Oct 14, 2011

Elegi Menggapai Nilai Diri

 
 Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan sebuah pertanyaan dari Sdr ANI ALKHAFI :
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Dalam setiap individu itu ada yang mengatakan bahwa manusia dapat menjadikan dirinya terhebat dan mengatakan dirinya termulia, apa itu juga sifat kontradiktif? Bapak yang terhormat, saya ingin tahu bagaimana caranya menjadikan diri kita sebagai perfilsafat (menyatu dan dapat memunculkan sesuatu)?
Wassalamua'alaikum Wr.Wb.



Jawaban saya (Marsigit)
Sdr Ani Alkhafi...terdapat riwayat dalam sejarahnya bahwa sejak dulu terdapat manusia melakukan perjuangan baik secara sendiri maupun secara bersama untuk mengangkat derajat dirinya maupun golongannya.
Keberhasilan yang dia atau yang mereka peroleh, secara filsafati, akan mengukuhkan kedudukan dirinya atau kelompoknya menjadi "subyek" yang kuat terhadap "obyeknya".
Obyeknya bisa berupa individu yang lainnya, bisa berupa kelompok manusia yang lainnya, atau bahkan bisa segenap alam lingkungan sekitarnya.
Kekuatan suatu subyek atau kelompok subyek terhadap yang lainnya jika tidak diimbang dengan tata aturan yang mengikatnya maka akan melahirkan berbagai bentuk eksploitasi oleh manusia yang satu atau oleh kelompok yang satu terhadap manusia yang lain atau kelompok manusia yang lain.
Singkatnya adalah eksploitasi subyek atas obyeknya. Hal yang demikian jika di ekstensikan maka bisa menimbulkan disharmoni kehidupan di atas bumi atau bahkan malapetaka.
Jangan salah paham, bahwa eksploitasi subyek atas obyeknya adalah dalam pengertian dalam sedalam-dalamnya, dan luas seluas-luasnya.
Artinya ia dapat terjadi eksploitasi oleh subyek kakak terhadap obyek adik, subyek guru terhadap obyek siswa, subyek dosen tarhadap obyek mahasiswa, subyek negara kuat terhadap obyek negara lemah, ..dst.

Dalam tata pergaulan internasional, wujudnya dapat kita lihat adanya era penjajahan dan peperangan yang tidak adil dan tidak imbang sampai sekarang.
Jika hal demikian terjadi pada individu seorang diri dalam kaitannya dengan Tuhan nya, maka yang terjadi adalah munculnya ego yang berlebihan sampai kesombongan yang tidak terampuni.
Banyak tulisan menceritakan bagaimana mulai dari Spinoza sampai dengan Syeh Siti Jenar, manusia merasa mempunyai super ego sehingga melewati batas sampai kepada pengakuan dirinya sebagai Tuhan itu sendiri.
Maka yang terjadi adalah hukuman yang setimpal bagi kesombongannya. Sungguh kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia.
Oleh karena itu di dalam diriku tidak pernah terpikir adanya manusia terhebat dan termulia kecuali hal demikian berada dalam "hatiku", yaitu keyakinanku bahwa manusia demikian itu tidak lain tidak bukan adalah Nabi Besar Muhammad SAW. Amiin.
Sdr Ani Alkhafi..tentang nilai seorang diri, aku lebih suka mengatakan bahwa nilai atau hargamu itu adalah keunikanmu.
Tiadalah makhluk di dunia ini yang sama dengan dirimu, bahkan saudara kembarmu sekalian jika engkau punya.
Maka dunia akan bersukaria jika sempat melihat dan mendengar potensimu yaitu keunikanmu.
Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.
Maka bacalah elegi-elegi yang lain. Elegi-elegi itu disusun tidak hierarkhis, artinya yang lama dengan yang baru mempunyai hak yang sama untuk dibaca.
Filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri.
Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta".
Itulah sungguh, orang yang paling merugi didunia adalah orang yang kosong dan buta.
Sedangkan "tidak kosong dan tidak buta" itulah sebenar-benar perjuanganmu sampai akhir hayatmu.
Ketahuilah bahwa mencari ilmu itu perlu berbekal imu. Mencari hidayah itu juga perlu berbekal hidayah.
Baik urusan dunia dan akhirat, keduanya adalah ikhlas adanya, yaitu ikhlas dalam pikiranmu dan iklhas dalam hatimu.

Tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Sedangkan engkau bisa meningkatkan derajat pencarian ilmumu jika dia dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
Namun, ketahuilah bahwa setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika usahanya itu bersifat "sistemik", artinya ilmu atau pengetahuannya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleg ruang dan waktu, artinya tidak hanya bermanfaat bagi bangsanya tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia.
Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek. Itulah tujuan jangka panjangmu dan juga para muridku semua bagi yang menyadarinya.
Oleh karena itu maka sekarang engkau telah mulai memahami mengapa dalam perkuliahan filsafat ini dikembangkan belajar mengajar melalui internet atau blog.
Maka setiap jejakmu dan juga jejakku serta jejak-jejak temanmu dan murid-muridku akan secara langsung dan terus-menerus dapat diakses oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.
Jika engkau telah menyadari hal ini semua dan juga telah menghayatinya maka itulah Rakhmat Tuhan YME telah diturunkan kepada dirimu dan juga diriku dan juga diri orang-orang yang pandai bersyukur. Amiin.
Maka baca dan renungkanlah. Amiin


40 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Hakekat dari nilai diri adalah keunikan kita masing-masing sebagai individu. Menggapai nilai diri dapat dilakukan dengan cara meningkatkan derajat pencapaian ilmu dan ilmu itu harus dapat diggunakan dan bermanfaat bagi banyak orang serta tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Yang perlu diingat adalah jangan menjadi sombong atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Setiap manusia mempunyai nilai diri, nilai itu dilekatkan oeh orang lain kepada diri tersebut. Nilai diri tak lepas kaitannya dengan indicator nilai diri. Indicator itu bersumber dari berbagai macam hal. Dari Tuhan, masyarakat, atau juga agama. Ketiganya boleh jadi berbeda. Tapi menurut saya penilaian orang lain lebih penting daripada penilaian diri sendiri. Tapi penilaian dari manusia tidaklah penting dibandingkan nilai dari Alloh. Semoga kita termasuk orang yang mempunyai nilai diri yang baik dimata Alloh maupun orang lain.

    ReplyDelete
  3. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Saya sependapat dengan penjelasan Prof bahwa ‘tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri’. Karena kebermaknaan ilmu meningkat ketika seseorang membagikan ilmunya. Tidaklah merugi orang yang membagi ilmu, sebaliknya ilmu nya menjadi lebih dipahami dan terpatri dalam pikiran. Maka saya sangat menghormati peran guru, karena suatu pekerjaan mulia untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada murid, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap insan yang ada di dunia. Setelah manusia memperoleh ilmu maka ada tugas selanjutnya yaitu memanfaatkan ilmu yang dipunya agar bermanfaat untuk lingkungan sekitar, karena serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    ada kutipan yang say suka di artikel ini,
    Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek.
    dari kata-kata ini saya terinspirasi untuk berbuat lebih agar tidak selalu menjadi objek dan lebih aktif lah untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mengembangkan diri bukan sekedar menjadi objek tetapi menjadi subjek, mencari ilmu dan mengamalkannya sehingga bermanfaat bagi orang banyak, berkontribusi secara aktif dalam lingkup seluruh dunia terhadap ilmu yang telah diperoleh, belajar ikhlas dan bersyukur dalam menjalani hidup. Seperti itulah upaya yang diharapkan dapat dilakukan untuk menggapai nilai diri dari sebenar-benarnya nilai diri.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Cara untuk meningkatkan nilai diri kita adalah dengan meningkatkan kontribusi atau manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kolega, pelanggan, atau siapa saja yang berada sekitar kita. Maka walaupun jabatan kita tidak tinggi, keberadaan kita dihargai. Meskipun gaji kita tidak selangit, kehadiran kita dinantikan. Jika manfaat yang kita berikan itu disertai dengan keikhlasan, maka nilai diri kita bukan hanya tinggi di mata sesama manusia. Melainkan juga di hadapan Tuhan. Dan Tuhan, tahu persis imbalan yang paling pantas untuk diberikan.
    Jangan membiasakan diri mengukur nilai diri sendiri dengan uang. Karena nilai uang semakin lama semakin berkurang. Ukurlah dengan banyaknya kebaikan yang kita kontribusikan kepada lingkungan. Karena setiap kebaikan yang kita tebarkan, nilainya selalu tinggi. Makanya, orang-orang baik selalu dihargai.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setelah manusia mencari ilmu di dunia ini manusia perlu meningkatkan derajat pencarian ilmu dengan cara jika ilmu yang di dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
    Sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk dirinya sendiri akan tetapi untuk orang lain juga.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Keunikan masing-masing individulah yang membuat menjadi istimewa dan memilki nilai lebih diantara yang lain. Namun, tidak akan terlihat lebih tanpa adanya orang lain, maksudnya pada hakekatnya kita makhluk sosial, maka hidup sendiri dan berjuang untuk menjadi terbaik dengan usaha sendiri bisa jadi tidak akan terwujud. Hidup ini memang perjuangan namun juga butuh untuk direfleksikan.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Setiap individu itu unik dan dianugrahi dengan pemikiran dan cara pandangnya masing-masing. Karena itu hendaknya setiap individu selalu belajar dan mencari apa potensi terbesar yang dapat dikembangkan dari dirinya sendiri. kemuan hendaknya ia membagi ilmunya agar menjadi ilmu yang bermanfaat dan senantiasa rendah hati atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Nilai diri ini bisa kita cari dari tiga aspek dalam filsafat yakni:
    Aspek Ontologi: Hakekat dari nilai diri adalah keunikan kita masing-masing sebagai individu. Manusia diciptakan Allah dengan segala keunikannya yang membedakannya dengan mahkluk lainnya.
    Aspek Epistemologi: Dengan cara apa setiap individu menggapai nilai dirinya, yaitu meningkatkan derajat pencapaian ilmu dan harus dapat diggunakan dan bermanfaat bagi banyak orang dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
    Aspek Aksiologi: Usaha setiap individu untuk dapat menggapai nilai diri dengan meningkatkan derajat pencapaian ilmu itu apa, misalnya dengan cara banyak membaca dan bertanya kepada orang yang lebih tahu.

