Nov 4, 2015

Menembus Ruang dan Waktu


Direfleksikan oleh Fitriani, S.Pd, 15709251067
PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015, Sabtu, 31 Oktober 2015
Diperbaiki oleh Marsigit

Assalamualaikum wr.wb
Pada pertemuan ke-7 Perkuliahan Filsafat Ilmu dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A. di  hari Selasa tanggal 27 Oktober 2015 pukul 11.10 s.d. 12.50 di ruang 305B Gudung lama Pascasarjana. Sama halnya dengan pertemuan sebelumnya Beliau memulai pertemuannya dengan berdoa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan tes jawab singkat dengan topik “Membangun Filsafat dengan Menembus Dimensi Ruang dan Waktu” adapun bentuk-bentuk dari pertanyaan Beliau seperti berikut:

Pertanyaan 1 dari Azmi Yunianti

Setelah beberapa kali mengikuti ujian filsafat, nilai yang saya dapatkan memprihatinkan. Menjawab dengan berfikir saja salah, apalagi tidak? Sebenarnya apakah sih yang salah dari saya pak, apakah karena fikiran saya atau bagaimana?

Jawaban dari Beliau Bapak Prof. Marsigit M.A

Mendapatkan nilai yang jelek itu adalah benar di dalam filsafat, karena engkau belum membacanya. Nilai yang jelek itu merupakan contoh dari Fallibilisme, singkatnya Salah itu Benar.

Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Istilah ini diambil dari kata latin abad tengah Fallibilis. Konsep ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, ini dikarenakan ilmu pengetahuan mencari validitas kebenaran. Karena itu mereka mengharapkan suatu pengetahuan menjadi seakurat mungkin.

 Dengan adanya paham tersebut memberikan pemaham kita sebagai pendidik ketika mendapatkan “ANAK YANG MELAKUKAN KESALAHAN” merupakan “KEBENARAN DALAM FILSAFAT” karena berdasarkan faham Fallibilisme tersebut Beliau Bapak Marsigit menyebutkan bahwa “SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT” jadi janganlah tergesa menyalahkan anak jika Salah dalam menjawab pertanyaan. Karena jika dia belum belajar, maka jawabannya yang Salah menjadi Benar dalam keadaannya. Jika engkau belum membaca Elegi-elegi, maka adalah Benar jika nilai anda adalah nol. Maka sebenar-benar Fallibisme adalah aliran filsafat yang sangat berguna untuk melindungi objek dari ketersemena-menaan Subjekya; untuk melindungi siswa SD dari ketersemena-menaanya gurunya. Jikalau seorang guru belum memberi fasilitas belajar, belum memberi pengalaman belajar, belum memberi kesempatan bekerjasama, maka jangan berharap siswanya akan menjawab benar dari setiap pertanyaan-pertanyaannya.

Terkait dengan nilai yang belum meningkat, ini merupakan pertanda bahwa “Anda Masih perlu memperbanyak Bacaan” karena dalam tes yang saya buat ini,  bukan hanya mengukur kemampuan tetapi sebagai pembelajaran bahwa ternyata “MENYADARI BAHWA AKU BELUM FAHAM ITU PENTING”. Oleh karena itu agar nilai dapat meningkat maka tingkatkanlah bacaan sehingga nantinya dapat berfikir isomorfis dengan saya (Beliau Bapak Prof. Marsigit). Jika engkau ingin belajar filsafat kepada saya, maka pelajarilah pikiran-pikiran saya; dan pikiran-pikiran saya semuanya sudah saya tuangkan dalam Elegi-elegi.

Berfikir isomorfis merupakan pemikiran yang sepadan yang menggambarkan pemetaan satu-satu. Misalnya pemikiran seseorang mengatakan bahwa di Indonesia ada Jakarta, di benua Kutub ada beruang merupakan contoh pemikiran Isomorfis. Setiap orang dapat mengatakan apa yang difikirkannya kecuali orang yang mabuk, pikun dan gila. Maka pikiran dua orang bersifat Isomorpis, pikiran banyak orang juga bersifat Isomorpis, bahkan pikiranmu dengan Dunia ini juga Isomorpis. Pertanda bahwa pikiran kita saling berisomorpis adalah sama-sama adanya pengertian Jakarta misalnya, di dala pikiran kita. Aku punya konsep orang tua, orang muda, saudara, anak, adik, keluarga, dst; maka pikiranmu juga mempunyai konsep orang tua, orang muda, saudara, anak, adik, keluarga, dst. Itulah bahwa pikiran kita saling berisomorpis.

Yang menjadi persoalan adalah bahwa ternyata Isomorpisma itu mempunyai derajadnya atau kadarnya, jadi kita mempunyai isomorpisma umum, isomorpisma khusus. Maka diriku dan dirimua yang sedang belajar filsafat kepadaku selalu berusaha meningkatkan saling kesepahaman dengan mengingkatkan kadar isomrpisma masing-asing, sehingga yang ada dalam pikiranku juga ada dalam pikiranmu dan sebaliknya. Namun manusia, karena keterbatasannya, tidak dapat mencapai Isomorpisma absolut; kita hanya berusaha menggapainya. Sebanar-benar sifat Absolut adalah hanya milik Tuhan saja.

Dengan demikian, tujuan diadakannya tes filsafat adalah agar seseorang dapat rendah hati dalam bidang keilmuan. Namun, perlu diketahun bahwa rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Rendah hati maksudnya adalah agar seseorang tidak merasa sombong dalam menuntut ilmu. Ketahuilah bahwa “DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT”. Di dalam tingkatan normatif pemikiran, ketika seseorang yang merasa sombong di dalam dirinya maka seseorang tersebut telah terkena MITOS. Kerena setinggi-tingginya pemikiran maka ancamannya adalah MITOS. Kerena dalam berpikir seseorang mempunyai batas yaitu Spiritual. Ada kalanya seseorang ketika berada dalam tingkatan spiritual maka pikiran seseorang harus  terhenti dan diturunkan ke hati, contohnya ketika proses ibadah. Proses ibadah yang dimaksud terkhususnya adalah do’a. Doa yang diteruskan dari pemikiran yang terhenti akan diteruskan ke hati sehingga akan diambil alih oleh Sang Maha Kuasa.

Sebenar-benar do’a adalah ketika kita hijrah dari kesadaran doa menuju kesadaran hati, di mana pikiran kita tidak mampu lagi memikirkan doa-doa kita, tetapi harapannya doa kita sudah diambil alih oleh Allah SWT. Amin. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, maka kita menemukan terminologi Kesadaran Hati. Jika kita ekstensikan maka kita akan menemukan lagi Kecerdasan Hati, Ilmu Hati, Metode Hati, …dst. Itu hanya dapat dipahami dengan spiritualitas kita masing-masing. Sedangkan terminologi yang dihasilkan semata-mata menunjukkan keterbatasan bahasa atau ungkapan untuk menggambarkan Dunia Hati. Jangankan bahasa atau istilah, sedangkan pikiran kita juga tidak akan tuntas mampu mengetahui relung hati kita masing-masing.

Berdasarkan pengalaman Beliau Bapak Marsigit yang telah itikaf di mesjid dibimbing oleh para SUFI selama beberapa hari hanya untuk memperbaiki ibadah, tata cara sholat, doa dan sebagainya sehingga Beliau dapat mengetahui bahwa ada fase dimana pemikiran berhenti dan diteruskan ke hati. dan doa tersebut diambil alih oleh sang Maha Kuasa. “Doa kok hitung-hitungan” doa merupakan harapan setiap manusia dengan doa maka manusia memiliki harapan, sebenar-benar doa adalah memohon ampun kepadaNya dan memanggil namaNya.

Pertanyaan 2 dari Evvy Lusiana

Bagaimana pandangan filsafat tentang pemimpin yang sesuai ruang dan waktu?

Jawaban dari Beliau Bapak Prof. Marsigit M.A

Mengenai pemimpin berarti ada pemimpin dan ada yang dipimpin termasuk struktur dunia yang lengkap berdimensi. Tingkatan pemimpin lebih tinggi dibandingkan dengan tingkatan orang yang dipimpin.  Pemimpin merupakan dewa bagi orang yang dipimpin. Sehingga Logika Para Dewa berarti Logika Para Pemimpin. Contohnya “KAMU MERUPAKAN DEWA BAGI ADIKMU DAN ADIKMU MERUPAKAN PREDIKAT (DAKSA) BAGI DIRIMU”. Sehingga divisualisasikan dalam bentuk perwayangan atau cerita sehingga berbicara yang berkaitan dengan Para Dewa pun sebenarnya juga berstruktur seperti ada Dewa Raja, ada Dewa Prajurit, ada Dewa Perdana Menteri, ada Dewa Lurah dan seterusnya. Oleh karena itu, masing-masing memiliki logika Para Dewa, kontradiksi Para Dewa, kesalahan Para Dewa dan seterusnya. 

