Oct 14, 2011

Elegi Menangkap Anomali




Oleh Marsigit

Dilema:

Pilih mana ya? Diriku atau mereka? Tenaga atau pikiranku? Perasaanku atau faktanya? Hak atau kewajibanku? Terlambat atau hasil yang baik? Tepat waktu tetapi hasil kurang baik? Diam atau bermasalah? Bicara atau juga bermasalah? Tua atau mengaku muda? Muda atau mengaku tua? Punya atau mengaku tidak punya? Tidak punya atau mengaku punya? Berbohong sedikit tetapi selamat? Jujur tetapi beresiko? Benar tetapi kurang baik atau baik tetapi kurang benar? Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Ambivalen:
Ingin mendengar malah terpaksa harus melihat. Ingin melihat malah terpaksa harus mendengar. Ingin menulis malah terpaksa harus membaca. Ingin membaca malah terpaksa harus berbicara. Ingin berbicara malah terpaksa harus mendengar. Ingin memprotes malah diprotes. Ingin mendidik malah dikritik. Ingin membangun malah dikatakan merusak. Ingin menyudahi malah terpaksa harus memulai. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Kontradiksi:
Ingin mempunyai dan tidak mempunyai. Ingin melangkah dan tidak melangkah. Ingin diam dan tidak diam. Ingin bicara dan tidak bicara. Ingin menulis dan tidak menulis. Ingin tidur dan tidak tidur. Ingin protes dan tidak protes. Ingin cepat dan tidak cepat. Ingin ngono dan tidak ngono. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Munafik:
Ingin jujur tetapi terpaksa harus memfitnah. Ingin konsisten tetapi terpaksa harus melanggar. Ingin ikhlas tetapi terpaksa harus mengumpat. Ingin terhormat tetapi terpaksa harus nista. Ingin mengajak kebaikan kepada orang lain tetapi terpaksa dengan cara yang kurang baik. Ingin memberi tetapi terpaksa harus meminta. Ingin membangun tetapi terpaksa harus merusak. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Komplikasi:
Gula ini adalah obat bagi penyakitku tetapi gula ini menyebabkan diriku sakit. Aku harus bergerak agar aku sembuh dari penyakitku, tetapi gerakanku akan menyebabkan kematianku. Aku harus bicara tetapi bicaraku menyebabkan diriku harus terdiam. Lampu harus dinyalakan tetapi akan menyebabkan kematiannya. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Paralogis:
Dewa ngeja wantah. Anggota yang bukan anggota. Teman sekaligus lawan. Konsisten yang tak konsisten. Penuh yang tak penuh. Menjumlah untuk mengurangi. Mengalikan untuk membagi. Menabung untuk meminjam. Mundur untuk maju. Paradoks sebagai ilmu. Mitos sebagai logos. Logos sebagai mitos. Pintar yang bodoh. Bodoh yang pintar. Ketentuan untuk dilanggar. Larangan untuk dilaksanakan. Penampakan yang bukan penampakan. Atas yang bawah. Bawah yang atas. Depan yang belakang. Belakang yang depan. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Antinomi:
Awal ini sekaligus akhir. Awal ini ada dan tidak ada. Awal yang bukan awal. Waktu itu diskret dan kontinu. Akhir ini ada dan tidak ada. Akhir yang bukan akhir. Pikiranku rasional dan empiris. Penampakan yang tidak tampak. Diriku yang bukan diriku. Ruang tiada ruang. Waktu tiada waktu. Kosong tiada kosong. Ada tiada ada. Dalam yang dangkal. Dangkal yang dalam. Luas yang sempit. Sempit yang luas. Sebentar yang lama. Lama yang sebentar. Lazim yang aneh. Aneh yang lazim. Besar yang salah. salah yang benar. Baik yang buruk. Buruk yang baik. Mengerti yang tak mengerti. Tak mengerti yang mengerti. Pasti yang relatif. Relatif yang pasti. Besar yang kecil. Kecil yang besar. Kuat yang lemah. Lemah yang kuat. Terang yang gelap. Gelap yang terang. Basah yang kering. Kering yang basah. Satu yang banyak. Banyak yang satu. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Anomali:
Memberantas korupsi dengan korupsi. Membangun dengan merusak. Bersedekah untuk memperoleh keuntungan. Kestabilan yang goyang. Masyarakat yang sehat tetapi sakit. Inflasi yang berdeflasi. Harga murah tetapi mahal. Anti nepotisme dengan nepotisme. Anti kolusi dengan kolusi. Reformasi dengan anti reformasi. Inovasi dengan status quo. Desentralisasi yang tersentralisasi. Halal yang haram. Asli yang palsu. Terdakwa yang mendakwa. Hakim yang disidang. Guru yang cabul. Mahasiswa yang tawuran. Penegak hukum si pelanggar hukum. Kejujuran yang bohong. Kebaikan yang buruk. Kaya yang miskin. Senyuman sang penangis. Kokoh yang rapuh. Kompak yang berantakan. Penjaga yang merampok. Pembersih yang mengotori. Petunjuk yang mengacaukan. Pahlawan yang kesiangan. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

