Oct 14, 2011

Elegi Menggapai Nilai Diri

 
 Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan sebuah pertanyaan dari Sdr ANI ALKHAFI :
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Dalam setiap individu itu ada yang mengatakan bahwa manusia dapat menjadikan dirinya terhebat dan mengatakan dirinya termulia, apa itu juga sifat kontradiktif? Bapak yang terhormat, saya ingin tahu bagaimana caranya menjadikan diri kita sebagai perfilsafat (menyatu dan dapat memunculkan sesuatu)?
Wassalamua'alaikum Wr.Wb.



Jawaban saya (Marsigit)
Sdr Ani Alkhafi...terdapat riwayat dalam sejarahnya bahwa sejak dulu terdapat manusia melakukan perjuangan baik secara sendiri maupun secara bersama untuk mengangkat derajat dirinya maupun golongannya.
Keberhasilan yang dia atau yang mereka peroleh, secara filsafati, akan mengukuhkan kedudukan dirinya atau kelompoknya menjadi "subyek" yang kuat terhadap "obyeknya".
Obyeknya bisa berupa individu yang lainnya, bisa berupa kelompok manusia yang lainnya, atau bahkan bisa segenap alam lingkungan sekitarnya.
Kekuatan suatu subyek atau kelompok subyek terhadap yang lainnya jika tidak diimbang dengan tata aturan yang mengikatnya maka akan melahirkan berbagai bentuk eksploitasi oleh manusia yang satu atau oleh kelompok yang satu terhadap manusia yang lain atau kelompok manusia yang lain.
Singkatnya adalah eksploitasi subyek atas obyeknya. Hal yang demikian jika di ekstensikan maka bisa menimbulkan disharmoni kehidupan di atas bumi atau bahkan malapetaka.
Jangan salah paham, bahwa eksploitasi subyek atas obyeknya adalah dalam pengertian dalam sedalam-dalamnya, dan luas seluas-luasnya.
Artinya ia dapat terjadi eksploitasi oleh subyek kakak terhadap obyek adik, subyek guru terhadap obyek siswa, subyek dosen tarhadap obyek mahasiswa, subyek negara kuat terhadap obyek negara lemah, ..dst.

Dalam tata pergaulan internasional, wujudnya dapat kita lihat adanya era penjajahan dan peperangan yang tidak adil dan tidak imbang sampai sekarang.
Jika hal demikian terjadi pada individu seorang diri dalam kaitannya dengan Tuhan nya, maka yang terjadi adalah munculnya ego yang berlebihan sampai kesombongan yang tidak terampuni.
Banyak tulisan menceritakan bagaimana mulai dari Spinoza sampai dengan Syeh Siti Jenar, manusia merasa mempunyai super ego sehingga melewati batas sampai kepada pengakuan dirinya sebagai Tuhan itu sendiri.
Maka yang terjadi adalah hukuman yang setimpal bagi kesombongannya. Sungguh kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia.
Oleh karena itu di dalam diriku tidak pernah terpikir adanya manusia terhebat dan termulia kecuali hal demikian berada dalam "hatiku", yaitu keyakinanku bahwa manusia demikian itu tidak lain tidak bukan adalah Nabi Besar Muhammad SAW. Amiin.
Sdr Ani Alkhafi..tentang nilai seorang diri, aku lebih suka mengatakan bahwa nilai atau hargamu itu adalah keunikanmu.
Tiadalah makhluk di dunia ini yang sama dengan dirimu, bahkan saudara kembarmu sekalian jika engkau punya.
Maka dunia akan bersukaria jika sempat melihat dan mendengar potensimu yaitu keunikanmu.
Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.
Maka bacalah elegi-elegi yang lain. Elegi-elegi itu disusun tidak hierarkhis, artinya yang lama dengan yang baru mempunyai hak yang sama untuk dibaca.
Filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri.
Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta".
Itulah sungguh, orang yang paling merugi didunia adalah orang yang kosong dan buta.
Sedangkan "tidak kosong dan tidak buta" itulah sebenar-benar perjuanganmu sampai akhir hayatmu.
Ketahuilah bahwa mencari ilmu itu perlu berbekal imu. Mencari hidayah itu juga perlu berbekal hidayah.
Baik urusan dunia dan akhirat, keduanya adalah ikhlas adanya, yaitu ikhlas dalam pikiranmu dan iklhas dalam hatimu.

Tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Sedangkan engkau bisa meningkatkan derajat pencarian ilmumu jika dia dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
Namun, ketahuilah bahwa setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika usahanya itu bersifat "sistemik", artinya ilmu atau pengetahuannya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleg ruang dan waktu, artinya tidak hanya bermanfaat bagi bangsanya tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia.
Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek. Itulah tujuan jangka panjangmu dan juga para muridku semua bagi yang menyadarinya.
Oleh karena itu maka sekarang engkau telah mulai memahami mengapa dalam perkuliahan filsafat ini dikembangkan belajar mengajar melalui internet atau blog.
Maka setiap jejakmu dan juga jejakku serta jejak-jejak temanmu dan murid-muridku akan secara langsung dan terus-menerus dapat diakses oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.
Jika engkau telah menyadari hal ini semua dan juga telah menghayatinya maka itulah Rakhmat Tuhan YME telah diturunkan kepada dirimu dan juga diriku dan juga diri orang-orang yang pandai bersyukur. Amiin.
Maka baca dan renungkanlah. Amiin


26 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Membaca bagian awal dari elegi menggapai nilai diri membuat saya teringat kembali dengan perkataan Lord Acton dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sewaktu sekolah menengah atas. Manusia yang memiliki kekuasaan cenderung akan menyalahgunakannya, sedangkan manusia yang memiliki kekuasaan tak terbatas pasti akan menyalahgunakan kekuasaannya. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Prof. Marsigit bahwa diperlukan aturan yang mengikatnya untuk menjaga keharmonisan di muka bumi.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sejatinya tujuan menuntut ilmu adalan untuk diamalkan. Kita harus selalu mengingat bahwa besok kelak semasa waktu habis di dunia justru yang ditanya adalah amalan ilmu itu sendiri. Ilmu itu bukan untuk diri kita sendiri, karena jika begitu ilmu itu akan hilang dan tidak akan menambah pahala. Tapi amalkanlah, bagikanlah kepada orang lain agar menjadi amal jariyah. Semoga kita semua senantiasa menjadi orang yang mengamalkan ilmunya. Amin

    ReplyDelete
  3. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Allah Subhanahu Wataallah memberikan keistimewaan dalam diri manusia, yakni Allah menetapkan bahwa manusia adalah mahlukNya yang melebihi mahluk yang lain. Akan tetapi, hal ini bukan berarti membuat manusia lantas tinggi hati dan berlomba-lomba sesama manusia untuk bisa menjadi penguasa satu sama lain. Sehingga, muncullah anggapan bahwa nilai diri manusia diukur dari kemampuan manusia menguasai orang lain dan akhirnya kebuasan nafsu lah yang bermain. Padahal sesungguhnya Nabiallah mengajari bahwa nilai manusia akan semakin tinggi di mata manusia yang lain apabila dia mampu untuk bermanfaat bagi manusia yang lain. Hal ini diraih tentu dengan kerendahan hati bukan dengan tinggi hati.

