Apr 19, 2013

Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi wahdah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa ‘azza jundahu wa ‘azama wahdah. Wash-sholatu was salamu ‘alaa rasulillaah Sayyidina wa habibina wa qurrotu a’yuna Muhammadin bin ‘abdillah wa alaa alihi wa ashhabihi wa dzawil nufusil muthmainnah. Amma ba’dah.


Silahkan Bapak Ibu semuanya jika masih ingin menangis dipersilahkan, karena tangisan kita senyatanya menunjukkan kelembutan hati. Sebetulnya akupun tidak kuasa untuk menahan tangisanku itu, tetapi dikarenakan saya harus berbicara maka akupun harus tabah mensyukuri rakhmat ini. Terlebih ketika tangisan itu dikarenakan rasa haru merasakan nikmatnya barokah yang melimpah-limpah yang dikaruniakan Allah SWT setelah kita melaksanakan berbagai rangkaian Ritual Ikhlas ini dengan berbagai macam rintangan dan kendalanya. Saya menyadari hanyalah tangisan-tangisan kegembiraan itulah yang mampu kita lakukan dalam menyambut kasih dan cinta Allah SWT kepada kita semua. Namun saya ingin mengingatkan, sehebat-hebat tangisan kita itu, maka jadikanlah bahwa tangisan kita itu juga merupakan dzikir kita kepada Allah SWT. Saya juga menyadari bahwa dalam suasana haru dan hening seperti ini tiadalah satu katapun yang dapat kita ucapkan apalagi kita tanyakan. Itulah sebenar-benar kuasa Allah SWT dan itulah sebenar-benar kelemahan pikiranmu.

Maka pada Ritual Ikhlas IV ini sampailah kita pada maqom di mana kita diijinkan untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Sudah bisa dirasakan sendiri oleh Bapak dan Ibu semua bahwa dalam suasana seperti ini, tidaklah mungkin kita mengucapkan kata-kata apalagi mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Komunikasi kita dengan Allah SWT adalah dengan doa-doa yang kita lafalkan dalam hati kita masing-masing. Pertama, kita bisa berdoa bersama-sama, kemudian dipersilahkan untuk berdoa sendiri-sendiri. Marilah saya akan memimpin doa bersama, Bapak Ibu mengamininya.

Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang mengusai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya keada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin
Subhanallah walhamdulillah wa lailaha ilallahu wallahuakbar.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah kerajaan dan bagi-Nya pula puja dan puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta tak ada kekuatan selain dengan Allah jua.

Laa ilaaha illallahu wallaahu akbaru, laa illaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena sesungguhnya bagi-Mu puja dan puji, tiada Tuhan selain-Mu, wahai Yang Maha Pemberi, yang menjadi harapan, Yang Mencipta langit dan bumi, Yang Maha Luhur dan Maha Mulia.

Allahumma inni as’aluka bi’anna lakalhamda laa ilaaha illaa anta yaa hannaanu yaa mannanu yaa badii’assamaawaati wal’ardhi yaa dzaljalaali wal’ikraam
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami nabi Muhammad, shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara (akhirat) dan afat, dapat memberikan hajat (kebaikan) kepada kami, dapat membersihkan kami dari kejelekan, dapat mengangkat kami ke derajat yang lebih tinggi di hadapan Engkau, dapat membawa kami menuju kebajikan yang paling baik semasa kami hidup maupun sesudah mati. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas makhluk-Nya yang paling baik yaitu junjungan kami Muhammad, semua keluarga dan para sahabat beliau.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammadin shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii-‘il ahwaali wal aafaati wa taqdlii lanaa bihaa min jamii-‘il haajaati wa tuthahhirunaa bihaa min jamii-‘is sayyi-aati wa tarfa-‘unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaati wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii-‘il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaati wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama.

Aku mohon ampun segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung (3–10X).

Astaghfirullaahal ‘azhiiim (3–10 X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku, dan aku hamba-Mu, dan aku memenuhi janji dan ikatan kepada-Mu, aku berusaha memenuhinya dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan-kejelekan yang aku perbuat. Aku sadar akan nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku sadar akan dosaku, karena itulah ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau.

Allahumma anta rabbi. Laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ududzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Ya Tuhan kami, (selama ini) kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, pastilah kami ini tergolong orang yang merugi.

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain-Mu, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim.

Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya, baik yang halus dan yang kasar, yang terdahulu dan terkemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. (HR Muslim, Abu Daud dan Hakim)

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khasiriin. Rabbanaaghfir lanaa dzunuubana wa kaffir ‘annaa sayyi’aatina wataffanaa ma’al abraari. Laa illaaha illaa anta subhaanaka innii kunu minazhzhalimiin.

Allahummaghfir lii dzambii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa ‘alaaniyatahu wa sirrahu.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa untuk mohon ampun.

Ya Allah, sedemikian banyak dosa yang telah kami lakukan sejak kami akil- baligh hingga hari ini. Dosa kami ketika kami remaja yang sering menyusahkan orang tua kami dan guru-guru kami, membuat sedih mereka, membohongi mereka dan tidak menghormati mereka. Tidak pula kami mensyukuri kepada-Mu atas nikmat memiliki orang tua yang baik dan menyayangi kami. Ampunilah kami ya Allah, sungguh kami lebih beruntung dibanding anak-anak lain yang dibesarkan tanpa orang tua atau memiliki orang tua tapi tidak peduli dengan anaknya.

Ampuni pula dosa-dosa kami ketika remaja yang hampir tak pernah kami mengingat-Mu setiap hari, padahal saat itu Engkau telah mulai mencatat dan mengumpulkan setiap dosa-dosa kami. Ampunilah kemalasan kami dalam melakukan sholat pada masa lalu kami, ampunilah kebodohan kami saat itu yang lebih takut pada kehilangan teman dan pergaulan daripada bergantung kepada Engkau. Ampuni pula pergaulan kami selama remaja yang jauh dari nilai-nilai agama dan sering menyakitkan hati orang lain sedangkan kami sering melakukannya tanpa rasa bersalah.

Ampuni pula dosa-dosa kami semasa kami bekerja dan berkeluarga. Sungguh kini kami menyadari bahwa tak ada ridho dan pahala dari-Mu untuk setiap kelelahan kami bekerja selama ini bila tidak didasari niat karena mencari keridhoan-Mu. Sedemikian banyak pekerjaan yang kami lakukan hanya dengan niat mencari uang atau karena takut miskin dan bukan karena mencari keridhoan-Mu, padahal Engkau hanya menyuruh kami bekerja sedangkan masalah rezeki dan kaya-miskin semuanya Engkaulah yang memutuskan. Sering kami lebih takut pada atasan kami dan pada keterburu-buruan kami dibanding rasa takut kami pada-Mu dalam menegakkan sholat, padahal Engkau telah mempersiapkan neraka yang sedemikian dahsyatnya untuk orang-orang yang meninggalkan atau menyia-nyiakan sholat.

Ya Allah seandainya Engkau telah mempersiapkan hukuman 1 tahun di neraka untuk setiap 1 kali sholat yang kami tinggalkan atau yang belum sempurna, maka harus berapa ribu tahun kami di neraka untuk mengganti ribuan sholat yang telah kami tinggalkan atau kami laksanakan dengan tidak sempurna selama hidup kami sejak kami akil-baligh. Karena itu, ampunilah dosa-dosa kami ya Allah. Siapa lagi yang dapat mengampuni kami kalau bukan Engkau ya Allah.

