Oct 14, 2011

Elegi Silaturahim Matematika




Oleh: Marsigit

Matematika1:
Aku adalah matematika. Matematika ya matematika. Aku bukanlah ilmu alam. Tetapi sebetul-betulnya aku adalah ilmu tentang bicara. Guruku adalah Thales.



Matematika2:
Au adalah matematika. Jika aku geometri maka aku bukanlah bilangan. ku ada di dalam pikiranmu. Sesungguhnya sifatku itu abstrak. Yang konkrit itu hanyalah contohku. Aku telah ada secara lengkap dalam pikiranmu. Jika engkau tidak bisa menemukanku, itu hanyalah kekurang pahamanmu. Guruku adalah Plato.

Matematika3:
Aku adalah matematika. Aku adalah ilmu yang koheren. Bilanganku dapat mengatur alam. Tetapi sulit dibedakan atara aku dengan ilmu alam. Tetapi hidupku memang memerlukan bukti. Bagiku ruang adalah diskret. Dalil Pythagoras adalah diriku yang paling terkenal. Bisa saja orang-orang mengagumiku. Tetapi dalam diriku terdapat incommensurability. Guruku adalah Pythagoras.

Matematika4:
Aku adalah logika pertama. Aku tersusun atas proposisi-proposisi. Jiwaku adalah silogisma. Di dalam diriku terdapat infinite regress. Aku bersifat apodiktic. Postulat dan aksioma adalah landasanku. Guruku adalah Aistoteles.

Matematika5:
Aku adalah matematika. Aku bersifat aksiomatik. Yang utama dari diriku adalah geometri. Metodeku adalah deduksi. Postulat ke 5 adalah yang paling terkenal. Guruku adalah Euclides.

Matematika6:
Aku adalah matematika. Aku bersifat empiris. Aku adalah persoalan konkrit sehar-hari. Bagiku logika tidak meberikan informasi apapun. Guruku adalah Bacon, Locke, Berkely dan Hume.

Matematika7:
Aku adalah matematika. Diriku yang utama adalah geometri. Aku berada di dalam pikiranmu. Aku beranat dari keragu-raguanmu. Aku bersifat deduktif. Guruku adalag Rene Descartes.

Matematika8:
Aku adalah matematika. Aku bersifat sintetik a priori. Aku berada dalam intuisimu. Ituisimu adalah ruang dan waktumu. Keputusanmu adalah diriku yang tertinggi. Guruku adalah Immanuel Kant.

Matematika9:
Aku adalah matematika. Sebenarnya diriku adalah logika. Logika itulah matematika. Kalkulus pernyataan adalah contohku. Guruku adalah Leibniz, Frege dan Russell.

Matematika10:
Aku adalah matematika. Intuisimu adalah metodeku. Aku lebih mementingkan membangun dari sekedar diberikan. Guruku adalah Brouwer.

Matematika11:
Aku adalah matematika. Aku adalah pengamatanmu. Maka aku adalah kekeliruanmu. Guruku adalah Lakatos.

Matematika12:
Aku adalah matematika. Aku lebih mementingkan sistem. Aku adalah konsistensimu. Aku bersifat rigor. Sistemku benar-benar tunggal. Aku memerlukan dasar yang kokoh. Konsistensi adalah nyawaku. Orang biasa menyebut diriku sebagai formalisme. Guruku adalah Hilbert.

Matematika13:
Aku adalah matematika. Tetapi wujudku adalah bahasa. Walaupun aku itu empiris. tetapi aku tetap logika. Guruku adalah Wittgenstein.

Matematika14:
Aku adalah matematika. Matematika ya matematika. Aku tidak dipengaruhi oleh benda-benda kongkrit.
Kebenaranku terbebas dari nilai-nilai. Orang sering menyebut diriku sebagai absolutisme.

Matematika15:
Aku adalah matematika. Jika aku lengkap maka aku tidaklah konsisten. Tetapi jika aku konsisten, maka aku tidaklah lengkap. Guruku adalag Godel.

Matematika16:
Aku adalah matematika. Konstructivis adalah jiwaku. Guruku adalah Aristoteles, Piaget, dan Paul Ernest


Matematika17:Aku adalah matematika. Diriku yang utama adalah pola-pola dan relasi. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika18:
Aku adalah matematika. Diriku tiada lain adalah komunikasi. Tiadalah diriku yang tidak dapat dikomunikasikan. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika19:
Aku adalah matematika. Diriku adalah investigasi. Kegiatan penelitian itu adalah diriku. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika20:
Aku adalah matematika. Diriku bisa obyektif dan bisa subyektif. Diriku obyektif jika berada di luar dirimu. Diriku subyektif jika berada di dalam dirimu. Diperlukan pergaulan agar engkau mengetahui aku yang subyektif dan obyektif. Guruku adalah Paul Ernest.

