Oct 14, 2011

Elegi Silaturahim Matematika




Oleh: Marsigit

Matematika1:
Aku adalah matematika. Matematika ya matematika. Aku bukanlah ilmu alam. Tetapi sebetul-betulnya aku adalah ilmu tentang bicara. Guruku adalah Thales.



Matematika2:
Au adalah matematika. Jika aku geometri maka aku bukanlah bilangan. ku ada di dalam pikiranmu. Sesungguhnya sifatku itu abstrak. Yang konkrit itu hanyalah contohku. Aku telah ada secara lengkap dalam pikiranmu. Jika engkau tidak bisa menemukanku, itu hanyalah kekurang pahamanmu. Guruku adalah Plato.

Matematika3:
Aku adalah matematika. Aku adalah ilmu yang koheren. Bilanganku dapat mengatur alam. Tetapi sulit dibedakan atara aku dengan ilmu alam. Tetapi hidupku memang memerlukan bukti. Bagiku ruang adalah diskret. Dalil Pythagoras adalah diriku yang paling terkenal. Bisa saja orang-orang mengagumiku. Tetapi dalam diriku terdapat incommensurability. Guruku adalah Pythagoras.

Matematika4:
Aku adalah logika pertama. Aku tersusun atas proposisi-proposisi. Jiwaku adalah silogisma. Di dalam diriku terdapat infinite regress. Aku bersifat apodiktic. Postulat dan aksioma adalah landasanku. Guruku adalah Aistoteles.

Matematika5:
Aku adalah matematika. Aku bersifat aksiomatik. Yang utama dari diriku adalah geometri. Metodeku adalah deduksi. Postulat ke 5 adalah yang paling terkenal. Guruku adalah Euclides.

Matematika6:
Aku adalah matematika. Aku bersifat empiris. Aku adalah persoalan konkrit sehar-hari. Bagiku logika tidak meberikan informasi apapun. Guruku adalah Bacon, Locke, Berkely dan Hume.

Matematika7:
Aku adalah matematika. Diriku yang utama adalah geometri. Aku berada di dalam pikiranmu. Aku beranat dari keragu-raguanmu. Aku bersifat deduktif. Guruku adalag Rene Descartes.

Matematika8:
Aku adalah matematika. Aku bersifat sintetik a priori. Aku berada dalam intuisimu. Ituisimu adalah ruang dan waktumu. Keputusanmu adalah diriku yang tertinggi. Guruku adalah Immanuel Kant.

Matematika9:
Aku adalah matematika. Sebenarnya diriku adalah logika. Logika itulah matematika. Kalkulus pernyataan adalah contohku. Guruku adalah Leibniz, Frege dan Russell.

Matematika10:
Aku adalah matematika. Intuisimu adalah metodeku. Aku lebih mementingkan membangun dari sekedar diberikan. Guruku adalah Brouwer.

Matematika11:
Aku adalah matematika. Aku adalah pengamatanmu. Maka aku adalah kekeliruanmu. Guruku adalah Lakatos.

Matematika12:
Aku adalah matematika. Aku lebih mementingkan sistem. Aku adalah konsistensimu. Aku bersifat rigor. Sistemku benar-benar tunggal. Aku memerlukan dasar yang kokoh. Konsistensi adalah nyawaku. Orang biasa menyebut diriku sebagai formalisme. Guruku adalah Hilbert.

Matematika13:
Aku adalah matematika. Tetapi wujudku adalah bahasa. Walaupun aku itu empiris. tetapi aku tetap logika. Guruku adalah Wittgenstein.

Matematika14:
Aku adalah matematika. Matematika ya matematika. Aku tidak dipengaruhi oleh benda-benda kongkrit.
Kebenaranku terbebas dari nilai-nilai. Orang sering menyebut diriku sebagai absolutisme.

Matematika15:
Aku adalah matematika. Jika aku lengkap maka aku tidaklah konsisten. Tetapi jika aku konsisten, maka aku tidaklah lengkap. Guruku adalag Godel.