    ReplyDelete
  13. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masing-masing individu diciptakan saling berbeda satu sama lain. Kemampuan dan kepandaian yang dimiliki oleh setiap manusia pun saling berbeda. Hal ini berarti, setiap manusia diciptakan untuk suatu tujuan dan manfaat bagi manusia yang lain. Oleh karena itu, niali dari kita dapat dicapai dengan menjadi manusia yang senang berbagi ilmu, pengalaman, dan menjadi manfaat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Penilaian terhadap diri sendiri sangatlah sulit untuk dilakukan. Karena penilaian ini melibatkan banyak indicator dari beberapa dimensi. Baik itu dari dimensi spiritual, formal, normative maupun material. Tidak semua orang memiliki penilaian yang baik secara menyeluruh. Adakalahnya manusia melakukan keburukan baik di masa lalu, sekarang maupun di masa depan. Tiadalah hak bagi manusia untuk menyombongkan dirinya terhadap manusia lain.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Sekalipun ilmu seseorang itu tinggi namun tidak bermanfaat untuk orang lain maka itu akan sia-sia saja. Kalau diibaratkan orang yang berilmu tinggi tapi tidak bermanfaat untuk orang lain adalah seperti pohon kayu yang besar namun tidak berbuah. Jadi intinya kita tidak bisa mengkalim bahwa diri kita yang terhebat dan termulia, dan yang bisa mengatakan diri kita hebat dan mulia adalah orang lain. Sehingga disitulah pentingnya berbagi, kalau kita sudah mengkalim diri kita yang terhebat dan mulia, maka pada hakikatnya kitalah sebenarnya orang yang paling bodoh, karena mengklaim diri hebat dan mulia adalah sifat sombong. Sementara yang berhak untuk sombong hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Eksploitasi yang berlebih menjadikan sebab utama penjajahan, baik dzahir maupun batin. Memberikan hak pada masing-masing tempatnya menjadi solusi bagaimana cara berlaku adil. Adil dalam diri sendiri akan memunculkan ketenteraman antar individu, ia akan mengetahui sendiri kadar pribadinya. Sehingga ia akan mengetahui bagaimana hendaknya bersikap kepada orang lain.

    ReplyDelete
  17. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Menggapai nilai diri artinya kita mengetahui apa yang ada di dalam diri kita. bagaimana nilai dari diri kita ditentukan oleh kualitas kita. kualitas diri merupakan hal yang harus kita perjuangkan, seperti ketika kita menuntut ilmu di jenjang S2 ini merupakan salah satu bentuk dari memperjuangkan kualitas diri kita. dengan kata lain, ketika kita memperbanyak ilmu juga merupakan bentuk dari menggapai nilai diri. Ilmu dapat diperoleh dari mana saja. Filsafatpun juga demikian. Tidak hanya dipandang sebagai ilmu yang diajarkan di dalam kelas, tetapi filsafat merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari kita. artinya yang terpenting dari berfilsafat adalah pengalaman diri. Sehingga kita mampu menggapai nilai diri.

    ReplyDelete
  18. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    kita sebagai manusia diciptakan didunia ini berbeda-beda. Untuk itu setaip manusia memiliki pandangan tersendiri mengenai bagaimana cara mengapai nilai diri. Dari elegi ini mengajarkan cara mengapai nilai diri dengan cara menuntut ilmu itu tidak ada batasnya boleh setinggi-tingginya tetapi ilmu itu tidak akan bermanfaat atau sia-sia jika tidak dibagikan dengan orang lain. Yang artinya mengapai nilai diri adalah tuntutlah ilmu setinggi-tingginya tetapi dari ilmu itu dapat bermanfaat bagi oranglain.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia adalah refleksi diri. Kita belajar filsafat dengan tiada pengalaman hidup itu artinya "kosong", sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan berarti "buta". Maka untuk menggapai diri dalam hidup, hendaknya kita mampu merefleksikan pengalaman hidup kita. Dalam upaya menggapai nilai diri pun harus disertai dengan belajar dan mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Dalam mencari ilmu hendak lah kita menyertakan ikhlas dalam hati dan pikiran kita. Keikhlasan tersebut memungkinkan membawa kita ke arah pencerahan sehingga mampu mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Karena tanpa kehendak-Nya kita tak mungkin mampu memahami berbagai ilmu. Ilmu yang didapat selanjutnya direfleksikan dan mampu memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.


    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hakekat dari nilai diri ada dalam diri masing – masing dan dibentuk oleh masing – masing individu. Setiap orang mempunyai ilmu, dan bagaimana ilmu itu dalam penggunaannya akan menentukan nilai diri seseorang. Nilai diri juga ditentukan oleh banyak hal. Dalam hal spiritual, nilai diri juga ada kaitannya dengan berharganya seseorang di hadapan Tuhan. Karena itu selain memperhatikan ilmu juga perlu memperhatikan aspek spiritual agar semakin mendekatkan diri dengan Tuhan dan nilai diri pada masing – masing orang dapat terjaga, baik di dunia maupun di hadapan Tuhan.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Nilai atau hargamu adalah keunikanmu. Keunikanmu adalah potensimu. Keunikanmu ada dikarenakan orang lain.” Jika sesorang menyadari bahwa dirinya unik maksa sesunggunya yang ada hanyalah rasa syukur karena kita diciptakan dengan keberagaman secara fisik maupun potensi yang ada. namu, ada orang yang menyadari keunikan dirinya dan menjadi somong karena merasa dirinya hebat, ada orang yang mengenali potensi dirinya dan mengembangkannya karena dia tahu, dia bukanlah siapa-siapa tanpa orang lain.

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat adalah refleksi, maka setinggi-tingginya kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri. Berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya “kosong” sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan sama artinya dengan “buta”.Tidak ada orang di dunia yang ingin berjalan tanpa tujuan. Jika orang itu kosong, maka dia akan cepat ditipu, jika dia buta, lebih parah lagi. pengalaman itu dapat diperoleh dari mendengar cerita orang lain, membaca buku dan mengalami sendiri. Alangkah baiknya jika kita dapat lebih biijak agar tdak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Serendah-rendahnya derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Saat seseorang berusaha untuk maju, dia melakukan perjuangan baik untuk dirinya maupun untuk golongannya. Jika ilmu yang didapat tidak dipakai untuk kebaikan dirinya terlebih kebaikan orang lain, maka sia-sialah dia berusaha karena sesungguhnya tidk ada seuatu hal yang baru yang dapat kita terima jika kita belum mengosongkan wadah untuk mengisinya.