Matematika21:
Aku adalah matematika. Bidangku tidaklah datar. Bidangku adalah kurva-kurva lengkung. Jumlah besar sudut pada segitigaku tidaklah sama dengan seratus delapan puluh derajat. Guruku bukanlah Euclides. Guruku adalah Lobachevski

Tunggal:
Aku adalah matematika. Aku bersifat tunggal. Landasanku bersifat kokoh. tetapi kebanyakan orang meyebut aku sebagai mitos.

Universal:
Aku adalah matematika. Aku bersifat universal. Tetapi kebanyakan orang juga mengatakan bahwa aku adalah mitos.

Pasti:
Aku adalah matematika. Aku menjamin kepastianku. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

Obyektif:
Aku adalah matematika. Aku menjamin obyektivitas. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

13 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sesungguhnya matematika itu adalah apa yang ada dalam pikiran kita masing-masing, matematika itu adalah bagaimana kita mengkontruksinya dalam pikiran kita masing-masing. Sebagian besar orang yang ketika mendengar kata Matematika langsung mengatakan bahwa Matematika itu sulit, Matematika itu banyak hafalan rumusnya, Matematika itu banyak menghitung, danlain sebagainya. Banyak siswa pun mengeluh jika belajar Matematika. Tetapi, saya lihat Matematika merupakan ilmu yang sangat menyenangkan, sangat kompleks, sangat menantang. Matematika merupakan ilmu dasar dari ilmu-ilmu yang lain. Matematika itu sangat luas. Tinggal bagaimana kita mendefinisikan matematika dan usaha menggapai hakekatnya. Itulah mengapa kita masih harus terus belajar. Kita belajar matematika dengan mengacu pada beberapa tokoh matematika di masa lampau, namu tidak menutup kemungkinan bahwa kita sendiri dapat menjadi tokoh matematika di masa mendatang. Terus giat belajar dan tekun dengan apa yang kita pelajari sehingga suatu saat nanti kita dapat memetik hasil dari apa yang dipelajari ini seperti para tokoh matematika yang disebutkan dalam elegi ini. Itulah motivasi dalam filsafat ini.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menjelaskan berbagai definisi matematika oleh para ahli berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Matematika memang ilmu tentang yang abstrak, yang konkrit yaitu contohnya. Setiap orang akan cenderung pada definisi yang ia yakini. Seperti, ada orang yang lebih cenderung meyakini bahwa matematika itu kebenarannya sudah terjamin ini disebut kaum absolutisme sedangkan orang-orang yang memandang bahwa kebenaran matematika memiliki kemungkinan adanya kekeliruan yang disebut kaum falibilisme. Kemudian pada perkuliahan tadi pagi, Bapak telah menjelaskan tentang matematika menurut Hilbert. Hilber menyatakan bahwa matematika itu konsisten yang selanjutnya teori ini dibantah oleh Godel. Godel mengemukakan teorinya yaitu jika matematika lengkap maka tidaklah konsisten. Jika matematika konsisten maka tidaklah lengkap.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Banyak sekali ilmu yang ada di muka bumi ini yang ada dan mungkin ada menggunakan matematika. Hal ini menunjukan bahwa ilmu “Matematika merupakan ilmu universal”.
    Ilmu yang dapat mendukung dan sebagai dasar disiplin ilmu lainnya. Seringkali ilmu matematika dianggap sebagai ibunya para ilmu atau juga ratunya para ilmu.

    ReplyDelete
  4. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Elegi ini menjelaskan defini-definisi matematika menurut para filsuf. Matematika bersifat tunggal, universal, maupun obyektif. Matematika itu sangat luas. Tinggal bagaimana kita mendefinisikan matematika dan usaha menggapai hakekatnya. Serta bagaimana kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehingga dapat bermanfaat pula dalam kehidupaan kita.