71 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hidup ini merupakan ujian bagi manusia, dan setiap aspek kehidupan juga merupakan ujian. Kaya dan miskin, senang dan susah juga merupakan ujian. Dalam hidup manusia pastinya selalu ada yang pro dan kontra. Itu yang selalu menjadi pertentangan di kalangan manusia. Hal ini juga yang membuat dilema, kontradiksi, dan anomali. Oleh karena itu kita harus dapat memahami kehidupan dengan bijak. Harus menggunakan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas apabila akan menentukan sesuatu hal agar kelak mencapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun terkadang karena kesenangan sesaat di dunia, kita lebih memilih melakukan anomali, tanpa memikirkan akibat yang harus ditanggung. Dengan demikian, sesungguhnya kita sendiri lah yang membuat kerumitan tersebut. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berdoa dan meminta pertolongan dari Allah SWT agar kita dapat terhindar dan tidak terjebak dari segala anomali yang ada di dalam kehidupan kita. Kita harus selalu ikhlas dan bersyukur kepada Allah SWT agar hidup kita menjadi nyaman dan tenteram.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ada awal, ada juga akhir. Ada pemikiran rasional, ada juga empiris. Semuanya tergantung dari apa dan bagaimana dalam kita memilih diantara hal – hal tersebut. Anomali terjadi dalam hidup ini. Perbuatan baik atau buruk tergantung dari pilihan kita. Memilih untuk berbuat baik atau berbuat buruk. Hidup memang rumit, tetapi yang paling penting agar jangan sampai lupa bersyukur untuk setiap hal yang telah diterima dari Tuhan agar hidup tidak hanya mengejar kekuasaan, jabatan, materi, dan lain – lainnya tetapi juga mengejar kebahagiaan di akhirat dengan banyak berbuat baik.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia memanglah unik, tidak ada manusia yang sama walaupun kemabar siap sekalipun, pasti beda. Dengan keunikanya mungkin akan ada kesalahan yang dibuatnya. Begitulah manusia tidak luput akan kesalahan. Karena itu, jagalah diri untuk selalu dekat dengan sang pencipta sang pemberi ampunan atas segala kesalahan.;

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Manusia di dunia ini memiliki ciri khas yang beragam. mempunyai sifat yang beragam, kepribadian yang unik dan sifat yang istimewa. manusia ada yang memiliki sifat yang baik tetapi sesungguhnya semua manusia itu baik. semua manusia memiliki sifat yang beragam dan memiliki ekspektasi yang beragam. target mereka bermacam macam. ada juga yang hanya bermalas malasan dan tidak memperhatikan mengnai tujuan hidupnya.

    ReplyDelete
  5. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Menangkap Anomali di atas menjadi cermin kehidupan yang terjadi sekarang. Kehidupan ini dipenuhi oleh berbagai anomali yang kebanyakan dapat menjerumuskan manusia. Na’udzubillah... Punya atau mengaku tidak punya? Tidak punya atau mengaku punya? Berbohong sedikit tetapi selamat? Jujur tetapi beresiko? Benar tetapi kurang baik atau baik tetapi kurang benar? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang menjadi fenomena yang sering kita jumpai. Hidup memang dihadapkan pada dua pilihan yang terkadang menjadi hal yang membingungkan. Orang yang selamat, yaitu orang-orang yang mampu memilih pilihan dengan kesungguhan hati. Oleh karena itu, kita patut waspada dan senantiasa memilih suatu pilihan dengan kejernihan dan kesungguhan hati.

    ReplyDelete
  6. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Hidup ini penuh dengan teka-teki, didalam hidup terdapat berbagai sifat, mungkin kita pernah mengalami dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, anatomi serta anomali. Apakah kita sudah termasuk ke dalam anomali? Tunggu,tunggu,tunggu bukan kah kita masih memiliki hati nurani serta sandaran terhadap Tuhan YME. Maka sebagai tuntunan hidup untuk menghindari masuk kedalam anomali haruslah membuka hati nurani serta bersandar pada ketentuan Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Elli Susilawati
    16709251073

    Dalam kehidupan kita mungkin pernah mengalami satu dari sifat dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, dan anomali. Bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga pada bangsa ini. Kenapa hal ini bisa terjadi?. Mungkin karena sedikitnya ilmu kita dan rendahnya dimensi kita untuk memilih satu dari sekian banyak kemungkinan. Atau mungkin juga karena lemahnya Iman kita sehingga hal ini bisa terjadi. Mungkin, mungkin, dan mungkin inilah yang bisa saya simpulkan. Tunggu, Apakah saya sudah termasuk ke dalam anomali?

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Anomali dalam kehidupan pasti ada. Semua yang tidak mungkin pasti mungkin di dunia ini. Anomali tercermin ketika seseorang tidak mampu lagi menguasai apa yang ada dalam dirinya. Semuanya ingin diraihnya dengan menghalalkan segala cara. Maka dengan mengisi hidup kita dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain kita akan terhindar dari anomali-anomali yang ada. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT kita akan jauh atau terhindar dari anomali yang ada saat ini. Jauhkan sifat sombong dari diri kita.

    ReplyDelete
  9. Vidiya Rachmawati
    PM A / 17709251019

    Elegi menggapai anomali menggambarkan manusia yang dihadapkan pada pilihan yang aneh. Misal memberantas korupsi dengan korupsi, penegak hukum yang melanggar hukum, senyum para penangis, dsb. BAhwa sesungguhnya masing-masing dari hal tersebut saling berkontradiksi. Mana ada membrantas korupsi dengan korupsi lagi yang ada semakin hancur negeri ini. Mana ada penegak hukum justru melanggar hukum sendiri. MAna ada ornag menangis senyum. Namun kenyatannya hal ini semua terjadi di dunia ini. Berbagai pilihan yang dihadapkan dalam kehidupan manusia membuatnya dilema. Mebuatnya bingung untuk menetukan sikap. Membuatnya ragu dalam mengambil keputusan. Jangan mudah terkecoh dan tergoda pilihan yang menyenangkan. Percayalah bahwa satu kebaikan akan membuka pintu kebaikan lain. Lihatlah dan dengarlah dengan hati.

    ReplyDelete
  10. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Di dunia ini tidak ada yang berubah, di dunia ini pula tidak ada yang tetap. kita tidak akan pernah bisa menyebutkan semua perbedaan antara diri kita dengan orang lain. Karena orang itu sifat, sifat selalu berubah. Diri kita yang tadi berbeda dengan diri kita yang sekarang. Bahkan berbeda pula dengan diri kita yang nanti. Demikian juga orang lain pun begitu. Dulu jelas beda dengan sekarang. Dulu baik, sekarang buruk, mungkin saja. Dulu jahat sekarang baik, juga mungkin. Oleh karena itu, agar perubahan yang terjadi selalu positif, maka perlu kita meneguhkan hati dan pikiran agar selalu pada jalan yang benar. Seperti dalam mencari ilmu itu juga begitu, perlu adanya keikhlasan hati dan pikiran dalam menuntut ilmu agar kita tidak terjerumus pada kehidupan yang semakin rumit. Serta agar diri kita yang sekarang selalu menjadi lebih baik dari yang dulu.

