Feb 11, 2015

Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika



Oleh Marsigit

Guru Matematika:


Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?

Murid:

Aku menginginkan agar pelajaran matematika itu menyenangkan bagi diriku, memberi semangat kepadaku, dan bermanfaat bagiku.

Aku juga ingin bahwa pelajaran matematika itu mudah aku pelajari.

Aku harap engkau juga menghargai pengetahuan-pengetahuan yang sudah aku miliki.

Aku ingin juga bahwa pelajaran matematika itu mempunyai keindahan, sesuai dengan norma dan nilai agama.

Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaran matematika itu dimulai.

Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika.

Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang.

Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri.

Engkau tidaklah bisa memaksa diriku menyenangi matematika, kecuali hanya dengan keikhlasanku.

Aku juga ingin engkau agar memberi kesempatan kepada diriku agar aku bisa mempersiapkan psikologis diriku dalam mengikuti pelajaran matematika.

Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku dan diri teman-temanku semua itulah yang sebenar-benarnya melakukan persiapan.

Itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai Apersepsi.

Maka berilah kami semua tanpa kecuali untuk melakukan kegiatan-kegiatan agar kami bisa melaukan Apersepsi, dan tidak hanya engkau ceramahi atau engkau hanya bertanya kepada sedikit siswamu yang duduk di depan.

Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas.

Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung.

Menurutku, belajar matematika itu adalah hak dari setiap murid-muridmu di kelas. Oleh karena itu mohon agar perhatianmu jangan hanya yang duduk di bagian depan saja, melainkan harus meliputi semuanya.

Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis.

Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan menggurui.

Berikanlah kami beraneka ragam aktivitas matematika.

Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung dan kasihan terhadap dirimu karena engkau terkesan sombong.

Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas.

Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi.

Aku mohon agar LKS yang engkau siapkan bukan sekedar kumpulan soal, melainkan dapat menjadi sarana bagiku untuk belajar mandiri maupun kelompok.

Kata Pamanku, LKS merupakan sarana yang sangat strategis bagi guru agar mampu melayani kebutuhan belajar matematika siswa-siswanya yang beraneka ragam kemampuan.

Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku.

Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku.

Aku sungguh merasa jemu jika engkau hanya menggunakan metode ceramah saja.

Wahai guruku, seberapakah engkau menyadari betapa kecewanya murid-muridmu ketika sudah engkau minta untuk unjuk jari bertanya, tetapi engkau hanya menunjuk satu saja diantara kami. Padahal hal itu engkau lakukan setiap hari dan dari waktu ke waktu. Menurut Pamanku, ini disebabkan karena pengelolaan kelas yang belum bagus.

Aku dan teman-temanku juga merasa tidak begitu nyaman, jika engkau selalu bertanya dengan kalimat panjang dan kalimat terbuka, kemudian menyuruhku untuk menjawab secara koor/choir. Seakan-akan engkau telah memperlakukan diriku hanya sebagai obyek pelengkap kalimat-kalimatmu. Sungguh guru hal yang demikian telah membuat diriku telah tidak berdaya dihadapanmu. Lagi-lagi menurut Pamanku, metode mengajar yang demikian perlu segera diubah.

Oleh karena itu aku memohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar.

Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Kenapa guru, aku belajar matematika musti menunggu hari Selasa, padahal pada hari Selasa yang telah aku tunggu-tunggu terkadang engkau tidak dapat mengajar dikarenakan mendapat tugas yang lebih penting. Aku sangat kecewa akan hal ini.

Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat Website yang memungkinkan aku belajar matematika setiap saat, kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung dengan keberadaanmu. Aku juga ingin bertanya persoalan matematika kepadamu setiap saat, kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung keberadaanmu. Menurut Pamanku, itu semua bisa dilayani jika engkau membuatkan Wbsite atau Blog untuk murid-muridmu.

Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar matematika yang baik.

Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modul-modul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran matematika untukku.

Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilan matematika.

Aku ingin agar matematikaku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain.

Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi denganmu di luar jam pelajaran.

Pak Guru, aku ingin sekali tempo juga belajar di luar kelas. Kelihatannya belajar diluar kelas udaranya lebih segar dan menyenangkan.

Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaran matematika itu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku.

Tetapi aku juga mengetahui bahwa diri yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain.

Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda.

Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan hanya menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu, supaya engkau dapat membantu belajarku.

Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional atau ceramah.

Menurut bacaan di internet dan menurut Pamanku, maka untuk dapat melayani siswa-siswamu yang beraneka ragam, maka engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus mempercayai bahwa jika diberi kesempatan maka muridmu ini mampu mempelajari matematika.

Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami.
Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang menurut Pamanku disebut sebagai student centered.

Mohon agar engkau lebih sabar menunggu sampai aku bisa mengerjakan matematika. Usahakanlah agar matematika itu menjadi miliku, maka janganlah aku hanya diberi kesempatan untuk melihat atau menonton saja.

Yang betul-betul perlu belajar matematika itu adalah diriku.
Aku ingin betul-betul belajar dan melakukan kegiatan belajar dan tidak hanya menonton engkau yang mengerjakan matematika.

Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Aku bahkan dapat mempelajari matematika lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku.

Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaran matematika itu nanti berikan kami kesempatan untuk belajar bersama-sama dalam kelompok.

Tetapi jika engkau telah menyuruhku belajar dalam kelompok, maka berikanlah aku waktu yang cukup untuk berdiskusi dan janganlah engkau terlalu banyak memberikan petunjuk dan ceramah lagi ketika aku sedang bekerja dalam kelompok.

Karena hal demikian sangat mengganggu konsentrasiku dan terkesan engkau menjadi kurang menghargai kepada murid-muridmu.

Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri.

Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu mengerjakan matematika.

Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku.

Oleh karena itu janganlah engkau sendiri yang menyimpulkan tetapi berikan kesempatan kepadaku agar aku juga bisa menemukan rumus-rumus matematika.

Rumus yang aku temukan sendiri itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu.

Maka jika aku sudah susah-susah melakukan kegiatan kearah menemukan rumus, sementara pada akhirnya malah engkau yang menyimpulkan, maka sebetulnya aku menjadi marah kepadamu.

Janganlah engkau membuat pesan ganda kepada diriku. Janganlah engkau memberi hukuman kepadaku dengan menyuruh aku untuk mengerjakan sebanyak-banyak soal. Karena bagiku, hukuman adalah jelek sedangkan mengerjakan soal adalah baik.

Jangan pula engkau pura-pura memberi soal yang sangat sulit kepadaku padahal engkau sesungguhnya bermaksud untuk menghukumku.

Aku memohon agar engkau mempercayaiku. Kepercayaanmu kepadaku itu merupakan kekuatan bagiku untuk memperoleh pengetahuanku. Tolong sekali lagi tolong, percayailah diriku, bahwa jika aku diberi kesempatan maka insyaAllah aku bisa.

Aku akan bangga jika guruku suatu ketika dapat muncul di kegiatan seminar baik secara nasional maupun internasinal. Wahai guruku, gunakanlah data-dataku, hasil-hasilku, dan proses belajarku sebagai data penelitianmu. Menurut Pamanku, jika engkau mampu menggunakan data-data dikelas mengajarmu, maka engkau akan menghasilkan karya ilmiah setiap tahunnya.

Wahai guruku, aku juga bangga dan ingin membaca karya-karya ilmiahmu. Setidaknya hal demikian juga akan memotivasi diriku.

Wahai guruku yang baik hati, aku merasa dari waktu ke waktu terdapat perubahan dalam diriku. Aku juga melakukan percobaan atau eksperimen mencari cara belajar yang baik. Kelihatannya aku belum menemukan cara belajar yang terbaik bagi diriku. Tetapi aku dapat menyimpulkan bahwa cara belajarku haruslah dinamis, fleksibel, dan kreatif menyesuaikan dengan kompetensi yang harus aku kuasai. Oleh karena itu sungguh aneh jika engkau guruku hanya mengajar diriku dengan metode yang sama dari waktu ke waktu.

Permintaan terakhirku adalah apakah bisa engkau Guruku, untuk kami yang beraneka ragam, berilah kesempatan untuk mempelajari matematika yang beraneka ragam pula, dengan alat peraga atau fasilitas yang beraneka ragam pula, dengan buku matematika yang beraneka ragam pula, dengan kompetensi yang beraneka ragam pula, dengan waktu yang beraneka ragam pula, walaupun kami semua ada dalam satu kelas, yaitu kelas pembelajaran matematika yang akan engkau selenggarakan.

Demikian guru permohonanku, saya minta maaf atas banyaknya permintaanku karena sesungguhnya permintaanku itu telah aku kumpulkan dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku menunggu ada seorang guru yang bersifat terbuka untuk menerima permohonan dan saran dari muridnya.

Sekali lagi mohon maaf guruku. Mohon doa restunya. Amin


Guru Matematika:

Astagfirullah al adzimu....ya Allah ya Robi ampunilah segala dosa-dosaku.

Wahai muridku, aku tidak bisa berkata apapun dan aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu.

Mulutku seakan terkunci mendengar semua permintaan dan penuturanmu itu.

Tubuhku tergetar dan keringat dingin membasahi tubuhku.

Aku tidak mengira bahwa diantara murid-muridku ada murid yang secerdas kamu.

Aku tidak mengira bahwa jika aku beri kesempatan dan aku beri sarana penyambung lidah bagi suara hati nuranimu, maka ternyata harapan-harapanmu, permintaan-permintaanmu, dan pikiran-pikiranmu bisa melebihi dan di luar apa yang aku pikirkan dewasa ini.

Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi tahu betapa tidak mudah menjadi Guru Matematika bagimu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menjadi ragu tentang kepastianku.

Setelah mendengar permintaanmu, aku merasa malu dihadapanmu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku merasakan betapa diriku itu bersifat sangat
egois.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa aku telah berbuat sombong dihadapanmu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa malas diriku itu.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa selama ini aku telah berbuat tidak adil terhadapmu.

Selama ini aku telah berbuat aniaya terhadap dirimu karena aku telah selalu menutupi sifat-sifatmu, aku selalu menutupi potensi-potensimu, aku selalu mendominasi inisiatifmu, aku selalu menimpakan kesalahan pada dirimu, dan
sebaliknya aku selalu menutupi kesalahanku.

Selama ini aku telah berpura-pura menjadi manusia setengah dewa dihadapanmu.

Dihadapanmu, aku telah menampilkan diriku sebagai manusia sempurna yang tiada cacat, serba bisa, serba unggul, serba hebat, tiada gagal, wajib digugu, dan wajib ditiru.

Setelah mendengar permintaanmu, aku menyadari betapa selama ini aku telah berbuat munafik di depanmu, karena aku selalu menyembunyikan keburukan-keburukanku sementara aku menuntumu untuk menunjukkan kebaikan-kebaikanmu.

Oh muridku hanyalah tetesan air mataku saja yang telah mengalir merenungi menyadarai bahwa KERAGUANKU terhadap praktek pembelajaran matematika ternyata benar adanya.

Ternyata yang aku lakukan selama ini lebih banyak mendholimi murid-muridku.

Wahai orang tua berambut putih salahkan jika aku berusaha membimbing murid-muridku?

Orang Tua Berambut Putih:

Ketahuilah wahai guru, jikalau engkau renungkan, maka hakekat membimbing adalah memberdayakan siswa. Sudahkah kegiatan membimbingmu memberdayakan siswa? Saya khawatir jangan-jangan niatmu membimbing, tetapi yang terjadi sebetulnya justeru membuat siswamu tidak berdaya.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Orang tua berambut putih, salahkan jika aku mewajibkan murid-muridku untuk belajar giat?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban dan perintah-perintahmu. Saya khawatir jangan-jangan dibalik kegiatanmu mewajib-wajibkan dan perintah-perintah kepada siswamu itu, sebetulnya terselip sifat egoismu.

Guru Matematika:
Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Salahkah jika aku mengajar dengan cepat dan tergesa-gesa untuk memberi bekal sebanyak-banyaknya kepada siswa. Apalagi beban kurikulum yang banyak sementara waktunya terbatas.

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat pendidikan itu adalah kegiatan jangka panjang. Cepat dan tergesa-gesa itu artinya tidak teliti dan memaksa. Maka tiadalah gunanya engkau dipundakmu membawa segunung pengetahuanmu untuk engkau tuangkan kepada siswamu sementara siswa-siswamu meninggalkan dirimu. Sebaliknya jika siswamu telah berdaya, merasa senang, menyadari dan memerlukan mempelajari matematika, maka sedikit saja engkau memberinya, maka mereka akan meminta dan mencari yang lebih banyak lagi.

Guru Matematika:
Subhanallah....baru kali ini aku menyadarinya.
Salahkah jika saya menggunakan metode tunggal saja yaitu metode ekspositori?


Orang Tua Berambut Putih:

Metode ekspositori atau ceramah itu metode yang sudah kadaluwarsa, tidak mampu lagi melayani kebutuhan siswa dalam belajarnya. Metode ekspositori selalu sajalah merupakan siklus dari kegiatan: menerangkan, memberi contoh, memberi soal, memberi tugas, dan menerangkan kembali, demikian seterusnya. Selamanya ya seperti itu. Itu hanya cocok jika paradigma mengajarmu adalah paradigma lama yaitu trasfer of learning. Jaman sekarang dan kecenderungan internasional, metode yang dikembangkan adalah multi metode, yaitu metode yang bervariasi, dinamis dan fleksibel.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian bagaimanakah caranya aku melayani kebutuhan siswa-siswaku mempelajari dan menemukan sendiri matematikanya? Sementara murid-muridku itu jumlahnya banyak dan kemampuannya berbeda-beda pula?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mungkin engkau mampu melayani kebutuhan belajar murid-muridmu, jika engkau tidak merubah paradigmamu.

Guru Matematika:
Paradigma seperti apa sehingga saya mampu melayani siswa-siswaku mempelajari matematika?

Orang Tua Berambut Putih:
Hijrahlah, berubahlah, bergeraklah.
Ubahlah paradigmamu:
-dari transer of knowledge menjadi to facilitate
-dari directed-teaching menjadi less directed-teaching
-dari menekankan kepada teaching menjadi menekankan kepada learning
-dari metode tunggal menjadi metode jamak
-dari metode yang monoton menjadi metode yang dinamis dan fleksibel
-dari textbook oriented menjadi problem-based oriented
-dari UNAS oriented menjadi process-product oriented
-dari cepat dan tergesa-gesa menjadi sabar dan menunggu
-dari mewajibkan menjadi menyadarkan
-dari tanya jawab menjadi komunikasi dan interaksi
-dari otoriter menjadi demokrasi
-dari penyelesaian tunggal menjadi open-ended
-dari ceramah menjadi diskusi
-dari klasikal menjadi klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan individual
-dari guru sebagai aktor menjadi siswa sebagai aktor
-dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
-dari mencetak menjadi menembangkan
-dari guru menanamkan konsep menjadi siswa membangun atau menemukan konsep
-dari motivasi eksternal menjadi motivasi internal
-dari siswa mendengarkan menjadi siswa berbicara
-dari siswa duduk dan menunggu menjadi siswa beraktivitas
-dari siswa pasif menjadi siswa aktif
-dari kapur dan papan tulis saja menjadi media dan alat peraga
-dari abstrak menjadi kongkrit
-dari inisiatif guru menjadi inisiatif siswa
-dari contoh oleh guru menjadi contoh oleh siswa
-dari penjelasan oleh guru menjadi penjelasan oleh siswa
-dari kesimpulan oleh guru menjadi kesimpulan oleh siswa
-dari konvensional menuju teknologi
-dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
-dari hasil yang tunggal menjadi hasil yang plural

Guru Matematika:

Subhanallah ...ya Allah ya Rab ampunilah segala dosa-dosaku. Baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian, secara kongkrit, bagaimanakah aku dapat melayani kebutuhan belajar siswa-siswaku yang banyak itu.

Orang Tua Berambut Putih:

Selama ini mengajarmu berpola atau berprinsip: "untuk siswa-siswa yang bermacam-macam kemampuan, engkau hanya mengajarinya matematika yang sama, dalam waktu yang sama, dengan tugas yang sama, dengan metode mengajar yang sama, dan mengharapka hasil yang sama, yaitu hasil yang sama dengan apa yang engkau pikirkan". Itulah sebenar-benar metode mengajar Tradisional yang tidak mampu lagi dipertahankan. Berubah dan berubahlah segera...

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kemudian akau harus mengubah pola mengajarku yang bagaimana?

Orang Tua Berambut Putih:

Jika engkau menginginkan mampu menerapkan metode pembelajaran inovatif, maka terapkanlah prinsip:"untuk siswa yang berbeda-beda, seyogyanya mempelajari matematika yang berbeda dan bermacam-macam, walau memerlukan waktu yang berbeda-beda, tetapi dengan metode yang berbeda-beda pula, alat yang berbeda-beda pula, serta hasil yang boleh berbeda, yaitu boleh berbeda dengan apa yang engkau pikirkan"

Guru Matematika:

Subhanallah ...baru kali ini aku menyadarinya.
Apakah yang dimaksud teknologi atau alat agar aku mampu melayani kebutuhan siswa belajar matematika?

Orang Tua Berambut Putih:

LKS sementara ini dianggap sebagai teknologi atau alat yang sangat strategis. Namun jangan salah paham, LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan LKS adalah wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu atau menemukan rumus matematikanya. Maka seorang guru harus menembangkan sendiri LKS nya. Tiadalah orang lain mengetahui kebutuhan guru ybs. Maka tidaklah bisa mengadakan LKS hanya dengan cara membeli. Itu betul-betul salah dan tidak proesional.

Guru Matematika:

Subhanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Kenapa musti siswa harus belajar dengan berdiskusi dalam kelompoknya.

Orang Tua Berambut Putih:
Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara obyektif dan subyektif, antara teori dan praktek, antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, ..dst. Maka diskusi kelompok itu sebenarnya adalah sunatullah.

Guru Matematika:
Subahanallah...baru kali ini aku menyadarinya.
Terimakasih orang tua berambut putih.
Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa dan kesombonganku selama ini, yang telah mengabaikan betapa pentingnya aspek psikologis belajar matematika itu, yang telah meremehkan kemandirian siswa, yang telah serampangan dan hantem kromo terhadap perlakuan pedagogis belajar matematika, yang telah merasa cukup dan puas terhadap ilmu dan pengetahuanku selama ini.
Permohonan ampunku yang terus menerus kiranya belum cukup untuk menghapus dosa-dosaku.
Ya Allah ya Rab semoga Engkau masih bersedia melindungi dan meridai pekerjaan-pekerjaanku.

Amin

152 comments:

  1. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari perkataan Orang Tua Berambut Putih maka hal tersebut sudah sejalan dengan konsep kurikulum 2013 dimana pusat pembelajaran terletak pada siswa. Siswa mengamati suatu masalah, lalu mereka diminta untuk mengamati, membuat daftar-daftar pertanyaan yang nantinya dimana pertanyaan tersebut akan dijawab dengan sendirinya setelah melakukan diskusi dan mencari sumber-sumber yang terkait. Tentunya kegiatan tersebut didampingi oleh guru.

    ReplyDelete
  2. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Elegi ini seakan menjadi refleksi untukku, membuka pemahamanku bahwa ternyata tugas guru yang sebenarnya sangatlah berat, walaupun demikian ini menjadi sangat mulia jika kita mampu dengan bijak “melayani” permintaan-permintaan sang murid cerdas.

    ReplyDelete
  3. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    senang sekali membaca elegi ini, terkadang guru selalu menganggap bahwa apa yang dilkukan adalah benar dan terbaik untuk muridnya padahal dibalik anggapan itu terselip keegoisan yang tidak disadari seperti tuntutan kurikulum dan tuntutan waktu. sebagai seorang guru memang harus paham dan mengetahui beraneka ragam metode pembelajaran yang nantinya bisa diterapkan kepada siswa- siswanya sesuai dengan kondisi dan materi yang akan disampaikan, sebenarnya tidak ada metode yang benar- benar baik, metode yang paling baik adalah metode yang sesuai dengan kondisi siswa dan materi yang disampaikan. harus ada variasi dalam pembelajaran, metode ceramah tidak salah karena ada beberapa siswa yang justru senang dengan metode itu, namun metode ini tidak mencerdaskan siswa, siswa tidak akan berkembang dan tidak akan meningkat daya pikir dan rasa ingin tahunya. jadi sebaik- baik guru adalah yang paham betul akan kondisi siswa- siswa yang diajarinya dan paham betul model atau metode pembelajaran apa yang sesuai dan cocok untuk di gunakan di suatu kelas pada materi pembelajaran tertentu.

    ReplyDelete
  4. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P. Matematika I 2013

    Elegi ini bagus sekali, seharusnya para calon pendidik, dan juga guru-guru bisa membaca ini. Perkataan dari si murid cerdas sepertinya merupakan ungkapan hati murid-murid di Indonesia saat ini, dimana pembelajaran masih ekspositori, LKS yang digunakan masih hanya kumpulan soal, kurangnya aktivitas untuk siswa, serta guru terlalu cepat memberikan materi karena tuntutan kurikulum.
    Dengan konsep kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013, diharapkan permasalahan-permasalahan yang diungkapkan di murid cerdas akan teratasi, karena konsep kurikulum ini sudah sejalan dengan apa yang Orang Tua Berambut Putih katakan.

    ReplyDelete
  5. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Hal yang saya tangkap setelah membaca artikel ini adalah tentang hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam melakukan pembelajaran. Secara tidak langsung, apa yang dikatakan oleh si murid cerdas adalah tentang kegiatan emelajaran yang terlaksana selama ini. Dimana guru lebih banyak memberikan engetahuan dengan cara menerangkan sehingga kesan menggurui sulit untuk dapat lepas ada kegiatan belajar. Selain itu, guru juga jarang memberikan kesempatan kepada murid untuk dapat mengembangkan kreativitasnya. Dengan cara belajar seperti itulah membuat siswa cepat merasa bosan sehingga minat belajarnya hilang.

    ReplyDelete
  6. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A
    Saya rasa mungkin maksud pemerintah mengubah kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 adalah untuk mengubah cara mengajar guru. Dengan kurikulum ini diharakan guru tidak terlalu banyak mengajari melainkan lebih ada memfasilitasi siswa belajar. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya dengan menemukan pengetahuan-pengetahuannya sendiri dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya. Dengan begitu diharakan siswa lebih seang dan memiliki minat dalam belajar.

    ReplyDelete
  7. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A
    Saya rasa mungkin maksud pemerintah mengubah kurikulum KTSP ke kurikulum 2013 adalah untuk mengubah cara mengajar guru. Dengan kurikulum ini diharakan guru tidak terlalu banyak mengajari melainkan lebih ada memfasilitasi siswa belajar. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya dengan menemukan pengetahuan-pengetahuannya sendiri dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya. Dengan begitu diharakan siswa lebih seang dan memiliki minat dalam belajar.

    ReplyDelete
  8. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Seandainya setiap senantiasa dapat menerima dan memperhatikan setiap keluhan siswa, serta keduanya saing memahami, maka akan dapat tercipta suatu proses pembelajaran yang efektif. Siswa juga merasa nyaman dalam belajar. Dengan kenyamanan itu, maka transfer pengetahuan dapat terlaksana secara maksimal

    ReplyDelete
  9. Nuha fazlussalam
    13301244023
    Pend matematika C 2013

    Postingan ini memberikan pencerahan kepada saya tentang bagaimana guru seharusnya menjadi, dari postingan ini juga sya jadi tertarik untuk membuat blog yang nantinya menjadi sarana dan fasilitas untuk siswa yang saya didik nantinya. Terima kasih pak

    ReplyDelete
  10. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Saya jadi tersadar dan memikirkan kembali apa sebenarnya niat saya masuk ke jurusan pendidikan matematika ini. Menjadi seorang guru bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, apalagi guru matematika. Seorang guru bukanlah seseorang yang hanya mampu menguasai suatu bidang pelajaran yang akan diajarkan kepada muridnya, namun kita juga harus mempunyai kemampuan untuk bisa menyalurkan ilmu itu menggunakan metode yang mampu mereka terima. Saya masih harus banyak belajar. Belajar untuk menjadi fasilitator mereka.

    ReplyDelete
  11. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sangat luar biasa ketika seorang murid bisa berinteraksi dengan guru matematikanya dalam mengutarakan keinginan untuk belajar dengan caranya masing-masing sehingga pelajaran matematika tidak menjadi momok tetapi sebagai mata pelajaran yang menyenangkan.
    Sepakat apa yang dikatakan seorang yang berambut putih bahwasanya Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara obyektif dan subyektif, antara teori dan praktek, antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, ..dst.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika yang diuraikan dengan apik sangat menggugah kita semua terutama guru dan praktisi pendidikan matematika. Seolah-olah pesan ini sebagai refleksi kepada masing-masing diri kita apakah yang kita sampaikan selama ini sudah sesuai permintaan murid cerdas, baik apersepsi, pengajaran, metode pembelajaran, penilaian bahkan evaluasi pembelajaran.

    Bahkan pesan yang diberikan orang tua berambut putih yang mengatakan bahwa hakikat membimbing adalah memberdayakan siswa bukan mengubur potensi mereka dan memaksa mereka satu visi dengan kita. Biarkan dia menyelami pengetahuan dari sisi mereka dan menemukan apa itu konsep matematika yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Apabila mereka dapat mengaitkan dengan contoh yang ada, maka konsep yang ada akan tersimpan dalam long term memory. Semoga setiap insan pendidik dapat membaca dan memahami makna dari. permintaan sang murid cerdas dan menjadikan refleksi dalam pengajaran nya.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    apa yang dikatakan oleh si murid cerdas adalah tentang kegiatan emelajaran yang terlaksana selama ini. Dimana guru lebih banyak memberikan engetahuan dengan cara menerangkan sehingga kesan menggurui sulit untuk dapat lepas ada kegiatan belajar. Selain itu, guru juga jarang memberikan kesempatan kepada murid untuk dapat mengembangkan kreativitasnya. Dengan cara belajar seperti itulah membuat siswa cepat merasa bosan sehingga minat belajarnya hilang.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    terkadang guru selalu menganggap bahwa apa yang dilkukan adalah benar dan terbaik untuk muridnya padahal dibalik anggapan itu terselip keegoisan yang tidak disadari seperti tuntutan kurikulum dan tuntutan waktu. sebagai seorang guru memang harus paham dan mengetahui beraneka ragam metode pembelajaran yang nantinya bisa diterapkan kepada siswa- siswanya sesuai dengan kondisi dan materi yang akan disampaikan, sebenarnya tidak ada metode yang benar- benar baik, metode yang paling baik adalah metode yang sesuai dengan kondisi siswa dan materi yang disampaikan

    ReplyDelete
  15. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika memberikan gambaran mengenai hak seorang murid untuk memperoleh ilmu yang akan sangat berguna bagi dirinya dimanapun dan kapanpun ia berada. Permintaan-permintaan yang diuraikan murid dalam elegy tersebut merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru dalam mengajar dan mendidik murid. Penting bagi guru dalam memperhatikan murid-muridnya. Bagaimana guru harus mampu membuat muridnya suka dengan pelajaran matematika , bagaimana guru harus mampu memfasilitasi dan memotivasi muridnya dengan ikhlas, yaitu dengan guru bekerja dengan penuh tanggung jawab. Pemerintah telah mengganti kurikulum ktsp dengan k13 yangmana memuat segala hal yang “diminta” oleh murid tadi. Oleh karena itu, sebgai bentuk tanggung jawab guru kepada murid dalam menngajar dan mendidik, dalam proses belajar mengajar guru harus berpedoman pada kurikulum 2013 agar semua permintaan-permintaan murid tadi dapat terealisasi.

    ReplyDelete
  16. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Saya tertarik dengan perkataan Orang Tua Berambut Putih yaitu “Ketahuilah wahai guru, jikalau engkau renungkan, maka hakekat membimbing adalah memberdayakan siswa. Sudahkah kegiatan membimbingmu memberdayakan siswa? Saya khawatir jangan-jangan niatmu membimbing, tetapi yang terjadi sebetulnya justeru membuat siswamu tidak berdaya.” Tugas berat seorang guru yaitu memberdayakan siswa. Membuat siswa memiliki progress yang meningkat. Membuat siswa mampu berpikir kritis. Membuat siswa memiliki keterampilan yang lebih. Memang terkadang masih ada sebagian guru yang memberikan latihan-latihan soal kepada siswa dalam jumlah yang banyak dan harus selesai dalam waktu tertentu. Hal ini dapat berakibat siswa akan mencari solusi-solusi permasalahannya secara instan, karena yang ada dipikiran siswa bahwa jika mengerjakan latihan yang banyak dengan menggunakan cara saintifik akan lebih menguras energy dan menguras waktu. Ini merupakan sedikit keluhan yang saya alami juga ketika menjadi seorang siswa dulu.

    ReplyDelete
  17. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi ini sangat menarik dan bermanfaat dalam pembelajaran. Misalkan guru saat ini membaca elegi ini mungkin mereka dpt terbuka pikirannya untuk mengubah cara mengajarnya menjadi lebih baik. Ibarat mengisi air dari ember ke botol,harus sedikit demi sedikit agar tidak tumpah, begitu pula dalam mengajari siswa.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagus sekali, seorang murid bisa menyampaikan apa yang dia inginkan dalam belajar dan mampu membuka pikiran guru. Begitulah seharusnya yang dilakukan saat ini, saling sharing antara guru dan siswa setiap saat. Metode belajar dan sumber belajar harus sesuai dg karakter siswa, dengan begitu belajar akan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  19. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah membaca elegi ini saya menyadari banyak hal. Informasi-informasi dalam elegi ini merupakan kenyataan/ fakta-fakta yang sering dijumpai di lapangan, mungkin tidak hanya saya tetapi juga oleh rekan-rekan sekalian. Sejauh ini, kebanyakan guru memang masih menggunakan metode lama dan cenderung tidak pernah mengganti metode pembelajaran dengan alasan mengejar materi dan waktu. Dalam artian, agar semua materi bisa selesai dalam satu semester, atau dapat saya katakan mencapai target sesuai dengan kurikulum. Namun, terkadang guru tidak sampai memikirkan apakah siswa nya merasa nyaman saat pembelajaran, apakah ia dapat memahami materi yang dipelajari, apakah ia belajar dengan ikhlas, dan lain-lain.
    Saya rasa elegi ini sangat bagus untuk dibaca baik calon guru maupun guru, mata pelajaran apapun dan jenjang apapun, sebagai renungan diri masing-masing agar kedepannya mampu memfasilitasi siswa-siswanya untuk mempelajari hal-hal baru.

    ReplyDelete
  20. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam elegi ini juga membahas tentang pentingnya apersepsi, LKS yang sebenar-benarnya LKS, dan RPP. Maksud dari LKS yang sebenar-benarnya LKS adalah LKS yang mampu memfasilitasi siswa untuk menggali ilmu pengetahuannya secara mandiri, bukan hanya kumpulan latihan soal. Dan bahasan tentang RPP, guru sebaiknya selalu me-update RPP nya, dalam artian membuat variasi pembelajaran, baik metode, maupun alat peraga.
    Tetapi pasti banyak guru yang merasa pekerjaan ini terlalu berat baginya. Meskipun berat mari kita berusaha untuk membuatnya, agar siswa-siswi kita dapat terpenuhi sarana belajarnya.

    ReplyDelete
  21. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah membaca elegi, elegi ini begitu menarik bagi saya.
    Elegi ini begitu menyadarkan dan membuat renungan bagi para calon pendidik. Permintaan para siswa yang menjadi objek sasaran dari proses pembelajaran mengindikasikan bahwa proses pembelajaran yang terjadi di kelas semata mata bukan proses transfer ilmu dari seorang guru kepada muridnya. Akan tetapi, begitu banyak faktor dan unsur yang harus guru ketahui baik dari sisi murid maupun instrumen-instrumen dari proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, Elegy tersebut berisi tentang permintaan seorang siswa pada gurunya.Tugas seorang guru sebenarnya berat, tetapi menjadi sebuah tantangan.Guru harus menjadi penyedia atau fasilitator bagi siswa, dan guru bukan subyek pembelajaran, tetapi siswa. Pembelajaran dari, leh, dan untuk siswa. Guru harus menghilangkan sikap egois, sombong, dan mengubah metode pembelajaran, menyediakan fasilitis pembelajaran, dan lainnya. Akhirnya saya berkeinginan menjadi seorang guru seperti permintaan siswa yang cerdas tersebut atau guru idaman siswa.

    ReplyDelete
  23. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sejatinya memang dalam proses pendidikan adalah terjadinya proses mendidik atau membimbing.
    Yang terjadi bukanlah transfer ilmu semata, tapi proses mendidik yang bisa menimbulkan karakter baik dalam diri. Selain itu, juga menumbuhkan ilmu pengetahuan sehingga siswa menjadi berpikir secara analitik dan bisa berkehidupan mandiri kelak.

    ReplyDelete
  24. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  25. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Pernyataan siswa itu menyadarkan kepada saya bahwa menjadi guru itu tidak mudah. Menjadi guru memiliki tanggung jawab kepada siswa dan mampu memberikan fasilitas kepada siswa yang memiliki keanekaragaman kemampuan yang dimiliki. Peran guru dalam mendidik siswanya sebagai fasilitator bukan menjadikan siswa sebagai objek layaknya benda mati di dalam kelas tetapi membantu siswa pada saat siswa membutuhkan bantuan dan bimbingan.

    ReplyDelete
  26. Kemampuan kompetensi dasar yang harus di kuasai siswa tidaklah sedikit. Banyak materi yang harus dikuasai siswa selama satu semester. Mau tidak mau terkadang guru mengajak ngebut untuk mengejar materi agar sesuai dan selesai tepat waktu. Nah, inilah yang masih menjadi masalah terhadap siswa. keanekaragaman kemampuan siswa menjadi hal yang harus diperhatikan guru dalam mengajar dan juga menjadikan metamatika menjadi pembelajaran yang menyenangkan di mata siswa menjadi kunci utama dalam melaksanakan pembelajaran

    ReplyDelete
  27. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Kemampuan kompetensi dasar yang harus di kuasai siswa tidaklah sedikit. Banyak materi yang harus dikuasai siswa selama satu semester. Mau tidak mau terkadang guru mengajak ngebut untuk mengejar materi agar sesuai dan selesai tepat waktu. Nah, inilah yang masih menjadi masalah terhadap siswa. keanekaragaman kemampuan siswa menjadi hal yang harus diperhatikan guru dalam mengajar dan juga menjadikan metamatika menjadi pembelajaran yang menyenangkan di mata siswa menjadi kunci utama dalam melaksanakan pembelajaran

    ReplyDelete
  28. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Mungkin tak banyak guru yang benar-benar memperhatikan keinginan satu persatu siswanya dari berpuluh-puluh siswa seperti guru matematika di atas. Semoga guru-guru di luar sana selalu melakukan inovasi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa.

    ReplyDelete
  29. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Siswa mengamati suatu masalah, lalu mereka diminta untuk mengamati, membuat daftar-daftar pertanyaan yang nantinya dimana pertanyaan tersebut akan dijawab dengan sendirinya setelah melakukan diskusi dan mencari sumber-sumber yang terkait.

    ReplyDelete
  30. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Menjadi seorang guru memang tidaklah mudah. Menjadi seorang guru harus memahami dan mengerti keadaan sriswa-siswinya. Dalam satu kelas saja terdapat siswa yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, apalagi dalam satu sekolah pasti kepribadian dan sifat-sifat siswa beraneka ragam. Tugas guru tidak hanya mengajar, menyampaikan materi saja. Akan tetapi juga membimbing siswa supaya mudah menerima materi yang diajarkan. Untuk melaksanakan hal itu, guru perlu melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan strategi yang dapat menjadikan semua siswa aktif di kelas tersebut. Dengan demikian, sebelum mengajar di kelas, guru perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  31. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Seorang guru merupakan fasilitator di dalam kelas, jadi guru berperan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Misalnya, dalam kegiatan pembelajaran di kelas, ketika siswa berdiskusi satu sama lain, terdapat siswa menjumpai kesulitan dalam memahami materi. Untuk mengatasinya, biarkan siswa tersebut berdiskusi dengan temannya terlebih dahulu sepemahaman mereka atau membiarkan mereka mencari di sumber-sumber buku lain. Namun ketika mereka belum memperoleh jawaban yang benar, baru guru menyampaikan kepada mereka penjelasan materi yang membuat mereka belum paham. Dengan demikian, siswa menjadi aktif untuk berpikir menyelesaikan suatu permasalan dalam belajar.

    ReplyDelete
  32. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain “Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan”, elegi ini juga termasuk elegi favorit ku. Permintaan si murid cerdas dapat mewakili permintaan semua siswa-siswa di dunia ini, tidak hanya pada guru matematika tapi guru bidang pelajaran lain. Selain sebagai calon guru, saya juga masih murid, dan saya sependapat dengan permintaan si murid cerdas. Elegi ini juga mengajarkan kepada saya tentang apa yang ada dihati mereka, dipikirkan mereka, dan keinginan mereka. Apabila ada guru yang mampu mewujudkan permintaan si murid cerdas, saya pun mau menjadi muridnya. Namun sekarang saatnya bagi saya mulai bersiap diri dan berusaha menjadi guru matematika yang mampu mewujudkan permintaan si murid cerdas.

    ReplyDelete
  33. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Terhadap bagaimana yang dirasakan siswa, membuka mata saja tidaklah cukup, tapi kita perlu mendengar langsung dari mereka, tidak hanya pengamatan dan membuat asumsi. Dan untuk itu kita perlu memfasilitasi mereka, karena pembelajaran yang dilaksanakan sebenarnya untuk memfasilitasi mereka belajar

    ReplyDelete
  34. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Mengendalikan ego juga perlu, karena kita sering lupa bagaimana rasanya menjadi siswa padahal kita sudah pernah menjadi siswa sekian lama. Semoga calon-calon pendidik membaca elegi yang bagus ini agar pendidikan semakin baik

    ReplyDelete
  35. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Elegi ini sangat baik untuk pendekatan saintifik dimana siswa diminta untuk menggali, membangun dan memahami sendiri ilmunya. Sehingga siswa akan memahami tidak hanya sebatas di mulut saja tetapi sampai kedalam lubuk hati.

    ReplyDelete
  36. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menjadi guru, terutama guru matematika memang tidaklah mudah. Bagaimana agar dapat bersikap adil di dalam kelas, bagaimana agar dapat mengakomodasi perbedaan individu di dalam kelas, bagaimana menyajikan pembelajaran yang tepat agar dapat membantu siswa membangun pengetahuan. Elegi ini dapat menjadi refleksi bagi diri saya sendiri, bagaimana agar dapat menjadi guru yang sebenar-benarnya guru bagi murid-murid saya. Terima kasih Pak.

    ReplyDelete
  37. John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. Guru sekadar pembimbing dan pengarah. Dalam hal ini guru bertugas memfasilitasi pembelajaran. Tugas guru adalah memfasilitasi pembelajaran. Karena itu diperlukan alat – alat yang dapat digunakan sebagai alat bantu guru (media pembelajaran) dalam mengajar serta sebagai saran pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa).
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  38. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Membaca elegi ini membuat saya teringat dengan materi kuliah media pembelajaran matematika, dan psikologi pendidikan, ya bagaimana harusnya seorang guru memberi media yang dapat membangun pengetahuan siswa dengan sendirinya dan bagaimana siswa ingin diperlakukan sesuai dengan psikologinya. Menurut saya elegi ini merupakan contoh langusng inovasi pemblejaran yang bapak lakukan, bapak menyadarkan kami tentang tugas-tugas kami sebagai seorang guru namun bukan dengan menceramahi kami hal-hal yang harus kami lakukan namun membimbing kami untuk menemukan tugas-tugas itu yang tertuang dalam percakapan antara murid dan guru dalam tulisan ini.

    ReplyDelete
  39. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Postingan ini benar-benar sangat merefleksikan segala yang dirasakan sebagai seorang murid terhadap guru atas pembelajaran di kelas, terimakasih karena dengan adanya postingan dari Pak Prof. Marsigit ini semoga banyak guru yang membaca dan menyadari bahwa proses pembelajaran yang selama ini diterapkan perlu ada perubahan di beberapa sisi agar tercipta pembelajaran yang bermakna bagi murid.

    ReplyDelete
  40. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Elegi ini benar-benar memberikan gambaran terhadap bagaimana proses pembelajaran yang selama ini terjadi di Indonesia dan bagaimana proses pembelajaran yang ideal untuk dilaksanakan guna menciptakan generasi bangsa yang bebas berpendapat dan menemukan konsep suatu teori dengan aktivitas yang dirancang guru sesuai tingkat perkembangan masing-masing peserta didik sehingga mereka tidak merasa terpaksa dalam menjalankannya.

    ReplyDelete
  41. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Ternyata menjadi seorang guru khususnya guru matematika tidaklah mudah. Matematika yang selama ini masih banyak dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit, dapat diubah, salah satunya adalah dengan menciptakan pembelajaran sesuai dengan yang telah dijelaskan dalam elegi ini. Beruntunglah bahwa mulai adanya kurikulum 2013 yang menerapkan metode pembelajaran saintifik menuntut guru untuk menciptakan pembelajaran yang student center serta diutamakan pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  42. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Syarat-syarat didaktik yang ada pada pembuatan LKS meliputi adanya penekanan pada
    proses untuk menemukan konsep-konsep,memperhatikan adanya perbedaan individual, memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa.

    ReplyDelete
  43. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Guru adalah fasilitator, yang disampaikan oleh Orang Tua Berambut Putih itu adalah guru yang ideal seandainya semua guru bisa melaksanakan semua itu alangkah sempurnanya pembelajaran di Indonesia. yang akan melahirkan generasi bangsa yang hebat-hebat.

    ReplyDelete
  44. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika seolah menjadi tamparan yang cukup keras kepada kita para pendidik yang selama ini tidak memperhatikan dan “memanusiakan murid”. Guru hanya mengejar target penyelesaian bahan studi tanpa pernah tahu dan tidak mau tahu apakah materinya dapat diterima dengan baik tanpa ada keterpaksaan yang menimbulkan stress pada siswanya. Semoga dengan adanya postingan tulisan yang disampaikan Prof. Marsigit dapat memberikan pencerahan kepada para guru khususnya di Indonesia, bagaimana sehurusnya kita sebagai pendidik berbuat, bahwa yang kita hadapi, yang kita ajarkan adalah seorang manusia, bukan mesin yang tidak mempuyai hati dan emosi. Bagaimana seharusnya kita dapat berinteraksi dengan siswa, dengan mengedepankan humanistik dalam proses belajar, dan dalam mengajar kita berfokus pada pengembangan konsep diri anak dan motovasi instrinsiknya.

    ReplyDelete
  45. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Melihat keinginan sebenarnya seorang murid cerdas kepada gurunya, tersirat bahwa mereka ingin dihargai sebagai murid. Pendekatan teori humanistic dalam pembelajaran sangat baik untuk diterapkan disekolah. Dalam pendekatan ini sangat ditekankan bagaimana kita memanusiakan manusia, atau proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik dapat memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pembelajaran ini mengajarkan kepada kita bagaimana kita berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Dalam proses belajar, guru sebagai pendidik adalah orang yang membantu muridnya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Seorang guru harus memahami individualitas siswa dan kemudian mengatur proses belajar mengajarnya sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan dari peserta didik. Guru harus berperan sebagai panduan saja dan siswa harus diberikan kesempatan untuk berkembang sesuai kecepatan mereka sendiri

    ReplyDelete
  46. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Menjadi seorang guru memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Begitupun dengan guru Matematika, mereka harus mengubah persepsi kebanyakan siswa yang masih menganggap bahwa Matematika itu sulit menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dipelajari. Guru harus tetap mengajar dengan profesional, menyampaikan materi kepada siswa dengan tetap memperhatikan kemampuan semua siswa walaupun materi yang harus diajarkan banyak sekali. Dengan demikian, siswa dapat menguasai semua materi yang diajarkan oleh guru dengan baik.

    ReplyDelete
  47. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Seorang guru yang harus memperhatikan semua siswanya di dalam kelas terkadang merasa kesulitan. Akan tetapi, hal itu harus tetap dilaksanakan supaya pembelajaran yang bermakna tercipta dalam kelas tersebut. Oleh karena itu, sebagai calon guru sebaiknya kita perlu memperhatikan elegi ini sebagai bekal untuk mengajar di kemudian hari.

    ReplyDelete
  48. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Membaca Elegi si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika merupakan suatu tamparan keras bagi para pendidik khususnya guru. Menjadi guru tidaklah mudah apalagi guru matematika yang merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian besar orang. Tidak mudah untuk mengubah paradigma tersebut. Guru matematika yang dibutuhkan dan yang diminta oleh si murid cerdas ini sangatlah ideal, namun untuk merealisasikannya tidaklah semudah mengucapkannya. Banyak sekali hal yang perlu pendidik atau calon pendidik kuasai dalam hal belajar mengajar di kelas dengan berbagai karakteristik siswa yang ada.

    ReplyDelete
  49. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Setiap peserta didik ingin dihargai, mereka memiliki hak dalam belajar matematika. Dan setiap peserta didik berhak untuk dapat show off karya-karya mereka. Dengan begitu mereka akan merasa dihargai dan dimengerti. Semoga saja dengan kurikulum yang baru ini, baik siswa dan guru bisa mendapatkan haknya dalam belajar mengajar.

    ReplyDelete
  50. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi ini menjadi bahas koreksi diri dan refleksi semua pihak yang berkecimpung di ranah pendidikan, bahwasannya mengajar atau mendidik tidaklah semudah teori. Menjadi guru haruslah mengerti banyak hal tidak hanya melulu soal materi, namun banyak pula yang harus diperhatikan seperti pengelolaan kelas, metode mengajar, karakteristik peserta didik, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  51. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan segala problema pendidikan di Indonesia, saya sebagai calon pendidik atau guru matematika berharap pendidikan di Indonesia terutama dalam proses belajar mengajar di kelas, interaksi antara guru dan peserta didik, metode mengajar, dan segala yang berhubungan dengan proses pembelajaran matematika semakin lama semakin dapat mengubah pandangan atau paradigma peserta didik khususnya dan masyarakat pada umumnya tentang matematika.

    ReplyDelete
  52. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016




    Mengajarkan sesuatu pada anak, bukanlah mengajarkan tentang konsep karena konsep pada anak merupakan sesuatu yang belum bisa dijangkau. Mengajarkan kepada anak harus menghargai instuisi mereka, dengan demikian mengajar harus berdasarkan pengalaman. Dengan memberikan pengalaman yang jelas, anak akan memperoleh gambaran tentang konsep ilmu secara tidak langsung

    ReplyDelete
  53. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Elegi ini memberikan inspirasi kepada para pengajar. Bahwa mengajar harus dilakukan dengan cara yang humanis. Mengajar yang humanis tidak memaksakan kehendak murid. Mengajar yang humanis tidak akan memaksakan kemampuan murid. Mengajar yang humanis selalu menghargai perbedaan masing-masing murid. Oleh karena itu, prinsip pengajaran yang harus dikembangkan adalah pengajaran yang multi-metode, multi-media, multi-jawab, dan multi-referensi. Dengan menawarkan banyak pilihan metode, media, referensi, dan jawaban, maka murid akan dengan sendirinya terfasilitasi untuk belajar dengan baik sesuai dengan 'passion' dan kemampuannya.

    ReplyDelete
  54. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah membaca percakapan antara siswa yang cerdas dengan guru matematika, kemudian guru matematika dengan orangtua berambut putih saya mendapatkan poin bahwa ternyata memang benar adanya harus dilakukan oleh guru matematika atas hal – hal yang diinginkan oleh siswa demi kemajuan siswa, seperti dengan penggunaan metoe pembelajaran yang bervariasi, mempersiapkan RPP yang digunakan, pemanfaatan sumber belajar yang bervariasi, dan lainnya. Juga mengenai beberapa pertanyaan dari guru matematika yang ditujukan pada orangtua berambut putih kemudian dijawabnya dengan sebenar – benarnya apa yang seharusnya dilakukan oleh guru matematika.

    ReplyDelete
  55. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Pada saat pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai yang membuat anak tidak jenuh mengikuti pelajaran. Guru memanfaatkan dan menyiapkan media pembelajaran diantaranya LKS (student worksheet) dan media tabel angka yang ditempel pada papan tulis. LKS dibuat berfungsi tidak hanya sesempit sebagai kumpulan soal-soal akan tetapi dengan adanya LKS dapat pula menemukan informasi-informasi dan penemuan-penemuan lainnya yang sifatnya terbimbing. Melalui media pembelajaran yang disediakan siswa diberi kebebasan untuk mengeksplor kemampuannya untuk menemukan hal-hal baru yang belum pernah ditemukan, memecahkan berbagai persoalan yang semakin mengembangkan olah pikir siswa.

    ReplyDelete
  56. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Setelah membaca artikel ini mengingatkan kita sebagai calon pendidik matematika untuk memberikan pembelajaran matematika yang bermakna sehingga menjadikan matematika sekolah lebih implementatif dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  57. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Untuk menjamin terlaksananya pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif bagi siswa perlu adanya pendampingan mulai dari perencanaan (membuat RPP dan perangkatnya termasuk menyiapkan LKS dan media yang diperlukan), mengobservasi pelaksanaan pembelajaran di kelas oleh guru yang bersangkutan, sampai merefleksi kelebihan dan kekurangan serta perbaikan pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  58. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    1670126101P

    Permintaan murid cerdas akan matematika ini mudah dan menyenangkan sebagaimana di atas mengajarkan filosofi bahwa matematika adalah apa yang mereka pikirkan. Jikalau yang ada di dalam pikiran mereka matematika itu susah dan membosankan, maka itulah yang ada (terjadi). Yang mungkin ada apabila mereka berpikir bahwa matematika itu mudah dan menyenangkan, maka yang mungkin ada akan ada tergantung dari proses mengada. Jika mengadanya kuat, maka yang mungkin ada tadi (matematika mudah dan menyenangkan) akan benar-benar ada dan terwujudlah pengadanya. Mengadanya tentu bisa dengan cara belajar dengan tekun, sabar, ikhlas dan bersungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  59. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika merupakan elegi yang sangat menarik. Dalam elegi ini kita menjadi mengerti permintaan siswa dalam setiap pembelajaran. Dari berbagai keinginan siswa tersebut, tugas seorang guru adalah memfasilitasi setiap pembelajaran, seperti model pembelajaran yang digunakan, pendekatan, perangkat pembelajaran, dll. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  60. Umi Arismawati
    13301231032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam elegi ini saya tertarik dengan kata-kata “Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar matematika” dan “Matematika menyenangkan”. Pembelajaran yang kontektual merupakan pembelajaran yang sangat penting. Pembelajaran yang menerapkan persoalan sehari-hari sangat membantu siswa dalam memahami dan memecahkan persoalan tersebut. Pembelajaran tersebut juga harus dikemas dengan cara yang menyenangkan. Pembelajaran perlu menggunakan pendekatan atau metode yang tidak monoton dan guru juga perlu menggunakan metode evaluasi serta sumber belajar yang bervariasi. Terima kasih.

    ReplyDelete
  61. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam pembelajaran RPP dan LKS merupakan hal yang penting. Dalam sebuah kelas pasti memiliki siswa yang beraneka ragam. Guru perlu memfasilitasi siswa dengan RPP dan LKS yang beranekaragam disetiap pembelajarannya. Sehingga diharapkan dapat memfasilitasi siswa dengan semaksimal mungkin. Saya sangat tertarik dengan kata-kata “yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus mempercayai bahwa jika diberi kesempatan maka muridmu ini mampu mempelajari matematika”. Sebagai guru kita harus percaya bahawa siswa itu pasti mau belajar matematika dan sebagai guru harus memfasilitasinya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  62. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Setelah membaca artikel Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika di atas saya merasa sedikit kembali ke masa lalu, karena beberapa hal yang dirasakan dan diharapkan murid tersebut juga saya rasakan dan harapkan dari guru matematika saya ketika saya duduk di bangku sekolah dan menjadi murid. Beberapa dari apa yang dirasakan dan diharapkan murid sesuai artikel di atas juga saya lihat pada murid-murid ketika saya menjalankan program ppl beberapa bulan yang lalu.

    ReplyDelete
  63. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Seluruh hal yang yang diharapkan dan diinginkan si murid cerdas tersebut memang akan sulit untuk diwujudkan dalam satu waktu, dan memang diperlukan upaya lebih dari sang guru untuk memenuhinya. Tapi tidak ada salahnya untuk sang guru berupaya lebih agar dapat mewujudkan sedikit demi sedikit dari yang diharapkan dan diinginkan si murid cerdas, karena pada dasarnya bukankah sang guru menginginkan agar si murid bisa mempelajari dan memahami matematika dalam keadaan yang tidak tertekan dan membuatnya nyaman sehingga si murid cerdas semakin giat belajar matematika? Sehingga si murid cerdas bisa memperoleh hasil belajar yang optimal ?

    ReplyDelete
  64. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Terimakasih karena sungguh elegi ini bisa menjadi sumber ilmu dan bahan refleksi diri bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya guru dan tidak terkecuali bagi mahasiswa yang mengambil prodi pendidikan.

    ReplyDelete
  65. Teori humanis bekerja dengan semestinya!
    Sepengetahuan dangkal saya, teori humanis membuat siswa mengetahui apa yang ingin dipelajarinya. Di sisi lain, poin pentingnya adalah motivasi belajar internal siswa. Sudahkah?
    Guru menjadi fasilitator tidak selamanya berlaku, (menurut saya), karena ada kalanya siswa perlu dibina dan dijelaskan panjang lebar (kadang guru mendominasi). Di titik ini, posisi siswa melemah jika dibandingkan dengan posisi guru yang kuat dan sentral.
    Inspirasi mengenai elegi permintaan siswa kepada gurunya mengajari saya untuk menerapkannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia, tentu? Oleh sebab itu, pendidikan sebagai sumber fasilitas perlu dibenahi. Bahasa Indonesia adalah motor penggerak setiap pembelajaran, yang dikembangkan dengan saksama pada tiap perubahan zaman dan struktur.
    Sayangnya,
    struktur baru yang bertugas (zaman baru yang bertugas juga) tidak memiliki sisi kesinambungan yang konsisten, akhirnya memang pendidikan dibuat menggantung dan tidak terarah pada titik fokus yang sama. Perkembangan pendidikan menjadi titik setengah-setengah dan tidak konsisten. Pada eranya, pendidikan akhirnya kalah dengan perkembangan iptek yang tidak memiliki titik fundamental sama kuat dengan keilmuan lain. JIka akhirnya politik dipegang oleh keilmuan yang dasar, maka wajar.
    Guru yang tidak humanis masih memiliki tempat nyaman yang tidak tergantikan. Posisi ini banyak menguntungkan pihak di luar pendidikan, karena ketidaktahuan yang menyebabkan kebutaan informasi dan pengembangan. Tiap-tiap RnD yang dibuat seakan-akan menjadi bilik nyata.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    PPs PEP-A/2016

    ReplyDelete
  66. Saya jadi ingat cerita tentang Tan Malaka.
    Kisah menarik Ibrahim Datuk Tan Malaka. Ia waktu kecil dikenal sebagai siswa yang cerdas/rajin/kreatif di sekolahnya. Karena kecerdasannya, para guru yang mengajarinya di sekolah menghendaki Tan Malaka kecil untuk melanjutkan sekolahnya ke sekolah yang lebih tinggi, yakni sekolah pemerintah kelas satu di Kweekschool (Sekolah Guru Negeri) di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi), Minangkabau. Siswa adalah subjek, dan ketika siswa difasilitasi maka urusan selesai.
    Proses pendidikan yang panjang dan penuh terjal bukan lagi urusan yang gampang jika semua diurusi dengan metode yang melulu sama.
    Saya belum pernah mengajar dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada guru lainnya. Sebagai junior saya baru memahami konsep, belum memiliki praktis yang tinggi. Jika komentar saya bersifat dzolim mohon dimaafkan.
    hehehehe
    Prof.
    saya penasaran, Si Rambut Putih kok cerdas sekali dan bijaksana dalam menanggapi segala hal. Oleh karena itu, pada saat mengembangkan keilmuan beliau terlihat mampu dan mumpuni di setiap aspek keilmuan yang ia geluti (sosok semar di pewayangan).
    Ohya prof.,
    izinkan saya bertanya.
    Apakah saya bisa menjadi guru bijak seperti si rambut putih?
    Jika iya, fondamental saya yang lemah ini perlu diperbaiki dengan pengalaman yang seperti apa? Perlukah menguatkan tiap dimensi intuisi yang mengakar dan membentuk pola baru?

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    PPs PEP-A/2016

    ReplyDelete
  67. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Segala apa yang diungkapkan oleh murid cerdas itu membuat saya mengingat kembali segala keluhanku tentang pengajaran di kelas saat di bangku sekolah. Setelah mengajar kadang memang kita sebagai pengajar tidak menyadari apa yang diinginkan peserta didik. Kita dengan sombongnya mengarahkan mereka menjadi apa yang kita mau tanpa memperhatikan segala aspek dari peserta didik kita termasuk aspek psikisnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  68. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebaiknya seorang guru mampu memberikan keleluasaan kepada murid-muridnya agar muridnya mampu berkembang dan tidak ada perasaan tertekan dalam menimba ilmu. Sebagaimana konstruktivisme, setiap siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, tidak perlu selalu mengikuti apa kemauan sang guru karena tentunya setiap siswa memahami satu masalah dengan cara yang berbeda-beda.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  69. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Subhanallah sungguh percakapan dalam artikel diatas telah memberikan saya banyak pelajaran dan tambahan pemahaman saya tentang siswa, dan hal ini menjadi renungan bagi saya khususnya. saya mengutip pendapat di atas yaitu bahwa hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban dan perintah-perintahmu. hal ini lah yang paling harus dipahami karena selama ini kita menganggap itu adalah sebuah kewajiban dengan tekanan kurikulum yang begitu berat, semoga kedepannya saya menjadi lebih baik lagi dengan mengerti apa sebenarnya tujual dan makna belajar tersebut yang tertuang dalam artikel ini. Terimakasih Prof. Marsigit atas pencerahannya, semoga saya menjadi lebih baik lagi. Amiin.

    ReplyDelete
  70. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Hakekat ilmu itu diperoleh dengan cara berinteraksi antara obyektif dan subyektif, antara teori dan praktek, antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa, ..dst. Maka diskusi kelompok itu sebenarnya adalah sunatullah.
    kata-kata diatas adalah sebuah kebenaran yang harus dilakukan, apabila seandainya para tokoh pendidikan dan pencipta teori belajar, model belajar dan psikologi pendidikan, maka semua tokoh tersebut akan bersedih melihat keadaan pendidikan dan cara guru mengajar saat ini, betapa kita sering membuat pelajaran itu menjadi lebih susah, seharusnya kita sebagi guru dan calon guru, maupun dosen dan calon dosen harus menyadari bahwa belajar itu dan PBM itu bukan maunya kita melainkan kita harus ada interaksi didalamnya dan memahami keadaan siswa, sehingga ketika mengajar lebih bersifat inovasi dan menyenangkan sehingga para siswa menemukan kebermanfaatan dalam belajar dan semangat dalam belajar, banyak teori maupun model yang dapat di gunakan yang penting tetap tujuannya untuk mencapai hakekat pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  71. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Setelah membaca artikel ini, saya kembali mengevaluasi proses KBM yang saya laksanakan. Pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa seharusnya diutamakan. Siswa yang biasa diberi tahu akan lebih cepat putus as ajika mendapatkan soal yang sedikit sulit. Siswa juga tidak memiliki rasa tertantang dalam menghadapi soal matematika dan yang lebih penting lagi pengetauan yang mereka dapatkan kurang kuat dan berkesan dibandingkan jika mereka mendapatkan pengetauan dengan menemukan sendiri.
    Kewajiban-kewajiban yang diberikan kepada siswa tidak jarang juga malah memberikan beban. Pembelajaran justru terasa tidak menyenangkan. Hendaknya kita lebih bijaksana dalam melaksanakan tugas kita sebagai pendidik.

    ReplyDelete
  72. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Salah satu bait yang menarik dari elegi tersebut adalah ketika sang murid berkata kepada sang guru “Engkau tidaklah bisa memaksa diriku menyenangi matematika, kecuali hanya dengan keikhlasanku”. Ikhlas itu berusaha mencintai sesuatu yang mungkin awalnya tidak kita senangi. Cinta membuat sulit jadi mudah.
    Hal ini seringkali disampaikan oleh Bapak Marsigit, bahwa dalam mempelajari ilmu pengetahun, kita harus IKHLAS.

    ReplyDelete
  73. Elegi tersebut memberikan gambaran kepada kita bagainama seharusnya kita memanusiakan murid atau siswa kita, berat memang berat tapi ini bukan merupakan sesuatu yang harus dihindari karena berat tapi justru sebuah tantangan yang harus kita hadapi dan wujudkan agar karakter bangsa kita tidak hilang dan kita jadi pemenangnya. Amin...

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  74. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hal yang saya pahami setelah membaca artikel ini adalah tentang hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam melakukan pembelajaran. Secara tidak langsung, apa yang dikatakan oleh si murid cerdas adalah harapan yang untuk proses pembelajaran. Namun, yang terpaksa adalah guru lebih banyak memberikan pengetahuan dengan cara menerangkan sehingga kesan menggurui sulit untuk dapat lepas ada kegiatan belajar. Selain itu, guru juga jarang memberikan kesempatan kepada murid untuk dapat mengembangkan kreativitasnya. Dengan cara belajar seperti itulah membuat siswa cepat merasa bosan sehingga minat belajarnya hilang.Oleh karena itu melalui elegi ini memberikan kesadaran pada guru untuk merubah paradigma cara pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  75. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Oleh karena itu, elegi ini menjadi bahas koreksi diri dan refleksi semua pihak yang terlibat di ranah pendidikan, bahwasannya mengajar atau mendidik tidaklah semudah teori. Menjadi guru haruslah mengerti banyak hal tidak hanya sebatas memberi soal materi, namun banyak pula yang harus diperhatikan seperti pengelolaan kelas, metode mengajar, karakteristik peserta didik, dan yang paling penting adalah penanaman karakter pada siswa.

    ReplyDelete
  76. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam elegi ini seperti tergambar cerminan dari siswa yang ingin mengeksplor apa yang ingin dia ketahui ketika belajar.

    ReplyDelete
  77. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam elegi ini seperti tergambar permintaan siswa yang ingin menemukan sendiri konsep dari pembelajaran dan bukan hanya mendapat rumus jadi dari gurunya.

    ReplyDelete
  78. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi ini sebaiknya perlu dibaca oleh guru dan juga calon guru yang selama ini mengajar dengan hanya memberikan materi kepada siswa dan siswa hanya pasif dalam proses belajar. Karena kemungkinan ada siswa yang cerdas yang ingin menemukan sendiri konsep dari pembelajaran dan ingin guru untuk membimbingnya.

    ReplyDelete
  79. Setiap siswa adalah satu pribadi yang berbeda. Ketika seorang guru memperlakukan siswanya dengan cara yang sama, tentunya suatu hal yang kurang bijaksana. Demikian pula dengan sistem penilaian, karena ada siswa yang kalau ditanya secara langsung, maka dia hanya terdiam saja, meskipun sesungguhnya dia mengetahuinya.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  80. Kadang seorang guru menjadi sangat sensitif ketika siswa menanyakan sesuatu padanya. Hal inilah yang sering membuat siswa enggan untuk menanyakan sesuatu kepada gurunya. Guru dianggap bagaikan manusia setengah Dewa.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  81. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Guru yang diktator hanya ada dalam cerita dongeng. Maksudnya itu jaman dulu, sudah kuno. Sekarang jaman dimana guru menjadi fasilitator murid untuk menggapai ilmu yang bermanfaat. Tidak jaman menjadi guru yang kolot. Guru harus bersifat terbuka akan membagikan ilmu atau biasanya disebut sharing ilmu. Murid pun dapat memberikan pengalaman yang baru bagi gurunya.

    ReplyDelete
  82. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Elegi di atas menjadikan bahan renungan untuk kita semua baik calon guru maupun yang sudah jadi guru untuk menjadi guru matematika yang benar-benar memperhatikan aspek psikologis siswa kita. Terkadang kita hanya menuruti kurikulum yang waktunya terbatas harus menyelesaikan materi yang banyak tanpa mempedulikan betapa “enek”nya siswa jika dijejali terus menerus tanpa metode yang menyenangkan untuk siswa belajar matematika. Perubahan untuk menjadi lebih baik itu adalah sebuah proses, tapi setidaknya kita sudah tau isi hati keluh kesah para siswa melalui Elegi Permintaan si Murid Cerdas sehingga lebih mudah untuk kita memperbaiki satu persatu kesalahan yang selama ini telah kita lakukan pada anak didik kita. Jangan pernah lelah dalam menikmati proses perubahan, orang yang hebat ialah orang yang menyadari kesalahannya lalu memperbaiki kesalahannya. Tidak harus langsung semua berubah, namun bertahap.

    ReplyDelete
  83. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Elegi diatas menggugah hati saya untuk menjadi guru matematika yang dapat menempatkan diri dan posisinya. Mengetahui apa yang diinginkan oleh siswa agar tidak bosan untuk belajar matematika. Menunjukkan kepada siswa bahwa matematika tidaklah sulit. Ketakutanlah yang membuat sulit sehingga memperburuk keadaan. SEmoga para calon guru matematika yang ada bisa memenuhi keinginan siswa dalam belajar. Amin

    ReplyDelete
  84. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Guru sebagai ujung tombak dalam keberhasilan suatu pembelajaran. Dalam mengajarkan matematika sebaiknya guru jangna menggunakan metode ceramah yang akan membuat siswa bosan dan jenuh. Mungkin bisa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi misalnya diskusi sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif. Suasana belajar juga harus bersifat fun sehingga siswa tidak merasa terbebani ketika mengerjakan soal. Buat susana senyaman dan sehangat mungkin sehingga terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa.

    ReplyDelete
  85. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Seorang Guru harus mampu memberikan motivasi pada setiap siswa yang mereka didik, guru harus dapat memberikan semangat dan menjadi sumber energi untuk para muridnya. Bagi murid yang sedang lesu dan lemas, maka guru harus memberikan solusi sebagai penyemangat agar proses belajar mengajar akan sangat efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  86. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Menumbuhkan semangat belajar siswa adalah hal yang hendaknya dilakukan oleh seorang guru sehingga siswanya dapat lebih tertarik dalam proses belajar mengajar. Hal ini akan meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  87. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Selain itu, seorang guru juga harus memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam kelas, dalam kegiatan diskusi, ataupun dalam tugas kelompok. Guru harus mampu mengarahkan siswanya untuk bersikap aktif di dalam kelas agar siswanya bisa terlatih untuk belajar mandiri.

    ReplyDelete
  88. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  89. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    In my opinion, I agree with this elegy. We know that become a teacher, especialy mathematics teacher is not easy. Become a good mathematics teacher is really difficult thing. Teacher, especialy mathematics teacher should know ability of their student because their students have different ability to understand material of mathematics. We know that mathematics is really complicated subject, so teacher should try their best to teach their students patiently until their students understand about it. Make an interesting learning is also not easy. Everything is not easy. Change from teacher domination into students domination is not easy too. But, teacher should try their best to become a good mathematics teacher. If students understand about our explanation, we will feel happy no matter what. Thank you for this article. I, as candidates of mathematics teacher will try my best to become a good mathematics teacher that fill what needed by students is. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  90. AJI SANTOSO
    13301241034

    Assalamualaikum wr. wb.
    Seperti yang sudah sering bapak sampaikan, saya akan mencoba untuk berkomentar sesuka hati saya pada post "Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika" diatas. Itulah komentar saya. Terimakasih..

    Wassalamualaikum wr wb
    Best regards,

    AJI SANTOSO

    ReplyDelete
  91. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    "Orang Tua Berambut Putih:
    Wahai guru, jika engkau renungkan, maka hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban dan perintah-perintahmu. Saya khawatir jangan-jangan dibalik kegiatanmu mewajib-wajibkan dan perintah-perintah kepada siswamu itu, sebetulnya terselip sifat egoismu".

    Nasihat sang Orang Tua Berambut Putih ini sangat untuk direnungkan. Terkadang kita sebagai guru menghadaki agar peserta didik itu harus mengikuti keinginan kita sebagai guru, kita kadang mengabaikan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki setiap siswa sehingga menganggap sama dimata kita, sehingga tanpa disadari kita lebih menonjolkan ego singga yang terjadi adalah ketika apa yang dilakukan dan dihasilkan sisiwa tidak sesuai dengan kita (guru) maka konsekuensinya adalah nilai.
    Terima kasih prof. atas wejangannya melalui nasihat orang tua berambut putih ini.

    ReplyDelete
  92. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ketika berhadapan dengan pelajaran matematika, anak-anak cenderung tidak menyukai pelajaran ini, mereka merasa bahwa pelajaran matematika itu sulit dan susah untuk dipahami. hal ini menebabkan suatu tantangan terbesar bagi seorang guru untuk meningkatkan minat dan rasa senang mereka terhadap pelajaran matematika. Setelah saya membaca postingan ini, banyak sekali pelajaran yang dapat saya ambil untuk bisa dijadikan refleksi supaya menjadi seorang guru yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  93. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Daripada hidup bahagia karena berhasil memperoleh nilai yang tinggi atau prestasi yang tinggi, lebih baik bahagia karena apa yang menyebabkan kita memperoleh nilai yang tinggi. Daripada bahagia memperoleh nilai 100 pada pelajaran matematika, lebih baik bahagia karena bisa mempelajari matematika. sebagai seorang guru, lebih baik membuat anak-anak senang dengan pelajaran matematika supaya nilainya lebih baik, daripada membuat nilai baik, tetapi anak-anak tetap tidak menyukai pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  94. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ada kutipan yang pernah saya dengar dari seorang pelatih angkat besi kepada muridnya "daripada hidup bahagia karena berhasil masuk tim nasional dan menang, aku harap angkat besi bisa membuatmu bahagia. beberapa pelatih mungkin tertawa dengan apa yang kukatakan, tetapi aku tidak mau kau menyerah terhadap angkat besi karena kau merusak tubuhmu terlalu banyak hanya untuk mendapatkan medali emas. jika tujuanmu adalah memenangkan medali, dan jika kau tidak bisa mendapatkannya, kau tidak akan merasa bahagia. tapi, jika kau memang menyukai mengangkat besi yang dingin dan berat itu, bukankah kau akan merasa senang hanya dengan mengangkat beban?". dari kutipan tersebut sebagai seorang guru khusunya matematika lebih baik membuat anak-anak menyukai pelajaran tersebut terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  95. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu’alaikum wr wb
    Setelah membaca elegi tersebut, ada beberapa hal yang menurut saya perlu digarisbawahi yakni menjadi guru tidaklah mudah. Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang guru yang baik, salah satunya adalah metode pembelajaran. Metode ekspositori atau ceramah itu metode yang sudah kadaluwarsa, tidak mampu lagi melayani kebutuhan siswa dalam belajarnya. Siklus dari metode ekspositori adalah menerangkan, memberi contoh, memberi soal, memberi tugas, dan menerangkan kembali, demikian seterusnya. Selamanya akan seperti itu. Itu yang membuat siswa bosan dengan pembelajaran yang hanya begitu-begitu saja.

    ReplyDelete
  96. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Secara umum, ada tiga bekal yang harus dimiliki seseorang untuk dapat menjadi seorang guru yang baik. Tiga hal ini apabila dimiliki seseorang yang bermaksud untuk menjadi seorang guru akan mengantarkan orang ini mendapatkan kesuksesan dalam proses pengajarannya. Tiga bekal yang dimaksud di sini adalah: (1) kompetensi yang cukup (2) kreatifitas yang memadai sehingga gaya mengajarnya guru tersebut bervariasi, dan (3) memiliki sifat ikhlas dan mau mendoakan kesuksesan pada anak didiknya. Dengan begitu, guru tersebut akan siap menghadapi siswa dengan karakteristik yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  97. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Aspek psikologis dan pedagogis belajar matematika sangat penting. Guu sebagai seseorang yang dianggap pemberi ilmu, pentransfer ilmu, pembuka cakrawala pengetahuan siswa sudah seharusnya bersikap bijaksana dan adil dalam menyampaikan pembelajaran. Kriteria mengajar yang terbaik dalam filsafat itu jika inisiatif dari siswa, ada proses terjemah dan menerjemahkan. Maka dalam proses pembelajaran, guru harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik siswa dan kebutuhan-kebutuhan siswanya, sehingga guru dapat merencanakan pembelajaran yang lebih baik dan sesuai dengan siswa-siswanya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  98. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016

    Cerita antara guru dan siswa diatas, sebetulnya membutuhkan refleksi terhadap pembelajaran matematika selama ini. Matematika dianggap sebagai matapelajaran yang sulit dan rumit sehingga tidak sedikit siwwa yang malas dan anggan belajar tentang matematika. bahkan bukan itu saja, di sebagian perguruan tinggi dengan jurusan matematika, animo masuk perguruan tinggi bagi mahasiswa baru agak sedikit, tidak sama dengan jurusan-jurusan lainnya.

    ReplyDelete
  99. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016
    Wahai guru matematika, janganlah engkau bercita-cita untuk siswa menjadi pintar karena hanya engkau marah-marah sama mereka, maka ajarlah dia untuk bisa hidup dengan normal. ajarilah dia dengan akhlah dan moral. Untuk apa pintar hafal rumus dan menyelesaikan tepat pada waktunya bila kosong nurani kemanusiaan dan kesemestaan

    ReplyDelete
  100. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016
    Terkadang kita hanya menuruti kurikulum yang waktunya terbatas harus menyelesaikan materi yang banyak tanpa mempedulikan betapa “enek”nya siswa jika dijejali terus menerus tanpa metode yang menyenangkan untuk siswa belajar matematika. Perubahan untuk menjadi lebih baik itu adalah sebuah proses, tapi setidaknya kita sudah tau isi hati keluh kesah para siswa melalui Elegi Permintaan si Murid Cerdas sehingga lebih mudah untuk kita memperbaiki satu persatu kesalahan yang selama ini telah kita lakukan pada anak didik kita

    ReplyDelete
  101. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016

    Selain itu, guru juga jarang memberikan kesempatan kepada murid untuk dapat mengembangkan kreativitasnya. Dengan cara belajar seperti itulah membuat siswa cepat merasa bosan sehingga minat belajarnya hilang.Oleh karena itu melalui elegi ini memberikan kesadaran pada guru untuk merubah paradigma cara pembelajaran yang menyenangkan

    ReplyDelete
  102. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016

    Metode pembelajaran matematika adalah cara untuk me
    ncapai tujuan
    pembelajaran matematika.
    Penggunaan metode yang tepat akan menentukan efekti
    fitas dan efisiensi pembelajaran. Beberapa
    metode yang dapat dipilih guru matematika adalah me
    tode ceramah, ekspositori, demonstrasi,
    tanya jawab, penugasan, eksperimen, drill dan latih
    an, penemuan inquiry, permainan dan
    pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  103. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016

    apabila kita ingin mengajarkan matematika kepada anak / peserta didik dengan baik
    dan berhasil pertam-tama yang harus diperhatikan adalah metode atau cara yang akan dilakukan, sehingga sasaran yang diharapkan dapat tercapai atau terlaksana dengan baik, karena metode atau cara pendekatan yang dalam fungsinya me
    rupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan demikian jika pengetahuan tentang metode dapat mengklasifikasikannya dengan tepat maka sasaran untuk mencapai tujuan akan semakin efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  104. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016

    Dalam pembelajaran matematika, guru bukan hanya mentransfer pengetahuan ( transfer of knowlidge) tetapi juga harus peralihan nilai ( transfer of veliuw). Antara pengetahuan dan nilai ilah,membutuhkan peran guru yang maksimal dalam mengelola proses belajar mengjar.

    ReplyDelete
  105. Musa marengke
    S3 PEP Kelas a, 2016

    Dalam proses belajar mengajar terutama dalam pembelajaran matematika, tidak diperkenankan guru memandang siswa sebagai obyek dan guru sebagai subyek. Pandangan pemikiran ini dinilai keliru karena ada konsep kuasa menguasai dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  106. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam pembelajaran terkadang guru melakukan proses pembelajaran sesuai yang diinginkannya sehingga terkadang ia lupa dengan hal-hal yang diinginkan oleh siswa dan mengabaikan itu semua, ketika guru lupa akan hal itu maka dampak yang terjadi dalam diri siswa adalah terjadinya perubahan psikologis sehingga apa yang mereka dapatkan mereka akan berpikir itu akan sulit untuk diterimanya sehingga aspek kemandirian dalam diri siswa pun susah untuk terbentuk.

    ReplyDelete
  107. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dalam elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika, digambarkan murid yang ingin guru tidak hanya mentransfer pengetahuannya saja kepada murid dan guru tidak terlalu dominan dalam pembelajaran. Murid ingin diberikan kesempatan untuk lebih aktif dan lebih berkembang di kelas dengan mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Intinya, guru harus bisa merubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang inovatif.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  108. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran yang paling dihindari siswa. Banyak alasan kenapa murid-murid tidak menyukai matematika. Ada murid yang beralasan bahwa matematika sulit, gurunnya galak, matematika membuat pusing, matematika tidak berfungsi dikehidupan danmasih banyak lagi. Dari alasan para siswa maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran matematika kurang menarik dan ditakuti siswa karena sebagian besar guru matematika tidak ramah terhadap muridnya.

    ReplyDelete
  109. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2103
    13301241010

    Guru hendaknya menggunakan metode yang berbeda-beda setiap topiknya agar siswa tertarik jangan hanya menggunakan metode ceramah. Karakteristik siswa didalam kelas sangatlah beraneka macam. Guru juga harus membuat aktivitas dengan model lain tidak hanya menyuruh siswa mengerjakan soal. Guru dapat membuat siswa berkelompok dan mendiskusikan permasalahan yang diberikan

    ReplyDelete
  110. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2103
    13301241010

    Guru juga bisa membuat suasana mengerjakan soal dengan suasana lain sperti dengan games/permainan. Dengan digunakannya metode pemebelajaran yang berbeda maka diharapkan siswa akan terbantu dalam memahami pelajaran matemtika. Sikap guru terhadap siswa juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran matematika. Tindakan guru yang dianggap sepele tapi sangat berpengaruh bagi siswa adalah pilih kasih. Guru matematika terkadang kurang sabar menghadapi murid yang perlu waktu lama dan mempunyai pertanyaan yang dianggap sepele, dan guru akan lebih memperhatikan murid yang pintar dan selalu memujinya. Ini akan menimbulkan kebencian dihati siswa dan enggan untuk belajar matematika karena faktor guru.

    ReplyDelete
  111. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2103
    13301241010

    Bukan kah ini sangat disayangkan pelajaran matematika yang penuh dengan tantangan dan keunikan dibenci oleh siswa karena seorang guru yang tidak memahami siswa. Selain itu guru hendaknya mengawali materi matematika dengan memeberikan contoh kegunaan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa akan tertarik dan merasa ia tidak sia-sia belajar.

    ReplyDelete
  112. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Merenungi setelah membaca baris demi baris, dari hulu hingga hilir. Sangat banyak catatan untuk kita sebagai guru agar memperhatikan tujuan belajar yang sebenarnya. Hakikat pendidikan sendiri memiliki arti mengajarkan dengan mengintegrasikan antara nilai intelektual dan sikap. Motivasi yang kuat agar siswa bukan saja hanya tahu tentang memulai belajar, namun memahami makna belajarn dan memahami bagaimana sebenarnya belajar.

    ReplyDelete
  113. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dari Apersepsi, proses pembelajaran, hingga hasil belajarnya sangat penting untuk dikombinasikan agar menjadi sebuah puisi yang mengharukan dan membawa pembacanya kedalam samudera ilmu yang maha luas. Siswapun menjiwainya dan mendapatkan hakikat mencari dan menemukan pengetahuan yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  114. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Apa yang dapat saya petik dari dialog diatas adalah :
    1.Seorang guru itu, selain pendidik adalah seorang motivator dan teladan untuk siswa-siswanya.
    2.Seorang guru ketika mengajar hendaknya menggunakan beberapa metode pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa, tidak terus menerus monoton dengan satu cara.
    3.Seorang guru ketika mengajar, hendaknya juga menggunakan alat peraga, media pembelajaran, dan fasilitas lain sehingga siswa bisa bereksperimen secara langsung. Alat peraga juga membuat siswa lebih bisa memahami secara mendalam tidak sekedar mendengar dan membaca.
    4.Untuk dapat memfasilitasi siswa dengan baik maka seorang guru perlu membuat RPP yang fleksibel dan LKS yang menarik.
    5.Dalam pembelajaran guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa-siswanya untuk lebih aktif dalam pembelajaran, misalnya menjawab pertanyaan, mengerjakan soal di depan, bertanya, dan menyampaikan pendapat.
    6.Siswa hendaknya juga diberi kesempatan untuk melakukan pembelajaran secara berkelompok, atau diskusi. Karena kegiatan diskusi akan melatih kerjasama siswa, interaksi siswa dalam memecahkan suatu masalah. Siswa bisa saling bertukar pikiran, dan jika mengalami perbedaan pendapat maka mereka akan belajar bagaimana menghargai perbedaan itu.

    ReplyDelete
  115. Jadi, "Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika" ini merupakan suatu bacaan yang sangat bermanfaat, terutama jika dibaca oleh para guru maupun calon guru. Terimakasih Bapak atas ilmu yang sangat bermanfaat ini. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah atau pesan yang disampaikan dalam artikel di atas. Aamiin.

    ReplyDelete
  116. Selain itu artikel ini juga menceritakaan kenyataan yang sedang terjadi dalam dunia para pelajar dan pendidik Indonesia saat ini. Sehingga hal ini bisa menjadi pelajaran yang baik berupa nasihat yang membuka mata dan mengingatkan kepada kita semua bahwa ada hal-hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas supaya lebih optimal dan seimbang antara kegiatan guru dan siswa di dalam kelas.

    ReplyDelete
  117. SHALEH
    PPs/PEP/2016
    16701261010

    Konsep hijrah pendidikan si murid Cerdas merupakan hasil pemikiran mendalam. Para guru menjadi kunci untuk dapat membumikan konsep ini. Tidak perlu mengunggu para dewa-dewi pendidikan memformalkannya, daksa-pun bisa memulainya secara personal. Maka jika seluruh daksa mampu mempraktekkannya dan menunjukkan hasil nyata, dewapun akan mengakuinya.

    ReplyDelete
  118. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P. Matematika Kelas B 2016

    Dalam elegi ini, si murid cerdas mewakili murid-murid yang ada di dunia ini untuk menyampaikan hak-hak yang seharusnya ia dapatkan dari seorang guru, sehingga gurunya diharapkan dalam memenuhi kewajibannya sebagai seorang guru yang seharusnya. Dunia pendidikan adalah dunia yang kompleks namun menyenangkan, dimana kita akan menjumpai murid-murid yang karakternya berbeda-beda sesuai dengan latar belakang keluarganya masing-masing, tentunya guru harus selalu siap dalam pembelajaran, tidak membeda-bedakan murid dan dapat berlaku adil.

    ReplyDelete
  119. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Dalam pendidikan, sangat penting untuk mempelajari psikologi belajar peserta didik. Bahkan sebelum bermatematika, kita perlu mengkondisikan peserta didik untuk siap. Bagaimana caranya? Dengan mempelajari psikologi siswa. Setiap kelas tentu keadaan siswanya berbeda antara yang satu dengan yang lain. Maka penting bagi guru untuk mengetahuinya satu persatu. Tak ada kata puas dalam diri guru. Selalu belajar dan jangan pernah sombong dengan ilmu yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  120. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi permintaan si murid cerdas kepada guru matematika. Dari apa yang dibicarakan antara guru dan murid dalam postingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran agar tercapai tujuannya, maka sangat penting dilakukan antara guru dan siswa untuk saling mengerti. Namun hal terpenting yang dapat dilakukan adalah bagaimana cara guru dalam menyampaikan meteri, membuat matematika itu bukan suatu yang menakutkan, melainkan membuat matematika itu menyenangkan. Membuat matematika itu bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa akan senang belajar matematika. Guru harus bisa melakukan pendekatan terhadap siswanya. Siswa jangan dipaksa, namun siswa dibimbing bagaimana caranya agar bisa menerima pelajaran dengan ikhlas. Penguasaan guru dalam mengelola kelas juga penting diperhatikan, agar siswa tidak ada yang meras dipilih dan dikasih. Jadikanlah kelas menjadi aktif, jangan hanya menjadi guru yang pasif dengan hanya menyampaikan yang ada di dalam buku. Sehingga, jika semua itu sudah dimiliki oleh seorang guru, maka insyaAllah pembelajaran akan tercipta dengan baik.

    ReplyDelete
  121. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Sejatinya sebagai seorang guru berperan untuk memenuhi kebutuhan siswa, dalam artian seorang guru jangan memaksakan kehendaknya kepada siswa. Seorang guru hanya berperan sebagai fasilitator. Di dalam suatu pembelajaran, biarkan seorang siswa menjadi aktor di dalamnya. Biarkan mereka bebas mengekspresikan pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki. Jika ada pemahaman yang salah maka disitulah peran seorang guru untuk mengarahkan siswa menuju pemahaman yang benar. Jika memang benar-benar siswa tidak mengerti, biarkan siswa untuk bertanya terlebih dahulu, jangan sebagai seorang guru langsung memberikan materi. Biarkan siswa merasa mereka butuh akan materi tersebut sehingga tanpa dipaksa mereka akan mencari sendiri entah dengan bertanya, atau mencari sumber-sumber yang terkait dengan materi

    ReplyDelete
  122. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Elegi di atas memberikan tamparan yang keras bagi saya betapa jauhnya harapan siswa dengan apa yang dilakukan guru terhadap siswanya. Pekerjaan guru tidaklah mudah, ada banyak hal yang harus diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Itulah yang dinamakan guru sebagai fasilitator. Guru menyediakan kebutuhan belajar siswa dari hal yang sederhana hingga yang sangat penting. Maka dari itu guru harus banyak belajar dan memahami keinginan siswa bukan melakukan sesuai dengan keinginannya.

    ReplyDelete
  123. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Prof. Marsigit, dengan membaca postingan ini saya menjadi intropeksi diri . Saya berusaha memantaskan diri untuk belajar menjadi guru bagi murid-murid saya. Berikut perkataan yang bapak postingkan dan yang membuat saya terrenung. “Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi tahu betapa tidak mudah menjadi Guru Matematika bagimu. Setelah mendengar permintaanmu, aku menjadi ragu tentang kepastianku. Setelah mendengar permintaanmu, aku merasa malu dihadapanmu. Setelah mendengar permintaanmu, aku merasakan betapa diriku itu bersifat sangat egois.”

    ReplyDelete
  124. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Sungguh luar biasa Elegi ini. Elegi ini membuat saya menjadi semangat memperbaiki diri untuk memantaskan diri menjadi seorang guru. Dari percakapan Guru Matematika di atas dan Orang Tua Berambut Putih sungguh bijaksana untuk mengambil sikap. Dan disini saya menyadari bahwa sejatinya menjadi seorang guru bukan hanya memberikan ilmu saya sesuai dengan apa yang ada tetapi menjadi guru harus dapat menfasilitasi dan bersikap cerdas dalam memberikan pembelajaran.

    ReplyDelete
  125. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sungguh indah makna dalam Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika. Setelah membaca postingan ini, saya menjadi berfikir lagi dan lagi bahwa sebenarnya mengapa saya ingin menjadi guru? cita-cita dan harapan apakah yang sebenarnya saya ingin lakukan dan bagaimanakah cara untuk melakukannya, apakah semua tindakan dan langkah yang saya lakukan telah baik dan tepat? Apakah selama ini saya telah memksakan kehendakku kepada bebrapa anak yang saya ajari?
    Terima kasih pak marsigit yang telah memberikan begitu besar pencerahan untuk meluuskan kembali niatku apabila sudah sedikit berbelok arah.

    ReplyDelete
  126. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah membaca Elegi ini, membuat saya sedikit memahami bagaimana perasaan pesera didik yang sedang belajar di kelas dan sebenarnya apa saja keinginan yang ia harapkan dari gurunya. Terkadang seorang guru memiliki niatan baik untuk meningkatkan pengetahuan peserta didiknya, namun karena harapan tinggi tersebut terkadang guru tidak menyadari tindakannya yang terlalu otoriter terhadap peserta didiknya sehingga peserta didiknya kurang nyanman. Sehingga niatan baik saja tidak cukup namun perlu memilih langkah atau cara yang dilakukakan untuk mewujudkannya dengan tepat.

    ReplyDelete
  127. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan percakapan yang dilakukan oleh orang berambut utih dengan guru dapat diperoleh benyak hal yang dapat dipelahjari. Antara lain bahwa guru janganlah terlalu memberdayaan siswa hingga memaksakan kehendaknya sendiri, bagaimana menentukan yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran dikelas,paradigma apa saja yang diperlukan dalam memfasilitasi siswa belajar, LKS seperti apa yang memfasilitasi peserta didik sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya, dan masih banyak pelajran yang dapat dipetik dalam perckapan tersebut.

    ReplyDelete
  128. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari postingan tersebut dapat kita ambil ibroh bahwa menjadi seorang guru hendaknya dapat menjadi guru yang menyenangkan untuk anak didiknya. Dapat transfer ilmu dan membentuk kepribadian anak. hal itulah fungsi mulianya seorang guru. Semoga guru-guru tak lelah dalam memberikan pengajaran dan teladan untuk anak didiknya. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi ladang jariyah di akhirat kelak. aamiin.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  129. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk juga seorang guru. Guru terkadang juga melakukan beberapa kesalahan yang mungkin tidak disengaja. Akan tetapi setiap orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya termasuk juga guru. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sesuatu yang tujuan kedepannya akan menjadi baik.

    ReplyDelete
  130. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Setiap guru harus mempunyai kemampuan personal, pedagogik, profesional dan sosial yang baik sehingga kegiatan pembelajaran bisa berlangsung dengan baik. Membimbing dan mendidik adalah tugas seorang guru. Guru harus menerapkan pembelajaran yang inovatif, menggunakan metode dan media yang bermacam-macam, karena siswa itu memiliki kemampuan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Sejatinya tugas guru selain sebagai pendidik dan pengajar juga sebagai fasilitator. Guru berkewajiban menfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran, baik menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menyediakan perangkat-perangkat pembelajaran yang menunjang pembelajaran siswa, menyediakan LKS yang dapat membantu siswa belajar mandiri maupun kelompok. Strategi pembelajaran yang menarik, kondisi kelas yang menyenangkan, media pembelajaran yang memadai akan memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah yang ada disekitar.

    ReplyDelete
  131. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi di atas mengandung nasihat yang sangat berharga untuk direnungkan secara seksama bagi guru dan calon guru mengenai sudah efektifkah guru dalam dalam pembelajaran ? Seperti apa yang disebut dengan guru profesional ?. Mengingat pendidikan itu adalah proses memanusiakan manusia tentu peran guru sangat kontras dalam pendidikan. Guru hendaknya mampu memahami dari setiap karakter siswanya dalam mentransferkan ilmu, karena setiap siswa memiliki perbedaan cara belajar yang berbeda-beda, psikis yang berbeda pula. Sehingga guru harus senantiasa kreatif dan tidak menoton didalam kelas, guru harus memberikan beragam pendekatan,metode,stragtegi pembelajaran ke siswa, serta memfalitasi kebutuhan psikis mauoun biologis siswa agar siswa ketikan akan dihadapakan dengan sebuah pelajaran sudah benar-benar siswa. Elegi di atas juga mengingatkan kita pada perkatakan Prof. Marsigit di elegi lainnya, disana beliau mengatakan bahwa guru itu adalah dewa untuk muridnya, namun dewa (guru) ketika hendak turun ke bumi untuk mentransferkan ilmu maka terlebih dahulu guru itu harus melepaskan baju kedewaannya. Semoga guru di indonesia semakin efektif supaya di Indonesia kedepannya semakin banyak melahirkan generasi emas. Amin

    ReplyDelete
  132. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Guru yang baik hendaknya tidak memposisikan murid sebagai 'tong kosong', benda mati yang siap diisi apapun. Guru yang baik hendaknya menyadari bahwa murid nya adalah seorang yang memiliki harapan, memiliki keinginan, memiliki emosi yang perlu dipertimbangkan dalam proses pembelajaran. Guru hendaknya mengakomodir keinginan murid yang berkaitan dengan meningkatnya kualitas proses dan hasil belajar.

    ReplyDelete
  133. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "LKS merupakan sarana yang sangat strategis bagi guru agar mampu melayani kebutuhan belajar matematika siswa-siswanya yang beraneka ragam kemampuan."
    Dari kutipan di atas kita, sebagai pengajar hendaknya menyadari bahwa LKS adalah salah satu sarana belajar bagi murid. Dengan LKS hendaknya semua murid dengan karakteristik dan tingkat kemampuan yang berbeda-beda dapat melakukan latihan secara mandiri. Murid diberi kebebasan untuk mengerjakan LKS sesuai kemampuannya berdasarkan panduan dari guru.

    ReplyDelete
  134. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Salah satu bait yang menarik dari elegi tersebut adalah ketika sang murid berkata kepada sang guru “Engkau tidaklah bisa memaksa diriku menyenangi matematika, kecuali hanya dengan keikhlasanku”
    Hal ini seperti yang telah disampaikan Bapak Marsigit di pertemuan kedua minggu lalu, bahwa dalam mempelajari ilmu pengetahun, kita harus IKHLAS.

    ReplyDelete
  135. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menjadi guru yang baik itu bukanlah hal yang mudah. Namun, akan menjadi menyenangkan ketika kita sebagai seorang guru ikhlas melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita. Dengan keikhlasan pasti akan timbul rasa senang dan bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada kita.

    ReplyDelete
  136. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya sadar menjadi orang yang medengarkan orang lain itu tidaklah mudah, dalam elegi tersebut yang pertama membuat terkesan adalah seorang guru yang mau mendengarkan apa yang menjadi keinginan siswanya. Kita sebagai sesama manusia harus saling menghargai pendapat tanpa memandang status soslial, pekerjaan, umur, jenis kelamin. Setiap orang berhak untuk berpendapat dan dihargai.

    ReplyDelete
  137. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Di dalam elegi tersebut disebutkan banyak sekali keinginan yang dimiliki oleh si murid. Saya rasa keinginan tersebut juga merupakan keingian semua siswa yang ada di dunia ini. Mereka ingin memahami ilmu baru yang mereka dapatkan dari guru mereka.

    ReplyDelete
  138. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Keinginan siswa dalam elegi tersebut menyadarkan saya bahwa tugas menjadi seorang guru tidaklah semudah yang dibayangkan. Tugas berat ini sangatlah mulia. Ketika seorang guru mampu mewujudkan keinginan-keingin siswa dalam elegi tersebut pastilah menjadi guru yang profesional. Namun menjadi guru profesional membutuhkan proses dan belajar yang jalannya panjang dan berliku-liku.

    ReplyDelete
  139. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya tertarik dengan jawanan siswa dalam elegi tersebut, ia mengatakan bahwa salah satu keinginannya adalah "Aku juga berharap agar pelajaran matematika itu engkau persiapakan sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas di kelas. " Saya rasa keingian ini menjadi pemikiran kita bersama sebagai calon guru dan guru matematika. Akan menjadi pembelajran yang menarik dan mudah dimerngerti ketika kita sudah benar-benar merancang apa yang akan kita lakukan ketika di dalam kelas. Rancangan tersebut tertuang dalam Rencana Pekasanaan Pembelajaran. Jangan jadikan RPP ini hanya sebagai adminisrasi sekolah yang harus dilengkapi tetapi jadikan RPP ini benar-benar perncanaan menarik dan mudah dipaham untuk siswa ketika proses pembelajaran di dalam kelas.

    ReplyDelete
  140. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kita sebagai calon pendidik dan pendidik diharapkan memiliki sebuah keadilan. Dalam elegi tersebut dituliskan keinginan murid "Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Jika nilaiku jelek, janganlah engkau remehkan diriku, tetapi jika nilaiku terbaik maka janganlah terlalu disanjung-sanjung. " Kita sebagai calon guru dan guru memang harus bersikap adil tidak hanya membuat murid kita pandai dalam materi saja tetapi juga harus membuat murid-murid kita memiliki pribadi yang baik dan akhlak yang baik.

    ReplyDelete
  141. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Akan menjadi sebuah pembelajaran yang berhasil mencentak murid yang tahu kapan ia harus belajar. hakekat belajar itu adalah kebutuhan dan kesadaran siswa, dan bukanlah kewajiban dan perintah-perintah yang diberikan olah guru ataupun orang tua. Bukan hal mudah untuk merubah sebuah kebiasaan menjadi baik, butuh proses dan niat yang kuat untuk memulainya. Jika murid sudah merasa tertarik dengan apa yang ingin ia kuasa, saya yakin dengan sendirinya ia merasa bahwa belajar itu sebuah kebutuhan.

    ReplyDelete
  142. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam elegi tersebut juga dijelaskan bahwa pembelajran di kelas akan lebih menarik jika menggunakan metode yang bervariasi atau bermacam-macam. Kita tahu bahwa dalam mengajar tudak hanya mengajarkan untuk satu orang saja tetapi banyak orang. Tidak mungkin kita dapat satu persatu menyesuaikan karakteristik mereka. Oleh karen itu dengan menggunakan metode yang bervariasi akan lebih memabntu mereka daripada hanya menggunakan satu metode yang akan membuat mereka jenuh di dalam proses pembelajran. Pembelajaran juga dapat dilakukan di luar kelas tidah hanya monoton di dalam kelas. Banyak ilmu yang dapat didapatkan di luar kelas.

    ReplyDelete
  143. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Selain memnbuat RPP tugas guru tentunya membuat LKS dan mengembangkan LKS yang telah ada. Jangan jadikan LKS hanya sekedar lembar jawab siswa tanpa siswa harus berkreativitas dan membuat siswa pasif didalam kelas. Karena senungguhnya LKS adalah wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan ilmu atau menemukan rumus matematikanya. Jika di dalam LKS sudah ada rumus matematika pastilah anak cenderung malas untuk berfikir kembali dan hanya langsung menggunakannya, bahkan hanya mengafalkannya saja ketika hendak digunakan untuk ulangan. Menghafalkan rumus tidaklah akan bertahan lama beberapa waktu pasti akan lupa. Manusia memiliki beberapa jenis ingatan, yaitu ingatan jangak panjang dan ingatan jangka pendek. Jika hanya menghafakan rumus utuk ulangan makan hanya akan masuk di dalam ingatan jangka pendek.

    ReplyDelete
  144. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Didalam elegi tersebut tersirat berbagai makna yang sangat baik. Keinginan-keinginan murid didalam elegi tersebut dan jawaban orang tua berambut putih tersirat makna dari pendekatan saintifik. Pendekatan yang erat kaitan dengan kurikulum 2013. Dalam pendekatan saitifik terdapat tiga ranah yang ada yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    ReplyDelete
  145. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Merenungi setelah membaca baris demi baris, dari hulu hingga hilir. Sangat banyak catatan untuk kita sebagai guru agar memperhatikan tujuan belajar yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  146. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Hakikat pendidikan sendiri memiliki arti mengajarkan dengan mengintegrasikan antara nilai intelektual dan sikap. Motivasi yang kuat agar siswa bukan saja hanya tahu tentang memulai belajar, namun memahami makna belajarn dan memahami bagaimana sebenarnya belajar.

    ReplyDelete
  147. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dari Apersepsi, proses pembelajaran, hingga hasil belajarnya sangat penting untuk dikombinasikan agar menjadi sebuah puisi yang mengharukan dan membawa pembacanya kedalam samudera ilmu yang maha luas. Siswapun menjiwainya dan mendapatkan hakikat mencari dan menemukan pengetahuan yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  148. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Guru sebagai figur bagi muridnya. Sulitnya bagi guru menjawab semua pertanyaan yang tidak tipahami. Namun itu wajar. Karena keilmuan dan kemampun guru sebagai manusia terbatas. Namun yang tidak wajar apabila guru berperilaku kurang berpendidikan di mata muridnya.

    ReplyDelete
  149. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Kelemahan pembelajaran kolektif atau kelompok adalah bahwa ada anak yang selalu diperhatikan dan ada juga yang kurang diperhatika. Guru seharusnya bisa berada dalam posisi yang adil,dengan memperhatikan semua anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Tetapi tuntutan kurikulum mengharuskan supaya guru menyelesaikan suatu topik dalam kurun waktu tertentu sahingga hal-hal prinsip semacam itu terjadi. Memang guru dianggap sebagai nara sumber orang yang serba tahu. tetapi paradigm pendidikan yang sekarang adalah keaktifan peserta didik itu sendiri untuk lebih aktif dalam oembelajaran. Peserta didik dilatih untuk mengalami suatu permasalah. Sumber belajar bukan hanya dari guru tetapi bisa mengambil dan belajar dari berbagai sumber seperti internet,buku dan pengalaman hidup.….

    ReplyDelete
  150. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Permintaan murid cerdas kepada guru matematika sangatlah banyak. Ini mengindikasikan bahwa yang selama ini dilakukan oleh guru matematika tidak sesuai dengan kebutuhan murid. Padahal pembelajaran yang baik adalah yang memenuhi kebutuhan murid dalam belajar. Salah satunya adalah kesempatan untuk bertanya.

    ReplyDelete
  151. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sejak dulu, Indonesia menerapkan metode belajar ekspositori, dimana guru menjelaskan materi atau topik belajar kepada siswa. Karena pembelajaran yang strict, siswa menjadi takut untuk bertanya. Takut salah, takut dibilang bodoh, takut disuruh menjawab pertanyaannya sendiri, dan ketakutan-ketakutan yang lain. Hal ini menyebabkan siswa enggan bertanya kepada guru. Padahal dengan bertanya, akan membantu siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Pertanyaan adalah refleksi dari ketidaktahuan. Ketidaktahuan adalah indikasi bahwa seseorang sedang mempelajari sesuatu.

    ReplyDelete
  152. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Metode ekspositori adalah metode yang sudah kadaluwarsa untuk digunakan di kelas, menurut orangtua berambut putih. Hal ini dikarenakan kondisi dunia saat ini sudah sangat berbeda dengan zaman dulu ketika ekspositori digunakan. Selain itu, metode ekspositori membatasi gerak siswa di kelas. Bukan hanya gerak fisiknya, namun juga gerak pikirannya. Metode belajar yang relevan saat ini salah satunya adalah discovery learning, dimana siswa mengkonstruk pengetahuannya atas kesadarannya dan tanpa paksaan pihak lain.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id