Jul 14, 2014

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia




Ass Wr Wb, Bacaan menarik dari artikel saya terbaru berjudul:"Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia: Sebuah Tinjauan Filsafat, Politik dan Ideologi Pendidikan",dapat dibaca di Link berikut:

https://www.academia.edu/7444798/Refleksi_Pendidikan_Kontemporer_Indonesia_Sebuah_Tinjauan_Filsafat_Politik_dan_Ideologi_Pendidikan

Demikian semoga bermanfaat
Wss Wr Wb,
Yogyakarta, 14 Juli 2014
Marsigit

30 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Pendidikan kontemporer di Indonesia saat ini sedang dalam fase krisis Multidimensi berkepanjangan baik secara laten, masif, dan terstruktur dalam berbagai aspek kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Bermasyarakat. Dikarenakan begitu kompleksnya masalah yang ditimbulkan oleh krisis multidemensi ini maka Pak Marsigit mengajukan konsep politik pendidikan indonesia dengan nama :”Pendidikan Demokrasi Pancasila” sebagai solusi dari krisis multidimensi. Dimana hakikat ilmu adalah saintifik-spiritualisme. Epistemologi pendidikan adalah Membangun hidup seutuhnya berlandaskan Pancasila, dengan mengedepankan Karakter Indonesia yang:Bernurani, Adil, Beradab, Jujur, Cendekia, Mandiri dan Kerjasama. Kurikulumnya adalah Hermenitika Hidup berlandaskan Pancasila. Tujuan pendidikannya adalah Memperoleh hidup selamat, sejahtera seutuhnya lahir-bathin serta dunia-akhirat.

    ReplyDelete
  3. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    setelah memabaca artikel tenatng pendidikan kontemporer di indonesia, saya jadi mengetahui permsalahan indonesia khususnya masalah pendidikan di ndonesaia yang multi dimensi, masakah yang multi dimensi adalah masalah yang muncul dari bebagai aspek, masalh penddiikan dilihat dari UN, dilihat dari kurikulum yang memuat motif para pembuat kebijakan, guru yang tidak membuat karya seperti modul LKS sendiri untuk peserta didiknya karena pemerintah sudah membuatakan bukunya buku K13, padahal guru kuliah dan belajar untuk membuat LKS, belajar metode dan pendekatan untuk pelaksanaan pembalajran yang di muat di LKS, semuanya hilang ketika guru tidak dituntut untuk membuat LKS, padaha lyang tau kondisi siswa dan kelas adalah guru bukan pemerintah, damn LKS yang dibuat itu kan haruis sesuai dengan keadaan siswa dan kelas seta budayanya. terimakasih pak

    ReplyDelete
  4. Artikel ini menjelaskan bahwa, politik pendidikan kontemporer Indonesia menjadikan Indonesia sebagai investasi, kurikulum sebagai instrumen. Egosentris Elitisme populasi, oleh karena itu megaproyek besar apapun, seberapa besar usaha melakukan inovasi Pendidikan dan pembelajaran akan kandas dan tidak berhasil. Ini kan jadi renungan kita semua

    ReplyDelete
  5. Artikel ini menjelaskan bahwa, politik pendidikan kontemporer Indonesia menjadikan Indonesia sebagai investasi, kurikulum sebagai instrumen. Egosentris Elitisme populasi, oleh karena itu megaproyek besar apapun, seberapa besar usaha melakukan inovasi Pendidikan dan pembelajaran akan kandas dan tidak berhasil. Ini kan jadi renungan kita semua
    Miftahir Rizqa
    Pep 2016
    16701261027

    ReplyDelete
  6. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Diambang era globalisasi, gejolak perubahan semakin meluas cakupannya hingga cepat merambah dan pasti di dunia pendidikan. Tidak menjadi masalah bagi mereka yang siap menerima dan menghadapi era globalisai atau kontemporer ini. Tetapi di sisi lain, bagi mereka yang belum atau tidak siap menghadapi era tersebut, menganggap globalisasi adalah momok yang sangat luar biasa beratnya. agi negara-negara yang tidak mampu menguasai teknologi, telah dijadikan pasar dari hasil industri sekaligus sumber bahan-bahan mentah oleh negara-negara industri. Dengan demikian telah terjadi eksploitasi dari negara-negara industri terhadap negara-negara yang tidak mampu mengembangkan industrinya sendiri.