    ReplyDelete
  4. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    nilai diri adalah keunikan yang dimiliki tiap orang. Tidak ada satu orang yang sama dengan orang yang lainnya. Tiap-tiap orang memiliki keunikan masing-masing. Namun keunikan yang kita miliki juga dikarenakan peran dari orang lain. Oleh karena itu, tanpa orang lain, kita bukan siapa-siapa. Jadi, nilai diri kita itu juga ditentukan oleh orang lain.
    Setinggi-tingginya kegiatan berfikir manusia adalah kegiatan refleksi. Jika pengalaman hidup kita tidak kita refleksikan, maka sama saja bahwa kita tidak memahami arti dari pengalaman-pengalaman tersebut. Orang yang tidak mampu merefleksikan dirinya adalah orang yang merugi.
    Dalam menuntut ilmu harus berbekal ilmu. Serendah-rendahnya derajat orang yang mencari ilmu adalah dia yang memanfaatkan ilmunya hanya untuk dirinya sendiri saja. Oleh karena itu, agar kita dapat meningkatkan derajat dalam mencari ilmu maka ilmu yang kita dapat harus dapat dimanfaatkan pula oleh orang lain.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Tetapi bukanlah sebuah keunikan jika hanya ada kita sendiri. Kita menjadi unik karena kita ada di masyarakat yang beragam. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk bersosialisasi untuk lebih menggali keunikan yang kita miliki. Dan sebagai upaya menggali keunikan atau potensi kita kita harus terus mencari ilmu. Dan kembali lagi, setinggi- tinggi ilmu ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itulah kita tidak dapat lepas dari masyarakat. Kita berasal dari masyarakat dan sudah seharusnya kita kembali ke masyarakat untuk memberi kebermanfaatan.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setiap orang memang berdeda-beda. Entah itu sifatnya, rupanya, derajatnya, agamanya, kecantikan atau ketampanannya, pedoman hidupnya, dan masih banyak lagi. Ketika kita ingin menemukan nilai dari diri kita, maka alangkah baiknya kita meminta orang lain untuk menilai diri kita. Penilaian dari orang lain memang tidak sepenuhnya tepat, bisa karena beberapa hal. Tetapi tidak ada salahnya kita meminta pendapat orang lain. Terkadang kita sendiri tidak tahu telah melakukan suatu hal yang dipandang kurang tepat oleh orang lain. Oleh karena itu, dengan memperoleh penilaian dari orang lain kita mendapatkan masukan, saran, atau nasihat untuk mengapai nilai diri yang lebih baik. Baik itu dihadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setiap manusia mempunyai nilai diri, nilai itu dilekatkan oeh orang lain kepada diri tersebut. Nilai diri tak lepas kaitannya dengan indicator nilai diri. Indicator itu bersumber dari berbagai macam hal. Dari Tuhan, masyarakat, atau juga agama. Ketiganya boleh jadi berbeda. Tapi menurut saya penilaian orang lain lebih penting daripada penilaian diri sendiri. Tapi penilaian dari manusia tidaklah penting dibandingkan nilai dari Allah. Semoga kita termasuk orang yang mempunyai nilai diri yang baik dimata Allah maupun orang lain.

    ReplyDelete
  8. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa apabila kita memiliki ilmu, agar ilmu tersebut semakin bermanfaat dengan cara membagikan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Menurut saya alangkah diuntungkanlah pendidik ketika dia bisa membuat orang lain (siswanya) paham dengan ilmu yang dimiliki oleh dirinya. Seorang siswa ajuga dapat membagikan ilmunya apabila dirunut dengan mengaplikasikan kurikulum 2013, seorang siswa dapat menyalurkan ilmunya dengan cara tutor sebaya, di mana siswa yang memiliki pemahaman lebih dulu dapat membagikan ilmunya kepada siswa yang masih belum paham dalam materi tersebut, selain itu dalam proses diskusi siswa juga dapat menyampaikain pengetauan ke siswa lain untuk selanjutnya ditanggapi oleh siswa lainnya.

    ReplyDelete
  9. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap individu memiliki nilai diri. Salah satu yang harus kita periksa dalam pengambilan keputusan adalah nilai diri sendiri. Selanjutnya, baru periksa nilai orang lain, keluarga, lingkungan, perusahaan, dan seterusnya. Sadar tidak sadar, orang yang paling sering menyalahkan keputusan kita adalah diri kita sendiri. Oleh sebab itu perlu bagi kita untuk menilai diri sendiri dulu sebelum menilai orang lain.