Ya Allah, apabila dihitung mungkin akan ada sedemikian banyak barang atau uang atau waktu terbuang yang kugunakan tidak dijalan yang Engkau ridhoi, atau kadang sering pula aku membenarkan suatu perbuatan dzalim dan bahkan menganggapnya sebagai hakku. Selama itu aku jarang mengingat-Mu dan malah berbuat banyak dosa. Ampunilah semua dosa-dosaku ya Allah, ampunilah ya Allah.

Ampuni pula kelalaian kami dalam mengurus rumah tangga kami, kebodohan kami dalam berperilaku dalam keluarga kami. Ampunilah sikap kami yang sering mengecewakan suami/istri kami, membuat sedih hatinya, tidak menghormatinya, tidak mengurusnya dengan baik, dan tidak membimbingnya dengan baik menuju jalan Islam yang telah engkau syariatkan.

Ya Allah, ampunilah mata kami yang lebih sering kami gunakan untuk melihat hal-hal yang tak berguna atau hal yang maksiat dan hal-hal yang Engkau murkai, padahal kalau Engkau takdirkan kami buta maka sungguh kami akan menjadi makhluk yang lemah tak berdaya. Ya Allah ampuni pula mulut kami yang sering menyakitkan perasaan orang lain, yang sering membohongi orang lain, yang sering mengajak orang lain berbuat dosa dengan kami sadari atau tidak kami sadari, dengan mulut ini pula kami sering membicarakan ghibah dan fitnah yang hukumannya sangat dahsyat, dengan mulut ini pula kami menyampaikan kesombongan, ketamakan, kekikiran dan ke-riya’an diri kami. Ampunilah seluruh kata dan perbuatan buruk yang pernah keluar dari mulut kami ini.

Ya Allah ampuni pula telinga kami yang selama ini tidak mendengarkan suara-suara yang baik, seperti ucapan-ucapan bijak para ulama, nasihat agama dalam ceramah agama dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran. Apajadinya diri kami ini bila Engkau tulikan pendengaran kami. Padahal itu begitu mudah bagi-Mu.

Ya Allah, ampunilah tangan kami yang sering menjadi kikir dalam memberikan sedekah kepada orang lain, yang jarang digunakan untuk menuliskan kebaikan-kebaikan untuk orang lain. Apa jadinya kalau Engkau ambil tangan kami ini dari tubuh kami. Ampuni kaki kami yang lebih banyak digunakan menuju tempat-tempat kemewahan dan kepentingan duniawi dan jarang digunakan untuk menuju ke mesjid dan pengajian. Apajadinya kalau Engkau ambil kaki ini dari tubuh kami. Ya Allah, jadikanlah kaki kami ini lebih rajin mengunjungi orang-orang saleh, menghadiri majlis-majlis ilmu, mendamaikan orang, menyambung silaturahmi, melaksanakan jihad, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menentramkan hati dan memperkuat iman kami.

Ampuni syahwat kami yang sering sulit kami kendalikan, sedemikian lemahnya kami menghindarkan pandangan dan syahwat dari lawan jenis kami yang semakin bebas berkeliaran di zaman ini. Ampunilah diri kami ya Allah, kuatkanlah iman kami dari maksiat syahwat.

Ya Allah, ampunilah kesombongan kami akan akal dan otak kami yang sering menjadikan kami merasa paling cerdas. Padahal sungguh begitu mudah bagi-Mu untuk menjadikan kami bodoh atau gila. Padahal Engkau sangat membenci kesombongan, apalagi kesombongan akal. Padahal orang yang paling cerdas menurut-Mu adalah orang yang paling banyak bertaqwa. Ampunilah kebodohan dan kesombongan kami ya Allah, beri kesempatan kami untuk bertobat, hapuskanlah seluruh dosa-dosa kami.

Alangkah bodohnya kami ya Allah, padahal ilmu kami sangat sedikit tapi sering kami merasa sudah berbuat yang terbaik. Tambahkanlah ilmu (agama) kami ya Allah supaya kami dapat membedakan mana perilaku kami yang sudah baik dan mana yang masih buruk. Janganlah Engkau golongkan kami kepada golongan orang-orang yang bodoh tapi merasa paling benar, atau orang yang sebenarnya malas tapi selalu merasa perlu banyak istirahat, jangan pula menjadi orang yang sebenarnya sombong karena merasa lebih mampu dibanding orang lain, jangan pula kami menjadi orang yang kikir hanya karena merasa ada keperluan lain yang lebih penting atau karena kami takut lapar dan takut miskin, jangan pula kami menjadi riya’ karena lebih membutuhkan pujian orang lain.

Ya Allah, sungguh kami lupa mengingat semua dosa-dosa kami yang sedemikian banyaknya selama hidup kami. Kami pun sering sedemikian bodohnya, sehingga banyak dosa-dosa yang kami anggap kecil atau tidak ada padahal Engkau telah mencatatnya sebagai dosa-dosa besar. Ya Allah sesungguhnya Engkau lebih mengetahui dosa-dosa yang telah kami lakukan, ampunilah semua dosa-dosa kami, baik yang kami ingat maupun yang telah kami lupa, yang sengaja ataupun yang tak sengaja, yang besar maupun yang kecil, yang dulu maupun yang akan datang, seluruhnya ya Allah. Jangan ada tersisa sedikit pun ya Allah.

Ya Allah, ampunilah dosa syirik besar maupun kecil yang pernah kulakukan. Aku tahu dosa syirik takkan terampuni karena itu hapuskanlah dosa-dosa syirik itu dari daftar dosa yang telah Engkau catat. Hapuskanlah ya Allah. Janganlah sampai aku terjebak lagi dalam syirik, bukakanlah mataku untuk membedakan mana yang syirik dan mana yang tidak, kuatkanlah imanku untuk menjauhkan syirik sejauh-jauhnya, kuatkan imanku ya Allah, dan kuatkanlah kesabaranku walau aku menghadapi ujian yang sangat berat sekalipun. Kuatkanlah aqidahku ya Allah, bersihkan qolbuku, tambahkan ilmu agamaku, ilmu yang bermanfaat, bersihkan niatku dari riya, amin ya rabbil alamin.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa yang pernah kami lakukan pada umat dan makhluk-Mu. Ampunilah perbuatan jahat, laknat, maksiat, zhalim dan hal-hal lain yang Engkau murkai yang pernah kulakukan kepada umat manusia lainnya, baik laki-laki, perempuan dan anak-anak, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.

Ampunilah rasa malu dan kesulitanku untuk memohon maaf kepada mereka satu per satu, bukalah pintu maaf orang yang pernah kuzhalimi untuk diriku. Gugurkanlah setiap dosaku kepada mereka setiapkali mereka sedang mengingatku atau mengingat kesalahanku pada mereka.

Jadikanlah doa kami ini menjadi pertobatan kami yang taubatan nasuha. Bimbinglah dan tunjukilah kami jalan yang baik untuk hari-hari selanjutnya untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang Engkau golongkan dosa kecil apalagi dosa besar.

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua kami serta kasihilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil

Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa (3-10X)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:
Marilah kita berdoa agar diberikan kebaikan dalam Keluarga.

Ya Allah, rendahkanlah suaraku di mata mereka, indahkan bicaraku dimata mereka, lembutkan tingkah lakuku di mata mereka, rindukan mereka akan hatiku, jadikanlah aku orang yang mengasihi dan menyayangi mereka. Ya Allah, berikan pahala kepada mereka atas upaya mereka mendidikku, limpahkan karunia-Mu atas pemberian mereka padaku, dan jagalah mereka sebagaimana mereka menjagaku semasa aku kecil.