    ReplyDelete
  24. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tidaklah perlu untuk menyombongkan diri sendiri atas banyaknya ilmu. Karena manusia memiliki dimensinya sendiri. Diatas langit masih ada langit. Maka janganlah anggap dirimu di dimensi yang tertinggi karena sebenarnya masih ada yang lebih tinggi. Karena sebenar-benarnya dimensi tertinggi adalah milik Tuhan. Sehingga lebih baik terus menggali pengetahuan dan bantulah teman-teman lain untuk mencapai dimensi yang lebih tinggi. Maka bermanfaatlah dirimu. Dan jadilah subjek atas objekmu itu.

    ReplyDelete
  25. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya sependapat dengan Prof. bahwa blog ini merupakan sarana belajar dan dengan menggunakan blog ni kita dapat mendapatkan berbagai macam ilmu dan mendapatkan hal hal baru yang dapat bermanfaat untuk kita. dengan membaca karya karya yang berada di blog ini maka akan membuat kita menjadi lebih memahami tentang filsafat.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi menggapai nilai diri terdapat suatu pernyataan “keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.” Pernyataan tersebut mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan selalu ikhlas. Tanpa disadari, kita pernah atau sering menilai diri kita sendiri. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kita merasa puas dan enggan dikritik atau diberi masukan oleh orang lain. Akan tetapi sesungguhnya yang dapat menilai diri kita adalah orang lain. Sebab, pada umumnya penilaian terhadap diri sendiri lebih mengarah pada hal-hal positif dalam rangka pembelaan diri. Begitu juga dalam mempelajari filsafat, filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri. Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta". Oleh karena itu, elegi-elegi dapat dijadikan sarana refleksi diri dan hendaknya kita selalu ikhlas dalam melakukan suatu hal.

    ReplyDelete
  28. Manusia pada dasarnya hanya dapat menggapai pada diri yang diinginkannya. Manusia ingin menggapai derajat taqwa maka dia berusaha untuk menjauhi larangan Allah SWT dan mengikuti segala perintah Allah SWT tetapi dia sendiri tidak dapat mengatakan dirinya telah bertaqwa. Siswa hanya ingin menggapai kepintaran melalui banyak membaca dan rajin belajar tetapi dia sendiri tidak dapat mengatakan bahwa dirinya pintar. Nilai diri seseorang terletak pada usahanya untuk menggapai apa yang diinginkannya. Diri ini disebut pintar, kaya, sukses dan semua sifat datangnya dari penilaian orang lain atau pada akhirnya ada pada penilaian Allah SWT. Jika diri sendiri yang menilai dirinya dengan hal-hal yang baik, baik sesuai kenyataan atau tidak maka akan cenderung kepada kesombongan. Jika pun dia merasa bahwa telah menggapai apa yang diinginkannya maka sepatunya dilakukan dengan banyak bersyukur bukan mengatakan apa yang telah dicapainya.

    ReplyDelete
  29. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Selama manusia hidup maka selama itu pula manusia berkemungkinan mengalami penyakit hati yang salah satunya adalah sombong. Kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia. Ingat lah bahwa di atas langit masih ada langit. Semoga kita termasuk orang-orang yang terhindar dari sifat sombong, dan selalu belajar dan belajar. Never stop learning because live never stop teaching. Jadilah manusia yang hidup dengan selalu berusaha meningkatkan dimensinya dan bermanfaat bagi makhluk lainnya.

    ReplyDelete
  30. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang berilmu.
    Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.
    Dan sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berilmu dan bermanfaat bagi orang lain

    ReplyDelete
  31. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya membaca satu kalimat yang saya rasa memiliki makna sangat dalam. "sungguh kesombogan itu adalah dosas pertama dan paling besar bagi manusia". Saya menyadari, kesombongan ialah penutup jalan dan penutup hati nurani. Jika manusia sudah terjebak dalam kesombongannya, maka lambat laun ia juga hanya akan 'padam' dengan kesombongannya, ia akan termakan oleh keseombongan itu. Kesombongan juga menutup mata batin dalam nurani, tak memperikan sentuhan 'peka' dalam diri. Namun, inilah ujiannya, karena manusia ialah tempatnya menyombogkan diri. Sehingga, menjaga hati ialah tantangan.

    ReplyDelete
  32. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas saya tertarik dengan penjelasan Bapak terkait nilai dirimu adalah keunikanmu. Keunikanmu itu ada karena ada orang lain. Karena setiap orang itu tidak ada yang sama. Sehingga perbedaan antara dirimu dengan orang lain adalah keunikanmu. Itulah potensimu. Itulah nilai dirimu. Walapun tidak ada manusia yang paling sempurna atau termulia, maka teruslah berusaha untuk memberikan manfaat dan menebar kebaikan kepada orang lain melalui potensi dan keunikanmu.

    ReplyDelete
  33. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya kita selalu menghargai orang lain meskipun berbeda pendapat, veda ras maupun agama. Dengan meghargai orang lain maka orang lain juga akan menghargai kita. Kita bisa menilai diri sendiri namun hanya sebgain saja karena yang dapat menilai diri kita secara keseluruhan adalah yang lain. Maka dalam kehidupan kita tidak lepas dari orang lain agar kita selalu mendapat saran sehingga hidu menjadi lebih berkualitas.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terdapat banyak perbedaan di dunia ini. Perbedaan inilah yang membuat kehidupan menjadi harmoni dan terasa indah. Oleh karena itu, kita harus menunjukkan pada dunia bahwa kita unik. Kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  35. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Nilai diri dapat diidentikan dengan kualitas diri. menurut saya kualitas diri seseorang dapat dilihat dari perilaku dan caranya menangapi permasalahan dan menyelesaikan permasalahan tersebut. sikap yang bijaksana juga menunjukkan kualitas diri.

    ReplyDelete
  36. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Nilai diri adalah keunikan diri sendiri. Semua memiliki keunikan masing-masing. Maka tingkatkanlah dimensi kita sesuai dengan karakteristik kita. Belajar dan terus belajar, membaca dan terus membaca, berdoa dan terus berdoa, Insya Allah kita akan meningkatkan dimensi kita. Jadilah orang yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga harus kepada orang lain bahkan bangsa lain. Dan jadikanlah Rasulullah Salallahu ‘alaihiwa sallam sebagai suri tauladan kita dalam menghadapi hidup ini.

    ReplyDelete
  37. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Nilai diri manusia dapat diartikan pada kualitas diri, menurut saya kualitas diri meliputi ilmu, aqidah serta sikap dan prilaku. Maka setinggi tinggi nya manusia ialah manusia yang berilmu, mengaplikasikan ilmunya pada kehidupan serta bersedia berbagi ilmu yang dimilikinya. Akan tetapi tentu saja manusia dibawah kuasa Allah SWT, dan berharap mendapatkan ridhoNya dalam setiap langkah kehidupan yang dijalani. Oleh karna itu setinggi-tinggi manusia ialah yang memiliki kerendahan hati.

    ReplyDelete
  38. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Nilai diri adalah keunikan diri sendiri. Semua memiliki keunikan masing-masing. Maka tingkatkanlah dimensi kita sesuai dengan karakteristik kita. Belajar dan terus belajar, membaca dan terus membaca, berdoa dan terus berdoa, Insya Allah kita akan meningkatkan dimensi kita. Jadilah orang yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga harus kepada orang lain bahkan bangsa lain. Dan jadikanlah Rasulullah Salallahu ‘alaihiwa sallam sebagai suri tauladan kita dalam menghadapi hidup ini.

    ReplyDelete
  39. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahwa sebenar-benarnya diri adalah bersifat terbuka. Jadi kita mau menjadi apapun yang kita mau. Diriku adalah pemikiranku, sifat-sifatku, tindakanku, tidak aa yang menyamai diriku karena Allah SWT menciptakan makhluknya berbeda-beda.

    ReplyDelete
  40. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Objek dalam filsafat meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada dalam batasan ruang dan waktu. Dengan berfilsafat kita dapat melakukan refleksi terhadap semua yang pernah kita lakukan untuk tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama. Ilmu yang baik ialah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain dan dapat digunakan oleh siapapun dan kapanpun sehingga agar ilmu yang kita sampaikan ke siswa dapat melekat pada siswa harusnya kita menghindari memberikan konsep secara hafalan kepada anak didik kita.

    ReplyDelete