Oct 8, 2013

Hasil Diskusi dengan Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk Dewasa dan Anak




Dear all,

Berikut adalah kesimpulan sementara hasil diskusi dengan beberapa Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk orang dewasa dan anak kecil:

Marsigit Dr MA, Lecturer at Yogyakarta State University, concludes the following:

"I am sad to find that most of math teachers around the world are unable to differentiate between adults and young math. That's why from time to time, at every educational context, there are always bad news of math teaching practices in term of students' participation and motivation.

Hereby I wish to blame the currently educational systems including recruitment system of math teachers and the system they are prepared to be a math teachers.In the big countries or in the West, this circumstances is very significant.

Therefore, I wish also to blame the currently state that Pure Math and Pure Sciences have been too deep and too far intervening Math Teaching; because significantly, they do not able to perform their accountability in their involvement in Math teaching.

Further, I may label the Pure Math and Pure Science as a Golden Kids of contemporary Power Now; in which not only big countries but also the small ones are now in the state of emergency, confusing, hegemonic, and not in a healthy interaction each other.

The only victim of this situation are the younger learner. They are the victim of adult ambitions (Pure Math, Pure Science through their system and the teachers inside) in the name of technology and contemporary life. That's why we then found that there are more and more unpredictable phenomena reflecting the students' under pressure by their adults.

I wish to call Math teachers who still have their empathy to their young generation to think critically and to do anything to change the situation.

Math teachers should stand beside their young learner and to protect them from inappropriate adults behavior in which their thinking are full of motive and ambitions."

Diskusi selengkapnya masih dapat diakses pada link berikut:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Terimakasih

Marsigit, UNY

53 comments:

  1. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Guru matematika mengeluh dan bersedih tentang fenomena yang terjadi pada seluruh guru matematika di dunia yang tidak bisa membedakan tentang pengajaran matematika bagi orang dewasa dan anak-anak. Pembelajaran matematika bagi anak-anak tidaklah sesuai dengan porsinya yakni ada intervensi dari matematika murni yang seharusnya itu merupakan porsi bagi matematika dewasa. Kalaupun ada intervensi matematika murni, maka seorang guru harus kreatif dan inovatif untuk memnyajikannya ke dalam dunia anak-anak. Kesalahan guru dalam pengajaran ini tentu akan mempengaruhi motivasi dan partisipasi belajar yang pastinya akan berimbas juga terhadap prestasi si pembelajar.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Cara berpikir yang dilakukan oleh orang dewasa dan anak jelas berbeda. Sehingga Matematika yang merek dapatkan juga harus sesuai dengan porsi berpikirnya, selain itu cara yang digunakan untuk menyampaikan kepada anak-anak juga pasti memiliki cara yang berbeda dengan orang Dewasa

    ReplyDelete
  3. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Matematika untuk anak-anak tidak bisa disamakan dengan matematika untuk dewasa. Hal ini ini dapat dilihat dari kemampuan berpikir mereka. Ana-anak masih berada pada fase operasional konkret yang masih berkaitan dengan objek-objek yang konkret dan simbul-sibul. Sedangkan pada orang dewasa sudah memiliki kemampuan pemecahan masalah, sudah dapat menganalisis hal-hal yang bersifat abstrak yang tidak dapat dilakukan oleh anak-anak. Selain itu kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda. Oleh sebab itu, matematika untuk anak-anak dan orang dewasa tidak dapat disamakan.

    ReplyDelete
  4. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Dalam mengajar matematika untuk anak, sebelum tahap operasional formal, lebih dahulu ditekankan pada aktifitas, pengalaman, dan penggunaan metode aktif. Pengajaran matematika hendaknya dimulai dengan memperkenalkan konsep yang konkret menuju ke yang abstrak. Bagi orang dewasa, pengajaran matematika dengan metode ceramah, masih mungkin dilakukan, namun untuk anak-anak, sebaiknya pengajaran matematika tidak boleh mengabaikan aktivitas pengamatan dan interaksi langsung antara siswa dengan objek yang diamatinya.

    ReplyDelete
  5. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Matematika untuk sekolah berbeda dengan matematika murni. Dalam sudut pandang filsafat, matematika murni merupakan idealis/ilmu pikir. Sedangkan matematika sekolah tidak demikian, tapi harus menyesuaikan dengan peserta didiik.Meraka bertindak dalam wilayah konkret. Mereka juga menggunakan pengalam sebagai landasan dalam belajar.

    ReplyDelete
  6. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Pada dasarnya matematika adalah sebuah konsep abstrak. Pendidik harus mampu menerapkan ajaran matematika yang sesuai untuk usia pelajar apalagi kurikulum harus mampu membedakan antara bahan yang cocok untuk orang dewasa dan anak-anak karena usia anak-anak menganggap matematika sebagai permainan dan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, tidak sama dengan orang dewasa yang melihat matematika sebagai ilmu yang logis.

    ReplyDelete
  7. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Guru harus mampu memahami bahwa pemikiran anak-anak belum tentu sejalan dengan pemikirannya jadi harus peka bahwa anak-anak tidak berpikir sejauh kekuatan orang dewasa dalam menerima materi. Oleh karena itu pendidik mengajarkan matematika untuk anak dari konkrit-semi konkrit- abstrak.

    ReplyDelete
  8. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pembelajaran matematika bagi anak-anak tidaklah sesuai dengan porsinya yakni ada intervensi dari matematika murni yang seharusnya itu merupakan porsi bagi matematika dewasa. Kalaupun ada intervensi matematika murni, maka seorang guru harus kreatif dan inovatif untuk memnyajikannya ke dalam dunia anak-anak. Kesalahan guru dalam pengajaran ini tentu akan mempengaruhi motivasi dan partisipasi belajar yang pastinya akan berimbas juga terhadap prestasi si pembelajar.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pada dasarnya matematika adalah sebuah konsep abstrak .Kalaupun ada intervensi matematika murni, maka seorang guru harus kreatif dan inovatif untuk memnyajikannya ke dalam dunia anak-anak. Meraka bertindak dalam wilayah konkret. Mereka juga menggunakan pengalam sebagai landasan dalam belajar.

    ReplyDelete
  10. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pikiran antara anak-anak dengan orang dewasa pastilah berbeda. Segala sesuatu yang ada di pikiran orang dewasa belum tentu dapat dipahami oleh anak-anak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Seperti halnya dalam pembelajaran matematika, orang dewasa atau pendidik harus dapat menerapkan matematika sesuai dengan keadaan peserta didiknya. Pada dasarnya, usia anak-anak merupakan dunia bermain. Oleh karena itu, dalam belajar terlebih belajar matematika yang merupakan konsep abstrak, pendidik harus membelajarkan matematika dengan suasana permainan sehingga anak-anak dapat mudah dalam menerima materi pembelajaran. Karena pemikiran orang dewasa dengan anak-anak berbeda, maka pendidik harus memahami peserta didiknya dan melaksanakan pembelajaran matematika dimulai dari yang konkret dahulu.

    ReplyDelete
  11. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Pola pikir yang dimiliki orang dewasa dan anak-anak sangatlah berbeda, karena tingkatan dimensi mereka yang berbeda. Membangun konsep matematika pada anak-anak seharusnya menggunakan pendekatan realistik berbeda dengan orang dewasa yang konsep pikir matematikanya dapat dibangun dengan hal-hal yang abstrak. Konsep matematika pada anak-anak dibagun dengan hal-hal yang nyata atau penanaman konsep yang dikaitkan dengan kebiasaan anak-anak atau kesehariannya dengan begitu anak-anak dapat memikirkannya sehingga anak-anak dapat dengan mudah membangun pemahaman konsep terhadap materi pembelajaran matematika yang diajarkan.

    ReplyDelete
  12. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Matematika untuk anak tidak bisa disamakan dengan matematika untuk dewasa. Ini dapat dilihat dari kemampuan berpikir antara anak anak dan orang dewasa. Anak-anak belum memiliki kemampuan pemecahan masalah, Sedangkan pada orang dewasa sudah memiliki kemampuan pemecahan masalah. Selain itu kebutuhan belajar matematika antara orang dewasa dan anak-anak sangat berbeda.

    ReplyDelete
  13. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    suru matematika seharusnya bisa menurunkan sikap ke dewa annya, yaitu dnegan memberitahukan/mengajarkan matematika sekolah ke peserta didik, matematika sekolah adalah matematika yang realis, matematika dalam kehidupan nyata, matematika yang penuh dengan kontradiksi, namun kontradiksinya masih dapat ditoleransi karena masih mengikuti norma yang berlaku pada matematika, ini hampir mirip dengan perdebatan anatara formatif dan normatif, di sekolah juga gauru harus binsa menyeimbangakan normatif dan formal, menyeimbangkan matematika sekolah yang penuh dnegan kontardiksi dan disempurnakan atau dijaga kebenarananya denagn matematika dewasa.

    ReplyDelete
  14. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Matematika itu berstruktur. Sebagai pendidik kita harus memperhatikan ruang dan waktunya dalam mengajar. Anak-anak umumnya belajarnya menggunakan intuisi, beda dengan orang dewasa. Matematika anak berawal dari hal-hal kontekstual maupun konkret, dan kita harus menyesuaikan dengan tingkat berpikirnya.

    ReplyDelete
  15. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Perbedaan mendasar yang paling utama yang harus dipahami sebagai skat dalam penerapan matematika antara orang dewasa dan anak-anak adalah cara berfikir. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah bisa berfikir abstrak, anak-anak hakekatnya berdada dalam tahap operasional konkret yang masih dalam tahap berfikir secara operasional dan berupa penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif tetapi hanya dalam situasi konkret selain itu pada tahap ini anak-anak masih dalam proses mengoordinasikan karakteristik sesuatu malalui tindakan konkret sebagai contoh sederhananya anak-anak tidak akan bisa membedakan antara benda lunak dan keras sebelum mereka menyentuh benda tersebut.

    ReplyDelete
  16. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Karena perbedaan antara pola pikir anak dengan orang dewasa tentu juga membuat perbedaan dalam pengajaran. Pola pikir anak masih bersifat konkrit, sehingga proses pembelajarannya pun berdasarkan benda-benda konkrit dalam hal ini guru bisa menggunakan media pembelajaran matematika untuk anak. Sedangkan, pada orang dewasa sudah memasuki tahap berfikir abstrak, sehingga tentunya berbeda terhadap pembelajaran anak.

    Karenanya, guru seyogyanya membedakan cara belajar antara anak dengan orang dewasa.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  17. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pembelajaran matematika untuk anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Sebagai calon pendidik, kita harus belajar menempatkan pembelajaran matematika sesuai dengan ruang dan waktunya. Pembelajaran matematika untuk anak-anak dimulai dengan yang konkret dengan pendekatan secara kontekstual sesuai dengan kemampuan berpikirnya.

    ReplyDelete
  18. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Tidak seharusnya dilakukan penerapan matematika untuk orang dewasa kepada anak. Secara prinsip, anak dan dewasa sangat berbeda. Sehingga materi yang dikonsumsi juga berbeda. Guru maupun institusi pendidikan seharusnya memperhatikan hal itu. Terutama guru, harus pandai menyampaikan matematika yang sesuai dengan taraf dan kapasitas konsumsi siswanya.

    ReplyDelete
  19. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Menurut pendapat saya, antara anak-anak dan orang dewasa sistem penanganannya dalam pembelajaran sangatlah berbeda. Hal tersebut dilihat dari segi kesiapan mental anak dan dewasa yang sangat berbeda sekali, matematika untuk anak adalah matematika realistic dengan menggunakan lambang-lambang sederhana yang mudah dipahami dan dapat dilihat dilingkungan sekitarnya sehingga memudahkan mereka untuk memahami matematika.

    ReplyDelete
  20. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sedangkan matematika untuk orang dewasa sudah pasti berbeda karena matematika dewasa cenderung abstrak dan menggunakan penalaran yang tinggi. Karena itu, perlu sekali peran guru untuk mengetahui bagaimana cara membelajarkan anak sesuai dengan usia anak. jika guru tidak memahami hal tersebut maka ketidak sesuaian dengan ruang dan waktu tersebut akan membuat kehancuran dalam proses belajar anak tersebut.

    ReplyDelete
  21. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Matematika yang digunakan dalam kehidupan sehari hari dalam konteks sewajarnya adalah matematika sederhana, seperti berhitung tambah, kurang, kali bagi, matematika logika, dsb. Matematika bagi seoarang anak adalah bagian matematika yang dapat dihubungkan antara pengetahuan dan pengalaman yang akan dilewati melalui matematika tersebut. Konteks bagaimana matematika dewasa dan anak adalah bagaimana matematika itu diterapkan dan dipahami dalam ruang waktu nya yang sesuai. Matematika yang konkrit akan terlihat seperti apa penggunaanya ketika seseorang tersebut memang perlu menggunakannya, misal dalam dunia kerja. Melihat kurikulum sekarang ini, materi matematika begitu banyakm seoirang siswa diwajibkan untuk menyerap semua, shingga pada akibtanya apa yang dipelajari tidak menjadi bermakna kecuali hanya untuk mengejar nilai ketuntasan belajar.

    ReplyDelete
  22. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Ternyata permasalahan matematika untuk anak-anak dan orang dewasa menjadi permasalahan di dunia. Orang dewasa atau guru matematika terkadang memaksakan anak-anak untuk memahami matematika murni sebagaimana orang dewasa memahaminya. Hal itu membuat anak merasa tertekan. Seharusnya tugas guru matematika adalah memfasilitasi anak-anak untuk mempelajari matematika sesuai dengan usia mereka.

    ReplyDelete
  23. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Matematika itu terbagi dua, yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Setiap matematika tersebut cocok jika diterapkan pada “tempatnya”. Namun kenyataannya pada saat sekarang ini, matematika sekolah didominasi dengan matematika murni dimana matematika tersebut hanya cocok untuk orang dewasa. Hal tersebut tidak bisa dielakkan karena yang memegang kepentingan mengenai pendidikan matematika adalah bukan dari orang pendidikan namun dari matematika murni. Jadilah siswa yang ada disekolah menjadi korbannya, sehingga banyak yang beranggapan matematika itu adalah pelajaran yang sangat sulit.

    ReplyDelete
  24. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Dalam proses belajar matematika, guru sudah seharusnya menyusun materi matematika sedemikian hingga siswa dapat menjadi lebih aktif sesuai dengan tahap perkembangan mental, agar siswa mempunyai kesempatan maksimum untuk belajar. Demikian juga dengan model pengajaran, guru juga harus mampu membedakan antara mengajar untuk orang dewasa dan anak-anak, karena kemampuan dan pola pikirnya berbeda, sehingga matematika untuk dewasa pasti berbeda dengan anak-anak

    ReplyDelete
  25. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Banyak yang beranggapan bahwa belajar matematika adalah sulit dan menakutkan, takut seperti melihat hantu disiang hari. Namun sebenarnya belajar matematika adalah menyenangkan jika kita sudah mengetahui cara dan polanya. Kesulitan dalam belajar matematika bukan terletak pada sulitnya materi pelajaran matematika, melainkan karena cara pengajaran yang tidak tepat, tidak sesuai dengan karakter dan tingkat usia siswa. Anak-anak dan orang dewasa memiliki kemampuan yang berbeda. Jika anak-anak masih sebatas pada tahap pemahaman operasi logis dengan bantuan benda-benda kongkrit, maka orang dewasa sudah dalam tahap problem solving. Dengan mengetahui kemampuan orang dewasa dan anak, maka dengan menggunakan teknik yang tepat, maka pelajaran matematika menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.

    ReplyDelete
  26. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    In my opinion, we know that children and adult are really different in many way, include thinking of mathematics. I agree that math teachers should stand beside their young learner and to protect them from inappropriate adults behavior in which their thinking are full of motive and ambitions. Teacher should understand about their students. Dont think about our self and our ambition! Just think about students! Because children and adult have different way of thinking mathematics. Children have their own special way of thinking mathematics. So, we need understand children more. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  27. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    matematika pendidikan dan matematika murni tidak boleh disamakan, begitu pula cara mengajarkan matematika itu kepada anak dan orang dewasa. Mengajar anak diperlukan matematika pendidikan karena disitu terjadi bukan hanya mengajarkan matematika saja melainkan bagaimana mengajari sikap sosial anak dari matematika, spritual anak dari matematika, dan lain sebagainya. sedangkan pada orang dewasa dapat diajarkan dengan menggunakan matematika murni yang kompleksitasnya sudah sangat tinggi dan itu sudah sesuai dengan pola pikir mereka.

    ReplyDelete
  28. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda. Tahap perkembangan yang sudah dialaminya pun berbeda sehingga cara berpikir merapun juga berbada.Apabila matematika yang diberikan ke anak disamakan dengan matematika dewasa tentu mereka akan kesulitan dan menumbuhkan sikap negatif mereka terhadap matematika.

    ReplyDelete
  29. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda. Tahap perkembangan yang sudah dialaminya pun berbeda sehingga cara berpikir merapun juga berbada.Apabila matematika yang diberikan ke anak disamakan dengan matematika dewasa tentuy mereka akan kesulitan dan tumbuh sikap negatif mereka terhadap matematika.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Tidak semua anak-anak dan orang dewasa langsung bisa paham dan mengerti ketika diajarkan matematika. Ada yang bisa langsung tanggap dan ada juga yang masih bingung. Apalagi jika itu dihadapkan pada orang dewasa dan anak-anak. Maka tentu akan ada perbedaan dalam penerimannya. Oleh karena itu, penyampaian matematika perlu disesuaikan dengan subjek yang akan diberikan.

    ReplyDelete
  31. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Guru merupakan profesi mulia dengan segenap pengetahuan dan jiwa raga yang memiliki tujuan yang juga tak kalah mulia. Sudah sepantasnya, guru sebagai pendidik memiliki empati kepada generasi muda untuk berpikir kritis dan melakukan apa pun untuk mengubah situasi dan kondisi siswa ke arah yang lebih baik, juga sudah sepantasnya guru matematika berdiri di samping siswa untuk melindungi siswa agar jauh dari perilaku perilaku yang menyimpang dari norma-norma.

    ReplyDelete
  32. Saya rasa konteks ini bisa diimpelemntasikan pula untuk mata pelajaran apapun.
    Kapan dan apa saja dalam diri kita yang perlu dievaluasi?
    Ada pepatah mengatakan bahwa orang yang mau membangun menara pasti akan memperhitungkan luas tanahnya. Introspeksi dalam hal langkah awal yang harus dilakukan, bagaimana rencana dan kesanggupan atau sumber-sumber yang kita miliki. Kedua, ketika sedang melakukan sesuatu. Introspeksi diperlukan untuk mencegah agar tidak terlanjur lebih jauh lagi jika ternyata ada kekeliruan. Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah metode dan cara, asumsi dan pandangan, pengetahuan dan keahlian yang digunakan. Proses antisipasi titik kritis dan langkahlangkah perbaikan jika diperlukan. Ketiga, setelah melakukan sesuatu. Pengalaman selalu merupakan guru yang terbaik. Introspeksi diri berguna untuk tindakan perbaikan atau recovery jika terjadi kekeliruan. Atau menjadi pembelajaran agar kelak kita tidak mengulang kesalahan yang sama.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  33. Kesalahan konsep pada matematika bisa sangat berbahaya,
    coba bayangkan jika belajar statistika kesulitan, dan suatu saat bekerja di suatu perusahaan yg berurusan dengan angka dan operasi matematika, dan anda memakai KBTA bukan rules universal operasi matematika, akan timbul selisih jauh antara yang hitung dengan orang lain hitungan anda bisa dianggap merugikan perusahaan.

    Oleh karena itu, matematika dan perpektif lainnya perlu dipelajari dalam frekuensi yang sama agar manusia berpikir.
    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  34. Mempelajari apa yang kamu sukai
    sukai apa yang kamu pelajari
    Jadilah diri sendiri
    agar diri sendiri menemukan jati diri

    Manusia berpikir maka ia melakukan.
    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  35. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Matematika orang dewasa dan matematika anak itu berbeda. Pembahasan ini terkait dengan pure mathematics dan school mathematics. Matematika untuk orang dewasa lebih mengkaji tenatang objek matematika yang sifatnya abstrak, sedangkan matematika untuk anak itu harus disesuaikan dengan tingkatan kognisi anak, serta kajiannya haruslah tentang sesuatu yang dekat dengan kehidupannya.

    ReplyDelete
  36. Saya sangat tertarik sekali dengan kalimat ini Prof, “I am sad to find that most of math teachers around the world are unable to differentiate between adults and young math”. Membuka memori lama saya ketika mengajar. Mungkin saya pun pernah melakukan hal yang sama. Cenderung lupa jika beda usia, beda juga cara berpikirnya. Menuntut siswa untuk faham dengan perlakuan yang sama pada setiap jenjang siswa.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  37. Matematetika untuk anak dan dewasa memang harus dibedakan, sesuai dengan jenjang masing - masing, sebab anak -anak tidak dapat menyerap pelajaran matematika yang terlalu kompleks dan serius.. model matematika anak sebaiknya dibuat dengan bentuk yang sederhana dan menyenangkan agar anak tertarik dan tidak bosan dengan pelajaran matematika . Tentu sebagai seorang guru juga harus bisa menyesuaikan pelajaran dan menerangkan dengan kreatif agar murid cepat menangkap bahan pelajaran khususnya matematika.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  38. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Matematika anak dan dewasa memang berbeda. Matematika anak sering kita sebut matematika sekolah sedangkan matematika dewasa sering disebut matematika formal. Matematika anak dimulai dengan benda konkrit atau hal nyata. sedangkan definisi-definisi matematika itu merupakan bagian dari matematika dewasa atau matematika formal. Terima kasih

    ReplyDelete
  39. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sangat disayangkan banyak guru tidak bisa membedakan matematika sekolah dan matematika formal. Guru menerapkan matematika formal kepada anak-anak. Itu sangat kurang tepat. Anak belum dapat memahami matematika formal. Anak-anak harusnya belajar menggunakan matematika sekolah. Anak-anak hars belajar dengan tahap kongkret, semikongret, semi abstrak kemudian abstrak (matematika formal). Sehingga sebagai seorang guru harus bisa melalui tahap-tahap tersebut.

    ReplyDelete
  40. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika I 2013

    Dalam pembelajaran matematika bisa saja penjelasan dan pemeragaan tidak akan membuahkan hasil yang bagus jika anak hanya pasif dan tidak aktif. Tetapi agar siswa aktif biasanya guru memberikan banyak sekali tugas dan mereka harus menggunakan otak, memecahkan masalah dan juga menerapkan apa yang telah mereka dapat dari penjelasan guru. Sebaiknya belajar yang aktif itu guru memberikan pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa aktif, bersemangat, penuh dengan gairah belajar. Jangan malah mereka takut untuk belajar matematika lagi. Sedangkan pembelajaran untuk anak dewasa sebaiknya lebih menguatkan kepada pemecahan masalah, mengkaji gagasan dan menerapkan apa yang dipelajari. Karena antara anak dan orang dewasa dalam memberikan penanganan sangatlah berbeda. Kesiapan mental anak dan dewasa juga sangat berbeda, sehingga guru berperan penting untuk mengetahui bagaimana cara membelajarkan anak sesuai dengan usia anak.

    ReplyDelete
  41. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Pelaksanaan pembelajaran matematika di Perguruan Tinggi yang berisi orang dewasa adalah Pure-Formal-Axiomatics Mathematics, sehingga di perguruan timggi kita mengenal Struktur-struktur Aljabar dan Struktur Geometri. Sedangkan implementasi pembelajaran matematika di sekolah untuk anak-anak adalah architectonic mathematics yang muncul pada pikiran diri siswa masing-masing melalui interaksinya dengan dunia nyata yang dekat dengan siswa. Jadi dalam dunia sekolah anak-anak aplikasinya pada kehidupan sehari-hari sehingga siswa mudah memahami matematika. Menurut Ebbut matematika sekolah merupakan suatu aktivitas atau kegiatan sehingga matematika dipandang sebagai sesuatu yang bisa diterima oleh siswa dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  42. Guru sebagai tenaga pendidik seharusnya punya cara terbaik untuk mengajar sesuai tingkatan siswanya. Matematika untuk anak-anak dibedakan dari matematika untuk dewasa karena anak baru bisa memahami konteks yang sederhana dan berkaitan dengan benda nyata, bukan matematika kompleks yang membutuhkan pemahaman tentang hal-hal abstrak yang rumit seperti matematika untuk orang dewasa. Guru harus lebih kreatif dan jeli untuk membantu siswa untuk mencapai hasil terbaiknya bukan malah mengintervensi siswanya dengan motif dan ambisi guru yang mengabaikan nilai-nilai luhur proses pembelajaran itu sendiri.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  43. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Masih banyak guru yang belum bisa membedakan antara matematika orang dewasa dengan matematika anak-anak. Pola pikir orang dewasa beda dengan anak-anak sehingga cara untuk menyelesaikan masalah matematika pun berbeda antara orang dewasa dan anak-anak. Oleh karena itu, guru harus bisa membedakan matemtika orang dewasa dan anak-anak. Untuk mengajarkan matematika pada anak, guru mendampingi anak-anak dalam belajar matematika dan menghindari mengajar dengan cara berpikir matematika orang dewasa agar anak-anak tidak terpengaruh oleh kebiasaan matematika orang dewasa.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  44. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    pelajar muda adalah korban dari ambisi dewasa (Matematika Murni, Ilmu Murni) atas nama teknologi dan kehidupan kontemporer. Dan diharapkan untuk kita calon pendidik Matematika agar memiliki empati kepada generasi muda mereka untuk berpikir kritis dan melakukan apa pun untuk mengubah situasi yang tidak sesuai tersebut. guru matematika harus berdiri di samping pelajar muda untuk melindungi mereka pemikiran dewasa di mana penuh dengan motif dan ambisi.

    ReplyDelete
  45. Pembelajaran tentunya di sesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan anak. Tahap perkembangan akan melatar belakangi pola pikir anak. Jadi Pola pikir anak kecil dengan orang dewasa jelas berbeda. Mengajar siswa SD jauh berbeda dengan menagajar siswa SMP dan siswa SMA. Hal ini karena mereka memiliki tahap perkembangan yang berbeda.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  46. Pembelajaran khususnya matematika tidak terkecuali harus mengikuti tahap perkembangan anak. Pola pikir anak kecil bersifat kongkrit sedangkan pola pikir orang dewasa sudah bersifat abstrak. Pastinya matematika anak kecil dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat kongkrit. Sedangkan matematika dewasa harus mengaitkan materi pada hal-hal yang bersifat abstrak.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  47. Anak-anak akan paham setelah melakukan, maka matematika pada anak kecil sebaiknya berupa aktivias sosial yang dekat dengan dunianya. Seperti mengajarkan persegi panjang dengan cara mengambil contoh benda yang berbentuk persegi panjang dan siswa melihat dan merasakan sendiri apa itu persegi panjang itu sendiri. Sehingga mereka dapat menemuka konsep persegi panjang melalui pengalamannya pribadi.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  48. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dunia matematika yang dikenal anak-anak masihlah 2+2=4. Sedangkan matematika untuk orang dewasa, 2+2 bisa 0. Jika kita tanamkan matematika untuk orang dewasa yang seperti itu kepada anak-anak, akan menyalahi dimensi. Mengkonstruk pengetahuan harus memperhatikan substansi dan dimensinya juga. Jika tidak, anak sepintar apapun suatu saat bisa melenceng juga. Ibarat kita memasukkan barang ke koper dan walaupun penuh tapi kita paksakan. Akan sangat berat dan bisa rusak kapan saja.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  49. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Matematika terbagi menjadi dua yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Orang dewasa telah memiliki penalaran yang lebih baik dibandingkan anak-anak, sehingga dalam mengajarkan matematika antara anak-anak dan orang dewasa haruslah dibedakan. Dalam mengajarkan matematika pada anak harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir pada anak.

    ReplyDelete
  50. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Mengajarkan matematika pada anak dimulai dengan hal-hal yang konkrit, menggunakan benda-benda konkrit atau nyata seperti menghitung dengan jari, bisa juga dengan permainan, belajar sambil bermain misalnya menghitung banyaknya langkah menuju taman. Matematika anak ini disebut juga dengan matematika sekolah. Sedangkan untuk matematika murni lebih cocok untuk orang dewasa yang mampu berpikir abstrak, karena mengandung definisi-definisi.

    ReplyDelete
  51. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Matematika dewasa memang berbeda dengan matematika anak-anak. Matematika dewasa bersifat abstrak sedangkan matematika anak-anak bersifat real atau nyata. Bersifat abstrak dalam artian orang dewasa dapat memahami matematika dengan imajinasi atau logika seperti kalkulus, geometri. Sedangkan bersifat real dalam artian anak-anak lebih dapat memahami matematika yang berkaitan atau berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Namun kenyatan yang ada di dalam dunia pendidikan, anak-anak dipaksa untuk memahami matematika dewasa sehingga itulah yang menyebabkan anak-anak menjadi merasa tertekan, merasa bingung dengan matematika. Inilah peran guru untuk dapat memilih-milih materi, strategi atau model di dalam proses pembelajaran sehingga siswa akan merasa lebih nyaman dengan matematika.

    ReplyDelete
  52. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Guru matematika seharusnya bisa terus memfasilitasi para pembelajar muda sehingga pemikirannya menjadi penuh dengan motivasi dan ambisi untuk menjadi lebih baik dengan bantuan orang dewasa atau pendidik. Guru matematika juga harus menanamkan sikap penemuan dalam pembelajarannya karena jika tidak, korbannya tidak lain adalah siswa karena ambisi kita untuk siswa cepat mengerti dengan matematika murni tersebut. Mereka akan cepat lupa dan proses berpikirnya jangka pendek. Mental siswa akan berantakan jika diberikan matematika murni yang bukan tingkatan sebenarnya.

    ReplyDelete
  53. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Matematika untuk orang dewasa dan siswa sekolah it's totally different. Kita tidak boleh menyamakan pengetahuan kita dengan pengetahuan anak kecil, karena kita memiliki tingkat kognitif dan psikologi yang berbeda. Ketika orang dewasa diberikan matematika yang abstrak maka itu wajar karena itu sesuai dengan ranah mereka, tetapi ketika siswa sekolah diberikan materi yang terlalu abstrak hal tersebut justru akan membebani dan tidak akan mendapatkan hasil yang optimal. Pada akhir tulisan di atas disebutkan bahwa "Math teachers should stand beside their young learner and to protect them from inappropriate adults behavior in which their thinking are full of motive and ambitions". Kitasebagai guru harus melindungi siswa kita, harus melindungi siswa kita dari keegoisan untuk mengajarkan matematika dewasa kepada mereka. Salah satu cara melindungi nya adalah dengan menciptakan metode pembelaaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id