Allahumma khaffidh lahuma shawti, wa athib lahuma kalami, wa alin lahuma’arikati, wa’thif ‘alayhima qalbi, wa shayyirni bihima rafiqan wa ‘alayhima syafiqan. Allahummasykur lahuma tarbiyati, wa atsib huma ala takrimati, wahfazh lahuma ma hafizhahu minni fi shighari.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri dan keturunan yang dapat menjadi penyenang hati bagi kami dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS, al-Furqan, 25:74).

Rabbannaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Duhai Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi umat manusia. Karuniakanlah kami keluarga yang sakinah, keluarga yang soleh dan bertaqwa, keluarga yang sangat mencintai diri-Mu dengan penuh makna dan ikhlas, keluarga yang bahagia, damai, harmonis, tenteram, tawadhu, sabar dan santun. Karuniakanlah kepada keluarga kami kesehatan, keamanan, kemudahan, kemuliaan, kehormatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, keimanan serta dijauhkan dari tekanan utang, sifat kikir dan sifat boros. Jauhkanlah segala macam penyakit fisik dan psikis dari diri kami, kedua orang tua kami dan keluarga kami.

Jadikan hari tua dan akhir hidup kami dan orang tua kami penuh kebahagiaan, kesehatan dan kedamaian, dan kuatkan iman kami semua disaat sakaratulmaut. Kuatkanlah keimanan dan perbanyaklah amal dan ibadah kami, kedua orang tua kami dan kami sekeluarga, baik saat kami lemah dan tua serta di detik-detik terakhir kehidupan kami.

Karuniakanlah kami sekeluarga dan orang tua kami akhir hidup yang indah, khusnul khatimah ya Allah. Kumpulkanlah kami sekeluarga dan kedua orang tua kami beserta seluruh sanak saudara kami di surga-Mu ya Allah. Kumpulkanlah kami bersama-sama Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia serta keluarganya yang sabar dan pandai mensyukuri. Haramkan neraka bagi kulit kami ya Allah.

Ya Allah, ampunilah kesalahan kami, kelalaian kami dan kekurangan kami dalam melayani kedua orang tua kami, ampuni perbuatan kami yang sengaja atau tak sengaja yang telah banyak menyusahkan dan membebani pikiran kedua orang tua kami sehingga mengurangi kebahagiaan mereka.

Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohan kami dalam memelihara keluarga kami. Berilah kami petunjuk dan kemudahan dalam membesarkan dan mendidik anak-keturunan kami. Sehatkanlah kami, sehatkanlah anak kami.

Ya Allah, karuniakanlah usia yang panjang, kesehatan dan kekuatan mental dan fisik, kehormatan, kemuliaan, kecerdasan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada anak-keturunan kami. Jadikanlah anak keturunan kami menjadi umat-Mu yang sholeh / sholihah dan bertaqwa, ikhlaskan hatinya untuk menjaga kami saat kami tua dan lemah, yang rajin mendoakan kebaikan kepada kami/orangtuanya saat kami hidup dan saat kami / orangtuanya telah meninggal dunia.

Ya Allah, perbanyaklah sebanyak-banyaknya jumlah umat muslim yang ikhlas menjaga dan memperhatikan kami saat kami lemah dan tua, serta mendoakan kami setelah kami meninggal dunia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezkiku itu paling luas pada saat tuaku dan saat lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu nikmat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.

Allahummarzuqnii rizqan halaalan thayyiban wasta’milnii thayyiban. Allahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii
wangqithaa’i umrii.


Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak. Allahumma inni as’aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allahumma innii as’alukan na’iimal muqiimalladzii laa yahuulu wa laa yazuul.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti. Jadikanlah hidup itu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku.

Allahumma ashlih lii fii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyi wa ashlih lii aakhiratillatii fiihaa ma’aadii waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli kharin waj’alil mauta raahatan lii mingkulli syarrin

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.

Allaahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazani wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a’uudzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaal.

Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

Allahumma innii as-‘aluka nafsan muthma’innatan tu’minu biliqaa’ika wa tardhaa biqadhaa’ika wa taqna’u bi’athaa’ika.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:
Marilah kita berdoa agar kita dimurahkan Rezeki.

Ya Allah, Yang Menguasai setiap takdir dan rezeki manusia, kuatkanlah fisikku, kuatkan mentalku, kuatkanlah ikhtiarku, kuatkan kemauanku, lindungilah kesucian hatiku dan tingkahlaku pada setiap langkah hidupku, lindungilah diriku dari rasa malas dan putus asa serta dari sifat kikir dan boros, jauhkanlah syaitan dan jin dari setiap langkah hidupku.

Ya Allah, Yang Mengatur rezeki setiap manusia, Yang Maha Pemberi kemudahan, Yang Maha Mengetahui akan setiap jalan yang baik dan benar. Karuniakanlah aku kemudahan dan kebaikan dalam menggunakan lidahku, hatiku dan fisikku dalam berkomunikasi dan bersilaturahim dengan semua umat manusia, dan mudahkan langkahku untuk membuka jalan ke pintu rezeki-Mu.

Ya Allah, aku mohon petunjuk-Mu akan arah yang baik dan benar untuk setiap langkahku. Mudahkan jalanku, kuatkan imanku..ya Allah. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Mu. Seandainya rezekiku berada di langit dan baik untuk diturunkan segera, aku mohon keridhoan-Mu untuk menurunkannya padaku, bila berada di bumi tampakkanlah, bila jauh dekatkanlah, bila sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya.

Ya Allah, karuniakanlah aku mata pencaharian yang halal dan baik, yang dapat memenuhi tanggung jawab nafkah bagi keluargaku, mata pencaharian yang dapat mendekatkan diriku kepada orang-orang soleh dan perbuatan-perbuatan yang baik. Jadikanlah pekerjaanku itu sebagai sumber rezeki yang dapat membahagiakan keluargaku, tetanggaku, umat muslim serta semua umat manusia. Jagalah aku agar setiap rezeki yang Engkau berikan padaku memiliki berkah, jadikan rezekiku selalu halal dan berada di jalan yang Engkau ridhai. Jagalah diriku agar selalu dapat mensyukuri setiap rezeki dan nikmat-Mu.

Ya Allah, tunjukilah kami selalu jalan untuk selalu mensucikan harta kami, jangan lagi ada harta yang tidak suci di rumah kami ya Allah kecuali Engkau telah memaafkan kami atas keberadaannya. Janganlah biarkan ada ada harta yang mubazir di rumah /di diri kami kecuali Engkau punya rencana yang baik bagi kami ya Allah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang pernah kulakukan selama hidupku yang terjadi selama aku mencari nafkah. Ampunilah dosa yang kusadari atau tak kusadari, sengaja atau tak sengaja, baik dosa lisan, dosa fisik, dosa finansial, dosa kesombongan, dan dosa apapun ya Allah. Seandainya ada dosa yang harus kuganti di dunia ini maka berilah aku petunjuk dan mudahkanlah aku untuk melaksanakannya.

Ya Allah, maafkanlah dosa nenek-kakek kami, saudara-saudara dan teman kami yang muslim yang telah meninggal dunia. Jauhkanlah mereka dari siksa kubur, mudahkan peghisaban mereka, masukkanlah mereka ke dalam surga.