    ReplyDelete
  11. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Elegi di atas mencerminkan kehidupan saat ini. Banyak sekali kontradiksi, anomali, kemunafikan yang ada. Sulit membedakan mana yang sebenar-benarnya baik dan yang sebenar-benarnya buruk, yang fakta dan yang pura-pura, seoalh-olah hidup ini sandiwara.
    Intinya, sebaiknya manusia itu kembali intropeksi diri bahwa setiap manusia yang diciptakan di dunia ini merupakan khalifah. Menentramkan bumi(dan seisinya) bukan merusak, mengamankan bumi (dan seisinya) bukan membahayakan.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Elegi menggapai anomali". Perbincangan dengan tulisan yang membawa saya berkata "wah benar juga" di akhir setiap paragraf.
    Benar juga. Di dunia ini kehidupan adalah kontradiktif, adalah komplikasi, adalah paralogis, dan adalah lainnya lagi sesuai yang ada pada postingan ini yang saya benar-benar setuju.
    Pada bagian anomali, saya membaca "Anti kolusi dengan kolusi". Memang karena keadaanya atau karena saya seorang yang sedang negative thingking, saya berpikir bahwa hidup saat ini penuh dengan liku liku anomali.

    ReplyDelete
  13. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Anomali merupakan penyimpangan atau keanehan yang muncul karena berbagai faktor. Di dalam hidup ini, berbagai permasalahan muncul dan harus segera diatasi. Namun, berbagai anomali justru terjadi dalam kehidupan ini, permasalahan-permalahan yang muncul tersebut justru diselesaikan dengan cara-cara yang tidak benar, bahkan bukanya memberi solusi justru menimbulkan permasalahan baru. Keadaan tersebut membawa kita pada dilema, mana jalan yang akan kita pilih.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Anomali merupakan keanehan bahwa di dunia ini segala sesuatu bersifat kontradiksi. Dirimu pun kontradiksi, hidup mu juga munafik. Maka segala sesuatu hekdaknya diawali dengan doa kepala Allah SWT dan niat, semoga Allah memberi petunjuk segala sesuatunya yang tepat untuk kita.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  15. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Rumitnya persoalan yang terjadi dalam kehidupan ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena manusia itu sendiri. Banyak kerumitan yang terjadi namun diselesaikan dengan kerumitan pula. Sebagai analoginya, ketika kita ingin memadamkan api, namun yang kita gunakan adalah bahan bakar minya. Tidak semakin mengecil namun semakin membesar. Begitulah hidup, ada kebaikan ada pula keburukan. Pilihan terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah tidak memperburuk keadaan yang sudah buruk. Jika bisa malah membantu memperbaiki keadaan tersebut sehingga anomali kehidupan ayang ada dapat berkurang.

    ReplyDelete
  16. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Banyak kejadian di dunia ini yang ternyata saling beranomali. Penegak hukum justru melanggar hukum, contohnya: hakim yang disuap. Penjaga yang merampok, contohnya para pembantu atau security yang justru mencuri barang-barang di rumah milik majikannya. Halal yang haram, contohnya: umroh itu halal, bahkan dianjurkan. Tetapi banyak para petinggi kita melakukan umroh dengan hasil korupsi. Itulah keburukan-keburukan yang seolah terbungkus oleh kebaikan. Untuk itu, marilah kita niatkan semua aktivitas hidup ini kita karena Allah SWT. Kalau niaatnya sudah baik dan sempurna, InsyaAllah aktivitas yang dilakukan juga baik.

    ReplyDelete
  17. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini menggambarkan berbagai disharmoni fungsi yang terjadi di tengah kehidupan. Banyak profesi yang berjalan bertolakbelakang dengan perannya. Keselahan dibrantas dengan kesalahan. Kejahatan dilakukan secara berjamaah. Cover yang bagus berisi kejelekan. Itulah sederetan penyimpangan akibat manusia mengejar kesenangan dunia. Padahal sebenar-benar kesenangan adalah kesenangan akhirat.

    ReplyDelete
  18. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Anomali. Sesuatu yang tidak sama dengan yang seharusnya/ penyimpangan dari normal. Kehidupan sekarang tambah rumit saja. Korupsi diberantas dengan korupsi. Bagaimana Allah tidak murka dengan manusia-manusia di zaman ini, niat bersodaq karena ada embel-embelnya, seharusnya menjadi panutan (guru) malah bertindak tidak senonoh, seharusnya menjatuhkan hukuman (hakim) malah di hukum, seharusnya melindungi keluarganya malah membunuh keluarganya, seharusnya belajar (siswa) malah bolos, seharusnya jujur malah berbohong, seharusnya, dst.
    Ayok segera tangkap anomali individu, setidaknya kita mulai dari diri kita sendiri, ala bisa karena biasa.

    ReplyDelete
  19. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Semua orang mungkin pernah menghadapi keadaan yang tak sesuai dengan harapannya. Ini membuat hidup seseorang mungkin mengalami dilema, kontradiksi, ambivalen, munafik, komplikasi, paralogis, anatomi serta anomali. Tapi untuk mengatasinya tentu kembali lagi pada masing-masing individu, apakah ia akan menghadapinya dengan tuntunan dan petunjuk Allah SWT, ataukah ia hanya memikirkan cara tersingkat dan termudah bahkan merugikan orang lain agar semua persoaalannya beres. Hidup itu adalah pilihan dan pilihan-pilihan itulah yang akan menentukan kemana kita nantinya.

    ReplyDelete
  20. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi menangkap anomaly di atas menggambarkan adanya tesis dan anti tesis dalam setiap pikiran, perbuatan, sifat, maupun sikap dalam kehidupan. Untuk menangkap anomaly pada elegi ini adalah dengan melakukan hal yang kontradiksi. Maka agar hidup tidak menjadi rumit, memilih sesuatu harus berdasarkan sesuatu yang baik dan positif dan memberikan manfaat kepada diri maupun orang lain. Dengan begitu sesuatu yang negatif tidak semakin memberikan dampak negatif pula.

