Jun 17, 2013

Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013




Dear all,

Ass Wr Wb

Boleh dibaca Makalah saya terbaru berjudul "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013", yang saya presentasikan pada
Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), pada
Hari Selasa, 18 Juni 2013, dengan akses ke:

https://www.academia.edu/3727714/Tantangan_dan_Harapan_Kurikulum_2013

Demikian semoga bermanfaat.

Wss Wr Wb

Marsigit
__._,_.___

128 comments:

  1. Deary Putriani
    12301241012
    Pendidikan Matematika

    Guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah. Guru yang kita butuhkan untuk meningkatkan kuallitas pendidikan adalah mereka guru-guru yang teruji dan profesional dalam menjalankan tugasnya, Guru tersebut akan terlihat melalui sikap dalam menghadapi perubahan Kurikulum 2013 nantinya.

    ReplyDelete
  2. Suhariyono 15701251034 PEP S2 B
    Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari
    kelahiran republic ini memenag belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu system
    pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel,
    membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran
    internasional. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen
    pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Sistem
    ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan
    semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh
    pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan
    Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras
    dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas. Namun, sebagai guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan

    ReplyDelete
  3. Suhariyono 15701251034 PEP S2 B
    Agar dilakukan redefinisi tentang Orientasi Kurikulum yaitu bukan Pengembangan Kompetensi
    melainkan Pengembangan Ketrampilan Hidup. Perlu redefinisi Hakekat Belajar dan Hakekat
    Mengajar, yaitu bahwa Belajar adalah kegiatan eksplorasi dan Mengajar juga adalah Kegiatan
    Penelitian. Hal ini belum cukup, perlu ditambah bahwa Belajar adalah Membangun Hidup (Life
    Skill). Perlu redefinisi Metode Mengajar menuju Mngembangkan Ketrampilan Hidup (Life
    Skill), sehingga Metode Mengajar yang tepat adalah bersifat kontekstual, fleksibel, dinamis dan
    kreatif, misal : Metode Investigasi/Eksplorasi (yang disebut sebagai Metode Sain) dan Metode
    Diskusi. Perlunya kewajiban bagi guru untuk membuat LKS nya sendiri. Karena LKS selama ini
    hanya membeli dari Penerbit atau bantuan dari Pemerintah, dan itu belum termasuk criteria LKS
    yang benar, karena hanya merupakan Kumpulan Soal. RPP danLKS yang benar adalah RPP dan
    LKS yang membantu siswa mengembangkan Ketrampilan Hidup. Kurikulum 2013 juga harus
    meletakan landasan bagi pada akhirnya pemerintah harus berani melangkah untuk
    menghapuskan UAN.

    ReplyDelete
  4. Berdasarkan makalah, ada beberapa harapan dengan ditetapkannya kurikulum 2013, diantaranya adalah untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik dan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan prilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Namun karena kurikulum 2013 sendiri banyak memiliki persoalan secara ontologis, pedagogis, psikologis, dan empiris, maka tentu ini akan menjadi tantangan besar bagai guru,pendidik dan praktisi.

    Karina Nurwijayanti/PMat-B Pasca/15709251028

    ReplyDelete
  5. Arif Nur Fitriyanti
    12301241004
    Pendidikan Matematika 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Adanya kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dan siswa pada khususnya dan kualitas pendidikan pada umumnya. Memang dalam kurikulum 2013 diperlukan usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran. Sedangkan siswa harus secara aktif, kritis, dan kreatif mengkonstuksi atau membangun pengetahuan sesuai hasil pengamatan dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian nantinya dalam pendidikan siswa tidak akan dijejali teori tanpa praktik dan siswa akan beranggapan bahwa Belajar adalah Kebutuhan.

    ReplyDelete
  6. Pemerintah dalam implementasi kurikulum 2013 yaitu Eek apakah bisa diterapkan ke dalam semua disiplin ilmu (termasuk ilmu-ilmmu humaniora), mengabaikan beberapa aspek yang pertama tentang digunakannya pendekatan tematik dan integrative, penerapan kurikulum 2013 akan menimbulkan efek kualitatif yang signiifikans bagi kemajun bangsa. Pemerintah pun kurang cermat, tidak sistematis dan tidak mempunyai konsep yang akuntabel dan sustainabel dan hanya bersifat simtomatif. Metode pembelajaran pun belum jelas sehingga guru masih menggunakan metode tradisional dalam proses pembelajarannya.

    ReplyDelete
  7. Kurikulum 2013 sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara sebagai pedoman untuk menvapai pendidikan nasional. Adanya struktur kurikulum juga menggambarkan mengenai posisi siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di jenjang pendidikan. Dalam skema kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membeentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan siswa.

    ReplyDelete
  8. Dari semua uraian yang ada di atas, semoga kita semua menyadri tentang tujuan utam pendidikan nasional. Dan semoga dari pembelajaran implementasi kurikulum 2013 yang kurang dapat mewujudkn tujuan pendidikan, pemerinah lebih berhati-haii lagi dalam mengimplementasikn kurikulum yang baru dan memantapkan kurikulum agar tidak terulang lagi seperti kesalahan kurikulum sebelumnya. Semoga menjadi pengalaman yang baik agar tidak masuk dalam lubang yang sama. Ambil yang positif yang lama dan perbaikan kesalahan pada sebelumnya agar menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  9. Dimas Angga Nur Sasongko
    12301241005
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012

    Banyak perdebatan mengenai bergantinya KTSP ke Kurikulum 13. Meskipun begitu sebenarnya sintaks dan isi dari kurikulum 13 ini sangat bagus. Salah satunya dengan metode pembelajarannya yang inovatif dan bervariasi. Ada beberapa tanggapan bahwa para guru belum sanggup dan kurang informasi terhadap pelaksanaan Kurikulum 13 ini. sepintas ingat perkataan salah satu dosen sebut saja Ibu DJ______ , jadilah guru yang tidak wegah wegahan. seorang guru tentunya rela apapun demi kemajuan siswanya. Semoga Kurikulum 13 ini akan mendorong siswa untuk berfikir kreatif, mengubah pembelajaran berpusat pada siswa, tidak membosankan dan selalu menyenangkan.
    Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  10. Rizqy Umami
    15701251042
    PPS/Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Kelas B
    Implementasi kurikulum yang terkesan terburu-buru, mendesak atau apalah istilahnya memang perlu dikritisi oleh kaum akademik karena sebenarnya kurikulum KTSP yang sebelumnya sedang dijalankan pun sudah cukup baik untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, atau menghasilkan insan yang berkualitas. Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 tentu banyak tantangan yang dihadapi, dari SDM yang belum mumpuni dalam menerapkan metode scientifik hingga jumlah buku yang juga belum mencukupi, tentunya hal tersebut akan menghambat pencapaian maksimal dalam pembelajaran. penghapusan beberapa mata pelajaran dan pemampatan waktu belajar siswa yang semakin lama juga tidak serta merta mampu memaksimalkan hasil belajar, yang ada justru berbagai masalah lain muncul, dari kebingungan para guru yang mengampu mata pelajaran yang dihapus, kemudian ketidaksesuaian silabus untuk diterapkan pada daerah tertentu, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  11. Rizqy Umami
    15701251042
    PPS/Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Kelas B
    Namun diluar berbagai permasalahan yang akan menjadi tantangan tersebut, tentu kebijakan ini dibuat dalam rangka perbaikan sistem pendidikan kita yang hingga saat ini belum mampu mencapai tujuan secara efektif. Tentunya harapan pemerintah membuat kebijakan ini adalah demi kemajuan bangsa. Tetapi implementasi yang terkesan dipaksaan untuk segera dilakukan setidaknya semakin melegitimasi istilah "ganti pemimpin ganti kebijakan", dimana pendidikan dijadikan lahan berbagai proyek pemerintah yang hanya menguntungkan segelintir pihak. sudah sepatutnya pemerintah lebih bijak dan mempersiapkan dengan baik apabila memutuskan suatu kebijakan agar tidak terkesan hanya menghambur-hamburkan dana atau sekedar proyek belaka.

    ReplyDelete
  12. Kurikulum 2013 yang diharapkan dapat menjadi terobosan bagi solusi berbagai problematika pendidikan di Indonesia, ternyata dianggap belum dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia. Sampai saat ini pendidikan di Indonesia masih dalam keadaan tidak sehat. Sehatnya keadaan suatu sistem pendidikan dapat ditinjau dari sifat sistem itu yang mana keadaan sehat suatu pendidikan jika bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional serta konsisten pada kebijakan-kebijakannya.

    ReplyDelete
  13. Meskipun, dalam pelaksanaannya yang masih terbilang baru, pada proses penerapannya hingga saat ini, kurikulum 2013 diharapkan tetap dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia meskipun tidak sepenuhnya dapat menyelesaikan berbagai problematika pendidikan di Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan adanya kurikulum 2013 dapat mengubah paradigma pembelajaran dari konvensional menjadi innovative learning, dari pembelajaran teacher-centered menjadi pembelajaran student-centered, dari siswa pasif menjadi siswa aktif sehingga dapat mengembangkan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  14. Kurikulum 2013 adalah suatu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Agar sesuai dengan tujuannya, maka siswa , guru, serta pelaku pendidikan lainnya perlu memahami krikulum ini agar tidak ada lagi miskonsepsi yang mengakibatkan masalah dalam pelaksanaan kurikulum ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi berulang kepada pelaku pendidikan khususnya guru.

    ReplyDelete
  15. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Kurikulum 2013 seyogyanya telah dilaksanakan, meskipun tidak serentak dan sama rata, oleh institusi pendidikan formal di Indonesia. Tentu ada banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Sekarang sudah tahun 2015, dimana bisa kita lihat bahwa terjadi penarikan kembali kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum sebelumnya. Hal tersebut karena, di lapangan ditemukan bahwa tidak hanya guru, tetapi juga siswa merasa bingung dengan apa yang hendak mereka lakukan dalam aktivitas pembelajaran formal di sekolah yang bisa sesuai dengan kemampuan mereka dan sesuai dengan kehendak kurikulum.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. HARAPAN:
    • Munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi.
    • Adanya kompetensi yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
    • Kompetensi yang dimaksud menggambarkan secara holistic domain sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.
    • Banyak kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan seperti pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan.
    • Hal yang paling menarik dari kurikulum 2013 ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial. Hal ini mulai dari perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
    • Standar penilaian mengarahkan kepada penilaian berbasis kompetensi seperti sikap, ketrampilan dan pengetahuan secara proporsional.
    • Mengharuskan adanya remediasi secara berkala.
    • Sifat pembelajaran sangat kontekstual.
    • Meningkatkan motivasi mengajar dengan meningkatkan kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal.
    • Ada rambu-rambu yang jelas bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran (buku induk)
    • Guru berperan sebagai fasilitator
    • Diharapkan kreatifitas guru akan semakin meningkat
    • Efisiensi dalam manajemen sekolah contohnya dalam pengadaan buku, dimana buku sudah disiapkan dari pusat
    • Sekolah dapat memperoleh pendampingan dari pusat dan memperoleh koordinasi dan supervise dari daerah

    ReplyDelete
  18. TANTANGAN:
    • Kurangnya pemahaman guru dengan konsep pendekatan scientific
    • Kurangnya ketrampilan guru merancang RPP
    • Guru tidak banyak yang menguasai penilaian autentik
    • Tugas menganalisis SKL, KI, KD buku siswa dan buku guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, dan banyaknya guru yang hanya menjadi plagiat dalam kasus ini.
    • Tidak pernahnya guru dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013, karena pemerintah cenderung melihat guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama.
    • Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013 karena UN masih menjadi factor penghambat.
    • Terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik, belum lagi persoalan guru yang kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang dia ampu.
    • Beban belajar siswa dan guru terlalu berat, sehingga waktu belajar di sekolah terlalu lama.
    • Timbulnya kecemasan khususnya guru mata pelajaran yang dihapus yaitu KPPI, IPA dan Kewirausahaan dan terancam sertifikasiya dicabut.
    • Sebagian besar guru masih terbiasa menggunakan cara konvensional
    • Penguasaan teknologi dan informasi untuk pembelajaran masih terbatas.
    • Guru tidak tiap dengan perubahan
    • Kurangnya kekmampaun guru dalam proses penilaian sikap, ketrampilan dan pengetahuan secara holistic.
    • Kreatifitas dalam pengembangan silabus berkurang
    • Otonomi sekolah dalam pengembangan kurikulum berkurang
    • Sekolah tidak mandiri dalam menyikapi kurikulum
    • Tingkat keaktifan siswa belum merata
    • KBM umumnya saat ini mash konvensional
    • Belum semua guru memahami sistem penilaian sikap dan ketrampilan.
    • Menambah beban kerja guru.

    ReplyDelete
  19. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Sebaiknya pelaksanaan kurikulum 2013 memerlukan penyempurnaan sebagaimana kurikulum-kurikulum terdahulu juga disempurnakan. Mungkin pelatihan dan penyuluhan mengenai apa itu kurikulum 2013, bagaimana pelaksanaannya dalam pembelajaran, dan bagaimana aktivitas pembelajaran berlangsung, lebih dulu diutamakan yang digunakana sebagai awal perencanaan dari suatu pelaksanaan kurikulum agar dapat dilaksanakan secara efektif dan bijaksana.

    ReplyDelete
  20. Agusti Eka Dyah Larasati
    12313244015
    Pendidikan Matematika (int)

    Semua kurikulum dibuat untuk memenuhi kebutuhan siswa. Namun, kebutuhan dan kondisi siswa di desa tentu berbeda dengan siswa yang tinggal di kota. Untuk itu, diperlukan kurikulum untuk memenuhi tantangan tersebut.


    ReplyDelete
  21. Banyak sekali keunggulan metode saintifik yang diangkat oleh kurikulum 2013. Yang dibutuhkan untuk merasakan keunggulan tesebut adalah kesiapan guru agar dapat optimal menggunakan metode tersebut. Tugas pendidik, sebagai orang yang mengamati langsung kondisi dan kebutuhan siswa, untuk membuat atau menciptakan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kondisi siswa yang berbeda-beda dengan menggunakan secara optimal metode yang diangkat kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  22. Kurikulum 2013 dan kurikulum-kurikulum sebelumnya secara umum tentunya bertujuan untuk mewujudakan tujuan pendidikan itu snediri. Menurut pemahaman saya bahwa Kurikulum 2013 lebih mengutamakan pada produktif, kreatif, inovatif, kredibel dan kemandirian. Jadi dalam kurikulum 2013 baik guru maupun siswa diharapkan lebih produktif, kreatif, inovatif, kredibel dan mandiri dalam mengaplikasikan kurikulum 2013.

    Edi Wahyudi_15709251086
    PPS_PMat_B_2015

    ReplyDelete
  23. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Tantangan dan harapan kurikulum 2013 menurut analisis pengamatan pribdi saya berdasarkan pengalaman adalah sebagai berikut:
    tantangan:
    1. Penilaian yang mencakup ranah yang luas
    2. Penggunaan Metode dan teknik pembelajaran yang masih kurang relevan dengan tujuan pembealajaran
    3. penggunaan alat peraga
    4. mengaktifkan peserta didik
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  24. Dari pembelajaran kurikulum 2013 yang mengutamakan pada : (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Ada harapan yaitu semakin baiknya mutu pendidikan untuk bersaing di kancah dunia internasional, serta terciptanya siswa yang memiliki jiwa yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.

    ReplyDelete
  25. adapun tantangan yang dihadapi yaitu berkaitan dengan kompetensi guru yang mana siap atau tidak dalam mengelola pemebalajarannya. Pengelolaan mulai dari persiapan, persiapan mengenai metode pembelajaran yang digunakan, media yang digunakan, saat pengelolaan dalam kelas, kemudian pada saat evaluasi. Secara keseluruhan mungkin tantangan itu berada pada diri guru sendiri.
    Namun tidak memungkiri berada pada diri siswa, yaitu bagaimana cara agar siswa ini berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Sebenarnya sintak dan isi dari kurikulum 2013 sangatlah bagus dibandingkan kurikulum sebelumnya karena menggunakan model saintifik yang membuat pembelajaran lebih inovatif dengan menerapkan 5-M yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasikan, dan Mengkomunikasikan. Dengan begitu proses pembelajaran menjurus ke student-center yang berpusat pada peserta didik dimana guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Namun dalam kenyataannya pelaksanaan kurikulum 2013 kurang optimal karena membuat para guru menjadi bingung dimana masih kurang arahan dari pusat bagaimana pelaksanaannya tepat. Oleh sebab itu, perlu dukungan dan kerjasama yang bagus untuk menerapkan suatu kurikulum sehingga nantinya dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

    ReplyDelete
  27. Dalam proses pembelajaran kurikulum 2013 setiap anak di tuntut memecahkan masalah yang ada mereka harus aktif agar anak lebih memaknai pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tidak hanya mendatangkan ilmu dan wawasan baru bagi anak, tetapi juga memberi anak sikap dan membangun karakter positif. Pada pembelajaran sesungguhnya, banyak guru yang masih bingung atas prosesnya, dan kemampuan siswa yang rendah tidak dapat mengikuti pembelajaran yang sudah diterapkan. Untuk itu perlu diadakan perubahan perubahan yang menyempurnakan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  28. Bismillahirrahmaanirrahiim...
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Kurikulum 2013 merupakan salah satu program terbaru pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia. Namun jika diamati, sudah berapak kali pemerintah mengganti kurikulum? Apakah setelah kurikulum 2013 ini bakal ada kurikulum baru lagi yang akan diterapkan?
    Salah satu cara untuk mengetahui sehat tidaknya suatu praktek kependidikan adalah dengan cara melihat konsistensi berbagai produk hukum sertakebijakan implementasi di lapangan. Masih terdapat masalah dalam proses implementasi kurikulum 2013 di masyarakat. Memang benar kurikulum 2013 ini sekarang sudah mulai lebih membiarkan proses belajar menjadi student center dan bukan lagi teacher center, guru pun sudah mulai dituntut agar lebih kreatif lagi dalam mengembangkan media pembelajaran bahkan lks yang akan mereka gunakan, walau demikian masih terdapat beberapa kendala-kendala dan sepertinya itu berasal dari pusat, kita pun hanya bisa menunggu kapan sepenuhnya kurikulum 2013 ini dapat diterapkan serta dipahami oleh semua instansi pendidikan di Indonesia ini, apakah setelah ganti menteri nanti akan ada penggantian lagi?

    Sekian komentar saya, disini saya hanya sekedar menyampaikan sedikit opini saya, terima kasih.
    Wasaalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  29. Tentunya guru memang harus siap dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di dunia pendidikan. Hal ini juga harus dihadapi dengan kepala dingin. Guru harus mempelajari terlebih dahulu segala perubahan yang terjadi. Jangan hanya menerima perubahan tetapi kita sendiri tidak menegnal dan tau betul tentang perubahan itu. Oleh karena itu kita harus belajar untuk dapat berfikir lebih terbuka.

    ReplyDelete
  30. ERIF AHDHIANTO
    15703261018
    IP DIKDAS 2015
    Penerapan kurikulum 2013 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mewujudkan cita-cita pendidikan. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan. dengan adanya kurikulum 2013 guru diharapkan mampu mengubah paradigma mengajar menjadi berpusat pada siswa, artinya guru sebagai faslilitator dan motivator. siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  31. Penerapan kurikulum 2013 memang bagus untuk menumbuhkan kreatifitas dan keaktifan anak. Anak jadi lebih ikut berpartisipasi, mandiri dan tidak tergantung oleh guru. Siswa dituntut untuk dapat membangun konsep dan pengetahuannya sendiri. Namun yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kurikulum 2013 adalah sosialisasi yang belum merata di semua sekolah, kemudian belum semua guru dapat memahami mengenai pelaksanaan kurikulum 2013, serta ribetny penilaian yang ada di dalam kurikulum 2013 bagi sebagian guru.

    ReplyDelete
  32. Kegiatan pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Tantangan yang harus dihadapi adalah Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari dulu belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu sistem pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu sistem pendidikan juga dikatakan sehat jika di antara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten.

    ReplyDelete
  33. Sistem ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas. Itulah beberapa hal yang menjadi tantangan untuk pelaksanaan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  34. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang paling baru yang ada di negara. Kurikulum 2013 mempunyai tujuan yang sangat baik namun sayangnya kurang mendapatkan dukungan dari semua pihak terutama guru. Guru sebagai pelaksana pendidikan seharusnya mampu mendukung secara sepenuhnya kepada kurikulum 2013. Meskipun sebenarnya dalam menjalankannya akan banyak tantangan. Salah satu tantanganya adalah sistem penilaian yang sangat luas.

