Oct 1, 2010

Elegi Menggapai Bahasa




Oleh Marsigit

Bahasa:
Sampai saatnya aku perlu merefleksikan diriku. Silahkan para anggotaku, pertama kenalkanlah dirimu masing-masing, kedua jelaskanlah siapa dirimu. Kemudian bersiaplah menjawab jika ada pertanyaan.

Analog:
Kenalkan aku adalah analog. Pekerjaanku adalah menyelidiki susunan dan arah kesemestaan kenyataan. Tetapi perhatian utama dan pertamaku adalah pada kenyataan yang ada. Aku menjadi alat utama dan pertama bagi kesadaran manusia. Terlebih-lebih bagi para ilmuwan, pemikir dan juga para filsuf. Keberadaanku itu bersifat ontologis tetapi fungsiku bersifat epistemologis. Fungsiku adalah menyatukan bahasa dan pikiran. Artinya, aku berusaha menyatakan pikiran dengan bahasa, tetapi bahasaku ternyata menghasilkan pikiran juga. Kata-kata adalah wakil-wakilku yang paling sederhana, sedangkan pengertian atau konsep merupakan wakil dari pikiranku. Tiadalah kata dan konsep itu dapat dipisahkan. Adapun konsepku yang paling dalam adalah konsepku tentang yang ada, lebih khusus lagi yaitu tentang pengada. Maka keberadaanku itu ditentukan oleh fungsiku menyatakan konsep-konsep pengada .

Bahasa:
Penjelasanmu kelihatannya terlalu mekanistis, kaku, sulit, masih di langit dan belum membumi. Berikan contoh-contoh kongkritnya.

Analog:
Baiklah. Sebelum aku memberi contoh-contoh kongkrit, maka aku sampaikan bahwa teman karibku adalah reduksi dan kelengkapan. Reduksi adalah penyederhanaan atau simplifikasi. Sedangkan kelengkapan adalah usahaku menggapai ilmuku menggunakan bahasaku. Jika aku berpikir tentang konsep “satu”, maka “satu” itu berlaku bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Artinya, pertama aku mungkin berpikir bahwa kepalaku itu hanyalah satu, maka dengan bahasa analog konsep satu itu berlaku bagi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga saya bisa mengatakan satu buku, satu tujuan, satu manfaat, satu batu, satu tumbuhan ...dst.

Bahasa:
Apakah masih ada contoh lain yang mudah dipahami.

Analog:
Jika saya menunjuk sifat dari jatuhnya selembar daun ke tanah, dan kemudian daun itu menutupi tanah. Maka saya bisa mengambil analogi jatuhnya cat ke permukaan dinding sehingga menutupi sifat dinding. Jatuhnya bedhak ke mukaku, sehingga menutupi kulit mukaku. Dst.... Itulah analogi. Jika saya berpikir tentang cangkir sebagai wadahnya air, maka saya bisa berpikir mulut sebagai wadahnya suara, hati sebagai wadahnya doa, kepala sebagai wadahnya pikiran, badan sebagai wadahnya jasmani, laut sebagai wadahnya ikan. Ds...Itulah analogi. Jika aku berpikir subyek, maka bisa aku memikirkan subyek manusia, subyek binatang, subyek tumbuhan, dst.

Bahasa:
Baik terimakasih. Silahkan yang lain.

Univokal:
Kenalkan aku adalah univokal. Aku adalah salah satu dari anggota bahasa. Tugasku adalah menyatakan konsep-konsep yang memiliki arti yang sama bagi segala yang ada dan yang mungki ada. Aku tidak dibatasi oleh wadah, struktur, dan relasi-relasi. Walaupun aku menggunakan kata-kata yang berbeda tetapi maksudku adalah sama.

Bahasa:
Aku belum jelas tentang penjelasanmu itu. Bisakah beri contohnya yang kongkrit.

Univokal:
Untuk menunjuk pengertian “satu” maka aku bisa menggunakan berbagai bahasa misalnya one, siji, setunggal. Maka satu, one, siji, setunggal adalah diriku yaitu bahasa univokal. Maka ide, gagasan, konsep, pengertian adalah univokal. Maka sifat dan karakter adalah univokal.

Bahasa:
Terus apa fungsimu dalam filsafat?

Univokal:
Sebelumnya aku sampaikan bahwa teman akrabku adalah analog. Maka jika aku bermaksud mengatakan subyek. Maka semua yang aku pikir subyek, manusia, atau benda-benta lain merupakan bahasa univokal.

Bahasa:
Penjelasanmu malah bikin bingung?

Univokal:
Jika aku berpikir tentang “tetap”, maka kata-kata ku yang univokal meliputi Permenides, Plato, Plotinus, Duns Scotus, Descartes, ...dst. Jika aku berpikir tentang “berubah” bahasa univokalku meliputi Heraklitos, Aristoteles, David Hume, ...dst.

Bahasa:
Baiklah aku sudah mulai paham. Silahkan yang lain.

Struktur:
Aku adalah struktur bahasa. Aku terdiri dari unsur-unsur permanen yang jumlahnya terbatas. Fungsiku adalah sebagai naskah yang menyatakan kehidupan beserta aspeknya. Ketahuilah bahwa unsur-unsur dalam diriku itu saling berelasi dan bersintesis satu dengan lainnya, sehingga hubungan diantara unsur-unsur sangatlah erat. Jika satu unsur mengalami perubahan maka seluruh dari strukturku akan mengalami perubahan pula.

Bahasa:
Penjelasanmu masih cukup rumit.

Struktur:
Jika satu konsep daru unsurku berubah maka seluruh bahasaku dengan segala maknanya akan mengalami perubahan. Maka dalam diriku itu engkaudapat melihat universalitas baik pada permukaan strukturku maupun pada dalam strukturku.

Bahasa:
Penjelasan tambahanmu malah bikin pusing. Berikan contoh kongkritnya?

Struktur:
Secara harfiah atau di permukaan maka aku menampakan diri dalam kalimat-kalimat. Maka cukup jelaslah struktur kalimat itu pada umumnya, tentu ada subyek dan predikat, dst. Tetapi di dalam strukturku itu terdapat subyek, predikat, obyek, hubungan, model bahkan teori. Lebih dari itu maka di dalam diriku juga terdapat kesadaranku akan dimensi unsur-unsurku. Maka sebenar-benar diriku itu adalah konsepku, sedangkan kalimatku adalah representasiku.

Bahasa:
Wah..wah semakin bingung saja aku. Kemudian, ..apa pula fungsimu dalam filsafat?

Struktur:
Tiadalah semua tulisanku dapat menyatakan semua pikiranku. Pikiranku itu bersifat terbuka, tetapi dia serta merta akan tertangkan menjadi bahasa tertutup ketika telah masuk ke dalam strukturku. Artinya strukturku yang masih dalam pikiranku itu bersifat terbuka, sedangkan strukturku yang sudah aku tulis itu bersifat tertutup.

Bahasa:
Ditanya fungsimu dalam filsafat malah nyeloteh ngalor-ngidul?

Struktur:
Karena tulisanku bersifat tertutup maka tidaklah ada Mengada dan Pengada yang dapat hadir di situ.

Bahasa:
Hai..struktur..hentikanlah celotehanmu itu. Berikan contoh konkritnya.

Struktur:
Jika engkau berpikir tentang struktur panitia, dimana ada ketua dan anggota di situ. Itulah struktur maknamu yang masih di dalam pikiranmu. Maka jika aku tuliskan di atas kertas, berhentilah aku memikirkan struktur kepanitiaan itu, itulah sifat tertutupnya.

Bahasa:
Apakah ada contoh penerapan yang lainnya tentang dirimu di dalam filsafat?

Struktur:
Orang jawa mengenal struktur kehidupan meliputi mikrokosmos (manusia) dan makrokosmos (alam semesta). Maka strukturmu itu bersifat terbuka apakah manusia mengatasi alam, alam mengatasi manusia, artinya manusia menjadi anggotanya alam semesta.

Bahasa:
Baiklah aku sedikit memperoleh gambaran. Sekarang gilran yang lainnya?

Ekuivokal:
Aku adalah ekuivokal. Fungsiku adalah mengungkap penyakit bahasa. Penyakit bahasa adalah bahasa yang membingungkan.

Bahasa:
Berikan contohnya!

Ekuivokal:
Jika engkau gunakan kata “bisa” maka maksudnya adalah racun atau dapat. Jika engkau gunakan kata “kepala” maka maksudnya adalah kepalamu atau kepala kantor. Jika aku menyebut “x” maka dia bisa berarti 5 atau 10.

Bahasa:
Apakah fungsimu dalam filsafat?

Ekuivokal:
Sebelumnya aku sampaikan bahwa teman akrabku adalah plural atau jamak. Maka segala macam pengamatanmu adalah jamak dan tidaklah sama dengan satu dan lainnya. Maka sebenar-benar diriku dalam filsafat adalah ekuivokal dalam pikiranku yang bersifat terbuka. Sedangkan kalimatku atau kata-kataku itu bersifat tertutup.

Bahasa:
Masih berbelit-belit. Bisa beri contoh konkritnya.

Ekuivokal:
Jika aku melihat orang sedang “tidur”, padahal orang lain mengatakan dia bukan tidur tetapi sedang istirahat. Maka tidur dan istirahat itu ekuivokal.

Bahasa:
Kelihatannya jawabanmu ragu-ragu. Yang betul gimana?

Ekuivokal:
Wah ..bagaimana yah sulit mencari contohnya. Ekstrimnya, seorang Witgenstain pernah menggunakan bahasa matematika hanya sebagai permainan. Setiap kata itu di zonderkan dari arti, artinya kata sengaja tidak di beri makna. Maka menurut Witgenstain matematika adalah sekedar permainan bahasa. Maka semua kata-kata yang digunakan bersifat ekuivokal.

Bahasa:
Engkau dituntut harus bisa memberi contoh konkritnya.

Ekuivokal:
Baiklah saya adalah kumpulan kata-kata yang mempunyai arti ganda atau jamak, sehingga sulit dimengerti.

Bahasa:
Ya sudah gitu saja kok repot. Silahkan yang lain.

Lambang:
Kenalkan saya adalah lambang atau simbol. Aku terdiri dari tanda-tanda dan aku bersifat formal. Diriku bisa sebaga tanda, data, pesan atau informasi.

Bahasa:
Bukankah hal yang biasa, apa istimewanya?

Lambang:
Maksudku, aku itu bisa dibedakan dengan yang lainnya. Jika engkau memperhatikan aku sebagai tanda, maka itulah diriku lambang. Sedangkan rumahku sering disebut sebagai semiotik.

Bahasa:
Ya terserah sajalah.

Lambang:
Ntar dulu bahasa. Jika engkau fungsikan aku sebagai pembawa pesan itulah yang aku maksud sebagai tidak hanya diriku. Itulah temanku si semantik.

Bahasa:
Aku tahu itu.

Lambang:
Tetapi jika engkau mengfungsikan diriku sebagi pembawa informasi, maka itulah sifat dirimu yang cenderung pragmatis.

Bahasa:
Lho kok kamu menuduhku pragmatis. Sebentar..mana itu yang telah engkau sebut tadi..silahkan semantik, giliranmu.

Semantik:
Kenalkan aku adalah semantik. Aku adalah ilmu tentang kalimat dan aku berurusan langsung dengan makna kalimat. Aku juga dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makna.

Bahasa:
Kalau begitu tentu engkau mempunyai peran yang besar dalam filsafat?

Semantik:
Hampir setiap kajian filsafat menggunakanku. Aku juga hampir dijuluki sebagai ontologis nya bahasa.

Bahasa:
Terus?

Semantik:
Tetapi aku tidak mau disamakan dengan ontologi. Keberadaanku itu memang bersifat ontologis. Aku fungsiku itulah untuk mengungkan makna secara ontologi.

Bahasa:
Aku agak ragu? Coba teruskan kedudukanmu di dalam filsafat?

Semantik:
Baik. Konsepku dapat dipahami baik memalui koherensi pikiranku, maupun melalui korespondensi dengan pengamatanku. Jadi aku itu dapat bersifat analitik, apriori, sintetik ataupun aposteriori.

Bahasa:
Wah kok malah rumit?

Semantik:
Sederhana saja. Aku selalu mengikuti jalan pikiran kritis. Padahal pikiran kritis itu adalah filsafat. Maka menurut diriku, aku dapat mendefinisikan filsafat itu sebagai semantik.

Bahasa:
Apa engkau tidak terlalu berani?

Semantik:
Setidaknya itulah yang berada dalam pikiranku. Yang masih berada dalam pikiranku sungguh masih bersifat terbuka. Sedangkan jika sudah aku tuliskan maka bersifat tertutup.

Bahasa:
Heran aku, bagaimana sebuah semantik bisa berfilsafat?

Semantik:
Itu karena aku memang mempelajari arti. Padahal sebenar-benar arti bisa engkau jumpai dalam filsafat.

Bahasa:
Baik, aku setuju. Silahkan teruskan uraianmu.

Semantik:
Aku sangat peduli dengan berbagai karakter kata atau kalimat. Mereka yang ucapannya sama tetapi artinya berbeda. Mereka yang punya arti sama tetapi kata-katanya berbeda. Kata-kata yang berlawanan atau lawan kata. Kata-kata yang mempunyai banyak arti. Kata-kata yang berhubungan dengan kata-kata yang lain. Kata-kata yang diturunkan. Kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang dapat diekstensikan maknanya. Kata-kata yang menunjukkan keanggotaan. Kata-kata yang menunjukkan keseluruhan. Metapora atau makna yang tidak disebut menggunakan nama aslinya. Frasa kata atau kumpulan kata yang sudah berbeda artinya dari kata dasarnya. Dst..

Bahasa:
Sudah..sudah..bukankah itu bidangnya orang bahasa. Relevansimu bicara itu apa?

Semantik:
Bukankah aku gunakan sebagian besar dari mereka itu dalam membuat Elegi-elegi?

Bahasa:
Oh..ya..silahkan teruskan penjelasanmu.

Semantik:
Jika engkau memikirkan wanita, maka di situ ada aspek hubungan semantik dengan seorang anak gadis.

Bahasa:
Lho ..mengapa?

Semantik:
Ya keduanya sama-sama wanita.

Bahasa:
Oh begitu, teruskan.

Semantik:
Jika engkau memikirkan Bapak, Ibu, anak, kakak, adik, Presiden, Menteri, ... itulah engkau sedang memandang wajahku.

Bahasa:
Wajahmu?

Semantik:
Itulah aku sebetulnya sedang berbicara tentang manusia.

Bahasa:
Teruskan saja.

Semantik:
Jika aku memikirkan Presiden, maka aku mempunyai “Bekas Presiden” dan “Mantan Presiden”. Maka perubahan dari bekas menjadi mantan, itu juga diriku. Jika aku katakan bahwa “Kertas ini adalah biru” padahal senyatanya adalah putih, itu juga salah satu karyaku. Aku juga sangat tertarik mempelajari makna-makna yang diperolah manusia melalui pengamatan sekitarnya. Tetapi aku juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap konteks atau referensi bagi makna suatu kata atau kalimat.

Bahasa:
Baik-baik..waktunya sudah cukup. Aku capai.

Tautologi:
Sebentar dulu, aku belum diberi kesempatan. Aku adalah tautologi. Jika engkau ingin mencari sesuatu yang bukan kontradiktif, inilah aku makhluknya. Tautologi adalah benar tanpa syarat. Dia benar dengan tidak peduli ruang dan waktunya.

Bahasa:
Contohnya?

Tautologi:
Jika aku katakan “aku atau bukan aku” maka seluruh dunia akan terangkum di dalamnya. Jika aku katakan : ada atau bukan ada” maka juga sudah meliputi seluruhnya. Maka aku menduduki istimewa dalam filsafat. Bahkan aku berani mendefinisikan filsafat sebagai diriku yaitu sebagai tautologi. Berapapun tautologi yang engkau produksi maka engkau akan terhindar dari kontradiksi.

Kontradiksi:
Aku adalah kontradiksi. Kalimat “aku dan bukan aku” maka selamanya dia kontradiksi. Secara semantik maka kalimat kontradiktif itu bernilai salah.

Bahasa:
Baik..baik..saya tahu masih banyak lagi yang ingin tampil, tetapi karena terbatasnya ruang dan waktu maka saya akhiri dulu forum ini. Mudah-mudahan dapat dipahami mengapa dalam berfilsafat kita mengemploy bahasa seperti yang terjadi dalam Elegi-elegi.
Sekian terimakasih..semoga bermanfaat. Amiin.

