Jan 9, 2017

Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT



Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi wahdah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa ‘azza jundahu wa ‘azama wahdah. Wash-sholatu was salamu ‘alaa rasulillaah Sayyidina wa habibina wa qurrotu a’yuna Muhammadin bin ‘abdillah wa alaa alihi wa ashhabihi wa dzawil nufusil muthmainnah. Amma ba’dah.


Silahkan Bapak Ibu semuanya jika masih ingin menangis dipersilahkan, karena tangisan kita senyatanya menunjukkan kelembutan hati. Sebetulnya akupun tidak kuasa untuk menahan tangisanku itu, tetapi dikarenakan saya harus berbicara maka akupun harus tabah mensyukuri rakhmat ini. Terlebih ketika tangisan itu dikarenakan rasa haru merasakan nikmatnya barokah yang melimpah-limpah yang dikaruniakan Allah SWT setelah kita melaksanakan berbagai rangkaian Ritual Ikhlas ini dengan berbagai macam rintangan dan kendalanya. Saya menyadari hanyalah tangisan-tangisan kegembiraan itulah yang mampu kita lakukan dalam menyambut kasih dan cinta Allah SWT kepada kita semua. Namun saya ingin mengingatkan, sehebat-hebat tangisan kita itu, maka jadikanlah bahwa tangisan kita itu juga merupakan dzikir kita kepada Allah SWT. Saya juga menyadari bahwa dalam suasana haru dan hening seperti ini tiadalah satu katapun yang dapat kita ucapkan apalagi kita tanyakan. Itulah sebenar-benar kuasa Allah SWT dan itulah sebenar-benar kelemahan pikiranmu.

Maka pada Ritual Ikhlas IV ini sampailah kita pada maqom di mana kita diijinkan untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Sudah bisa dirasakan sendiri oleh Bapak dan Ibu semua bahwa dalam suasana seperti ini, tidaklah mungkin kita mengucapkan kata-kata apalagi mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Komunikasi kita dengan Allah SWT adalah dengan doa-doa yang kita lafalkan dalam hati kita masing-masing. Pertama, kita bisa berdoa bersama-sama, kemudian dipersilahkan untuk berdoa sendiri-sendiri. Marilah saya akan memimpin doa bersama, Bapak Ibu mengamininya.

Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang mengusai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya keada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin
Subhanallah walhamdulillah wa lailaha ilallahu wallahuakbar.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah kerajaan dan bagi-Nya pula puja dan puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.

Laa ilaaha illallahu wallaahu akbaru, laa illaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena sesungguhnya bagi-Mu puja dan puji, tiada Tuhan selain-Mu, wahai Yang Maha Pemberi, yang menjadi harapan, Yang Mencipta langit dan bumi, Yang Maha Luhur dan Maha Mulia.

Allahumma inni as’aluka bi’anna lakalhamda laa ilaaha illaa anta yaa hannaanu yaa mannanu yaa badii’assamaawaati wal’ardhi yaa dzaljalaali wal’ikraam
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami nabi Muhammad, shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara (akhirat) dan afat, dapat memberikan hajat (kebaikan) kepada kami, dapat membersihkan kami dari kejelekan, dapat mengangkat kami ke derajat yang lebih tinggi di hadapan Engkau, dapat membawa kami menuju kebajikan yang paling baik semasa kami hidup maupun sesudah mati. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas makhluk-Nya yang paling baik yaitu junjungan kami Muhammad, semua keluarga dan para sahabat beliau.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammadin shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii-‘il ahwaali wal aafaati wa taqdlii lanaa bihaa min jamii-‘il haajaati wa tuthahhirunaa bihaa min jamii-‘is sayyi-aati wa tarfa-‘unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii-‘il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaati wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama.

Aku mohon ampun segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung (3–10X).

Astaghfirullaahal ‘azhiiim (3–10 X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku, dan aku hamba-Mu, dan aku memenuhi janji dan ikatan kepada-Mu, aku berusaha memenuhinya dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan-kejelekan yang aku perbuat. Aku sadar akan nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku sadar akan dosaku, karena itulah ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau.

Allahumma anta rabbi. Laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ududzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Ya Tuhan kami, (selama ini) kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, pastilah kami ini tergolong orang yang merugi.

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain-Mu, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim.

Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya, baik yang halus dan yang kasar, yang terdahulu dan terkemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. (HR Muslim, Abu Daud dan Hakim)

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khasiriin. Rabbanaaghfir lanaa dzunuubana wa kaffir ‘annaa sayyi’aatina wataffanaa ma’al abraari. Laa illaaha illaa anta subhaanaka innii kunu minazhzhalimiin.

Allahummaghfir lii dzambii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa ‘alaaniyatahu wa sirrahu.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Kita dapat memunajatkan doa meliputi:
Doa Dikuatkan Iman dan Taqwa (oleh Bp. Shaleh)
Doa Dimudahkan untuk Dapat Menunaikan Ibadah Haji (Bp. Shaleh)
Doa Untuk Kemajuan (guru dan siswa) UNY (Bp Marsigit)
Doa Dimudahkan Memperoleh Kesempatan Berjuang di Jalan Allah SWT (Bp Shaleh)
Doa Diberikan Keturunan Yang Shaleh dan Salekhah (Bp Musa Marengke)
Doa Diberikan Keberkahan Umur untuk Beribadah Kepada Allah SWT (Bp Musa marengke)
Doa Diberikan Kekuatan untuk Mengamalkan Ilmu untuk Kemaslahatan Umat.(Bp Mukhlis)
Doa Dimudahkan Segala Urusan Dunia dan Akhirat. (Bp Mukhlis)
Doa Diberi Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk: Diriku, Orang Tua, Isteri, Anak anak, Menantu, Cucu, Saudara dan keturunan.(Bp Khaerudin)
Doa Diberikan Umroh yang Mabrur (Bp Saufi Rakhman)
Doa Dilapangkan Sadaqah dan Silaturakhim. (Bp Memet Sudaryanto)

Secara lebih khusus:

Marilah kita berdoa untuk Mohon Ampun.

Ya Allah, sedemikian banyak dosa yang telah kami lakukan sejak kami akil- baligh hingga hari ini. Dosa kami ketika kami remaja yang sering menyusahkan orang tua kami dan guru-guru kami, membuat sedih mereka, membohongi mereka dan tidak menghormati mereka. Tidak pula kami mensyukuri kepada-Mu atas nikmat memiliki orang tua yang baik dan menyayangi kami. Ampunilah kami ya Allah, sungguh kami lebih beruntung dibanding anak-anak lain yang dibesarkan tanpa orang tua atau memiliki orang tua tapi tidak peduli dengan anaknya.

Ampuni pula dosa-dosa kami ketika remaja yang hampir tak pernah kami mengingat-Mu setiap hari, padahal saat itu Engkau telah mulai mencatat dan mengumpulkan setiap dosa-dosa kami. Ampunilah kemalasan kami dalam melakukan sholat pada masa lalu kami, ampunilah kebodohan kami saat itu yang lebih takut pada kehilangan teman dan pergaulan daripada bergantung kepada Engkau. Ampuni pula pergaulan kami selama remaja yang jauh dari nilai-nilai agama dan sering menyakitkan hati orang lain sedangkan kami sering melakukannya tanpa rasa bersalah.

Ampuni pula dosa-dosa kami semasa kami bekerja dan berkeluarga. Sungguh kini kami menyadari bahwa tak ada ridho dan pahala dari-Mu untuk setiap kelelahan kami bekerja selama ini bila tidak didasari niat karena mencari keridhoan-Mu. Sedemikian banyak pekerjaan yang kami lakukan hanya dengan niat mencari uang atau karena takut miskin dan bukan karena mencari keridhoan-Mu, padahal Engkau hanya menyuruh kami bekerja sedangkan masalah rezeki dan kaya-miskin semuanya Engkaulah yang memutuskan. Sering kami lebih takut pada atasan kami dan pada keterburu-buruan kami dibanding rasa takut kami pada-Mu dalam menegakkan sholat, padahal Engkau telah mempersiapkan neraka yang sedemikian dahsyatnya untuk orang-orang yang meninggalkan atau menyia-nyiakan sholat.