    ReplyDelete
  10. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Sangat penting dalam menilai diri, karena menilai diri sama seperti mengintrospeksi diri atau merefleksikan diri. Tujuannya agar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Memang dalam sebuah penilaian tak luput dari sisi objektif atau subjektif. Tetapi perlu diingat bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikan tersendiri, sehingga ketika dalam menilai diri menemukan nilai keistimewaan itu maka kita harus mengembangkannya. Syukuri dan ikhtiar agar keistimewaan yang dimiliki bisa berharga dan berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  11. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Setiap individu itu unik dan dianugrahi dengan pemikiran dan cara pandangnya masing-masing. Karena itu hendaknya setiap individu selalu belajar dan mencari apa potensi terbesar yang dapat dikembangkan dari dirinya sendiri. kemuan hendaknya ia membagi ilmunya agar menjadi ilmu yang bermanfaat dan senantiasa rendah hati atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  12. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tiadalah kita menjadi manusia terbaik dan terhebat sepanjang zaman, karena manusia terbaik adalah Rasulullah Muhammad SAW. Tiada penting pula apakah kita menjadi yang terbaik atau tidak, yang terpenting adalah bagaimana kita berbuat, beraktivitas, dengan yang terbaik. Yang terpenting adalah setiap hari kita bertambah baik. Tak perlulah kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Cukuplah kita membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri kita yang lalu. Apakah kita bertambah baik atau tidak. Bila kita senantiasa mewajibkan diri kita sekarang untuk selalu lebih baik dari diri kita di masa lalu, dan diri kita di masa depan lebih baik dari diri kita yang sekarang, maka saat itu kita telah menambah kualitas dan harga dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia memang dibekali dengan kelebihan yang luar biasa jika dibanding dengan makhluk lain di muka bumi ini. Namun demikian tak lantas manusia boleh berlaku semaunya sendiri, ada aturan-aturan Tuhan yang harus tetap diikuti. Manusia dibekali dengan kelebihan juga bukan untuk saling menyombongkan diri, saling berlomba untuk mengakukan siapa yang lebih tinggi dan lebih mulia dengan apa yang dimilikinya. Namun manusia diberi kelebihan agar ia dapat menggunakannya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada penciptanya. Maka tinggi rendahnya, mulia tidaknya seseorang salah satunya justru diukur dari seberapa taat ia kepada Tuhannya dan seberapa bermanfaat ia bagi sekelilingnya.

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sejatinya hidup manusia mempunyai kewajiban, yaitu mencarii ilmu. Ilmu tidak terbatas, maka setelah memperolehnya, kita manfaatkan untuk mencari ilmu lainnya dengan menggunakan ilmu yang telah kita dapat. Dengan memanfaatkan ilmu maka kita menjadi bermanfaat bagi orang lain, karena serendah-rendahnya orang mencari ilmu jika niatnya hanya untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Artinya setiap ilmu yang kita dapat, maka nilai diri akan meningkat dengan memberikan manfaat dari ilmu kita kepada orang lain. Misal menulis karya ilmiah, mengajar, memberi instruksi, dsb. Artinya ilmu kita tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi bermanfaat untuk lingkungan, itulah nilai diri yang sesungguhnya

