Oct 14, 2011

Elegi Menggapai Nilai Diri

 
 Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan sebuah pertanyaan dari Sdr ANI ALKHAFI :
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Dalam setiap individu itu ada yang mengatakan bahwa manusia dapat menjadikan dirinya terhebat dan mengatakan dirinya termulia, apa itu juga sifat kontradiktif? Bapak yang terhormat, saya ingin tahu bagaimana caranya menjadikan diri kita sebagai perfilsafat (menyatu dan dapat memunculkan sesuatu)?
Wassalamua'alaikum Wr.Wb.



Jawaban saya (Marsigit)
Sdr Ani Alkhafi...terdapat riwayat dalam sejarahnya bahwa sejak dulu terdapat manusia melakukan perjuangan baik secara sendiri maupun secara bersama untuk mengangkat derajat dirinya maupun golongannya.
Keberhasilan yang dia atau yang mereka peroleh, secara filsafati, akan mengukuhkan kedudukan dirinya atau kelompoknya menjadi "subyek" yang kuat terhadap "obyeknya".
Obyeknya bisa berupa individu yang lainnya, bisa berupa kelompok manusia yang lainnya, atau bahkan bisa segenap alam lingkungan sekitarnya.
Kekuatan suatu subyek atau kelompok subyek terhadap yang lainnya jika tidak diimbang dengan tata aturan yang mengikatnya maka akan melahirkan berbagai bentuk eksploitasi oleh manusia yang satu atau oleh kelompok yang satu terhadap manusia yang lain atau kelompok manusia yang lain.
Singkatnya adalah eksploitasi subyek atas obyeknya. Hal yang demikian jika di ekstensikan maka bisa menimbulkan disharmoni kehidupan di atas bumi atau bahkan malapetaka.
Jangan salah paham, bahwa eksploitasi subyek atas obyeknya adalah dalam pengertian dalam sedalam-dalamnya, dan luas seluas-luasnya.
Artinya ia dapat terjadi eksploitasi oleh subyek kakak terhadap obyek adik, subyek guru terhadap obyek siswa, subyek dosen tarhadap obyek mahasiswa, subyek negara kuat terhadap obyek negara lemah, ..dst.

Dalam tata pergaulan internasional, wujudnya dapat kita lihat adanya era penjajahan dan peperangan yang tidak adil dan tidak imbang sampai sekarang.
Jika hal demikian terjadi pada individu seorang diri dalam kaitannya dengan Tuhan nya, maka yang terjadi adalah munculnya ego yang berlebihan sampai kesombongan yang tidak terampuni.
Banyak tulisan menceritakan bagaimana mulai dari Spinoza sampai dengan Syeh Siti Jenar, manusia merasa mempunyai super ego sehingga melewati batas sampai kepada pengakuan dirinya sebagai Tuhan itu sendiri.
Maka yang terjadi adalah hukuman yang setimpal bagi kesombongannya. Sungguh kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia.
Oleh karena itu di dalam diriku tidak pernah terpikir adanya manusia terhebat dan termulia kecuali hal demikian berada dalam "hatiku", yaitu keyakinanku bahwa manusia demikian itu tidak lain tidak bukan adalah Nabi Besar Muhammad SAW. Amiin.
Sdr Ani Alkhafi..tentang nilai seorang diri, aku lebih suka mengatakan bahwa nilai atau hargamu itu adalah keunikanmu.
Tiadalah makhluk di dunia ini yang sama dengan dirimu, bahkan saudara kembarmu sekalian jika engkau punya.
Maka dunia akan bersukaria jika sempat melihat dan mendengar potensimu yaitu keunikanmu.
Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.
Maka bacalah elegi-elegi yang lain. Elegi-elegi itu disusun tidak hierarkhis, artinya yang lama dengan yang baru mempunyai hak yang sama untuk dibaca.
Filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri.
Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta".
Itulah sungguh, orang yang paling merugi didunia adalah orang yang kosong dan buta.
Sedangkan "tidak kosong dan tidak buta" itulah sebenar-benar perjuanganmu sampai akhir hayatmu.
Ketahuilah bahwa mencari ilmu itu perlu berbekal imu. Mencari hidayah itu juga perlu berbekal hidayah.
Baik urusan dunia dan akhirat, keduanya adalah ikhlas adanya, yaitu ikhlas dalam pikiranmu dan iklhas dalam hatimu.

Tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Sedangkan engkau bisa meningkatkan derajat pencarian ilmumu jika dia dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
Namun, ketahuilah bahwa setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika usahanya itu bersifat "sistemik", artinya ilmu atau pengetahuannya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleg ruang dan waktu, artinya tidak hanya bermanfaat bagi bangsanya tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia.
Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek. Itulah tujuan jangka panjangmu dan juga para muridku semua bagi yang menyadarinya.
Oleh karena itu maka sekarang engkau telah mulai memahami mengapa dalam perkuliahan filsafat ini dikembangkan belajar mengajar melalui internet atau blog.
Maka setiap jejakmu dan juga jejakku serta jejak-jejak temanmu dan murid-muridku akan secara langsung dan terus-menerus dapat diakses oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.
Jika engkau telah menyadari hal ini semua dan juga telah menghayatinya maka itulah Rakhmat Tuhan YME telah diturunkan kepada dirimu dan juga diriku dan juga diri orang-orang yang pandai bersyukur. Amiin.
Maka baca dan renungkanlah. Amiin


16 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Hakekat dari nilai diri adalah keunikan kita masing-masing sebagai individu. Menggapai nilai diri dapat dilakukan dengan cara meningkatkan derajat pencapaian ilmu dan ilmu itu harus dapat diggunakan dan bermanfaat bagi banyak orang serta tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Yang perlu diingat adalah jangan menjadi sombong atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Setiap manusia mempunyai nilai diri, nilai itu dilekatkan oeh orang lain kepada diri tersebut. Nilai diri tak lepas kaitannya dengan indicator nilai diri. Indicator itu bersumber dari berbagai macam hal. Dari Tuhan, masyarakat, atau juga agama. Ketiganya boleh jadi berbeda. Tapi menurut saya penilaian orang lain lebih penting daripada penilaian diri sendiri. Tapi penilaian dari manusia tidaklah penting dibandingkan nilai dari Alloh. Semoga kita termasuk orang yang mempunyai nilai diri yang baik dimata Alloh maupun orang lain.

    ReplyDelete
  3. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Saya sependapat dengan penjelasan Prof bahwa ‘tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri’. Karena kebermaknaan ilmu meningkat ketika seseorang membagikan ilmunya. Tidaklah merugi orang yang membagi ilmu, sebaliknya ilmu nya menjadi lebih dipahami dan terpatri dalam pikiran. Maka saya sangat menghormati peran guru, karena suatu pekerjaan mulia untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada murid, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap insan yang ada di dunia. Setelah manusia memperoleh ilmu maka ada tugas selanjutnya yaitu memanfaatkan ilmu yang dipunya agar bermanfaat untuk lingkungan sekitar, karena serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    ada kutipan yang say suka di artikel ini,
    Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek.
    dari kata-kata ini saya terinspirasi untuk berbuat lebih agar tidak selalu menjadi objek dan lebih aktif lah untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mengembangkan diri bukan sekedar menjadi objek tetapi menjadi subjek, mencari ilmu dan mengamalkannya sehingga bermanfaat bagi orang banyak, berkontribusi secara aktif dalam lingkup seluruh dunia terhadap ilmu yang telah diperoleh, belajar ikhlas dan bersyukur dalam menjalani hidup. Seperti itulah upaya yang diharapkan dapat dilakukan untuk menggapai nilai diri dari sebenar-benarnya nilai diri.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Cara untuk meningkatkan nilai diri kita adalah dengan meningkatkan kontribusi atau manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kolega, pelanggan, atau siapa saja yang berada sekitar kita. Maka walaupun jabatan kita tidak tinggi, keberadaan kita dihargai. Meskipun gaji kita tidak selangit, kehadiran kita dinantikan. Jika manfaat yang kita berikan itu disertai dengan keikhlasan, maka nilai diri kita bukan hanya tinggi di mata sesama manusia. Melainkan juga di hadapan Tuhan. Dan Tuhan, tahu persis imbalan yang paling pantas untuk diberikan.
    Jangan membiasakan diri mengukur nilai diri sendiri dengan uang. Karena nilai uang semakin lama semakin berkurang. Ukurlah dengan banyaknya kebaikan yang kita kontribusikan kepada lingkungan. Karena setiap kebaikan yang kita tebarkan, nilainya selalu tinggi. Makanya, orang-orang baik selalu dihargai.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setelah manusia mencari ilmu di dunia ini manusia perlu meningkatkan derajat pencarian ilmu dengan cara jika ilmu yang di dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
    Sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk dirinya sendiri akan tetapi untuk orang lain juga.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Keunikan masing-masing individulah yang membuat menjadi istimewa dan memilki nilai lebih diantara yang lain. Namun, tidak akan terlihat lebih tanpa adanya orang lain, maksudnya pada hakekatnya kita makhluk sosial, maka hidup sendiri dan berjuang untuk menjadi terbaik dengan usaha sendiri bisa jadi tidak akan terwujud. Hidup ini memang perjuangan namun juga butuh untuk direfleksikan.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Setiap individu itu unik dan dianugrahi dengan pemikiran dan cara pandangnya masing-masing. Karena itu hendaknya setiap individu selalu belajar dan mencari apa potensi terbesar yang dapat dikembangkan dari dirinya sendiri. kemuan hendaknya ia membagi ilmunya agar menjadi ilmu yang bermanfaat dan senantiasa rendah hati atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Nilai diri ini bisa kita cari dari tiga aspek dalam filsafat yakni:
    Aspek Ontologi: Hakekat dari nilai diri adalah keunikan kita masing-masing sebagai individu. Manusia diciptakan Allah dengan segala keunikannya yang membedakannya dengan mahkluk lainnya.
    Aspek Epistemologi: Dengan cara apa setiap individu menggapai nilai dirinya, yaitu meningkatkan derajat pencapaian ilmu dan harus dapat diggunakan dan bermanfaat bagi banyak orang dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
    Aspek Aksiologi: Usaha setiap individu untuk dapat menggapai nilai diri dengan meningkatkan derajat pencapaian ilmu itu apa, misalnya dengan cara banyak membaca dan bertanya kepada orang yang lebih tahu.

    ReplyDelete
  13. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masing-masing individu diciptakan saling berbeda satu sama lain. Kemampuan dan kepandaian yang dimiliki oleh setiap manusia pun saling berbeda. Hal ini berarti, setiap manusia diciptakan untuk suatu tujuan dan manfaat bagi manusia yang lain. Oleh karena itu, niali dari kita dapat dicapai dengan menjadi manusia yang senang berbagi ilmu, pengalaman, dan menjadi manfaat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Penilaian terhadap diri sendiri sangatlah sulit untuk dilakukan. Karena penilaian ini melibatkan banyak indicator dari beberapa dimensi. Baik itu dari dimensi spiritual, formal, normative maupun material. Tidak semua orang memiliki penilaian yang baik secara menyeluruh. Adakalahnya manusia melakukan keburukan baik di masa lalu, sekarang maupun di masa depan. Tiadalah hak bagi manusia untuk menyombongkan dirinya terhadap manusia lain.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Sekalipun ilmu seseorang itu tinggi namun tidak bermanfaat untuk orang lain maka itu akan sia-sia saja. Kalau diibaratkan orang yang berilmu tinggi tapi tidak bermanfaat untuk orang lain adalah seperti pohon kayu yang besar namun tidak berbuah. Jadi intinya kita tidak bisa mengkalim bahwa diri kita yang terhebat dan termulia, dan yang bisa mengatakan diri kita hebat dan mulia adalah orang lain. Sehingga disitulah pentingnya berbagi, kalau kita sudah mengkalim diri kita yang terhebat dan mulia, maka pada hakikatnya kitalah sebenarnya orang yang paling bodoh, karena mengklaim diri hebat dan mulia adalah sifat sombong. Sementara yang berhak untuk sombong hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Eksploitasi yang berlebih menjadikan sebab utama penjajahan, baik dzahir maupun batin. Memberikan hak pada masing-masing tempatnya menjadi solusi bagaimana cara berlaku adil. Adil dalam diri sendiri akan memunculkan ketenteraman antar individu, ia akan mengetahui sendiri kadar pribadinya. Sehingga ia akan mengetahui bagaimana hendaknya bersikap kepada orang lain.

    ReplyDelete