Oct 19, 2011

Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan?




Oleh Marsigit

Syaitan:
Uhiiihhhhh....suaraku melengking...

Matematikawan:
Melengking ditambah melengking sama dengan dua melengking.
Melengking dikurangi melengking sama dengan nol melengking.
Melengking kali melengking sama dengan melengking kuadrat.
Melengking pangkat melengking sama dengan melengking kali melengking dst sampai melengking kali.
Melengking dibagi melengking sama dengan satu
Melengking bersifat kontinu
Melengking yang diskret itu namanya mengikik
Melengking kalau digambar grafiknya melengkung
Melengking ....
...

Melengking kontinu ditambah melengking diskret hasilnya adalah melengking kontinu.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan lengkinganku malah asyik sendiri menganalisis secara matematika dari lengkinganku itu. Saya coba dengan produksiku suara aneh. Ugreas..graes sruttt.

Matematikawan:
Dengan mendengar suara aneh itu maka aku sekarang mempunyai ide atau menemukan Konsep Bilangan Aneh. Berikut akan saya uraikan beberapa sifat, relasi dan operasi yang mungkin terjadi pada Bilangan Aneh.
Bilangan Aneh jangan disamakan dengan Bilangan Ganjil
Bilangan Aneh ditambah Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikurangi Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dikali Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dibagai Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Bilangan Aneh dipangkatkan dengan Bilangan Aneh adalah Bilangan Aneh
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Identitas
Sistem Bilangan Aneh mempunyai Bilangan Aneh Invers
...
...
Sistem Bilangan Aneh bersifat isomorphis dengan Sistem Bilangan Bulat.

Syaetan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan suaraku yang aneh malah asyik sendiri menganalisis secara matematis suaraku yang aneh ini. Saya coba dengan bentukku yang menyeramkan.

Matematikawan:
Bentuk yang menyeramkan jika digeser juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika diputar juga akan dihasilkan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan jika dicerminkan menurut sumbu datar maka akan diperoleh bayangan dengan bentuk yang menyeramkan.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung panjang kelilingnya.
Bentuk yang menyeramkan dapat dihitung luasnya.
...
...
...
Bentuk yang menyeramkan berdimensi tiga dapat dihitung volumenya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan bentukku yang menyeramkan malah asyik sendiri menganalisis secara matematis bentukku yang menyeramkan. Saya coba dengan mendatangkan temanku yang jumlahnya banyak sekali.

Matematikawan:
Dalam matematika, jumlah yang banyak sekali dapat ditafsirkan bermacam-macam. Dia bisa himpunanbilnagn terbuka, dia bisa bilangan infinit, dia bisa menuju limit, dia bisa tak terhingga, dia bisa transenden, dst.
Banyak sekali ditambah banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali dikali banyak sekali adalah banyak sekali.
Banyak sekali pangkat banyak sekali adalah banyak sekali.
...
...
...
Banyak sekali jangan disamakan dengan besar sekal.

Saitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan temanku yang banyak sekali malah menganalisis konsep banyak sekali ditinjau dari sisi matematika. Akan saya tunjukan bahwa saya bisa menghilang dan berubah bentuk.

Matematikawan:
Kata dasar dari menghilang adalah hilang. Kata bentukannya bisa menghilang, dihilangkan, atau menghilangkan. Dalam matematika dikenal metode menghilangkan atau eliminasi, misalnya menghilangkan variabel di ruas kiri pada penyelesaian suatu persamaan. Yang setara dengan metode menghilangkan adalah metode substitusi. Yang bisa hilang tidak hanya variabel, tetapi juga tanda-tanda bilangan dan tanda-tanda akar. Tanda akar kuadrat suatu bilangan akan hilang jika akar kuadrat dari bilangan itu kita kuadratkan. Jika diekstensikan artinya maka menghilang bisa dimengerti sebagai kosong. Tetapi kosong itu belum tentu nol, karena nol itu bilangan dan jelaslah tidak kosong. Jika hutangku negatif ternyata dapat dimengerti sebagai tidak punya hutang. Perihal perubahan bentuk dalam matematika dapat saya terangkan demikian. Bangun-bangun geometri baik datar, lengkung maupun dimensi tiga dapat berubah bentuknya jika dikenai perlakuan misalnya dengan translasi. Ada bermacam-macam translasi misalnya dilatasi, rotasi, dan refleksi...atau gabungan dari dua atau ketiganya.

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak takut dengan kemampuanku dapat menghilang malah pamer tentang penggunaan konsep hilang dalam matematika. Dia malah menerangkan teori perubahan bentuk dengan translasi. Sekarang akan saya goda dengan WANITA CANTIK.

Matematikawan:
WANITA adalah sebuah kata terdiri dari enam huruf yaitu W, A, N, I, T, A
WANITA dengan unsur-unsur hurufnya yang ada dapat dibentuk kata yang lain dengan komposisi huruf yang sama seperti:WANIAT, WANAIT, WAANIT, AWANIT, WANTIA, WATNIA, WTANIA, dst.
...
...
CANTIK adalah sebuah kata yang terdiri dari enam huruf yaitu C, A, N, T, I, K
...
dst


Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan WANITA CANTIK...malah menganalisis secara matematis komposisi huruf yang terdapat di kata-kata itu. Saya coba dengan godaan Barang Mewah

Matematikawan:
Sebuah Barang Mewah terdiri dari komponen dasar A, B, C, D dan E. Diketahui harga komponen A adalah 35 %, komponen B adalah 30 %, komponen C adalah 25%, komponen D adalah 8%, dan komponen E adalah 2%. Komponen E berharga Rp 2 juta. Jika akan diproduksi 1000 buah Barang Mewah maka tentukan berapa biaya keseluruhan? Perhitungannya adalah sebagai berikut:...

Syaitan:
Wah sialan matematikawan itu. Tidak terpengaruh dengan Barang Mewah...malah menganalisis secara matematis komponen barang mewah, membuat soal cerita dan asyik menghitungnya. Hai matematikawan jangan sok pintar engau didepanku...sehebat-hebat rasional pikiranmu tidaklah akan mampu memikirkan seluruh diriku. Ketahuilah bahwa ada bagian dari diriku itu yang bersifat irasional.

Matematikawan:
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai p per q dimana p bulat, q bulat dan q tidak sama dengan nol. Sedangkan bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak demikian. Tentulah semua bilangan bulat adalah bilangan rasional. Sedangkan contoh dari bilangan irrasional adalah bilangan phi, bilangan e, akar dua, dst. Kalau hanya bicara bilangan rasional atau irrasional dalam matematika itu hal biasa. Padahal masih ada lagi yang akan saya uraikan yaitu bilangan imaginer. Bilangan imaginer adalah...kalau saya berusaha menarik akar dari bilangan negatif misalnya akar dari bilangan minus satu maka saya akan peroleh bilangan imaginer.

Syaitan:
Sialan tenan matematikawan itu. Saya pameri sifatku yang irrasional malah berteori tentang bilangan rasional dan irrasional. Dia malah pamer bilangan imaginer segala. Hai matematikawan...apakah engkau tidak tahu bahwa saya sudah mulai marah? Ketahuilah bahwa saya itu bukan syaetan biasa.Saya itu syaitan dengan pangkat yang tinggi..tahu?

Matematikawan:
Ada bermacam-macam bilangan berpangkat itu. Ada bilangan berpangkat bilangan bulat, bilangan berpangkat bilangan pecah, ada juga bilangan berpangkat tak sebenarnya. Hehe...asal tahu saja engkau syaetan...berpangkat tak sebenarnya itu juga dapat diartikan mempunyai pangkat tetapi dengan cara tidak khalal. Saya ragu apakah pangkatmu itu khalal atau tidak?

Syaitan:
Sialan tenan orang itu...malah mempertanyakan dan meragukan pangkatku. Hai..orang yang mengaku matematikawan hebat...apa engkau tidak tahu bahwa aku mempunyai kemampuan masuk kedalam tubuh manusia?