Ya Allah seandainya Engkau telah mempersiapkan hukuman 1 tahun di neraka untuk setiap 1 kali sholat yang kami tinggalkan atau yang belum sempurna, maka harus berapa ribu tahun kami di neraka untuk mengganti ribuan sholat yang telah kami tinggalkan atau kami laksanakan dengan tidak sempurna selama hidup kami sejak kami akil-baligh. Karena itu, ampunilah dosa-dosa kami ya Allah. Siapa lagi yang dapat mengampuni kami kalau bukan Engkau ya Allah.

Ya Allah, apabila dihitung mungkin akan ada sedemikian banyak barang atau uang atau waktu terbuang yang kugunakan tidak dijalan yang Engkau ridhoi, atau kadang sering pula aku membenarkan suatu perbuatan dzalim dan bahkan menganggapnya sebagai hakku. Selama itu aku jarang mengingat-Mu dan malah berbuat banyak dosa. Ampunilah semua dosa-dosaku ya Allah, ampunilah ya Allah.

Ampuni pula kelalaian kami dalam mengurus rumah tangga kami, kebodohan kami dalam berperilaku dalam keluarga kami. Ampunilah sikap kami yang sering mengecewakan suami/istri kami, membuat sedih hatinya, tidak menghormatinya, tidak mengurusnya dengan baik, dan tidak membimbingnya dengan baik menuju jalan Islam yang telah engkau syariatkan.

Ya Allah, ampunilah mata kami yang lebih sering kami gunakan untuk melihat hal-hal yang tak berguna atau hal yang maksiat dan hal-hal yang Engkau murkai, padahal kalau Engkau takdirkan kami buta maka sungguh kami akan menjadi makhluk yang lemah tak berdaya. Ya Allah ampuni pula mulut kami yang sering menyakitkan perasaan orang lain, yang sering membohongi orang lain, yang sering mengajak orang lain berbuat dosa dengan kami sadari atau tidak kami sadari, dengan mulut ini pula kami sering membicarakan ghibah dan fitnah yang hukumannya sangat dahsyat, dengan mulut ini pula kami menyampaikan kesombongan, ketamakan, kekikiran dan ke-riya’an diri kami. Ampunilah seluruh kata dan perbuatan buruk yang pernah keluar dari mulut kami ini.

Ya Allah ampuni pula telinga kami yang selama ini tidak mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak para ulama, nasihat agama dalam ceramah agama dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran. Apajadinya diri kami ini bila Engkau tulikan pendengaran kami. Padahal itu begitu mudah bagi-Mu.

Ya Allah, ampunilah tangan kami yang sering menjadi kikir dalam memberikan sedekah kepada orang lain, yang jarang digunakan untuk menuliskan kebaikan-kebaikan untuk orang lain. Apa jadinya kalau Engkau ambil tangan kami ini dari tubuh kami. Ampuni kaki kami yang lebih banyak digunakan menuju tempat-tempat kemewahan dan kepentingan duniawi dan jarang digunakan untuk menuju ke mesjid dan pengajian. Apajadinya kalau Engkau ambil kaki ini dari tubuh kami. Ya Allah, jadikanlah kaki kami ini lebih rajin mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambung silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hati dan memperkuat iman kami.

Ampuni syahwat kami yang sering sulit kami kendalikan, sedemikian lemahnya kami menghindarkan pandangan dan syahwat dari lawan jenis kami yang semakin bebas berkeliaran di zaman ini. Ampunilah diri kami ya Allah, kuatkanlah iman kami dari maksiat syahwat.

Ya Allah, ampunilah kesombongan kami akan akal dan otak kami yang sering menjadikan kami merasa paling cerdas. Padahal sungguh begitu mudah bagi-Mu untuk menjadikan kami bodoh atau gila. Padahal Engkau sangat membenci kesombongan, apalagi kesombongan akal. Padahal orang yang paling cerdas menurut-Mu adalah orang yang paling banyak bertaqwa. Ampunilah kebodohan dan kesombongan kami ya Allah, beri kesempatan kami untuk bertobat, hapuskanlah seluruh dosa-dosa kami.

Alangkah bodohnya kami ya Allah, padahal ilmu kami sangat sedikit tapi sering kami merasa sudah berbuat yang terbaik. Tambahkanlah ilmu (agama) kami ya Allah supaya kami dapat membedakan mana perilaku kami yang sudah baik dan mana yang masih buruk. Janganlah Engkau golongkan kami kepada golongan orang-orang yang bodoh tapi merasa paling benar, atau orang yang sebenarnya malas tapi selalu merasa perlu banyak istirahat, jangan pula menjadi orang yang sebenarnya sombong karena merasa lebih mampu dibanding orang lain, jangan pula kami menjadi orang yang kikir hanya karena merasa ada keperluan lain yang lebih penting atau karena kami takut lapar dan takut miskin, jangan pula kami menjadi riya’ karena lebih membutuhkan pujian orang lain.

Ya Allah, sungguh kami lupa mengingat semua dosa-dosa kami yang sedemikian banyaknya selama hidup kami. Kami pun sering sedemikian bodohnya, sehingga banyak dosa-dosa yang kami anggap kecil atau tidak ada padahal Engkau telah mencatatnya sebagai dosa-dosa besar. Ya Allah sesungguhnya Engkau lebih mengetahui dosa-dosa yang telah kami lakukan, ampunilah semua dosa-dosa kami, baik yang kami ingat maupun yang telah kami lupa, yang sengaja ataupun yang tak sengaja, yang besar maupun yang kecil, yang dulu maupun yang akan datang, seluruhnya ya Allah. Jangan ada tersisa sedikit pun ya Allah.

Ya Allah, ampunilah dosa syirik besar maupun kecil yang pernah kulakukan. Aku tahu dosa syirik takkan terampuni karena itu hapuskanlah dosa-dosa syirik itu dari daftar dosa yang telah Engkau catat. Hapuskanlah ya Allah. Janganlah sampai aku terjebak lagi dalam syirik, bukakanlah mataku untuk membedakan mana yang syirik dan mana yang tidak, kuatkanlah imanku untuk menjauhkan syirik sejauh-jauhnya, kuatkan imanku ya Allah, dan kuatkanlah kesabaranku walau aku menghadapi ujian yang sangat berat sekalipun. Kuatkanlah aqidahku ya Allah, bersihkan qolbuku, tambahkan ilmu agamaku, ilmu yang bermanfaat, bersihkan niatku dari riya, amin ya rabbil alamin.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa yang pernah kami lakukan pada umat dan makhluk-Mu. Ampunilah perbuatan jahat, laknat, maksiat, zhalim dan hal-hal lain yang Engkau murkai yang pernah kulakukan kepada umat manusia lainnya, baik laki-laki, perempuan dan anak-anak, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.

Ampunilah rasa malu dan kesulitanku untuk memohon maaf kepada mereka satu per satu, bukalah pintu maaf orang yang pernah kuzhalimi untuk diriku. Gugurkanlah setiap dosaku kepada mereka setiapkali mereka sedang mengingatku atau mengingat kesalahanku pada mereka.

Jadikanlah doa kami ini menjadi pertobatan kami yang taubatan nasuha. Bimbinglah dan tunjukilah kami jalan yang baik untuk hari-hari selanjutnya untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang Engkau golongkan dosa kecil apalagi dosa besar.

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua kami serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil

Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa (3-10X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberikan Kebaikan dalam Keluarga.

Ya Allah, rendahkanlah suaraku di mata mereka, indahkan bicaraku dimata mereka, lembutkan tingkah lakuku di mata mereka, rindukan mereka akan hatiku, jadikanlah aku orang yang mengasihi dan menyayangi mereka. Ya Allah, berikan pahala kepada mereka atas upaya mereka mendidikku, limpahkan karunia-Mu atas pemberian mereka padaku, dan jagalah mereka sebagaimana mereka menjagaku semasa aku kecil.

Allahumma khaffidh lahuma shawti, wa athib lahuma kalami, wa alin lahuma’arikati, wa’thif ‘alayhima qalbi, wa shayyirni bihima rafiqan wa ‘alayhima syafiqan. Allahummasykur lahuma tarbiyati, wa atsib huma ala takrimati, wahfazh lahuma ma hafizhahu minni fi shighari.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri dan keturunan yang dapat menjadi penyenang hati bagi kami dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS, al-Furqan, 25:74).

Rabbannaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Duhai Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi umat manusia. Karuniakanlah kami keluarga yang sakinah, keluarga yang soleh dan bertaqwa, keluarga yang sangat mencintai diri-Mu dengan penuh makna dan ikhlas, keluarga yang bahagia, damai, harmonis, tenteram, tawadhu, sabar dan santun. Karuniakanlah kepada keluarga kami kesehatan, keamanan, kemudahan, kemuliaan, kehormatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, keimanan serta dijauhkan dari tekanan utang, sifat kikir dan sifat boros. Jauhkanlah segala macam penyakit fisik dan psikis dari diri kami, kedua orang tua kami dan keluarga kami.

Jadikan hari tua dan akhir hidup kami dan orang tua kami penuh kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian, dan kuatkan iman kami semua disaat sakaratulmaut. Kuatkanlah keimanan dan perbanyaklah amal dan ibadah kami, kedua orang tua kami dan kami sekeluarga, baik saat kami lemah dan tua serta di detik-detik terakhir kehidupan kami.

Karuniakanlah kami sekeluarga dan orang tua kami akhir hidup yang indah, khusnul khatimah ya Allah. Kumpulkanlah kami sekeluarga dan kedua orang tua kami beserta seluruh sanak saudara kami di surga-Mu ya Allah. Kumpulkanlah kami bersama-sama Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia serta keluarganya yang sabar dan pandai mensyukuri. Haramkan neraka bagi kulit kami ya Allah.

Ya Allah, ampunilah kesalahan kami, kelalaian kami dan kekurangan kami dalam melayani kedua orang tua kami, ampuni perbuatan kami yang sengaja atau tak sengaja yang telah banyak menyusahkan dan membebani pikiran kedua orang tua kami sehingga mengurangi kebahagiaan mereka.

Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohan kami dalam memelihara keluarga kami. Berilah kami petunjuk dan kemudahan dalam membesarkan dan mendidik anak-keturunan kami. Sehatkanlah kami, sehatkanlah anak kami.

Ya Allah, karuniakanlah usia yang panjang, kesehatan dan kekuatan mental dan fisik, kehormatan, kemuliaan, kecerdasan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada anak-keturunan kami. Jadikanlah anak keturunan kami menjadi umat-Mu yang sholeh / sholihah dan bertaqwa, ikhlaskan hatinya untuk menjaga kami saat kami tua dan lemah, yang rajin mendoakan kebaikan kepada kami/orangtuanya saat kami hidup dan saat kami / orangtuanya telah meninggal dunia.

Ya Allah, perbanyaklah sebanyak-banyaknya jumlah umat muslim yang ikhlas menjaga dan memperhatikan kami saat kami lemah dan tua, serta mendoakan kami setelah kami meninggal dunia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezkiku itu paling luas pada saat tuaku dan saat lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.

Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii
wangqithaa’i umrii.


Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak. Allahumma inni as’aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allahumma innii as’alukan na’iimal muqiimalladzii laa yahuulu wa laa yazuul.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti. Jadikanlah hidup itu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku.

Allahumma ashlih lii fii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyi wa ashlih lii aakhiratillatii fiihaa ma’aadii waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli kharin waj’alil mauta raahatan lii mingkulli syarrin

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.

Allaahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaal.

Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

Allahumma innii as-‘aluka nafsan muthma’innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar kita diMurahkan Rezeki.

Ya Allah, Yang Menguasai setiap takdir dan rezeki manusia, kuatkanlah fisikku, kuatkan mentalku, kuatkanlah ikhtiarku, kuatkan kemauanku, lindungilah kesucian hatiku dan tingkahlaku pada setiap langkah hidupku, lindungilah diriku dari rasa malas dan putus asa serta dari sifat kikir dan boros, jauhkanlah syaitan dan jin dari setiap langkah hidupku.

Ya Allah, Yang Mengatur rezeki setiap manusia, Yang Maha Pemberi kemudahan, Yang Maha Mengetahui akan setiap jalan yang baik dan benar. Karuniakanlah aku kemudahan dan kebaikan dalam menggunakan lidahku, hatiku dan fisikku dalam berkomunikasi dan bersilaturahim dengan semua umat manusia, dan mudahkan langkahku untuk membuka jalan ke pintu rezeki-Mu.

Ya Allah, aku mohon petunjuk-Mu akan arah yang baik dan benar untuk setiap langkahku. Mudahkan jalanku, kuatkan imanku..ya Allah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Mu. Seandainya rezekiku berada di langit dan baik untuk diturunkan segera, aku mohon keridhoan-Mu untuk menurunkannya padaku, bila berada di bumi tampakkanlah, bila jauh dekatkanlah, bila sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya.

Ya Allah, karuniakanlah aku mata pencaharian yang halal dan baik, yang dapat memenuhi tanggung jawab nafkah bagi keluargaku, mata pencaharian yang dapat mendekatkan diriku kepada orang-orang soleh dan perbuatan-perbuatan yang baik. Jadikanlah pekerjaanku itu sebagai sumber rezeki yang dapat membahagiakan keluargaku, tetanggaku, umat muslim serta semua umat manusia. Jagalah aku agar setiap rezeki yang Engkau berikan padaku memiliki berkah, jadikan rezekiku selalu halal dan berada di jalan yang Engkau ridhai. Jagalah diriku agar selalu dapat mensyukuri setiap rezeki dan nikmat-Mu.

Ya Allah, tunjukilah kami selalu jalan untuk selalu mensucikan harta kami, jangan lagi ada harta yang tidak suci di rumah kami ya Allah kecuali Engkau telah memaafkan kami atas keberadaannya. Janganlah biarkan ada ada harta yang mubazir di rumah /di diri kami kecuali Engkau punya rencana yang baik bagi kami ya Allah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang pernah kulakukan selama hidupku yang terjadi selama aku mencari nafkah. Ampunilah dosa yang kusadari atau tak kusadari, sengaja atau tak sengaja, baik dosa lisan, dosa fisik, dosa finansial, dosa kesombongan, dan dosa apapun ya Allah. Seandainya ada dosa yang harus kuganti di dunia ini maka berilah aku petunjuk dan mudahkanlah aku untuk melaksanakannya.

Ya Allah, maafkanlah dosa nenek-kakek kami, saudara-saudara dan teman kami yang muslim yang telah meninggal dunia. Jauhkanlah mereka dari siksa kubur, mudahkan peghisaban mereka, masukkanlah mereka ke dalam surga.

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberi Kesehatan

Ya Allah, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezki yang luas dan kesembuhan dari segala rupa penyakit.

Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau.

Allahumma inni as’aluka ilman naafi’aa, wa rizqan waa si’a, wa syifaa’an min kulli daa’in. Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafinii fii basharii, allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri, allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa illaha illaa anta.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, Yang Menguasai segala rupa penyakit dan penyembuhannya. Karuniakanlah kesehatan pada diriku, jasmani dan rohani. Seandainya ada penyakit dan cacat badan yang bersarang dalam diriku, baik yang telah ada atau yang akan Engkau rencanakan, maka hapuskanlah penyakit itu ya Allah, hapuskanlah penyakit itu ya Allah dalam suratan takdir-mu ya Allah. Aku mohon ya Allah, sehatkanlah diriku selalu, hari ini, besok dan hingga akhir hayatku. Aku mohon ya Allah, janganlah hari tuaku dipenuhi dengan berbagai macam penyakit, jadikanlah hari tuaku paling indah dan dipenuhi dengan amal ibadah dan keimanan yang setinggi-tingginya kepada-Mu ya Allah.

Santri Kepala
Marilah kita berdoa agar diberikan Kebersihan Hati.

Ya Allah, sucikanlah hatiku dari nifak (berpura-pura), amalanku dari riya (ingin dipuji manusia), lidahku dari dusta, mataku dari khianat. Engkaulah yang mengetahui segala khianat mata dan segala was was atau segala sesuatu yang disembunyikan oleh dada-dada manusia.

Allahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa’I, wa lisaanii minal kadzibi, wa ‘ainayya minal khiyaanati, fa’innaka ta’lamu khaa’inatal a’yuni wa maa tukhfishshuduur.

Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat munafik, sifat pemalas, sifat kikir, sifat boros, sifat sombong, sifat tergesa-gesa, sifat tidak sabaran. Ya Allah, jadikanlah aku umat-Mu yang berakhlak mulia seperti akhlak rasulullah, akhlak yang Engkau ridhoi. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS Ali Imran 3 : 8 – 9).

Rabana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rahmatan innaka antal-wahhab, rabbana innaka jami’un-nas liyaumin la raiba fihi innallaha la yukhliful-mi’ad.

Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki (kami jalan yang benar), dan berilah kami hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi. Ya Allah, kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladungka rahmatan innaka antal wahhaab. Allahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta bainii wa baina qalbii, fahal bainii wa bainasy syaithaani wa ‘amalihi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberikan Husnul Khatimah.

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu.

Alaahummaj’al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira ‘amalii khawaatiimahu wa khaira ayyaamii yauma liqaa’ika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) (QS Al-A’raf 7 : 126)

Rabbana afrigh’alaina shabran wa tawaffana muslimin
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.

Allahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat.

Duhai Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, Yang Maha Mengetahui hal yang paling baik bagi umat-Mu. Ya Allah, karuniakanlah negeri kami pemimpin yang adil, yang beriman kepada-Mu, yang menyayangi rakyatnya, yang membenci kezhaliman, yang ingin menegakkan syariah Islam di negeri kami. Jauhkanlah dari negeri kami pemimpin-pemimpin yang zalim dan yang tidak beriman kepada-Mu. Ya Allah tegakkanlah syariah Islam di negeri kami, tegakkanlah kehormatan agamu-Mu di negeri kami, jadikan negeri kami percontohan yang baik sebagai negeri kaum muslim.

Santri Kepala:

Marilah kita memanjatkan Doa Penutup

Bagi kami cukup Allah saja pelindung yang baik bagi kami, tempat berserah diri yang baik bagi kami, dan penolong yang baik bagi kami.
Hasbunallahu wani’mal wakiilu ni’mal maulaa wani’mannashiir
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, izinkanlah aku untuk kembali ke tanah suci-Mu ini untuk kembali melaksanakan ibadah haji atau ibadah umroh dalam keadaan sehat wal afiat. Ya Allah izinkanlah aku kembali berhaji atau berumroh dalam keadaan lebih mabrur, lebih sehat dan lebih kuat.

Ya Allah, kabulkan doa, harapan dan permintaan teman-temanku yang menitipkan doa kepadaku untuk disampaikan di tanah suci-Mu ya Allah, baik yang telah terucap kepadaku maupun yang masih terbesit dalam hati mereka ketika mereka memandangku atau mendengar rencana keberangkatanku berhaji.

Ya Allah, tambahlah ilmuku, bimbinglah aku agar mendapat hanya ilmu yang lurus dan benar sesuai dengan syariat-Mu dan ajaran rasul-Mu. Bimbinglah aku agar imuku menjadi ilmu yang bermanfaat, jauh dari riya’, mudahkanlah mulutku untuk membaca dan memahami Al-Quran. Jadikanlah aku umat-Mu yang pandai menyampaikan ayat-ayat-Mu dengan ikhlas, tidak riya’, mudahkan mulutku untuk berkomunikasi dengan lancar dan tawadhu, jadikan aku orang yang tawadhu, mudahkan hati dan pikiranku untuk menganalisa ilmu agama secara benar dan lurus.

Karuniakanlah kepada aku dan seluruh anggota keluarga berupa teman-teman yang sholeh sebanyak-banyaknya, pergaulan yang baik. Jauhkanlah aku dan keluargaku serta kedua orang tua dari pergaulan dan teman-teman yang kurang baik dan dari teman-teman yang tidak sesuai dengan anjuran-Mu. Karuniakan pula kami kesempatan untuk beramal, beribadah, bersedekah, berdakwah sebanyak-banyaknya selama sisa akhir hidup kami.

Allahuma a’inni alla dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Kesejahteraan dan keselamatan semoga dilimpahkan kepada junjungan pemimpin para nabi dan rasul Muhammad s.a.w, atas keluarganya serta para sahabatnya semuanya. Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang bersih dari sifat-sifat kekurangan. Dan semoga keselamatan dicurahkan kepada para Rasul dan segala puji bagi Allah seru sekalian alam. (HR. An-Nawawi).

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalaatu wassalaamu ‘alla sayyidil ambiyaa’i wal mursaliina muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shabihi ajma’iin. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati’ ammaa yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Da’waahum fiihaa subhaanakallaahumma wa tahiyyatuhum fiihaa salaamun, wa aakhiru da’waahum anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.

Ya Allah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

Allahuma inna nas’aluka ridhoka waljannata wana’uudzubika min shakatika wannaar.

Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Alhamdulillahi rabbil alamin.


Catatan : Doa-doa di atas diambil dari Buku Doa & Dzikir, karangan Drs. Miftah Faridl, dan dari berbagai sumber yang tertayang di http://www.spirithaji.com/berbagi/1526-doa-panjang-ketika-di-tanah-suci-dan-wukuf-di-arafah.html

55 comments:

  1. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018

    Sebagai manusia kita tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Kesalahan dan dosa-dosa kita menjadikan kita jauh dari Tuhan. Seharusnya kita sadar akan kesalahan dan dosa yang kita perbuat dan hendaknya dalam berdoa bermunajat memohon ampun dengan segala kerendahan hati atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Ketika kita memohon ampun artinya kita merendahkan diri dan sadar akan dosa-dosa kita.

    ReplyDelete
  2. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan sanggup.” (An-Nahl: 18). Ayat tersebut menggambarkan nikmat yang Allah berikan sedemikian banyak sehingga tidak ada satu manusia pun yang dapat menghitungnya. Maka dari itu sudah sepatutnya manusia selalu bersyukur dan beribadah kepada Nya. Rasa syukur dapat diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan doa bermunajat kepada Allah SWT. Semoga dengan kita bersyukur melalui setiap doa akan menjaga kita untuk selalu taat kepadaNya, selalu mendapat perlindunganNya, berkahNya dan ridhaNya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      s2 Pendidikan Matematika 2018

      Terkait apa yang disampaikan oleh Amel bahwa "Rasa syukur dapat diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan doa bermunajat kepada Allah SWT. Semoga dengan kita bersyukur melalui setiap doa akan menjaga kita untuk selalu taat kepadaNya, selalu mendapat perlindunganNya, berkahNya dan ridhaNya", yang sepertinya bermaksud untuk menyampaikan penggalan makna dari surah Ar-Rahman, bahwa "...Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan.." Haal tersebut bisa saja sama dengan salah satu penggalan surah An-Nahl seperti yang Amel tuliskan.

      Delete
  3. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Tulisan di atas adalah tulisan mengenai kumpulan doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah. Sebagai seorang makhluk, hendaknya kita senantiasa memanjatkan doa karena manusia yang tidak memanjatkan doa adalah manusia yang sombong. Doa merupakan perwujudan kelemahan kita tanpa adanya bantuan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      s2 Pendidikan Matematika 2018


      Mengutip pernyataan Bayuk pada kolom komentar ini, bahwa "Doa merupakan perwujudan kelemahan kita tanpa adanya bantuan dari Allah SWT", sepertinya bermaksud untuk menyampaikan bahwa dengan berdoa manusia bisa bermunajat kepada Tuhannya serta mengakui kekurangannya di hadapan Robb_Nya.

      Delete
  4. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT bahwa siapa yang ingin mengenal hakikat dirinya di sisi Allah dan mengetahui keadaannya bersama Allah, perhatikanlah shalatnya. Karena itu, setelah menunaikan shalat, sebaiknya tidak terburu-buru pergi meninggalkan tempat shalat. Duduk untuk berdzikir mengingat Allah seraya meminta ampunan atas segala kekurangan. Bisa jadi shalat yang baru saja dilaksanakan tidak layak diterima. Namun, setelah berdzikir dan beristighfar, dengan isin Allah, bisa segera diterima. Rasulullah shalat selalu membaca istighfar sebanyak tiga kali. Sebab Jika engkau masih merasa berat dan terbebani untuk mendirikan shalat, berarti engkau tidak ingin berjumpa dengan Allah. Shalat merupakan momen perjumpaan dirimu dengan Allah, ketika itu sesungguhnya engkau sedang berdiri, duduk, dan bersimpuh di hadapan-Nya. Semua gerakan dan lafal yang diucapkan dalam shalat merupakan munajat kita kepada Allah, munajat hamba kepada Dzat yang ada di hadapannya.

