Sep 7, 2009

Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia (di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis)

Oleh Marsigit

Negara Indonesia terlalu besar untuk dipikirkan secara parsial. Negara Indonesia terlalu luas untuk dipikirkan secara sektoral. Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang. Dan negara Indonesia terlalu agung untuk dilihat hanya dari beberapa sudut pandang saja. Pancasila adalah cita-cita luhur bangsa. Demokrasi Pancasila adalah visi kebangsaaan Indonesia, walaupun kelihatannya gaungnya kurang begitu membahana, bahkan sebagian segmen masyarakat tampak agak gamang dengannya.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang, artinya memang kita berketetapan bahwa visi kebangsaan Indonesia itu ya Demokrasi Pancasila, maka kita bisa melakukan analisis deduktif, bahwa visi demikian seyogyanya menjiwai segenap aspek berkehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan Indonesia. Maka visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila, walaupun kelihatannya hal yang demikian juga mungkin terdapat segmen masyarakan yang masih agak gamang.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang bahwa pendidikan nasional seharusnya mempunyai visi demokrasi Pencasila, maka kitapun bisa melakukan analisis deduktif yaitu bahwa setiap aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Jika kita secara konsisten bisa melakukan kegiatan analisis demikian maka hasil-hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk refleksi diri kita seperti apakah wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional kita?

Gambaran tentang diri wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional akan tampak lebih jelas lagi manakala kita melakukan analisis hal yang sama untuk kasus-kasus yang paralel diluar sistem Demokrasi Pancasila. Yang terakhir tentunya semata-mata digunakan sebagai cross-check agar analisis bersifat obyektif dan hasilnya bersifat valid. Kegiatan analisis demikian setidaknya dilandasi beberapa asumsi dasar sebagai berikut.

Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
1) obyek material dan obyek formal sekaligus,
2)struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
3)hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
6)peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
7) bersifat kompak dan komprehensif,
8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

Dengan berbekal visi yang ada, pendekatan analisis, dan ideal dari suatu sistem yang baik, dan referensi yang ada, marilah kita mencoba melihat dan merefleksikan bentuk tubuh pendidikan nasional kita.

1) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya. Sementara pendidikan nasional kita belum mencapai keadaan demikian. Pandangan keilmuan yang ada masih bersifat ego of the body of knoledge, ego of the structure of knowledge, dan ego of the structure of knowledge. Pada point ini, maka analisis saya, jika diwujudkan dalam bentuk angka, baru memberikan nilai 4 (empat) pada rentang 10.

2) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Praktek pendidikan kita masih terjebak pada dikotomi baik-buruk, tetapi kita kurang terampil mengisi interval di dalamnya. Praktek pendidikan cenderung semakin bersifat pragmatis dalam konteks hirarkhi paternalistik. Hirarkhi paternalistik itu akan lebih baik jika dia bersifat idealistic hierarchy paternalistic. Untuk poin ini saya memberi angka 5 (lima)

3) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga. Sementara system pendidikan kita cenderung tersedot oleh magnet dari market oriented dalam konteks hierarkhy-hierarkhy. Akibatnya nuansa pragmatis semakin menggejala bersamaan dengan erosinya nilai-nilai idealis para pelakunya. Untuk point ini saya memberi nilai 5 (lima)

4) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita harus mendorong mendorong partisipasi subyek pendidikan. Sementara di grass-root kita menemukan bahwa ketakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstruktur dan bersifat masif. Untuk point ini saya memberi nilai 3 (tiga)

5) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.Untuk point ini saya menilai 3 (tiga)

6) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka tujuan pendidikan seyogyanya meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif. Implementasi seyogyanya secara komprehensif dan konsisten. Untuk ini saya menilai 7 (tujuh)

7) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian. Untuk point ini saya menilai 5 (lima)

8) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan. Untuk poin ini saya menilai 4 (empat).

9) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Evaluasi pendidikan juga hendaknya bersifat komprehensif dengan mengukur mencatat semua aspek kemampuan pelaku. Untuk point ini saya memberi nilai 4 (empat).

10) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Otonomi daerah dan desentralisasi perlu ditempatkan dalam kedudukan yang proporsional. Untuk poin ini saya menilai 6 (enam)

Rata-rata penilaian saya terhadap sistem pendidikan kita dilihat dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis adalah

(4+5+5+3+3+7+5+4+4+6)/10 = 5 (lima)

Kesimpulan:

Dengan nilai 5, maka kesimpulan saya terhadap wajah sistem pendidikan kita adalah sebagai berikut:

1. Dapat dimengerti masih banyaknya persoalan-persoalan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun pada implementasinya.
2. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya.
3. Namun, masih terdapat harapan besar agar sistem pendidikan kita kedepan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

37 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Pendidikan yang lebih demokratis adalah pendidikan yang secara substansi dan struktur dapat memberikan kemerdekaan kepada perbedaan tiap siswa, perbedaan kemampuan tiap daerah, perbedaan karakteristik siswa, dsb. Sulitnya menggapai demokratis tersebut karena kenyataanya permasalahan pendidikan di Indonesia ini sangat kompleks. Mulai dari kesejahteraan guru yang tidak merata, fasilitas sekolah yang tidak merata, kemampuan siswa yang tidak merata, akses sumber yang mudah yang tidak merata, dan hal-hal lainnya. Untuk itu kita harus bersama-sama berusaha menggapai demokratis tersebut agar pendidikan di Indonesia lebih menonjolkan humanity siswa.

    ReplyDelete
  2. SUPIANTO
    16701261001
    PEP KELAS A 2016

    Menarik untuk membahas pendidikan demokratis. sejauh yang saya pahami, sampai saat ini pendidikan di Indonesia belum patut untuk dikatakan demokratis, namun juga mungkin terlalu sarkastik untuk dikatakan otoriter. berikut ini link website saya yang sedikit mengulas pendidikan demokratis di Indonesia, adalah kebahagiaan andai Prof.Marsigit sudi mampir di website saya.
    http://putrapulau.com/2016/10/30/pendidikan-dan-ancaman-demokrasi/

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005
    Saya berpikir bahwa pendidikan demokratis adalah pendidikan yang selalu menempatkan hal-hal nuansa demokratis. Belajar menghormati kebebasan berbicara dan keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan di sekolah. Dalam pendidikan demokratis semua siswa memiliki kebebasan sehingga guru tidak hanya menyampaikan materi sementara di lain sisi siswa hanya mendengarkan dan menerima apa yang dikatakan, tetapi siswa juga sangat penting untuk didengar, diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, atau menghargai dalam pengajaran proses belajar.

    ReplyDelete
  5. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Pendidikan yang demokratis berarti pendidikan yang lebih memberikan kebebasan pada guru dan siswa. Kebebasan disini bukan diartikan kebebasan yang tanpa batas tetapi kebebasan guru dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk didengar pendapatnya, pemintaan, dan segala keluh kesahnya. Kebebasan siswa dalam mengerjakan yang tak harus sama langkahnya dengan guru agar siswa bebas mengontruksikan konsep sesuai dengan yang ada di dalam benaknya dan intuisinya. Siswa juga memberikan kebebasan guru terkait hak dan kewajibannya begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  6. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Poin ke-9. Saya setuju bahwa Pendidikan yang lebih demokratis, penilaian bukan hanya didasarkan dengan hasil tetapi juga dengan proses termasuk mengukur semua aspek kemampuan. Seperti halnya ketika UN yang sampai sekarang pun masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Nilai UN yang lebih banyak menentukan kelulusan selama 6 tahun di sekolah dasar, dan 3 tahun di sekolah menengah dibandingkan proses belajar selama 6 tahun. Ada peserta didik yang kondisinya misal sedang tidak sehat atau faktor X dari siswa yang menjadikan peserta didik tidak lulus karena nilai UN tidak memenuhi standar kelulusan. Belum lagi pergantian peraturan pendidikan yang bisa dikatakan setiap tahun ganti peraturan, seakan-akan peserta didik dijadikan kelinci percobaan.

