Jun 17, 2013

Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013


Dear all,

Ass Wr Wb

Boleh dibaca Makalah saya terbaru berjudul "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013", yang saya presentasikan pada
Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), pada
Hari Selasa, 18 Juni 2013, dengan akses ke:

http://uny.academia.edu/MarsigitHrd

Demikian semoga bermanfaat.

Wss Wr Wb

Marsigit
__._,_.___

92 comments:

  1. Berta Apriza (13709251023)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas A (2013)

    Assalamu'alaikum,Wr,Wb,,,
    yang saya baca pada link http://www.academia.edu/3727714/Tantangan_dan_Harapan_Kurikulum_2013 yang bapak Prof berikan, dapat saya simpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikian guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered); pembelajaran konvensional (teacher-centered) dianggap tidak lagi mampu memenuhiharapan-harapan di atas. Agar siswa mampu mengembangkan sikap dan pengalaman sesuaidengan perbedaan potensinya, maka peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkansebagai fasilitator atau membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan. Setelah saya baca link dari http://www.majalahguruku.com/index.php/component/k2/item/199-implementasi-kurikulum-2013-harapan-dan-tantangan, dikatakan bahwa tekanan pokok dalam kurikulum baru ini adalah model pembelajaran tematik dan penguatan pada pembangunan karakter. Pendidikan tematik dan karakter ini akan banyak difokuskan pada pendidikan dasar (SD). Dari semua hal ini, guru dan siswa haruslah saling bekerjasama dalam pembelajaran, guru menerapkan pendekatan apa yang tepat untuk siswa dan siswapun belajar aktif dengan mencari sumber ilmu lain selain yang didapat dari guru disekolah. Mungkin demikian,, Terimakasih,,, :-)
    Wassalamu'alaikum,Wr,Wb,,,

    ReplyDelete
  2. Lilik Fauziah 13709251028 (PM D)

    pentingnya Kurikulum 2013 diterapkan adalah bahwa generasi muda Indonesia perlu disiapkan dalam kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. namun merubah suatu sistem ke sistem yang baru tidaklah mudah, karena banyak elemen di dalamnya yang terpaksa harus beradaptasi lagi dengan sistem baru, tidak mudah mengubah praktek pembelajaran dari suatu kebiasaan lama ke hal baru apalagi beserta mind set nya. Diperlukan waktu yang cukup lama dan perlu dilakukan secara masal atau menjadi gerakan masal (membudayakan) dengan multi pendekatan agar para guru mampu melaksanakan pendekatan tematik dan integratif dalam pembelajaran. itulah harapan dan tantangan kurikulum 2013

    ReplyDelete
  3. 13709251010
    P.Mat-A PPs UNY

    ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲ و بر كا ﺗﮫ

    Tantangan kurikulum 2013, merupakan nikmat bagi pendidikan di indonesia. Karena tanpa perubaan, pendidikan kita akan monoton adanya. Dengan adanya perubahan ini, maka pendidik akan bekerja keras lagi dalam meningkatkan skiil yang ia miliki, begitu juga dengan peserta didiknya. Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.

    Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013. Tekanan pokok dalam kurikulum baru ini adalah model pembelajaran tematik dan penguatan pada pembangunan karakter.

    Permasalahan yang dihadapi pada implementasi Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa gesa, adalah ketidaksiapan guru-guru menerima dan menerapkan kurikulum ini, hampir semua guru yang mengikuti pelatihan bingung dengan pemahaman konsep kurikulum, terlebih pada mata pelajaran yang diterpadukan seperti IPS dan IPA, mereka dipaksakan untuk memahami dan mengajarkan IPS secara terpadu sementara latar belakang pendidikan mereka hanya satu bidang ilmu seperti geografi, sejarah dan sebagainya. Semestinya pemerintah memikirkan peningkatan SDM guru tersebut dengan memberikan muatan ilmu yang lebih kompoten kepada guru melalui jalur pendidikan khusus (IPA dan IPS) sebelum kurikulum tersebut diterapkan. Sebagai contoh implementasi kurikulum yang dilaksanakan di Makassar Sulawesi Selatan tanggal 22 sampai 25 Juli 2013, dalam kegiatan tersebut tidak ada kesepahaman antara pemberi materi dan yang menerima materi tentang esensi Kurikulum 2013, yang dikhawatirkan adalah ketika implementasinya di lapangan hanya kulitnya yang Kurikulum 2013 tapi isinya tetap KTSP. Kendala lain dalam penerapan kurikulum baru, mindset guru yang masih mendominasi, sehingga merupakan pekerjaan berat mengubah mindset lama dengan mainset kurikulum 2013. Meskipun demikian, penerapan kurikulum baru tetap akan dilakukan dengan optimistis.

    Wallahu a’lam bish-shawabi…

    ReplyDelete
  4. PasttitaAyu Laksmiwati
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Perubahan dalam sesuatu seringkali akan menimbulkan pro dan kontranya masing-masing. Demikian halnya kurikulum 2013 disamping kelebihan dan kekurangannya. Kurikulum 2013 pasti memiliki tujuannya sendiri, yang saya yakin tujuannya pasti untuk memajukan pendidikan Indonesia. Dalam proses perubahan pasti akan ada hal yang sulit dalam proses yang dijalani. Disamping semua alasan itu, semoga semua aspek yang mencakup dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Kedepannya semoga dapat menghasilkan proses pembelajaran yang sanagat diharapkan siswa dapat terfasilitasi dengan baik.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  5. Fauzia Rahmawati (13709251062)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas

    Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan pada kurikulum 2013, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

    Di sinilah tantangan kita untuk mewujudkan pembelajaran yang berdasarkan pada scientific learning, tematik, inquiri, dan PBL. Tantangan tersebut ada dikarenakan selama ini kita kurang terbiasa dengan pendekatan-pendekatan tersebut. Menurut saya mungkin kita bisa memulai masing-masing pendekatan itu sedikit demi sendikit, karena perubahan kurikulum tersebut tidak hanya berdampak pada guru akan tetapi juga pada siswa. Apabila siswa terbiasa dengan metode pembelajaran yang lama dan tiba-tiba berubah drastis maka siswa juga akan menjadi syok dengan pembelajaran yang baru tersebut.

    ReplyDelete
  6. Anisah (13709251006)
    PPs UNY P.Mat A

    Ketika suatu kebijakan diambil oleh sang pembuat kebijakan sudah jelas terdapat harapan tantangannya. Dalam hal ini kementrian Pendidikan Nasional mengambil kebijakan perubahan kurikulum dari kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Harapannya kurikulum 2013 dapat menutupi dan melengkapi semua kekurangan pada kurikulum sebelumnya (KTSP). Karena subyek sentral dari Pendidikan itu adalah siswa maka diharapkan kurikulum 2013 sepenuhnya fokus pada peningkatan kemampuan siswa. Dengan demikian pembelajarannya harus: (1) berpusat pada siswa, (2) mengembangkan kreativitas siswa, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam untuk siswa.
    Selain harapan, terdapat juga tantangan yang harus segera di antisipasi oleh pemerintah. Tantangannya, dikhawatirkan guru tidak mampu mengaplikasikan sepenuhnya muatan-muatan yang terdapat dalam kurikulum 2013, hal itu dikarenakan kurangnya sosialisasi kurikulum 2013 dari pemerintah untuk guru-guru. Jadi diharapkan pemerintah benar-benar membarikan sosialisasi yang menyeluruh kepada semua guru-guru yang ada di Indonesia agar tujuan kurikulum 2013 bisa langsung dirasakan oleh siswa.

    ReplyDelete
  7. M. Masruri Burhan
    P.Mat C
    13709251058

    Kurikulum 2013 merupakan harapan besar dari segenap pemimpin pendidikan di negeri ini. Kurikulum 2013 diharpakan mampu menjawab masalah-masalah yang selama ini terjadi dalam pendidikan kita. Masalah-masalah ini bukan berarti menunjukan kurikulum sebelum kurikulum 2013 buruk. Sudah baik, dan harapan pemimpin pendidikan kita kurikulum tersebut akan menjadi lebih baik. Dengan berbagai inovasi-inovasi dalam pembelajaran pendidikan. Berbagai metode cooperative semakin digalakan dalam pembelajaran matematika. guna mencapai tujuan yang benar-benar diharapkan oleh segenap warga negara ini.

    ReplyDelete
  8. NIM: 13709251016
    PPs.UNY P-Mat.A

    Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013
    Berbicara mengenai tantangan kurikulum pendidikan kita pada saat ini, sudah barang tentu tantangan yang sedang dan akan kita hadapi sangat banyak sekali, baik dari sisi kualitas tantangannya maupun kuantitasnya. Tantangan yang sedang dan akan di hadapi itu, mulai dari pembentukan kurikulum 2013 itu sendiri yang penuh kontroversi berbagai pihak, sampai dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa di Sekolah. Tantangan yang lebih hebat lagi adalah masalah komunikasi global, artinya semua orang dapat berkomunikasi satu sama lain, tidak terbatas oleh batas negara maupun benua. Dengan adanya komunikasi global ini, kuantitas interaksi sosial meningkat sangat dratis. Ini akan berpotensi pada meningkatnya peluang berbuat tindak kriminal. Selain itu, masalah kemajuan teknologi juga menyumbangkan tantangan yang sangat besar bagi dunia pendidikan. Teknologi bagi pendidikan tidak hanya membawa manfaat yang luar biasa, tetapi juga tantangan yang ditimbulkannya pun sama luar biasa. Teknologi dapat mendukung pesatnya kemajuan dunia pendidikan sekaligus dapat pula mengubur dunia pendidikan itu sendiri jika teknologi itu salah dipergunakan. Menghadapai zaman yang sudah seperti ini, maka menurut saya solusi yang dapat kita tempuh sebagai seorang pendidik yaitu kita harus menjadi seorang pendidik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta menjadi manusia yang beradab, sehingga kita dapat menghasilkan siswa-siswa yang cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta menjadi manusia yang beradab, sehingga mampu membangun masyarakat yang adil dan beradab. Jadi, tidak mungkin kita akan mampu menghasilkan siswa-siswa yang beriman dan bertaqwa, jika kita sendiri sebagai seorang pendidik tidak beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Memang mengenai adanya kurikulum 2013 ini banyak para ahli pendidikan tidak setuju. Misalnya, dosen kami Bapak Idris Harta, Ph.D. tidak setuju dengan adanya kurikulum 2013 ini. Beliau berpendapat, kurikulum KTSP 2006 itu sudah sangat baik untuk diterapkan. Tidak perlu mengganti kurikulumnya, cukup kita berikan pendidikan bagi para guru-guru supaya kompetensi guru-guru di Indonesia ini meningkat. Begitu pula dengan pendapat dosen kami lainnya, Prof, Marsigit. Beliau tidak setuju dengan perubahan kurikulum ini. Menurut beliau secara substansial, perubahan kurikulum dari kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 tidak mengalami perubahan apapun. Selain itu juga, secara ontologis dan psikologis perubahan kurikulum ini tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena kurikulum 2013 telah menabrak kaidah-kaidah ontologis ilmu pengetahuan dan psikologi yang seharusnya berlaku. Mengenai harapan kurikulum 2013 ini, Prof. Marsigit menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikian guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (studentscentered); pembelajaran konvensional (teacher-centered) dianggap tidak lagi mampu memenuhi harapan-harapan di atas. Agar siswa mampu mengembangkan sikap dan pengalaman sesuai dengan perbedaan potensinya, maka peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan sebagai fasilitator atau membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan harapan apa yang diungkapkan dalam postingan ini, walaupun dunia pendidikan yang kita hadapi mengalami banyak permasalahan dan tantangan yang luar biasa, kita sebagai pendidik jangan pernah berputus asa. Kita harus selalu berusaha seoptimal mungkin, optimis, dan selalu beriman dan bertaqwa kepada allah SWT. serta selalu senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya. Ikhlas, kerja keras, dan optimis adalah karakterisitik orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Raoda Ismail (13709251060)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas D

    Pada kurikulum 2013, materi yang diajarkan dalam pelaksanaan proses belajar mengajajar harus dikaitkan dengan kehidupan nyata (kontekstual), sehingga pembelajaran dapat lebih bermakna dan bermanfaat.

    Tantangan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah minimnya waktu sosialisasi dan implementasi yang diberikan kepada guru yang menjadi pelaksana kurikulum 2013. Masih banyaknya guru yang belum mampu menggunakan TIK juga menjadi tantangan tersendiri, terlebih pada wilayah indonesia bagian timur, sehingga harapan perubahan yang diidam-idamkan belum begitu jelas dalam pelaksanaannya.

    ReplyDelete
  10. Juliana Untayana
    P. Mat A. (13709251015)

    Pemerintah selalu ingin memperbaiki pendidikan, hal itu diwujudkan dengan pemberlakuan kurikulum 2013. Tantangan yang dihadapi pada pemberlakuan kurikulum 2013 adalah apakah kurikulum baru ini dapat menjawab permasalahan pada kurikulum lama kurikulum 2006? kita belum tahu karena baru berjalan beberapa bulan ini. Hambatan yang dihadapi kurikulum 2013 adalah sosialisasi kurikulum 2013 belum merata dan masih banyak guru yang belum tahu kurikulum 2013 itu seperti apa. Kita tahu bahwa guru adalah pelaksana kurikulum jika guru tidak tahu maka apakah kurkulum itu bisa berjalan? Masih banyak waktu. Semoga pemerintah tanggap dan segera mensosialisasikan kurikulum 2013 ini secara menyeluruh agar guru sebagai pelaksana kurikulum dapat melakukan tugasnya dengan baik sehingga pendidikan di indonesia dapat berkembang.

    ReplyDelete
  11. Hanna Filen Sopia (13709251052)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Kurikulum 2013 secara ontology belum menjangkau makna terdalam dari hakekat kurikulum itu sendiri sebagai kurikulum nasional dan kurikulum daerah. Kurikulum 2013 harus didefinisikan secara jelas baik secara konseptual maupun filosofis pada masing-masing jenjang pendidikan. Hal ini dilakukan agar persiapan RPP, silabus, bahan ajar, metode lebih operasional dan kongkrit serta bersifat kontekstual. Dalam kurikulum ini juga perlu adanya redefinisi hakekat siswa bahwa siswa adalah makhluk hidup dan subjek belajar yang berusahan membangun keterampilan hidupnya. Kompetensi siswa sangat berkaitan dengan kebutuhannya dan aspek budayanya, sehingga siswa perlu melalui tahap-tahap hirarkis yaitu kemauan, ilmu pengetahuan, sikap, keteerampilan, dan pengalaman. Sehingga diharapkan siswa mampu memberdayakan semua potensi nya untuk menguasai kompetensi yang diharapkan, selain mendorong pencapaian kompetensi siswa juga diharapkan mampu menjadi pebelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  12. MUSLIM (13709251061)
    PPs UNY KELAS C P. MAT

    Kurikulum 2013adalah kurikulum baru yang berusaha menyeimbangkan antara kognitif, afektif dan psikomotor. Kurikulum 2013 dirancang untuk menjawab tantangan zaman. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, materi yang di ajarkan harus dikaitkan dengan kehidupan nyata sehingga pembelajaran dianggap bermakna dan bermanfaat.

    Tantangan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah:
    1.Minim dan terdesaknya waktu sosialisasi dan pelatihan implementasi yang diberikan Pemerintah kepada guru pelaksana kurikulum 2013 sehingga terkesan banyak guru yang belum siap menerima dan menerapkannya.
    2.Karena kurikulum 2013 adalah pengembangan dari kurikulum KTSP yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, maka untuk menghadapi tantangan zaman sekarang dan yang akan datang tentu Sumber Daya Manusia (SDM) guru harus benar-benar siap sesuai harapan.
    3.Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi, maka sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, inovatif, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
    4.Kurikulum 2013 merupakan outcomes-based curiculum, yang pengembangannya diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Selain itu, penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Oleh karena itu, keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik.
    5.Kompetensi untuk kurikulum 2013 dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Maka butuh keseriusan untuk itu.

    Harapan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah:
    1.Mampu mencetak peserta didik sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap berkompetisi dengan negara-negara lain di dunia.
    2.Karena negara Indonesia masih Negara berkembang maka tugas pemerintah bersama guru bagaimana supaya Negara kita bisa bersaing dengan Negara-negara maju dalam menghadapi tantangan zaman, harapannya adalah peningkatan SDM guru-guru Indonesia.
    3.Semoga kurikulum 2013 ini bisa sepenuhnya diterapkan secara merata di seluruh Indonesia, walaupun harus diakui masih banyak guru-guru yg belum siap dengan itu, tetapi lama-kelamaan jika sudah terbiasa maka akan berjalan mulus dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  13. Siti Umi Rokhani / 13709251048
    PPs UNY Pend.Matematika Kelas D
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pendidikan adalah aspek yang penting dalam sebuah Negara. Karena pendidikan memegang peranan penting dalam kelangsungan dan kemajuan sebuah Negara. Di saat pendidikan suatu Negara carut marut maka masa depan Negara itupun akan carut marut pula.
    Indonesia sendiri samapi saat ini masih terus berjuang untuk memperbaiki pendidikan yang ada, bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi juga untuk jangka panjang. Mempersiapkan generasi muda dan juga generasi-generasi berikutnya agar siap menyongsong masa depan dalam keadaan apapun. Dengan niat yang baik Insya Allah akan tercapai juga hasil yang memuaskan, asalkan dengan cara yang baik dan benar pula. Kurikulum 2013 adalah cara terbaru yang kini menjadi senjata Indonesia untuk mempersiapkan para generasi mudanya. Dengan berpegang teguh pada ranah sikap, pengetahuan dan juga keterampilan, pemerintah ingin membentuk generasi muda yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Ranah sikap meliputi transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa”. Ranah keterampilan meliputi transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan meliputi transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa”. Dan hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
    Elemen-elemen yang digunakan juga sudah mulai mengarah ke hal itu, salah satunya dengan mengubah paradigm lama dalam dunia pendidikan yaitu teacher-centered menjadi sebuah paradigm baru yaitu student-centered. Selain itu Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud adalah meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.
    Tetapi yang perlu disiapkan secara matang adalah guru, karena guru adalah kunci dari proses pembelajaran. Jika proses pembelajaran yang diterapkan di kelas oleh guru tidak mengacu pada kurikulum 2013, maka tentunya tujuan dari kurikulum ini tidak akan pernah tercapai. Namun tentunya semua tidak akan bisa seperti membalikkan telapak tangan, karena ini adalah hal baru, sehingga semua memerlukan proses, apalagi jika dihadapkan pada guru yang sudah mengajar dalam kurun waktu yang lama, dan kemudian diharuskan langsung mengubah cara mengajarnya sesuai dengan kurikulum ini maka tentunya akan sulit. Semua butuh proses, tapi bukan proses yang datar-datar saja, melainkan suatu proses yang menghasilkan peningkatan dari waktu ke waktu.
    Terima kasih.
    wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  14. 13709251068
    P.Mat C

    Kurikulum 2013 tidak jauh berbeda dengan Kurikulum 2006. Kurikulum 2013 dapat didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan dalam pembelajaran matematika untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada Kurikulum 2013, siswa lebih dituntut untuk aktif dalam pembelajaran. Dengan adanya Kurikulum 2013 ini diharapkan generasi muda Indonesia dapat membangun kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Kurikulum ini tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa karena, akan berdampak pada guru.

    ReplyDelete
  15. Tri Purwanto (13709251084)
    PPs UNY pendidikan Matematika 2013 kelas C
    Assalamualaikum Wr Wb
    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang merupakan lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dikembangkan pada tahun 2004 lalu, yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu. Pemberlakuan kurikulum baru ini menurut pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersifat urgen dan harus dilaksanakan.Elemen perubahan Kurikulum 2013 didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, Standar Isi dan Standar Penilaian.. namun sebagai warga negara, kita patut membantu program pemerintah, diharapkan dengan kurikulum ini dapat membuat dunia pendidikan menjadi lebih baik kedepannya,, amiiin

    ReplyDelete
  16. ANDRIANI SUZANA (13709251003)
    PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS A
    PPS UNY 2013

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Bagai kapal induk yang melaju, Kurikulum 2013 adalah sebuah harapan besar bagi Bangsa Indonesia ke depan. Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan dari pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Tantangan dari kurikulum 2013 sendiri adalah pada sistem penilaian karena hanya sedikit sekali guru yang mampu melaksanakan penilaian dengan sebenar-benarnya. Dalam hal penilaian, guru wajib menyusun rencana penilaian, menyiapkan perangkat penilaian yang diperlukan, termasuk jadwal penilaian, serta teknik atau cara penilaian. Alat penilaian sekurangnya mencakup tiga komponen penilaian yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Setiap aspek, dituntut bukti fisik penilaian sehingga prinsip penilaian otentik benar-benar akan tampak. Meskipun tantangan dirasa cukup berat, namun harapannya dengan pengembangan kurikulum yang baru ini dapat memajukan pendidikan di Negeri ini serta mampu menghasilkan generasi baru yang berkarakter berlandaskan iman, ilmu, dan etika. Semoga Allah yang Maha luas ilmu-Nya dapat meridhoi ikhtiar kita semua. Amin.

    Terimakasih ^_^
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  17. Wita Ratna Puspita 13709251021
    PPs UNY Pend. Matematika Kelas A

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Kurikulum 2013 dikembangkan dengan dasar utama mengembangkan kompetensi siswa. Salah satu nya berisi bahwa semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Kurikulum berbasis kompetensi yang tergambar dalam tantangan zaman disaat ini merupakan sebuah fakta bahwa pendidikan di Indonesia mengharuskan terjadinya perubahan bukan penyesuaian. Karena dengan kelemahan metode pembelajaran disekolah dan interaksi yang terjadi dalam pembelajaran, kini tidak lagi membuat siswa menjadi kreatif dan inovatif dalam perkembangan daya berpikir sehingga mempengaruhi hasil belajar bahkan nilai ujian mereka. Sehingga dengan perkembangan siswa saat ini bukan tidak mungkin mencerminkan tidak tercapainya nilai dan tujuan pendidikan.

    ReplyDelete
  18. Uun Yuni Armita
    13709251005
    PPs UNY 2013 P. Matematika A

    Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013

    Tantangan dan harapan Kurikulum 2013, antara lain: pendidikan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan otak untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, mengaktualisasikan diri, pembelajaran berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreativitas peserta didik, mencitakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, bermuatan nialai etika, estetika, logika, kinestetika, dan menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Oleh karena itu, menjadikan tantangan tersendiri bagi guru dimana guru dituntut untuk dapat mengembangkan RPP dan Lembar Kerja Siswa serta mendorong kemampuan siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Reni Sundari (10301241011)
    Pendidikan Matematika Sub 2010

    Perubahan adalah awal dari kesuksesan. Setiap perubahan tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga dengan kurikulum 2013, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Namun tujuan utama tetap sama yaitu untuk memajukan pendidikan. Harapan dari kurikulum 2013 ini dapat melengkapi kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum KTSP. Guru sebagai pelaksana kurikulum 2013 dan siswa yang menerima pembelajaran dengan kurikulum ini tentu berpengaruh dalam memcapai tujuan kurikulum 2013. Maka diperlukan sosialisasi yang lebih untuk guru mengenai bagaimana pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini dilaksanakan dan kerjasama antara pendidik dan peserta didik guna mencapai tujuan dari kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  20. Melda Ariyanti
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251039)

    Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013

    Kurikulum pendidikan sekolah berbasis sains dan pendidikan multikultural. Yang menarik dari Kurikulum 2013 adalah bagaimana kurikulum ini mengedepankan pendidikan budaya multikultural sekaligus mengedepankan sisi teknologi dalam setiap pembelajarannya.

    Kurikulum 2013 akan mengedepankan keragaman, didukung dengan buku teks yang mencerminkan Indonesia sebagai negeri multikultural. Selain pendidikan multikultural, Kurikulum 2013 turut mengedepankan teknologi dalam penyampaiannya. Teknologi tidak lagi diajarkan dalam satu mata ajar, melainkan terintegrasi dengan teknologi dan informasi. Dengan metode belajar seperti ini, siswa diharapkan dapat ‘melek teknologi’ secara learning by doing.

    Penerapan Kurikulum 2013 diharapkan mampu membawa pendidikan Indonesia ke tingkat berikutnya. Dua sisi dari Kurikulum 2013 mencerminkan harapan sebuah generasi yang melek teknologi tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia yang siap menghadapi tantangan globalisasi.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  21. Kemajuan suatu daerah atau negara bisa dinilai dari kemajuan pendidikan daerah atau negara tersebut. munculnya kurikulum 2013 merupakan sppekulasi dari pemegang kekuasaan yang beruusaha untuk meningkatkan sisi Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik siswa. harapan maasyarakat, banyak tercurahkan pada kurikulum ini. mudah-mudahan pendidikan di tanah air ini semakin meningkat dan lebih berkualitas

    ReplyDelete
  22. Rusnilawati PM D 13709251037

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Terimakasih kepada Bapak Marsigit yang telah membuat tulisan mengenai tantangan dan harapan kurikulum 2013 sehingga saya bisa menambah wawasan mengenai kurikulum 2013. Pergantian kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 saat ini merupakan sebuah upaya perbaikan pendidikan di Indonesia yang harus disikapi dengan bijak. Kurikulum yang baru diterapkam memang masih menimbulkan berbagai persoalan. Oleh karena itu, berbagai persoalan yang muncul perlu dicari solusinya sehingga upaya perbaikan pendidikan yang diinginkan dapat tercapai. Pergantian kurikulum 2013 merupakan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang mampu menghadapi perkembangan zaman di era globalisasi. Berbagai tantangan muncul seketika saat kurikulum 2013 mulai diterapkan. Banyak yang menganggap bahwa pemerintah dinilai belum siap dalam memberlakukan 2013. Perlu dipahami bahwa kurikulum 2013 tidak hanya menjadi tantangan bagi para civitas akademik namun juga menjadi harapan untuk perbaikan pendidikan di masa yang akan datang. Mau dibawa kemana arah pendidikan akan tergantung dari upaya guru, pemerintah, dan ahli pendidikan yang ada di Indonesia. Maka dari itu pancasila dan UUD 45 sebaiknya tetap dijadikan pedoman dalam melaksanakan kurikulum 2013. Dengan demikian akan ada harapan bahwa kurikulum 2013 dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak mulia, serta berbakti kepada nusa dan bangsa.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  23. St. Rahmah Sami Ahmad
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013
    13709251077 [Kelas D]

    Bismillah...

    Yang masih menjadi tantangan kurikulum 2013 sampai saat ini adalah masih banyaknya guru yang kurang memahami teknologi dan menggunkannya dengan baik, misalnya guru matematika yang masih banyak tak mampu menggunakan program Equation Editor. Sedangkan harapan dari penerapan kurikulum ini adalah siswa mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa meninggalkan identitas bangsa.

    ReplyDelete
  24. Mega Eriska R.P.(13709251064)
    PPS Pend Mat, Kelas C

    Meskipun kurikulum 2013 menimbulkan polemik dan kontroversi, namun haruslah diyakini bahwa kurikulum baru ini sebenarnya mencoba untuk mengambil hal-hal baik dari kurikulum sebelumnya dan berusaha untuk memperbaiki apa yang menjadi kekurangan. SKL kurikulum 13 mencakup 3 aspek yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) melalui pembelajaran yang kontekstual dan konstruktivis, bersifat student center. Pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) memang cocok untuk ilmu-ilmu alam, seperti mapel IPA dan matematika. Namun, bagaimanakah dengan ilmu-ilmu humaniora, seperti bahasa, dsb? Apakah juga harus menggunakan pendekatan tersebut? Rasa-rasanya agak kurang sesuai bila harus dipaksakan demikian. Adapun model-model pembelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum baru meliputi discovery/inquiry learning, project based learning dimana siswa menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah, serta collaborative learning. Perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan kurikulum 2013, dan disinilah tugas dan tantangan bagi kita bersama untuk dapat mengimplementasikan kurikulum 2013 sesuai dengan landasan yuridisnya.

    ReplyDelete
  25. Eka Sulistyawati 13709251025
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Dengan diterapkannya Kurikulum 2013 timbul beberapa pro dan kontra. Hal ini diakibatkan kebijakan yang pemerintah buat tidak sesuai dengan harapan dan kondisi nyata yang ada di lapangan. Para guru yang ditunjuk sebagai pelaksana kurikulum merasa bingung dengan diterapkannya kurikulum 2013 ini. Kebanyakan dari mereka masih menggunakan kurikulum sebelumnya yakni kurikulum KTSP dalam pembelajarannya, karena mereka belum begitu paham dengan kurikulum 2013 yang sebenarnya, padahal beberapa dari mereka telah dilatih dalam persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013. Salah satu perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya buku siswa dan buku guru yang telah disediakan oleh pemerintah pusat sebagai buku wajib sumber belajar di sekolah. Dalam pelaksanaannya, dengan diterapkannya kurikulum 2013 ini banyak ditemui beberapa keluhan guru. Beberapa keluhan guru dapat diketahui melalui sumber informasi yang dihimpun dalam penjelasan sebagai berikut :
    1. Kesulitan Guru dalam memahami Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).
    Kesulitan yang paling banyak dikeluhkan oleh para guru adalah mengenai pemahaman tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Liyarti mengatakan, “Mereka masih bingung bagaimana cara mengajarkannya dan penilaiannya”.
    Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/07/22/079498407/Para-Guru-Masih-Bingung-Kurikulum-2013
    2. Guru Merasa Kurang Dilatih untuk Melaksanakan Kurikulum 2013 dalam Kegiatan Pembelajarannya
    Para guru Sekolah Menengah Atas (SMA) merasa kebingungan karena semula hanya tiga mata pelajaran saja yang menggunakan kurikulum 2013 yaitu matematika, bahasa Indonesia, dan sejarah namun tiba-tiba kurikulum 2013 diterapkan untuk semua mata pelajaran padahal guru-guru lain selain matematika, bahasa Indonesia, dan Sejarah belum dilatih bagaimana menerapkan kurikulum 2013 pada mata pelajaran yang diampunya.
    Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/07/22/079498407/Para-Guru-Masih-Bingung-Kurikulum-2013
    3. Belum Adanya Silabus Final Mengakibatkan Kesulitan dalam Pembuatan RPP
    Selain itu, dokumen silabus final belum diterima oleh para guru, padahal dalam pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dasarnya adalah silabus.
    Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/07/22/079498407/Para-Guru-Masih-Bingung-Kurikulum-2013

    ReplyDelete
  26. Melania Eva Wulanningtyas _PMat A_ 13709251007

    Kurikulum 2013 adalah sebuah terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Kurikulum ini lahir karena banyak kalangan menilai bahwa Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di tahun 2006 belum dapat memberikan arah pendidikan seperti yang di harapkan. Dalam kurikulum sebelumnya, pendidikan lebih mentitikberatkan pada pengembangan aspek kognitif sedangkan aspek afektif dan aspek psikomotor dianggap belum dapat tercapai. Hal ini ditandai dengan banyaknya terjadi pelanggaran dan berbagai macam ketimpangan dalam kehidupan bangsa ini. Kuropsi merajalela di kalangan birokrasi pemerintahan. Tawuran dan kenakalan remaja lainnya juga tidak kurang membuat pemimpin bangsa ini repot. Dari fenomena ini lahirlah ide baru mengembangkan sebuah formulasi kurikulum baru yang harapannya dapat menyeimbangkan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
    Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013. Tekanan pokok dalam kurikulum baru ini adalah model pembelajaran tematik dan penguatan pada pembangunan karakter. Pendidikan tematik dan karakter ini akan banyak difokuskan pada pendidikan dasar (SD).
    Tantangan yang ada pada pelaksanaan kurikulum 2013 ini adalah minimnya waktu sosialisasi dan pelatihan implementasi yang diberikan kepada guru pelaksana kurikulum 2013 tersebut. Masih banyaknya guru yang belum mampu menggunakan dan memanfaat teknologi komputer dalam pembelajaran sehingga harapan perubahan yang digembor – gemborkan pada kurikulum ini belum begitu jelas dalam pelaksanaanya. Harapan saya pada pelaksanaan kurikulum 2013 ini adalah semoga niat dan tujuan dari pelaksanaan kurikulum ini sungguh dapat bermanfaat, dimana pada akhirnya implementasi atas kurikulum 2013 ini dapat merubah protret pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  27. PPS UNY P.Mat C
    13709251069

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum dimana pembelajaran berpusat pada siswa. Berdasarkan metode pembelajaran pada kurikulum 2013 tersebut, diharapkan tujuan pembelajaran yang menuntut siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan mengembangkan berbagai kompetensi yang diharapkan. Berdasarkan hal tersebut, maka guru harus mampu melaksanakan pembelajaran yang mampu mendorong siswa agar mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalamannya. Hal inilah yang mejadi tantangan kurikulum 2013, yaitu bagaimana agar proses pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  28. Ely Syafitri (13709251065)
    PPs UNY Pmat C
    Assalammu'alaikum....
    Bismillahirahmannirrahim..

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang diharapkan mampu membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik.Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikian guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered).
    Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap kebijakan baru pasti menuai pro dan kontra, sehingga hal ini lah yang menjadi tantangan buat kita untuk bisa mewujudkan keberhasilan kurikulum 2013 ini. Tantangan pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah cara mengajar menjadi lebih baik, yang bisa didapat dengan pelatihan yang lebih baik. Selama ini, pelatihan lebih banyak dilakukan dengan monolog. Ceramah tak akan mengubah apa pun dari seorang guru. Pelatihan yang aplikatif akan sangat diperlukan. Tantangan kedua adalah menjalin kerjasama yang solid dan saling mendukung antara guru, kepala sekolah dan pejabat pendidikan dalam upaya mewujudkan keberhasilan kurikulum 2013.
    Harapan dari kurikulum 2013 ini adalah kurikulum ini mampu mengubah pendidikan indonesia menjadi lebih baik, sehingga masyarakat Indonesia nantinya mampu menghadapi perkembangan dunia.

    ReplyDelete
  29. Sardin (13709251053)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Assalamu alaikum wr.wb

    Dalam setiap perubahan kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bangsa, maupun karakter siswa. Banyak item yang berubah secara signifikan dalam kurikulum 2013 ini, selain perubahan di jenjang perguruan tinggi, perubahan juga terjadi di jenjang SD hingga SMA. Tidak hanya sistem dan mekanismenya, tapi juga mata pelajaran serta penambahan durasi waktu belajar siswa.

    Pengembangan Kurikulum 2013 menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Tanggal 7 Maret 2013 di Hotel Syahid Jakarta pada kegiatan Rapat Koordinasi ALPTKSI ke IV dihadapkan kepada tantangan internal dan kesternal yang meliputi penataan pola pikir dan tata kelola, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses dan penyesuaian beban.
    Tantangan ekesternal Pengembangan Kurikulum 2013, antara lain pertama, tantangan masa depan seperti globalisasi (WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA), masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan industri kreatif dan budaya, pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains, mutu-investasi dan transformasi pada sektor pendidikan, materi TIMSS dan PISA. Kedua, persepsi masyarakat seperti terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karaakter. Ketiga, perkembangan pengetahuan dan pedagogi seperti neurologi, psikologi, observation based (discovery ) learning dan collaborative learning. Keempat, kompetensi masa depan seperti kemamapuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggung jawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal, memiliki minat luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk bekerja, memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. Kelima, fenomena negatif yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam ujian nasional dan gejolak sosial. Penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum antara lain: Kurikulum KBK 2004 dan KTSP 2006 yakni pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari standar isi. Kedua, standar isi dirumuskan berdasarkan tujuan mata pelajaran (standar kompetensi lulusan mata pelajaran) yang dirinci menjadi standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran. Ketiga, pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan dan pemebentuk pengetahuan.
    (http://endangkomarasblog.blogspot.com/2013/05/tantangan-pengembangan-kurikulum-2013.html)

    Harapannya adalah dengan pelaksanaan kurikulum 2013 ini diharapkan mampu menjawab tantangan global saat ini, siswa mampu berkompetensi baik tingkat nasional maupun tingkat internasional, dengan hadirnya kurikulum 2013 diharapkan mampu membentuk karakter siswa kearah yang lebih baik, membentuk sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bukan hanya buah bibir semata melainkan teraktualisasi dalam setiap kompetensi, karakter siswa yang diharapkan lebih menghargai lagi pentingnya pendidikan mengurangi bahkan tidak ada lagi berita tentang tawuran antar pelajar, narkoba tingkat pelajar, dan lain-lain. Tongkat ekstafet bangsa ada dipundak generasi muda, dengan kurikulum 2013 diharapkan dapat mengantarkankan pendidikan indonesia kelevel terarts baik tingkat asia tenggara, asia maupun dunia.

    Semoga pelaksanaan kurikulum ini benar-benar dengan niat untuk merubah protret pendidikan di Negara ini. Jangan menjadikan pendidikan sebagai senjata politik untuk mengokohkan posisi kekuasaan. diharapakan juga bekalilah guru yang melaksanakan kurikulum ini dengan pengetahuan tentang implementasi kurikulum 2013 ini dengan bekal yang cukup, bukan hanya untuk membuat laporan pelaksanaan kegiatan untuk memenuhi tagihan dari para wakil rakyat yang telah menyetujui pelaksanaan kurikulum ini.

    terima kasih pak prof
    wassalamu alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  30. uki suhendar
    pps UNY PM D
    13709251057
    Tantangan dan harapan kurikulum 2013 adalah terbentuknya karakter-karakter bangsa Indonesia yang baik dan kokoh melalui pembelajaran di sekolah. Suatu tantangan yang cukup berat tapi memang sangat diharapkan akan tercapai tujuan tersebut.

    ReplyDelete
  31. Milah Nurkamilah
    NIM. 13709251083
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Dari apa yang saya cermati, sebenarnya kurikulum 2013 ini bermaksud untuk mengembangkan potensi baik guru maupun siswa dengan berbagai variasi aktiftas dalam pembelajaran di kelas. Namun pada implementasinya, terdapat berbagai hal yang timpang, diantaranya penyediaan semua bahan mulai dari silabus, rpp, buku bagi siswa dan guru justru malah membatasi kreasi baik dari guru maupun siswa, khususnya bagi guru. Guru seperti dimatikan dalam hal kreatiftas penyusunan program pembelajaran dan aktifitas menulis, padahal yang paling tahu kondisi dan pembelajaran adalah guru yang langsung bersentuhan dengan siswa. Namun yang harus menjadi pemikiran saat ini adalah ketika ini semua bergulir, langkah dan sikap apa yang tepat agar pemikiran semacam tadi dapat dibatasi, pola ini harus disikapi positif, guru harus terus mengupdate diri dan berkarya dengan membuat bahan ajar dan rpp yang menarik, berimprovisasi dalam proses pembelajaran, teteap mengutamakan kreativitas siswa dan terus membangun proses pembelajaran yang inovatif. Karena jika seorang guru berkembang, maka siswanya juga akan berkembang.

    ReplyDelete
  32. Dedi Saputra
    13709251014
    PPs P.Mat A

    Setelah saya membaca wacana di atas saya memberikan komentar bahwa implementasi Kurikulum 2013, ada harapan besar untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik. Pembenahan ini sudah seyogianya didukung oleh segenap elemen pendukung pendidikan. Para pendidik, akademisi, termasuk lembaga perguruan tinggi kependidikan (LPTK) harus bersama melakukan penguatan.

    Dari tujuan tersebut, paradigma yang kemudian harus dibangun adalah berupaya sinergis, menyiapkan berbagai sarana penunjang termasuk kompetensi tenaga pendidik agar lebih siap dalam mengaplikasikan kurikulum baru. Dalam hal ini, pemerintah tentu tidak bisa sendirian dalam merealisasikan pembenahan sistem pendidikan. Tanpa dukungan segenap lini, pendidikan yang lebih baik hanyalah angan-angan belaka.

    Memang, melalui media kita masih saja melihat kekurangan bahan ajar dan kekurangsiapan berbagai komponen pendukung implementasi kurikulum 2013. Di berbagai daerah, masih saja terjadi kekurangan buku pelajaran sebagai piranti utama pembelajaran. Di Jawa Tengah, misalnya pada jenjang SMA, sekolah baru menerima buku dari tiga mapel, sedangkan SMP untuk mapel agama belum tersedia. Akan tetapi, hal tersebut sudah semestinya tidak menjadi hambatan karena pendidik dapat mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk membuat silabus pembelajaran, sesuai dengan Permendikbud No 69 Tahun 2013 tentang Kurikulum 2013 (SM, 20/7/13).

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  33. Desutri Ulantari 13709251012 P. Mat A

    Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013

    Tentang Kurikulum 2013, berbagai persiapan telah dilaksanakan, seperti penyiapan pelatihan guru, buku pegangan guru, buku peangan siswa , sosialisasi dan sebagainya.
    Namun, dari observasi yang pernah saya dan rekan saya lakukan di sekolah (terkait tugas Managemen Pendidikan Matematika) masih banyak atau masih ada sekolah yang tidak atau belum mengerti tentang kurikulum 2013. ini merupakan tantangan tersendiri bagi terlaksananya keberhasilan kurikulum 2013 yang diharapkan.

    Disadari bahwa guru merupakan unsur penting keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, harapan keberhasilan pendidikan sering dibebankan pada guru. Salah satu hal mendasar yang penting disikapi oleh guru adalah kesiapan mental terhadap perubahan. Guru tidak boleh terjebak dalam rutinitas dan formalitas.
    Jadi menurut saya yang diharapkan kurikulum 2013 adalah guru mampu memberikan kontribusi membawa siswa aktif dalam belajar sehingga ketercapaian kurikulum 2013 yang diharapkan bisa tercapai,. :)

    ReplyDelete
  34. PM A (13709251024)
    PPs UNY

    Bismillaahirrahmaanirrohiim,
    Menurut kurikulum 2013, peserta didik adalah subyek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi dan menggunaan pengetahuan. Sehingga pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Kegiatan pembelajaran yang berlangsung harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kemampuan yang semakin lama semakin berkembang dan meningkat, baik dalam sikap, keterampilan, serta pengetahuan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa dan berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Untuk itu guru perlu melakukan perbaikan pada metode dan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu metode yang diterapkan adalah metode dengan berbasis pemecahan masalah serta model pembelajaran tematik dan penguatan terhadap pembangunan karakter peserta didik. Sehingga harapannya pembelajaran yang diarahkan harus dapat memberdayakan semua potensi yang dimiliki menjadi kompetensi yang diharapkan.

    ReplyDelete
  35. Linda (13709251040)
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Menarik sekali Prof isi makalah ini, yang saya pahami dari makalah “tantangan dan harapan kurikulum 2013” sebenarnya isi kurikulum 201 3 ini baik namun masih banyak kejanggalan, penuh kontroversi, dan sangat terburu-buru. Kurikulum 2013 sebetulnya masih belum siap untuk di terapkan di sekolah-sekolah, masih banyak kekurangan-kekurangan dan tidak sesuai dengan keadaan. Oleh karena itu pada tahun ini kurikulum 2013 masih dalam tahap uji coba. Kurikulum 2013 lebih mengarah pembentukan karakter siswa menjadi insan yang kreatif, inovatif, produktif dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

    ReplyDelete
  36. Denny Pritianto (10301241005)
    Pendidikan Matematika S1 UNY 2010

    Perubahan besar kurikulum 2013 menuntut guru harus kreatif. Buku ajar bisa diimplementasikan untuk belajar Kewarganegaraan, Musik, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan mata pelajaran lain. selain tuntutan akademis, kurikulum 2013 juga menuntut moral dan akhlak siswa. pembelajaran tidak hanya mengembangkan kognitif siswa, melainkan mengembangkan sikap dan afektif siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  37. Zuli Nuraeni
    13709251059
    PPs UNY Pend. Matematika Kls D

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Kurikulum 2013 menurut saya adalah upaya penyempurnaan kurikulum-kurikulum yang diterapkan di Indonesia sebelumnya seperti KBK dan KTSP. Kurikulum ini lebih ramah terhadap anak, karena mata pelajaran yang tersaji dalam kurikulum ini lebih sedikit tetapi tetap berbobot. Siswa lebih fokus dan menjurus untuk belajar mata pelajaran yang ada kaitannya dengan peminatannya. Pengetahuan siswa dibangun dengan metode konstruktivisme, artinya siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Tidak hanya itu saja kurikulum 2013 didesign untuk lebih mengasah kreatifitas dan keaktivan siswa dalam pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan tentang materinya saja, tetapi juga pengaplikasiannya dalam kehidupan sehingga siswa mengetahui tujuan dari pembelajaran itu untuk kehidupannya. Tugas guru pun beralih dari seorang penceramah/pemateri yang mengajar materi secara konvensional, tetapi tugas guru kini juga menjadi fasilitator yang membimbing dan mendampingi siswa untuk belajar yang sekarang lebih banyak aktivitasnya dan tidak sekedar membaca dan menulis saja. Kurikulum 2013 ini menurut saya lebih berkarakter daripada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Harapannya semoga penerapan kurikulum 2013 ini akan bisa merata secepatnya di seluruh sekolah di wilayah Republik Indonesia ini, dan penyempurnaan buku ajar akan segera selesai sehingga kurikulum yang sempurna ini bisa dinikmati seluruh siswa dan guru di Indonesia.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  38. Veny Sri Astuti (13709251029)
    PPs Pend.Matematika Kelas B

    Assalamu'alaykum.

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis karakter. Guru tidak hanya mentransfer ilmu,namun juga harus membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dsb.

    Dalam kurikulum 2013, siswa dituntut untuk semakin aktif mengembangkan kemampuannya. Siswa diarahksn untuk mengamati secara lsngsung, bertanya, menilai, kemudian mengeksplore. Dengan demikian, siswa dapat merasakan kegiatan pembelajaran yang kontekstual.

    ReplyDelete
  39. Novferma (13709251042)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B
    Asalamualaikum,wr.wb
    Menurut pendapat saya bahwa banyak sekali guru-guru yang binggung dalam penerapan kurikulum 2013, walaupun ada beberapa guru yang didiklatkan tetap saja mereka bingung bagai mana menerapkannya apa lagi dengan guru-guru yang tidak ikut diklat. Sebenarnya tujuan dari kurikulum 2013 bagus yaitu diharapkan mampu menghasilkan generasi emas yang mempunyai sifat produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Target kurikulum ini agar siswa mampu mengamati, menyimak, melihat, membaca, mendengar, bertanya, bernalar, mencoba, dan mengkomunikasikannya. Kurikulum 2013 berisi basis kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan, namun seharusnya sebelum ditetapkan kurikulum 2013 diujicobakan terlebih dahulu sehingga tidak membuat kebanyakan guru pada bingung. Diindonesia sering sekali terjadi perubahan kurikulum yang kurikulum sebelumnya belum tentu semua guru diindonesia ini menerapkannya. Perubahan kurikulum 2013 menimbulkan banyak pro dan kontra. Banyak sekali permasalahan yang terjadi disekolah menyangkut kurikulum 2013, misalkannya dalam masalah teknis, dimana adanya pelajaran yang hilang dan bertambah jamnya sehingga membingungkan pihak sekolah karena berimplikasi pada nasib guru. Di antaranya penghapusan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di SMP dan SMA. Selain itu, dalam Kurikulum 2013 tidak ada pedoman penjurusan atau minat di tingkat SMA. Tidak ada pula sosialisasi kepada kepala program keahlian di SMK. Ini membingungkan pihak sekolah, guru, dan murid tentunya. Ada banyak lagi permasalahan yang terjadi menyangkut kurikulum 2013.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  40. Harry Syafutera ( 13709251056 )
    Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Tantangan era globalisasi kedepan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan diri, oleh karean itu pemerintah berusaha agar setiap manusia Indonesia mampu beradaptasi terhadap perubahan serta tantangan kedepannya. Kurikulum pendidikan 2013 telah menjadi harapan ideal dari para pemimpin bangsa sehingga kurikulum 2013 lebih menitik beratkan pada sains, namun saya masih tidak sepakat dengan hal tersebut karena masih banyak hal didunia ini yang bahkan tidak terkait dengan sains secara langsung, seperti seni, baik itu musik dan lainnya. sehingga tentunya harus ada penyesuaian yang dilakukan para guru dalam mengembangkan metode dan model pemebelajaran sehingga diharapkan bisa sesuai dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  41. Meita Fitrianawati
    13709251017
    P.Mat A 2013

    Setelah membaca tantangan dan harapan kurikulum 2013, Hal yang dapat saya tesiskan adalah bahwa seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan di Indonesia juga berkembang menuju arah yang lebih baik. Belajar dari perkembangan pendidikan di negara maju, Indonesia juga melakukan perkembangan serupa, seperti perkembangan kurikulum di Indonesia yang berubah dari kurikulum cara belajar siswa aktif (CBSA) menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), hingga sekarang adalah Kurikulum 2013. Namun, saat ini penyempurnaan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 yang mendapatkan pro dan kontra dari berbagai pihak baik dari kalangan pendidikan maupun dari masyarakat umum. Kurikulum 2013 justru dianggap dapat menghentikan kreativitas dan otonomi di bidang pendidikan karena kurikulum dan persiapan proses pembelajaran akan disediakan dalam bentuk produk jadi. Di sisi lain, sebagian orang beranggapan justru dengan adanya kurikulum 2013 dapat memicu pengembangan kompetensi siswa kearah yang lebih analisis dan tuntutan guru agar lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran karena guru dianggap mampu semua hal yang dapat membantu siswa berkembang. Persoalan lain muncul dari digunakannya pendekatan tematik dan integratif yang dalam prakteknya masih menjadi kendala besar. Bukanlah suatu hal mudah mengubah praktek pembelajaran dari suatu kebiasaan lama ke hal baru. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk mengubah siswa yaitu dengan multi pendekatan agar para guru mampu melaksanakan pendekatan tematik dan integratif dalam pembelajaran sehingga sebagian ahli berpendapat bahwa gagasan tematik dan integratif tidak dirancang untuk pembaruan model pembelajaran siswa aktif sehingga penerapan keberhasilan kurikulum 2013 masih dipertanyakan. Sehingga untuk mengatasi tantangan ini seorang guru harus inovatif agar pencapaian kurikulum 2013 dapat berhasil dan pembiasaan siswa untuk belajar memecahkan masalah serta mengkonstruksi pikirannya dengan mengedepankan sikap siswa.

    ReplyDelete
  42. Khairuddin (13709251055)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas 1C Tahun 2013

    Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013. Tekanan pokok dalam kurikulum baru ini adalah model pembelajaran tematik dan penguatan pada pembangunan karakter. Pendidikan tematik dan karakter ini akan banyak difokuskan pada pendidikan dasar (SD). Kurikulum berbasis kompetensi yang tergambar dalam tantangan zaman di saat ini merupakan sebuah fakta bahwa pendidikan di Indonesia mengharuskan terjadinya perubahan bukan penyesuian karena dengan kelemahan metodologi pembelajaran di sekolah dan interaksi yang terjadi dalam pembelajaran kini tidak lagi membuat siswa menjadi kreatif dan inovatif dalam perkembangan daya berfikir sehingga mempengaruhi hasil bahkan nilai ujian yang tergambarkan secara integratif dengan perkembangan siswa saat ini yang tak mencerminkan nilai dari tujuan pendidikan.
    Keterampilan yang menjadi pegangan sebagai kualifikasi kemampuan lulusan akan tetapi problema pendidikan bangunan setiap tingkatan tidak semestinya dilihat dari aspek keterampilan dimana mentalitas yang selalu hadir di dunia pendidikan adalah kekerasan, tawuran bahkan kenakalan remaja yang diakibatkan oleh perkembangan daya berpikir kreatif, inovatif dan kritis yang tidak tertanam dalam siswa yang memunculkan kreatifitas. Tentu SD dan SMP adalah pintu awal untuk pembentukan manusia secara mental, pengetahuan dan karakter bangsa yang saat ini krisisnya luar biasa bahkan terhadap pengetahuan tentang bangsanya mulai pudar yang ini menjadi fenomena yang serius harus disikapi.
    Integrasi mata pelajaran dan pendidikan karakter yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 sebenarnya bukan hal yang baru. Pengintegrasian beberapa mata pelajaran telah dilaksanakan meskipun tidak tersusun secara sistematis dan terarah. Pendidikan karakter bukan wacana baru dalam sistem pendidikan, karena esensi pendidikan salah satunya adalah untuk membentuk karakter bangsa. Meskipun demikian, pembelajaran tematik dan karakter ini lebih sering berhenti dalam tataran konsep saja, sementara pada tataran prakteknya berbanding terbalik. Permasalahan yang dihadapi pada adalah implementasi Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa gesa, adalah ketidaksiapan guru-guru menerima dan menerapkan kurikulum ini, hampir semua guru yang mengikuti pelatihan bingung dengan pemahaman konsep kurikulum, terlebih pada mata pelajaran yang diterpadukan seperti IPS dan IPA, mereka dipaksakan untuk memahami dan mengajarkan IPS secara terpadu sementara latar belakang pendidikan mereka hanya satu bidang ilmu seperti geografi, sejarah dan sebagainya. Kendala lain dalam penerapan kurikulum baru, mindset guru yang masih mendominasi, sehingga merupakan pekerjaan berat mengubah mindset lama dengan mainset kurikulum 2013. Meskipun demikian, penerapan kurikulum baru tetap akan dilakukan dengan optimistis.

    Sumber : http://www.majalahguruku.com/index.php/component/k2/item/199-implementasi-kurikulum-2013-harapan-dan-tantangan

    ReplyDelete
  43. Andi Kusumayanti (13709251047)
    Pendidikan Matematika B
    PPs UNY 2013
    Ada banyak pro dan kontra yang terdengar setelah di keluarkannya kurikulum 2013. Ini seharusnya menjadi PR buat kita semua para guru dalam membenah pendidikan di Indonesia. Meskipun kurikulum silih berganti ibarat bunglon yang selalu berubah warna menyesuaikan kondisi tetapi tetap saja selalu ada cerca yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Bagaimana pun perubahan kurikulum, sebagai seorang guru lakukanlah terus yang terbaik untuk generasi selanjutnya.

    ReplyDelete
  44. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Sekiranya kurikulum 2013 ini dibuat sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya yakni kurikulum 2006 (KTSP). Sebagai sebuah kurikulum tentunya kurikulum 2013 diharapkan dapat mengatasi permsalahan pendidikan. Namun masih banyak pihak yang meragukan dan mengangggap bahwa kurikulum 2013 ini belumlah menjadi kurikulum yang ideal untuk pendidikan Indonesia saat ini. Mengapa?
    a. Kurikulum 2013 belum memiliki tujuan yang jelas dalam membangun pendidikan Indonesia.
    b. Kurikulum 2013 dianggap belum dapat mempertemukan ilmu sains dan humaniora dalam kedudukan yang berimbang dalam kontruksinya.
    c. Kurikulum 2013 belum memberikan kesempatan dan kebebasan pada guru untuk mengeksplorasi pembelajaran yang diinginkannya,
    d. Dan lain sebagainya.

    Namun, bolehlah saya mengajukan tesis bahwa akar masalah terjadi beratus tahun yang lalu. Mengapa belum ditemukannya suatu sistem pendidikan yang terpercaya dan berkelanjutan, disebabkan karena dunia pendidikan telah sempurna terbagi dua. Yaitu dunia pendidikan barat (yang bercirikan sains, akal, pengetahuan alam, teknologi) dan dunia pendidikan timur (yang bercirikan spirit, agama, iman, pengetahuan humaniora, budaya). Kurikulum yang dibuat selama ini belumlah dapat menyatukan keduanya dan terbatas hanya pada usaha mengaitkan atau menghubungkan kedua dunia tanpa bermaksud mengabungkan keduanya secara utuh. Maka yang terjadi tak pernah ditemukan kurikulum yang terpercaya dan berkelanjutan, karena masing-masing dunia pendidikan punya pakemnya masing-masing.

    Adalah dunia barat yang saat itu diwakili oleh negara-negara eropa memakai paham yang dikembangkan oleh Averrous (ibnu Rusyd), yang mementingkan akal untuk menggapai kemajuan dibidang ilmu. Sedangkan dunia timur yang saat itu diwakili negara-negara timur tengah (islam) memakai paham yang dikembangkan Imam Al-Ghazali, yang memandang bahaya penggunaan akal secara bebas sehingga dimungkinkan akan melupakan tuhan, maka dunia timur membangun pendidikan yang berkebalikan dari dunia barat. Kesenjangan dua dunia semakin melebar, dimana eropa akhirnya benar-benar lepas kendali dalam penggunaan akal setelah spiritualitas gereja tidak mampu memposisikan dirinya secara tepat dan kalah dalam pertarungannya melawan ilmu pengetahuan. Sehingga dunia barat sempurna terlepas dari pengaruh spiritual, yang dikemudian hari melahirkan teori penemuan ilmiah yang dipelopori oleh Auguste comte. Sedangkan dunia timur sendiri pendidikan lebih cenderung pada pelaksanaan ibadah (spiritual), dikarenakan adanya pandangan bahwa pintu ijtihad telah tertutup, dan anggapan bahwa para pemikir (filsuf) itu cenderung sesat. Akhirnya sempurnalah dunia timur terkungkung dalam spiritual yang tidak menggunakan akalnya sama sekali untuk membangun kemajuan dibidang ilmu. Padahal sebelumnya dunia timurlah yang berjasa menghantarkan limu-ilmu yunani kedaratan eropa.

    Maka tak heran jika filsuf dari timur tidak pernah terdengar suaranya, karena dunia timur sendiri tidak terbiasa mengapresiasi penemuan dibidang ilmu dan filsufnya. Sedangkan barat sendiri telah terlanjur mencap dunia timur sebagai dunia sipritual.

    Maka kembali lagi kebahasan kurikulum 2013, bahwa sebenarnya sudah terdapat spirit untuk menggabungkan dunia barat dan timur dalam kurikulum ini. Hanya saja formula yang diracik belumlah dapat memuaskan ego dari pemikir kedua dunia. Masih saja ada yang kurang, masih saja ada yang tidak pas. Karena yang membuat kurikulum adalah manusia, yang suatu saat bisa berpihak, entah itu kedunia barat (akal) atau kedunia timur (spiritual). Jadi hasil kurikulumnya juga akan berpihak kesalah satu pihak.

    Maka langkah yang tepat adalah dengan menjadikan spiritual sebagai dasar dan landasan dalam melaksanakan seluruh aktivitas pendidikan, dan akal sebagai ujung tombak pembaharuan ilmu pengetahuan dan penelitian. Akal diperbolehkan terus mengembara sesuka hati selama tidak menyentuh ranah spirit, ada saatnya ketika akal harus tunduk dan berhenti. Jadi tidak akan ada pendidikan yang terpercaya dan berkelanjutan selama dua dunia masih terus bersikap saling berlawanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi kita (muslim) alangkah baiknya jika kembali pada Al-qur’an dan Hadits. Itulah dua sumber daya/kekuatan pendidikan, dimana spirit pendidikan tidak akan pernah padam jika penggeraknya adalah dua hal tersebut. Al-qur’an dan hadist juga tidak terlalu mengekang penggunaan akal, justru keduanya menganjurkan manusia berfikir dan merenung, yang hasil fikiran dan renungan tersebut tujuannya tak lain adalah menggapai keridhaan Allah. Maka marilah kita rubah tujuan pendidikan menjadi “Holy Qur’an and Hadits Centered”. Karena Qur’an dan hadits didalamnya ada jaminan, langsung dari Allah sang pencipta, sebagai solusi permasalahan manusia. Lalu bagaimana jika timbul pertanyaan bahwa “Holy Qur’an and Hadits Centered” hanya untuk muslim, jadi tidak menyeluruh. Lha gitu saja kok repot, ini kan memang ditujukan untuk muslim, jadinya “Holy Qur’an and Hadits Centered”. Kalau untuk yang lain ya tinggal diganti sesuai dengan kitab sucinya masing-masing. Jadi “Holybook centered”.

      Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak sesuai, karena saya anggap tulisan ini memang akan sangat sensitif bagi beberapa pihak. Terimakasih.

      Delete
  45. Nidya Ferry Wulandari (13709251072)
    Pend. Matematika PPs UNY Kelas C

    Suka atau tidak, kurikulum 2013 akan menjadi pedoman pendidikan di tanah air. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah melakukan berbagai sosialisasi. Berbagai persiapan, seperti penyiapan pelatihan guru, buku pegangan guru, buku paket untuk siswa , dan sebagainya.
    Disadari bahwa guru merupakan kunci utama keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, harapan keberhasilan pendidikan sering dibebankan pada guru. Salah satu hal mendasar yang penting disikapi oleh guru adalah kesiapan mental terhadap perubahan. Guru tidak boleh terjebak dalam rutinitas dan formalitas. Masih banyak guru yang enggan meng-update informasi atau meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait profesi. Di lapangan masih banyak guru yang belum selesai dengan urusannya sendiri. Masih sibuk untuk hal-hal yang di luar konteks menciptakan pembelajaran yang efektif.
    Globalisasi telah menembus batas-batas ruang dan waktu. Dinamika yang demikian cepat di bidang teknologi dan informasi, menuntut tindakan antisipasi dan adaptasi yang cepat. Perkembangan sosial budaya, pengetahuan, teknologi, telah membawa kehidupan siswa pada suatu tahapan kehidupan yang lebih cepat dari usianya. Substansi suatu kurikulum adalah program pendidikan yang bertujuan membentuk siswa berkarakter, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan tertanam jiwa nasionalisme.
    Penerapan kurikulum 2013 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mewujudkan cita-cita pendidikan. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  46. Dewi Mardhiyana (13709251043)
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B

    Kurikulum 2013 adalah sebuah terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Kurikulum ini lahir karena banyak kalangan menilai bahwa kurikulum KBK dan KTSP belum bisa memberikan arah pendidikan seperti yang di harapkan. Dalam kurikulum sebelumnya pendidikan lebih dititik beratkan pada pengembangan kognitif sedangkan afektif dan psikomotor dianggap belum memadai. Hal ini ditandai dengan banyaknya terjadi pelanggaran dan berbagai macam ketimpangan dalam kehidupan bangsa ini. Korupsi meraja lela di kalangan birokrasi pemerintahan. Tawuran dan kenakalan remaja lainnya juga tidak kurang membuat pemimpin bangsa ini repot. Dari fenomena ini lahirlah ide baru mengembangkan sebuah formulasi kurikulum baru yang menyeimbangkan antara kognitif, afektif dan psikomotor. Kurikulum 2013 dirancang untuk menjawab tantangan ini. Dalam pelaksaan proses belajar mengajar, materi yang di ajarkan harus dikaitkan dengan kehidupan nyata sehingga pemberlajaran dianggap bermakna dan bermanfaat.
    Kelebihan yang terdapat dalam kurukulum 2013 antara lain. Pertama, siswa dapat memiliki kemampuan ganda seperti dalam bidang sikap, kreativitas. Kedua, siswa memiliki kemampuan akan kecerdasan dalam memahami materi ilmu pengetahuan itu sendiri. Ketiga kemampuan yang saling terkait diharapkan siswa nantinya dapat meningkatkan kualitas dirinya dalam persaingan di masa depan, sehingga siswa lebih kreatif dan inovatif, siswa dapat memiliki sikap dalam menerima dan menolak serta hasrat untuk kecenderungan tertentu dalam setiap masalah yang ia hadapi.
    Terlepas dari harapan besar dari lahirnya paket kurikulum 2013 tersebut namun ada kecemasan di sana sini, tantangan itu antara lain, ide penggabungan atau penyederhanaan materi justru akan mengembalikan semangat ilmu pengetahuan pada era dahulu kala. Ilmu hanya yang kini muncul dalam spesialisasi tertentu merupakan pengembangan oleh generasi belakangan. Sejatinya, mereka terus berkembang dalam setiap saat sesuai kebutuhan manusia dan bukan semakin ciut seperti yang ada dalam semangat dalam kurikulum 2013.
    Dari semua hal tersebut, hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika kita tidak memahami hakikat sebuah perubahan, khususnya perubahan kurikulum, maka implikasinya adalah tidak akan terjadi perubahan. Tidak akan ada perubahan dalam diri kita, bila kita tidak merasakan ada tantangan, atau harapan baru terhadap sesuatu. Seorang guru, yang merasa tidak ada hal baru dalam kurikulum, tidak akan terangsang untuk melakukan perubahan. Seorang guru yang merasa tidak ada tantangan baru dari kurikulum 2013, tidak akan ada hasrat untuk melakukan perubahan.

    ReplyDelete
  47. Anisya Septiana 13709251063
    PPS PMAT C UNY 2013

    Yang saya baca pada link http://www.academia.edu/3727714/Tantangan_dan_Harapan_Kurikulum_2013 yang bapak Prof berikan, dapat saya simpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik.
    Dengan menilik kurikulum 2013, dapat disimpulkan bahwa Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan.

    Tantangan yang harus dihadapi adalah Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari kelahiran republic ini memenag belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu system pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Sistem
    ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.

    ReplyDelete
  48. Edi Susanto (13709251078)
    PMat Kelas D PPs UNY 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb
    setiap kurikulum mempunyai harapan untuk perbaikan pendidikan sebagai refleksi kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 salah satu tujuannya membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. dengan membentuk karakter peserta didik ini harapannya peserta didik memiliki karakter yang baik dan akan tercipta generasi yang baik. pada implementasinya seringkali tidak sesuai dengan konsep yang direncankan oleh karena itu semua pelaku pendidikan dan masyarakat harus mendukung implementasi kurikulum 2013 tersebut.

    ReplyDelete
  49. susanti_13709251080_pmatD

    menurut saya kurikulum apapun itu yang diberlakukan di indonesia harapannya dapat dijadikan sebagai pusaka dalam pencapaian pendidikan di indonesia. pencapaian konpetensi siswa yang seharusnya dimiliki siswa, mengembangkan dayapikir dan tidak hanya terfokus pada output yang diharapkan namun juga outcome nya, karena tanpa outcome yang baik pendidikan ini tidak akan berarti untuk kehidupan

    ReplyDelete
  50. Anastasia Shinta Wirasasmita (13709251001)
    Pend. Matematika PPs UNY 2013 Kelas A

    Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013.
    Kebijakan yang telah diambil pastinya akan memunculkan tantangan dan harapan, begitu pula kebijakan pemerintah atas kurikulum 2013. Karena subyek sentral dari Pendidikan adalah siswa maka diharapkan kurikulum 2013 sepenuhnya fokus pada peningkatan kemampuan siswa. Dengan demikian pembelajarannya harus: (i) berpusat pada siswa, (ii) mengembangkan kreativitas siswa, (iii) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (iv) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan (v) menyediakan pengalaman belajar yang beragam untuk siswa. Selain harapan, terdapat juga tantangan yang harus segera di antisipasi oleh pemerintah. Untuk mengatasi tantangan ini seorang guru harus inovatif agar pencapaian kurikulum 2013 dapat berhasil dan pembiasaan siswa untuk belajar memecahkan masalah serta mengkonstruksi pikirannya dengan mengedepankan sikap siswa.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  51. Fauzia Rahmawati (13709251062)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Assalamualaikum wr.wb.

    Kurikulum 2013 di rancang oleh pemerintah dengan tujuan yang baik yaitu memperbaiki sistem pembelajaran menuju arah pembelajaran yang inovatif dan berorientasikan pada siswa. Namun, hanya saja terganjal oleh persiapan yang terkesan mendadak dan kurang matang, apalagi sosialisasi mengenai kurikulum 2013 pun masih belum merata, terbukti dengan ada sebagian guru yang belum mengetahui tentang isi dari Kurikulum 2013. Mereka hanya mengetahui dari mulut ke mulut mengenai wacana tersebut tanpa ada sosialisasi dari pemerintah.

    Namun, bagaimanapun susunan dan rancangannya smengenai kurikulum 2013 tersebut, sebagai calon guru dan para guru, kita harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan terus menerus memperbaiki kualitas kita dan berpikir positif mengenai apa yang di selenggarakan pemerintah. Karena, apa yang diprogramkan pemerintah pastilah mempunyai tujuan dan maksud tertentu yaitu untuk memperbaiki dan memajukan Indonesia.

    Teirma kasih

    ReplyDelete
  52. Baiq Rofina Arvy (13709251044)
    P. Matematika Kelas B PPs UNY

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Kemunculan kurikulum 2013 sebagai kurikulum baru pengganti KTSP menimbulkan pro dan kontra dalam dunia pendidikan. Rancangannya yang terlihat begitu sempurna, namun memiliki banyak ketidaksesuaian antara konsep dengan keadaan di lapangan. Sehingga keberadaan kurikulum ini bukannya untuk menyelesaikan persoalan yang ada, namun malah menambah besar persoalan. Kurikulum ini membuat arah pendidikan ini menjadi tidak jelas, mau dibawa kemana arahnya. Dan yang lebih parah dari adanya kurikulum ini adalah adanya unsur politik didalamnya. Padahal yang seharusnya ada dalam program ataupun kegiatan adalah akuntabilitas dan sustainabilitas, seperti yang dikatakan pada makalah “Tantangan dan Harapan kurikulum 2013” oleh Prof. Marsigit adalah bahwa “setiap pengembangan program atau kegiatan harus menyangkut akuntabilitas dan sustainabilitas. Selama ini, dalam sejarahnya, belumlah terdapat kebijakan kependidikan yang benar-benar bersiat akuntabel dan sustainable. Dikarenakan instabilitas keadaan sosio-politik bangsa ini dari waktu ke waktu maka segala kebijakan kependidikan bersiat parsial, terputus, tidak kontinu dan tidak berdasarkan kajiankajian empiris; melainkan lebih banyak bersiat hypothetical-analysis serta diwarnai dengan berbagai kepentingan bahkan politik.”
    terima kasih,
    wassalamu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  53. Aep Sunendar (13709251082)
    PPs UNY Pendidikan Matematika C

    Pro dan kontra tentang kurikulum 2013 Merupakan hal yang wajar, baik yang pro dan kontra semuanya mengharapkan kualitas pendidikan di indonesia menjadi lebih baik, dan kita sebagai orang yang berada di dunia pendidikan hendaknya berperan dalam menyempurnakan kurikulum. Guru harus terus meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam pembelajaran.semoga saja kaurikulum 2013 yang sedang berjalan ini tidak berhenti di tengah jalan dan bisa terus disempurnakan.

    ReplyDelete
  54. Sih Mirmo Widianto
    P.Mat10 (10301241025)

    Suatu perubahan pasti akan menimbulkan dampak. Ada yang menjadi golongan yang mendukung perubahan dan ada golongan yang menolak perubahan. Begitu juga dengan diterapkannya Kurikulum 2013. Tentunya, kurikulum 2013 mempunyai kekurangan-kekurangan dan kelebihan. Dalam proses implementasinya, Kurikulum 2013 menghadapi beberapa tantangan dan harapan. Tantangan dan harapannya adalah pendidikan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan otak untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, mengaktualisasikan diri, pembelajaran berpusat pada peserta didik, mengembangkan kreativitas peserta didik, mencitakan kondisi yang menyenangkan dan menantang, bermuatan nilai etika, estetika, logika, kinestetika, serta menyediakan pengalaman belajar yang beragam.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  55. Megita Dwi Pamungkas 13709251081

    Tantangan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah minimnya waktu sosialisasi dan pelatihan implementasi yang diberikan kepada guru pelaksana kurikulum 2013 tersebut. Masih banyaknya guru yang belum mampu menggunakan TIK dalam pembelajaran sehingga harapan perubahan yang digaungkan kurikulum ini belum begitu jelas dalam pelaksanaanya.

    Saran untuk semua pemangku kepentingan semoga pelaksanaan kurikulum ini benar dengan niat untuk merubah protret pendidikan di Negara ini. Jangan menjadikan pendidikan sebagai senjata politik suatu kelompok atau golongan. Bekalilah guru yang melaksanakan kurikulum ini dengan pengetahuan tentang implementasi kurikulum ini dengan bekal yang cukup bukan hanya untuk membuat laporan pelaksanaan kegiatan untuk memenuhi tagihan dari para wakil rakyat yang telah menyetujui pelaksanaan kurikulum ini.

    ReplyDelete
  56. Fitri Nurhayati
    PPs UNY Pendidikan Matematika
    13709251020
    Kurikulum 2013 diharapkan dapat lebih baik dari kurikulum sebelumnya. Tentunya untuk mewujudkan hal ini tidaklah mudah. Pada kurikulum 2013 ini, guru diharapkan dapat mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (student centered). Tantangan kurikulum 2013 adalah tidak mampunya guru mengaplikasikan kurikulum 2013. Karena itu pemerintah harus memberikan sosialisasi kurikulum 2013 dan memberikan pelatihan bagi para guru agar guru mempunyai bekal dalam melaksanakan kurikulum 2013. Selain itu pemerintah juga harus memberikan fasilitas untuk menunjang terlaksananya kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  57. Ria Wijayanti 13709251008
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Kurikulum 2013 dibuat gunanya untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya. Kurikulum ini mengedepankan siswa untuk lebih kreatif, menemukan sendiri pengetahuannya dengan bantuan guru. Siswa juga dituntut untuk lebih aktif, guru sebagai motivator dan fasilitator. Kedepannya semoga kurikulum 2013 sudah bisa dinikmati oleh semua sekolah di Indonesia.

    ReplyDelete
  58. Hasbullah (13709251041)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Implementasi kurikulum 2013 adalah salah satu harapan pemerintah, guru, orang tua murid dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing secara global. Visi dan misi kurikulum ini sangatlah bagus, related to constructivism, student centered learning dan lebih mengeksplor siswa dalam proses getting of knowledge. Akan tetapi setelah membaca artikel tersebut saya menjadi harap-harap cemas akan keberhasilannya. Maka dari itu, peran para pakar pendidikan sangatlah penting dalam mengevaluasi masalah-masalah yang mungkin muncul dalam pengimplementasian kurikulum 2013 ini, apa saja yang harus dilakukan ke depannya dan seperti apa jalan keluarnya. Tentu kita semua berharap pendidikan di Indonesia ke depannya bisa lebih maju, mampu bersaing dan sebagai stepping stone untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  59. Deny Sutrisno (13709251074)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Kurikulum 2013 mengandung pemikiran-pemikiran untuk melakukan terobosanagar praktek pembelajaran di sekolah lebih baik yaitu menuju inovasi yang berorientasikankepada siswa
    untuk memenuhi harapan kurikulum 2013 perlu kegiatan pembelajaran perlumenggunakan prinsip yang: (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam

    ReplyDelete
  60. Nuraini mustika sari dewi (137 0925 1035)
    Pendidikan matematika kelas D

    perubahan yang dibuat pemerintah pastilah bukan untuk membawa kesengsaraan, tapi menuju arahperbaikan, dalam kurikulum terbaru.Kurikulum 2013 adalah bagaimana kurikulum ini mengedepankan pendidikan budaya multikultural sekaligus mengedepankan sisi teknologi dalam setiap pembelajarannya. Kurikulum pendidikan sekolah berbasis sains dan pendidikan multikultural. dengan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran.

    ReplyDelete
  61. Susanah Wati (NIM. 13709251070)
    PPs. P.Mat D

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang disusun untuk lebih meningkatkan pendidikan karakter untuk peserta didik. Secara konsep, kurikulum ini sangat bagus untuk diterapkan. Tetapi secara praktek, kurikulum ini masih terkesan terburu-buru untuk diterapkan. Persiapan yang terlalu mepet dan kurang matang menyebabkan pelaksanaan kurikulum mengalamai hambatan di berbagai daerah. Buku-buku pelajaran dan alat peraga masih belum terdistribusi merata padahal kurikulum 2013 sudah mulai dilaksanakan. Ada baiknya perlu evaluasi dari pemerintah agar kurikulum 2013 ini dapat berjalan secara optimal dan sesuai yang diharapkan.

    ReplyDelete
  62. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  63. Nevi Narendrati (13709251009)
    PPs UNY P.Mat A

    Secara bertahap, kurikulum 2013 telah mulai dilaksanakan oleh beberapa sekolah mulai dari jenjang SD/MI sampai SMA/SMK/MA. Umumnya yang melaksanakan adalah sekolah-sekolah yang ditunjuk setelah melalui beberapa proses atau pertimbangan misalnya kesiapan sekolah (kepala sekolah dan guru). Dengan implementasi kurikulum yang baru ini dari kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 tentu menjadi tantangan tersendiri bagi guru sebagai pengelola kelas, fasilitator, dan motivator siswa. Dengan berbagai perombakan membuat guru harus mencoba untuk beradaptasi lagi menghadapi atmosfer yang berbeda. Sebenarnya yang cukup sulit adalah standar penilaian yang dilakukan. Karena mereka harus menilai dari aspek kognitif, sikap, dan keterampilan. Namun demikian kita masih berharap dan berpikir positif bahwa tantangan baru ini nantinya akan dapat diimplementasikan dengan baik sehingga generasi penerus bangsa terbantu dalam mengoptimalkan potensi diri dalam menjawab tantangan global yang ada.

    ReplyDelete
  64. Replies
    1. Endah Octaningrum Wahani Sejati
      13709251049
      PPs Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

      Assalamu’alaikum Wr Wb.

      Pendidikan Indonesia yang sedari awal belum pernah dalam keadaan sehat merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Keadaan sehat dari suatu sistem pendidikan jika bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu sistem pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Misalnya saja sistem ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.
      Harapan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 agar dapat menutupi dan melengkapi semua kekurangan pada kurikulum sebelumnya (KTSP). Karena subyek sentral dari Pendidikan itu adalah siswa maka diharapkan kurikulum 2013 sepenuhnya fokus pada peningkatan kemampuan siswa. Dengan demikian pembelajarannya harus: (1) berpusat pada siswa, (2) mengembangkan kreativitas siswa, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam untuk siswa. Tekanan pokok dalam kurikulum baru ini adalah model pembelajaran tematik dan penguatan pada pembangunan karakter. Jadi diharapkan agar pemerintah memberikan sosialisasi yang menyeluruh kepada semua guru-guru yang ada di Indonesia agar semua elemen pelaksana pendidikan Indonesia dapat mewujudkan keberhasilan dari tujuan kurikulum 2013.
      Terima kasih.

      Wassalamu’alaikum Wr Wb.

      Delete
  65. Mahasiswa PPs Pendidikan Matematika Kelas D
    NIM. 13709251066

    Harapan Kurikulum 2013 :
    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan.
    Tantangan Kurikulum 2013 :
    Paham konstruksivisme mendasari pengembangan kurikulum 2013, di mana guru ditempatkan sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengembang kurikulum yang mengenal karakteristik siswa dengan baik, dituntut bekerjasama memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi, merumuskan pola pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah dalam proses implementasinya. Jika guru sebagai actor utama tidak memahami filosofi yang terkandung di dalam Kurikulum 2013, maka proses pembelajaran niscaya tidak akan berhasil baik sebagaimana tujuan pendidikan di Indonesia.

    Terima kasih & Tuhan Memberkati !

    ReplyDelete
  66. Nadya Armintia 13709251067
    PPs Pendidikan Matematika Kelas D

    Ass. Wr. Wb.
    Dalam setiap pergantian kurikulum tentu yang menjadi tantangan adalah kesiapan para siswa dan lebih ditekankan pada kesiapan para perangkat pendidik. Pendidik harus benar-benar memahami kurikulum yang baru agar nantinya dapat mengajarkan dengan baik. Dan setiap kurikulum tentu memiiki tujuan tertentu. Dengan kurikulum 2013 ini diharapkan para peserta didik memiliki karakter yang lebih baik, bermanfaat untk bangsa.

    ReplyDelete
  67. Samsul Feri Apriyadi (10301241009)
    Pendidikan Matematika 2010

    Kurikulum 2013 yang mulai diberlakukan untuk siswa SD kelas 1 dan 4, SMP kelas 7 dan SMA kelas 11 memiliki tantangan dan juga harapan. Kurikulum 2013 ini dikembangkan untuk lebih mengakomodir peserta didik dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini terceermin dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, Standar Isi dan Standar Penilaian yang mengalami perubahan.
    Namun hal yang terpenting bahwa kurikulum 2013 jangan menjadikan peserta didik terbebani melainkan manjadikan keleluasaan peserta didik dan pendidik mengembangkan ilmunya. Dan semoga kurikulum ini menjadikan dunia pendidikan insonesia semakin maju kedepannya. Amiiin.

    ReplyDelete
  68. 13709251045 P.Mat D.
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari kelahiran republic ini memenag belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu system pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Sistem ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.
    Wallaahu a’alamu bishshawaabi.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  69. Tri Hidayati (13709251073)
    Pendidikan Matematika Kelas C
    PPS UNY 2013

    Untuk mendapatkan spirit kurikulum 2013, dibutuhkan eksplorasi dan komunikasi yang efektif, sehingga setiap guru dapat memahami masalah dan tantangan kurikulum 2013 yang akan diberlakukan saat ini. Banyak orang yang memiliki rasa harap-harap cemas dengan pemberlakuan kurikulum 2013. Disebut diharapkan, karena ada sejumlah guru yang mendapat janji surga, dengan jumlah jam yang melimpah. Dengan jumlah jam yang melimpah, sudah pasti, kewajiban sertifikasi menjadi Aman ! sementara di lain pihak, ada yang merasa cemas. Dengan hadirnya kurikulum 2013, ada indikasi pengurangan jam, dan bahkan ‘potensial’ menghapus sejumlah mata pelajaran. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu diantara mata pelajaran yang mengalami kecemasan.

    ReplyDelete
  70. Margaretha Madha Melissa
    13709251071
    Pend.Matematika PPs UNY Kelas C

    Kurikulum 2013 tengah menjadi topic yang hangat untuk diperbincangan pada dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah melakukan berbagai sosialisasi. Berbagai persiapan, seperti penyiapan pelatihan guru, buku pegangan guru, buku paket untuk siswa , dan sebagainya.
    Disadari bahwa guru merupakan kunci utama keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, harapan keberhasilan pendidikan sering dibebankan pada guru. Salah satu hal mendasar yang penting disikapi oleh guru adalah kesiapan mental terhadap perubahan. Guru tidak boleh terjebak dalam rutinitas dan formalitas. Masih banyak guru yang enggan meng-update informasi atau meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait profesi. Di lapangan masih banyak guru yang belum selesai dengan urusannya sendiri. Masih sibuk untuk hal-hal yang di luar konteks menciptakan pembelajaran yang efektif. Penerapan kurikulum 2013 bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mewujudkan cita-cita pendidikan di Indonesia. Sehingga apapun tantangan dan hambatanya, jika memang harus menggunakan kurikulum 2013, maka kita para pendidik harus berusaha semaksimal mungkin demi siswa kita.

    ReplyDelete
  71. Reni Dwi Astuti
    10313244020 (Pend. Matematika Inter)

    Asalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pelaksanaan kurikulum di Indonesia mulai dari kurikulum tahun 1994 hingga kurikulum KTSP masih berorientasi pada teacher centered. Seiring perkembangan zaman, maka kebutuhan dan pandangan akan pendidikan mulai bergeser kea rah students centered. Keadaan ini mengakibatkan kurikulum yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi yang ada. Berdasarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki mengenai kebutuhan kurikulum ini, pemerintah melalui menteri pendidikan mengeluarkan kurikulum 2013. Melalui kurikulum ini diharapkan dapat menjadi panduan atau acuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman. Namun, setelah dianalisis ternyata pelaksanaan dan isi dari kurikulum 2013 kurang sesuai dengan koridor ruang dan waktu yang ada dan yang mungkin ada. Keterburu-buruan pemerintah untuk melaksanakan kurikulum 2013 membuat kurikulum 2013 seolah-olah kurikulum yang dipaksakan. Keterpaksaan ini akan membuat praktisi pendidikan kewalahan dalam mengaplikasikannya. Selain itu, isi dari kurikulum 2013 juga perlu dikaji ulang karena secara ontologis kurang sesuai dengan hakekat pendidikan bangsa indonesia.
    Semoga komentar saya bermanfaat.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  72. Anas Hermawan 09313244024
    P Math Inter

    Munculnya kurikulum 2013 memang membawa pro dan kontra.
    Mudah-mudahan perubahan kurikulum ini membawa pendidikan indonesia ke arah yang lebih baik.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  73. Ahmad Mabruri Wihaskoro (12709251030)

    Perubahan adalah awal dari kesuksesan. Setiap perubahan tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga dengan kurikulum 2013, tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Namun tujuan utama tetap sama yaitu untuk memajukan pendidikan. Harapan dari kurikulum 2013 ini dapat melengkapi kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum KTSP. Guru sebagai pelaksana kurikulum 2013 dan siswa yang menerima pembelajaran dengan kurikulum ini tentu berpengaruh dalam memcapai tujuan kurikulum 2013. Maka diperlukan sosialisasi yang lebih untuk guru mengenai bagaimana pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini dilaksanakan dan kerjasama antara pendidik dan peserta didik guna mencapai tujuan dari kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  74. إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ .Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka.
    Perubahan itu suatu keniscayaan karena karena kalau tidak berubah maka akan digilas oleh pihak lain yang sudah lebih dulu berubah.Konteks perubahan disini jelas perubahan yang positif. Begitu juga kurikulum harus mampu mengikuti dan menjawab menjawab perkembangan jaman.Namun demikian setiap perubahan pasti ada pro dan kontra, ada kelebihan dan kekurangan. Semoga kurikulum 2013 bisa menggapai cita-cita dan tujuan pendidikan nasional dan bisa mewujudkan Program Indonesia Emas Tahun 2045.

    ReplyDelete
  75. Khikayah / NIM 13709259005
    PPs P.MAT P2TK 2013
    Kurikulum 2013 pada prinsipnya menggunakan prinsip :
    (1) berpusat pada peserta didik,
    (2) mengembangkan kreativitas peserta didik,
    (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang,
    (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika
    (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam.
    Dan tantangannya adalah guru lah yang harus membuat agar prinsip-prinsip terpenuhi. Dan pemerintah juga perlu memikirkan dengan baik implementasi Kurikulum 2013 ini agar tujuna dapat tercapai.

    ReplyDelete
  76. HESTI SETIANINGSIH
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259015

    Untuk menjadi lebih baik, segala sesuatu harus berubah. Begitu pula dengan kurikulum pendidikan, harus berubah apabila menginginkan pendidikan yang lebih baik. Semua kurikulum mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua kurikulum juga menjadi yang terbaik di era-nya. Untuk saat ini mungkin hanya kurikulum 2013 yang dianggap paling baik, cocok dan tepat digunakan sehingga semua unsur pun berusaha menyesuaikan dan menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah.

    ReplyDelete
  77. PARJO (13709259001)
    PPs UNY Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar.
    Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari kelahiran republic ini memang belum pernah dalam keadaan sehat. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen
    pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selarasdengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.
    Namun, sebagai guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah walaupun pahit sekalipun. Guru yang baik adalah guru yang teruji, termasuk teruji dengan hadirnya Kurikulum 2013 yang sarat dengan persoalan ontologis, psikologis serta persoalan teknik implementasinya.
    Sekian terima kasih.

    ReplyDelete
  78. Septi Puji Rahayu
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241028
    I hope this 2013 curriculum provide positive effects for teachers, students, communities and all people in Indonesia, especially for children or students, because students are agent of change in the world. And I hope this 2013 curriculum can bring education in Indonesia to better direction. The purpose of the curriculum change is to improve the curriculum of the previous year. Therefore, 2013 curriculum have to more good, creative, character building, and more quality.

    ReplyDelete
  79. Dessi Kristiyani
    PPs PM P2TK _ NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Dalam postingan ini memuat " kegiatan pembelajaran perlumenggunakan prinsip yang: (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam." Akan tetapi dalam kenyataan di lapangan saat ini, khususnya yang terjadi di sekolah saya mengajar, kbm belum berpusat pada siswa, guru masih menjadi pentransfer ilmu, karena guru menganggap bahwa siswa merupakan tonk kosong yang harus diisi. Tentu saja, dengan kbm yang berpola seperti itu akan mematikan kreatifitas siswa, menciptakan kondisi yang kurang menantang dan belum adanya pengalaman belajar yang beeragam.

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  80. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Challenges and expectations of the curriculum in 2013 is a teacher is expected to create innovative learning and a teacher as a facilitator of their students. Students play an active role in learning. Maybe many teachers and students who are not ready with this application. But that is the challenge and expectations in order to students and teachers alike can create communicative learning.

    ReplyDelete
  81. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013
    This curriculum be expected can meet the needs of Indonesia in the present and future era. This curriculum are not only emphasis at academic, but also emphasis at the formation of character. Students are also given freedom to explore their potency.

    ReplyDelete
  82. ARI AKHIRNI
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259007

    Tantangan pelaksanaan kurikulum 2013. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi baik itu persiapan, proses yang akan dilalui terlebih pada hasil yang akan dicapai. Sosialisasii kurikulum 2013 yang terkesan mendadak/terburu-buru, masih banyak kejanggalan dan pro kontra sebetulnya masih terlalu dini untuk di terapkan di sekolah-sekolah, masih banyak kekurangan-kekurangan dan tidak sesuai dengan keadaan. Oleh karena itu pada tahun ini kurikulum 2013 masih dalam tahap uji coba karena di balik tantangan ada harapan asalkan pemerintah concern dan terus mengevaluasi proses dalam Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  83. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    The Curriculum implementation challenges in 2013 are:
    1 . Time socialization and training will be the implementation of the curriculum in 2013 to teachers implementing the curriculum in 2013 fairly short . So impressed many teachers are not ready to accept and confused in its application .
    2 . Curriculum 2013 is a competency -based curriculum , it is necessary as a means of directing students to become qualified human and capable of adjusting the times are always changing .
    3 . The role of the teacher at the curriculum in 2013 as the transferor is no longer science , but rather as a facilitator or assist students so that students are able to master a range of competencies expected .
    Implementation of the curriculum expectations in 2013 are :
    1 . Students are able to develop the attitudes and experiences up to his potential .
    2 . Capable of printing generation learners as intelligent , character , and ready to compete with other countries in the world .
    3 . Learning activities is expected to empower all potential learners to master the competencies expected .
    4 . Improving the quality of life improves learners .
    5 . Able to develop creativity , independence , a sense of student responsibility

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu'alaikum Prof. Terimakasih atas pencerahaannya. Kami tunggu terus ide cemerlang dari Prof.
      Karso Mulyo,S.Pd.,M.T, Mahasiswa PPG Mat 2008.

      Delete
    2. Assalamu'alaikum Prof. Terimakasih atas pencerahaannya. Kami tunggu terus ide cemerlang dari Prof.
      Karso Mulyo,S.Pd.,M.T, Mahasiswa PPG Mat 2008.

      Delete
    3. Assalamu'alaikum Prof. Terimakasih atas pencerahaannya. Kami tunggu terus ide cemerlang dari Prof.
      Karso Mulyo,S.Pd.,M.T, Mahasiswa PPG Mat 2008.

      Delete
    4. Assalamu'alaikum Prof. Terimakasih atas pencerahaannya. Kami tunggu terus ide cemerlang dari Prof.
      Karso Mulyo,S.Pd.,M.T, Mahasiswa PPG Mat 2008.

      Delete
  84. Siti Muzaro’ah, S.Pd.Si
    P.Mat P2TK Dikdas 2013
    NIM. 13709259012


    Bismillah..

    Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang masih dalam tahap belajar untuk maju dan berinovasi dalam pendidikan. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selarasdengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.
    Namun, sebagai guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah walaupun pahit sekalipun. Guru yang baik adalah guru yang teruji, termasuk teruji dengan hadirnya Kurikulum 2013 yang sarat dengan persoalan ontologis, psikologis serta persoalan teknik implementasinya.
    Tugas guru adalah melaksanakan tuposi dengan baik dan penuh tanggung jawab, disertai dengan selalu berinovasi dalam hal pembelajaran agar tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  85. Dessi Kristiyani
    PPs PM P2TK 2013_NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Ada banyak tantangan dan harapan dalam kurikulum 2013, harapan dari masyarakat akan adanya kurikulum baru ini, adalah output dari hasil belajar yang berkualitas tidak hanya ilmu akan tetapijuha akhlak, sedangkan tantanganya banyak sekali dan sangat kompleks, dari pihak guru, siswa, kasek, staff sekolah.

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  86. Tyas Kusumawati
    NIM 13709259006
    PPs P.Mat P2TK 2013

    Kurikulum baru, tantangan baru. Itulah dunia pendidikan. Kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan jaman. Kurikulm 2013 ini dirasakan banyak tantangannya, baik dari guru, siswa, sekolah, dan masyarakat. Karena kurikulum ini agak berbada dengan kurikulum sebelumnya.

    ReplyDelete