Matematika16:
Aku adalah matematika. Konstructivis adalah jiwaku. Guruku adalah Aristoteles, Piaget, dan Paul Ernest


Matematika17:Aku adalah matematika. Diriku yang utama adalah pola-pola dan relasi. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika18:
Aku adalah matematika. Diriku tiada lain adalah komunikasi. Tiadalah diriku yang tidak dapat dikomunikasikan. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika19:
Aku adalah matematika. Diriku adalah investigasi. Kegiatan penelitian itu adalah diriku. Guruku adalah Ebutt dan Strakker.

Matematika20:
Aku adalah matematika. Diriku bisa obyektif dan bisa subyektif. Diriku obyektif jika berada di luar dirimu. Diriku subyektif jika berada di dalam dirimu. Diperlukan pergaulan agar engkau mengetahui aku yang subyektif dan obyektif. Guruku adalah Paul Ernest.

Matematika21:
Aku adalah matematika. Bidangku tidaklah datar. Bidangku adalah kurva-kurva lengkung. Jumlah besar sudut pada segitigaku tidaklah sama dengan seratus delapan puluh derajat. Guruku bukanlah Euclides. Guruku adalah Lobachevski

Tunggal:
Aku adalah matematika. Aku bersifat tunggal. Landasanku bersifat kokoh. tetapi kebanyakan orang meyebut aku sebagai mitos.

Universal:
Aku adalah matematika. Aku bersifat universal. Tetapi kebanyakan orang juga mengatakan bahwa aku adalah mitos.

Pasti:
Aku adalah matematika. Aku menjamin kepastianku. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

Obyektif:
Aku adalah matematika. Aku menjamin obyektivitas. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

34 comments:

  1. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika membaca elegi ini, kita menjadi mengetahui berbagai macam aliran pendidikan matematika, terdapat berbagai ahli yang mengemukakan pendapat-pendapat tentang matematika. Ada yang mengartikan matematika sebagai geometri, ada yang mengartikan matematika sebagai aljabar, dan sebagainya. Secara filsafat, hal tersebut tidaklah salah, karena filsafat berarti diri sendiri, jika menurut pendapat diri sendiri matematika adalah hal-hal yang berhubungan dengan bilangan, maka akan mengartika matematika sebagai aljabar.

    ReplyDelete
  2. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pemahaman mengenai matematika tergantung kepada sudut pandang orang tersebut. Karena matematika itu universal, nilai terpenting dari matematika itu bagaimana siswa mengkonstruk pengetahuan dan memhamai konsep–konsep matematika.

    ReplyDelete
  3. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps 16

    Dari elegi di atas, kita dapat mengenal guru-guru kita dalam ilmu matematika dan ilmu-ilmu yang mendukung dalam pembelajaran matematika. Banyak ilmuan matematika yang telah berjasa dalam ilmu matematika. Tugas kita memanfaatkan ilmu yang telah ada agar dapat bermanfaat bagi diri kitan dan bermanfaat bagi umat manusia.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi di atas menggambarkan peran filsuf dalam matematika dan sifat matematika yang tunggal, universal, pasti, dan objektif. Dari beberapa filsuf di atas kita akan semakin memahami bahwasannya ilmu yang kita punyai merupakan hasil dari pendapat para filsuf yang telah dikembangkan sesuai dengan kemajuan jaman tetapi tidak merubah tatanan awalnya. Salah satu sifat matematika ialah matematika merupakan komunikasi, komunikasi dari lambang atau notasi ke dalam masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  5. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Setiap orang dapat berpandangan yang berbeda-beda mengenai matematika, tidak ada yang salah dengan semua itu. Karena sebenar-benar matematika adalah apa yang ada di pikiran kita. Boleh saja matematika itu dianggap hal yang rumit dan menyebalka atau matematika dapat dipandang sesuatu yang indah dan menantang. Boleh saja orang berpandangan seperti itu, tidak ada yang salah. Karena memang orang itu adalah sifat. Sifat itu kan berbeda-beda. Oleh karena itu, kita hendaknya bersemangat dan selalu ikhlas dalam menuntut ilmu sehingga kelak kita akan memetik hasil yang kita banyak pelajari. Dan juga sebaiknya kita selalu mengembangkan pengetahuan yang ingin dipelajari.

