Oct 14, 2011

Elegi Bendungan Komte dan Sungai Positive




Oleh : Marsigit

Sungai transenden:
Aku adalah sungai transenden. Aku mengalirkan air. Air sungaiku bisa mengalir kemana-mana, bisa melewati siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tetapi engkau mungkin tak percaya bahwa aku juga bisa mengalirkan air ke bawah maupun mengalirkan air ke atas. Tetapi selebar-lebar sungaiku adalah pikiran kritismu. Maka sebenar-benar sumber air sungaiku adalah pada tempat yang paling dalam di pikiranmu. Sumber air sungaiku tidaklah tunggal. Sumber air sungaiku bisa diam bisa juga bergerak. Tetapi engkau mungkin tak percaya bahwa sumber air sungaiku bisa mengeluarkan air sekaligus memasukkan air. Itulah aku sungai transenden. Tetapi engkau mungkin juga tak percaya bahwa sumber airku dapat pula menjadi muaraku. Maka sebenar-benar diriku adalah muaraku sekaligus sumber air sungaiku.

Mencari ikan di sungai transenden

Pencari ikan:

Wahai sungai transenden, dimanakah aku bisa mencari ikan di sini?

Sungai transenden:
Disetiap tempat di sini terdapat ikan. Terserahlah apa yang engkau kehendaki. Ikan besar. Ikan kecil. Semuanya ada di sini.

Pencari ikan:
Lalu bagaimanakah aku bisa menangkap ikan-ikan itu?

Sungai transenden:
Gunakanlah akal dan pikiranmu?

Pencari ikan:
Janganlah engkau memperolok-olok diriku. Bukankah engkau tahu bahwa aku sudah menggunakan akal dan pikiranku.

Sungai transenden:
Sebenar-benar ikan adalah pikiranmu itu. Maka jika engkau tidak mampu menangkap ikan maka bukankah itu pertanda engkau belum menggunakan pikiranmu? Untuk itu cobalah engkau cari umpan agar engkau mampu menangkap ikan-ikan itu.

Pencari ikan:
Saya tidak mempunyai umpan. Kalau begitu apakah umpan-umpan dari ikan yang ada dalam sungai transenden itu?

Sungai transenden:
Umpannya adalah hati nuranimu. Jikalau engkau mengaku tidak mempunyai umpan bukankah itu pertanda engkau belum menggunakan hati nuranimu.

Pencari ikan marah kepada sungai transenden dan melaporkannya kepada komte

Pencari ikan:

Wahai sungai transenden, keterlaluan amat engkau itu. Aku bertanya sederhana, maka jawabanmu berbelit-belit. Aku bertanya pendek, maka jawabanmu panjang. Aku bertanya jujur maka jawabanmu telah menghinaku. Engkau bahkan telah menuduhku tidak menggunakan pikiran. Yang lebih menyakitkan engkau telah menuduhku tidak menggunakan hati nuraniku. Maka tunggulah balasanku. Aku akan melaporkan kesombonganmu itu kepada tuanku komte.

Pencari ikan:
Wahai tuanku komte, perkenankanlah diriku mengadukan kepadamu tentang kesombongan sungai transenden. Sungai transenden telah berlaku sangat sombong dan telah menghinaku.

Komte:
Wahai pencari ikan, sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa aku telah mengetahui semua yang engkau alami. Aku bahkan mendengar dan mengerti setiap dialog antara engkau dan sungai transenden. Ketahuilah sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa aku mengalami hal yang serupa dengan dirimu, lebih dari yang engkau alami. Maka ketahuilah bahwa aku sedang menyusun rencanaku dan kekuatanku untuk membuat bendungan. Oleh karena itu maka panggilah semua teman dan saudaramu untuk membantu aku membuat bendungan yang aku beri nama bendungan komte.