Santri Kepala:
Marilah kita berdoa agar diberi Kesehatan

Ya Allah, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezki yang luas dan kesembuhan dari segala rupa penyakit.

Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau.

Allahumma inni as’aluka ilman naafi’aa, wa rizqan waa si’a, wa syifaa’an min kulli daa’in. Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafinii fii basharii, allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri, allahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri laa illaha illaa anta.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ya Allah, Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, Yang Menguasai segala rupa penyakit dan penyembuhannya. Karuniakanlah kesehatan pada diriku, jasmani dan rohani. Seandainya ada penyakit dan cacat badan yang bersarang dalam diriku, baik yang telah ada atau yang akan Engkau rencanakan, maka hapuskanlah penyakit itu ya Allah, hapuskanlah penyakit itu ya Allah dalam suratan takdir-mu ya Allah. Aku mohon ya Allah, sehatkanlah diriku selalu, hari ini, besok dan hingga akhir hayatku. Aku mohon ya Allah, janganlah hari tuaku dipenuhi dengan berbagai macam penyakit, jadikanlah hari tuaku paling indah dan dipenuhi dengan amal ibadah dan keimanan yang setinggi-tingginya kepada-Mu ya Allah.

Santri Kepala
Marilah kita berdoa agar diberikan Kebersihan Hati.

Ya Allah, sucikanlah hatiku dari nifak (berpura-pura), amalanku dari riya (ingin dipuji manusia), lidahku dari dusta, mataku dari khianat. Engkaulah yang mengetahui segala khianat mata dan segala was was atau segala sesuatu yang disembunyikan oleh dada-dada manusia.

Allahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa ‘amalii minarriyaa’I, wa lisaanii minal kadzibi, wa ‘ainayya minal khiyaanati, fa’innaka ta’lamu khaa’inatal a’yuni wa maa tukhfishshuduur.

Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat munafik, sifat pemalas, sifat kikir, sifat boros, sifat sombong, sifat tergesa-gesa, sifat tidak sabaran. Ya Allah, jadikanlah aku umat-Mu yang berakhlak mulia seperti akhlak rasulullah, akhlak yang Engkau ridhoi. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS Ali Imran 3 : 8 – 9).

Rabana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rahmatan innaka antal-wahhab, rabbana innaka jami’un-nas liyaumin la raiba fihi innallaha la yukhliful-mi’ad.

Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki (kami jalan yang benar), dan berilah kami hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi. Ya Allah, kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladungka rahmatan innaka antal wahhaab. Allahumma tsabbitnii an azilla wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta bainii wa baina qalbii, fahal bainii wa bainasy syaithaani wa ‘amalihi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Santri Kepala:

Marilah kita berdoa agar diberikan Husnul Khatimah.

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu.

Alaahummaj’al khaira ‘umrii aakhirahu wa khaira ‘amalii khawaatiimahu wa khaira ayyaamii yauma liqaa’ika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) (QS Al-A’raf 7 : 126)

Rabbana afrigh’alaina shabran wa tawaffana muslimin
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.

Allahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat.

Duhai Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, Yang Maha Mengetahui hal yang paling baik bagi umat-Mu. Ya Allah, karuniakanlah negeri kami pemimpin yang adil, yang beriman kepada-Mu, yang menyayangi rakyatnya, yang membenci kezhaliman, yang ingin menegakkan syariah Islam di negeri kami. Jauhkanlah dari negeri kami pemimpin-pemimpin yang zalim dan yang tidak beriman kepada-Mu. Ya Allah tegakkanlah syariah Islam di negeri kami, tegakkanlah kehormatan agamu-Mu di negeri kami, jadikan negeri kami percontohan yang baik sebagai negeri kaum muslim.

Santri Kepala:

Marilah kita memanjatkan doa penutup

Bagi kami cukup Allah saja pelindung yang baik bagi kami, tempat berserah diri yang baik bagi kami, dan penolong yang baik bagi kami.
Hasbunallahu wani’mal wakiilu ni’mal maulaa wani’mannashiir
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Allah, izinkanlah aku untuk kembali ke tanah suci-Mu ini untuk kembali melaksanakan ibadah haji atau ibadah umroh dalam keadaan sehat wal afiat. Ya Allah izinkanlah aku kembali berhaji atau berumroh dalam keadaan lebih mabrur, lebih sehat dan lebih kuat.

Ya Allah, kabulkan doa, harapan dan permintaan teman-temanku yang menitipkan doa kepadaku untuk disampaikan di tanah suci-Mu ya Allah, baik yang telah terucap kepadaku maupun yang masih terbesit dalam hati mereka ketika mereka memandangku atau mendengar rencana keberangkatanku berhaji.

Ya Allah, tambahlah ilmuku, bimbinglah aku agar mendapat hanya ilmu yang lurus dan benar sesuai dengan syariat-Mu dan ajaran rasul-Mu. Bimbinglah aku agar imuku menjadi ilmu yang bermanfaat, jauh dari riya’, mudahkanlah mulutku untuk membaca dan memahami Al-Quran. Jadikanlah aku umat-Mu yang pandai menyampaikan ayat-ayat-Mu dengan ikhlas, tidak riya’, mudahkan mulutku untuk berkomunikasi dengan lancar dan tawadhu, jadikan aku orang yang tawadhu, mudahkan hati dan pikiranku untuk menganalisa ilmu agama secara benar dan lurus.

Karuniakanlah kepada aku dan seluruh anggota keluarga berupa teman-teman yang sholeh sebanyak-banyaknya, pergaulan yang baik. Jauhkanlah aku dan keluargaku serta kedua orang tua dari pergaulan dan teman-teman yang kurang baik dan dari teman-teman yang tidak sesuai dengan anjuran-Mu. Karuniakan pula kami kesempatan untuk beramal, beribadah, bersedekah, berdakwah sebanyak-banyaknya selama sisa akhir hidup kami.

Allahuma a’inni alla dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Kesejahteraan dan keselamatan semoga dilimpahkan kepada junjungan pemimpin para nabi dan rasul Muhammad s.a.w, atas keluarganya serta para sahabatnya semuanya. Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang bersih dari sifat-sifat kekurangan. Dan semoga keselamatan dicurahkan kepada para Rasul dan segala puji bagi Allah seru sekalian alam. (HR. An-Nawawi).

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalaatu wassalaamu ‘alla sayyidil ambiyaa’i wal mursaliina muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shabihi ajma’iin. Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati’ ammaa yashifuuna wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Da’waahum fiihaa subhaanakallaahumma wa tahiyyatuhum fiihaa salaamun, wa aakhiru da’waahum anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.

Ya Allah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

Allahuma inna nas’aluka ridhoka waljannata wana’uudzubika min shakatika wannaar.

Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Alhamdulillahi rabbil alamin.