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Postingan yang berjudul "Elegi Silaturahim Matematika" ini ternyata memberikan pandangan-pandangan tentang apa saja pengertian matematika itu. Ada beberapa pengertian lagi tentang matematika berdasarkan arti dari kata matematika itu sendiri. Menurut Fachruddin (2009:13) matematika berasal dari kata yunani mathematikos yang berarti ilmu pasti. Dan menurut Hamzah & Muhlisrarini (2014:48) matematika berasal dari kata mathema yang artinya pengetahuan dan mathanein yang artinya berpikir atau belajar. Tetapi berdasarkan beberapa bacaan, definisi yang pasti mengenai matematika tidak ada hingga sekarang. Semua ilmuan memiliki pendapatnya masing-masing mengenai matematika. Dan menurut saya, matematika adalah ilmu hitung yang mengajarkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah secara logis dan sistematis

    ReplyDelete
  7. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi silaturrahmi matematika menjelaskan bahwa Matematika memiliki banyak arti menurut pemikiran para filsuf, dimana setiap filsuf memiliki prinsip tersendiri dalam mengartikan matematika. Matematika bukan sekedar angka, symbol, dan rumus-rumus yang kita temui di bangku sekolah, namun matematika dalam arti yang paling luas adalah pengembangan semua jenis pengetahuan yang bersifat formal dan penalarannya bersifat deduktif.

    ReplyDelete
  8. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    PPs. PM A 2017

    Definisi matematika sangat luas. Matematika jika didefinisikan itu sangat kompleks tergantung dari sudut pandangnya. Dalam tulisan Bapak, sudah ada banyak definisi matematika. Menurut saya, definisi-definisi tersebut berbeda disebabkan sudut pandang dan sejarah matematika itu sendiri. Jika dalam lingkungan pasar, matematika ya soal hitung-menehitung uang (untung rugi). Jika dalam lingkungan sawah, matematika ya soal menghitung banyaknya pupuk, tanaman, air dan lain lain. Selain itu, matematika juga dibutuhkan dan berhubungan dengan ilmu lain sehingga dapat memunculkan banyak definisi.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Dengan membaca postingan ini saya belajar hakikat matematika sesuai dengan apa yang dituliskan di sini. Saya memiliki pertanyaan. Pertanyaan tersebut berangkat dari kutipan ini:

    "Tunggal:
    Aku adalah matematika. Aku bersifat tunggal. Landasanku bersifat kokoh. tetapi kebanyakan orang meyebut aku sebagai mitos.

    Universal:
    Aku adalah matematika. Aku bersifat universal. Tetapi kebanyakan orang juga mengatakan bahwa aku adalah mitos.

    Pasti:
    Aku adalah matematika. Aku menjamin kepastianku. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos.

    Obyektif:
    Aku adalah matematika. Aku menjamin obyektivitas. Tetapi dengan demikian, aku juga dikatakan sebagai mitos"

    Mitos adalah bukan logos. Maka yang ingin saya tanyakan: apakah matematika bukan tunggal?, apakah matematika bukan universal, apakah matematika bukan pasti, apakah matematika bukan obyektif?

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini memberikan wawasan tentang definisi matematika dan macam-macamnya. Melalui elegi ini, kita mengetahui bahwa matematika ialah ilmu yang sangat luas. Selain itu, hakekat matematika ialah berstruktur dan berhierarki sehingga sulit untuk mendefinisikan matematika menjadi satu pengertian. Matematika memiliki banyak definisi, sebanyak orang yang memikirkannya dan definisi tersebut tergantung subyek yang memikirkannya. Maka pada bagian akhir elegi ini juga diungkapkan bahwa jika matematika itu tunggal, universal, pasti, dan objektif maka itulah yang disebut mitos.

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Ketika orang mendengar kata matematika, pasti sudah membayangkan tentang angka, bilangan, sulit, dll. Menurut saya matematika itu asyik, dimana kita merasa tertantang untuk menyelesaikan suatu masalah. Cakupan matematika itu luas dan masing-masing tokoh mendefinisikan apa itu matematika berbeda antara satu tokoh dengan yang lain. Mendefinisikan sesuatu tergantung oleh sudut pandang tokoh tersebut.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  12. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Pada tulisan di atas terdapat banyak pandangan mengenai pengertian matematika. Namun jika kita dihadapkan dengan pertanyaan “apa itu matematika?” tidak dapat dengan mudah bagi kita untuk menjawabnya dengan satu atau dua kalimat dengan begitu saja. Berbagai pendapat bisa saja muncul tentang pengertian matematika tersebut, bila dipandang dari pengetahuan dan pengalaman masing-masing yang berbeda.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Perspektif merupakan bagaimana seseorang dapat mengartikan sesuatu dari sudut pandang tertentu. Setiap orang mempunyai perspektif yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan itulah yang membuat keberagaman dalam mempelajari suatu ilmu. Berdasarkan Elegi Silaturahim Matematika di atas, dapat saya ambil pelajaran bahwa sebagai manusia yang sedang dalam proses mencari ilmu, maka hendaklah ia mempelajarinya tidak hanya dari satu sisi saja, melainkan dari beberapa sudut pandang lainnya. Semoga apa yang kita pelajari, dapat bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain. Aamiin

    ReplyDelete
  14. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi ini memberikan pemahaman pada saya mengenai pandangan para filsuf mengenai Matematika. Mereka menggambarkan matematika dari sudut pandang yang beraneka ragam. Keanekaragaman itulah yang sejatinya membentuk hakikat matematika. Dalam memahami hakikat matematika, kita tidak mengambil referensi dari satu pandangan filsuf saja, melainkan meramu dari banyak pandangan filsuf untuk diambil suatu kesimpulan tentang hakikat matematika.

    ReplyDelete
  15. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Matematika itu luas dalam hal pengertian dan sesuai dengan pandangan dari ilmuwan yang mempunyai kepakaran masing-masing. matematika itu komplek sesuai pandangan dan tempat penggunaan. Menurut saya Matematika itu luas dan komplek dalam definisinya sesuai pandangan orang dan sesuai dengan para ahli sejarah yang menemukan teorema matematika. penggunaan matematika tersebut juga sesuai dengan waktu dan tempat, jika matematika digunakan oleh seorang akademisi akan jauh lebih rumit dalam mata kuliahkalkulus, geometri,statistika, aljabar dll, namun dalam kehidupan sehari-hari punjuga menggunakan matematika misal dalam pasar matematika untuk menghitung untung dan rugi, jika dalam pembangunan untuk menghitung berapa banyak bahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah dll. matematika itu dekat dengan kita disadari atau tidak, disukai atau tidak matematika selalu kita temui dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  16. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Di dalam ilmu pengetahuan matematika, terdapat berbagai macam teori-teori dan penemuan-penemuan tentang matematika. Hal ini secara langsung telah melahirkan banyak tokoh terkenal di bidang khusus dalam matematika. Tokoh-tokoh tersebut memiliki pemikiran-pemikiran baru tentang matematika yang belum pernah dipikirkan atau didalami oleh orang lain sebelumnya. Dengan kata lain mereka itu sebenarnya adalah filsuf-filsuf yang melebur di dalam diri matematikawan. Hakekat belajar filsafat adalah memahami pemikiran-pemikiran para filsuf yang merentang dari waktu ke waktu. Maka hakekat belajar filsafat matematika adalah memahami pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh yang telah disebutkan di atas. Dengan kata lain jika kita ingin belajar matematika lebih mendalam, maka belajarlah langsung dari mereka melalui pemikiran-pemikiran mereka.
    Berbicara tentang tokoh matematika atau matematikawan. Ada seorang matematikawan yang menurut saya dia adalah seorang filsuf. Dia adalah Aristotel. Seorang matematikawan yang tertarik dengan paradox-paradox dari yunani. Paradox erat hubungannya dengan silogisma, tetapi selalu berakhir kontradiksi sehingga kesimpulan yang diambil sering kali bertentangan dengan logika. Menurut saya hal ini sangat menarik. Selain memahami hal-hal logis di dalam matematika, Plato juga mendalami tentang paradox yang cenderung merupakan filsafat. Ini lah yang memberi motivasi kepada saya untuk mempelajari matematika sekaligus filsafat.

    ReplyDelete
  17. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Matematika adalah ibunya ilmu. Matematika melandasinya perkembangan ilmu dan teknologi. Matematika juga mendukung kelancaran berbagai disiplin ilmu. Hakekat matematika tidaklah tunggal. Matematikawan satu dengan matematikawan lainnya memiliki pendefenisian yang bebeda tentang hakekat matematika. Semuanya berdasarkan hasil olah pikir yang mereka gapai. Perbedaan pendefinisian ini menjadikan matematika sebagai queen of science.

    ReplyDelete
  18. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Matematika memiliki banyak bagian-bagian. Setiap bagian-bagian itu memiliki tokohnya masing-masing. Selama ini kebanyakan orang hanya menganggap matematika identika dengan angka-angka saja, tetapi pada nyatanya matematika tidak sekedar itu, matematika merupakan suatu bentuk, logika, metode, pengamatan, bahasa, pola, komunikasi, investigasi, obyek, subyek, dan yang lainnya. Tetapi kenapa ketika matematika menganggap dirinya tunggal, universal, pasti, dan obyektif dianggap mitos?

    ReplyDelete
  19. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B

    ilmu yang saya dapat dari tulisan ini adalah matematika memiliki beragam pengertian. didalam pengertian-pengertian itu banyak yang turut campur didalamnya. masing masing dari mereka membuat bagian-bagian dari matematika itu sendiri. tapi tak pernah jemu saya katakan. matematika itu memang unik. seru. menyenangkan sekaligus menyebalkan. bagi saya matematika adalah rasa dari segala rasa.

    ReplyDelete
  20. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam elegi silaturahim matematika ini saya belajar tentang matematika dan para matematikawan. Matematika terdiri dari banyak aspek, tidak hanya sekedar berhitung tetapi juga tentang geometri, logika, aljabar, relasi, pola, dan masih banyak lagi. Dalam belajar matematika hendaknya kita juga melakukan silaturahim kepada berbagai ilmu yang ada di dalam matematika yang telah dicetuskan oleh banyak matematikawan. Cara bersilaturahmi adalah dengan belajar dan terus belajar.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi ini menerangkan bahwa matematika memiliki pengertian yang berbeda-beda menurut para ahli. dalam metematika hanya mempelajari angka-angka, rumus, dan perhitungan saja, melainkan juga ilmu bicara, logika pertam, empiris, aksiomatik dan sebagainya. Oleh karena itu untuk mencapai hakikat matematika maka pelajari dan pahamilah apa dan bagaimana matematika itu sendiri, karena dengan begitu akan terjalin silaturahim antara berbagai pendapat-pendapat yang diutarakan para ahli matematika sehingga menambah pengetahuan dan wawasan.

    ReplyDelete
  22. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi Silaturahim Matematika, pada postingan kali ini, kita banyak mendapat ilmu mengenai apa itu matematika. Banyak pengertian matematika berdasarkan beberapa ahli matematika atau ilmuwan matematika. Matematika dapat memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung sudut pandang dari seseorang. Tapi sebenar benar matematika menurut pendapat orang lain itu tunggal, universal, pasti, obyektif semuanya hanya mitos.

    ReplyDelete
  23. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Dalam postingan Elegi silaturahim matematika menunjukkan, begitu matematika adalah pengetahuan yang lengkap, saling mendukung sama lain, sehingga dapat ditarik menjadi pengetahuan yang beragam. Matematika adalah ilmu yang didalamnya terdapat konsep beserta pembuktian, merangkum logika berpikir, sehingga bisa dijadikan landasan bagi ilmu yang lain.

    ReplyDelete
  24. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Dari elegi yang bapak tuliskan di atas, saya dapat memaknai bahwa matematika itu memiliki arti yang luas dan beragam, tergantung dari persepsi seseorang. Pendapat-pendapat di atas juga sesungguhnya dapat mematahkan anggapan orang awam bahwa matematika hanyalah berkutat pada bilangan dan menghitung saja. Dari elegi silaturahmi matematika ini juga kita diajak untuk bersilaturahmi dengan matematika, kita diajak untuk lebih mengenal matematika. Untuk mempererat tali silaturahmi kita dengan matematika, hendaknya kita terus membaca dan terus belajar agar tali silaturahminya tidak putus.

    ReplyDelete
  25. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sejak kecil saya sangat menyukai matematika, sejak SD hingga SMA nilai Ujian Nasional yang paling tinggi adalah matematika. Tapi ternyata modal suka saja belum cukup. Bagaikan menyukai sesuatu tetapi tidak dapat menjelaskan alasannya mengapa karena pengetahuan tentang matematika itu sangat belum cukup bahkan masih sangat-sangat minim. Elegi silaturrahmi matematika ini menggambarkan bahwa matematika itu sangat luas bahkan setiap ilmu dari cabang matematika memiliki tokohnya masing-masing. Dan yang membuat saya merasa ciut, pengetahuan saya sangat minim mengenai itu. Meskipun matematika dikatakan sebagai mitos, tapi saya percaya bahwa seseorang akan kesulitan menjalani aktivitas hidupnya jika tanpa menggunakan ilmu matematika. Sekecil apapun aktivitas itu. Dengan demikian, matematika merupakan ilmu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  26. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Selama ini banyak sekali pandangan negatif tentang matematika. Matematika itu angka, rumus, abstrak, hitungan, sulit, dan masih banyak lagi pendapat negatif tentang matematika. Sebagian dari mereka menganggap matematika itu sulit hanya berdasarkan pendapat orang lain saja kemudian ia menganggap bahwa matematika itu sulit. Padahal jika ia mau mempelajari matematika dengan ikhlas, memahami setiap konsep dari materi matematika maka ia akan memandang bahwa matematika tidak sesulit yang mereka bayangkan. Matematika abstrak karena ia tidak cukup pemahaman mengenai yang kongkrit untuk menuju yang abstrak tersebut. Matematika juga tidak melulu soal rumus, jika ia paham bagaimana rumus itu diperoleh maka rumus itu tidak perlu lagi dihapalkan melainkan akan tau dengan sendirinya. Tidak hanya itu, matematika juga mengajarkan bagaimana logika berpikir, melakukan penilaian obyektif, empiris, berbicara dengan bahasa, kekonsistenan, menjalani hidup yang saling koheren, dan masih banyak lagi yang menuntuk kita dalam menjalani hidup yang lebih harmonis. Diibaratkan seperti judul besar dari blog milik Prof. Dr. Marsigit, M.A.. The Power of Mathematics
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini kita bisa belajar tentang hakikat matematika ini. Sejarahnya, yang termasuk didalamnya, karakteristiknya, dll. Intinya semua yang berkaitan dengan matematika. Matematika menurut Thales bukan ilmu alam, melainkan ilmu bicara. Ada didalamnya juga macamnya yaitu geometri sebagai cabang dari matematika yang dipopulerkan oleh Plato. Ada juga yang mengatakan matematika adalah koheren, yang disampaikan oleh Pythagoras. Matematika bersifat aksiomatik. Bersifat empiris. Matematika adalah logika. Matematika adalah pengamatan dan penjelsan lain tentang matematika. Sehingga dapat disampaikan bahwa matematika adalah dunianya matematika. Dan didefinisikan sebanyak apapun oleh para matematikawan yang ada itu belum selesai menerangkan matematika. Matematika itu meliputi apa yang ada dan yang mungkin ada, yang disampaikan baru yang ada sedangkan masih ada yang mungkin ada yang belum disentuh. Sehingga disini mengajarkan kepada kita jangan bangga atau mudah puas ketika paham akan suatu konsep matematika, karena masih banyak matematika lain yang belum kita pahami.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Saya sangat senang dapat bersilaturahim dengan para matematikawan dan para filsuf melalui buah pemikirannya terkait matematika itu sendiri. Saat membaca ulasan ini saya menjadi teringat masa-masa belajar di bangku sekolahan. Ulasan yang membawa pikiran saya bersilaturahim dengan guru matematika saya. Saya menyadari pemikiran saya terkait matematika masih sangat dangkal. Ulasan yang mampu membuka mata saya. Saya menyimpulkan matematika dapat bersifat intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  29. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas ulasan di atas. Sungguh kaya sekali matematika ini. Banyak sekali cabang, kategori, sifat, sub bab, sub materi, yang bisa dipelajari. Saya cukup senang karena dulu pernah mempelajarinya dalam 3,5 tahun, saya cukup senang pernah karena pertemuanku dengannya telah kupilih saat S1 dulu. Namun saya lebih sedih lagi, karena sekarang saya jarang bersua dengan mereka semua, para matematikawan dan para filsuf hanya bertemu denganku ketika saya membaca elegi-elegi dan disaat pertemuan perkuliahan bapak. Terimakasih bapak karena telah sering memfasilitasi pertemuan kami. Namun sebenar benar matematika menurut pendapat orang lain itu tunggal, universal, pasti, obyektif semuanya hanya mitos, saya pun masih merasa juga seperti itu. Wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  30. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Matematika itu membingungkan. Karena sebenar-benar ilmu adalah membuat bingung. Bingung adalah awal dari berpikir. Maka tak salah jika mengatakan matematika itu sering membuat bingung, yang salah adalah mengatakan matematika itu sulit. Karena sulit itu relatif.

    ReplyDelete
  31. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Banyak siswa yang masih merasa asing manfaat dari matematika dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk materi integral, aljabar, dan masih banyak lagi. Siswa merasa apakah dengan mempelajari hal tersbeut hal ini relevan dengan kemajuan teknologi pada zaman sekarang. Apalagi semua sudah serba teknologi jadi untuk menghitung secara manual sebenarnya tidak diperlukan lagi. Namun anggapan hal tersebut adalah salah. Guru sebaiknya menanamkan bahwa walaupun teknologi sudah berkemabang namun masih banyak lagi teknologi yang dapat dikembangkan yang masih tersimpan. Apabila siswa tidak mau belajar lalu siapa yang akan mengembangkan?

    ReplyDelete
  32. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Silaturahim matematika merupakan kegiatan yang baik dan perlu dilestarikan, melalui silaturahim matematika ini kita dapat belajar berbagai sudut pandang matematika karena sejatinya definisi matematika sangat luas dan tergantung dari siapa yang mendefinisikannya namun hakikatnya sama yakni sebagai ilmu. Matematika hadir sebagai kebutuhan manusia, matematika ada sebagai ilmu karena perlu dipelajari.Oleh karena itu, matematika telah diajarkan sejak dini, namun hingga saat ini banyak siswa yang mengeluhkan kesulitan dan tidak memahami berbagai konsep dalam matematika. Sebenarnya adanya masalah ini sama sekali bukan salah matematika namun, hal ini bagaimana cara pengenalan matematika kepada subyek pembelajaran. Melihat lebih dekat matemtika maka insyaAllah lebih mudah memahami. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  33. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Matematika bukanlah pelajaran yang kaku tanpa seni. Matematika adalah seni dalam menghitung, merangkai bilangan, dan matematika dapat juga dikatakan sebagai seni dalam berkomunikasi. Contohnya, jarang yang memiliki kesalahan persepsi atas “1” karena semua memahaminya sebagai suatu hal yang sama. Dengan ini, saya ingin bertanya, mengapa diciptakan angka nol "0"? Apakah filosofinya? Terima kasih, Prof sebelumnya.

    ReplyDelete