Oct 17, 2015

ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT

Minggu, 27 September 2015
Refleksi Pertemuan Ketiga



ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT
Oleh : Tri Kurniah Lestari, S.Pd.
(15709251065)
http://trikurniahlestari-ririn-mpm.blogspot.co.id/2015/09/refleksi-pertemuan-ketiga.html#more

Bismillahirrahmanirahim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu

Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada selasa tanggal 22 September 2015 jam 11.10 sampai dengan 12.50 diruang 305b gedung lama Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Prodi Pendidikan Matematika kelas a pada matakuliah Filsafat Ilmu dengan dosen pengampuh pak Marsigit. Perkuliahan ini diawali dengan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dibuat setiap minggunya.

Sistem perkuliahan masih sama seperti 2 pertemuan sebelumnya, yaitu lebih banyak mendengar dan merekam apa yang disampaikan oleh Bapak. Topik yang dibicarakan saat ini yaitu membahas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara lisan. Beliau juga menyampai informasi seputar Facebook beliau, kemudian beliau juga memberitahukan bahwa ada dua orang yang hasil refleksi pertemuan keduanya telah di postkan ke Facebook beliau, karena beliau menganggap hasilnya cukup baik.

Pertanyaan secara lisan untuk pertamakalinya di sampaikan oleh bu Retno Kusuma Dewi, petanyaan beliau yaitu : “Menurut sudut pandang filsafat memahami tentang kehidupan kenapa kok kira-kira siswa sekarang ini cenderung memilih hal mudah?, mudah maksudnya segala sesuatu yang instan”

Setelah mendengar pertanyaan yang disampaikan, pak marsigit kemudian menjawab : “Jadi gini bu, ibu meluncurnya telalu tajam, dari filsafat sampai ke siswa, tetapi selain meluncur terlalu tajam ada pantulan yang bagus yaitu budaya instan, anda semua perlu membaca di akademia edu mengenai narasi besar ideology dan politik pendidikan dunia, itu saya uraikan persis dari jaman Yunani sampai jaman sekarang, sehingga kita bisa mengetahui alasan dan sebab-sebab adanya budaya instan, ceritanya panjang dan disamping cerita panjang disitu juga memerlukan pengetahuan-pengetahuan lain. Uraian saya tidak membosankan karna disajikan dalam bentuk power point, sehingga dapat dibaca sekilas saja, ulangi kembali dan bisa menyimpulkan point-pointnya, ratusan ribu orang membaca, intisarinya sebetulnya merupakan atmosfirnya, kurun waktunya memang sampai pada kehidupan saat ini.”

Beliau menambahkan kembali “kalau memang ada yang mudah kenapa musti cari yang sulit, saya juga menjelaskan di kelas lain kalau itu tesis maka ada anti tesisnya. Anti tesisnya aku buat begini, kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah, didengar juga gak begitu jelas diucapkan juga gampang tapi dilaksanakan sangat sulit, silahkan anda uji diri anda dan dari dua kata itu, andai kata anda laksanakan maka dampaknya itu seluas dunia akhirat, karena secara psikologi antara yang pertama (sebelah kiri) : ‘kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit,’ dan yang kedua (sebelah kanan) ‘kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah’ saja sudah berbeda. Bila dilihat dari keadaannya dari segi pelakunya yang sebelah kiri tidak mau berjuang, nyaman dizona aman, tidak mau meningkatkan diri, santai, gampang menyerah, tidak ingin berkembang, tidak mau bekerja keras, motivasi kurang, difensif, tidak kreatif, masa bodoh, tidak cerdas, bodoh,termasuk juga cara yang singkat, dan budaya instan; semiliar pangkat semiliar pun belum bisa aku menyebutkannya, karna itu dunia, dunia si dia. Lawannya sebelah kanan memiliki keadaan yang kreatif, cerdas, pekerja keras, ulet, suka tantangan, ingin berkembang, ingin tahu yang tinggi, dan motivasinya tinggi. Jadi hidup itu adalah interaksi antara yang pertama dan kedua, hidup yang lebih baik adalah gejala dari yang pertama menuju yang kedua”.

Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh saudara Heru Tri Rizky Novi : “bagaimana tanggapan filsafat tentang pendapat ilham nokhen tentang penciptaan alam ini yang dalam konsep ada dan tiada?”

Bapak menyampaikan bahwa pertanyaan yang diajukan mempunyai maksud sama seperti bagaimana pandangan Agama tentang makhluk pertama manusia dan seperti temuan Darwin yaitu nenek moyang manusia itu adalah binatang (monyet). Sementara orang beragama  percaya bahwa nenek moyang manusia itu adalah manusia juga, nabi Adam AS. Darwin membuat teori evolusi, hukum sebab akibat, jika manusia itu setiap pagi belajar terbang selama hidupnya, begitu pula anaknya belajar terbang selama kurun waktu bermiliyar-milyar keturunan diharapkan suatu ketika manusia bisa terbang. Itu merupakan teori pengembangan potensi diri. Yang ditangkap oleh Immanuel Kant sebagai Teleologi, segala macam perkembangan masa depan masuk kedalam Teleologi. Jadi Teori Evolusi dasarnya adalah filsafat, segala sesuatu mengalami perubahan dan tidak ada didunia ini yang tidak mengalami perubahan, tapi pendapat seperti itu merupakan pendapat separuh dunia, karna separuhnya lagi memiliki pendapat bahwa sesuatu itu bersifat tetap, tidaklah sesuatu didunia ini yang tidak bersifat tetap. Masing-masing memiliki tokoh, yang tetap memiliki tokoh Permenides dan yang berubah tokohnya adalah Herakleitos, kemudian dari kacamata filsafat memandang bahwa ternyata hidup itu adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah, jadi hidup dapat di definisikan sebanyak yang ada dan mungkin ada.

Interaksi dari yang tetap dan berubah, kalau dilihat dari kacamata filsafat, pandangan yang tetap itu seperti cintaku tetap padamu istriku, keyakinanku tetap kepadamu Engkau wahai Tuhanku sejak aku lahir sampai mati pun tetap begitu dan tidak akan mengalami perubahan, sebelum dan sesudah dunia kiamat tetap saja aku ciptaan Tuhan, tetap begitu. Jadi dalam diri ini ada dua unsur yaitu ada yang tetap dan ada yang berubah. Hal tersebut berkaitan dengan mengidentifikasi objek filsafat, objek filsafat yang terdiri dari ada dan yang mungkin ada yang jumlahnya tak berhingga pangkat tak berhingga aku belum bisa mengidentifikasi sifat-sifatnya. Sifat yang penting adalah, ia memiliki sifat tetap atau sifat berubah, ternyata hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Itu lah hidup dan kalau tidak hidup berarti tetap didalam ketetapan contohnya seperti walau aku jadi istrimu aku masih tetap ingat pada pacar lama saya. Terjadilah kerusakan dalam kehidupan. Itu lah mengapa pentingnya mengalami perubahan, makanya penting juga manusia memiliki sifat lupa.

Didalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, yang benar atau yang tepat itu adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktu, dalam spiritual kebenaran bersifat absolut, agama itu dokma, suatu kebulatan yang harus dilaksanakan, kitab suci tidak bisa diotak-atik lagi, apakah ada amandemen Al Qur’an?, yang diamandemen itu  Undang-Undang Dasar, tidak ada amandemen al Qur’an, al Qur’an itu dokma yang sudah menjadi ketetapan (absolutely) dan harus laksanakan, serta percaya bahwa manusia memiliki nenek moyang yaitu Nabi Adam AS. Sekarang gunakanlah pikiran, orang silahkan saja membuat Teori, ambil contoh seekor tikus yang diberi radiasi nuklir, nanti pada suatu saat tikus yang diberi radiasi itu bisa menjadi mutan, bisa jadi kelinci dan bisa jadi yang lebih besar lagi seperti kelinci jumbo, karna mutan dipengaruhi radiasi nuklir. Coba dari jaman penciptaan sampai dengan sekarang itu radiasi nuklir dialam sebanyak apa sehingga bisa mempengaruhi jenis dan pola perilaku manusia, kita lihat saja nabi Adam AS. sebagai wadah memiliki banyak karakteristik, punya istri Hawa, dan punya anak-anak. Dari sisi agama dikatakan final, maka orang timur yang didominasi kehidupannya oleh agama biasanya pemikirannya final, sedangkan orang barat yang mengandalkan pikiran biasanya berpikir tebuka, terbuka di belakang atau open di bagian ended, maka ada metode pembelajaran open ended dengan metodenya adalah scientific. Jadi, timur dan barat memiliki beda kultur dan budaya. Secara agama, dogma dan ketentuannya harus diakui, kalau meyakini Tuhan harus lewat keyakinan hati, dan kalau hanya lewat pikiran untuk mencari Tuhan maka belum ada jaminan bisa menemukan Tuhan. Itulah kalau dunia barat menuju ketimur ketemu dengan imam Al-Ghazali, ‘jika engkau ingin bertemu Tuhanmu jangan kau pikirkan tapi kerjakanlah’, filsafat timur mengenalnya dengan ontology gerak, jadi jika ingin ketemukan Tuhan maka kerjakanlah, yang Kristen ke Gereja dan yang Islam ke Masjid, sholatlah kalau Tuhan mengijinkan insyaAllah pasti bisa bertemu Tuhan.

Dunia Barat dan Timur ada perbedaan nilai bijaksana. Bijaksananya dunia barat dalam keadaan masyarakat yang terbuka. Orang yang sedang mencari ilmulah yang bijaksana menurut versi barat, tetapi versi timur karna masyarakatnya sudah tertutup maka yang dikatakan bijaksana dalam versi timur adalah orang yang memberi ilmu. Maka tidak mudah jadi pejabat di Dunia Timur, karena harus bisa mensejahterakan rakyatnya kalau perlu memberi, jadi lurah kalau perlu berani tombok, kalau tidak manipulasilah yang terjadi, makanya korupsi tumbuh subur di dunia Timur, jadi nilai kebijakan di Dunia Timur itu harus mampu memberi. Bapak kembali memberi contoh “Umur 38 dulu saya kuliah di Inggris kemudian 47 saya kuliah filsafat di Gajah Mada, nah dikampung saya ditanyalah a: kok bapak tidak kekampus? Saya menjawab kalau saya kuliah, a: lah terus kalau bapak kuliah anak-anak bapak yang kecil-kecil mau di kasih apa pak ? diambil semua oleh bapak?” (dalam konteks bercanda). Orang tua kuliah itu di Timur canggung, sedangkan di dunia barat dikatakan bijaksana. Karna orang tua di Dunia Timur dianggap sudah saatnya memberi. Maka di Indonesia terjadi interaksi dan transisi budaya, yang pantas di pantas-pantaskan, bahkan yang kurang pantas di pantaskan juga.

Pak marsigit kemudian menceritakan tentang pengalaman beliau, Ketika beliau mengajar di S1, beliau mengajak seorang professor matematika dari salah satu perguruan tinggi terkenal di Amerika untuk ikut ke kelas dimana beliau mengajar, setelah selesai dosen tersebut bertanya kepada pak marsigit, “Pak Marsigit kenapa pada saat mengajar Matematika anda memulainya dengan berdoa?, apa hubungannya antara matematika dengan doa”, pak Marsigit agak kaget dengan pertanyaan dosen tersebut, kemudian pak Marsigit bertanya kembali “Apakah anda tidak percaya dengan Tuhan?”, dia menjawab “belum, karna saya tidak tahu”. Padahal umurnya sudah 60 tahun tapi belum mengenal Tuhan sehingga dia belum percaya, kemudian dia menambahkan “saya berusaha melakukan kegiatan setelah saya memahaminya”. Dari situ bisa tertangkap ketidak konsistenannya. Pak Marsigit bertanya kembali “kamu datang kesini apa tahu akan bertemu saya?”, dia menjawab “tidak”, lanjut pak Marsigit “berarti anda ngomongnya tidak konsisten, kenapa anda datang kesini padahal anda tidak tahu akan ketemu saya”. Jadi berpikir itu mudah sekali kalau ingin tidak konsisten seperti itu. Beliau mengatakan “untuk mengetahui Tuhan tidak cukup hanya dengan pikiran saja, tapi dengan hati, karna itu adalah ranah hati, itu kasusnya mengenai feeling “.  Itu merupakan salah satu contoh. Jadi kalau kita masuk kedunia internasional, itu menjadi sangat plural. Orang yang pecaya dengan Tuhan dan tidak percaya dengan Tuhan sama-sama punya hak. Karena disana adalah Liberal yang absolut, sama-sama punya hak untuk mengiklankan di Televisi tergantung bisa membayar saja, sebenarnya kalau kita tidak kuat atau memperkokoh diri dari sini maka semua perasaan, pikiran dan kebiasaan kita bisa habis disana.

Pertanyaan selanjutnya yaitu dari saudara Ricky yang mengatakan bahwa : “Menanggapi pernyataan yang  ada tadi, agama merupakan suatu dokma yang kita terima secara utuh, seperti halnya juga terhadap fisika, ilmu fisika dapat dibuktikan. Dalam teori evolusi Darwin belum ada bukti yang bisa diterima tapi kenapa bisa dipublikasikan seperti itu, mohon penjelasannya?”

Jawaban dari pak Marsigit : Pertama Teori bisa dikenal itu karna ditulis dan ada buku yang menjadi rujukan, kedua dipublikasikan, ketiga ada sponsornya dan dihidup-hidupkan, dan yang keempat memang ada manfaat. Memang ada manfaat, misalnya orang mau ke Jakarta juga butuh kendaraan dan kenapa harus dibuang motornya, padahal motor juga bermanfaat untuk mengantar ke stasiun kereta atau kebandara. Sama juga kalau kita berpikir tentang teori Big Bang, bermanfaat juga tapi pada level tertentu saja, yang kemudian orang bisa berpikir liar dan berpikir tanpa batas menyimpulkan dengan teori big bang bahwa alam semesta itu terjadinya begitu saja tidak perlu campur tangan Tuhan, tentu dari sisi spiritualitas itu adalah kesombongan yang luar biasa. Akhirnya, ketinggian ilmu dipakai untuk menyombongkan diri, bagaimanapun juga kita tetap manusia, sehebat-hebat apapun dia tetap manusia. Agar kita belajar filsafat ini tetap dalam koridor, tetapkan hati kita kalau sudah menyentuh seperti itu yah sudah cukup untuk pengetahuan saja bukan sebagai sesuatu yang harus kita yakini. Karena itu sudah merubah dunia, begitu kita yakin dan percaya tentang hal itu yang lain akan tereliminasi. Sama saja kalau kita membuka tabir siang maka tabir malam akan tereliminasi.

Jadi, telah diterangkan pada pertemuan yang lalu tentang objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada, semua yang engkau pikirkan apapun itu adalah sebuah wadah, wadah apapun yang ada dan meliputi yang  mungkin ada, ternyata dia juga merupakan isi, rambut berwarna hitam, rambut itu wadahnya sedangkan hitam itu isinya, itulah sebenar-benar wadah adalah subjek dan isi adalah predikat,maka tidak akan pernah didunia ini predikat sama dengan subjeknya, tidak akan pernah warna hitam sama dengan rambut, karna rambut mempunyai sifat tidak hanya hitam, bisa hitam ringan, hitam lebat, panjang, pendek, semiliar pangkat semiliar aku belum bisa menyebutkan sifat-sifat rambut itu. Ternyata sifat-sifat rambut yang merupakan isi dari rambut merupakan wadah juga, hitam kelam, selamanya hitam tidak sama dengan kelam, dan kelam adalah salah satu sifat dari hitam.”Hitam kelam banget”, selamanya kelam tidak sama dengan banget, karna banget merupakan salah satu sifat dari kelam. Jadi, dunia itu berstruktur, salah satu struktur memiliki dua komponen, pengertian apapun komponennya dua yaitu wadah dan isi. Rambut itu isinya kepala, kemudian isinya kepala itu banyak ada kutu, belalang, kepala merupakan isi dari bagian tubuh, demikian seterusnya dan kalau dinaikkan kearah spiritual, wadah dan isi yang berpangkat tadi lama-lama terangkum menjadi satu yaitu kuasa Tuhan yang Esa.

Orang didunia yang sifatnya plural tapi bersikap tunggal dalam filsafat disebut fatal, itulah kaum fatal yang hidupnya seratus persen digantungkan pada takdir, misalnya ditanyakan a: kamu punya uang b?, b: kalau Tuhan mengijinkan akan datang dengan sendirinya, a: tadi motormu dicuri kamu nanti gak bisa pulang b: kalau Tuhan menghendaki nanti motornya kembali. Beliau mengatakan “saya pernah kethailand dengan pejabat, tapi pejabat ini agak sedikit fatal, a: pak laptopnya disimpan pak atau dibawa, b: kalau memang nasibnya hilang ya hilang kalau gak ya nggak, a: kalau orang yang pemikirannya beda dengan bapak gimana, nanti kalau hilang beneran gimana ? b: iya ya”. Urusan akhirat fatal, urusan dunia fital, ternyata susah untuk mendefinikan hidup, bahwa sebenar-benarnya hidup adalah interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati, itu sudah kodratnya berinteraksi seperti itu, sifat yang ada dan mungkin ada, kalau ada yang bersifat tunggal itu disebut monoisme disingkat monisme. Monisme itu urusan langit, seperti pertanyaan bu Retno tadi, satu sisi sibuk dengan urusan dunia. Indonesia ini negeri pancaroba (negeri peralihan), apapun ada di Indonesia yang Fatal maupun Vital. Teknologi mengefektifkan dan mengefisienkan urusan dunia, harapannya syukur-syukur bisa mensuport urusan akhirat. Di negri yang paling fatal seperti Birma negri para biksu, biksu tidak butuh apa-apa cukup makan dari pemberian orang-orang disekitarnya, tapi akhir-akhir ini ada hal lucu di Birma, para biksu demo minta listrik, disini dapat terlihat jebolnya tembok pertahanannya dan sudah mulai dipengaruhi capitalism.

Yang ada tadi didalam dan diluar pikiran, yang ada bersifat tetap dan berubah, dan yang ada bersifat satu dan banyak, dari sekian sifat itu mari kita identifikasi kaitannya dengan yang ada didalam dan diluar pikiran. Yang tetap berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Yang tunggal ini ada didalam pikiran, tergantung levelnya, misalnya wanita, kalau didalam pikiran wanita hanya ada satu, kalau diturunkan kebawah wanita itu adalah istri. Istri yang satu itu didalam pikiran. Yang tadi malam ditemui, sekarang di kantor, yang dirumah juga merupakan istri. Contohnya banyak tapi dalam pikiran istri cuma ada satu, dari situlah lahir berbagai macam aliran filsafat.

Pertanyaan berikutnya dari saudari Ulin yang mengatakan “Berkaitan dengan takdir-takdir, ada takdir yang memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT., salah satunya kematian, cara kematian itu berbeda-beda pak ada yang dibunuh diri, ada yang dibunuh, ada yang kecelakaan dan lain-lainnya, yang ingin saya tanyakan mengenai bunuh diri pak, kalau orang bunuh diri itu apakah sudah ketetapan dari Tuhan, kalau memang sudah ketetapan dari Tuhan, dalam islam bunuh diri itu termasuk dosa pak, apakah amal-amalnya sia-sia pak?”

Cara pandang berdimensi yang dipandang pun berdimensi itulah filsafat kemudian di interaksikan dan dari sisi spiritual jelas tadi anda sudah katakan bahwa bunuh diri itu dosa, cara pandang kita bukan seperti itu kalau berfilsafat. Dalam filsafat takdir itu adalah sesuatu yang sudah terjadi, karna itu merupakan pikiran manusia. Kalau dinaikan sedikit ke spiritual, takdir itu bukan yang sudah terjadi saja tetapi yang akan terjadi pula, sekarang kata-katanya dibalik pasti benar bahwa yang terjadi itulah takdir, lebih baik saya katakan yang kedua dari pada yang pertama, yang kedua adalah yang terjadi sudah pasti takdirnya, maka yang belum terjadi masih bisa diikhtiarkan. Hubungannya dengan fatal dan fital yaitu fatal itu takdirnya dan fital itu ikhtiarnya, manusia bisa berikhtiar karna manusia punya potensi dan hidup manusia tidak bisa lepas dari takdir. Tidak bisa anda berikhtiar untuk menentukan hidup diri anda atau anak anda besok, misalnya anda membuat proposal anak anda besok lahir dengan berjenis kelamin laki-laki, tampang sekian, berat segini, dengan rambut seperti ini, mengajukan proposal kepada Tuhan, coba saja apakah akan sesuai dengan selera anda atau tidak. Yakinlah bahwa Tuhan akan membuat jalannya sendiri. Kalau bisa seperti itu “pasti saya sudah pesan sama Tuhan, dilahirkan dari Rahim ratu Elisabeth supaya mendapat warisan istana Backingham”, ternyata hidup itu pilihan tapi yang memilih itu Tuhan, kita tidak bisa memilih kita lahir dari Rahim siapa. Tiga hal yang pokok yaitu lahir jodoh dan kematian, itu sama beratnya, oleh karena itu jangan main-main tentang jodoh karna sama beratnya dengan lahir dan kematian, barang siapa yang bermain-main tentang jodoh, dia akan menderita kesedihan seperti setara dengan menghadapi kematian. Dari sisi agama itu adalah rasa bersyukur, karna yang terbaik seperti itulah. Pikiran ini bersifat parallel yang ingin diucapkan begitu bayak dan sudah menyundul-nyundul dikepala, tapi mulut bersifat seri jadi satu persatu kalimat saling bergantian dikeluarkan. Sehingga dikatakan bahwa manusia hidup karena tidak sempurna. Dalam berkata saja masih harus memilih kata-katanya. Maka sebenar-benarnya hidup itu adalah pilihan. Sungguh manusia itu tidak pernah adil, dia tidak bisa melihat kebelakang karena matanya hanya ada didepan. Manusia itu terpilih, dalam filsafat disebut sebagai aliran Reduksionisme. Manusia itu terpilih atau dipilih. Penglihatan, nafas, hidup semua dipilih. Jadi manusia hidup karna pilihan.

Pertanyaan berikutnya di sampaikan oleh Ricky, “Tadi bapak mengatakan bahwa istri bapak cuma satu dipikiran bapak, bagaimana dengan yang berpoligami? Apakah istrinya cuma satu saja dipikirannya dan yang lain menjadi contoh atau sudah berganti lebih banyak lagi pak?”

Dari sisi filsafat itu level pemahaman tadi, dari mana aku mau mengklaim yang satu itu, kalau aku naikan bahwa yang satu itu istri dan turunkan bahwa empat istri itu adalah contoh, tapi tetap saja dalam pikiran saya istri cuma satu sebagai wadah, sedangkan empat tadi adalah isinya. Yang empat tadi memiliki contoh-contoh yang lainnya. Itulah level pemahaman, dimensi berpikir dan dimensi hidupnya. Hidup ini memang berlevel, tapi kalau sudah sampai kebawah (istri yang ke satu, dua, tiga dan empat) itu sudah temasuk kedalam aspek psikologis, tergantung pada psikologi orang yang mengalaminya.

Pertanyaan selanjutnya ditanyakan oleh saudari Azmi, “pak apakah filsafat itu bertentangan dengan motivator?, tadikan kata bapak kalau segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan oleh Tuhan, sedangkan motivator itu punya target untuk berubah dan menuju kesempurnaan.”

Segala sesuatu itu berpasang-pasangan dan selalu mencari jodohnya, setiap yang ada dan mungkin ada itu adalah tesis, dan selain yang ada satu itu merupakan anti tesisnya, diriku merupakan tesis, maka semua selain diriku merupakan anti tesisnya. Dalam agama semua ketetapan yang telah diatur merupakan tesis sedangkan anti tesisnya merupakan ikhtiar. Tesisnya takdir maka anti tesisnya fital, tesisnya fatal maka anti tesisnya potensi, sehingga motivator itu mengembangkan potensi supaya manusia itu punya potensi, dan sebenar-benarnya hidup adalah berkembang menjadi suatu potensi dari ada menjadi pengada melalui mengada. Maka segala sesuatu yang berubah diikhtiarkan semua keatas, disitulah duduk yang namanya keikhlasan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Kalau kita lihat diruangan ini terdapat bermilyar-milyar keikhlasan, terjadinya kaca dan tembok yang sempurna  berasal dari bahan mentah hingga proses pembuatannya itu adalah keikhlasan. Jadi namanya keikhlasan adalah terwujudnya pengada (wadah) dari yang ada melalui mengada (ikhtiar). Selaras dan terangkum yang namanya motivator itu. Apa bedanya motivator dan filosofer? Kalau motivator itu sudah turun sedikit kemudian datar untuk kontrol dan kendali, apa bedanya Filosofer dan Psykologi ? sama. Seorang filosofer itu duduk di lobi dan melakukan refleksi, dia tidak masuk gang-gang sempit yang didalamnya ada psykologi, matematika, dan ilmu-ilmu lainnya.

Kemudian pertanyaan terakhir berasal dari saudari Fitri, “Saya ingin bertanya pak, bagaimana cara mensinergikan apa yang ada dihati dan pikiran sehingga tidak menimbulkan penyesalan dan kontradiksi-kontradiksi terhadap apa yang telah kita lakukan?”

Yang ditemukan Immanuel Kant, isi bisa sekaligus menjadi wadah, tapi isi tidak sama dengan wadahnya. Contohnya tadi rambutnya berwarna hitam, itu yang disebut sebagai kontradiksi dalam filsafat , hidup itu penuh dengan kontradiksi. Prinsip yang kedua adalah prinsip identitas, A sama dengan A itu hanya terjadi didalam pikiran, karna pikiran sudah terbebas dari ruang dan waktu, jadi selagi dia diucapkan maka A yang aku ucapkan pertama dan A yang aku ucapkan kedua, A yang kurus dan A yang gemuk, jadi dalam kehidupan tidak ada A sama dengan A, matematika yang kamu pelajari itu hanya ada sebatas didalam pikiran semata. Padahal Dunia Anak adalah dunia di luar pikiran. Oleh karena itu manusia selalu diwarnai dengan kontradiksi-kontradiksi, saya bisa makan, minum dan bernapas itu semua karna hasil kontradiksi antara oksigen dan darah merah. Dengan kontradiksi itulah maka kita bisa hidup, maka manusia tidak bisa terhindar dari kontradiksi, yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana cara kita mengidentifikasi kontradiksi seperti apa, mana yang produktif dan mana yang kontraproduktif. Selanjutnya, kedudukan kontradiksi itu ada dimana? Isi atau wadah bagian mana yang mengalami kontradiksi ? semakin rendah posisi semakin dia ada didalam predikat semakin tinggi dia mengalami kontradiksinya, semakin tinggi posisinya maka semakin kecil kontradiksinya, paling tinggi dirangkum kedalam kekuasaan Tuhan yang absolut dan tidak ada kontradiksi didalamnya. Tuhan tidak mengenal kontradiksi yang mengenal kontradiksi hanyalah manusia. Manusia siapa? Bagi adikmu kamu sama sekali tidak mempunyai kontradiksi sedangkan bagi dirimu adikmu itu penuh dengan kontradiksi, karna dia adalah keseluruhan penggambaran dari sifat-sifatmu, karna wadah memiliki banyak sifat dan adikmu itu adalah salah satu isinya. Semilyar kali kamu belum bisa menjawab kontradiksi dari adikmu itu. Orang jawa punya solusi, solusinya adalah “ngono yo ngono, neng ojo ngono”, yang artinya “begitu ya begitu, tetapi jangan begitu”, yang satu wadah dan yang satu isi. Minum ya minum (wadahnya) tetapi jangan sambil berdiri (isinya). Ngomong ya ngomong tapi ya jangan sambil marah.(Terkadang belajar filsafat itu harus dipikir dulu baru lucu). Itu kejadiannya, sekarang bagaimana didalam hati kita, perasaan menyesal tadi psikologi. Sekali lagi pengetahuan itu bersifat kontradiksi, bersifat pertarungan antara tesis dan antithesis yang bersintesis menghasilkan pengetahuan baru. Anda sebagai peneliti harus siap untuk mensintesis pengetahuan-pengetahuan lama menjadi pengetahuan baru. Silahkan perbesar kontradiksi anda tapi jangan sampai turun kedalam hati karna kalau sampai turun keranah hati itu adalah syaitan, dan cara agar tidak ada kontradiksi dihati (seperti menyesal, dan lainnya) itu adalah dengan doa kepada Sang Pemilik hati, setinggi-tingginya doa adalah menyebut namaNya. Cuma kalau orang awam seperti kita ini bermilyar-milyar memanggil namaNya belum tentu didengar. Mustajabnya suatu doa karna dijalankan. “Pengalaman spiritual saya yaitu diam didalam masjid yang saya tuangkan dalam ritual ikhlas.” Agar kita terbebas dari godaan syaitan jangan diberi peluang. Syaitan sekarang sudah canggih, syaitan sekarang sudah menempel di diri manusia, syaitan sekarang sudah berwujud manusia, yang koruptor, para preman dan lainnya. Cara menghindarinya yaitu disetiap menit walaupun kau sadar dan tidak sadar penuhilah dengan doa dan doa yang paling tinggi yaitu memanggil namaNya. Apabila engkau merefleksikan terjaminlah di dunia dan diakhirat.

Dari jawaban-jawaban diatas dapat dikatakan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Didalam hidup manusia memiliki objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Yang ada berada didalam dan diluar pikiran, yang bersifat tetap dan berubah, dan yang bersifat satu dan banyak. Yang tetap dan satu  berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Semua yang dipikirkan merupakan suatu wadah dan memiliki isi. Isi dapat menjadi wadah, tetapi isi selamanya tidak akan sama dengan wadahnya. Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini. Begitu pentingnya filsafat untuk memahami semua hal tentang kehidupan ini, semakin banyak engkau belajar berfilsafat maka semakin banyak engkau dapat mengetahui tentang arti kehidupan. Marilah kita bersama-sama belajar berfilsafat dengan cara membaca, membaca dan membaca. Semoga bermanfaat.


Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu

172 comments:

  1. Rohmah Nur Fitriana
    13301244027
    PMC 2013

    Terimakasih Prof. Marsigit atas postingan mengenai refleksi kuliah Filsafat Ilmu ini. Semoga pengetahuan mengenai filsafat di berbagai pandangan bermanfaat dan kami dapat memahaminya dengan baik.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    saya membaca di sebuah blog tentang takdir,
    tidak ada sesuatu pun yang terjadi pada manusia baik perbuatan maupun perkataannya, kesenangan maupun kesusahannya, sehat maupun sakitnya, rezeki maupun musibahnya, pahala maupun dosanya, hidup maupun matinya, yang seluruhnya adalah bagian dari kehidupannya kecuali sudah diketahui dan ditetapkan Allah swt serta sesuai dengan kehendak dan ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  4. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    menurut saya tentang manusia yang mengambil cara yang mudah, Jangan ambil jalan pintas, tapi berjalanlah dalam jalan yang lurus, mungkin awalnya, tidaklah seperti yang kita inginkan, namun percayalah bahwa hasil akhirnya tetap yang terbaik.

    ReplyDelete
  5. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya sependapat dengan pernyataan bahwa hidup itu penuh dengan kontradiksi terutama antara apa yang dalam pikiran dan dalam hati. Namun kontradiksi tersebut ada yang produktif dan kontraproduktif. Sehingga agar mencapai kualitas manusia yang lebih baik harus berpandai-pandai mengolah suatu kontradiksi agar menjadi suatu pelajaran dan pengetahuan baru bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  6. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya sangat tertarik pada konten dari postingan ini, banyak kalimat - kalimat yang disampaikan Pak Prof. Marsigit yang menyadarkan saya mengenai cara memaknai kehidupan. Saya juga semakin menyadari bahwa kita dapat memperdalam ilmu agama melalui filsafat.

    ReplyDelete
  7. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika I 2013

    Salah satu inti pembelajaran yang saya peroleh setelah membaca postingan ini adalah bahwasanya kita hidup didunia adalah menjalankan apa yang sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa namun ketetapan-Nya ada yang dapat kita perbaiki dengan cara selalu berdo'a dan berikhtiar kepada-Nya. Apabila setelah berusaha atau berikhtiar dan berdo'a kepada Allah SWT namun masih terdapat kontradiksi antara apa yang diharapkan dengan kenyataan kita harus tetap bertawakal dan husnuzon kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi hamba-Nya.

    ReplyDelete
  8. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    " hidup itu adalah interaksi antara yang pertama dan kedua, hidup yang lebih baik adalah gejala dari yang pertama menuju yang kedua”. dari kata- kata tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa kehidupan yang baik adalah sesuatu yang berubah , berubah menjadi lebih baik, belajar dari sesuatu yang kurang baik untuk melangkah maju menjadi lebih baik, jadi sebaik- baik kehidupan adalah dia yang mau belajar dan bisa membaca keadaan.

    ReplyDelete
  9. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    " manusia hidup adalah pilihan" saya jadi teringat dengan kata- kata Pak Marsigit pada perkuliahan tadi pagi Senin, 24/10/2016. bapak mengatakan bahwa dunia ini adalah apa yang engkau pikirkan. jika dipahami memang benar. jika kita berpikir bahwa kehidupan kita menyenangkan maka hidup ini akan menyenangkan, dan sebaliknya jika kita mengutuk kehidupan ini maka dunia pun seolah mengutuk kita. perasaan bahagia, sedih, marah, putus asa, gelisah semuanya adalah pikiran. jika kita memikirkannya maka itulah yang akan terjadi pada diri kita, jika kita tidak memikirkannya maka perasaan itu pun tidak akan muncul dalam diri kita.

    ReplyDelete
  10. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika I 2013

    Siswa yang ingin instan perlu di beri pengarahan lebih oleh guru. Interaksi antara guru dan siswa sangatlah berpengaruh. guru atau yang biasa di artikan sebagai "digugu lan ditiru" dan ini memanglah benar. menurut saya tidaklah selalu guru hanya menjadi fasilitator, tapi harus di lengkapi menjadi inspirator.

    ReplyDelete
  11. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hidup itu sebuah perubahan dan kestatisan. Jadi ketika kita berubah menjadi sosok yang lebih baik, tetap ada dalam diri kita yang tidak dapat berubah. Dan kertika kita tetap berdiam saja tidak berubah, maka kehidupan sekitar kita yang akan berubah. Berubah semakin maju dengan teknologi yang ada.

    ReplyDelete
  12. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hidup, mati, jodoh, dan rezeki semuanya sudah diatur oleh Allah S.W.T yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk menjalaninya. Mengenai nilai dan hasil akhir itu sudah milik Allah. Karena terkadang ada hal – hal yang kita hanya perlu mengimaninya tanpa memperdebatkan dan mempermasalahkannya. Bisa jadi karena kapasitas otak dan akal kita tidak akan mampu berfikir sampai sejauh itu.

    ReplyDelete
  13. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda tergantung dengan filsafat kehidupan mereka masing-masing. Seperti yang telah dijelaskan didalam postingan diatas orang-orang timur mengganggap bahwa saat sudah tua perbuatan yang paling bijak adalah memberi contohnya guru . Guru dianggap orang sangat bijak dibagian timur karena guru banyak memberikan ilmu bagi murid-muridnya. Sedangkan dibagian Barat seseorang dianggap bijak apabila ia menerima ilmu. Semakin tingghi tingkat pendidikan seseorang didaerah Barat maka semakin bijak pula orang tersebut. Kebudayaan-kebudayaan anatar daerah timur dan barat sangat berbeda. Terkadang adalah beberapa hal yang dianggap bijak di daerah Barat tetapi dianggap Taun atau tidak baik di daerah Timur.

    ReplyDelete
  14. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Menggaris bawahi dalam tulisan arti hidup dalam kacamata filsafat tedapat kalimat untuk mengetahui tuhan tidak cukup hanya dengan pikiran saja tapi dengan hati, karena hati itu adalah ranah hati. Karena wilayah orang berfilsafat merupakan dari olah pikir manusia saja.

    ReplyDelete
  15. Konsep takdir yang saya pahami adalah sesuatu yang sudah diikhtiarkan (usaha yang sunguh-sungguh) dan diminta (berdoa) lalu apa yg terjadi setelah itu baru dinamakan takdir.

    ReplyDelete
  16. Untuk teori evolusi seharusnya kalau benar manusia dulunya dari monyet berarti suatu saat bisa berubah lagi menjadi apa ya? karena evolusi tidak akan pernah berhenti, dia akan selalu berubah-ubah terus meski dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun kenyataannya sudah berapa ribu tahun kok masih tetap manusia.

    ReplyDelete
  17. Untuk masalah istri 4 itu kalau menurut saya cuma dzohirnya aja yang 4 tapi dalam bathinnya tetap 1 aja.

    ReplyDelete
  18. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Hidup adalah suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah dengan obyek filsafatnya berupa “yang ada” dan “yang mungkin ada”. Filsafat begitu penting dalam memahami kehidupan manusia di dunia ini, karena semakin banyak kita belajar berfilsafat, maka semakin banyak pula kita dapat mengetahui arti kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari postingan ini, saya menjadi ingin lebih banyak belajar dan mensyukuri kehidupan yang telah dijalani. Selain itu, saya menjadi lebih yakin bahwa aspek spiritual amat berperan penting dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  20. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Bismillah
    Saya ingin menanggapi pertanyaan:
    Pertanyaan berikutnya dari saudari Ulin yang mengatakan “Berkaitan dengan takdir-takdir, ada takdir yang memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT., salah satunya kematian, cara kematian itu berbeda-beda pak ada yang dibunuh diri, ada yang dibunuh, ada yang kecelakaan dan lain-lainnya, yang ingin saya tanyakan mengenai bunuh diri pak, kalau orang bunuh diri itu apakah sudah ketetapan dari Tuhan, kalau memang sudah ketetapan dari Tuhan, dalam islam bunuh diri itu termasuk dosa pak, apakah amal-amalnya sia-sia pak?”

    Saya setuju dengan pendapat Bapak Marsigit yaitu "yang terjadi sudah pasti takdirnya, maka yang belum terjadi masih bisa diikhtiarkan". Jodoh, Rezeki, Kematian sudah digariskan oleh Allah sebelum kita dilahirkan ke dunia. Namun Allah telah berfirman bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya sendiri. Dalam hal ini Allah ingin kita untuk berikhtiar sembari berdo'a, akhirnya akan seperti apa kita serahkan padaNya, karena Dialah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Jodoh merupakan cerminan diri kita, jika kita baik maka akan mendapatkan jodoh yang baik. Rezeki yang kita dapatkan adalah yang kita usahakan. Kematian yang akan terjadi adalah cerminan kehidupan kita. jika kita hidup dalam kebaikan maka insyaAllah akan husnul khotimah, sebaliknya jika kita hidup dalam kemunkaran maka yang terjadi bisa saja kematian dengan bunuh diri, dll. Kesimpulannya adalah berikhtiar dan berdo'a kemudian bertawakal ^^

    ReplyDelete
  21. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Setelah membaca postingan bapak saya menjadi tahu bahwa kita dipersilahkan untuk memperbesar kontradiksi kita tetapi jangan sampai turun ke dalam hati karena apabila sampai turun ke ranah hati itu adalah syaitan dan cara agar tidak ada kontradiksi di hati seperti menyesal dan lainnya itu adalah dengan doa kepada Sang Pemilik hati, setinggi-tingginya doa adalah menyebut namaNya. Pernyataan tersebut memang menyadarkan kita bahwa obat agar tidak terkena penyakit hati hanyalah dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, ketika hati kita dekat dengan Allah maka hidup terasa damai dan tenteram.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Seperti yang telah dijelaskan didalam postingan diatas orang-orang timur mengganggap bahwa saat sudah tua perbuatan yang paling bijak adalah memberi contohnya guru . Guru dianggap orang sangat bijak dibagian timur karena guru banyak memberikan ilmu bagi murid-muridnya. Sedangkan dibagian Barat seseorang dianggap bijak apabila ia menerima ilmu. Semakin tingghi tingkat pendidikan seseorang didaerah Barat maka semakin bijak pula orang tersebut. Kebudayaan-kebudayaan anatar daerah timur dan barat sangat berbeda. Terkadang adalah beberapa hal yang dianggap bijak di daerah Barat tetapi dianggap Taun atau tidak baik di daerah Timur.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    hidup itu penuh dengan kontradiksi terutama antara apa yang dalam pikiran dan dalam hati. Namun kontradiksi tersebut ada yang produktif dan kontraproduktif. Sehingga agar mencapai kualitas manusia yang lebih baik harus berpandai-pandai mengolah suatu kontradiksi agar menjadi suatu pelajaran dan pengetahuan baru bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    pertanyaan dan jawaban yang tersedia sangat membuka pikiran saya, ternyata sharing dikelas dengan tanya-jawab seperti ini sangat bermanfaat. saya juga senang mengikuti pembelajaran filsafat yang bisa sharing terkait apa yang menjadi pertanyaan dalam benak kita dan mendapat tanggapan yang bagus dr bpk.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    mungkin karena dunia ini semakin mengglobal, sehingga kharakteristik manusianya juga ikut berubah. menyukai hal praktis dan instan mungkin bukan hanya satu atau dua orang saja bahkan hampir semua, tidak terkecuali saya(sbg siswa), misal saja dalam belajar matematika, ketika dalam proses penemuan rumus dan telah mendptkan rumus tersebut, maka selanjutnya kita bisa menggunakan rumus tsb tanpa menemukannya kembali. jika ada yang mudah kenapa mencari yang sulit.

    ReplyDelete
  26. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pertanyaan pertama dari ibu Dewi menurut saya cukup judgemental. Karena tidak semua siswa menyukai jalan pintas. Menurut saya, banyaknya jalan pintas adalah yang menyebabkan banyak orang sekarang senang menggunakannya. Jalan pintas itu datangnya dari mana? Sebenarnya manusia sendiri lah yang membuat jalan pintas tersebut. Itu berarti jalan pintas dibutuhkan oleh manusia, karena manusia berani membuatnya. Mau menggunakannya atau tidak, itu tergantung pada pribadi masing-masing orang. Tidak selamanya jalan pintas buruk, dan tidak semua jalan pintas baik. Maka sebagai manusia haruslah logis dan bijaksana dalam bertindak. Jangan sampai jalan yang kita ambil dapat merugikan orang lain, karena kita hidup untuk saling memberikan manfaat.

    ReplyDelete
  27. Dyah Ppadmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Inernasional 2013

    Kemudian saya tertarik dengan pertanyaan terakhir di poating ini tentang banyaknya kontradiksi dalam diri antara hati dan pikiran yang menyebabkan timbulnya penyesalan. Kemudian saya membaca jawaban Prof Marsigit bahwa dunia ini penuh dengan kontradiksi, diri kita penuh dengan kontradiksi, pengetahuan juga penuh dengan kontradiksi. Yang tidak memiliki kontradiksi hanyalah Tuhan. Ya, karena Tuhan adalah kebenaran yang absolut dan tidak dapat ditentang kebenarannya oleh bentuk kelogisan apa pun. Kemudian Prof Marsigit berkata "sialhkan kontradiksi sebanyak-banyaknya di pikiran, tapi jangan di hati". Dari situ saya memahami bahwa sebagai manusia boleh lah mempertanyakan banyak hal dan memikirkan banyak hal, karena itu akan mengasah dan mempertajam pikiran. Namun jangan sampai membawanya sampai ke hati, karena hati manusia adalah tempat terdekat dengan Tuhan. Jika sudah terganggu oleh kontradiksi, terganggu pula hubungan si manusia dengan Tuhannya.

    ReplyDelete
  28. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, prinsip hidup maupun filosofi hidup.

    ReplyDelete
  29. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    prinsip hidup setiap orang itu tidak sama karena setiap orang itu unik, setiap orang merupakan mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  30. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar. Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidup dan filosofi hidupnya sehingga membuat ia menjadi manusia yang keras

    ReplyDelete
  31. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidak berusaha mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang baik dan buruk dapat dijalaninya.

    ReplyDelete
  32. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika C 2013

    sedangkan orang yang kuat adalah orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang.

    ReplyDelete
  33. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  34. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam filsafat takdir itu adalah sesuatu yang sudah terjadi, karna itu merupakan pikiran manusia. Kalau dinaikan sedikit ke spiritual, takdir itu bukan yang sudah terjadi saja tetapi yang akan terjadi pula, sekarang kata-katanya dibalik pasti benar bahwa yang terjadi itulah takdir

    ReplyDelete
  35. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Prof. Marsigit yang telah memposting artikel yang berjudul "Arti Hidup Dalam Kacamata Filsafat" yang memuat bayakilmu yang dapat dipetik didalamnya.

    ReplyDelete
  36. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Saya sependapat dengan pernyataan bahwa hidup itu penuh dengan kontradiksi, malahan yang ada di dunia ini adalah kontradiksi. Karena manusia sendiri tidak ada yang sama dengan namanya. Hanya Tuhan lah yang sama dengan namanya.

    ReplyDelete
  37. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Menanggapi tentang budaya instan. Mengapa anak jaman sekarang lebih banyak yang suka dengan hal-hal instan. Menurut saya ini dikarenakan adanya tuntutan dari peradaban. Dijaman sekarang ini, semua dituntut serba cepat, menyelesaikan 1 hal dan mengejar hal lain. Jadi tuntutan adalah salah satu faktor penyebab dari budaya instan.

    ReplyDelete
  38. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Jika kita tetap mempertahankan pada sistem-sistem dengan aturan-aturan yang lama, maka tentu akan tertinggal dari yang lain. Sekali lagi ini semua tentang tuntutan, dan kompetensi. Budaya instan ada baiknya tapi tentu dengan beberapa hal yang perlu digaris bawahi seperti tetap mempelajari, dan memperhatikan aturan sebagai suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  39. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dalam filsafat tidak ada yang benar da tidak ada yang salah. Kebenaran atau kesalahan tersebut bersifat relatif bergantung pada ruang dan waktu. Suatu hal dikatakan benar untuk suatu kondisi, tapi ketika ruang atau waktunya telah berubah, maka kebenaran juga ikut berubah. Sehigga pernyataan yang benar diawal dapat menjadi salah. Begitu juga sebaliknya.

    ReplyDelete
  40. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Hidup adalah interaksi dari yang pertama menuju ke yang kedua disini tergambar bahwa kehidupan terus berjalan, pikiran manusia semakin berkembang sehingga tidak mungkin tidak bagi manusia untuk berubah, berubah menjadi lebih baik yang diharapkan semua orang. Maka benar hidup itu berjalan dan saling berinteraksi satu sama lain setiap aspeknya.

    ReplyDelete
  41. Hidup butuh proses,tidak ada yang instan. Belajarpun butuh proses, dimulai dari hal2 yang kecil, sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu ilmu bertambah sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan. Namun manusia punya potensi untuk menjalankan hidup menjadi lebih baik.
    PEP Kelas A
    Miftahir Rizqa
    167012612006

    ReplyDelete
  42. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Mencoba menanggapi pertanyaan dari saudari Ulin tentang bunuh diri.
    Dalam sifat perbuatan manusia, ada ranah yang dikuasai dan menguasai manusia. Ranah yang dikuasai manusia itu dimana manusia bebas untuk memilih baik atau buruk. Dalam ranah ini, pilihan manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Misalnya: makan dengan makanan halal.

    Adapun ranah yang menguasai manusia, manusia tidak bebas memilih. Kejadian tersebut di luar kehendak manusia. Dalam ranah ini, manusia tidak dimintai pertanggungjawaban. Misalnya: kecelakaan.
    Berkaitan dengan bunuh diri, maka itu merupakan pilihan manusia untuk menentukan akhir kehidupannya. Jika ternyata pada saat percobaan bunuh diri itu ternyata sampai meninggal, maka sudah sampai pada ajalnya, akhir kehidupannya dengan su’ul khatimah merupakan pilihannya dan akan dimintai pertanggungjawaban karena menyalahi kodrat dari yang Kuasa. Ada juga orang yang mencoba bunuh diri, ternyata gagal karena memang belum sampai ajalnya.

    Maka, sebaik-baik manusia adalah berusaha untuk bersyukur dan ikhlas dalam setiap Qadha (ketetapan) dari Allah SWT.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  43. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Kta hidup didunia adalah menjalankan apa yang sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Manusia berusaha untuk memperbaiki dengan cara selalu berdo'a dan berikhtiar kepada-Nya. Bersabar apabila belum sesuai yang diinginkan dan husnudzon semoga segera terkabul doa-doanya.

    ReplyDelete
  44. SHALEH
    16701261010
    PEP A 2016

    Sebenar-benar hidup adalah bergerak (moving) untuk menggulirkan (mengada) potensi menjadi manfaat (pengada) bagi dirinya dan masyarakat. Semakin banyak pengada yang dihasilkan seseorang itu, maka hidupnya akan semakin bermanfaat.

    ReplyDelete
  45. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari bacaan diatas saya tahu bahwa didalam filsafat tidak ada yang benar dan yang salah, yang benar atau yang tepat itu adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Kemudian mengenai orang tua kuliah itu di Timur canggung, sedangkan di dunia barat dikatakan bijaksana. Karna orang tua di Dunia Timur dianggap sudah saatnya memberi. Maka di Indonesia terjadi interaksi dan transisi budaya, yang pantas di pantas-pantaskan, bahkan yang kurang pantas di pantaskan juga. Saya sebenarnya kagum kepada mereka orang-orang yang masih sangat rajin dan semnagat belajar walaupun sudah tidak muda lagi. Seperti memberi semangat kepada saya yang masih bisa dikatakan muda untuk tetap semangat dalam belajar dan terus menggapai cita-cita. Bahkan ketika sudah tidak belajar disemuah instansi pendidikan pun, semua manusia harus tetap belajar, belajar kehidupan. Hal kecil apapun itu adalah ilmu, yang harus tetap dipelajari oleh semua manusia.

    ReplyDelete
  46. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Urusan akhirat fatal, urusan dunia fital, ternyata susah untuk mendefinikan hidup, bahwa sebenar-benarnya hidup adalah interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati, itu sudah kodratnya berinteraksi seperti itu, sifat yang ada dan mungkin ada. Ikhtiar dan doa selalu hendaknya selalu beriringan dalam hidup manusia, agar semuanya seimbang. Seimbang dunia dan akhirat, karena tujuan hidup kita bukan hanya dunia, namun hal yang kekal nanti adalah kehidupan akhirat.

    ReplyDelete
  47. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya menyukai kutipan “hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan.” Dan juga kutipan “Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini.”

    ReplyDelete
  48. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap belajar siswa, siswa saat ini mulai berpikir “jika ada yang mudah(misal:menggunakan kalkulator) kenapa harus menghitung manual” sehingga kecanduan menggunakan teknologi sangat besar.

    ReplyDelete
  49. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kecenderungan untuk melakukan hal yang mudah dengan bantuan teknologi saat ini menyebabkan siswa kesulitan dan butuh waktu lama ketika tanpa alat bantu.

    ReplyDelete
  50. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya tertarik dengan kalimat “kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah” yang menurut saya merepresentasikan suatu kebanggaan dalam diri manusia yang memilih menyelesaikan masalah yang sulit terlebih dahulu daripada menyelesaikan masalah yang mudah.

    ReplyDelete
  51. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Tentang penciptaan alam saya jadi teringat kata-kata Einstein yang kalau tidak salah berisi jika beliau diberi kesempatan untuk bertanya tentang alam semesta, awalnya beliau bertanya bagaimana alam semesta terbentuk tetapi beliau mengganti pertanyaannya dengan mengapa alam semesta dibentuk, karena setelah ini hanya perhitungan matematika saja. Hal ini menandakan bahwa pertanyaan mengapa (rasa penasaran) memang sangat diperlukan dalam mempelajari sesuatu.

    ReplyDelete
  52. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Untuk masalah keyakinan memang tidak cukup jika hanya di pikiran karena keyakinan ada dihati masing-masing manusia yang kebenarannya juga menurut hati mereka.

    ReplyDelete
  53. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dengan membaca keseluruhan penjelasan di atas, maka saya belajar akan kehidupan, pentingnya mengalami perubahan dalam ketetapan, dan adanya ikhtiar sebelum takdir ataupun mengenai fatal dan vital, pentingnya juga manusia memiliki sifat lupa. Di sisi lain, selalu ada tesis dan anti-tesis juga mengenai perbedaan “bijaksana” menurut negara barat dan negara timur, hidup merupakan pilihan namun pilihan Tuhan, karena kita tidak bisa memilih. Tentang tiga hal pokok dalam kehidupan yaitu lahir, jodoh dan kematian.

    ReplyDelete
  54. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Menyinggung soal budaya instan, penjelasan Prof. Marsigit sangat relevan dengan realitas pendidikan kita. Pendidikan kita baru sebatas berorientasi pada nilai hasil ujian yang realitasnya bisa diraih dengan bimbel singkat. Sisi lain seperti integritas, skill, kemandirian, dan kompetensi hidup lainnya masih harus diperjuangkan untuk dapat diakomodir menjadi orientasi pendidikan kita. Kondisi ini menjadikan banyak diantara output pendidikan yang "bingung" setelah lulus, walaupun dengan nilai yang baik. Oleh karenanya orientasi pendidikan pada nilai ujian tampaknya harus terus dievaluasi guna menemukan format yang lebih baik dalam rangka menghasilkan output pendidikan yang "bahagia" menemukan impiannya setelah lulus.

    ReplyDelete
  55. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    1670126101P

    "Kalau ingin melihat isi dunia, maka tengoklah pikiranmu itu". Apa yang kita pikirkan, apa yang kita lakukan adalah bayang-bayang dari pikiran kita. Mudah dan susah yang didiskusikan di atas adalah bayang-bayang dari pikiran mereka. Pikiran anak-anak berangkat dari yang ada, jika yang ada disekelilingnya adalah pola-pola instan, maka berpikirlah ia akan yang isntan itu. Maka sebenar-benar mendidik anak adalah mengkondisikan lingkungannya dengan proses yang sehat, wajar, dan bijaksana.

    ReplyDelete
  56. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada merupakan objek filsafat yang ada di dalam kehidupan manusia. Manusia hidup karena pilihan, dan pilihannya itu adalah takdir Tuhan. Segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa dan segala sesuatu yang belum terjadi pun adalah takdir Tuhan yang masih bisa diikhtiarkan oleh manusia. Jadi kehidupan manusia itu berdasar pada takdir Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha, dan berdoa dengan kesungguhan hatinya. Adapun yang sudah terjadi, manusia haruslah ikhlas menerima, dan belajar untuk mencari hikmah yang ada di dalamnya untuk bekal membangun lembar-lembar kehidupan selanjutnya.

    ReplyDelete
  57. Puspita sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Terkadang sesuatu yang ada dalam pikiran kita dapat dikerjakan dengan cepat dan dianggap instan. Namun, sesuatu yang mudah itu tidak dapat diperoleng dengan cepat. Dengan belajar filsafat kita dapat berfikir kritis dan realistic.

    ReplyDelete
  58. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Dalam mengerjakan sesuatu kita cenderung memilih hal yang mudah atau instan, mungkin hal ini karena sifat atau naluri kita yang cenderung pemalas. Hal-hal yang dapat dikerjakan instan dianggap akan lebih efisien walaupun terkadang tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Hal inilah yang mampu menjadikan pertimbangan beberapa orang untuk melakukan hal yang tidak instan yang mana membutuhkan banyak tenaga namun akan mendaptkan hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  59. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Hidup adalah suatu pilihan. Walaupun beberapa hal sudah ditakdirkan kepada kita namun ada beberapa hal yang dapat kita rubah atau diperbaiki. Di luar sana memang masih ada orang yang belum percaya akan adanya pencipta seluruh semesta yang mana itu adalah hak mereka. Namun sejatinya itu adalah kewajiban dari mereka sendiri agar mereka mempercayai akan adanya pencipta alam semesta.

    ReplyDelete
  60. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Terima kasih pak Marsigit atas artikel yang sangat bermanfat ini. Hal ini menyadarkan saya bahwa filsafat sangatlah penting untuk memahami semua hal tentang kehidupan ini, semakin banyak kita belajar berfilsafat maka semakin banyak kita dapat mengetahui tentang arti kehidupan.

    ReplyDelete
  61. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Sebenar-benarnya hidup adalah berkembang menjadi suatu potensi dari ada menjadi pengada melalui mengada. Maka segala sesuatu yang berubah diikhtiarkan semua keatas, disitulah duduk yang namanya keikhlasan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Jadi namanya keikhlasan adalah terwujudnya pengada (wadah) dari yang ada melalui mengada (ikhtiar).

    ReplyDelete
  62. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Ternyata sulit dalam mendefinisikan arti hidup, termasuk urusan fatal dan vital. Sehingga dikatakan bahwa sebenar-benarnya hidup adalah interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati.

    ReplyDelete
  63. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Dan membicarakan tentang keikhlasan, benar dengan apa yang sering disampaikan Pak Marsigit dalam perkuliahan bahwa dengan ikhlas membaca elegi maupun artikel di blog beliau maka kami akan mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  64. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dua pernyataaaan: ‘kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit?’ dan ‘kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah?’.
    Dua pernyataan yang sama-sama membahas mengenai mengerjakan hal yang mudah atau hal sulit. Akan tetapi makna yang terkandung sangat berbeda.
    “kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit?” sekilas kaimat ini menyatakan orang yang tidak mau berbuat lebih banyak, tidak mau bekerja keras dan lain sebagainya. Sedangkan “kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah?” memberikan pengertian adanya semangat untuk keuar dari zona nyaman, melakukan banyak hal yang luar biasa, dll. Sehingga, siswa yang semula masih cenderung memilih jalan instan dan mudah harus diarahkan untuk memilih jalan yang lebih sulit dan memiliki banyak tantangan agar menjadi siswa yang unggul.

    ReplyDelete
  65. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pada hakekatnya setiap manusia itu pasti ingin yang mudah, namun ingat bahwa setiap tesis pasti ada anti tesisnya,maka begitu pula dengan yang mudah dan instan. namun perlu diketahui bahwa setiap yang instan sekalipun perlu yang namanya proses dan proses tersebut juga memerlukan tenaga dan pikiran, contohnya mie instan yang sidah jelas ada kata instannya tetap saja jika ingin dimasak harus ada proses didalamnya, misalnya merebus mie, dan memasaknya baru dimakan, artinya tidak ada yang terlalu instan di dunia ini, dan setiap yang instan sekalipun ada proses didalamnya.

    ReplyDelete
  66. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Hidup itu kontradiksi, pada kenyataannya memang terkadang apa yang ada dipikirkan berbeda dengan kenyataannya. Namun, terkadang apa yang terjadi bisa saja akibat dari apa yang dipikrkan, karena itu merupakan sugesti terhadap diri sendiri dan seolah tanpa sadar alam akan menuntun kita akan hal tersebut biar terjadi.

    ReplyDelete
  67. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Budaya instant sekarang memang sanagat mempengaruhi cara berpikir & perilaku manusia, terutama siswa. Budaya instant dapat bermanfaat dg baik apabila ditempat kan pada porsinya. Seperti mengajarkan matematika melalui berbagai media pembelajaran, misalkan internet. Internet merupakan budaya instant yang sudah menjadi kebutuhan manusia jaman sekarang. Siswa bisa diarahkan untuk mencari informasi dari youtube ataupun google. Maka dari itu, budaya instant akan memiliki dampak yang bagus untuk siswa. Ada kalanya suatu hal yang mudah akan dibutuhkan pada tempatnya.

    ReplyDelete
  68. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Jika kamu ingin bertemu Tuhanmu,jangan pikirkan namun kerjakan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa yang ada di alam pikir tidak sepenuhnya benar, karena manusia diciptakan dengan keterbatasan. Apabila manusia hanya memikirkan mengenai Tuhan, padahal Tuhan itu absolut maka manusia akan menjadi tidak rasional lagi.

    ReplyDelete
  69. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Di dalam Al Qur'an sudah dijelaskan bagaimana Allah menciptakan manusia. Berawal dari saripati tanah dan akan kembali ke tanah. Namun, kita juga menghargai adanya teori Darwin.. Karena teori kan bisa muncul berkat adanya pengalaman dan ilmu.

    ReplyDelete
  70. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013


    Siswa cenderung memilih hal-hal yang mudah dikarenakan metode pembelajaran pada jaman sekarang membosankan dan tidak bisa menjadi proses belajar bermakna. Maka dari itu pr untuk para pendidik agar menjadikan pola pikir siswa untuk lebih menyukai proses dadipada hasil dengan menggunakan metode sesuai dengan pola pikir anak.

    ReplyDelete
  71. Memilih mudah atau yang susah, seperti memilih hidup bahagia atau sebaliknya. Ada yang mengatakan kalau hidup bahagia itu sederhana saja. Bagaimana kita mengiklaskan apapun yang sudah dan yang akan terjadi.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  72. Kalau hidup itu tetap didalam perubahan, apakah bisa diartikan bahwa, proses perubahan itulah yang bisa dikatakan sebagai kunci dari suatu perubahan, yang ujung-ujungnya berakhir pada ketetapan.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  73. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    “Kalau ada yang mudah kenapa musti cari yang sulit” mayoritas kita setuju dengan pernyataan tersebut. mudah dan sulit itu tergantung pada kenyataan yang ada, selagi kita dapat melakukan hal tersbut dan tidak hanya ada dalam pikiran saja, maka hal itu akan terlihat mudah dan disinilah seorang berani keluar dari zona nyaman dan mau berjuang.

    ReplyDelete
  74. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia penting memiliki sifat lupa. Lupa menjadi hal postif ketika seorang masih teringat apapun hal yang sudah dialaminya dapat menjadi keanehan yang tak berarti bagi manusia itu sendiri. Mungkinkah ada seorang yang masih ingat betul saat dia lahir seperti apa? Tentu, jawabanya tidak. Meskipun seperti itu lupa adalah bagian yang tidak bisa dihilangkan dari manusia. Sehingga lupa pun mempunyai porsi yang penting dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  75. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bukti suatu kekonsistenan yang abadi adalah Alquran, meski jaman berubah, tataran dari segi apapun baik sosial, ekonomi dan lainya juga berubah. Namun Alquran tetap dan tidak mengalami perubahan karena memang itu adalah suatu kebenaran yang tidak lagi diragukan dan benar menyatakan bahwa spiritual adalah tingkatan tertinggi dalam filsafat.

    ReplyDelete
  76. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Semua yang ada adalah wadah dan juga isi. Air dapat sebagai isi juga sebagai wadah. Air wadah oksigen dan air isinya gelas. Engkau adalah isinya kelas ini dan engkau adalah wadahya semua milikmu. Rambut sebagai isi kepala saya. Rambut sebagai isi sifatnya. Maka tidak adalah isi sama dengan wadah. Tidak pernah objek sama dengan subjek. Hitam objeknya rambut, subjeknya itulah dunia. Karena tidak pernah sama dikatakan kontradiksi. maka selama hidup berlaku hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  77. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Semua yang ada adalah wadah dan juga isi. Air dapat sebagai isi juga sebagai wadah. Air wadah oksigen dan air isinya gelas. Engkau adalah isinya kelas ini dan engkau adalah wadahya semua milikmu. Rambut sebagai isi kepala saya. Rambut sebagai isi sifatnya. Maka tidak adalah isi sama dengan wadah. Tidak pernah objek sama dengan subjek. Hitam objeknya rambut, subjeknya itulah dunia. Karena tidak pernah sama dikatakan kontradiksi. maka selama hidup berlaku hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  78. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Urusan dunia tidak lepas dari fatal dan fital, banyaknya pengaruh luar pun sangat berpengaruh terhadap tindakan yang dilakukan pleh seseorang. Tindakan dan perilaku seseorang akan lebih dominan dipengaruhi oleh faktor dari luar dirinya seperti lingkungan, sementata faktor dari dalam dirinya yang akan mereduksi baik buruknya tindakan tersebut.

    ReplyDelete
  79. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia hidup karena pilihan. Hidup itu antara B”Birth” (lahir) dan D”Death” mati, diantaranya ada C”Choice” atau pilijan hidup yang kita jalani. Dan keberhasilanya ditentukan oleh setiap pilihan yang kita ambil.

    ReplyDelete
  80. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Satu pikiran dan yang lainya adalah contoh. Level pemahaman, dimensi berpikir dan dimensi hidup berperan dalam menentukan apa maskud dari pernyataan tersebut. selain itujuga bergantung pada segi psikologi dari orang yang mengalami. Karena satu pikiran dan yang lain contoh tidak selamanya dapat dibenarkan secara jika hanya dalam pikiran saja tetapi harus melihat sisi kehidupan dan pemahaman setiap orang.

    ReplyDelete
  81. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tiada manusia yang sempurna, mayoritsa sepakar dengan pernyataan tersebut. Kesempurnaan tidak pernah dimiliki oleh manusia. Didisinilah perlunya ikhtiar/ usaha untuk mencapai kesempurnaan itu, sempurna bagi manusia adalah tingkat spiritual tertinggi Surga-Nya dan khusnulkhotimah. Motivator adalah pemberi motivasi untuk kita dapat mengikhtiarkan apa yang bisa kita lakukan untuk memilih jalan hidup “Choice” yang kita pilih.

    ReplyDelete
  82. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hidup adalah interaksi antara yang tetap dan berubah. Hal yang dapat saya ambil adalah sesuatu yang tetap ini dalah pedoman dan petunjuk bagi manusia dalam menjalankan hidupnya dengan suatu hal yang dapat membuatnya berubah menjadi lebih baik. Berubah dengan usaha dan ikhtiar sehingga apa yang diperolehnya sesuai dengan tujuan apa yang dia tetapkan.

    ReplyDelete
  83. assalamualaikum, wr. wb.
    Hakikat manusia dalam menjalani hidup adalah perubahan. Manusia harus slalu bercermin dengan melihat apa hakikat diri sendiri, pemisahan diri sendiri merupakan suatu proses yang luar biasa sulit dan pahit. Belajar berkaca kepada diri sendiri, melihat keburukan diri sendiri, kecacatan yang dimiliki oleh diri sendiri, kemudian belajar mengakui bahwa diri ini tidak sempurna. Hal ini merupakan perjalanan yang panjang dan tidak sederhana. Benih-benih kerapuhan mulai datang dan menghantui. Kegamangan atas pengenalan diri sendiri yang selama ini bernilai tinggi mulai perlahan dipertanyakan oleh satu pribadi. Perasaan ditinggal oleh suatu lingkungan yang dibangun oleh diri sendiri mulai timbul. Pertanyaan tentang apa yang sebenarnya sedang dilakukan, diimpikan dan ingin dicapai mulai timbul disertai dengan kritikan pedas terhadap diri sendiri. Menggoyahkan kepercayaan diri sendiri. Membangun benteng baru yang pada akhirnya harus dihancurkan oleh diri sendiri. Kompleksitas rasio dan rasa. Siklus detoksivikasi oleh diri sendiri dan lingkungan. Terus berputar dan hanya diakhiri dengan rem usia. Saat menutup mata, saat siklus berakhir, benih siklus baru yang telah disebar tumbuh sesuai pupuk yang kerap ditabur.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  84. Assalamualaikum, wr. wb.

    Hidup adalah berubah untuk mengisi dunia dengan segala fenomenanya. seperti pernyataan dalam elegi ini Al-Qur'an adalah sesuatu yang absolut dan menjadi ketetapan yang menjadi panutan hidup bagi kaum muslim.
    Di dalam Islam, orang-orang yang berilmu dan beriman akan mendapat martabat yang tinggi di sisi Allah swt, kekayaan terbesar dalam islam adalah pengetahuan dan hikmah maka doa yang dimintakan Allah agar kita mohonkan kepada-Nya ialah untuk menambah pengetahuan. Oleh karena itu, dalam Islam menuntut ilmu hukumnya wajib sehingga dapat menyebarluaskan ilmu tersebut kepada orang lain. Di dalam hidup agar dapat membuat keputusan yang benar juga harus diiringi dengan pengetahuan sehingga terwujud kehidupan yang baik. Pengelolaan sumber daya alam juga harus diiringi dengan pengetahuan yang memadai untuk pemanfaatan yang benar dan sebagai pengelola bumi yang baik harus tak henti-hentinya belajar, karena ilmu pengetahuan itu berubah. Ada yang ternyata salah dan harus dibuang dan ada pula yang harus ditambahkan.
    semoga hidup kita mampu slalu hijrah dan berbagi ilmu...

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  85. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    sebenar-benarnya hidup adalah terdapat hubungan antara interaksi antara pengharapkan sesuatu yang sifat instan dan sifat yang tidak mengharapkan sesuatu yg instan. hidup yang lebih baik adalah gejala dari sifat yang mengharap instan kemudian berikhtiar dengan tidak mengharap sesuatu yang instan. sebenar-benarnya hidup adalah suatu perjuangan dan pembelajaran.

    ReplyDelete
  86. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. kehidupan di dunia meliputi yang ada dan yang mungkin ada. kehidupan memiliki sifat tetap dan berubah. sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara keduanya, yaitu yang tetap dan yang berubah. saat ini saya tetap mencintai Allah dan Rosulullah, namun seiring bertambahnya pengetahuan agamasaya, rasa cinta tersebut berubah menjadi lebih besar bahkan mampu menghadirkan rasa rindu.

    ReplyDelete
  87. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tetap dan berubah merupakan bagian dari sifat objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada. lautan indonesia sangat luas, namun saya tidak mampu menyebutkan sifat dari lautan indonesia yang tak berhingga pangkat tak berhingga. kita hanya mampu menyebutkan sifat lautan indonesia yaitu asin, berombak, terdapat banyak biota laut. namun kita tak bisa menyebutkan asin yang seperti apa? kadar keasinan tiap laut berapa? ombak besar atau kecil? kecepatan ombak tiap laut seperti apa? arah ombak bagaimana? biota laut dalam tiap lautan terdapat apa saja jenisnya? tiap jenis ada berapa jumlahnya? ukuran tiap spesiesnya berapa? kita tak dapat menyebutkan secara rinci terhadap segala sifat objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada

    ReplyDelete
  88. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    objek filsafat yang ada adalah segala sesuatu yang kita ketahui di pikiran yaitu bahwa saya adalah mahasiswa. sedangkan bagaimana keadaan kuliah saya, bagaimana semangat kuliah saya, seperti apa saya saat mengikuti pembelajaran? adalah sifat dari yang mungkin ada. manusia hanya bisa menebak yang mungkin ada, namun belum pernah mengalaminya/mengetahuinya secara langsung

    ReplyDelete
  89. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    melanjutkan dari yang telah saya sampaikan bahwa objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada, segala yang ada di pikiran kita apapun itu adalah sebuah wadah, wadah apapun yang ada dan meliputi yang mungkin ada juga merupakan isi. seluruh yang ada di dunia ini adalah sebagai wadah sekaligus sebagai isi. namun wadah tidak akan pernah sama dengan isi. begitupula objek tidak akan pernah sama dengan subjeknya. maka dari itu dunia berlaku hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  90. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    dunia adalah konseptual dan spiritual. konseptual atau suatu pengetahuan yang kita yakini sebelumnya bahwa segala yang terjadi adalah takdir. namun apabila dilihat dari sudut pandang spiritual mengatakan bahwa segala yang telah terjadi dan yang belum terjadi merupakan sebuah takdir. namun dalam filsafat mengatakan bahwa segala yang telah terjadi adalah takdir, dan yang belum terjadi dapat diikhtiarkan. maka dari itu, sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara yang fatal dan yang vital. fatal adalah takdir, dan vital adalah ikhtiar kita untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan

    ReplyDelete
  91. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    hidup adalah interaksi antara fatal dan vital, yang diantaranya terdapat kekuasaaan masunia untuk memilih. maka dikatakan bahwa hidup adalah pilihan. dalam perbuatan memilih, terdapat interaksi antara fatal dan vital. fatal apabila sebuah pilihan yang dipilih adalah salah atau mengecewakan, dan vital adalah ikhtiar yang dilakukan manusia untuk memperbaiki segalanya menuju kehidupan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  92. Jihan Ulya Mulyani
    13301244015
    Pendidikan Matematika C 2013

    Namun, fatal tidaklah selalu sebuah keputusan dari sebuah pilihan yang mengecewakan. fatal bisa juga merupakan suatu takdir yang membahagiakan. sebagai contoh saat ini saya adalah seorang mahasiswa UNY, menurut orangtua saya, hal tersebut membanggakan. namun saya tetap berikhtiar untuk segera lulus, karena menurut saya itu jauh membahagiakan orangtua.

    ReplyDelete
  93. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap manusia mempunyai pilihan. Tidak ada namanya pilihan yang salah di dunia ini. Sebagai manusia yang mempunyai pilihan dalam hidup, hendaklah memilih pilihan yang sekiranya menjadikan manusia menjadi lebih baik lagi. Pilihan yang baik maupun pilihan yang kurang baik itu tergantung dengan pemikiran masing-masing orang. oleh karena itu, pilihan yang ada tidak selalu berarti salah maupun benar, tergantung dari pemikiran orang tersebut.

    ReplyDelete
  94. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Filsafat is also a process, pholosophy thinking would run from a step to another step. Today we live in a good condition, tomorrow we live better, and the day after we think and do the best.

    ReplyDelete
  95. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Filsafat is the way to find a better way of life. So the best life is alway finding a better way.

    ReplyDelete
  96. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013


    Hidup adalah interaksi antara yang tetap (absolut atau tetap) dan yang berubah dengan obyek filsafatnya meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat begitu penting dalam memahami kehidupan manusia di dunia ini, karena semakin banyak kita belajar berfilsafat, maka semakin banyak pula kita dapat mengetahui arti dan hermenitika kehidupan.

    ReplyDelete
  97. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebenar-benarnya hidup adalah berkembang menjadi suatu potensi dari ada menjadi pengada melalui mengada, dàn mengada melalui pengada. Sehingga keduanya saling berinteraksi. Maka segala sesuatu yang berubah diikhtiarkan semua keatas, yaitu sebagai vitalnya manusia. Jadi namanya keikhlasan adalah terwujudnya pengada (wadah) sebagai fatal dari yang ada melalui mengada (ikhtiar) sebagai vitalnya.

    ReplyDelete
  98. Dengan membaca artikel “Arti Hidup Dalam Kacamata Filsafat” saya merasa tidak berdaya ketika dihadapkan dengan takdir, akan tetapi ada satu kesempatan yang masih Allah berikan untuk menjadi manusia yang merdeka yaitu dengan berikhtiar, dan artikel ini menjadi refleksi bagi saya yang berstatus mahasiswa selama ini hanya berfikir apatis,dan hedonis tetapi tidak dapat dipungkiri semakin berkembangnya teknologi, Mahasiswa banyak menjadi apatis, hedonis, dan konsumtif, sehingga segala sesuatu ingin dilakukan dengan instan. Salah satu contoh mahasiswa sekarang tergantung dengan handphone dan mesin pencarian google dalam menjawab soal-soal tugas yang diberikan dosen. Dampaknya mahasiswa akan kesulitan mempraktekan dari materi yang telah diberikan dosen ketika malakukan penelitian, observasi, dan analisis dilapangan dan dunia kerja nanti.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  99. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Sekarang jaman dimana segala sesuatunya bisa menjadi instan.Bukan menjadi salah ketika anak muda mencari jalan yang mudah. Itu baik. Karena mobilitas yang tinggi dan segala sesuatu bisa dikerjakan multitasking. Kenapa tidak? Para pakar teknologi pun demikian. Selalu mencari inovasi terbaru agar semua jadi mudah.

    ReplyDelete
  100. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Refleksi yang disampaikan Saudari Tri sangat baik. Saya tertarik mengenai budaya instan. Memang saat ini budaya instan sangat merambah di kehidupan sehari-hari, salah satunya siswa. Tidak sedikit siswa yang lebih suka diajarkan materi pembelajaran secara langsung konsep matangnya tanpa tahu bagaimana mengetahui cara mendapatkan/membuktikan konsep tersebut.

    ReplyDelete
  101. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saat ini, banyak generasi muda yang lebih menyukai budaya instan yang katanya lebih simpel dan tidak ribet. Namun perlu disadari bahwa budaya instan telah membawa generasi saat ini menjadi pribadi yang malas-malasan, tidk mengenal proses, dan yang penting mendapatkan hasil yang baik. Begitu juga dalam dunia pendidikan, siswa lebih sukan diajari cara cepat tanpa harus mengetahui proses menemukan konsep itu sendiri. Yang penting mendapatkan nilai yang bagus atau bahkan sempurna tanpa mengetahui proses mengerjakannya.

    ReplyDelete
  102. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Solusinya adalah dimulai dari dini di lingkungan sekolah. Siswa sedari TK atau SD dibiasakan untuk memperoleh konsep materi pembelajaran dari pengalaman siswa menemukan konsep tersebut sehingga ia terbiasa untuk melakukan proses sebelum memperoleh hasil. Oleh karena itu, guru hendaknya mempersiapkan pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subjek belajar bukan sebagai objek belajar.

    ReplyDelete
  103. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar. Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua
    orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,
    prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda
    di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap
    orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan
    mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  104. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Diartikan sebagai pandangan hidup karena filsafat pada hakikatnya bersumber pada hakikat kodrat pribadi manusia (sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan). Hal ini berarti bahwa filsafat mendasarkan pada penjelmaan manusia secara total dan sentral sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk monodualisme (manusia secara kodrat terdiri dari jiwa dan raga).

    ReplyDelete
  105. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Filsafat sebagai pandangan hidup (Weltsanchaung) merupakan suatu pandangan hidup yang dijadikan dasar setiap tindakan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, juga dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  106. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Pandangan hidupnya itu akan tercermin didalam sikap hidup dan cara hidup. Sikap dan cara hidup tersebut dapat muncul apabila manusia memikirkan dirinya sendiri secara total.

    ReplyDelete
  107. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menarik kesimpulan hanya dari melihat satu sudut pandang adalah hal yang kurang bijaksana. Dari pertanyaan yang pertama, saya sangat setuju bahwa tidak ada buruknya mengenal sesuatu atau mendapatkan sesuatu secara instan. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita melakukan hal yang lebih dan mencoba hal yang lebih dari kemampuan yang kita punya. Jangan merasa terlalu terlena dengan apa yang sudah dicapai dan jangan merasa cepat puas atas apa yang sudah diraih.

    ReplyDelete
  108. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia pasti memiliki sifat ingin tahu banyak hal di dunia ini, namun hal yang haru disadari adalah manusia tidak bisa memahami semua yang tercipta di muka bumi dan bahkan tidak bisa mengerti apa yang tidak bisa ia lihat. Manusia beberapa kali hanya perlu mempercayai yang sudah ada contoh pencipataan manusia di dalam Al-Quran, karena jika ia tidak percaya dan mencari pembuktian bisa jadi ia menjadi seseorang yang tidak percaya lagi.

    ReplyDelete
  109. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013

    Belajar filsafat akan sangat bermanfaat untuk kehidupan, mengetahui bahwa kelemahan manusia adalah hal yang membuatnya hidup. Melihat kehidupan tidak hanya dari satu sisi, namun dilihat dari berbagai sisi. Selain itu, mengetahui bahwa tidak ada di dunia ini yang selalu benar atau selalu salah. Sehingga dengan belajar filsafat akan lebih dapat mengerti arti kehidupan.

    ReplyDelete
  110. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bahasan mengenai budaya instan cukup menarik bagi saya, karena memang tidak dapat kita pungkiri bahwa kebanyakan manusia menyukai hal-hal yang instan, padahal mungkin juga mereka menyadari bahwa hal-hal instan dapat berdampak kurang baik bagi dirinya. Contohnya saja makanan instan seperti mie, kentang goreng instan, dll jika kita memakannya terlalu sering pasti akan menganggu kesehatan kita. Penggunaan gadget terlalu sering juga dapat menurunkan intuisi, seperti penjelasan Profesor pada pertemuan awal mata kuliah filsafat. Tetapi juga penggunaan gadget penting bagi kita agar tidak ketinggalan jaman. Saya jadi berpikir, mungkin jika kita tidak terlalu sering menggunakan hal-hal instan tidak akan menjadi masalah bagi kita. Seperti saat mengerjakan soal matematika, ada kalanya kita menggunakan cara cepat, tetapi jangan sampai kita melupakan konsep-konsep yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah. Cara cepat dalam mengerjakan matematika sangat bermanfaat untuk menghemat waktu dan dapat digunakan untuk soal pilihan ganda, tetapi kekurangannya kita tidak tahu jika suatu saat cara tersebut bisa atau tidak digunakan dalam beberapa kasus yg lain.Untuk mengerjakan soal essay pun kita tidak dapat menggunakan cara cepat, karena akan dipertanyakan dapat dari mana jawaban itu.
    Kesimpulan dari pemaparan saya adalah sebaiknya kita tidak terlalu sering menggunakan cara-cara/ menyukai hal-hal yang instan. Seperti ulasan postingan ini, dengan menggunakan cara yang lebih sulit justru akan melatih kreativitas yang kita miliki.

    ReplyDelete
  111. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    "...sebenar-benarnya hidup adalah interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati, itu sudah kodratnya berinteraksi seperti itu, sifat yang ada dan mungkin ada, kalau ada yang bersifat tunggal itu disebut monoisme disingkat monisme..."

    Dalam kehidupan memang tidak akan terlepas dari apa yang telah ditakdirkan untuk kita dan apa yang kita usahakan. Mungkin ini juga erat kaitannya dengan dua macam takdir yaitu takdir mubrom dan takdir muallaq. Takdir Mubrom adalah takdir azali yang tidak bisa berubah. Takdir inilah yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Sedangkan takdir Muallaq adalah takdir yang berada di buku yang dipegang malaikat. Takdir muallaq dapat berubah. Takdir ini yang dimaksud dalam QS Ar-Ra'd :30 "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki)". Fital (ikhtiar manusia) juga sesuai dengan firman Allah QS Ar-Ra'd :11

    إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ

    Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

    Sungguh menarik sekali jika kita mendiskusikan hal-hal filsafat, meskipun terkadang agak sulit untuk memahaminya tetapi sangat erat kaitannya dengan spiritual.

    sumber tentang takdir : http://www.alkhoirot.net/2014/08/takdir-islam.html diakses pada 25 November 2016 pukul 11.26 a.m .

    ReplyDelete
  112. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Memang perbedaan adat antara orang timur dan barat berbeda. Karena perbedaan itulah sudah selayaknya kita bersikap toleransi dan saling menghargai. Saya setuju dengan pendapat Profesor bahwa jika kita membahas tentang Tuhan, tidak hanya tentang apa yang kita ketahui tetapi juga tentang apa yang kita rasakan.

    ReplyDelete
  113. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Mudah dan sulit merupakan 2 hal yang saling berlawanan, 2 hal yang merupakan tesis dan anti tesis. Banyak yang bilang kalau ada yang mudah kenapa dipersulit. Memang benar ya, tak perlu kiranya mempersulit diri jika dengan cara yang mudah pun bisa. Itulah pola pikir beberapa orang. Namun, disisi lain jika diberikan sesuatu yang sedikit sulit belum tentu dapat menyelesaikan permasalahannya karena terbiasa dengan hal-hal yang mudah.

    ReplyDelete
  114. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit. Kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah. 2 kalimat diatas menjadi berbeda makna jika dalam konteks yang berbeda. Jangan sampai menghadapi sesuatu yang mudah, tapi kitanya sendiri yang berusaha mempersulit diri. Tetapi jikalau menemui sesuatu yang sulit pun kita bisa tentunya hal yang mudah pun tanpa beban kita juga bisa melakukannya dengan baik.

    ReplyDelete
  115. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Hal yang berupa keyakinan khususnya sesuatu yang berhubungan antara umat dengan Tuhan didasari dengan hati. Terkait dengan keyakinan memang manjadi hak pribadi masing-masing. Tak ada yang melarang harus seperti ini dan seperti itu, namun dilandasi dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus.

    ReplyDelete
  116. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Yang ada didalam dan diluar pikiran, yang ada bersifat tetap dan berubah, dan yang ada bersifat satu dan banyak. semua yang ada dalam merupakan wadah, wadah bisa yang ada dan meliputi yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  117. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya tertarik dengan pertanyaan mengapa siswa sekrang cenderung lebih menilih hal yang mudah atau dapat dikatakan istan. Tidak dapat dipungkiri, saya pun terkadang lebih senang memilih hal-hal yang cenderung mudah untuk dilakukan. Misalnya saja, ketika saya hendah makan saya lebih memilih untuk membuat mie instan dari pada saya harus memasak lauk-pauk dan nasi yang membutuhkan waktu yang lama. Setiap piliha pasti meniliki keungutungan dan kerugian, ketika saya memilih membuat mie maka waktu yang saya gunakan lebih singkat tetapi dari kesehatan memakan mie istan terlalu banyak tidaklah baik untuk kesehatan. Sama halnya di dunia ini ada tesis dan antitesis, ada identitas ada kontradiksi, ada pro dan ada juga kontra. Sebenarnya itu semua adalah pilihan, mana yang akan kita pilih dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari pilihan yang kita pilih.

    ReplyDelete
  118. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya sepedapat bahwa hidup itu adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah, jadi hidup dapat di definisikan sebanyak yang ada dan mungkin ada. Banyak hal yang harus menjadi tetap sepeti halnya kita mencintai orang tua kita. Lain halnya ketika kita sedang menjalin hubungan dengan seseorang kita mengingat ingat mantan pacar kita, maka dari itu kita perlu untuk melupakan atau berubah. Tidak selamanya yang tetap itu tepat karena sesunggunaya hidup itu ada yang tetap dan ada yang berubah. Dalam filsafat tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, karena benar atau sealah tidak sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  119. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam artikel diatas saya membaca kaliamat yang bagi saya sangat menatrik yaitu "Kalau meyakini Tuhan harus lewat keyakinan hati, dan kalau hanya lewat pikiran untuk mencari Tuhan maka belum ada jaminan bisa menemukan Tuhan." Kalimat ini membuat saya merenungkan sudah kah saya menyakini Tuhan dengan keyakinan hati? Ataukah saya hanya lewat pikiran untuk mencari Tuhan? Terimakasih Prof. Marsigit karena dengan artikel ini saya kembali merenungkan mengenai keyakinan terhadap Tuhan haruslah lewat keyakinan hati. Bukan hanya pergi beribadah saja tetapi berusaha untuk menjalankan perintah-Nya juga merupakan salah satu cara menyakini Tuhan dengan keyakinan hati.

    ReplyDelete
  120. Rizqi Khilda Amalia
    P Mat I 2013
    13301241046

    Kita perlu untuk belajar tentang filsafat pendidikan matematika supaya kita dapat lebih memahami kehidupan terutama yang berkaitan dengan pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  121. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam hidup selalu terjadi interaksi antara ketetapan dan perubahan. Karena hidup sendiri tetap dalam perubahan dan berubah dalam ketetapan. Selain itu dalam hidup dan kehidupan sendiri terdapat objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada, dimana yang ada dan yang mungkin ada sendiri berada di dalam dan di luar pikiran manusia dengan sifat yang tetap dan berubah. selanjutnya, semua yang dipikirkan manusia merupakan suatu wadah dan memiliki isi dimana isi sendiri dapat menjadi wadah.

    ReplyDelete
  122. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Hidup ini adalah keadilan di dalam ketidak adilan. Ketidak adilan di dalam keadilan. Manusia itu sempurna dalam ketidak sempurnaan, tidak sempurna dalam kesempurnaan. Itulah sebenar-benar hidup adalah kontradiksi. Ketika kita masih hidup itu kontradiksi namanya. Identitas itu hanya ada dalam pikiran. Hidup ini adalah antara dipilih dan memilih. Takdir itu sebagai yang dipilih. Sedangkan ikhtiar itu memilih. itulah mengapa hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi. Oleh karena itu tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, sebab jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  123. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada. Dalam pikiran kita apapun itu adalah sebuah wadah, wadah apapun yang ada dan meliputi yang mungkin ada, ternyata dia juga merupakan isi. Wadah dan isi tidak dapat dipisahkan, tetapi wadah tidak akan pernah sama dengan isi dimana subjek tidak sama dengan predikat.

    ReplyDelete
  124. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hidup adalah pilihan. Bila saya pikirkan kembali, memang benar bahwa hidup tidak dapat terpisahkan oleh sebuah pilihan. Pilihan mana yang akan kita ambil merupakan awal dari masa depan yang akan kita jalani. Setiap pilihan mempunyai dampak baik atau buruk. Kita berpakainan pun sebuah pilihan mana baju yang harus dikenakan, rok atau celana yang harus kita kenakan, sepatu mana yang akan kita kenakan, semuanya adalah pilihan.

    ReplyDelete
  125. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Jika membahas masalah poligamani, pastilah banyak terjadi pro dan kontra. Ada yang setuju dengan adanya poligami dan ada yang tidak setuju dengan adanya poligami. Jika ditaya saya memilih untuk sependapat dengan tidak setuju dengan adanya poligami, yang saya pikirkan menikah hanyalah satu kali dan itu sekali seumur hidup. Bagi saya pernikahan bukan hanya menyatukan dua manusia yang saling mencintai tetapi menyatukan dua keluarga besar dari dua insan manusia tersebut.

    ReplyDelete
  126. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Berjuang untuh hidup itu bukanlah yang mudah, banyak pilihan dan banyak kontradiksi. Memahani hidup itu pun bagaikan memecahkan teka-teki yang belum jelas jawabannya, bahkan untuk mendefinikan hidup itu. Interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati. Yang dapat kita lalukan hanyalah berusaha dan ikhtiar, fatal dan atau fital.

    ReplyDelete
  127. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Obyek dari filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada dimana mencakup semua aspek yang ada di dunia ini. Begitu pun dengan hidup menurut filsafat, hidup itu berubah tidak tetap, berubah di dalam ketetapan dan tetap di dalam perubahan. kita hanya perlu memahami ruang dan waktunya, kapan hidup kita akan bermanfaat dan kapan hidup kita akan sia-sia, bergantung pada perubahan yang kita buat di hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  128. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sesuatu yang instant memang lebing mudah dilakukan dibandingkan sesuatu yang rumit. Namun hal-hal yang instant biasanya hasilnya tidak akan memuaskan malah dapat ja berdampak buruk. Contohnya saja makanan-makanan yang instant rata-rata akan berdampak buruk untuk kesehatan apabila berlebihan. Seseorang yang memilih melakukan tindakan instant biasanya kurang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan menunjukan bahwa dirinya kurang memiliki potensiatau kemampuan.

    ReplyDelete
  129. KASYIFATUN AENI
    13301231055
    PMA 13

    Terimakasih..
    Refleksi di atas adalah refleksi yang sangat menginspirasi dan memberikan banyak pencerahan. Menurut saya, semua yang tertulis dalam refleksi tersebut adalah hal yang penting untuk kita ketahui karena banyak memberikan pemahaman tentang filsafat dan kehidupan.

    ReplyDelete
  130. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Berbicara mengenai takdir. Disebutkan dalam refleksi di atas, bahwa dalam filsafat takdir adalah sesuatu yang sudah terjadi, sedangkan dalam spiritual, takdir bukan saja sesuatu yang sudah terjadi tetapi juga yang belum terjadi. Sebagai seorang Muslim, tentu saya meyakini bahwa apa yang terjadi sudah lebih dahulu ditentukan dan telah tercatat dalam Lauh Mahfudz. Hanya saja, takdir yang belum terjadi masih menjadi sebuah misteri. Itulah indahnya. Alloh sudah menentukan bagaimana kehidupan kita, tapi Ia juga memberikan pilihan-pilihan bagi kita. Apakah kita mau memberikan ikhtiar terbaik kita untuk menjemput takdir terbaik kita atau tidak.

    ReplyDelete
  131. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Takdir memang sudah Alloh tentukan, tapi Alloh juga Maha Kuasa untuk merubah takdir hambaNya selama ia mau berdoa dan berusaha.

    ReplyDelete
  132. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam menjalani kehidupan, pasti ada kemudahan dan kesulitan. Seperti firman Allah, sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya berusaha dan tawakal demi suatu hal yang kita harapkan. Dalam memperjuangkan harapan atau keinginan itu pasti terdapat sesuatu yang bisa menjadi penghambat atau bisa dikatakan kesulitan. Tetapi, ini harus kita lewati karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

    ReplyDelete
  133. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Saya sependapat bahwa hidup ini merupakan interaksi antara pernyataan kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit dan pernyataan kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah. Dalam kasus yang pertama yaitu kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit ini mengindikasikan bahwa hal ini termasuk ke dalam kategori manusia yang tidak kreatif, masa bodoh terhadap apa yang terjadi pada dirinya, berbeda dengan pernyataan kedua yang menyatakan sebaliknya.

    ReplyDelete
  134. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagai hamba Allah hendaknya kita harus mengimani atau percaya bahwa kehendak Allah meliputi segala sesuatu, baik yang terjadi, atau tidak dan belum terjadi. Keyakinan kita atau kepercayaan kita pada Allah harusnya dari hidup sampai mati. Oleh karena itu, ketika saya membaca tulisan seperti dinasehati atau diberikan pengarahan untuk tetap berpikir positif.

    ReplyDelete
  135. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Hidup merupakan interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup merupakan sesuatu yang tetap di dalam perubahan. Kita harus memahami semua hal tentang kehidupan ini karena hidup adalah pilihan dan pasti terdapat kesenangan dan kesedihan di dalamnya.

    ReplyDelete
  136. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    hidup merupakan hal yang paling mendasar dalam diri setiap manusia akan tetapi itu terlihat apabila kita mereduksinya. Ketika kita tinjau dari ranah pengetahuan maka sebenar-benar hidup adalah dengan bertanya, karena dari proses pertanyaan yang kita lontarkan kita akan memperoleh ilmu pengetahuan baru dari apa yang dijelaskan. dalam hidup pula sering terjadi kontradiksi di dalamnya dikarenakan manusia itu adalah kontradiksi antara pikiran dan ucapannya, akan tetapi kontradiksi itu cukuplah pada pikiran dan tidak boleh masuh kedalam area hati dikarenakan apabila dalam hati terjadi kontradiksi maka sebenar-benar yang terjadi kita telah dipengaruhi oleh syaitan yang dapat menjerumuskan kita ke alam kegelapan.

    ReplyDelete
  137. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dari artikel di atas dikatakan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. hal ini sejalan dengan istilah hablum minallah, hablum minannas. Hablum minallah adalah hubungan kita dengan Allah, atau secara filsafat kita sebut dengan interaksi dengan yang bersifat tetap. Karena seluruh yang ada di dunia ini hanyalah tetap yang relatif, yang memiliki sifat tetap absolut hanyalah Allah. Sedangkan hablum minannas adalah hubungan kita dengan sesama manusia beserta seluruh isi dunia. Karena manusia dan seluruh isi dunia ini akan selalu berubah. sehingga kita harus dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada.

    ReplyDelete
  138. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Sejatinya hidup itu adalah interaksi antara fatal dan vital. Fatal berhubungan dengan takdir sedangkan vital berhubungan dengan usaha atau ikhtiar. Berkaitan dengan takdir seperti kelahiran, kematian, jodoh itu sudah ketentuan Tuhan yang disebut dengan takdir, kita sebagai manusia tidak mampu untuk merubahnya. Sedangkan vital berkaitan dengan ikhtiar atau usaha kita sebagai manusia di dunia ini, usaha baik untuk mencapai tujuan dunia maupun tujuan akherat. Tujuan dunia seperti usaha bekerja untuk menyambung hidup, usaha belajar untuk mencapai pendidika yang diinginkan, dan usaha-usaha lainnya yang berkaitan dengan kehidupan di dunia. Sedangkan usaha akherat seperti berdoa, beristigfhar, selalu menyebut nama ALLAH, selalu meminta ampun agar di akherat kelak mendapatkan tempat yang nyaman di sisiNya.

    ReplyDelete
  139. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan dari tulisan ini. Terutama tentang menjalani kehidupan, ada orang yang mau berusaha dan ada orang yang nyaman dengan kesantaiannya. Berat pasti ketika mengharapkan pencapaian hidup yang lebih baik, penuh perjuangan dan pengorbanan. Semoga saya bisa ikhlas untuk meningkatkan kapasitas diri.

    ReplyDelete
  140. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pertanyaan “Kalau ada yang mudah kenapa musti cari yang sulit” membuat saya sadar jika misal sudah ada yang pasti kenapa mencari yang tidak pasti. Jika sudah suatu benda sudah pasti ada wujudnya kenapa mencari benda yang tidak tentu wujudnya. Namun kembali ke sifat manusia yang tidak pernah puas dan selalu merasa tertantang dengan sesuatu yang menantang. Jadi ketika ada kesempatan untuk mencari, maka yang sulit pasti dicari.

    ReplyDelete
  141. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sesuatu yang dikatakan ada adalah yang terdefinisi, dapat diindrakan, dapat digambarkan bagaimana bentuknya dan sesuatu yang ada pasti memiliki tujuan akhir, dan memiliki awal. Berarti sesuatu yang ada itu harus memiliki awal dan akhir.

    ReplyDelete
  142. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sedangkan sesuatu yang dikatakan tiada adalah yang dapat dibatasi (absolut). Keabsolutan dari sesuatu yang tiada membawa pada kekuasaan yang mutlak. Untuk memiliki kekuasaan yang mutlak maka sesuatu yang tiada harus berbeda dengan yang lainnya. dan sesuatu yang tiada pasti tidak berawal dan tidak berakhir karena ia berbeda dengan yang lain.

    ReplyDelete
  143. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    “Didalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, yang benar atau yang tepat itu adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktu, dalam spiritual kebenaran bersifat absolute” Ya. kebenaran yang absolut itu hanya milik tuhan. Dalam memahami fisafat kita akan memaknai arti hidup yang sebenar-benarnya, kita dilatih untuk tidak bersikap takabur akan ilmu yang telah dimiliki. Tidak merasa hebat lalu menyalahkan orang lain, karena kebenaran bersifat relatif.

    ReplyDelete
  144. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Allah ‘berada’ pada wilayah yang tiada. Allah tidak ada tapi bahwa yang tidak ada sekalipun itu ada. Jadi tetap saja Allah itu ada, namun berada pada tempat yang tidak ada yang mana untuk mencapai batas antara wilayah tiada dan ada ini tidak akan pernah bisa kita lakukan.

    ReplyDelete
  145. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bagi umat islam, takdir merupakan bagian daripada aqidah, karena merupakan bagian daripada iman terhadap qadla dan qadar, dimana takdir merupakan kata yang berasal dari qadar. Ada yang berpendapat bahwa apa yang kita lakukan sudah ditentukan oleh Allah SWT. Namun ada yang berpendapat bahwa apa yang kita lakukan, tidak ada campur tangan Allah SWT sama sekali. Ada juga berpendapat bahwa apa yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan Allah, ada campur tangan Allah, tapi kita memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu.

    ReplyDelete
  146. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Segala hal yang ada di muka bumi ini, tunduk pada hukum sebab-akibat. Apapun yang terjadi di bumi ini, pasti ada sebabnya, bahkan kematian, rezeki dan jodoh pun tunduk pada hukum ini. Dalam ajaran Islam, segala yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah. Itulah Qadla. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar-kecil usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, karenanya hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir.

    ReplyDelete
  147. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Seorang bunuh diri, meninggal karena suatu kecelakaan atau jihad di jalan Allah maka segala yang tekait dengan perbuatannya itu sudah diketahui Allah swt dan sudah dituliskan namun hanya bersifat menyingkap dan ilmu-Nya tidaklah bersifat memaksa dan mempengaruhi. Bukti dari keadilan Allah kepadanya adalah dengan diberikannya akal untuk mampu mempertimbangkan segala efek dari bunuh dirinya.

    ReplyDelete
  148. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selanjutnya, Allah memberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya. Apakah mau mati dengan cara bunuh diri atau mengikuti ketetapan dari Allah SWT. Jika ia lebih memilih mati dengan bunuh diri, maka ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut. Jadi mati bunuh diri bukanlah takdir yang ditetapkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  149. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Apa yang ada di hati tidak selamanya selaras dengan apa yang ada di pikiran. Untuk itu untuk menyelaraskan hati dan pikiran dapatdimulai dengan memahami arti apa yang ada dipikran, kemudian pikirkan secara logis. Apa dampak baik dan buruk jika kita mengambil keputusan itu.

    ReplyDelete
  150. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk mengevaluasi perasaan sebaiknya dapat membedakan antara perasaan dan pikiran logis. Perlu juga untuk mendengarkan kata hati. Walaupun seringkali kata hati tidak sama dengan apa yang ada di pikiran. Sehingga jangan terlalu mengandalkan kata hati.
    Mengambil sebuah keputuasan sebaiknya dimulai dengan sebuah keyakinan. Kita dapat menentukan nilai dari keyakinan kita sendiri. Pikiran dari keputusan harus berkaitan dengan nilai keyakinan. Jika tidak maka kita akan didera rasa dilema berkepanjangan. Sehingga perlu pertimbangan yang matang pada keyakinan sebelum memutuskan. Mengambil keputusan dapat didasarkan pada pemikiran logis atas intuisi yang muncul saat mempertimbangkan nilai keyakinan kita.

    ReplyDelete
  151. Febrina Rizki Dwiyana / 13301241044/ Pendidikan Matematika

    pada bahasan ini, bagaimana kita mengartikan hidup adalah sesuai dengan batasan iman yang kita punya. mereka yang diberkahi akan iman mengartikan bahwa bagaimana hidup menjadi bermakna jika kita mengenal Tuhan, sehingga mengerti tujuan dari diciptakan kehidupan di Dunia. dan untuk mereka yang hanya mengandalkan ilmu tanpa ada iman di dalam hatinya maka mereka hanya dibuat bingung oleh penciptanya. mereka hanya akan berfokus pada hal yang menurut mereka logis berdasarkan pemikiranya. padahal kuasa Tuhan mana ada yang bisa menandingi. itulah mengapa kita harus mengenal Tuhan kita.

    ReplyDelete
  152. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    menalar. Manusia satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan. Namun pengetahuan ini terbatas hanya untuk kelangsungan hidupnya (survival). Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya sekadar untuk kelangsungan hidup, tetapi dengan memikirkan hal-hal baru manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada kehidupan, dengan kata lain semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi.

    ReplyDelete
  153. Anisa safitri
    13301241014
    Pendidikan matematika A 2013

    Assalamualaikum, dri arike ini dari penjelasan yg diberikan oleh pak amrsigit, untuk siswa jaman sekrang yg sukanya instan dan dibilang tidakbmau kerja keras. Sya terterik dengan keadaan yg seperti itu... Menurut saya pastivada latar belakang jaman sekrang yang sukanya kebanyakan seperti itu.

    ReplyDelete
  154. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dengan adanya perkembangan zaman dan kemudahan yang ada tentu banyak orang lebih memilih sesuatu yang instan. berdasarkan penjelasan Prof di atas, sangat benar kalau "jika ada yang mudah kenapa memilih yang sulit". tentu ini tetap dalam konteks instan yang tak merugikan. tetapi sebaliknya, jika sesuatu yang instan itu ternyata merugikan tentu akan lebih baik memilih yang sulit daripada yang mudah. tapi kenyataannya dalam kehidupan kita memang harus pandai dalam memilih yang mana yang harus instan mana yang harus sulit. karena kehidupan itu tentang memilih mana yang baik dan mana yang bermanfaat untuk kehidupan. contohnya saja pendidikan. kita belajar bukan untuk semata mata mendapatkan ijazah, tetapi juga ilmu pengetahuan dan wawasan. oleh karena itu kita menempuh pembelajaran yang penuh dengan tawa dan air mata selama beberapa semester hingga sampai akhirnya lulus. Itulah pilihan hidup dan arti hidup menurut filsafat begitu luas.

    ReplyDelete
  155. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Dalam menjalani hidup, seseorang memiliki dua pilihan yaitu mudah dan sulit. Mudah tidak selalu udah dan sulit tidak selalu sulit. Ada orang yang memilih untuk menjalaninya dengan kemudahan, karena berpikir jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Orang itu memilih jalan mudah karena sudah nyaman dizonanya dan tidak mau bergerak untuk berjuang. Tetapi juga ada orang yang memilih untuk menjalaninya dengan cara yang sulit agar lebih terasa perjuangannya dan lebih terasa makna hidupnya. Hidup memang pilihan, terserah akan memilih dengan jalan yang instan atau dengan jalan yang penuh dengan perjuangan. Tetapi hidup yang lebih baik adalah yang tadinya memilih jalan instan menjadi berproses untuk menjalaninya dengan penuh perjuangan

    ReplyDelete
  156. Assalamualaikum wr. wb.

    Alhamdulillah kalo kita mampu memahami arti hidup ini. Hidup menurut saya seperti jargon iklan salah satu brand air minum botol kalo bisa hidup kita satu untuk sepuluh...bagaimana hidup kita yang sekali berguna bagi 10 bahkan lebih..

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3PEP Kelas A

    ReplyDelete
  157. Assalamualaikum wr. wb.

    Alhamdulillah kalo kita mampu memahami arti hidup ini. Hidup menurut saya seperti jargon iklan salah satu brand air minum botol kalo bisa hidup kita satu untuk sepuluh...bagaimana hidup kita yang sekali berguna bagi 10 bahkan lebih..

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3PEP Kelas A

    ReplyDelete
  158. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Didalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada, semua yang engkau pikirkan apapun itu adalah sebuah wadah, wadah apapun yang ada dan meliputi yang mungkin ada. Itulah mengapa dalam filsafat tidak ada benar dan salah. Karena segala sesuatu meruang dan mewaktu bergantung pada dimensinya. Segala sesuatu terlihat sesuai apa yang ada di pikiran kita.

    ReplyDelete
  159. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Mudah dan Sulit merupakan dua fenomena yang saling berinteraksi, Seseorang bisa mengatakan sesuatu itu mudah dengan membandingkan fenomena sulit yang pernah dialaminya begitupun sebaliknya. Sesuatu dikatakan mudah atau sulit tergantung dari perspektif orang yang melihatnya dan orang yang menjalaninya. Mengenai pendapat ilham nokhem tentang penciptaan alam dalam konsep yang ada dan tiada apabila akan dibahas mengenai kebenarannya tidak akan pernah ada kesimpulannya karena hal yang sedemikian itu memiliki tokoh masing-masing. Ketetapan tokohnya Permenides dan perubahan tokohnya Herakleitos. Seperti yang dijelaskan di atas orang timur yang kehidupannya didominasi oleh agama apabila ditanyakan mengenai teori evolusi Darwin sampai kiamat akan percaya nenek moyang adalah nabi Adam A.S (tetap dalam perubahan) begitu sebaliknya dengan orang barat yang memiliki pola pikir scientific tentu akan percaya teori Darwin (Berubah dalam ketetapan) perbedaan ini terjadi karena berbedanya kutur. Semoga KEYAKINAN kita akan KEESAAN TUHAN selalu berada pada KETETAPAN dalam PERUBAHAN. Amin

    ReplyDelete
  160. AJI SANTOSO
    13301241034
    PMA13

    Budaya instan saat ini memang tengah banyak digemari. Tidak dipungkiri bahwa banyak orang mengharapkan sesuatu yang mudah dengan hasil yang besar. Tetapi ingat juga, tuhan menciptakan segala sesuatu yang di dunia berpasang pasang. termasuk ada usaha pasti ada hasil.

    ReplyDelete
  161. Shaleh
    PEP/PPs/2016/Kelas A
    16701261010

    Filosofi pohon kelapa cukup relevan untuk menerjemahkan hidup, dari akar hingga ujung daun semua bermanfaat.

    ReplyDelete
  162. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  163. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Hidup itu dinamis, maksud dari dinamis ia akan selalu berubah. Terus berjalan dan berubah. Dan yang selalu berubah sebenarnya adalah perubahan itu sendiri. Kita sebagai pelaku dalam kehidupan jangan sampai tertinggal oleh waktu. Kita harus bisa mengikuti arus dinamika yang ada di lingkungan sekitar dan menyesuaikan dengan akal dan hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedikit menambahkan, dalam melakukan sesuatu jangan pernah mengharapkan segalanya dengan mudah atau memudahkan atau mengentengkan, karena sebuah hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Hasil yang kita peroleh adalah apa yang kita lakukan.

      Delete
  164. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Sering kali kita berpikir hal-hal yang sulit, jika masih ada hal yang mudah, kenapa tidak yang ini saja, tetapi ada juga yang berani mengambil yang sulit untuk lebih menantang diri sendiri mencapai puncak di suatu massa. Memang tidak semudah yang dipikirkan. Yang selalu mengambil jalan mudah adalah orang yang selalu berpikir instan dan yang mengambil jalan yang tidak mudah adalah orang yang selalu ingin mengalami proses yang panjang baru mendapatkan hasil. Sehingga hasil yang di dapatkan benar-benar mengakar dan menguat dalam tingkatan tertentu yang pada akhirnya dapat memaknai betapa berartinya hidup ini….

    ReplyDelete
  165. SHALEH
    PPs/PEP/2016/A

    Hidup tercipta oleh Sang Maha Pencipta guna menelusuri jalan spritual-Nya yg yang berstruktur dan berdimensi.

    ReplyDelete
  166. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    “Hidup itu mudah jangan dibuat sulit” ini juga perkataan yang sering diungkapkan oleh banyak orang. Dan sampai-sampai dijadikan sebuah dogma. Secara langsung jika didengar menjadi rileks, dan diucapkan tidak sulit. Kalau diperhatikan dalam pikiran menjadi sangat fleksibel dan santai. Persis yang disampaikan dari contoh pa marsigit di atas, bahwa “kalau hidup itu mudah jangan dipersulit, kalau bisa mudah kenapa dipersulit. Itu dari sisi depan, kalau sisi belakang akan berbunyi, “hidup itu sulit jangan dimudah-mudahkan” dan “kalau hidup itu sulit kenapa mempermudahnya”

    ReplyDelete
  167. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dalam gravitasi juga ada sebuah hukum, bahwa apabila batu dilemparkan ke atas maka akan jatuh bawah. Itulah hukum grafitasi. Itu hukum pasti dan mutlak dari zat yang maha kuasa, dan sudah menjadi ketentuannya. Apabila ditolak maka akan berakibat fatal bagi pelakunya, berlaku kepada siapa saja, apakah orang yang dekat dengan yang maha kuasa atau pun jauh. Hukum itu akan tetap konsisten dan bersifat absolut. Tidak bisa diganggu gugat.

    ReplyDelete
  168. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Apabila ada sesorang yang melawan hukum gravitasi tersebut, maka akan dilawan kembali oleh gravitasi itu, seperti ketika kita melompat dari atas gedung ketinggian 50 meter. Pastinya akan jatuh, coba saja kalau ada yang mau mencobanya. Namun manusia diberikan akal, dengan akal manusia, hukum gravitasi bisa dijadikan sebagai sarana untuk melahirkan ilmu pengetahuan baru. Dengan melakukan Ikhtiar manusia mampu menciptakan pesawat terbang yang bahkan mampu koheren dengan hukum gravitasi.

    ReplyDelete
  169. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap hal pasti memiliki sisi baik dan sisi buruknya, termasuk "instan" ini. Contoh mie instan sisi baiknya kita dapat dengan mudah membuat mie tanpa perlu waktu yang lama dibanding dengan mie yang kita buat sendiri mulai dari tepung dicampur dengan bahan-bahan lainnya, sisi buruknya banyak kandungan zat-zat yang terkandung dalam mie tersebut, berbeda dengan mie yang kita buat sendiri dari tepung yang bahan-bahannya kita tahu dengan jelas. Seperti itu pula dalam belajar, ketika siswa hanya diberi dengan rumus-rumus instan, sisi baiknya siswa dapat dengan mudah dan cepat menjawab pertanyaan yang diberikan, sisi buruknya adalah hal yang instan itu tidak akan bertahan lama di ingatan siswa. Sehingga mulailah mencoba untuk keluar dari zona nyaman (Instan) untuk menjelajahi dan melawan tantangan lain yang lebih menarik.

    ReplyDelete
  170. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sifat yang penting adalah, ia memiliki sifat tetap atau sifat berubah, ternyata hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Kita harus memiliki sifat tetap untuk selalu berbuatkebaikan jujur dan selalu melakukan hal yang baik, tetapi kita juga harus memiliki sifat berubah, berubah dalam arti menuju ke arah yang lebih baik atau dapat dikatakan berubah untuk hal kebaikan. Sehingga manusia harus memiliki dua sifat tersebut.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id