Oct 14, 2011

Elegi Menggapai Nilai Diri

 
 Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan sebuah pertanyaan dari Sdr ANI ALKHAFI :
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Dalam setiap individu itu ada yang mengatakan bahwa manusia dapat menjadikan dirinya terhebat dan mengatakan dirinya termulia, apa itu juga sifat kontradiktif? Bapak yang terhormat, saya ingin tahu bagaimana caranya menjadikan diri kita sebagai perfilsafat (menyatu dan dapat memunculkan sesuatu)?
Wassalamua'alaikum Wr.Wb.



Jawaban saya (Marsigit)
Sdr Ani Alkhafi...terdapat riwayat dalam sejarahnya bahwa sejak dulu terdapat manusia melakukan perjuangan baik secara sendiri maupun secara bersama untuk mengangkat derajat dirinya maupun golongannya.
Keberhasilan yang dia atau yang mereka peroleh, secara filsafati, akan mengukuhkan kedudukan dirinya atau kelompoknya menjadi "subyek" yang kuat terhadap "obyeknya".
Obyeknya bisa berupa individu yang lainnya, bisa berupa kelompok manusia yang lainnya, atau bahkan bisa segenap alam lingkungan sekitarnya.
Kekuatan suatu subyek atau kelompok subyek terhadap yang lainnya jika tidak diimbang dengan tata aturan yang mengikatnya maka akan melahirkan berbagai bentuk eksploitasi oleh manusia yang satu atau oleh kelompok yang satu terhadap manusia yang lain atau kelompok manusia yang lain.
Singkatnya adalah eksploitasi subyek atas obyeknya. Hal yang demikian jika di ekstensikan maka bisa menimbulkan disharmoni kehidupan di atas bumi atau bahkan malapetaka.
Jangan salah paham, bahwa eksploitasi subyek atas obyeknya adalah dalam pengertian dalam sedalam-dalamnya, dan luas seluas-luasnya.
Artinya ia dapat terjadi eksploitasi oleh subyek kakak terhadap obyek adik, subyek guru terhadap obyek siswa, subyek dosen tarhadap obyek mahasiswa, subyek negara kuat terhadap obyek negara lemah, ..dst.

Dalam tata pergaulan internasional, wujudnya dapat kita lihat adanya era penjajahan dan peperangan yang tidak adil dan tidak imbang sampai sekarang.
Jika hal demikian terjadi pada individu seorang diri dalam kaitannya dengan Tuhan nya, maka yang terjadi adalah munculnya ego yang berlebihan sampai kesombongan yang tidak terampuni.
Banyak tulisan menceritakan bagaimana mulai dari Spinoza sampai dengan Syeh Siti Jenar, manusia merasa mempunyai super ego sehingga melewati batas sampai kepada pengakuan dirinya sebagai Tuhan itu sendiri.
Maka yang terjadi adalah hukuman yang setimpal bagi kesombongannya. Sungguh kesombongan itu adalah dosa pertama dan paling besar bagi manusia.
Oleh karena itu di dalam diriku tidak pernah terpikir adanya manusia terhebat dan termulia kecuali hal demikian berada dalam "hatiku", yaitu keyakinanku bahwa manusia demikian itu tidak lain tidak bukan adalah Nabi Besar Muhammad SAW. Amiin.
Sdr Ani Alkhafi..tentang nilai seorang diri, aku lebih suka mengatakan bahwa nilai atau hargamu itu adalah keunikanmu.
Tiadalah makhluk di dunia ini yang sama dengan dirimu, bahkan saudara kembarmu sekalian jika engkau punya.
Maka dunia akan bersukaria jika sempat melihat dan mendengar potensimu yaitu keunikanmu.
Tetapi ingatlah keunikanmu itu adalah ada dikarenakan orang yang lain. Maka tiadalah ada artinya dirimu itu jika tanpa orang lain. Artinya, nilai atau hargamu itu ditentukan oleh orang lain pula.
Maka bacalah elegi-elegi yang lain. Elegi-elegi itu disusun tidak hierarkhis, artinya yang lama dengan yang baru mempunyai hak yang sama untuk dibaca.
Filsafat itu adalah buah dari membaca, belajar dan pengalaman hidup. Filsafat adalah refleksi. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia itu adalah kegiatan refleksi diri.
Maka berfilsafat dengan tiada pengalaman itu artinya "kosong"; sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (di filsafatkan) sama artinya dengan "buta".
Itulah sungguh, orang yang paling merugi didunia adalah orang yang kosong dan buta.
Sedangkan "tidak kosong dan tidak buta" itulah sebenar-benar perjuanganmu sampai akhir hayatmu.
Ketahuilah bahwa mencari ilmu itu perlu berbekal imu. Mencari hidayah itu juga perlu berbekal hidayah.
Baik urusan dunia dan akhirat, keduanya adalah ikhlas adanya, yaitu ikhlas dalam pikiranmu dan iklhas dalam hatimu.

Tidakkah engkau menyadari bahwa serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Sedangkan engkau bisa meningkatkan derajat pencarian ilmumu jika dia dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain.
Namun, ketahuilah bahwa setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika usahanya itu bersifat "sistemik", artinya ilmu atau pengetahuannya bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleg ruang dan waktu, artinya tidak hanya bermanfaat bagi bangsanya tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia.
Setinggi-tinggi pencapaian karirmu adalah jika engkau telah bisa masuk pada jajaran pergaulan internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek. Itulah tujuan jangka panjangmu dan juga para muridku semua bagi yang menyadarinya.
Oleh karena itu maka sekarang engkau telah mulai memahami mengapa dalam perkuliahan filsafat ini dikembangkan belajar mengajar melalui internet atau blog.
Maka setiap jejakmu dan juga jejakku serta jejak-jejak temanmu dan murid-muridku akan secara langsung dan terus-menerus dapat diakses oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.
Jika engkau telah menyadari hal ini semua dan juga telah menghayatinya maka itulah Rakhmat Tuhan YME telah diturunkan kepada dirimu dan juga diriku dan juga diri orang-orang yang pandai bersyukur. Amiin.
Maka baca dan renungkanlah. Amiin


31 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    Pps Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi menggapai diri. Tidaklah mudah untuk mengetahui siapa diri kita. Bagaimana diri kita. Apa yang telah kita lakukan. Benarkah atau salahkah dengan apa yang telah kita perbuat. Namun tak sebaliknya, sangat mudah bagi diri kita untuk menilai orang lain. Kita mudah menyimpulkan bahwa orang itu salah. Kita mudah menilai apa yang dilakukan oleh orang itu tidak benar. Padahal kita tidak tahu apa yang dilakukan itu sudah benar. Menggapai diri, jadikan diri kita seorang yang berguna. Diri kita itu tak terbatas. Jadi apa saja yang akan kita lakukan itu semuanya bisa menjadikan diri kita. Apakah yang kita lakukan itu benar atau salah, itulah diri kita. Kitalah yang melakukan. Jadi, jika diri kita ingin di hormati oleh orang lain, hormatilah orang lain. Jangan melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang lain.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Belajar filsafat adalah mengadakan yang masih mungkin ada menjadi ada, sebagai mahasiswa cara yang kita lakukan antara lain dengan banyak membaca, berkuliah, dan bersilaturahim sehingga kita dapat mewakili obyek filsafatnya. Sedangkan sebenar-benarnya orang yang mencari ilmu adalah ketika dia dapat membagikan ilmunya dan bermanfaat bagi semua orang dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Inilah yang disebut dengan setinggi-tingginya derajat orang berilmu.

    ReplyDelete
  3. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Diri kita tidaklah sama dengan diri orang lain. Tidak sama karena kita memiliki keunikan di dalam diri kita masing-masing sehingga keunikan itu akan menjadi nilai dari kita. Dalam mencari ilmu kita juga harus memiliki ilmu. Ilmu yang akan membawa kita dalam keberhasilan adalah jika ilmu kita juga dapat bermanfaat bagi orang lain. Dalam mencapai keberhasilan, janganlah menjadi subyek yang mengeksploitasi obyeknya. Tetaplah menjadi subyek yang selalu rendah hati karena keberhasilan dan nilai diri kita juga tergantung atau terpengaruh dari peran orang lain.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Nilai diri adalah keunikan yang dimiliki tiap orang. Nilai dan harga yang kita miliki itu juga ditentukan oleh orang lain. Oleh karena itu, sebaik-baik nilai diri seseorang adalah ia yang memiliki ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  5. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Nilai diri kita ditentukan oleh ilmu kita. Sebaik-baiknya kita adalah yang berilmu terikat oleh ruang dan waktu yaitu: ilmu bermanfaat bagi orang banyak, memberikan kontribusi positif bagi kehidupan dimana pun dan kapan pun. Merugilah orang berilmu jika hanya di endap untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  6. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Setinggi tingginya derajat seseorang jika pencarian ilmu dapat digunakan atau bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan serendah-rendah derajat orang mencari ilmu adalah jika ilmunya hanya digunakan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Artinya nilai diri seseorang tergantung pada dimanfaatkannya pengetahuannya oleh orang lain kapan pun dan dimanapun, tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu

    Setinggi-tinggi pencapaian cita-cita adalah jika mampu berada pada ruang yang lebih luas, dunia internasional, berkontribusi secara aktif dan tidak hanya sekedar menjadi obyek. Itulah tujuan jangka panjang, sedikit apalagi banyak seseorang memanfaatkan dari karya besar yang dilakukan akan berdampak pada nilai seseorang. Maka semoga dapat menyadari dan mencapai apa yang semestinya dilakukan, mampu menjadi subjek dalam perubahan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  7. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Menggapai nilai diri yaitu bagaimana kita mampu memahami diri sendiri, semakin mampu kita melihat dan menghargai betapa uniknya diri kita, dan juga akan makin menghormati diri sendiri. Proses penemuan nilai diri ini akan butuh waktu, tetapi kita akan segera melihat bahwa ini sangatlah bermanfaat. Jadilah diri sendiri yang bisa bermanfaat buat orang lain.

    ReplyDelete
  8. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    agama mengajarkan bahwa "yang paling baik di antara kamu adalah yang paling banyak memberi manfaat untuk sesama". dengan demikian jelaslah bahwa sebenar-benarnya nilai diri seseorang bergantung dari seberapa banyak yang telah ia lakukan untuk orang lain, dalam hal apapun, dimanapun, kapanpun dan kepada siapun, dan dari agama manapun. maka inilah sebenar-benarnya nilai yang tidak terikat pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Nur Dwi Laili Kurnniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap dari kita memiliki keunikannya masing- masing. Tetapi tiadalah keunikan jika kita hidup sendiri. Keunikan itu ada karena kita ada di masyarakat yang beragam. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk bersosialisasi untuk lebih menggali keunikan yang kita miliki. Dan sebagai upaya menggali keunikan atau potensi kita kita harus terus mencari ilmu. Dan kembali lagi, setinggi- tinggi ilmu ialah yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itulah kita tidak dapat lepas dari masyarakat.

    ReplyDelete
  10. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ketahuilah bahwa mencari ilmu itu perlu berbekal ilmu. Ilmu yang menjadi bekal adalah sebagai pedoman kita meskipun kita belum tahu apakah ilmu itu benar atau salah, tetapi dengan kita memiliki bekal ilmu untuk mencari tahu apakah ilmu yang dimiliki itu benar atau salah atau bahkan ingin menambah ilmu yang dimiliki kita akan terus mencari tanpa henti karena ilmu itu tiadalah batasan pada dirinya.

    ReplyDelete
  11. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sungguh sombong bagi manusia yang mengatakan bahwa dirinya terhebat dan dirinya adalah yang termulia. Ketika itu terucap maka pada saat itu pulalah manusia akan menjadi manusia yang paling tidak hebat dan paling tidak mulia di dunia ini, karena ketika ia mengaku bahwa dirinya yang terhebat dia akan diam dan menikmati kehebatannya tanpa melakukan apapun dan lupa atau bahkan tidak tahu bahwa manusia terhebat dan temulia adalah Nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  12. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Saya sangat setuju dengan pendapat pak marsigit. Sebenar-benarnya hidup adalah bermanfaat bagi orang lain. Setinggi-tingginya ilmu adalah yang kita bagikan kepada orang lain. Yang terpenting adalah, kita selalu mengingat Allah SWT yang agung, yang besar, yang maha kuasa sehingga kita akan takut jika melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kodratnya.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Hakekat dari nilai diri adalah keunikan kita masing-masing sebagai individu. Menggapai nilai diri dapat dilakukan dengan cara meningkatkan derajat pencapaian ilmu dan ilmu itu harus dapat diggunakan dan bermanfaat bagi banyak orang serta tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Yang perlu diingat adalah jangan menjadi sombong atas ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  14. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Keunikan masing-masing individulah yang membuat menjadi istimewa dan memilki nilai lebih diantara yang lain. Namun, tidak akan terlihat lebih tanpa adanya orang lain, maksudnya pada hakekatnya kita makhluk sosial, maka hidup sendiri dan berjuang untuk menjadi terbaik dengan usaha sendiri bisa jadi tidak akan terwujud. Hidup ini memang perjuangan namun juga butuh untuk direfleksikan.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Dari kalimat tersebut dapat diambil inti sari bahwa manusia akan menjadi pribadi yang mulia juga berkat orang lain. Bukan semata-mata karena dirinya sendiri. Seperti seorang guru, guru dipandang mulia karena ia membagikan ilmu dan pengalaman kepada murid-muridnya. Namun hakikatnya kemuliaan yang sejadi itu kemuliaan di hadapan Allah, bukan karena manusia. Yaitu dilakukan dengan hati yang ikhlas, tawadlu', semata-mata karena Allah.

    ReplyDelete
  16. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Setiap kebaikan manusia adalah kemuliaan jika hanya ditjukan kepada Allah semata. Manusi yang berbuat kebaikan di dunia akan mendapatkan tempat yang muia dan spesial di akhirat nanti. Surga, tempat yang telah dijanjikan oleh Allah bagi hambanya yang taqwa dan senantiasa berbuat baik.

    ReplyDelete
  17. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Kemuliaan yang sejati adalah kebaikan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kebermanfaatan tersebut membawa kepada keberkahan. Karena jika bermanfaat bagi orang lain, maka pahala kita akan terus mengalir selama kebaikan itu dimanfaatkan oleh orang lain. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa berbuat kebaikan baik untuk diri sendiri dan orang lain demi memperoleh kemuliaan di hadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Tuhan YME menciptakan kita secara berbeda-beda dengan keunikan masing-masing,yang kita miliki sebab tiadalah mahluk di dunia ini yang sama, Harus diingat bahwa keunikan yang kita miliki ‘ada’ dikarenakan orang yang lain maka tiadalah artinya diri kita hidup jika tanpa orang lain karena sebenar-benarnya manusia tidak ada yang dapat hidup sendirian,karena itu kenali keunikan dan pahami potensi yang kita miliki yang harus terus diasah dan dikembangkan dengan mencari ilmu seluas-luasnya dan jadikan ilmu itu dapat barmanfaat bagi orang banyak dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai keunikan, tidak ada satu orang didunia ini yang sama persis. Saudara kembar yangn identikpun memiliki perbedaan. Elegi menggapai nilai diri memberikan penjelasan bahwa setiap individu memiliki pengalaman, keunikan masing-masing. Kita akan sulit untuk tau siapa diri kita. Diri kita ditentukan dengan apa yang kita ucapakan, pribadi kita dan ilmu yang kita amalkan. Seseorang yang memiliki ilmu yang banyak tentu akan mepunyai nilai diri dan pribadi yang bernilai tinggi. Ilmu disini tidak berarti hanya ilmu secara pendidikan formal melainkan ilmu baik dari hikmah pengalaman hidup dan agama.

    ReplyDelete
  20. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setiap individu pastinya selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari dirinya yang sebelumnya. Bahkan berkeinginan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, menjadikan diri nya terhebat. Tentunya untuk memperbaiki diri itu merupakan hal yang sepatutnya, tapi jangan sampai dalam hal itu membuat kita menjadi sombong merasa bahwa dirilah yang paling mulia. Perlu disadari bahwa tiap individu itu berbeda, unik. Memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  21. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kekuatan suatu subyek atau kelompok subyek terhadap yang lainnya jika tidak diimbang dengan tata aturan yang mengikatnya maka akan melahirkan berbagai bentuk eksploitasi oleh manusia yang satu atau oleh kelompok yang satu terhadap manusia yang lain atau kelompok manusia yang lain. Hal inilah yang dapat dilihat di pelosok negeri ini ketika aturan yang sebenarnya mengikat itu dianggap tidak ada atau bahkan tidak dipedulikan kelompok manusia yang lemah atau yang tidak berkuasa dieksploitasi dengan seenaknya. Semoga mereka segera disadarkan, Amin.

    ReplyDelete
  22. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Refleksi diri menduduki posisi penting dalam proses belajar seseorang. Khususnya dalam berfilsafat. Pengalaman akan menjadi tak bermakna apabila kita tidak mampu merefleksikannya. Kita belajar filsafat dengan tidak mempunyai pengalaman hidup itu artinya "kosong"; sementara itu pengalaman hidup jika tidak direfleksikan (difilsafatkan) berarti "buta". Maka untuk menggapai nilai diri dalam hidup, hendaknya kita mampu merefleksikan pengalaman hidup kita. Dalam upaya menggapai nilai diri pun harus disertai dengan belajar dan mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Dalam mencari ilmu hendaknya kita menyertakan ikhlas dalam hati dan pikiran kita. Sebab tidak ada artinya ketika apa yang kita lakukan tidak dilandasi oleh keihklasan. Wallahu a’lam..

    ReplyDelete
  23. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwa sesungguhnya telah diceritakan bahwa iblis itu dikutuk dan diusir karena sikap sombong dan merasa dirinya lebih hebat. Karena dengan sikap sombongnya ia pun ingkar dengan tidak mengikuti perintah Tuhan sehingga diusir dari surga. Maka ketahuilah setinggi apapun derajat yang engkau dapatkan maka semkin rendahlah dirimu. Dan sesungguhnya jika seseorang telah merasa tinggi maka ia tidaklah sebenarnya mulia dan tinggi derajatnya.

    ReplyDelete
  24. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Setinggi-tinggi orang yang berilmu adalah sebuah pengakuan bahwa dirinya itu tidak tahu apapun sebagiman filsuf bijaksana seperti socrates mengatakan satu-satunya kebijaksanaan sejati adalah adalah mengetahui bahwa aku tidak mengetahui apa-apa. Dengan sikap seperti ini InsyaAllah superego yang berlibihan dapat dihindari dan dihilangkan.

    ReplyDelete
  25. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Fitrah manusia ingin mengenal dirinya atau kelompok dan ingin mengenalkan dirinya maupun kelompoknya. Maka diperlukan usaha dalam mencapai keberhasilan sehingga dapat mengukuhkan kedudukan dirinya atau kelompoknya. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatian yaitu untuk mengenal dirinya maka dapat diperlukan pembanding yaitu orang lain. Ada juga untuk mengenal dirinya adalah dengan merenungkan dan mempelajari, bertanya dan membaca hakikat penciptaan dirinya. Siapa dia, siapa penciptanya, apakah tugasnya, kemanakah setelah ia mati, apakah ada pedoman untuk dirinya, mengapa ia bisa melihat, mendengar, merasa dan lain sebagainya. Maka semakin ia mengenal dirinya maka semakin ia tidak mengetahui ilmu yang begitu luas, merasa dirinya tidak kuasa, merasa rendah hati atau tawadhu bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.

    ReplyDelete
  26. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Menggapai nilai diri berarti memahami hakekat nilai diri. Menurut elegi ini, nilai diri ialah keunikan, sedangkan keunikan ditentukan oleh orang lain dan tidak akan ada artinya tanpa orang lain. Maksudnya ialah bahwa kita tidak akan menjadi unik tanpa adanya perbedaan dengan orang lain. Maka, tidaklah pantas bagi manusia untuk mengaku menjadi yang termulia dan terhebat. Derajat kemuliaan dan kehebatan manusia ditentukan oleh tingkat keimanannya terhadap Allah SWT. Dan tiadalah manusia termulia dan terhebat di muka bumi ini selain Nabi Muhammad SAW. Maka Beliau diutus menjadi suritauladan bagi seluruh umat muslim hingga akhir zaman dan juga sebagai rahmat bagi seluruh alam.

    ReplyDelete
  27. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Sebagai manusia harus mampu menilai diri sendiri atau refleksi mengkoreksi diri. Harapannya agar menjadi lebih baik yaitu sebagai manusia harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Dan juga kita harus senantiasa menggunakan ilmu dan spiritual kita. Spiritual tanpa ilmu seperti agama tanpa ilmu, maka kita akan jatuh. Ilmu tanpa spiritual adalah seperti ilmu tanpa agama, maka kita akan buta.

    ReplyDelete
  28. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Filsafat adalah refleksi. Setinggi-tinggi kegiatan berpikir manusia adalah refleksi diri. Kita belajar filsafat dengan tiada pengalaman hidup itu artinya "kosong", sedangkan pengalaman hidup jika tidak direfleksikan berarti "buta". Maka untuk menggapai diri dalam hidup, hendaknya kita mampu merefleksikan pengalaman hidup kita. Dalam upaya menggapai nilai diri pun harus disertai dengan belajar dan mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Dalam mencari ilmu hendak lah kita menyertakan ikhlas dalam hati dan pikiran kita. Keikhlasan tersebut memungkinkan membawa kita ke arah pencerahan sehingga mampu mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Karena tanpa kehendak-Nya kita tak mungkin mampu memahami berbagai ilmu. Ilmu yang didapat selanjutnya direfleksikan dan mampu memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  29. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Orang yang paling baik adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain, baik ia menggunakan ilmunya untuk menolong orang lain, menggunakan tenaganya untuk menolong orang lain, dsb. Maka jika kita ingin diri kita mempunyai nilai value, maka jadilah kita makhluk yang dapat bermanfaat bagi orang lain, sehingga dengan begitu secara tidak langsung kita telah memberikan nilai buat diri kita sendiri dan dimata orang lain. Seorang pahlawan akan selalu dikenang sepanjang masa, mengapa demikian, karena jasa-jasanya yang telah banyak berbuat manfaat bagi orang lain.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr). Sebaik-baik untuk mendapatkan nilai diri adalah dengan berbekal iman dan ilmu pengetahuan. Mengamalkan dan menyampaikan kebenaran tersebut. Serta ikhlas dan sabar dalam menjalaninya. Wallahu a’lam..

    ReplyDelete
  31. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Berfilsafat itu seperti melihat ke diri sendiri. Seperti menilai diri sendiri. Seperti membuat suatu bendungan. Airnya dibendung. Untuk kemudian diambil intisarinya. Untuk diaplikasikan di dalam kehidupan. Kita seperti menengok ke masa lalu, kini, dan masa depan. Kita melihat cara orang lain melihat dunia. Dunia itu seperti yang kita pikirkan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id