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ini, muncul dalam benak saya berbagai pertanyaan. Bagaimana cara seseorang agar dapat terlepas dari anomali yang ada?. Namun, apakah itu mungkin terjadi? Apakah selama masih di dunia anomali akan selalu menjadi bayang-bayang manusia? Saya penasaran dengan jawaban-jawabannya dan semoga saya menemukan jawaban tersebut.

    ReplyDelete
  22. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi Menangkap Anomali, dari postingan di atas dapat saya simpulkan bahwa anomali adalah suatu penyimpangan dari yang seharusnya. Dalam kehidupan kita banyak disharmoni yang terjadi. Antara pernyataan dengan tindakan tidak selaras. Ini telah terbukti, contohnya ada orang yang melarang kita untuk suatu hal, tapi suatu ketika ia bisa melakukan itu semua. Anomali ini sudah menjadi kebiasaan setiap orang dalam kehidupan yang ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  23. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi menangkap anomali, sebagai seorang manusia kita pasti sering berhadapan dengan situasi yang menyulitkan dalam mengambil keputusan. Terkadang dalam mengambil keputusan menimbulkan banyak pertentangan, baik itu dari dalam diri kita ataupun dengan orang lain. semoga kita senantiasa bijak dalam mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  24. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan. Anlomali adalah menghilangkan sesuatu dengan sesuatu itu. Disini kita juga belajar tentang bahwa dunia ini sebenarnya separuh ini dan separuh itu. saling bertolak belakang namun berdampingan, saling bertolak belakang namun sebenarnya berada diperbatasan. Yaitu dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, dan anomali ini sebagai contoh yang berbeda namun berada diperbatasan.

    ReplyDelete
  25. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ilmunya. Menurut saya anomali merupakan penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya. Anomali juga sering di sebut sebagai suatu kejadian yang tidak bisa diperkirakan sehingga sesuatu yang terjadi akan berubah-ubah dari kejadian biasanya. Sungguh miris, niat hati melakukan segala yang positif namun dengan cara yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Saya teringat dengan pemerintah Indonesia saat ini. Niat membangun namun semua kekayaan kita dijual kepada para aseng, niat mensejahterakan rakyat namun perlahan kita juga dijajah. Saya tidak habis pikir, apakah tidak ada cara lain untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita dengan cara yang lebih luhur dan baik, apakah sama dengan "berbohong demi kebaikan", Wallahu'alam bishowab, semoga kita selalu dijaga Allah dari perbuatan keji dan mungkar, serta memberi petunjuk disetiap kehidupan kita. Amin.

    ReplyDelete
  26. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hidup memang semakin lama semakin rumit. Dilema, ambivalen, kontradiksi, komplikasi dan teman-temannya sebenarnya mengajak kita menyadari bahwa kerumitan hidup terkadang kita yang membuat sendiri. Sebenar-benar hidup kita adalah pilihan, maka saya bingung mengapa banyak yang memilih untuk membuat hidupnya menjadi lebih rumit. Terlibat dalam korupsi, melanggar peraturan, melakukan cara bodoh seperti plagiarisme supaya kelihatan pintar. Manusia sadar hal yang ia lakukan akan membuat hidupnga menjadi lebih rumit, tapi masih saja dilakukan.. sungguh tak habis dipikir

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Setiap orang memiliki pemikiran dan arah masing-masing. Apabila keadaan seseorang memperlihatkan adanya ketidakcocokan antara kenyataan dari kondisi mayoritas masyarakat atau sering disebut anomali akan menyebabkan konsekuensi. Jika seseorang memandang anomali tersbeut dengan pandangan negatif maka akan menimbulkan krisis kepercayaan diri dan dia akan merasa canggung untuk beradaptasi dengan yang lain. Namun apabila anomali dikelola dengan hal yang positif, maka anomali tersebut akan berperan baik dalam memunculkan sebuah ide baru bahkan penemuan yang belum diteliti oleh orang lain.

    ReplyDelete
  28. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Elegi di atas membrikan gambaran atas berbagai komponen hidup yang kadang sulit untuk di mengerti. Menagkap anomali berarti berusaha mempelajari dan memahami berbagai keadaan dalam hidup seperti adanya dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomy. Keadaan –keadaan itu bukan untuk di hindari pula bukan untuk di tiadakan. Namun, smeua harus kita hadapi dengan berbagai bekal yang telah kita miliki. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  29. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Beginilah realitanya hidup. Rumit jika tak mampu mengurai persoalan persoalan yang ada... kontradiksi, anomali, antimoni, dilema, dst. Rupanya persoalan hidup itu ya persoalan filsafat juga. Semakin belajar juga saya dari filsafat ini.
    Yang terakhir saja, saya mengalami ingin tidur tapi tidak tidur. Bagaimana mau tidur ketika pikiran tidak bisa istirahat. Masih berpikir terus. Tidak jadilah tidur karena mata tak mau terpejam. Alhasil sakit kepala karena kurang tidur.
    Kerumitan ini perlu diurai, maka perlu juga menggapai tenang, agar meskipun rumit, jiwa hati ini tetap tenang, jadi bisa melihat dengan jernih dan mengurai keruwetan. Berdoa, berserah pada sang Empunya Kehidupan ini, agar senantiasa percaya bahwa apa yang dijalani adalah berkah.

