Mar 25, 2015

Referensi Berbagai Teori Belajar dan Mengajar

Aslm, berikut saya akseskan referensi untuk mendalami berbagai macam teori belajar dan mengajar



untuk para mahasiswa S1 Ethnomathematics, S2 Learning Trajectory, S3 Kajian Kurikulum Matematika, dan S3 StudiMandiri Bidang Matematika SD:
(Saran: Belajar dari pengalaman yg sudah, agar para mahasiswa menyegerakan diri untuk mengakses kalau perlu mendokumentasi file-file yang dianggap bermanfaat, karena web tersebut bisa saja sewaktu-waktu off-line atau berganti identitas, terlebih jika banyak pengunjungnya). 
http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/User:Cash/test
https://www.youtube.com/watch?v=jm559ucUePg   (Jerome Bruner lengkap)

Salam, dosen ybs,

Marsigit

108 comments:

  1. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    Dengan adanya teori tahap perkembangan jean piaget diharapkan guru bisa mendapatkan pencerahan bagaiaman manusia bisa berkembang dan menambah pengetahuannya. Terutama manusia pada usia anak-anak, usia anak-anaka adalah usia perkembangan yang sangat pesat. Jadi menurut saya penting bagi saya untuk memahami teori prkembanag dan bagaiam alur perkembanagan siswa sehingga penyaluran/pembangunan ilmu pengetahuan pada anak bisa maksimal. Teimakasih pak

    ReplyDelete
  2. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    Dari link teori perkembanagn kogintif, saya mengetahu tahap berfikir dan memproleh informasi sesuai dengan umurnya. Anak umur0-2 tahun yaitu tahap sensorik, pada tahap ini anak memperolehinformasi menggunakan indra yang dimiliki. Umur 2-7 tahun yaitu tahap pre oprasional. Pad tahap ini anak sudah bisa menerima informasi berupa informasi yang sebelumnya dipeolrh kemudian diuat simbol dan bahasa.umur 7 hingga 11 tahun. Tahap ini adlah tahap operasional konkrit. Siswa sudah mampu berfikir dan memperoleh informasi pada permelasah yang memuat simbol dan bahasa pada tahap sebelumnya. Umur 11 tahun keatas adalah tahap operasional formal. Tahap ini sisw suda h amampu berfikir logis, mampu berfikir dan memperolehinformasi dfari informasi yang abstrak dan menyelsaikan masasalah hingga membuat keputusan yang berpotensi untuk menyelesaikan masalha tersebut. Dengan adanya teori perkembanagan berfikri ini, guru dan pembuat buku pelajaran bisa menerti bagaiaman membuat materi dan membuat soal yang sesuai untuk tahap perkembanagan anak didik kita. Terimaksaih pak

    ReplyDelete
  3. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    dari link teori perkembangan kognitif piaget, saya jadi mengetahui Apliaksi teori pengembanagan piaget secara real.Untuk SMP (middle childhood)
    a. Menggunakan bantuan visual yang kongkrit, seperti misalnya pelajaran geometry menggunakan alat peraga 3 dimensi.
    b. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memanipulasi objek, siswa mencoba megutak atik persamaan matematika menggunakan postulat kesamaan.
    c. Guru menjelaskan materi sesingkat, padat dan jelas mungkin. Dalam matematika, guru sebisa mungkin menjelakan materi matemtiak dengan bahasa seusianya dan bahasa yang mudah dimengerti.
    d. Tidak memberikan siswa bacaan atau permasalahan yang lebih dari 3 variabel. Misal dalam soal matemtaiak atau soal cerita matematika, jiiak terdapat variabel, maka guru tidak boelh memberikan variabel lebih dari 3 variabel dalam satu waktu.
    e. Menggunakan contoh/maslah nyata yang familiar dengan siswa. Misl, dalam meberikan soal caerita matematika, sebisa mungkin cerita yang diberikan adalah cerita yang dialamai siswa sehingga familiar bagi siswa.
    f. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkalisfikasikan dan mengelompokan obejk. Khusunya objek matematika. misala dalam matetmatioak siswa disuruh untuk mengelompokkan jenis segitiga, segi empat, dll.
    g. Memberikan soal yang membutuhkan berfikir analitis dan logika yang sesuai dengan kemampuannya.

    ReplyDelete
  4. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    Adapun aplikasi teori perkembangan kognitif jean paiget yang telah saya baca dari link diatas. Saya jadi mengetahui bahwa ketika saya nanti mengajar siswa SMA (adolescence) yaitu dengan menggunakan startegi mengajar yang cocok dan sesuia siswa dimana siswa baru saja mampui menyelesaikan tahap operasionl kongkrit. Misal, gur memberikan materi/permsalhan matematiak yang sudah masuk tahap opersaional kongkrit, namun gur masih memberikan cara/penjelsna secara pertahap sehingga siswa mulai beradaptasi dengan di tahap ini. Guru memberikan soal dugaan. Misal dalam proses pembelajaran matematika, guru memberikan soal apersipsi yang diaman siswa mampu menggunakan analisis dugaannya untuk memprediksi solusinya. Guru harus mengajak siswa untuk menjelsakna bagaiamana mereka memecahkan masalah tersebut. Karena permasalhan-permasalahan matematika pda tingkat SMA sudah mulai menggunakan 2 langakh atau lebih untuk menyelesaikannya, jadi menjelsakan langkah-langkahnya diperlukan agar siswa tidka hanya mampu menemukan solusi, namun bisa paham dan menjelsakan masalaha apa yang sedang terjadi dan alur/proses penylesaiannya sehingga menmeukan sebiuah solusi yang tepat. Karena materi yang diperolh oleh siswa SMA sudah banyak khsusunya materi matematiaka yang meliputi materi geopmetri, materi aljabar, materi teori bilangan dan lain sebagainya, sehigga guru berusha sebisa mungkin untuk menghubungkan materi-materi tersebut sehingga pandangan siswa terhadap matemtika lebih luas dan mendalam.. terimaksaih pak

    ReplyDelete
  5. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pend matematika C 2013

    dari salah satu link di atas, saya jadi mengetahui tentang UbD, UDL, dan DI. dengna mengetahui ketiga tersebut dapat memberikan pencewrahan kepada saya tentang bagaiman menjadi guru yang lebih baik lagi. karena ketiga hal tersebut memberikan infromasi tentang bagaiaman merencanakan untuk pmebelajaranb yang akan dilaksanakan sehingga tujuan pembelajaran dicapai sesuai dengan kondisi/kemampuan peseta didik. terimakasih pak

