Oct 14, 2011

Elegi Menggapai Nilai Diri

 
 Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan sebuah pertanyaan dari Sdr ANI ALKHAFI :
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Dalam setiap individu itu ada yang mengatakan bahwa manusia dapat menjadikan dirinya terhebat dan mengatakan dirinya termulia, apa itu juga sifat kontradiktif? Bapak yang terhormat, saya ingin tahu bagaimana caranya menjadikan diri kita sebagai perfilsafat (menyatu dan dapat memunculkan sesuatu)?
Wassalamua'alaikum Wr.Wb.



Jawaban saya (Marsigit)
Sdr Ani Alkhafi...terdapat riwayat dalam sejarahnya bahwa sejak dulu terdapat manusia melakukan perjuangan baik secara sendiri maupun secara bersama untuk mengangkat derajat dirinya maupun golongannya.
Keberhasilan yang dia atau yang mereka peroleh, secara filsafati, akan mengukuhkan kedudukan dirinya atau kelompoknya menjadi "subyek" yang kuat terhadap "obyeknya".
Obyeknya bisa berupa individu yang lainnya, bisa berupa kelompok manusia yang lainnya, atau bahkan bisa segenap alam lingkungan sekitarnya.
Kekuatan suatu subyek atau kelompok subyek terhadap yang lainnya jika tidak diimbang dengan tata aturan yang mengikatnya maka akan melahirkan berbagai bentuk eksploitasi oleh manusia yang satu atau oleh kelompok yang satu terhadap manusia yang lain atau kelompok manusia yang lain.
Singkatnya adalah eksploitasi subyek atas obyeknya. Hal yang demikian jika di ekstensikan maka bisa menimbulkan disharmoni kehidupan di atas bumi atau bahkan malapetaka.
Jangan salah paham, bahwa eksploitasi subyek atas obyeknya adalah dalam pengertian dalam sedalam-dalamnya, dan luas seluas-luasnya.
Artinya ia dapat terjadi eksploitasi oleh subyek kakak terhadap obyek adik, subyek guru terhadap obyek siswa, subyek dosen tarhadap obyek mahasiswa, subyek negara kuat terhadap obyek negara lemah, ..dst.

Dalam tata pergaulan internasional, wujudnya dapat kita lihat adanya era penjajahan dan peperangan yang tidak adil dan tidak imbang sampai sekarang.
Jika hal demikian terjadi pada individu seorang diri dalam kaitannya dengan Tuhan nya, maka yang terjadi adalah munculnya ego yang berlebihan sampai kesombongan yang tidak terampuni.
Banyak tulisan menceritakan bagaimana mulai dari Spinoza sampai dengan Syeh Siti Jenar, manusia merasa mempunyai super ego sehingga melewati batas sampai kepada pengakuan dirinya sebagai Tuhan itu sendiri.
Maka yang terjadi adalah hukuman yang setimpal bagi kesombongannya. Sungguh kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia.
Oleh karena itu di dalam diriku tidak pernah terpikir adanya manusia terhebat dan termulia kecuali hal demikian berada dalam "hatiku", yaitu keyakinanku bahwa manusia demikian itu tidak lain tidak bukan adalah Nabi Besar Muhammad SAW. Amiin.
Sdr Ani Alkhafi..tentang nilai seorang diri, aku lebih suka mengatakan bahwa nilai atau hargamu itu adalah keunikanmu.
Tiadalah makhluk di dunia ini yang sama dengan dirimu, bahkan saudara kembarmu sekalian jika engkau punya.
Maka dunia akan bersukaria jika sempat melihat dan mendengar potensimu yaitu keunikanmu.
Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.
Maka bacalah elegi-elegi yang lain. Elegi-elegi itu disusun tidak hierarkhis, artinya yang lama dengan yang baru mempunyai hak yang sama untuk dibaca.
Filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri.
Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta".
Itulah sungguh, orang yang paling merugi didunia adalah orang yang kosong dan buta.
Sedangkan "tidak kosong dan tidak buta" itulah sebenar-benar perjuanganmu sampai akhir hayatmu.
Ketahuilah bahwa mencari ilmu itu perlu berbekal imu. Mencari hidayah itu juga perlu berbekal hidayah.
Baik urusan dunia dan akhirat, keduanya adalah ikhlas adanya, yaitu ikhlas dalam pikiranmu dan iklhas dalam hatimu.

Tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Sedangkan engkau bisa meningkatkan derajat pencarian ilmumu jika dia dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
Namun, ketahuilah bahwa setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika usahanya itu bersifat "sistemik", artinya ilmu atau pengetahuannya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleg ruang dan waktu, artinya tidak hanya bermanfaat bagi bangsanya tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia.
Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek. Itulah tujuan jangka panjangmu dan juga para muridku semua bagi yang menyadarinya.
Oleh karena itu maka sekarang engkau telah mulai memahami mengapa dalam perkuliahan filsafat ini dikembangkan belajar mengajar melalui internet atau blog.
Maka setiap jejakmu dan juga jejakku serta jejak-jejak temanmu dan murid-muridku akan secara langsung dan terus-menerus dapat diakses oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.
Jika engkau telah menyadari hal ini semua dan juga telah menghayatinya maka itulah Rakhmat Tuhan YME telah diturunkan kepada dirimu dan juga diriku dan juga diri orang-orang yang pandai bersyukur. Amiin.
Maka baca dan renungkanlah. Amiin


84 comments:

  1. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masing-masing individu diciptakan saling berbeda satu sama lain. Kemampuan dan kepandaian yang dimiliki oleh setiap manusia pun saling berbeda. Hal ini berarti, setiap manusia diciptakan untuk suatu tujuan dan manfaat bagi manusia yang lain. Oleh karena itu, niali dari kita dapat dicapai dengan menjadi manusia yang senang berbagi ilmu, pengalaman, dan menjadi manfaat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Penilaian terhadap diri sendiri sangatlah sulit untuk dilakukan. Karena penilaian ini melibatkan banyak indicator dari beberapa dimensi. Baik itu dari dimensi spiritual, formal, normative maupun material. Tidak semua orang memiliki penilaian yang baik secara menyeluruh. Adakalahnya manusia melakukan keburukan baik di masa lalu, sekarang maupun di masa depan. Tiadalah hak bagi manusia untuk menyombongkan dirinya terhadap manusia lain.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Sekalipun ilmu seseorang itu tinggi namun tidak bermanfaat untuk orang lain maka itu akan sia-sia saja. Kalau diibaratkan orang yang berilmu tinggi tapi tidak bermanfaat untuk orang lain adalah seperti pohon kayu yang besar namun tidak berbuah. Jadi intinya kita tidak bisa mengkalim bahwa diri kita yang terhebat dan termulia, dan yang bisa mengatakan diri kita hebat dan mulia adalah orang lain. Sehingga disitulah pentingnya berbagi, kalau kita sudah mengkalim diri kita yang terhebat dan mulia, maka pada hakikatnya kitalah sebenarnya orang yang paling bodoh, karena mengklaim diri hebat dan mulia adalah sifat sombong. Sementara yang berhak untuk sombong hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Eksploitasi yang berlebih menjadikan sebab utama penjajahan, baik dzahir maupun batin. Memberikan hak pada masing-masing tempatnya menjadi solusi bagaimana cara berlaku adil. Adil dalam diri sendiri akan memunculkan ketenteraman antar individu, ia akan mengetahui sendiri kadar pribadinya. Sehingga ia akan mengetahui bagaimana hendaknya bersikap kepada orang lain.

    ReplyDelete
  5. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Menggapai nilai diri artinya kita mengetahui apa yang ada di dalam diri kita. bagaimana nilai dari diri kita ditentukan oleh kualitas kita. kualitas diri merupakan hal yang harus kita perjuangkan, seperti ketika kita menuntut ilmu di jenjang S2 ini merupakan salah satu bentuk dari memperjuangkan kualitas diri kita. dengan kata lain, ketika kita memperbanyak ilmu juga merupakan bentuk dari menggapai nilai diri. Ilmu dapat diperoleh dari mana saja. Filsafatpun juga demikian. Tidak hanya dipandang sebagai ilmu yang diajarkan di dalam kelas, tetapi filsafat merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari kita. artinya yang terpenting dari berfilsafat adalah pengalaman diri. Sehingga kita mampu menggapai nilai diri.

    ReplyDelete
  6. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    kita sebagai manusia diciptakan didunia ini berbeda-beda. Untuk itu setaip manusia memiliki pandangan tersendiri mengenai bagaimana cara mengapai nilai diri. Dari elegi ini mengajarkan cara mengapai nilai diri dengan cara menuntut ilmu itu tidak ada batasnya boleh setinggi-tingginya tetapi ilmu itu tidak akan bermanfaat atau sia-sia jika tidak dibagikan dengan orang lain. Yang artinya mengapai nilai diri adalah tuntutlah ilmu setinggi-tingginya tetapi dari ilmu itu dapat bermanfaat bagi oranglain.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia adalah refleksi diri. Kita belajar filsafat dengan tiada pengalaman hidup itu artinya "kosong", sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan berarti "buta". Maka untuk menggapai diri dalam hidup, hendaknya kita mampu merefleksikan pengalaman hidup kita. Dalam upaya menggapai nilai diri pun harus disertai dengan belajar dan mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Dalam mencari ilmu hendak lah kita menyertakan ikhlas dalam hati dan pikiran kita. Keikhlasan tersebut memungkinkan membawa kita ke arah pencerahan sehingga mampu mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Karena tanpa kehendak-Nya kita tak mungkin mampu memahami berbagai ilmu. Ilmu yang didapat selanjutnya direfleksikan dan mampu memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.


    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hakekat dari nilai diri ada dalam diri masing – masing dan dibentuk oleh masing – masing individu. Setiap orang mempunyai ilmu, dan bagaimana ilmu itu dalam penggunaannya akan menentukan nilai diri seseorang. Nilai diri juga ditentukan oleh banyak hal. Dalam hal spiritual, nilai diri juga ada kaitannya dengan berharganya seseorang di hadapan Tuhan. Karena itu selain memperhatikan ilmu juga perlu memperhatikan aspek spiritual agar semakin mendekatkan diri dengan Tuhan dan nilai diri pada masing – masing orang dapat terjaga, baik di dunia maupun di hadapan Tuhan.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Nilai atau hargamu adalah keunikanmu. Keunikanmu adalah potensimu. Keunikanmu ada dikarenakan orang lain.” Jika sesorang menyadari bahwa dirinya unik maksa sesunggunya yang ada hanyalah rasa syukur karena kita diciptakan dengan keberagaman secara fisik maupun potensi yang ada. namu, ada orang yang menyadari keunikan dirinya dan menjadi somong karena merasa dirinya hebat, ada orang yang mengenali potensi dirinya dan mengembangkannya karena dia tahu, dia bukanlah siapa-siapa tanpa orang lain.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat adalah refleksi, maka setinggi-tingginya kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri. Berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya “kosong” sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan sama artinya dengan “buta”.Tidak ada orang di dunia yang ingin berjalan tanpa tujuan. Jika orang itu kosong, maka dia akan cepat ditipu, jika dia buta, lebih parah lagi. pengalaman itu dapat diperoleh dari mendengar cerita orang lain, membaca buku dan mengalami sendiri. Alangkah baiknya jika kita dapat lebih biijak agar tdak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Serendah-rendahnya derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Saat seseorang berusaha untuk maju, dia melakukan perjuangan baik untuk dirinya maupun untuk golongannya. Jika ilmu yang didapat tidak dipakai untuk kebaikan dirinya terlebih kebaikan orang lain, maka sia-sialah dia berusaha karena sesungguhnya tidk ada seuatu hal yang baru yang dapat kita terima jika kita belum mengosongkan wadah untuk mengisinya.

    ReplyDelete
  12. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tidaklah perlu untuk menyombongkan diri sendiri atas banyaknya ilmu. Karena manusia memiliki dimensinya sendiri. Diatas langit masih ada langit. Maka janganlah anggap dirimu di dimensi yang tertinggi karena sebenarnya masih ada yang lebih tinggi. Karena sebenar-benarnya dimensi tertinggi adalah milik Tuhan. Sehingga lebih baik terus menggali pengetahuan dan bantulah teman-teman lain untuk mencapai dimensi yang lebih tinggi. Maka bermanfaatlah dirimu. Dan jadilah subjek atas objekmu itu.

    ReplyDelete
  13. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya sependapat dengan Prof. bahwa blog ini merupakan sarana belajar dan dengan menggunakan blog ni kita dapat mendapatkan berbagai macam ilmu dan mendapatkan hal hal baru yang dapat bermanfaat untuk kita. dengan membaca karya karya yang berada di blog ini maka akan membuat kita menjadi lebih memahami tentang filsafat.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi menggapai nilai diri terdapat suatu pernyataan “keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.” Pernyataan tersebut mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan selalu ikhlas. Tanpa disadari, kita pernah atau sering menilai diri kita sendiri. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kita merasa puas dan enggan dikritik atau diberi masukan oleh orang lain. Akan tetapi sesungguhnya yang dapat menilai diri kita adalah orang lain. Sebab, pada umumnya penilaian terhadap diri sendiri lebih mengarah pada hal-hal positif dalam rangka pembelaan diri. Begitu juga dalam mempelajari filsafat, filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri. Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta". Oleh karena itu, elegi-elegi dapat dijadikan sarana refleksi diri dan hendaknya kita selalu ikhlas dalam melakukan suatu hal.

    ReplyDelete
  16. Manusia pada dasarnya hanya dapat menggapai pada diri yang diinginkannya. Manusia ingin menggapai derajat taqwa maka dia berusaha untuk menjauhi larangan Allah SWT dan mengikuti segala perintah Allah SWT tetapi dia sendiri tidak dapat mengatakan dirinya telah bertaqwa. Siswa hanya ingin menggapai kepintaran melalui banyak membaca dan rajin belajar tetapi dia sendiri tidak dapat mengatakan bahwa dirinya pintar. Nilai diri seseorang terletak pada usahanya untuk menggapai apa yang diinginkannya. Diri ini disebut pintar, kaya, sukses dan semua sifat datangnya dari penilaian orang lain atau pada akhirnya ada pada penilaian Allah SWT. Jika diri sendiri yang menilai dirinya dengan hal-hal yang baik, baik sesuai kenyataan atau tidak maka akan cenderung kepada kesombongan. Jika pun dia merasa bahwa telah menggapai apa yang diinginkannya maka sepatunya dilakukan dengan banyak bersyukur bukan mengatakan apa yang telah dicapainya.

    ReplyDelete
  17. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Selama manusia hidup maka selama itu pula manusia berkemungkinan mengalami penyakit hati yang salah satunya adalah sombong. Kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia. Ingat lah bahwa di atas langit masih ada langit. Semoga kita termasuk orang-orang yang terhindar dari sifat sombong, dan selalu belajar dan belajar. Never stop learning because live never stop teaching. Jadilah manusia yang hidup dengan selalu berusaha meningkatkan dimensinya dan bermanfaat bagi makhluk lainnya.

    ReplyDelete
  18. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Nilai diri manusia dapat diartikan pada kualitas diri, menurut saya kualitas diri meliputi ilmu, aqidah serta sikap dan prilaku. Maka setinggi tinggi nya manusia ialah manusia yang berilmu, mengaplikasikan ilmunya pada kehidupan serta bersedia berbagi ilmu yang dimilikinya. Akan tetapi tentu saja manusia dibawah kuasa Allah SWT, dan berharap mendapatkan ridhoNya dalam setiap langkah kehidupan yang dijalani. Oleh karna itu setinggi-tinggi manusia ialah yang memiliki kerendahan hati.

    ReplyDelete
  19. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Nilai diri adalah keunikan diri sendiri. Semua memiliki keunikan masing-masing. Maka tingkatkanlah dimensi kita sesuai dengan karakteristik kita. Belajar dan terus belajar, membaca dan terus membaca, berdoa dan terus berdoa, Insya Allah kita akan meningkatkan dimensi kita. Jadilah orang yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga harus kepada orang lain bahkan bangsa lain. Dan jadikanlah Rasulullah Salallahu ‘alaihiwa sallam sebagai suri tauladan kita dalam menghadapi hidup ini.

    ReplyDelete
  20. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahwa sebenar-benarnya diri adalah bersifat terbuka. Jadi kita mau menjadi apapun yang kita mau. Diriku adalah pemikiranku, sifat-sifatku, tindakanku, tidak aa yang menyamai diriku karena Allah SWT menciptakan makhluknya berbeda-beda.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Objek dalam filsafat meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada dalam batasan ruang dan waktu. Dengan berfilsafat kita dapat melakukan refleksi terhadap semua yang pernah kita lakukan untuk tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama. Ilmu yang baik ialah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain dan dapat digunakan oleh siapapun dan kapanpun sehingga agar ilmu yang kita sampaikan ke siswa dapat melekat pada siswa harusnya kita menghindari memberikan konsep secara hafalan kepada anak didik kita.

    ReplyDelete
  22. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya sangat tertarik dengan pernyataan Pak Marsigit yang menyebutkan bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri. Kadang dalam keseharian banyak orang terlalu sering menilai orang lain. Membicarakan sampai membuka aib orang lain, seperti menjadi kebiasaan dalam suatu perbincangan. Kadang kita lupa untuk menilai diri kita sendiri. Sudah sejauh mana memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat? Sejauh mana peran kita membantu saudara, orangtua, bangsa, dan negara? Menilai diri sendiri itu seperti berkaca dan kita dapati banyak noda dalam diri kita, sehingga noda-noda itu dapat segera dibersihkan. Jangan sampai kita paham betul noda-noda orang lain, sementara noda menumpuk dalam diri, kita tidak tahu sama sekali.

    ReplyDelete
  23. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya setuju dengan pernyataan Prof. Marsigit yang mengatakan bahwa keunikan itu bergantung pada nilai atau harga yang ada di dalam diri kita. Kita adalah apa yang kita fikirkan. Maka untuk menjadi seorang yang bernilai, baik itu di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia, maka milikilah hati yang bersih. Hati yang bersih akan mendatangkan keridhoan-Nya dan keridhoan makhluk Tuhan yang lainnya. Hati yang bersih inilah yang akan membuat setiap orang unik dari yang lainnya, karena setiap orang pun akan berbeda bagaimana cara menggapai hati bersihnya.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Serendah-rendahnya derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya dipakai dan hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri. Ilmu yang kita miliki meskipun sebatas kuku tangan, namun berguna bagi orang lain akan lebih berarti daripada ilmu yang sedalam samudra dan setinggi langit namun hanya berguna untuk diri sendiri maka tiadalah artinya, karena setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika usahanya bersifat sistemik, artinya ilmu atau pengetahuannya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, artinya tidak hanya bermanfaat bagi bangsanya juga begi bangsa-bangsa di Dunia.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "..tentang nilai seorang diri, aku lebih suka mengatakan bahwa nilai atau hargamu itu adalah keunikanmu"
    Saya sangat setuju dengan pernyataan di atas. Sangat setuju bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang tidak bernilai, karena semua hadir dengan membawa keunikan masing-masing. Maka benar juga bahwa sebenarnya tidak ada orang yang tidak berharga di muka bumi ini. Jadi menurut saya, seburuk apapun keadaan kita saat ini jangan pernah berpikir atau menganggap bahwa kita adalah si rendah diri. Akan tetapi, keseimbangan juga harus dimunculkan dalam hidup kita. Ketika kita menyadari bahwa kita itu unik maka kita bernilai, maka seudah selayaknya pula kita menyadari bahwa "Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula"

    ReplyDelete
  26. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Dosa pertama dan paling besar bagi manusia adalah kesombongan. Tidak sepantasnya manusia melakukan hal tersebut. Namun tanpa kita sadari, tanpa kita fahami apa yang kita lakukan masih sering tergolong dalam kesombongan. Kesombongan tidak hanya bisa terjadi pada sesama manusia, bahkan kepada Allah SWT pun bisa saja kita melakukannya. Sebagai makhluk sosial, tentu kita tidak dapat hidup secara sendiri atau individu. Kita memerlukan orang lain. Seperti ulasan dalam Elegi yang Bapak tuliskan di atas, bahwa “keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang lain.” Ketika kita berilmu dan sedang mempelajari ilmu, tentu kita akan berpikir. Setinggi – tingginya kegiatan berpikir itulah tempat kita refleksi diri. Oleh karena itu, sering-seringlah kita untuk berpikir sehingga secara tidak langsung kita telah melakukan refleksi diri. Refleksi apa yang telah kita lakukan, bagaimana tingkah laku kita, apakah kita sudah memberikan manfaat terhadap orang lain atau kah ternyata hanya kesombongan yang kita lakukan. Hal ini juga menjadi renungan bagi saya.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Dari kalimat tersebut dapat diambil inti sari bahwa manusia akan menjadi pribadi yang mulia juga berkat orang lain. Bukan semata-mata karena dirinya sendiri. Seperti seorang guru, guru dipandang mulia karena ia membagikan ilmu dan pengalaman kepada murid-muridnya. Namun hakikatnya kemuliaan yang sejadi itu kemuliaan di hadapan Allah, bukan karena manusia. Yaitu dilakukan dengan hati yang ikhlas, tawadlu', semata-mata karena Allah.

    ReplyDelete
  28. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Menggapai nilai diri berarti memahami hakekat nilai diri. Menurut elegi ini, nilai diri ialah keunikan, sedangkan keunikan ditentukan oleh orang lain dan tidak akan ada artinya tanpa orang lain. Maksudnya ialah bahwa kita tidak akan menjadi unik tanpa adanya perbedaan dengan orang lain. Maka, tidaklah pantas bagi manusia untuk mengaku menjadi yang termulia dan terhebat. Derajat kemuliaan dan kehebatan manusia ditentukan oleh tingkat keimanannya terhadap Allah SWT. Dan tiadalah manusia termulia dan terhebat di muka bumi ini selain Nabi Muhammad SAW. Maka Beliau diutus menjadi suritauladan bagi seluruh umat muslim hingga akhir zaman dan juga sebagai rahmat bagi seluruh alam.

    ReplyDelete
  29. Anisa Saafitri
    17701251038
    PEPB

    Hubungan kita dengan dunia seperti hubungan timbal balik. Apa yang kita tanam maka itu yang kita tuai. Misalnya jika kita berbuat jahat kepada orang lain maka tidak akan pernah ada orang yang menyenangi dan membantu kita. Dan jika kita berlaku sombong pada orang lain, maka terhalanglah kita dari ilmu dan hidayah. Maka sebaiknya kita berusaha menghilangkan kesombongan agar kita selalu memperoleh hidayah dan rahmat dari Alah SWT.
    Dalam elegi di atas, dunia itu seperti apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir dunia itu baik, maka pasti akan baik. jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita. Jika kita mampu memandang diri kita sendiri, maka kita mampu memandang dunia. Maka berperilakulah yang baik dan sopan terhadap dunia maka dunia akan baik pula pada kita. Dunia berjalan sesuai dengan sikap kita dalam menghadapi dunia dan dalam sikap kita terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  30. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ini nilai diri pada intinya adalah introspeksi diri. Apakah baik, atau buruk, pintar apa bodoh, malas apa rajin. Semua itu bisa dinilai dengan melihat diri kita sendiri, kemudian dibandingkan dengan yang seharusnya seperti apa, yang ideal seperti apa. Agar kita dapat bertindak lebih baik lagi ke depan, maka menggapai nlai diri ini saya rasa perlu karena dengan demikian kita bisa mengetahui apa kelebihan dan kelamahan kita.

    ReplyDelete
  31. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang paling sempurna namun segala kemampuan manusia bersifat terbatas. Manusia tidak luput dari salah dan dosa maka tiadalah satu alasanpun baginya untuk menyombongkan diri. Manusia selalu membutuhkan kehadiran orang lain maka tiadalah nilai diri satu manusia tanpa manusi lainnya. Untuk mampu menjadi pribadi yang lebih baik, manusia harus senantiasa intropeksi diri maka tiadalah isi manusia tanpa refleksi diri. Manusia di dunia adalah untuk mencari bekal yaitu ilmu dan iman dan sebenar-benar orang yang berilmu adalah yang memberi manfaat bagi orang lain dan senantiasa selalu bersyukur kepada Tuhan yang mahakuasa.

    ReplyDelete
  32. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pada Elegi Menggapai Nilai Diri ini merupakan refleksi bagi kita, untuk selalu intropeksi diri, bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan menjalani hidup ini sendiri. Setiap manusia membutuhkan bantuan dari yang lain. Karena sebenar-benar manusia yang baik adalah memberikan nilai kepada yang lain. Dengan memberi manfaat kepada yang lain. Maka sudah sepantasnya kita selalu refleksi serta meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Nya agar kita selalu diberi kekuatan lahir bathin dan dilancarkan dalam menjalankan segala sesuatunya. Karena sekeras apapun yang dilakukan manusia tidak akan berhasil tanpa kuasa dari Allah.

    ReplyDelete
  33. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Yah benar sekali Pak, manusia termulai dan terhebat adalah Nabi Muahammad SAW. Manusia yang seharusnya patut di contoh, diteladani dan dikagumi. Manusia-manusia yang seperti kita tidak pantas mengatakan dirinya terhebat/memiliki kehebatan, tetapi lebih pantas memiliki keunikan. Keunikan ada pada diri seseorang karenan adanya penilain dari orang lain, keunikan ada dalam diri seseorang karena adanya usaha dalam menggapai logos. Sebenar –benar menggapai logos adalah dilandasi dengan logos. Tidak berhenti sampai di sini, sebaik-baik ilmu yang sudah kita peroleh harus bisa menjadi manfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Inilah fungsi dari tugas filsafat ilmu, untuk bisa merefleksikan setiap pertemuan kuliah dan memostingnya di blog masing-masing, yang tujuannya untuk berbagi ilmu yang telah dipelajari, supaya bermanfaat bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  34. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam perbedaan itu, janganlah sekali-kali manusia memiliki ego yang berlebihan sampai kesombongan yang tidak terampuni dan merasa lebih baik dari manusia lainnya. Karena sungguh kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia. Dalam menggapai nilai diri, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula. Kita dapat meningkatkan derajat pencapaian ilmu untuk meningkatkan nilai diri. Ilmuakan lebih bermakna jika dapat digunakan dan bermanfaat bagi banyak orang dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  35. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya, postingan ini mengajarkan kepada saya untuk menjadi orang yang rendah hati. Artinya janganlah kita sombong atas yang kita punya. Selain itu dalam hidup kita harus berguna bagi diri kita sendiri, keluarga, teman, dan negara. Setinggi tingginya ilmu yang kita miliki, maka kita tidak akan menjadi apa apa jika ilmu itu hanya untuk diri kita, berbagilah ilmu untuk orang lain.
    Untuk mengetahui derajat diri kita, maka kita membutuhkan orang lain untuk menjadi pandangannya. Artinya menentukan sebagaimana diri kita sesuai dengan sudut pandang. Untuk menjadi filsafat tidaklah mudah. Filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri. Oleh sebab itu untuk menjadi filsuf sebaiknya kita dapat menilai diri kita sendiri terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  36. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih atas informasinya, Prof. Saya setuju dengan pernyataan bapak bahwa sebenar-benarnya filsafat adalah adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Belajar dari diri kita di hari-hari sebelumnya. Begitu banyak hal yang kita alami dalam kehidupan kita sehingga begitu banyak pula pelajaran yang dapat kita ambil dari pengalaman itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  37. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B


    Setiap manusia di muka bumi ini diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Ketika berbicara tentang nilai diri adalah keunikan diri, saya sangat setuju. Setiap orang unik, namun tak banyak yang sadar akan keunikannya. Di sini refleksi diri sangatlah penting untuk menemukan keunikan diri dan mengembangkannya demi mencapai nilai diri yang maksimal.

    ReplyDelete
  38. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Setiap individu mempunyai sifat dan karakter masing-masing. Kita sebagai manusia diberi kenikmatan kelebihan berupa akal dan pikiran. Namun terkadang kita terlupa dengan batasan dari akal dan pemikiran kita, terkadang kita hanya menuruti ego, nafsu akan sesuatu hal hingga kita terlupa akan diri kita sendiri. oleh karena itu dalam belajar filsafat kita selalu diingatkan untuk menjadi manusia yang bersinergi dengan manusia lainnya.

    ReplyDelete
  39. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ulasan yang begitu menginspirasi. Terima kasih Prof. Selama ini saya sendiri juga belum tahu telah sejauh mana ilmu yang saya miliki sudah bermanfaat atau tidak bagi orang lain. Namun, sejatinya diri ini juga memiliki keinginan yang kuat bahwa ilmu yang ada dapat memberi manfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain. Saat ini satu tekad yang dapat saya lakukan adalah berusaha untuk melakukan apa yang ada dalam pikiran saya dan memikirkan atas tindakan-tindakan yang telah saya lakukan. Perjalanan mencari ilmu bagi saya begitu panjang, seiring dalam pencarian ilmu tersebut saya mengusahakan pikiran saya dapat membantu orang-orang yang memang membutuhkan bantuan saya. Semoga Tuhan juga mengarahkan saya pada perilaku yang konsisten dalam mencari ilmu.

    ReplyDelete
  40. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Nilai diri seseorang akan lebih tinggi apabila ia mau berusaha mencari ilmu dan pengalaman. Namun ilmu dan pengalaman tersebut ternyata belumlah cukup apabila hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri. Nilai diri seseorang yang memiliki ilmu akan meningkat apabila ilmu tersebut dapat bermanfaat juga bagi orang lain. Namun belum lah cukup apabila bermanfaat bagi orang lain di sekitar. Nilai diri seseorang akan tinggi apabila memiliki ilmu dan bermanfaat bagi orang lain dan banyak orang tidak hanya di sekitar tetapi juga di dunia ini.

    ReplyDelete
  41. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas hikmah yang dapat diambil sangat banyak sekali tentang nilai diri. Menurut Bapak Prof. Dr. Marsigit. M. A yang dimaksud dengan nilai diri adalah keunikan dari masing-masing diri itu sendiri, karena setiap orang itu berbeda dan tidak ada yang menyamai siapapun bahkan kembarannya sekalipun. Kemudian berkaitan dengan eksistensi atau keberadaan seseorang yang senantiasa memperjuangkan dirinya sendiri atau golongannya dan mengaggap dirinya atau kedudukannya terbaik adalah sejatinya hanya penggapaian dan yang tak boleh adalah jika sudah melampaui batas, jika telah sombong, ego hingga mengganggap dirinya adalah Tuhan. Ini yang dilarang, keeksistensian yang tanpa batas. Sesungguhnya yang kita lakukan semua ini adalah boleh dengan batasa, hanya di hati saja. Karena yang paling mulia dan eksis sejatinya adalah Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian hikmah yang lain berkaitan tentang mencari ilmu yang bisa bermanfaat bagi orang lain dengan cara refleksi, menghayati apa yang telah dilakukan dan akan dilakukan serta terus membaca.

    ReplyDelete
  42. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah terimakasih prof. Marsigit atas postingan kali ini. Dari elegi di atas, saya belajar untuk berusaha menilai diri saya dari kacamata obyektif. Seseorang yang mampu menganggap dirinya terhebat dan mengatakan dirinya termulia, itulah seburuk manusia, dimana hatinya terselimuti rasa sombong dan tinggi hati. Saya setuju bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Sehingga bagaimana ia mampu menilai dirinya sendiri sedangkan subyektifitas diri saja masih berkuasa dan menutup diri atas pandangan orang lain. Benar bahwa manusia diciptakan berbeda, bahkan bayi yang kembar identik sekalipun pasti memiliki perbedaan yang orang tidak tahu dimana letak perbedaannya. Keunikan ada pada diri seseorang karena adanya penilain dari orang lain, keunikan ada dalam diri seseorang karena adanya usaha nya dia dalam menggapai logos.Namun perlu disadari bahwa diri yang baik, hanya mampu dan diterima jika dinilai oleh orang lain terlebih penilaian dari Sang Maha Sempurna. Sebaik-baik penilaian diri yang hakiki merupakan penilaian dari Allah, sehingga untuk menggapai nilai diri, buatlah diri agar bernilai dimata Allah swt. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  43. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Tuhan telah menciptakan manusia dengan karakteristik, sifat, fan wajah yang berbeda. Walaupun manusia tersebut merupakan manusia kembar tidak akan ditemukan kesamaan sedikitpun, fisik juga akan ditemukan perbedaan apalagi sifat dari seseorang. Hal tersebut disebabkan oleh sikap orang dalam bertingkah, sifat yang dimiliki seseorng, pengalaman yang telh dialami, dan pengetahuan yang dicapai setiap orang berbeda. Oleh karena itu sebagai seorang guru harus dapat beradaptasi dengan perbedaan siswa-siswa yang dimilikinya, sehingga dapat memfasilitasi semua keragaman siswa tersebut.

    ReplyDelete
  44. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Menggapai nilai diri mencerminkan manusia yang berusahan mencari bagaimana kualitas dirinya dalam hidup ini. Menurut kami kualitas diri manusia berkenaan dengan seberapa banyak ilmu yang dimilikinya dan bagaimana dia membagikan ilmu yang dimilikinya. Seorang manusia tidak berhak menganggap dirinya terbaik ataupun menganggap dirinya terhebat ataupun pula termulai.karena hal tersebut mencerminakan kesombongan dan sesungguhkannya yang dapat memberikan lebel tersebut hanyalah Allah. Hal ini sesuai potongan Q.S Al Mujadilah :11 "Niscaya Allah akan mengangkat(derajat)orang-orang berimam diantara kamu dan orang-orang yang yang diberi ilmu beberapa darajat". sehingga fokus manusia sebagai hambanya dalam hidup ini seharusnya selalu bersyukur dan memaksimalkan segala satu yang diberikan oleh Allah yakni dengan berfikir (berfilsafat) untuk menggapai jalan menuju rodho Nya tanpa di campuri sifat riya, khibir, sombong dll.Terima Kasih.

    ReplyDelete
  45. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Saya memetik kalimat dari Elegi Menggapi Nilai Diri ini yaitu "Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula".
    Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut, bahwasannya kita tidak dapat terlepas dari bantuan dan pendapat orang lain. Dengan merefleksi diri dan selalu dapat berkomunikasi baik dengan orang lain merupakan salah satu cara agar kita dapat mengetahui nilai keunikan dari diri kita.

    ReplyDelete
  46. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu’alaikum wr. wb
    "Tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.
    Sedangkan engkau bisa meningkatkan derajat pencarian ilmumu jika dia dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain."

    Saya sependapat dengan jawaban Bapak Prof. Marsigit. Kalimat tersebut membuat kita paham bahwa kita tidak boleh kikir dalam berilmu. Karna ilmu yang terpendam lama kelamaan akan terkikis. Ilmu itu ibarat sistem Multi Level Marketing, semakin banyak kita sebarkan maka semakin banyak pula yang kita peroleh. Apa yang kita peroleh? amal kebaikan dan jariyah, inshaa Allah. Maka kita tak perlu sombong terhadap apa yang menjadi kelebihan bagi kita, karena mudah saja bagi Allah untuk mengambilnya dari kita. Karena DIA-lah Yang Maha Memiliki Segalanya.

    ReplyDelete
  47. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Setiap pribadi adalah unik. Saya sungguh merasakan keunikan saya itu berarti, ketika orang lain mengatakannya pada saya. Saya lahir di Sumatra dengan pergaulan yang terbuka, datang ke Jogyakarta yang budaya percakapannya tidak langsung 'to the point'. Pertama sukar, sampai sekarang pun kadang tidak dapat menerima hal tersebut. Keterus terangan saya itu adalah keunikan saya, yang terbentuk dari budaya yang berbeda. Kadang teman justru meminta bantuan saya untuk berbicara ketika dia tidak mampu mengungkapkan secara terus terang. Mengkritik orang lain secara langsung tidak mudah bagi orang Yogya. Saya dapat dengan mudah melakukannya. Bagi sebagian orang, ini kelebihan saya yang membantu mereka. Namun bagi sebagian yang lain, saya mungkin menyakitkan hati. Tapi prinsip saya, jika itu akan mengembangkan oranglain, tentu saya akan katakan terus terang.
    Saya sadar bahwa seperti apa saya itu terbentuk juga dari penilaian orang tentang diri saya. Tapi seberapa tah pentingnya hal itu? Yang penting adalah bagaimana saya mengekspresikan diri, sejauh saya menghargai etis dan estetika pula, serta membantu orang lain untuk lebih baik. Sebab dengan demikian saya pun berdinamika, bergerak menjadi lebih baik juga.

    ReplyDelete
  48. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Setiap pribadi adalah unik. Saya sungguh merasakan keunikan saya itu berarti, ketika orang lain mengatakannya pada saya. Saya lahir di Sumatra dengan pergaulan yang terbuka, datang ke Jogyakarta yang budaya percakapannya tidak langsung 'to the point'. Pertama sukar, sampai sekarang pun kadang tidak dapat menerima hal tersebut. Keterus terangan saya itu adalah keunikan saya, yang terbentuk dari budaya yang berbeda. Kadang teman justru meminta bantuan saya untuk berbicara ketika dia tidak mampu mengungkapkan secara terus terang. Mengkritik orang lain secara langsung tidak mudah bagi orang Yogya. Saya dapat dengan mudah melakukannya. Bagi sebagian orang, ini kelebihan saya yang membantu mereka. Namun bagi sebagian yang lain, saya mungkin menyakitkan hati. Tapi prinsip saya, jika itu akan mengembangkan oranglain, tentu saya akan katakan terus terang.
    Saya sadar bahwa seperti apa saya itu terbentuk juga dari penilaian orang tentang diri saya. Tapi seberapa tah pentingnya hal itu? Yang penting adalah bagaimana saya mengekspresikan diri, sejauh saya menghargai etis dan estetika pula, serta membantu orang lain untuk lebih baik. Sebab dengan demikian saya pun berdinamika, bergerak menjadi lebih baik juga.

    ReplyDelete
  49. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami pada dasarnya manusia itu berbeda dengan manusia yang lain, tidak ada manusia yang sama, bahkan sepasang saudara kembar yang identik sekalipun tetap berbeda antara satu dengan yang alinnya. Hal ini merupakan hakekat dari keberadaan manusia. Tetapi manusia dianggap berbeda jika ada manusia lainnya sebgai pembanding. Kecenderungan pemikiran manusia untuk dianggap lebih baik dan lebih penting dari manusia yang lainnya terkadang memunculkan rasa sombong dan takabur. Dari pemikiran itu pulalah muncul tindakan penjajahan dan sikap deterministik manusia atas manusia lainnya. Manusia yang telah menjajah manusia yang lainnya akan bertindak dan bersikap seakan-akan dia adalah tuan bagi orang yang dijajahnya. Bukan hanya itu, bahkan seseorang yang mempunyai gelar pendidikan yang tinggi juga mempunyai bibit-bibit pemikiran dan kecenderungan untuk memandang rendah terhadap orang biasa yang tidak mengenyam bangku kuliah. Padahal bisa saja orang biasa tersebut memiliki sikap bijaksana yang lebih besar daripada orang dengan gelar pendidikan yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  50. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Sehebat-hebatnya manusia itu bagaikan debu dihamparan gurun. Diatas langit masih ada langit, diatas seorang ada orang lain yang lebih hebat. Maka sebenar-benarnya hidup bukanlah untuk mnejadi yang terhebat, tapi bagimana merubah diri menjadi lebih abaik dan tersu secara teratur dan kontinu merefleksikan diri. Diri manusia itu unik dan tiada duanya, maka sudah seharusnya kita mengembangkan diri kita seperti apa yangkita butuhkan, bukan melakukan plagiat. maka kita juga tidak boleh melakukan engecapan atau pelabelan terhadap orang lain apalagi mencetak seorang manusia, sebagi contoh sekolah yang mencetak siswanya, karena sesungguhnya itu menghilangkan sebagian besar potensi yang ada dan mungkin ada milik siswa. Semoga kita juga tidak membandingkan seorang dengan yang lainnya. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  51. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    asslamualaikum wr. wb. terkadang (bahkan sering) kita sebagai manusia tidak menyadari bahwa hidup ini sangat begitu bernilai dan berarti. nilai-nilai diri tentunya adalah anugerah dari allah swt. yang tidak bisa diukur dengan standar-standar ekonomi seperti uang. anomali dalam hidup adalah ketika kita dengan mudahnya mengorbankan nilai-nilai diri hanya untuk mendapatkan kenikmatan duniawi. sungguh itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. andaikata kita menyadari hakikat dan potensi diri kita sebagai manusia, maka tiada lain selain dari kata syukur yang teramat besar kepada allah swt. saya pikir, di sinilah letak hakikat pendidikan untuk menampakkan dan mengembangkan potensi diri.

    ReplyDelete
  52. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Membaca bagian awal dari elegi menggapai nilai diri membuat saya teringat kembali dengan perkataan Lord Acton dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sewaktu sekolah menengah atas. Manusia yang memiliki kekuasaan cenderung akan menyalahgunakannya, sedangkan manusia yang memiliki kekuasaan tak terbatas pasti akan menyalahgunakan kekuasaannya. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Prof. Marsigit bahwa diperlukan aturan yang mengikatnya untuk menjaga keharmonisan di muka bumi.

    ReplyDelete
  53. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sejatinya tujuan menuntut ilmu adalan untuk diamalkan. Kita harus selalu mengingat bahwa besok kelak semasa waktu habis di dunia justru yang ditanya adalah amalan ilmu itu sendiri. Ilmu itu bukan untuk diri kita sendiri, karena jika begitu ilmu itu akan hilang dan tidak akan menambah pahala. Tapi amalkanlah, bagikanlah kepada orang lain agar menjadi amal jariyah. Semoga kita semua senantiasa menjadi orang yang mengamalkan ilmunya. Amin

    ReplyDelete
  54. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Allah Subhanahu Wataallah memberikan keistimewaan dalam diri manusia, yakni Allah menetapkan bahwa manusia adalah mahlukNya yang melebihi mahluk yang lain. Akan tetapi, hal ini bukan berarti membuat manusia lantas tinggi hati dan berlomba-lomba sesama manusia untuk bisa menjadi penguasa satu sama lain. Sehingga, muncullah anggapan bahwa nilai diri manusia diukur dari kemampuan manusia menguasai orang lain dan akhirnya kebuasan nafsu lah yang bermain. Padahal sesungguhnya Nabiallah mengajari bahwa nilai manusia akan semakin tinggi di mata manusia yang lain apabila dia mampu untuk bermanfaat bagi manusia yang lain. Hal ini diraih tentu dengan kerendahan hati bukan dengan tinggi hati.

    ReplyDelete
  55. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    nilai diri adalah keunikan yang dimiliki tiap orang. Tidak ada satu orang yang sama dengan orang yang lainnya. Tiap-tiap orang memiliki keunikan masing-masing. Namun keunikan yang kita miliki juga dikarenakan peran dari orang lain. Oleh karena itu, tanpa orang lain, kita bukan siapa-siapa. Jadi, nilai diri kita itu juga ditentukan oleh orang lain.
    Setinggi-tingginya kegiatan berfikir manusia adalah kegiatan refleksi. Jika pengalaman hidup kita tidak kita refleksikan, maka sama saja bahwa kita tidak memahami arti dari pengalaman-pengalaman tersebut. Orang yang tidak mampu merefleksikan dirinya adalah orang yang merugi.
    Dalam menuntut ilmu harus berbekal ilmu. Serendah-rendahnya derajat orang yang mencari ilmu adalah dia yang memanfaatkan ilmunya hanya untuk dirinya sendiri saja. Oleh karena itu, agar kita dapat meningkatkan derajat dalam mencari ilmu maka ilmu yang kita dapat harus dapat dimanfaatkan pula oleh orang lain.

    ReplyDelete
  56. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Tetapi bukanlah sebuah keunikan jika hanya ada kita sendiri. Kita menjadi unik karena kita ada di masyarakat yang beragam. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk bersosialisasi untuk lebih menggali keunikan yang kita miliki. Dan sebagai upaya menggali keunikan atau potensi kita kita harus terus mencari ilmu. Dan kembali lagi, setinggi- tinggi ilmu ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itulah kita tidak dapat lepas dari masyarakat. Kita berasal dari masyarakat dan sudah seharusnya kita kembali ke masyarakat untuk memberi kebermanfaatan.