    ReplyDelete
  35. Kurikulum 2013 yang pernah diberlakukan dalam pendidikan Indonesia masih mengalami beberapa kendala pada saat diterapkan di sekolah-sekolah. Kendala-kendala tersebut antara lain masih kurangnya pengetahuan guru mengenai proses pembelajaran yang sesuai serta penilaiannya yang terbilang lebih rumit. Hal ini bukan berarti bahwa K-13 tidak baik, namun mungkin harus lebih dipersiapkan lagi agar kedepannya dapat menjadi kurikulum yang lebih baik. Adanya sekolah yang kembali menggunakan KTSP dan sebagian masih bertahan menggunakan K-13 bisa menjadi sampel hasil penerapan dan penggunaan kueirkulum tersebut di sekolah.

    ReplyDelete
  36. Lahirnya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 dilatarbelakangi sistem pendidikan Indonesia yang ingin mengacu ke sistem non tradisional/konvensional ke pendidikan inovatif yang berbasis student center. Namun yang menjadi tantangan luar biasa adalah menjadikan subjek belajar mau dan bisa menerima sistem pendidikan ini. Di negara maju, anak memang sudah di biasakan discovery sejak kecil, namun di Indonesia siswa masih ketergantungan dengan sistem teacher center. Itu yang menjadi salah satu polemik bagi kurikulum 2013.

    Novia Nuraini
    12301241018

    ReplyDelete
  37. Pendidikan di Indonesia saat ini masih dalam proses mencari jati diri. tantangan zaman di saat ini merupakan sebuah fakta bahwa pendidikan di Indonesia mengharuskan terjadinya perubahan. oleh karena itu, pemerintah telah berusaha untuk mengeluarkan kebijakan untuk menerapkan kurikulum 2013. Adanya kurikulum 2013 ini berbagai harapan oleh pemerintah agar pendidikan di Indonesia lebih baik. salah satu tujuannya adalah meningkatkan rasa ingin tahu siswa dengan mendorong siswa untuk aktif, dimana siswa sebagai pusat pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  38. Kurikulum 2013 juga dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Guru sebagai komponen utama dalam menjalankan sistem pembelajaran di kelas masih banyak yang mengatakan mereka belum memiliki kesiapan. kemudian sistem penilaian dengan mengacu pada kurikulum 2013 juga masih dipersoalkan. Selain itu, tidak ada penjelasan bagaimana guru membantu siswa mencapai kompetensinsi atau memperoleh ketrampilan membangun hidupnya. oleh karena itu, diharapkan agar siswa perlu memperoleh ketrampilan membangun hidup seperti yang terdapat dalam makalah Pak Marsigit yaitu Siswa Perlu Melalui Tahap-Tahap Hirarkhis yakni meliputi will, Attitude, Knowledge ,Skill, And Experience.

    ReplyDelete
  39. Berbagai persoalan terkait dengan kurikulum 2013 ini diharapkan seluruh komponen dalam sistem pendidikan terutama yang menjalankan pendidikan tersebut agar lebih aktif dalam menyukseskan pendidikan yang lebih baik. Kegiatan seperti sosialisasi bagi guru juga sangat penting untuk menambah pengetahuan tentang kurikulum 2013. Kemudian guru juga perlu aktif dalam mengikuti MGMP, diklat, seminar-seminar dan sebagainya agar guru sebagai pelaksana pembelajaran lebih mudah ketika mengimplementasi pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  40. Kurikulum 2013 adalah harapan agar pendidikan matematika pada khususnya berjalan dengan lebih baik. Akan tetapi harapan tersebut menjadi tantangan yang sangat berat terutama untuk siswa. Siswa dituntut dengan sedemikian banyak beban belajar dan sering kita melupakan psikologinya dalam belajar selama ini. Kurangnya kepercayaan terhadap kemandirian belajar siswa juga semakin memberatkan pelaksanaan 2013.
    Oleh karenanya kita harus berikhtiar sebaik mungkin dan mohon ampun jika selama ini kita telah berbangga menerapkan kurikulum 2013 tanpa melihat psilologi siswa. Perlu kerja sama semua pihak agar masalah ini dapat teratasi

    ReplyDelete
  41. Suatu sistem pendidikan yang baik tentu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Tantangan-tantangan yang akan dihadapi ke depan juga akan semakin berat ditengah persaingan dunia. Kurikulum 2013 diharapkan mampu memberikan angin segar bagi seluruh praktisi pendidikan dengan catatan kurikulum ini bisa membuat pendidikan menjadi lebihberkualitas. Inovasi kurikulum 2013 kemungkinan bisa mengatasi masalh pendidikan ketika pelaksanaan sudah terencana dan matang. Tantangan-tantangan memang selalu menjadi suatu ha l yang pasti ada, praktisi pendidikan terutama guru menjadi ujung tombak dalam melakasanakan tugas ini harus mampu melaksanakan dengan baik.

    ReplyDelete
  42. Tantangan kurikulum 2013 memang berat. Terang saja, karena persiapan untuk kurikulum itu sendiripun belum terlalu matang. Bahkan bagi beberapa praktisi pendidikan dan ahli pendidikan lainnya, kurikulum2013 masih belum dimasak dengan baik. Akibatnya ada beberapa bagian yang masih mentah dan perlu diolah kembali. Tantangan evaluasi, pemanfaatan alat peraga, keaktifan siswa, dan variasi metode bagi kebanyakan guru merupakan hal yang tidak mudah. Bagaimana tidak, sudah bertahun-tahun lamanya guru merasakan kenyamanan mengajar secara konvensional. Jikalau dituntut demikian, maka yang terjadi adalah itu hanya sebatas tulisan dalam bingkaiRPP. Kenyataan dan pelaksanaannya di dalam kelas tidaklah demikian. Oleh karena itu, perlu kiranya penyempurnaan pada kurikulum 2013, khususnya pada bagian-bagian yang belum matang seperti yang sudah sering diperdendangkan oleh praktisi dan ahli pendidikan di berbagai media.

    Diena Frentika (15709251047) PMat B
    differensialmatematika.blogspot.com

    ReplyDelete
  43. Afif Rizal
    12313244002
    Pendidikan Matematika Inter. 2012

    Terima kasih Bapak Prof. Marsigit telah membagikan link tentang tantangan dan harapan kurikulum 2013. InsyaAllah isi dari link tersebut akan bermanfaat bagi kami selaku pembaca dan selaku calon guru, karena pada saat ini Indonesia masih menjalankan kurikulum tersebut, dan mungkin juga untuk tahun-tahun berikutnya. Semoga postingan kali ini dapat menjadi amal bagi Bapak sekeluarga. Aamiin.

    ReplyDelete
  44. Kita tahu bahwa Indonesia telah gagal dalam menjalankan kurikulum 2013 dan saat ini sebagian besar sekolah menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP. Mungkin bisa dibilang belum maksimal, bukan gagal. Hal ini terjadi karena kurangnya persiapan Indonesia dalam menghadapi kurikulum 2013 ini. Kurikulum 2013 memang kurikulum yang bagus, tujuannya sangat baik bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, namun karena masih kurangnya persiapan, hal ini berakibat terjadi kesalahan-kesalahan dan sempat kurikulum 2013 menjadi bahan lelucon sekaligus ejekan, karena segalanya dilakukan oleh siswa, sedangkan guru tidak melakukan apa-apa, hanya menerima gaji. Seperti itu ejekan yang pernah saya dengar.

    ReplyDelete
  45. Hal tersebut dapat terjadi karena para guru belum siap menerima dan menjalankan kurikulum 2013 ini. Guru belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menghandle kurikulum 2013, sehingga kurikulum 2013 menjadi bumerang bagi guru dan pendidikan Indonesia. Sehingga untuk saat ini kurikulum 2013 sedang diperbaiki dan diberhentikan, sembari menunggu tenaga kependidikan siap menghadapi tantangan yang diberikan oleh kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  46. Setiap kurikulum yang telah diterapkan, sedang diterapkan pemerintah pastilah memiliki kelemahan dan kelebihan. Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu mengalami perubahan paradigma antara lain (1) siswa menjadi mencari tahu bukan diberi tahu, (2) Guru bukan satu-satunya sumber belajar melainkan bisa darimana saja, (3) Pembelajaran mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. Pada kurikulum 2013 Pembelajaran lebih menerapkan nilai-nilai Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani. Dalam pembelajaran 2013 pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

    ReplyDelete
  47. Perubahan kurikulum di Indonesia disebabkan karena harus mengikuti perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Karena kurikulum harus kembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan kurikulum juga membuat alokasi dana pendidikan di Indonesia juga membengkak. Perkembangan kurikulum pun diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus yang nantinya akan membanggakan bangsa dan negara. Kurikulum dirancang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Perbedaan kurikulum dari waktu ke waktu hanya terletak pada tujuan pendidikan dan bagaimana cara menerapkannya agar pendidikan di Indonesia semakin maju.

    ReplyDelete
  48. Kurikulum pendidikan seharusnya merupakan konsep yang realistis dan dapat dengan mudah diterapkan. Tuntutan kompetensinya pun sampai ke ranah spiritual. Penerapan kurikulum harus dilihat dari subjek yang menerapkan dan objek yang diajarkan. Harusnya dalam penerapan kurikulum harus disertai dengan forum pelatihan. Karena banyak guru yang masih bingung dalam hal penerapannya, guru hanya dibekali teori tanpa bisa mengondisikan keadaan sebenarnya. Karena gagalnya kurikulum bisa terjadi karena guru yang tidak bisa mengimplementasikan kurikulum kepada siswanya.

    ReplyDelete
  49. Menerapkan kurikulum 2013 saat ini mungkin dirasa sulit mengingat persiapan yang dibuat belumlah matang. Akan tetapi perubahan harus tetap terjadi untuk mengimbangi kebutuhan. Umumnya kurikulum berubah setiap lima tahun sekali. Walaupun berubah, tetapi perubahan tersebut tidak lah total/berubah semuanya. Ada hal-hal yang tidak berubah seperti mengacu pada tujuan nasional bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa.

    ReplyDelete
  50. Kurikulum 2013 pada penerapannya dalam pembelajaran di sekolah menekankan pada metode saintifik yang menuntut keaktifan dan kemandirian siswa dalam dalam belajar dan membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini memberikan harapan bahwa akan ada perubahan ke arah yang lebih baik dan adanya peningkatan kualitas dalam bidang pendidikan. Namun suatu rancangan kerja yang baik akan mencapai hasil yang maksimal jika tidak dibarengi dengan kualitas sumber daya yang baik pula seperti kompentensi guru, kepala sekolah, serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Pada kenyataan di lapangan, sebagian besar sumber daya tersebut belum siap untuk menyambut implementais kurikulum 2013. Karena itu, diperlukan persiapan yang lebih matang lagi dengan dukungan yang baik dari pemerintah dan membutuhkan proses yang tidak singkat.

    ReplyDelete
  51. Tita Ayu K
    12301241024
    P.Mat 2012

    Sangat banyak tantangan dan harapan dari kurikulum 2013 untuk menjadi lebih baik dan dapat menjadi alat untuk siswa belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus siap untuk memfasilitasi semua kebutuhan belajar siswa, baik dari guru, serta sarana prasarana penunjang lainnya. Sisi persiapan kurikulum sebelum diterapkan juga harus diperhatikan, sehingga kurikulum tidak terkesan setengah-setengah dalam implementasinya dalam pendidikan. Butuh pembenahan di berbagai bidang agar pendidikan di Indonesia, menurut kuantitas dan kualitas, dapat menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  52. Tita Ayu K
    12301241024
    P.Mat 2012

    Mengutip kalimat dalam makalah Prof.Marsigit, yakni keadaan sehat suatu system pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel,membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Sebagai calon guru, mahasiswa pendidikan juga harus mempersiapkan diri dalam meperbaiki pendidikan Indonesia serta membawa pendidikan Indonesia pada tataran internasional. Menjadi guru yang akuntabel dan sustainabel adalah salah satu kunci kesuksesan seorang guru. Pemerintah juga sebaiknya mendorong guru untuk berkembang dengan memperbaiki sarana pengembangan guru, misalnya LPTK yang akuntabel dan sustainabel.

    ReplyDelete
  53. Sebagai pendidik dan calon pendidik kita harus terus belajar agar mampu memenuhi tuntutan dunia pendidikan saat ini dan masa yang akan datang. Pemerintah pasti telah memikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Untuk itulah dibutuhkan guru-guru yang teruji dan profesional. Harapannya kedepan setiap komponen dalam dunia pendidikan saling beriringan dan bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia baik dari segi pemerataan pendidikan, fasilitas, sumber daya, dll.

    ReplyDelete
  54. Belum hilang ingatan kita polemik guru dihebohkan tentang pemahaman implementasi dan penerapannya kurikulum 2013, baru-baru ini ada kebijakan baru mengenai pelaksanaan kurikulum yang penilaiannya kembali ke rentang 0 - 100, menjadi pekerjaan tambahan guru yang mengandung masalah pelik, misalkan bagaimana penulisan rapor siswa, kemaren menggunakan rentang penilaian 0- 4, apakah semester ini harus dirubah menggunakan rentang 0 – 100, apakah semester kemaren diganti. Ini masalah yang terjadi tetapi tidak pernah guru harapkan.

    Retno Kusumadewi
    15709251059
    S2.Pend.Mat.KL. A/D
    Retnodewimath.blogspot.com

    ReplyDelete
  55. Harapan kurikulum 2013 adalah membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik dan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Sedangkan tantangannya menurut saya, bagi guru, adalah guru harus mampu secara kreatif menciptakan fasilitas-fasilitas bagi siswa agar dapat membangun pengetahuannya sendiri. Kemudian juga merubah paradigma yang telah tertanam sejak dulu, dari pembelajaran teacher-centered ke student-centered.

    ReplyDelete
  56. Saya adalah mahasiswa semester 7, untuk mencari pengalaman kerja maka saya mulai untuk membuka les privat. Banyak murid saya yang berasal dari sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Ketika di sekolah mereka diajarkan untuk belajar mandiri/ membangun pengetahuannya sendiri. Namun banyak siswa yang tidak mampu memahami materi, yang pada akhirnya les privat dan bimbel menjadi andalan. Di les privat dan bimbel anak cenderung memperoleh pengetahuan murni dari penjelasan tentor. Maka dari itu ada ketimpangan yang besar antara proses di sekolah dan les. Maka dari itu kemudian efek dari kurikulum 2013 ini tak banyak kelihatan.

    ReplyDelete
  57. Wulandari
    12313244019
    Int Mathematic Education 2012

    Kurikulum menjadi salah satuhal pending dalam proses pendidikan, karena kurikulum menjadi hal yang mendasai sistem pendidikan yang akan diterapkan.Kurikulum 2013 memiliki banyak hal yang bersifat idealis dalam tujuannya, tapi sangat banyak kesenjangan ketika mengimplementasikannya. Guru dkatakan belum siap dalam menjalankannya. Terbukti dengan banyak guru yang masih mengajar yang hanya berorientasi pada materi.Kurikulum 2013 terkesan mendadak dan tergesa-gesa untuk diterapkan.

    ReplyDelete
  58. Wulandari
    12313244019
    Int Mathematic Education 2012

    Kurikulum menjadi salah satuhal pending dalam proses pendidikan, karena kurikulum menjadi hal yang mendasai sistem pendidikan yang akan diterapkan.Kurikulum 2013 memiliki banyak hal yang bersifat idealis dalam tujuannya, tapi sangat banyak kesenjangan ketika mengimplementasikannya. Guru dkatakan belum siap dalam menjalankannya. Terbukti dengan banyak guru yang masih mengajar yang hanya berorientasi pada materi.Kurikulum 2013 terkesan mendadak dan tergesa-gesa untuk diterapkan.

    ReplyDelete
  59. Selainitu, banyak hal yang perlu penyeesuaian dari sistem yang diterapkan pada kurikulum 2013, karena siswa merasa kaget engan sistem baru tersebut, yang sebelumnya menerapkan KTSP. Ada beberapa mata pelajaran yang dihapuskan, jam yang dimampatkan, itu menjai suatu hal yang memberatkan guru dan siswa.Untuk guru, mereka dituntut untuk menerapkan dan menananmkan nilai-nilai danajaran dari semua aspek,dengan jam ang semakin dipersempit dan penghapusan mape yang seharusnya diajakarkan pada mapel tersebut. Untuk siswa,terlalu banyak hal yang dipelajari siswa, sehingga kurang maksimalnya proses pembeljaran yang dijalankan.

    ReplyDelete
  60. permasalahan kurikulum merupakan secuil dari permasalahan pendidikan di negara kita. sebenarnya untuk memajukan pendidikan kita tidak selalu harus mengganti kurikulum, karena sebenarnya kurikulum adalah alat untuk mengembangkan sistem penididikan. tetapi untuk menyusun alat tersebut kita memerlukan landasan teoritis dan praktis yang kuat yang bersumber pada ideologi pendidikan kita

    ReplyDelete
  61. mengenai ideologi pendidikan, saya rasa negara kita belum jelas menganut ideologi pendidikan yang mana. jikapun ada hal tersebut sebatas simbolisasi saja. jika ideologi pendidikan kita sudah dimantapkan hal ini akan mewujudkan prinsip pendidikan yang permanen dan menghindarkan pada ideologi subjektif (ganti mentri, ganti kurikulum). harapan untuk kurikulum ini kedepan adalah perlu adanya kematangan dari segi konten dengan mempertimbangkan aspek materi, pedagogik, terutama psikologis siswa. dan kesiapan guru yang akan melaksanakan kurikulum 2013 ini

    ReplyDelete
  62. Karena kurikulum harus kembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan kurikulum juga membuat alokasi dana pendidikan di Indonesia juga membengkak. Perkembangan kurikulum pun diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus yang nantinya akan membanggakan bangsa dan negara.

    ReplyDelete
  63. Christina Lusiana Hari
    PPS Pmat C (15709251073)

    Dalam pelaksanaan kurikulum 2013,terdapat banyak kendala yang dihadapi antara lain kurangnya kesiapan guru dan siswa,sarana dan prasarana yang kurang mendukung serta kurangnya sosialisasi tentang kurikulum ini.Namun yang menjadi harapannya adalah tujuan yang ingin dicapai yakni siswa semakin kreatif dan trampil sedangkan guru menjadi lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya.

    ReplyDelete
  64. Fitri Ratnasari
    15709251032
    PPS Pmat C 2015

    Dibalik pro dan kontra nya sebuah keputusan kita sebagai rakyat indonesia berhak mengeluarkan pendapat yang mendukung ataupun tidak mendukung kurikulum 2013. Ada atau tidak adanya seuah kurikulum juga bergantung pada kualitas tenaga pendidiknya dan masyarakat Indonesia sendiri. Ketika kurikulum telah dibuat sesempurna mungkin, akan tetapi para Educator maupun publik belum siap maka pendidikan tidak akan berjalan dengan lancar.

    ReplyDelete
  65. Mauliana Asnal
    15709251063
    Pendidikan Matematika PPS UNY Kelas C

    Adanya perubahan kurikulum merupakan upaya untuk menjadi kurikulum lebih baik. Namun kurikulum yang ada masih terdapat kekurangan. Sosialisasi kurikulum 2013 masih belum maksimal. Sehinga saat dilapangan guru masih belum paham tentang kurikulum 2013. Siswa pun semakin bingung dengan adanya kurikulum 2013. Alhasil pembelajaran yang diharapkan semakin maksimal malah tidak berbuah baik. Semoga kedepannya kurikulum yang akan datang semakin memaksimalkan proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  66. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Tidak ada satu karya yang bagus sekalipun di dunia ini kecuali pasti ada kelebihan dan kekurangannya karena ciptaan manusia. Demikian juga dengan katilas .Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 tentu banyak tantangan yang dihadapi, dari SDM yang belum mumpuni dalam menerapkan metode scientifik hingga jumlah buku yang juga belum mencukupi, tentunya hal tersebut akan menghambat pencapaian maksimal dalam pembelajaran. namun di sisi lain kurukulum ini mapu mengintegrasikan antara aspek2 nilai dalam pengetahuan.

    ReplyDelete
  67. Dalam penerapan kurikulum 2013 tidak lepas dari tantangan dan harapan. Ada beberapa tantangan dalam penerapan kurikulum 2013. Salah satunya perubahan proses pembelajaran dari teacher centered ke student centered, menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan guru mendukung sebagai fasilitator. Selain itu juga seorang guru dituntut untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya dengan menerapkan pembelajaran yang dikaitkan dengan kontekstual

    ReplyDelete
  68. Kurikulum selalu mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu dan selalu terjadi berkesinambungan. Perubahan atau yang lebih dikenal dengan pembaharuan kurikulum tentunya memiliki tujuan yang luhur yaitu ingin menjadikan pendidikan menjadi lebih baik dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan global. Di Indonesia, kurikulum 2013 yang diterapkan tentunya memiliki tantangan dalam penerapannya mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas dan beragam. Pemarataan penerapan kurikulum adalah tantangan yang dihadapi. Yang tentunya akan berimplikasi terhadap indicator pemerataan pendidikan.

    ReplyDelete
  69. Gity Wulang Mandini
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D

    Salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia yaitu dengan melaksanakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi. Dengan demikian guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif dan pembelajaran konvensional yang dianggap tidak lagi mampu memenuhi harapan-harapan pendidikan. Dalam pelaksanaan kurikulum ini memang tidak, namun diharapkan dapat memajukan sistem pembelajaran di Indonesia.

    ReplyDelete
  70. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Kurikulum tigabelas menuntut siawa lebih aktif mencari referensi selain dari guru sekolah, menuntut siswa lebih menemukan dari sekedar mendapatkan informasi, meuntut siswa mampu mengkomunikasikan dari sekedar mengerjakan. Dalam kurikulum 2013 diperlukan usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran.

    ReplyDelete
  71. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Dalam kurikulum 13 guru dituntut lebih menghargai potensi siswa. Guru menyajikan materi dengan pendekatan saintifik, berarti harus menyediakan media yang cocok misalnya gambar atau video, menuntut siswa mengamati dan bertanya sehingga perlu disusun pedoman penggunaan media, perlu disusun LKS yang menuntut siswa menemukan bukan sekedar latihan soal-soal. Di sisi lain perubahan kurikulum 13 beberapa mata pelajaran yang dihapuskan, jam yang dimampatkan, itu menjai suatu hal yang memberatkan guru dan siswa.Untuk guru, mereka dituntut untuk menerapkan dan menananmkan nilai-nilai danajaran dari semua aspek,dengan jam ang semakin dipersempit.

    ReplyDelete
  72. NOVALINDA PUSPITA AYU
    15709251085
    Pmat PPS UNY 2015 Kelas D

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Permasalahan yang dihadapi pada adalah implementasi Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa-gesa, adalah ketidaksiapan guru-guru menerima dan menerapkan kurikulum ini, hampir semua guru yang mengikuti pelatihan bingung dengan pemahaman konsep kurikulum, terlebih pada mata pelajaran yang diterpadukan seperti IPS dan IPA, mereka dipaksakan untuk memahami dan mengajarkan IPS secara terpadu sementara latar belakang pendidikan mereka hanya satu bidang ilmu seperti geografi, sejarah dan sebagainya. Semestinya pemerintah memikirkan peningkatan SDM guru tersebut dengan memberikan muatan ilmu yang lebih kompoten kepada guru melalui jalur pendidikan khusus (IPA dan IPS) sebelum kurikulum tersebut diterapkan. Kendala lain dalam penerapan kurikulum baru, mindset guru yang masih mendominasi, sehingga merupakan pekerjaan berat mengubah mindset lama dengan maindset kurikulum 2013. Meskipun demikian, penerapan kurikulum baru tetap akan dilakukan dengan optimistis. Oleh karena perlu adanya study lesson untuk menjelaskan tentang kurikulum 2013 dan dapat menambah pengetahuan dari guru tersebut.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  73. Danu J. P.
    15709251030
    PPs Pmat C 2015

    Penerapan kurikulum 2013 ini terkesan tergesa-gesa, sehingga banyak guru yang masih belum paham dengan konsep pendekatan saintifik, masih bingung dalam menerapkan kurikulum 2013. Tentunya pembaruan kurikulum ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi, dengan adanya pendidikan karakter, dan melibatkan guru untuk lebih kreatif dalam mengajar. Tetapi pelaksanaannya haruslah memperhatikan aspek-aspek baik SDA maupun SDM di setiap wilayah Indonesia yang beranekaragam. Untuk itu perlu adanya sosialisasi yang berkelanjutan dan evaluasi dalam pelaksanaan kurikulum 2013, sehingga penerapannya tidak membuat kerugian baik pemerintah sebagai penyusun maupun pelaksananya.

    ReplyDelete
  74. KUSNO IP S3 2015
    NIM 15703261049

    Tantangan yang dihadapi oleh katilas adalah pertama tantangan memahami konsep bagi para penyelenggara pendidikan, yang kedua karakter penyelenggara pendidikan sendiri baik para pemangku kebijakan ditingkat pusat daerah maupun guru yang biasanya hanya mencari enaknya sendiri, ketiga bagi para pengawas apakah mereka mau mengontrol secara baik, fasilitas yang disediakan dst.

    ReplyDelete
  75. KUSNO IP S3 2015
    NIM 15703261049

    Harapan yang perlu dipenuhi adalah pertama pendampingan yang ketat tapi tetap enjoy sehingga guru merasa nyaman, dua greget praktek katilas tidak hanya faktor latah yang bersifat anget-anget tahi ayam namun bagian dari tekad bersama untuk memperbaiki kualitas. ketiga tetap konsisten dalam memberikan layanan terhadap para pengguna misalnya memberikan kontrol2 sosial termasuk ruang2 pendapat bagi siswa dan orang tua

    ReplyDelete
  76. KUSNO IP S3 2015
    NIM 15703261049

    Harapan yang perlu dipenuhi adalah pertama pendampingan yang ketat tapi tetap enjoy sehingga guru merasa nyaman, dua greget praktek katilas tidak hanya faktor latah yang bersifat anget-anget tahi ayam namun bagian dari tekad bersama untuk memperbaiki kualitas. ketiga tetap konsisten dalam memberikan layanan terhadap para pengguna misalnya memberikan kontrol2 sosial termasuk ruang2 pendapat bagi siswa dan orang tua

    ReplyDelete
  77. Mauliana Asnal
    15709251063
    Pendidikan Matematika PPS UNY Kelas C

    Kurikulum 2013 merupakan upaya pemerintah agar pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Memang asing saat mengaplikasikan kurikulum 2013 ini, namun jikalah tepat antara rancangan dari kurikulum tersebut dan bisa diserap oleh setiap yang terlibat dalam pendidikan, maka kurikulum yang diharapkan akan tercapai. Semoga dengan adanya setai perubahan kurikulum membawa pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan berkualitas.

    ReplyDelete
  78. Irawati Windani (15709251016)
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pada dasarnya setiap kurikulum yang diterapkan memiliki tujuan yang positif pada kehidupan pendidikan di Indonesia. Pergeseran kurikulum yang terjadi saat ini memang masih menimbulkan beberapa hambatan. Namun hal itu sebenarnya hanya masalah waktu saja. Butuh penyesuaian kembali dengan kurikulum yang baru ini. Kurikulum 2013 menghadirkan banyak harapan kepada kemajuan pendidikan. Dengan polanya yang bersifat saintifik, siswa diharapkan untuk mampu kreatif dan aktif dalam proses belajar. Dengan adanya kurikulum 2013 juga sebenarnya mendorong guru untuk menjadi guru yang lebih professional dan bermutu.

    ReplyDelete
  79. NURFARAHIN FANI
    15709251008
    P MAT KELAS D
    Berkembangnya zaman merupakan salah satu hal memberikan pengaruh besar pada kurikulum pendidikan. Di Indonesia langkah pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan melaksanakan kurikulum 2013. Pelaksanakan kurikulum 2013 memiliki tujuan untukmembangun karakter bangsa, sehingga bagaimana proses pembelajaran dapat membangun karakter bangsa agar tidak ada lagi kebobrokan dalam bertingkah laku oleh siswa. Tantangan pendidikan Indonesia juga dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang ada, serta sumber daya baik dari Alam dan Manusia.

    ReplyDelete
  80. MONICA RIZKI APRICILIA
    15709251068
    PPS PMAT-D

    Kurikulum 2013 menurut saya sudah baik, akan tetapi karena waktu perubahan kurikulum menjadi kurtilas yang sangat terburu-buru menjadikannya kurang persiapan sehingga dalam prakteknya masih banyak kekurangan, buku yang banyak terjadi kesalahan, kurangnya sosialisasi terhadap guru sehingga menimbulkan ketidakjelasan, dan masih banyak yang lainnya. Namun sampai sekarangpun kurtilas masih terus diperbaiki, dan semoga kedepannya kurtilas memang menjadi lebih baik dalam pengembangan mutu pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  81. HARAPAN:
    1.guru bisa mengimplementasikan pembelajaran yang inovatif (student centered)
    2. melalui kegiatan pembelajaran diharapkan siswa mampu mengembangkan danmeningkatkan kompetensi, kreativitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan,empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa.
    3. guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar peserta didik menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar
    4.guru mampu memahami K13 secara utuh
    5. tujuan K 13 dapat tercapai
    6. pemerataan kualitas pendidikan Indonesia bisa merata, seingga disparitas mutu pendidikan semakin kecil
    7. ketersediannya buku K13
    8. menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter
    TANTANGAN dalam pelaksanaan K13 adalah sebagi berikut, ini diharapkan dengan tantangan maka para guru bisa mengubah tantangan menjadi peluang untuk mengubah menjadi yang lebih baik. TANTANGAN ITU antara lain:
    1. metode pembelajaran masih konsional
    2. pengetahuan guru akan pembelajaran inovatif masih kurang
    3. ketersediaan buku K 13 belum memadai
    4. masih banyak kesalahan dalam buku K13
    5.perlu pengembangan pada LKS serta alat peraga
    6.keterampilan guru pada penggunaan TIK masih kurang
    7. proses transisisi dari K13 terlalu cepat
    8. pendampingan dan pelatihan masih kurang baik secara kuantitas maupun kualitas
    itu menurut saya, akan tetapi sejauh ini sudah menunjukkan kearahh yang lebih baik dengan adanya target penerapan K13 di sekolah sekolah di Indonesia ini mengindikasikan bahwa sudah ada proses yang berjalan

    Sdyoko Susanto
    NIM.15709259006
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete
  82. ABSORIN S2 Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 ini sangat bagus. Salah satunya dengan metode pembelajarannya yang inovatif dan bervariasi, agar siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, dalam proses pembelajaran kurikulum 2013 setiap anak di tuntut memecahkan masalah yang ada mereka harus aktif agar anak lebih memaknai pembelajaran.

    ReplyDelete
  83. ABSORIN S2 Pmat P2TK 2015
    NIM : 15709259013
    Menurut saya dalam metode pembelajaran Kurikulum 2013 sangat banyak, dan dalam kurikulum 2013 ini pula peran guru dituntut lebih menghargai potensi siswa. Guru menyajikan materi dengan pendekatan saintifik, berarti harus menyediakan media yang cocok misalnya gambar atau video, sebelumnya kita sebagai fasilitator terlebih dulu mengamati karakter siswa dan metode mana yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran dikelas.tetapi jika kita perhatikan peserta didik sekarang lebih menyuikai metode pembelajaran layaknya bermain, ada beberapa model yang menerapkan metode bermain sambil belajar diharapkan siswa mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam belajar.

    ReplyDelete
  84. Muh ferry Irwansyah (15709251062)
    P. Mat Kelas D

    Kurikulum semakin berkembang berdasarkan tuntutan zaman. Dewasa ini Indonesia dalam sistem pembelajarannya mengacu kepada kurikulum 13. Maksud dan tujuan kurikulum 13 sangatlah bangus akan tetapi kesiapan dalam implementasinya masih belum begitu sempurna. Penerapan kurikulum ini tidaklah mudah dikarenakan jumlah sekolah di Indonesia sangat banyak dan daerahnya sangat luas.

    ReplyDelete
  85. 15709259015/P.MAT-P2TK

    Tidak pernah selesai berbicara tentang kurikulum di Indonesia, karena hal yang paling cepat berubah dari pendidikan Indonesia ini adalah Kurikulum, belum tuntas penerapan dan penanganan kurikulum sebelumnya, nah sudah ada kurikulum baru yang di luncurkan, bahkan terjadi banyak persoalan. Hal tersebut terjadilah sebuah tantangan bagi satuan pendidikan, pendidik maupun siswa. Hal ini menjadi peran LPTK yang akuntabel dan sustainabel, agar mendorong pada calon pendidik siap sebelum diterjunkan pada dunia pendidikan sebagai sarana pengembangan guru. Sebaik-baiknya tujuan pendidikan Indonesia yaitu mempunyai karakter bangsa, dapat berinteraksi pada tataran International, berssifat akuntabel, sustainable, konsisten, fleksibel, dan komprhensif sehingga menjadikan sistem pendidikan di Indonesia sehat.

    ReplyDelete
  86. Harapan dan Tantangan kurikulum 2013, sudah seharusnya tantangan yang ada pada kurikulum 2013 kita atasi bersama hingga tercapailah harapan penerapan kurikulum 2013. Saya yakin Indonesia mempunyai harapan besar terhadap pendidikan dengan penerapan kurikulum 2013, dimana tujuan penerapan kurikulum anyar ini aadalah salah satunya mencerdaskan bangsa dengan metode atau pendekatan yang berpusat pada siswa, memberikan ilmu pengetahuan secara utuh kepada siswa dan tidak terpecah-pecah. Kurikulum ini menekankan pada keaktifan siswa untuk menemukan konsep pelajaran dengan guru berperan sebagai fasilitator. mari kita hadapi tantangan yang ada pada penerapan kurikulum 2013, sehingga tercapailah cita cita bangsa ini.

    Mahasiswa P-Mat P2TK 2-015

    ReplyDelete
  87. Dalam kurikulum KTSP pendidikan lebih dititik beratkan pada pengembangan kognitif sedangkan afektif dan psikomotor dianggap belum memadai. Dari fenomena ini lahirlah ide baru mengembangkan sebuah formulasi kurikulum baru yang menyeimbangkan antara kognitif, afektif dan psikomotor. Kurikulum 2013 dirancang untuk menjawab tantangan ini. Dalam pelaksaan proses belajar mengajar, materi yang di ajarkan harus dikaitkan dengan kehidupan nyata sehingga pemberlajaran dianggap bermakna dan bermanfaat. Tantangan kurikulum 2013 siswa dituntut lebih aktif mengeksplorasi kemampuan diri dalam proses belajar mengajar dan pelaksanaan minimnya waktu sosialisasi dan pelatihan implementasi yang diberikan kepada guru pelaksana kurikulum 2013 tersebut menjadi kendala tersendiri dalam mencapai semangat pemahaman dalam ilmu pengetahuan yang dicapai adalah menyeluruh.

    ReplyDelete
  88. Tika Abri Astuti/ PPs P.Mat D 2015
    15709251091



    Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal yang di bidang pendidikan pendidikan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.

    ReplyDelete
  89. Salah satu Tantangan internal terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Terkait dengan perkembangan penduduk, SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar SDM usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi SDM yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban

    ReplyDelete
  90. Dari makalah di atas banyak sekali informasi yang diberikan tentang tantangan kurikulum 2013. Pada makalah tersebut dinyatakan bahwa Kurikulum 2013 mengandung pemikiran-pemikiran untuk melakukan terobosan agar praktek pembelajaran di sekolah lebih baik yaitu menuju inovasi yang berorientasikan
    kepada siswa. Namun di balik usaha pemerintah dengan segenap daya dan dananya, sangat disayangkan bahwa perubahan kurikulum menjadi Kurikulum 2013 belum mampu secara hakiki menjawab berbagai macam persoalan pendidikan , kebijakan pendidikan bahkan visi dan misi pendidikan nasional. Akan dibawa kemanakah pendidikan Indonesia 25, 50 auatu bahkan 200 tahun ke depan? Apakah pendidikan Indonesia mengarah menuju Technological Pragmatism, Industrialization, Conservativism, Old Humanis, Progressive atau sebagai Public Educator. Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari kelahiran republic ini memenag belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu system pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran
    internasional. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Sistem ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas. Untuk menjawab tantangan tersebut, sebagai guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah walaupun pahit sekalipun. Guru yang baik adalah guru yang teruji, termasuk teruji dengan hadirnya Kurikulum 2013 yang sarat dengan persoalan ontologis, psikologis serta persoalan teknik implementasinya.


    M. Ihsan
    NIM. 15709259005
    PM P2TK 2015 PPs UNY

    ReplyDelete
  91. Ratna Widianti Utami
    NIM : 15709251010
    Kelas : Pmat-C
    Prodi : S2 P.Mat UNY

    Pada intinya kurikulum 2013 menuntut guru lebih kreatif dan inovatif dalam proses pengajaran, seperti biasa hal yang baru akan mendapat penolakan karena sudah nyaman dengan proses pembelajaran yang sudah dilakukan sebelumnya, selain itu masih banyak sekali sekolah yang belim menggunakan kurikulum 2013 dengan alasan masih belum mampu, terutama sekolah yang berada di daerah.

    ReplyDelete
  92. Elmaini
    15709259004/P.MAT-P2TK
    Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan, karena peranannya yang sangat penting dan mempunyai kedudukan sentral demi tercapainya tujuan pendidikan. Tantangan yang dihadapi dalam Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa gesa, diantaranya adalah ketidaksiapan berbagai pihak menerima dan menerapkan kurikulum ini, sehingga penerapannya di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Sebagai seorang guru tentu punya harapan besar, apapun kurikulumnya tujuannya adalah sama yakni untuk mengantarkan para generasi bangsa ini menjadi generasi yang berilmu, berbudi luhur dan berakhlak mulia. Semoga dengan adanya penghentian sementara K-13 ini bukan berarti akan berubah ke kurikulum yang terbaru lagi yang sarat dengan kepentingan golongan atau kekuasaan, tapi memang murni keinginan pemerintah untuk memperbaiki keadaan bangsa, sebagai negara yang berdaulat serta bermartabat.

    ReplyDelete
  93. Asep Tatan Rifa'i
    15709259012
    P.Mat P2TK 2015

    Dengan adanya kkurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dan siswa pada khususnya dan kualitas pendidikan pada umumnya. Dengan kurikulum 2013 pembelajaran di pusatkan kepada siswa, siswa diharapkan aktif dan terampil. Sedangkan guru sebagai pasilitator dalam proses pembelajaran. Guru menyajikan materi dengan pendekatan saintifik, berarti harus menyediakan media yang cocok misalnya gambar atau atau pun alat peraga untuk membantu pembelajaran. Guru harus mempersiapkan sebelum pembelajaran di laksanakan supaya hasil pembelajarannnya sesuai dengn harapan. Pelaksanakan kurikulum 2013 memiliki tujuan untukmembangun karakter bangsa, sehingga bagaimana proses pembelajaran dapat membangun karakter bangsa agar tidak ada lagi kebobrokan dalam bertingkah laku oleh siswa. Mudah-mudahan semua pelaksanaan kurikulum 2013 terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  94. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Tantangan dalam kurikulum 2013 adalah bahwa sekarang ini terjadi krisis demokrasi Pancasila dan krisis ajaran Ki Hajar Dewantoro. Nilai-nilai Pragmatism, Kapitalism, Utilitarianis, Hedonism dan Konsumerism sebagai akibat positivisme dari Auguste Comte semakin berkembang. Tantangan dalam kurikulum 2013 semakin bertambah karena agama mulai dipinggirkan dan adanya anggapan kunci sukses untuk menaklukkan dunia adalah mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan berbasis sains.

    ReplyDelete
  95. Sity Rahmy Maulidya
    15709251044
    Pps Pmat C

    Menurut saya, Tantangan kurikulum 2013 adalah proses dan hasilnya. Dari segi proses bagaimana kurikulum baru ini dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, bagaimana kurikulum ini dapat mendukung proses siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang bermakna. Dari segi hasilm bagaiman kurikulum ini dapat meng-cover tujuan-tujuan pembelajaran , bagaimana pelaksananaan oenilaian /asesmen dalam pelaksanaan pembelajaran. Kita tahu bahwa kurikulum 2013 penilaiannya berbasis kompetensi, sehingga terdapat beberapa aspek kompetensiyang harus dinilai dna diperhatikan oleh guru.
    Kurikulum 2013 sudah sempurna dan baik, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pelaksanaannya, bagaimana pengetahuan guru dan kesiapan guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum ini. Standar penilaian dalam K.1 sudah sangat lengkap, jika benar-benar dilaksanakan menurut saya penilaian pembelajaran pasti akan sangat bijak dan komprehensif.

    ReplyDelete
  96. Sity Rahmy Maulidya
    15709251044
    Pps Pmat C

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan dari KBK 2004 dan KTSP 2006 yang mempertimbangkan penataan pola pikir dan tata kelola, pendalaman dan perluasan materi, serta penguatan proses dan penyesuaian beban.
    Dalam pelaksanaannya, K.13 menjadi tantangan baru bagi guru karena proses pembelajarannya yang berbeda dan lebih kompleks. Salah satu hal pokok dalam penerapan Kurikulum 2013 adalah bagaimana guru mampu menerapkan model dengan pendekatan saintifik (scientific approach) dan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student center) serta menekankan pada pembelajaran siswa aktif dengan di terapkannya model Pembelajaran penemuan (Discovery Learning), Pembelajaran berbasis proyek (Project base learning) serta pembelajaran berbasis Pemecahan masalah (Problem base learning).

    ReplyDelete
  97. Sity Rahmy Maulidya
    15709251044
    Pps Pmat C

    Dari seperangkat lampiran mengenai standar proses, penilain dst, terdapat harapan dan tujuan yang besar di dalamnya. Begitu detil dan kompleksnya kurikulumini disusun, sehingga menjadi sangat mudah untuk mengevaluasi bagaimana pelaksanaan kurikulum ini.
    Pendidikan karakter bahkan bukan merupakan wacana baru dalam sistem pendidikan, karena esensi pendidikan salah satunya adalah untuk membentuk karakter bangsa. Meskipun demikian, pembelajaran tematik dan karakter ini lebih sering berhenti dalam tataran wacana dan konsep saja. Di tataran praktek konsep tersebut berbanding terbalik. Selama ini, fokus kurikulum masih pada aspek kognitif, sementara aspek afektif tidak terlalu diperhatikan. Setidaknya ada dua faktor besar sebagai penentu keberhasilan Kurikulum 2013 ini. Faktor pertama adalah adanya kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Faktor ini sangat penting karena pendidik harus tahu benar apa dan bagaimana yang akan diajarkan kepada para siswa. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur, yakni ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum, peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan, serta penguatan manajemen dan budaya sekolah.

    Banyak hal yang menjadi kendala yang menjadi bagian dari penerapan Kurikulum 2013 misalnya penghapusan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) dan pengurangan jam pelajaran bahasa Inggris menimbulkan aksi reaksioner di kalangan guru yang bersangkutan. Tidak salah jika sikap demikian muncul, karena di era globalisasi dan teknologi yang tidak terbatas ini dua mata pelajaran tersebut dipangkas bahkan dihilangkan. Pemerintah berdalih bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran namun “diintegrasikan” dengan mata pelajaran lain. Pihak kemendikbud juga memiliki asumsi bahwa teknologi khususnya komputer bisa dipelajari dimana saja. Memang benar komputer bisa dipelajari tanpa harus masuk dalam kurikulum, namun tanpa arahan yang baik dari guru, dikhawatirkan efek negatif akan lebih besar daripada positifnya.

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan ditangani langsung oleh pemerintah di satu sisi meringankan kinerja guru. Guru akan lebih fokus dalam mengajar tanpa disibukkan oleh beban membuat RPP yang banyak menyita waktu. Sisi negatifnya dan ini mungkin yang akan terjadi nanti, guru hanya akan menjadi pelaksana dari pemerintah dan mengurangi kreativitas guru dalam mengembangkan pelajaran sesuai dengan kondisi anak di kelas. Guru merupakan orang yang terlibat dan mengerti langsung bagaimana kondisi anak didik mereka, sementara pemerintah tidak terjun langsung di lapangan. Dengan demikian pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 harus lebih cermat dalam menyusun perangkat mengajar bagi sekolah. Akan lebih baik jika perangkat mengajar yang diterbitkan oleh pemerintah nantinya memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

    ReplyDelete
  98. Theresia Veni Tri Nugraheni
    15709251090
    PM D PPS UNY

    Setelah melihat berbagai tantangan akibat dari semakin berkembangnya nilai-nilai Pragmatism, Kapitalism, Utilitarianis, Hedonism dan Konsumerism sebagai akibat positivisme dari Auguste Comte maka kurikulum 2013 hendaknya mampu membentuk watak dan karakter siswa dengan berlandaskan nilai-nilai spiritual, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan siswa. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan.

    ReplyDelete
  99. terimakasih pak atas artikelnya. setiap kebijakan pasti ada positif dan negatifnya, ada tantangan dan harapannya. begitu halnya dengan kurikulum,yang merupakan acuan pendidikan untuk sebuah negara. mengatur segala keperluan terkait pendidikan diberbagai daerah kota maupun terpencil,. mengatur daerah yang full fasilitas ataupun minim fasilitas. sehingga pasti ada tantangannya. dan tantangan itu harus kita hadapi dengan mengadakan berbagai pertemuan baik tingkat daerah,, provinsi atau nasional untuk menyelesaikan tantangan tersebut,. sehingga kurikulum dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  100. Elwan Stiadi (15709251037)
    PMat D PPs UNY
    Keselarasan antara pemerintah dan guru sangatlah penting. Namun terkadang kurikulum yang diterapkan terkadang terlalu tergesa-gesa yang mebuat guru menjadi gelabakan. Sehingga kesiapan guru pun harus diperhatikan oleh pemerintah.

    ReplyDelete
  101. 15709251055 / PM D

    Tantangan kurikulum 2013 merupakan tantangan bagi guru.guru akan dituntut lebih kreatif dan menjunjung nilai-nilai luhur dalam pembelajaran.selain itu,siswa pun melalui guru,dituntut lebih proaktif dalam belajar.harapannya dari kurikulum 2013 ini yang sudah terkesan komplit dan berbeda dari sebelumnya,membuka peluang baru untuk melahirkan cendekia yang unggul.

    ReplyDelete
  102. Salah satu tujuan kegiatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 adalah agar siswa mampu mengembangkan sikap dan pengalaman sesuai dengan perbedaan potensinya, sehingga peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan sebagai fasilitator atau dengan kata lain membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, dan mengaktualisasikan diri.

    Novita Indah Saputri
    15709251023
    PPs PMAT C

    ReplyDelete
  103. NIM 15709259014 (PMat P2TK PPs UNY)

    Kurikulum2013 mencoba menjawab semua tantangan dari globalisasi. Pembelajaran yang sangat menekankan keaktifan siswa sangat diperlukan untuk membentuk siswa yang mandiri di masa depannya nanti. Terlepas dari kekurangannya, ada beberapa harapan dengan ditetapkannya kurikulum 2013, diantaranya adalah untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik dan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan prilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Namun yang menjadi tantangannya adalah diperlukannya usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran.

    ReplyDelete
  104. Muh Ferry Irwansyah (15709251062)
    P. Mat Kelas D

    Tantangan guru untuk kurikulum 2013 sangatlah besar. Bagaimana cara guru menarik siswa untuk memiliki kemauan untuk ingin mengerti apa yang ia lihat dan memunculkan rasa ingin tahu siswa itu tidak mudah dilakukan oleh guru.

    ReplyDelete
  105. Muh Ferry Irwansyah (15709251062)
    P. Mat Kelas D

    Kurikulum 201313 menjadi tantangan baru bagi guru karena proses pembelajarannya yang berbeda. Salah satu hal pokok dalam penerapan Kurikulum 2013 adalah dengan menggunakan pendekatan saintifik bagaimana guru mampu menerapkan dalam pembelajaran yang berpusat kepada siswa serta menekankan pada pembelajaran siswa aktif dengan di terapkannya model Pembelajaran yang diacu pada kurikulum 2013

    ReplyDelete
  106. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Menurut saya, Kurikulum 2013 sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara sebagai pedoman untuk menvapai pendidikan nasional. Kurikulum 2013 seyogyanya telah dilaksanakan, meskipun tidak serentak dan sama rata, oleh institusi pendidikan formal di Indonesia. Tentu ada banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Sekarang sudah tahun 2015, dimana bisa kita lihat bahwa terjadi penarikan kembali kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum sebelumnya. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan. dengan adanya kurikulum 2013 guru diharapkan mampu mengubah paradigma mengajar menjadi berpusat pada siswa, artinya guru sebagai faslilitator dan motivator. siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  107. KUSNO IP S3 2015
    NIM 1570326049

    Menurut saya, Kurikulum 2013 sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara sebagai pedoman untuk menvapai pendidikan nasional. Kurikulum 2013 seyogyanya telah dilaksanakan, meskipun tidak serentak dan sama rata, oleh institusi pendidikan formal di Indonesia. Tentu ada banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Sekarang sudah tahun 2015, dimana bisa kita lihat bahwa terjadi penarikan kembali kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum sebelumnya. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan. dengan adanya kurikulum 2013 guru diharapkan mampu mengubah paradigma mengajar menjadi berpusat pada siswa, artinya guru sebagai faslilitator dan motivator. siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  108. Dwi Muryanto
    15709251015

    Kurikulum 2013 dikembangkan sebagai salah satu jawaban terhadap tantangan internal dan tantangan eksternal anak bangsa. harapannya, kurikulum 2013 ini dapat membangun bangsa yang berjati diri, berkembang sesuai degan potensi yang dimiliki. tantangannya, indonesia itu bhinneka. maka sehbaiknya, kurikulum ini mengakomodasi kebhinnekaan Indonesia sebagai daya dorong keberhasilannya

    ReplyDelete
  109. MONICA RIZKI APRICILIA
    15709251068
    PPS PMAT-D

    Setiap perubahan, terutama perubahan menuju suatu kesempurnaan seringkali akan menimbulkan pro dan kontranya masing-masing. Demikian halnya dengan penyempurnaan KTSP menjadi kurikulum 2013, pasti menimbulkan banyak pro dan kontra, disamping kelebihan dan kekurangannya. Kurikulum 2013 pasti memiliki tujuannya sendiri, yang saya yakin tujuannya pasti untuk memajukan pendidikan Indonesia. Dalam proses perubahan pasti akan menemukan banyak hambatan dan kendala. Namun, bukan berarti kita harus menyerah terhadap setiap masalah yang dihadapi, semoga semua pihak dapat saling mendukung dan tetap optimis pada Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  110. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15709251077
    Kurikulum 2013 diharapkan dapat menjawab tantangan globalisasi. sistem pembelajaran saintifik dengan mengedapankan siswa yang aktif dalam mengknstruk pengetahuannya secara mandiri melalui pengamatan dan ekplorasi diharapkan akan mampu mencetak genarasi-generasi prima dalam menjawab tantangan dunia global. akan tetapi janganlah kita sebagai pendidik melupakan bahwa setinggi-tinggi ilmu ada yang lebih tinggi, di atas langit ada langit, diatas kebenaran relatif ada kebenaran absulute yang tidak akan terbantahkan, itulah kebenaran Tuhan, Alloh yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.

    ReplyDelete
  111. Difia Esa Bunga
    15709251083
    PPs UNY PMat-D

    Salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di indonesia yaitu dengan menyelenggarakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajarannya diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi. Dengan demikian guru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  112. Kegiatan pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutukehidupan peserta didik. Kegiatan pembelajaran diharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkanuntuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampumenjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikianguru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered); pembelajaran konvensional (teacher-centered) dianggap tidak lagi mampu memenuhi harapan-harapan di atas.

    ReplyDelete
  113. Siti Nurhayati S2 PMAT-D
    NIM 15709251077
    Pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 diharapkan mampu mencetak genarasi yang bepikir kritis dan berpikiran ilmiah serta logis, dengan diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi berbagai sumber dan pembelajaran terintegrasi. perlu di ingat bahwa dengan segala kebebasan yang diberikan, seorang guru harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan pembelajaan K-13, karena dengan memiliki rasa ingintahu yan tinggi seorang siswa akan mampu menembus batas spiritualnya sehingga akan dapat mengikis rasa syukur atas karunia Tuhan, membatasi ruang lingkup dan dapat memberikan proteksi dari hal negatif .

    ReplyDelete
  114. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Pentingnya Kurikulum 2013 diterapkan adalah bahwa generasi muda Indonesia perlu disiapkan dalam kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Namun merubah suatu sistem ke sistem yang baru tidaklah mudah, karena banyak elemen di dalamnya yang terpaksa harus beradaptasi lagi dengan sistem baru, tidak mudah mengubah praktek pembelajaran dari suatu kebiasaan lama ke hal baru apalagi beserta mind set nya. Diperlukan waktu yang cukup lama dan perlu dilakukan secara masal atau menjadi gerakan masal (membudayakan) dengan multi pendekatan agar para guru mampu melaksanakan pendekatan tematik dan integratif dalam pembelajaran. Itulah harapan dan tantangan kurikulum 2013

    ReplyDelete
  115. Penerapan Kurikulum 2013 yang dicanangkan oleh pemerintah tentunya membawa harapan dan tantangan baru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Harapannya adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tantangannya adalah mampukah kita menerapkanya secara utuh???masih banyak tantangan dalam pencapaian produk baru di Kurikulum 2013 ini, perlunya konsistensi dari pemerintah dalam melanggengkan Kurikulum 2013. Perlu adanya kesiapan dari tenaga pengajar dan pengelola sekolah dalam masalah ini. Selain itu, tantangan yang tak kalah pentingnya adalah perlunya kekuatan seorang dalam membekali dengan wawasan filsafat Islam. Dari situ akan dikenalkan dengan variasi nalar, nalar intelek, nalar eksperimentasi, nalar hati dan nalar atas bimbingan Ilahi.

    Burhanuddin
    15709259007
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete
  116. Eko Hidayati
    15709259011
    P.Mat P2TK 2015
    Kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Dalam kurikulum 2013 guru dituntut semaksimal mungkin dalam memeprsiapka, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Peran guru sebagai fasilitator sangat diharapkan dalam proses pembelajaran. Sedangkan siswa harus secara aktif, kritis, dan kreatif mengkonstuksi atau membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  117. Kurikulum 2013 adalah sebuah terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Memang dalam kurikulum 2013 diperlukan usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran.

    ReplyDelete
  118. Tantangan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah minimnya waktu sosialisasi dan pelatihan implementasi yang diberikan kepada guru pelaksana kurikulum 2013 tersebut. Masih banyaknya guru yang belum mampu menggunakan TIK dalam pembelajaran sehingga harapan perubahan yang digaungkan kurikulum ini belum begitu jelas dalam pelaksanaanya

    ReplyDelete
  119. Kurikulum 2013 merupakan perbaikan kurikulum sebelumnya, ditetapkan kurikulum 2013 memiliki harapan besar bagi terciptanya generasi-generasi yang lebih baik dengan menciptakan watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan mereka sekarang dan nanti dimasa depan. Siswa yang memiliki kerselarasan antara pengetahuan, spiritual dan kehidupan masyarakatnya.

    ReplyDelete
  120. Eka Hedayani
    15709259008
    PPS PMat P2TK 2015

    Kurikulum 2013 di rancang oleh pemerintah dengan tujuan yang baik yaitu memperbaiki sistem pembelajaran menuju arah pembelajaran yang inovatif dan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Namun, hanya saja terganjal oleh persiapan yang terkesan mendadak dan kurang matang, apalagi sosialisasi mengenai kurikulum 2013 pun masih belum merata, terbukti dengan ada sebagian guru yang belum mengetahui tentang isi dari Kurikulum 2013.
    Tantangan yang harus dihadapi adalah Kurikulum 2013 belum dalam keadaan sehat / maksimal. Dikatakan sehat / maksimal jika keadaan suatu sistem pendidikan bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu sistem pendidikan juga dikatakan sehat / maksimal jika diantara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas.
    Namun, bagaimanapun susunan dan rancangannya smengenai kurikulum 2013 tersebut, sebagai calon guru dan para guru, kita harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan terus menerus memperbaiki kualitas kita dan berpikir positif mengenai apa yang di selenggarakan pemerintah. Karena, apa yang diprogramkan pemerintah pastilah mempunyai tujuan dan maksud tertentu yaitu untuk memperbaiki dan memajukan Indonesia.

    ReplyDelete
  121. Elwan Stiadi (15709251037)
    PMat D PPs UNY
    Terkait dengan Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013, disini saya dapat mengambil point, bahwa keselarasan antara pemerintah dan semua pelaku pendidikan sangatlah penting. Artinya seperti dalam menyusun kurikulum hendaknya kalangan guru pun dilibatkan, sehingga guru punsudah terbiasa dan siap untuk melaksanakan kurikulum tersebut.

    ReplyDelete
  122. Elwan Stiadi (15709251037)
    PMat D PPs UNY
    Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, metode saintifik tentu terkait dengan proses menemukan, namun disini tidak semua materi dapat diperoleh dengan cara penemuan dalam proses pembelajarannya, dimana ini memiliki arti bahwa ada juga ilmu yang langsung diberikan secara langsung tanpa adanya proses penemuan. Hal inilah yang menjadi kesulitan dalam pelaksanaan metode saintifik.

    ReplyDelete
  123. Guru sebagai fasilitator pendidikan harus terus berkembang dengan bergantinya jaman. Dan juga perlu untuk terus belajar tanpa henti agar menjadi guru yang profesional. Guru yang baik tentu akan menghasilkan siswa yang baik pula. Dengan begitu Indonesia akan menjadi negara yang sejahtera karena pendidikannya maju merata.

    ReplyDelete
  124. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Assalamualaikum wr.wb.
    Guru harus bisa menyesuaikan dengan keadaan zaman. Guru juga harus bisa beradaptasi cepat dengan perubahan kurikulum yang terjadi. Kurikulum 2013 memang secara konsep bagus untuk pembelajaran. Namun pada kenyataannya, tidak sesuai dengan dugaannya. Bnyak sekali hambatan dan kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 itu sendiri.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  125. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Assalamualaikum wr.wb.
    Guru harus bisa menyesuaikan dengan keadaan zaman. Guru juga harus bisa beradaptasi cepat dengan perubahan kurikulum yang terjadi. Kurikulum 2013 memang secara konsep bagus untuk pembelajaran. Namun pada kenyataannya, tidak sesuai dengan dugaannya. Bnyak sekali hambatan dan kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 itu sendiri. Misalnya, kurangnya perangkat pembelajaran yang sesuai dnegan kurikulum 2013.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  126. Brigita Wahyu M
    15709251089
    PPS 2015 PM.D

    Salah satu tantangan dalam pengimplementasian kurikulum 2013 adalah mengubah paradigm lama (teacher-centered)
    menuju paradigm baru (student-centered). Serta terdapat berbagai peraturan dan kebijakan pemerintah tidak sinkron dan bahkan saling bertentangan satu dengan lain dalam mencapai mind-set yang dikehendaki seperti Ujian Nasional yang secara substantif tidak mendukung paradigma student-centered.

    ReplyDelete
  127. NURFARAHIN FANI
    15709251008
    P MAT KELAS D
    Mengenai tantangan kurikulum 2013 adalah Globalisasi. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kurikulum 2013 mengharapkan guru dan siswa dapat beradaptasi dengan globalisasi, karena adanya persaingan internasional, maka keinginan dan permintaan mengenai hal-hal yang baru juga akan meningkat.

    ReplyDelete
  128. Meskipun kurikulum 2013 menimbulkan polemik dan kontroversi, namun haruslah diyakini bahwa kurikulum baru ini sebenarnya mencoba untuk mengambil hal-hal baik dari kurikulum sebelumnya dan berusaha untuk memperbaiki apa yang menjadi kekurangan. SKL kurikulum 13 mencakup 3 aspek yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) melalui pembelajaran yang kontekstual dan konstruktivis, bersifat student center. Pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) memang cocok untuk ilmu-ilmu alam, seperti mapel IPA dan matematika. Namun, bagaimanakah dengan ilmu-ilmu humaniora, seperti bahasa, dsb? Apakah juga harus menggunakan pendekatan tersebut? Rasa-rasanya agak kurang sesuai bila harus dipaksakan demikian. Adapun model-model pembelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum baru meliputi discovery/inquiry learning, project based learning dimana siswa menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah, serta collaborative learning. Perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, dan disinilah tugas dan tantangan bagi kita bersama untuk dapat mengimplementasikan kurikulum 2013 sesuai dengan landasan yuridisnya. Harapan kami sebagai calon pendidik, Kurikulum 2013 seharusnya menjadi suatu standar dalam proses pendidikan yang tidak membingungkan banyak pihak. Meskipun sekarang ada kemudahan untuk sekolah-sekolah yang belum mampu menerapkan Kurikulum 2013 boleh kembali menggunakan kurikulum yang lama, namun itu bukanlah suatu solusi yang baik sebenarnya. Harapan kami, Kurikulum 2013 ini diperbaiki kembali sehingga seluruh Indonesia dapat serentak menerapkan Kurikulum 2013.

    Sdyoko Susanto
    NIM. 15709259006
    PPs PMat P2TK 2015

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com