan menghilang, diibaratkan metode menghilangkan atau eliminasi. Sifat irrasional setan, diibaratkan sifat bilangan rasional (phi, e, akar dua, dst). Semoga uraian tersebut dapat lebih meneguhkan pikiran dan hati kita, agar terhindar dari godaan syetan.

    ReplyDelete
  7. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Dari tulisan bapak, saya dapat menyimpulkan bahwa Allah menciptakan akal manusia ini bukan tanpa alasan, termasuk untuk mempelajari matematika. Karena sejatinya, ilmu-ilmu Allah itu dapat dinalar, sesuai dengan kemampuan manusia. Bahkan syaitan pun tidak dapat berpikir lebih jauh seperti menghitung dosa dan ampunan lebih jauh. Selain itu, matematika ternyata dapat dihubungkan dengan ilmu-ilmu lain, termasuk dengan agama. Dan jika dihubungkan, kita dapat menemui kehebatan hubungan ilmu-ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi... hai...yang mengaku matematikawan sejati.."

    Sudah jelas bahwa setan sungguh mencintai orang-orang yang tidak mau belajar. Oleh karena itu kita sebagai manusia yang dibekali akal pikir dan nurani sudah sepatutnya untuk terus belajar dengan tetap mengendalikan diri menggunakan hati.

    Yang ini, saya tertegun dengan yang ini. Betapa kehidupan saya yang tabu bisa dianalisis dan masuk akal, yang ini:
    "Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan...itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni"

    Terimakasih, terimakasih telah menebarkan ilmu

    ReplyDelete
  9. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof, selamat malam menuju tahun baru Islam. Semoga kita semua menjadi pribadi yang belih baik. aamiin.
    menarik untuk membaca tulisan Prof di atas. Dialog antara setan dan matematikawan disajikan menarik dan menggelikan tetapi tetap mengandung makna yang luas. Antara lain berbagai aktivitas matematika dapat kita analogikan dengan kehidupan kita, terlebih lagi dalam kehidupan beragama. Melalui elegi ini, kita disadarkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan pikiran kritis. Dengan ilmu pengetahuan, pikiran dan keimanan yang kita miliki, kita dapat terhindar dari perbuatan-perbuatan buruk. Maka penting bagi kita untuk terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan yang kita miliki sekaligus meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Seperti pada Elegi Menggapai Matematika yang Tidak Tunggal yang Prof. tulis sebelumnya, bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang tidak tunggal. Semuanya saling terkait satu dengan yang lainnya. Elegi di atas menceritakan bagaimana Syaitan dengan segala caranya menggangu seorang matematikawan. Namun, matematikawan tersebut masih teguh pendirian dan memiliki banyak jawaban sehingga membuat Syaitan tersebut mundur dan tidak lagi mengganggunya. Hal ini jika diibaratkan dalam kehidupan, ketika seseorang itu berilmu, maka ia akan menggunakan akal pikirannya untuk mencari tahu sesuatu hal, dan tidak mudah percaya akan suatu hal tersebut. Semakin memiliki banyak ilmu semakin banyak pula persoalan-persoalan yang dapat ia selesaiakan.

    ReplyDelete
  11. Nurika Miftahuljannah
    1770251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Terimakasih atas postingan Prof. tentang elegi bagaimana matematikawan dapat mengusir hal-hal buruk yang dapat membuat dosa manusia dalam hal ini adalah syeitan. Dengan membaca postingan ini saya menjadi mengerti bahwa matematika memiliki arti luas yang sangat berkaitan erat dengan dunia spiritual. Manusia adalah tempatnya salah dan dan dosa, sehingga kita jangan pernah menyerah untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam matematika memang nilai besar X jika dibagi sesuatu yang tak hingga hasilnya adalah nol. harapannya dosa besar X yang sudah kita lakukan mendapat ampunan dari Allah jika kita mohon ampun yang sebanyak-banyaknya. Namun, hanya Allah juga yang berhak secara absolut/ mutlak menentukan apakah dosa kita terampuni atau tidak.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Menambahkan dari koentar saya sebelumnya, agar dosa kita memiliki kemungkinan besar untuk diampuni yaitu dengan "ikhlas". Selain berdoa memohon ampun yang sebesar-besarnya, kita juga harus memperbaiki dari dalam segala hal dengan membawa kunci ikhlas. Melakukan kebaikan sekecil apapun jika kita ikhlas maka akan bernilai pahala yang sangat banyak, akan tetapi jika kita melakukan perbatan baik sebesar apapun jika kita tidak ikhlas maka tidak akan bernilai pahala. Na'u dzubillah himindzalik, semoga kita bukan diantaranya. Pahala besar yang kita dapatkan dari sebuah keikhlasan itu akan memberatkan amal baik kita sehingga amal baik akan lebih berat dari amal buruk kita. Sehingga besar harapan kita agar dosa-dosa yang telah kita lakukan mendapat ampunan-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang diantaranya yang mendapat ampunan dari Allah SWT. Aamiin
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Matematikawan memiliki pemikiran yang luas. Dia mampu mengamati dan memanfaatkan lingkungan sekitarnya dalam mengembangkan pengetahuannya. Sebenarnya-benarnya matematikawan adalah mereka yang mampu menerapkan prinsip matematika untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Prinsip matematika ‘berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol’ memberi makna bahwa manusia adalah makhluk yang tak luput dari dosa. Oleh karena itu manusia harus senantiasa memohon ampun kepada Tuhan YME yang tak berhingga banyaknya. Hukum-hukum matematika membimbing manusia untuk selalu mohon ampun kepada yang mahakuasa dan dijauhkan dari godaan syeitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  14. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Lagi-lagi saya terkagum dengan matematika yang bisa dikaitkan dengan hal-hal yang mungkin ada, tetapi sekarang menjadi ada. Pengetahuan baru lagi, matur suwun sanget nggih Pak.
    Bagaimana tidak terkagum? Matematikawan dengan berbagai konsepnya dapat mengusir syaitan. Bukan hanya matematikawan yang bisa mengusir syaitan, tetapi semua orang yang menggunakan akalnya, karena syaitan telah mengakuinya bahwa orang yang menggunakan akalnya tidak mudah tergoda, seperti Nabi Adam A.S. Jadi dapat diambil pelajaran dari elegi matematikan mengusir syaitan ini, yaitu sesungguhnya tidak ada yang perlu manusia takutkan kecuali Allah SWT. Dan tenanglah serta gunakan akal mu jika sedang menghadapai apapun. Karena sebenar-benar takut kepada selain Allah adalah godaan syitan. Maka, jika kita takut dan tidak memiliki ilmu, sama saja membuat syiatan senang dan bisa terjebak menjadi pengikutnya. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang menggunakan akal, supaya dijauhi oleh godaan-godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  15. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B

    ajaibb.. luar biasa... saya kagum pak.. sama semuanya... ini menjawab semua pertanyaan murid saya dulu ketika s1 pak. dy bertanya "umi, mengapa kita harus mempelajari matematika, kan matematika itu tidak ada di surga?" dia memang anak yang cerdas. dan ketika itu saya menjawab namun mungkin tidak sepuas jika dia membaca postingan ini. dengan sepenuh hati saya mohon izin untuk menshare alamat blog bapak tentang "Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?" ini di grup sekolah saya atau ke anak murid saya tersebut pak.. biar mereka mendapatkan jawaban yang lebih jelas.
    terimakasih pak.

    ReplyDelete
  16. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi ini mengajarkan kita bahwa untuk selalu menggunakan akal dan pikiran kita secara logika. Dengan cara menggunakan ilmu pengetahuan dalam kehidupan, ilmu dunia sebagai bekal kita menjalani kehidupan di dunia, dan menuntut ilmu agama juga sebagai perintah agama sebagai bekal kita di kehidupan di akhirat kelak. Sebagaimana syaitan yang selalu menggoda manusia dalam segala ruang dan waktu dan berbagai macam cara, maka orang beriman juga terancam dapat terpengaruh oleh godaan syaitan. Namun setinggi-tingginya orang berilmu tidaklah berkah jika tidak disertai dengan ikhlas. Untuk itu, ilmu penting dimiliki sebab dengan ilmu yang dimiliki seseorang senantiasa memikirkan segala hal sesuai logika sehingga semakin bertakwa dan dekat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?, pada elegi ini, menjelaskan bahwa matematikawan itu sukanya menganalisis sesuatu. Adanya masalah, gangguan ia akan mencoba menganalisis itu semua dan akan memecahkan masalah yang ada. Contoh dalam kehidupan jika ada godaan syeitan, matematikawan akan menganalisis godaan itu, dan akan mendapatkan pemecahan masalah, yaitu dengan berdoa kepada Allah SWT. Lagi lagi dalam elegi ini juga menyebutkan bahwa sehebat apapun kita, tetaplah membutuhkan bantuan Allah SWT. Jadi selalulah berikhtiar, meminta pertolongan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  18. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Matematikawan, disini saya melihat sebagai seorang manusia yang berilmu, sedangkan ada makhluk lain yaitu syaitan yang bertugas mengganggu manusia. Dari tulisan diatas, kita bisa agar tidak takhluk tehadap syaitan dengan mengunakan ilmu pengetahuan, walaupun syaitan akan terus mengganggu kita dari segala sisi. Namun dengan landasan ilmu pengetahuan yang kita miliki kita bisa enahan diri agar tidak mudah tergoda bujuk rayu syaitan. Itulah kenapa sebagai manusia kita dituntut untuk terus mencari ilmu.

    ReplyDelete
  19. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Matematika adalah ilmu yang mengajarkan kita untuk menggunakan akal. Dengan mempelajarinya, kita diharapkan tidak hanya dapat mengimplikasikannya dalam kehidupan di sekolah atau unit-unit pendidikan saja, tetapi juga kita diharapkan dapat mengimplikasikan ilmunya, baik yang tersirat maupun tersurat dalam kehidupan di masyarakat. Saya semakin tertarik membaca elegi ini ketika bapak mengaitkan antara konsep matematika dan spiritual, yaitu "...jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol". Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari dosa, baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Maka hendaknya kita segera mohon ampun dalam tiap sholat dan tiap doa kita agar diampuni dan terhindar dari godaan setan.

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas elegi yang sangat menarik. Hikmah yang bisa diambil yaitu serorang matematikawan akan mampu mengusir syaitan asalkan menngunakan ilmu yang dimilikinya dengan benar. Kemudian memohon pada Allah untuk dipermudah dalam menuntut ilmu dan dijauhkan dari godaan Syetan.
    Sehingga pada dasarnya Ilmu ini memulaiakan manusia dengan ilmu kita akan dipermudah untuk urusan dunia dan akhirat. ilmu apapun itu, namun tentunya yang uama ilmu syariah, namun tak terkecuali ilmu matematika. bahkan dengan ilmu bisa menghindarkan kita dari godaan syetan.
    Dari elegi ini kita juga belajar bagaimana matematikawan berjuang ikhlas dalam pikirnya yang ditunjukkan dengan sikap paham akan konsep matematika serta ikhlas hati yaitu senantiasa tawadhu pada Allah dan memohon perlindungan pada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu ikhlas pikir dan hati, diberi ke fahaman akan ilmu dan dijauhkan dari godaan setan. Aamiin ya robbal alamin.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang sangat menghibur. Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Saya belajar dari ulasan di atas terkait dengan perhitungan matematika yang menghubungkan dengan aspek spiritual. Manusia tidak dapat menjangkau perhitungan suatu amal yang sudah dikerjakan. Namun, hitungan Allah tentunya dapat berkali-kali lipat. Saya menyadari bahwa betapa Maha Pemurah Allah Sang Raja Semesta pada hamba-Nya. Dosa-dosa manusia bak seluas lautan yang membentang saja Allah mampu mengnolkannya. Saya selalu berharap limpahan rahmat-Nya ada pada diri ini. Aamiin. Saya merasa terus diingatkan untuk berlindung kepada-Nya dari godaan syaithan yang mana dengan mengucap lafaz ta'awudz.

    ReplyDelete
  23. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, Terimakasih prof. Marsigit atas artikel yang di berikan. Beberapa hikmah yang dapat saya tangkap adalah, 1) peran pentingnya akal yang diberikan Allah swt ternyata mampu menghilangkan sifat kemitosan seseorang. Ternyata ketika ia dihasut dan coba diganggu oleh syaitan, ia malah tidak takut dan bahkan melawannya dan mengkonversinya ke dalam ilmu matematika yang ia miliki, sungguh cerdas, karena ia melawan rasa takutnya dengan memanfaatkan cara kerja akal demi menggapai logos dan menjauhi mitos. 2)ibarat seseorang sedang dalam pengaruh atau gangguan syaitan, ketika ia mampu melawan rasa takutnya dengan mengingat Allah swt, maka syaitan lah yang akan bosan dan lelah mengganggu manusia itu sendiri. Tepat saya menulis komentar ini, adalah tepat adzan ashar berkumandang namun saya tetap mengetik kata demi kata karena takut jika terlalu lama menunda maka ide menulis komen untuk artikel ini menjadi lupa. Astaghfirullah, saya telah dikuasai oleh syaitan. Saya rasa cukup saja saya menulis komentar pada postingan ini, semoga Allah mengampuni saya yang telah mengindahkan panggilannya dan memilih menulis komentar ini, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  24. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dari elegy diatas bisa diambil pelajaran bahwa matematika bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Maka dari itu kita dituntut untuk kritis dan teliti dalam menata aspek apapun. Matematika mengajarkan kita untuk hidup secara teratur, terorganisasi. Berpikir sebelum bertindak, menggunakan logika dengan benar dan tidak sembarangan dalam bertindak. Matematika bisa mengusir syaitan kecerobohan, kesombongan terburu buru dan setan setan lainnya. Matematika adalah ratunya ilmu dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dapat digunakanuntuk pengetahuan lain. Cara berfikir matematika adala sistematis danrinci serta teratur dallam bekerja, pola yang membangun dengan cara yang sistematis.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Matematika merupakan ilmu yang mengajarkan kita untuk berpikir logis, sistematis, dan terstruktur. Saat seseorang menjadi matematikawan dia akan merasakan manfaat dari matematika menjadi gaya hidupnya atau dapat dikatakan saat mempelajari matematika akan banyak manfaat baik secara langsung maupun secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran kita seperti saat mengambil keputusan, dan memilih yang pada akhirnya kita akan menerima risiko. Risiko itu akan mengikuti setiap perjlananan dan keputusan yang kita ambil. Ketika pilihan benar maka kita dapat naik pada tahap berikutnya namun ketika salah janganlah menyerah namun sebaiknya memperbaikinya.