    ReplyDelete
  7. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika I 2013

    Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.

    ReplyDelete
  8. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Dalam membangun pendidikan yang demokratis di Indonesia melibatkan seluruh pelaku pendidikan misalnya sekolah, guru dan siswa dalam merancang dan mengembangkan lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai demokrasi Pancasila. Nilai demokrasi harus melekat pada seluruh komponen pendidikan yaitu nilai demokrasi melekat pada guru, siswa, sekolah, mata pelajaran, sarana pendidikan, proses pendidikan dan lingkungan pendidikan. Sehingga dengan begitu demokratis di dalam pendidikan sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila.

    ReplyDelete
  9. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Untuk dapat mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis, bangsa Indonesia harus memiliki usaha yang keras dalam memperbaiki masalah-masalah yang terjadi dalam pendidikan agar tujuan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik. Salah satu usaha yang harus dilakukan demi tercapainya tujuan tersebut adalah dengan mendorong dan mengembangkan aspek budaya masyarakat memperbaiki sistem pelayanan terhadap kebutuhan pendidikan untuk masyarakat. Kebutuhan masyarakat hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan. Jika usaha tersebut terlaksana maka masyarakat Indonesia sepenuhnya akan mendapat pelayanan yang baik terhadap pendidikan.

    ReplyDelete
  10. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pendidikan yang demokratis, bagaimana pendidikan merupakan sistem yang melayani kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Masyarakat sangat membutuhkan pendidikan yang layak. Selain itu untuk mewujudkan pendidikan yang demokratis masih banyak hal yang perlu diperbaiki, baik dari segi substansi maupun implementasi. Untuk itu sebagai seorang pendidik mari kita berusaha keras bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  11. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti yang dijelaskan pada elegi di atas, pendidikan di Indonesia masih sangat perlu dikembangkan jika ditinjau dari segi pendidikan yang demokratis. Membangun pendidikan yang demokratis di Indonesia memerlukan peran aktif seluruh pelaku pendidikan misalnya sekolah, guru dan siswa. Siswa mau memperluas wawasan untuk mengembangkan potensinya, guru memberi kesempatan dan mendukung siswa dalam proses mengembangkan potensi dan sekolah memberikan fasilitas. Tidak ada paksaan di setiap prosesnya.

    ReplyDelete
  12. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya setuju dengan pendapat anda Prof, bahwasanya sistem pendidikan kita adalah sebagai berikut:

    1. Dapat dimengerti masih banyaknya persoalan-persoalan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun pada implementasinya.
    2. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya.
    3. Namun, masih terdapat harapan besar agar sistem pendidikan kita kedepan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

    Sehingga dalam hal ini adalah PR bersama kita tentang bagaimana pendidikan Indonesia kedepannya.Bagaimana kita bersama-sama membenahi yang mugkin belum tercapai secara maksimal dan mempertahankan apa saja yang mungkin sudah baik dan tercapai secara maksimal. Karena tanpa adanya kebersamaan semua tidak akan terwujud dengan baik. Dengan kesadaran dari diri masing-masing tentunya

    ReplyDelete
  13. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B


    Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Wilayahnya sangat luas, sehingga memang untuk mengatur semua wilayah-wilayah tersebut agar dapat berkembang bersama-sama akan sangat sulit. Karena semakin besar wiayah yang diatur tentu akan semakin besar pula tanggung jawab dan problem dari masing-masing daerah. Salah satu pertumbuhan yang sulit adalah di bidang pendidikan. Memang sulit untuk dapat meratakan pendidikan di indonesia, pasti ada saja kesenjangan pendidikan yang terjadi di seluruh wilayah indonesia. Yang paling jelas adalah beda antara pendidikan di kota dan di desa. Di kota dengan fasilitas yang sangat mumpuni untuk mendukung proses pembelajaran, sedangkan di desa dengan sarana prasarana seadanya. Jadi salah satu permasalahan pendidikan di indonesia adalah kurang meratanya sarana prasarana, kualitas guru pun juga demikian. Maka pemerintah dituntut untuk dapat meratakan pendidikan di indonesia, salah satunya dengan memperhatikan kualitas pendidikan di tingkat desa-desa.