    ReplyDelete
  7. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Konsep Prof. Marsigit tentang politik pendidikan indonesia bertema ”Pendidikan Demokrasi Pancasila” merupakan solusi konkret dari krisis multidimensi yang menggerogoti ke-Indonesiaan kita. Kita pahami bersama bahwa sesungguhnya akar dari pendidikan Nasional adalah dasar negara itu sendiri yaitu Pancasila. Selama ini cita-cita tertinggi negeri ini yang dituangkan dalam 5 sila tersebut, hanya jadi slogan yang teramat jauh dari realitas kehidupan bangsa. Di dunia pendidikan, idealisme bangsa ini hanya menjadi teks hafalan semenyara pada level acara resmi kenegaraan ia hanya jadi bagian dari seremoni belaka. Padahal negeri dan masyarakat Indonesia tidak hanya butuh seremoni tapi lebih butuh perwujudannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara ini butuh jiwa-jiwa pancasila, jiwa-jiwa yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan golongannya saja apalagi pribadinya. Dan hal ini yang menjadi tantangan pendidikan nasional, bagaimana mampu mentransformasi esensi pancasila ke dalam jiwa generasi bangsa sehingga menjadi pemimpin-pemimpin-pemimpin yang mampu mengobati kehausan masyarakat akan perwujudan 5 sila cita-cita bangsa.

    ReplyDelete
  8. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Tata Nilai adalah serangkaian kualitas kesucian, keagungan, kemuliaan, keluhuran, kebenaran,kebaikan, keindahan, kepatutan, kelayakan, dan kebergunaan yang saling berkaitan satu samalain secara terpadu, selaras, serasi, dan seimbang. Tata Nilai udaya Yogyakarta adalah tatanilai budaya !awa yang memiliki kekhasan semangat pengaktualisasiannya berupa pengerahan segenap sumber daya (golong gilig) secara terpadu (sawiji) dalam kegigihan dan kerja keras yang dinamis (greget), disertai dengan kepercayaan diri dalam bertindak (sengguh), dan tidak akan mundur dalam menghadapi segala resiko apapun (ora mingkuh)" Ini adalah konsep yang diberikan oleh Hamengkubuwono X. Tata inlay cukup elegan dan mengikuti budaya kita, apabila kita mampu mengikui maka sempurnalah kita sebagai warga.

    ReplyDelete
  9. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Politik dan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia belum menggambarkan pola dan struktur yang konsisten, kompak dan komprehensif; struktur yang demikian, secara filsafati dikatakan sebagai sebuah struktur yang belum sehat atau tidak sehat. Di dalam pola dan struktur yang tidak sehat, terdapat komponen satu dengan yang lainnya tidak konsisten dan tidak konformis bahkan bertentangan. Politik Pendidikan tidak selaras dengan Filsafat dan Ideologi Pendidikan. Implementasi Politik Pendidikan Kontemporer Indonesia merepresentasikan Filsafat Esensialisme, Realisme, dan Eksistensialisme. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita justru jauh dari Ideologi Pendidikan kita. Perubahan kurikulum yang dianggap hal yang biasa ini sangat tidak dibenarkan karena memakan kurban cukup banyak.

    ReplyDelete
  10. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Politik Pendidikan Pancasila semestinya menjadikan Pancasila sebagai sumber dan landasan bagi pengembangan Kurikulum di semua tingkat pendidikan. Karakter Indonesia seyogyanya dapat digali dan dikembangkan dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Sangat bangga dengan Pancasila karena sungguh didalamnya sangat lengkap apa yang kita miliki karakter bangsa kita ada di situ semua bahkan bahkan hubungan denganNya juga masuk didalamnya, dengan lima sila itu semua kehidupan dunia menuju akherat lengkap sudah, harusnya kita bangga dan politik pendidikan kita berlandasan Pancasila. Saya sangat setuju dengan Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  11. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam mengobati suatu penyakit, maka kita harus mendiagnosanya terlebih dahulu, agar kita tidak keliru dalam memberikan obat. Kekeliruan diagnosa, maka akan berakibat kepada keliru dalam memberikan pengobatan.
    Begitu pula dalam menangani krisis multidimensi saat ini, maka diagnosa harus dilaksanakan dengan hati-hati agar solusi yang diberikan tmerupakan solusi tuntas.
    Menurut saya, krisis multi dimensi saat ini akibat dari penerapan sistem kapitalis-sekuler, karena sistem ini merupakan sistem buatan manusia yang memiliki pemikiran yang lemah dan terbatas dan bersifat destruktif. Ketika manusia membuat peraturan terutama dalam pengaturan masyarakat, manusia memerlukan “bimbingan” dari Ahli-nya. Manusia tidak hanya mengandalkan kemampuan berpikirnya, karena yang mengetahui seluk-beluk kehidupan manusia hanyalah Sang Pencipta. Maka, solusi yang diberikan pun harus dikembalikan kepada aturan Allah SWT Sang Pencipta manusia dalam segala aspek kehidupan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  12. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Salah satu solusi untuk mngatasi krisis multi dimensi di Indoesia ialah dengan mengembangkan Sistem Pendidikan Nasional agar mampu mengembangkan hakikat keilmuan sebagai saintifik-spiritualisme yang didukung dengan kurikulum yang mampu mewadahi hermenitika hidup seutuhnya berdasarkan pancasila. Penerapan prinsip yang asli dari Indonesia yaitu Prinsip Ki Hajar Dewantara akan mengarahkan pendidikan untuk memeroleh hidup selamat, sejahtera lahir-batin dan dunia-akhirat.

    ReplyDelete
  13. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013
    Pendidikan kontemporer harus menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan sistem pendidikan yang berwawasan global agar menghasilkan out put (lulusan) dari lembaga pendidikan yang lebih bermutu, supaya mereka percaya diri dalam menghadapi persaingan global, dan mengedepankan metode interdisipliner, interkonektifitas.

    ReplyDelete
  14. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dari beberapa perubahan kurikulum setiap terjadi pergantian pembuat kebijakan, memberikan gambaran belum adanya model pendidikan yang ideal di negara kita. Pendidikan di Indonesia dengan pendekatan filsafat, politik dan ideologi. Telaah filsafat telah memberi petunjuk adanya aliran-aliran pemikiran dalam sejarahnya, sedangkan politik dan ideologi telah memberikan konteks, persoalan dan solusinya. Terdapat benang merah secara filsafati, politik dan ideologis bahwa persoalan multidimensi bangsa Indonesia secara hermeneutika dapat didekati menggunakan narasi-narasi besar dunia di satusisi, dan di sisi lain dapat didekati menggunakan dialog kecerdasan lokal (local genious).

    ReplyDelete
  15. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Dunia pendidikan Nasional kita masih berorientasi proyek daripada membangun sebuah sistem pendidikan yang handal. Problematika yang diungkapkan oleh Prof. Marsigit meneguhkan bahwa kondisi pendidikan kita saat ini sedang "sakit kronis". Pembuat kebijakan lebih asyik membuat mega-mega proyek dibandingkan melihat apa kebutuhan dan kekurangan riil pendidikan kita untuk kemudian diberikan solusinya.

    ReplyDelete
  16. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Pendidikan Demokrasi Pancasila merupakan salah satu solusi untuk memajukan pendidikan yang ada di Indonesia dimana saat ini pendidikan yang terjadi masih bersifat kontemporer. Dengan adanya Pendidikan Demokrasi Pancasila yang melihat Pancasila sebagai tolak ukur dari perwujudan bangsa dengan 5 silanya maka pendidikan akan menjadi satu untuk terus bersaing di era global.

    ReplyDelete
  17. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016


    Sistem pendidikan seharusnya memposisikan siswa sebagai subjek didik yang dapat membangun sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman kehidupannya dengan memanfaatkan seluruh sumber belajar yang ada. Metode pembelajaran yang disusun dan diterapkan juga harus benar-benar meningkatkan dan mengukur kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  18. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mempelajari Filsafat untuk menggapai kebijaksanaan. Aliran-aliran filsafat yang terdiri dari berbagai cabang semakin menambah khazanah filsafat itu sendiri hingga bermuara pada lautan kehidupan kontemporer. Sehingga pada akhirnya “aku tidak mengerti apa-apa” membuat kita tidak bertindak radikal terhadap satu aliran filsafat saja, karena kita telah memahami cara jalan berpikir mereka masing-masing, dan jalan pemikiran mereka itu tidak ada yang salah dan tidak ada pula yang benar. Mereka para pencipta aliran filsafat memiliki dasar dan dalil masing-masing untuk menguatkan aliran filsafat mereka masing-masing.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari elegi diatas saya mendapat gambaran bagaimana politik pendidikan kontemporer di Indonesia. Indonesia dipandnag sebagai suatu investasi, kurikulum sebagai instrument. Egosentisme kelompok penguasa dan pengusaha menjadi akar kandasnya berbagai program dan inovasi pembelajaran di Indonesia.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  20. Kemerosotan secara gradasi (grading-degrade) dari level akademis maupun non akademis yang berlangsung selama banyak kurikulum yang sudah berjalan. Salah satu permasalalhan besar yang ada adalah terletak pada kenyataan bahwa jumlah sumber-sumber yang tertera dalam kurikulum sangat sedikit, maka waktu yang diperlukan untuk belajar juga terlalu singkat bagi siswa-siswa untuk dapat menguasai materi-materi yang seringkali sulit untuk dipahami dan diterapkan dalam proses belajarnya, tentang aspek-aspek tinggi ilmu filsafat pada usia yang relatif muda dan belum matang sebenarnya perlu ditingkat secara hirarkis. Hal ini pada gilirannya menjadikan belajar lebih banyak bersifat studi tekstual dari pada pemahaman pelajaran yang bersangkutan. Hal ini menimbulkan dorongan untuk belajar dengan memorizing daripada pemahaman yang sebenarnya.
    Kurikulum yang diimplementasikan kadang kala kurang tepat bagi siswa atau sekolah justru akan memberi masalah baru dalam dunia pendidikan, karena kurikulum baru belum tentu sesuai dengan siswa atau dapat di terima siswa tersebut bahkan mungkin siswa ustru tidak siap dengan sistem baru yang mungkin dapat menyusahkan mereka, lalu mengapa sistem pendidikan di indonesia hampir sering di gonta ganti, mengapa sekolah atau lembaga pendidikan tidak memfokuskan diri pada satu sistem atau kurikulum supaya siswa dapat menyesuaikan dan menerima sistem tersebut dengan baik.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ** Terimakasih Prof. Igit, akhirnya setelah genap kuliah 3 bulan akhirnya saya bisa menghapal nomor NIM saya melalui komentar-komentar ini!
    *cheers!

    ReplyDelete
  21. Tentu sudah banyak permasalahan yang berkembang di dunia kependidikan, salah satunya mendengar berita tentang sekolah roboh, atau sekolah rusak karena bangunannya yang sudah lapuk namun tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Inilah salah satu bukti betapa Rendahnya Kualitas Sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.
    Dikomparasikan dengan keadaan pendidikan di Indonesia yang bertolak belakang, di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, pasokan dana yang digulirkan pemerintah tidak tanggung-tanggung. Kemeiringan implementasi pendidikan perlu diratakan dan dikompleksikan dengan metode paling mudah sampai paling tepatnya. Masyarakat di daerah terpencil butuh asupan kesejarteraan melalui dana pemerintah dalam penyegeraan dana dan pembangunan berkelanjutan.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  22. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    UN merupakan salah satu penilaian yang berskala nasional. UN kerap menjadi momok dan ditakuti para siswa. Semua Guru, kepala Sekolah,tak terkecuali keluarga, orang tua, kakak, dan famili semuanya +engkondisikan bahwa mengalami kegagalan menenpuh UN adalah kegagalan hidup.Mereka tertekan dengan beratnya tanggungan untuk lulus UN.

    ReplyDelete
  23. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendidikan itu penting. Semua orang berhak memperoleh pendidikan, entah pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan non formal. Pendidikan merupakan program yang dikaitkan dengan keadaan atau usaha hidup seseorang atau kelompok orang. Maka Pendidikan yang baik adalah Pendidikan yang menjamin hidup akan lebih hidup, dalam segala aspek dan dimensinya.

    ReplyDelete
  24. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Sudah sepantasnya politik pendidikan pancasila menjadikan pancasila sebagai landasan pengembangan kurikulum dalam setiap tingkatan pendidikan. Karena, berangkat dari pendidikan pancasila dalam pembuatan kurikulum akan menjadikan implementasi kurikulum sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam jati diri bangsa. Selain itu, dalam mengembangkan nilai-nilai pancasila sudah sepantasnya Indonesia turut memperhatikan nilai-nilai spiritual yang juga terkandung dalam pancasila.

    ReplyDelete
  25. Nizwa Ayuni: Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Pendidikan merupakan bagian dari praktek kultural maupun proses transformasi sosial. Pada umumnya praktek penyelenggaraan pendidikan dalam suatu masyarakat dilatar belakangi adanya pertimbangan-pertimbangan subyektif masing-masing masyakat berupa filosofi, nilai-nilai, serta suatu prinsip yang dipilih. Sayangnya sistem Pendidikan Indonesia belum mempunyai bentuk yang jelas dikarenakan kita masih menjadi bangsa yang mencari bentuk. Tentunya semua masyarakat memiliki andil dalam memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, namun yang paling berpengaruh, seperti pemerintah, perlu mengarahkan kemana tujuan pendidikan kita. Adapun tujuan pendidikan sudah seharusnya selaras dengan falsafah kehidupan negara ini, yaitu pancasila. Pendidikan di Indonesia mengarah atau menuju public educator karena disana tercantum Politik Demokrasi sebagai starting pointnya; sebagaiman tercantum kita bercita-cita mewujudkan Demokrasi Pancasila. Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism ini lah yang sedang dipromosikan oleh pemerintah Indonesia dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  26. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sebagai bangsa kita masih belum terlepas dari krisis multidimensi. Krisis mutidimensi bangsa ditandai dengan beragam konflik dalam dimensi kehidupan. Kita tidak bisa terhindar dari masa kontemporer pendidikan, dimana teknologi berkembang dengan sangat cepat, tidak hanya orang dewasa yang menggunakan teknologi tetapi anak kecil juga sudah bisa menggunakan teknologi. Dalam dunia pendidikan saat ini, hasil UN sangat penting untuk menaikkan citra sekolah. Bangsa yang bdapat beratahan dalam dunia kontemporer adalah bangsa yang mampu secara dinamis dan kreatif menembus ruang dan waktu. Orang jahat akan tertangkap pada ruang dan waktu yang buruk sedangkan orang baik akan berada di dalam ruang dan waktu yang baik.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Bahwa anak-anak, kesenangan mereka hanya sampai kelas 1 SD, maksimal. Itu saya setuju. Karena di masa pra kelas 1 SD anak-anak sudah terbiasa akan gadget. Saat mereka menginjak ke bangku sekolah, mereka tidak siap dan pikirian mereka sudah dikuasai oleh gadget tersebut. Otak jadi -maaf- lamban berpikir. Saya menjumpai banyak fenomena anak menjadi sangat manja dan sangat tidak bisa menyerap pelajaran. Dijelaskan 5 kali pun, bahkan saya face to face ke dia, tidak mengerti dia. Untuk menghitung bilangan sederhana saja mereka harus mati-matian. Di dunia kontemporer saat semua serba kabel, pemikiran anak sudah tidak bisa berkembang seperti pikiran ilmuean zaman dulu yang secara alamiah kepandaian dapat terwujud.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Bahwa anak-anak, kesenangan mereka hanya sampai kelas 1 SD, maksimal. Itu saya setuju. Karena di masa pra kelas 1 SD anak-anak sudah terbiasa akan gadget. Saat mereka menginjak ke bangku sekolah, mereka tidak siap dan pikirian mereka sudah dikuasai oleh gadget tersebut. Otak jadi -maaf- lamban berpikir. Saya menjumpai banyak fenomena anak menjadi sangat manja dan sangat tidak bisa menyerap pelajaran. Dijelaskan 5 kali pun, bahkan saya face to face ke dia, tidak mengerti dia. Untuk menghitung bilangan sederhana saja mereka harus mati-matian. Di dunia kontemporer saat semua serba kabel, pemikiran anak sudah tidak bisa berkembang seperti pikiran ilmuean zaman dulu yang secara alamiah kepandaian dapat terwujud.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Bahwa anak-anak, kesenangan mereka hanya sampai kelas 1 SD, maksimal. Itu saya setuju. Karena di masa pra kelas 1 SD anak-anak sudah terbiasa akan gadget. Saat mereka menginjak ke bangku sekolah, mereka tidak siap dan pikirian mereka sudah dikuasai oleh gadget tersebut. Otak jadi -maaf- lamban berpikir. Saya menjumpai banyak fenomena anak menjadi sangat manja dan sangat tidak bisa menyerap pelajaran. Dijelaskan 5 kali pun, bahkan saya face to face ke dia, tidak mengerti dia. Untuk menghitung bilangan sederhana saja mereka harus mati-matian. Di dunia kontemporer saat semua serba kabel, pemikiran anak sudah tidak bisa berkembang seperti pikiran ilmuean zaman dulu yang secara alamiah kepandaian dapat terwujud.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  30. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Pendidikan kontemporer yang kita kenal saat ini, disadari atau tidak tengah menghadapi krisis multidimensi. Krisis multidimensi bangsa ditandai dengan beragam konflik dalam dimensi kehidupan tentang kekisruhan bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya sehingga pengkajian secara dalama tentang filsafat, politik dan ideologi khususnya di bidang pendidikan.
    Untuk menghadapi multidimensi tersebut, Indonesia harus mewujudkan poltik dan ideologi pendidikan berdasar kepada filsafat pancasila dan demokrasi UUD 1945. Dan penting disadari bahwa tujuan pendidikan adalah hidup selamat, bahagia dunia dan akhirat. Semoga pendidikan Indonesia makin baik dan membaikkan. Aamiin.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id