    ReplyDelete
  30. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam elegi ini banyak sekali istilah-istilah yang belum dapat saya pahami. Misalnya pada Paralogis, Antinomi, dan Anomali. Mereka seolah mengatakan iya tetapi dengan perantara tidak. Sehingga besar harapan saya agar Prof. dapat menjelaskan Elegi Menangkap Anomali ini di kelas karena sedikit banyak saya bahwa itu saat ini sedang marak terjadi. Uang, kekuasaan, pangkat, atau jabatan menjadi tujuan utama dalam menjalankan amanah dan bukan keikhlasan yang ditanamkan dalam hati.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  31. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr. wb
    Elegi di atas menyadarkan bahwa tak ada tempat kita bergantung selain pada Allah SWT. Itulah mengapa manusia kerap sekali merasa kecewa, karena menggantungkan harapannya pada manusia dan lebih menomorsatukan penilaian orang lain terhadap dirinya. Kadang kesibukan dunia yang penuh huru hara ini membuat kita lupa kemana kita akan kembali dan apa yang akan kita bawa untuk pulang. Terima kasih Prof atas tulisan sebagai pengingat ini, semoga menjadi pemberat amal jariyah di akhirat kelak. Aamiin..

    ReplyDelete
  32. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami memahami beberapa jenis istilah yang biasa digunakan dalam filsafat beserta contoh-contohnya. Dalam filsafat, komunikasi mengenai hasil-hasil pemikiran bahasa yang digunakan adalah bahasa analog dan bahasa ini bisa memiliki makna yang sangat dalam, sehingga orang awam terkadang tidak mampu memahami maksud yang terkandung di dalamnya. Untuk memahaminya memang diperlukan usaha, kami menyadari bahwa kami harus belajar dan memahami bahasa tersebut, merenungi dan apabila perlu terkadang kami perlu juga untuk mencoba menggunakannya.

    ReplyDelete
  33. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dunia sekarang semakin rumit, semakin kompleks, semakin chaos, semakin onjang-ganjing, sehingga dunia mengalami anomali yang semakin banyak. Dalam dunia yang sekarang ini ditemukan banyak sekali anomali, antaralain dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antimoni, dan anomali itu sendiri. Dari sekian banyak anomali sudah semakin dianggap biasa, sehingga muncllah semakin banyak anomali yang lain, sehingga banyak kenormalan yang termakan anomali. Maka tinggalah kita sebagai individu sebagai tembok pertahanan terakhir, akankah kita juga akan termakan anomali tau kita dapat bertahan. Semoga kita termasuk orang yang beruntung dan bertahan beserta keluarga dan keturunan kita. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  34. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari Elegi Menangkap Anomali ini, saya dapat memahami bahwa anomali merupakan suatu kondisi kontradiksi, aneh, atau menyimpang. Misalnya dicontohkan dalam elegi di atas memberantas korupsi dengan korupsi, membangun dengan merusak, melakukan kebaikan dengan keburukan, dsb. Untuk dapat menangkap anomali yang ada disekitar, seseorang harus senantiasa memiliki kesadaran terhadap lingkungan, keiklasan hati, dan pikiran yang jernih. Dari hal ini, kita dapat memahami bahwa begitu kompleks dan rumitnya kehidupan ini, maka diperlukan pondasi yang kuat dalam diri agar kita tetap berada pada jalan yang tepat dan benar. Pondasi yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

    ReplyDelete
  35. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Elegi Menangkap Anomali memberikan kita pemahaman bahwasannya Hidup yang selama ini kita hadapi banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, yaitu contohnya Seseorang yang seharusnya menjadi panutan bagi orang lain, tetapi dia sendiri yang terjeremus kedalam ketidak panutan tersebut, Melakukan kebaikan hanya untuk terlihat baik sehingga tidak ada unsur keikhlasan didalamnya, memberantas kejahatan dengan kejahatan sehingga menjadi persoalan yang panjang, dan lain sebagainya. Yang menjadi persoalan itu semua adalah bukan sebuah keadaan akan tetapi sifat yang ada pada diri orang tersebut. Ini dikrenakan tidak adanya pondasi spiritualitas, sehingga dengan gampangnya seseorang akan berbuat sesuatu yang menyimpang.

    ReplyDelete
  36. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Anomali adalah ketidaknormalan atau penyimpangan dari normal dan dapat disebut juga kelainan. Dalam elegi menangkap anomali disebutkan diantaranya hakim yang disidang, guru yang cabul, mahasiswa yang tawuran, penegak hukum si pelanggar hukum. Bukankah aneh namanya jika hakim yang seharusnya mengadili perkara hukum malah hakim itu sendiri yang diadili dalam sidang? Bukankah meyimpang namanya jika guru yang seharusnya mendidik dan memberi ilmu kepada muridnya malah guru itu sendiri yang mendzolimi muridnya? Tidakkah itu sebuah kelainan jika penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum dan memberi teladan dalam kepatuhan aturan malah dia sendiri yang melanggar hukum?

    ReplyDelete
  37. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa semakin tinggi ilmu kita semakin banyak pilihan yang bisa kita pilih semakin rumit pula tuntutan bahkan semakin komplikasi masalah yang kita temui namun ada yang harus selalu dijaga yaitu hati, semakin tinggi ilmu jangan sampai hati juga semakin tinggi sehingga mampu bersikap munafik tidak jujur menjalani hidup.

    ReplyDelete
  38. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pada elegi menangkap anomali ini terdapat dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, dan anomali. Jika diperhatikan kategori dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi cenderung pada kerumitan sesuatu dan bermuara pada keadaan anomali yakni ketidaknormalan atau penyimpangan dari keadaan yang seharusnya. Semoga kita terhindar dari semua keadaan yang ada pada elegi ini. Amiin

    ReplyDelete
  39. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Semua orang mungkin pernah menghadapi keadaan yang tak sesuai dengan harapannya. Ini membuat hidup seseorang mungkin mengalami dilema, kontradiksi, ambivalen, munafik, komplikasi, paralogis, anatomi serta anomali. Tapi untuk mengatasinya tentu kembali lagi pada masing-masing individu, apakah ia akan menghadapinya dengan tuntunan dan petunjuk Allah SWT, ataukah ia hanya memikirkan cara tersingkat dan termudah bahkan merugikan orang lain agar semua persoalannya beres. Hidup itu adalah pilihan dan pilihan-pilihan itulah yang akan menentukan ke mana kita nantinya.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Saat ini masyarakat kita tengah dilanda anomali. Ketika kita banyak mendengar politisi yang bilang akan memberantas korupsi tetapi ketika sudah menjabat justru korupsi, maka sesungguhnya kita sedang mendengar anomali. Banyak juga fenomena di sekotar kita guru yang harusnya mendidik siswa malah bertindak asusila, melakukan kekerasan, maka kita pun sedang menyaksikan anomali. Para penegak hukum yang justru melanggar hukum. Kaya harta tetapi miskin nurani, miskin ilmu. Dan masih banyak anomali- anomali yang kita lihat di sekitar kita. Maka agar kita tidak terseret dengan anomaly yang ada kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dan pertolongan Nya.