    ReplyDelete
  14. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Saya sependapat dengan elegi ini, bahwa Pendidikan di Indonesia mash perlu dikembangkan karena masih berada pada tingkat bawah apabila dibandingkan dengan pendidikan dunia. Pendidikan demokratis perlu diterapkan dalam sekolah-sekolah di Indonesia. Memang tidak mudah melaksanakan pendidikan secara totalitas dengan demokratis. Dalam hal ini, demokratis artinya pendidikan dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Artinya, siswa ditutut untuk mengembangkan potensi belajarnya dengan bersama teman-temannya sehingga nanti akan menghasilkan suatu konsep pemikiran yang dapat dipahami oleh siswa-siswa tersebut.

    ReplyDelete
  15. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pendidikan demokratis dapat diterapkan di Indonesia apabila semua masyarakat bekerja sama berusaha mwujudkan pendidikan tersebut. Usaha ini dapat meliputi mendorong dan mengarahkan siswa dalam belajar dengan tetap memberikan kesempatan mereka untuk menyelesaikan permasalahan sesuai dengan idenya masing-masing. Guru tidak boleh mengharuskan siswanya mengerjakan soal dengan satu cara saja, apabila siswa menemukan cara lain yang rasional guru harus mengizinkan untuk menggunakan cara tersebut. Dengan pembelajaran yang demokratis diharapkan pendidikan Indonesia lebih maju.

    ReplyDelete
  16. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pada elegi ini terdapat pernyataan bahwa jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian. Saya sependapat dengan pernyataan ini bahwa dalam pembelajaran, guru hendaknya melatih komunikasi peserta didik, terutama komunikasi matematikanya. Artinya, dalam mengerjakan soal matematika harus runtut dan diberikan penjelasan yang mendukung. Selain itu, guru harus melatih kemandirian belajar peserta didik. Dalam hal ini mereka dilatih untuk mengkontruksi pembelajaran matematika sesuai dengan ide dalam pikirannya sendiri, apabila sudah baru dikonsultasikan dengan gurunya. Hal ini dilakukan agar pikiran peserta didik tersebut menjadi kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  17. Pendidikan demokratis adalah konsep. Konsep tersebut harus dikembangkan untuk menunjukkan analogis pada sistem sebelumnya. Masyarakat harus diajari bagaimana cara paling efektif dalam menggunakan pendekatan paling baik.
    Sistem paling tepat untuk diterapkan belum tentu merupakan metode yang bisa diimpleemntasikan di setiap kondisi masyarakat. Pada akhirnya, sistem dominanlah yang dianggap paling implementatif. Pada penggerakannya, masyarakat pendidikan menganggap satu atau dua pendekatan adalah yang akan diimplementasikan, sehingga pemerintah mengaplikasikan dengan berbagai perangkat pendidikannya. Padahal elemen tersebut memiliki angka dominan bukan angka mutlak.

    Sistem demokratis seakan-akan menjadi angka mutlak implementasi pendidikan, sebenarnya sistem tersebut perlu dikolaborasikan dengan sistem lain yang perlu difasilitasi sumber belajar, media, dll..

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  18. Analisis kritis pada proses mempromosikan demokrasi seperti alasan yang dibuat-buat untuk membuat sistem baru, sehingga pendidikan seakan-akan tidak dominatif pada satu atau dua sistem yang digunakan. Sedangkan, pendidikan bukan alat yang seharusnya dipakai. Kecuali kesiapan berdomkrasi disusul oleh implementasi pada sistem lainnya yang saling berkelanjutan dan saling bersubtitutif satu dengan yang lain.
    Pendidikan bukan sistem yang lemah, namun perlu didukung kesiapan berbagai aspek di bidang kajian lainnya sebagai wujud implementasi yang lebih menyeluruh.