Mengenai pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu yang baik berarti dapat dianalogikan sebagai hubungan antara subyek dan predikat yang mempunya dimensi yang lebih tinggi. Pemimpin adalah subyek, tugasnya sebagai pemimpin para predikat. Maka masing-masing dari kita adalah pemimpin dari sifat-sifat kita masing-masing. Menjadi pemimpin yang baik  harus memenuhi dimensi yang lebih tinggi maka pikiran lebih luas dan dalam serta pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Baik secara fisik seorang pemimpin harus kuat. Secara formalnya, misalnya dengan melanjutkan pendidikan S2 bagi pemimpin merupakan peningkatan dimensi untuk menjadi pemimpin yang baik yang merupakan indikator titik point peningkatan dimensi.

Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Manusia hidup menuju dimensi yang lebih baik dalam fenomena garis lurus dalam siklik yang berputar. Pada perputaran siklik ada fase dimana manusia menjumpai peristiwa yang sama, misalnya selalu mengalami keadaan Hari Minggi tiap minggunya, manusia lupa ketika telah lanjut usia dan kembali ke sifat kekanak-kanakan. Hal ini berarti dalam hidup anda tidak berarti bahwa Anda akan semakin hebat melainkan ada fase dimana Anda lupa atau menjadi pikun. Fase siklik dari kehidupan yang terluar adalah adalah spiritual. Fase siklik ini bagi dunia timur atau spiritualisme, merupakan wadahnya bagi manusia untuk menyukuri hidup; maka orang bijaksana di timur adalah orang yang pandai bersyukur. Fase siklik inilah yang tidak dimiliki oleh negeri negeri Barat. Fase kehidupan negeri Barat merupakan diagram lurus (open ended) yang memiliki ended yang terbuka sehingga tidak mengerti hidupnya mau kemana ujungnya mau kemana dan tujuannya kemana; dengan filsafat hidup mencari terus dan terus mencari. Maka bijaksana menurut dunia barat adalah manusia yang sedang mencari.

Siklik terluar di negeri kita adalah Spriritualitasme yang berpengang teguh pada keyakian masing-masing dan berbasis serta dipayungi oleh spriritualisme masing-masing. Sehebat-hebat pikiran dan sepusing-pusing pikiran maka berhentilah dan mulai mengambil air wudhu kemudian sholat bagi umat muslim dan beribadah yang lain sesuai dengan keyakinan agama masing-masing. Siklikkanlah pikiran dan kegiatan anda sehingga mampu menghayati karunia dan kebesaran Tuhan.

Jika fenomena siklik kita ditambah unsur linear maka itulah yang namanya fenomena hidup maju berkelanjutan, ituleh hermenitika hidup yaitu terjemah dan diterjemahkan. Sebenar-benar hermenitika hidup itulah metode hidup yang sesuai dengansunatullah atau kodrat tuhan; wujudnya dalam masyarakat adalah saling bersilaturakhim. Inilah harta karun dunia timur yang belum digali. Jika digali dan dikembangkan maka kita akan mempunyai metode pembelajaran dengan Metode Silaturakhim. Mengapa tidak? Renungkanlah

Sifat pemimpin dianalogikan sebagai hubungan subyek dan predikat. Bagaimana seorang pemimping megeloha sifat-sifatnya. Contohnya memiliki kulit sawo matang, berambut keriting, berbadan kurus, dan seterusnya yang berjumlah semilyar pangkat semilyar lebih sifat yang ada pada diri pemimpin, belum lagi sifat-sifat yang ada di luar diri pemimpin.

Maka sebenar-benar manusia adalah tidak ada yang lengkap dan sempurna memiliki sifat. Misalnya penglihatan manusia yang tidak lengkap merupakan sifat yang mesti disyukuri sebab jika manusia memiliki penglihatan yang lengkap maka   manusia tidak akan hidup dengan tenang bahkan salalu pingsan jika memandang sesama. Sehingga sebenar-benar manusia memiliki sifat determinis yaitu menjatuhkan sifat tertentu kepada suatu sifat tertentu pula. Sipemilik sifat diterminis adalah Subjek, yang dijatuhi sifat diterminis adalah objeknya.  Maka godaan yang paling besar dari seorang pemimpin (sebagai subjek) adalah menggunakan kuasanya terhadap objeknya. Godaan terbesar seorang guru adalah menjatuhkan sifat kepada murid-muridnya, dimana sifat yang dijatuhkan belum tentu cocok dengan keadannya. Itulah maka sebagian dosa-dosa kita adalah dikarenakan sifat diterminis kita.

Secara netral kita bisa determin dengan menyebutnya si A tinggi, si B jangkung dst; tetapi kategori tinggi di Indonesia belum tentu kategori tinggi di negara lain seperti pemain basket Amerika. Maka dalam menjalani hidup ini khususnya pemimpin haruslah berhati-hati tidak boleh semena-mena menjatuhkan sifat orang yang dipimpin, karena sifat yang dijatuhkan jika tidak tepat, maka dampaknya bisa sangat besar bagi objeknya. Jatuhnya sebuah sifat itu merupakan fenomena abstraksi, karena manusia tidak mungkin memikirkan semua sifat, melainkan hanya sedikit sifat sesuai yang mampu dipikirkan sesuai keadaan subjektif dirinya. Sehingga menjadi seorang pemimpin yang ideal perlu mengamalkan ayat-ayat Spiritualitas kepemimpinan yang ada.

Pertanyaan 3 dari Tri Rahma Silviani

Dalam mengolah pikir dalam menembus ruang dan waktu tentang olah pikir yang menembus dunia. Bagaimanakan agar dapat menembus ruang dan waktu itu dengan ikhlas? 

Jawaban Beliau Bapak Prof.Marsigit M.A

Caranya adalah sesuai dengan hukum Tuhan dan SunnatullahNya beserta kondratnya yang dimana ikhlas juga termasuk kodratNya. Maka definisi ikhlas menurut Beliau dimulai dari level bawah dari Spiritual dalam filsafat merupakan keikhlasan itu menembus ruang dan waktu. seperti ikhlasnya batu menembus ruang dan waktu, yang tidak satupun batu yang protes dalam menjalani kehidupannya. Maka sebenar-benar keikhlasan menembus ruang dan waktu adalah KEIKHLASAN ITU SENDIRI. Karena keihlasan merupakan salah satu kodrat Tuhan maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kodratnya. Ketika ada pemaksaan kehendak itulah yang disebut tidak ikhlas dimana keadaan yang salah dalam menembus ruang dan waktu. Misalnya ruangan menjadi gelap disebabkan ada bom merupakan contoh salah ruang dan waktu karena merupakan kejadian yang dipaksa agar gelap. Itulah contoh tidak ikhlas. Ikhlas adalah unsurnya surga dan tidak ikhlas adalah unsurnya neraka.

Secara materialnya, normatifnya, formalnya sampai kepada Spiritualnya dalam menembus ruang dan waktu itu, semua terjadi karena keikhlasan. Jadi saya mendefinisikan keikhlasan secara filsafat adalah keikhlasan perihal atau untuk semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam menembus ruang dan waktunya. Sehingga kejadian seperti hari kiamat pun merupakan keikhlasan jika itu sudah merupaka suratan takdir. Tetapi manusia bisa saja mengalami ketidakikhlasan meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Misal ketika sengaja minum obat overdosis, bisa saja dunia subjektifnya kemudian mempunyai 2(dua) matahari, matahari terbit dari selatan..dst. Itu adalah fenomena tidak ikhlas. Maka sebenar-benar tidak ikhlas adalah perbuatan unsur-unsurnya syaiton. Na’u dzubillah mindalik. Maka bangunlah hidup yang sebenar-benar sesuai dengan ruang dan waktu adalah dengan melakukan silaturahim, komunikasi, kemandirian dan hal lainnya dengan ikhlas agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar. 

Pertanyaan 4 dari Fitriani

Apa bedanya Para Dewa dengan Power Now?

Jawaban Beliau Bapak Prof Marsigit, M.A  

Ayam itu Dewanya Cacing
Cacing itu Dewanya Tanah
Kakak Dewanya Adeknya
Engkau Dewa dari Kendaraamu
Mentri merupakan Dewanya Dosen
Pengulu merupakan Dewa pernikahan

Maka sebenar-benar yang dimaksud para Dewa adalah subjeknya. Sehingga di dunia ini Amerika itu merupakan negara Dewa. Sama halnya dengan Rusia dan Cina merupakan negara para DEWA karena memiliki senjata nuklir yang dimana bisa atau mampu menghancurkan sebuah negara dengan senjata nuklirnya. Sehingga kumpulan ilmu politik, sosio politik, dan seterusnya jadilah istilah  POWER NOW yang dibuat oleh negara-negara dewa tersebut. Tingkatannya dari dimensi yang rendah meliputi Archaic, Tribal, Tradisional, Feudal, Modern, Pos Modern dan Power Now. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tribal adalah dewanya para Archaic, Tradisional adalah dewanya para Tribal, Feudal adalah dewanya para Tradisional, Modern adalah dewanya para Feudal dan Pos Modern adalah dewanya para Modern ..demikian seterusnya.

Dimulai dengan peradaban Archaic yang merupakan kehidupan manusia pada zaman batu kemudian Tribal yang merupakan masyarakat pedalaman dilanjutkan tradisional, modern dan Power Now. Istilah modern yang sebenarnya telah ada pada masa 1700an pada masa Rene Decrates pada masa kontemporer. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dewanya adalah Barat Obama sedangkan Power Now adalah kekuasaan dari negara Dewa tersebut. 