    ReplyDelete
  41. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Segala sesuatu pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan yang terjadi pada diri kita pada dasarnya hanya berasal pada diri kita sendiri. Kita takut untuk maju karena pikiran kita mengatakan bahwa maju itu akan membuat kita mundur. Ketika kita ingin jujur, pikiran kita mengatakan bahwa jujur akan menjerumuskan kita.
    Pikiran itulah yang pasti muncul disetiap tindakan dan langkah hidup kita yang tidak benar. Dari elegi ini semoga kita bisa mengambil hikmah untuk selalu bertindak yang baik

    ReplyDelete
  42. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Di dunia ini sangat memungkinkan ada dua hal yang saling bertentangan dan kita harus menentukan pilihan antara kedua hal itu untuk mencapai kehidupan yang kita inginkan. Begitu pula dengan adanya surge dan neraka, keduanya sangat bertentangan. Jalan untuk menempuhnyapun sangat bertentangan. Bagaimanapun telah dijelaskan tentang keduanya, namun manusia tetap saja banyak yang menempuh jalan yang salah dengan banyaknya alasan yang mereka lontarkan. Memang kehidupan yang sekarang lebih terlihat karena kita saat ini berada di dalamnya, namun perlu kita sadari bahwa kehidupan mendatang (di akhirat) juga pasti akan datang menanti kita.

    ReplyDelete
  43. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hiduplah seperti anomali air. Sifat air adalah ia selalu membentuk dirinya sesuai dengan wadah dia masuki. Jika ia masuk ke dalam gelas, maka, air menjadi seperti gelas. Jika air dimasukkan ke dalam belanga, ia juga menjadi seperti belanga. Maksud dari pernyataan ini bukan berarti manusia tidak mempunyai prinsip, akan tetapi bersifat luweslah dalam menjalani kehidupan yang naik turun ini.

    ReplyDelete
  44. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Anomali dalam kehidupan banyak sekali kita jumpai, ketika kita tahu hal yang tidak benar namun masih saja kita lakukan. Sejatinya manusia diciptakan dalam keadaan suci, namun dengan berbagai macam pengaruh baik lingkungan maupun dari diri sendiri menjadikan manusia terbelenggu dengan sifat buruknya. Contohnya saja, tidaklah diragukan bahwa seorang yang memiliki keduudkan tinggi dia juga memiliki tingkat pendidikan tinggi pula, namun hal itu akan menjadi anomali apabila tidak diiringi dengan tingkatan spiritual yang tinggi pula yang tingkatan ini dpaat menjadikan kita semakin terjaga dari anomali yang tidak diharapkan.

    ReplyDelete
  45. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hidup ini memang penuh lika liku dan rumit.Seperti air yang masajenisnya naik saat suhu turun dari 100 derajat celcius menjadi 4 derajat celcius dan masa jenis kembali turun saat suhu turun dari 4 derajat celcius. Namun jika kita mampu untuk selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini maka semua itu akan terasa menentramkan. Banyak jalan yang dapat ditempuh, dan kita harus pandai dalam memilih jalan hidup yang dapat membawa kebahagiaan. Dengan ilmulah kita dapat memilih jalan itu.

    ReplyDelete
  46. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Anomali adalah kontradiksi, dapat dikatakan sesuatu yang menyimpang dari yang normal. Perilaku anomali tidak membawa dampak yang baik bagi kehidupan dunia dan akhirat. Anomali ada karena adanya kesempatan untuk melakukan atau goyah (tidak adanya ) pondamen spiritual. Untuk menangkap suatu yang anomali, dapat dikenali dengan adanya perubahan yang tak normal pada diri seseorang, mungkin saja diri sendiri yang melakukan anomali. Kita seharusnya selalu berdoa agar terhindar dari sifat anomali ini.

    ReplyDelete
  47. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Segala sesuatu terdapat idela didalamnya, terdapat kebaikan yang tentu diinginkan semua orang. Semua berlomba-lomba menuju yang ideal dan baik itu, namum terdapat anomali yang unik di dunia ini. Terkadang untuk menuju kebaikan dilakukan keburukan, untuk melawan keburukan dilakukan pula keburukan. Hal-hal tersebut dianggap hal yang biasa sebab sudah menjadi anomali yang tak biasa. Semoga kita termasuk orang yang berpikir dan berserah diri, agar tidak menjadi orang yang mengikuti anomali itu.

    ReplyDelete
  48. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Terkadang hidup kita dipertemukan dengan dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi dan anomali. Kesemuanya itu pada dasarnya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Namun tidak semuanya yang bertentangan ini berkonotasi negatif, contohnya antinomi akhir dan awal, bahwa akhir suatu kejahatan dapat menjadi awal sebuah taubat menuju kebaikan. Hanya sebagian besar contoh yang disebutkan adalah bersifat buruk. dan sebenarnya hal-hal yang buruk ini dapat kita hindari, karena kembali lagi bahwa sebenarnya hidup adalah pilihan, kita dapat memilih menjalaninya dengan benar atau tidak.

    ReplyDelete
  49. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi menangkap anomaly ini mengajarkan pada kita bahwa hidup kita tidak bisa senantiasa lurus-lurus saja. ada saatnya memutar, ada saatnya berbelok, bahkan ada kalanya untuk berputar balik. Dalam hidup kita akan bertemu dengan dilemma, ambivalen, kontradiksi, komplikasi hingga anomaly. Perjalanan kita menuju posisi ideal tidak bisa tidak akan dihadapkan pada kondisi-kondisi semacam itu.