    ReplyDelete
  16. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap individu memiliki porsi atau kemampuan masing masing yang tidak dapat dibanding-bandingkan dengan orang lain. Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Meskipun ilmunya setinggi langit jika ia tidak bisa memanfaatkan ilmu tersebut atau mampu berbagi ilmunya maka hidupnya akan sia-sia. Marilah kita selalu berbagi lmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  17. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Semakin tinggi pohon, maka anginpun bertiup semakin kencang. Semakin tinggi kekuasaanpun, maka godaan, cemohan, atau yang lainnya pun akan muncul. Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi hal ini disalah gunakan. Kebanyakan pada era yang seperti ini banyak orang malah berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuasaan yang tinggi dan memanfaatkannya sesuka hati. Tak heran lagi, sudah sering kali ditemui dengan mudahnya. Mereka sudah lalai dengan diri mereka sendiri dan asal usulnya. Menyalahgunakan ilmu yang sudah didapatkan untuk berbuat keburukan bukan merupakan tujuan awal dalam menuntut ilmu. Melainkan semua itu muncul karena godaan syetan yang dengan mudahnya menghasut diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengajarkan kita bahwa ilmu filsafat penting bagi kita. dengan mempelajari filsafat kita bisa mengerti makna yang terkandung dalam suatu kalimat. hendaknya kita terus mempelajari ilmu filsafat sepanjang waktu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menjadi manusia adaslah manusia yang sadar akan bagaimana manusia adalah sosok yang memiliki keterbatasan, serta setiap manusai yang hebat pasti ada manusia yang lebih hebat. Namun sosok yang terhebat adalah Tuhan yang harusnya menjadikan manusia sadar akan posisi mereka sehingga seharusnya tidak memiliki sifat sombong, karena sifat sombong pada manusia adalh sifat yang menunjukkan manusia sudah termakan mitosnya sendiri tentang merasa paling hebat.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap manusia berbeda, mempunyai potensi dan keunikannya masing-masing. Namun yang menjadi bagian paling sulit adalah menyadari keunikan dan potensi yang ada dalam dirinya masing-masing. Bukan hanya refleksi diri, namun kita juga membutuhkan saran dan pandangan orang lain tentang kita sebagai sarana memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  21. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Terus meningkatkan nilai diri merupakan suatu kewajiban. Namun bukan untuk membuat kita menjadi manusia yang sombong, melainkan supaya kita bisa menjadi manusia yang lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.

    ReplyDelete
  22. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada fitrahnya manusia di dunia ini berusaha ingin menjadi subyek atas obyeknya. Baik ditingkat antar teman, keluarga, tempat kerja, kelas, pemerinthan, dll. Hal demikian tidak mengapa asal harus sesuai aturan baik hukum positif maupun agama, sehingga tidak menghilangkan atau melanggar hak dan kewajiban orang lain. Jika tidak sesuai aturan maka akan terjadi kerusakan di muka bumi ini. Maka dari itu berlomba-lombalah menjadi subyek yang taat aturan, taat norma, taat agama, sehingga bisa memberi manfaat pada obyeknya. Aamiin.

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang akan tenang dalam menjalani kehidupan di dunia ini jika memang memiliki nilai moral dalam diri mereka yang baik. Karena jika nilai dalam diri manusia itu buruk, maka hal ini akan mengakibatkan ketidaktenangan mereka dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pada dasarnya nilai dalam diri manusia itu akan berarti jika selalu belajar dan belajar untuk menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Karena pada dasarnya belajar merupakan kegiatan yang wajib kita lakukan seperti halnya beribadah. Karena pada dasarnya dengan belajar kita semua akan mengerti makna ibadah yang sesungguhnya dan akan memberikan dampak pada pemahaman yang hakiki tentang mengapa kita harus beribadah.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa adalah wajar atau lazim manusia ingin menjadi yang terbaik di lingkungannya, baik skala kecil maupun skala besar. Yang tidak benar adalah jika orang tersebut menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya serta jika setelah ia menjadi yang terbaik, ia menyalahgunakan amanah serta menganggap rendah orang lain.

    ReplyDelete
  25. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam kehidupan kita harus berhermenetika, yaitu terjemah menterjemahkan. Dengan berhementika kita dituntun untuk saling menghargai, menjalin interaksi positif dengan orang lain. Tidak dapat dipungkiri kita hidup dikeliling perbedaan. Perbedaan yang ada harusnya menjadi wahana untuk kita saling melengkapi dan tolong-menolong. Oleh karena itu dalam hidup berdampingan kita harus membuang ego dan kesombongan karena tiadalah manusia terhebat dan termulia diantara kita selain Nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  26. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia memiliki karakteristik yang beragam, memiliki keunikannya masing-masing. Hal ini sudah menjadi kodratnya, sesuai dengan takdirnya masing-masing. Akan tetapi keunikan dan keberagaman karakteristik kita hanya orang lain yang dapat menilainya, karena jika kita menilainya sendiri, maka akan memunculkan subjektifitas dan kesombongan, kita tidak mampu menyadari merefleksikan diri kita, segala kesalahan dan kesombongan kita jika tidak mendapat pendapat, pandangan orang lain.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete