Mar 4, 2010

Elegi Memilih Opsi A atau C

Oleh Marsigit:

Pimpinan:

Silahkan pilih yang mana Opsi A atau Opsi C? Opsi A: “Bailout itu benar”, sedangkan Opsi C:
“Bailout itu salah”

Pemilih 1:
Jika aku memilih Opsi C adalah “Bailout itu salah” berarti “Bailout itu tidak benar”.
Jika “Bailout itu tidak benar” berarti “Tidaklah, Bailout itu benar”.
Jika “Tidaklah, Bailout itu benar” berarti “ Bukanlah Opsi A”
Jika “Bukanlah Opsi A” berarti aku tidak memilih Opsi A”
Kesimpulan: Jika aku memilih Opsi C berarti tidaklah mungkin aku memilih Opsi A.

Pemilih 2:

Jika aku memilih Opsi A maka “Bailout itu benar”
Jika “Bailout itu benar” maka “Tidaklah bahwa Bailout itu salah”
Jika “Tidaklah Bailout itu salah” maka “Bukanlah Bailout itu salah”
Jika “Bukanlah Bailout itu salah” maka “Bukanlah Opsi C”
Jadi aku tidak memilih Opsi C
Kesimpulannya : Jika aku memilih Opsi A tidaklah mungkin akubisa memilih Opsi C

Abstain:

Saya ingin abstain saja. Abstain adalah tidak memilih kedua-duanya. Saya rela dikatakantidak bertanggungjawab karena tidak memilih.

Pemilih 3:
Wah aku bigung. Jika memilih Opsi A berarti aku mengakui kejahatan. Jika aku memilih Opsi C berarti aku kehilangan jabatan. Bagaimana jika aku memilih Opsi AC?
Opsi A : “Bailout benar” artinya “Tidaklah benar bahwa Bailout itu salah”, artinya bukanlah “Bailout itu salah”, artinya bukanlah Opsi C. Jadi Opsi A adalah lawan dan Opsi C, atau Opsi A adalah ingkaran dari Opsi C. Jika Opsi A benar maka Opsi C salah. Jika Opsi A salah maka Opsi C benar.
Jika digabungkan maka aku menemukan formula Opsi AC dan berbunyi “Bail Out benar dan Bailout salah”. Atau Opsi AC berbunyi :”Bailout itu benar dan salah”. Maka saya menemukan Opsi AC itu bersifat kontradiktif, artinya tidak mungkin terjadi, untuk suatu hal benar dan salah itu terjadi secara bersamaan.
Wah saya bingung, di satu sisi saya tidak mau mengakui kejahatan tetapi di sisi yang lain saya tidak mau kehilangan jabatan. Sementara saya tidak mau dikatakan tidak bertanggung jawab dikarenakan abstain.
Wah benar-benar bingung aku.

32 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Hidup adalah pilihan. Ketika dihadapkan pada pilihan sulit, maka tanyakan pada pikiran, jika pikiran ragu maka tanyakan pada hati, jika hati pun juga ragu maka tanyakan pada nurani. Tetapi jika tidak memiliki nurani maka habislah riwayat kebenaran. Sesungguhnya hati, pikiran, jiwa dan nurani manusia adalah milik Allah SWT. Kembalikanlah kebingungan dalam menentukan pilihan pada Allah SWT. Tetapi sebaik-baiknya pilihan adalah yang membela kebenaran dan kepentingan bersama, jabatan tahta harta kuasa hanyalah sementara.

    ReplyDelete
  2. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Benar atau salah adalah pilihan. Hati yang benar akan memilih kebenaran dan menjunjung tinggi kebenaran meskipun banyak sekali ancaman atau halangan yang akan datang ketika kita memilih kebenaran. Hati yang salah akan memilih kesalahan itu sebagai sesuatu yang paling dianggap benar, orang seperti ini yang akan meruntuhkan sebuah negara. Hati yang ragu-ragu adalah sebuah kefatalan yang sangat luar biasa bahkan dapat meruntuhkan dunia ini.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Maka dalam memilih sesuatu pilihlah yang terbaik. Pilihlah yang benar dari pada yang salah. Jika tiada yang 100% benar, pilihlah yang mengandung paling banyak kebenaran. Dan dalam memilih janganlah memilih hanya karena karena jabatan dan harta padahal itu merugikan orang lain. Percayalah bahwa rezeki telah diatur Allah SWT. Dan ingatlah tiap- tiap pilihan yang kita ambil akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Memiliki beberapa pilihan sampai akhirnya harus memutuskan untuk memilih merupakan hal yang sulit, dalam elegi diatas terdapat beberapa pilihan yaitu Opsi A, Opsi C, dan Opsi Abstain. Setiap pilihan memiliki resikonya masing-masing tapi sebaiknya ketika mengambil keputusan harus berlandaskan pada hati nurani yang jernih dengan menyampingkan segala kepentingan pribadi maupun kelompok karena pada kenyataanya sekarang sering kita dapati para pemimpin kita tidak mengambil pilihan keputusan-keputusan berdasarkan hati nurani atau kepentingan rakyat melainkan berdasar pada keputusan-keputusan politis agar jabatan mereka tetap aman, tidak terusik dan saling melindungi dalam kejahatan. Sehingga biar kiranya para pemimpin Negara kita mampu mengambil pilihan-pilihan dengan bijaksana dengan tidak berpihak pada kelompok manapun guna mencapai Indonesia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika I 2013