Catatan : Doa-doa di atas diambil dari Buku Doa & Dzikir, karangan Drs. Miftah Faridl, dan dari berbagai sumber yang tertayang di http://www.spirithaji.com/berbagi/1526-doa-panjang-ketika-di-tanah-suci-dan-wukuf-di-arafah.html

66 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika

    Ritual ikhlas ke 10 ini menjelaskan bahwa bagaimana kita bermunajat kepada Allah. Apa yang harus kita lakukan. Sebagai manusia yang di ciptakan dengan segala kesempurnaannya, kita tidak pernah sadar begitu banyak keinginan dalam diri kita, nikmat yang telah diberikan kepada kita baik yang terkecil maupun yang terbesar, saat kita sakit terus kita sembuh, itu semua hanyalah karena Allah. Kita tidak memiliki kekuasaan apapun untuk mewujudkannya. Apabila kita memiliki keinginan, kita selalu ingin cepat mendapatkannya. Maka dari itu selalu libatkan Allah.Mintalah hanya kepada Allah. Allah menunggudoakita. Allah senangapabilakitabanyakbermunajatkepada-Nya. Ingatlah kepada allah maka allah akan ingat kepada kita. Datanglah kepada Allah maka Allah akan datang kepada kita.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Setelah membaca elegi di atas, kita sadari bahwa kita hanyalah sebagian kecil dari kehidupan. Hal ini membuat kita menyadari untuk selalu mengingat Tuhan selalu berdoa kepada Allah kapan saja, di mana saja, dan menyadari betapa kecil, bagaimana rendah, bagaimana tak berdaya kita di hadapan Allah. Dan kita tidak layak berjalan di muka bumi ini dengan kesombongan yang besar. Kita sepantasnya bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk hidup di dunia dengan disertai nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Kita hendaknya selalu berdoa dan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang pernah diperbuat. Kehidupan di dunia tidak boleh disia-siakan karena kehidupan di dunia adalah bekal untuk kita hidup di akhirat. Semoga dalam menjalani hidup kita senantiasa berada di jalan Allah swt. Aamiin

    ReplyDelete
  3. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setelah membaca elegi di atas, saya seperti diberi peringatan untuk selalu bersyukur atas nikmat yang selalu Allah SWT berikan. Sebagai manusia yang masih diberikan nikmat nafas, masih hidup di dunia ini, sudah selayaknya saya memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan dan bermunajat kepada Allah.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Bermunajat pada Allah, instrospeksi diri terhadap apa saja yang telah kita perbuat selama ini sepertinya atau malah seharusnya malah kita lakukan setiap hari. untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik di keesokan harinya. memohon ampun terhadap segala dosa dan berdoa semoga senantiasa diberi kemudahan dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini. jangan lupa untuk selalu mengucap syukur untuk semua yang telah Allah berikan pada kita dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Pada elegi bermunajat kepada Allah SWT adalah doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT. Berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan pada kita selama ini. Memohon ampunan atas segala dosa yang telah kita perbuat selama ini, baik yang sengaja ataupun tidak. Dalam berdoa kita harus selalu menundukan kepala kita, hal ini karena kita pada fase memohon.

    ReplyDelete
  6. Berdoa atau bermunajat kepada Allah hendaknya selalu kita lakukan kapanpun dan dimanapun kita berada tentunya dalam keadaan yang suci lahirbathin dan dengan penuh ketenangan karena dengan doa artinya kita selalu memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, memohon ridho-Nya atas apa yang kita lakukan, dengan doa membuat kita selalu ingat, tenang, bersyukur dan selalu dekat dengan Yang Kuasa.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  7. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi di atas menggambarkan cara bermunajat kepada Allah SWT dengan muhasabah. Muhasabah merupakan salah satu sarana yang dapat mengantarkan manusia mencapai tingkat kesempurnaan sebagai hamba Allah SWT. Muhasabah selain memohon ampun juga lebih menekankan kepada intropeksi diri, menghitung diri dengan amal baik dan buruk yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu, kemudian akan mengusahakan menggunakan setiap waktu dari detik, menit, jam dan harinya serta keseluruhan jatah umur kehidupannya di dunia dengan sebaik-baiknya demi meraih keridhoan Allah Ta'ala.

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya juga pernah mendengar bahwa “menangis dapat melembutkan hati”. Tapi tidak ada jaminan pula orang yang sulit menangis berarti keras hatinya. Karena kita manusia hanya bisa menilai dari yang tampak, padahal ada begitu banyak yang tidak tampak sebenarnya lebih jujur.
    Astagfirullahal’adzim, astaghfirullahal’adim, astaghfirullahal’adzim. Kita hanya makhluk, penuh dosa dan terkadang lupa. Bermunajat dalam keheningan malam, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.

    ReplyDelete
  9. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    "Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
    Manusia merupakan ciptaan yang paling mulia dan dengan berdasar kepada fitrahnya ia mengakui ketuhanan-Nya serta menafikan segala bentuk syirik. Dan sudah seharusnya manusia menampakkan kemiskinan dirinya dan kekayaan Sang Penciptanya, kerendahan dirinya dan keagungan Tuhannya. Dan inti salat adalah ketika seorang hamba menampakkan penghambaan dan kerendahan dirinya di hadapan Yang Mahabesar dan Mahatinggi. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam Ali ar Ridha, "Salat itu adalah pengakuan terhadap ketuhanan Allah, penafian berbagai sekutu atas-Nya, berdiri dengan hina dan rendah di hadapan Sang Mahaperkasa dan Mahatinggi.
    Manusia hidup di dunia ini dilengkapi dengan akal dan hawa nafsu, dan mereka juga tidak dipaksa untuk menjalankan suatu perintah, tetapi mereka hidep dengan memiliki kebebasan untuk memilih. Dengan kebebasan tersebut, sudah barang tentu manusia akan melakukan berbagai pelanggaran dan perbuatan dosa, dan tunduk merendah di hadapan Allah (salat) merupakan suatu bentuk pengakuan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan menginginkan ampunan-Nya secara praktis. Dengan demikian, salat adalah mengakui kebesaran Allah Swt.
    Karena sifat lupa dan lalai telah bercampur menjadi satu dalam diri manusia maka,"Salat menjadikannya (pelaku salat) mengingat Allah siang dan malam, sehingga hamba tidak melupakan Sang Penolong, Sang Pemelihara, Sang Pencipta. Karena jika dilupakan, akan menyebabkan ia melampaui batas dan melakukan pembangkangan.
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  10. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Bermunajat kepada ALLAH adalah tentang perihal diri bagaimana memohon ampun atas dosa-dosa yang selama ini dibuat baik itu di sengaja ataupun tidak disengaja dikarenakan pada sebagian besar hidup kita masih sangat banyak dosa-dosa yang tidak kita sadari telah kita lakukan. Bermunajat pun bukan hanya untuk diri pribadi kita tapi bisa dapat pula kita mendoakan orang lain, orang tua kita, bangsa kita dan lain sebagainya ini agar kedepannya kita dapat menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. maka dengan memperbanyak mohon ampun kepada ALLAH SWT adalah salah satu jalan untuk dapat kembali kejalan yang benar sesuai yang diperintahkan dan tidak semakin terjerumus oleh godaan-godaan syaitan yang terus ada hingga akhir zaman, semoga kita terhindar akan hal itu. Aamiin Aamiin Aamiin yaa rabbal alaamiin.

    ReplyDelete
  11. Bermunajat kepada Allah SWT menunjukkan bahwa sebagai hamba kita tidak memiliki kekuatan apapun. Sejatinya manusia itu tidak memiliki apa apa dan bukan apa-apa.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  12. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Manusia hidup di dunia ini dilengkapi dengan akal dan hawa nafsu, dan mereka juga tidak dipaksa untuk menjalankan suatu perintah, tetapi mereka hidep dengan memiliki kebebasan untuk memilih. Dengan kebebasan tersebut, sudah barang tentu manusia akan melakukan berbagai pelanggaran dan perbuatan dosa, dan tunduk merendah di hadapan Allah (salat) merupakan suatu bentuk pengakuan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan menginginkan ampunan-Nya secara praktis. Sebagai manusia yang masih diberikan nikmat nafas, masih hidup di dunia ini, sudah selayaknya saya memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan dan bermunajat kepada Allah.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Muhasabah selain memohon ampun juga lebih menekankan kepada intropeksi diri, menghitung diri dengan amal baik dan buruk yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu, Berdoa atau bermunajat kepada Allah hendaknya selalu kita lakukan kapanpun dan dimanapun kita berada tentunya dalam keadaan yang suci lahirbathin dan dengan penuh ketenangan karena dengan doa artinya kita selalu memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    pada elegi ini bnayak sekali hal yang bisa kita pelajari terutama berbagai macam doa yang sangat berguna bagi kehidupan kita, misalnya doa memohon ampun, diberikan kebaikan, dimurahkan rezeki, dan lain lain. semoga kita bisa mengamalkannya.

    ReplyDelete
  15. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kita terkadang lebih banyak mengeluh dari pada bersyukur atas nikmat yang kita peroleh. Sehingga tidak sadar atas besarnya nikmat yang didapat. Maka dimulailah dari kita semakin dekat dengan Allah, maka terlihat seberapa Allah menyayangi kita dengan nikmat yang berlimpah.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    amin yaa robal alamin,

    dengan membaca doa-doa diatas yang teruat di blog ini dengan ikhlas mudah2an bisa menjadi ibadah serta bonus dikabulkannya doa-doa tersbut. amin ya robbal alamin

    ReplyDelete
  17. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Begitu banyak dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. Sering kali kita kurang bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan, kita diberikan tubuh dengan sempurna dan semua berfungsi dengan normal akan tetapi tidak kita gunakan dengan sebaik-baiknya, tidak kita gunakan untuk mencari rida Allah SWT. Marilah kita memohon ampun yang sedalam-dalamnya atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, marilah kita berdoa agar Allah mengampuni kita, memberikan kebahagiaan kepada kita, memudahkan semua urusan kita baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Bermunajat kepada Allah ( mendekatkan diri, merenungkan dan mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, merenungi segala dosa yang telah dilakukan )
    Setelah saya membaca Elegi Ritual Ikhlas 10 : Bermunajat Kepada Allah¸ saya sadar begitu banyak dosa yang telah saya lakukan, kurang mensyukuri dengan apa yang telah di miliki, kurang menyadari betapa banyak nikmat yang telah di berikan Allah kepada kita semua dari yang terkecil hingga yang terbesar. Saya sadar hanya Allah tempat untuk memohon ampun, tempat memohon agar di beri kebaikan dalam keluarga, tempat memohon agar di beri kesehatan, tempat agar di beri kebersihan hati, tempat agar kita di berikan Husnul Khatimah, dan masih banyak lagi. Menyadari begitu banyak keinginan dalam diri, dan menyadari bahwa Allah lah tempat untuk meminta. Sesungguhnya sebaik – baik tempat meminta dan memohan hanya Allah SWT.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas
    16701261024

    ReplyDelete
  19. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Munajat berarti mendekatkan diri pada Allah melalui beribadah atau sholat di tengah malam dengan mengakui kerendahan, kelemahan, kehinaan serta sifat sifat ketidak mampuan yang lain dari seorang hamba ketika menghadap pada Sang Raja Diraja, Al Kholiq, Allah SWT.
    Tak meragukan lagi bagi orang yang bermunajat itu akan merasakan kelazatan dan kenikmatan yang sangat dalam munajat-munajatnya, karena yang demikian itu dapat dibuktikan dengan hukum-hukum akal dan naqal.
    Kelazatan bermunajat itu bukanlah berasal dari duni, tetapi ia berasal dari syurga yang dirasakan Allah kepada para walinya, dan tiada seorang pun selain mereka yang dapat merasakan keindahan bermunajat itu.

    ReplyDelete
  20. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Berkata Ibnul Munkadir pula: Tiada lagi yang tinggal dari kelazatan dunia melainkan tiga saja:
    1. Bangun karena beribadat di tengah malam,
    Waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat malam atau tahajjud adalah sepertiga malam yang terakhir. Sebagaimana hadits Nabi SAW:

    “Dari abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT akan turun pada tiap-tiap malam ke langit dunia, pada saat sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman: barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, baransg siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku penuhi permintaannya, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosanya.” (HR. Muslim). 5

    Dari hadits di atas, dapat diketahui bahwa waktu paling utama untuk mengerjakan shalat malam itu adalah sepertiga malam terakhir, kalau malam itu dibagi menjadi tiga bagian, maka bagian yang terakhir kalau diinterpretasikan dengan waktu indonesia adalah sekitar jam 00.00 sampai jam 03.30 atau sebelum fajar. Inilah waktu yang sangat mustajabah, karena pengaduan kita diterima oleh Allah secara langsung. Dan kesempatan ini jarang ditemukan oleh orang kecuali sedikit, sebab kebanyakan mereka tidur dengan lelapnya.
    2. Bertemu dengan sahabat, dan
    3. Sholat dengan berjamaah.

    ReplyDelete
  21. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Sungguh Allah itu sangat menyayangi dan mengasihi hambanya, dosa besar maupun kecil akan diampuni jika kita bertaubat dengan sungguh-sungguh. Berdoa ketika sepertiga malam dengan suasana tenang menjadikan kita merasa semakin dekat dengan Allah, bermunajat kepada Allah, memohon pertolongan, memohon ampunan.

    ReplyDelete
  22. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan sampai kita tidak mampu untuk menghitungnya. Bahkan jika kita menjadikan pohon sebagai pena dan air di lautan sebagai tintanya maka tidak akan bisa menuliskan seberapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Oleh karena itu sudah tentu kita harus bersyukur.

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Terima kasih banyak Pak Marsigit elegi ini sangat mengajarkan saya tentang berdoa dan bermunajat kepada Allah. Saya sangat merasa dekat pada Allah di kala saya sedang putus asa dan merasa jauh.
    Sesungguhnya sholatku ibadahku hidupku dan matiku hanya untuk Allah. Allah sajalah tempat aku bergantung. Hanya kepada Allah lah kita kembali.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya mengucapkan "Aamiin" untuk doa doa di atas. Sebagai seorang hamba, kita seharusnya senantiasa memohon ampun, bersyukur atas segala nikmat dan karunia, dan berdoa kepada Allah.
    Jangan lupa untuk selalu ikhlas, tawadlu' dan tawakkal.

    ReplyDelete
  25. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Amiin, istajib lanaa. Semoga Allah mengabulkan doa-doa di atas. Sudah seharusnya kita sebagai seorang hamba berdoa kepada Allah. Memohon ampun, bersyukur, berkeluh kesah hanya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dalam berdoa pun kita juga perlu untuk menyiapkan hati dan pikiran yang ikhlas dan jernih. Sehingga apapun yang kita ucapkan dalam doa murni dari hati kita. Sehingga kita dapat lebih khusyu’ dan tawakkal dalam berdoa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Bermunajat kepada Allah SWT merupakan sebuah usaha berdialog dengan-Nya. Menumpahkan setiap apa yang ada didalam pikiran dan hati, memanjatkan doa dengan sepenuh hati dengan mengharap keridoaannya, memohon ampunan, bantuan, hidayat dan lainnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sungguh sebuah elegi yang membuat saya membatin begitu dalam, betapa pentingnya bermunajat kepada Allah dengan sebenar-benarnya doa. Bahkan di dalam elegi ini banyak doa-doa yang begitu indah. Salah satu yang paling penting adalah doa agar dapat selalu diberikan kesehatan, dimana kesehatan merupakan harta yanmg paling berharga. Tidak berguna harta benda yang kita miliki apabila kita tidak sehat, karena trentunya ujung-ujungnya kita tidak bisa menikmati harta tersebut apabila kita tidak sehat.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  29. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Bagaimana seorang hamba tidak meneteskan air mata jika mengingat segala nikmat dari yang terkecil hingga yang terbesar yang diberikan Allah SWT. Betapa seorang hamba tidak meneteskan air mata jika mengingat segala dosa yang pernah dilakukan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Salah satu adab berdoa kepada Allah adalah harus khusyuk dan tidak tergesa-gesa. Sebagaimana hadist dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?. Beliau bersabda: “Orang yang berdoa ini berkata: Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (H.R. Muslim dan Abu Daud).

    ReplyDelete
  32. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Menangis dalam doa karena Allah dapat meluluhkan hati yang keras dan bisa menjadi dzikir jika kita melakukannya dengan iklhas. Allah telah melimpahkan beribu-ribu nikmat yang tidak bisa kita hitung, berdoa bisa menyelamatkan manusia di dunia maupun akhirat, kita hanya perlu memintanya secara kontinu, jangan pernah bosan untuk meminta (berdoa) kepada Allah.

    ReplyDelete
  33. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Bermunajat berarti kita berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah untuk mengharapkan keridhoan, ampunan, rahmat, dsb. Pada elegi di atas dijelaskan apa saja yang dapat kita munajatkan. Bagaimana kita meminta segala kebaikan. Kita sebagai hamba hanya mampu berdoa dan memintakepada Allah. Begitu kecilnya diri kita sehingga tidak ada lagi arti kesombongan jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah.Oleh karena itu senantiasa kita bermunajat, berdoa sepenuh hati dan keikhlasan kepada Allah.

    ReplyDelete
  34. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Aamin Yaa Robal Alamiin..

    Aamiin..
    “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka memenuhi perintahKu dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran” (QS. Al Baqarah: 186).

    ReplyDelete
  35. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, kita diajarkan bagaimana cara bermunajat kepada Tuhan dengan baik. Kita diajarkan bagaimana merangkai ungkapan kata-kata yang indah untuk di sampaikan kepada Allah SWT sehingga Allah berkenan untuk mengabulkan semua doa-doa. Selain dengan ungkapan, kita di ajarkan untuk melakukannya dengan ikhlas, benar-benar merendahkan diri dan berpasrah diri, serta dengan penuh rasa syukur.

    ReplyDelete
  36. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Hati yang keras adalah bahaya bagi pemilik hati tersebut, mengapa demikian? karena ketika manusia memiliki hati yang keras, maka keburukan akan melingkupi dirinya yang kemudian menyudutkan diri manusia kedalam ketidak baikan. Maka bermunajah perlu dilakukan agar hati tak menjadi keras, tujuannya agar manusia itu mengingat pada Allah yang kemudian mendekatkan manusia pada kebaikan.

    ReplyDelete
  37. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Bermunajat kepada Allah adalah salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan ketergantungan manusia secara mutlak kepada Sang Pencipta. Dalam bermunajat, manusia seolah-olah sedang berkomunikasi langsung kepada Allah. Manusia menunjukkan kerendahan dan kekerdilan dirinya di hadapan Allah, serta mengakui keagungan Allah. Dalam bermunajat, manusia bisa memohon apapun kepada sang Pencipta; memohon ampun atas dosa, memohon terpenuhinya hajat dan kebutuhannya, memohon kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memohon apapun tanpa batas karena Allah adalah dzat yang Maha segala-galanya.

    ReplyDelete
  38. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNy

    "Sebetulnya akupun tidak kuasa untuk menahan tangisanku itu, tetapi dikarenakan saya harus berbicara maka akupun harus tabah mensyukuri rakhmat ini. Terlebih ketika tangisan itu dikarenakan rasa haru merasakan nikmatnya barokah yang melimpah-limpah yang dikaruniakan Allah SWT setelah kita melaksanakan berbagai rangkaian Ritual Ikhlas ini dengan berbagai macam rintangan dan kendalanya. Saya menyadari hanyalah tangisan-tangisan kegembiraan itulah yang mampu kita lakukan dalam menyambut kasih dan cinta Allah SWT kepada kita semua. Namun saya ingin mengingatkan, sehebat-hebat tangisan kita itu, maka jadikanlah bahwa tangisan kita itu juga merupakan dzikir kita kepada Allah SWT."
    Semoga kita menjadi manusia yang selalu bersyukur atas segala nikmat dan rahmat yang ALlah SWT limpahkan untuk kita semua. amiiiin.

    ReplyDelete
  39. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNy

    Kesehatan merupakan modal penting untuk kita dapat beraktifitas dan beribadah, baik sehat jasmani maupun rohani. Oleh karena, mari kita jaga kesehatan kita dan selalu memohon kepada Allah SWT untuk menjaga kesehatan kita, karena atas ijin ALlah SWT lah kita dapat tetap terjaga dalam kondisi sehat.
    "Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada Tuhan melainkan Engkau."
    Amiiiiin ya RObbal'alamiiiin..

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menangislah atas semua dosa-dosa kita, atas semua kesalahan-kesalahan kita, atas semua maksiat-maksiat kita, atas semua kebohongan-kebohongan kita, atas semua kemunafikan-kemunafikan kita atas semua nafsu-nafsu kita, atas semua kelemahan-kelemahan kita.

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia tercipta sebagai makhluk yang lemah, jangan merasa sombong dan angkuh dihadapannya. tiada kata lelah untuk selalu bermunajat kepada Allah. Mari kita senantiasa introspeksi dan memohon semoga segala kesalahan kita diampuni oleh Allah SWT. Amiin.

    ReplyDelete
  42. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Mr. Marsigit terima kasih atas doa-doa nya yang sangat luar biasa. Ketika membaca elegi ini, saya merasa sedang berdoa kepada Allah. Ternyata sangat banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini. Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hambamu yang senantiasa mengingatmu Ya Allah. Ya Allah, jika engkau menghendaki kami, orangtua kami, keluarga kami meninggal, Kami mohon jadikan kami mati dalam keadaan yang khusnul qotimah. Aamiin. terima kasih.

    ReplyDelete
  43. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menangis dapat membersihkan hati. Menangis ketika kita sedang merasa sulit dapat membuat hati lebih lega. Menangis ketika kita bahagia dapat membuat hati lebih bersyukur lagi atas karunia Allah. Kadang terlalu angkuh untuk menangis, tetapi ketika mengingat betapa banyak kesalahan yang diperbuat rasanya ingin menangis terus menerus

    ReplyDelete
  44. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Banyak kesalahan yang disadari dan tidak disadari. Kita hanya bagian kecil dari seluruh penciptaan alam semeste, tapi masih saja diliputi kesombongan. Semoga doa-doa di atas menjadi doa kita semua untuk senantiasa memohon ampun kepda-Nya

    ReplyDelete
  45. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Tujuan penciptaan manusia di muka bumi adalah untuk menjadi hamba Allah. Yaitu mengabdi kepada Allah SWT. dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Adz-Zariyaat ayat 56: “dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. Namun dalam pelaksanaan tugasnya, manusia seringkali lalai bahkan tidak menuruti apa yang telah Allah perintahkan kepadanya.

    ReplyDelete
  46. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Manusia tidak pernah sadar begitu banyak keinginan dalam dirinya yang kalau bukan karena Allah manusia tersebut tidak memiliki kekuasaan apapun untuk mewujudkannya. Apabila kita memiliki keinginan, kita selalu ingin cepat mendapatkannya. Maka dari itu selalu libatkan Allah. Mintalah hanya kepada Allah. Allah menunggu doa kita. Allah senang apabila kita banyak bermunajat kepada-Nya. Ingatlah kepada allah maka allah akan ingat kepada kita. Datanglah kepada Allah maka Allah akan datang kepada kita. Seperti hadis berikut ini : “Barangsiapa yang berdoa, maka akan Aku kabulkan, Barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku mengampuninya.” (HR Bukhari).

    ReplyDelete
  47. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Berazamlah kita supaya diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk meningkatkan amal ibadah kita, berikhtikaf di masjid, perbanyakkan berdoa dan bermunajat mohon kepada Allah SWT supaya kita dijauhi daripada siksaan api neraka.

    ReplyDelete
  48. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Manusia selalu dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang terjadi mulai pagi hingga petang. Permasalahan itu mengendap di dalam memori otak, bila dibiarkan dan tidak bisa dipecahkan maka akan menjadikan depresi, terjadi kesuntukan-kesuntukan yang berpengaruh terhadap jiwa. Akhirnya jiwa kita tidak sehat dan berdampak pula terhadap kesehatan fisik.
    Dalam Islam telah diberikan cara untuk mengembalikan memori otak menjadi segar bugar setelah sepanjang hari dipakai untuk berpikir, yaitu dengan berqiyamullail. Seseorang akan berlatih mengendapkan pikiran sehingga mendapat jiwa yang jernih setelah berqiyamul lail. Karena suasana sunyi, udara segar, seseorang duduk menyendiri dan bermunajat kepada Tuhannya. Segala permasalahan yang dihadapi diadukan kepada Tuhannya. Maka secara disadari kita akan menemukan jalan keluar dalam memecahkan masalah.

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Orang yang mempunyai mental dan keikhlasan hati, ia tidak akan mudah putus asa dalam menghadapi segala bentuk kehidupan. Namun selalu berpengharapan baik dan selalu berusaha untuk mencapai sesuatu yang utama bagi dirinya.

    ReplyDelete
  50. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Sebagai ciptaan Nya maka apa yang ada kita harus selalu berkomunikasi denga Nya. Tanpa petunjuk Nya kita tak mungkin bisa hidup dengan benar di muka bumi. Cara kita sebagai makhluk dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta adalah dengan doa. Dengan Doa inilah kita memohon mengadu ataupun curhat dengan Allah Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  51. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, bermunajat kepada Allah SWT adalah berkomunikasi kepada Allah dalam hati. Mengungkapkan semua apa yang ada di hati kita. Berdoa apa yang kita inginkan, memohon ampunan atas dosa kita, dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  52. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kita harus bisa instropeksi diri, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan saat ini. Mencoba memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik daripada hari ini. Menunju jalan yang lebih baik dan diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  53. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kita juga harus bersyukur dengan apa yang telah kita miliki hari ini. Semua yang ada dan datang dalam hidup kita harus kita syukuri. Dengan bersyukur maka hati kita akan menjadi tenang dan senang.

    ReplyDelete
  54. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    DAlam elegi ini saya hanya ingin menjadikannya juga tempat bermunajat, "Ya Allah, ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan berikanlah kami kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka. Aamiin

    ReplyDelete
  55. Aamiin Yaa Rabb... Semoga doa indah ini selalu dirangkul Alloh dalam segala keadaan manusia.


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  56. Ya Allah, ampunilah kesalahan kami, kelalaian kami dan kekurangan kami dalam melayani kedua orang tua kami, ampuni perbuatan kami yang sengaja atau tak sengaja yang telah banyak menyusahkan dan membebani pikiran kedua orang tua kami sehingga mengurangi kebahagiaan mereka.

    Aamiin, Yaa Alloh berikan kedua orangtua ku sehat jasmani dan rohaninya, agar mereka mampu menyaksikanku membahagiakan mereka.
    Aamiin.
    angkatlah penyakit mereka Yaa Alloh
    :(

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  57. Bismillah
    "Do not disgrace me on the day that they will be resurrected; the day when neither wealth nor children will avail, except him who comes to God with a sound heart. (Quran 6: 7-9)

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  58. light will always being on right may be due to the fact that record of actions is in their right hand. It is noteworthy when they ask for their light to be perfected since they know that, because of the effects of some of their sins, their light is not yet complete; therefore, they ask for forgiveness. This verse is a glad tiding for believers, as it implies that even on the Day of Judgment, there is a chance for believers to ask for forgiveness, while there is normally no chance to do good deeds after death. (Mohammad Ali Shomali)

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  59. Bermunajat dan menyerahkan diri kepada Alloh. Semoga selalu dalam lindunganNya

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  60. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam setiap kegiatan haruslah kita berdoa agar mendapat kemudahan dari ALLAH. tanpa doa kita akan menjadi orang yang sombong. Meminta kepada selain ALLAH hanya akan mendapat kekecewaan sedangkan kalao kita meminta kepada ALLAH kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Meminta dengan cara berdoa dengan tulus, melakukan perbuatan baik secara terus menerus tanpa bosan akan membuat kita mudah menjalani hidup di dunia yang fana ini.

    ReplyDelete
  61. Munajat berasal dari bahasa Arab yg maknanya merahasiakan. Jadi maksud Munajat atau Bermunajat ialah mendekati Allah dgn cara berdoa atau berzikir dan lain-lain. Munajat berarti memohon kepada Allah atas segala hajat kita. Munajat diawali dengan memuji segala kebesaran Allah dan memohon ampun atas segala dosa, barulah menyampaikan permohonan kita, dan diakhiri denga penutup doa dengan harapan terkabulnya doa.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  62. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Bermunajat adalah salah satu dari banyak cara yang dapat dilakukan oleh manusia untuk berdoa, memohon apa yang diinginkan. Menyisihkan waktu khusus untuk bermunajat pada Allah swt. Berdoa pada Allah dapat dilakukan sehabis shalat wajib maupun sunnah maupun disela-sela kesibukkan.

    ReplyDelete
  63. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Usaha untuk lebih mendekatkan diri pada sang Pencipta. Usaha untuk berdialog secara langsung dengan Allah swt. Berdoa memohon apapun yang diinginkan , memohon petunjuk, maupun memohon ampunan dari kesalahan yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  64. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada saat bermunajat , tanpa disadari air mata tumpah begitu saja seiring doa-doa yang dipanjatkan. Entah karena mengingat dosa atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt kepada makhluk-Nya. Tangisan yang keluar menunjukkan kelembutan hati tiap manusia, karena pada hakikatnya masih diberikan hati yang hidup untuk merasakan apa-apa yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  65. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada elegi tersebut doa pertama yang dipanjatkan adalah doa permohonan ampun. tanpa disadari manusia memiki banyak dosa, entah dosa kecil maupun besar, sedari mereka kecil sampai sekarang. Oleh karenanya tak henti-hentinya memohon ampun kepada Allah dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  66. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Keluarga adalah orang terdekat yang dimiliki. Doa-doa untuk keluarga tak kalah pentingnya. Sedari kecil sampai besar, kita sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari yang namaya keluarga. Berdoa senantiasa memohon kebaikan untuk keluarga. Kehidupan yang damai dan tenteram, senantiasa rukun antar anggota keluarga.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id