Komte bertitah:

Wahai para transenden, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai kualitas, saatnya sudah engkau berhent. Wahai relatif, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai para mimpi, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai nurani, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai a priori, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai intuisi, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai ideal, saatnya sudah engkau berhenti. ahai absolut, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai subyektif, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai abstrak, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai empati, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai ruang dan waktu, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai pertanyaan-pertanyaan, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai orang tua berambut putih, saatnya sudah engkau berhenti. Wahai geisteswishenshaften, saatnya sudah engkau berhenti. Dengan bendunganku ini, maka engkau semua telah aku tangkap. Engkau semua itulah sebenar-benar ikan sungai transenden. Wahai pencari ikan, itulah sebenar-benar kebodohanmu, sehingga engkau tidak dapat mengenali ikan-ikannya sungai transenden. Itu disebabkan karena engkau hanya berlayar di atasnya saja, sedangkan engkau malas untuk menyelamnya. Maka ditipu dan dihina itulah perolehanmu.

Komte membuat sungai positive

Komte:

Wahai masa depanku, aku telah sediakan sungai yang lebih besar ketimbang sungai transenden. Lupakan saja sungai transenden itu. Inilah sebenar-benar sungai. Aku telah menciptakan sungai positive buatmu. Sungai positive inilah sebagai hasil karyaku dengan bendunganku ini, yaitu bendungan komte. Maka sebenar-benar sungai adalah sungai positive. Maka tumbuh dan berkembanglah benih-benih kedalam sungaiku ini.

Komte menabur benih:
Wahai benih objektif, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih kepastian, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih ilmiah, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih prosedur, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih logico, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih hipotetiko, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih induksi, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih manipulasi, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih kuantitative, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih simplifikasi, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih konkrit, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih eksperimen, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih formula, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih statistik, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih standard, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih terukur, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih reliabilitas, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih industri, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih keniscayaan, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih random, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih representasi, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih lambang, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih wadah, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih rekayasa, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih model, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih cuplikan, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih remote, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih mesin, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. . Wahai benih kapital, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih material, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih praktis, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih otomatis, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih teknologi, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih rumah kaca, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai benih monokultur, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang. Wahai naturweistesshaften, saatnya sudah engkau tumbuh dan berkembang.

Di muara sungai komte, tumpukan sampah menggunung dan banyak ikan-ikan mati

Sampah1:

Wahai sampah2 temanku, mengapa engkau tertidur di situ tak berdaya. Engkau terlihat mati tak mau, hiduppun enggan.

Sampah2:

Wahai sampah1 temanku, ketahuilah bahwa sebenar-benar diriku bukanlah ikan dari sungai positive. Jika aku dipaksa hidup di sungai positive ini maka tunggu waktu sajalah kematianku. Kalau boleh aku pun ingin bertanya, wahai sampah1 temanku. Kenapa pula, engkau tertidur di situ tak berdaya. Engkau terlihat mati tak mau, hiduppun enggan.

Sampah1:
Wahai sampah1 temanku, ketahuilah bahwa sebenar-benar diriku bukanlah ikan dari sungai positive. Jika aku dipaksa hidup di sungai positive ini maka tunggu waktu sajalah kematianku. Kalau boleh aku pun ingin bertanya, wahai sampah1 temanku. Kenapa pula, engkau tertidur di situ tak berdaya. Engkau terlihat mati tak mau, hiduppun enggan. Kalau boleh marilah kita bertanya, kepada ikan-ikan itu. Wahai ikan-ikan, kenapa pula, engkau tertidur di situ tak berdaya. Engkau terlihat mati tak mau, hiduppun enggan.

Ikan-ikan:

Wahai sampah1 dan sampah2 temanku, ketahuilah bahwa sebenar-benar diriku bukanlah ikan dari sungai positive. Jika aku dipaksa hidup di sungai positive ini maka tunggu waktu sajalah kematianku. Kalau boleh aku pun ingin bertanya, wahai sampah-sampah sungai positive temanku. Bagaimana pula kita bisa tetap hidup di sini. Itu ada orang tua lewat. Mari kita tanyakan kepadanya, bagaimana kita tetap hidup. Wahai orang tua, bukankah engkau termasuk yang sudah ditangkap oleh komte. Padahal aku tahu bahwa komte telah membuat bendungan besar. Tetapi kenapa engkau bisa sampai di sungai positive ini?

Orang tua berambut putih:

Itulah sebenar-benar diriku. Aku adalah pertanyaan bagi semuanya. Sehebat-hebat bendungan komte, tidak akan bisa mencegah diriku hadir dalam pertanyaanmu. Maka begitu engkau bertanya tentang masa depan hidupmu, maka aku hadirlah di hadapanmu. Sebenar-benar diriku adalah pertanyaan mereka. Sebenar-benar diriku adalah ilmu mereka, yaitu bagi semua ikan-ikan baik ikan-ikannya sungai transenden maupun ikan-ikannya sungai positive.

Sampah-sampah dan ikan-ikan bersama-sama bertanya:
Wahai orang tua berambut putih, jawablah pertanyaanku ini, bagaimana agar aku bisa tetap hidup.

Orang tua berambut putih:
Sebenar-benar dirimu adalah sama semua bagi yang lain penghuni sungai positive ini. Mereka semua juga terancan kematian sepertimu. Jika mereka tampak gagah perkasa, itu hanyalah bersifat sementara dan manipulatif. Namun sebenar-benar mereka sebetulnya sedang menuju kematiannya. Maka agar engkau tetap hidup, serta-merta menujulah ke rembesan air sungai transenden. Mengapa? Karena pada rembesan air sungai transenden itulah engkau akan berjumpa teman-temanmu.

Sampah dan ikan:
Siapakah sebenar-benar teman diriku yang akan membuatku tetap hidup.

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar temanmu, yaitu hati nuranimu. Temuilah kualitas, karena itu bagian dari hidupmu.Temuilah relatif, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah mimpi, karena itu bagian dari hidupmu.Temuilah nurani, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah ka priori, karena itu bagian dari hidupmu.Temuilah intuisi, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah ideal, karena itu bagian dari hidupmu.Temuilah absolut, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah subyektif, karena itu bagian dari hidupmu.Temuilah abstrak, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah empati, karena itu bagian dari hidupmu.Temuilah ruang dan waktu, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah pertanyaan, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah geisteswishenshaften, karena itu bagian dari hidupmu. Temuilah spiritual, karena itu bagian dari hidupmu.

Sungai positive semakin besar beserta cabang-cabangnya, bagaimana nasib sampah dan ikan-ikan itu?
Ruang dan waktu akan menjawabnya pada Elegi berikutnya.

30 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Aliran positif dan aliran transendal adalah 2 hal yang berbeda, aliran positif yang tokoh Aguste Comte mengajarkan cara berpikir manusia tahapan ini lebih tinggi daripada tahap theologik dan metafisik, sesuatu nyata dan benar harus kongkret, eksak, akurat, dan memberi kemamfaatan sementara transenden adalah sifat dari metafisik didalamnya memuat pengalaman-pengalaman yang diluar jangkauan pikir manusia. Padahal tidak semua hal mampu dipikirkan oleh pikiran manusia karena pikiran terbatas oleh ruang dan waktu serta tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran yang obsulut, karena terkadang pikiran manusia bisa dipengaruhi oleh pikiran-pikiran lainnya.

    ReplyDelete
  2. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Memiliki hati nurani dan memiliki pikiran sebenar-benarnya bukti bahwa seseorang itu hidup. Sebenar-benarnya hidup itu adalah beribadah, siap mencari ilmu, siap bermimpi, siap menjadi lebih baik, selalu peduli kepada orang lain, selalu berpikir positif, dan selalu sadar akan ruang dan waktu. Hidup itu mengalir ibarat aliran sungai transenden dan janganlah engkau hidup tidak bergerak atau diam ibarat benda-benda yang ada pada bendungan komte.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pemikiran Auguste Comte yang berpendapat bahwa untuk membangun dunia harus berdasarkan positivism dan mengesampingkan agama, karena menurutnya agama tidak logis, maka agama tidak bisa digunakan untuk membangun dunia. Di dalam struktur dunia agama berada pada urutan bawah diatasnya filsaat dan teratas adalah positivism atau metode saintifik.

    ReplyDelete
  4. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pada awalnya ilmu pengetahuan dianggap ada karena adanya wahyu atau dari yang Ilahi, maka dalam elegi ini digambarkan oleh Sungai transenden. Transendentalisme menekankan pada aspek kerohanian manusia, bahwa pengetahuan tidak terbatas pada, dan tidak berasal semata-mata dari pengalaman biasa dan penjelasan ilmiah, melainkan melampuinya. Sedangkan bendungan Comte adalah pemikiran Auguste Comte yg menggagas aliran Positivisme yg menekankan pada kejadian yang benar-benar terjadi dan metode ilmiah sebagai sumber pencapaian kebenarannya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  5. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Segala kekacauan yang terjadi di dunia dari segala aspek dewasa ini tidak lepas dari pengaruh pemikiran positivism Comte. Agama dianggap sebagai bentuk paling primitif dalam perkembangan sejarah manusia, sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengembangkan peradaban dunia ke depan.
    Dampak langsung dari pemikiran ini adalah keringnya kehidupan dari nilai-nilai spritualisme. manusia menjadi terasing dari dirinya dan lingkungannya. oleh karena itu, untuk membendung pengaruh positivisme ini, maka kita perlu filter. dibutuhkan sebuah kebijakan berpikir untuk menggali kembali khasanah lama, misalnya aliran pemikiran transenden dari Immanuel Kant.

    ReplyDelete
  6. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Auguste Comte berpandangan dalam filsafatnya tentang agama dan saintifik. Baginya pengetahuan saintifik adalah perinsip yang paling benar yang harus dimiliki dalam hidup. Saintifik adalah sesuatu yang paling tinggi dari apapun. Bahwa obyektifitas adalah kepastian, lebih logic dan sarat ilmiah sesuai dengan rasionalitas.

    Sedangkan tingkat terendah adalah spiritual atau agama. Transenden dianggap tidak rasional dan ilmiah. Tidak dapat digunakan dan ditempatkan dalam kehidupan dunia. Bahkan diasingkan karena dianggap tidak ideal. Singkatnya, bahwa tidak ada yang dapat melampaui perinsip saintifik walaupun perinsip spiritual atau agama. Namun, siapapun yang memiliki keyakinan positivisme ala Auguste compte perlu menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa dan tujuan hidup sesungguhnya? Karena hingga saat ini belum bisa dipecahkan oleh kemajuan sains dan teknnologi.

    ReplyDelete
  7. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Comte berpendapat bahwa untuk membangun dunia agama diletakkan paling bawah. Karena agama tidak ada pengaruh terhadap bangsa, jadi bila ingin membangun dunia jangan menggunakan agama, karena itu tidak logis. Menurut Comte untuk membangun dunia itu dengan positivism. Jadi struktur Comte tingkatan paling atas adalah positivism, saintifk kemudian yang paling bawah adalah agama.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sejatinya manusia tidak dapat hidup tanpa hati nurani. Sejatinya manusia tidak dapat hidup tanpa spiritual. Manusia tanpa hati nurani, manusia tanpa spiritual ialah manusia yang mati tak mau, hidup pun enggan. Jikalau manusia tanpa hati nurani, manusia tanpa spiritual tampak gagah dan perkasa maka itu hanyalah bersifat sementara dan manipulatif. Oleh karena itulah setinggi apapun jabatan kita, setinggi apapun ilmu kita, sebanyak apapun harta kita, kita tidak akan dapat lepas dari hati urani kita, kita tidak dapat lepas dari spiritual, karena mereka merupakan bagian dari diri kita.

    ReplyDelete
  9. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hati nurani merupakan sebenar-benar teman yang dapat membuat hidup. Dengan hati nurani yang masih bersih dan ikhlas ditambah dengan kualitas, nurani, empati, spiritual dan lainnya akan menambah hidupmu menjadi lebih hidup. Meskipun semuanya itu ditahan oleh bendungan pasti akan ada rembesan yang menjadi cikal bakal dari sungai kecil yang dibendung itu.

    ReplyDelete
  10. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Pencari ikan yang dimaksud adalah pencari ilmu. Dalam mencari ilmu gunakan akal dan pikiran, namun ada yang lebih penting yakni hati nurani. Dengan hati nurani, kita dapat berpikir jernih, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Karena diantara orang pencari ilmu selalu ada penggoda. Gunakan selalu hati nurani dalam setiap beraktivitas/mancari ilmu agar selalu sampai ke tujuan yang benar.

    ReplyDelete
  11. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Banyak sekali seorang filsuf yang mengutarakan pendapatnya mengenai terbentuknya dunia. Salah satunya A. Comte. Comte mengatakan bahwa dunia ini berasal dari teori positivisme. Teori ini mengesampingkan aspek spiritual. Comte berpikir bahwa tidak logis jika agama dijadikan dasar untuk membentuk dunia. Semua orang berhak untuk mengutarakan pendapatnya masing-masing dan kita tidak bisa menghujatnya salah/ keliru begitu saja. Semua itu relatif tergantung pada individu masing-masing dan didasarkan pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Jika aliran sungai transenden ini adalah ilmu pengetahuan, maka untuk mendapatkan ikan-ikannya harus kita lalui dengan proses serta pikiran kritis dan hati yang bersih. Jembatan komte ini adalah gambaran jika seseorang menuntut ilmu dengan keinginan menggunkan cara yang praktis-praktis saja. Memang lehit bagus dan gagah didepan namun mudah koyah dan mati, karena sesungguhnya belajar itu harus sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Setiap manusia akan menemui kematian. Setiap makhluk hidup akan menemui kepunahan. Yang saat ini kuat, gagah, tampan, pintar itu juga akan menemui masa tua, masa yang mendekati kematian. Hal yang akan membuat seseorang akan tetap hidup (dikenang) adalah hati nurani yaitu akhlak yang baik, pribadi yang baik, spiritual yang baik.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Kullu nafsin dzaiqotul maut. Setiap jiwa akn menemui kematian. Tidak memandang yang kuat, tampan, cantik, kaya, miskin, semuanya makhluk hidup pasti mati. Termasuk manusia. Manusia sebagai makhluk yang paing sempurna hendaknya berbuat baik di dunia sebagai bekal di akhirat.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, manusia prlu untuk selalu mengingat kematian. Kita sendiri tidak tau kapan kita mati, yang tau hanyalah Allah semata. Kita hendaknya selalu berbuat baik kapan pundan dimana pun kita berada agar sewaktu-waktu kita diambil nyawa oleh malaikat, kita dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin..

    ReplyDelete
  16. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Comte tidak mempercayai agama karena menganggap agama sebagai sesuatu yang tidak logis maka Compte ingi membangun dunianya sendiri denga menghilangkan agama atau membuat agama sebagai ritual dan tradisi saja Hal ini menunjukkan bahwa Compte tidak mampu lagi menggunakan hati nuraninya. Hati nurani merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Dalam melakukan sesuatu apapun harusnya kita mendasari dengan hati nurani, Karena hati nurani biasanya yang paling mengerti tentang mana yang benar dan yang salah.

    ReplyDelete
  17. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari elegi di atas, sebenar-benar diri kita adalah bagaimana rupa hati nurani kita. Dialah yang selalu menemani kita. Dan selebar-lebarnya ilmu diperoleh dari berpikir kritis. Sebenar-benar sumber ilmu adalah di dalam pikiran. Maka bagaimana agar kita dapat menjaga hati nurani dan pikiran kita dari hal-hal negatif. Salah satunya dengan cara berpikir positif terhadap segala sesuatu.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi bendungan komte dan sungai positif ini mengungkapkan tentang struktur kehidupan yang diciptakan oleh Auguste Compte. Struktur tersebut meletakkan agama pada struktur yang paling bawah, kemudian yang di atasnya adalah filsafat, dan yang paling atas ialah positif atau saintifik. Dengan kata lain, struktur ini telah mengutamakan kehidupan yang ilmiah, real dan nyata dengan mengabaikan spiritualitas. Struktur mempengaruhi dan mengancam struktur kehidupan yang lain, seperti halnya struktur kehidupan kita yang seharusnya meletakkan kehidupan spiritual sebagai struktur yang paling tinggi hingga kita tidak berdaya untuk bisa menghindarinya. Padahal ancaman tersebut semakin berkembang dan meluas. Oleh karena itu, agar selamat dapat menjalani kehidupan ini, kita harus senantiasa menggunakan akal pikiran dan hati nurani. Senantiasa memohon pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Setiap penciptaan manusia pasti disertakan akal, pikiran, dan hati nurani agar kita bisa menggunakannya untuk berpikir, bertindak, dan bersikap. Apabila kita belum mencapai apa yang kita inginkan, mungkin kita belum mnggunakan akal dan pikiran. Lalu ketika sudah menggunakan akal dan pikiran kita, namun masih belum mendapatkan yang diinginkan, bisa jadi karena kita belum menggunakan hati nurani kita. Jika hanya menggunakan akal dan pikiran, maka semua akan rusak dan berjalan tidak sebagaimana mestinya. Maka dari itu, gunakan juga hati nurani. Karena keangkuhan dan kesombongan kita akan membutakan akal dan pikiran kita. Oleh karena itu gunakan hati nurani sebagai pengendali sifat-sifat buruk yang dapat merusak diri kita sendiri. Maka sebaik-baiknya makhluk adalah yang mampu mengendalikan tindakannya yang berasal dari akal dan pikiran dengan hati nurani.Wallahu’alam..

    ReplyDelete
  20. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sebenarnya kita pun saat ini telah terjebak dengan fenomena Comte. Sehebat apapun teman-teman berkoar-koar akan buruknya pemahaman Comte, KITA pun telah masuk didalamnya. Kita dengan sadar menunjuki (mengutuki) Comte. Tapi sadarkah kita bahwa empat jari lain yang lebih banyak dari satu jari yang kita gunakan untuk menuduh Comte buruk justru menunjuk ke kita. Nah, yang menjadi persoalan sekarang adalah bagaimana kita meninggalkan kultur yang telah lahir di era rovolusi industri yaitu positivisme beserta saintifisme digunakan untuk mendidik generasi muda bangsa kita. Hendaknyalah kita bersikap hati-hati, bukan hanya untuk diri kita tapi mencegah jangan sampai kearifan lokal bangsa kita menjadi musnah karena hanya ingin sekedar ikut-ikutan. Hapuskan K-13.

    ReplyDelete
  21. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Bendungan compte seperti yang dijelaskan diatas sejatinya adalah bendungan yang sedang kita selami sekarang ini, kita didalam bendungan compte ini sejatinya juga adalah ikan yang sedang berenang didalam bendungan yang penuh dengan limbah sampah-sampah hasil dari produk konsumerisme, kapitalism, liberalism, hedonism , pragmalism, utilitarism dan tidak menutup diri bahwa kita juga sejatinya mungkin meminum air dari imbah-limbah tersebut. Maka tidak ada upaya yang bisa lakukan saat ini selain cermat dalam melakukan abstraksi memilah milah mana yang baik untuk kitapetik dan yang buruk kita buang dengan diikuti sebuah sikap selalu berdoa dalm perlindungan Allah SWT melalui tawakkal dan berikhtiar agar selalu diberikan pertolongan dari-Nya

    ReplyDelete
  22. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kehidupan adalah bayangan dari prinsip-prinsip dunia idea. Manusia ibarat sebagai ikan kecil yang berenang disebuah lautan. Sejauh mana ikan itu dapat bertahan hidup dan berenang keberbagai bagian dari lauatan itu maka sejauh itu pula ia dapat menemukan sumber makanan yang baik yang tidak terjangkiti oleh penyakit. Begitulah manusia sejauh manusia dapat menemukan tempat yang baik, maka sejauh itupula ia dapat hidup dengan baik. Oleh karena itu manusia diharuskan menggunakan hati, pikiran dan akalnya untuk berjalan di muka bumi ini dengan sebaik-baik perbuatan. Sehingga menemukan tempat yang ideal yang tidak terjangkiri virus-virus kontemporer yang menggerogoti kehidupan yang baik bagi manusia.