Pertanyaan 5 dari Nur Afni R N

Apa bedanya Power Now dengan Super Power?

Jawaban Beliau Bapak Marsigit M.A

Power Now itu digambarkan denga orang yang super maka tidak cukup kalau wajahnya cuma satu. Sehingga yang dilakukan oleh super power dalam perwayangan yaitu Prabu Arwana dengan banyak muka sehingga dikatakan Dasa Muka. Dasa muka meunjukkan hidup yang standar ganda. Jika mukanya satu maka standarnya satu kalau mukanya 10 maka standarnya 10 untuk memanipulasi ruang dan waktu. jangankan mukanya 10, orang yang mukanya 1 saja bisa punya banyak standar. Oleh karena itu, di daerah bergaul dengan negara-negara Super Power dan  sebagainya selalu menerapkan standar ganda. Dasa Muka sebagai lambang keburukan Prabu Rahwana; namun jangan dikira, hanya melalui kajian filsafatlah bahwa kita sebetulnya juga menemukan Prabu Ramawijawa (lambang kebaikan) akan mempunyai Dasa Muka dalam tanda petik. Dikarenakan khasanah kebaikan maka yang demikian tidak perlu diekspos supaya sopan dan santun terhadap ruang dan waktu. Jika Prabu Ramawijaya tidak mempunyai sifat Dasa Muka pula maka dia tidak akan mampu mengalahkan Prabu Rahwana. Maka sebenar-benar sifat Dasa Muka atau Multifacet adalah berdimensi dan berstruktur. Setiap manusia mempunyai fatal (takdir) dan potensi (ikhtiar) untuk bersifat multifacet. Maka multifacet adalah struktur dan dimensinya dunianya manusia masing-masing; tanpa itu maka manusia tidak akan mampu menembus ruang dan waktu.

Standar ganda merupakan dua sisi yang berlainan seperti disisi lain ingin membantu namun di sisi lain ingin mengambil keuntungan. Sehingga sebenarnya menggambarkan standar ganda dengan menggunakan kata ganda pun tidak cukup sehingga diganti Multi Standar. Di dalam dunia perwayangan, Dunia jahat dikalahkan oleh kebaikan diibaratkan dengan Prabu Wijaya yang dibantu oleh Hanoman. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidk boleh hanya berperan satu atau dua saja dalam hidup ini. Misanya mulfaset mimik wajah yeng bisa sedih dan gembira, cemberut, sendara dan sebagainya. Maka sifat multifacet atau sifat ganda atau standar ganda atau standar multiple sekalipun itu dapat negatif dapat positif. Standar ganda yang negatif seperti sifat Prabu Rahwana atau negeri Superpower; standar ganda positif adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Sebenar-benar standar ganda adalah kontradiktifnya filsafat; itulah sifat dunia.

Pertanyaan 6 dari Retno Kusuma Dewi

Bagaimanakah filsafat memandang perbedaan agama? 

Jawaban Beliau Prof Marsigit M.A

Perbedaan agama merupakan suatu hal yang berdimensi dan berlevel. Sesuai dengan tingkatannya yaitu Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Masing-masing mempunyai dimensi dan level yang sesuai dengan ruang dan waktu. Seperti halnya ibadah, seorang muslim tidak dapat mengajak seseorang yang beragama lain untuk mengikuti ibadah ke masjid, begitu juga sebaliknya. Ibadah jika diturunkan akan menjadi Ilmu-ilmu bidang seperti politik, tata negara. Dalam falsafah Pancasila terdapat monodualisme yaitu HABLUMMINALLAH yang merupakan hubungan antara makhluk denga makhluknya dan HABLUMMINANNAS meupakan hubungan dengan sesama manusia. Sehingga dalam Pancasila relevan mencerminkan bangsa Indonesia yaitu toleran yang meghargai perbedaan. 

Sebenar-benar manusia di bumi ini adalah tidak ada yang sama. Semua memiliki skope masing-masing yang membedakan antara yang satudengan yang lainya baik skope agama, keluarga, kuliah, tugas, fungsi dan sifat-sifat yang ADA dan MUNGKIN ADA. Semua memiliki budaya tersendiri. Budaya dapat menambah pengetahuan. Budaya yang satu dengan budaya yang lain dapat membentuk chemistri, dapat dipikirkan, dapat diinginkan dan dapat dilakukan. Maka kontradiksi itu hanya dipikiran saja namun tetaplah damai dalam hati.

Filsafat adalah dirimu sendiri, maka bangunlah dirimu sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih.

Wassalamualaikum wr.wb
         



194 comments:

  1. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Filsafat adalah diri kita sendiri. Jadikan, tidak ada yang bisa membaca pikiran kita. Sehingga kenapa orang yg berfilsafat selalu benar dan orang yang sedang belajar filsafat salah

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Setiap manusia merupakan pemimpin bagi dirinya dan orang lain. Setiap kepemimpinan pasti akan dimintai pertanggung jawaban terhadap hal yang dipimpin. Karena besarnya amanah dan tanggung jawab seorang pemimpin, maka tidak semua manusia mampu menjalankannya. Karenanya, memimpin harus ada asas yang diemban, agar kepemimpinan tidak menjadi kemudharatan bagi yang memimpin dan dipimpin. Asasnya pun harus benar dan sesuai fitrah manusia.

    Kepemimpinan dalam Islam memegang peranan penting. Bahkan, al-Ghazali menyebut, Islam dan kepemimpinan yang mewujud dalam bentuk kekuasaan ini seperti dua saudara kembar. Islam menjadi pondasi kehidupan, sedangkan kepemimpinan, dengan kekuasaan yang ada di dalamnya, ibarat penjaga (pengawal)-nya. Tanpa kekuasaan, dengan kepemimpinannya, Islam akan lenyap. Begitulah, peranan penting kekuasaan dengan kepemimpinannya dalam Islam.

    Maka, adanya kepemimpinan dalam Islam merupakan keniscayaan. Hukumnya pun wajib. Nabi menyatakan, “Idza kuntum tsalatan fi fallatin, fal yu’ammiru ahadukum.” (Jika kalian bertiga di suatu tempat, hendaknya salah seorang di antara kalian menjadi pemimpinnya). Hadits ini, juga hadits senada yang lainnya, menegaskan, bahwa setiap ada urusan bersama yang melibatkan banyak orang, maka harus ada yang memimpin urusan tersebut. Meski urusan itu mubah. Apalagi, jika urusan tersebut wajib. Karena itu, adanya kepemimpinan dalam Islam yang mengurus urusan bersama hukumnya wajib.

    Tidak hanya itu, Islam bahkan menetapkan, bahwa setiap orang adalah pemimpin, yang bertanggung jawab terhadap apa yang diamanahkan kepadanya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi, “Kullukum ra’in wakullukum mas’ul[un] ‘an ra’iyyatihi” (Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap urusan yang dimpimpinnya) (HR Muslim).

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Assalamu’alaikum

    Setelah membaca artikel ini saya dapat meyimpulkan bahwa sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, maka kita menemukan terminologi Kesadaran Hati. Maka dari itu maka kita sendiri yang harus membangun filsafat bagi dirimkita sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih. Tidak ada manusia yang bodoh didunia, mereka hanya belum belajar untuk dapat memahami ilmu tersebut.

    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  5. Indriyani Fatmi
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    13301244031

    Tidak ada yang salah, yang ada adalah belum mengetahui/mempelajari. Seseorang dikatakan bodoh karena dia belum berilmu, seseorang dikatakan cerdas karena dia telah mempelajari dan menerapkan ilmu-ilmu tersebut. Ada hal yang dianggap salah oleh orang lain, dan menurut diri sendiri itu benar namun sebenar-benarnya penilaian adalah penilaian dari Tuhan YME.

    ReplyDelete
  6. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Saya tertarik dengan pertanyaan Evvy Lusiana mengenai pandangan filsafat tentang pemimpin yang sesuai ruang dan waktu. Setelah membaca dan mendalami jawaban dari Bapak Prof. Marsigit M.A, saya mendapatkan pelajaran bahwa menjadi pemimpin yang baik harus memenuhi dimensi yang lebih tinggi maka pikiran lebih luas dan dalam serta pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Selain itu, menjadi pemimpin yang baik juga harus mampu mengelola sifat-sifatnya karena sifat pemimpin dianalogikan sebagai hubungan subyek dan predikat.

    ReplyDelete
  7. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Yang salah itu benar sesuai pada saatnya. Pada hari Senin, 24 Oktober 2016 pada pukul 08.00 dilaksanakan test yang ke-dua kalinya di kelas Pendidikan Matematika C 2013. Pada kenyataannya soal-soal yang diberikan memang semua terdapat di postingan Pak Marsigit, cuma sifatnya bersifat tersirat. Namun walaupun soal tersebut bersifat tersirat apabila membaca postingan beliau maka akan dapat mengerjakannya. Terdapat sedikit penyesalan yang saya rasakan pada test tadi, dikarenakan saya pernah membaca kata-kata yang diucapkan oleh Pak Marsigit namun lupa. Hal tersebut dikarenakan saya membacanya hanya sebatas membaca kurang memahami. Hasilnya adalah saya hanya mendapatkan nilai 8 dari skala 1-100. Hasil tersebut lebih meningkat daripada test pertama saya mendapatkan nilai 0. Ini adalah bukti bahwa salah itu benar pada saarnya. Benar apabila membaca dan memberikan komentar yang tepat untuk setiap postingan Pak Marsigit.

