Oct 7, 2013

Matematika untuk Orang Dewasa dan Anak-anak




Dear all,

Following is the discussion on the differences between Adults and Younger Math:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Thank's

Marsigit

43 comments:

  1. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Pembelajaran Matematika memiliki berbagai macam cara dalam penyampaiaannya. Dan itu disesuaikan dengan objek yang sedang mempelajari matematika. Pembelajaran matematika untu anak-anak masih bersifat kongkret. Mereka mengenal matematika dari sebuah benda yang nyata terlihat. Sedangkan orang dewasa sudah mampu memahami matematika yang bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  2. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Matematika yang diajarkan untuk orang dewasa tidak dapat disamakan dengan matematika yang diajarkan kepada anak-anak. Karena secara psikologis, perkembangan kognitif dari segi umur keduanya juga berbeda. Anak-anak berpikir dan dapat mengerti sebuah konsep dengan lebih cepat menggunakan benda-benda konkret yang bisa diamati menggunakan indera, maka matematika pada anak seperti untuk mengajarkan pengurangan dapat dilakukan dengan aktivitas matematika menggunakan alat lidi, dan benda lainnya. Sementara orang dewasa, tahap perkembangan kognitifnya sudah mampu berpikir secara abstrak. Maka matematika untuk orang dewasa sudah bisa mendapat intervensi dari ilmu matematika murni seperti pendefinisian, aksioma, dls yang mana hal itu belum dapat diterapkan pada matematika anak-anak.

    ReplyDelete
  3. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Pendekatan pembelajaran yang diterapkan untuk anak dan orang dewasa adalah berbeda karena daya serap materi pembelajaran anak dan orang dewasa sangat berbeda yang disesuaikan dengan pengalaman belajar masing-masing individu seperti contoh sesuatu yang ‘ada’ bagi orang dewasa akan berbeda dengan ‘ada’ bagi anak kecil, karena ada bagi orang dewasa dapat bersifat abstrak sedangkan ada bagi anak kecil bersifat konkret dan konkret itu berupa benda.Karena itu diharapkan bagi guru untuk dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan yang sesuai dengan pengalaman objek belajar.

    ReplyDelete
  4. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran memiliki banyak metode untuk mencapai tujuannya. Begitupun dengan matematika, memiliki banyak sekali metode penyampaian sesuai dengan subjek penerimanya. Dalam proses belajar atau dunia bagi anak-anak memiliki karakteristik yang nyata atau konkret, sehingga dalam memberikan materi matematika pun juga dikaitkan dengan hal-hal yang nyata yang ada di kehidupan sehari hari. Sedangkan untuk orang dewasa yang memiliki tingkat berpikir yang tinggi dan mampu pada tingkat berpikir analitik, maka penyampaian materi matematika pun disesuaikan dengan karakteristiknya yaitu abstrak dan bisa memancing berpikir analitik.

    ReplyDelete
  5. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pembelajaran matematika yang disampaikan pada siswa anak-anak dan dewasa menggunakan metode penyampaian berdasarkan teori kognitif. Di mana secara kognitif, pengetahuan anak-anak dan dewasa berbeda. Bahkan, apabila dilihat dari segi psikologis juga memiliki kondisi yang berbeda di antara keduanya. Piaget menerangkan bahwa pada usia anak-anak, cara berpikirnya adalah cara berpikir konkret, sehingga dalam pembelajaran matematika pun juga dikaitkan dengan hal-hal yang konkret atau nyata. Sedangkan pada usia dewasa, ia telah mampu untuk berpikir analitik, sehingga cara penyampaian materi matematika dalam proses pembelajarannya pun juga secara abstrak yang analitik.

    ReplyDelete
  6. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Piaget menerangkan bahwa pada usia anak-anak, cara berpikirnya adalah cara berpikir konkret, sehingga dalam pembelajaran matematika pun juga dikaitkan dengan hal-hal yang konkret atau nyata. Matematika yang diajarkan untuk orang dewasa tidak dapat disamakan dengan matematika yang diajarkan kepada anak-anak. Karena secara psikologis, perkembangan kognitif dari segi umur keduanya juga berbeda

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    secara psikologis, perkembangan kognitif dari segi umur keduanya juga berbeda. Anak-anak berpikir dan dapat mengerti sebuah konsep dengan lebih cepat menggunakan benda-benda konkret yang bisa diamati menggunakan indera, maka matematika pada anak seperti untuk mengajarkan pengurangan dapat dilakukan dengan aktivitas matematika menggunakan alat lidi, dan benda lainnya. Sementara orang dewasa, tahap perkembangan kognitifnya sudah mampu berpikir secara abstrak.

    ReplyDelete
  8. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Matematika dewasa dan anak-anak tentu memiliki perbedaan yang sangat signifikan mulai dari penyajiannya, pola fikirnya, keterbatasan semestanya serta tingkat keabstaknnya. Maka seorang pendidik dalam mengajarkan matematika haruslah cermat dan jeli dalam memilah-milah materi serta pendekatan yang sudah disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa hal ini penting karena matematika merupakan sarana dalam mengembangkan kemampuan berfikir.

    ReplyDelete
  9. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    saya mencoba membuka linknya namun muncul tulisan yang menunjukkan terdapat sesautu kesalahn,
    jadi menurut saya, matematika dewasa adalah matematika yang bisa dipahami olang yang dewasa yang telah melalui proses matematika sekolah, matematika yang hanay ada di alm pikiran, matematika yang kebenrannya karena koheren sesuiai dengan teorema dan aksioma.
    matematika sekolah adalah matematika yang dipelajari pada siswa baik bagi anak sekolah dasar hingga sekolah mengah, matematika sekolah adalah matematiak yang terdapat pada dunia nyata, matamtika yang kebenrannya karen akecocokan antara kenyatan denga yang ada pada matematika murni, matematika sekolah adalah matematika sekoalh (dewa) yang turun ke bumi (kehidupan sehari-hari)

    ReplyDelete
  10. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Matematika untuk anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda, karena tingkatan berpikirnya. Anak-anak umumnya belajarnya menggunakan intuisi, beda dengan orang dewasa. Belajar matematika anak berawal dari hal-hal kontekstual, konkret, benda-benda nyata di kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  11. Jenjang usia siswa menentukan kebutuhan, kompetensi, dan level kemampuan kognitif yang dimilikinya. Hal ini perlu menjadi bahan pertimbangan guru dalam pembelajaran. Cara mengajar siswa jenjang SD tentu harus berbeda dengan cara mengajar pada siswa SMA. Siswa SD cenderung mampu memahami materi yang dihubungkan dengan benda konkret. Pemahaman siswa SD akan terbangun tidak hanya oleh penjelasan saja, tapi juga dari apa yang dilihat dan didengar. Hal ini dikarenakan Akan tetapi, siswa SMA cenderung sudah mampu menerima materi yang bersifat abstrak. Siswa SMA memiliki ekspektasi serius tentang proses pembelajaran dan mungkin telah memiliki pola pembelajaran sendiri.

    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  12. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Matematika untuk Anak
    Dalam usianya, tahap pemikiran anak-anak dalam belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit yang merupakan tahap dimana anak-anak akan dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit.

    ReplyDelete
  13. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Matematika untuk Dewasa
    Orang dewasa sudah dapat belajar matematika dalam tahap problem soving. Dalam belajar matematika, kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak.

    ReplyDelete
  14. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Dilihat dari umur saja sudah tampak jelas, anak-anak dan dewasa sangatlah berbeda, begitu juga cara berfikirnya. Begitu pula halnya dengan matematika untuk anak dan dewasa sangatlah berbeda. Tidak mungkin dapat disamakan. Anak memiliki pemahaman yang realistic (apa yang dilihat dilingkungan) sesuai tingkatan usia, saat mereka menginjak usia dewasa, daya fikir mereka akan makin bagus, saat dewasa daya nalar anak akan meningkat, dan tingkat pemahamannya pun pasti jauh lebih baik dibanding saat anak-anak.

    ReplyDelete
  15. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Jika kita melihat dari sejarah perkembangannya dari para filsuf pada masa dahulu maka akan terlihat perkembangan matematika untuk orang dewasa itu di cetuskan oleh Plato, sedangkan matematika untuk pendidikan itu di cetuskan oleh Aristoteles yang hakikatnya matematika yang cocok untuk pendidikan maupun untuk anak-anak. namun sekarang ini yang lebih dikembangkan adalah dari teori Plato yang saat ini berkembang di universitas yang menyelenggarakan Matematika murni, dan ini pula yang dibuat pada anak-anak, sehingga tidak sesuai. karena pola pikir dan nalar anak-anak itu masih pada bersifat konkrit dan semi abstrak, sedangkan pada orang dewasa itu sudah bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  16. Miftahir Rizqa
    PEP Kelas A
    16701261027
    Pendidikan matematika orang dewasa sangat berbeda dengan pendidikan matematika pada anak-anak. Matematika anak kecil adalah matematika sosial atau pengalaman. Anak kecil belajar pakai mitos. Mitos dan logos sesuai bergerak sesuai ruang dan waktu. Orang berfilsafat sopan terhadap ruang dan waktu. Maka pendidikan matematika pada anak kecil bukan matematika pegertian tetapi memberikan contoh kongkrit, melihat, melakukan (apesteriori). Tetapi pendidikan matematika pada orang dewasa sudah mengenal konsep dan pengertian (Apriori).

    ReplyDelete
  17. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Matematika seorang anak adalah bagaian matematika yang dapat dipelajari oleh seoarang anak yang kemudian mereka dapat menerapkan apa yang telah dipelajarinya tersebut dalam dunianya dalam proses membuat pengalaman untuk menempuh proses kehidupan dan tahapan belajar selanjutnya. Matematika dewasa memiliki abstraksi yang lebih tinggi , maka sebaiknya dalam proses pembelajaran matemastika di sekolah, materi matematika sendri perlu dipilah mana yang sesuai dengan perkembangan kognitif seoarang anak (siswa).

    ReplyDelete
  18. Saya pikir pembelajaran orang dewasa dan anak tidak dapat disamakan karena perkembangan pola pikir anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. Pada usia anak-anak dalam belajar matematika diperukan sesuatu yang logis dengan bantuan benda-benda konkrit serta pembelajaran matematika terhadapa anak-anak dengan metode pengamatan siswa tersendiri misalnya memberikan bentuk segi tiga dan siswa dapat memegang dan merasakan bentuk bentuk segi tiga. Sedangkan orang dewasa sudah dapat mempelajari matematika yang lebih rumit seperti diperguruan tinggi karena kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis sesuatu yang bersifat abstrak dan melakukan penjabaran. Oleh sebab itu matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidak dapat disamakan.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  19. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Matematika untuk dewasa dan anak-anak tentu saja adalah matematika yang berbeda. Matematika untuk orang dewasa adalah matematika terapan atau pure mathematics. Sedangkan matematika untuk anak-anak adalah penerapan matematika. Ternyata permasalahan matematika untuk anak-anak dan orang dewasa menjadi permasalahan di dunia. Orang dewasa atau guru matematika terkadang memaksakan anak-anak untuk memahami matematika murni sebagaimana orang dewasa memahaminya. Hal itu membuat anak merasa tertekan. Seharusnya tugas guru matematika adalah memfasilitasi anak-anak untuk mempelajari matematika sesuai dengan usia mereka.

    ReplyDelete
  20. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Matematika merupakan ilmu yang abstrak namun bisa dikonkrtkan dengan hal-hal di sekitar kita. Matematika yang diajarkan kepada orang dewasa perlu dibedakan dengan matematika yang diajarkan pada anak-anak. Anak-anak dapat mempelajari sesuatu konkrit lebih cepat dari pada yang abstrak. Salah satu contohnya yaitu mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  21. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Matematika untuk orang dewasa serupa namun tidak sama dengan matematikanya anak-anak. Matematikanya orang dewasa bersifat abstrak sedangkan matematikanya anak-anak bersifat intuisi. Kita harus bisa menyesuaikan dengan siapa kita akan mengajarkan matematika. Jika menjadi dosen, maka kita mengajarkan matematika orang dewasa namun jika kita menjadi guru maka kita mengajarkan matematika anak-anak. Matematika anak-anak bersifat intuitif, sehingga kita harus bisa memahami pola pikir anak tersebut.

    ReplyDelete
  22. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Matematika untuk Anak
    Menurut saya, matematika yang tepat untu usia anak adalah matematika dengan suatu objek yang nyata atau kongkrit. Karena sesuai dengan tahap perkembangan berpikir anak yang masih dalam tahap semi kongkrit. Matematika anak juga hanya sampai pada tahap penggunaan cara, belum sampai pada penyelesaian yang tepat atau solusi yang tepat. Matematika anak yaitu matematika yang dekat dengan dunia anak.

    ReplyDelete
  23. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Matematika untuk Dewasa
    Manurut saya, matematika untuk usia dewasa adalah matematika yang sudah memasuki tahap abstraksi. Tahap penggunaan suatu simbol untuk memggambarkan objek realis. Matematika yang menerapkan beberapa penyelesaian atau solusi untul suatu pembahasan.

    ReplyDelete
  24. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pendekatan pembelajaran yang diterapkan untuk anak lebih banyak contoh-contoh, karena anak kecil tidak akan memahami arti maupun definisi, sedangkan pendekatan pembelajaran untuk orang dewasa adalah lebih banyak medefinisikan objek pembelajaran. Kata arti untuk anak kecil tidak bisa dipahami menjadi contoh, untuk anak kecil tidak perlu mendifinisikan, tidak harus melalui mendefinisikan yang terpenting memberikan contoh. Anak kecil dan orang dewasa sangat berbeda yang disesuaikan dengan pengalaman belajar masing-masing individu. Karena itu diharapkan bagi guru atau pengajar untuk dapat menyesuaikan pendekatan dalam pembelajaran yang digunakan yang sesuai dengan pengalaman objek belajar.

    ReplyDelete
  25. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam melakukan pembelajaran matematika kita membutuhkan suatu model, metode, strategi ataupun pendekatan tertentu agar bagaimana matematika itu dapat diterima dengan baik, begitu pula ketika kita menghadapi anak-anak dan orang dewasa, maka proses penyampaiannya pun haruslah berbeda dan tidak boleh disamakan. hal tersebut terjadi karena pola pikir antara anak dan orang dewasa itu sangatlah berbeda. pola pikir anak yang masih sederhana maka kita dapat mengajarkan matematika ke dalam bentuk yang sederhana agar dapat dipahami sedangkan pola pikir orang dewasa yang lebih kompleks maka kita dapat menjelaskannya pula dengan kompleks.

    ReplyDelete
  26. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Manusia yang berlainan usia tentu saja memiliki kebutuhan, kompetensi, dan level kemampuan kognitif yang berlainan pula baik dewasa dengan dewasa, dewasa dengan anak-anak, dan anak -anak dengan anak-anak yang lain. Maka pembalajaran matematika untuk orang dewasa dan anak anak tentulah berbeda. Perbedaan ini didasari dengan zona perkembangan anak. Setiap anak juga belajar mulai dari tahapan yang kongrit hingga yang abstrak dari yang bisa disentuh, dirasakan hingga yang hanya menggunakan symbol. Sedangkan pembelajaran untuk orang dewasa sudah bisa belajar dengan sesuatu yang simbolik atau abstak.

    ReplyDelete
  27. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Matematika itu berstruktur, demikian pula orang yang mempelajarinya. Maka ada tataranya sendiri-sendiri berkaitan dengan porsi yang diterima berdasarkan tingkatan umur dan pemikiran. Artinya, kita tidak boleh semena-mena memberikan materi yang belum saatnya diberikan kepada siswa. Harus dipenuhi dulu syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum memperoleh materi tersebut, sehingga siswa tidak begitu kesulitan nantinya. Sudah banyak teori-teori perkembangan yang berkembang sampai saat ini, kita dapat merujuk pada itu agar pembelajaran dapat maksimal.

    ReplyDelete
  28. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Pendekatan pembelajaran matematika atau metodenya mempunyai banyak macam cara dalam penyampaiannya. Hal ini juga harus disesuaikan dengan subjek dan objeknya. Kita harus memberikan pembelajaran kepada siswa sesuai dengan porsinya dan kemampuannya. Jangan sampai membuat siswa sangat terbebani dengan pelajaran. Harus disampaikan dengan metode yang baik, benar, dan menyenangkan agar siswa bisa paham.

    ReplyDelete
  29. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Cara pengajaran matematika haruslah disesuaikan dengan usia dan tingkatan kognisi siswa. Jika matematika diajarkan kepada anak-anak maka cara pengajarannya harus menyenangkan dan kreatif agar anak dapat menerima bahwa matematika itu dekat dengan hidupnya. Pengajaran matematika kepada anak itu harus yang mudah dimengerti serta menggunakan contoh yang kongkrit. Sedangkan matematika untuk orang dewasa itu kajian matematikanya lebih abstrak.

    ReplyDelete
  30. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Matematika anak dan dewasa memang berbeda. Matematika anak sering kita sebut matematika sekolah sedangkan matematika dewasa sering disebut matematika formal. Matematika anak dimulai dengan benda konkrit atau hal nyata. sedangkan definisi-definisi matematika itu merupakan bagian dari matematika dewasa atau matematika formal. Terima kasih

    ReplyDelete
  31. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sangat disayangkan banyak guru tidak bisa membedakan matematika sekolah dan matematika formal. Guru menerapkan matematika formal kepada anak-anak. Itu sangat kurang tepat. Anak belum dapat memahami matematika formal. Anak-anak harusnya belajar menggunakan matematika sekolah. Anak-anak hars belajar dengan tahap kongkret, semikongret, semi abstrak kemudian abstrak (matematika formal). Sehingga sebagai seorang guru harus bisa melalui tahap-tahap tersebut.

    ReplyDelete
  32. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013
    Agar setiap manusia dapat memahami matematika dengan baik, sebelumnya kita harus paham bahwa matematika untuk orang dewasa dan anak adalah dua hal yang sangat berbeda, dimana matematika untuk orang dewasa lebih bersifat formal dan abstrak, sedangkan matematika untuk anak adalah matematika sekolah yang pendekatannya lebih menggunakan benda-benda real yang familiar bagi anak agar supaya anak dapat lebih mudah untuk membangun konsep dengan membayangkannya.

    ReplyDelete
  33. Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak itu berbeda. Matematika pada anak-anak adalah matematika sederhana yang berkaitan erat dengan lingkungan sekitar, menggunakan benda nyata/kongkrit. Sementara matematika untuk orang dewasa sudah merupakan matematika kompleks dan pemahaman tetantang hal-hal yang abstarak.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  34. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelas lah berbeda. Dari sisi kognitifnya juga berbeda. Matematika untuk orang dewasa lebih terlihat kompleks atau abstrak sedangkan matematika untuk anak-anak bersifat lebih sederhana, karena orang dewasa lebih memiliki pengalaman dalam matematika daripada anak-anak. Anak-anak lebih memahami matematika dengan benda konkrit sedangkan orang dewasa sudah bisa menganalisis matematika dengan pola pikir atau logika yang tidak bisa dilakukan oleh anak-anak.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  35. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Hasil Penelitian mengatakan bahwa tingkat kecerdasan seseorang bergantung dari kematangan organ tubuh yang dimiliki, semakin berkembangnya organ tubuh seseorang maka akan semakin cerdasnya dia. sama hal dengan artikel diatas matematika diajarkan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. matematika untuk orang dewasa dan anak-anak jelaslah memiliki perbedaan. matematika untuk orang dewasa memiliki kerumitan lebih dibandingkan untuk anak-anak yang hanya memperlajari matematika dasar. hal ini perlu di ketahui oleh calon guru agar bisa membedakan cara perlakuan terhadap siswa dengan perbedaan kematangan.

    ReplyDelete
  36. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pembelajaran matematika untuk anak-anak dan orang dewasa tentunya berbeda. Pembelajaran matematika untuk anak-anak mengacu pada intuisi hal yang konkret sedangkan pada orang dewasa berhubungan dengan hal yang formal. Pentingnya pembelajaran yang bermakna dan yang inovatif untuk mengajarkan matematika bagi anak-anak. Pentingnya mengubah paradigma yang dimiliki untuk mewujudkan pembelajaran matematika yang inovatif contohnya dari transer of knowledge menjadi to facilitate, dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning, dari metode tunggal menjadi metode jamak, dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel, dari textbook oriented menjadi problem-based oriented, dan lainnya. Berdasarkan elegi ini saya belajar beberapa hal yang mendukung dalam desain pembelajaran yang inovatif, misalnya menemukan cara belajar yang terbaik , haruslah dinamis, fleksibel, dan kreatif menyesuaikan dengan kompetensi yang harus dikuasai. Oleh karena itu tidak boleh guru hanya mengajar dengan metode yang sama dari waktu ke waktu. Perlu memberikan kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula. Perlu kegiatan yang membimbing untuk memberdayakan siswa.

    ReplyDelete
  37. Fitri Wulanadari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Wacana tentang matematika untuk orang dewasa dan anak-anak mengingatkan kepada kita bahwa pendekatan dalam pembelajaran matematika untuk orang dewasa dan anak-anak tidaklah sama. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, yang salah satunya adalah daya nalar dan pola bepikir yang berbeda. Anak-anak dalam memahami dan belajar matematika ada pada tahap operasi konkrit dimana pemahaman logika dilakukan dengan bantuan benda-benda konkrit. Sedangkan orang dewasa sudah dapat berpikir secara logis dalam memecahkan masalah, kemampuan berpikir orang dewasa sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  38. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Matematika untuk orang dewasa berbeda dengan matematika untuk anak-anak. Matematika untuk orang dewasa adalah matematika murni. Matematika murni bersifat absolute, normal, dan aksiomatik. Sedangkan menurut teori belajar, perkembangan kognitif anak-anak masih berada pada tahap konkret. Mereka belum mampu memikirkan hal-hal yang abstrak. Maka Matematika murni tidak cocok untuk anak-anak. Jika matematika murni diberikan untuk anak, maka akan memusingkan anak dan mereka akan mendapati bahwa matematika itu sulit. Oleh karena itu, matematika yang cocok untuk anak-anak adalah matematika sekolah. Matematika sekolah menurut Ebbutt dan straker adalah 1) sebagai penelusuran pola, 2) sebagai kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, 3) sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving), dan 4) sebagai alat komunikasi. Untuk mengembangkan kemampuan matematika pada anak dapat digunakan berbagai macam metode belajar, misalnya dengan metode yang membantu anak mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya.

    ReplyDelete
  39. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Karena ruang waktunya saja sudah berbeda, maka matematika untuk orang dewasa dan anak-anak pun berbeda. Tingkatan yang dilihat karena sudah seberapa jauh pengetahuan dikonstruksikan oleh keduanya. Bahkan cara mengajar guru pun diperhatikan. Tidaklah pantas mengajarkan anak-anak dengan gaya mengajar kepada orang dewasa. Mereka akan kebingungan. Dilihat dari perkembangan kognitif keduanya pun berbeda, bisa saja dari bahasa yang digunakan sebagai komunikasi matematis.

    ReplyDelete
  40. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Orang dewasa dna anak-anak adalah dua hal yang sangat berbeda baik dari segi kognitifnya muapun psikologinya. Oleh karena itu jangan mmenaksakan siswa sekolah untuk berpikir matematika dewasa. Sebenar-benar orang cerdasa adalah yang mampu menempatakan sesautu berdasarkan ruang dan waktunya. Maka guru juga harus mmapu menempatkan atau memilah materi mana yang cocok dengan karakteristik siswa nya. Jika terdapat materi yang abstrak maka tugas guru adalah bagaimana menjadikan sesuatu yang abstrak tersebut menjadi masuk akal di pikiran siswa.

    ReplyDelete
  41. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    11301241010

    Matematika oarang dewasa dan anak-anak berbeda. Matematika bagi anak-anak bukan sebagi ilmu melainkan merupakan sebagi suatu aktivitas. Karena secara psikologi pikiran anak-anak berbeda dengan pemikiran orang dewasa. Logika anak-anak berbeda dengan logika orang dewasa. Aank-anak belajar melalui benda-benda konkrit sehingga mudah diterima oleh pikiran. Sedangkan orang dewasa sudah bisa belajar melalui hal-hal yang abstrak.

    ReplyDelete
  42. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Pembelajaran matenatika di SD harusnya merupakan pembelajaran yang dirancang sehingga siswa dapat menerima matenatika dengan baik. Karena matenatika bagi anak-anak merupakan suatu aktivitas, jadi jangan memberikan anak matentaika dengan hal yang abstrak. Misal mengajari anak mengenai bentuk-bentuk bangun datar dapat ditunjukkan dengan benda-benda yang ada disekitarya sehingga mudah diterima oleh anak-anak

    ReplyDelete
  43. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam proses pembelajaran matematika, hendaknya guru memperhatikan psikologis dan pola pikir siswa. Dalam tahap SD atau SMP, siswa masih dalam berpikir konkrit sehingga dalam pembelajarannya pun siswa dapat menggunakan model atau alat peraga untuk memvisualisasi konsep siswa. Adapun dalam tingkat SMA ke-atas, siswa telah mampu untuk dapat berpikir abstrak. Sehingga, dalam proses pembelajarannya pun sudah dapat diterapkan matematika murni.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id