Jun 17, 2013

Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013




Dear all,

Ass Wr Wb

Boleh dibaca Makalah saya terbaru berjudul "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013", yang saya presentasikan pada
Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), pada
Hari Selasa, 18 Juni 2013, dengan akses ke:

https://www.academia.edu/3727714/Tantangan_dan_Harapan_Kurikulum_2013

Demikian semoga bermanfaat.

Wss Wr Wb

Marsigit
__._,_.___

43 comments:

  1. Dari makalah di atas banyak sekali informasi yang diberikan tentang tantangan kurikulum 2013. Pada makalah tersebut dinyatakan bahwa Kurikulum 2013 mengandung pemikiran-pemikiran untuk melakukan terobosan agar praktek pembelajaran di sekolah lebih baik yaitu menuju inovasi yang berorientasikan
    kepada siswa. Namun di balik usaha pemerintah dengan segenap daya dan dananya, sangat disayangkan bahwa perubahan kurikulum menjadi Kurikulum 2013 belum mampu secara hakiki menjawab berbagai macam persoalan pendidikan , kebijakan pendidikan bahkan visi dan misi pendidikan nasional. Akan dibawa kemanakah pendidikan Indonesia 25, 50 auatu bahkan 200 tahun ke depan? Apakah pendidikan Indonesia mengarah menuju Technological Pragmatism, Industrialization, Conservativism, Old Humanis, Progressive atau sebagai Public Educator. Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari kelahiran republic ini memenag belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu system pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran
    internasional. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Sistem ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas. Untuk menjawab tantangan tersebut, sebagai guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah walaupun pahit sekalipun. Guru yang baik adalah guru yang teruji, termasuk teruji dengan hadirnya Kurikulum 2013 yang sarat dengan persoalan ontologis, psikologis serta persoalan teknik implementasinya.


    M. Ihsan
    NIM. 15709259005
    PM P2TK 2015 PPs UNY

    ReplyDelete
  2. Ratna Widianti Utami
    NIM : 15709251010
    Kelas : Pmat-C
    Prodi : S2 P.Mat UNY

    Pada intinya kurikulum 2013 menuntut guru lebih kreatif dan inovatif dalam proses pengajaran, seperti biasa hal yang baru akan mendapat penolakan karena sudah nyaman dengan proses pembelajaran yang sudah dilakukan sebelumnya, selain itu masih banyak sekali sekolah yang belim menggunakan kurikulum 2013 dengan alasan masih belum mampu, terutama sekolah yang berada di daerah.

    ReplyDelete
  3. Elmaini
    15709259004/P.MAT-P2TK
    Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan, karena peranannya yang sangat penting dan mempunyai kedudukan sentral demi tercapainya tujuan pendidikan. Tantangan yang dihadapi dalam Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa gesa, diantaranya adalah ketidaksiapan berbagai pihak menerima dan menerapkan kurikulum ini, sehingga penerapannya di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Sebagai seorang guru tentu punya harapan besar, apapun kurikulumnya tujuannya adalah sama yakni untuk mengantarkan para generasi bangsa ini menjadi generasi yang berilmu, berbudi luhur dan berakhlak mulia. Semoga dengan adanya penghentian sementara K-13 ini bukan berarti akan berubah ke kurikulum yang terbaru lagi yang sarat dengan kepentingan golongan atau kekuasaan, tapi memang murni keinginan pemerintah untuk memperbaiki keadaan bangsa, sebagai negara yang berdaulat serta bermartabat.

    ReplyDelete
  4. Asep Tatan Rifa'i
    15709259012
    P.Mat P2TK 2015

    Dengan adanya kkurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dan siswa pada khususnya dan kualitas pendidikan pada umumnya. Dengan kurikulum 2013 pembelajaran di pusatkan kepada siswa, siswa diharapkan aktif dan terampil. Sedangkan guru sebagai pasilitator dalam proses pembelajaran. Guru menyajikan materi dengan pendekatan saintifik, berarti harus menyediakan media yang cocok misalnya gambar atau atau pun alat peraga untuk membantu pembelajaran. Guru harus mempersiapkan sebelum pembelajaran di laksanakan supaya hasil pembelajarannnya sesuai dengn harapan. Pelaksanakan kurikulum 2013 memiliki tujuan untukmembangun karakter bangsa, sehingga bagaimana proses pembelajaran dapat membangun karakter bangsa agar tidak ada lagi kebobrokan dalam bertingkah laku oleh siswa. Mudah-mudahan semua pelaksanaan kurikulum 2013 terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  5. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Tantangan dalam kurikulum 2013 adalah bahwa sekarang ini terjadi krisis demokrasi Pancasila dan krisis ajaran Ki Hajar Dewantoro. Nilai-nilai Pragmatism, Kapitalism, Utilitarianis, Hedonism dan Konsumerism sebagai akibat positivisme dari Auguste Comte semakin berkembang. Tantangan dalam kurikulum 2013 semakin bertambah karena agama mulai dipinggirkan dan adanya anggapan kunci sukses untuk menaklukkan dunia adalah mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan berbasis sains.