    Hidup adalah pilihan. Pilihan dapat membawa seseorang ke jalan yang berbeda - beda sesuai apa yang mereka pilih. Pilihlah sesuai dengan hati nurani. Karena hati tidak akan pernah memilih yang salah. Oleh karena itu sebelum memilih diperlukan kejernihan mata hati. Hati nan biasa jernih tentunya akan dengan mudah dalam menentukan pilihan yang sesuai . maka dari itu terlebih dahulu bersihkanlah hati dengan ibadah serta amalan yang dapat menuntuk kita memilih yang terbaik. Yakini saja segala sesuatunya yang ditetapkan Sang Pencipta bagi kita itulah yang Terbaik.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Setiap pilihan yang kita pilih yang benar maupun salah pasti selalu ada konsekuensinya masing-masing. Maka selalu teguhkan hati dan pikiran serta kombinasikan keduanya agar kita dapat memilih yang benar. Dengan keteguhan tersebut dapat menjadi sebuah perantara kedepannya agar tidak salah dalam memilihnya. Selain itu jangan juga untuk cepat memilih apalagi jika dihadapkan pada pilihan yang sulit. Tetapi jika sudah memilih maka yakinlah lah bahwa itulah yang terbaik sesuai pilihan Allah SWT dan tidak menyesali dikemudian hari.

    ReplyDelete
  7. Hanif Anandita Widagusti
    13301244008
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap pilihan pasti ada akibatnya. Baik atau buruk. Benar atau salah. Benar atau salah itu ada dan yang mungkin ada. Benar tidak dapat disebut benar jika tidak ada salah. Begitu pula salah tidak dapat disebut salah jika tidak ada benar. Benar dan salah tidak bisa dipisahkan. Benar dan salah tidaklah absolut. Karena hidup penuh pilihan, ada baiknya memilih yang dapat meminimalkan kesalahan.

    ReplyDelete
  8. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hidup adalah pilihan. Pilihan itu pasti ada yang baik dan buruk. Pilihan yang dirasa baik belum tentu baik untuk kedepannya. Pilihan yang dirasa salah belum tentu salah untuk kedepanya. Semuanya tergantung bagaimana mempertanggungjawabkan pilihan tersebut. Jika sudah menyakini suatu pilihan, harusnya lebih berusaha untuk mempertahankan keyakinan bahwa pilihan yang sudah diambil adalah benar. Jika ke depannya ternyata pilihan yang diambil salah, maka harus menerima konsekuensinya.

    ReplyDelete
  9. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Berdasarkan elegi di atas dapat dikatakan bahwa hidup itu merupakan pilihan. Terkadang dalam hidup kita dihadapkan oleh pilihan yang sulit. Deri elegi di atas terlihat bahwa pilihan antar mengakui kejahatan atau kehilangan jabatan. Pilihan yang biasanya dialami oleh seorang pemimpin. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang tidak takut kehilangan jabatannya dan mengungkap kebenaran yang ada. Namun itu hanya idealnya, dalam realitanya hal tersebut jarang ditemukan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  10. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika Int 2013

    Pilihlah sesuai dengan hati nurani. Karena hati tidak akn pernah memilih yang salah. Oleh karena itu sebelum memilih diperlukan kejernihan mata hati. Hati nan biasa jernih tentunya akan dengan mudah menentukan pilihan yang sesuai . maka dari itu terlebih dahulu kita membersihkan hati dengan ibadah serta amalan yang dapat menuntuk kita memilih yang terbaik. Yakini saja segala sesuatunya yang ditetapkan Sang Pencipta bagi kita itulah yang Terbaik.

    ReplyDelete
  11. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hidup adalah pilihan. Opsi yang dipilih dengan berbagai pertimbangan haruslah memberikan manfaat lebih banyak dan lebih luas, tidak hanya memberikan manfaat untuk diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar atau lebih luas lagi. Menentukan pilihan tidak hanya mempertimbangkan kepentingan pribadi, tetapi kebermanfaat untuk sesama adalah yang paling utama.

    ReplyDelete
  12. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Didunia ini banyak hal terjadi secara kontradiktif. Akan tetapi memilih kebenaran adalah sesuatu yang harus dilakukan dimanapun dan bagaimanapun. Tidak boleh hanya karena takut kehilangan jabatan maka kita mengabaikan kebenaran.

    ReplyDelete
  13. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Salah dan benar itu adalah pilihan. Dan semua pilihan pasti ada resikonya. Jangan menghindari keduanya untuk mencari aman dan menjadi seorang pecundang. Karna hidup tak sebercanda itu

    ReplyDelete
  14. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Memilih suatu pilihan hingga akhirnya harus memutuskan pilihan kadang memang merupakan hal yang sulit. Sehingga dalam setiap pengambilan keputusan ini maka hati dan pikiran harus jernih. Selain itu, dekatkan diri pada Allah, mintalah petunjuk agar dapat memilih yang terbaik.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Apakah manusia bisa bersifat ADIL? Saya pribadi mengatakan tidak. Tidak ada manusia pun yang dapat bersifat adil, walau kadang banyak mengatakan bahwa kita bisa berbuat ADIL namun hal itu belum bisa dikatakan ADIL. Semua manusia tidak dapat untuk bersifat ADIL namun mereka hanya dapat berusaha untuk mendekati sifat ADIL. semoga kita semua bisa tetap istiqomah berusaha mendekati sifat ADIL. Mungkin saja "Mengaku salah itu baik".

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Pemilihan yang diharapkan adalah yang sesuai dengan hati nurani. Namun, memilih A yang bertentangan dengan hati nurani hanya karena takut pangkat & jabatannya hilang, sedangkan memilih C yang memang sesuai hati nurani, atau justru mungkin ada tujuan tertentu ataupun maksud lain dibalik drama tersebut. Memilih sesutu hingga menghasilkan sebuah keputusan adalah hal yang tidak mudah. Sebaiknya, kita mengambil keputusan dalam murni dan seraya memohon tuntunan dari-Nya.

    ReplyDelete
  17. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Hidup itu adalah pilihan, apa yang kita pilih saat ini akan menentukan diri kita dimasa depan, dalam menentukan pilihan, maka kita harus memiliki pengetahuan agar apa yang kita tetapkan nantinya membawa kita ke kebaikan, sesulit apapun pilihan itu, kita harus berani menghadapi resikonya, karena apapun yang kita pilih, semuanya juga akan beresiko, dan tingkat besar kecilnya resiko itu tergantung dari apa yang telah kita pilih, maka tetapkanlah hati dan berserah diri kepada Allah agar kita tidak mengambil keputusan yang salah

    ReplyDelete
  18. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    kehidupan adalah sebuah pilihan. Benar atau salahnya seseorang adalah suatu jawaban yang telah ia lakukan sebelumnya dan ketika ia telah menjawab orang lain dapat melihat ia benar ataupun salah. Ketika seseorang telah menjawab pertanyaan itu dan engkau rasa itu benar, maka engkau tidak perlu takut akan pembicaraan dari orang-orang di sekitar anda yang nantinya akan merubah konsep pandanganmu tentang jawaban apa yang engkau pilih. karena suatu kebenaran itu terletak di dalam diri sendiri.

    ReplyDelete
  19. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Yang terpenting dalam memilih adalah kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita pilih atau lakukan. Jika memilih A atau C adalah sebuah pilihan maka memilih untuk tidak memilih juga merupakan pilihan. Hal ini dipilih mungkin karena kedua pilihan yang diajukan tidak ada yang cocok atau sesuai dengan hati nuraninya.

    ReplyDelete
  20. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Memilih suatu pilihan hingga akhirnya harus memutuskan pilihan kadang memang merupakan hal yang sulit. Sehingga dalam setiap pengambilan keputusan ini maka hati dan pikiran harus jernih. Sebaiknya bersihkan hati, jernihkan pikiran dan dekatkan diri pada Allah, mintalah petunjuk agar dapat memilih yang terbaik.

    ReplyDelete
  21. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Pada elegi di atas terdapat dua pilihan yaitu opsi A atau opsi C. Selain itu juga ada opsi untuk tidak memilih opsi atau opsi C, yang disebut abstain. Dari satu sisi benar bahwa abstain juga bisa dianggap sebagai suatu pilihan. Abstain adalah tidak memilih kedua-duanya, artinya abstain bukanlah pilihan yang bisa menyelesaikan permasalahan. Dalam mengambil keputusan usahakan ambil yang memiliki manfaat dan kebaikan bagi banyak pihak, jangan ambil yang hanya menguntungkan diri sendiri.

    ReplyDelete
  22. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Tentu saja dalam suatu pilihan akan selalu ada konsekuensinya. Akan selalu ada yang menuntut untuk dipertanggungjawabkan dari pilihan tersebut. Jadi sesulit apapun pilihan atau opsi yang tersedia tetaplah yakin untuk membuat keputusan dengan memilih satu diantara pilihan-pilihan yang ada. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa ambillah keputusan meskipun pada akhirnya itu salah?

    ReplyDelete
  23. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam memilih sesuatu ketegasan dalam memilih adalah suatu kewajiban, memilih sesuatu harus tanpa keraguan. Tetapi pilihlah sesuatu dengan ketegasan yang mengarahkan kita akan kebaikan, karena setiap pilihan yang akan dipilih akan berpengaruh terhadap diri kita, tetapi jangan lupa pengaruhnya tidak hanya kepada diri kita, tetapi kepada orang lain dan khalayak ramai, sehingga pilihlah untuk kemaslahatan umat.

    ReplyDelete
  24. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebuah konsekuensi yang harus diterima setelah melakukan suatu hal. Dihadapkan dengan pilihan jujur atau bohong. Jika dari awal sudah memilih jujur maka ia pasti memperoleh ketenteraman hati dan bila ia sudah dalam jalan kebohongan maka ia bisa menambah tumpukan-tumpukan kebohongan dengan dihadapakannya pilihan A atau C dan pada akhirnya akan masuk pada jurang pembalasan atas kelakuannya.

    ReplyDelete
  25. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Berdasarkan apa yang saya pelajari dari elegi ini, elegi ini merupakan hal yang sangat nyata dihadapi di dunia ini. Ketika benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Suatu posisi yang sulit untuk memutuskan mana yang benar karena banyak tekanan sana sini. Banyak hal yang harus dilakukan untuk bisa membuktikan kebenaran yang sering kali kalah dengan kekuasaan.

    ReplyDelete
  26. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Salah satu tanda kedewasaan adalah keberanian menentukan pilihan dengan segala macam resiko dan konsekuensi yang menyertainya. Ketika memilih opsi A tentu opsi A memiliki konsekuensi tertentu. Ketika memilih opsi C tentu opsi C memiliki konsekuensi tertentu pula. Abstain adalah pilihan juga. segala hal di dunia adalah pilihan. berhenti, diam, tidak tahu dan sebagainya, itu semua adalah pilihan. Hanya satu hal yang tidak bisa dipilih adalah kematian.

    ReplyDelete
  27. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Seorang pemimpin yang gila akan jabatan maka ia akan dengan mudah membela kejahatan. Dengan kekuasaan yang diembannya, ia dapat memutuskan berbagai hal dari tangannya. Pemimpin yang bijak, akan mempertimbangkan apa yang akan diputuskannya dengan mendengar suara dari rakyatnya. Namun dewasa ini, pemimpin justru membuutakan diri mereka dengan tidak menganggap rakyatnya ada. Dengan demikian mereka dianggap melakukan anomali, tak mempedulikan pendapat rakyatnya dan tak berpihak pada rakyat. Seolah-olah mereka bisa melakukan apapun yang hanya menguntungkan dirinya sendiri dan golongannya dengan mengandalkan jabatannya sebagai pemimpin, Padahal kelak, seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan, apakah menjadi pemimpin yang amanah, yang dapat mengayomi rakyatnya, atau justru menjadi pemimpin yang dzolim. Pemimpin yang tak adil kepada yang dipimpinnya dapat dianalogikan seperti nakhoda yang membawa para penumpangnya menuju kesengsaraan. Sungguh sulit kita berlaku adil, apalagi untuk orang yang berkuasa sangat sulit berlaku adil kepada orang-orang yang dikuasainya. Maka Allah menganugerahkan naungan kesejukan pada hari kiamat untuk pemimpin yang adil. Sebegitu besarnya janji Allah bagi pemimpin yang adil karena sulitnya berlaku adil.

    ReplyDelete
  28. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Manusia diciptakan oleh Allah dan kelak akan kembali kepada Sang Pencipta. Sedangkan kehidupan manusia di dunia bukanlah satu-satunya kehidupan yang ia alami. Dunia hanyalah salah satu fase dari lima fase kehidupan manusia; alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam barzah dan alam akhirat.
    Dimensi worldview yang luas inilah yang menjadikan Islam kaya akan konsep-konsep kunci tentang kehidupan. Worldview Islam tidak hanya terbatas pada dimensi fisik an sich, tetapi menembus dimensi metafisik. Konsep tentang kebebasan manusia, tidak terbatas pada kehidupan dunia saja, melainkan semenjak periode alam ruh dan bersulur galur hingga alam akhirat. Hanya saja, di alam dunia inilah, kita saat ini dengan kesadaran dan potensi akal yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, mengkonsepsikan dan mengaplikasikan konsep-konsep yang ada dengan bimbingan wahyu Allah SWT.
    Istilah yang tepat untuk kebebasan dalam Islam terdapat dalam salah satu istilah syariat; ikhtiar. Ikhtiar tidaklah sama dengan ide modern tentang kebebasan. Sebab akar kata ikhtiar adalah khair (baik), yang berarti “memilih yang terbaik”. Oleh karena itu, jika bukan memilih sesuatu yang baik, pilihan itu bukanlah benar-benar pilihan, melainkan sebuah ketidak adilan (zhulm). Memilih sesuatu yang terbaik adalah kebebasan sejati dan untuk melakukannya seseorang dituntut untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Disinilah proses pendidikan memainkan peran pentingnya. Sebaliknya, memilih sesuatu yang buruk adalah pilihan yang berdasarkan kejahilan dan bersumber dari aspek-aspek yang tercela nafsu hewani.\Aplikasi konsep kebebasan telah termuat dalam ikhtiar, yaitu“memilih yang terbaik”. Yang mana dalam upaya “memilih” tersebut membutuhkan sebuah daya untuk meraihnya. Maka “berikhtiar” berarti kebebasan untuk melakukan upaya memilih sesuatu yang terbaik, atau bebas berusaha meraih yang terbaik diantara berbagai macam kebaikan yang ada. Kebebasan yang tidak mengandung kebaikan, tidak menemukan jalan dalam ide kebebasan Islam.

    ReplyDelete
  29. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.

    Dalam hidup kadang kita dihadapkan pada pilihan pilihan yang sulit.
    Maka sebelum memutuskan, kita harus berpikir mendalam dan meminta petunjuk kepada Allah SWT.
    Kita harus bijak dalam memilih yang terbaik di antara yang buruk. Semoga kita termasuk orang orang yang bijak memilih Aamiin.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  30. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Semua yang ada didunia ada pro dan kontra. Ada hitam dan putih,baik dan burukdan seterusnya. Kebebasan manusia dalam pilihannya seharusnya selalu mengacu pada norma dan etika yang berlaku. Karena hidup adalah pilihan….

    ReplyDelete
  31. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Elegi di atas mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu selalu dihadapkan pada plihan-pilihan. Terkadang pilihan yang dihadapi sangat dilematis bahkan sangat pelik ketika dihadapkan pada 2 pilihan sehingga membuat kita menjadi gamang dalam memilih keputusan. Namun bagaimanapun peliknya pilihan tersebut kita harus memutuskan pilihan dari pilihan-pilihan itu. Keputusan yang tepat akan membawa kita kepada kualitas hidup yang baik sedangkan salah dalam mengambil keputusan, kita akan dihadapkan pada konsekuensi dari kesalahan dalam pengambilan keputusan tersebut.

    ReplyDelete
  32. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Karena hidup merupakan perjalan dari satu keputusan menuju keputusan lainnya maka sebelum mengambil keputusan kita harus senantiasa berhati-hati dalam memilih dan harus berfikir matang sebelum mengabil keputusan. Bukankah hidup yang kita jalani sekarang ini merupakan buah dari hasil keputusan kita dimasa lalu, dan keputusan kita dimasa sekarang akan menjadi penentu hidup kita dimasa mendatang. Semoga kita selalu merefrensikan keputusan kita di jalan Allah SWT dalam memilih pilihan-pilihan Amin Ya Rabbal`alamin

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id