    ReplyDelete
  50. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi Menangkap Anomali... Elegi ini memberikan gambaran bahwasannya di dunia ini pasti ada hal yang menyimpang, atau dalam artikel ini disebut Anomali. Segala hal sudah dirancang sedemikian rupa sehingga namun masih sering terjadi penyimpangan-penyimpangan. Hal ini terjadi karena kurangnya sadar manusia, tidak memiliki keikhlasan hati, pikiran yang tidak jernih, dll. Contoh anomali yang diberkan ini sebaiknya jangan ditiru. Mari kita senantiasa memohon ridho dan perlindungan Allah supaya terhindar dari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

    ReplyDelete
  51. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perubahan zaman dan generasi, meskipun di tengah kepungan globalisasi dan anomali, menyongsong hidup secara optimis jelas hanya dipahami oleh orang yang dalam jiwanya dipenuhi rasa iman kepada Allah. Semua makhluk hidup adalah ciptannNya, oleh karena itu sebaik-baiknya tempat kembali adalah Allah swt.

    ReplyDelete
  52. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2Pmat C 2017

    Elegi Menangkap Anomali di atas menjadi cermin kehidupan yang terjadi sekarang. Kehidupan ini dipenuhi oleh berbagai anomali yang kebanyakan dapat menjerumuskan manusia. Punya atau mengaku tidak punya? Tidak punya atau mengaku punya? Berbohong sedikit tetapi selamat? Jujur tetapi beresiko? Benar tetapi kurang baik atau baik tetapi kurang benar? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang menjadi fenomena yang sering kita jumpai. Hidup memang dihadapkan pada dua pilihan yang terkadang menjadi hal yang membingungkan. Orang yang selamat, yaitu orang-orang yang mampu memilih pilihan dengan kesungguhan hati. Oleh karena itu, kita patut waspada dan senantiasa memilih suatu pilihan dengan kejernihan dan kesungguhan hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kehidupan ini penuh dengan pilihan yang kontradiksi. Suatu pilihan bisa mengakibatkan manusia mengalami dilema. Apa yang menjadi pilihan harus dilihat resiko yang akan diterimanya. Oleh karena itu, manusia memiliki akal pikiran dan pertolongan Allah SWT menjadi acuan untuk memilih, dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta maka Allah SWT akan memberikan hidayah-Nya agar bisa mengambil keputusan

      Delete
  53. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Di dunia banyak sekali terjadi anomaly anomaly, bagaimana mungkin jargon melawan keburukan, tetapi pembuat jargon malah melakukan keburukan yang dilawannya tersebut. Contoh slogan pemberantasan korupsi, namun yang terjadi malah banyak pengusung slogan anti korupsi melakukan korupsi. Mari kita renungkan, mungkin ada anomaly dalam diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  54. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai ajang menangkap anomaly-anomali, maka sebaiknya kita memperbanyak berdoa dan bersedekah. Apapun jenis sedekah yang diberikan adalah sebagai bentuk rasa syukur kita, maka jika masih terdapat angan-angan mendapat balasan atau keuntungan dari sedekah yang kita berikan, itu tanda bahwa telah terjadi anomaly dalam diri.

    ReplyDelete
  55. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Anomali yang digamabrkan dalam elegi ini merupakan penyimpangan yang benar-benar sering terjadi akhir-akhir in di Indonesia, bahkan dunia. Seperti guru yang seharusnya menjadi panutan dengan banyak ilmu yag ia punya dan jiwa ikhlas untuk mengajarkan dirusak oleh oknum guru yang malah melakukan hal-hal menyimpang seperti melakukan hal tindak asusila kepada siswanya. Sungguh ironis melihat hal semacam itu.

    ReplyDelete
  56. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas, menurut saya, dalam kehidupan itu selalu ada dua hal yaitu yang baik dan buruk. sebagai makhluk ciptaannya kita memiliki hal yang dapat dilakukan sesuai hal yang kita mau. namun ketika kita melakukan salah satu hal dari kehidupan itu pasti akan ada konsekuensinya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  57. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan pemahaman saya setelah membaca elegi diatas, hidup ini penuh dengan kontradiksi, hal yang bertentangan dan hal yang dianggap aneh atau tidak wajar, bagaimana anomali dapat menyandingkan kontradiksi dalam satu kesatuan melalui penjelasan yang mendukung mengenai penyandingan tersebut. Dalam menentukan elemen mana yang lebih dominan dari ke dua elemen atau kebih dalam anomali tersebut menentukan dominansi dalam kehidupan kita, aspek mana yang lebih mempengaruhi sifat dan sikap kita.

    ReplyDelete
  58. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Kita sering tidak sadar bahwa apa yang telah dialami adalah rentetan hasil keputusan yang kita ambil. Hidup adalah sebuah pilihan yang terangkai terus menerus. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Namun, tidak perlu khawatir, kita tidak perlu risau dengan masa depan kita, yang terpenting adalah selalu berusaha untuk mendapat yang terbaik, karena Allah tidak akan mengubah nasib makhluknya jika dia tidak berusaha.

    ReplyDelete
  59. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Anomali terjadi dimana-mana. Seperti kisah robin hood yang mencuri demi untuk diberikan untuk rakyatnya, mencuri merupakan perbuatan yang buruk, namun memberi merupakan perbuatan yang baik. Namun tidak selamanya mencuri itu buruk, misalnya seorang pembantu yang mencuri makanan karena tidak diberi makan oleh majikan sehingga sangat kelaparan, maka ada kasus ini yang salah adalah majikannya. Banyak sekali anomali di dunia ini yang bisa berujung perbuatan buruk tapi juga bisa berujung perbuatan baik, jadi tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  60. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hidup ini adalah pilihan. Hidup adalah tentang memilih. Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Pilihan yang baik yang ingin kita pilih tidak selalu didukung oleh keadaan yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal yang terjadi secara tidak terduga dan bertentangan dengan hati nurani. Banyak hal yang terjadi, namun tidak semestinya. Itulah kenyataan. Kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan.