Matematikawan:
Kemampuan syaitan masuk ketubuh manusia, di dalam matematika, dapat dianalogan dengan penggantian sebuah variabel dengan dengan konstanta. Dalam matematika konstanta-konstanta penyusup variabel bisa juga berupa bilangan atau variabel yang lain. Jika yang menyusupi atau yang menggantikan variabel adalah juga variabel maka keadaannya persis manusia yang kesurupan syaitan, tetapi dengan catatan bahwa variabelnya bersifat jelek seperti halnya sifat dirimu. Kejadian demikian banyak ditemukan pada pembicaraan tentang fungsi komposisi...dimana variabelnya bahkan bisa berupa fungsi. Untuk matematika tingkat rendah itu namanya substitusi. Maka sederhana saja untuk memahami secara matematis perihal kemampuanmu masuk ke dalam tubuh manusia.

Syaitan:
Kurangajar tenan...dia malah kelihatannya mengetahui rahasiaku.Wah ternyata sangat sulit menggoda seorang matematikawan atau orang-orang yang menggunakan akalnya. Sejak dulu Adam A.S selalu lebih tinggi ilmunya dari saya. Hai..sekali lagi... hai...yang mengaku matematikawan sejati...jika engkau betul-betul mengaku sebagai matematikawan...cobalah kalau bisa hitunglah dosa-dosaku dan hitunglah amal-amalmu?

Matematikawan:
Aku tidaklah terlalu peduli dengan dosa-dosamu. Tetapi aku lebih peduli agar diriku tidak melakukan dosa. Tetapi jika karena suatu hal disadari atau tidak aku telah melakukan dosa besar X, maka insyaallah aku akan memohon ampun kepada Allah hingga tak berhingga banyaknya. Itulah bahwa di dalam matematika berapapun besar nilai X jika dibagi dengan bilangan tak hingga maka hasilnya Nol. Itulah bahwa harapanku adalah atas kuasa Tuhanku maka dosaku menjadi Nol. Sedangkan dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan...itu adalah dosa yang tak terhingga besarnya. Seberapapun engkau berpura-pura memohon ampun maka itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan tak berhingga besarnya jika dibagi dengan bilangan berapapun hasilnya adalah masih tak terhingga. Itulah bahwa dosamu itu tidak terampuni. Na'u dzubillah himindzalik. Sedangkan sebesar-besar pahala adalah bagi orang beriman yang ikhlas. Setinggi-tinggi derajat manusia didunia masih kalah tinggi dengan orang yang ikhlas. Itulah hukumnya dalam matematika bahwa bilangan besar betapapun jika dipangkatkan Nol maka hasilnya adalah Satu. Nol itu adalah ikhlasnya orang beriman, sedangkan Satu itu Esanya Tuhanku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah jauhkanlah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. Amiin

Syaitan:
Ooo...ohhh kurangajar...dengan matematikamu ternyata engkau bisa menguraikan jumlah dosa dan jumlah pahala...malah engkau itu bisa mengaji. Oh..kenapa badanku terasa panas sekali? Aku tak tahan...oh jangan...jangan...wahai sang matematikawan...aku telah bertobat...tidak...tidak...jangan bakar tubuhku....tidak...tidak...aku pergi...pergi...pergi...Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku... panas... pergi...pergi...

Matematikawan:
Ahhh...dasar syaitan...ditinggal ngetung matematika saja sudah kelabakan. Ternyata keasyikanku bermatematikaria bisa mengusir syaitan. Setelah aku panjatkan doa kehadlirat Allah SWT ternyata pergi dia. Alhamdulillah...amiiin.