    ReplyDelete
  5. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Mengenal dan berinteraksi dengan matematika tentu bukanlah perkara yang mudah. Bagaimana kita akan berinteraksi dengan matematika apabila kita tidak mengenal matematika terlebih dahulu. Layaknya seseorang yang bergaul dengan orang lain , tentu akan sangat sulit sekali berinteraksi dengan orang tersebut apabila kita tidak mengenalnya dengan baik. Mengenal dan memahami matematika akan mempengaruhi juga bagaimana kita akan menggunakan matematika serta berinteraksi dengan matematika. Matematika yang dikenal atau dipahami oleh manusiapun berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Ada yang menganggap bahwa matematika bukanlah ilmu alam, melainkan ilmu tentang bicara, ada yang menganggap matematika merupakan ilmu tentang geometri, matematika bersifat aksioma, matematika bersifat sintetik apriori, matematika adalah logika, matematika bersifat empiris dan banyak lagi yang lainnya. Dari berbagai argumen yang telah dipaparkan tentang matematika, kita berhak memilih dan menentukan matematika seperti apa yang yang sesuai dengan kondisi dan keadaannya sekarang, sehingga tercapailah tujuan-tujuan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika mempunyai arti yang luas. Arti dari matematika telah banyak dikemukakan oleh tokoh-tokoh yang telah disebutkan dalam elegi ini. Untuk memaknai atau mengartikan apa itu matematika, tentu saja kita harus melihat dari sudut pandang mana kita memandangnya, dalam ruang dan waktu apa kita mengartikan atau memaknainya. Tidak ada yang paling benar dalam mengartikan apa itu matematika karena setiap pandangan orang yang satu bisa saja berbeda dengan yang lain, dan tentu saja itu tidak dapat disalahkan karena pandangan atau perspektif bersifat relatif.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Matematika adalah ilmu yang mencakup banyak hal. Matematika merupakan ilmu hitung, matematika merupakan seni, matematika merupakan alat, matematika merupakan bahasa. Hal tersebut dikarenakan matematika relatif terhadap ruang dan waktu. Matematika disebut sebagai bahasa karena didalamnya terdapat ide-ide matematika, gagasan-gagasan matematika, simbol-simbol, grafik, kalimat matematika, dan sebagainya. Inilah salah satu contoh betapa luasnya matematika.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    matematika dapat dijabarkan definisinya tergantung pada objek yang sedang kita kaji. matematika terkadang universal, tapi dapat juga bersifat tunggal. maka dari itu ilmu matematika itu bagaikan udara, dia ada dimana-mana, mencangkup ke dalam ilmu lainnya. sedangkan kegunaanya selalu bersifat abstrak padahal kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Makna dan definisi dari matematika itu tergantung dari ruang dan waktu. Matematika yang dianggap para matematikawan berbeda yang dianggap para filsuf. Matematika yang dianggap para ekonom berbeda dengan yang dianggap para fisikawan. Matematika yang dianggap para matematikawan berbeda dengan orang awam.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap orang diciptakan berbeda-beda, termasuk pemikirannya, bahkan pandangan dan pendefinisiannya tentang matematika pun berbeda. Aristoteles pun bisa memiliki pendefinisian tentang hakikat matematika yang berbeda dari gurunya, Plato. Kembali ke relativisme, bergantung bagaimana pemikiran kita tentang matematika, ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Melihat beragamnya pendapat tentang matematika, benar-benar menunjukkan begitu luasnya objek kajian dalam matematika. Matematika selalu memiliki hubungan dengan disiplin ilmu yang lain untuk pengembangan keilmuan, terutama di bidang sains dan teknologi. Bagi guru, dengan memahami hakikat definisi dan deskripsi matematika –sebagaimana tersebut di atas- tentunya memiliki kontribusi yang besar untuk menyelenggarakan proses pembelajaran matematika secara lebih bermakna. Diharapkan, matematika, tidak lagi dipandang secara parsial oleh siswa, guru, masyarakat, atau pihak lain. Melainkan mereka dapat memandang matematika secara “jujur” yang pada akhirnya dapat memacu dan berpartisipasi untuk membangun peradaban dunia demi kemajuan sains dan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi umat manusia.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebagian ahli menganggap bahwa matematika adalah ilmu pasti. Karena ilmu yang diigunakan dalam matematika dianggap mutlak.
    Kebenaran yang ada dalam matematika dianggap mutlak dan pasti benar. Akan tetapi dengan berkembangnya zaman. Munculah aliran falibilis, yang mana menganggap matematika tidak semuanya mutlak.
    Sehingga aliran ini tidak menentang melainkan mengembangkan ilmu matematika seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete