Oct 14, 2011

Elegi Menangkap Anomali




Oleh Marsigit

Dilema:

Pilih mana ya? Diriku atau mereka? Tenaga atau pikiranku? Perasaanku atau faktanya? Hak atau kewajibanku? Terlambat atau hasil yang baik? Tepat waktu tetapi hasil kurang baik? Diam atau bermasalah? Bicara atau juga bermasalah? Tua atau mengaku muda? Muda atau mengaku tua? Punya atau mengaku tidak punya? Tidak punya atau mengaku punya? Berbohong sedikit tetapi selamat? Jujur tetapi beresiko? Benar tetapi kurang baik atau baik tetapi kurang benar? Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Ambivalen:
Ingin mendengar malah terpaksa harus melihat. Ingin melihat malah terpaksa harus mendengar. Ingin menulis malah terpaksa harus membaca. Ingin membaca malah terpaksa harus berbicara. Ingin berbicara malah terpaksa harus mendengar. Ingin memprotes malah diprotes. Ingin mendidik malah dikritik. Ingin membangun malah dikatakan merusak. Ingin menyudahi malah terpaksa harus memulai. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Kontradiksi:
Ingin mempunyai dan tidak mempunyai. Ingin melangkah dan tidak melangkah. Ingin diam dan tidak diam. Ingin bicara dan tidak bicara. Ingin menulis dan tidak menulis. Ingin tidur dan tidak tidur. Ingin protes dan tidak protes. Ingin cepat dan tidak cepat. Ingin ngono dan tidak ngono. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Munafik:
Ingin jujur tetapi terpaksa harus memfitnah. Ingin konsisten tetapi terpaksa harus melanggar. Ingin ikhlas tetapi terpaksa harus mengumpat. Ingin terhormat tetapi terpaksa harus nista. Ingin mengajak kebaikan kepada orang lain tetapi terpaksa dengan cara yang kurang baik. Ingin memberi tetapi terpaksa harus meminta. Ingin membangun tetapi terpaksa harus merusak. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Komplikasi:
Gula ini adalah obat bagi penyakitku tetapi gula ini menyebabkan diriku sakit. Aku harus bergerak agar aku sembuh dari penyakitku, tetapi gerakanku akan menyebabkan kematianku. Aku harus bicara tetapi bicaraku menyebabkan diriku harus terdiam. Lampu harus dinyalakan tetapi akan menyebabkan kematiannya. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Paralogis:
Dewa ngeja wantah. Anggota yang bukan anggota. Teman sekaligus lawan. Konsisten yang tak konsisten. Penuh yang tak penuh. Menjumlah untuk mengurangi. Mengalikan untuk membagi. Menabung untuk meminjam. Mundur untuk maju. Paradoks sebagai ilmu. Mitos sebagai logos. Logos sebagai mitos. Pintar yang bodoh. Bodoh yang pintar. Ketentuan untuk dilanggar. Larangan untuk dilaksanakan. Penampakan yang bukan penampakan. Atas yang bawah. Bawah yang atas. Depan yang belakang. Belakang yang depan. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Antinomi:
Awal ini sekaligus akhir. Awal ini ada dan tidak ada. Awal yang bukan awal. Waktu itu diskret dan kontinu. Akhir ini ada dan tidak ada. Akhir yang bukan akhir. Pikiranku rasional dan empiris. Penampakan yang tidak tampak. Diriku yang bukan diriku. Ruang tiada ruang. Waktu tiada waktu. Kosong tiada kosong. Ada tiada ada. Dalam yang dangkal. Dangkal yang dalam. Luas yang sempit. Sempit yang luas. Sebentar yang lama. Lama yang sebentar. Lazim yang aneh. Aneh yang lazim. Besar yang salah. salah yang benar. Baik yang buruk. Buruk yang baik. Mengerti yang tak mengerti. Tak mengerti yang mengerti. Pasti yang relatif. Relatif yang pasti. Besar yang kecil. Kecil yang besar. Kuat yang lemah. Lemah yang kuat. Terang yang gelap. Gelap yang terang. Basah yang kering. Kering yang basah. Satu yang banyak. Banyak yang satu. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Anomali:
Memberantas korupsi dengan korupsi. Membangun dengan merusak. Bersedekah untuk memperoleh keuntungan. Kestabilan yang goyang. Masyarakat yang sehat tetapi sakit. Inflasi yang berdeflasi. Harga murah tetapi mahal. Anti nepotisme dengan nepotisme. Anti kolusi dengan kolusi. Reformasi dengan anti reformasi. Inovasi dengan status quo. Desentralisasi yang tersentralisasi. Halal yang haram. Asli yang palsu. Terdakwa yang mendakwa. Hakim yang disidang. Guru yang cabul. Mahasiswa yang tawuran. Penegak hukum si pelanggar hukum. Kejujuran yang bohong. Kebaikan yang buruk. Kaya yang miskin. Senyuman sang penangis. Kokoh yang rapuh. Kompak yang berantakan. Penjaga yang merampok. Pembersih yang mengotori. Petunjuk yang mengacaukan. Pahlawan yang kesiangan. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