    Pendidikan demokratis adalah konsep. Konsep tersebut harus dikembangkan untuk menunjukkan analogis pada sistem sebelumnya. Masyarakat harus diajari bagaimana cara paling efektif dalam menggunakan pendekatan paling baik.
    Sistem paling tepat untuk diterapkan belum tentu merupakan metode yang bisa diimpleemntasikan di setiap kondisi masyarakat. Pada akhirnya, sistem dominanlah yang dianggap paling implementatif. Pada penggerakannya, masyarakat pendidikan menganggap satu atau dua pendekatan adalah yang akan diimplementasikan, sehingga pemerintah mengaplikasikan dengan berbagai perangkat pendidikannya. Padahal elemen tersebut memiliki angka dominan bukan angka mutlak.

    Sistem demokratis seakan-akan menjadi angka mutlak implementasi pendidikan, sebenarnya sistem tersebut perlu dikolaborasikan dengan sistem lain yang perlu difasilitasi sumber belajar, media, dll..

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  19. Konsep "packing" pendidikan yang demokratis bersautan dengan bagaimana pendidikan tersebut dikemas, dirancang, dan dikembangkan dan pada akhirnya memungkinkan terimplementasinya ciri-ciri atau nilai-nilai demokrasi sebagaimana dijelaskan mengenai konsep pendidikan. Ini bisa bersifat umum dalam arti pengemasan sistem pendidikan dengan seluruh komponennya (kurikulum, bahan belajar, sarana-prasarana, lingkungan, siswa, guru dan tenaga pendidikan lainnya, proses belajar-mengajar, penilaiannya dll.), atau bisa juga bersifat khusus, pengemasan kom­ponen-kom­ponen tertentu dari sistem pendidikan tersebut, misalnya bagaimana kurikulum atau bahan belajarnya atau proses belajar-mengajarnya dirancang se­demikian rupa sehingga men­­­cerminkan dan memungkinkan terbentuknya nilai-nilai de­mok­rasi tersebut.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  20. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Masih menjadi sebuah pemandangan biasa bahwa pendidikan di Indonesia lebih didominasi oleh pendidikan klasikal ataupun tradisional. Dimana siswa kurang diajak untuk aktif, membangun konsepnya sendiri dan hanya merupakan transfer of knowledge. Tentu hal ini berlawanan dengan pendidikan yang demokratis seperti yang Indonesia inginkan. Namun saya rasa pendidikan di Indonesia berjalan ke arah yang baik, meskipun mungkin lambat. Namun para calon pendidik pun sudah disiapkan untuk membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran, Semoga pendidikan di Indonesia lebih baik dan baik lagi di masa yang akan datang. Kerja keras, terus belajar, dan menerima perubahan dengan dewasa dan bijaksana menjadi kunci untuk dapat mencapainya.

    ReplyDelete
  21. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Pendidikan yang demokratis yaitu dengan memberikan kebebasan bagi setiap daerah untuk mengembangkan pendidikannya secara mandiri disesuaikan dengan potensi dari masing-masing daerah. Dengan demikian dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal budaya yang memang sangat beragam. Pemerintah tinggal memfasilitasi segala kebutuhan untuk menunjang keterlaksanaan proses pendidikan. Dengan demikian dapat menjadikan peserta didik baik secara akademis dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal setiap daerah.

    ReplyDelete
  22. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang bebas dan membebaskan. Hubungan guru dan siswa dapat berimbang sehingga bisa saling menyampaikan pendapat dan pikiran. Guru tidak hanya menyampaikan materi sedangkan siswa hanya mendengarkan dan menerima materinya. Dalam pendidikan yang demokratis siswa juga sangat penting untuk didengar pendapatnya, diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, atau dihargai apa yang menjadi keinginannya dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  23. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam menerapkan pendidikan yang demokratis, dibutuhkan seorang guru yang mempunyai pemikiran yang luas dan jiwa yang lapang. Misalnya jika ada siswa yang membantah apa yang disampaikan, guru yang tidak berpikiran luas dan berjiwa lapang tentu akan mudah tersinggung dan meminta siswa untuk menurut apa yang dikatakan oleh guru. Membantah atau menyanggah perkataan orang yang lebih tua tidaklah sopan, kata guru tersebut. Mungkin yang lebih parah, guru tersebut akan marah-marah tidak karuan karena siswa berani membantahnya di depan siswa lainnya.

    ReplyDelete
  24. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan yang demokratis membantu untuk membentuk kedewasaan anak didik atau siapa pun yang terlibat di dalamnya. Jika pendidikan tidak bersifat demokrats, maka sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu bisa berubah fungsi. Apakah siswa hanya diminta untuk duduk terpaku pada guru yang sama sekali tak mengizinkan ada suara selain suara sang guru sendiri. Siswa harus duduk tenang, bila bergerak sedikit saja dituduh tidak menghormati guru yang sedang menyampaikan pelajaran. Jika ada usulan dari siswa yang tidak sesuai dengan kehendak sang guru, maka siswa tersebut dianggap sok pintar. Jika seperti itu, bagaimana siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya.

    ReplyDelete
  25. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sungguh, pelaksanaan pendidikan yang kaku dan bertalian erat dengan kekerasan sudah harus diakhiri. Bila tidak, sesungguhnya anak didik secara tidak langsung diajari juga dengan kekerasan. Tidak heran jika anak-anak lebih mudah tersinggung dan resistensi mereka tak jarang dilakukan dengan anarkis. Tentu bila akibat ini dialamatkan kepada sekolah sebagai penyebabnya maka tak ada sekolah atau lembaga pendidikan yang mengakuinya. Sebab, tujuan dari pendidikan adalah mendidik peserta didik menjadi manusia yang lebih baik. Jadi alangkah lebih baik jika pendidikan didasari dengan kebebasan yang sesuai dengan nilai dan moral, agar pendidik dan peserta didik sama-sama mendapatkan ilmu yang berguna.

    ReplyDelete
  26. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Point 2- bahwa pendidikan hendaknya menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Menurut buku The Harmony of Humanity, setiap orang dapat dididik, diarahkan, dan diperbaiki. Dari sumber yang lain, kemerdekaan berpikir merupakan pemikiran yang jernih dan dapat dipertanggungjawabkan, hal tsb dapat membebaskan dari kemalasan dan kebekuan berpikir. Kemerdekaan berpikir adalah suatu aktivitas manusia diproses melalui otak, bersifat abstrak serta mempunyai sifat-sifat kebebasan dan kemerdekaan. Kemerdakaan berpikir baru ada aritnya bila disertai tindakan nyata berupa kebebasan dan kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat dan berbicara.

    ReplyDelete
  27. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Point 3 – Pendidikan hendaknya mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga. Pendidikan untuk kesejahteraan “Kemajuan sebuah bangsa terletak pada pendidikan dan para generasi bangsa itu sendiri,” kata Ki Hadjar Dewantara suatu kali. Menurut suatu artikel, hal-hal yang melatarbelakangi adanya inovasi dalam pendidikan adalah adanya masalah pemerataan pendidikan, mutu pendidikan, efisiensi pendidikan, relevansi pendidikan. Usaha inovasi pendidikan diantaranya pelaksanaan KBK, KTSP, SSN/SKM, RSBI, SBI, sekolah gratis, dana BOS, sertifikasi guru dan dosen. Masih ada banyak lagi inovasi yang harus dicetuskan.

    ReplyDelete
  28. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Point 8 - lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan. Apa yang diperoleh dari pendidikan yang dijalani dapat diterapkan atau dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Konteks-konteks kehidupan perlu diberikan dalam proses pembelajaran, seperti halnya dalam pembelajaran problem based learning, dimana permasalahan diambil dari kehidupan sehari-hari. Ketika tahu ilmunya bermnafaat untuk kehidupan maka ia akan menerapkannya. Selain itu praktik pendidikan dapat melalui subjek terjun ke lapangan.

    ReplyDelete
  29. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Point 10 - aspek multi budaya sebagai kekayaan yang perlu dikembangkan. Hal tersebut dikaitkan dengan otonomi daerah dan desentralisasi. Kekayaan budaya yang ada di Indonesia butuh lebih diangkat dan diberikan ruang untuk dipublikasikan untuk didekatkan kepada masyarakat terutama dimulai melalui pendidikan
    Multibudaya meliputi sebuah pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, dan sebuah pengormatan dan eingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Unsur-unsur dalam pendidikan multibudaya salah satunya adalah menghormati kebudayaan-kebudayaan orang lain, diperlukan suatu tanggapan yang kritis dari pihak-pihak eksternal untuk berperan serta dalam memberikan dukungan, alasan-alasan, pengakuan, penghargaan, penilaian, penguatan, dan empati. (Pendidikan Multibudaya, Dr. Dadan Supardan).

    ReplyDelete
  30. Tiga objek pendidikan yang di jelaskan Tuhan dalam firmannya terbagi tiga, Yang pertama adalah objek individual. Kedua adalah objek keluarga dan orang-orang dekat, dan ketiga adalah objek masyarakat. Dijelaskaan bahwa “Amat besar kebencian di sisi Tuhan bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. Dari sini objek individual sangatlah penting untuk diperhatikan di mana praktek dan bergerak melakukan sesuatu adalah salah satu kunci dari pendidikan khususnya objek individual, lalu dalam firman lainnya “ Jagalah dirimu dan kuluargamu …” menunjukan bersama dans setelah kita melakukan upaya pendidikan untuk individual kita sebarkan itu untuk keluarga dan orang terdeka. Sehingga usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis dapat dilakukan dengan pendidikan melakukan praktek individual setiap harinya sehingga poin 7 kemandirian dapan diciptakan dan komunikasi multi arah dapat terlaksana. Dari sini akan tampak kedemokratisan dalam pendidikan dimana seorang individu akan lebih memeiliki power dalam mendidik dan membangun sistem jika sudah melakukan dan mempelajadi keseluruhan aspek yung ada. Objek individual diterukan kedalam keluarga dan disebarkan kedalam masyarakat.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  31. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dari beberapa referensi yang saya baca, saya akan berkomentar mengenai wajah pendidikan di Indonesia. “Tut Wuri Handayani” merupakan semboyan yang sangat identik dengan pendidikan dan seakan menjadi pemicu semangat terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia dimana semboyan tersebut memiliki makna mengikuti dari belakang dalam memberi dorongan semangat'. Namun semakin lama semboyan tersebut seakan makin tergerus maknanya karena kenyataan yang dihadapi sekarang ini seolah bertolak belakang dengan semangat yang diciptakan Tut Wuri Handayani. Kita sebagai masyarakat seringkali mengeluhkan mengenai sistem dan kebijakan pendidikan yang berlaku namun tidak mengetahui apa yang harus diperbuat dalam memperbaiki sistem ini karena kurangnya tempat untuk mewadahi dan menjalankan aspirasi tersebut sehingga kita sering mempertanyakan keseriusan dan eksistensi pemerintah dalam membangun citra pendidikan yang bermutu dan maju.
    Apa kabar sih wajah pendidikan Indonesia saat ini? apabila kita sedikit memberanikan diri melihat luasnya wilayah di seluruh pelosok negeri ini. Dari Sabang sampai Merauke, Manis bukan apabila kita menyebut betapa indah negeri kita ini, betapa besar kekayaan yang dimiliki . Namun apabila kita lihat dari sisi pendidikan apakah sudah dapat kita samakan dengan keindahan negeri ini? BagaimanaApakah semua jenjang pendidikan di seluruh daerah sudah teratasi dengan baik? Bagaimana dengan pemarataan kualitas pendidikan?
    Menarik, ada strata kualitas pendidikan di negeri ini,ketika kita berada di perkotaaan dan berada di daerah terpencil negeri ini. Sungguh atmospher yang sangat berbeda jika kita bandingkan. Terus Dana Pendidikan yang digulirkan atas nama Pemerataan Pendidikan di daerah-daerah apa sudah benar-benar dirasakan oleh seluruh siswa siswi di negeri ini? Dana APBN yang digulirkan untuk pemerataan pendidikan mencapai Rp 409 triliun. Sedangkan sebesar Rp 254 triliun dari alokasi tersebut akan diserahkan langsung ke daerah.
    Ternyata alokasi dana ke daerah dan desa saat ini meningkat Rp 17,6 Triliun dalam APBN-P 2015. Besar bukan? tapi kenapa akses pendidikan masih dapat dikatakan belum dapat merata sepenuhnya padahal kita tahu bahwa pendidikan adalah kunci seseorang untuk mencapai kesuksesan.
    Pendidikan adalah prioritas. Dan setiap orang berhak untuk mendapat pendidikan. Perbaikan sistem pendidikan selayaknya menjadi langkah pemerintah untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan indonesia. Dengan memperhatikan kenyataan yang terjadi dimasyarakat, seharusnya pemerintah bisa lebih bijak dalam menyikapi WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA.