    ReplyDelete
  5. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Elegi ini secara tidak langsung mengajak para pembaca untuk bermunajah. Munajah merupakan sarana mendekatkan diri dengan Allah melalui beribadah kepadanya, misalnya dengan berdoa dan berdzikir. Sungguh tak terhingga nikmat yang Allah berikan, tetapi malah begitu banyak dosa yang telah dilakukan, bahkan seluruh tubuh ini telah banyak melakukan dosa. Padahal manusia diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada Allah, tapi godaan setan seringkali lebih kuat sehingga menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Semoga Allah senantiasa memaafkan segala dosa-dosa kita semua. Semoga Allah menuntun kita semua ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diridhoi. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Untuk dapat merasakan kedekatan dengan Allah, terutama ketika kita berdoa dan bermunajat, renungkanlah nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Dari yang terkecil, hingga yang terbesar. Renungkan pula saat-saat kita sakit atau terkena musibah, lalu kita sembuh atau selamat.
    Renungkan saat-saat kita membutuhkan sesuatu, lalu dengan satu dan lain cara kebutuhan itu pun terpenuhi. Tentu hanya Allah yang dapat memenuhinya

    ReplyDelete
  7. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Yang tidak kalah pentingnya, dalam berdoa hendaknya kita mengerti apa yang kita panjatkan, karena dengan mengerti apa yang kita panjatkan, kita akan terbawa ke dalam suasana dialog dengan Nya. Kita seolah-olah sedang berbicara kepada Nya. Maka tidak heran kalau banyak orang berdoa sambil meneteskan air mata, karena merasakan betul bahwa Allah Maha Mendengar, Melihat dan Maha Mengetahui, sehingga timbul keyakinan bahwasanya kita sedang berhadapan dengan-Nya.

    ReplyDelete
  8. SubhanAllah Alhamdulillah AllahuAkbar. Mohon ijin mengamalkan dan membagikan semoga diridhoi Allah Swt dan menjadi amalan2 jariah Jazahkumullahu khoiru Aamiin2 ❤❤🙏🙏

    ReplyDelete
  9. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Doa merupakan wujud komunikasi vertical dari seorang hamba kepada Tuhan-nya. Doa juga menjadi salah satu bentuk pengakuan dari seorang hamba akan ketidaksempurnaannya dan bentuk pengakuan akan kuasa Tuhan yang Maha Segalanya.

    ReplyDelete
  10. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Komunikasi kita kepada Allah adalah melalui doa-doa. Setiap manusia tidak akan luput dengan yang namanya salah dan dosa. karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan sewaktu-waktu bisa melakukan kesalahan. Oleh karena itu, kita perlu memohon ampun kepada Allah dengan mengumandangkan doa-doa dengan ikhlas dan penuh kesadaran. Memanjatkan doa untuk mendapatkan ampunan dan mendapatkan kebaikan dari-Nya karena manusia hanya bisa berkomunikasi dengan Allah melalui doa.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  11. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Munajat adalah doa sepenuh hati kepada Tuhan untuk mengharapkan keridaan, ampunan, bantuan, hidayat, dan sebagainya. Doa adalah adalah suatu bentuk komunikasi antara manusia (umat) dengan Allah S.W.T. yang adalah Sang Pencipta yang menciptakan manusia. Allah menyuruh hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam berdoa dan dilakukan dengan suara lirih (tidak keras). Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55). Berdoa dengan suara lirih itu menunjukkan sopan santun dan keikhlasan, maka akan mendekatkan kepada terkabulnya doa yang dipanjatkan.

    ReplyDelete
  12. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdoa merupakan ibadah, yang mana salah satu komunikasi terbaik kita kepada sang pencipta Allah Ta’ala yaitu dengan berdoa. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh dalam berdoa, inilah kenapa setelah kita melaksanakan sholat dianjurkan untuk berdoa. Dan yakinlah bahwa setiap doa yang kita panjatkan akan diijabah oleh Allah Ta’ala.

    ReplyDelete
  13. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdoa juga merupakan bagian daripada sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah, dalam berdoa seyogyanya kita mengikuti adab-adab yang telah dituntunkan oleh Rasulullah dalam haditsnya. Seperti layaknya kita igin bertemu dengan seorang pemimpin maka tentu ada adab yang harus kita ikuti dan tidak sembarang perbuatan ketika ingin bertemu seorang pemimpin, sama halnya dengan kita ketika ingin meminta kepada Allah maka ada adab dalam meminta atau berdoa. Sebaik-baik perbuatan adalah yang beradab.

    ReplyDelete
  14. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Benar memang bahwa air mata dan tangisan senyatanya menunjukkan kelembutan hati. Teringat sebuah tulisan yang mengatakan bahwa menangislah karena dosa-dosamu, jika tidak mampu maka berusahalah, jika tidak mampu lagi berusahalah kembali, dan jika tetap tidak mampu maka tetaplah menangis setidaknya tangisilah keadaanmu yang tak mampu menangisi dosa-dosamu sendiri. Bukankah sombon namanya jika tidak mampu menangisi dosa-dosanya tendiri seakan tak menyadari bahwa dosanya begitu menggunung hingga menutup mata hatinya. Sungguh hati-hati yang demikian itu adalah hati-hati yang telah menjadi batu, hati-hati yang terancam mati. Dan nampaknya hati sayapun tercancam kematian, naudzubillah. Namun, janganlah berputus asa, batu yang sebenar-benar batu saja bisa berlubang jika selalu ditetesi air. Berusahalah, mohon ampunlah, mintalah agar Allah mengampuni dan melembutkan hati yang telah membatu.

    ReplyDelete
  15. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Membaca postingan ini mengingatkan pada diri sendiri untuk selalu mengingat Allah SWT. Senantiasa memanjatkan doa dan memohon ampun atas sekala dosa yang telah diperbuat. Permohonan hamba kepada Allah merupakan kewajiban yang paling agung dan paling utama. Janganlah kita meminta kepada manusia, memintalah hanya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umi Arismawati
      18709251037
      S2 Pendidikan Matematika B 2018

      Assalamu'alaikum. Wr. wb
      Allah adalahTuhan kita. Hanya kepada Beliaulah kita mengadu dan memohon pertolongan. Kita sebagai manusia memiliki banyak sekali dosa. Yang dapat kita lakukan hanyalah selau memohon ampun dan bertaubat kepada Nya.

      Delete
  16. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum. Wr. wb
    Kita sebagai manusia pasti memiliki banyak dosa. Manusia sering khilaf dan berbuat dosa meskipun dosa itu di sengaja maupun tidak. Untuk itu, mari kita meminta pengampunan dari Allah SWT. Melafalkan dosa yang pernah kita lakukan, dan memohon dengan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  17. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb
    Tak jarang juga manusia kerap bersikap sombong yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. Padahal kesombongan merupakan sifat yang tidak baik. Untuk itu kita juga perlu memohon ampun tentng kesombongan-kesombongan kita. Ya Allah ampunilah kesombongan kita, kita hanyalah hamba yang tidak memiliki apa-ala. Tapi kita sering merasa pintar.

    ReplyDelete
  18. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Berdoa adalah wujud kepasrahan kita kepada Allah SWT. Berdoa menandakan bahwa kita mengakui bahwa diri tidak pantas untuk berlaku sombong karena memiliki banyak keterbatasan. Doa merupakan senjata paling ampun setelah kita berusaha/berikhtiar. Maka iringilah usaha kita selalu denga doa semoga Allah mengabulkan apa ygn kita inginkan.

    ReplyDelete
  19. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Tempat salah dan lupa menjadi fitrahnya manusia, maka kita harus menjaga setiap apa yang kita katakana dan lakukan agar tidak selalu berbuat salah dan lupa. Allah SWT telah memberi nikmat dunia yang banyak kepada manusia, namun terkadang manusia terlena akan nikmat itu sehingga menjerumuskannya ke dalam dosa. Namun Allah Maha Pemaaf, mengampuni dosa hambanya yang bertobat sebelum ajal menjempunya. Dan sudah menjadi kewajiban muslim untuk saling mengingatkan saudaranya agar senantiasa selalu di jalan yang benar atau tidak mendekati dan melakukan dosa serta mengingatkan senantiasa bermunajat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Tiada hari, hati dan lisan kita selalu bermunajat kepada Allah SWT. Bermunajat dapat berupa mengucapkan kalimah-kalimah Allah selain itu memiliki sifat dan perbuatan yang terpuji. Doa-doa yang kita panjatkan salah satunya adalah doa untuk memohon ampun kepada Allah atas perbuatan yang telah kita buat dan memohon perlindungan-Nya selalu.

    ReplyDelete
  21. Lumaurridlo
    18701261010
    S3-PEP 2018


    astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah
    membacanya saja saya tidak bisa berkata-kata, sambil terus menitikkan air mata betapa diri ini selalu berbuat aniaya terhadap diri dan saudara. lupa dan selalu melupakan
    astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah
    ampuni dosa bapak ibu kami, para pendahulu kami, guru-guru kami, orang yang berjasa kepada kami, luruskan niat kami agar selalu kepadaMu laa khaulaa walaa quwwata illa billaah hil'aliyyul'adliim
    astaghfirullaah, astaghfirullaah, astaghfirullaah

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum, wr.wb
    Ainun Mahfuzah
    19706261011
    S3 Pendidikan Dasar
    Diantara yang dapat dilakukan hamba untuk ikhlas adalah Doa.
    Kata doa dalam al-Quran beserta drivasinya terulang 213x dalam 55 surat. Teringat pendapat ustadz Khikmatiar, di dalam al-Quran paling tidak ada 6 makna doa yang berbeda, doa bisa berarti 1. Ibadah, 2. Seruan, 3. Dakwah, 4. Istighasah (Minta Tolong), 5. Nida (Panggilan), 6. Permohonan.
    Dari tulisan Prof ini jika benar-benar membaca selain mendapat ilmu kita juga dapat memahami bahwa doa dapat disesuaikan dengan perihal yang dimaksud.

    ReplyDelete
  23. M. Ikhsan Ghozali
    19701261003
    PEP S3 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Manusia adalah makhluk paling mulia, sebaik-baik makhluk ciptaan Allah SWT, memiliki kesempurnaan bentuk dan kelebihan akal pikiran, yang diciptakan untuk mengabdi (beriman dan beribadah) kepada Allah SWT. Sebagai abdi yang istimewa, manusia diberi amanat sebagai khalifah di muka bumi yang membawa rahmatan lil'alamin: mewujudkan kemakmuran dan kebahagiaan hidup.
    Untuk menjalankan amanatnya, manusia diberikan berbagai potensi, baik untuk mengembangkan kualitas dirinya maupun kualitas makhluk lainnya. Selain potensi yang positif, manusia juga memiliki potensi negatif yang dapat mendorong manusia ke arah yang merugikan seperti kecenderungan berlaku zalim, mengingkari nikmat, mudah putus asa, sombong, dan lalai.
    Kontradiksi ini menunjukkan bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah dan bergantung pada Penciptanya. Oleh sebab itu, manusia mesti selalu memohon petunjuk dalam setiap menjalankan amanatnya, memohon kebaikan/perlindungan, dan memohon ampunan setiap melakukan kesalahan. Do'a adalah salah satu media yang digunakan. Melalui do'a (yang ikhlas dan dengan kerendahan diri), manusia akan semakin sadar akan hakikat dirinya sebagai makhluk. Melalui do'a (yang ikhlas dan dengan kerendahan diri), manusia akan semakin dekat dengan Penciptanya.
    Demikian yang dapat saya sampaikan dan terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Hidayatul wafiroh
    19701251010
    S2 PEP A 2019

    Berdoa merupakan komunikasi kita kepada Allah. Berdoa juga merupakan ikhtiar dan tawakal dalam beribadah serta dalam menjalani dan memperbaiki kehidupan yang lebih baik. Disadari atau tidak disadari setiap hari kita selalu melakukan perbuatan dosa. Dosa tersebut lama kelamaan akan semakin menumpuk. Memohon ampun kepada Allah dengan merubah pribadi yang lebih baik, memperbaiki ibadah, berusaha tidak mengulangi, dan berdoa . Allah maha pengampun atas segalanya. Selain sebagai ikhtiar kehidupan, berdoa juga sebagai ikhtiar dan tawakal kita untuk kehidupan akhirat.

    ReplyDelete
  25. Assalamu'alaikum wr. wb
    Novi Indriyani Kones
    19701251002
    PEP S2 A 2019

    Allah SWT senantiasa memberikan kenikmatan dan cobaan dalam hidup kita. Sejatinya manusia adalah tempatnya salah dan lupa sehingga kita sebagai manusia berusahalah untuk senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Cobaan di dunia dengan segala fatamorgananya dan hiruk pikuknya menjadikan kita lupa dengan Allah SWT. Oleh karena itu, selain senantiasa memohon ampunan maka dzikir selalu dengan Allah SWT dalam kegiatan berdunia.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum wr. Wb

    ReplyDelete
  26. Wilis Putri Hapsari
    19701251017
    S2 PEP A 2019

    Dalam satu hari malaikat Izrail menengok kepada kita sebanyak 70 kali, apa bila kita sempat merasakan bangun tidur di pagi hari, dan tidur kemudian di malam harinya, maka dari sana kita dapat mengira-ira kesimpulan malaikat Izrail pada hari itu: “belum saatnya manusia ini kutemui” lalu terbentanglah kesempatan bagi kita untuk senantiasa mengingat Allah, melakukan yang Allah suka, dan bertaubat atas segala kesalahan. Berbahagialah manusia yang bertemu Izrail dalam ingatan penuh kepada Allah, maka dari situlah setinggi-tingginya cita-cita, selama terbentang kesempatan maka bermunajat kepada Allah SWT adalah cara terbaik mengekspresikan kesyukuran. Semoga tiap-tiap dari kita adalah hamba yang menunaikan kewajibannya dan selalu berada dalam kesadaran atas kehambaanya yang akan selalu, tetap, tiada akhir membutuhkan pertolongan Rabbnya.

    ReplyDelete
  27. Dhamar Widya Safitri
    19701251009
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum.
    Doa merupakan ibadah, sebuah komponen penguat dalam kehidupan manusia. Segala hal yang akan manusia lakukan pastinya diawali dan diakhiri dengan sebuah doa. Dengan berdoa disetiap kesempatan, maka Allah akan selalu bersama umat-Nya. Aamiin
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  28. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Manusia adalah makhluk sempurna di dalam ketidaksempurnaan, suatu hal yang kontradiktif dengan bahwa manusia adalah makhluk tidak sempurna di dalam kesempurnaan. Sifat sempurna adalah mutlak milik Allah ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa. Maka doa adalah sebuah alat komunikasi manusia sebagai seorang hamba kepada Sang Pencipta. Doa memberikan gambaran dua hal yang dasar. Yang pertama, sadar bahwa tiada kekuatan, daya dan upayanya sebagai seorang hamba tanpa pertolongan dari Tuhan. Yang kedua, bentuk kerendahan hati manusia bahwa tujuan penciptaannya di atas muka bumi ini tidak lain adalah untuk mengabdi dan beribadah ke Rabbnya. Maka memang sudah semestinya, di dalam setiap keseharian kehidupan manusia tidak bisa lepas dari lantunan doa. Faidza azzamta fa tawaqqal alallah...jika kita sudah berazzam maka bertawaqallah kepada Allah... Wallahua'alam
    Terimakasih Prof...

    ReplyDelete
  29. Khintoko Intan Permatasari
    19701251020
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum wr.wb
    Bermunajat adalah salah satu dari banyak cara yang dapat dilakukan oleh manusia untuk berdoa, memohon apa yang diinginkan. Menyisihkan waktu khusus untuk bermunajat pada Allah swt. Berdoa pada Allah dapat dilakukan sehabis shalat wajib maupun sunnah maupun disela-sela kesibukkan. Pada saat bermunajat , tanpa disadari air mata tumpah begitu saja seiring doa-doa yang dipanjatkan. Entah karena mengingat dosa atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt kepada makhluk-Nya. Tangisan yang keluar menunjukkan kelembutan hati tiap manusia, karena pada hakikatnya masih diberikan hati yang hidup untuk merasakan apa-apa yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  30. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    Bismillah, kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat dimulai dalam doa, ikhtiar dan tawakal. Doa merupkan urutan yang paling pertama, ini artinya doa memeliki peran penting untuk langkah selnjutnya, berdoa merupakan cara kita berkomunikasi kepada Sang Pencipta. Doa memiliki kekuatan yang luar biasa jika kita yakin dan percaya.

    terima kasih prof.atas ilmunya

    ReplyDelete
  31. Indra Kusuma Wijayanti
    18709251046
    Pendidikan Matematika S2 C

    Menangis atas segala hal buruk yang pernah kita lakukan, menangis atas dosa-dosa kita, atas segala kemunafikan kita bukanlah hal yang salah. Manusia diciptakan sebagai makhluk lemah yang tidak luput dari salah dan lupa, namun Allah yang Maha Pemaaf selalu punya ruang untuk kita bertaubat

    ReplyDelete
  32. Ardhya Handayani
    19701251015
    S2 PEP 2019 A

    Dalam elegi ini menjelaskan bahwa doa merupakan bentuk komunikasi manusia kepada Allah SWT (Tuhan). Allah merupakan tempat kita berkeluh kesah, memohon perlindungan, tempat meminta, dan tempat memohon ampun. Dari elegi ini diingatkan bahwa manusia memiliki banyak kesalahan walaupun telah diberikan nikmat yang besar, diingatkan kepada bagaimana manusia sering melalaikan ibadah demi dunia, dan pula pentingnya niat ibadah untuk meraih ridho Allah.

    ReplyDelete
  33. Hanya manusia yang bisa berdoa? Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Status sebagai mahluk ciptaan paling sempurna karena manusia memiliki akal budi yang tidak dimiliki oleh ciptaan Tuhan lainnya. Manusia kemudian menguasai ciptaan Tuhan lainnya. Sejalan dengan itu, manusialah yang memiliki hubungan yang spesial dengan penciptanya yaitu Tuhan. Hubungan manusia dengan Tuhan inilah yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. Dengan perkataan lain, hanya manusia yang memiliki ikatan batin dengan penciptanya. Ikatan batin antara manusia dengan Tuhan dilakukan melalui BERDOA.Berdoa kemudian diartikan sebagai tindakan manusia untuk terus menjalin hubungan dengan Tuhan. Didalam berdoa, manusia memiliki banyak ujud dan setiap manusia memiliki ujud masing-masing. BERDOA memiliki banyak bentuk dan cara tergantung pribadi pada individu, agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing. Akan tetapi, bagaimanapun cara dan bentuk BERDOA tujuannya sama yaitu menjalin hubungan dengan Tuhan, memohon berkat-berkat (kesehatan, pengampunan dosa,kesuksesan dalam usaha dan lain-lain) dan berterima kasih kepada Tuhan atas segala berkat dan rahmat yang Dia berikan kepada manusia. Itulah pesan yang saya dapat dari artikelnya Prof ini. Terima kasih

    ReplyDelete
  34. Hanya manusia yang bisa berdoa? Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Status sebagai mahluk ciptaan paling sempurna karena manusia memiliki akal budi yang tidak dimiliki oleh ciptaan Tuhan lainnya. Manusia kemudian menguasai ciptaan Tuhan lainnya. Sejalan dengan itu, manusialah yang memiliki hubungan yang spesial dengan penciptanya yaitu Tuhan. Hubungan manusia dengan Tuhan inilah yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. Dengan perkataan lain, hanya manusia yang memiliki ikatan batin dengan penciptanya. Ikatan batin antara manusia dengan Tuhan dilakukan melalui BERDOA.Berdoa kemudian diartikan sebagai tindakan manusia untuk terus menjalin hubungan dengan Tuhan. Didalam berdoa, manusia memiliki banyak ujud dan setiap manusia memiliki ujud masing-masing. BERDOA memiliki banyak bentuk dan cara tergantung pribadi pada individu, agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing. Akan tetapi, bagaimanapun cara dan bentuk BERDOA tujuannya sama yaitu menjalin hubungan dengan Tuhan, memohon berkat-berkat (kesehatan, pengampunan dosa,kesuksesan dalam usaha dan lain-lain) dan berterima kasih kepada Tuhan atas segala berkat dan rahmat yang Dia berikan kepada manusia. Itulah pesan yang saya dapat dari artikelnya Prof ini. Terima kasih

    ReplyDelete
  35. Choirul Amri
    (19709251078 S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2019)
    Bismillah.

    Doa adalah cara manusia menunjukan rasa terima kasihnya kepada pencipta-Nya. Adanya doa yang diucapkan dari mulut dan dibenarkan oleh hati. Maka akan ditemukan hakikat manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya adalah manusia yang mengetahui Siapa dirinya?, dan Darimana dirinya berasal?. Jika sudah sadar dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pastinya doa bukan merupakan sebuah hak lagi, tetapi sudah merupakan kewajiban yang tak boleh ditinggal dimana pun dan kapan pun berada, dalam keadaan bagaimana? suka atau duka.
    Kedudukan do’a dalam Islam sangat agung, keutamaannya sangat besar dan kemuliaannya sangat tinggi, karena do’a merupakan ibadah yang paling agung dan ketaatan yang paling tinggi. Oleh karena itu, banyak ayat al-Qur’an dan hadits Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan kedudukannya yang agung dan tinggi, serta keutamaan yang besar bagi orang yang selalu mengerjakannya
    Allâh Azza wa Jalla berfirman:
    Dan Rabbmu berfirman:“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina [Al-Mu’min/Ghafir/40: 60].
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  36. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar atau usaha untuk memohon dan meminta sesuatu kepada Tuhan. Doa ini berhubungan langsung dengan Tuhan. Secara bahasa, kata “doa” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, menucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “doa” adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, contohnya seperti doa-doa yang telah dijabarkan oleh Bapak di atas.

    ReplyDelete
  37. Yufida Afkarina Nizar Isyam
    19709251073
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Betapa doa itu sangat penting, bahkan mutlak penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Doa tidak semata-mata dimaksudkan untuk memohon pertolongan kepada Allah untuk melepaskan diri dari kesulitan dan penderitaan. Doa juga dimaksudkan sebagai sarana memohon kepada Allah untuk meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya agar dapat melakukan segala tugas yang dipikulnya dengan baik dan menggembirakan dirinya. Sudah sepatutnya manusia memiliki semangat yang kuat untuk senantiasa berdoa kepada Allah. Dan Rasulullah juga telah mengajarkan doa-doa untuk setiap masalah yang dihadapi manusia dalam bidang apa pun, sehingga sangat dianjurkan kepada manusia itu untuk mempergunakannya dalam menapaki kehidupan agar mendapatkan keselamatan dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  38. Latifa Krisna Ayu
    19709251060
    S2 Pendidikan Matematika D

    Doa adalah salah satu bentuk usaha/ikhtiar kepada Allah. Dengan berdoa kita menjadi lebih dekat dengan Allah, kita meyakini bahwa Allah adalah Yang Maha Segalanya dan Allah juga dapat mewujudkan apapun sesuai kehendaknya. Doa menjadikan kita seseorang yang tidak sombong karena segalanya berada dalam kuasa Allah, bahwa sebesar papun usaha yang kita lakukan, kita harus selalu mengiringinya dengan doa. Jika kita menangis dan berdoa, maka hati kita sebenarnya sedang berserah sepenuhnya kepada Allah, mengikhlaskan apa kehendak-Nya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  39. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D
    Assalamualaikum wr.wb
    Kita sebagai manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Sebagai ciptaan Nya maka apa yang ada kita harus selalu berkomunikasi denga Nya. Tanpa petunjuk Nya kita tak mungkin bisa hidup dengan benar di muka bumi.
    Cara kita sebagai makhluk dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta adalah dengan doa. Dengan Doa inilah kita memohon mengadu ataupun curhat dengan Allah Sang Pencipta. Seperti halnya dengan teman jika sering ngobrol dan curhat maka akan makin akrab begitupula dengan doa pula kita akan semakin dekat denga Nya. Tiada kebahagiaan yang luarbiasa melainkan jika Allah dekat dan sayang dengan kita.