33 comments:

  1. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari Elegi Menangkap Anomali ini, saya dapat memahami bahwa anomali merupakan suatu kondisi kontradiksi, aneh, atau menyimpang. Misalnya dicontohkan dalam elegi di atas memberantas korupsi dengan korupsi, membangun dengan merusak, melakukan kebaikan dengan keburukan, dsb. Untuk dapat menangkap anomali yang ada disekitar, seseorang harus senantiasa memiliki kesadaran terhadap lingkungan, keiklasan hati, dan pikiran yang jernih. Dari hal ini, kita dapat memahami bahwa begitu kompleks dan rumitnya kehidupan ini, maka diperlukan pondasi yang kuat dalam diri agar kita tetap berada pada jalan yang tepat dan benar. Pondasi yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

    ReplyDelete
  2. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Elegi Menangkap Anomali memberikan kita pemahaman bahwasannya Hidup yang selama ini kita hadapi banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, yaitu contohnya Seseorang yang seharusnya menjadi panutan bagi orang lain, tetapi dia sendiri yang terjeremus kedalam ketidak panutan tersebut, Melakukan kebaikan hanya untuk terlihat baik sehingga tidak ada unsur keikhlasan didalamnya, memberantas kejahatan dengan kejahatan sehingga menjadi persoalan yang panjang, dan lain sebagainya. Yang menjadi persoalan itu semua adalah bukan sebuah keadaan akan tetapi sifat yang ada pada diri orang tersebut. Ini dikrenakan tidak adanya pondasi spiritualitas, sehingga dengan gampangnya seseorang akan berbuat sesuatu yang menyimpang.

    ReplyDelete
  3. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Anomali adalah ketidaknormalan atau penyimpangan dari normal dan dapat disebut juga kelainan. Dalam elegi menangkap anomali disebutkan diantaranya hakim yang disidang, guru yang cabul, mahasiswa yang tawuran, penegak hukum si pelanggar hukum. Bukankah aneh namanya jika hakim yang seharusnya mengadili perkara hukum malah hakim itu sendiri yang diadili dalam sidang? Bukankah meyimpang namanya jika guru yang seharusnya mendidik dan memberi ilmu kepada muridnya malah guru itu sendiri yang mendzolimi muridnya? Tidakkah itu sebuah kelainan jika penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum dan memberi teladan dalam kepatuhan aturan malah dia sendiri yang melanggar hukum?

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa semakin tinggi ilmu kita semakin banyak pilihan yang bisa kita pilih semakin rumit pula tuntutan bahkan semakin komplikasi masalah yang kita temui namun ada yang harus selalu dijaga yaitu hati, semakin tinggi ilmu jangan sampai hati juga semakin tinggi sehingga mampu bersikap munafik tidak jujur menjalani hidup.

    ReplyDelete
  5. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pada elegi menangkap anomali ini terdapat dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, dan anomali. Jika diperhatikan kategori dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi cenderung pada kerumitan sesuatu dan bermuara pada keadaan anomali yakni ketidaknormalan atau penyimpangan dari keadaan yang seharusnya. Semoga kita terhindar dari semua keadaan yang ada pada elegi ini. Amiin

    ReplyDelete
  6. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Semua orang mungkin pernah menghadapi keadaan yang tak sesuai dengan harapannya. Ini membuat hidup seseorang mungkin mengalami dilema, kontradiksi, ambivalen, munafik, komplikasi, paralogis, anatomi serta anomali. Tapi untuk mengatasinya tentu kembali lagi pada masing-masing individu, apakah ia akan menghadapinya dengan tuntunan dan petunjuk Allah SWT, ataukah ia hanya memikirkan cara tersingkat dan termudah bahkan merugikan orang lain agar semua persoalannya beres. Hidup itu adalah pilihan dan pilihan-pilihan itulah yang akan menentukan ke mana kita nantinya.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Saat ini masyarakat kita tengah dilanda anomali. Ketika kita banyak mendengar politisi yang bilang akan memberantas korupsi tetapi ketika sudah menjabat justru korupsi, maka sesungguhnya kita sedang mendengar anomali. Banyak juga fenomena di sekotar kita guru yang harusnya mendidik siswa malah bertindak asusila, melakukan kekerasan, maka kita pun sedang menyaksikan anomali. Para penegak hukum yang justru melanggar hukum. Kaya harta tetapi miskin nurani, miskin ilmu. Dan masih banyak anomali- anomali yang kita lihat di sekitar kita. Maka agar kita tidak terseret dengan anomaly yang ada kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dan pertolongan Nya.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Segala sesuatu pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan yang terjadi pada diri kita pada dasarnya hanya berasal pada diri kita sendiri. Kita takut untuk maju karena pikiran kita mengatakan bahwa maju itu akan membuat kita mundur. Ketika kita ingin jujur, pikiran kita mengatakan bahwa jujur akan menjerumuskan kita.
    Pikiran itulah yang pasti muncul disetiap tindakan dan langkah hidup kita yang tidak benar. Dari elegi ini semoga kita bisa mengambil hikmah untuk selalu bertindak yang baik

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Di dunia ini sangat memungkinkan ada dua hal yang saling bertentangan dan kita harus menentukan pilihan antara kedua hal itu untuk mencapai kehidupan yang kita inginkan. Begitu pula dengan adanya surge dan neraka, keduanya sangat bertentangan. Jalan untuk menempuhnyapun sangat bertentangan. Bagaimanapun telah dijelaskan tentang keduanya, namun manusia tetap saja banyak yang menempuh jalan yang salah dengan banyaknya alasan yang mereka lontarkan. Memang kehidupan yang sekarang lebih terlihat karena kita saat ini berada di dalamnya, namun perlu kita sadari bahwa kehidupan mendatang (di akhirat) juga pasti akan datang menanti kita.

    ReplyDelete
  10. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hiduplah seperti anomali air. Sifat air adalah ia selalu membentuk dirinya sesuai dengan wadah dia masuki. Jika ia masuk ke dalam gelas, maka, air menjadi seperti gelas. Jika air dimasukkan ke dalam belanga, ia juga menjadi seperti belanga. Maksud dari pernyataan ini bukan berarti manusia tidak mempunyai prinsip, akan tetapi bersifat luweslah dalam menjalani kehidupan yang naik turun ini.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Anomali dalam kehidupan banyak sekali kita jumpai, ketika kita tahu hal yang tidak benar namun masih saja kita lakukan. Sejatinya manusia diciptakan dalam keadaan suci, namun dengan berbagai macam pengaruh baik lingkungan maupun dari diri sendiri menjadikan manusia terbelenggu dengan sifat buruknya. Contohnya saja, tidaklah diragukan bahwa seorang yang memiliki keduudkan tinggi dia juga memiliki tingkat pendidikan tinggi pula, namun hal itu akan menjadi anomali apabila tidak diiringi dengan tingkatan spiritual yang tinggi pula yang tingkatan ini dpaat menjadikan kita semakin terjaga dari anomali yang tidak diharapkan.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hidup ini memang penuh lika liku dan rumit.Seperti air yang masajenisnya naik saat suhu turun dari 100 derajat celcius menjadi 4 derajat celcius dan masa jenis kembali turun saat suhu turun dari 4 derajat celcius. Namun jika kita mampu untuk selalu mensyukuri apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini maka semua itu akan terasa menentramkan. Banyak jalan yang dapat ditempuh, dan kita harus pandai dalam memilih jalan hidup yang dapat membawa kebahagiaan. Dengan ilmulah kita dapat memilih jalan itu.