    ReplyDelete
  6. Sity Rahmy Maulidya
    15709251044
    Pps Pmat C

    Menurut saya, Tantangan kurikulum 2013 adalah proses dan hasilnya. Dari segi proses bagaimana kurikulum baru ini dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, bagaimana kurikulum ini dapat mendukung proses siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Dari segi hasilm bagaiman kurikulum ini dapat meng-cover tujuan-tujuan pembelajaran , bagaimana pelaksananaan oenilaian /asesmen dalam pelaksanaan pembelajaran. Kita tahu bahwa kurikulum 2013 penilaiannya berbasis kompetensi, sehingga terdapat beberapa aspek kompetensiyang harus dinilai dna diperhatikan oleh guru.
    Kurikulum 2013 sudah sempurna dan baik, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pelaksanaannya, bagaimana pengetahuan guru dan kesiapan guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum ini. Standar penilaian dalam K.1 sudah sangat lengkap, jika benar-benar dilaksanakan menurut saya penilaian pembelajaran pasti akan sangat bijak dan komprehensif.

    ReplyDelete
  7. Sity Rahmy Maulidya
    15709251044
    Pps Pmat C

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan dari KBK 2004 dan KTSP 2006 yang mempertimbangkan penataan pola pikir dan tata kelola, pendalaman dan perluasan materi, serta penguatan proses dan penyesuaian beban.
    Dalam pelaksanaannya, K.13 menjadi tantangan baru bagi guru karena proses pembelajarannya yang berbeda dan lebih kompleks. Salah satu hal pokok dalam penerapan Kurikulum 2013 adalah bagaimana guru mampu menerapkan model dengan pendekatan saintifik (scientific approach) dan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student center) serta menekankan pada pembelajaran siswa aktif dengan di terapkannya model Pembelajaran penemuan (Discovery Learning), Pembelajaran berbasis proyek (Project base learning) serta pembelajaran berbasis Pemecahan masalah (Problem base learning).

    ReplyDelete
  8. Sity Rahmy Maulidya
    15709251044
    Pps Pmat C

    Dari seperangkat lampiran mengenai standar proses, penilain dst, terdapat harapan dan tujuan yang besar di dalamnya. Begitu detil dan kompleksnya kurikulumini disusun, sehingga menjadi sangat mudah untuk mengevaluasi bagaimana pelaksanaan kurikulum ini.
    Pendidikan karakter bahkan bukan merupakan wacana baru dalam sistem pendidikan, karena esensi pendidikan salah satunya adalah untuk membentuk karakter bangsa. Meskipun demikian, pembelajaran tematik dan karakter ini lebih sering berhenti dalam tataran wacana dan konsep saja. Di tataran praktek konsep tersebut berbanding terbalik. Selama ini, fokus kurikulum masih pada aspek kognitif, sementara aspek afektif tidak terlalu diperhatikan. Setidaknya ada dua faktor besar sebagai penentu keberhasilan Kurikulum 2013 ini. Faktor pertama adalah adanya kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Faktor ini sangat penting karena pendidik harus tahu benar apa dan bagaimana yang akan diajarkan kepada para siswa. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur, yakni ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum, peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan, serta penguatan manajemen dan budaya sekolah.

    Banyak hal yang menjadi kendala yang menjadi bagian dari penerapan Kurikulum 2013 misalnya penghapusan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) dan pengurangan jam pelajaran bahasa Inggris menimbulkan aksi reaksioner di kalangan guru yang bersangkutan. Tidak salah jika sikap demikian muncul, karena di era globalisasi dan teknologi yang tidak terbatas ini dua mata pelajaran tersebut dipangkas bahkan dihilangkan. Pemerintah berdalih bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran namun “diintegrasikan” dengan mata pelajaran lain. Pihak kemendikbud juga memiliki asumsi bahwa teknologi khususnya komputer bisa dipelajari dimana saja. Memang benar komputer bisa dipelajari tanpa harus masuk dalam kurikulum, namun tanpa arahan yang baik dari guru, dikhawatirkan efek negatif akan lebih besar daripada positifnya.

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan ditangani langsung oleh pemerintah di satu sisi meringankan kinerja guru. Guru akan lebih fokus dalam mengajar tanpa disibukkan oleh beban membuat RPP yang banyak menyita waktu. Sisi negatifnya dan ini mungkin yang akan terjadi nanti, guru hanya akan menjadi pelaksana dari pemerintah dan mengurangi kreativitas guru dalam mengembangkan pelajaran sesuai dengan kondisi anak di kelas. Guru merupakan orang yang terlibat dan mengerti langsung bagaimana kondisi anak didik mereka, sementara pemerintah tidak terjun langsung di lapangan. Dengan demikian pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 harus lebih cermat dalam menyusun perangkat mengajar bagi sekolah. Akan lebih baik jika perangkat mengajar yang diterbitkan oleh pemerintah nantinya memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

    ReplyDelete
  9. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Setelah melihat berbagai tantangan akibat dari semakin berkembangnya nilai-nilai Pragmatism, Kapitalism, Utilitarianis, Hedonism dan Konsumerism sebagai akibat positivisme dari Auguste Comte maka kurikulum 2013 hendaknya mampu membentuk watak dan karakter siswa dengan berlandaskan nilai-nilai spiritual, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan siswa. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan.

    ReplyDelete
  10. terimakasih pak atas artikelnya. setiap kebijakan pasti ada positif dan negatifnya, ada tantangan dan harapannya. begitu halnya dengan kurikulum,yang merupakan acuan pendidikan untuk sebuah negara. mengatur segala keperluan terkait pendidikan diberbagai daerah kota maupun terpencil,. mengatur daerah yang full fasilitas ataupun minim fasilitas. sehingga pasti ada tantangannya. dan tantangan itu harus kita hadapi dengan mengadakan berbagai pertemuan baik tingkat daerah,, provinsi atau nasional untuk menyelesaikan tantangan tersebut,. sehingga kurikulum dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  11. Elwan Stiadi (15709251037)
    PMat D PPs UNY
    Keselarasan antara pemerintah dan guru sangatlah penting. Namun terkadang kurikulum yang diterapkan terkadang terlalu tergesa-gesa yang mebuat guru menjadi gelabakan. Sehingga kesiapan guru pun harus diperhatikan oleh pemerintah.

    ReplyDelete
  12. 15709251055 / PM D

    Tantangan kurikulum 2013 merupakan tantangan bagi guru.guru akan dituntut lebih kreatif dan menjunjung nilai-nilai luhur dalam pembelajaran.selain itu,siswa pun melalui guru,dituntut lebih proaktif dalam belajar.harapannya dari kurikulum 2013 ini yang sudah terkesan komplit dan berbeda dari sebelumnya,membuka peluang baru untuk melahirkan cendekia yang unggul.

    ReplyDelete
  13. Salah satu tujuan kegiatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 adalah agar siswa mampu mengembangkan sikap dan pengalaman sesuai dengan perbedaan potensinya, sehingga peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan sebagai fasilitator atau dengan kata lain membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, dan mengaktualisasikan diri.

    Novita Indah Saputri
    15709251023
    PPs PMAT C

    ReplyDelete
  14. NIM 15709259014 (PMat P2TK PPs UNY)

    Kurikulum2013 mencoba menjawab semua tantangan dari globalisasi. Pembelajaran yang sangat menekankan keaktifan siswa sangat diperlukan untuk membentuk siswa yang mandiri di masa depannya nanti. Terlepas dari kekurangannya, ada beberapa harapan dengan ditetapkannya kurikulum 2013, diantaranya adalah untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik dan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan prilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Namun yang menjadi tantangannya adalah diperlukannya usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran.

    ReplyDelete
  15. Muh Ferry Irwansyah (15709251062)
    P. Mat Kelas D

    Tantangan guru untuk kurikulum 2013 sangatlah besar. Bagaimana cara guru menarik siswa untuk memiliki kemauan untuk ingin mengerti apa yang ia lihat dan memunculkan rasa ingin tahu siswa itu tidak mudah dilakukan oleh guru.

    ReplyDelete
  16. Muh Ferry Irwansyah (15709251062)
    P. Mat Kelas D

    Kurikulum 201313 menjadi tantangan baru bagi guru karena proses pembelajarannya yang berbeda. Salah satu hal pokok dalam penerapan Kurikulum 2013 adalah dengan menggunakan pendekatan saintifik bagaimana guru mampu menerapkan dalam pembelajaran yang berpusat kepada siswa serta menekankan pada pembelajaran siswa aktif dengan di terapkannya model Pembelajaran yang diacu pada kurikulum 2013

    ReplyDelete
  17. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Menurut saya, Kurikulum 2013 sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara sebagai pedoman untuk menvapai pendidikan nasional. Kurikulum 2013 seyogyanya telah dilaksanakan, meskipun tidak serentak dan sama rata, oleh institusi pendidikan formal di Indonesia. Tentu ada banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Sekarang sudah tahun 2015, dimana bisa kita lihat bahwa terjadi penarikan kembali kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum sebelumnya. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan. dengan adanya kurikulum 2013 guru diharapkan mampu mengubah paradigma mengajar menjadi berpusat pada siswa, artinya guru sebagai faslilitator dan motivator. siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  18. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Menurut saya, Kurikulum 2013 sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara sebagai pedoman untuk menvapai pendidikan nasional. Kurikulum 2013 seyogyanya telah dilaksanakan, meskipun tidak serentak dan sama rata, oleh institusi pendidikan formal di Indonesia. Tentu ada banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Sekarang sudah tahun 2015, dimana bisa kita lihat bahwa terjadi penarikan kembali kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum sebelumnya. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan. dengan adanya kurikulum 2013 guru diharapkan mampu mengubah paradigma mengajar menjadi berpusat pada siswa, artinya guru sebagai faslilitator dan motivator. siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Dwi Muryanto
    15709251015

    Kurikulum 2013 dikembangkan sebagai salah satu jawaban terhadap tantangan internal dan tantangan eksternal anak bangsa. harapannya, kurikulum 2013 ini dapat membangun bangsa yang berjati diri, berkembang sesuai degan potensi yang dimiliki. tantangannya, indonesia itu bhinneka. maka sehbaiknya, kurikulum ini mengakomodasi kebhinnekaan Indonesia sebagai daya dorong keberhasilannya

    ReplyDelete
  20. MONICA RIZKI APRICILIA
    15709251068
    PPS PMAT-D

    Setiap perubahan, terutama perubahan menuju suatu kesempurnaan seringkali akan menimbulkan pro dan kontranya masing-masing. Demikian halnya dengan penyempurnaan KTSP menjadi kurikulum 2013, pasti menimbulkan banyak pro dan kontra, disamping kelebihan dan kekurangannya. Kurikulum 2013 pasti memiliki tujuannya sendiri, yang saya yakin tujuannya pasti untuk memajukan pendidikan Indonesia. Dalam proses perubahan pasti akan menemukan banyak hambatan dan kendala. Namun, bukan berarti kita harus menyerah terhadap setiap masalah yang dihadapi, semoga semua pihak dapat saling mendukung dan tetap optimis pada Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  21. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15709251077
    Kurikulum 2013 diharapkan dapat menjawab tantangan globalisasi. sistem pembelajaran saintifik dengan mengedapankan siswa yang aktif dalam mengknstruk pengetahuannya secara mandiri melalui pengamatan dan ekplorasi diharapkan akan mampu mencetak genarasi-generasi prima dalam menjawab tantangan dunia global. akan tetapi janganlah kita sebagai pendidik melupakan bahwa setinggi-tinggi ilmu ada yang lebih tinggi, di atas langit ada langit, diatas kebenaran relatif ada kebenaran absulute yang tidak akan terbantahkan, itulah kebenaran Tuhan, Alloh yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.

    ReplyDelete
  22. Difia Esa Bunga
    15709251083
    PPs UNY PMat-D

    Salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia yaitu dengan menyelenggarakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajarannya diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi. Dengan demikian guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  23. Kegiatan pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutukehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkanuntuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampumenjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikianguru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered); pembelajaran konvensional (teacher-centered) dianggap tidak lagi mampu memenuhi harapan-harapan di atas.

    ReplyDelete
  24. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15709251077
    Pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 diharapkan mampu mencetak genarasi yang bepikir kritis dan berpikiran ilmiah serta logis, dengan diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi berbagai sumber dan pembelajaran terintegrasi. perlu di ingat bahwa dengan segala kebebasan yang diberikan, seorang guru harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan pembelajaan K-13, karena dengan memiliki rasa ingintahu yan tinggi seorang siswa akan mampu menembus batas spiritualnya sehingga akan dapat mengikis rasa syukur atas karunia Tuhan, membatasi ruang lingkup dan dapat memberikan proteksi dari hal negatif .

    ReplyDelete
  25. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Pentingnya Kurikulum 2013 diterapkan adalah bahwa generasi muda Indonesia perlu disiapkan dalam kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Namun merubah suatu sistem ke sistem yang baru tidaklah mudah, karena banyak elemen di dalamnya yang terpaksa harus beradaptasi lagi dengan sistem baru, tidak mudah mengubah praktek pembelajaran dari suatu kebiasaan lama ke hal baru apalagi beserta mind set nya. Diperlukan waktu yang cukup lama dan perlu dilakukan secara masal atau menjadi gerakan masal (membudayakan) dengan multi pendekatan agar para guru mampu melaksanakan pendekatan tematik dan integratif dalam pembelajaran. Itulah harapan dan tantangan kurikulum 2013

    ReplyDelete
  26. Penerapan Kurikulum 2013 yang dicanangkan oleh pemerintah tentunya membawa harapan dan tantangan baru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Harapannya adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tantangannya adalah mampukah kita menerapkanya secara utuh???masih banyak tantangan dalam pencapaian produk baru di Kurikulum 2013 ini, perlunya konsistensi dari pemerintah dalam melanggengkan Kurikulum 2013. Perlu adanya kesiapan dari tenaga pengajar dan pengelola sekolah dalam masalah ini. Selain itu, tantangan yang tak kalah pentingnya adalah perlunya kekuatan seorang dalam membekali dengan wawasan filsafat Islam. Dari situ akan dikenalkan dengan variasi nalar, nalar intelek, nalar eksperimentasi, nalar hati dan nalar atas bimbingan Ilahi.

    Burhanuddin
    15709259007
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete
  27. Eko Hidayati
    15709259011
    P.Mat P2TK 2015
    Kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Dalam kurikulum 2013 guru dituntut semaksimal mungkin dalam memeprsiapka, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Peran guru sebagai fasilitator sangat diharapkan dalam proses pembelajaran. Sedangkan siswa harus secara aktif, kritis, dan kreatif mengkonstuksi atau membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  28. Kurikulum 2013 adalah sebuah terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Memang dalam kurikulum 2013 diperlukan usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. Tantangan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah minimnya waktu sosialisasi dan pelatihan implementasi yang diberikan kepada guru pelaksana kurikulum 2013 tersebut. Masih banyaknya guru yang belum mampu menggunakan TIK dalam pembelajaran sehingga harapan perubahan yang digaungkan kurikulum ini belum begitu jelas dalam pelaksanaanya

    ReplyDelete
  30. Kurikulum 2013 merupakan perbaikan kurikulum sebelumnya, ditetapkan kurikulum 2013 memiliki harapan besar bagi terciptanya generasi-generasi yang lebih baik dengan menciptakan watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan mereka sekarang dan nanti dimasa depan. Siswa yang memiliki kerselarasan antara pengetahuan, spiritual dan kehidupan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  31. Eka Hedayani
    15709259008
    PPS PMat P2TK 2015

    Kurikulum 2013 di rancang oleh pemerintah dengan tujuan yang baik yaitu memperbaiki sistem pembelajaran menuju arah pembelajaran yang inovatif dan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Namun, hanya saja terganjal oleh persiapan yang terkesan mendadak dan kurang matang, apalagi sosialisasi mengenai kurikulum 2013 pun masih belum merata, terbukti dengan ada sebagian guru yang belum mengetahui tentang isi dari Kurikulum 2013.
    Tantangan yang harus dihadapi adalah Kurikulum 2013 belum dalam keadaan sehat / maksimal. Dikatakan sehat / maksimal jika keadaan suatu sistem pendidikan bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu sistem pendidikan juga dikatakan sehat / maksimal jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.
    Namun, bagaimanapun susunan dan rancangannya smengenai kurikulum 2013 tersebut, sebagai calon guru dan para guru, kita harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan terus menerus memperbaiki kualitas kita dan berpikir positif mengenai apa yang di selenggarakan pemerintah. Karena, apa yang diprogramkan pemerintah pastilah mempunyai tujuan dan maksud tertentu yaitu untuk memperbaiki dan memajukan Indonesia.

    ReplyDelete
  32. Elwan Stiadi (15709251037)
    PMat D PPs UNY
    Terkait dengan Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013, disini saya dapat mengambil point, bahwa keselarasan antara pemerintah dan semua pelaku pendidikan sangatlah penting. Artinya seperti dalam menyusun kurikulum hendaknya kalangan guru pun dilibatkan, sehingga guru punsudah terbiasa dan siap untuk melaksanakan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  33. Elwan Stiadi (15709251037)
    PMat D PPs UNY
    Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, metode saintifik tentu terkait dengan proses menemukan, namun disini tidak semua materi dapat diperoleh dengan cara penemuan dalam proses pembelajarannya, dimana ini memiliki arti bahwa ada juga ilmu yang langsung diberikan secara langsung tanpa adanya proses penemuan. Hal inilah yang menjadi kesulitan dalam pelaksanaan metode saintifik.

    ReplyDelete
  34. Guru sebagai fasilitator pendidikan harus terus berkembang dengan bergantinya jaman. Dan juga perlu untuk terus belajar tanpa henti agar menjadi guru yang profesional. Guru yang baik tentu akan menghasilkan siswa yang baik pula. Dengan begitu Indonesia akan menjadi negara yang sejahtera karena pendidikannya maju merata.

    ReplyDelete
  35. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Assalamualaikum wr.wb.
    Guru harus bisa menyesuaikan dengan keadaan zaman. Guru juga harus bisa beradaptasi cepat dengan perubahan kurikulum yang terjadi. Kurikulum 2013 memang secara konsep bagus untuk pembelajaran. Namun pada kenyataannya, tidak sesuai dengan dugaannya. Bnyak sekali hambatan dan kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 itu sendiri.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  36. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Assalamualaikum wr.wb.
    Guru harus bisa menyesuaikan dengan keadaan zaman. Guru juga harus bisa beradaptasi cepat dengan perubahan kurikulum yang terjadi. Kurikulum 2013 memang secara konsep bagus untuk pembelajaran. Namun pada kenyataannya, tidak sesuai dengan dugaannya. Bnyak sekali hambatan dan kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 itu sendiri. Misalnya, kurangnya perangkat pembelajaran yang sesuai dnegan kurikulum 2013.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  37. Brigita Wahyu M
    15709251089
    PPS 2015 PM.D

    Salah satu tantangan dalam pengimplementasian kurikulum 2013 adalah mengubah paradigm lama (teacher-centered)
    menuju paradigm baru (student-centered). Serta terdapat berbagai peraturan dan kebijakan pemerintah tidak sinkron dan bahkan saling bertentangan satu dengan lain dalam mencapai mind-set yang dikehendaki seperti Ujian Nasional yang secara substantif tidak mendukung paradigma student-centered.

    ReplyDelete
  38. NURFARAHIN FANI
    15709251008
    P MAT KELAS D
    Mengenai tantangan kurikulum 2013 adalah Globalisasi. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kurikulum 2013 mengharapkan guru dan siswa dapat beradaptasi dengan globalisasi, karena adanya persaingan internasional, maka keinginan dan permintaan mengenai hal-hal yang baru juga akan meningkat.

    ReplyDelete
  39. Meskipun kurikulum 2013 menimbulkan polemik dan kontroversi, namun haruslah diyakini bahwa kurikulum baru ini sebenarnya mencoba untuk mengambil hal-hal baik dari kurikulum sebelumnya dan berusaha untuk memperbaiki apa yang menjadi kekurangan. SKL kurikulum 13 mencakup 3 aspek yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) melalui pembelajaran yang kontekstual dan konstruktivis, bersifat student center. Pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) memang cocok untuk ilmu-ilmu alam, seperti mapel IPA dan matematika. Namun, bagaimanakah dengan ilmu-ilmu humaniora, seperti bahasa, dsb? Apakah juga harus menggunakan pendekatan tersebut? Rasa-rasanya agak kurang sesuai bila harus dipaksakan demikian. Adapun model-model pembelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum baru meliputi discovery/inquiry learning, project based learning dimana siswa menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah, serta collaborative learning. Perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, dan disinilah tugas dan tantangan bagi kita bersama untuk dapat mengimplementasikan kurikulum 2013 sesuai dengan landasan yuridisnya. Harapan kami sebagai calon pendidik, Kurikulum 2013 seharusnya menjadi suatu standar dalam proses pendidikan yang tidak membingungkan banyak pihak. Meskipun sekarang ada kemudahan untuk sekolah-sekolah yang belum mampu menerapkan Kurikulum 2013 boleh kembali menggunakan kurikulum yang lama, namun itu bukanlah suatu solusi yang baik sebenarnya. Harapan kami, Kurikulum 2013 ini diperbaiki kembali sehingga seluruh Indonesia dapat serentak menerapkan Kurikulum 2013.

    Sdyoko Susanto
    NIM. 15709259006
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete
  40. Widi Astuti
    15709259009
    PMat P2TK 2015
    Pada dasarnya tujuan dikembangkannya kurikulum 2013 adalah untuk memajukan pendidikan di Indonesia yang salah satunya melalui pembelajaran yang berbasis saintifik dengan menganut paham konstruktivisme. Alasan tentang pentingnya penilaian otentik yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan juga cukup kuat untuk merevisi penilaian sebelumnya yang cenderung dominan pada aspek pengetahuan, tetapi kemudian muncul berbagai masalah terkait pelaksanaannya baik dari segi siswa, guru maupun unsur pembelajaran yang lain. Hal itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah sedikit lebih bersabar untuk menunggu kurikulum baru tersebut benar-benar siap untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia pada semua jenjang pendidikan.

    ReplyDelete

  41. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.

    Kurikulum akan selalu berubah. Jangankan kurikulum, hal hal kecil lainnya dalam kehidupan pasti akan berubah karena memang tidak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya dinamis, bergerak dan berubah.

    Seorang guru yang paham akan tujuan dan berfilsafat terlebih dahulu maka beliau tidak akan memandang sebuah perubahan sebagai hal hal yang kontradiksi dengan kondisi sekarang. Beliau akan memandang perubahan kurikulum sebagai tantangan, ladang kebaikan dan ladang pahala yang jika ia semangat dalam mengerjakan dan menerapkannya maka beliau akan mendapatkan kebaikan lebih dari yang beliau perkirakan.

    Sudah hukum alam, setiap apapun itu memiliki peluang dan tantangan. Semua kembali kepada kita masing masing. Apakah kita bermental juara maupun tidak. Berbicara tentang kurikulum 2013, kurikulum ini dirancang untuk memperbaiki kekurangan pada kurikulum sebelumnya. Guru dituntut untuk inovatif, tidak menjadikan nilai/angka sebagai penilaian mutlak. Namun, sikap dan keterampilan juga menjadi indikator penting dalam penilaian. Hal ini mengajarkan bahwa potensi anak itu berbeda beda dan guru diharuskan untuk bisa menjadi fasilitator murid dalam mengarahkan dan mengembangkan potensinya.

    Terimakasih.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh.

    ReplyDelete
  42. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016

    Kurikulum 2013 menitikberatkan pada keaktifan siswa, dan guru hanya menjadi fasilitator. Dalam kurikulum ini siswa dituntut untuk memahami materi untuk bahan diskusi di kelas. Harapan dari kurikulum 2013 untuk menjadi solusi dari berbaga masalah-masalah pendidikan dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Disamping itu juga dengan adanya kurikulum 2013 ini dihaapkan mampu mengubah metode konvensional yang selama ini digunakan oleh sebagian besar guru di Indonesia menjadi metode yang berbasis saintifik, sehingga siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Sedangkan tantangan dari kurikulum 2013 adalah bagaiman mencapai harapan-harapan tersebut. Apakah bisa mengatasi persoalan-persoalan pendidikan dan mampukah kurikulum 2013 ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  43. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Kurikulum 2013 pada intinya merupakan sebuah INOVASI. Inovasi proses belajar mengajar yang berorientasikan pada siswa. Peran guru sangat penting untuk mewujudkan “keinginan” siswa dalam belajar. Namun berbagai tantangan masih menyelimuti, seperti halnya sarana dan prasarana yang belum merata diberikan kepada setiap sekolah. Maka, bersinergi merupakan salah satu cara dalam mewujudkan Kurikulum 2013 yang sesuai harapan kita semua.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com