Jun 17, 2013

Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013




Dear all,

Ass Wr Wb

Boleh dibaca Makalah saya terbaru berjudul "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013", yang saya presentasikan pada
Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), pada
Hari Selasa, 18 Juni 2013, dengan akses ke:

https://www.academia.edu/3727714/Tantangan_dan_Harapan_Kurikulum_2013

Demikian semoga bermanfaat.

Wss Wr Wb

Marsigit
__._,_.___

62 comments:

  1. Deary Putriani
    12301241012
    Pendidikan Matematika

    Guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan diri dengan kebijakan pemerintah. Guru yang kita butuhkan untuk meningkatkan kuallitas pendidikan adalah mereka guru-guru yang teruji dan profesional dalam menjalankan tugasnya, Guru tersebut akan terlihat melalui sikap dalam menghadapi perubahan Kurikulum 2013 nantinya.

    ReplyDelete
  2. Suhariyono 15701251034 PEP S2 B
    Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari
    kelahiran republic ini memenag belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu system
    pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel,
    membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran
    internasional. Suatu system pendidikan juga dikatakan sehat jika diantara komponen
    pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten. Sistem
    ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan
    semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh
    pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan
    Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras
    dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas. Namun, sebagai guru hendaknya selalu berusaha menyelaraskan

    ReplyDelete
  3. Suhariyono 15701251034 PEP S2 B
    Agar dilakukan redefinisi tentang Orientasi Kurikulum yaitu bukan Pengembangan Kompetensi
    melainkan Pengembangan Ketrampilan Hidup. Perlu redefinisi Hakekat Belajar dan Hakekat
    Mengajar, yaitu bahwa Belajar adalah kegiatan eksplorasi dan Mengajar juga adalah Kegiatan
    Penelitian. Hal ini belum cukup, perlu ditambah bahwa Belajar adalah Membangun Hidup (Life
    Skill). Perlu redefinisi Metode Mengajar menuju Mngembangkan Ketrampilan Hidup (Life
    Skill), sehingga Metode Mengajar yang tepat adalah bersifat kontekstual, fleksibel, dinamis dan
    kreatif, misal : Metode Investigasi/Eksplorasi (yang disebut sebagai Metode Sain) dan Metode
    Diskusi. Perlunya kewajiban bagi guru untuk membuat LKS nya sendiri. Karena LKS selama ini
    hanya membeli dari Penerbit atau bantuan dari Pemerintah, dan itu belum termasuk criteria LKS
    yang benar, karena hanya merupakan Kumpulan Soal. RPP danLKS yang benar adalah RPP dan
    LKS yang membantu siswa mengembangkan Ketrampilan Hidup. Kurikulum 2013 juga harus
    meletakan landasan bagi pada akhirnya pemerintah harus berani melangkah untuk
    menghapuskan UAN.

    ReplyDelete
  4. Berdasarkan makalah, ada beberapa harapan dengan ditetapkannya kurikulum 2013, diantaranya adalah untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik dan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan prilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Namun karena kurikulum 2013 sendiri banyak memiliki persoalan secara ontologis, pedagogis, psikologis, dan empiris, maka tentu ini akan menjadi tantangan besar bagai guru,pendidik dan praktisi.

    Karina Nurwijayanti/PMat-B Pasca/15709251028

    ReplyDelete
  5. Arif Nur Fitriyanti
    12301241004
    Pendidikan Matematika 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Adanya kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dan siswa pada khususnya dan kualitas pendidikan pada umumnya. Memang dalam kurikulum 2013 diperlukan usaha guru yang maksimal untuk benar-benar mempersiapkan pembelajaran mulai dari mempersiapkan administrasi pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus bisa menjadi fasilitator dalam setiap pembelajaran. Sedangkan siswa harus secara aktif, kritis, dan kreatif mengkonstuksi atau membangun pengetahuan sesuai hasil pengamatan dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian nantinya dalam pendidikan siswa tidak akan dijejali teori tanpa praktik dan siswa akan beranggapan bahwa Belajar adalah Kebutuhan.

    ReplyDelete
  6. Pemerintah dalam implementasi kurikulum 2013 yaitu Eek apakah bisa diterapkan ke dalam semua disiplin ilmu (termasuk ilmu-ilmmu humaniora), mengabaikan beberapa aspek yang pertama tentang digunakannya pendekatan tematik dan integrative, penerapan kurikulum 2013 akan menimbulkan efek kualitatif yang signiifikans bagi kemajun bangsa. Pemerintah pun kurang cermat, tidak sistematis dan tidak mempunyai konsep yang akuntabel dan sustainabel dan hanya bersifat simtomatif. Metode pembelajaran pun belum jelas sehingga guru masih menggunakan metode tradisional dalam proses pembelajarannya.

    ReplyDelete
  7. Kurikulum 2013 sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara sebagai pedoman untuk menvapai pendidikan nasional. Adanya struktur kurikulum juga menggambarkan mengenai posisi siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di jenjang pendidikan. Dalam skema kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membeentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan siswa.

    ReplyDelete
  8. Dari semua uraian yang ada di atas, semoga kita semua menyadri tentang tujuan utam pendidikan nasional. Dan semoga dari pembelajaran implementasi kurikulum 2013 yang kurang dapat mewujudkn tujuan pendidikan, pemerinah lebih berhati-haii lagi dalam mengimplementasikn kurikulum yang baru dan memantapkan kurikulum agar tidak terulang lagi seperti kesalahan kurikulum sebelumnya. Semoga menjadi pengalaman yang baik agar tidak masuk dalam lubang yang sama. Ambil yang positif yang lama dan perbaikan kesalahan pada sebelumnya agar menjadi lebih baik lagi

    ReplyDelete
  9. Dimas Angga Nur Sasongko
    12301241005
    Pendidikan Matematika Subsidi 2012

    Banyak perdebatan mengenai bergantinya KTSP ke Kurikulum 13. Meskipun begitu sebenarnya sintaks dan isi dari kurikulum 13 ini sangat bagus. Salah satunya dengan metode pembelajarannya yang inovatif dan bervariasi. Ada beberapa tanggapan bahwa para guru belum sanggup dan kurang informasi terhadap pelaksanaan Kurikulum 13 ini. sepintas ingat perkataan salah satu dosen sebut saja Ibu DJ______ , jadilah guru yang tidak wegah wegahan. seorang guru tentunya rela apapun demi kemajuan siswanya. Semoga Kurikulum 13 ini akan mendorong siswa untuk berfikir kreatif, mengubah pembelajaran berpusat pada siswa, tidak membosankan dan selalu menyenangkan.
    Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  10. Rizqy Umami
    15701251042
    PPS/Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Kelas B
    Implementasi kurikulum yang terkesan terburu-buru, mendesak atau apalah istilahnya memang perlu dikritisi oleh kaum akademik karena sebenarnya kurikulum KTSP yang sebelumnya sedang dijalankan pun sudah cukup baik untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, atau menghasilkan insan yang berkualitas. Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 tentu banyak tantangan yang dihadapi, dari SDM yang belum mumpuni dalam menerapkan metode scientifik hingga jumlah buku yang juga belum mencukupi, tentunya hal tersebut akan menghambat pencapaian maksimal dalam pembelajaran. penghapusan beberapa mata pelajaran dan pemampatan waktu belajar siswa yang semakin lama juga tidak serta merta mampu memaksimalkan hasil belajar, yang ada justru berbagai masalah lain muncul, dari kebingungan para guru yang mengampu mata pelajaran yang dihapus, kemudian ketidaksesuaian silabus untuk diterapkan pada daerah tertentu, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  11. Rizqy Umami
    15701251042
    PPS/Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Kelas B
    Namun diluar berbagai permasalahan yang akan menjadi tantangan tersebut, tentu kebijakan ini dibuat dalam rangka perbaikan sistem pendidikan kita yang hingga saat ini belum mampu mencapai tujuan secara efektif. Tentunya harapan pemerintah membuat kebijakan ini adalah demi kemajuan bangsa. Tetapi implementasi yang terkesan dipaksaan untuk segera dilakukan setidaknya semakin melegitimasi istilah "ganti pemimpin ganti kebijakan", dimana pendidikan dijadikan lahan berbagai proyek pemerintah yang hanya menguntungkan segelintir pihak. sudah sepatutnya pemerintah lebih bijak dan mempersiapkan dengan baik apabila memutuskan suatu kebijakan agar tidak terkesan hanya menghambur-hamburkan dana atau sekedar proyek belaka.

    ReplyDelete
  12. Kurikulum 2013 yang diharapkan dapat menjadi terobosan bagi solusi berbagai problematika pendidikan di Indonesia, ternyata dianggap belum dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia. Sampai saat ini pendidikan di Indonesia masih dalam keadaan tidak sehat. Sehatnya keadaan suatu sistem pendidikan dapat ditinjau dari sifat sistem itu yang mana keadaan sehat suatu pendidikan jika bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional serta konsisten pada kebijakan-kebijakannya.

    ReplyDelete
  13. Meskipun, dalam pelaksanaannya yang masih terbilang baru, pada proses penerapannya hingga saat ini, kurikulum 2013 diharapkan tetap dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia meskipun tidak sepenuhnya dapat menyelesaikan berbagai problematika pendidikan di Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan adanya kurikulum 2013 dapat mengubah paradigma pembelajaran dari konvensional menjadi innovative learning, dari pembelajaran teacher-centered menjadi pembelajaran student-centered, dari siswa pasif menjadi siswa aktif sehingga dapat mengembangkan kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  14. Kurikulum 2013 adalah suatu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Agar sesuai dengan tujuannya, maka siswa , guru, serta pelaku pendidikan lainnya perlu memahami krikulum ini agar tidak ada lagi miskonsepsi yang mengakibatkan masalah dalam pelaksanaan kurikulum ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi berulang kepada pelaku pendidikan khususnya guru.

    ReplyDelete
  15. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Kurikulum 2013 seyogyanya telah dilaksanakan, meskipun tidak serentak dan sama rata, oleh institusi pendidikan formal di Indonesia. Tentu ada banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Sekarang sudah tahun 2015, dimana bisa kita lihat bahwa terjadi penarikan kembali kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum sebelumnya. Hal tersebut karena, di lapangan ditemukan bahwa tidak hanya guru, tetapi juga siswa merasa bingung dengan apa yang hendak mereka lakukan dalam aktivitas pembelajaran formal di sekolah yang bisa sesuai dengan kemampuan mereka dan sesuai dengan kehendak kurikulum.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. HARAPAN:
    • Munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi.
    • Adanya kompetensi yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
    • Kompetensi yang dimaksud menggambarkan secara holistic domain sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.
    • Banyak kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan seperti pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan.
    • Hal yang paling menarik dari kurikulum 2013 ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena dan perubahan sosial. Hal ini mulai dari perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
    • Standar penilaian mengarahkan kepada penilaian berbasis kompetensi seperti sikap, ketrampilan dan pengetahuan secara proporsional.
    • Mengharuskan adanya remediasi secara berkala.
    • Sifat pembelajaran sangat kontekstual.
    • Meningkatkan motivasi mengajar dengan meningkatkan kompetensi profesi, pedagogi, sosial dan personal.
    • Ada rambu-rambu yang jelas bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran (buku induk)
    • Guru berperan sebagai fasilitator
    • Diharapkan kreatifitas guru akan semakin meningkat
    • Efisiensi dalam manajemen sekolah contohnya dalam pengadaan buku, dimana buku sudah disiapkan dari pusat
    • Sekolah dapat memperoleh pendampingan dari pusat dan memperoleh koordinasi dan supervise dari daerah

    ReplyDelete
  18. TANTANGAN:
    • Kurangnya pemahaman guru dengan konsep pendekatan scientific
    • Kurangnya ketrampilan guru merancang RPP
    • Guru tidak banyak yang menguasai penilaian autentik
    • Tugas menganalisis SKL, KI, KD buku siswa dan buku guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, dan banyaknya guru yang hanya menjadi plagiat dalam kasus ini.
    • Tidak pernahnya guru dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013, karena pemerintah cenderung melihat guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama.
    • Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013 karena UN masih menjadi factor penghambat.
    • Terlalu banyak materi yang harus dikuasai siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik, belum lagi persoalan guru yang kurang berdedikasi terhadap mata pelajaran yang dia ampu.
    • Beban belajar siswa dan guru terlalu berat, sehingga waktu belajar di sekolah terlalu lama.
    • Timbulnya kecemasan khususnya guru mata pelajaran yang dihapus yaitu KPPI, IPA dan Kewirausahaan dan terancam sertifikasiya dicabut.
    • Sebagian besar guru masih terbiasa menggunakan cara konvensional
    • Penguasaan teknologi dan informasi untuk pembelajaran masih terbatas.
    • Guru tidak tiap dengan perubahan
    • Kurangnya kekmampaun guru dalam proses penilaian sikap, ketrampilan dan pengetahuan secara holistic.
    • Kreatifitas dalam pengembangan silabus berkurang
    • Otonomi sekolah dalam pengembangan kurikulum berkurang
    • Sekolah tidak mandiri dalam menyikapi kurikulum
    • Tingkat keaktifan siswa belum merata
    • KBM umumnya saat ini mash konvensional
    • Belum semua guru memahami sistem penilaian sikap dan ketrampilan.
    • Menambah beban kerja guru.

    ReplyDelete
  19. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Sebaiknya pelaksanaan kurikulum 2013 memerlukan penyempurnaan sebagaimana kurikulum-kurikulum terdahulu juga disempurnakan. Mungkin pelatihan dan penyuluhan mengenai apa itu kurikulum 2013, bagaimana pelaksanaannya dalam pembelajaran, dan bagaimana aktivitas pembelajaran berlangsung, lebih dulu diutamakan yang digunakana sebagai awal perencanaan dari suatu pelaksanaan kurikulum agar dapat dilaksanakan secara efektif dan bijaksana.

    ReplyDelete
  20. Agusti Eka Dyah Larasati
    12313244015
    Pendidikan Matematika (int)

    Semua kurikulum dibuat untuk memenuhi kebutuhan siswa. Namun, kebutuhan dan kondisi siswa di desa tentu berbeda dengan siswa yang tinggal di kota. Untuk itu, diperlukan kurikulum untuk memenuhi tantangan tersebut.


    ReplyDelete
  21. Banyak sekali keunggulan metode saintifik yang diangkat oleh kurikulum 2013. Yang dibutuhkan untuk merasakan keunggulan tesebut adalah kesiapan guru agar dapat optimal menggunakan metode tersebut. Tugas pendidik, sebagai orang yang mengamati langsung kondisi dan kebutuhan siswa, untuk membuat atau menciptakan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kondisi siswa yang berbeda-beda dengan menggunakan secara optimal metode yang diangkat kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  22. Kurikulum 2013 dan kurikulum-kurikulum sebelumnya secara umum tentunya bertujuan untuk mewujudakan tujuan pendidikan itu snediri. Menurut pemahaman saya bahwa Kurikulum 2013 lebih mengutamakan pada produktif, kreatif, inovatif, kredibel dan kemandirian. Jadi dalam kurikulum 2013 baik guru maupun siswa diharapkan lebih produktif, kreatif, inovatif, kredibel dan mandiri dalam mengaplikasikan kurikulum 2013.

    Edi Wahyudi_15709251086
    PPS_PMat_B_2015

    ReplyDelete
  23. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Tantangan dan harapan kurikulum 2013 menurut analisis pengamatan pribdi saya berdasarkan pengalaman adalah sebagai berikut:
    tantangan:
    1. Penilaian yang mencakup ranah yang luas
    2. Penggunaan Metode dan teknik pembelajaran yang masih kurang relevan dengan tujuan pembealajaran
    3. penggunaan alat peraga
    4. mengaktifkan peserta didik
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  24. Dari pembelajaran kurikulum 2013 yang mengutamakan pada : (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika,estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Ada harapan yaitu semakin baiknya mutu pendidikan untuk bersaing di kancah dunia internasional, serta terciptanya siswa yang memiliki jiwa yang tangguh, cerdas, dan berkarakter.

    ReplyDelete
  25. adapun tantangan yang dihadapi yaitu berkaitan dengan kompetensi guru yang mana siap atau tidak dalam mengelola pemebalajarannya. Pengelolaan mulai dari persiapan, persiapan mengenai metode pembelajaran yang digunakan, media yang digunakan, saat pengelolaan dalam kelas, kemudian pada saat evaluasi. Secara keseluruhan mungkin tantangan itu berada pada diri guru sendiri.
    Namun tidak memungkiri berada pada diri siswa, yaitu bagaimana cara agar siswa ini berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Alfha Vionita (15709251056)
    S2 P.Mat B 2015

    Sebenarnya sintak dan isi dari kurikulum 2013 sangatlah bagus dibandingkan kurikulum sebelumnya karena menggunakan model saintifik yang membuat pembelajaran lebih inovatif dengan menerapkan 5-M yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasikan, dan Mengkomunikasikan. Dengan begitu proses pembelajaran menjurus ke student-center yang berpusat pada peserta didik dimana guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Namun dalam kenyataannya pelaksanaan kurikulum 2013 kurang optimal karena membuat para guru menjadi bingung dimana masih kurang arahan dari pusat bagaimana pelaksanaannya tepat. Oleh sebab itu, perlu dukungan dan kerjasama yang bagus untuk menerapkan suatu kurikulum sehingga nantinya dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

    ReplyDelete
  27. Dalam proses pembelajaran kurikulum 2013 setiap anak di tuntut memecahkan masalah yang ada mereka harus aktif agar anak lebih memaknai pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tidak hanya mendatangkan ilmu dan wawasan baru bagi anak, tetapi juga memberi anak sikap dan membangun karakter positif. Pada pembelajaran sesungguhnya, banyak guru yang masih bingung atas prosesnya, dan kemampuan siswa yang rendah tidak dapat mengikuti pembelajaran yang sudah diterapkan. Untuk itu perlu diadakan perubahan perubahan yang menyempurnakan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  28. Bismillahirrahmaanirrahiim...
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Kurikulum 2013 merupakan salah satu program terbaru pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia. Namun jika diamati, sudah berapak kali pemerintah mengganti kurikulum? Apakah setelah kurikulum 2013 ini bakal ada kurikulum baru lagi yang akan diterapkan?
    Salah satu cara untuk mengetahui sehat tidaknya suatu praktek kependidikan adalah dengan cara melihat konsistensi berbagai produk hukum sertakebijakan implementasi di lapangan. Masih terdapat masalah dalam proses implementasi kurikulum 2013 di masyarakat. Memang benar kurikulum 2013 ini sekarang sudah mulai lebih membiarkan proses belajar menjadi student center dan bukan lagi teacher center, guru pun sudah mulai dituntut agar lebih kreatif lagi dalam mengembangkan media pembelajaran bahkan lks yang akan mereka gunakan, walau demikian masih terdapat beberapa kendala-kendala dan sepertinya itu berasal dari pusat, kita pun hanya bisa menunggu kapan sepenuhnya kurikulum 2013 ini dapat diterapkan serta dipahami oleh semua instansi pendidikan di Indonesia ini, apakah setelah ganti menteri nanti akan ada penggantian lagi?

    Sekian komentar saya, disini saya hanya sekedar menyampaikan sedikit opini saya, terima kasih.
    Wasaalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  29. Tentunya guru memang harus siap dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di dunia pendidikan. Hal ini juga harus dihadapi dengan kepala dingin. Guru harus mempelajari terlebih dahulu segala perubahan yang terjadi. Jangan hanya menerima perubahan tetapi kita sendiri tidak menegnal dan tau betul tentang perubahan itu. Oleh karena itu kita harus belajar untuk dapat berfikir lebih terbuka.

    ReplyDelete
  30. ERIF AHDHIANTO
    15703261018
    IP DIKDAS 2015
    Penerapan kurikulum 2013 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk mewujudkan cita-cita pendidikan. Tenaga pendidikan dan kependidikan ditantang untuk menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan. dengan adanya kurikulum 2013 guru diharapkan mampu mengubah paradigma mengajar menjadi berpusat pada siswa, artinya guru sebagai faslilitator dan motivator. siswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  31. Penerapan kurikulum 2013 memang bagus untuk menumbuhkan kreatifitas dan keaktifan anak. Anak jadi lebih ikut berpartisipasi, mandiri dan tidak tergantung oleh guru. Siswa dituntut untuk dapat membangun konsep dan pengetahuannya sendiri. Namun yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kurikulum 2013 adalah sosialisasi yang belum merata di semua sekolah, kemudian belum semua guru dapat memahami mengenai pelaksanaan kurikulum 2013, serta ribetny penilaian yang ada di dalam kurikulum 2013 bagi sebagian guru.

    ReplyDelete
  32. Kegiatan pembelajaran dalam skema Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Tantangan yang harus dihadapi adalah Kurikulum 2013 telah menampilkan dan melengkapi sosok pendidikan Indonesia yang sedari dulu belum pernah dalam keadaan sehat. Keadaan sehat suatu sistem pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel, membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Suatu sistem pendidikan juga dikatakan sehat jika di antara komponen pendukungnya yang berupa kebijakan dan produk-produk hukumnya bersifat konsisten.

    ReplyDelete
  33. Sistem ujian nasional tidaklah bersifat konsisten dengan student-centered; juga tidak konsisten dengan semangat reformasi dan otonomi daerah. Penyediaan buku pelajaran secara besar-besaran oleh pemerintah adalah tidak selaras dengan usaha pemberdayaan kompetensi guru. Pemberlakuan Kurikulum 2013 yang tergesa-gesa dengan persiapan yang tidak matang adalah tidak selaras dengan prinsip akuntabilitas dan sustainabilitas. Itulah beberapa hal yang menjadi tantangan untuk pelaksanaan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  34. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang paling baru yang ada di negara. Kurikulum 2013 mempunyai tujuan yang sangat baik namun sayangnya kurang mendapatkan dukungan dari semua pihak terutama guru. Guru sebagai pelaksana pendidikan seharusnya mampu mendukung secara sepenuhnya kepada kurikulum 2013. Meskipun sebenarnya dalam menjalankannya akan banyak tantangan. Salah satu tantanganya adalah sistem penilaian yang sangat luas.

    ReplyDelete
  35. Kurikulum 2013 yang pernah diberlakukan dalam pendidikan Indonesia masih mengalami beberapa kendala pada saat diterapkan di sekolah-sekolah. Kendala-kendala tersebut antara lain masih kurangnya pengetahuan guru mengenai proses pembelajaran yang sesuai serta penilaiannya yang terbilang lebih rumit. Hal ini bukan berarti bahwa K-13 tidak baik, namun mungkin harus lebih dipersiapkan lagi agar kedepannya dapat menjadi kurikulum yang lebih baik. Adanya sekolah yang kembali menggunakan KTSP dan sebagian masih bertahan menggunakan K-13 bisa menjadi sampel hasil penerapan dan penggunaan kueirkulum tersebut di sekolah.

    ReplyDelete
  36. Lahirnya kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 dilatarbelakangi sistem pendidikan Indonesia yang ingin mengacu ke sistem non tradisional/konvensional ke pendidikan inovatif yang berbasis student center. Namun yang menjadi tantangan luar biasa adalah menjadikan subjek belajar mau dan bisa menerima sistem pendidikan ini. Di negara maju, anak memang sudah di biasakan discovery sejak kecil, namun di Indonesia siswa masih ketergantungan dengan sistem teacher center. Itu yang menjadi salah satu polemik bagi kurikulum 2013.

    Novia Nuraini
    12301241018

    ReplyDelete
  37. Pendidikan di Indonesia saat ini masih dalam proses mencari jati diri. tantangan zaman di saat ini merupakan sebuah fakta bahwa pendidikan di Indonesia mengharuskan terjadinya perubahan. oleh karena itu, pemerintah telah berusaha untuk mengeluarkan kebijakan untuk menerapkan kurikulum 2013. Adanya kurikulum 2013 ini berbagai harapan oleh pemerintah agar pendidikan di Indonesia lebih baik. salah satu tujuannya adalah meningkatkan rasa ingin tahu siswa dengan mendorong siswa untuk aktif, dimana siswa sebagai pusat pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  38. Kurikulum 2013 juga dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Guru sebagai komponen utama dalam menjalankan sistem pembelajaran di kelas masih banyak yang mengatakan mereka belum memiliki kesiapan. kemudian sistem penilaian dengan mengacu pada kurikulum 2013 juga masih dipersoalkan. Selain itu, tidak ada penjelasan bagaimana guru membantu siswa mencapai kompetensinsi atau memperoleh ketrampilan membangun hidupnya. oleh karena itu, diharapkan agar siswa perlu memperoleh ketrampilan membangun hidup seperti yang terdapat dalam makalah Pak Marsigit yaitu Siswa Perlu Melalui Tahap-Tahap Hirarkhis yakni meliputi will, Attitude, Knowledge ,Skill, And Experience.

    ReplyDelete
  39. Berbagai persoalan terkait dengan kurikulum 2013 ini diharapkan seluruh komponen dalam sistem pendidikan terutama yang menjalankan pendidikan tersebut agar lebih aktif dalam menyukseskan pendidikan yang lebih baik. Kegiatan seperti sosialisasi bagi guru juga sangat penting untuk menambah pengetahuan tentang kurikulum 2013. Kemudian guru juga perlu aktif dalam mengikuti MGMP, diklat, seminar-seminar dan sebagainya agar guru sebagai pelaksana pembelajaran lebih mudah ketika mengimplementasi pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  40. Kurikulum 2013 adalah harapan agar pendidikan matematika pada khususnya berjalan dengan lebih baik. Akan tetapi harapan tersebut menjadi tantangan yang sangat berat terutama untuk siswa. Siswa dituntut dengan sedemikian banyak beban belajar dan sering kita melupakan psikologinya dalam belajar selama ini. Kurangnya kepercayaan terhadap kemandirian belajar siswa juga semakin memberatkan pelaksanaan 2013.
    Oleh karenanya kita harus berikhtiar sebaik mungkin dan mohon ampun jika selama ini kita telah berbangga menerapkan kurikulum 2013 tanpa melihat psilologi siswa. Perlu kerja sama semua pihak agar masalah ini dapat teratasi

    ReplyDelete
  41. Suatu sistem pendidikan yang baik tentu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Tantangan-tantangan yang akan dihadapi ke depan juga akan semakin berat ditengah persaingan dunia. Kurikulum 2013 diharapkan mampu memberikan angin segar bagi seluruh praktisi pendidikan dengan catatan kurikulum ini bisa membuat pendidikan menjadi lebihberkualitas. Inovasi kurikulum 2013 kemungkinan bisa mengatasi masalh pendidikan ketika pelaksanaan sudah terencana dan matang. Tantangan-tantangan memang selalu menjadi suatu ha l yang pasti ada, praktisi pendidikan terutama guru menjadi ujung tombak dalam melakasanakan tugas ini harus mampu melaksanakan dengan baik.

    ReplyDelete
  42. Tantangan kurikulum 2013 memang berat. Terang saja, karena persiapan untuk kurikulum itu sendiripun belum terlalu matang. Bahkan bagi beberapa praktisi pendidikan dan ahli pendidikan lainnya, kurikulum2013 masih belum dimasak dengan baik. Akibatnya ada beberapa bagian yang masih mentah dan perlu diolah kembali. Tantangan evaluasi, pemanfaatan alat peraga, keaktifan siswa, dan variasi metode bagi kebanyakan guru merupakan hal yang tidak mudah. Bagaimana tidak, sudah bertahun-tahun lamanya guru merasakan kenyamanan mengajar secara konvensional. Jikalau dituntut demikian, maka yang terjadi adalah itu hanya sebatas tulisan dalam bingkaiRPP. Kenyataan dan pelaksanaannya di dalam kelas tidaklah demikian. Oleh karena itu, perlu kiranya penyempurnaan pada kurikulum 2013, khususnya pada bagian-bagian yang belum matang seperti yang sudah sering diperdendangkan oleh praktisi dan ahli pendidikan di berbagai media.

    Diena Frentika (15709251047) PMat B
    differensialmatematika.blogspot.com

    ReplyDelete
  43. Afif Rizal
    12313244002
    Pendidikan Matematika Inter. 2012

    Terima kasih Bapak Prof. Marsigit telah membagikan link tentang tantangan dan harapan kurikulum 2013. InsyaAllah isi dari link tersebut akan bermanfaat bagi kami selaku pembaca dan selaku calon guru, karena pada saat ini Indonesia masih menjalankan kurikulum tersebut, dan mungkin juga untuk tahun-tahun berikutnya. Semoga postingan kali ini dapat menjadi amal bagi Bapak sekeluarga. Aamiin.

    ReplyDelete
  44. Kita tahu bahwa Indonesia telah gagal dalam menjalankan kurikulum 2013 dan saat ini sebagian besar sekolah menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP. Mungkin bisa dibilang belum maksimal, bukan gagal. Hal ini terjadi karena kurangnya persiapan Indonesia dalam menghadapi kurikulum 2013 ini. Kurikulum 2013 memang kurikulum yang bagus, tujuannya sangat baik bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, namun karena masih kurangnya persiapan, hal ini berakibat terjadi kesalahan-kesalahan dan sempat kurikulum 2013 menjadi bahan lelucon sekaligus ejekan, karena segalanya dilakukan oleh siswa, sedangkan guru tidak melakukan apa-apa, hanya menerima gaji. Seperti itu ejekan yang pernah saya dengar.

    ReplyDelete
  45. Hal tersebut dapat terjadi karena para guru belum siap menerima dan menjalankan kurikulum 2013 ini. Guru belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menghandle kurikulum 2013, sehingga kurikulum 2013 menjadi bumerang bagi guru dan pendidikan Indonesia. Sehingga untuk saat ini kurikulum 2013 sedang diperbaiki dan diberhentikan, sembari menunggu tenaga kependidikan siap menghadapi tantangan yang diberikan oleh kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  46. Setiap kurikulum yang telah diterapkan, sedang diterapkan pemerintah pastilah memiliki kelemahan dan kelebihan. Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu mengalami perubahan paradigma antara lain (1) siswa menjadi mencari tahu bukan diberi tahu, (2) Guru bukan satu-satunya sumber belajar melainkan bisa darimana saja, (3) Pembelajaran mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat. Pada kurikulum 2013 Pembelajaran lebih menerapkan nilai-nilai Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani. Dalam pembelajaran 2013 pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

    ReplyDelete
  47. Perubahan kurikulum di Indonesia disebabkan karena harus mengikuti perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Karena kurikulum harus kembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan kurikulum juga membuat alokasi dana pendidikan di Indonesia juga membengkak. Perkembangan kurikulum pun diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus yang nantinya akan membanggakan bangsa dan negara. Kurikulum dirancang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Perbedaan kurikulum dari waktu ke waktu hanya terletak pada tujuan pendidikan dan bagaimana cara menerapkannya agar pendidikan di Indonesia semakin maju.

    ReplyDelete
  48. Kurikulum pendidikan seharusnya merupakan konsep yang realistis dan dapat dengan mudah diterapkan. Tuntutan kompetensinya pun sampai ke ranah spiritual. Penerapan kurikulum harus dilihat dari subjek yang menerapkan dan objek yang diajarkan. Harusnya dalam penerapan kurikulum harus disertai dengan forum pelatihan. Karena banyak guru yang masih bingung dalam hal penerapannya, guru hanya dibekali teori tanpa bisa mengondisikan keadaan sebenarnya. Karena gagalnya kurikulum bisa terjadi karena guru yang tidak bisa mengimplementasikan kurikulum kepada siswanya.

    ReplyDelete
  49. Menerapkan kurikulum 2013 saat ini mungkin dirasa sulit mengingat persiapan yang dibuat belumlah matang. Akan tetapi perubahan harus tetap terjadi untuk mengimbangi kebutuhan. Umumnya kurikulum berubah setiap lima tahun sekali. Walaupun berubah, tetapi perubahan tersebut tidak lah total/berubah semuanya. Ada hal-hal yang tidak berubah seperti mengacu pada tujuan nasional bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa.

    ReplyDelete
  50. Kurikulum 2013 pada penerapannya dalam pembelajaran di sekolah menekankan pada metode saintifik yang menuntut keaktifan dan kemandirian siswa dalam dalam belajar dan membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini memberikan harapan bahwa akan ada perubahan ke arah yang lebih baik dan adanya peningkatan kualitas dalam bidang pendidikan. Namun suatu rancangan kerja yang baik akan mencapai hasil yang maksimal jika tidak dibarengi dengan kualitas sumber daya yang baik pula seperti kompentensi guru, kepala sekolah, serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Pada kenyataan di lapangan, sebagian besar sumber daya tersebut belum siap untuk menyambut implementais kurikulum 2013. Karena itu, diperlukan persiapan yang lebih matang lagi dengan dukungan yang baik dari pemerintah dan membutuhkan proses yang tidak singkat.

    ReplyDelete
  51. Tita Ayu K
    12301241024
    P.Mat 2012

    Sangat banyak tantangan dan harapan dari kurikulum 2013 untuk menjadi lebih baik dan dapat menjadi alat untuk siswa belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum harus siap untuk memfasilitasi semua kebutuhan belajar siswa, baik dari guru, serta sarana prasarana penunjang lainnya. Sisi persiapan kurikulum sebelum diterapkan juga harus diperhatikan, sehingga kurikulum tidak terkesan setengah-setengah dalam implementasinya dalam pendidikan. Butuh pembenahan di berbagai bidang agar pendidikan di Indonesia, menurut kuantitas dan kualitas, dapat menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  52. Tita Ayu K
    12301241024
    P.Mat 2012

    Mengutip kalimat dalam makalah Prof.Marsigit, yakni keadaan sehat suatu system pendidikan jika dia bersifat komprehensif, akuntabel, sustainable, konsisten, kreatif, fleksibel,membudaya berakar dari kultur bangsa dan daerah serta mampu berinteraksi pada tataran internasional. Sebagai calon guru, mahasiswa pendidikan juga harus mempersiapkan diri dalam meperbaiki pendidikan Indonesia serta membawa pendidikan Indonesia pada tataran internasional. Menjadi guru yang akuntabel dan sustainabel adalah salah satu kunci kesuksesan seorang guru. Pemerintah juga sebaiknya mendorong guru untuk berkembang dengan memperbaiki sarana pengembangan guru, misalnya LPTK yang akuntabel dan sustainabel.

    ReplyDelete
  53. Sebagai pendidik dan calon pendidik kita harus terus belajar agar mampu memenuhi tuntutan dunia pendidikan saat ini dan masa yang akan datang. Pemerintah pasti telah memikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Untuk itulah dibutuhkan guru-guru yang teruji dan profesional. Harapannya kedepan setiap komponen dalam dunia pendidikan saling beriringan dan bekerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia baik dari segi pemerataan pendidikan, fasilitas, sumber daya, dll.

    ReplyDelete
  54. Belum hilang ingatan kita polemik guru dihebohkan tentang pemahaman implementasi dan penerapannya kurikulum 2013, baru-baru ini ada kebijakan baru mengenai pelaksanaan kurikulum yang penilaiannya kembali ke rentang 0 - 100, menjadi pekerjaan tambahan guru yang mengandung masalah pelik, misalkan bagaimana penulisan rapor siswa, kemaren menggunakan rentang penilaian 0- 4, apakah semester ini harus dirubah menggunakan rentang 0 – 100, apakah semester kemaren diganti. Ini masalah yang terjadi tetapi tidak pernah guru harapkan.

    Retno Kusumadewi
    15709251059
    S2.Pend.Mat.KL. A/D
    Retnodewimath.blogspot.com

    ReplyDelete
  55. Harapan kurikulum 2013 adalah membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik dan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Sedangkan tantangannya menurut saya, bagi guru, adalah guru harus mampu secara kreatif menciptakan fasilitas-fasilitas bagi siswa agar dapat membangun pengetahuannya sendiri. Kemudian juga merubah paradigma yang telah tertanam sejak dulu, dari pembelajaran teacher-centered ke student-centered.

    ReplyDelete
  56. Saya adalah mahasiswa semester 7, untuk mencari pengalaman kerja maka saya mulai untuk membuka les privat. Banyak murid saya yang berasal dari sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Ketika di sekolah mereka diajarkan untuk belajar mandiri/ membangun pengetahuannya sendiri. Namun banyak siswa yang tidak mampu memahami materi, yang pada akhirnya les privat dan bimbel menjadi andalan. Di les privat dan bimbel anak cenderung memperoleh pengetahuan murni dari penjelasan tentor. Maka dari itu ada ketimpangan yang besar antara proses di sekolah dan les. Maka dari itu kemudian efek dari kurikulum 2013 ini tak banyak kelihatan.

    ReplyDelete
  57. Wulandari
    12313244019
    Int Mathematic Education 2012

    Kurikulum menjadi salah satuhal pending dalam proses pendidikan, karena kurikulum menjadi hal yang mendasai sistem pendidikan yang akan diterapkan.Kurikulum 2013 memiliki banyak hal yang bersifat idealis dalam tujuannya, tapi sangat banyak kesenjangan ketika mengimplementasikannya. Guru dkatakan belum siap dalam menjalankannya. Terbukti dengan banyak guru yang masih mengajar yang hanya berorientasi pada materi.Kurikulum 2013 terkesan mendadak dan tergesa-gesa untuk diterapkan.

    ReplyDelete
  58. Wulandari
    12313244019
    Int Mathematic Education 2012

    Kurikulum menjadi salah satuhal pending dalam proses pendidikan, karena kurikulum menjadi hal yang mendasai sistem pendidikan yang akan diterapkan.Kurikulum 2013 memiliki banyak hal yang bersifat idealis dalam tujuannya, tapi sangat banyak kesenjangan ketika mengimplementasikannya. Guru dkatakan belum siap dalam menjalankannya. Terbukti dengan banyak guru yang masih mengajar yang hanya berorientasi pada materi.Kurikulum 2013 terkesan mendadak dan tergesa-gesa untuk diterapkan.

    ReplyDelete
  59. Selainitu, banyak hal yang perlu penyeesuaian dari sistem yang diterapkan pada kurikulum 2013, karena siswa merasa kaget engan sistem baru tersebut, yang sebelumnya menerapkan KTSP. Ada beberapa mata pelajaran yang dihapuskan, jam yang dimampatkan, itu menjai suatu hal yang memberatkan guru dan siswa.Untuk guru, mereka dituntut untuk menerapkan dan menananmkan nilai-nilai danajaran dari semua aspek,dengan jam ang semakin dipersempit dan penghapusan mape yang seharusnya diajakarkan pada mapel tersebut. Untuk siswa,terlalu banyak hal yang dipelajari siswa, sehingga kurang maksimalnya proses pembeljaran yang dijalankan.

    ReplyDelete
  60. permasalahan kurikulum merupakan secuil dari permasalahan pendidikan di negara kita. sebenarnya untuk memajukan pendidikan kita tidak selalu harus mengganti kurikulum, karena sebenarnya kurikulum adalah alat untuk mengembangkan sistem penididikan. tetapi untuk menyusun alat tersebut kita memerlukan landasan teoritis dan praktis yang kuat yang bersumber pada ideologi pendidikan kita

    ReplyDelete
  61. mengenai ideologi pendidikan, saya rasa negara kita belum jelas menganut ideologi pendidikan yang mana. jikapun ada hal tersebut sebatas simbolisasi saja. jika ideologi pendidikan kita sudah dimantapkan hal ini akan mewujudkan prinsip pendidikan yang permanen dan menghindarkan pada ideologi subjektif (ganti mentri, ganti kurikulum). harapan untuk kurikulum ini kedepan adalah perlu adanya kematangan dari segi konten dengan mempertimbangkan aspek materi, pedagogik, terutama psikologis siswa. dan kesiapan guru yang akan melaksanakan kurikulum 2013 ini

    ReplyDelete
  62. Karena kurikulum harus kembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan kurikulum juga membuat alokasi dana pendidikan di Indonesia juga membengkak. Perkembangan kurikulum pun diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus yang nantinya akan membanggakan bangsa dan negara.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com