    ReplyDelete
  13. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Anomali adalah kontradiksi, dapat dikatakan sesuatu yang menyimpang dari yang normal. Perilaku anomali tidak membawa dampak yang baik bagi kehidupan dunia dan akhirat. Anomali ada karena adanya kesempatan untuk melakukan atau goyah (tidak adanya ) pondamen spiritual. Untuk menangkap suatu yang anomali, dapat dikenali dengan adanya perubahan yang tak normal pada diri seseorang, mungkin saja diri sendiri yang melakukan anomali. Kita seharusnya selalu berdoa agar terhindar dari sifat anomali ini.

    ReplyDelete
  14. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Segala sesuatu terdapat idela didalamnya, terdapat kebaikan yang tentu diinginkan semua orang. Semua berlomba-lomba menuju yang ideal dan baik itu, namum terdapat anomali yang unik di dunia ini. Terkadang untuk menuju kebaikan dilakukan keburukan, untuk melawan keburukan dilakukan pula keburukan. Hal-hal tersebut dianggap hal yang biasa sebab sudah menjadi anomali yang tak biasa. Semoga kita termasuk orang yang berpikir dan berserah diri, agar tidak menjadi orang yang mengikuti anomali itu.

    ReplyDelete
  15. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Terkadang hidup kita dipertemukan dengan dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi dan anomali. Kesemuanya itu pada dasarnya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Namun tidak semuanya yang bertentangan ini berkonotasi negatif, contohnya antinomi akhir dan awal, bahwa akhir suatu kejahatan dapat menjadi awal sebuah taubat menuju kebaikan. Hanya sebagian besar contoh yang disebutkan adalah bersifat buruk. dan sebenarnya hal-hal yang buruk ini dapat kita hindari, karena kembali lagi bahwa sebenarnya hidup adalah pilihan, kita dapat memilih menjalaninya dengan benar atau tidak.

    ReplyDelete
  16. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi menangkap anomaly ini mengajarkan pada kita bahwa hidup kita tidak bisa senantiasa lurus-lurus saja. ada saatnya memutar, ada saatnya berbelok, bahkan ada kalanya untuk berputar balik. Dalam hidup kita akan bertemu dengan dilemma, ambivalen, kontradiksi, komplikasi hingga anomaly. Perjalanan kita menuju posisi ideal tidak bisa tidak akan dihadapkan pada kondisi-kondisi semacam itu.

    ReplyDelete
  17. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi Menangkap Anomali... Elegi ini memberikan gambaran bahwasannya di dunia ini pasti ada hal yang menyimpang, atau dalam artikel ini disebut Anomali. Segala hal sudah dirancang sedemikian rupa sehingga namun masih sering terjadi penyimpangan-penyimpangan. Hal ini terjadi karena kurangnya sadar manusia, tidak memiliki keikhlasan hati, pikiran yang tidak jernih, dll. Contoh anomali yang diberkan ini sebaiknya jangan ditiru. Mari kita senantiasa memohon ridho dan perlindungan Allah supaya terhindar dari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

    ReplyDelete
  18. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perubahan zaman dan generasi, meskipun di tengah kepungan globalisasi dan anomali, menyongsong hidup secara optimis jelas hanya dipahami oleh orang yang dalam jiwanya dipenuhi rasa iman kepada Allah. Semua makhluk hidup adalah ciptannNya, oleh karena itu sebaik-baiknya tempat kembali adalah Allah swt.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2Pmat C 2017