    ReplyDelete
  8. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Kalau membicarakan tentang spiritual memang merupakan suatu hal yang sensitif dan tak akan ada habisnya. Seburuk apapun sikap dan perilaku manusia di dunia, ada saatnya manusia tersebut akan menemui titik terendah dalam hidupnya. Karena hidup ini garis lurus dan siklik. Ada kalanya berada di atas dan ada kalanya berada di bawah. Tingkat ibadah seseorang akan menentukan bagaimana sikap dan perilaku setiap manusia di dunia, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Salah satu langkah beribadah yaitu berdoa. Berdoa adalah ketika seluruh urusan dunia tak terpikirkan oleh akal dan sepenuhnya hati berserah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Metode Pembelajaran dengan Metode Silaturahmi. Metode pembelajaran yang menarik, menurut pandangan saya metode silaturahmi akan menjadikan proses pembelajaran dari dua arah, jadi tidak ada Student Center ataupun Teacher Center, adanya hanyalah Student and Teacher Learning Center. Metode ini akan terjalin suatu keterikatan hubungan antara guru dan siswa secara harmonis. Tidak hanya itu metode silaturahmi juga bisa didapatkan hubungan antara siswa dengan lingkungan, siswa dengan buku, guru dengan siswa, guru dengan berbagai macam metode, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  10. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Menurut agama Islam, manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini. Khalifah ini dapat merusak dunia dengan tangannya sendiri. Khalifah dalam agama Islam artinya adalah pemimpin. Khalifah yang cerdas adalah pemimpin yang sesuai dan menembus dengan ruang dan waktu. Setiap manusia merupakan khalifah atau pemimpin untuk dirinya sendiri. Ketika akan mengendalikan suatu emosi, maka manusia tersebut sudah mengamalkan sifat kekhalifaan di muka bumi. Pemerintahan Indonesia memiliki pemerintahan Demokrasi, setiap pemerintahan memiliki suatu pemimpin. Sebagai rakyat Indonesia akan lebih baik apabila mengikuti setiap kebijakan dan aturan dari khalifah Indonesia, yaitu pemerintah.

    ReplyDelete
  11. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Pada kenyataanya apabila melakukan dengan suatu hal yang dipaksa akan mengakibatkan ketidakikhlasan pada dirinya. Namun, setelah adanya suatu aturan, paksaan, tuntutan dan kebiasan maka akan timbul suatu ritualitas atau kebiasaan. Apakah ketidakikhlasan dapat berubah menjadi suatu keikhlasan? Pada kenyataannya bisa terjadi. Namun, tingkat keihklasan seseorang itu tidak dapat diukur oleh panca indera manusia. Karena manusia terbatas oleh ruang dan waktu. Keikhlasan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Multifacet berarti sifat ganda yaitu misalkan perubahan mimik wajah. Lalu bagaimana dengan multifacet pada pergaulan atau sosialisasi dengan orang lain? Jawaban yang dapat saya tangkap dari postingan mengenai Prabu Ramawijaya ialah sifat multifacet merupakan sifat baik. Namunmemiliki struktur dan berdimensi. Dapat diartikan bahwa pada saat bersosialisasi ada kalanya menyesuaiakan diri dengan lingkungan sosialisasi. Artinya bahwa dimana dia berpijak disana lah dia akan menanam suatu kebaikan. Kasarannya adalah dikala sedang berada di masjid posisikan diri bagaimana sepatutnya menjadi seorang muslimah yang berada di masjid, jika berada di sekolah posisikan diri bagaimana menjadi seorang pelaku pendidikan yang tepat. Jadi manusia memiliki sifat adaptif.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Di Indonesia menganut fisafat Pancasila, di dalam Pancasila telah disebutkan pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya adalah Filsafat Indonesia saja sudah menyebutkan bahwa Indonesia mengakui dan menghargai berbagai macam aliran agama. Setiap agama percaya akan adanya Tuhan. Hal tesebut dapat dituangkan dalam setiap ibadah yang masing-masing lakukan. Yang ada hanyalan sebagai manusia yang memiliki filsafat Pancasila maka tetap saling menghargai dan tetap saling bersatu demi negara Indonesia.

    ReplyDelete
  15. Calva Ananta Dominikus Matutina
    13301241061
    Pend. Matematika I 2013

    "Karena dalam berpikir, seseorang memiliki batas yaitu Spiritual". Pernyataan tersebut memberikan saya pemahaman bahwa berpikir pun memiliki kapasitasnya tersendiri. Sehingga 'hati' mengambil peran di luar kapasitas 'berpikir'. Saya beberapa kali berbincang dengan rekan yang memiliki kecenderungan untuk memunculknan logika dalam segala hal. Saya menyadari bahwa ketika kita dapat memanfaatkan peran 'hati' dalam melengkapi daya hidup kita, mungkin seluruh umat manusia dapat menjalani hidup yang bahagia. Hanya mungkin tidak semua orang dapat meletakkan porsi 'hati' dengan baik dan benar, sehingga perlu penyesuaian di sana-sini.

    ReplyDelete
  16. Muhammad Aly Sa'id
    13301244007
    Pend Matematika I 2013

    Setiap kali saya membaca postingan ini, selalu teringat ungkapan Prof MArsigit bahwa piknik merupakan kegiatan menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  17. Muhammad Aly Sa'id
    13301244007
    Pend Matematika I 2013

    Metode Pembelajaran dengan Metode Silaturahmi. Metode pembelajaran yang menarik, menurut pandangan saya metode silaturahmi akan menjadikan proses pembelajaran dari dua arah, jadi tidak ada Student Center ataupun Teacher Center, adanya hanyalah Student and Teacher Learning Center. Metode ini akan terjalin suatu keterikatan hubungan antara guru dan siswa secara harmonis. Tidak hanya itu metode silaturahmi juga bisa didapatkan hubungan antara siswa dengan lingkungan, siswa dengan buku, guru dengan siswa, guru dengan berbagai macam metode, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  18. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    Pendidikan Matematika I 2013

    Fallibisme itu baik. Baik digunakan oleh semua pendidik. Salah adalah benar dalam filsafat. Di dunia pendidikan Indonesia, banyak anak ataupun siswa pasif di dalam kelas. Bukan maksud menyalahkan, hanya saja ketika siswa bertanya atau menjawab pertanyaan, beberapa guru langsung menghentikan rasa ingin tahunya. Entah dengan menyalahkan pertanyaannya ataupun mengejek karena tidak bisa menjawab.
    Maka fallibisme itu baik. Salah dalam belajar adalah benar. Tidak ada salah dalam belajar. Salah merupakan proses dari belajar.

    ReplyDelete
  19. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika saya membaca postingan ini, awalnya saya bingung dengan kalimat “anak yang melakukan kesalahan merupakan kebenaran dalam filsafat” namun setelah saya melanjutkan membacanya, saya merasa sedikit lebih paham mengapa salah itu dianggap benar dalam filsafat, hal ini dikarenakan adanya faham Fallibilisme yang menyatakan bahwa “salah itu benar dalam filsafat”.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/PMA 2013

      dan yang benar itu salah. Menurut saya Indra Kusuma Wijayanti filsafat itu, menuliskan apa yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang kita tuliskan

      Delete
    2. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/PMA 2013

      Oleh sebab itu, jelas bahwa kita tidak akan pernah menggapai pemikiran orang yang satu dengan yang lainnya

      Delete
  20. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Adanya faham Fallibilisme ini dapat membantu objek dari ketersemena-menaan subjeknya, dapat membantu siswa dari ketersemena-menaan gurunya. Terkadang jika siswa menjawab pertanyaan dari gurunya salah, bukan berarti mutlak kesalahan siswanya, bisa jadi memang gurunya yang kurang jelas dalam menyampaikan materi pelajarannya. Jadi seorang guru tidak boleh langsung menyalahkan siswanya, guru juga harus selalu belajar memahami bagaimana siswa belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ridwan Agung kusuma
      13301241018
      Pend. Matematika A 2013

      Saya setuju dengan pendapat Ferida Dwi Prasetyoningrum bahwa Adanya faham Fallibilisme ini dapat membantu objek dari ketersemena-menaan subjeknya, dapat membantu siswa dari ketersemena-menaan gurunya.

      Delete
  21. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika seorang siswa dapat berfikir isomorfis dengan gurunya, maka proses belajar mengajar di dalam kelas akan berjalan secara optimal. Karena berfikir isomorfis merupakan pemikiran yang sepadan yang menggambarkan pemetaan satu-satu, sehingga apa yang dipikirkan oleh siswa akan sama dengan apa yang dipikirkan oleh gurunya.

    ReplyDelete
  22. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, karena seorang pemimpin harus memiliki sifat yang bijaksana, bertanggung jawab, dan amanah. Seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada orang yang dipimpin. Seorang pemimpin juga tidak boleh semena-mena terhadap orang yang dipimpin.

    ReplyDelete
  23. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Belajar menerima segala sesuatu dengan ikhlas memang tidak mudah, karena pada dasarnya manusia memang selalu mementingkan egonya masing-masing, namun bukan tidak mungkin jika kita mau terus belajar meningkatkan spiritual kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Semoga keikhlasan kita akan selalu meningkat dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  24. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dengan membaca postingan ini, saya mendapat pengetahuan baru mengenai istilah power now yang sebelumnya belum saya ketahui. Power now merupakan kekuasaan dari negara Dewa seperti Amerika, Rusia, dan Cina yang memiliki senjata nuklir sehingga dapat dengan mudah menghancurkan negara lain. Terima kasih Prof. Marsigit atas pengetahuan barunya.

    ReplyDelete
  25. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Memiliki sifat multifacet tidak selamanya buruk asalkan kita mampu menempatkannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Multifacet juga dapat memberikan pengaruh yang positif jika kita meletakannya dengan tepat dan sesuai porsinya.

    ReplyDelete
  26. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada hakikatnya manusia di dunia ini tidak ada yang sama, mereka memiliki karakteristik yang berbeda-beda, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka sebagai sesama manusia, kita tidak boleh merendahkan orang lain hanya karena kita melihat kekurangan orang tersebut, sedangkan kita tidak mengetahui kelebihannya. Karena memang 1 keburukan seseorang biasanya akan lebih terlihat daripada 10 kebaikan orang tersebut.

    ReplyDelete
  27. Ferida Dwi Prasetyoningrum
    13301241052
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu adalah dirimu sendiri. Saya masih belum paham dengan kalimat tersebut, dan saya juga merasa bingung ketika mendapat tes jawab singkat, namun jawaban dari anak satu kelas tidak ada yang benar dan semuanya mendapat nilai nol. Mohon penjelasannya lagi pak, terima kasih.

    ReplyDelete
  28. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika

    Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Marsigit yang telah bersedia membagi ilmu dengan memposting artikel Menembus Ruang dan Waktu yang dapat saya jadikan sebagai salah satu sumber belajar untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas.

    ReplyDelete
  29. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan kalimat bahwa “SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT” jadi janganlah tergesa menyalahkan anak jika Salah dalam menjawab pertanyaan. Hal tersebut menjadi nasihat besar bagi pendidik dan calon pendidik. Janganlah tergesa-gesa dan mudah menyalahkan peserta didik dalam menjawab, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu alasan dalam memilih jawaban tersebut. Bisa jadi yang melakukan kesalahan bukan si anak namun gurunya dalam menyampaikan ilmu kepada anak dan pemahaan anak yang mengalami kesalahpahaman.

    ReplyDelete
  30. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah membaca postingan di atas aya juga tertarik dengan pernyataan “MENYADARI BAHWA AKU BELUM FAHAM ITU PENTING”. Hal tersebut menunjukan bahwa faktor intern dalam diri sendiri dalam belajar sangatlah penting. Apabila semua orang menyadari hal tersebut maka semua orang akan haus akan ilmu sehingga dimanapun dan kapanpun akan selalu belajar tidak pandang usia. Apabila hal tersebut terjadi di Indonesia maka salah satu tujuan negara Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan tercapai dengan optimal.

    ReplyDelete
  31. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam kehidupan terkadang multifacet dipentingakan saat kita menghadapi situasi tertentu. Namun dalam bertindak multifacet dibutuhkan kebijaksanaan agar tidak digunakan untuk hal-hal yang merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  32. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Assalamu’alaikum
    Setelah membaca artikel ini saya dapat meyimpulkan bahwa sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, maka kita menemukan terminologi Kesadaran Hati. Maka dari itu maka kita sendiri yang harus membangun filsafat bagi dirimkita sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih. Tidak ada manusia yang bodoh didunia, mereka hanya belum belajar untuk dapat memahami ilmu tersebut.
    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  33. Defy Kusumaningrum
    13301241022 / Pend.Mat.A 2013

    Dalam filsafat, makna BENAR dan SALAH tidak bisa diartikan dalam satu artian. Banyak kemungkinan didalamnya. Salah belum tentu salah, benar belum tentu benar, salah belum tentu benar, benar belum tentu salah. Sehingga apa yang menurut kita benar, belum tentu itu benar dalam arti yang sebenarnya, begitupun dengan salah.

    ReplyDelete
  34. Hermadeta Widya Septiani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241040

    Manusia terkadang lupa bahwa dirinya teramat sombong. Hingga tak menyadari saat berperilaku sombong. Tes cepat yang diadakan oleh Pak Marsigit menyadarkan saya bahwa saya tidak benar – benar tahu dan sombong merasa tahu. Karena kebenaran belum tentu benar dan salah belum selalu salah. Namun, yang perlu kita sadari adalah masih ada langit di atas langit.

    ReplyDelete
  35. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Menyadari bahwa kita belum paham itu penting, karena sebagai manusia adalah sangat tidak mungkin bagi kita untuk memahami segala sesuatu dengan benar. Sehingga ketika kita membuat kesalahan dalam memahami maka itu adalah hal yang wajar sesuai prinsip fabilisme yang dapat dikatakan bahwa salah itu benar, karena kesalahan berarti kita membenarkan bahwa kita belum paham atau mengerti. Perlu diingat bahwa belum paham /mengerti bukan berarti bodoh karena sebenar-benarnya manusia tidak ada yang bodoh dan pintar yang ada hanyalah seseorang yang lebih mengerti dari pada yang lain tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  36. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dengan adanya paham fallibilisme, anak yang melakukan kesalahan merupakan sebuah kebenaran dalam filsafat. Karena dalam filsafat salah itu benar. Jadi jangan tergesa gesa menyalahkan anak atau siswa ketika salah menjawab suatu pertanyaan, Karena jika dia belum belajar dan salah menjawab pertanyaan maka itu benar.

    ReplyDelete
  37. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Maka faham Fallibilisme adalah aliran filsafat yang sangat berguna melindungi objek dari kesemena menaannya sibjeknya. Dan untuk melindungi siswa dari ketersemenaan guru. Kalau seorang guru belum memberi fasilitas belajar, pengalaman belajar, maka jangan berharap siswanya akan menjawab benar dari setiap pertanyaannya.

    ReplyDelete
  38. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Maka, diadakannya tes filsafat adalah agar seseorang dapat rendah hati dalam bidang keilmuannya. Rendah hati bukan sama dengan rendah diri, tetapi agar seseorang tidak merasa sombong dalam menuntut ilmu. Dan perlu disadari bahwa di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  39. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika seorang siswa dapat berfikir isomorfis dengan gurunya, maka proses belajar mengajar di dalam kelas akan berjalan secara optimal. Karena berfikir isomorfis merupakan pemikiran yang sepadan yang menggambarkan pemetaan satu-satu, sehingga apa yang dipikirkan oleh siswa akan sama dengan apa yang dipikirkan oleh gurunya.

    ReplyDelete
  40. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu yang baik, yang di analogikan sebagai hubungan antara subyek dan predikat. Pemimpin adalah subyek yang memimpin para predikat. Masing masing dari diri kita adalah pemimpin dari sifat-sifat kita masing-masing.

    ReplyDelete
  41. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Berpikir isomorfis. Jika kita ingin belajar filsafat dengan pak Marsigit, cara yang dapat kita lakukan adalah dengan mempelajari pikiran-pikiran beliau. Dengan berpikir isomorfis, masing-masing saling berusaha meningkatkan kesepahaman sehingga yang ada dalam pikiran beliau juga ada dalam pikiran kita, dan sebaliknya. Namun sebagai manusia, kita tidak dapat mencapai isomorfisma absolut karena keterbatasan yang dimiliki. Manusia hanya berusaha menggapainya karena sebenar-benar sifat absolut hanyalah milik Allah semata.

    ReplyDelete
  42. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Satu lagi ilmu yang saya dapatkan dari blog ini mengenai Fallibilisme. Suatu prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Hal yang mungkin menurut kita “salah”, ternyata “benar” dalam filsafat. Konsep ini mengajarkan kita sebagai seorang calon guru untuk dapat bertindak bijaksana dan tidak semena-mena terhadap kemampuan siswa yang masih kurang. Jadi kita tidak boleh tergesa menyalahkan anak jika salah dalam menjawab pertanyaan. Karena jika dia belum belajar, maka jawabannya yang salah menjadi benar dalam keadaannya.

    ReplyDelete
  43. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Postingan tersebut berupa pertanyaan-pertanyaan mahasiswa dan jawaban Pak Marsigit yang dapat menambah wawasan kita tentang filsafat. Hal-hal yang dapat kita ketahui dari postingan diatas adalah :
    -Pandangan Filsafat tentang nilai jelek dalam filsafat :
    Mendapatkan nilai yang jelek adalah benar dalam filsafat, hal ini sesuai dengan paham fallibilisme yang dapat diartikan kita sebagai pendidik ketika mendapatkan “anak melakukan kesalahan” maka hal itu merupakan “kebenaran dalam filsafat. Jadi jangan tergesa menyalahkan anak ketika menjawab salah, bisa saja anak belum belajar sehingga yang dianggapnya benar ternyata salah dalam keadaan sebenarnya.
    Untuk meningkatkan nilai mahasiswa dalam filsafat, maka mahasiswa perlu memperbanyak bacaan agar nantinya dapat berpikir isomorfis. Berpikir isomorfis merupakan pemikiran yang sepadan yang menggambarkan pemetaan satu-satu.
    -Pandangan filsafat tentang pemimpin yang sesuai ruang dan waktu :
    Pemimpin adalah subyek, tugasnya sebagai pemimpin para predikat. Maka masing-masing dari kita adalah pemimpin dari sifat kita masing-masing. Menjadi pemimpin yang baik harus memenuhi dimensi yang lebih tinggi maka pikiran lebih luas dan dalam serta pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Secara fisik pemimpin harus kuat. Seorang pemimpin yang ideal perlu mengamalkan ayat-ayat spiritualitas kepemimpinan yang ada.
    -Cara menembus ruang dan waktu dengan ikhlas :
    Keikhlasan merupakan kodrat Tuhan sehingga jalani hidup sesuai kodratnya, contohnya membangun hidup dengan melakukan silaturrahmi, komunikasi, kemandirian, dan hal lainnya dengan ikhlas agar dapat menembus ruang dan waktu dengan benar.
    -Perbedaan Para Dewa dengan Power Now :
    Dewa itu subjeknya dan Power Now itu adalah kekuasaannya.
    -Filsafat memandang perbedaan agama :
    Perbedaan agama merupakan suatu hal yang berdimensi dan berlevel. Masing-masing mempunyai dimensi dan level yang sesuai dengan ruang dan waktu.
    Itulah yang dapat kita ketahui dari postingan tersebut, namun disini saya masih bingung dengan perbedaan Power Now dengan Super Power sehingga timbul pertanyaan pada diri saya. Untuk Pak Marsigit, apakah bisa dikatakan bahwa Power Now itu subjeknya dan Super Power itu adalah perannya?

    ReplyDelete
  44. Annisa Nur Arifah
    13301241011
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan penjelasan dari Bapak terkali pertanyaan nomor 1, dari sini saya dapat mengetahui bahwa yang salah belum tentu salah, namun salah juga bisa berarti benar. Seperti yang telah dijelaskan oleh Bapak, hal ini juga harus diterapkan ketika kita menghadapi murid yang berlaku salah, kita kembalikan lagi ke alasan mengapa siswa itu salah, karena alasan itu bisa menjelaskan apakah salah itu salah atau salah itu benar. Dari sini kita diingatkan lagi untuk terus berintrospeksi untuk mendapatkan suatu kebenaran.

    ReplyDelete
  45. Umi Arismawati
    1301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sangat setuju dengan peryataan "“ANAK YANG MELAKUKAN KESALAHAN” merupakan “KEBENARAN DALAM FILSAFAT” karena berdasarkan faham Fallibilisme tersebut Beliau Bapak Marsigit menyebutkan bahwa “SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT” jadi janganlah tergesa menyalahkan anak jika Salah dalam menjawab pertanyaan". Sebagai seorang guru jangan menyalahkan anak yang salah suatu soal. Kita harus merefleksi pembelajaran yang telah kita sebagai guru berikan kepada siswa. Apakah kita sudah benar dalam memberikan penjelasan dan sudah memfasilitasi siswa dalam menerima embelajaran. Karena ketika guru tidak memberikan fasilitas yang cukup dalam pembelajaran, maka suatu kebenaran bahwa siswa akan menjawab salah dalam materi yang guru berikan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  46. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    benar atau salah di dalam mempelajari filsafat itu adalah tidak ada, yang ada adalah sesuai atau tidaknya dimensi ruang dan waktu. antara dimensi ruang dan waktu adalah 3 hal yang sangat berkaitan dalam literatur kehidupan. memahami ketiga hal ini dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang dalam memandang permasalahan sesuai dengan keadaan.ruang dan waktu membuat seseorang bersikap dan berpikir secara arif dalam memandang kehidupan,sedang dimensi membuat seseorang memahami keadaan dan kemampuan dirinya.

    ReplyDelete
  47. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini. Khalifah ini dapat merusak dunia dengan tangannya sendiri. Khalifah dalam agama Islam artinya adalah pemimpin. Khalifah yang cerdas adalah pemimpin yang sesuai dan menembus dengan ruang dan waktu. Setiap manusia merupakan khalifah atau pemimpin untuk dirinya sendiri. Ketika akan mengendalikan suatu emosi, maka manusia tersebut sudah mengamalkan sifat kekhalifaan di muka bumi. Pemerintahan Indonesia memiliki pemerintahan Demokrasi, setiap pemerintahan memiliki suatu pemimpin. Sebagai rakyat Indonesia akan lebih baik apabila mengikuti setiap kebijakan dan aturan dari khalifah Indonesia, yaitu pemerintah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 201

      pernyataan "ebagai rakyat Indonesia akan lebih baik apabila mengikuti setiap kebijakan dan aturan dari khalifah Indonesia, yaitu pemerintah" tidak mencerminkan demokrasi

      Delete
    2. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/PMA 2013

      Saya Indra Kusuma Wijayanti setuju dengan Ferida Dwi Prasetyoningrum, namun, demokrasi yang baik adalah yang tidak pula mengganggu ketenangan atau urusan orang lain. tidak mengikuti setiap aturan pemerintah boleh-boleh saja, asal tidak rusuh

      Delete
  48. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika c 2013

    Perbedaan agama merupakan salah satu keserasian kehidupan yang sangat indah, dengan adanya perbedaan agama, manusia akan belajar rasa toleransi yang tinggi.

    ReplyDelete
  49. Chairul Amri
    13301244019
    Pendidikan Matematika c 2013

    Perbedaan agama merupakan salah satu keserasian kehidupan yang sangat indah, dengan adanya perbedaan agama, manusia akan belajar rasa toleransi yang tinggi.

    ReplyDelete
  50. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Filsafat merupakan ilmu yang mengkaji pola pikir manusia. Dimana manusia dapat menjadi subjek (pelaku kegiatan berpikir) dan objek (bahan pemikiran). Sasaran kajian filsafat adalah pola pikir manusia yang mana pola pikir tersebut menentukan sikap dan perilaku manusia. Kajian filsafat itu tidak menyentuh objeknya secara langsung. Manfaat mampelajari filsafat ialah untuk mengatasi berbagai problem yang ada pada masyarakat (human construction).

    ReplyDelete
  51. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sikap dan perilaku seseorang itu tidak serta merta dipengaruhi oleh objeknya tetapi dipengaruhi oleh pola pikir dan dan pandangannya.Dalam beberapa hal, pandangan manusia tentang suatu objek atau persoalan sangat ditentukan oleh pandangan lain yang dianggapnya punya otoritas atau lebih otoritatif.Rekonstruksi adalah proses menata satu persatu anasir suatu persoalan, kemusian mengolahnya pada pikiran sehingga timbul pemikiran yang utuh.

    ReplyDelete
  52. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Filsafat adalah proses dan apa yang ada pada pikiran manusia. Maka dengan adanya Fallibilisme yang merupakan prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah adalah hal yang sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada objek atas kesemena-menaan subjeknya. Sehingga yang dapat dipelajari dari ini adalah seorang guru tidak dapat menyalahkan siswanya ketika mereka tidak dapat mengerjakan soal ketika guru tidak memberikan fasilitas kepada siswanya, pun begitu juga siswa tidak boleh hanya bersembunyi atas konsep fallibilisme dengan tidak belajar dari fasilitas yang sudah guru berikan.

    ReplyDelete
  53. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Rendah hati tidaklah sama dengan rendah diri. Rendah hati dimaksudkan tidak sombong dalam menuntut ilmu. Manusia terkadang lupa dengan dirinya dan menganggap dirinya paling hebat, padahal benar bahwa diatas langit masih ada langit, yang mana berarti bahwa kesombongan hanya akan membuat manusia cepat merasa puas dan menuntut ilmu tidak dengan hati namun dengan pikiran menurut pandangan orang lain.

    ReplyDelete
  54. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Menurut saya metode pembelajaran silaturakhim memberikan kita perasaan butuh satu sama lain antara guru dan siswa, dimana hal ini akan memberikan dampak tidak hanya student center saja dan tidak hanya teacher center saja namun ada sebuah timbal balik antara guru dan siswa dalam pembelajaran, dan sepertinya itu akan menarik.

    ReplyDelete
  55. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    hal pertama yang sangat menarik bagi saya ada judul dari tulisan ini, yaitu mengenai ruang dan waktu. hal itu mengingatkan saya pada perkuliahan beberapa waktu lalu yang membahas tentang sebenar-benarnya hidup tergantung pada tuang dan waktu.