    ReplyDelete
  32. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Prof. Marsigit tersebut, wajah dan raport pendidikan indonesia bila ditinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis baru mencapai separuh. Dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan kita belum bisa menggambarkan pendidikan yang demokratis. Sudah sepatutnya bila kita menggunakan Pancasila sebagai ideologi bangsa, maka semua aspek kehidupan harus berlandaskan pada demokrasi pancasila. Demikian pula dalam pendidikan, baik dalam substansi dan implementasinya, idealnya dilandasi dengan demokrasi Pancasila pula. Beliau menyatakan bahwa dalam mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis perlu banyak perbaikan, baik yang bersifat mendasar maupun dalam implementasinya dilapangan, seperti yang diungkapkan dalam 10 poin tersebut.

    ReplyDelete
  33. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.

    Apapun yang kita miliki sekarang. Apapun kondisi pendidikan di Indonesia, tetap bersyukurlah dan jadikan itu sebagai pelajaran sehingga ke depan harapan menjadi lebih baik terus berkobar. Hari esok masih suci, kita harus memulai perbaikan dan berbenah diri mulai dari orangtua, guru, pemerintah, masyarakat dan anak kita sendiri. Harapan itu masih ada.




    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  34. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Sulitnya menggapai demokratis tersebut karena kenyataanya permasalahan pendidikan di Indonesia ini sangat kompleks. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya. Demikian pula dalam pendidikan, baik dalam substansi dan implementasinya, idealnya dilandasi dengan demokrasi Pancasila.

    ReplyDelete
  35. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Hal yang paling utama yang menjadi keaktifan siswa di dalam kelas dalam pendidikan yang demokratis adalah munculnya rasa ingin tahu, ketertarikan dan minat siswa terhadap hal yang sedang dipelajari. Untuk itu, melalui berbagi teknik dan metode, guru harus berusaha sebisa mungkin untuk menciptakan suasana sedemikian rupa guna memicu rasa kepenasaran siswa aktif bertanya, mempertanyakan mengemukakan gagasan dengan bebas dan jujur....

    ReplyDelete
  36. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Memang pada saat inii wajah pendidikan di Indonesia terlihat lesu, kelesuan ini bisa dilihat dari seringnya gonta-ganti kurikulum tak terarah, tidak ada konsistensi dari para pemilik kebijakan. Memang benar wajah pendidikan kita masih jauh dari kata baik seperti yang di jelaskan di artikel di atas namun Artikel dari Prof.Marsigit di atas bukan dimaksudkan untuk melemahkan semangat generasi bangsa tetapi bertujuan untuk mengingatkan agar kita berbenah untuk lebih baik, serta jangan putus melainkan kita harus menumbuhkan keyakinan bahwa dunia pendidikan Indonesia akan berwajah secerah cahaya. Kita harus Optimis ! Amin

    ReplyDelete
  37. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Jika kita ingin menjadi bangsa yang hebat dan besar. Maka sektor pendidikan lah yang harus kita garis bawahi. Pendidikan menjadi sektor penting untuk pembangunan bangsa. Dengan pendidikan kita bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu bersaing dengan negara asing. Oleh karenanya mari bersama-sma memajukan pendidikan dan kita dukung tokoh tokoh besar kita utntuk mengharumkan nama bangsa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id