    ReplyDelete
  57. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setiap orang memang berdeda-beda. Entah itu sifatnya, rupanya, derajatnya, agamanya, kecantikan atau ketampanannya, pedoman hidupnya, dan masih banyak lagi. Ketika kita ingin menemukan nilai dari diri kita, maka alangkah baiknya kita meminta orang lain untuk menilai diri kita. Penilaian dari orang lain memang tidak sepenuhnya tepat, bisa karena beberapa hal. Tetapi tidak ada salahnya kita meminta pendapat orang lain. Terkadang kita sendiri tidak tahu telah melakukan suatu hal yang dipandang kurang tepat oleh orang lain. Oleh karena itu, dengan memperoleh penilaian dari orang lain kita mendapatkan masukan, saran, atau nasihat untuk mengapai nilai diri yang lebih baik. Baik itu dihadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  58. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setiap manusia mempunyai nilai diri, nilai itu dilekatkan oeh orang lain kepada diri tersebut. Nilai diri tak lepas kaitannya dengan indicator nilai diri. Indicator itu bersumber dari berbagai macam hal. Dari Tuhan, masyarakat, atau juga agama. Ketiganya boleh jadi berbeda. Tapi menurut saya penilaian orang lain lebih penting daripada penilaian diri sendiri. Tapi penilaian dari manusia tidaklah penting dibandingkan nilai dari Allah. Semoga kita termasuk orang yang mempunyai nilai diri yang baik dimata Allah maupun orang lain.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa apabila kita memiliki ilmu, agar ilmu tersebut semakin bermanfaat dengan cara membagikan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Menurut saya alangkah diuntungkanlah pendidik ketika dia bisa membuat orang lain (siswanya) paham dengan ilmu yang dimiliki oleh dirinya. Seorang siswa ajuga dapat membagikan ilmunya apabila dirunut dengan mengaplikasikan kurikulum 2013, seorang siswa dapat menyalurkan ilmunya dengan cara tutor sebaya, di mana siswa yang memiliki pemahaman lebih dulu dapat membagikan ilmunya kepada siswa yang masih belum paham dalam materi tersebut, selain itu dalam proses diskusi siswa juga dapat menyampaikain pengetauan ke siswa lain untuk selanjutnya ditanggapi oleh siswa lainnya.

    ReplyDelete
  60. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap individu memiliki nilai diri. Salah satu yang harus kita periksa dalam pengambilan keputusan adalah nilai diri sendiri. Selanjutnya, baru periksa nilai orang lain, keluarga, lingkungan, perusahaan, dan seterusnya. Sadar tidak sadar, orang yang paling sering menyalahkan keputusan kita adalah diri kita sendiri. Oleh sebab itu perlu bagi kita untuk menilai diri sendiri dulu sebelum menilai orang lain.

    ReplyDelete
  61. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Sangat penting dalam menilai diri, karena menilai diri sama seperti mengintrospeksi diri atau merefleksikan diri. Tujuannya agar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Memang dalam sebuah penilaian tak luput dari sisi objektif atau subjektif. Tetapi perlu diingat bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikan tersendiri, sehingga ketika dalam menilai diri menemukan nilai keistimewaan itu maka kita harus mengembangkannya. Syukuri dan ikhtiar agar keistimewaan yang dimiliki bisa berharga dan berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  62. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Setiap individu itu unik dan dianugrahi dengan pemikiran dan cara pandangnya masing-masing. Karena itu hendaknya setiap individu selalu belajar dan mencari apa potensi terbesar yang dapat dikembangkan dari dirinya sendiri. kemuan hendaknya ia membagi ilmunya agar menjadi ilmu yang bermanfaat dan senantiasa rendah hati atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  63. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tiadalah kita menjadi manusia terbaik dan terhebat sepanjang zaman, karena manusia terbaik adalah Rasulullah Muhammad SAW. Tiada penting pula apakah kita menjadi yang terbaik atau tidak, yang terpenting adalah bagaimana kita berbuat, beraktivitas, dengan yang terbaik. Yang terpenting adalah setiap hari kita bertambah baik. Tak perlulah kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Cukuplah kita membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri kita yang lalu. Apakah kita bertambah baik atau tidak. Bila kita senantiasa mewajibkan diri kita sekarang untuk selalu lebih baik dari diri kita di masa lalu, dan diri kita di masa depan lebih baik dari diri kita yang sekarang, maka saat itu kita telah menambah kualitas dan harga dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia memang dibekali dengan kelebihan yang luar biasa jika dibanding dengan makhluk lain di muka bumi ini. Namun demikian tak lantas manusia boleh berlaku semaunya sendiri, ada aturan-aturan Tuhan yang harus tetap diikuti. Manusia dibekali dengan kelebihan juga bukan untuk saling menyombongkan diri, saling berlomba untuk mengakukan siapa yang lebih tinggi dan lebih mulia dengan apa yang dimilikinya. Namun manusia diberi kelebihan agar ia dapat menggunakannya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada penciptanya. Maka tinggi rendahnya, mulia tidaknya seseorang salah satunya justru diukur dari seberapa taat ia kepada Tuhannya dan seberapa bermanfaat ia bagi sekelilingnya.

    ReplyDelete
  65. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sejatinya hidup manusia mempunyai kewajiban, yaitu mencarii ilmu. Ilmu tidak terbatas, maka setelah memperolehnya, kita manfaatkan untuk mencari ilmu lainnya dengan menggunakan ilmu yang telah kita dapat. Dengan memanfaatkan ilmu maka kita menjadi bermanfaat bagi orang lain, karena serendah-rendahnya orang mencari ilmu jika niatnya hanya untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  66. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Artinya setiap ilmu yang kita dapat, maka nilai diri akan meningkat dengan memberikan manfaat dari ilmu kita kepada orang lain. Misal menulis karya ilmiah, mengajar, memberi instruksi, dsb. Artinya ilmu kita tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi bermanfaat untuk lingkungan, itulah nilai diri yang sesungguhnya

    ReplyDelete
  67. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap individu memiliki porsi atau kemampuan masing masing yang tidak dapat dibanding-bandingkan dengan orang lain. Sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Meskipun ilmunya setinggi langit jika ia tidak bisa memanfaatkan ilmu tersebut atau mampu berbagi ilmunya maka hidupnya akan sia-sia. Marilah kita selalu berbagi lmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  68. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Semakin tinggi pohon, maka anginpun bertiup semakin kencang. Semakin tinggi kekuasaanpun, maka godaan, cemohan, atau yang lainnya pun akan muncul. Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi hal ini disalah gunakan. Kebanyakan pada era yang seperti ini banyak orang malah berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuasaan yang tinggi dan memanfaatkannya sesuka hati. Tak heran lagi, sudah sering kali ditemui dengan mudahnya. Mereka sudah lalai dengan diri mereka sendiri dan asal usulnya. Menyalahgunakan ilmu yang sudah didapatkan untuk berbuat keburukan bukan merupakan tujuan awal dalam menuntut ilmu. Melainkan semua itu muncul karena godaan syetan yang dengan mudahnya menghasut diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  69. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    elegi diatas mengajarkan kita bahwa ilmu filsafat penting bagi kita. dengan mempelajari filsafat kita bisa mengerti makna yang terkandung dalam suatu kalimat. hendaknya kita terus mempelajari ilmu filsafat sepanjang waktu.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  70. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menjadi manusia adaslah manusia yang sadar akan bagaimana manusia adalah sosok yang memiliki keterbatasan, serta setiap manusai yang hebat pasti ada manusia yang lebih hebat. Namun sosok yang terhebat adalah Tuhan yang harusnya menjadikan manusia sadar akan posisi mereka sehingga seharusnya tidak memiliki sifat sombong, karena sifat sombong pada manusia adalh sifat yang menunjukkan manusia sudah termakan mitosnya sendiri tentang merasa paling hebat.

    ReplyDelete
  71. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap manusia berbeda, mempunyai potensi dan keunikannya masing-masing. Namun yang menjadi bagian paling sulit adalah menyadari keunikan dan potensi yang ada dalam dirinya masing-masing. Bukan hanya refleksi diri, namun kita juga membutuhkan saran dan pandangan orang lain tentang kita sebagai sarana memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  72. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Terus meningkatkan nilai diri merupakan suatu kewajiban. Namun bukan untuk membuat kita menjadi manusia yang sombong, melainkan supaya kita bisa menjadi manusia yang lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.

    ReplyDelete
  73. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada fitrahnya manusia di dunia ini berusaha ingin menjadi subyek atas obyeknya. Baik ditingkat antar teman, keluarga, tempat kerja, kelas, pemerinthan, dll. Hal demikian tidak mengapa asal harus sesuai aturan baik hukum positif maupun agama, sehingga tidak menghilangkan atau melanggar hak dan kewajiban orang lain. Jika tidak sesuai aturan maka akan terjadi kerusakan di muka bumi ini. Maka dari itu berlomba-lombalah menjadi subyek yang taat aturan, taat norma, taat agama, sehingga bisa memberi manfaat pada obyeknya. Aamiin.

    ReplyDelete
  74. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang akan tenang dalam menjalani kehidupan di dunia ini jika memang memiliki nilai moral dalam diri mereka yang baik. Karena jika nilai dalam diri manusia itu buruk, maka hal ini akan mengakibatkan ketidaktenangan mereka dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pada dasarnya nilai dalam diri manusia itu akan berarti jika selalu belajar dan belajar untuk menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Karena pada dasarnya belajar merupakan kegiatan yang wajib kita lakukan seperti halnya beribadah. Karena pada dasarnya dengan belajar kita semua akan mengerti makna ibadah yang sesungguhnya dan akan memberikan dampak pada pemahaman yang hakiki tentang mengapa kita harus beribadah.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  75. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari elegi di atas dapat disimpulkan bahwa adalah wajar atau lazim manusia ingin menjadi yang terbaik di lingkungannya, baik skala kecil maupun skala besar. Yang tidak benar adalah jika orang tersebut menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya serta jika setelah ia menjadi yang terbaik, ia menyalahgunakan amanah serta menganggap rendah orang lain.

    ReplyDelete
  76. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam kehidupan kita harus berhermenetika, yaitu terjemah menterjemahkan. Dengan berhementika kita dituntun untuk saling menghargai, menjalin interaksi positif dengan orang lain. Tidak dapat dipungkiri kita hidup dikeliling perbedaan. Perbedaan yang ada harusnya menjadi wahana untuk kita saling melengkapi dan tolong-menolong. Oleh karena itu dalam hidup berdampingan kita harus membuang ego dan kesombongan karena tiadalah manusia terhebat dan termulia diantara kita selain Nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  77. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia memiliki karakteristik yang beragam, memiliki keunikannya masing-masing. Hal ini sudah menjadi kodratnya, sesuai dengan takdirnya masing-masing. Akan tetapi keunikan dan keberagaman karakteristik kita hanya orang lain yang dapat menilainya, karena jika kita menilainya sendiri, maka akan memunculkan subjektifitas dan kesombongan, kita tidak mampu menyadari merefleksikan diri kita, segala kesalahan dan kesombongan kita jika tidak mendapat pendapat, pandangan orang lain.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  78. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sejatinya nilai diri seseorang merupakan keunikan yang dimiliki oleh orang tersebut. Maksudnya ialah, antara orang yang satu dengan yang lain tidak sama, bahkan orang yang memiliki kembaran sekalipun mereka memiliki keunikan tersendiri. Akan tetapi keunikan itu juga dibangun atas penilaian orang lain, maka dari itu nilai diri tidak pernah terlepas dari penentuan orang lain terhadapmu.
    Dari elegi ini juga dijelaskan mengenai serendah-rendahnya orang yang mencari ilmu adalah jika ilmu itu hanya digunakan dan bermanfaat untuk dirinya sendiri. Dan setinggi-tingginya derajat orang mencari ilmu ialah jika ilmu itu mampu bermanfaat bagi orang banyak tanpa dibatasi ruang dan waktu. Artinya tidak hanya mampu bermanfaat bagi lingkungan dan bangsanya, melainkan juga bermanfaat untuk bangsa yang lain. Maka dari itulah, cara mentransferkan ilmu bisa melalui media secara online, sehingga ilmu yang kamu miliki dapat terus menerus diakses oleh orang lain dimanapun dan kapanpun.

    ReplyDelete
  79. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel yang telah Bapak share kepada kami. Artikel berjudul Elegi Menggapai Nilai Diri ini sangatlah bermanfaat untuk dibaca. Di dalam artikel ini ada pesan yang dapat saya peroleh untuk digunakan dalam kehidupan saya dimasa sekarang dan masa yang akan datang. Setiap insan manusia itu diciptakan oleh Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan setiap individu itu juga tercipta sebagai makhluk yang unik, yang berbeda antara satu sama lainnya. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk bersosialisasi untuk lebih menggali keunikan yang kita miliki. Dan sebagai upaya menggali keunikan atau potensi kita kita harus terus mencari ilmu. Dan kembali lagi, setinggi- tinggi ilmu ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itulah kita tidak dapat lepas dari masyarakat. Kita berasal dari masyarakat dan sudah seharusnya kita kembali ke masyarakat untuk memberi kebermanfaatan.

    ReplyDelete
  80. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Mencari ilmu perlu berbekal ilmu. Artinya paling tidak kita harus memiliki pengetahuan dasar akan ilmu yang ingin kita pelajari secara mendalam. Serendah-rendahnya derajat orang berilmu yaitu hanya dirinya sendirilah yang dapat memanfaatkan ilmu tersebut. Namun derjat orang berilmu akan naik jika ia berbagi ilmu yang telah ia miliki kepada orang lain dengan berbagai cara.

    ReplyDelete
  81. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Allah menciptakan kita unik dan beda dengan yang lain. Tidak mungkin ada yang sama dengan diri kita meskipun kita kembar identik. Namun hal itu tidak boleh lantas membuat kita sombong, karena kita unik pun karena orang lain dan kita sebagai makhluk sosial tentunya tidak dapat hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang lain. Dan kita juga tahu, meskipun kita memiliki keunikan dan potensi sendiri, orang lain juga ikut menilai kita sehingga kita tidak boleh merasa ingin menang sendiri.

    ReplyDelete
  82. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  83. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  84. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Setiap manusia memiliki keunikan yang menjadi ciri khas dari dirinya. Keunikan ini merupakan nilai dari diri kita. Akan tetapi, kita unik itu juga karena ada orang lain sebagai pembeda. Jadi, nilai dari diri kita juga bergantung pada orang lain. Kita harus menjadi pribadi yang selalu menggali informasi dan menyampaikan informasi tersebut kepada orang lain yang membutuhkan, bukan justru hanya digunakan untuk diri sendiri maupun digunakan dalam hal keburukan. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai diri bergantung pada kebermanfaatan diri kita terhadap sesama maupun lingkungan.

    ReplyDelete