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hati nurani merupakan sebaik-baiknya teman kita semua. Karena pada dasarnya hati nurani tidak akan mengajak kita untuk melakukan hal yang negative terhadap makhluk yang ada di dunia ini. Karena pada dasarnya hati nurani merupakan inti dari hakikat hati yang sebenarnya yaitu suci dari hal-hal yang buruk. Dalam ranah spiritual, hati nurani akan memberikan keikhlasan dalam hidup yang hakiki. Karena jika hidup dengan keikhlasan maka akan mengakibatkan pada tentramnya kehidupan kita di dunia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Arti kata anomali secara harfiah adalah ketidaknormalan, menyimpang dari kesegragaman sifat , menyimpang dari normal. Dalam hidup ini banyak terjadi penyimpangan misalnya seperti contoh yang diberikan pada artikel di atas.

    ReplyDelete
  63. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusi adalah makluk yang sempurna dalam keterbatasan. Manusia dilengkapi dengan nafsu dan sifat dasar yaitu tidak mudah puas. Dengan sifat ini, membuat manusia dikelilingi oleh anomali. Memberantas keburukan dengan keburukan, itulah anomali. Manusia seakan selalu punya topeng demi mempertahankan kepentingan pribadi.terlihat baik di luar namun buruk di dalam. Semoga kita senantiasa memiliki hati yang ihklas dan pikiran jernih sehingga dijauhkan dari anomali.

    ReplyDelete
  64. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063

    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Setiap manusia merupakan makhluk yang unik karena tidak ada manusia yang sama persis. Karakter dari setiap manusia itu berbeda satu dengan yang lainnya. Dengan begitu pilihan yang mereka ambil pun akan berbeda. Tidak jarang kita temui saat ingin melakukan perbuatan buruk tetapi cara yang ada adalah cara yang salah. Atau juga sebaliknya kadang terjadi saat melakukan hal-hal yang buruk tetapi beralasan bahwa itu dilakukan demi kebaikan. Hal inilah yang disebut sebagai suatu anomali yaitu hal-hal yang saling bertentangan atau dapat diartikan juga sebagai suatu keganjilan, keanehan atau penyimpangan terhadap sesuatu yang biasa atau normal dan telah menjadi kondisi umum atau mayoritas dalam suatu lingkungan tertentu. Misalnya memberantas korupsi dengan korupsi. Membangun dengan merusak. Bersedekah untuk memperoleh keuntungan. Masyarakat yang sehat tetapi sakit. Inflasi yang berdeflasi. Harga murah tetapi mahal. Anti nepotisme dengan nepotisme. Anti kolusi dengan kolusi. Reformasi dengan anti reformasi. Dan masih banyak contoh lainnya. Begitu kompleks dan rumitnya kehidupan ini, maka diperlukan pondasi yang kuat dalam diri agar kita tetap berada pada koridor yang tepat dan benar. Pondasi yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME. Dengan itu kita tidak akan terbawa oleh arus negative meskipun kehidupan semakin rumit dan kejam. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang demikian.

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Anomali adalah ketidaknormalan atau penyimpangan dari normal. Seperti yang ditayangkan dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi anomali sebagai contohnya penjaga yang merampok, pembersih yang mengotori dan sebagainya. Adanya beragam anomaly-anomali tersebut menunjukkan bahwa kita saat telah mengalami pengikisan karakter sehingga yang terjadi hanya kemunafikan dan kemunafikan. Sesuatu yang memiliki sebutan/ungkapan yang baik/indah belum tentu makna/dunianya akan baik pula.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  66. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menanggapi kalimat “memberantas korupsi dengan korupsi” hal ini menandakan seseorang yang memberantas korupsi akan tetapi dia melakukan korupsi. Jadi, dalam lingkungan dimana aktivitas korupsi telah menjadi sesuatu hal yang biasa, justru orang yang tidak melakukan perbuatan korupsi ini yang akan dianggap sebagai anomali. Dengan demikian anomali tidak sekedar penyimpangan dari yang biasa atau kondisi mayoritas, tetapi secara lebih luas meliputi penyimpangan dari norma yang seharusnya dan kaitannya dengan kedudukan dan peran seseorang dalam suatu lingkungan.

    ReplyDelete
  67. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Maematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel berjudul Elegi Menangkap Anomali yang sudah Bapak share kepada kami.Berdasarkan pemahaman saya setelah membaca elegi diatas, hidup ini penuh dengan kontradiksi, hal yang bertentangan dan hal yang dianggap aneh atau tidak wajar, bagaimana anomali dapat menyandingkan kontradiksi dalam satu kesatuan melalui penjelasan yang mendukung mengenai penyandingan tersebut. Dalam menentukan elemen mana yang lebih dominan dari ke dua elemen atau kebih dalam anomali tersebut menentukan dominansi dalam kehidupan kita, aspek mana yang lebih mempengaruhi sifat dan sikap kita. Elegi Menangkap Anomali memberikan kita pemahaman bahwasannya Hidup yang selama ini kita hadapi banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, yaitu contohnya Seseorang yang seharusnya menjadi panutan bagi orang lain, tetapi dia sendiri yang terjeremus kedalam ketidak panutan tersebut, Melakukan kebaikan hanya untuk terlihat baik sehingga tidak ada unsur keikhlasan didalamnya, memberantas kejahatan dengan kejahatan sehingga menjadi persoalan yang panjang, dan lain sebagainya. Yang menjadi persoalan itu semua adalah bukan sebuah keadaan akan tetapi sifat yang ada pada diri orang tersebut. Ini dikrenakan tidak adanya pondasi spiritualitas, sehingga dengan gampangnya seseorang akan berbuat sesuatu yang menyimpang.

    ReplyDelete
  68. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Menunjukkan bahwa sebaik appaun usaha yang telah dilakukan oleh manusia pasti ada hal yang menyimpang di dunia ini sehingga sebagai manusia kita harus siap atas berbagai hal yang tidak diduga di dunia yang akan terjadi kelak. Persiapkan dengan ilmu, usaha terbaik, dan doa.

    ReplyDelete