Apr 10, 2015

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini

Aslm, berikut saya tayangkan konsep dan pemikiran saya secara singkat berkaitan dengan keadaan 



pendidikan dan pendidikan guru di Indonesia, dalam rangka (bagian dari) memberikan masukan tentang reformasi LPTK, yang sedang digodog secara keseluruhan oleh tim kecil Majelis Guru Besar UNY. Selamat membaca dan memberi komentar atau berkontribusi pemikiran tambahan.

Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini
Oleh: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar, sekaligus kita menyongsong harapan di tengan era global. Bangsa Indonesia dengan pasti tidak dapat menghindar dari pergaulan Pasar Bebas seperti GATT, WTO, AFTA dan pergaulan dunia yang mempengaruhi segala aspek berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Sebagai bangsa yang relatif muda (belum sampai berumur satu abad), tentulah jika masa depan kita berorientasi kepada kecenderungan modus (standar) internasional dewasa ini, akan banyak dijumpai kekurangan-kekurangan yang bersifat ontologis baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun penguasaan teknologi.

Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Dewasa ini Indonesia sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, yang ditandai dengan bergesernya orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme.   Revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo kiranya patut direnungkan, digali dan diimplementasikan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Revolusi mental perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika.

Kegamangan pendidikan salah satunya disebabkan oleh keraguan menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dengan demikian, jelaslah kiranya bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

Ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya maka dalam bidang pendidikan terdapat pertanyaan guru seperti apakah dewasa ini yang dianggap ideal bagi bangsa ini? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama ini, walaupun telah mengalami berbagai fase perubahan kurikulum yang dibarengi dengan berbagai macam peraturan perundangan, masih saja kualitas pendidikan belum seperti yang diharapkan, terutama jika dilihat dari prestasi yang dibandingkan dengan prestasi pendidikan bangsa-bangsa lain. Walaupun hasil penelitian OECD tahun 2015 menunjukkan adanya inovasi pembelajaran, tetapi herannya mengapa prestasi belajar masih belum memuaskan? Penjelasannya adalah bahwa inovasi pembelajaran yang terjadi dan sudah mulai menampakan bentuknya merupakan kerja keras dan hasil dari pelaksanaan kurikulum KTSP beserta segala usaha inovatif lainnya seperti adanya projek-projek SEQIP, PEQIP, IMSTEP-JICA, Lesson Study, CTL, dst. Disorientasi bidang epoleksosbud ditengarai sebagai biangnya segala persoalan yang muncul dalam bidang pendidikan, sehingga mengaburkan bahwa inovasi yang berhasil dilakukan adalah baru langkah awal, sedangkan prestasi belajar adalah langkah berikutnya. Disorientasi epoleksosbud menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang pada gilirannya menghasilkan ketidakteraturan pola kehidupan masyarakat yang dapat berujung pada perikehidupan yang anarkhis dan mendegradasi peradaban bangsa.

Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent.

Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Anomali paradigma pada gilirannya juga muncul dalam pengembangan pendidikan guru di Indonesia, misalnya: guru sebagai pengembang pendidikan versus guru sebagai pelaksana pendidikan, guru kelas versus guru mata pelajaran, guru pusat versus guru daerah, pendidikan guru concurant versus pendidikan guru consecutive, tanggung jawab masyarakat versus tangung jawab pemerintah, idealitas pendidikan versus pragmatisme pendidikan, dst.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas maka banyak persoalan pendidikan yang menghadang didepan kita: kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst.

Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan.


Yogyakarta, 9 April 2015


159 comments:

  1. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    PADA tahun 2015 kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Pasar Ekonomi ASEAN mulai berlaku. Kesepakatan ini tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tapi juga sektor-sektor lainnya. Tak terkecuali “pendidikan” sebagai lokomotif pembangunan manusia. Sejak lima tahun terakhir, pemerintah dan sejumlah lembaga pendidikan beramai-ramai membuat berbagai skenario untuk menghadapi “liberalisasi pendidikan”, agar pendidikan Indonesia sanggup bersaing di kancah global. Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama kebijakan pemerintah terkait pendidikan belum konsisten tentunya permasalahan klasik akan selalu menghambat perjalanan pendidikan kita. Ketika kita konsisten seperti ikan kecil di lautan yang luas disitu terdapat ikan-ikan yang lebih besar, tetapi karena konsistensi ikan kecil berenang sehingga bisa bertemu dengan penguasa laut (Dewa Ruci).

    ReplyDelete
  2. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    Di Indonesia, pendidikan masih belum mendapatkan tempat yang utama sebagai prioritas program pembangunan nasional.investasi modal fisik masih dianggap sebagai satu-satunya faktor utama dalam pengembangan. Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda.Secara umum terbukti bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik, status sosialnya tinggi, harga diri juga tinggi.intinya investasi pendidikan meningkatkan harga diri bangsa sehingga menjadi suatu kebutuhan.

    ReplyDelete
  3. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Tulisan Prof. Marsigit tentang keadaan pendidikan saat ini memanglah sangat miris keadaannya. Memang sudah tidak diragukan lagi bahwa banyak pendekatan pendekatan di bidang pendidikan yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam menghadapi era globalisasi. Akan tetapi, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah pengembangan karakter peserta didik. Terkadang karena terlalu fokus pada aspek kognitif, aspek karakter anak sering dikesampingkan. Semoga dengan adanya refleksi pendidikan di Indonesia ini, kita sebagai pemuda dan pemudi harapan bangsa bisa mengubah disorientasi pendidikan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik Dan bisa menghasilkan generasi yang unggul dalam kreativitas dan karakter yang bijaksana.

    ReplyDelete
  4. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yaitu: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, pendidikan terbuka versus pendidikan tertutup, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, pendidikan sebagai kebutuhan versus pendidikan sebagai investasi, pendidikan yang melestarikan versus pendidikan yang konstruktif, pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil, pendidikan untuk semua versus pendidikan terkanalisasi, pendidikan berorientasi jati diri bangsa versus pendidikan berorientasi pasar dst. Selama anomali paradigma tersebut belum memperoleh solusinya maka selama itu pula persoalan pendidikan masih bersifat imanent dan latent

    ReplyDelete
  5. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

    ReplyDelete
  6. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar.

    ReplyDelete
  7. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Menurut saya sebagai salah satu peserta dari SEA-Teacher Project yang diadakan oleh SEAMEO (The Southeast Asian Ministers of Education Organization) bagi para mahasiswa pendidikan khususnya pendidikan matematika, ipa, bahasa inggris, dan PGSD se Asia Tenggara, program ini adalah program yang sangat bermanfaat untuk menciptakan generasi penerus bangsa para calon guru profesional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Negara masing- masing. Sangatlah tepat bagi universitas-universitas pendidikan di Indonesia untuk mengirimkan mahasiswa nya mengikuti program ini agar kelak tercipta tenaga pendidik yang siap bersaing dalam MEA.

    ReplyDelete
  8. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    S1 Pendidikan matematika C 2013

    keterbukaan Indonesia terhadap "pengaruh luar" sebenarnya cukup baik dan positif jika saja karakter bangsa cukup kuat dan kokoh, nilai- nilai pancasila selalu diterapkan dan semangat nasionalisme cukup tinggi. kita bisa belajar dari bangsa lain yang maju khususnya dalam bidang pendidikan, ambil yang sesuai dan bisa diterapkan serta dapat dimofikasi agar sesuai dengan nilai- nilai pancasila, bukan diterima secara mentah- mentah tanpa mempedulikan sesuai atau tidak nya jika diterapkan di Indonesia.

    ReplyDelete
  9. soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    selain itu memang perlu diadakan revolusi mental secara besar- besaran agar bangsa indonesia tidak mudah terpengaruh dan melupakan kebudayaannya sendiri, seolah menjadi orang timur yang kebarat- baratan. moral dan pendidikan itu merupakan fondasi penting dalam suatu negara sehingga tidak boleh diabaikan dan atau dikesampingkan begitu saja.

    ReplyDelete
  10. soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    selain itu memang perlu diadakan revolusi mental secara besar- besaran agar bangsa indonesia tidak mudah terpengaruh dan melupakan kebudayaannya sendiri, seolah menjadi orang timur yang kebarat- baratan. moral dan pendidikan itu merupakan fondasi penting dalam suatu negara sehingga tidak boleh diabaikan dan atau dikesampingkan begitu saja.

    ReplyDelete
  11. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    S1 Pendidikan matematika C 2013

    keterbukaan Indonesia terhadap "pengaruh luar" sebenarnya cukup baik dan positif jika saja karakter bangsa cukup kuat dan kokoh, nilai- nilai pancasila selalu diterapkan dan semangat nasionalisme cukup tinggi. kita bisa belajar dari bangsa lain yang maju khususnya dalam bidang pendidikan, ambil yang sesuai dan bisa diterapkan serta dapat dimofikasi agar sesuai dengan nilai- nilai pancasila, bukan diterima secara mentah- mentah tanpa mempedulikan sesuai atau tidak nya jika diterapkan di Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Indonesia memiliki konsep pendidikan yang sangat bagus yaitu yang diungkapkan oleh Bapak Pendidikan kita,Ki Hajar Dewantara, yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. In ngarsa sung tuladha artinya di depan memberi contoh, Ing madya mangun karsa artinya ditengah membangun kehendak atau niat, dan Tut wuri handayani artinya dibelakang memberi dorongan. Sebagai guru kita harus menerapkan konsep tersebut kepada siswa-siswinya. Terima kasih

    ReplyDelete
  13. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  14. Teduh Sukma Wijaya
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar.

    ReplyDelete
  15. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sependapat dengan bapak Marsigit bahwa Pendidikan di Indonesia semakin mengarah ke luar dan semakin menjauh dari nilai-nilai nasionalisme. Selama ini bangsa Indonesia telah terbuai dengan janji dan implementasi berbagai konsep pendidikan dari luar yang ternyata hanya menjauhkan atau mencerabut marwah ke Indonesiaan dari generasi ke generasi berikutnya. Pengaruh globalisasi dari luar tersebut memang seharusnya diimbangi dengan adanya pemikiran, karakter dan gaya hidup yang sesuai dengan karakter bangsa.

    ReplyDelete
  16. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sudah saatnya kita menggali, mengembangkan dan mengimplementasikan konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Seperti yang disampaikan bapak Marsigit hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Saya juga sependapat dengan bapak Marsigit bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Namun masih perlu digali dan dikembangkan lagi dan ini menjadi tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan. Sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    sedikit ingin membandingkan kondisi peendidikan guru di Indonesia dengan pendidikan guru di Finlandia.
    Di Finlandia, tidak semua orang yang ingin menjadi guru bisa masuk ke perguruan tinggi keguruan dan menjadi guru. Para calon guru dileseksi dari siswa-siswa SMA dengan peringkat 10 besar. Hanya siswa-siswa itu yang boleh mengikuti tes seleksi masuk ke LPTK.
    Di Indonesia, siapapun bisa menjadi guru dan masuk perguruan tinggi keguruan yang tersebar di seluruh Indonesia, dari negeri sampai swasta. Dan parahnya, kebanyakan siswa-siswa di Indonesia yang kemudian memilih untuk menjadi guru adalah siswa-siswa yang secara IQ berada di kelas menengah ke bawah.
    Secara langsung, model prekrutan calon guru di Indonesia sangat berdampak besar terhadap kualitas pendidikan kita dewasa ini. Lalu bagaimana mungkin kita berharap pendidikan akan maju, sementara sistemnya masih seperti itu.

    ReplyDelete
  19. Pendidikan di Indonesia harus perlu pembenahan, pemerintah telah mengglontorkan 20 % dana APBN untuk pendidikan. Menurut Menteri Pendidikan saat in Prof. Muhajir Efendy permasalahan terjadi dimulai dari lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang ada. Kondisi ini pun dikarenakan imbas dari diberlakukannya otonomi penuh di sektor pendidikan itu. Apalagi, terangnya, jika Indonesia ingin memberlakukan standar nasional pendidikan, kontrol dari pusat mutlak diperlukan.

    ReplyDelete
  20. Pendidikan di Indonesia harus perlu pembenahan, pemerintah telah mengglontorkan 20 % dana APBN untuk pendidikan. Menurut Menteri Pendidikan saat in Prof. Muhajir Efendy permasalahan terjadi dimulai dari lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang ada. Kondisi ini pun dikarenakan imbas dari diberlakukannya otonomi penuh di sektor pendidikan itu. Apalagi, terangnya, jika Indonesia ingin memberlakukan standar nasional pendidikan, kontrol dari pusat mutlak diperlukan.

    ReplyDelete
  21. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar. Salah satu hal yang mendasar adalah memasuki abad ke- 21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain.

    ReplyDelete
  22. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Kualitas tenaga pendidik juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  23. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Menurut saya, bangsa ini terlalu mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak jelas. Indonesia dengan mudah menerima berbagai inovasi pendidikan dari negara lain, memang di negara tersebut inovasi telah dilaksanakan dan mengalami kesuksesan. Tetapi jika diterapkan di Indonesia perlu dikaji ulang, hal ini dikarenakan karekteristik masyarakat dan budayanya jelas berbeda.

    ReplyDelete
  24. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Selain itu, bangsa ini cenderung terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan. Bahkan seakan-akan seperti ganti pemerintahan maka kebijakan pendidikan juga ikut berganti. Entah untuk tujuan dikenang atau apapunitu, tetapi hal tersebut membuat pendidikan di negeri ini seolah-olah seperti kelinci percobaan.

    ReplyDelete
  25. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Di negara yang pendidikannya maju seperti Finlandia. Ketika akan melakukan pergantian kurikulum dibutuhkan waktu yang lama. Tidak hanya sekedar 5 tahun atau 10 tahun. Sebelum kurikulum baru diterapkan, terlebih dahulu dilakukan penelitian panjang, dengan percobaan-percobaan skala kecil kemudian dikaji ulang, penelitian lagi begitu seterusnya sampai diperoleh kebijakan pendidikan yang benar-benar dianggap baik.

    ReplyDelete
  26. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Kenapa saya mengatakan bahwa pendidikan ini digunakan sebagai ajang percobaan? Jika kita kembali menengok kebelakang. Saat implementasi kurukulum 2013, pemerintah terkesan terburu-buru. Persiapan teknis pelaksanaan pun belum sempurna. Mulai dari guru yang belum sepenuhnya memahami kurikulum tersebut, sampai dengan alat penunjang seperti buku pegangan yang belum terdistribusi kepada pelaku pembelajaran. Setelah itu pemerintahan berganti, dan kurikulum 2013 kembali ditarik, proses pembelajaran kembali pada kurikulum sebelumnya.

    ReplyDelete
  27. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Jika kita defenisikan arti dari orientasi adalah suatu tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang, kelompok atau organisasi, bahkan jika kita memandang lebih jauh, makna dari orientasi adalah lebih luas dari sekedar mencapai tujuan, namun menyangkut bagaimana tindakan, sikap, usaha serta berhubungan erat dengan misi dan visi yang akan dicapai. Sedangkan disorientasi berarti kehilangan orientasinya atau sudah tidak mempunyai orientasi atau kehilangan orientasi. Orientasi dan disorientasi ini juga saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Perubahan-perubahan sosial, kultural, politik, ekonomi dan sebagainya dapat menjadi pemicu terjadinya perunahan orientasi bahkan disorientasi. Saya setuju dengan pendapat Prof. Marsigit bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami disorientasi epoleksosbud. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh kemajuan tekologi dan informasi yang tidak dibarengi oleh penguatan akhlak dan kepribadian. Dewasa ini apapun informasi dari belahan dunia manapun dapat dengan mudah diakses, sehingga hal-hal yang tidak cocok dengan kepribadian kitapun akan mudah diserap dan ditiru walaupun sebenarnya tidak baik. Pendidikan sebagai pilar dalam membentuk kepribadian seseorang harus menjadi lembaga pendidikan yang senantiasa menciptakan dan menjaga budaya belajar, dan para pengelolanya memiliki integritas memajukan pendidikan. Lembaga pendidikan yang baik, tidak hanya ditunjukkan dengan kemegahan gedung dan sarana yang modern, namun bagaimana "proses" pendidikan dan pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan.

    ReplyDelete
  28. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP KELAS A


    Untuk terhindar dari disorientasi terhadap pendidikan, maka kita perlu melihat secara cermat dan mencari sesuatu yang hakiki dari suatu proses pendidikan. Wacana yang diangkat Prof. Marsigit bahwa pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan yang salah satunya adalah pendidikan berorientasi proses versus pendidikan berorientasi hasil. Menurut saya nilai pendidikan anak-anak bukan hanya ditujukan oleh angka-angka saja, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai kinerja, salah satunya “proses” mencapai tujuannya. Guru yang baik adalah yang mampu mengenali potensi yang tersembunyi dalam diri siswanya, untuk kemudian memfasilitasi untuk berkembang. Guru tidak hanya sekedar mentrasfer pengetahuan namun juga senantiasa mencari cara memotivasi belajar siswa, dan senantiasa dengan sepenuh hati selalu memBimbing siswanya.

    ReplyDelete
  29. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Berbicara masalah pendidikan sangatlah menarik, teori-teori pendidikan sangat ideal dan seakan-akan diterapkan dengan sempurna namun kenyataannya semuanya jauh dari harapan baik dari pemerintah sendiri maupun pelaku-pelaku pendidikan ,,,, perencanaan yang sungguh melalui liku-liku yang tidak sedikit biaya tenaga pikiran dan wake tapi pada akhirnya blesss jauh dari harapan. siapa yang salah? saya setuju kembali ke konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  30. Menurut saya, lembaga pendidikan pada dasarnya bermuara pada perubahan ide mendasar dan konstruksi pemikiran bahwa bangsa ini harus keluar dari lingkaran kolonialisme. Faktanya bahwa bangsa ini terlalu banyak berhutang pada ide dan gerakan yang dilakukan para tokoh, penggiat dan penganjur pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara. Sistem pendidikan dasar di negara kita cenderung menuntut dan bahkan menargetkan siswa mencapai nilai tinggi dalam pelajaran, karena itu sistem kejar nilai tinggi selalu ditekankan oleh guru-guru dan sekolah. Akibatnya belajar hanya untuk mengejar nilai semata, sementara kreativitas dan skill yang penting untuk bekal kehidupan terabaikan. Kondisi ini sesungguhnya menunjukkan kegamangan pendidikan yang tidak memiliki orientasi pada penciptaan output sumberdaya manusia yang siap pakai.

    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  31. Berbicaara pendidikan tidak lepas dari guru. Berkaitan dengan itu Ki Hajar Dewanta sdh memberikan konsep pendidikan yang baik, namun belum teraplikasikan dengan baik. Jadi sebenarnya Indonesia sudah mempunyai konsep pendidikan yang bagus namun karena belum bisa diaplikasikan dengan baik maka pendidikan di Indonesia belum berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan
    Miftahir Rizqa
    Pep S3 Kelas A
    16701261027

    ReplyDelete
  32. Kegamangan akan penerapan kurikulum memang benar adanya. itu dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir ini pendidikan seolah-olah dijadikan sebagai obyek atau lahan basah bagi para politisi dan penguasa kuntuk meraup keuntungan dengan berdalih peningkatan kualitas pendidikan demi kepentingan pribadi atau kelompok. Sebagai contoh, dalam kurun waktu yang relatif singkat kurikulum pendidikan kita berubah sebanyak 3 kali,yakni KBK, KTSP dan sekarang K-13, meskipun KTSP merupakan penyempurnaan dari KBK, tetap aja namanya kurikulum.Ini menunjukan ketidaksiapan pemerintah dalam mengelola dan penyelenggara pendidikan.
    Ada rumor yang berkembang di masyarakat bahwa "terjadi perubahan kurikulum seiring dengan perubahan/pergantiap rezim...Apa yang salah dan kurang dari kurikulum KBK dan KTSP sehingga diganti dengan K-13?

    ReplyDelete
  33. SHALEH
    PEP 2016 KELAS A
    16701361010

    Pengaruh pragmatisme, kapitalisme, liberalisme, dan hedonisme telah merasuk dalam tubuh sistem pendidikan kita. Mulai dari model pendidikan instan, perdagangan pendidikan, dan berbagai bentuk hedonisme telah nyata di pelupuk mata. Berbagai pihak yang berkompeten perlu merapatkan barisan untuk meluruskan disorientasi ini. Insan-insan pendidikan patut untuk memulai dari diri kita sendiri untuk menahan diri dari produk isme yang tdk ramah dg budaya Timur kita.

    ReplyDelete
  34. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Saya setuju dengan pendapat saudari Din Rizki Herawati bahwa di Indonesia, pendidikan masih belum mendapatkan tempat yang utama sebagai prioritas program pembangunan nasional. investasi fisik masih dianggap sebagai satu-satunya faktor utama dalam pengembangan. Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Secara umum terbukti bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik, status sosialnya tinggi, harga diri juga tinggi.

    ReplyDelete
  35. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya setuju dengan pernyataan Prof Marsigit bahwasannya bangsa Indonesia sekarang ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar, hal ini yang menyebabkan bangsa Indonesia mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial budaya dll. Kebanyakan dari masyarakat Indonesia meniru budaya luar tanpa adanya penyaringan mana yang baik dan sesuai dengan budaya Indonesia dan mana yang tidak sesuai. Terlebih lagi dengan budaya hedonisme di Indonesia yang semakin menjadi, konsumtif dan self-oriented.

    ReplyDelete
  36. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Mungkin kita terlalu terlena dengan pemikiran-pemikiran hebat tentang pendidikan diluar sana yang pada hakikatnya mungkin tidak sesuai dengan masyarakat dan lingkungan yang ada di Indonesia. Maka dengan konsep pendidikan yang di gagas oleh Ki Hajar Dewantara saya rasa sebenarnya bangsa Indonesia dapat menemukan konsep yang hebat dengan bertolak dari konsep tersebut, karena seperti yang disebutkan pada bacaan diatas bahwa konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Dan benar bahwa hal tersebut adalah tantangan dan tugas kita semua, para pelaku dan stake holder pendidikan untuk mampu menggali dan mengimplementasikannya; sementara pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

    ReplyDelete
  37. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Realita di lapangan sebenernya pendidikan di Indonesia belum merata dari daerah satu dengan yang lain, sehingga perlu sekali pemerataan pendidikan di Indonesia sehingga semua hak memperoleh pendidikan bagi seluruh warga akan terpenuhi. Lebih lagi, tenaga kerja pendidikan seperti guru harus lebih ditingkatkan lagi kompetensinya supaya pendidikan berlangsung dengan standard kualitas yang baik.

    ReplyDelete
  38. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya setuju bahwa masih banyak PR dari segala pihak yang terlibat dalam bidang pendidkan seperti kegamangan penerapan kurikulum, kontroversi (fungsi) ujian nasional, persoalan sertifikasi guru dan dipenuhinya jam mengajar, penguatan peran LPTK, sinergitas antar lembaga birokrasi pendidikan, persoalan penempatan guru, pengembangan profesionalitas guru, peran lembaga penjaminan mutu yang overlaping dengan peran LPTK, reformasi pendidikan, overlaping permendiknas, sustainabilitas dan akuntabilitas pendidikan, pemerataan pendidikan, partisipasi pendidikan, standar nasional pendidikan guru, pendidikan karakter dan karakter bangsa, dst. Semoga nantinya Indonesia akan menemukan konsep yang terbaik yang akan diimplementasikan di Indonesia dan semoga pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  39. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Saya setuju dengan pernyataan saudari soviyana tentang keterbukaan Indonesia terhadap pengaruh luar. Bagi indonesia sebenarnya cukup baik dan positif jika saja karakter bangsa cukup kuat dan kokoh, nilai-nilai pancasila selalu diterapkan dan semangat nasionalisme cukup tinggi. kita bisa belajar dari bangsa lain yang maju khususnya dalam bidang pendidikan, ambil yang sesuai dan bisa diterapkan serta dapat dimofikasi agar sesuai dengan nilai pancasila.

    ReplyDelete
  40. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sistem pendidikan nasional di Indonesia bukanlah suatu hal yang tunggal dan mudah dibahas, keragaman suku dan budaya di Indonesia serta perbedaan tingkat perekonomian masyarakat di tiap daerah juga merupakan faktor yang mempengaruhi kompleksnya permasalahan pendidikan di Indonesia sendiri. Bercermin dari hal tersebut, maka kita sebagai orang-orang yang merasa melek akan pendidikan ini, harusnya lebih mengerti dan mengupayakan sebuah solusi untuk setiap permasalahan yang ada. Tingkat kompleksitas permasalahan yang muncul di permukaan bumi pertiwi ini hendaknya dijadikan sebagai suatu pelajaran dan pengalaman yang bermakna bagi kita semua. agar masing-masing individu dapat menyadari pentingnya pendidikan dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  41. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Negara ini telah mengalami disorientasi dalam berbagai bidang termasuk pendidikan. Saya sangat setuju dengan tulisan Prof. Marsigit yang berusaha memberikan solusi atas disorientasi dalam bidang pendidikan, dengan menghidupkan kembali prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara; "ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangunkarsa, tut wuri handayani." Dengan mengimplementasikan prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara, akan mengurangi dekadensi moral yang akhir-akhir ini meningkat. Pendidikan karakter yang selama ini berusaha diimplementasikan dalam proses belajar-mengajar (dalam bahan ajar, metode, penilaian, dll) sepertinya kurang begitu efektif untuk memperbaiki karakter peserta didik. stake-holder pendidikan tidak mudah untuk menurunkan prinsip-prinsip tersebut dalam implementasi kegiatan belajar-mengajar di kelas.

    ReplyDelete
  42. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara perlu dihidupkan kembali secara nyata untuk membangun pendidikan yang berkepribadian Indonesia. Saya tumbuh dan hidup di kalangan pesantren. Jika ditilik lebih lanjut, prinsip pendidikan Ki Hajar Dewantara sebenarnya telah diaplikasikan secara langsung di pesantren (tentunya tidak bisa digeneralisasi untuk semua pesantren). Seorang pimpinan pesantren (yang saya alami selama ini) selalu mengajar dengan memberikan teladan yang baik; berakhlak santun, mengayomi, mengajar bukan untuk mencari pendapatan, dll. Ini sesuai dengan prinsip pertama, 'ing ngarsa sung tuladha'. Selanjutnya, pengurus pesantren menjalankan amanah dengan baik; berusaha dengan penuh tanggung jawab membantu terlaksananya program di pesantren, tanpa mengharapkan imbalan, kecuali kerelaan hati dari pengasuh/pimpinan pesantren. Ini sesuai dengan prinsip pendidikan yang kedua. Selanjutnya prinsip ketiga ditunjukkan dengan sikap para santri berusaha keras untuk mematuhi dan melaksanakan program yang telah dirumuskan oleh pengurus pesantren. Mereka juga hormat dan taat kepada pimpinan maupun pengurus mereka.

    ReplyDelete
  43. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pendidikan yang baik menurut saya adalah yang dapat memberi bekal pada siswa secara utuh untuk dirinya di masa depan. Tidak peduli metode yang digunakan. Pengetahuan yang baik akan mendatangkan kebaikan pada siswa.
    Pertama, sebagai guru kita harus bisa memberi contoh yang baik kepada siswa, lalu kita ajak siswa yang telah kita tanamkan contoh-contoh yang baik itu membangun prakarsa dan bekerja sama, lalu siswa menghadapi tahap yang lebih sulit lagi yaitu dia ganti menjadi contoh untuk yang lain. Begitu seterusnya, yang saya pahami tentang tiga konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  44. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantoro yang merupakan ciri pendidikan bangsa Indonesia yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Yang menjadi ciri prndidikan Indonesia yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT. Dikatakan oleh Prof. Marigit bahwa konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara cukup menjanjikan solusi untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Saya setuju dengan hal tersebut, sehingga dengan adanya proses pendidikan yang telah disebutkan di atas, maka diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  45. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Indonesia telah memiliki sosok yang berjasa dalam bidang pendidikan yang dijuluki Bapak Pendidikan Indonesia. Beliau adalah Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara telah menciptakan filosofi yang menjadi filosofi pendidikan Indonesia yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Filosofi – filosofi tersebut ditujukan kepada pendidik agar bisa menginspirasi, memberikan teladan dan memotivasi siswanya. Tidak hanya untuk pendidik, filosofi tersebut juga untuk seorang pemimpin , karena sejatinya seorang pemimpin bersesuaian dengan figur seorang guru yang mendidik murid-muridnya.

    ReplyDelete
  46. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Makna filosofi Ing Ngarsa sung Tuladha ; ing(di), Ngarsa(depan), sung(jadi), Tuladha(contoh/panutan). Sehingga dapat diartikan bahwa pendidik/pemimpin harus berada di depan menjadi contoh atau panutan. Memberikan contoh yang baik kepada murid/yang dipimpin.

    ReplyDelete
  47. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Makna filosofi Ing Madya Mangun Karsa ; ing(di), Madya(tengah), mangun(berbuat), Karsa(penjalar). Sehingga dapat diartikan bahwa pendidik/pemimpin ketika berada di tengah murid/yang dipimpin harus seimbang. Ia mampu mengayomi, menjalin kebersamaan, dan memotivasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

    ReplyDelete
  48. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Makna filosofi Tut Wuri Handayani ; Tut(di), Wuri(berbuat/mengelola), Handayani(Dorongan). Sehingga dapat diartikan bahwa pendidik/pemimpin berada di Belakang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya mendorong. Pendidik/Pemimpin diharapkan mampu untuk mendidik dan mengembangkan yang dipimpinnya agar terbentuk pula siswa-siswa calon pemimpin yang akan menjadi generasi baru.

    ReplyDelete

  49. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Terdapat harapan dari apa yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan bahwa pengembangan pendidikan guru akan dilakukan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Semoga apa yang disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan dapat terealisasi sehingga kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  50. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Pendidikan di Indonesia saat ini memang dapat dikatakan dalam radar bahaya. Hal ini dikarenakan banyak siswa yang telah mengadopsi budaya luar yang kurang baik. Banyak siswa sekarang yang salah bergaul, berani terhadap guru mereka sendiri, serta melakukan hal-hal yang kurang patut. Oleh karena itu dibutuhkan revolusi mental terhadap bangsa Indonesia. Hal ini akan lebih efektif apabila dilakukan pendidikan moral kepada siswa sedini mungkin.

    ReplyDelete
  51. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Semoga apa yang menjadi harapan Bapak Anies dapat terwujud yang mana kualitas pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih baik dengan pengembangan pendidikan guru. Karena untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik dibutuhkan pula pendidik yang berkompeten. Semoga semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dapat bekerja sama sehingga kualitas pendidikan di Indonesia benar-benar menjadi lebih baik dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan bermoral.

    ReplyDelete
  52. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Keadaan Pendidikan dan Pendidikan Guru saat ini yang telah dipaparkan Pak Marsigit diatas seharusnya menjadi bahan renungan kita semua baik calon pendidik maupun pendidik dan berbagai komponennya untuk ke depannya menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  53. Fauzul Muna Afani
    Pend. Matematika A 2013
    13301241010

    Karakter anak-anak zaman sekarang dengan anak-anak zaman dahulu sangat berbeda hal ini disebabkan pengaruh teknologi dan perkembangan zaman yang semkain cepat. Budaya-budaya yang masuk mempengaruhi anak-anak Indonesia membuat karakter mereka berubah. Anak-anak sekarang cenderung agresif, cepat marah, kritis, tidak mau berusaha keras, malas,lebih suka bermain dan berani menentang orang yang lebih tua. Ha in berpengaruh terhadap pendidikan yang diberikan oleh guru. Para guru harus berusaha dengan keras memikirkan bagaimana cara merubah mental anak-anak zaman sekarsng yang telah terpengaruh teknologi dan budaya-budaya dari luar.

    ReplyDelete
  54. Zaman dahulu siswa akan takut kepada gurunya apabila membuat kesalahan akan tetapi zaman sekarang guru memberikan hukuman kepada siswa atas kesalahannya guru tersebut malah mendapat marah dari orang tua siswa bahkan ada sampai yang dipenjara. Hal ini membuat prihatin bagi pendidikan di Indonesia, ketika semua ini diabaikan dan dianggap sah-sah saja maka karakter siswa-siswa di Indonesia akan rusak. Sebaiknya tidak hanya guru yang merenungkan hal ini akan tetapi semua wali murid bahkan semua warga Indonesia.

    ReplyDelete
  55. Akhirnya Bapak menggamblangkan prinsip perkembangan dan keadaan pendidikan saat ini, belum terangnya arah pendidikan di masa depan memaksa pendidikan makin menjauh dari orbit ketimuran dan heterogenus yang dimiliki (kekhasan) Indonesia. Para Knight (Ksatria) yang diutus seakan-akan membawa sebuah kebijakan mutlak untuk meningkatkan kesejahteraan. Hasilnya sampai sekarang staknan, mungkin hasil perhitungan statistik yang selalu mereka pelajari dalam keseharian.
    Prof., saya adalah pendidik, saya adalah bahasawan, dan saya adalah seorang sastrawan kontemporer.
    Prof.,
    jikalau Indonesia berada di sebuah titik tanpa terang dan tiada cahaya, apakah Indonesia akan selalu bersinar? Kata orang, guru adalah lentera dalam kegelapan, apakah pernyataan ini terjawab seketika?
    Dalam asumsi bodoh ini saya ingin menyampaikan persetujuan saya terhadap pendapat Prof. Igit mengenai kurangnya peran LPTK di kancah perpolitikan. Kata Kamilludin (seseorang di Depok) setiap orang jangan menjauhi politik demi alasan apapun. Mengubah apapun akan lebih bijak dimulai dari langkah pertama berpolitik. Maka, gagasan saya adalah peran LPTK di kancah perpolitikan di Indonesia.
    Prof. Igit,
    dalam bait terakhir ini saya ingin mengonfirmasi tentang hakikat pendidikan yang heterogenus. Saya tidak ingin menyampaikan definisi, hanya saja yang saya ketahui, "Pendidikan adalah sarana, dimana semua ilmu yang dimiliki para "knight" adalah apa yang dimiliki oleh para pendidik."
    Lantas kenapa LPTK berjalan di batas margin? Yang seharusnya duduk di poros?

    Ananda Memet Sudaryanto
    di sebuah kota di Barat Daya Jogja.
    16701261005
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  56. Berkomentar mengenai output,
    Prof., saya sempat mengalami masa-masa pendidikan kurikulum 1994
    Satu hal yang paling menarik menurut saya ialah perbedaan tumbuh dan kembang karakter pada anak zaman dulu dengan anak zaman sekarang sungguh tinggi. Anak generasi terdahulu selalu bermain dalam waktu yang longgar dan bersama-sama di satu tempat (ruang dan waktu) dengan memainkan permainan tradisional yang tentu bisa melatih terbentuknya karakter kompak, peduli, bersama dan juga keluarga. Di sisi lain, zaman modern ini anak- anak tidak lagi mengenal permainan-permainan tradisional. Mereka cenderung memilih bermain dengan cupumanik yang paling keren yang dimilikinya. Kebiasaan seperti ini tentunya sangat mengkhawatirkan karena dapat merusak perkembangan pola pikir dan perilaku.
    Paragraf di atas adalah satu contoh sederhana yang ingin saya sampaikan atas keprihatinan dan kegelisahan pada era pendidikan zaman sekarang. Apakah kegelisahan saya ini benar?
    Jika benar, tentu tidak hanya aspek permainan tradisional saja yang bisa berdampak pada lemahnya elemen pendidikan dan output yang dihasilkan.
    Akhirnya dalam perkuliahan Prof. Marsigit juga sudah menjelaskan mengenai pola pendidikan para KNIGHT yang salah kaprah dalam memberikan definisi-definisi kepada anak SD. Sejak ini, saya menyadari makna intuisi.
    Intuisi tiap anak memang sudah saatnya dikembang-biakkan sebanyak-banyaknya dan ditaruh di tiap mimpi anak-anak tersebut satu per satu.
    Terimakasih atas ide cemerlang yang mendasarnya Prof.

    Ananda Memet Sudaryanto
    (masih) di sebuah kota di Barat Daya Jogja.
    16701261005
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  57. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    mengenai keadaan pendidikan di indonesia perlu dipahami bahwa saat ini indonesia sedang mengalami yang namanya disorientasi, dan salah satunya yaitu dalam dunia pendidikan, berapa lama dan sampai kapan kita mengalami yang namamanya disorientasi kita tidak tahu, bisa jangka pendek dan bisa jangka panjang. hal tersebutlah yang membuat sistem pendidikan kita masih goyang di tambaahlagi dengan masuknya pemikiran dari luar yang tidak sesuai dengan karakteristik negeri kita, oleh karen ituu maka perlu kiranya jika kita ingin membangu pendidikan bangsa maka kita harus melihat kembali dasar negara kita yaitu pancasila, sehingga pada saat ini lagi semangatnya revolusi mental, dan revolusi mental tersebut perlu didukung dengan penguatan 4 (empat) pilar yaitu: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika seperti yang disampaikan di atas.

    ReplyDelete
  58. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sedangkan menanggapi mengenai pendidikan guru saat ini adalah terlalu banyaknya universitas pencetak tenaga guru, hal ini menyebabkan tenaga guru profesional tidak terlihat lagi, sehingga menjadi kurang bagus dan membuat lebih banyak pengangguran dengan gelar kependidikan, jika melihat kemasa dahulu bahwa sebenarnya pada masa dahulu yang berhak mencetak tenaga guru adalah IKIP, sehingga lebih terkontrol dan tenaga yang dihasilkan bisa dipertanggung jawabkan karena IKIP di indonesia tidak terlalu banyak dan tenaga pendidik yang di hasilkanpun semakin profesional. namun walaupun demikian tetap saja kenyataannya seperti sekarang, sehingga banyak guru yang berbondong-bondong mengikuti sertifikasi guru dan sebagainya, dengan PPG maupun SM3T. jika kita mengingat kembali pesan Ki Hajar Dewantara, maka keadaan pendidikan negeri ini dan pendidikan guru di indonesia akan jauh lebih baik lagi dan lebih maju lagi, tinggal kita mengembangkan dari perkataan Ki Hajar Dewantara tersebut, untuk membuat pendidikan di negeri ini menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  59. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Pendidikan di Indonesia memang masih mengalami banyak sekali permasalahan. Kondisi guru sebagai bagian penting dalam proses pendidikan juga masih bermasalah. Padahal pendidikan merupakan salah satu elemen yang membawa dan membentuk generasi muda bangsa untuk melanjutkan perjuangan bangsa ini kearah yang lebih baik. Oleh karena itu, di tengah keadaan yang penuh dengan permasalaan ini guru tetap diharapkan dapat membangun pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia demi masa depan bangsa ini.

    ReplyDelete
  60. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Guru merupakan salah satu unsur terpenting dalam pendidikan. Baik buruknya kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh standar kualitas guru. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan kompetensinya seperti tercantum dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

    ReplyDelete
  61. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Fakta di lapangan menunjukkan kompetensi guru masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target standar pelayanan pendidikan untuk kompetensi guru.

    ReplyDelete
  62. Rofiah Yusuf
    133024139
    Pend. Mat I 2013

    Tentu tetap ada langkah konkrit untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dari pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyadari hal ini dan mengantisipasinya dengan membuat pemetaan standar kompetensi guru di Indonesia. Berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru sudah dilakukan, termasuk pelatihan mengajar yang disesuaikan dengan perkembangan zaman seperti pemanfaatan teknologi.

    ReplyDelete
  63. Arif Dwhantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    pendidikan itu sangat penting untuk mencerdasakan kehidupan bangsa yang sesuai dengan tujuan bangsa Indoensia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 alenia 4. supaya pendidikan dapat mencerdasakan kehiduapan bangsa maka diperlukan guru yang memiliki komepentisi yang memumpuni. kreatif dan inovasi dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena dengan adanya kreatif dan inovasi pada guru matematika dapat menumbuhkan rasa senang, tidak bosan dan tidak merasakan susah saat mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  64. Keadaan pendidikan di indonresia saat ini dihadapkan dengan tantangan besar yaitu eraglobalisasi sehingga semakin lama generasi kita kehilangan karakter sebagai negara yang punya pedomnan dan ideologi pendidikan yang begitu hebat dan wawasan negara yang berdasarkan epoleksosbud. Inilah tantangan kalangan pendidik saat ini terutama lembaga pendidikan yang tugasnya adalah mencetak para pendidik atau guru yang siap untuk terjun ke lapangan berjuang mewujudkan tujuan lembaga pendidikan kita yang begitu luhur.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  65. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Pendidikan di Indonesia perlu mendapatkan perhatian lebih sehingga mampu untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini.

    ReplyDelete
  66. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.

    ReplyDelete
  67. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang pada era ini. Di Indonesia pendidikan juga sudah diperhatikan sejak dulu oleh pemerintah. Seperti contohnya pemerintah mengharuskan warganya untuk berpendidikan minimal hingga tingkat SMP. Hal ini meningkat dibandingkan taun-taun sebelumnya yang hanya tingkat SD. Namun banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  68. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saat ini pendidikan sekolah wajib di terima oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena dengan mengenyam pendidikan kita dapat mengikuti arus global dan dapat mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain. Namun dalam kenyataannya sekarang ini masih banyak orang yang belum dapat mengenyam pendidikan sekolah karena faktor ekonomi. Akan tetapi di dalam era global ini, hal tersebut tidak boleh terjadi karena akan menghambat perkembangan SDM dan bangsa pada umumnya. Maka dari itu, pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan yang dapat mengatasi masalah tersebut.

    ReplyDelete
  69. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami di bidang pemerataan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di Indonesia hanya dapat dirasakan oleh kaum menengah ke atas. Agar pendidikan di Indonesia tidak semakin terpuruk, maka pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat. Misalnya, adanya kebijakan wajib belajar 9 tahun. Kebijakan ini dilaksanakan dari mulai bangku SD hingga SMP. Pemerintah membuat kebijakan dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah.

    ReplyDelete
  70. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan karena biaya pendidikan yang mahal. Maka dari itu, agar bangsa Indonesia tidak semakin terbelakang, Pemerintah mulai mengeluarkan dana BOS, yang diberikan kepada peserta didik di SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan dengan membebaskan biaya SPP atau membuat kebijakan free-school bagi pendidikan dasar. Dengan dikeluarkan kebijakan tersebut, di harapkan semua pendidikan dapat dirasakan di semua kalangan masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  71. Ketika kurikulum terakhir (K-13)mulai diterapkan di sekolah-sekolah, yang penerapannya masih simpang siur, karena tidak semua sekolah mampu menerapkan K-13. Hanya beberapa sekolah saja yang dianggap mampu menerapkan K-13. Itu artinya, ketika kurikulum tersebut diluncurkan, para pemegang kebijakan tidak memikirkan pemerataan fasilitas yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Bukankah kita adalah NKRI, tetapi mengapa masih adanya kepincangan dalam penerapan suatu kebijakan.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  72. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    guru berperan penting dalam seluruh proses pendidikan. dalam banyak hal, mutu pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. perubahan, pergantiaanm, dang pengembangan kurikulum yang kerap menyulut polemik nasional hanya faktor sekunder. sebab pelaksana kurikulumpun bergantung pada guru. oleh karena itu, mengubah untuk mengubah pendidikan menjadilebih baik juga berarti mengubah dan meningkatkankualitas guru, dan muaranya ada di LPTK.

    ReplyDelete
  73. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    mengingat pendidikan menyangkut masa depan suatu bangsa, maka guru menjadi tumpuan utama untuk dapat mendidik dan melahirkan gnerasi baru yang berkualitas. karena itu guru harus dididik terlebih dahulu melalui lembaga pendidikan guru yang juga bermutu.
    di negara-negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia seperti finlandia, mereka benar-benar menerapkan sistem yang cukup ketat dalam menjaring calon-calon guru. tentu ini fenomena yang sangat bertolak belakang dengan kondisi di indonesia, dimana siapapun bisa menjadi guru, ditambah lagi dengan kemudahan ijin yang doberikan oleh pemerintah kepada lembaga yang ingin mendirikan LPTK.

    ReplyDelete
  74. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    hal ini tentu patut untuk menjadi perhatian pemerintah, bahwa untuk melakukan reformasi dalam bidang pendidikan, pertama-tama yang harus direformasi terlebih dahulu adalah pendidikan keguruan. mulai dari penetapan syarat pendaftar dengan menekankan pada kualitas calon guru, sistem rekrutmen, pembiayaan pendidikan, penugasa, dan penggajian, kesemuanya itu harus menjadi saturangkaian yang tidak boleh terpisahkan sehingga melahirkansuatu sistem yang berkesinambungan dan terintegrasi.

    ReplyDelete
  75. Dwi Adityas Rarasati

    13301241015

    PMI 2013

    pendidikan merupakan usaha sadar secara berkesinambungan dan kontinu yang dilakukan bersama-sama antara seluruh pelaku dunia pendidikan. sehingga permasalahan keadaan pendidikan saat ini bukan hanya tangung jawab pemerintah, namun juga seluruh masyarakat. permasalahan yang cukup besar saat ini dalam dunia pendidikan ialah masalah pemetaan pendidikan di setiap wilayah di Indonesia, termasuk kualitas tenaga pendidik. Hal yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan dan standarisasi tenaga pendidik yang terpusat dan merata.

    ReplyDelete
  76. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Dari semua komponen sekolah dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa adalah guru menjadi titik sentral yang utama. Jadilah guru yang sesungguhnya sesuai dengan tugas, fungsi, peran dan tanggung jawab yang ada. Hanya dengan guru yang sesungguhnya itulah proses pendidikan dan pendewasaan serta pembentukan budi perti siswa menjadi yang sesungguhnya dan seutuhnya.

    ReplyDelete
  77. Pendidikan di Indonesia harus perlu pembenahan, pemerintah telah mengglontorkan 20 % dana APBN untuk pendidikan. Menurut Menteri Pendidikan saat in Prof. Muhajir Efendy permasalahan terjadi dimulai dari lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang ada. Kondisi ini pun dikarenakan imbas dari diberlakukannya otonomi penuh di sektor pendidikan itu. Apalagi, terangnya, jika Indonesia ingin memberlakukan standar nasional pendidikan, kontrol dari pusat mutlak diperlukan.

    M. Saufi Rahman
    S3 pep kELAS a
    16701261024

    ReplyDelete
  78. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Kualitas pendidikan yang ada di suatu negara tergantung dengan peran guru. Khususnya di Indonesia, guru merupakan peran penting bagi keberlajutan pendidikan. Hal ini menjadi PR besar bahwa kualitas guru menjadi penentu dari mutu pendidikan.

    ReplyDelete
  79. Darwis Cahyo Nugroho
    13301244014
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya setuju dengan pernyataan bapak prof. Marsigit tentang globalisasi. Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran/paham, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sehingga bangsa dan masyarakat Indonesia dewasa ini bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia dewasa ini seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan.

    ReplyDelete
  80. Darwis Cahyo Nugroho
    13301244014
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menanggapi pernyataan saudari Puspita bahwa kualitas pendidikan yang ada di suatu negara tergantung dengan peran guru. Karena, dari gurulah siswa didik. Sehingga terbentuklah generasi bangsa yang berkualitas

    ReplyDelete
  81. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Persoalan pendidikan di Indonesia ini ibarat sebuah penyakit yang telah sampai ke akar-akarnya. Bila ingin menyembuahkan penyakit tersebut, seharusnya dimulai dari akar permasalahannya terlebih dahulu. Disorientasi epoleksosbud yang menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berpengaruh besar terhadap pengembangan pendidikan di indonesia. Maka kita sebagai bangsa Indonesia sudah sepantasnya khawatir dan mencari solusi serta berusaha menyembuhkan penyakit-penyakit dalam dunia pendidikan kita. Salah satunya menurut saya adalah dengan kembali berpegang teguh pada falsafah pendidikan kita, yaitu Pancasila.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  82. Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama unutk memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama, amupun letak lokasi geografis.

    Memet Sudaryanto
    16701261005

    ReplyDelete
  83. Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor terpenting yang mempengaruhi adalah mutu proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Hasil-hasil pendidikan juga belum didukung oleh sistem pengujian dan penilaian yang melembaga dan independen, sehingga mutu pendidikan tidak dapat dimonitor secara ojektif dan teratur.Uji banding antara mutu pendidikan suatu daerah dengan daerah lain belum dapat dilakukan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga hasil-hasil penilaian pendidikan belum berfungsi unutk penyempurnaan proses dan hasil pendidikan.
    Selain itu, kurikulum sekolah yang terstruktur dan sarat dengan beban menjadikan proses belajar menjadi kaku dan tidak menarik. Pelaksanaan pendidikan seperti ini tidak mampu memupuk kreatifitas siswa unutk belajar secara efektif. Sistem yang berlaku pada saat sekarang ini juga tidak mampu membawa guru dan dosen untuk melakukan pembelajaran serta pengelolaan belajar menjadi lebih inovatif.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP A UNY

    ReplyDelete
  84. Pendidik dalam konteks ini guru dan dosen sebagai katalisator adalah pendidik membantu anak-anak didik dalam menemukan kekuatan, talenta dan kelebihan mereka. Pendidik bergerak sebagai pembimbing yang membantu, mangarahkan dan mengembangkan aspek kepribadian, karakter emosi, serta aspek intelektual peserta didik. Pendidik sebagai katalisator juga berarti mampu menumbuhkan dan mengembangkan rasa cinta terhadap proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat terjadi secara optimal.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP A UNY

    ReplyDelete
  85. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Saat ini, pembelajaran dilakukan cenderung pasif. Pendidik selalu menempatkan dirinya sebagai pihak yang serba tahu. Hal ini akan menimbulkan kejengahan terhadap peserta didik. Sehingga pembelajaran yang dilakukan menjadi tidak menarik dan cenderung membosankan. Kegiatan belajar yang terpusat seperti ini merupakan masalah yang serius dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  86. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Akibat dari pelaksanaan pendidikan adalah sekolah menjadi cenderung kurang fleksibel, dan tidak mudah berubah seiring dengan perubahan waktu dan masyarakat. Pada pendidikan tinggi, pelaksanaan kurikulum ditetapkan pada penentuan cakupan materi yang ditetapkan secara terpusat, sehingga perlu dilaksanakan perubahan kearah kurikulum yang berbasis kompetensi, dan lebih peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

    ReplyDelete
  87. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Guru/dosen yang berpandangan kuno selalu menganggap bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan materi, sedangkan tugas siswa/mahasiswa adalah mengerti dengan apa yang disampaikannya. Bila peserta didik tidak mengerti, maka itu adalah urusan mereka. Tindakan seperti ini merupakan suatu paradigma kuno yang tidak perlu dipertahankan

    ReplyDelete
  88. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Dalam penilaian pendidik (guru/dosen) menempatkannya sebagai penguasa nilai. Pendidik bisa saja menjatuhkan, menaikan, mengurangi dan mempermainkan nilai perolehan murni seorang peserta didik. Pada satu disekolah, dimana seorang guru dapat saja memberikan nilai yang diinginkannya kepada siswa tertentu, tanpa mengindahkan kemampuan atau skill yang dimiliki oleh siswa tersebut. Proses penilaian seperti sangat tidak relevan dan harus dihilangkan. Guru dalam memberi nilai kepada siswa harus memprhitungan segi kognitif, afektif dan psikomotoriknya

    ReplyDelete
  89. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia mempunyai banyak kendala dari sistem yang di bentuk oleh pemerintah, semisal pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat. Pemerintah ingin membuat sistem pendidikan yang di ambil alih oleh daerah akan tetapi proses kegiatan yang terjadi hingga hari ini pemerintah pusat masih mengatur jalannya pendidikan yang ada di Indonesia, dengan adanya itu maka sistem pendidikan di Indonesia akan sulit berkembang.

    ReplyDelete
  90. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pendidikan di Indonesia seakan kehilangan jati diri karena terpengaruh oleh pendidikan di dunia barat sana. Pendidikan Walaupun kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan tetapi masih saja beum mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Akibat dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  91. Assalamualaikum wr. wb.

    Terimakasih Prof. Elegi ini berani mengkritisi sistem pendidikan Indonesia. Semoga si pembuat sistem menyadari dam mampu memjadi pertimbangan atasnya.

    Dwi Margo Yuwono
    1670116028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  92. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Saat ini struktur yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan masih bergerak dalam lingkaran normatif, formal dan hingga materiil. Dan hingga saat ini pembuktian-pembuktiannya tidak ditemukan juga, paham Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme belum bisa menyelesaikan, bahkan menambah masalahnya. Sehingga disaat menyelami pernyataan Ki Hajar Dewantara, “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani” sepertinya sebuah refleksi yang masih banyak lagi tersimpan dibelakangnya, apakah itu sebuah struktur “Spiritual”? sehingg apabila dijadikan pedoman untuk sebuah tatanan dari tingkat kecil hingga luas dan holistik akan melahirkan sebuah “Harapan”.

    ReplyDelete
  93. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Tantangan masyarakat global yang sedang dialami hanya menambah kegamangan dan kebimbangan yang membuat mental termarginal dan dikhawatirkan tidak berevolusi. Keadaan ini sungguh nyata, formula yang digunakan untuk merubahnya memerlukan energi besar yang super power dan berkekuatan nuklir. Orientasi terhadap kemajaun pendidikan maupun para pendidik di tanah air, memang dinanti dan diharapkan bersama oleh kita semua.

    Namun pertanyaan yang lebih dalam lagi, apakah masih ada terselip pandangan Ki Hajar Dewantara yang belum terungkap, kalau belum final maka belum bisa ada jaminan. Begitu juga dengan penguatan kompetensi Kepala sekolah yang disampaikan Bpk Anis Baswedan, dalam hal kompetensi saja, dirasa belum cukup, dilihat banyaknya persoalan bangsa ini bukan saja hanya dari pendidikan tetapi semua aspek dalam ipoleksosbud. Sikap skeptis bisa saja muncul dengan kondisi sekarang ini, karena semua paradigma lama ataupun baru belum bisa dirasakan secara nyata, baru dalam dunia cerita atau a proria dan sisi lainnya posteriori setelah terjadi.

    ReplyDelete
  94. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Sungguh membaca tulisan Pa Marsigit tentang tantangan pendidikan dan pendidik terkhusus di indonesia membuat kekhawatiran saja. Saya rasa siapa saja yang memahami akan kondisi pendidikan bangsa ini akan merasakan kekhawatiran yang sama. Anomali yang muncul dan terus muncul itu menandakan paradigma dan ideologi bangsa kita bisa dikatakan “Tidak Aman”, kalau diibaratkan sakit, maka stadium 3, sakit stroke.

    Berganti ganti kurikulum di indonesia pada tahun 1945 hingga 2013, merupakan rekam jejak terjadinya distorsi pendidikan kita, lihat pergerakan kurikulum, https://www.google.com/search?q=sejarah+kurikulum&client=firefox-b-ab&biw=1138&bih=548&noj=1&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj5qJrbyInPAhXBj5QKHQ0VDBIQ_AUICSgC#imgrc=d5-fdjDHZxe-OM%3A.

    ReplyDelete
  95. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Pendidikan di Indonesia sekarang ini tumbuh ditengah kegamangan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Pengembangan pendidikan di Indonesia terkendala oleh adanya anomali paradigma pendidikan antara lain: pendidikan jangka panjang versus pendidikan jangka pendek, pendidikan terdesentralisasi versus pendidikan terpusat, inovasi pendidikan versus status quo pendidikan, dst. Hal ini tentunya berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  96. Assalamualaikum wr. wb.

    Para pendiri bangsa ini telah berpesan kepada generasi penerus untuk mencerdaskan bangsa melalui pembukaan UUD 1945, karena pesan dan amanah mulia ini haruslah dilaksanakan dengan baik maka pemerintah selaku pelaksana utama amanah pendiri bangsa ini harus merumuskan sehingga terwujud dengan baik. Pertanyaannya sudahkah itu...potret buram pendidikan Indonesia baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Dari sisi partisipasi banyak sekali anak Indonesia yang belum tersentuh oleh pendidikan walaupun haal tersebut dikarenakan banyak faktor. Demikian juga dari sisi pelaku pendidikan baik itu sekolah yang belum maksimal dari sisi sarana dan prasarana maupun dari sisi guru sebagai pelaku utama pendidik bagi generasi bangsa ini. Belum lagi dari sisi stakeholder yang memiliki banyak kepentingan selain melaksanakan amanah dari pendiri bangsa ini. Semoga dengan elegi di atas seluruh pemangku dan pelaku kebijakan pendidikan Indonesia bergerak dan istiqomah menjalankan amanah demi tujuan yang mulia sesuai amanah dalam Pembukaan UUD 1945.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  97. Assalamualaikum wr. wb.

    Para pendiri bangsa ini telah berpesan kepada generasi penerus untuk mencerdaskan bangsa melalui pembukaan UUD 1945, karena pesan dan amanah mulia ini haruslah dilaksanakan dengan baik maka pemerintah selaku pelaksana utama amanah pendiri bangsa ini harus merumuskan sehingga terwujud dengan baik. Pertanyaannya sudahkah itu...potret buram pendidikan Indonesia baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Dari sisi partisipasi banyak sekali anak Indonesia yang belum tersentuh oleh pendidikan walaupun haal tersebut dikarenakan banyak faktor. Demikian juga dari sisi pelaku pendidikan baik itu sekolah yang belum maksimal dari sisi sarana dan prasarana maupun dari sisi guru sebagai pelaku utama pendidik bagi generasi bangsa ini. Belum lagi dari sisi stakeholder yang memiliki banyak kepentingan selain melaksanakan amanah dari pendiri bangsa ini. Semoga dengan elegi di atas seluruh pemangku dan pelaku kebijakan pendidikan Indonesia bergerak dan istiqomah menjalankan amanah demi tujuan yang mulia sesuai amanah dalam Pembukaan UUD 1945.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  98. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Keadaan pendidikan Indonesia dewasa ini masih belum terlalu memberikan perubahan yang menjanjikan. Dihadapkan dengan adanya pasar bebas di mana sekarang bangsa Indonesia banyak mengadaptasi budaya-budaya dari luar secara mudah kemudian mulai meninggalkan jati diri bangsanya. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Marsigit, bahwa saat ini sedang terjadi pergeseran orientasi pendidikan dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme. Maka pendidikan saat ini haruslah diperkuat dengan akar-akar nilai budaya bangsa. Jika tidak maka tentu derasnya arus globalisasi yang membawa gaya-gaya baru ala Barat yang beberapa diantaranya kurang sesuai atau bahkan tidak sesuai dengan karakter bangsa akan mulai mengikis sedikit demi sedikit rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  99. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  100. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendidikan yang seharusnya digunakan untuk membangun karakter anak bangsa dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sekarang hanya digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan pragmatis. Pendidikan ditempuh guna mendapatkan kepuasan materi dan kedudukan sosial yang tinggi. Sedangkan moralitas dan karakter dikesampingkan. Akhirnya muncul orang-orang dengan pendidikan tinggi tapi sombong, terlalu membanggakan diri dan acuh-tak acuh dengan keadaan negerinya. Sehingga peran guru sebagai pembangun pendidikan, yaitu tidak hanya memberikan sebagian hak murid, tetapi semuanya. Tidak hanya pengetahuan, tapi juga keterampilan, nilai-nilai, moralitas, untuk membangun karakter jiwa pendidikan seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Semoga Indonesia diberi kekuatan untuk membangun dirinya menjadi lebih baik dengan karakter jiwa yang kuat, tegas, dan lembut, serta dapat memperbaiki segala permasalahan pendidikan yang belum terselesaikan hingga sekarang. Diharapkan ke depan pendidikan bangsa Indonesia bisa terdistribusi secara merata dari Sabang sampai Merauke, dan kembali pada jati diri yang sebenarnya dengan tetap kritis dan cerdas dalam menanggapi perubahan jaman dan persaingan global. Aamiin.

    ReplyDelete
  101. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P. Matematika Kelas B 2016

    Belum ada solusi yang tepat untuk memecahkan problema pendidikan saat ini, potret ketidakpastian dengan tujuan dan sulitnya mengikuti aturan pemerintah yang terus berubah-ubah, ini menjadi penghalang majunya pendidikan. Bangsa kita terlalu melihat ke dunia Barat yang sebenarnya mereka hanya unggul dalam keilmuannya, memang mereka maju dalam teknologi, pengembangan ilmu pengetahuan dll, tetapi ada pula kekurangannya, dunia Barat tidak mengedepankan spiritual dan etika seperti halnya bangsa Timur. Padahal kita memiliki sosok Bapak Pendidikan yang terkenal dengan semboyannya, yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Jika benar-benar bisa memaknai semboyan tsb, maka sesungguhnya pendidikan di negara ini akan maju dengan jalan/cara sendiri, buka meniru-niru sistem pendidikan Barat.

    ReplyDelete
  102. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Saya baru menyadari setelah membaca tulisan ini. Bahwasanya pengajaran yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara begitu bermakna dan unggul dibandingkan dengan pembelajaran dari luar. Pembelajaran yang bersifat siklik, kita tahu dimana posisi kita sekarang dan apa tugas kita. Tidak ada pembelajaran yang sebebas-bebasnya seperti di barat. Namun sayangnya pendidikan di Indonesia masih ragu untuk menerapkan ini, seperti yang Prof. Marsigit utarakan. Semoga banyak yang membaca tulisan ini dan terinspirasi untuk melakukannya, walaupun dimulai dari diri sendiri.

    ReplyDelete
  103. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Indonesia sebenarnya sudah memiliki konsep pendidikan telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Hanya di Indonesialah terdapat konsep ing ngarsa sung tuladha dan tut wuri handayani. Sementara di negara-negara Barat, mereka hanya unggul ing madya mangun karsa. Sehingga pendidikan di negara-negara Barat bersifat linear yaitu maju berkelanjutan tanpa batas dan tanpa mengetahui akhir ujung bentuk masyarakat dan peradaban yang diinginkan; sedangkan di negara-negara Timur termasuk Indonesia, pendidikan mempunyai potensi besar untuk bersifat siklik, yaitu mengedepankan interaksi (Agama: silaturakhim) untuk melakukan ikhtiar dalam kodratnya untuk semata-mata memperoleh ridhla Allah SWT.Namun kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah pendidikan di Indonesia justru kehilangan jati dirinya.Orientasi pendidikan Indonesia bergeser dari nasionalisme dan jati diri bangsa menuju berorientasi isme-isme baru pengaruh dunia Barat seperti Pragmatisme, Kapitalisme, Utilitarianisme, Materialisme, Liberalisme, bahkan Hedonisme. Itulah yang justru menyebabkan pendidikan di Indonesia tertinggal dari pendidikan-pendidikan negara maju lainnya. Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah menghidupkan kembali gagasan ideologi pendidikan yang sudah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Berusaha untuk tidak terpengaruh dengan dunia Barat. Bangga dengan nasionalisme negara Indonesia.

    ReplyDelete
  104. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Perlu menjadi koreksi bersama bahwa masyarakat republik tercinta masih menerima banyak hal dari luar secara terbuka abosolut. Kebanyakan warga Indonesia tidak berpikir panjang tentang apa yang mereka anggap baru. Padahal terkadang hal baru itu dapat merusak identitas dan filsafah bangsa. Seperti contoh kecil budaya. Mulai dari budaya berpakaian, hedonisme dan lain-lain. Memang terkesan bukanlah hal yang penting, namun ketika kita memaknai kembali, itu sudah keluar dari identitas bangsa Indonesia yang spiritualis. Semoga generasi muda pada khususnya lebih sadar akan hal ini sehingga dikemudian hari, Indonesia tidak kehilangan identitasnya.

    ReplyDelete
  105. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Tidak bisa dipungkiri bahwa negara kita lebih bersifat siklik atau mengedepankan interaksi dan spiritual. Hal ini yang lambat laun memudar akan derasnya kontaminasi dari barat yang tanpa sadar mencemari kita. Kita bagaikan ikan dalam suatu laut kapitalis, materialis dan sebagainya. Maka diperlukan benteng yang kuat agar kita tidak terjerumus ke dalamnya. Salah satunya dengan menguatkan pendidikan yang ada. Pendidikan yang tidak hanya memikirkan akademis, namun juga spiritual dan karakter.

    ReplyDelete
  106. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ada beberapa hal yang saya pahami dari postingan ini. Salah satunya adalah bahwa sebenarnya Indonesia memiliki identitasnya sendiri untuk mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia. Namun pada kenyataannya, sistem pendidikan di Indonesia kini dipengaruhi oleh bebagai paham isme-isme yang dianut oleh negara Barat.

    ReplyDelete
  107. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Bahwa sebenarnya Indonesia memiliki semboyan dalam dunia pendidikan yang diceturkan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu ing ngarsa sung tuladha (di depan sebagai teladan), ing madya mangun karsa (di tengah menumbuhkan motivasi), dan tut wuri handayani (di belakang mendorong), sedangkan negara Barat jika dikaji secara umum hanyalah menganut ing madya mangun karsa. Hal ini mengindikasikan bahwa di negara Barat tidak menempatkan guru sebagai teladan untuk muridnya. Sedangkan pendidikan di Indonesia semestinya tetap memegang teguh semboyan tersebut. Maka alangkah baiknya jika pendidikan guru di Indonesia mengedepankan juga pendidikan moral dan agama, sehingga murid dapat mengekplor dan mengembangkan atau menemukan ilmunya dengan bebas namun tetap dalam batas, sehingga tidak menyalahi keberadaan Tuhan.

    ReplyDelete
  108. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada bapak Marsigit yang telah memposting postingan artikel diatas yang sehingga dapat memperluas pengetahuan saya.

    ReplyDelete
  109. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendidikan Indonesia terpengaruh oleh beberapa faktor, antara lain kualitas guru dan kebijakan pemerintah. Guru yang berkompeten dan berkualitas akan membantu peserta didik untuk mengoptimalkan kemampuan dan hasil belajarnya. Namun dalam melaksanakan pembebelajaran pendidik terikatdengan kebijakan pemerintah yang berlaku di Indonesia. Apabila kebijakan pemerintah yang diterapkan di Indonesia contohnya kurikulum sesuai dengan keutuhan masyarakat Indonesia maka akan meningkatkan hasil pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  110. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kebijakan pemerintah dalam menyusun dan menerapkan kurikulum yang sering berganti-ganti merupakan salah satu contoh yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia. Sebaiknya pemerintah menetapkan suatu kurikulum apabila semua perangkat yang dibutuhkan telah siap ydan kurikulum tersebut telah di uji coba terlebih dahulu. Sehingga ketika menerapkan kurikulum tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran peserta didik telah memiliki buku pengangan yang dapat dijadikan sumber belajar yang tepat dan tidak terjadi perubahan terus menerus (revisi terus).

    ReplyDelete
  111. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Kondisi negara indonesia saat ini masih dalam kondisi mengkhawatirkan. Disusul dengan era digital dan MEA semakin membuka “kran” bagi budaya-budaya asing masuk ke indonesia. Seperti hedonisme, liberalisme, pluralisme, dll. hal ini terjadi akibat ideologi kapitalisme yang memimpin dunia. Ideologi ini destruktif karena berasal dari akal manusia yang lemah dan terbatas. Hal ini juga berimbas kepada pendidikan di Indonesia yang berubah paradigma pendidikannya mengikuti negara adidaya kapitalisme (amerika).

    Adapun dari pernyataan :

    “Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan. Pemimpin harus menjadi contoh bagi anak buahnya), ing madya mangun karsa (di tengah membangun kehendak atau niat. Pemimpin harus berjuang bersama anak buah) dan tut wuri handayani (dari belakang memberikan dorongan. Ada saatnya pemimpin membiarkan anak buah melakukan sendiri)”.

    Untuk membangun karakter seperti itu di era kapitalis sangatlah sulit. Karena sistem sekarang tidak memfasilitasi hal tersebut. Dari pandangan hidup kapitalisme saja sudah berbeda. Maka, perlu ada ideologi yang lain yang dapat mewujudkan hal tersebut.
    Adapun pengertian Ideologi Menurut Taqiyuddin An Nabhani adalah aqidah aqliyah (akidah yang lahir dari sebuah proses berpikir secara rasional) yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan hidup serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, disamping hubungannya dengan sebelum dan sesudah alam kehidupan. Mencangkup dua bagian yaitu, fikrah (ide) dan thariqah (metode). Sedang peraturan yang lahir dari aqidah tidak lain berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi problematika hidup manusia, menjelaskan bagaimana cara pelaksanaan pemecahannya, memelihara aqidah serta untuk mengemban ideologi (http://digilib.uinsby.ac.id/7846/7/bab%204.pdf).

    Dari definisi tersebut, maka islam juga memenuhi kriteria seperti apa yang disampaikan dalam kalimat tersebut. Sehingga, solusi untuk membangun karakter ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan. Pemimpin harus menjadi contoh bagi anak buahnya), ing madya mangun karsa (di tengah membangun kehendak atau niat. Pemimpin harus berjuang bersama anak buah) dan tut wuri handayani (dari belakang memberikan dorongan. Ada saatnya pemimpin membiarkan anak buah melakukan sendiri) adalah ideologi islam.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  112. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Masalah pendidikan dan pendidikan guru saat ini begitu kompleks. Dari berbagai faktor dan berbagai bidang mengalami masalah. Namun pemerintah tidak berdiam diri, pemerintah telah berupaya untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia saat ini. Upaya pemerintah ini harus memiliki dukungan yang maksimal bagi seluruh elemen masyarakat, terutama sekali adalah guru agar cita-cita pendidikan di Indonesia tercapai. Oleh karena itu marilah kita berdoa kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik kedepannya.

    ReplyDelete
  113. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    salah satu keadaan pendidikan diindonesia saat sekarang ini adalah Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

    ReplyDelete
  114. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan di Indonesia dianggap penting. Namun karena banyaknya kita memandang pendidikan di luar negeri kita jadi lupa jati diri negara kita sendiri. Kita hanya membandingkan pendidikan yang ada di Indonesia dengan pendidikan yang ada di luar negeri dan meniru apa yang mereka lakukan. Akan tetapi apdatasi pendidikan dari luar tidak semuanya baik untuk diadapatasi di negara kita.

    ReplyDelete
  115. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebenarnya pendidikan di Indonesia memiliki dasar yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Dimana Ki Dewantara memiliki slogan Inggarso sung tuladha, ing madyo mangun karsa, tut wuri handayani. Sloga ini memiliki arti yang sangat mendalam. Ketika negara ini sudah benar-benar menenggunakan slogan ini menjadi prinsip dasar pendidikan, saya percaya bahwa pendidikan di negaran kita aja menjadi lebih baik dari yang sekarang.

    ReplyDelete
  116. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan tidaklah dapat terlepas dari pendidik dan tenaga kependidikan. Guru merupakan seorang pendidik yang tidak dapat terlepas dari dunia pendidikan. Kulaitas yang dimiliki oleh seorang guru akan berpengaruh terhadap siswa. Ketika kita memiliki guru yang profesional pastilah akan mencetak anak didik yang berkualitas begitu juga sebaliknya akan menghasilkan siswa yang biasa-biasa saja ketika sang pendidika hanya biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  117. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kita tahu masih banyak pendidik di Indonesia yang biasa-biasa saja. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagaimana cara mencetak guru yang profesional. Salah satunya adalah dengan adanya LPTK yang berkualitas. Pada saat ini banyak sekali LPTK yang bermunculan, semoga LPTK yang bermunculan ini menjadi lembaga pencetak guru-guru profesional dan bukan hanya guru-guru yang biasa saja.

    ReplyDelete
  118. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Derasnya aliran barang, jasa, pengetahuan, dan teknologi dari luar negeri tidak diimbangi dengan kesadaran adanya aliran pemikiran, karakter atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Oleh karana itu bangsa Indonesia menjadi bersifat terbuka absolut dari pengaruh luar. Hal inilah yang menyebabkan bangsa Indonesia seakan mengalami disorientasi baik dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Banyak budaya luar yang tidak disaring dan hanya masuk di negaran kita. Sampai kita kehilangan jati diri yang kita miliki.

    ReplyDelete
  119. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Akibat lanjut dari adanya persoalan pendidikan yang belum tuntas maka berdampak pula pada pengembangan kualitas pendidikan, profesional guru dan prestasi belajar. Kulitas pendidikan, profesional guru dan prestasi guru salinglah berkaitan. Pendidika akan berkualitas ketika seorang guru profesional tercetak sehingga akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik.

    ReplyDelete
  120. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Guru merupakan salah satu unsur penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. Ketika kualitas guru tersebut baik maka akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang ada. Salah satu komponen penting dalam diri seseorang sebagai guru adalah pendidikan guru itu sendiri, bagaimana kompetensi nya sebagai seorang guru. Maka hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih mengenai kompetensi dari setiap tenaga kependidikan untuk mencipatakan pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  121. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013


    Meskipun perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dan kita sebagai penikmat harus mengikuti perkembangan tersbut, namun karakter dan gaya hidup sebaiknya jangan menyimpang dari norma yang berlaku. Dunia pendidikan yangmerupakan salah satu wadah pembangunan karakter jangan sampai disalahgunakan. Komitmn terhadap konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia harus kembali diperkuat. Kementerian pendidikan jangan terlena dengan setiap buadaya yang masuk di Indonesia, oleh karena itu harus mampu memfasilitasi dan membuat kebijakan kependidikan yang selaras dengan semangat pengembangan jati diri bangsa.

    ReplyDelete
  122. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013


    Agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik, tidak hanya berorientasi dalam pencapaian nilai pengetahuan saja maka setiap pendidik harus menanamkan karakter kepada siswa. Kurikulum yang sering berganti-ganti dan kurangnya fleksibilitas guru dalam menghadapi pergantian kurikulum juga menghambat tercapainya tujuan pendidikan di Indonesia. Kualitas dari maisng-maisng aspek yang mendukung pendidikan harus diperhatikan dengan baik, dan diarahkan agar dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  123. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016
    Banyak yang mengkhawatirkan keadaan pendidikan saat ini karena adanya keraguan pemerintah dalam menetapkan komitmen terhadap konsep pendidikan di indonesia. Konsep pendidikan yang seharusnya sesuai dengan negara kita telah tercemari dengan konsep pendidikan barat yang tujuan pendidikannya berbeda dengan indonesia. oleh sebab itu hendaknya kita sebagai generasi pelurus bangsa bersiap untuk membuat pendidikan indonesia kembali ke konsep awal sesuai dengan keadaan masyakaratnya.

    ReplyDelete
  124. pendidikan di Indonesia saat ini sebenarnya melalui pengeamatan kita didasari atas kepentingan sesaat. maksudnya, sesaat dipilih sebagai menteri, maka seesat itulah usia pendidikan kita. lima tahun menjabat, maka lima tahun pula kurikulum dibuat. maka, pendidikan kita saat ini masih tergantung oleh personal, siap apunya kekuasaan, maka dialah pemegang arah pendidikan

    ReplyDelete
  125. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Saya setuju dengan artikel di atas yang menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan dan tantangan yang kompleks dan mendasar sekaligus menyongsong harapan di tengan era global. Persoalan dan tantangan tersebut memang tidak bisa dihindari tetapi memang harus siap di hadapi oleh bangsa Indonesia karena mau tidak mau era global selalu berkembang secara terus-menerus. Pendidikan di Indonesia mulai dirasuki oleh budaya-budaya dari negeri luar.

    ReplyDelete
  126. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Seharusnya kita tetap berpijak pada pengembangkan dan pengimplementasikan harta karun konsep pendidikan asli Indonesia yaitu yang salah satunya telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Konsep dari Ki Hajar Dewantoro ini sangatlah cocok untuk mengatasi krisis multidimensi bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah kewajiban kita untuk melanjutkan konsep pendidikan yang telah dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantoro beberapa dasawarsa yang lalu. Konsep ini juga harus bertahan di era global yang makin marak ini. Solusi-solusi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia harus segera dilaksanakan agar keadaan guru serta pendidikan di Indonesia tidak terpuruk dan tidak tertinggal oleh negara lain. Jadi, keadaan pendidikan dan guru di Indonesia harus selalu diperhatikan.

    ReplyDelete
  127. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Artikel singkat yang dibuat akhir tahun 2015 ini sangatlah inspiratif.

    Terlebih saat ini, Indonesia sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), pendidikan yang berperan penting sebagai salah satu tolak ukur daya saing tentu realisasi perbaikannya harus disegerakan.

    Harapan yang pernah dikemukaakan oleh mantan Mendikbud, Bapak Anies Baswedan bahwa "Pengembangan pendidikan guru akan dilkan dengan memperkuat kompetensi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya; meningkatkan kualitas dan akses; dan meningkatkan efektivitas birokrasi pendidikan dan pelibatan publik dalam penyelesaian persoalan pendidikan" tidaklah lagi sekedar wacana namun harus segera kita (pel dunia pendidikan) realisasikan.

    ReplyDelete
  128. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kualitas pendidikan di negara kitai masih berada dalam potret yang buram dan masih tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain. Persoalan terkait kualitas dan mutu pendidikan kita yang begitu kompleks menambah deretan daftar beban yang harus bangsa ini hadapi dan tuntaskan. Mengingat MEA sudah disepakati dan ditandatangani oleh presiden maka itu artinya bangsa kita tidak bisa lari bahkan berkelak dari serangan MEA. Namun faktanya dari beberapa aspek yang telah disepakati terkait MEA ( diantaranya bidang pendidikan, bidang budaya, bidang prekonomian, bidang pariwisata dll), Indonesia hanya baru siap di satu bidang yaikni di bidang pariwisata. Agar bangsa ini bisa bersaing di MEA tentu hal yang fundamental yang harus dipersipkan adalah kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Namun pendidikan yang diharapkan sebagai pendongkrak menaikan kualitas SDM juga sedang tertatih dalam mengatasi persolannya. Di artikel diatas dijelaskan bangsa ini sedang mengalami disorientasi epoleksosbud, pendidikan selalu dihadapkan dengan persoalan mengenai penetapan konsep pendidikan yang berkarakter Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, konsep pendidikan Indonesia harus dikembalikan ke konsep yang sesuai dengan budaya kita , sebuah konsep yang menamkan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan BhinekaTunggal Ika sehingga bangsa ini tidak memunculkan atau mengikuti berbagai isme-isme pengaruh peradaban barat. Kemudian profesional guru juga tentu menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan bangsa ini. Agar kualitas Pendidikan bangsa ini maju , pemerataan dalam hal profesional guru harus diperhatikan pemerintah agar guru dikota tidak berbeda dengan guru di daerah, solusinya untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru.

    ReplyDelete
  129. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  130. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagian besar negara di dunia, pendidikan dijadikan indikator kemajuan suatu bangsa. Bahkan di negara-negara maju, pendidikan begitu diagung-agungkan dengan jalan terus memperbaiki dan mengembangkan sistemnya maupun kualitasnya. Ada beberapa orang begitu pesimis dengan pendidikan di Negara Kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan begitu banyaknya masalah yang terkait pendidikan di Negara Kita seperti yang disebutkan, tidak heran ketika orientasi masyarakat terhadap pendidikan di Negara Kita begitu pasif. Berusaha memperbaiki pendidikan yang ada saat ini bukan berarti harus menurunkan sistem pendidikan di negara-negar maju. Kita harus bisa menyaringnya, mengambil yang baik dan membuang yang buruk untuk diterapkan dalam pendidikan di Negara Kita.

      Delete
  131. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Pendidikan di Indonesia saat ini memang belumlah dapat bersaing dengan negara-negara maju. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari sistem pendidikan di Indoensia. Banyak kesalahan yang masih dilakukan oleh berbagai pihak. Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia saat ini. Namun hal ini belum dapat terlaksana dengan maksimal dikarenakan pendidik di Indonesia masih belum dapat menerapkan apa yang di inginkan oleh pemerintah dengan baik.

    ReplyDelete
  132. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Pendidikan yang terlaksana di Indonesia saat ini cenderung kurang baik. Banyak hal yang perlu diperbaiki. Ada beberapa tahapan yang sebenarnya perlu diperbaiki sebelum memperbaiki sistem pendidikan tersebut. Namun di Indonesia entah kenapa kurikulum cenderung berubah-ubah. Dapat dikatakan ganti menteri ganti pula kurikulumnya. Hal ini memang terkesan baik karena terdapat upaya perbaikan dalam sistem. Namun pada kenyataannya ada banyak aspek yang harus dipersiapkan yang pada kenyataannya belum dipikrkan ataupun dipersiapkan terlebih dahulu. Hal ini yang menjadi sebab akan ketidakberhasilan perbaikan pendidikan di Indoensia.

    ReplyDelete
  133. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Kualitas pendidikan suatu negara dapat mencerminkan bagaimana kualitas sumber daya dari negara itu sendiri. Di negara maju tidak semuanya memiliki karakteristik dalam pendidikannya yang sama atau sistem pendidikan mereka cenderung berbeda. Namun mereka dapat berhasil dalam menciptakan sumber daya yang baik. Menurut saya, di Indonesia dalam menerapkan perubahan sistem pendidikan, cenderung meniru dari apa yang diterapkan di negara maju, namun tidak tepat pada waktunya. Dapat dikatakan sistem yang diterapkan 5 tahun lalu oleh negara maju baru diterapkan sekarang di Indonesia. Jadi apa yang di anggap baik oleh negara maju 5 tahun yang lalu baru dapat diterima atau dilaksanakan di Indonesia 5 tahun mendatang. Hal inilah yang membuat pendidikan di Indonesia tertinggal jauh oleh negara-negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  134. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Pendidikan dapat dipandang sebagai proes pewarisan budaya. Budaya itu menyangkut dengan kemajuan dan perilaku masyarakat sehingga itu diperlukan model pendidikan yang baik.

    ReplyDelete
  135. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Pendidikan disetiap negara memiliki falsafah masing-masing.Dimana pendidkan menjadi kiblat utama dalam proses pendidikan dan pengajaran.

    ReplyDelete
  136. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Pendidikan dan politik adalah dua elemen penting dalam system sosial politik disetiap Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang. Keduanya sering dilihat sebagai bagian – bagian yang terpisah, yang satu sama lain tidak memiliki hubungan apa – apa. Padahal, keduanya bahu membahu dalam proses pembentukan karakteristik masyarakat disuatu Negara.

    ReplyDelete
  137. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Berdasarkan pemahaman mendasar ini, politik pendidikan (siyâsah at-ta‘lîm) suatu negara sangat ditentukan oleh ideologi (pandangan hidup) yang diemban negara tersebut. Faktor inilah yang menentukan karakter dan tipologi masyarakat yang dibentuknya. Dengan demikian, politik pendidikan dapat dipahami sebagai strategi pendidikan yang dirancang negara dalam upaya menciptakan kualitas human resources (sumberdaya manusia) yang dicita-citakan

    ReplyDelete
  138. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Sistem pendidikan yang ditegakkan berdasarkan ideologi sekularisme-kapitalisme atau sosialisme-komunisme dimaksudkan untuk mewujudkan struktur dan mekanisme masyarakat yang sekular-kapitalis atau sosialis-komunis. Seluruh subsistem (ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, politik luar, dan dalam negeri, hukum pidana, dll.) yang menopang masyarakat itu ditegakkan berdasarkan asas ideologi yang sama; bukan yang lain. Demikian pula dengan Islam; akan membangun masyarakat yang sesuai dengan cita-cita ideologinya. Model masyarakat yang diciptakannya tentu saja akan berbeda dengan masyarakat yang dibentuk oleh kedua sistem ideologi di atas.

    ReplyDelete
  139. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Pendidikan yang sekular-materialistik saat ini merupakan produk dari ideologi sekular yang terbukti telah gagal mengantarkan manusia menjadi sosok pribadi yang utuh, yakni seorang manusia shalih dan mushlih. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, paradigma pendidikan yang didasarkan pada ideologi sekular, yang tujuannya sekadar membentuk manusia-manusia yang berpaham materialistik dalam pencapaian tujuan hidup, hedonistik dalam budaya masyarakatnya, individualistik dalam interaksi sosialnya, serta sinkretistik dalam agamanya. Kedua, kerusakan fungsional pada tiga unsur pelaksana pendidikan, yakni: (1) lembaga pendidikan formal yang lemah; tercermin dari kacaunya kurikulum serta tidak berfungsinya guru dan lingkungan sekolah/kampus sebagai medium pendidikan sebagaimana mestinya; (2) kehidupan keluarga yang tidak mendukung; (3) keadaan masyarakat yang tidak kondusif.

    ReplyDelete
  140. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Lembaga pendidikan adalah badan atau instansi baik itu negeri maupun swasta yang melaksanakan kegiatan mendidik. Dengan kata lain lembaga pendidkan adalah badan atau instansi yang menyelenggarakan usaha pendidikan, lembaga pendidikan bukan hanya lembaga formal yang berbentuk sekolah saja tetapi juga lembaga lain seperti kursus resmi, privat dan yang lainya yang mempunyai cirri adanya kegiatan belajar. Terbentuknya lembaga pendidikan pasti menuntut adanya beberapa komponen yang saling terkait dan bekerjasama mencapai tujuan. Di Indonesia terdapat banyak sekali lembaga pendidikan dengan tujuan, kurikulum dan lulusan yang berbeda-beda. Di setiap lembaga pendidikan selalu terdapat komponen-komponen penting yang menentukan keberhasilan lembaga tersebut.

    ReplyDelete
  141. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Lembaga Pendidikan (baik formal, non formal atau informal) adalah tempat transfer ilmu pengetahuan dan budaya (peradaban). Melalui praktik pendidikan, peserta didik diajak untuk memahami bagaimana sejarah atau pengalaman budaya dapat ditransformasi dalam zaman kehidupan yang akan mereka alami serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan dan tuntutan yang ada di dalamnya. Dengan demikian, makna pengetahuan dan kebudayaan sering kali dipaksakan untuk dikombinasikan karena adanya pengaruh zaman terhadap pengetahuan jika ditransformasikan.

    ReplyDelete
  142. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Oleh karena itu pendidikan nasional bertujuan mempersiapkan masyarakat baru yang lebih ideal, yaitu masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban dan berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa. Esensi dari tujuan pendidikan nasional adalah proses menumbuhkan bentuk budaya keilmuan, sosial, ekonomi, dan politik yang lebih baik dalam perspektif tertentu harus mengacu pada masa depan yang jelas

    ReplyDelete
  143. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Melalui kegiatan pendidikans, gambaran tentang masyarakat yang ideal itu dituangkan dalam alam pikiran peserta didik sehingga terjadi proses pembentukan dan perpindahan budaya. Pemikiran ini mengandung makna bahwa lembaga pendidikan sebagai tempat pembelajaran manusia memiliki fungsi sosial (agen perubahan di masyarakat)

    ReplyDelete
  144. Musa Marengke
    PEP Kellas A,2016
    Lantas apakah lembaga pendidikan kita, baik yang formal ataupu informal telah mampu mengantarkan peserta didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat?. Untuk Hal ini masih perlu dipertanyakan. Lembaga pendidikan kita sepertinya kurang berhasil dalam mengantarkan anak didiknya sebagai agen perubahan sosial di masyarakat, terbukti dengan belum adanya perubahan yang signufikan dan menyeluruh terhadap masalah kebudayaan dan keilmuan masyarakat kita, dan masih maraknya komersialisasi ilmu pengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan kita, mahalnya biaya pendidikan serta orientasi yang hanya mempersiapkan peserta didik hanya untuk memenuhi bursa pasar kerja ketimbang memandangnya sebagai objek yang dapat dibentuk untuk menjadi agen perubahan sosial di masyarakat.

    ReplyDelete
  145. Musa Marengke
    PEP kelas A, 2016
    Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa lembaga pendidikan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap corak dan karakter masyarakat. Belajar dari sejarah perkembanganya lembaga pendidikan yang ada di indonesia memiliki beragam corak dan tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang melingkupi, mulai dari zaman kerajaan dengan bentuknya yang sangat sederhana dan zaman penjajahan yang sebagian memiliki corak ala Barat dan corak ketimuran ala pesantren sebagai penyeimbang, serta model dan corak kelembagaan yang berkembang saat ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan dan tujuan-tujuan tersebut.

    ReplyDelete
  146. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Sebagai sistem sosial, lembaga pendidikan harus memiliki fungsi dan peran dalam perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala lini. Dalam hal ini lembaga pendidikan memiliki dua karakter secara umum. Pertama, melaksanakan peranan fungsi dan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sitem. Kedua mengenali individu yang berbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan

    ReplyDelete
  147. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Lembaga=lembaga pendidikan guru di indonesia bermuncualan, ibarat benih dimusim hujan adalah efak dari beban sejarah indonesia yang terlalu lama terkungkung dengan otoritas jajaran dikala itu. 350 tahun indonesia dijajah adalah kurung waktu yang tidak diberikan kesempatan kaum pribumi untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan terutama lembaga pendidikan guru.pasca jajahan kemudian mendapat kesempatan untuk membangun pendidikan.

    ReplyDelete
  148. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Lemabaga-lembaga pendidikan yang mencetak guru saat ini perannya sangat signifikan karena bersamaan dengan kemajuan dan peradaban, pihak lembaga pendidikan guru senantiasa melakukan reformasi, reorientasi dan pembaharuan sistem dan pendekatan dalam mengelola pendidikaN guru.

    ReplyDelete
  149. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016
    Namun yang perlu diajukan pertanyaan adalah, sejauhmana lembaga pendidikan guru menyiapkan guru nyang berkualitas?. Pertanyaan ini, tidaklah mudah. ia membutuhkan sejumlah paradigma dalam pengelolaan. Lembaga pendidikan guru saat ini, banyak yang dinilai tidak berkualitas. Indikatornya dilihat dari guru yang tidak berkualitas atau sangat menim tingkat kompetensi yang dimilikiny.

    ReplyDelete
  150. Musa marengke
    PEP Kelas A,2016

    Lemahnya lembaga guru bisa disebabkan berbagai faktor, antara lain faktor manajemen, faktor sarana prasarana , faktor pendanaan dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  151. Musa marengke
    PEP Kelas a, 2016
    Menjadi seorang guru bukanlah tugas yang ringan tetapi punya tanggung jawab yang berat. seorang guru adalah panggilan hati bukan karena dorongan atau niat yang lain, karena menjadi seorang guru adalah mengajarkan sesuatu ilmu kepada siswa supaya siswa menjadi berilmu. karena kita ketahui bahwa Allah menyuruh malaikat Jibril ketia Nabi Muhammad berada digua Hira dan kemudian di suruh untuk membaca, maka kalau kita terjemahkan bahwa itu adalah tugas yang berat yang harus dilakukan, malaikat jibril menyampaikan wahyu atas izin Allah. dan kemudian Nabi Muhammad menerima wahyu tersebut kemudian untuk disampaikan kepada seluruh manusia yang ada dimuka bumi. Nabi Muhammad adalah seorang guru yang besar yang mana harus mengajarkan apa yang telah diperintahkan. surat alqur;an pertama kali adalah Al-Alaq.

    ReplyDelete
  152. Musa Marengke
    PEP Kelas a,2016
    kita yang sudah menjadi seorang guru bukan hanya berdasarkan pada tunjangan sertifikasi saja yang harus diterima tetapi apakah kita sudah benar menyampaikan ilmu ini benar-benar kepada siswa, selain daripada itu apakah administrasi yang memang hak kita harus dibuat apakah sudah kita rencakan diawal pembelajaran, perlu kita ketahui ada sekitar 20 administrasi yang harus dibuat seorang guru ketika dia harus mengajar diantaranya; 1. kalender pendidikan (sekolah)
    2. program tahunan
    3. program semester
    4. silabus, dll.

    ReplyDelete
  153. Musa marengke
    PEP Kelas a, 2016
    seorang guru harus mengajarkan ilmu kepada siswa dengan metode-metode yang berpariasi, sehingga proses belajar mengajar tidak boring. apakah itu sudah selesai tugas guru, mimpi kalau sudah habis tugasnya, berikutnya adalah guru menganalisis siswa tentang ilmu yang diajarkan, apakah siswa menerima atau mala semakin membingungkan siswa. selanjutnya guru mencari solusi tentang permasalahan itu. setelah itu tugas guru adalah mengetahui karakter-karakter siswa. jadi seorang guru itu harus punya pikiran yang cerdas, seorang guru harus lebih banyak membaca buku, ikut seminar tentang profesi guru, pendidikan dengan demikian ide yang ada di benak seorang guru tidak akan pernah mati. selalu menciptakan inovasi-inovasi yang baru. maka jika itu dilakukan, sudah pantas jika guru tersebut mendapatkan tunjangan sertifikasi.

    ReplyDelete
  154. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Konsep pendidikan yang menjadi acuan pendidikan di Indonesia sebenarnya sangat bagus dibanding dengan negara-negara lain. Konsep pendidikan yang telah digagas dan diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara apabila diterapkan dengan benar dan tertanam didalam hati para pendidik di Indonesia sangat bagus dan dapat meminimalisir permasalahan-permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Sehingga sebaiknya sebagai calon pendidik kita harus meluruskan niat dengan semangat ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  155. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kabar gemmbiranya adalah ketika muncul isu bahwa ada lampu hijau ujian nasional akan dihapuskan dan akan digantikan dengan ujian sekolah berstandar nasional. Hal ini sangat perlu didukung karena sesungguhnya yang mengetahui pengetahuan yang dimiliki oleh siswa adalah guru atau pihak sekolah yang selama 6 tahun atau 3 tahun membersamai peserta didik mereka sehingga sudah seharusnya sekolah lah yang menjadi penentu lulus atau tidaknya seorang siswa. Tetapi harus diingat pula, momen ini jangan dijadikan sebagai kesempatan bagi para pihak sekolah untuk melakukan pungli-pungli liar agar anak-anak yang seharusnya tidak lulus tetap harus diluluskan. Semoga kita semua terhindar dari hal seperti itu.

    ReplyDelete
  156. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Berganti ganti kurikulum di indonesia pada tahun 1945 hingga 2013, merupakan rekam jejak terjadinya distorsi pendidikan kita, lihat pergerakan kurikulum, https://www.google.com/search?q=sejarah+kurikulum&client=firefox-b-ab&biw=1138&bih=548&noj=1&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj5qJrbyInPAhXBj5QKHQ0VDBIQ_AUICSgC#imgrc=d5-fdjDHZxe-OM%3A.

    ReplyDelete
  157. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Apakah masih ada terselip pandangan Ki Hajar Dewantara yang belum terungkap, kalau belum final maka belum bisa ada jaminan. Begitu juga dengan penguatan kompetensi Kepala sekolah yang disampaikan Bpk Anis Baswedan, dalam hal kompetensi saja, dirasa belum cukup, dilihat banyaknya persoalan bangsa ini bukan saja hanya dari pendidikan tetapi semua aspek dalam ipoleksosbud. Sikap skeptis bisa saja muncul dengan kondisi sekarang ini, karena semua paradigma lama ataupun baru belum bisa dirasakan secara nyata, baru dalam dunia cerita atau a proria dan sisi lainnya posteriori setelah terjadi.

    ReplyDelete
  158. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pendidikan tidak hanya mencetak guru. Seperti berburu gelar dan kenaikan pangkat. Pendidikan sejatinya menekan kebodohan dan keterbelakangan diri dan bangsa. Maka pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan yang diukur dengan kemaslahatan bersama.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id