    ReplyDelete
  40. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kita menyadari bahwa manusia memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan, disisi lain ada banyak sekali hal yang ingin kita dapatkan dalam hidup ini. Sering kali kita merasa bahwa kita telah memberikan usaha terbaik kita, namun belum membuahkan hasil yang kita inginkan. Disanalah kita membutuhkan pertolongan, membutuhkan tempat untuk mengadu, dan menenangkan diri.

    Do’a merupakan mekanisme pertahanan diri yang paling kuat dalam hidup manusia, karena di dalam doa yang kita panjatkan terselip adanya harapan yang dapat menjaga kita dari rasa putus asa. Mereka yang berdoa memiliki keyakinan bahwa terdapat kekuatan Maha Besar yang mampu menolongnya dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

    ReplyDelete
  41. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Setiapkali kita dalam keadaan depresi, stres, atau putus asa, dengan berdo’a sama artinya kita sedang menata diri dan menyambung asa untuk bisa kembali kuat. Lewat do’a, kita akan merasa lebih tenang dan lebih bisa berpikir positif dan optimis. Tanpa kita sadari, akan terdapat sebuah kekuatan dan semangat baru untuk menghadapi segala permasalahan yang ada.

    Apa yang menurut kita baik belum tentu baik bagi diri kita sendiri, karena Allah tahu apa yang jauh lebih baik dan penting untuk hidup kita dibandingkan dengan apa yang kita ingingkan dan rencanakan. Maka ketika kita mendapatkan sesuatu yang ternyata berbeda dari apa yang kita minta, bersyukurlah, Allah ingin memberikan kisah yang lebih baik untuk kita. Insyaallah.

    ReplyDelete
  42. Fitria Restu Astuti
    19709251069
    S-2 Pendidikan Matematika D 2019

    "Dan Tuhanmu berfirmaan, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina'." (Al-Mukminun: 60)
    Allah SWT sungguh Dzat yang Maha Pemurah, betapa tidak, Dia mengampuni kesalahan-kesalahan pendosa yang mau bertobat kepada-Nya, mengambulkan permintaan hamba-hamba yang mau memohon hanya kepada-Nya. Namun masih banyak manusia yang tidak memiliki kepekaan. Dia menyombongkan sedikit yang dia punya seolah-olah apa yang ada pada dirinya adalah karena usahanya sendiri. Dia lupa pada siapa harus bersyukur dan meminta. Naudzubillah, semoga artikel Prof. Marsigit ini dapat menjadi pengingat kepada setiap hamba agar mau memohon dan berdoa hanya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  43. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Sebagai manusia biasa kita tidak akan pernah luput dari salah dan khilaf. Oleh karena itu sebagai seorang hamba sudah sewajibnya kita selalu berdoa meminta ampun dan bermunajab kepada Allah SWT sang pencipta seluruh alam. Dengan segala kebaikannya Allah selalu memaafkan hambanya bahkan selalu memberi nikmat yang tidak terhingga jumlahnya. Dengan segala nikmat yang Allah limpahkan, sudah seharusnya kita selalu bersyukur. Bersyukur dapat direalisasikan dengan banyak hal, mulai dari selalu mengucap syukur, menjalankan perintah Allah, menjauhi segala larangan-Nya dan masih banyak hal lainnya.

    ReplyDelete
  44. Tiara Wahyu Anggraini
    19709251065
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Manusia sejatinya makhluk Allah yang sering berbuat dosa. Berdoa merupakan hal yang hendaknya dilakukan untuk memohon ampun atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Selain itu berdoa adalah cara kita untuk mendekatkan diri kepada Allah agar selalu merasa bersyukur atas nikmat iman yang diberikanNya. Menangis ketika berdoa kepada Allah menunjukkan kelembutan hati seseorang. Dengan berdoa secara khusyuk dan ikhlas harapannya agar tidak merasa sombong pada diri kita, baik kesombongan yang disadari ataupun tidak.

    ReplyDelete
  45. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Manusia dengan segala keterbatasan yang dimiliki, tidaklah mungkin dapat melakukan semuanya tanpa campur tangan Allah. Manusia dengan segala kekurangannya, tiadalah mungkin dapat menggapai keinginan tanpa campur tangan Allah dalam hidupnya. Segala kelemahan, ketidakberdayaan, dan segala halangan dapat diatasi karena tangan-tangan Allah yang membantu manusia. Olek karenanya, sudah sepatutnya manusia senantiasa bermunajat agar Allah selalu membersamai hidup kita. Bermunajat agar Allah senantiasa memudahkan segala urusan kita. Karena sungguh tiada yang mampu berkehendak atas segala kehendak kecuali Allah SWT.

    ReplyDelete
  46. Heriansyah
    19701261017
    S3 PEP 2019

    Amin ya Allah Amin...Doa yang senantiasa saya baca: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" (Q.S. Al Baqarah: 286) dan doa:
    "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolong pun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." (Q.S. Ali Imran: 191-194)

    (Masya Allah prof doanya....)

    ReplyDelete
  47. Vera Yuli Erviana
    NIM 19706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, sebaik-baiknya manusia adalah yang mau mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Berdoa kepada Allah dan memohon ampunan dari-Nya lah adalah bagaimana kita bertindak atas semua dosa yang telah kita perbuat. Berdoa dalam lirih dan senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. InsyaAllah, kita semua akan terhindar dari segala perbuatan dosa oleh pengaruh syaitan.
    Wassamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  48. Assalamu'alaykum wr wb
    Dwi Kawuryani
    19709251061
    Pendidikan Matematika S2 D
    Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita harus senantiasa bertaqwa dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Namun kita tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu kita harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah. Didalam elegi tersebut, disampaikan beberapa permohonan sebagai hamba. Salah satunya adalah perihal rejeki. Hal ini terkait dengan Allah yang Maha Kaya. Sehingga segala yang kita miliki adalah titipan, termasuk diri kita sendiri adalah milik Allah.
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  49. Wiwin Mistiani
    PEP S3 2019
    Doa adalah Senjatanya Mu'min. Sehinggapun seorang yang telah mati menginkan hal ini jika dia dihipukan kembali untuk besimpuh bersujud dihadapan Tuhannya dengan memanjadkan doa dan memohon ampun Kepadanya atas segala dosa-dosa yang diperbuatnya. Sesunguhnya Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim

    ReplyDelete
  50. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Sebagai ciptaan Nya maka apa yang ada kita harus selalu berkomunikasi denga Nya. Salah satu cara kita berkomunikasi kepada Allah dengan cara berdoa. Doa adalah salah satu bentuk usaha/ikhtiar kepada Allah. Dengan berdoa kita menjadi lebih dekat dengan Allah, kita meyakini bahwa Allah adalah Yang Maha Segalanya dan Allah juga dapat mewujudkan apapun sesuai kehendaknya. Berdoa dapat berupa mengucapkan kalimah-kalimah Allah selain itu memiliki sifat dan perbuatan yang terpuji.

    ReplyDelete
  51. Seperti halnya pada komentar pada tulisan terkait doa ketika umroh sebelumnya, doa ini telah dispesifikasi. Kumpulan doa yang dituliskan ini selanjutnya dapat ditiru atau sebagai referensi berdoa secara khusus ketika berada di tanah suci. Doa selain mengharap ridha dan dikabulkan Allah SWT, juga menunjukkan kerendahan hati seorang hamba. Dalam hal ini jika seorang hamba tidak mau berdoa maka orang tersebut dapat dianggap sombong. Oleh karena itu, perbanyak doa dan berdoa baiknya dari relung hati yang terdalam. Terima kasih Prof. telah membagikan doa-doa dalam tulisan ini. Semoga dapat dimanfaatkan oleh yang pembaca.

    Ikhsanudin (PEP-S3/19701261001)

    ReplyDelete
  52. Wow! this is Amazing! Do you know your hidden name meaning ? Click here to find your hidden name meaning

    ReplyDelete