    Elegi Menangkap Anomali di atas menjadi cermin kehidupan yang terjadi sekarang. Kehidupan ini dipenuhi oleh berbagai anomali yang kebanyakan dapat menjerumuskan manusia. Punya atau mengaku tidak punya? Tidak punya atau mengaku punya? Berbohong sedikit tetapi selamat? Jujur tetapi beresiko? Benar tetapi kurang baik atau baik tetapi kurang benar? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang menjadi fenomena yang sering kita jumpai. Hidup memang dihadapkan pada dua pilihan yang terkadang menjadi hal yang membingungkan. Orang yang selamat, yaitu orang-orang yang mampu memilih pilihan dengan kesungguhan hati. Oleh karena itu, kita patut waspada dan senantiasa memilih suatu pilihan dengan kejernihan dan kesungguhan hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kehidupan ini penuh dengan pilihan yang kontradiksi. Suatu pilihan bisa mengakibatkan manusia mengalami dilema. Apa yang menjadi pilihan harus dilihat resiko yang akan diterimanya. Oleh karena itu, manusia memiliki akal pikiran dan pertolongan Allah SWT menjadi acuan untuk memilih, dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta maka Allah SWT akan memberikan hidayah-Nya agar bisa mengambil keputusan

      Delete
  20. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Di dunia banyak sekali terjadi anomaly anomaly, bagaimana mungkin jargon melawan keburukan, tetapi pembuat jargon malah melakukan keburukan yang dilawannya tersebut. Contoh slogan pemberantasan korupsi, namun yang terjadi malah banyak pengusung slogan anti korupsi melakukan korupsi. Mari kita renungkan, mungkin ada anomaly dalam diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  21. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai ajang menangkap anomaly-anomali, maka sebaiknya kita memperbanyak berdoa dan bersedekah. Apapun jenis sedekah yang diberikan adalah sebagai bentuk rasa syukur kita, maka jika masih terdapat angan-angan mendapat balasan atau keuntungan dari sedekah yang kita berikan, itu tanda bahwa telah terjadi anomaly dalam diri.

    ReplyDelete
  22. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Anomali yang digamabrkan dalam elegi ini merupakan penyimpangan yang benar-benar sering terjadi akhir-akhir in di Indonesia, bahkan dunia. Seperti guru yang seharusnya menjadi panutan dengan banyak ilmu yag ia punya dan jiwa ikhlas untuk mengajarkan dirusak oleh oknum guru yang malah melakukan hal-hal menyimpang seperti melakukan hal tindak asusila kepada siswanya. Sungguh ironis melihat hal semacam itu.

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas, menurut saya, dalam kehidupan itu selalu ada dua hal yaitu yang baik dan buruk. sebagai makhluk ciptaannya kita memiliki hal yang dapat dilakukan sesuai hal yang kita mau. namun ketika kita melakukan salah satu hal dari kehidupan itu pasti akan ada konsekuensinya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan pemahaman saya setelah membaca elegi diatas, hidup ini penuh dengan kontradiksi, hal yang bertentangan dan hal yang dianggap aneh atau tidak wajar, bagaimana anomali dapat menyandingkan kontradiksi dalam satu kesatuan melalui penjelasan yang mendukung mengenai penyandingan tersebut. Dalam menentukan elemen mana yang lebih dominan dari ke dua elemen atau kebih dalam anomali tersebut menentukan dominansi dalam kehidupan kita, aspek mana yang lebih mempengaruhi sifat dan sikap kita.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Kita sering tidak sadar bahwa apa yang telah dialami adalah rentetan hasil keputusan yang kita ambil. Hidup adalah sebuah pilihan yang terangkai terus menerus. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Namun, tidak perlu khawatir, kita tidak perlu risau dengan masa depan kita, yang terpenting adalah selalu berusaha untuk mendapat yang terbaik, karena Allah tidak akan mengubah nasib makhluknya jika dia tidak berusaha.

