Jul 22, 2015

All about Learning Trajectory of Mathematics Teaching


All about Learning Trajectory of Mathematics Teaching


The following are all related web with Marsigit’s activities in Lecturing Learning Trajectory for Primary Mathematics School teachers:


http://pd.pps.uny.ac.id/berita/lesson-study-bernuansa-learning-trajectory-ala-p2tk-dikdas.html


65 comments:

  1. Endah Kusrini
    13301241075
    Pend. Matematika I 2013

    Terima kasih Pak atas link-link yang Bapak berikan. Link tersebut sangat bermanfaat bagi saya.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Terima kasih untuk referensi yang telah dishare, Prof. Sebagai calon pendidik, betapa pentingnya kami untuk paham tentang learning trajectory. Dengan mempelajari ini diharapkan dapat memahami hakekat pembelajaran sesuai alur berpikir siswa, sehingga tidak ada lagi yang memaksakan cara berpikir kepada siswa.

    ReplyDelete
  3. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  4. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih pak, untuk postingan alamat website diatas yang dapat saya jadikan referensi untuk menuntut ilmu yang lebih dalam.

    ReplyDelete
  5. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Prof. Marsigit yang telah memposting website yang bermanfaat bagi pendidik maupun calon pendidik.

    ReplyDelete
  6. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Terimakasih pak link nya sangat membantu saya dalam mendapatkan informasi tentang learning trajectory

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari link yang saya baca, bahwasannya
    Istilah Learning Trajectory pertama kali digunakan oleh Simon yang mengajukan konsep tentang hypothetical learning trajectory. Learning trajectory yaitu lintasan atau rute belajar yang memberikan gambaran tentang pengetahuan prasyarat yang telah dimiliki siswa (sebagai titik start) dan setiap langkah dari satu titik ke titik berikutnya, menggambarkan proses berpikir yang siswa gunakan, metode yang siswa pakai, ataupun tingkat-tingkat berpikir yang siswa tunjukkan.

    ReplyDelete
  8. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ada tiga komponen utama dari learning trajectory, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan hipotesis proses belajar siswa.Tujuan pembelajaran sebagai komponen pertama mengindikasikan perlunya perumusan tujuan pembelajaran sebagai bentuk hasil yang akan kita tuju atau capai setelah proses pembelajaran. Penentuan tujuan pembelajaran sangat bermanfaat dalam penentuan arah dan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan maka kegiatan pembelajaran sebagai jalan untuk mencapai tujuan pembelajaran bisa dirancang. Kegiatan dalam pembelajaran dapat disusun menjadi sub-sub kegiatan dengan sub-sub tujuan pembelajaran. Komponen terakhir dari learning trajectory adalah hipotesis proses belajar siswa yang berguna untuk merancang tindakan ataupun alternative strategi untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  9. Dalam membangun learning trajectory sudah semestinya seorang guru harus bisa menyesuaikan dengan keadaan. Secara filsafat seorang guru harus bisa menyesuaikan ruang dan waktu. Untuk dapat mencapai hal tersebut seorang guru tidak boleh untuk merasa puas dengan pengetahuan yang dmilikinya. Seorang guru harus selalu belajar. Bukan hanya belajar saja tetapi juga harus senantiasa tawakal, tekun, rajin, dan sabar.

    ReplyDelete
  10. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari link tersebut dijelaskan bahwa Learning trajectory adalah pembelajaran yang mempelajari bagaimana siswa belajar serta bagaimana siswa berfikir. Dari pengertian ini maka dalam LT terdapat tiga bagian penting yakni tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, lintasan perkembangan yang akan dikembangkan oleh anak/siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan seperangkat kegiatan pembelajaran/tugas yang sesuai dengan tingkatan berfikir yang ada pada lintasan perkembangan yang akan membantu anak dalam mengembangkan proses berfikirnya sampai bahkan pada berfikir tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  11. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam pembelajaran learning trajectory ini, memberikan suatu pemahaman bagi kita bahwa dalam proses pembelajaran, guru harus terlebih dahulu mengetahui alur berpikir siswa. Agar materi pembelajaran yang diajarkan dapat diserap baik oleh siswa dan siswa dapat memecahkan permasalahan yang ada di dlama pembelajaran, serta dapat terwujud tujuan pembelajaran yang diinginkan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  12. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Hypothetical learning Trajectory (HLT) merupakan suatu instrument yang menjadi panduan pada proses pelaksanaan penelitian design research, sebagai perluasan dari percobaan pikiran (tought experiment).