    ReplyDelete
  23. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi bendungan komte dan bendungan positif ini memberikan gambaran bahwa sebenar-benar teman adalah hati nurani. Manusia harus menemukan kualitas, kreatif, mimpi, nurani, a priori, ideal, absolut, subyektif, abstrak, empati, ruang dan waktu, pertanyaan dan spiritual karena semua itu adalah bagian dari hidupmu.Temuilah relatif, karena itu bagian dari hidup.

    ReplyDelete
  24. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dari elegi diatas dapat kita ketahui bahwa yang sebenar-benar teman kita adalah hati nurani kita masing-masing. dan diharapkan kita menemui kualitas hidup, relatif hidup, mimpi, nurani, a priori, intuisi, ideal, absolut, subyektif, abstrak, empati, ruang dan waktu, karena itu semua bagian dari hidupmu.karena dengan begitu kita bisa mendapatkan hidup yang sempurna

    ReplyDelete
  25. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Auguste Comte meyakini bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam, maka untuk memperoleh pengetahuan tentang masyarakat menuntut pengetahuan metode-metode penelitian empiris dari ilmu-ilmu alam lainnya. Comte melihat perkembangan ilmu tentang masyarakat yang bersifat alamiah sebagai puncak suatu proses kemajuan intlektual yang logis yang telah dilewati oleh ilmu-ilmu lainnya. Kemajuan ini mencakup perkembangan dari bentuk-bentuk pemikiran teologi purba, penjelasan metafisik, dan akhirnya sampai terbentuknya hukum-hukum ilmiah yang positif. Auguste comte mengajarkan cara berpikir manusia tahapan ini lebih tinggi daripada tahap theologi dan metafisik, sesuatu nyata dan benar harus kongkret, eksak, akurat, dan memberi kemamfaatan sementara transenden adalah sifat dari metafisik yang di dalamnya memuat pengalaman-pengalaman yang diluar jangkauan pikir manusia.

    ReplyDelete
  26. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Hati nurani yang dimiliki oleh setiap insan adalah suci, karena setiap insan keluar ke muka bumi ini dalam keadaan suci, akan tetapi insan itu terpengaruh oleh lingkungannya sendiri. dan dia hanya mampu di kontrol dengan akal budi. Akal budi menuntun pembentukan pengetahuan secara sistematis dengan mengatur pencarian kita atas kondisi-kondisi absolut dari semua kondisi kontingen yang akan mendukung seluruh pengetahuan. Inilah akal budi ideal pada tataran teoritis. Ketika pencarian ini mendorong dirinya untuk membuat penegasan yang menyangkut realitas supersensibel pada wilayah metafisika kuno, akal budi tersebut disebut akal budi spekulatif. Kant mengatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini, termasuk manusia berperilaku menurut hukum - hukum tertentu. Tetapi, hanya makhluk rasional lah yang dapat berperilaku sesuai dengan konsepsi hukum-hukum tersebut.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  27. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Bendungan komte bagaikan suatu negara dimana negara tersebut berpaham positifisme, dimana rakyatnya diharuskan mengikuti paham tersebut, sehingga dalam hal itu rakyat pada akhirnya menuju kematian, kematian disini dapat berarti bahwa pemikiran dan kreativitas mereka dikekang,

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sehingga mereka tidak memiliki pemikiran dan hati nurani, padahal, seseorang dapat diakui eksistensinya jika ia mengada, pengada dan ada, apa artinya, yakni orang tersebut mempunyai hasil karya yang menunjukkan eksistensinya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Kebenaran dan kesalahan adalah sesuatu yang terlihat dekat tapi jauh. Jauh tapi dekat. Jangan langsung menyerah kepada kesalahan jika kita telah menemukan kebenaran. Ikutilah kebenaran itu meski jalannya rumit. Sebab kelapangan ada setelah kesulitan. Sesungguhnya sesudah kesulitan akan ada kemudahan. Allah telah menjanjikannya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id