42 comments:

  1. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Ruang lingkup bahasa yang banyak dan sesuai tingkatan merupakan alat bantu komunikasi antar sesama bahkan dengan Tuhan. Dari mulai satu kata, kata yang sama, kata yang sama arti yang berbeda, kata yang sudah tersusun menjadi sebuah kalimat, bahasa yang sama artiannya tapi pengucapan yang berbeda. Misal bahasa inggris dan bahasa indonesia. Ada juga bahasa analog, bahasa isyarat. Yang semua itu bisa bermanfaat yang positif maupun negatif. Penggunaaan bahasa juga sangat penting. Sehat tidak seseorang dalam lingkungannya juga termasuk bahasa yang sehat atau tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa sebagai alat komunikasi.
      Bahasa memiliki kekuatan untuk menyatukan kelompok masyarkat tertentu.
      setiap kelompok dalam masyarakat yang karena tempat, umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan sebagainya, menggunakan bahasa sama serta mempunyai penilaian sama terhadap norma-norma pemakaian bahasanya dapat membentuk masyarakat tutur atau masyarakat bahasa. Dalam masyarakat bahasa, memungkinkan munculnya komunitas bahasa dan penggunaan bahasa yang hanya dipahami dan dimengerti golongan komunitas tertentu saja. Dengan adanya komunitas yang memahami bahasa tertentu, akan muncul variasi bahasa yang akan menyatukan setiap bahasa dalam komunitas tersebut.

      Memet Sudaryanto
      16701261005
      S3 PEP (A)

      Delete
  2. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Bahasa adalah alat komunikasi untuk memahami satu hal ke hal lainnya. Setiap keilmuwan mempunyai bahasa yang berbeda-beda, matematika mempunyai bahasa matematika, sastra jawa mempunyai bahasa jawa, bahasa inggris mempunyai bahasa inggris, fisika mempunyai bahasa fisika, begitu juga filsafat mempunyai bahasa filsafat juga. Bahasa suatu ilmu dapat dimengerti oleh pembelajar ilmu tersebut. Bahasa matematika dapat dipahami oleh mahasiswa matematika, belum tentu mahasiswa sastra asing memahami bahasa matematika. Bahasa sendiri punya banyak anggota yang mempunyai sifat dan karakteristiknya masing-masing, contohnya analog, univokal, ekuivokal, dll.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dengan bahasa kita dapat menyampaikan apa-apa yang ada dipikiran kita dalam bentuk tulisan di atas kertas. Dengan bahasa kita dapat belajar. Dengan bahasa kita dapat mengajarkan. Memahami bahasa haruslah menyesuaikan dengan ruang dan waktu. Sebagaimana terdapat kata yang memiliki berbagai arti. Sebagaimana banyak arti yang terhimpun dalam suatu kata. Karena itulah dalam memahami bahasa harus menyesuaikan dengan ruang dan waktu. Sebagaimana dalam filsafat saya adalah mahasiswa adalah identitas, 5=5 adalah identitas, saya adalah wanita adalah identitas. Sebagaimana identitas dalam filsafat berbeda dengan identitas dalam matematika.

    ReplyDelete
  4. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Bahasa merupakan alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dari elegi ini dijelaskan mengenai berbagai macam istilah-istilah bahasa, yaitu: Analog (membuat sesuatu yang baru berdasarkan contoh yang sudah ada), Univokal (satuan suara sepanjang bunyi sama yang memiliki arti yang sama pula), Struktur (bagian-bagian dari suatu kesatuan), Ekuivokal (kumpulan kata-kata yang mempunyai arti ganda atau jamak), Lambang (tanda-tanda yang dipakai untuk menyampaikan pesan di dalam proses komunikasi yang memiliki maksud tertentu), Semantik (cabang ilmu bahasa yang mengkaji tentang makna suatu kata atau kalimat), Tautologi (dalam logika matematika kita telah mempelajarinya yang memiliki makna suatu pernyataan majemuk yang bernilai benar untuk setiap kemungkinan, dan Kontradiksi (hal-hal yang bersifat bertentangan, berlawanan).

    ReplyDelete
  5. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Filsafat sangat berdekatan dengan bahasa karena filsafat disajikan engan bahasa yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari dan perlu berfikir tentang makan dari kalimat-kalimat yang disajikan dalam filsafat. Didalam bahasa terdapat unsur-unsur yang membentuk kalimat-kalimat dalam filsafat. Bahasa mengandung unsur analog, univokal, struktur ekuivokal, lambang, semantik, tautologi dan kontrakdiksi. Unsur-unsur tersebutlah yang membentuk bahasa untuk menyampaikan filsafat, dimana setiap unsur memiliki fungsi dan kedudukannya masing-masing didalam filsafat.

    ReplyDelete
  6. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    bahasa terkait dengan hermenetika, filsafat sebagian besar berbicara pada ranah hermenetika. dapat dikatakan bahwa bahasa merupakan alat paling sederhana dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran filsafat. namun bahasa bukan satu-satunya alat, karena filsafat itu sendiri ada dalam pikiran masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya apa yang Bapak sampaikan?
      Masyarakat bahasa (speech community) adalah suatu masyarakat atau sekelompok orang yang mempunyai verbal repertoire relatif sama dan mempunyai penilaian sama terhadap norma-norma pemakaian bahasa yang dipergunakan dalam masyarakat itu.

      Memet Sudaryanto
      16701261005
      S3 PEP (A)

      Delete
  7. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi di atas bercerita tentang berbagai macam bahasa. Hampir semua bahasa sering kita temui dalam artikel-artikel filsafat. Bagi diri saya sendiri belum terlalu bersahabat dengan penggunaan bahasa-bahasa seperti di atas. MIsalnya ketika saya mencoba memahami elegi-elegi yang menggunakan bahasa analog, saya membutuhkan waktu yang lama untuk memahami, itupun belum selalu sesuai dengan makna sebenarnya yang ingin disampaikan oleh penulis.

    ReplyDelete
  8. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend. Matematika Sub'12

    bahasa memiliki banyak kegunaan dan cara penyampaian dan kegunaannya pun berbeda-beda. bahasa digunakan untuk berkomunikasi, jika bisa menyampaikan bahasa dengan baik maka komunikasi yang baikpun daat tercapai. bahasa sendiri memiliki bermacam-macam perbedaan dan fungsinya semua juga tergantung oleh ruang dan waktu, tergantung keberadaan dan keadaan kita.

    ReplyDelete
  9. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Bahasa merupakan sarana komunikasi yang berfungsi untuk menyatakan ide/informasi yang ada dalam pikiran baik secara lisan maupun tulisan.Bahasa memiliki bermaam-macam bentuk, misalnya analog, univokal, ekuivokal, lambang, semantik dan sebagainya. Dalam menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi seharusnya harus mempertimbangkan ruang dan waktu. Jenis bahasa tertentu mungkin cocok dalam ruang dan waktu tertentu, tetapi bisa tidak cocok di dalam ruang dan waktu yang lain. Misalnya seorang guru SD tidaklah cocok apabila dalam proses pembelajarannya menggunakan bahasa simbol/lambang secara total untuk membelajarkan matematika,karena pemahaman anak SD bersifat realis murni. Oleh karena itu yang harus dipahami adalah untuk menyatakan atau menyampaikan ide/informasi yang ada dalam pikiran kita maka gunakanlah bahasa yang tepat sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete

  10. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Bahasa dan filsafat berjalan beriringan. Dalam berfilsafat akan ada bahasa didalamnya. Dengan adanya bahasa kita akan dapat berfilsafat. bahasa dan filsafat bak 2 mata rantai yang tak terpisahkan. Bahasa memiliki beragam komponen yaitu analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, dll. Terkadang saya tak begitu paham membaca beberapa filsafat ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan.

    ReplyDelete
  11. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Salah satu cabang dari filsafat adalah bahasa. Bahasa di dalam filsafat yang mengandalkan analisis penggunaan bahasa karena banyak masalah-masalah dan konsep-konsep filsafat yang hanya dapat dijelaskan melalui analisis bahasa karena bahasa merupakan sarana yang penting dalam filsafat. Dengan bahasa kita bisa berfikir secara mendalam, logis dan universal mengenai hakikat bahasa itu sendiri. Tetapi untuk pengunaan bahasa ini juga diseusaikan konteksnya tergantung ruang dan waktunya, karena keberagaman bahasa Indonesia yang banyak. Meskipun demikian kita mempunyai bhasa yang satu yaitu Bahasa Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Mempelajari bahasa memang tidaklah mudah. Apalagi dalam mempelajari bahasa dalam filsafat yaitu bahasa analog. Sebenar-benarnya untuk menggapai bahasa, kita mesti menggunakan akal dan pikiran dalam menerjemahkan serta diterjemahkan. Terdapat beberapa unsur bahasa selain analog yaitu univocal, semantik, ekuivokal dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  13. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Filsafat seringkali identik dengan kegiatan berpikir. memikirkan segalanya, tentang diri, manusia, alam semesta dan apa saja yang ada, bahkan kata ada itu sendiri. Elegi-elegi Prof. Marsigit dalam blog ini dibumbui berbagai analogi-analogi yang perlu disintesiskan agar dapat kita pahami. Kesabaran dan keluasan berpikir adalah kunci penting dalam memahami bahasa elegi sekaligus belajar memahami bahasa filsafat.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari percakapan antara bahasa dan anggota – anggotanya, maka dapat saya rangkum bahwa di dalam bahasa terdapat analogi yang berfungsi menyatukan bahasa dan pikiran, kemudian univocal yang berfungsi menyatakan konsep – konsep yang memiliki arti yang sama bagi segala yang ada dan yang mungkin ada juga tidak dibatasi oleh wadah, struktur, dan relasi – relasi. Walaupun dalam penggunaan kata – kata berbeda, namun maksudnya adalah sama. Struktur bahasa terdiri dari unsur – unsur permanen yang jumlahnya terbatas yang berfungsi sebagai naskah yang menyatakan kehidupan beserta aspeknya. Unsur – unsur dalam univokal saling berelasi satu dengan lainnya, sehingga hubungan diantara unsur-unsur sangat erat. Jika satu unsur mengalami perubahan maka seluruh dari strukturku akan mengalami perubahan pula. Ekuivokal berfungsi mengungkap bahasa yang bermakna ganda. Lambang atau simbol dapat sebagai tanda, data, pesan atau informasi. Semantik berfungsi mempelajari tentang makna bahasa. Tautologi adalah benar tanpa syarat. Berapapun tautologi yang dihasilkan maka akan terhindar dari kontradiksi. Sedangkan kontradiksi itu bernilai salah.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam bahasa ada beberapa istilah seperti analog, univokal, ekuivokal, tautologi dan lain lain. setiap orang mempunyai caranya tersendiri untuk menyampaikan sesuatu dengan bahasanya yang khas. Misalnya Bapak dalam menyampaikan ilmu filsafat melalui elegi-elegi. Dimana kami terkadang merasa asing dengan bahasa yang digunakan. Perlu pikiran jernih dalam membacanya untuk memahami. Setiap elegi memiliki pesan tersirat yang sangat bermanfaat sebagai refleksi diri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Bahasa merupakan alat utama bagi filosof serta sebagai media untuk analisis dan refleksi. Atas kesensitifan terhadap kekaburan dan kelemahan bahasa, parta filosof menaruh perhatian untuk menyempurnakannya. Aliran analitika bahasa memandang bahwa problema filosofis akan terjelaskan manakala menmggunakan analisis terminologi gramatika. Maka diperlukanlah argumentasi yang didukung analisis bahasa yang memenuhi syarat logis. Dalam hal ini terdapat tiga cara: masalah sebab-akibat, kebenaran, pengetahuan atau kewajiban moral, misalnya tentang hakikat pengetahuan: 1) menyelidiki pengetahuan; 2) menganalisis konsep; dan 3) membuat eksplisit kebenaran pengetahuan

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Bahasa mengungkapkan secara verbal pandangan dan pemikiran filosofis. Hal ini sering berhadapan dengan keterbatasan bahasa sehari-hari yang kadang tak mampu mengunkapkan konsep filosofis. Ada dua kelomopok berbeda menanggapi hal tersebut: 1) bahasa biasa (ordinary language) telah cukup mewadahi konsep filsafat. Kelemahan dan kekurangan bahasa diatasi dengan memberikan pengertian yang khusus atau penjelasan terhadap penyimpangan. Namun, menurut penganut Wittgenstein,masalah justru bermula dari penyimpangan filosof itu sendiri yang menimbulkan kekacauan dan tanpa penjelasan agar dimengerti. Maka tugas filosof adalah penyembuhan terapi dalam kelemahan penggunaan bahasa.filsafat; 2) bahasa sehari-hari tidak cukup untuk mengungkapkan masalah dan konsep-konsep filsafat. Masalah filsafati timbul sebab bahasa keseharian tidak cukup mewadahi konsep dan masalah filsafat, apalagi untuk tujuan analisis karena kelemahannya. Diperlukan pembaruan bahasa menjadi bahasa yang sarat dengan logika sehingga ungkapam bahasa dalam filsafat dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tokoh kelompok ini adalah Leibniz, Ryle, Rudolf Carnap, Bertrand Russell. Menurut mereka tugas fuilsafat adalah membangun dan mengembangkan bahasa yang dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam bahasa sehari-hari.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini menjelaskan bahasa-bahasa yang digunakan dalam filsafat. Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Begitu pula dalam filsafat, untuk mengomunikasikan segala objek filsafat dari yang ada dan yang mungkin ada juga digunakan bahasa. Maka dalam mengkomunikasikan segala sesuatu dalam filsafat digunakan berbagai bahasa seperti yang disebutkan dalam elegi ini, yaitu bahasa analog, univokal, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, dan kontradiksi. Penggunaan bahasa tersebut tentu harus disesuaikan (sopan) terhadap ruang dan waktunya agar benar-benar mampu mengomunikasikan apa yang disampaikan.

    ReplyDelete
  19. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Bahasa dapat membantu kita dalam mengungkapkan apa yang ada di pikiran kita melalui lisan ataupun tulisan. Bahasa sangat berhubungan dengan filsafat karena ketika kita berpikir itu berarti kita sedang berfilsafat. Bahasa tersusun atas kata-kata yang mengandung banyak arti sesuai dengan ruang dan waktunya. Dalam elegi-elegi ini tersusun atas bahasa yang kompleks sehingga jujur, saya masih belum mengerti dengan beberapa kalimat itu.

    ReplyDelete
  20. assalamualaikum wr. wb,

    Bahasa menurut ahli strukturalisme Ferdinand De Saussure berupa Speech/parole yakni bahasa yang diucapkan namun ketika bahasa berwujud pemikiran sebagai konsep dan dalam tulisan maka bisa kita sebut sebagai langue. Saussure juga berpendapat ketika ketika berusaha menggapai bahasa sebagai sebuah makna maka akan muncul istilah sign (tanda), signe(penanda), dan signifiant(petanda). selanjutnya bahasa dalam filsafat berwujud dalam berbagai muka...maka sebaik-baik berfilsafat adalah terus berpikir mewujudkan bahasa yang mampu menguak segala misteri yang ada di dunia dalam pemikiran kita dan bahasa merupakan salah satu alat untuk menjadikan pemikiran-pemikiran kita dapaat dipahami dan tidak dipahami...karena itulah filsafat terus bergerak siklis merujuk atas apapun yang ada di dunia maupun di luar dunia.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 Kelas A

    ReplyDelete
  21. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwasanya pikiran manusia dibentuk dengan bahan dasar utama BAHASA. Hanya dengan bahasa isi pikiran manusia berkembang (pembangunan perbendaharaan kata), jika tidak ada isi pikiran dalam kesadararan, maka manusia itu dalam status mati suri/ stadium koma. Bahasa mendefinisikan sumua hal dalam pikiran, hanya dengan bahasa pikiran menciptakan realitas.

    ReplyDelete
  22. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    bahasa merupakan salah satu objek yang dapat menjadi penghubung antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya, antara makhluk hidup dan benda, manusia dan pikirannya,...dst. Sebagai penghubung manusia dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di masa lalu dan masa saat ini serta memprediksi kejadian yang ada di masa depan, semua itu dapat dilakukan melalui bahasa. bagi Negara Indonesia sekalipun Bahasa menjadi suatu bahasa persatuan yang dapat menyatukan seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai daerah.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Elegi memahami bahasa ini memunyai seni tersendiri dan sangat unik, begitu pula ketika kita membaca elegi diblog ini, penuh dengan analogi-analogi yang harus disintesiskan terlebih dahulu agar dapat memahaminya. Disinilah kita dilatih untuk bersabar dan telaten dalam menimba ilmu, sikap keegoisan kita dikikis untuk dapat memahami elegi dengan baik. Sehingga dalam hal ini kesabaran dan ketelatenan dan keluasan pemikiran adalah salah satu kunci dalam memahami bahasa dalam elegi di blog ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Filsafat sangat dekat dengan bahasa. Filsafat bisa dipahamikarena bahasa yang digunakan juga dipahami oleh orang lain. Dalam bahasa tersebut terdapat unsure unsure yang membentuk kalimat kalimatdalam filsafat yang tentunya penting dalam komunikasi dua arah antara penerima danpemberi informasi.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  25. Teori simbolik Clifford Geertz mengasumsikan kebudayaan adalah jaringan simbol-simbol yang dianalogikan sebagai teks, menguraikan makna secara utuh mneyeluruh melalui interpretasi atau penafsiran. Fenomena budaya diletakkan sebagai simbol sering-sering merupakan suatu teks atau dialog teks yang membingungkan, kabur, terpisah-pisah dan kelihatan tidak jelas antara satu sisi dengna lainnya bahkan berlawanan. Tujuan menafsir ini untuk memecahkan teka-teki tersebut, memberi pencerahan terhadap suatu pengertian dan hubungan pokok mendasar dari suatu teks yang mulanya tampak kabur, terpisah dan berlawanan menjadi jelas, utuh, dan menyatu. Dengan demikian, penyusunan penjelasan tersebut perlu mengamati simbol secara cermat terhadap suatu peristiwa bukan menyusun entitas abstrak ke dalam pola-pola yang sudah terpadu.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  26. Manusia selalu memberdayakan akal budi dengan menciptakan benda-benda atau peralatan tertentu (sistem teknologi) untuk membantu keterbatasan kemampuan organik biologinya dan upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan demikian, konsepsi atau sistem gagasannya pun (sistem budaya), pola perilaku (sistem sosial) dan hasil tindakan (benda/artefak) senantiasa berkembang dari masa ke masa. Salah satu produk manusia yang terkait dengan unsur-unsur kebudayaan adalah kesenian. Seni rupa berupa kesenian ini merupakan bagian hasil tindakan berpola manusia (seniman) yang memiliki sumbangan besar dalam memperkaya dan memberi identitas baru.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  27. Bahasa memiliki fungsi kemasyarakatan dalam arti memiliki peranan khusus suatu bahasa di dalam kehidupan masyarakat. Klasifikasi bahasa berdasarkan fungsi kemasyarakatan dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan ruang lingkup dan berdasarkan bidang pemakaian. Berdasarkan ruang lingkup, berarti bahasa digunakan oleh manusia dalam lingkup nasional atau lingkup kelompok.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  28. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016


    Bahasa merupakan alat untuk berkata-kata, berbicara, berkomunikasi, menyampaikan ide, gagasan dan sebagainya. Elegi menggapai bahasa diatas menjelaskan tentang berbagai jenis bahasa yang diperlukan dalam berbagai kondisi yang diperlukan, diantaranya analog, univokal, ekuivokal, lambang, semantik dan sebagainya. Sudah sepantasnya memperhatikan konteks ruang dan waktu dalam berbahasa agar sesuai dengan kebutuhan dan keadaan yang diperlukan.

    ReplyDelete
  29. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam menggunakan bahasa untukmenyatakan ide/gagasan yang ada dalam pikiran kita, seharusnya kita mempertimbangkan ruang dan waktu. Jenis bahasa tertentu mungkin cocok dalam ruang dan waktu tertentu, tetapi bisa tidakcocok di dalam ruang dan waktu yang lain. Dalam berfilsafat bahasa berperan sangat penting. Bagaimana bahasa analog digunakan mampu menciptakan persepsi yang berbeda dari orang satu dengan yang lain. Mampu memacu untuk terus membangun diri dengan hal-hal yang berbahasa analog.

    ReplyDelete
  30. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Bahasa adalah hasil kesepakatan dimasyarakat untuk menunjuk sebuah obyek. Atau disebut sebagai nomenklatur. Bahasa lahir dari interkasi yang terjadi di masyarakat. Ada berbagai jenis bahasa sesuai dengan konteks dari bahasan. Tinggi rendahnya kebudayaan di masyarakat juga tercermin dari kompleksitas dan detail bahasa yang digunakan untuk menunjuk sebuah obyek. Bahasa sendiri mempunyai sifat dan karakteristiknya masing-masing, seperti analog, univokal, ekuivoka

    ReplyDelete
  31. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Bahasa disusun oleh beberapa unsur. Pertama adalah analog, ini berfungsi untuk menyatukan bahasa dan pikiran, maksudnya adalah membahasakan yang dipikirkan dan bahasa yang menghasilkan pikiran. Selanjutnya adalah univokal, univokal menyatakan konsep-konsep yang memiliki arti yang sama bagi segala yang ada dan yang mungki ada. Selanjutnya ada struktur yang berfungsi sebagai naskah yang menyatakan kehidupan beserta aspeknya. Kemudian ada ekuivokal yang berfungsi mengungkap penyakit bahasa. Selain itu ada lambang yang berfungsi sebagai tanda-tanda dalam bahasa. Setalah lambang, ada semantik yang berarti ilmu tentang kalimat dan aku berurusan langsung dengan makna kalimat.Selanjutnya ada tautologi yang berarti sesuatu yang bukan kontradiktif atau benar tanpa syarat. Dan terakhir adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  32. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Filsafat itu bahasa kehidupan. Filsafat itu menerjemahkan kehidupan. Filsafat ilmu bisa mengetahui bahasa angin, batu, binatang, tumbuhan, dan berbagai isi kehidupan lainnya. Dari segi filsafat, kita banyak belajar akan struktur-struktur kehidupan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  33. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Bahasa adalah alat komunikasi untuk menghubungkan dua makhluk hidup.

    Unsur-unsur yang terkandung dalam bahasa antara lain analog, univokal, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi dan kontrakdiksi. Dalam menyajikan filsafat diperlukan penggunaan unsur-unsur bahasa tersebut yang disesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  34. INDRA KUSUMA WIJAYANTI
    13301241009
    PMA 2013

    Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa.

    ReplyDelete
  35. INDRA KUSUMA WIJAYANTI
    13301241009
    PMA 2013


    bahasa dan filsafat adalah hubungan yang tidak dapat dipisahkan. mengapa demikian, karena menurut saya, filsafat adalah menuliskan apa yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang kita tulisan. jelas ini tidak akan jauh jauh dari yang namanya bahasa sebagai alat komunikasi

    ReplyDelete
  36. INDRA KUSUMA WIJAYANTI
    13301241009
    PMA 2013


    kata orang, “Tiada kehidupan tanpa sebuah bahasa” dan “Tiadasebuah cinta tanpa adanya filsafat”
    Bahasa dan filsafat berjalan berpapasan mengikuti arus sesuai dengan peralihan dari siang ke petang, dari hari kemarin ke hari esok. Sesorang akan mampu berfilsafat jika bahasa itu ada, begitu juga dengan adanya bahasa, seseorang itu akan berbahasa sesuai dengan hasil penalaran, proses kerja otak dan menghasilkan pengetahuan yang diolah melalui filsafat. Jadi, bahasa dan filsafat merupakan dua sejoli yang tidak terpisahkan. Mereka bagaikan dua sisi mata uang yang senantiasa bersatu..
    Minat seseorang terhapad kajian bahasa bukanlah hal yang baru sepanjang sejarah filsafat.

    ReplyDelete
  37. INDRA KUSUMA WIJAYANTI
    13301241009
    PMA 2013


    kata orang, “Tiada kehidupan tanpa sebuah bahasa” dan “Tiadasebuah cinta tanpa adanya filsafat”
    Bahasa dan filsafat berjalan berpapasan mengikuti arus sesuai dengan peralihan dari siang ke petang, dari hari kemarin ke hari esok. Sesorang akan mampu berfilsafat jika bahasa itu ada, begitu juga dengan adanya bahasa, seseorang itu akan berbahasa sesuai dengan hasil penalaran, proses kerja otak dan menghasilkan pengetahuan yang diolah melalui filsafat. Jadi, bahasa dan filsafat merupakan dua sejoli yang tidak terpisahkan. Mereka bagaikan dua sisi mata uang yang senantiasa bersatu..
    Minat seseorang terhapad kajian bahasa bukanlah hal yang baru sepanjang sejarah filsafat.

    ReplyDelete
  38. INDRA KUSUMA WIJAYANTI
    13301241009
    PMA 2013

    Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa di antara fungsi bahasa ialah sebagai alat untuk mengkomunikasikan suatu gagasan kepada orang lain. Setiap gagasan yang dihasilkan seseorang tidak akan diketahui oleh khalayak manakalah tidak dikomunikasikan melalui bahasa.
    Bahasa tidak saja sebagai alat komunikasi untuk mengantarkan proses hubungan antarmanusia, tetapi jangan lupa, bahasa pun mampu mengubah seluruh kehidupan manusia. Artinya, bahwa bahasa merupakan aspek terpenting dari kehidupan manusia. Sekelompok manusia atau bangsa yang hidup dalam kurun waktu tertentu tidak akan bias bertahan jika dalam bangsa teresbut tidak ada bahasa. Kearifan Melayu mengatakan : “Bahasa adalah cermin budaya bangsa, hilang budaya maka hilang bangsa”.

    ReplyDelete
  39. INDRA KUSUMA WIJAYANTI
    13301241009
    PMA 2013

    Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa di antara fungsi bahasa ialah sebagai alat untuk mengkomunikasikan suatu gagasan kepada orang lain. Setiap gagasan yang dihasilkan seseorang tidak akan diketahui oleh khalayak manakalah tidak dikomunikasikan melalui bahasa.
    Bahasa tidak saja sebagai alat komunikasi untuk mengantarkan proses hubungan antarmanusia, tetapi jangan lupa, bahasa pun mampu mengubah seluruh kehidupan manusia. Artinya, bahwa bahasa merupakan aspek terpenting dari kehidupan manusia. Sekelompok manusia atau bangsa yang hidup dalam kurun waktu tertentu tidak akan bias bertahan jika dalam bangsa teresbut tidak ada bahasa. Kearifan Melayu mengatakan : “Bahasa adalah cermin budaya bangsa, hilang budaya maka hilang bangsa”.

    ReplyDelete
  40. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Hakikat bahasa adalah alat komunikasi, filsafat itu erat kaitannya dengan bahasa, karena filsafat itu olah pikir. Meliuk-liuk, berhemeneutika. Sehingga ketika kita melakukan proses berpikir, maka sebenarnya kita sedang berfilsafat. Bahasa itu juga demikian, karena dalam komunikasi itu kita melakukan olah pikir, merangkai kata-kata agar dapat komunikatif, maka itulah filsafat. Kemudian bagaimana bahasa yang baik itu? Disesuaikan dengan ruang dan waktu. Bahasa itu sendiri juga bertujuan mencari ilmu pengetahuan itu sendiri, karena orang dapat memahami ilmu pengetahuan itu karena adanya komunikasi. Disampakan secara terus menerus melalui bahasa. Sehingga selain bahasa sebagai ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga sebagai perantara ilmu pengetahuan yang lain.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id