25 comments:

  1. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Setelah membaca elegi ini dari awal sampai selesai, saya dapat mengambil pelajaran, dimana dengan memahami ilmu matematika kita dapat dengan mudah menganalisis sesatu yang ada disekitar kita, dan dengan ilmu matematika juga akan memperkaya penalaran sehingga kita tidak mudah terjebak dalam mitos-mitos yang ada. Dan diakhir elegi ini mengngingatkn kita untuk tetap ikhlas dan tidak sombong, sehingga apapun pengetahuan yang dimiliki haruslah tetap menjadi insan yang ikhlas, rendah hati dan tetap hanya takut kepada Allah, bukan takut kepada makhluk ciptaanNya seperti syaitan, jin dan kawan-kawannya yang sama-sama mempunyai visi menjerumuskan manuisa.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam elegi ini apapun yang dikatakan syaitan selalu dapat dipatahkan oleh seorang matematikawan, jadi untuk dapat mengusir syaitan maka kita perlu menggunakan rasio kita atau logika kita.Dengan demikian syaitanpun tidak akan berani menggoda kita,jika kita selalu waspada. Setiap yang telah dan sedang kita pelajari insya Allah akan berguna dalam kehidupan kita kelak, asalkan kita bisa selalu rendah diri. Mari kita manfaatkan ilmu yang kita miliki untuk menggapai kerendahan hati, sehinggan syaitan tidak berpeluang masuk ke dalam hati kita.

    ReplyDelete
  3. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Saya mendapatkan bagaimana cara matematikawan dapat mengusir syaitan pada percakapan akhir antara syaitan dan matematikawan. “Kecerdasan dan doamu ternyata telah membakar diriku” sahut syaitan dan “Setelah aku panjatkan doa kehadirat Allah SWT ternyata pergi dia.” kata matematikawan. Seperti inilah seyogyanya orang berilmu menggunakan ilmunya, bukan sebaliknya karena ilmu maka dia abaikan doa, abaikan pentingnya mengusir syaitan dari dalam diri, sehingga syaitan dengan mudah mempengaruhinya dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu Wataala. Hal ini pulalah yang menjadikan manusia saat ini tidak seimbang antara ilmu dunia dan ilmu agama ataupun ahlaknya. Mereka cenderung mengagung-agungkan ilmumereka tanpa merundukpenuh keangkuhan karena telah dipengaruhi oleh syaitan. Innalillahi wa naudzhubillahi min dzalik.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika merupakan ilmu. Maka matematikawan adalah orang yang berilmu. Orang yang berilmu ialah orang yang menggunakan akalnya. Orang yang berilmu sudah seharusnya senantiasa berpikir kritis dan senantiasa mencari tahu terlebih dahulu. Dan sebenar- benar orang yang menggunakan akalnya akan sulit digoda syaitan karena orang yang menggunakan akalnya tidak akan begitu saja terkena bujuk rayu syaitan. Karena itulah islam memerintahkan umatnya untuk mencari ilmu.

    ReplyDelete
  5. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematikawan adalah orang yang berilmu. Syaitan akan takut dengan orang yang berilmu dan ilmunya tersebut diterapkan pada kehidupan sehari-harinya untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. Apalagi matematikawan adalah orang yang pandai dalam berlogika. Kelebihan yang dimiliki tersebut akan menjadi suatu kekuatan yang lebih apabila diiringi dengan doa.

    ReplyDelete
  6. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Allah Swt telah menjanjikan derajat itu di dalam Surat Mujadilah ayat 11. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Syaikh Ahmad al-Musthafa al-Maraghi menjelaskan bahwa makna dari ayat tersebut adalah bahwa Allah Swt akan meninggikan orang-orang yang diberikan ilmu di atas imannya kepada Allah Swt dengan banyak tingkatan (derajat), atau meninggikan orang-orang yang berilmu dari kalangan orang-orang beriman secara khusus dengan banyak tingkatan karamah dan ketinggian martabat.

    ReplyDelete
  7. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dari elegi ini saya tertarik dengan kalimat “..dosamu adalah kesombonganmu dan perilakumu menyekutukan Tuhan”. Saya menyadari sebagai manusia, kadang keahlian yang saya memiliki menjadikan pribadi yang sombong dan menjadi yang paling luar biasa. Namun hal tersebut tidak bolehlah terjadi karena saat kita merasa sombong masa kita menyampingkan bahwa segala keahlian yang kita miliki adalah anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Justru sebagai manusia saya harus menghilangkan sifat sombong tersebut dengan selalu meningkatkan rasa syukur. Karena saay kita bersyukur maka Tuhan akan menambahkan kenikmatan pada diri kita.

    ReplyDelete
  8. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Ketika di dalam kelas, bapak pernah mengatakan sebenar-benarnya keraguan adalah berasal dari setan. Matematika adalah ilmu pasti tanpa keraguan, maka keraguan-raguan dapat dipatahkan. Maka setan itu dapat dikalahkan ilmu matematika yang menggunakan rasional dan logika dalam menyelesaikan permasalahan atau keragu-raguan.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi yang sangat menarik dimana syaitan tidak dapat mengganggu matematikawan yang sedang berkonsentrasi dengan asiknya untuk mempelajari matematika, sehingga syaitan menjadi lari. Yang dapat saya pelajari dari elegi ini adalah perlunya keteguhan hati dalam mengamalkan ilmu kita agar ilmu apa pun yang kita pelajari berguna dalam kehidupan kita, jagalah hati agar kesombongan diri tidak datang, dan hendaklah ilmu yang kita punya justru kita manfaatkan untuk menggapai kerendahan hati sehingga syaitan tidak mempunyai peluang untuk masuk ke dalam hati.

    ReplyDelete
  10. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setan selalu berusaha untuk menggoda manusia karena memang inilah tugasnya. Kita sebagai manusia hendaknya selalu berusaha untuk berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk. Salah satu cara untuk melindungi diri kita dari setan adalah dengan ilmu. Manusia diperintahkan untuk selalu berusaha mencari ilmu sepanjang hayatnya. Dengan ilmu yang dimiliki maka manusia dapat mengalahkan setan, termasuk dengan ilmu matematika. Bahkan setan pernah berkata bahwa dirinya lebih mudah untuk menggoda ahli ibadah daripada orang yang berilmu.

    ReplyDelete
  11. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tabiat utama setan adalah selalu menggoda manusia untuk berbuat kemaksiatan, kerusakan, kemungkaran bahkan kemusyrikan. Setan menggoda setiap orang tanpa mengenal jabatan, status, jenis kelamin, tempat tinggal dan lain sebagainya. Tak terkecuali para penuntut ilmu. Namun sesungguhnya ilmu, akal adalah sarana bagi kita untuk mengenal Tuhan dan semakin meyakini akan kuasaNya. Sehingga semakin kita mendalami keilmuan kita, misalnya matematika maka seharusnya bertambahlah pemahaman dan keyakinan kita akan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menarik sekali elegi ini. Syaitan telah berjanji akan mencari pasukan yaitu manusia, manusia yang tergoda oleh bujuk rayuannya. Sifatnya yang selalu menggoda manusia ini hanya mampu dilawan dengan ilmu. Orang yang berilmu pastinya mampu berpikir kritis terkait hal-hal yang terjadi, seperti pada elegi ini setan selalu menggoda manusia mulai dari menakuti dengan suaranya, digoda dengan harta, wanit cantik dll namun semua hal tersebut dapat kita lawan dengan keimanan kita. Orang yang beriman berarti adalah orang yang berilmu, ia tau mana yang hak dan mana yang bathil. Ilmu disini juga dapat berarti ilmu matematika , dan orang yang memiliki ilmu matematika dapat disebut jga matematikawan.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa. Setinggi apapun ilmu dan kedudukan orang, dia tidak lepas dari goadaan setan untuk berbuat dosa. Enyah kesalahan tersebut disengaja atau tida disengaja, sadar atau tidak sadar. Dosa manusia jika divariabelkan suatu variabel, missal X. Maka sebagai manusia sudah seharusnya ikhtia dan istigfar dengan sungguh-sungguh sampai tak terhingga, sehingga jika X dibagi tak hingga akan menghasilkan nol.

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Seseorang yang berbuat dosa namun tidak pernah sadar diri dan beristigfar, maka tidak ada pembagi bagi dosanya yang bervariabel X. Padahal kita belum tahu berapa nilai X kita, maka jika tidak ada usaha istigfar alias nol usahanya, maka jika X dibagi nol akan mendekati tak hingga. Dosa akan mendekati tak terhingga yang menyebabkan setan menguasai dirinya.

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dalam matematika proses berpikir luas dan dalam diperlukan mengingat ilmu matematika adalah ilmu yang luas dan dinamis. Akan tetapi dalam ilmu matematika yang penting adalah pola pikir. Matematika mengajarkan kita untuk mempunyai pola pikir aktif, kreatif inovatif dan kritis. Inilah yang diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga sesungguhnya ketika kita belajar matematika, kita juga sudah belajar berfilsafat. Karena Matematika bagian dari filsafat ditinjau dari obyek filsafat itu sendiri yang menyatakan bahwa obyek matematika adalah yang ada dan yang mungkin ada. Dalam Elegi Bagaimana Matematikawan Dapat Mengusir Syaitan ini diisyaratkan bahwa terdapat perlawanan antara ego dengan berproses dalam filsafat. Matematikawan sebagai orang yang sedang berfilsafat dan Syetan adalah egonya. Diakhir cerita Syetan akhirnya kabur dan tidak mengganggu matematikawan. Bisa disimpulkan bahwa adab berpikir matematikawan yang begitu luas dan dalam sehingga dapat meleburkan pernyataan-pernyataan dari Syaitan menjadi sesuatu pemikiran yang baru. Dan dengan pemikiran itulah bahwa akhirnya ego itu menjadi nol atau meluruh. Tentu saja cara berfikirnya selalu berpedoman dengan nilai-nilai spiritual yang dalam elegi itu di simbolkan dengan memanjatkan doa.
    Ilmu apapun yang telah dan sedang kita pelajari insya Allah akan berguna dalam kehidupan kita kelak, asalkan kita bisa selalu rendah hati. Mari kita manfaatkan ilmu yang kita miliki untuk menggapai kerendahan hati, sehinggan syaitan tidak berpeluang masuk ke dalam hati kita

    ReplyDelete
  16. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dengan membaca elegi ini, saya tersadar bahwa mencari ilmu termasuk mempelajari matematika dapat mengusir syetan. Karena, di dalam Al Qur’an pun menyuruh kita mencari ilmu sampai akhir hayat kita di mana saja kita berada. Maka dari itu, sungguh benar jika kita buta akan ilmu, maka dengan mudahnya syetan akan menyesatkan kita ke jalan yang salah. Maka dari itu, mencari ilmu dan selalu mengingat Allah akan mencegah kita terhasut oleh syetan.

    ReplyDelete
  17. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Membaca artikel ini, menarik sekali untuk mengetahui bagaimana cara matematikawan dalam mengusir syaitan. Elegi ini memperlihatkan matematikawan yang dimaksud sebagai seseorang yang berilmu dan mampu menggunakan akalnya, bahwa segala sesuatu dipikirkan dan diperkirakan telebih dahulu sehingga tak mudah goyah maupun terbujuk dan disesatkan oleh godaan syaitan. Elegi ini mengajarkan tentang keteguhan hati dan kerendahan hati dalam ilmu, memanfaatkan ilmu dalam ibadah, selalu mengharap ridho Allah SWT dalam doa.

    ReplyDelete
  18. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya mendapat pelajaran mengenai bagaimana matematikawan dapat mebgusir syaiton, disini adalah wujud dari penggunaan ilmu yang baik dari seseorang. Ketika menggunakan ilmu, haruslah kita memiliki pemahaman yang cukup oleh karena itu diperlukannya pencarian ilmu yang terus menerus agar pemahaman kita dapat meningkat. Selain itu haruslah kita menggunakan ilmu untuk hal yang baik, dan memanfaatkannya sebaik mungkin tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga kepentingan orang banyak.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Matematika adalah ilmu yang membuat pola pikir kita berkembang menjadi terbuka, kreatif, kritis, dan logis. Segala hal tersebut dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Jika dalam kehidupan sehari-hari manusia memiliki pola pikir yang baik, tidak akan mudah bagi pengaruh buruk (syaitan) untuk memasuki diri.
    Pada dasarnya, Ilmu apapun yang kita pelajari akan sangat berguna bagi kehidupan kita. Mari kita manfaatkan ilmu yang kita miliki untuk menggapai ridho-Nya, sehingga syaitan sulit dan bahkan tidak dapat masuk ke dalam diri kita.

    ReplyDelete
  20. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Yang dapat saya pahami dari postingan ini bahwa dengan matematika kita dapat mengusir syaitan bukanlah dalam arti harfiah. Namun dengan berpikir rasional dan memanfaatkan waktu kita untuk menimba ilmu yang bermanfaat serta diiringi dengan doa meminta perlindungan dari Allah SWT kita akan terhindar dari perbuatan sia-sia dan maksiat yang sering dibisikkan oleh syaitan.

    ReplyDelete
  21. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik sekali elegi diatas prof. Godaan syaitan yang paling berat ketika manusia dalam keadaan sendiri. Maka disarankan seseorang untuk mengisi kesehariannya dengan kegiatan positif, sehingga manusia fokus berkegiatan positif, sehingga meminimalisir kegiatan negatif. Salah satu kegiatan positif adalah bermatematika, jika kita fokus bermatematika maka setanpun akan mikir-mikir untuk mengganggu.

    ReplyDelete
  22. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Iman dan ilmu merupakan dua hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia untuk membentengi dirinya dari hal-hal yang tidak baik. Tanpa memiliki iman, spiritual seseorang akan sangat hampa, hati akan terasa gersang, dan tidak akan menemukan ketentraman dalam hidupnya. Seperti ungkapan yang sering kita dengar bahwa ilmu tanpa agama sama dengan buta, dan agama tanpa ilmu sama dengan lumpuh. Oleh karena itu, perkuat iman kita masing-masing dan jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Di dunia ini terdapat aura positif dan aura negatif. Aura negatif merupakan aura yang diberikan oleh sesuatu yang tidak baik seperti dipengaruhi oleh syaitan dimana tugas mereka adalah untuk menggoda manusia untuk melakukan hal yang keji. Seorang matematikawan akan terhindar atau dapat mengusir syaitan jikaa mereka memberikan ilmu dan memperoleh ilmu dengan keikhlasan hati dan tidak selalu mengandalkan logika saja ketika mengambil sebuah keputusan. Selain itu juga selalu tawaddu’ atas ilmu yang diperolehnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berdasarkan elegi diatas dikatakan bahwa sejatinya ilmu dapat menghindarkan dari pengaruh negatif. Sepertiyang ada pada tulisan diatas, seorang matematikawan mampu mengusir setan dengan memanfaatnkan ilmu yang ia miliki. Mungkin awalnya ia tidak mempunyai niat untuk mengusir setan, namun berkat ilmunya, ia terhindar dari tipudaya setan. Tak salah jika ada pepatah mengatakan “tuntutlah ilmu walau sampai negeri cina” karena memang benar bahwa dengan ilmu, manusia dapat terhindar dari hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia tidak terlepas dari godaan, itu sudah menjadi ketetapan. Itulah uniknya sekaligus menjadi tantangan berat. Namun yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara kita aagar dapat menghadapi dan melewati godaan tersebut. Seperti Matematikawan yang diganggu setan, karena Matematikawan cerdas dan beriman, setan pun kelabakan. Setiap godaan pasti ada cara untuk mengatasinya. Oleh karena itu, ilmu sangat diperlukan agar kita bisa menghadapi rintangan kehidupan. Selain itu, doa dan iman kita kepada Allah Swt, keikhlasan dan sikap rendah diri juga sangat diperlukan agar kita berada di jalan yang lurus dan diridhoi, dan jangan berlaku sombong atas apa yang kita miliki, termasuk ilmu. Karena sombong adalah sifat setan, dan mereka menyukai orang-orang yang berlaku sombong.

    ReplyDelete