    ReplyDelete
  26. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Membaca judul “elegi bagaimana metematikawan dapat mengusir syaitan” sudah memberikan dorongan kami untuk mengetahui memang bagaimana cara mengusir syaitan ala matematikawan dan ternyata setelah di telusuri melalui tulisan Prof. memberikan kami pengetahuan bahwa syaitan tidak ada habisnya menggoda manusia sejakan zaman dulu hingga nanti zama akhir dan yang membedakan adalah bagaiman cara manusia menghadapi godaan tersebut. Dalam tulisan ini digambarkan seorang matematikawan memiliki cara yang unik dalam menghadapi godaan syaitan, matematikawan diidentikkan dengan seseorang yang memiliki pengetahuan dan ilmu oleh karenanya seorang matematikawan memiliki ide untuk menanggapi segala godaan setan dengan pemikiran yang positif sehingga membuat syaitan menjadi kesal. Contohnya ketika syaitan menggoda dengan wanita cantik, wanita memaang menjadi salah satu daya tarik kuat bagi para wan-wan dan tak terkecuali matematikawan. Namun, godaain ini dapat dengan mulur di tangkis oleh matematikawan dengan mengubah persepsi bahwa daeri kata wanita dapat di permutasikan menjadi berbagai susunan kata. Hal ini sebenarnya sederhana dalam matematika namun menjadi unik ketika di sandingkan dengan syaitan. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk dan keteguhan hati menghadapi godaan syaitan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  27. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Cerita seperti di atas dapat dijadikan inspirasi sumber belajar berupa bahan ajar di kelas khususnya pembelajaran matematika. Apalagi sekarang kita telah kurikulum 2013, yang mana bertujuan tidak hanya membangun kognitif anak, tetapi juga membangun afektif serta karakternya. Tidak hanya itu, dengan menyisipkan cerita-cerita menarik seperti di atas, dapat mengurangi paradigma negatif siswa terhadap pelajaran matematika yang selama ini paling sering ditakuti oleh siswa. Dan manfaat paling penting adalah dengan adanya cerita-cerita inspiratif seperti di atas tidak hanya membangun karakter siswa tetapi juga menjadi muhasabah diri bagi guru.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari elegi ini dapat dipahami bahwa salah satu cara untuk menghadapi godaan syaiton adalah dengan menggunakan akal pikiran yang jernih dan kritis. Akal pikiran yang jernih ini juga harus diimbangi dengan hati yang bersih. Akal dan pikiran harus selalu menjadi filter dalam setiap tindakan atau perbuatan, yakni dengan berpikir apakah yang kita lakukan baik menurut sesama dan menurut Tuhan. Jika kita pikiran kita mengatakan tidak baik, dan hati kita merasa ragu, sebaiknya kita segera meninggalkannya. Dengan demikian, kita akan terhindar dari godaan syaiton yang menyesatkan. Namun untuk dapat sampai level ini, tentu tidak mudah. Kita harus terus belajar untuk mengasah pikiran dan memiliki banyak ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun agama. Sementara itu kaitannya dengan hati, tentu salah satu cara untuk melatih dan membuatnya selalu bersih dan dinaungi keimanan yang kuat adalah dengan senantiasa berdoa.

    ReplyDelete