Jun 17, 2013

Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013




Dear all,

Ass Wr Wb

Boleh dibaca Makalah saya terbaru berjudul "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013", yang saya presentasikan pada
Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), pada
Hari Selasa, 18 Juni 2013, dengan akses ke:

https://www.academia.edu/3727714/Tantangan_dan_Harapan_Kurikulum_2013

Demikian semoga bermanfaat.

Wss Wr Wb

Marsigit
__._,_.___

21 comments:

  1. ARIFAH NUR (DIKDAS P2TK)
    14712259017

    Membaca makalah Prof Marsigit tentang tantangan dan harapan kurikulum 2013 sangat menarik sekali.
    Sebenarnya dengan diberlakukannya kurikulum 2013 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem dan pola pendidikan di Indonesia, meskipun belum dapat atau masih jauh dari kata sempurna dan belum sesuai dengan falsafah serta kepribadian bangsa. Namun setidaknya kurikulum 2013 telah berusaha merubah paradigma pendidikan dari techer centered menjadi student centered, dari transfer of knowledge menjadi eksplorasi, dari texbook oriented menjadi sumber belajar yang bervariasi, dari guru sebagai sumber belajar menjadi guru sebagai fasilitator, meskipun upaya perubahan itu belum bisa dilaksanakan secara sempurna. Untuk menuju ke taraf mendekati kesempurnaan tentulah memerlukan proses dan membutuhkan waktu. Begitupula dengan penerapan kurikulum ini, untuk mendekati ke taraf sempurna dan sesui dengan harapan mungkin membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
    namun sangat disayangkan bahwa saat ini justru kebijakan kurikulum 2013 dibatalkan dan pendidikan di Indonesia kembali ke kurikulum lama yaitu KTSP.

    ReplyDelete
  2. Sri indhah NIM 14712259012 S2 P2TK DIKDAS
    Membaca makalah dari Prof. Marsigit tentang tantangan kurtilas sangat menarik. Setiap perubahan pasti ada tantangan dan hambatan yang dihadapi. Tantangan itu berasal dari subjek maupun objek pendidikan. Sebagai seorang guru tantangan kita adalah merubah pola pikir. Jika kita mengajar dengan teacher oriented maka kita harus merubah ke berpusat pada siswa. Masalah penilaian juga dikeluhkan guru. Guru merasa kesulitan karena belum terbiasa. Merubah kebiasaan lama yang nyaman menjadi bekerja keras memang tidak mengenakkan. Untuk itu tantangan terbesar bagi guru adalah meninggalkan mitos.
    Pemerintah merasa perlu adanya perubahan kurikulum harapannya untuk memperbaiki pendidikan. Namun kurtilas dikatakan belum siap. Semua hal itu tidak ada yang sempurna, penyempurnaan dan perbaikan itu dilakukan selama proses itu dilaksanakan.

    ReplyDelete
  3. Perubahan Kurikulum 2006 atau biasa kita sebut KTSP menjadi Kurikulum 2013 menuntut kita untuk mau berubah. HAl mendasar yang harus berubah adalah mindset kita, karena merubah mindset bukanlah hal yang mudah. Kita harus mau belajar kembali mulai dari awal tentang semua hal yang berkaitan dengan seluruh proses pembelajaran seperti yang sudah kita laksanakan selama ini. Dengan adanya kurikulum baru ini diharapkan keluaran dari sekolah atau murid-murid kita akan mempunyai tingkah laku atau moral yang baik, karena selama ini yang ditekankan di sekolah kita adalah kemampuan kognitif semata saja. HAl ini dapat kita lihat denga adanya pelaksanaan UN yang menilai 3 mata pelajaran saja, yaitu bahasa indonesia, matematika dan ipa. Sedangkan kemampuan anak yang lain misalnya dalam bidang seni tidak mendapat hitungan yang baik atau terpinggirkan.

    ReplyDelete
  4. Hildegardis Mulu (P.Mat Inter 2011/ 11313244023)

    Kurikulum memang akan selalu berubah karena zaman akan selalu berubah. Kita tidak mungkin menggunakan kurikulum yang sama untuk menjawab tantangan yang berbeda di masa mendatang. Namun, perubahan kurikulum tersbeut hendaknya tidak menjadi alat kepentingan politik dan hanya sekedar ajang buang-buang uang proyek. Saat ini pemerintah memberi kebijakan bagi sekolah-sekolah yang belum siap untuk kembali ke KTSP namun tetap akan menggunakan K13 pada saatnya nanti (ketika siap). Sekolah-sekolah model pun dipilih untuk menjadi contoh penerapan K13 dan memberi bahan untuk evaluasi kurikulum. Memang banyak masalah yang dihadapi untuk menjalankan K13, namun semua pihak pasti akan berusaha untuk mengatasi masalah tersebut. Kita perlu berpandangan positif terhadap pendidikan Indonesia dan memberi sumbangsih nyata dalam pembangunannya.

    ReplyDelete
  5. Soleh Uzain
    11301241018
    Pendidikan Matematika 2011

    Penerapan Kurikulum 2013 adalah bagaimana guru mampu menerapkan model dengan pendekatan saintifik dan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa serta menekankan pada pembelajaran siswa aktif dengan diterapkannya model pembelajaran penemuan, pembelajaran berbasis proyek serta pembelajaran berbasis pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  6. Atikah Mumpuni
    Program Pascasarjana
    Pendidikan Dasar Kelas A
    Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)
    NIM. 14712251003

    Bagian paling menarik bagi saya pada tulisan ini adalah yang berkaitan dengan pendekatan. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintific pada semua bidang ilmu. Padahal, ada ilmu-ilmu lain yang bersifat sosial juga harus tetap dilakukan dengan pendekatan sains. Dalam hal ini saya sangat setuju dengan yang dituliskan oleh Prof. Marsigit, “Kurikulum 2013 telah melanggar atau melabrak atau melahap secara rakus untuk mengalahkan dan mendominasi ilmu humaniora seperti Agama, Bahasa, Seni dll”. Hal ini tentu akan membawa dampak bagi Indonesia, yaitu bertambahnya orang pintar, tetapi krisis orang baik. Hal ini karena konsep kurikulum 2013 mengarah pada konsep A. Compete yang tidak menjadikan positisme, saintisme, sebagai payung dari segala kehidupan.

    ReplyDelete
  7. Ika Noviana
    14712251002
    Pascasarjana UNY
    Pendidikan Dasar
    Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.
    Kurikulum 2013 dengan scientific approach nya merupakan hasil pemikiran seorang Auguste Comte penganut paham positivisme yang menolak filsafat dan agama. Padahal Indonesia merupakan negara yang menempatkan spiritualisme di tingkat tertinggi. Namun Indonesia mengalami disorientasi atau kebingungan karena terjepit oleh kehidupan dunia kontemporer sehingga Indonesia menuju ke sana dengan scientific approach pemikiran Auguste Comte yang menempatkan pemikiran filsafat dan agama paling bawah. Maksud dan tujuan kurikulum 2013 adalah memperbaiki pendidikan saat ini untuk membangun siswa yang berkarakter dan bermoral, namun kurang tepat jika menggunakan scientific approach yang menempatkan pemikiran filsafat bahkan agama di tingkat paling bawah. Agama secara terpisah dalam pelajaran sekali dalam seminggu. Padahal ilmu yang hakiki adalah milik Allah sehingga kita belajar harus meninggikan pemikiran spiritual untuk selalu mengingat Allah serta pemikiran filsafat agar dapat berpikir kritis tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif seperti budaya kapitalism, hedonism, pragmatism, dll.
    Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. Awal Nur Kholifatur Rosyidah
    14712251021
    Pendidikan Dasar
    Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Membaca makalah berjudul “Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013” membuat saya pribadi terheran-heran dan tercengang. Miris juga begitu selepas membaca kondisi pendidikan di Indonesia ini, karena tidak tegas mengarah kemana dan mau dibawa kemana. Ternyata setelah ditelisik, pelaksanaan kurikulum 2013 yang sudah berjalan ini terkesan dipaksakan. Benar menurut Prof. Marsigit, terlalu tergesa-gesa dengan persiapan yang kurang matang dan tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas (dapat dipercaya) dan sustainabilitas (bertanggung jawab).
    Bahkan sekolah-sekolah yang melaksanakan kemarin hanya berlangsung saja selama 1 semester, setelah itu mereka para praktisi pendidikan sepakat untuk kembali lagi pada kurikulum KTSP. Memang bukan tanpa alasan, menurut banyak penuturan para guru KK 2013 ini terlalu banyak tuntutan, pemetaan materi pelajaran yang membingungkan, pembelajarannya harus ini-itu, cara mengajarnya harus ini-itu, mengembangkan LKS sendiri, RPP nya harus dirubah total, belum lagi tentang sistem penilaiannya. Katanya, administrasinya banyak, ribet seperti itu. Berbeda untuk sekolah-sekolah yang terpilih menjadi pilot project, mereka harus tetap melaksanakan dan mengembangkan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013.
    Terlepas dari semua itu, pemerintah mempunyai tujuan, visi, dan misinya untuk mengembangkan dan memajukan kualitas pendidikannya. Sebagai kalangan praktisi pendidikan diperlukan suatu kesungguhan dan keseriusan dalam melaksanakan. Karena pada dasarnya ini merupakan suatu terobosan untuk menjadikan praktek pembelajaran lebih berinovasi. Selanjutnya, untuk merealisasikan semua itu segera diperlukan pembenahan terhadap aspek-aspeknya yang terkait dengan keberlangsungan pelaksaanannya. Menurut saya, apapun kurikulumnya salah satu yang berperan menentukan adalah faktor gurunya. Guru harus mengubah mindsetnya, mengajarlah dengan hati, penuhilah segala tuntutan administrasi dengan ikhlas. Insyalloh dengan rasa ikhlas itu semuanya akan berjalan dengan ringan, proses membelajarkan siswapun akan terasa maksimal, sehingga siswa akan cepat memahami penjelasan baik itu tentang kognitif, maupun penanaman nilai afeksinya. Hal yang tidak boleh dilupakan guru adalah pengaitan dan penanaman nilai-nilai agama pada setiap mata pelajaran juga sangat berperan penting.

    ReplyDelete
  9. abiy risabethe S2 P2TK dikdas 14712259016

    tantangan dan harapan kurikulum 2013 ini masih menjadi PR bagi kita. masih perlu evaluasi yang mendalam pada implementasi kurikulum 2013 agar tidak terjadi lagi kebingungan. struktur kurikulum dirancang sesuai dengan falsafah bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945. bukan berdasarkan pada kepentingan politik yang secara periodik berganti diiringi dengan bergantinya sistem pendidikan. guru harus digiring menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan (buku guru).

    ReplyDelete
  10. Titi Suryansah
    P2TK Dikdas 2014

    Assalamualaikum Wr Wb
    Untuk bisa menerapkan sesuatu yang baru tentu kita temui banyak tantangan dan butuh proses panjang untuk mencapai keberhasilan. Termasuk dalam menerapkan kurikulum 2013, banyak kita hadapi tantangan. Oleh sebab itu pemerintah mengambil keputusan untuk memberhentikan sementara pelaksanaan kurikulum 2013. Diharapkan persiapan dilakukan kembali sevcara matang, sehingga kurikulum bisa diterapkan kembali 2-4 tahun ke depan. Banyak guru yang belum siap karena mereka belum memiliki banyak pemahaman mengenai implementasi k13. Dibalik besarnya tantangan yang dihadapi terselip harapan besar sehbungan dengan implementasi k13. Harpannya yakni ada keseimbangan penekanan terhadap kompetensi siswa, yakni pada kompetensi afektif, kognitif, dan psikomotor. Karena kita tahu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan lebih menekankan pada aspek kognitif saja.
    Wassalamualaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  11. Sartini
    Dikdas P2TK

    Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013
    Kurikulum 2013 sebenarnya sangat baik. Namun sesuatu yang baru itu pasti banyak tantanganya. Terutama bagi mereka yang sudah merasakan kenyamanan dengan hal yang sebelumnya. Mereka merasa suatu hal yang baru itu tidak sesuai, walau kenyataanya adalah baik. Tidak ada yang sempurna dari apapun, tetapi semua itu bisa saling melengkapi. Seperti adanya kurikulum 2013 ini. Kurikulum 2013 ingin merubah paradigma yang ada di pendidikan di Indoesia, salah satunya adalah pandangan dari Teacher centered menuju student centered. Untuk itu tantangan yang ada perlu dijadikan pelajaran bagi pemerintah maupun guru. Tantangan bagi guru adalah bagaimana menjalankan kurikulum 2013 dengan berusaha sepenuh hati.

    ReplyDelete
  12. Sasi Mardikarini
    14712251004
    DIKDAS KONSENTRASI PRAKTISI

    Luar Biasa Postingan Prof, Marsigit, sangat membuka pandangan kita mengenai keadaan pendidikan di Indonesia sekarang ini. Kurikulum 2013 sebenarnya merupakan terobosan terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menghindarkan atau menyelamatkan pendidikan Indonesia yang sedang kritis ini. Ini merupakan langkah bagus dari pemerintah untuk membuat Indonesia maju dan memiliki penerus bangsa yang jujur, bernurani dan cendekia. Mereka berharap generasi Indonesia memiliki agama sebagai landasan seperti dalam pancasila, memiliki nurani untuk berpikir yang terbaik untuk bangsanya bukan untuk sendiri dan cendekia, memiliki banyak ilmu, pandai dan dapat bersaing dengan negara lain. Kurtilas mengalihkan pandangan guru sebagai utama dan penguasa kelas menjadi sahabat dan fasilitator kelas, merubah Teacher centered menjadi student centered,dll. Disini juga merubah guru menjadi manusia yang berilmu karena seriap hari dituntut harus menyiapkan berbagai macam kegiatan, media, model,dll untuk mengajar. Namun perkembangan pendidikan tersebut tidak sejalan dengan keinginan guru hingga akhirnya sebagian besar kembali ke kurikulum 2006.
    Memang pendidikan tidak mudah diubah tidak seperti membalikkan telapak tangan. Namun, perubahan itu pasti demi kamajuan. Sebagai guru harus berani berubah demi kemajuan pendidikan kita.

    ReplyDelete
  13. Dian Ikawati Rahayuningtyas
    NIM. 14712251006
    Prodi Pendidikan Dasar Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Kurikulum 2013 merupakan salah satu bentuk terobosan yang dibuat oleh pemerintah guna untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar semakin maju dan berkembang. Kurikulum 2013 sudah berlangsung hampir 1,5 tahun dan sebagian besar sekolah di Indonesia sudah melaksanakannya. Namun, selama proses pelaksanaannya masih banyak para pendidik yang masih bingung dengan semua rangkaian kegiatan yang harus dilakukan, terutama pada proses penilainnya. Dalam raport kurikulum 2013 guru harus menuliskan penilaian siswa secara deskriptif sehingga guru harus benar-benar memperhatikan siswa satu per satu pada setiap kegiatan pembelajaran di kelas. untuk melakukan kegiatan seperti itu guru masih merasa kesulitan, karena jumlah siswa yang jumlahnya melebihi batas normal, di mana sebaiknya atau idealnya satu kelas hanya terisi oleh maksimal 20 siswa, namun 1 kelas diisi oleh 30-40 siswa. Hal ini yang membuat guru harus bekerja ekstra. Selain itu dalam kurikulum 2013 guru harus mengajar dengan tematik integrative, di mana semua mata pelajaran dikaitkan dengan satu tema yang sudah ditentukan dalam buku guru. Kemudian guru harus membuat RPP setiap hari. Kemudian, pada kurikulum 2013, lebih menekankan pada karakter siswa dan semua aspek baik kognitif, afeki, maupun psikomotorik harus dapat dicapai, sedangkan pada ktsp bisanya guru hanya menilai siswa dari aspek kognitifnya saja. Hal ini yang membuat sebagian para pendidik untuk kembali menggunakan KTSP.

    ReplyDelete
  14. Dian Ikawati Rahayuningtyas
    NIM. 14712251006
    Prodi Pendidikan Dasar Konsentrasi Praktisi (Guru Kelas)

    Melanjutkan postingan di atas, sebenarnya pemerintah melakukan pergantian kurikulum ini mempunyai tujuan yaitu agar kualitas pendidikan di Indonesia menjadi semakin berkembang dan agar para pendidik bekerja dengan profesional sesuai dengan porsinya masing-masing agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Sebenarnya bagaimanapun bentuk dan model kurikulum yang ada di Indonesia, dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak semua tergantung dari gurunya. Apabila seorang guru sungguh-sungguh dan serius untuk melaksanakannya dan tentunya diawali dengan niat yang baik semuanya akan dapat berjalan dengan baik pula. Selain itu dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai guru, guru seharusnya membelajarkan siswa dengan menggunakan hati agar para siswa akan selal mengenang semua jasa yang diberikan oleh gurunya selama di sekolah. Hal itu juga dapat membuat proses belajar mengajar bejalan dengan maksimal dan tujuan pembelajaran dapat trcapai serta para siswa juga akan lebih tertarik dan bersemangat dalam megikuti kegiatan belajar mengajar. Seorang guru juga harus mampu menciptakan kratifitas dan inovasi-inovasi dalam pendidikan agar mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Apapun kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan hati, terutama dengan keikhlasan hati, insyaAllah akan mendapat pahala dan ridho dari Allah swt.

    ReplyDelete
  15. Dheni Nugroho
    12301241033
    Pendidikan Matematika 2012

    Kurikulum 2013 memang banyak kontroversial. ada pula yang menyebutnya kurtilas dan di plesetkan menjadi singkatan dari kurikulum tidak jelas. tantangan dari kurikulum 2013 adalah bagaimana guru memfasilitasi siswa agar siswa menjadi lebih aktif dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal atau prestasi yang maksimal. harapan dari kurikulum ini adalah mendapatkan generasi-generasi baru yang berkarakter dan dapat menjadi tauladan bagi generasi berikutnya.

    ReplyDelete
  16. Perubahan kurikulum bukanlah hal yang perlu diperdebatkan atau dirisaukan karena memang kurikulum bersifat dinamis, menyesuaikan diri dengan konteks perkembangan zaman dan kebutuhan pembangunan. Perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 harusnya dapat kita sikapi dengan bijak. Jika memang terdapat hal-hal yang masih belum sempurna merupakan hal yang perlu kita sikapi dengan penyempurnaan dan perbaikan-perbaikan sehingga kelayakan saat diterapkan adalah harapannya. Perbaikan memerlukan proses dan waktu, serta komitmen yang serius dari para stakeholder pendidikan.

    ReplyDelete
  17. Perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 pada awalnya menuai banyak protes karena masih banyak kekurangan dalam implementasinya di lapangan. Sebagai sesuatu hal yang baru tentunya masih banyak kekurangan yang harus diatasi dengan sigap oleh pemerintah demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 telah berusaha merubah paradigma pendidikan dari teacher centered menjadi student centered, dari transfer of knowledge menjadi eksplorasi, dari texbook oriented menjadi sumber belajar yang bervariasi, dari guru sebagai sumber belajar menjadi guru sebagai fasilitator, meskipun upaya perubahan itu belum bisa dilaksanakan secara sempurna. Hal ini merupakan tantangan bagi kurikulum 2013 dan menjadi tanggung jawab kita bersama untukmengatasinya. Sehingga apa yang menjadi harapan dari kurikulum 2013 dapat terwujud dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  18. HARINI PUJI ASTUTI
    14712251011
    Dikdas/Konsentrasi Praktisi

    Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Begitu pula dalam kurikulum 2013, seorang pendidik harus menyusun suatu rencana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan untuk membelajarkan siswa. Strategi yang benar dapat menentukan tingkat keberhasilan siswa. Pendekatan scientific adalah pendekatan yang dapat mengaktifkan siswa karena siswa sebagai pusat pembelajaran. Sehingga guru dapat membantu mengeksplorasi kemampuan siswa dalam proses belajar.

    ReplyDelete
  19. Restu Galih Agung Samekta
    Pendidikan Dasar(praktisi)/ 14712251022
    Assalamualaikum wr.wb
    Keberhasilan proses belajar mengajar salah satunya ditentukan melalui penerapan kurikulum yang tepat. Karena itu, dalam pembuatan kurikulum selain dapat diterima dengan baik oleh siswa, kurikulum hendaknya juga mampu menjawab kebutuhan zaman. Siswa haruslebih aktif mengeksplorasi kemampuan diri dalam proses belajar mengajar. Sebagaimana perubahan yang hampir selalu mengundang banyak reaksi, pemberlakuan Kurikulum 2013 juga menuai berbagai sikap pro dan kontra dari masyarakat. Dengan berlakuknya Kurikulum 2013, seolah-olah siswa harus kerja ekstra keras di sekolah. Tugas siswa menjadi lebih banyak. Tantangan guru ialah mengubah semua pelajaran menjadi “berbau” saintifik. Ini jelas sekali bahwa kurikulum 2013 seolah-olah kurikulum yang mengerikan, yang merubah semua bidang pelajaran diharuskan menggunakan pendekatan sains.
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  20. Musyafa
    11301241032
    Pendidikan Matematika 2011
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang baru diberlakukan selama kurang lebih satu tahun ini. Untuk setiap sistem baru yang diberlakukan, pasti memiliki resiko dan keberhasilannya tersendiri, demikian pula dengan kurikulum 2013 ini, yang menjadi harapan besar bagi bangsa Indonesia untuk kemajuan di bidang pendidikan, namun dengan kondisi bangsa Indonesia yang disertai dengan kekayaan yang melimpah, penduduk yang padat, dan multi kultural ini, merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa apakah dengan kurikulum 2013 ini mampu membawa generasi Indonesia yang lebih baik, merata dan meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia ? Inilah tugas besar kita, para pemikir pendidikan, harus berjuang sepenuh hati demi kemajuan bangsa.

    ReplyDelete
  21. Assalamualaikum wr wb
    Bismillhirrahmanirrahim...
    Perubahan kurikulum di Indonesia pastilah dimaksudkan untuk memperbaiki atau menyempurnakan kurikulum terdahulu demi terciptanya sisem pendidikan yang lebih maju. Namun tak kan ada hal yang sempurna di dunia ini. Segala sesuatu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu pula dengan Kurikulum 2013. Kurikulum apapun yang diterapkan di Indonesia akan lebih baik jika disesuaikan dengan budaya dan konteks wilayah Indonesia. Maka kurikulum tersebut akan menjadi kurikulum yang tepat untuk diterapkan di Indonesia.
    Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com