Aug 19, 2009

Improving Creativities and Understanding of Mathematical Concept for Junior High School Students Grade 2

Examination of Student Final Task
Name of Student: Heri Prasetyo
Departmen: Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State Yogyakarta
Address: Pagotan, Arjosari, Pacitan, East Jawa
Identity : 04301244051, HP: 081911551439
Supervisor: Edy Prajitno, MPd, Endang L,MS
Examiner : Dr Marsigit MA
Day/date: Wednesday, 19th August 2009
Time: 11.00

Chapter I

Title:
Improving Creativity and Understanding of Mathematical Concept through Contextual Approach for Junior High School Students Grade 2, SMP N I Arjosari Pacitan

Backgroud:
Results from observation :
The students were still passive in teaching learning process of mathematics; the level of students curiousity is still low; the students did not brave to deliver the questions; the students were still afraid and not confident to express their ideas; the motivation to solve problems using alternative method were still low; the students only copy the teacher's method.
When the teachers order the students to solve the problems, the students confused how to solve them; the students tended to wait teacher's initiative.
Students' perception:
Most of the students felt to have difficulties to understand mathematical concepts e.g. the students could not solve the problems after getting explanation from the teacher; the students felt to easily forgot mathematics concepts.
Teacher's perception:
The students had their difficulties in learning mathematics; there were the problems how to prepare the students to get high achievements in the national final examination (leaving examination).

Identification of the research's problems:
1. Students' passiveness in learning mathematics
2. Low motivation of students in learning mathematics
3. There are difficulties how to solve problems using various methods
4. Students lack of confident in delivering the question
5. Students curiosity were still low
6. Contextual approach is perceive as one alternative to improve students' creativity and understanding of mathematical concepts.

Limitation of problems:
Research was limited at teaching learning the Cube and Cuboid at the 2 grade of Junior High School.
The aspect of creativity covers (William in Munandar, 1992, p 88): thinking smoothly, thinking flexible, thinking originality, thinking specifically, taking the risk, challenging, curiosity, and respecting.
The aspect of understanding (Sri Wardani, 2006 p 8): representing the concepts, classifying the object in term of their characteristics, determining the examples as well as non-examples, employing and selecting certain procedure, applying the concepts to solving the problems.

Problems Formulation:
How to conduct teaching learning of mathematics through contextual approach which can improve students' creativity and understanding of mathematics of Grade 2 Students of Junior High School.

The Aim of the Research:
To improve students' creativity and understanding of mathematics through contextual approach which can improve students' creativity and understanding of mathematics of Grade 2 Students of Junior High School.

The Benefit of the Research:
1. To empower the teacher in teaching learning mathematics through contextual approach.
2. To empower the students' competencies in improving their creativities and understanding the concepts of mathematics.
3. To improve students' achievement in mathematics
4. To empower the school in innovating mathematics teaching learning process.

Chapter II: Theoretical Review
Definition of mathematics; Learning concept; Teaching learning concept
Creativity; Understanding the concept of mathematics, Contextual Approach

Chapter III: Method of Research
Type of research: Collaborative Class Room Action Reearch
Setting: Venue: SMPN I Arjosari, Pacitan; Time: March-April 2009
Subyect: 36 students of Grade 2 SMPN I Arjosari; 17 male students and 19 female students
Design of the research: Kemmis and Taggart model of CAR: Planning, Action, Observation, reflection
Instruments: Researcher, Questionnaire for students' creativities, Observation Sheet, Interview Guide, Field Note, and Test
Data collection: Observation, Interview, Docummentation,Questionnaire, Test
Analyses Data: Data Reduction, Table of Data, Triangulation of Data, Conclusion.
Indicators: Improvement the average of the percentage of aspects of students' creativity from Cyclus; Improvement the average of the percentage of students' understanding of mathematics from cyclus one to others.

Chapter V: Conclusion
1. Constructing the mathematical concepts: teaching learning process was started by contextual problems and employing concrets materials.
2. Finding out the mathematical concepts: through students works sheets which were developed based on contextual problems. These students works sheets were completed by cube and cuboid models.
3. Questioning the mathematical concepts: the students delivered the questions to their mates or teacher. The teacher should actively initiated to stimulate students' mathematical thinking.
4. Learning society: the optimum number of students in the group to actively discuss is 4 students.
5. Modeling of mathematical concepts: the models could come from the students when they present their answer in front of the class. Modeling could also come from the teacher.
6. Reflecting the results of learning: teacher conducted dialog with the students about the results of learning. The teacher could also give the students problems.
7. Authentic assessment: the teacher assess the students activity, their discussions, their presentations, and the results of students works sheets.

17 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Tahap kelas 2 SMP adalah tahap transisi dimana pelajaran matematika menjadi lebih abstrak daripada jenjang sebelumnya. Materi-materi nyata mulai berkurang dan mengarah ke sesuatu yang abstrak. Ini merupakan salah satu penyebab kepasifan siswa saat belajar karena mereka mulai pusing dengan matematika yang lebih kompleks. Untuk itulah peran guru dibutuhkan. Guru dapat membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan yaitu dengan menggunakan metode yang tepat. Semisal siswa diminta memahami suatu hal di dalam kelompok, siswa akan belajar berdiskusi dan menyelesaikan masalahnya bersama.

    ReplyDelete

  2. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Berdasarkan penelitian di atas, guru dapat menyelesaikan masalah siswa kurang aktif dengan menerapkan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual terjadi ketika guru berhubungan subyek dengan situasi dunia nyata, sehingga siswa termotivasi untuk membuat hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya untuk kehidupan mereka.

    ReplyDelete
  3. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Guru juga harus mampu mengajar siswa beragam kehidupan konteks, menekankan pemecahan masalah, mendorong siswa untuk belajar dari satu sama lain dan bersama-sama, dan mengajar siswa untuk memantau dan mengarahkan pembelajaran mereka sendiri sehingga mereka menjadi peserta didik mandiri dan percaya diri.

    ReplyDelete
  4. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Adanya peningkatan dari penelitian diatas tidak lepas dari upaya seorang guru dalam melakukan oberservasi di dalam kelas dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa hal ini senada dengan salah satu printis bidang psikologi pendidikan wilam james yang menekankan pentingnya melakukan pengamatan belajar mengajar di dalam kelas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Terkait penelitian di atas krtik membangun alangkah baiknya dijelaskan sedikit lebih rinci lagi terkait penerapan benda-benda konkret yang dijadikan sebagai alat dalam membatu siswa memhami konsep matematika.

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Guru sangat penting di dalam sebuah pembelajaran. Karena itu menjadi faktor utama dalam meningkatkan dan pemahaman konsep di dalam belajar matematika. Salah satunya dengan menerapkan proses pembelajaran kontekstual yang mana sistem pemebelajaran tersebut dapat membuat siswa lebih aktif, baik dalam belajar, bertanya serta mengerjakan tugas. Dengan begitu pola pikir siswa dapat lebih cepat matang agar bisa memecahkan masalah matematika. Baik guru dan siswa juga harus bisa saling berkomunikasi dengan baik serta menjalin sebuah hubungan timbal balik dalam kegiatan proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  6. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari penelitian di atas terlihat beberapa permasalahan yang terjadi di kelas yaitu, siswa masih pasif dalam pembelajar matematika, motivasi siswa yang rendah, kesulitan siswa dalam memecahkan permasalahan matematka dengan berbagai metode, kepercayaan diri siswa yang rendah dalam bertanya, rasa ingin tahu siswa masih rendah. Permasalahan-permasalahan tersebut sangat sering dijumpai di dalam kelas pada umumnya. Kemudian salah satu solusi dari permaslahan di atas adalah dengan menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika di kelas.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Dalam mengikuti pembelajaran matematika ada banyak sekali peserta didik yang memiliki motivasii yang rendah, kesulitan memahami permasalahan bahkan rasa ingin tahu peserta didik begitu rendah. Hal ini bisa jadi dikarenakan peserta didik belum memahami pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan peserta didik mengesampingkan matematika atau bahkan banyak peserta didik yang tidak tahan dengan pembelajaran matematika yang begitu abstrak. Oleh sebab itu suatu pendekatan pembelajaran yang dapat menjembatani konteks dengan aktivitas matematis peserta didik perlu untuk di terapkan. Pembelajaran matematika realistik atau pembelajaran kontekstual kiranya dapat menjadi pilihan tentunya disertai kombinasi dengan setting kelas yang tepat.

    ReplyDelete
  8. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan penelitian di atas, Para siswa masih pasif dalam proses belajar mengajar matematika; tingkat keingintahuan siswa masih rendah; siswa tidak berani untuk memberikan pertanyaan; siswa masih takut dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan ide-ide mereka; motivasi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan metode alternatif yang masih rendah; siswa hanya menyalin metode guru. Sehingga dalam hal ini adalah PR untuk para calon guru dan guru yang ada untuk meningkatkan hal-hal tersebut dan membuat siswa menjadi lebih baik lagi. Maka dari itu, sebagai guru dan para calon guru tidak boleh malas-malas untuk memberikan inovasi dan kreatifitas yang ada

    ReplyDelete
  9. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Beberapa permasalahan yang terjadi di kelas di antaranya yaitu siswa yang masih pasif dalam proses belajar matematika, tingkat rasa ingin tahu siswa masih rendah, siswa tidak berani bertanya atau mengungkapkan pendapatnya, kurang percaya diri dalam berpendapat, dll. Seperti pada penelitian di atas bahwa permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan pendekatan kontekstual.

    ReplyDelete
  10. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, guru perlu melakukan suatu penelitian untuk mengamati apakah siswanya sudah mengikuti pembelajaran dengan baik atau belum. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran oleh guru. Pada pendekatan kontekstual yang dilakukan oleh guru juga perlu menggunakan alat peraga yang mendukung.

    ReplyDelete
  11. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pembelajaran yang ideal merupakan tanggung jawab besar bagi pendidik atau guru untuk bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi khususnya yang berkaitan dengan siswa atau peserta didik. Metode-metode pembelajaran yang digagas oleh para ilmuan sudah begitu banyak salah satunya dengan pendekatan kontekstual.

    ReplyDelete
  12. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendekatan, metode, strategi yang digagas oleh orang-orang terdahulu telah diuji dan dibuktikan berdasarkan kondisi dan situasi ditempat pengujian, lalu bagaimana dengan ruang dan waktu yang berbeda ? Tentu saja jawabannya berbeda juga. Pendekatan kontekstual bisa dimanfaatkan pada konteks permaslahan diatas, namun masalah yang dihadapi juga beragam. jadi sebagai seorang guru harus mampu mengidentifikasi maslah yang ada dan mencari solusi yang terbaik.

    ReplyDelete
  13. Penelitian ini mampu memberikan gambaran action research yang pada intinya untuk improving keterampilan siswa untuk lebih baik.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP UNY

    ReplyDelete
  14. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251 037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Guru sebagai pendidik tentulah selalu berupaya untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika para peserta didik. Tetapi sebelum upaya itu direalisasikan, guru terlebih dahulu harus melihat apa yang menjadi akar permasalahan yang membuat siswa kurang kreatif dan kurang memahami konsep matematika. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya ketidakpedulian siswa dalam pembelajaran matematika, motivasi yang rendah dari siswa dalam belajar matematika, siswa kesulitan bagaimana memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai metode, siswa kurang percaya diri dalam memberikan pertanyaan, rasa ingin tahu siswa masih rendah. Berangkat dari hal ini guru dapat mulai merumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika para peserta didik.

    ReplyDelete
  15. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Teori konstruktivis menjadi skema besar yang melahirkan salah satunya pembelajaran kontekstual. Proses pembelajaran terjadi ketika guru dapat menyajikan informasi dan siswa dapat membangun makna berdasarkan pengalaman mereka sendiri. CLT merupakan salah satu pendekatan yang baik dalam metode pembelajaran. Karena siswa dapat lebih aktif dan membangun konsep mereka sendiri sehingga mereka dapat mengingat dan memahaminya dengan baik. Dan dari artikel ini, juga bukti bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa.

    ReplyDelete
  16. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Membangun konsep matematika melalui proses belajar mengajar dimulai oleh masalah kontekstual dan menggunakan bahan konkret. Dengan demikian, siswa lebih bisa memahami dan aktif untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam pembelajaran melalui diskusi kelompok yang sebaiknya terdiri dari 4 siswa dapat saling membantu untuk memahami materi

    ReplyDelete
  17. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Tugas seorang pengajar dalam pengajarkan matematika pada peserta didik adalah mengkontekstualkan materi matematika yang abstrak sehingga dapat diterima dengan baik oleh para peserta didik. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivistik tentang bagaimana peserta didik dapat menerima matematika sesuai dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga muncullah rasa ketertarikan dengan matematika karena matematika tidak lagi merupakan hal yang menakutkan melainkan ada dan sangat membantu mereka di dalam kehidupannya sehari-hari.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id