    ReplyDelete
  6. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    setelah saya membaca link terkait aliran connectivisme,saya jadi tertarik dengannya karena masih menjadi dilema di pikiran saya karena saya setuju connectivisme sebagai teori belajar atau sebagai tujuan belajar. teori belajar connectivisme yang saya tahu adalah teori belajar diaman learner atau peserta didik belajar dan memperoleh informasi dengan mengaitkan ilmu atau informasi lainnya, siswa tersebut dapat memperoleh informasi/ pengetahuan telah di ditransfer pada dirinya ketika leraner dapat menambhakan hubunga (tambahan) informasi barunya.saya merasa aneh kertika connectvisme menjdi sebuah teori belajar, karena yang saya tahu belajar dan menuntut ilmu pada akhirnya adalah tentunya mngaitkan/menghubungakn ilmu pengathuan yang telah kita pelajari sehingga menghasilkan suatu produk yang bermanfaat atau aplikatif tau yang biasa kita sebut dengan modifikas/inovasi.semua produk yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah hubunagn/gabungan berbagai ilmu pengetahuan mulai dari matematika, fisikka, biologi , kimai dan lainnya. terima kasih pak

    ReplyDelete
  7. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    dari link terkait situated learning theory, say a jdi mengetahui bahwa situasi atau lingkunan memang benar-benar mempengaruhi kita dalam belajar. seperti halnya belajar bahas inggris, kita akan lebih cepat mampu berbicara bahas inggris ketika situasi yang dibuat sangat mendkung dalam berbahas inggris, seperti kita ingin belajar bahasam maka pergilah ke negara yang menggunakan bahasa tersebut. dan saya jug amulai mendapat pencerahan mengenai moving class, saya pikir movig class itu berlandaskan teori situated learning teori karen dengan kelas yang berpindh karena setiap mata pelajarna punya kelsa tertentu supaya meningkatakan suasana dan situasi belajar pesertad idik sehingga dapat mendorong peningkatan efektifitas dan efisisensi kegiatan belajar menagajr. terimaaksih pak

    ReplyDelete
  8. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    dari link diatas terkait toeri complexity, menurut saya setelah membaca link tersebut teroi kompleksiti adalah teori yang muncul sebagai implikasi cepatnay perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi, sehingga menurut teori belajar ini guru dituntut untuk membrikan atau menciptakan kegiatan PBM dengan maengaitkan sesuatu yang sedang terjadi serta menyesuaikan dengan kondisi leraner. sehingga pendekatan open ended inilah sebagai hasil dari teori kompleskitas. dengan menggunakan metode open ended ini akn membuka gerbang menuju kegiatran belajar menagajr komplesiti. terimaksaih pak.



    ReplyDelete
  9. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    setelah membaca 2 link terkait CKB (collaborative knowladge building) model dan CAI(combuter assiseted learning). pandanga saya tebuka terkait model kegiatan pembelajaran kolaboratif yang dibantu oleh komputer, salah satunya adalah sebuah blog yang dapat dijasikan sebagai menberian infomasi materi oleh guru dan siswa mereflesikan hasil bacaannya seperti blog powermathematics ini. selain itu progress siwa dapat dipantrau dalam belajarany setiap hari baik di rumah maupun disekolah. jadi, ckb dan CAI dalam bentuk blog ini merupakan PBM konbstrktivis yang menekan pada proses siswa dalam belajar. terimakasih pak

    ReplyDelete
  10. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    setelah membaca link terkait evaluasi konstruktiovis, saya baru menydari bahawa evaluasi yang ada di krikulum 2013 itu mengarah pada evaluasi kontruktivis (gabungan behaviorisme dan kognitifisme). dikarenakan dalam kurikulum 2013 penilaian dilakuakn secara kesuluruhan baik nilai akhir dan nilai sikap, namun saya belum tahu pasti karena saya masih belajar apakah penilaian sikap itu meliputi secara keculuhan atau hanya menilai sikap di kelas saja, apakah menilai dari berbagai pengalaman yang dimiliki baik sebelum kegiatan PBM dan steelah PBM atau hanya ketika proses PBM saja. saya sangat tertarik dengan bentuk evalusai konstruktivis karena evalusai yang dilakuakn itu secara keseluhuana dan memanusikan masnusia, evalusai yang meausaikan masnuis adalah ketika menilais dengan membuat standar yang berbeda antar learner, karen tiap learner memiliki latar belakang pengalaman, budaya, kemampuan, kekuatan, kelemahan yang berbeda. ketika perbedaan itu diakui maka saya yakin perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri. namun saya tahu untuk membuat evaluasi konstruktivis tidaklah mudah dan sedikit, harus mulai menilai dari awl hingga akhir secar kesuluruhan, baik menggunakan tes, observasi, portovolio, PBL. terimaksih pak

    ReplyDelete
  11. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah faktor proses pembelajaran yang dilakukan, sedangkan faktor lain yang penting untuk pembelajaran yang efektif adalah faktor evaluasi dan penilaian, baik terhadap proses pembelajaran maupun terhadap hasil pembelajaran. Salah satu model evaluasi yang sangat populer dan banyak digunakan adalah Model Evaluasi Kirkpatrick.
    Dalam model evaluasi Kirkpatrick, terdapat empat level evaluasi yang menggambarkan urutan sebuh alur evaluasi program diklat. Setiap level dalam model evaluasi ini sangat penting dan mempengaruhi level berikutnya. Keempat level evaluasi itu adalah: 1) Level 1 – Reaction, 2). Level 2 – Learning, 3). Level 3 – Behavior, 4). Level 4 – Results

    ReplyDelete
  12. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    ketika connectvisme menjdi sebuah teori belajar, karena yang saya tahu belajar dan menuntut ilmu pada akhirnya adalah tentunya mngaitkan/menghubungakn ilmu pengathuan yang telah kita pelajari sehingga menghasilkan suatu produk yang bermanfaat atau aplikatif tau yang biasa kita sebut dengan modifikas/inovasi.semua produk yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah hubunagn/gabungan berbagai ilmu pengetahuan mulai dari matematika, fisikka, biologi , kimai dan lainnya.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    bentuk evalusai konstruktivis karena evalusai yang dilakuakn itu secara keseluhuana dan memanusikan masnusia, evalusai yang meausaikan masnuis adalah ketika menilais dengan membuat standar yang berbeda antar learner, karen tiap learner memiliki latar belakang pengalaman, budaya, kemampuan, kekuatan, kelemahan yang berbeda. ketika perbedaan itu diakui maka saya yakin perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri. namun saya tahu untuk membuat evaluasi konstruktivis tidaklah mudah dan sedikit, harus mulai menilai dari awl hingga akhir secar kesuluruhan, baik menggunakan tes, observasi, portovolio, PBL

    ReplyDelete
  14. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    belajar adlah rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya.Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.