    ReplyDelete
  56. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    dalam filsafat, salah adalah benar. faham fallibilisme adalah faham yang menyatakan bahwa salah adalah benar (dalam filsafat). awalnya saya kurang paham mengenai pernyataan "salah adalah benar", namun setelah saya baca ulang, saya menjadi sedikit lebih paham.

    ReplyDelete
  57. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    faham fallibilisme ini sangat baik jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia pendidikan. penyataan "anak yang melakukan kesalahan merupakan kebebaran dalam filsafat" dapat dikaitkan dalam dunia pendidikan ketika seorang murid menjawab pertaan dari guru atau memberikan pendapat yang salah bisa jadi murid itu benar. sebagai seorang guru yang bijak sebaiknya tidak langsung menyalahkan murid karena pemikiran orang berbeda-beda termasuk pemikiran guru dan murid.

    ReplyDelete
  58. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat menemui ruang dan waktu. Berpikiran filsafat itu luas dan mendalam, sehingga menembus ruang dan waktu. Pembahasannya pun tergantung konten yang dibicarakan. Dalam konten kepemimpinan, pemimpin tidaklah sama dengan orang biasa. Ketika orang disebut sebagai pemimpin, maka konsekuensinya ada orang yang dipimpin, dan Keduanya ada interaksi. Seperti orang yang sedang mengembala, haruslah mengerti dengan yang digembalaannya. Jadi menjadi seorang pemimpin memiliki beban tambahan untuk mengerti, memahami, meramut, dan mengayomi yang dipimpin

    ReplyDelete
  59. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    rendah hati atau tidak sombong dalam menuntut ilmu sangat diperlukan. karena sebenar-benarnya yang menutup hati adalah kesombongan dan sumber dari kesombongan adalah ego. selain itu, saya ingat diperkuliahan beberapa waktu yang lalu ada pernyataan Bapak Marsigit yaitu sebenar-benar hidup adalah interaksi antara puas dan tidak puas. dalam konteks menuntut ilmu, tentu kita jangan cepat merasa puas. hal itu merupakan pembelajaran tersendiri bagi saya supaya semangat dalam menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  60. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    dalam proses pembelajaran, berfikir isomorfis sangat diperlukan. pembelajaran dikelas akan berjalan secara optimal jika apa yang dipikirkan oleh siswa sama dengan apa yang dipikirkan oleh gurunya. hal itu akan terjadi jika siswa dapat berfikir secara isomorfis.

    ReplyDelete
  61. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    metode pembelajaran silaturahmi adalah metode yang sangat menarik. metode ini merupakan metode dua arah yang menjadikan adanya keterkaitan antara guru dan murid. tidak hanya berpusat pada murid atau berpusat pada guru, metode pembelajaran silaturahmi berpusat pada keduanya. hal ini tentu sangat baik jika diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas.

    ReplyDelete
  62. Yudita Rasma Aminati
    13301241081
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    ilmu filsafat adalah ilmu yang membingungkan bagi saya. Bapak Marsigit pernah mengatakan bahwa filsafat adalah dirimu sendiri. menurut aaya, setiap orang memiliki pemikiran ya g berbeda-beda, mungkin ada yang sama, tetapi tidak semua. oleh karena itu jawaban filsafat setiap orang mengenai sesuatu tentu berbeda-beda (jika ada yang sama pun tidak semua sama jawabannya)

    ReplyDelete
  63. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat adalah dirimu sendiri dan yang ada dan mungkin ada. Menjadi pemimpin merupakan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab yang sesuai ruang dan waktu. Semua manusia adalah pemimpin bahkan menurut dalam Islam manusia sebagai kholifah yang artinya pemimpin. Pemimpin disini tak selalamanya diartikan sebagai atasan dengan anggotanya. Pemimipin bisa juga dianalogikan seperti halnya kita memimpin diri kita sendiri agar terjadi sinkronisasi antara akal, hati, dan pikiran.

    ReplyDelete
  64. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Tertarik dengan pertanyaan no 3 yang menanyakan bagaimana agar dapat menembus ruang dan waktu. Melakukan sesuatu dikatakan ikhlas apabila secara lahiriah dan batiniah tidak timbul sesuatu dengan unsur paksaan dan dilaksanakan semata-mata tak terkecuali untuk melaksanakan perintahNya.

    ReplyDelete
  65. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Kembali ke pertanyaan awal yaitu no 2 dari pernyataan Prof jika digali metode pembelajaran dengan Metode Silaturakhim. Sepertinya sangat menarik jika di Indonesia menerapkan metode silkaturahim dalam pembelajaran. Maka akan tercipta sebuah pembelajaran yang lebih mengutamakan rasa kebersamaan terlebih tidak ada rasa persaingan antara siswa, mencontek, dan pembelajaran yang diajarkan akan menjadikan siswanya untuk berikhtiar baik secara batin dan fisik agar dapat menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  66. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  67. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah membaca artikel ini, saya setuju dengan pernyataan bahwa "Maka dalam menjalani hidup ini khususnya pemimpin haruslah berhati-hati tidak boleh semena-mena menjatuhkan sifat orang yang dipimpin, karena sifat yang dijatuhkan jika tidak tepat, maka dampaknya bisa sangat besar bagi objeknya". Demikian juga kita sebagai calon guru, sebaiknya kita tidak menjatuhkan sifat-sifat kepada muridnya karena apabila sifat itu tidak cocok dengan keadaannya dapat mempengaruhi psikologi murid.

    ReplyDelete
  68. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Assalamu’alaikum
    Setelah membaca artikel ini saya dapat meyimpulkan bahwa sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, maka kita menemukan terminologi Kesadaran Hati. Maka dari itu maka kita sendiri yang harus membangun filsafat bagi dirimkita sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih. Tidak ada manusia yang bodoh didunia, mereka hanya belum belajar untuk dapat memahami ilmu tersebut.

    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  69. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Saya setuju dengan pernyataan sebenar-benar manusia di bumi ini adalah tidak ada yang sama. Semua memiliki skope masing-masing yang membedakan antara yang satu dengan yang lainya baik skope agama, keluarga, kuliah, tugas, fungsi dan sifat-sifat yang ADA dan MUNGKIN ADA. Jadi perbedaan agama itu suatu yang berdimensi dan berlevel

    ReplyDelete
  70. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Seburuk apapun sikap dan perilaku manusia di dunia, ada saatnya manusia tersebut akan menemui titik terendah dalam hidupnya. Karena hidup ini garis lurus dan siklik. Ada kalanya berada di atas dan ada kalanya berada di bawah.

    ReplyDelete
  71. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Setelah 2x saya membaca postingan ini, saya sadar bahwa manusia tidak bisa terlepas dari ruang dan waktu. Matipun kita masih berada di ruang dan waktu. Karena fungsi dari manusia adalah ruang dan waktu

    ReplyDelete
  72. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Di dalam filsafat salah itu benar, hal ini karena semua hal terkait dengan ruang dan waktu, maka menjawab salah itu adalah benar ketika kita belum mengetahui jawaban yang benar. Nilai yang jelek dari hasil menjawab pertanyaan dengan salah itu merupakan contoh dari Fallibilisme, yaitu prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah.

    ReplyDelete
  73. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Berdasarkan pertanyaan tentang filsafat dalam memandang perbedaan agama, bangsa Indonesia sudah mencerminkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan setiap orang yang menganut agama. Selain itu, masyarakat juga sudah bertoleransi satu sama lain tentang perbedaan budaya karena dengan perbedaan, maka akan tercipta keanekaragaman.

    ReplyDelete
  74. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Filsafat adalah ilmu kita sendiri, maka kita sendiri yang harus membangun diri kita sendiri dengan memperbanyak bacaan yang dipilih. Oleh karena itu, kita harus memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan kita dengan belajar dimana pun dan kapan pun. Sebagai calon guru, hendaknya kita juga sudah mempunyai kebiasaan untuk selalu mempunyai sifat ingin terus belajar memperkaya ilmu supaya sifat tersebut dapat kita turunkan kepada anak didik kita. Dengan demikian, peserta didik kaya akan ilmu karena rajin membaca dan belajar.

    ReplyDelete
  75. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Benar dan salah dalam filsafat sebenarnya tergantung ruang dan waktunya, benar bisa saja menjadi salah dan salah bisa saja menjadi benar, tergantung dengan dari mana sisi menerimanya dan dari mana memahaminya, seperti halnya angka 9 yang di lihat dari dua sisi, maka jika ada dua oran melihat angka 9 sembilan tersebut satu dari atas satu dari bawah maka,yang satu akan mengatakan bahwa itu angka 9 dan yang satu lagi akan mengatakan bahwa itu angka 6, lalu siapa yang benar dan siapa yang salah? keduanya benar dan keduanya salah karena memberikan kesimpulan hanya dari sudut pandangnya sendiri, tanpa memikirkan sudut pandang orang lain.

    ReplyDelete
  76. SHALEH/S3 PEP/2016/KELAS A
    NIM: 16701261010

    Perkembangan power now adalah sebuah keniscayaan yang perlu disikapi positif dengan memanfaatkannya sebagai sarana penguatan spiritul dan membangun kedekatan dengan Sang Maha Ada. Praktisnya, sarana canggih dapat yang kita miliki dapat digunakan sebagai sarana pengingat waktu-waktu beribadah, alat untuk mengkaji dan mendalami Kitab Suci, wahana untuk menyebarkan da’wah, dan saranana untuk menyemaikan kedamaian.