    ReplyDelete
  13. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Peran dan posisi HLT dalam setiap tahapan design research (Bakker, 2004)

    1. Tahap Preparation and design.
    Pada tahap ini, HLT dirancang untuk membimbing proses perancangan bahan pembelajaran yang akan dikembangkan dan diadaptasi. Konprontasi antara pemikiran umum dengan kegiatan konkrit sering mengarah pada HLT yang lebih spesifik. HLT dirancang selama tahap preparation and design.

    ReplyDelete
  14. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Peran dan posisi HLT dalam setiap tahapan design research (Bakker, 2004)

    2. Tahap Design Experiment
    Selama percobaan pembelajaran, HLT berfungsi sebagai pembimbing (guideline) untuk guru dan peneliti apa yang akan difokuskan dalam proses pembelajaran, wawancara dan observasi. Peneliti dan guru perlu menyesuaikan HLT dengan kegiatan pembelajaran untuk pertemuan pembelajaran. Dengan HLT, proses penelitian dan pengembangan bisa lebih efisien. Perubahan dalam HLT biasanya dipengaruhi oleh kejadian di kelas yang belum dapat diantisipasi, strategi yang belum terlaksana, serta kegiatan yang terlalu sulit untuk dilaksanakan. Perubahan HLT dilakukan untuk menghasilkan kondisi yang optimal dan merupakan bagian dari data yang akan dianalisis. Perubahan HLT harus dilaporkan untuk mendukung proses pembentukan teori. HLT dapat berubah selama tahap teaching experiment.

    ReplyDelete
  15. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Peran dan posisi HLT dalam setiap tahapan design research (Bakker, 2004)

    3. Tahap Restrospective Analysis
    Pada tahap ini, HLT berperan sebagai petunjuk dalam menentukan fokus analisis bagi peneliti. Karena prediksi dibuat berkaitan proses belajar siswa, maka peneliti dapat membandingkan antisipasi dari prediksi melalui observasi selama percobaan pembelajaran (teaching experiment). Analisis seperti ini, menyangkut saling mempengaruhi antara HLT dan dan pengamatan empiris dapat menjadi dasar pembentukan teori. Setelah tahap ini, HLT diformulasikan kembali berdasarkan hasil temuan observasi dan analisis yang dilakukan. HLT yang baru akan menjadi petunjuk pada tahap rancangan (design phase) berikutnya.

    ReplyDelete
  16. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    HLT memuat tiga komponen, yaitu
    1. Tujuan
    Yaitu tujuan dari kegiatan pembelajaran matematika yang dilakukan. Tujuan yang dimaksud di sini adalah apa yang akan dicapai siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  17. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    HLT memuat tiga komponen, yaitu
    2. Aktivitas pembelajaran
    Aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan seksama agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  18. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    HLT memuat tiga komponen, yaitu
    3. Dugaan proses belajar siswa
    Peneliti menduga di awal tentang bagaimana kegiatan pembelajaran akan berlangsung dan utamanya adalah proses belajar siswa selama kegiatan tersebut. Dengan dugaan-dugaan ini, peneliti dapat mengantisipasi segala kemungkinan di lapangan.

    ReplyDelete
  19. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terimakasih kepada Pak Marsigit yang telah memberikan sumber-sumber referensi menganai learning trajectory yang semoga akan bermanfaat bagi siapa saja yang membaca ini. terimakasih.

    ReplyDelete
  20. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari salah satu link yang saya buka saya mengetahui bahwa belajar tentang learning trajectory berarti belajar tentang bagaimana anak berpikir, tahap-tahap berpikir pada anak dan dengan memperlajari learning trajectory diharapkan guru dapat memahami alur pikiran siswa sehingga guru tidak lagi memaksakan cara berpikirnya terhadap murid-muridnya.

    ReplyDelete
  21. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    Dari salah satu sumber yang saya baca, lerning trajectory berarti pembelajaran dengan menggunakan instrumen sebagai jembatan antara teori dengan eksperimen

    ReplyDelete
  22. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    Ada empat dimensi dalam Learning trajectory, yaitu: Sprititual, Normatif, Formal dan Material. Aspek spiritual merupakan aspek tertinggi dari pembelajaran learning trajectory.

    ReplyDelete
  23. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    1. Aspek spiritual
    Aspek spiritual pada learning trajecory meliputi Ma`rifat, hakikat dan syariat. Aspek syariat menuju pada hakikat dan makrifat. Sebagai manusiadan guru kita diharapkan selalu menjaga hubungan dengan sesama manusia dan dengan Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Pengetahuan yang kita miliki, akan lebih bermanfaat jika kita bagi kepada orang lain. Sehingga sudah seharusnya sebagai guru, kita membagi ilmu yang kita miliki kepada siswa kita sendiri.

    ReplyDelete
  24. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    2. Aspek Normatif
    Filsafat merupakan dasar dari aspek normatif pada learning trajectory yang meliputi buku, makalah, hasil penelitian, jurnal, blog, web dan sumber referensi lainnya. Dengan banyak membaca kita bisa memahami pola pikir kita sendiri. Karena pada prinsipnya aspek normatif adalah filsafat atau pikiran kita sendiri. Yang meliputi hakikat, metode,etik dan estetika.

    ReplyDelete
  25. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    Dalam hakikat filsafat terdapat wadah dan isi. Tiada wadah tanpa isi, tiada isi tanpa wadah. Untuk mengetahui cara berpikir siswa, kita perlu mengetahui hak siswa dalam pembelajaran itu sendiri. Kita selidiki bagaimana kedudukan siswa dalam pembelajaran. Dalam hakikat filsafat dalam lingkungan budaya indonesia, muncul filosofi ajaran ing ngaso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.Dan falsafah tersebut sampai sekarang menjadi pedoman dalam pembelajaran di sekolah. Dalam wadah, terdapat syntak, hierarki (jenjang) pendidikan itu sendiri. Didalam isi, terdapat kategori dapat kita sebut sebagai pengetahuan yang berasal dari teori dan paradigma. Agar kita mendapatkan pengetahuan tersebut kita harus membaca referensi yang ada.

    ReplyDelete
  26. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    3. Aspek formal
    Aspek formal berupa dokumen resmi berupa peraturan di negara kita yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang, Peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang, peraturan presiden, peraturan menteri, sampai pada kurikulum, silabus, RPP, LKS dan penilaian (Asessmen).Pada aspek formal ini mencakup perangkat pembelajaran berupa Kurikulum dan penilaian yang harus kita kembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa dengan menyesuaikan lingkungan di sekitar sekolah.

    ReplyDelete
  27. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematka C 2013
    4. Aspek Material
    Aspek material dalam bentuk sebagai konteks dan konten yang meliputi, fisik, lingkungan atau budaya, sampai pada perangkat pembelajaran yang lain. Sebagai guru, kita bisa menggali sumber pembelajaran yang berasal dari lingkungan dan budaya setempat, pengalaman siswa, data-data yang ada serta fenomena yang sedang terjadi saat ini yang bisa kita jadikan sebuah penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dan memecahkan masalah yang muncul dari adanya fenomena dan pengalaman siswa sebagai peserta didik.

    ReplyDelete
  28. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Terima kasih bapak atas link-link yang bapak share mengenai learning trajectory. Link-link tersebut sangat bermanfaat bagi para pembaca yang ingin mengetahui tentang learning trajectory.

    ReplyDelete
  29. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    kegiatan Lesson Study yang bernuansa Learning Trajectory merupakan praktek pembelajaran sebagai implikasi berbagai ilmu yang telah dipelajari selama kuliah. Dimana selama kuliah merupakan kegiatan perencaan (plan), praktek pembelajaran (do), dan nanti diakhiri dengan refleksi (see). ketika siswa belajar dengan urutan dan tahapan yang benar siswa sudah dapat membangun pengetahuannya sendiri. Seorang guru memang perlu belajar bagaimana siswa itu belajar. Jika semua guru memahami bagaimana urutan dan tahapan siswa itu belajar tentu siswa akan dapat mengembangkan potensinya.
    ini merupakan rangkuman yang dapa saya pahami, dan menunjukkan dan memberikan gambarankepada diri saya bahwa dalam pembelajaran itu harus ada inovasi, sehingga ketika kita mengajar ke sekolah terutama sekolah dasar kita tidak lagi membawa definisi ke siswa yang akan merusak siswa. namun kita harus memahami siswa dan meberi inovasi dalam belajar yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  30. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    berdasarkan sumber http://atikahmumpuni.blogspot.com/
    pada hakekatnya setiap hari dan setiap saat kita selalu dalam yang namanya masalah, karena setiap realita dan harapan itu tidak selamanya akan sama, ketika realita berbeda dengan apa yang kita harapkan maka sebenarnya hal tersebut adalah sebuah masalah, namun masalah seperti itu jika kita menyadarinya maka sebanrnya kita akan menjadi lebih bagus lagi, karena setiap masalah pasti ada solusinya dan solusi tersebutlah yang akan membarikan ketenangan dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  31. Memahami philsafat tentang learning trajectory of mathematics teaching akan membuat kita semakin jelas mau dibawa kemana siswa belajarnya. Dan postingan di atas akan membelajarkan menjadi guru yang profesional.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam belajar matematika perlu untuk menciptakan situasi-situasi di mana siswa dapat aktif, kreatif dan responsif secara fisik pada sekitar. Untuk belajar matematika siswa harus membangunnya untuk diri mereka sendiri dan hal tersebut hanya dapat dilakukan melalui eksplorasi, menggambarkan, mendiskusikan, menguraikan, menyelidiki, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu pembelajaran matematika harus dibuat realistik agar menjadi pembelajaran yang bermakna dan mudah diterima siswa. Matematika Realistik menekankan kepada konstruksi dari konteks benda-benda konkret sebagai titik awal bagi siswa guna memperoleh konsep matematika. Benda-benda konkret dan obyek-obyek lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika dalam membangun keterkaitan matematika melalui interaksi sosial. Benda-benda konkret dimanipulasi oleh siswa dengan tujuan menunjang usaha siswa dalam proses matematisasi konkret ke abstrak.

    ReplyDelete
  33. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Siswa perlu diberi kesempatan agar dapat mengkontruksi dan menghasilkan matematika dengan cara dan bahasa mereka sendiri. Dalam pembelajaran Matematika realistik, dapat digunakan metode pendekatan gunung es (iceberg), yang terdiri dari empat tahap / tingkatan yaitu : Mathematical world orientation atau benda konkret, model material atau modeling, building Mathematical relationship, dan formal notation atau notasi formal.
    Tahapan pengkostruksian pengetahuan dalam pembelajaran matematika realistic adalah sebagai berikut:
    1. Tahap Konkret
    Pada tahap ini, siswa dihadapkan dengan matematika konkret. Apakah matematika konkret itu? Ternyata semua yang kita lihat, yang ada dalam kehidupan sehari-hari siswa, itulah yang disebut matematika konkret. Misalnya, pohon, karet, kursi dll, dapat kita bawa ke matematika konkret. Dalam tahapan ini, guru harus memastikan bahwa pengetahuan yang dibangun siswa dalam tahap ini kokoh, baru melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

    ReplyDelete
  34. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    2. Tahap Model Konkret
    Contoh-contoh konkret ketika sudah dituangkan dalam gambar, atau guru menempelkan foto benda konkret, maka itu sudah menjadi model konkret. Mengapa disebut model konrit? karena telah terkena manipulasi/ campur tangan guru, bukan lagi benda yang konkret, namun model konkret.
    3. Tahap Model formal
    Dari model konkret, siswa dibawa ke tahap model formal. Misalkan saja dalam pecahan, dengan gambar (model tertentu) siswa membangun pengetahuan bahwa
    ½ + ½ = 1. Namun pada tahap ini, siswa masih menggunakan model, sehingga disebut model formal.
    4. Tahap Matematika formal
    Dalam tahap ini, siswa sudah dihadapkan dengan matematika formal, dalam bentuk simbol-simbol seperti matematika yang umumnya diberikan di sekolah-sekolah. Karena siswa membangun pengetahuan matematika mereka dari matematika konkret, model konkret dan model formal, maka siswa akan lebih mudah membangun pengetahuan matematika formal mereka karena telah memiliki dasar yang kuat.

    ReplyDelete
  35. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Learning trajectory merupakan desain pembelajaran yang memperhatikan urutan dan tingkat berfikir anak. Desain pembelajaran tersebut disusun berdasarkan tujuan pembelajaran matematika, perkembangan yang akan dicapai siswa dalam mencapai tujuan, dan seperangkat kegiatan atau aktivitas-aktivitas di dalam pembelajaran. Agar bisa mendesain learning trajectory, perlu dilakukan pre asesment terlebih dahulu untuk mendapatkan data tentang siswa. Misalnya data tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana proses berpikir siswa. Dengan demikian, harapannya melalui learning trajectory akan benar-benar menciptakan lingkungan belajar yang mendukung siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Siswa pun akan menjadi lebih mudah dalam membangun pengetahuannya karena sesuai dengan perkembangannya. Pembelajaran ini baik untuk dikembangkan sehingga dapat benar-benar memfasilitasi siswa dalam belajar. Peran guru adalah untuk memberikan fasilitas dan sedikit bantuan kepada siswa.

    ReplyDelete
  36. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Istilah hipotesis lintasan belajar digunakan oleh Simon (1995) dengan istilah Hypothetical Learning Trajectory (HLT). HTL terdiri dari tiga komponen : tujuan pembelajaran yang mendefinisikan arah (tujuan pembelajaran), kegiatan belajar, dan hipotesis proses belajar untuk memprediksi bagaimana pikiran dan pemahaman siswa akan berkembang dalam konteks kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  37. Terima kasih banyak Prof, link yang anda bagi kan sangat bermanfaat bagi saya ada beberapa situs yang bapak bagikan artikelnya sangat menarik bagi saya antara lain link “http://hukmashabiyya.blogspot.co.id/ “ dengan review teori belajar dan peta konsep nya dan “http://atikahmumpuni.blogspot.co.id/” dengan Mahasiswa: antara realita dan harapan.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  38. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Tujuan pembelajaran pada learning trajectory sebagai komponen utama mengindikasikan perlunya perumusan tujuan pembelajaran sebagai bentuk hasil yang akan kita tuju atau capai setelah proses pembelajaran. Penentuan tujuan pembelajaran sangat bermanfaat dalam penentuan arah dan strategi pembelajaran pada learning trajectory.

    ReplyDelete
  39. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kegiatan dalam pembelajaran dapat disusun menjadi sub sub kegaitan dengan sub sub tujuan pembelajaran. Kemudian hipotesis proses belajar siswa yang berguna untuk merancang tindakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pada learning tajectory intisari pembelajarannya adalah untuk menjawab pertanyaan, ‘bagaimana siswa belajar?’. Belajar juga diartikan sebagai proses berpikir.

    ReplyDelete
  41. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Guru harus mampu memfasilitasi siswa untuk belajar Matematika berdasarkan Learning Trajectory. Guru yang memahami Learning Trajectory akan memahami cara memfasilitasi siswa belajar Matematika sesuai dengan cara berpikir dan belajar Matematika siswa. Guru harus berani meninggalkan comfort zone dari tradisional yang sekedar transfer of knowledge menuju guru yang inovatif dengan cara mempelajari Learning Trajectory

    ReplyDelete
  42. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Cara berpikir siswa ada 3 unsur menurut Shigeo Katagiri yaitu sikap, metode, dan materi/isi sehingga ada Realistic Mathematics Education yang terdapat dalam perangkat pembelajaran berbasisLearning Trajectory.

    ReplyDelete
  43. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Children follow natural developmental progressions in learning and development. As a simple example, children first learn to crawl, which is followed by walking, running, skipping, and jumping with increased speed and dexterity. Similarly, they follow natural developmental progressions in learning math; they learn mathematical ideas and skills in their own way. When educators understand these developmental progressions, and sequence activities based on them, they can build mathematically enriched learning environments that are developmentally appropriate and effective. These developmental paths are a main component of a learning trajectory.

    ReplyDelete
  44. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Learning Trajectory merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana siswa belajar serta bagaimana siswa berpikir yang diaplikasikan dalam Teaching Trajectory tentang bagaimana guru menyelenggarakan proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  45. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Learning Trajectory diaplikasikan pada perangkat pembelajaran yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran (Teaching Trajectory).Perangkat pembelajaran yang berbasis Learning Trajectory menyesuaikan tahap perkembangan berpikir siswa. Berdasarkan teori Piaget, tahap perkembangan anak tingkat sekolah dasar masih berpikir secara konkret berdasarkan fakta dan pengalaman sehingga perangkat pembelajaran berbasis Learning Trajectory memfasilitasi siswa belajar ilmu misalnya Matematika secara konkret berdasarkan fakta dan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  46. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Perangkat pembelajaran berbasis Learning Trajectory tidak bersifat guru mengkondisikan dalam proses belajar siswa karena belajar merupakan berdaya sehingga mengajar merupakan memberdayakan siswa dan siswa tidak akan selalu tergantung kepada guru.

    ReplyDelete
  47. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013

    Learning Trajectory dasarnya adalah menjawab pertanyaan bagaimana siswa belajar dan juga mengandung pengertian bagaimana siswa berpikir. Setelah memahami keduanya, maka barulah bagaimana guru menyelenggarakan PBM (Proses Belajar Mengajar). Sehingga diharapkan guru mampu menghubungkan semua teori dan mengaplikasikannya, sehingga mampu menjadi fasilitator siswa dalam membangun hidup.

    ReplyDelete
  48. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Terima kasih atas link yang telah diberikan.

    ReplyDelete
  49. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Untuk itulah guru harus mengemas sedemikian rupa proses pembelajaran, agar siswa tertarik mengikuti pembelajaran tersebut. Siswa yang tertarik dengan proses pembelajaran, dapat dilihat melalui keaktifan mereka saat mengikuti proses pembelajaran. Keaktifan siswa dapat dimunculkan dengan adanya kegiatan pembelajaran yang menarik. Kegiatan pembelajaran perlu dirancang oleh guru dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dimaksudkan untuk mempermudah siswa dalam menerima dan memahami materi. Banyak model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa.

    ReplyDelete
  50. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Learning trajectory mengacu pada hal-hal yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana siswa mengalami proses belajar. Belajar sendiri diartikan sebagai proses berpikir. Guru harus memahami cara berpikir siswa sebab setelah memahami cara belajar atau berpikir siswa,guru harus memikirkan bagaimana cara menyelenggarakan proses belajar mengajar di kelas yang pada akhirnya mengacu pada teaching trajectory.

    ReplyDelete
  51. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Inti learning trajectories atau lintasan belajar adalah untuk menjawab pertanyaan, ‘bagaimana siswa belajar. Lintasan belajar mempunyai tiga bagian penting yakni: tujuan pembelajaran matematika yang ingin dicapai, lintasan perkembangan yang akan dikembangkan oleh anak atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan seperangkat kegiatan pembelajaran ataupun tugas-tugas, yang sesuai dengan tingkatan berpikir yang ada pada lintasan perkembangan yang akan membantu anak tersebut dalam mengembangkan proses berpikirnya bahkan sampai pada proses berpikir tingkat tinggi.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  52. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Learning trajectory menjembatani siswa untuk melihat permasalahan matematika secara lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan pembelajaran matematika yang bermakna. Menurut Johnson (2014: 90) Ketika peserta didik dapat mengaitkan isi dari mata pelajaran akademik seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, atau sejarah dengan pengalaman mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Maka kebermaknaan dalam belajar matematika adalah ketika siswa dapat mengaplikasikan apa yang dipelajari dalam konteks kehiudpan sehari-hari.

    ReplyDelete
  53. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terimakasih Prof. Marsigit yang telah memberikan informasi berupa link-link sumber balajar, semoga bermanfaat dan mendambah pengetahuan. Sumber belajar bukan hanya menggunakan buku saja, banyak variasi sumber belajar seperti postingan link-link diatas, koran, majalan, alam, masyarakat, keluarga, dan masih banyak yang lainnya. Terimakasih Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  54. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam sebuah sumber link diatas saya membaca bahwa dalam memahami hermenitika, tiap titik mengandung 3 tahapan yaitu :
    1. Rutin. Hanya menerima sesuai kodratnya (vital) dan belum berikhtiar (vital).
    2. Sadar terhadap ruang dan waktu. Telah sadar terhadap ruang dan waktu dan berusaha menyelesaikkannya.
    3. Membangun hidup. Metupakan tahap tertinggi dalam hermenitika. Bahwa sebenar-benarnya belajar adalah membangun hidup.

    ReplyDelete
  55. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Learning trajectory adalah tentang bagaimana proses beajar mengajar yang sesungguhnya. Membangun learning trajectory sangay dibutuhkan guru dan calon guru,karena dikatakan dalam sumber diatas bahwa dengan learning trajectory, guru akan sangat terbantu dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajara, dan akan melaksanakan proses belajar mengajar yang tepat karena sudah mengetahui teroi belajar yang tepat.

    ReplyDelete
  56. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Seorang guru harus benar-benar memahami dulu tentang teori-teori pembelajarna sebelum melaksanakan proses pembelajaran, sehingga diharapkan dalam melaksanakan pembelajaran tidak salah/tersesat. Dalam membangun learning trajectory guru harus mengetahui teori-teori yang berkaitan denga learning trajectory. Salah satu cara meningkatkan kualitas pembelajaran dapat dengan kegiatan lesson study.

    ReplyDelete
  57. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Landasan dalam membangun learning trajectory adalah Spiritual (dari Syari'at Hakikat kemudian Ma'rifat), Normatif (hasil penelitian, jurnal ilmiah, buku, blog yang kompeten, filsafat dan yang lainnya), Formal (UUD 1945, UU, PP, Peraturan menteri, Kurikulum, Silabus, LKS, RPP), Material (Konteks dan konten).

    ReplyDelete
  58. Melania Desta Maharnai
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam kurikulum 2013, leaning trajectory terlihat dalam pembelajaran saitifik. Dimana pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa yang melakukan kegiatan 5m, yaitu mengamati, menaya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Guru hanya sebagai fasilitator. Siswa diajarkan untuk dapat menemukan sendiri. Tidak lagi "didekte" oleh guru. Karena belajar pada siswa sekolah adalh berkegiatan atau bermain, dengan memanfaatkan semua yang ada di lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  59. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Learning trajectory mempunyai tiga bagian penting yaitu, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, lintasan perkembangan yang akan dikembangkan oleh anak atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, dan seperangkat kegiatan pembelajaran taupun tugas-tugas, yang seseuai dengan tingkatan berfikit yang ada pada lintasan perkembangan yang akan membatu siswa atau anak tersebut dalam mengambangkan proses berpikirnya bahkan sampai pada proses berpikir tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  60. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    learning trajectory dalam proses belajar matematika sangat diperlukan agar guru dapat mengetahui pengetahuan awal yang terdapat pada siswa sebelum memulai pembelajaran yang akan diajarkan, dalam learning trajectory guru juga menyampaikan hal-hal seperti KD, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung agar dalam pelaksanaannya tercapai hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  61. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Lesson study dapat dilakukan dengan bernuansa learning trajectory, dimana tahap-tahap lesson study dilakukan dari plan, do, sampai dengan tahap refleksi. Di dalam proses learning trajectory terlihat, ketika siswa belajar dengan urutan dan tahapan yang benar siswa sudah dapat membangun pengetahuannya sendiri. Seorang guru memang perlu belajar bagaimana siswa itu belajar. Jika semua guru memahami bagaimana urutan dan tahapan siswa itu belajar tentu siswa akan dapat mengembangkan potensinya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  62. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Learning trajectory adalah belajar tentang bagaimana anak berpikir dan bagaimana tahap-tahap berpikir pada anak. Saat ini banyak guru yang memaksakan kehendak kepada siswa, mereka tidak sadar bahwa sebenarnya anak memiliki pola pikir yang berbeda atau mempunyai pendapat sendiri. Oleh karena itu, dengan mempelajari learning trajectory ini, guru diharapkan dapat memahami alur berpikir siswa, sehingga tidak lagi memaksakan cara berpikir “yang paling benar” kepada siswa.

    ReplyDelete
  63. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika di SD Berbasis Learning Trajectory PBM dan Refleksinya. Pengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa RPP, LKS (Kelompok) dan LKS (Individu). Pembelajaran yang dilakukan menggunakan pendekatan Tematik-Integratif (Scientific Approach & Authentic Assessment) dan Konstruktivism dengan model Collaborative Learning dan CTL serta metode/Strategi yang digunakan Discovery, Diskusi, Ceramah, Tanya Jawab, Permainan. Pembelajaran yang dilakukan berbeda dari pembelajaran pada umumnya karena dilakukan di luar kelas dan menggunakan metode yang membuat siswa menjadi lebih tertarik di dalam mengikuti pembelajaran serta mempermudah siswa untuk memahami materi yang akan diajarkan yaitu aturan keselamatan di rumah dan perjalanan.

    ReplyDelete
  64. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Hypothetical Learning Trajectory (HLT) merupakan suatu instrument yang menjadi panduan pada proses pelaksanaan penelitian design research, sebagai perluasan dari percobaan pikiran (tought experiment) yang dikembangkan oleh Freudenthal.
    HLT digunakan sebagai bagian dari apa yang disebut siklus mengajar matematika (mathematical learning cycle) untuk satu atau dua pembelajaran, atau bahkan untuk lebih dari dua pembelajaran. HLT dapat menghubungkan antara teori pembelajaran (instructional theory) dan percobaan pembelajaran secara konkrit. HLT digunakan untuk membimbing proses percobaan pembelajaran agar sesuai dengan spesifikasi materi dan hipotesis pembelajaran yang sudah ditentukan dalam bentuk HLT.

    ReplyDelete
  65. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Learning trajectory berkaitan dengan bagaimana siswa berpikir dan bagaimana siswa belajar matematika. Learning trajectory merupakan satu hal penting yang harus dipelajari oleh seorang guru, kerana dengan mengetahui bagaimana cara siswa nya belajar maka guru akan mampu membuat desain pembelajaran yang sesuati dengan cara siswa belajar.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id