    ReplyDelete
  26. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Anomali terjadi dimana-mana. Seperti kisah robin hood yang mencuri demi untuk diberikan untuk rakyatnya, mencuri merupakan perbuatan yang buruk, namun memberi merupakan perbuatan yang baik. Namun tidak selamanya mencuri itu buruk, misalnya seorang pembantu yang mencuri makanan karena tidak diberi makan oleh majikan sehingga sangat kelaparan, maka ada kasus ini yang salah adalah majikannya. Banyak sekali anomali di dunia ini yang bisa berujung perbuatan buruk tapi juga bisa berujung perbuatan baik, jadi tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hidup ini adalah pilihan. Hidup adalah tentang memilih. Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Pilihan yang baik yang ingin kita pilih tidak selalu didukung oleh keadaan yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal yang terjadi secara tidak terduga dan bertentangan dengan hati nurani. Banyak hal yang terjadi, namun tidak semestinya. Itulah kenyataan. Kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan.

    ReplyDelete
  28. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hati nurani merupakan sebaik-baiknya teman kita semua. Karena pada dasarnya hati nurani tidak akan mengajak kita untuk melakukan hal yang negative terhadap makhluk yang ada di dunia ini. Karena pada dasarnya hati nurani merupakan inti dari hakikat hati yang sebenarnya yaitu suci dari hal-hal yang buruk. Dalam ranah spiritual, hati nurani akan memberikan keikhlasan dalam hidup yang hakiki. Karena jika hidup dengan keikhlasan maka akan mengakibatkan pada tentramnya kehidupan kita di dunia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  29. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Arti kata anomali secara harfiah adalah ketidaknormalan, menyimpang dari kesegragaman sifat , menyimpang dari normal. Dalam hidup ini banyak terjadi penyimpangan misalnya seperti contoh yang diberikan pada artikel di atas.

    ReplyDelete
  30. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusi adalah makluk yang sempurna dalam keterbatasan. Manusia dilengkapi dengan nafsu dan sifat dasar yaitu tidak mudah puas. Dengan sifat ini, membuat manusia dikelilingi oleh anomali. Memberantas keburukan dengan keburukan, itulah anomali. Manusia seakan selalu punya topeng demi mempertahankan kepentingan pribadi.terlihat baik di luar namun buruk di dalam. Semoga kita senantiasa memiliki hati yang ihklas dan pikiran jernih sehingga dijauhkan dari anomali.

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063

    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Setiap manusia merupakan makhluk yang unik karena tidak ada manusia yang sama persis. Karakter dari setiap manusia itu berbeda satu dengan yang lainnya. Dengan begitu pilihan yang mereka ambil pun akan berbeda. Tidak jarang kita temui saat ingin melakukan perbuatan buruk tetapi cara yang ada adalah cara yang salah. Atau juga sebaliknya kadang terjadi saat melakukan hal-hal yang buruk tetapi beralasan bahwa itu dilakukan demi kebaikan. Hal inilah yang disebut sebagai suatu anomali yaitu hal-hal yang saling bertentangan atau dapat diartikan juga sebagai suatu keganjilan, keanehan atau penyimpangan terhadap sesuatu yang biasa atau normal dan telah menjadi kondisi umum atau mayoritas dalam suatu lingkungan tertentu. Misalnya memberantas korupsi dengan korupsi. Membangun dengan merusak. Bersedekah untuk memperoleh keuntungan. Masyarakat yang sehat tetapi sakit. Inflasi yang berdeflasi. Harga murah tetapi mahal. Anti nepotisme dengan nepotisme. Anti kolusi dengan kolusi. Reformasi dengan anti reformasi. Dan masih banyak contoh lainnya. Begitu kompleks dan rumitnya kehidupan ini, maka diperlukan pondasi yang kuat dalam diri agar kita tetap berada pada koridor yang tepat dan benar. Pondasi yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME. Dengan itu kita tidak akan terbawa oleh arus negative meskipun kehidupan semakin rumit dan kejam. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang demikian.

    ReplyDelete
  32. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Anomali adalah ketidaknormalan atau penyimpangan dari normal. Seperti yang ditayangkan dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi anomali sebagai contohnya penjaga yang merampok, pembersih yang mengotori dan sebagainya. Adanya beragam anomaly-anomali tersebut menunjukkan bahwa kita saat telah mengalami pengikisan karakter sehingga yang terjadi hanya kemunafikan dan kemunafikan. Sesuatu yang memiliki sebutan/ungkapan yang baik/indah belum tentu makna/dunianya akan baik pula.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete