Jun 16, 2013

SURAT TERBUKA IMAGINER UNTUK PRESIDEN IMEGINER




Yogyakarta, 6 Oktober 2013

Kepada
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer
cc:
1, Bp Menteri Pendidikan Imaginer
2. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Imaginer



Dengan hormat,

Ass. Wr.Wb

Kepada Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer

Perkenankan, saya nama Marsigit Imaginer, dosen pada Jurusan Pendidikan Matematika Imaginer, FMIPA UNY Imaginer, ingin menyampaikan Surat Terbuka Imaginer kepada Bapak berkaitan dengan pokok pikiran saya untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebagai berikut:

Beberapa pokok persoalan pendidikan pada saat ini, menurut hemat kami meliputi:

a.belum optimumnya peningkatan kualitas tenaga kependidikan
b.kesenjangan antara tuntutan kualitas lulusan sekolah dengan fakta di lapangan
c.ukuran dan variabilitas standar atau kriteria kompetensi lulusan di tingkat global
d.pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga secara adil dan merata
e.terjaganya keseimbangan antara nilai-nilai lokal, nasional dan internasional
f.kesempatan dan partisipasi belajar seumur hidup bagi setiap warga
g.akuntabilitas implementasi dan praktek kependidikan pada semua level
h.keberlanjutan usaha inovasi bidang kependidikan
i.pemberdayaan potensi segenap komponen unsur pendidikan
j.komunikasi dan interaksi sinergis inter dan antar komponen kependidikan
k.revitalisasi dan review peraturan perundang-undangan
l.kedudukan atau posisi strategis nilai-nilai kependidikan nasional dalam kancah internasional
m.ketuntasan pemahaman dasar filosofis dan nilai-nilai dasar kependidikan baik yang berakar dari budaya sendiri maupun yang perlu diadaptasi atau diadopsi dari luar.
n.kreativitas, fleksibilitas, dinamika fungsi dan peran Sistem Pendidikan Nasional dengan segenap komponennya.

Saya menyimpulkan bahwa persoalan-persoalan pendidikan  kita, tidak akan tuntas penyelesaiannya jika hanya diselesaikan dengan cara-cara biasa dan parsial.

Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di atas, maka saya mengusulkan kepada Bapak Presiden Imaginer RI cq Menteri Pendidikan RI Imaginer untuk melaksanakan Revolusi Pendidikan di Indonesia Imaginer.

Berikut butir-butir pemikiran saya mengenai bagaimana Revolusi Pendidikan itu dapat dilaksanakan:

1.Revolusi Pendidikan harus dilakukan oleh Pemerintah, sebab jika dilakukan oleh gerakan masa akan menimbulkan kerusakan, kekacauan dan biaya mahal.
2.Revolusi Pendidikan dilakukan dengan meninjau ulang UU Sisdiknas, menghapus pasal-pasal yang sudah tidak relevan dan mengganti pasal-pasal yang sesuai dengan tuntutan jaman, teori kependidikan, kajian atau hasil riset, dan masukan para educationist.
3.Benahi Sistem Pendidikan Nasional dengan merevitalisasi Struktur dan Personel secara professional. Hilangkan dan berantas semua KKN, Kolusi dan nepotisme dalam bidang pendidikan baik di Tingkat Pusat maupun di Tingkat Daerah.
4.Hapus atau cabut semua Peraturan Pemerintah dan Permendiknas yang sudah tidak relevan.
5.Hapus KTSP (Kurikulum pada Tingkat Satuan Pendidikan) dan ganti dengan KBKS ( Kurikulum Berorientasi kepada Kebutuhan Siswa)
6.Bubarkan BSNP dan ganti dengan BPKBN (Badan Penjamin Kemerdekaan Berpikir Nasional)
7.Cabut dan hilangkan dana-dana kompetisi seperti BOS dan ganti dengan DPIP (Dana Pemberdayaan Institusi Pendidikan)
8.Bubarkan Pusat Kurikulum dan ganti dengan PPKSN (Pusat Pengembangan Kreativitas Siswa Nasional)
9.Bubarkan Lembaga Penjaminan Mutu dang anti dengan PPKKGN(Pusat Pengembangan Kreativitas dan Kemandirian Guru Nasional)
10.Bentuk Direktorat baru yaitu Direktorat Pengaduan Ketidakadilan Layanan Pendidikan Nasional)
11.Hapus Ujian Nasional dan ganti dengan PRONASMINRASA (Program Nasional Menumbuhkan Minat dan Rasa Senang Belajar)
12.Naikkan Gaji Guru tanpa prasarat sebesar 10 (sepuluh) kali Gaji Pokok
13.Naikkan Gaji Dosen tanpa prasarat sebesar 10 (sepuluh)kali Gaji Pokok
14.Naikkan Anggaran Pendidikan Nasional menjadi 30 (tiga puluh) persen
15.Rombak dan desain ulang bangunan-bangunan kependidikan (sekolah) dengan menerima masukan dari sipemakai (educationist progressive)agar sesuai dengan peruntukannya.
16.Hapus Gerakan Wajib Belajar dan ganti dengan Gerakan Sadar Belajar
17.Ganti KKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dengan PPKKKS (Pusat Pengembangan Kreativitas dan kemandirian Kepala Sekolah)
18.Ganti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)dengan IPDUG (Inovasi Pembelajaran dari dan untuk Guru)
19.Hapus semua Perda yang merugikan kreativitas Sekolah, kreativitas Guru dan kreativitas Siswa.
20.Budayakan RASA MALU bagi orang-orang yang menduduki jabatan kependidikan (termasuk expert, Nara Sumber dan Konsultan) tetapi tidak mempunyai latar belakang kependidikan.
21.Bubarkan Pusat Perbukuan dan ganti dengan P3BG(Pusat Pemberdayaan Penulisan Buku oleh Guru)
22.Ganti fungsi Pengawas Sekolah dengan TP3 (Tenaga Percontohan Pengembang Pendidikan)
23.Bentuk MP2K2 (Musyawarah Para Pengambil Kebijakan Kependidikan)baik tingkat Nasional maupun tingkat daerah
24.Bubarkan Dewan Pendidikan dan ganti dengan P3OP(Pusat Pengembangan dan Partisipasi OrangTua Murid untukPendidikan)
25.Ganti Ujian Sekolah dengan PPS (Pengembangan Portofolio Siswa)
26.Berilah kebebasan bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajarannya.
27.Berilah kebebasan para guru untuk mengembangkan dan memilih bentuk RPP nya
28.Berilah kebabasan sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan pendidikan masing-masing.
29.Berilah kesempatan sistem atau skema yang berkembang dalam masyarakat agar kualitas pendidikan atau kualitas lulusan akan dengan sendirinya teruji secara sehat dalam pergaulan pendidikan.
30.Janganlah terlalu banyak membuat peraturan perundang-uandangan dengan lingkup yang terlalu sempit atau terlalu teknis sehingga akan menyulitkan dalam implementasinya.

Demikianlah pokok pikiran saya, saya buat dengan tidak mempunyai motif apapun kecuali untuk usaha meningkatkan pendidikan. Amin

Hormat saya,

Marsigit Imaginer

62 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Saya sependapat dengan beliau Marsigit Imaginer bahwa perlu adanya perubahan-perubahan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Realisasinya sekarang banyak aturan-aturan yang sudah tidak relevan dengan usaha peningkatan mutu pendidikan. Pembelajaran dirasa terkesan terpaksa, masih dalam kriteria kewajiban belum manjadi suatu kebutuhan. Dengan kata lain masih perlu usaha sadar diri akan pentingnya pendidikan.

    ReplyDelete
  2. Hal menarik dari artikrl diatas adalah usulan Bapak Prof. Marsigit untuk menghapus program Wajib Belajar menjadi program Sadar Belajar.
    Hal ini benar-benar saya alami pada sebuah sekolah menengah pertama di kaki gunung Merapi, dengan karunia pasir yang berlimpah.
    Disana, para orangtua lebih suka melihat anak-anaknya berpenghasilan 100 ribu sampai 300 ribu sehari, padahal usia mereka antara 12-15 tahun.
    Bagi mereka sekolah tidak penting, yang penting adalah kebutuhan ekonomi yang tercukupi bahkan melimpah.
    Bagi mereka program Wajib Belajar adalah program pemerintah, sehingga kesadaran untuk menyekolahkan anaknya tidak menjadi hal utama. Karena dengan tidak sekolah saja kehidupan ekonomi mereka sudah sangat cukup.
    Disinilah urgensinya program Sadar Belajar, biarlah pendidikan menjadi kesadaran masyarakat dari nuraninya, agar keinginan sekolah menjadi tulus ikhlas untuk kepentingan masa depan mereka.
    Namun, menumbuhkan kesadaran ini membutuhkan metode tersendiri.
    Seandaninya program Sadar Belajar ini terealisasi, para Guru di daerah itu tak perlu lagi mencari para muridnya untuk ikut Ujian Nasional di lokasi tambang pasir, karena para siswa lebih memilih menambang daripada mengikuti ujian nasional
    Sebuah renungan...

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kondisi pendidikan di Indonesia membutuhkan perhatian para aktivis pendidikan. Penerapan kurikulum baru masih memiliki banyak permasalahan yang perlu dibenahi. Buku pegangan siswa yang beberapa di dalamnya masih membingungkan siswa. Hal ini sebaiknya segera diperbaiki agar siswa dapat belajar dengan baik. Menerapkan sesuatu yang baru untuk meningkatkan kondisi pendidikan Indonesia jadi lebih baik, harapannya produk yang akan rilis adalah produk yang sudah matang, teruji, dan sesuai dengan kondisi pelajar di Indonesia. Semoga harapan - harapan ini bisa menjadi kenyataan, tidak hanya menjadi wacana semata.

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, maka seorang dosen pada Jurusan Pendidikan Matematika Imaginer, FMIPA UNY Imaginer yang bernama Marsigit Imaginer, menuliskan Surat Terbuka Imaginer kepada Presiden Imaginer. Isi surat terbuka tersebut didahului dengan fakta yang terjadi di lapangan sebagai latar belakang pembuatan surat terbuka imaginer untuk presiden imaginer dan kemudian diberikan pula so;usi-solusi yang mungkin digunakan untuk menghadapi permasalahan fakta di lapangan tadi, sehingga dapat mencapai tujuan akhir yaitu dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dibuat karena rasa kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia serta kesadaran yang muncul dari dalam diri untuk turut serta memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Semoga langkah mulia ini, dapat terealisasikan dengan baik.

    ReplyDelete
  5. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Setelah saya membaca wacana di atas saya memberikan komentar bahwa Sistem pendidikan di Indonesia yang kerap kali ‘mengkotak-kotakkan’ pelajar dalam pengajaran di sekolah, memicu buruknya pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  6. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Finlandia yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia saat ini merupakan negara yang layak untuk dicontoh oleh Indonesia. Aspek kesetaraan kelas sosial pada layanan pendidikan di Finlandia tidak mendiskriminasi orang kaya, terdidik, miskin, dan tidak terdidik. Berbeda halnya ketika di Indonesia, layanan pendidikan akan mengkotakkan antara si kaya dan si miskin. Seperti kasus pada tahun lalu, dimana RSBI dan SBI menjadi isu nasional tentang kastanisasi pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  7. surat ini akan menjadi tamparan keras pada pengelola pendidikan nasional, sebab isi surat merupakan realita dilapangan yang ada sekarang. pendidikan yang berkualitas jika didukung oleh smua stake holder pendidikan tersebut, sebab stake holder akan mempengaruhi kelangsungan pendidikan. faktor fasilitas dan dana pendidikan merupakan hal yang berpengaruh pada kualitas pendidikan, akan tetapi kualitas SDM dan tenaga pengajar merupakan hal yang sangat lah pendting pula dalam mengembangkan potensi siswa didik yang menjadi lebih berkualitas. namun hal semua faktor tersebut harus dilandasi oleh hati yang bersih, yaitu menjauhkan KKN dan mengelompokkan pada kelompok tertentu.

    m. Saufi Rahman
    PEP S3 kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  8. 16701251016
    PEP B S2
    IMAGINER, merujuk pada elegi ini adalah sebuah rancangan yang sustematis dalam membangun bangsa, khususnya bidang pendidikan. Memang benar adanya sesuai dengan perkembangan jaman, diperlukan revolusi dengan tidak menyampingakan nilai nilai luhur budaya bangsa yang merupakan identitas bangsa itu sendiri. Revolusi yang sulit adalah merubah diri kita, dalam fikiran kita bagimanapun juga sistem adalah hasil olah fikir manusia, tanpa ada dorongan dari diri manusianya sendiri (SDM) semua akan sia sia, atau hematnya memantaskan diri kita untuk mewujudkan revolusi sesuai ruang dan waktunya, sesuai porsinya, sesuai apapun itu.

    ReplyDelete
  9. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    menarik bagi saya usul kepada presiden imainer yang berbunyi:
    Budayakan RASA MALU bagi orang-orang yang menduduki jabatan kependidikan (termasuk expert, Nara Sumber dan Konsultan) tetapi tidak mempunyai latar belakang kependidikan.
    karena pada kenyataannya memang ada dan banyak tenaga kependidikan yang bukan berasal dari latar belakang pendidikan yang ditakutkan akan memperburuk kualitas pendidikan di Indonesia. karena pada dasarnya, jika kita punya tenaga kepandidikan yang melimpah kenapa kita harus meggunakan yang tidak tahu menahu dnegan pendidikan. memang benar menggunakan orang yang berlatar belakang pendidika tidak menjamin pendidikan indonesia enjadi lebih baik namun setidaknya kita sudah berusaha menggunakan apa yang seharusnya dgunakan sesuai dnegan bidangnya masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Realisasinya sekarang banyak aturan-aturan yang sudah tidak relevan dengan usaha peningkatan mutu pendidikan, khususnya bidang pendidikan. Memang benar adanya sesuai dengan perkembangan jaman, diperlukan revolusi dengan tidak menyampingakan nilai nilai luhur budaya bangsa yang merupakan identitas bangsa itu sendiri.namun hal semua faktor tersebut harus dilandasi oleh hati yang bersih, yaitu menjauhkan KKN dan mengelompokkan pada kelompok tertentu.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pada dasarnya latar belakang pembuatan surat terbuka imaginer untuk presiden imaginer dan kemudian diberikan pula so;usi-solusi yang mungkin digunakan untuk menghadapi permasalahan fakta di lapangan tadi, sehingga dapat mencapai tujuan akhir yaitu dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.sebab isi surat merupakan realita dilapangan yang ada sekarang. pendidikan yang berkualitas jika didukung oleh smua stake holder pendidikan tersebut, sebab stake holder akan mempengaruhi kelangsungan pendidikan.

    ReplyDelete
  12. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya setuju dengan surat terbuka imaginer untuk presiden imaginer tersebut. Karena pendidikan Indonesia saat ini memang terkesan terlalu terikat dengan aturan-aturan pemerintah, sehingga membatasi sekolah, kepala sekolah, guru, siswa, dan pihak-pihak terkait untuk berkreasi, mengembangkan diri, dan berinovasi sesuai dengan porsi dan potensi mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  13. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    saya terkadang bertanya dalam iri saya sendiri, kenapa di indonesia itu yang memiliki sumber daya manusi ayang hebat, mulai darui insinyu yang hebat lulusa dalam neggri yang belajar ke luar negeri, memiliki ahli pendidikan yang hebat lulusan dalam negeri yang lanjut studi di luar negeri , memiliki ekonom hebat lulusan dala negeri yang lanjut kkuliah di luar negeri, tapi kenapa peanfaatan kecerdasan bangsa untuk membangum bangsa kurang terasa, atau karena motif(politik), ini yang sebenarnya yang membuat kesan politik tu buruk, saya yakin politik itu tidak buru sama halnya mitos, bagaiaman kita bisa jadikan politik menjadi batu loncatan untuk menggunakn potensi dan kemampuan masyrakat indonesia yang luar biasa dalam membangun bangsa indonesia.

    ReplyDelete
  14. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    surat ini berisi suatu hal-hal yang sangat baik demi kemajuan pendidikan yang ada dalam negara Indonesia imajiner, ini lahir karena timbulnya kegelisahan-kegelisahan yang terjadi akibat sistem yang ada dan dibangun saat ini terus menerus mengikuti sistem yang lama dan pergerakkan pemerintah masih di nilai lamban mengatasi krisis yang terjadi dalam sistem pendidikan yang ada di Indonesia, sedangkan yang terjadi dalam pendidikan global pendidikannya sangatlah pesat dan terus maju sehingga tidak mungkin menunggu negara yang lambat kemajuan pendidikannya. dan apabila negara tidak melakukan suatu perubahan bukan tidak mungkin kita akan semakin jauh tertinggal oleh negara-negara lain.

    ReplyDelete
  15. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Luar biasa, Pak. Meskipun 30 poin di atas terbilang “imaginer”, namun besar harapan kita sebagai pelaku pendidikan agar 30 poin tersebut dapat terwujud. Dan untuk KBKS (Kurikulum Berorientasi Kebutuhan Siswa), adakah gambaran yang lebih rincinya Pak? Sepertinya menarik untuk dikaji lebih dalam terlebih kondisi Kurikulum 2013 saat ini yang masih dipertanyakan.

    ReplyDelete
  16. Prof., pernyataan ini "Bubarkan Dewan Pendidikan dan ganti dengan P3OP(Pusat Pengembangan dan Partisipasi OrangTua Murid untukPendidikan)" menjadi penting. Karena peran orangtua di dunia pendidikan tidak lagi sebatas mempersiapkan sarana dan prasarana yang laik untuk anak, tetapi juga ikut mendidik anak. Memberikan pengetahuan dan memberikan pemahaman mengenai beberapa nilai yang sangat jarang menjadi fokus pendidikan disekolah adalah kewajiban orang tua terhadap anaknya.

    Memet Sudaryanto
    PEP S3 kelas A
    16701261005

    ReplyDelete
  17. Budaya rasa malu lama sudah hilang, Prof. Kadang saya malu di kelas ketika saya tidak punya malu dalam berinteraksi dengan Prof. Igit. Karena hal tersebut kadang membuat Prof. Igit tidak nyaman.
    Prof., yang pernah saya baca, di Jepang, menyerobot antrean dapat digolongkan sebagai tindakan kriminal. Hukuman karena menyerobot antrean sama beratnya dengan meludah di taman.
    Bukankah luar biasa budaya yang ada di Jepang meski sebagai negara maju? Ataukah mereka maju karena pengaruh dari rasa malu yang mereka miliki?
    Pembentukan karakter malu perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai titik maksimalakan dalam membangun peradaban seperti indonesia sebagai negara berkembang.
    Bukankah budaya malu sudah ada di Indonesia beberapa tahun silam dan menguat pada masanya, namun melemah pada saat ini?

    Memet Sudaryanto
    PEP S3 kelas A
    16701261005

    ReplyDelete
  18. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Setelah membaca artikel di atas, ternyata banyak sekali masalah dunia pendidikan yang ada di negara kita ini. Apa yang telah disebutkan di atas baru sekelumit kecil dari seluruh permasalahan-permasalahan yang ada. Berdasarkan artikel di atas saya menyimpulkan bahwa salah satu permasalahan pendidikan yang ada adalah peraturan pemerintah yang terkadang dan bahkan hampir semuanya mengurangi kreativitas, baik itu kreativitas guru, kreativitas siswa, kreativitas sekolah, dan lain-lain. Sehingga hal tersebut tidak akan ada fasilitas bagi insan-insan pendidikan untuk mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, untuk pemerintah oerlu lah dikaji ulang setiap kebijakan pendidikan yang ada. Apakah kebijakan itu memang benar-benar bijak dan membawa manfaat atau malah hanya akan menutupi sifat-sifat dai insan pendidikan.

    ReplyDelete
  19. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Menarik sekali, semua yang diusulkan Marsigit Imaginer telah di rasakan akibatnya selama ini, karena beliau adalah pelaku pendidikan, banyak hal yang semuanya bermuka topeng yang indah menarik untuk di lihat dipandang tapi di balik itu semua ada banyak hal yang tersebunyi, yang ujung-ujungnya adalah politik pemerintahan pada saat tersebut. Dan ini berulangkali terjadi setiap pergantian pemerintahan selalu ada gebrakan yang mengatakan ada perubahan lebih baik, tapiii nyatanya.... semuanya hanya kamuflase .... dan kita seperti robot yang bisa bergerak karena ada yang mengendalaikan.

    ReplyDelete
  20. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Memang kalau kita soroti satu-persatu apa yang terjadi di pendidikan di Indonesia adalah tergantung dari pemerintah. Seperti Hapus Gerakan Wajib Belajar dan ganti dengan Gerakan Sadar Belajar, hal ini benar sekali pada zaman sekarng dengan adanya kemajuan IT yang luar biasa dengan tidak adanya batas adanya ruang dan waktu program wajib belajar sudah tidak diperlukan lagi karena kesadarn untuk sekolah sudah mulai menurun drastis, Sekolah sih sekolah tapi sadar untuk belajar sudah tidak ada, kadang sekolah hanya untuk label saja lebel telah melakukan wajib belajar. Maka benar sekali kalau wajib belajar di hapus diganti menjadi sadar belajar.

    ReplyDelete
  21. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Masalah usulan kenaikan gaji guru, dosen menjadi 10 kali lipat saya belum setuju, karena efeknya luar biasa, dan belum semua guru patut di gaji sebesar tersebut. Efek itu akan ke semua bidang apakah sudah siap guru-guru kita menerima gaji sebesar itu? Saya setuju kalau fasilitas untuk menunjang peningkatan guru/dosen, dan siswa lebih ditingkatkan, misal sarana prasaran yang sesuai, sumber belajar yang memadai, meningkatkan kompetensi guru/dosen tanpa pemotongan tetapi justru di tanggung pemerintah,

    ReplyDelete
  22. KASYIFATUN AENI
    1330124055

    Selamat Pagi Prof..
    Permasalahan sistem pendidikan Indonesia memang kompleks. Karenanya diperlukan langkah-langkah yang konkrit untuk menyelesaikan permasalahan tersebut seperti yang telah diusulkan Bapak Marsigit Imaginer yaitu dengan melaksanakan Revolusi Pendidikan. Usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia memang harus dilaksanakan oleh pemerintah sebagai pihak yang memiliki kekuasaan dan dengan dukungan dari berbagai pihak.

    ReplyDelete
  23. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Begitu kompleksnya masalah yang dihadapi pendidikan Indonesia saat ini. Masalah yang begitu banyak membuat pendidikan di Indonesia ini menjadi rendah dibandingkan dengan pendidikan di dunia barat. Salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia adalah guru. Guru harus selalu meningkatkan profesionalitasnya dalam bekerja sehingga cita-cita pendidikan di Indonesia dapat tercapai.

    ReplyDelete
  24. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Merujuk pada revolusi pendidikan yang disampaikan diatas,yakni tentang
    memberi kebebasan bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajarannya dan untuk mengembangkan dan memilih bentuk RPP nya serta memberi kebabasan sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan pendidikan masing-masing. Saya mencoba menyampaikan pandangan saya bahanwa adalah bijak setiap guru memiliki hak untuk menentukan metode pembelajaran dan RPP yang dibutuhkan dan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh peserta didik. Selanjutnya, sekolah adalah lembaga yang paling mengetahui kemampuan, sikap dan perilaku peserta didiknya sehingga juga bijak bagi setiap sekolah menentukan kelulusan dan keberhasilan tiap peserta didiknya.

    ReplyDelete
  25. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Salah satu usulan Revolusi Pendidikan yang disampaiakn oleh Marsigit imaginer adalah menaikkan gaji guru dan dosen sebesar sepuluh kali lipat gaji pokok tanpa prasyarat. Hal ini mungkin menjadi salah satu solusi masalah pendidikan yang tepat. Dengan menaikkan gaji guru dan dosen, maka profesi pengajar akan menjadi salah satu profesi yang diminati dibanding profesi lainnya. Orang-orang pintar akan melirik profesi ini sebagai profesi yang bisa diandalkan untuk menjamin masa depan mereka. Jika input calon pendidik berkualitas, maka hal ini secara langsung akan berdampak pada kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas yang secara langsung pula dapat memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini.

    ReplyDelete
  26. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Menghapus UN dan menggantinya dngan PROMINASMINRASA (Program Nasional Menumbuhkan Minat dan Rasa Senang Belajar) menjadi salah satu usulah Revolusi Pendidikan yang disampaikan oleh Marsigit imaginer yang cukup solutif untuk menangani masalah pendidikan negara kita. Beberapa tahun yang lalu, UN menjadi satu-satunya syarat penentu kelulusan siswa. Ini berarti, tujuan utama proses pembelajaran siswa yang berlangsung lama hanyalah untuk sebuah kelulusan siswa pada UN. Proses pembelajaran tidak lagi bermakna karena yang terpenting adalah hasil akhir pada UN. Pada akhirnya siswa tidak memiliki minat dan kesadaran belajar yang baik, padahal belajar adalah salah satu proses berkelanjutan dalam hidup manusia.

    ReplyDelete
  27. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Salah satu poin Revolusi Pendidikan yang ditawarkan oleh Marsigit imaginer adalah penilaian proses belajar siswa. Jika selama ini penilaian proses lebih ditekankan pada ujian sekolah, hendaknya sistem penilaian diubah menjadi PPS (Pengembangan Portofolio Siswa). Saya rasa usulan ini cukup menarik, karena ini berarti proses pendidikan menjadi salah satu unsur penting pendidikan, tidak hanya hasil akhir saja. Penilaian berdasarkan hasil akhir pembelajara dengan sistem ujian tidak akan mendorong minat dan semangat belajar siswa. Siswa hanya akan mengejar hasil akhir tanpa memperhatikan pentingnya proses belajar. Oleh karena itu banyak yang ingin mendapatkan hasil instan dalam belajar.

    ReplyDelete
  28. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Semua yang disampaikan oleh Marsigit imaginer dalam Revolusi Pendidikan di sini sangat perlu dipertimbangkan karena murni bertujuan untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini. Tidak ada kepentingan dan motif lain selain untuk perbaikan pendidikan. Ini berbeda dengan yang sudah berjalan selama ini. Sistem pendidikan di negara ini sarat dengan motif para pemegang kebijakan pendidikan. Semua yang dikembangkan dari sebuah motif yang salah pasti akan berakibat tidak baik dalam dunia pendidikan kita.

    ReplyDelete
  29. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Berdsasarkan analisis dan pemahaman terhadap surat terbuka ini, maka pada essensinya untuk merubah pendidikan yang ada di Indonesia perlu adanya suuatu perubahan yang besar dan mendasar. Perubahan ini terpacu bahwa pendidikan tidaklah mutlak pada satu pedoman atau suatu atura. Tidak akan menjadi sesuatu yang bermanfaat jika pendidikan berisi tentang keterpaksaan yang tersembunyi diantara semua elemen pelaksana. Salah satu contohnya adalah, Program Wajib Belajar yang di ganti dengan Program Sadar Belajar. Artinya bahwa pendidikan akan berhasil jika semua elemen mengilangkan keterpaksaaan tersebut dalam prosesnya, siswa yang terpaksa belajar, guru yang terpaksa mengajar, perarturan yang memaksa tanpa memandang essensi atau makna dari pendidikan itu sendiri. Penerapan Metode saintifik, juga tidak seharusnya menjadi mutlak harus dilakukan, karena pada dasarnya pengetahuan bersifat luwes, memilki kecocokan yang berbeda beda dalam penyampaiannya. Semoga pendidikan Indonesia Imajiner terus maju, meskipun perubahan susah, perubahan tak sempurna, setidaknya Indonesia Imajiner dapat melihat dimaana kesalahan dan perubahan apa yang paling relevan dilakukan pada masa itu.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP 2016

    Berdasarkan surat terbuka imajiner di atas, dapat diketahui bahwa masih banyak persoalan-persoalan pendidikan yang masih belum terselesaikan. Persoalan-persoalan pendidikan tersebut, tidak akan tuntas penyelesaiannya jika hanya diselesaikan dengan cara-cara biasa dan parsial. Di dalam surat terbuka imaginer tersebut juga dipaparkan usulan mengenai pelaksanaan Revolusi Pendidikan di Indonesia Imaginer yang disampaikan oleh Bapak Marsigit Imaginer. Saya sangat setuju dengan butir-butir usulan yang dipaparkan. Alangkah baiknya apabila Presiden Imaginer dan Menteri Pendidan Imaginer membaca usulan ini dapat dipertimbangkan untuk melaksanakan dan mewujudkannya demi kemajuan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  31. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    saya sangat setuju dengan pandangan bapak Marsigit imajiner mengenai 14 pokok persoalan pendidikan pada saat ini dan solusi revolusi pendidikan yang di tuangkan sebanyak 30 buah pada surat terbuka imajiner untuk presiden imajiner. maka saya memahami bahwa seperti itulah keadaan di negeri ini saat ini, maka kita sebagai generasi penerus bangsa merupakan calon pemimpin negeri ini, maka imajiner tersebut juga di tujukan kepada kita penerus bangsa, maka point yang tertuang dalam revolusi pendidikan tersebut harus kita pikirkan dan kita lakukan sebagai seorang guru dan pemimpin demi tercapainya pendidikan yang lebih bagus lagi.

    ReplyDelete
  32. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016
    Realita menarik tentang sistem pendidikan di indonesia, dengan banyak problema yang ada, beberapa tahun yang lalu sebenarnya sistem pendidikan kita sudah dijadikan banyak negara tetangga sebagai percontohan, misalnya negara malaysia dulu banyak mengirimkan mahasiswa/i untuk belajar di indonesia, tetapi kenyataannya sekarang banyak yang dari kita malah belajar di negara tersebut.

    ReplyDelete
  33. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaiman sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga Negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembanguana sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.

    ReplyDelete
  34. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga penghasil sebagai produsen tenagan terhadap calon luaran, dengan sistem sertifikasi. Selanjutnya jika luaran tesebut terjun kelapangan kerja penilaian dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumen tenaga dengan sistem tes unjuk kerja. Lazimnya masih dilakukan pelatihan dan pemagangan bagi calon untuk penyesuaian dengan tuntutan persyaratan kerja dilapangan, dan berkarya.

    ReplyDelete
  35. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Para ahli banyak mengatakan bahwa sistem pendidiakn sekarang ini masih kurang efisien. Hal ini tampak dari banyaknya anak yang drop-out, banyak anak yang belum dapat pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas, dan kurang dapat pelayanan yang semestinya bagi anak-anak yang lemah maupun yang luar biasa cerdas dan genius.

    ReplyDelete
  36. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pendidikan merupakan faktor penunjang bagi pembangunan ketahanan nasional. Oleh sebab itu, perlu keterpaduan di dalam perencanaan dan pelaksanaan pendidikan dengan pembangunan nasional tersebut. Sebagai contoh pendidikan di sekolah harus di rencanakan berdasarkan kebutuhan nyata dalam gerak pembangunan nasional, serta memperhatikan ciri-ciri ketenagaan yang di perlukan sesuai dengan keadaan lingkungan di wilayah-wilayah lingkungan tertentu.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Salah satu solusi dari Bapak Prof. Marsigit mengenai permaslahan dalam pendidikan yaitu memberikan kebabasan sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan pendidikan masing-masing. Kriteria keberhasilan pendidikan di suatu sekolah sering dilihat dari hasil Ujian Nasional yang diperoleh oleh siswa-siswa pada sekolah tersebut, padahal kita tidak bisa melihat keberhasilan pendidikan suatu sekolah dari hasil UN saja.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pendidikan dikatakan merupakan hal yang penting untuk membangun bangsa. Setiap anak yang lahir akan menjadi generasi penerus bangsa. Tetapi pada kenyataannya masih ada yang kesulitan untuk bersekolah. Yang di daerah 3T tidak mengalami pemerataan pendidikan, mereka mengalami kesenjangan dan jauh tertinggal. Yang di daerah maju juga masih ada yang tidak bisa bersekolah, atau hanya mampu ke jenjang tertentu. Sekolah masih sulit untuk kalangan warga menengah ke bawah di negara ini. Kita tidak bisa menyelesaikannya secara parsial, tapi sistem lah yang harus dibenahi

    ReplyDelete
  39. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Fasilitas buku bacaan masih sangat minim. Perpustakaan hanya tersedia di sekolah atau berupa perpustakaan daerah, itupun tidak semua daerah memilikinya. Perkembangan zaman semakin membuat budaya instan. Untuk memproleh informasi cukup mengetik di internet dan anak-anak sering menghabiskan waktu untuk menonton televisi. Budaya membaca menjadi rendah, karena fasilitasnya pun juga belum memadai, sehingga tidak memperoleh pengetahuan secara lebih luas

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Maatematika I 2013

    Saya setuju dengan berantas bersih KKN di negeri ini. Orang-orang yang melakukan KKN sangat menghambat. KKN ada di setiap bidang kehidupan, bahkan di kalangan pendidikan yang seharusnya mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini sangat tidak sejalan.

    ReplyDelete
  41. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saat ini persoalan pendidikan yang terjadi di Indonesia hanya bisa diselesaikan dengan cara yang tidak biasa atau parsial, tetapi perlu solusi yang luar biasa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Penyelesaian masalah tersebut memerlukan peran beberapa pihak, diantaranya pemerintah, pendidik (dosen, guru, dan lainnya), peserta didik, dan banyak pihak lainnya. Selain pihak terkait diperlukan sistem pendidik yang relevan dan tepat untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Semoga usulan bapak Marsigit tentang perbaikan pendidikan untuk Indonesia tidak hanya sekedar tulisan saja, tetapi dapat memberi masukan dan dapat menjadi usulan perbaikan pendidikan. terima kasih.

    ReplyDelete
  42. Terobosan-terobosan di bidang pendidikan harus terus dilakukan agar kualitas pendidikan di Indonesia terus meningkat. Peran serta semua pihak yang terkait seperti pemerintah, tenaga pedidikan, peserta didik, dll sangat diperlukan demi terwujudnya dunia pendididikan Indonesia yang maju dan mandiri. Semoga kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dari waktu ke waktu.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  43. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Tulisan ini merupakan sebuah gambaran nyata tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam pendidikan dan apa yang seharusnya benar-benar dibutuhkan dalam pendidikan. Bagaimana pendidikan itu seharusnya menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Bagaimana seharusnya guru bisa mengembangkan dan menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kebutuhan setiap siswa pada kelas yang sama pasti berbeda dikarenakan karakter dan aspek psikologis siswa yang berbeda-beda. Disini, sebagai guru yang profesional harus memahami karakter siswa, dengan begitu guru menjadi lebih mudah dalam menyediakan apa saja yang menjadi kebutuhan bagi siswa.

    ReplyDelete
  44. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Usulan-usulan tersebut menarik untuk menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu hal yang paling menarik bagi saya ialah poin nomor 16, yaitu menghapus gerakan wajib belajar dan ganti dengan gerakan sadar belajar. Tentu jika hal ini bisa benar-benar dilakukan akan baik sekali dampaknya. Mewajibkan bukan merupakan suatu kebijakan yang baik, karena wajib saja tanpa adanya kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya belajar tidak akan berarti apa-apa. Hal ini bisa kita lihat di beberapa daerah, meskipun pendidikan menurut UU adalah bersifat wajib bagi seluruh rakyat, masih terdapat beberapa anak usia sekolah yang memilih untuk tidak bersekolah. Bahkan hal tersebut merupakan saran dari orang tuanya. Maka lebih baik masyarakat memiliki kesadaran belajar daripada mewajibkan belajar. Dengan kesadaran tersebut masyarakat dengan sendirinya akan merasa memerlukan belajar dan bahkan belajar dengan senang.

    ReplyDelete
  45. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Usulan-usulan pak marsigit kepada presiden sangat menarik untuk ditelaah dan dipertimbangkan. dimana semua dilakukan untuk tujuan perkembangan dunia pendidikan diindonesia. saya lebih menyorot poin Hapus Gerakan Wajib Belajar dan ganti dengan Gerakan Sadar Belajar, dimana saya rasa ini wajib untuk dilakukan . sudah seharusnya setiap indvidu memiliki kesadaran untuk belajar bukan karena keterpaksaan untuk belajar, seharusnya belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja. pengalaman adalah belajar yang sesungguhnya. kita bisa lihat dinegara power dimana proses belajar mereka berjalan dengan santai dan menarik dikarena kan mereka sadar bahwa mereka butuh belajar untuk masa depan.

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  47. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  48. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Membaca butir-butir pemikiran Pak Marsigit Imaginer membuat saya berharap Pak Menteri Pendidikan Imaginer dan Pak Presiden Imaginer untuk membaca dan menerapkannya. Beberapa poin yang membuat saya sontak langsung membenarkan adalah Hapus Gerakan Wajib Belajar dan ganti dengan Gerakan Sadar Belajar, Ganti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)dengan IPDUG (Inovasi Pembelajaran dari dan untuk Guru), Ganti Ujian Sekolah dengan PPS (Pengembangan Portofolio Siswa), dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  49. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    “Jer Basuki Mawa Bea”. Agaknya filsafah jawa ini menjadi penting untuk dipahami secara lebih mendalam. Banyak yang memunculkan pendapat bahwa untuk bisa bersekolah harus mengeluarkan biaya yang mahal. Jangan dimaknai secara utuh. Akan tetapi coba renungkan lebih dalam. Bahwa untuk mendapatkan hasil yang lebih baik memang harus ada pengorbanan yang lebih besar. Butuh keseriusan dan kerja yang lebih keras tentunya. Tetapi kiranya memang perlu menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memeratakan kualitas pendidikan di seluruh daerah Republik tercinta.

    ReplyDelete
  50. Sangat setuju sekali dengan gagasan Revolusi Pendidikan yang bapak sampaikan. Melihat fakta dunia pendidikan kita yang terasa kurang mampu menghargai jasa para pendidik dan terlalu mengekang siswa dengan system yang diberlakukan. Tuntutan kurikulum yang tidak diimbangi dengan keprofesionalan pengembangnya menimbulkan kebingungan dalam merealisasikannya. Meninjau salah satu butir Revolusi Pendidikan yang disampaikan tersebut tentang: Budayakan RASA MALU bagi orang-orang yang menduduki jabatan kependidikan (termasuk expert, Nara Sumber dan Konsultan) tetapi tidak mempunyai latar belakang kependidikan. Berikut pendapat saya: Fakta di lapangan menunjukkan gejala yang ironis sekali ketika kita melihat para pemangku jabatan di bidang kependidikan adalah mereka yang tidak memiliki background pendidikan dan cenderung menyimpang serta tidak berkaitan sama sekali. Hal inilah yang menimbulkan carut marut di dunia pendidikan. Contoh nyatanya saja bisa kita amati dari pemberlakuan K13. Khususnya untuk mata pelajaran matematika terlihat jelas sekali adanya ketimpangan dalam penyusunan kurikulum ini. Materi matematika yang tidak tersusun sistematis dan tidak tepat sasaran sangat jelas terasa. Beban kerja otak siswa kian bertambah. Materi yang selayaknya diberikan di bangku kuliah, justru sudah dijejalkan di bangku sekolah. Tentu ini tidak terlepas dari koyaknya pemegang jabatan penyusun kurikulum yang tidak sesuai dengan bidangnya. Ini idak akan terjadi jika para penggerak pendidikan ialah mereka yang kompeten dan professional.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  51. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Seperti yang kita bersama ketahui, bahwa pendidikan di Indonesia memang belum optimal. Masih ada permasalahan disana-sini. Kurikulum silih berganti yang sebenarnya memiliki tujuan untuk memperbaiki pendidikan, namun nyatanya karena terlalu sering berganti kurikulum, hal ini justru membuat pendidikan di Indonesia semakin kehilangan arah.

    ReplyDelete
  52. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Seperti yang kita bersama ketahui, bahwa pendidikan di Indonesia memang belum optimal. Masih ada permasalahan disana-sini. Kurikulum silih berganti yang sebenarnya memiliki tujuan untuk memperbaiki pendidikan, namun nyatanya karena terlalu sering berganti kurikulum, hal ini justru membuat pendidikan di Indonesia semakin kehilangan arah.

    ReplyDelete
  53. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari beberapa solusi dalam artikel diatas, saya menemukan sebuah solusi yaitu mengganti gerakan wajib belajar dengan gerakan sadar belajar. Menurut saya hal tersebut merupakan ide yang bagus. Jika anak-anak sudah bisa sadar akan pentingnya belajar, maka mereka akan memiliki jati diri yang kuat, dan hidup yang lebih terarah karena mereka adalah para siswa terpelajar. Pemikiran-pemikiran yang mereka cetuskan pun pastinya lebih matang, bukan asal bicara yang bisa membuat perpecahan saja.

    ReplyDelete
  54. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Namun untuk bisa mewujudkan gerakan sadar belajar tersebut pasti bukan hal yang mudah. Karena kesadaran seseorang sangat susah untuk dikeluarkan dari dalam diri mereka. Kebanyakan yang sudah terjadi, seseorang akan sadar ketika orang tersebut merasakan pahitnya rasa sakit, dan mengalami hal yang merugikan dirinya. Kemudian timbul lah rasa sadar agar dia tidak mengalami hal seperti itu lagi. Namun, untuk anak-anak, menimbulkan rasa sadar belajar bukan hal yang mudah. Hal ini memutuhkan kajian lebih dalam agar siswa khususnya anak-anak bisa mengeluarkan rasa sadar untuk belajar dari dalam dirinya.

    ReplyDelete
  55. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Masih banyak persoalan yang melanda pendidikan kita. Dari sistem yang digunakan dalam pendidikan hingga masalah infrastruktur. untuk mengetahui suatu permasalahan pokok, ibarat seperti dokter mendiagnosa penyakit, maka harus mengetahui apa akar permasalahan yang sesungguhnya. Ibarat sebuah sistem peraturan lalu lintas, maka jika sistem peraturan lalu lintas baik, maka pengguna jalan pun juga ikut aman. Seperti itu pula pendidikan kita, sesungguhnya apa yang terjadi dalam pendidikan kita adalah karena sistem yang diterapkan tidak sesuai dengan fitrah hidup manusia.

    Menurut Hizbut Tahrir (2016) sesungguhnya Pendidikan dalam sistem kapitalisme tidak ditujukan membentuk kepribadian. Pendidikan justru dijadikan penopang mesin kapitalisme dengan diarahkan untuk menyediakan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keahlian. Akibatnya kurikulum disusun lebih menekankan pada pengetahuan dan keahlian tapi kosong dari nilai-nilai agama dan moral. Pendidikan akhirnya hanya melahirkan manusia robotik, pintar dan terampil tapi kurang peka dan kurang dalam memahami agama.

    Otonomi yang diberikan juga mencakup pendanaan. Akibat kapitalisme, peran pendanaan oleh pemerintah harus makin berkurang dan sebaliknya pendanaan oleh masyarakat (orang tua siswa) makin besar. Sekolah berkualitas pun menjadi mahal. Akibatnya, terjadinya ‘lingkaran setan’ kemiskinan. Orang miksin tidak bisa mendapat pendidikan berkualitas. Mereka tidak bisa mengembangkan potensi dirinya dan tetap terperangkap dalam kemiskinan. Masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial-ekonomi. Hanya orang menengah keatas yang bisa mengakses pendidikan berkualitas. Padahal sekolah seharusnya dapat menjadi pintu perbaikan taraf hidup bagi si miskin. Selain itu juga akan melanggengkan penjajahan.

    Dunia pendidikan yang sarat masalah saat ini hanya bisa dituntaskan dengan mencampakkan kapitalisme. Meninggalkan sistem pendidikan sekuler, yang itu berarti harus membuang jauh-jauh sistem politik demokrasi, Islam menentukan penyediaan pendidikan bermutu untuk semua rakyat sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang wajib disediakan oleh negara secara gratis. Dasarnya karena Rasul saw menetapkan tebusan tawanan perang dari orang kafir adalah mengajari sepuluh orang dari anak-anak kaum muslim. Tebusan tawanan merupakan ghanimah yang menjadi hak seluruh kaum muslim.

    Diperuntukkannya ghanimah untuk menyediakan pendidikan bagi rakyat secara gratis itu menunjukkan bahwa penyediaan pendidikan oleh negara untuk rakyat adalah wajib. Ijmak sahabat atas pemberian gaji kepada para pengajar/guru dari harta baitul mal lebih menegaskan hal itu.

    Mewujudkan guru yang mampu mencetak generasi berkepribadian Islam yang unggul, hal demikian akan sangat mudah bila disokong oleh peran Negara. Dalam hal ini, Negara mesti membangun sistem pendidikan yang tepat dan berangkat dari orientasi Ideologi yang shahih, yakni Islam. Dengan kata lain, Negara mesti menata sistem pendidikan yang benar benar islami. Mulai dari tujuan, hingga pelaksanaan di lapangan. Sehingga pada akhirnya, output dari sistem pendidikan tak hanya melahirkan Guru yang sekedar siap untuk terjun mencetak anak anak didik yang menghamba pada dunia industri. Lebih dari itu, mencetak pribadi yang siap untuk terjun dalam gelanggang kehidupan dengan menghamba pada Rabb semesta alam, Allah Swt dan memberi maslahat bagi umat manusia.

    Sumber: https://hizbut-tahrir.or.id/2016/10/18/wahai-para-guru-apa-yang-salah-dengan-sistem-pendidikan-kita-saat-ini/

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  56. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Indonesia memang terlalu sibuk dalam perbaharuan Kurikulum tanpa melihat adanya persoalan yang sangat dan perlu di tanggapi. Entah ini masalah politik, entah tidak ada yang concern kearah memperbaiki dan meningkatkan. Terutama sumber daya manusianya yang harus dikembangkan. Indonesia seharusnya berikan pelatihan pendidikan, lakukan lesson study untuk guru-guru lainnya sehingga mereka bisa berdiskusi permasalahan pembelajarannya. Sehingga guru di Indonesia tetapi berhati lokal tetapi berpikir secara global. Jika siswa diberikan kebebasan untuk menemukan didalam pembelajaran, maka guru pun harus diberikan kebebasan dalam membangun pembelajarannya. Dari mulai RPP, LKS dan lainnya. Guru bisa mengembangkan RPPnya sesuai kemampuan yang ia punya.

    ReplyDelete
  57. *A*llah Swt berjanji akan mengangkat derajat bagi orang yang berilmu
    *N*yatakan ini dalam kehidupan muslim indonesia
    *I*nsyaAllah indonesia jaya dan bangsa lain akan gentar dengan muslim Indonesia
    *S*iapkan umat dengan bekal ilmu yang luas oleh guru guru bangsa yang berkualitas

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP KELAS A.

    ReplyDelete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh¬
    Salah satu poin yang penting adalah kurikulum yang cepat berganti. Ini harus mendapat perhatian serius karena kurikulum mempengaruhi narasi besar pendidikan Indonesia. Maka perlu adanya koordinasi dan sinergi antara guru, pemerintah, aktivis pendidikan maupun stakeholder yang lain karena ini menyangkut masa depan anak anak Indonesia.

    Wallahualambishowab
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  60. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kritik dan solusi yang luar biasa Prof. dan saya mau menambahkan satu point wacana kepada para stakeholder terapkan konsentrasi pelajaran terfokus sejak dini agar Indonesia melahirkan expert yang profesional di segala aspek bidang keilmuan. Semoga Pendiidkan Indonesia kedepan lebih baik dan tambah maju dan semoga para generasi pengisi stakeholder di pemrintahan kedepannya sangat profesional dibidangnya masing-masing. Amin

    ReplyDelete
  61. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saat ini persoalan pendidikan yang terjadi di Indonesia hanya bisa diselesaikan dengan cara yang tidak biasa atau parsial, tetapi perlu solusi yang luar biasa untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Penyelesaian masalah tersebut memerlukan peran beberapa pihak, diantaranya pemerintah, pendidik (dosen, guru, dan lainnya), peserta didik, dan banyak pihak lainnya.Selain pihak terkait diperlukan sistem pendidik yang relevan dan tepat untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia.Semoga usulan bapak Marsigit tentang perbaikan pendidikan untuk Indonesia tidak hanya sekedar tulisan saja, tetapi dapat memberi masukan dan dapat menjadi usulan perbaikan pendidikan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  62. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Pemikiran yang dipaparkan dalam surat imaginer di atas dapat terbilang rumusan yang luar biasa. Namun disebut imaginer karena pun ditujukan pada presiden imaginer. Mengutip kalimat dalam surat di atas, “Saya menyimpulkan bahwa persoalan-persoalan pendidikan kita, tidak akan tuntas penyelesaiannya jika hanya diselesaikan dengan cara-cara biasa dan parsial”. Cara-cara biasa memang belum mampu menyelesaikan persoalan bangsa, itulah kenapa cara-cara tidak biasa itu diungkapkan dalam surat terbuka imaginer.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id