    ReplyDelete
  15. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Teori pembelajaran yang deskriptif menempatkan kondisi dan metode pembelajaran sebagai given, dan memberikan hasil pembelajaran sebagai variable yang diamati. Atau, kondisi dan metode pembelajaran sebagai variable bebas dan hasil pembelajaran sebagai variable tergantung. Sedangkan teori pembelajran yang preskriptif, kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai given, dan metode yang optimal ditempatkan sebagai variable yang diamati, atau metode pembelajaran sebagi variable tergantung.

    ReplyDelete
  16. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    teori pembelajaran preskriptif berisi seperangkat preskripsi guna mengoptimalkan hasil pembelajaran yang diinginkan di bawah kondisi tettentu, sedangkan teori pembelajarn deskriptif berisi deskripsi mengenai hasil pembelajaran yang muncul sebagai akibat dari digunakannya metode tertentu di bawah kondisi tertentu.

    ReplyDelete
  17. Hasil pembelajaran yang diamati dalam pengembangan teori preskriptif adalah hasil pembelajaran yang diinginkan (desired outcomes) yang telah ditetapkan lebih dulu, sedangkan dalam pengembangan teori deskriptif, yang diamati adalah hasil pembelajaran yang nyata (actual outcomes), hasil pembelajaran yang mungkin muncul, dan bisa jadi bukan merupakan hasil pembelajaran yang diinginkan.

    ReplyDelete
  18. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    teori kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya

    ReplyDelete
  19. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    dalam link http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education tentang PBL and Math Education. Problem Based Learning merupakan suatu metode yang berpusat pada pembelajaran aktif yang menggunakan masalah nyata. PBL dapat di terapkan dalam pembelajaran matematika. Masalah sehari-hari dapat diubah dalam bentuk persamaan matematika dan dapat diselesaikan dalam persamaan matematika. Sehingga PBL dapat juga cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika. Terima kasih.

    ReplyDelete
  20. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  21. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terimakasih, link yang dicantumkan sangat bermanfaat sebagai referensi

    ReplyDelete
  22. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Thanks untuk link referensinya Prof, sangat membantu dan menambah perbendaharaan teori belajar dan mengajar. kebetulan semster ini kami juga mengikuti mata kuliah teori belajar. jadi link di atas sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  23. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Teori perkembangan jean piaget mengharapkan guru bisa mendapatkan pencerahan bagaimana caranya agar manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya. Terutama manusia pada usia anak-anak, usia anak-anak adalah usia perkembangan yang sangat pesat. Jadi penting sekali bagi guru untuk memahami teori perkembangan dan bagaimana alur perkembangan siswa sehingga ilmu pengetahuan tersalurkan kepada anak dengan baik

    ReplyDelete
  24. Terima Kasih prof atas referensi teori pendidikannya. Mengutip pendapat Al-Gzali “Pendidikan tidak hanya terbatas pada pengajaran semata. Si penanggung jawab berkewajiban mengawasi anak dari hal sekecil dan sedini mungkin. Ia jangan sampai menyerahkan anak yang berada di bawah tanggung jawabnya untuk diasuh dan disusui kecuali oleh perempuan yang baik, agamis, dan hanya memakan sesuatu yang halal…”.

    ReplyDelete
  25. Terimakasih atas link yang telah bapak berikan. Sangat bermanfaat dalam memahami beragam konsep teori belajar. Pada dasarnya pembelajaran merupakan proses aktivitas mengajar dan belajar, dimana di dalamnya terdapat dua subjek yang terlibat, yaitu guru dan siswa. Guru yang baik haruslah melakukan tindakan pembelajaran sesuai karakteristik dan potensi siswa. Untuk itu, diperlukan penguasaan teori-teori belajar agar guru mampu memperhatikan beberapa aspek penting dalam pembelajaran yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  26. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Terima kasih atas link-link yang dibagikan kepada kami. Memang dalam proses belajar dan mengajar perlu adanya suatu tahap persiapan diantaranya mengetahui alur perkembangan siswa baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga, tujuan yang diharapkan dalam proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Terjadinya proses pembelajaran yang baik dan lancar sangat ditentukan oleh bagaiman guru dapat menguasai metari yang diajarkan dan memilih model, pendekata, strategi dan metode yang tentu sesuai dengan kondisi lingkungan dikelas serta karakter setiap siswa. Dengan demikian maka guru dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan tentang belajar mengajar dan juga materi yang diajarkan. Oleh karena itu, postingan prof. diatas sangat bermanfaat bagi pribadi kami dan para guru diseluruh indonesia.
    Terima kasih prof, atas link-link-nya yang dibagikan kepada kami.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP kelas A 2016

    ReplyDelete
  28. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terimakasih kepada Bapak Marsigit yang telah memberikan kami referensi berbagai teori belajar mengajar, referensi-referensi sangat bermanfaat bagi kami semua dan semoga dengan membaca referensi-referensi dari Bapak ini akan menambah pengetahuan kami.Terimakasih.

    ReplyDelete
  29. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Salah satu yang menarik perhatian saya adalah link menganai Problem Based Learning. Dari link PBL yang tersedia diatas saya dapat mengambil beberapa point mengenai PBL, yaitu Problem based learning adalah suatu pembelajaran student centered yang merupakan suatu strategi untuk pembelajaran yang aktif yang terdiri dari tiga bentuk, yang pertama adalah persoalan atau problem yang disediakan adalah yang berhungan dengan bidang siswa, permasalahan-permasalahan apa yang ada disekitar siswa. Yang kedua adalah siswa belajar dalam lingkungan yang melingkupi kombinasi dari bekerja sendiri atau individu dan bekerja secara berkelompok kecil. Dan yang terakhir adalah peran guru dan siswa berbeda dengan pembelajaran tradisional atau konvensiional, siswa lebih banyak bertanggungjawab dan lebih aktif sedangkan guru hanya memfasilitasi siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  30. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    ZPD adalah zona antara tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan anak menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri. Sedangkan tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan anak menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah dengan bantuan orang dewasa. Ketika masuk dalam ZPD, maka anak sebenarnya bisa, tetapi akan lebih optimal jika orang dewasa atau pendamping yang lebih tahu, membantunya untuk mencapai tingkat perkembangan aktual.

    ReplyDelete
  31. Teori Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Scaffolding merupakan suatu istilah pada proses yang digunakan orang dewasa untuk menuntun anak-anak melalui Zone of proximal developmentnya. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.

    ReplyDelete
  32. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Terima kasih bapak Marsigit atas link yang bapak share mengenai referensi berbagai teori belajar dan mengajar. Sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  33. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Terimakasih kepada Bapak Marsigit yang telah membagikan banyak referensi ini. Semakin banyak referensi yang kita baca dan kemudian memahami maka akan menambah wawasan kita khususnya tentang teori belajar dan mengajar. Wawasan yang semakin bertambah diikuti mempraktikkannya sesuai dengan kondisi peserta didik insyaallah akan meningkatkan kompetensi peserta didik.

    ReplyDelete
  34. Thanks SUPERB PROF sudah berbagi.
    akan saya reshare agar lebih bermanfaat

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    PPs PEP-A/2016

    ReplyDelete
  35. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Terimakasih Prof Marsigit atas referensi tentang berbagai teori belajar dan mengajar, link tersebut sangat bermanfaat bagi saya.
    sedikit saya menanggapi mengenai salah sati link di atas http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Albert_Bandura-Social_Cognitive_Theory
    Albert Bandura (1986) merupakan orang yang mengembangkan teori tengatang pembelajaran sosial, Teori belajar sosial menekankan, bahawa lingkungan-lingkungan yang dihadapkan pada seseorang secara kebetulan. lingkungan-lingkungan itu kerap kali dipilih dan diubah oleh orang itu melalui perilakunya sendiri. Menurut Bandura sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain. Inti dari teori pembelajaran sosial adalah pemodelan (modelling), dan permodelan ini merupakan salah satu langkah paling penting dalam pembelajaran terpadu.

    ReplyDelete
  36. Dita Aldila Krisma
    1330141002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Problem Based Learning (PBL) adalah metode pembelajaran yang aktif berpusat pada penyelidikan dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari PBL adalah menyiapkan siswa agar siap untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan mengharuskan mereka untuk berpikir tentang masalah kritis dan menganalisis data untuk menemukan solusi
    Sumber : http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education

    ReplyDelete
  37. Dita Aldila Krisma
    1330124100
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pedoman dasar dalam merancang masalah untuk desain pembelajaran Problem Based Learning adalah masalah berdasarkan kejadian-kejadian di lingkungan sekitar, masalah memberikan scaffolding bagi siswa, masalah harus membangun pengetahuan peserta didik sebelumnya agar peserta didik akan termotivasi secara efektif untuk memecahkan masalah, masalah yang menghasilkan penyelidikan dan diskusi di bidang terkait.
    Sumber : http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_Problem_Design

    ReplyDelete
  38. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Terimakasih atas referensi yang diberikan, Prof. Ini sangat bermanfaat bagi semua elemen pendidikan.

    ReplyDelete
  39. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Belajar adalah sebuah proses, yakni proses mengada sebuah ilmu. Ilmu sebagai pengada akan sangat tergantung dari proses mengadanya, mengadanya si ada, mengadanya sang ada, atau bahkan mengadanya yang Maha Mengada. Maka sebenar-benar belajar adalah bersambutnya upaya mengada yang mampu menghasilkan pengada yang diharapkan. Maka murid mengada dengan segenap ketekunannya untuk memperoleh apa yang "diajarkan" sang guru, sang guru mengada dengan segenap kemampuannya untuk memfasilitasi murid-muridnya, dan mwngadanya murid dan guru harus juga berchemistry dengan yang Maha Mengada sehingga memperoleh ilmu yang bermanfaat dunia dan akherat. Aamiin.

    ReplyDelete
  40. Postingan Prof. tentang referensi berbagai teori belajar dan mengajar untuk mahasiswa khususnya mahasiswa matematika semoga bisa bermanfaat dan menghasilkan guru atau dosen matematika yang handal dan siap menciptakan para matematikawan di indonesia tercinta ini.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  41. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Beda dengan aliran behavioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersifat mekanistik antara stimulus respon, kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis.

    ReplyDelete
  42. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme. Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.

    ReplyDelete
  43. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

    ReplyDelete
  44. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar.Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan.

    ReplyDelete
  45. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Teori belajar kontruktivism berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

    ReplyDelete
  46. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Untuk memperkuat kedudukan mengajar sebagai ilmu pengetahuan diperlukan teori yang membahas masalah mengajar. Orang yang tidak mengembangkan konsep mengajar secara sistematis mungkin percaya bahwa mengajar itu adalah suatu yang dikerjakan dan bukan suatu yang dipikirkan atau dipelajari. Pada dasarnya hal yang sangat dibutuhkan dalam profesi mengajar untuk mengorganisasi pengetahuan kita tentang mengajar dalam rangka pemantapan konsep mengajar, teori mengajar seharusnya menjawab tiga pertanyaan: bagaimana guru itu berbuat ? Mengapa mereka berbuat demikian? Apa pengaruh hasil perilaku mereka ? Setiap teori mengajar harus menjelaskan, Meramalkan dan mengawasi cara-cara yang di dalamnya perilaku guru mempelajari cara belajar siswa. Menurut N. L. Gage (1969), teori belajar akan lebih besar gunanya untuk pendidikan teori-teori itu dijelmakan dalam teori-teori mengajar.

    ReplyDelete
  47. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Saat ini, belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, semua orang bisa belajar kapan saja dan dimana saja dengan sumber dari manapun dan tidak hanya terpusat pada satu sumber konvensional: guru/dosen. sumber-sumber yang dishere oleh Prof. Marsigit merupakan salah satu bukti yang menguatkan bahwa belajar tidak lagi mengenal batasan ruang dan waktu. mahasiswa atau pun bukan dapat mengakses link tersebut, memperoleh ilmu darinya, dan memperaktekan ilmu tersebut dimanapun dan kapan pun.

    ReplyDelete
  48. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    referensi yang dibagikan oleh Prof.Marsigit tentu sangat berguna bagi siapapun, khususnya bagi mereka yang konsen dalam dunia pendidikan dan pengajaran. wawasan tentang keberagaman teori belajar merupakan jawaban untuk mengatasi kekakuan pembelajran yang selama ini dirasakan oleh siswa. kita sebagai generasi yang dilahirkan olehpendidikan yang kaku itu tentu tidak dapat memungkiri hal ini.

    ReplyDelete
  49. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti,pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.

    ReplyDelete
  50. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Terima kasih Prof. Marsigit atas postingannya, berbagai referensi yang sangat bermanfaat untuk dibaca dan dipelajari.

    ReplyDelete
  51. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dari link teori belajar kognitif, teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.

    ReplyDelete
  52. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dari link teori belajar konstruktivisme, kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

    ReplyDelete
  53. Terima Kasih prof atas link teori belajarnya, ini meurupakan sebuah referensi dalam memperkuat teori dalam pelaksanaan pembeljaran. Mengutip pendapat Al-Gzali “Pendidikan tidak hanya terbatas pada pengajaran semata. Si penanggung jawab berkewajiban mengawasi anak dari hal sekecil dan sedini mungkin. Ia jangan sampai menyerahkan anak yang berada di bawah tanggung jawabnya untuk diasuh dan disusui kecuali oleh perempuan yang baik, agamis, dan hanya memakan sesuatu yang halal…”.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  54. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih Prof. Marsigit atas link yang telah dibagikan tentang berbagai macam teori belajar dan mengajar. Ini akan sangat bermanfaat bagi kami sebagai bekal untuk menjadi seorang guru.

    ReplyDelete
  55. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Terimakasih banyak Pak untuk informasinya. Membantu saya dalam menggali secara ekstensif dan intensif mengenai teori belajar dan mengajar. Akan lebih baik lagi jika sumber-sumber tersebut menggunakan bahasa Indonesia sehingga orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan yang ingin memperdalam pengetahuan tentang teori belajar dan mengajar dapat memahaminya tanpa terkendala bahasa bagi yang mengalami. Mungkin jika ada kesempatan saya ingin menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia di blog saya. InsyaAllah.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  56. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Menanggapi salah satu link diatas mengenai model pembelajaran berbasis masalah atau lebih dikenal dengan Problem Based Learning (PBL), perlu dilihat bahwa PBL adalah sebuah model pembelajaran yang menuntut keaktifan siswa dalam belajar dengan cara menyajikan masalah-masalah untuk menuntun proses berpikir siswa. Tujuan dari PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan mengharuskan siswa untuk berpikir tentang masalah kritis dan menganalisis data untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan.

    ReplyDelete
  57. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Terima kasih atas referensi yang Bapak berikan dalam teori belajar dan mengajar, karena dari referensi yang bapak berikan, beberapa sudah saya baca. Saya mendapat pengetahuan mengenai perkembangan tahap berpikir anak. Bahwa tahap berfikir pada anak melalui proses yaitu tahap sensorik, pre oprasional, operasional konkrit, dan operasional formal.

    ReplyDelete
  58. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Pak Marsigit atas informasi mengenai Referensi Berbagai Teori Belajar dan Mengajar. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi bekal ilmu bagi kami untuk ke depannya.

    ReplyDelete
  59. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A,2016
    Pembelajaran sebagai sebuah proses yang berangkat dari nilai, dalam proses nilai serta menuju nilai. Pengertian tersebut diajukan karena hakikat dari belajar adalah perubahan tingkah laku menuju kedewasaan.

    ReplyDelete
  60. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A,2016
    Sebagai proses nilai, maka guru harus mengetahui bahwa apa yang ia kerjakan adalah pekerjaan yang bernilai, sehingga model pembelajaran juga dapat di desain berdasarkan nilai-nilai universal.

    ReplyDelete
  61. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A,2016
    Universalitas nilai itu, dapat dijadikan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran sehingga guru bukan berada papa posisi atas dan siswa pada posisi bawah melainkan guru dan siswa memproses pembelajaran sebagai aktivitas nilai.

    ReplyDelete
  62. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A,2016
    Aktivitas nilai itu bisa terwujud manakalah, guru memahami bahwa belajar mengajar itu adalah proses yang berdasarkankan pada kemanusiaan. Dengan kata lain, proses pembelajaran itu adalagh proses pendidikan budi pekerti dan proses pembinaan dan pengembangan ilmu. Disinilah embriologi dari teori-teori belajar.

    ReplyDelete
  63. Musa marengke
    S3 PEP Kelas A,2016

    Filsafat kontruktivisme dewasa ini mempunyai pengaruh besar dalam dunia pendidikan. Dengan berlandaskan pada teori ini, model pembelajaran sangat berbeda dengan model pembelajaran klasik. Dalam pendidikan, aliran konstruktivisme menghendaki agar peserta didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif untuk meyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi. Peserta didik harus aktif mengembangkan pengetahuan, tidak hanya menunggu arahan dan petunjuk dari guru. Aliran ini mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif.Jadi filsafat konstruktivisme itulah melahirkan teori belajar konstruktivisme.

    ReplyDelete
  64. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Dalam artikel yang disajikan di http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/PBL_and_Math_Education dikemukakan bahwa perbedaan pembelajaran tradisional dan PBL terletak pada peran guru. Dalam pembelajaran tradisional guru mempunyai peran yang lebih dominan dalam proses pembelajaran. Guru sebagai pentransfer ilmu dan siswa hanya menerima sehingga disini siswa hanya pasif. Sementara itu dalam PBL, siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang terjadi berpusat pada siswa. Peran guru dan siswa bergeser. Guru tidak lagi sebagai aktor utama yang mentransfer ilmu pada siswa, namun guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  65. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Teori Belajar Sosial yang dikemukakan Bandura menyatakan bahwa suksesnya seorang individu pasti dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pribadi individu tersebut (personal), kebiasaan atau behaviour pribadi yang bersangkutan, dan lingkungan luar tempat individu tersebut berinteraksi (environtment). Pecetus teori ini adalah seorang psikolog terkenal berkebangsaan Canada, Albert Bandura. Namun berdasarkan ketiga faktor di atas, yang paling berpengaruh dalam suksesnya seseorang adalah faktor personal, artinya sukses tidaknya seseorang adalah bagaimana ia memanajemen dirinya sendiri. Faktor eksternal seperti lingkungan hanyalah pendukung saja.

    ReplyDelete
  66. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Pembelajaran Sosiokulturan yang dikemukakan oleh Vygotsky menekankan interaksi antara aspek “internal” dan “eksternal” dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konsep budaya. Vygotsky juga mengemukakan bahwa pembelajaran terjadi saat siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas- tugas itu berada dalam “zone of proximal development” mereka. Zone of proximal development adalah jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat kemampuan perkembangan potensial yang ditunjukkan dalam kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Ketika masuk dalam ZPD, maka anak sebenarnya bisa, tetapi akan lebih optimal hasilnya jika orang dewasa membantunya untuk mencapai tingkat perkembangan aktual.

    ReplyDelete
  67. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dengan adanya referensi-referensi teori belajar maka kita dapat mengetahui proses perkembangan kognitif seperti yang dikemukakan oleh Jean Piaget, ketika anak berumur 0 - 2 tahun anak berada pada tahap sensorik, anak berumur 2 - 7 tahun berada pada tahap pra operasional, anak berumur 7 - 11 tahun berada pada tahap operasional konkret dan 11 tahun ke atas berada pada tahap operasional formal.

    ReplyDelete
  68. Mengajar merupakan salah satu tugas pokok guru. pertanyaanya bagaimana guru bisa mengemas pembelajaran menjadi sesuatu yang berarti dan bermakna. Untuk itu guru harus mempunya referensi-referensi sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Postingan ini tentu sangat bermanfaat sebagai pedoman dalam pembelajaran
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  69. Belajar dan mengajar menjadi suatu kesatuan dalam proses pembelajaran. pembelajaran tidak dipandang sebagai suatu produk yang melihat kepada hasil tetapi lebih utama adalah proses dalam pembelajaran
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  70. Belajar dan Mengajar merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah. Untuk itu dalam pembelajaran perlu menerapkan teori belajar yang cocok dengan kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  71. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Terimakasih pak atas referensinya. Banyak sekali teori belajar dan mengajar yang dapat kita implementasikan di dalam kelas. Salah satu link yang saya baca adalah http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Collaborative_Learning tentang collaborative learning. Menurut Palloff and Pratt (2003) “The key to the learning processes are the interactions among learners and the collaboration in learning that results from these interactions.” Pembelajaran kolaboratif merupakan metode pembelajaran yang mendorong pembelajaran melalui kolaborasi antar siswa menuju tujuan belajar bersama dan hasilnya menjadi tanggung jawab bersama.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  72. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Terdapat banyak teori belajar dan mengajar yang dikemukaan para ahli dengan tujuan agar mempermudah kita dalam proses mengajar dan proses memahami bagaimana siswa belajar tokoh yang terlibat dalam pengambangan teori-teori ini antara lain Vygotsky, Jean Piaget, Albert Bandura, Jerome Bruner, dst. Kita sebaiknya mempelajari dan memahami teori-teori terkait belajar dan mengajar tersebut. Sehingga kita dapat menentukan sikap kita dalam menghadapi siswa yang memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  73. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/User:Cash/test

    link diatas berisi resource material atau sumber belajar mengenai globalization (globalisasi), learning theories (teori belajar), design model, pedagogical model (model pegagogi atau pengajaran), learning environment (lingkungan belajar), e-learning, and teaching. Link tersebut sangat komplit dan lengkap bagi guru untuk mengembangkan kemampuan profesionalitas guru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Globalization berisi materi yang berhubungan dengan kebutuhan pendidikan dalam menghadapi era globalisasi yang meliputi keberagaman (citizenship diversity), longlife learning, edutainment, media literasi dan lain sebagainya. Sangat cocok bagi guru atau mahasiswa yang ingin mengembangkan penelitian terutama menghubungkan dengan 21st century skill.

      Delete
    2. Learning theories berisi tentang teori pembelajaran yang dapat dikaitkan atau menjadi bahan rujukan untuk mengembangkan bahan ajar yang meliputi aliran Behaviourist, Information Processing atau pemrosesan informasi, Cognitive Approaches to Learning atau pendekatan kognitif pada pembelajaran, Cognitive-Construction atau konstruksi pengetahuan, Developmental Approaches to Learning, Social Learning Theory bahkan Complexity Theory.

      Delete
    3. Pedagodical model berisi tentang model-model pembelajaran yang dapat digunakan ketika mengajar dan menimalisasi adanya masalah yang terjadi di kelas yang berhubungan dengan konstruksi pengetahuan siswa meliputi Cognitive Apprenticeship , Knowledge Building, Problem-Based Learning dan Multiliteracies

      Delete
    4. E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Dalam link tersebut ditampilkan beberapa komponen komponen e-learning yang dapat digunakan dalam pendekatan pembelajaran. Selain itu terdapat jenis-jenis assessment atau penilaian yang juga merupakan bagian dari e-learning yaitu Assessment and Electronic Portfolios, Assessment for Learning Bryan Funk solo, Formative Assessment in Virtual Learning Environments and Academic Achievement and Social-emotional-learning.

      Delete
    5. Assalamualaikum wr. wb.

      Salah satu contoh e-learning yang sudah kita rasakan adalah aktivitaa belajar di mata kuliah Filsafat Pendidikan. Bravo.

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
    6. Assalamualaikum wr. wb.

      Salah satu contoh e-learning yang sudah kita rasakan adalah aktivitaa belajar di mata kuliah Filsafat Pendidikan. Bravo.

      Dwi Margo Yuwono
      16701261028
      S3 PEP Kelas A

      Delete
  74. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Terimakasih Prof atas bisa brbagai Sumber referensi yang diberikan. Sebagai calon pendidik harapannya kami tak mudah puas terhadap ilmu atau materi yang disampaikan di kelas, tetapi juga terus mencari Sumber referensi lainnya. Tak hanya itu, harapannya kami bisa berbagi sedikit ilmu yang kami miliki melalui berbagai media, salah satunya seperti blog Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  75. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P. Matematika Kelas B 2016

    Setelah membaca link tentang social learning theory, dijelaskan bahwa Social Learning Theory berhubungan dengan Activity Theory, dimana sosial disini berarti aktifitas dengan orang lain yang dibarengi dengan sebuah alat/perangkat (pengetahuan) yang menengahi antara subyek dan obyek atau dapat kita sebut dengan tujuan dari aktifitas itu sendiri, yaitu untuk mencapai outcome yang diinginkan.

    ReplyDelete
  76. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matmatika B 2016

    Menanggapi salah satu artikel yang saya baca diatas menerangkan bahwa teori kompleksiti adalah teori yang muncul sebagai implikasi dari perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi, sehingga teori ini mengajarkan kita sebagai calon guru untuk berupaya menciptakan lingkungan belajar yang sedemikian menarikknya sehingga siswa dapat mengaitkan pembelajarn yang dilakukan dengan kehidupan sehari hari. banyak hal yang bisa kita lakukan seperti menggunakan model pembelejaran RME atau bahkan pembelajarn Open Ended. semoga guru kita semakin kreatif dan inovatif dari mempelajari teori teori belajar yang ada.

    ReplyDelete
  77. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Berdasarkan salah satu link https://en.wikipedia.org/wiki/Collaborative_learning. Pembelajaran Kolaboratif adalah metode pembelajaran yang mendorong pembelajaran melalui kolaborasi sebaya dalam artian sesama siswa untuk siswa bekerja menuju tujuan bersama dalam suatu pendidikan khususnya suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, keberhasilan seorang siswa membantu siswa lain untuk menjadi sukses. Lebih berfokus pada kerja kelompok. Siswa yang sudah faham membantu teman yang lainnya yang belum faham mengenai materi yang sedang dipelajari. Siswa dilatih untuk dapat bekerja sama di dalam diskusi atau kerja kelompok, tidak memenangkan ego sendiri ketika pembelajaran.

    ReplyDelete
  78. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Terimakasih kepada Bapak Prof. Marsigit yang selalu mau untuk membagikan informasi dan pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain. Link-link yang ada tersebut sangatlah bermanfaat bagi orang-orang yang ada di dunia kependidikan, entah guru, dosen, maupun saya sebagai mahasiswa kependidikan (calon guru, insyaAlloh). Dengan adanya link tersebut saya dapat memperoleh pengetahuan mengenai berbagai teori belajar dari sumber terpercaya.

    ReplyDelete
  79. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Berikut adalah hasil pemahaman saya setelah membaca link mengenai conectivism, bahwasanya menurut George Siemens, Connectivism mengibaratkan pembelajaran sebagai proses koneksi / jaringan pembentuk (Siemens, 2005) atau dengan kata lain bahwa pengetahuan yang diperoleh oleh siswa dapat dihubungkan dengan pengetahuan lainnya.

    ReplyDelete
  80. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada bapak Marsigit yang telah memposting beberapa referensiyang sangat bermanfaat di atas.

    ReplyDelete
  81. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada bapak Marsigit yang bersedia berbagi referensi yang sangat bermanfaat diatas. Meskipun referensi tersebut diperuntukan bagi mahasiswa S1 Ethnomathematics, S2 Learning Trajectory, S3 Kajian Kurikulum Matematika, dan S3 StudiMandiri Bidang Matematika SD., sedangkan saya mahasiswa (S1) Filsafat Pendidikan Matematika namun saya yakin bahwa referensi tersebut sangat bermanfaat bagi saya kedepannya.

    ReplyDelete
  82. Assalamualaikum wr. wb.

    Thank you very much Sir. It really help us understand learning theories. It's usefull and I will share it.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  83. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Terdapat banyak teori belajar dan mengajar yang dikemukakan oleh para ahli. Teori belajar yang paling populer di dunia pendidikan adalah teori Behavioristik, Humanistic, dan Konstruktivistik. Link yang ditampilkan pada artikel di atas membantu kita dalam memahami teori –teori yang tersebut. Dengan begitu kita bisa mengaplikasikannya ketika kita mengajar dengan menyesuiakan teori yang digunakan.

    ReplyDelete
  84. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Piaget mengemukakan bahwa perkembangan intelektual pada fungsi yaitu organisasi dan adaptasi. Organisasi memberikan pada organism kemampuan untuk mensistematikkan atau mengorganisasi proses-proses fisik atau proses psikologis menjadi sistem-sistem yang teratur dan berhubungan atau struktur-struktur. Sedangkan adaptasi merupakan kecenderungan organisme untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungannya melalui proses asimilasi dan akomodasi.
    Teori Piaget tentang perkembangan intellectual ini menggambarkan tentang konstruktivisme. Pandangan konstruktivisme menggambarkan bahwa perkembangan intellectual adalah proses yang membuat anak secara aktif 20 membangun pengetahuannya dengan melakukan akomodasi yaitu modifikasi struktur mental yang ada dalam mengadakan respon terhadap tantangan lingkungannya dan asimilasi yaitu menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapi dalam lingkungannya.
    Teori Piaget tersebut relevan dengan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik, karena pembelajaran matematika realistik mengutamakan peran aktif siswa untuk menemukan konsep berdasarkan proses yang dilakukan siswa dengan caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah kontekstual yang diberikan guru.

    ReplyDelete
  85. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terimakasih Prof. Marsigit yang telah berkenan memberikan referensi berbagai teori belajar dan mengajar. Semoga dengan link yang diberikan akan menambah pengetahuan untuk kami calon guru dan guru, sehingga kelak menjadi guru yang profesional.

    ReplyDelete
  86. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Teori belajar merupakan teori yang mendasari bagaimana sebuah proses pembelajaran berlangsung. Terdapat begitu banyak macam-macam teori belajar menurut para ahli, beberapa diantaranya adalah teori belajar konstruktivisme, teori belajar behavioralisme, teori belajar kognitivisme, dan lain-lain. Di Indonesia teori yang sesuai dengan kurikulum 2013 dalam pendekatan saintifik adalah teori belajar kkonstruktivisme. Setiap teori memiliki ciri dan karakteristik masing-masing, memiliki kelebihna dan kelemahan masing-masing. Seorang guru harus tahu dan paham mengenai teori belajar dan mampu mengimplementasikan teori belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa nya.

    ReplyDelete
  87. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  88. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Teori belajar oleh Vygotsky yang terkenal adalah ZPD atau Zone of Proximal Development. ZPD adalah zona antara tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan anak menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri. Sedangkan tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan anak menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah dengan bantuan orang dewasa. Ketika masuk dalam ZPD, maka anak sebenarnya bisa, tetapi akan lebih optimal jika orang dewasa atau pendamping yang lebih tahu, membantunya untuk mencapai tingkat perkembangan aktual.

    ReplyDelete
  89. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pembelajaran kolaboratif adalah metode pembelajaran yang menfokuskan pada keberhasilan proses. Berbeda dengan metode pembelajaran koperatif, yang fokus pada hasil. Metode pembelajaran kolaboratif mengasumsikan pentingnya kerjasama yang koperatif, bekerja bersama dalam komunitasnya. Dalam satu komunitas atau kelompok tidak terjadi persaingan, namun lebih kepada kerja sama demi tercapainya tujuan bersama. Hal tersebut jika dilakukan oleh seorang pengajar itulah yang dinamakan pembelajaran kolaboratif.

    ReplyDelete
  90. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Jean Piaget, seorang ahli biologi Swiss, percaya bahwa anak-anak akan pengealami perkembangan kognisi dan pengetahuan dengan melalui serangkaian tahap perkembangan. Piaget berhipotesis bahawa setiap tahap terjadi secara berurutan .

    ReplyDelete
  91. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Teroi kompleksiti adalah teori yang muncul dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi. Dalam teori ini guru dituntut untuk menciptakan kegiatan pembelajarn dengan menghunbungkan sesuatu yang sedang terjadi serta menyesuaikan dengan kondisi. Sehingga pendekatan open ended merupakan hasil dari teori kompleskitas.

    ReplyDelete
  92. Farida Riza Umami
    13301241026
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terimakasih atas postingan beberapa referensi yang dapat kami baca untuk meningkatkan pengetahuan kami mengenai beberapa teori belajar. Teori-teori tersebut akan sangat bermanfaat untuk kami para pendidik, dari beberapa teori tersebut kita dapat mengetahui berbagai sifat dari masing-masing teori. Teori jenis apa yang dapat digunakan pada kelas tertentu. Dan tentunya berbagai teori tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan belajar mengajar.

    ReplyDelete
  93. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Bahwa kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan Iptek serta jenjang masing-masing satuan pendidikan (UU No. 2 Tahun 2000 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). Terimakasih atas link yang telah Prof share tentang kajian kurikulum matematika.

    ReplyDelete
  94. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Terimakasih Pak Prof Marsigit yang telah memberikan banyak link referensi berbagai teori belajar dan mengajar. Berdasarkan beberapa link yang telah saya buka saya menyimpulkan bahwa terdapat tiga kerangka utama tentang teori belajar yaitu teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme. Seorang pendidik memang harus paham tentang konsep teori belajar dan mengajar. Tidak hanya itu, pendidik juga harus paham pelaksanaannya agar terlaksana proses belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang ingin di capai bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  95. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Permasalahn yang ada pada Proses belajar dan mengajar berbanding lurus dengan kemajuan peradaban zama dalam arti akan ada berbagai perubahan seperti karakter siswa, perubahan pola pikir siswa , sikap dll sehingga sebagai upaya preventif seorang guru membutuhkan berbagai referensi yang beraneka macam. Terima Kasih Prof Atas link yang telah bapak share ke kami

    ReplyDelete
  96. Jeni Dwi Prasetyo
    13301241043
    Pendidikan Matematika A S1

    Ada banyak macam teori belajar dan mengajar yang telah di ungkapkan oleh banyak ahli. Hal ini berkontribusi sebagai referensi para guru yang mana guru dapat menerapkan apa yang telah di teliti oleh para ahli sehingga pembelajaran oleh guru tersebut dapat berhasil.

    ReplyDelete
  97. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Meskipun sumber belajar ini tidak ditujukan secara khusus untuk mahasiswa PEP, namun setelah saya membuka beberapa link di atas, isinya sangat baik untuk menambah bahan bacaan dan ilmu pengetahuan. Terima kasih membagikannya dengan kami, Prof.

    ReplyDelete
  98. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Menggali lebih dalam perspektif sosial. “http://etec.ctlt.ubc.ca/510wiki/Albert_Bandura-Social_Cognitive_Theory”

    Sebelum menulis ini, sempat dengan tema satu kost melihat fenomena yang terjadi di salah satu stasiun televisi sambil menikmati daging qurban, barusan masak daging dan dimakan bersama. Saat itu memberitakan kasus pelecehan fisik terhadap seorang anak. Ketika melihat tayangan tersebut seorang kawan berkata :
    “tidak akan jera meskipun pelakunya mendapatkan hukuman penjara”. Kebetulan , dia seorang mahasiswa pascasarjana kandidat magister bidang sosial. Saya pun mengomentari “lalu bagaimana caranya agar gak terjadi seperti itu?” dia berkata “kejadian seperti itu sudah sering terjadi, penjarapun sudah penuh dengan pelaku seperti itu”

    ReplyDelete
  99. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Argumentasi terkait kejadian diatas memunculkan pandangan, ketika melihat konten dari link diatas menjelaskan bahwa tingkah laku (behaviour) seseorang dipengaruhi sifat dan karakter personalnya. Tuntutan kejiwaan bisa datang dari ekternal maupun internalnya sendiri. penyelesaiannya pun bisa dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.

    ReplyDelete
  100. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dari beberapa referensi teori menjelaskan, bahwa hukuman terhadap suatu kesalahan dan ternyata kesalahan yang sama diulangi kembali merupakan sebab yang mungkin dari pandangan pribadinya bahwa hukuman tidak memberatkannya dibandingkan besarnya tuntutannya. Sehingga tidak membuatnya jera. Ketika konsekuensi yang diberikan berasal dari orang lain dan sangat memberatkannya kemungkinan bisa meredam keinginannya. Meskipun sangat besar tuntutan pribadinya. Setiap diri secara sosial dapat dipengaruhi oleh diri dan orang lain

    ReplyDelete
  101. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Teori belajar merupakan falsahah sejauh mana teori itu mengungkap keberhasilan yang dilakukan, dikembangkan secara scientifik dan penelitian. Sehingga kedepannya, apakah teori itu dapat diimplementasikan.

    ReplyDelete
  102. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Teori belajar konsruktivisme menitikberatkan pada proses belajar, bukan pada hasil. Ketika proses belajar berjalan dengan baik dan bermakna bagi siswa, hasil belajarnya akan sebanding. Sedangkan kurikulum 2013 menurut pendapat saya mengacu kepada teori belajar konstruktivisme ini, dimana teori belajar konstruktivisme merupakan perpaduan antara behaviorisme dan kognitivisme. Teori ini sesuai dengan teori yang dikembangkan oleh Lev Vygotsky.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id