    ReplyDelete
  77. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Berpikir isomorfis, berpikir satu-satu. Setiap masalah tidak hanya dipikirkan dari satu sisi, melainkan dipikirkan dari segi sisi yang lainnya. Tentunya hal tersebut akan membuat setiap masalah dapat teratasi dan terselesaikan sesuai dengan solusi yang tepat. Berpikir isomorfis juga akan membuat manusia sadar bahwa sepintar-pintar manusia akan sama derajatnya dihadapan Allah SWT

    ReplyDelete
  78. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    do’a adalah ketika kita hijrah dari kesadaran doa menuju kesadaran hati. Memang benar bahwa dengan berdoa seluruh raga dan jiwa serasa melayang, terdapat hubungan yang intim anatara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Saat jiwa raga mulai lelah dengan urussan dunia, baru kemudian manusia merasa membutuhkan Tuhan, berulang kali saya merasakan hal tersebut. Yang nantinya akan membuat manusia menjadi tinggi hati. Dengan filsafat merasakan perubahan bagaimana manusia sebagai ciptaan Tuhan yang kecil seperti debu udara

    ReplyDelete
  79. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Didalam filsafat salah itu benar karena belum mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, siswa ketika menjawab soal semua jawabannya adalah benar menurut siswa tersebut, tetapi belum tentu menurut gurunya, dan untuk menjadi benar dalam keduanya maka dibutuhkan suatu proses untuk mengubah “salah itu benar” ke “salah menjadi benar”.

    ReplyDelete
  80. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sifat rendah hati memang sangat penting dimiliki oleh manusia, bahkan seorang yang sudah berilmu juga harus rendah hati terhadap ilmu itu sendiri.

    ReplyDelete
  81. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan sifat rendah hati terhadap ilmu seorang yang berilmu akan terus mencari ilmu dan tidak akan pernah puas terhadap ilmu yang sudah dimiliki. Ketidakpuasan terhadap ilmu bukanlah sesuatu yang buruk, karena dengan ketidakpuasan ini manusia akan terus mencari ilmu yang belum dia miliki.

    ReplyDelete
  82. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Sehingga manusia dalam hidupnya harus terus menjadi lebih baik bukan hanya setiap hari tetapi setiap waktunya.

    ReplyDelete
  83. Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    13301241064
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ketidaksempurnaan manusia memang harus selalu disyukuri, tetapi ada ketidaksempurnaan yang juga membuat manusia termotivasi untuk melakukan sesuatu secara sempurna. Misalkan orang yang cacat fisik, akan termotivasi dan menunjukkan kepada dunia bahwa dibawah ketidaksempurnaannya dia masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

    ReplyDelete
  84. SHALEH
    S3/PEP/2016
    NIM: 16701261010

    Berfilsafat adalah sebuah upaya menembus ruang dan waktu, berolah pikir untuk menjawab tantangan kehidupan yang ada demi meraih jalan keluar dari batas-batas ruang dan waktu itu sendiri. Sehingga semakin banyak berolah pikir, maka akan dimungkinkan menghasilkan semakin banyak solusi.

    ReplyDelete
  85. Orang yang bèrfilsafat sopan terhadap ruang dan waktu
    Miftahir Rizqa
    PeP Kelas A
    16701261027

    ReplyDelete
  86. Miftahir Rizqz
    PEP S3 KELAS A
    16701261027
    manusia mempunyai potensi positif dan negatif. Gunakanlah potensi positif untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Potensi positif dan negatifqq berasal dari pikiran. Pikiran berdimensi, yang dilihat berdimensi dan yang dipikirkan berdimensi.

    ReplyDelete
  87. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya setuju bahwa sebenar-benar sifat Absolut adalah hanya milik Tuhan saja. Allah yang Maha Mengetahui. Pengetahuan yang kita miliki dan yang sedang kita usahakan merupakan kasih sayangNya pada kita untuk dapat meningkatkan rasa syukur. Rasa syukur tidak hanya terucap tapi tertunjukksn dalam perilaku.

    ReplyDelete
  88. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Salah dan benar perilaku kita dimata manusia tergantung pada siapa yang menilai. terkadang ada banyak orang yang mengatakan apa yang kita lakukan salah namun disaat yang bersamaan ada orang yang menilai bahwa kesalahan kita itu dalah sebuah pelajaran sehingga kita mengetehui hal yang benar. pemahaman seperti inilah yang mungkin kemudian dapat memunculkan Fallibilisme. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. “SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT”

    ReplyDelete
  89. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kemampuan berpikir antara anak-anak dan orang dewasa itu berbeda. Begitu juga yang terjadi antara guru dengan siswa, kemampuan berpikir antara guru dengan siswa pun berbeda. Sesekali di dalam proses pembelajaran terjadi fenomena-fenomena yang unik ahkan lucu juga bisa saja terjadi. Seperti contohnya seperti yang diuraikan di dalam artikel ini, yaitu ketika siswa mengajukan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan materi pembelajaran yang sedang diberikan oleh guru, hal tersebut merupakan hal yang wajar sekali. Maka kita sebagai guru haruslah bisa memaklumi dan menanggapi pertanyaan siswa tersebut, karena siswa memiliki rasa ingin tahu maka kita sebagai gurunya memiliki tanggung jawab untuk memberikannya pengertian.

    ReplyDelete
  90. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menanggapi pertanyaan no 6 saya setuju dengan penjelasan Pak Marsigit. Sebenar-benar manusia di bumi ini adalah tidak ada yang sama. Termasuk agama. Orang seagama saja tingkat keimanannya berbeda, berlevel, berhirarki. Karena pada prinsipnya setiap manusia pasti berbeda dalam hal apapun. Untuk itu kita mesti menjaga hubungan baik dengan siapapun termasuk kepada yang beragama lain serta selalu toleransi. Menempatkan segalanya sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  91. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Tugas filsafat adalah memikirkan pikiran terhadap yang ada dan yang mungkin ada. Maka ia ada jika konsisten menggulirkanya hingga terwujud hasil (pengadanya). Pengada-pengada baru adalah obyek pikiran-pikiran baru untuk diolah (dengan mengada) menjadi pengada-pengada baru lainnya, demikian seterusnya.

    ReplyDelete
  92. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan uraian di atas, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang ilmu filsafat, yaitu dapat menjawab berbagai pertanyaan mengenai apa yang ada dan apa yang terjadi. Mulai dari salah itu merupakan kebenaran dalam filsafat karena pencapaian benar dimulai dari kesalahan. Dengan terus belajar dan membaca maka lama – lama akan menjadi benar. Mengenai tentang pemimpin berdasarkan ruang dan waktu, ataupun apa yang telah dijabarkan di atas yaitu tentang mengenai hati, spiritual sehingga dalam berfilsafat memiliki rasa ikhlas.

    ReplyDelete
  93. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Awalnya saya juga bertanya mengapa ketika diadakan tes jawab singkat saya mendapat nilai nol atau dalam arti semua jawaban saya salah, padahal Pak Prof. Marsigit berkata bahwa filsafat adalah dirimu sendiri, namun mengapa ketika jawaban saya berbeda, tetap disalahkan.
    Sekarang saya semakin paham bahwa pada saat itu (ketika saya mendapat nilai nol pada tes jawab singkat), pemahaman saya mengenai filsafat masih sangat sedikit, karena saya belum banyak membaca postingan-postingan di blog ini. Setelah saya membaca postingan-postingan di blog Pak Marsigit, nilai saya meningkat, dan saya pun semakin tertarik dengan isi dari setiap postingannya. Terimakasih Pak atas ilmunya.

    ReplyDelete
  94. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Hubungan antara dewa dan Power Now adalah bahwa dewa adalah seseorang yang memiliki kekuasaan lebih diatas daripada orang lain, dewa memiliki kekuatan atas orang lain, kekuatan itulah yang dinamakan Power Now.

    ReplyDelete
  95. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Ikhlas adalah ketika kita menjalankan sesuatu yang telah ditetapkan secara suka rela, sedangkan tidak ikhlas adalah sebaliknya, ketika kita melaksanakan sesuatu karena adanya paksaan dari luar. Seperti halnya ketika membaca postingan di blog Pak Prof. Marsigit, beliau selalu berkata bahwa untuk dapat membaca dan memahami isi dari tiap postingan kita terlebih dahulu harus merasa ikhlas untuk membaca dan menggunakan akal dan pikiran yang sehat dan hati yang bersih, agar semua informasi yang tertera bisa terserap dengan baik.

    ReplyDelete
  96. Musa Marengke
    S3, PEP Kelas A, 2016

    Kehadiran filsafat sebenarnya memberikan kerangka kerja berpikir dan bertindak dalam membangun ruang-ruang kehidupan. Memang manusia tidak bisa keluar dari ruang dan waktu karena ia terlahir darinya namun bukan berarti bebas kritikan atas diri dan ruang dan waktunya melainkan diperlukan perenungan yang melibatkan oleh pikir dan olah rasa. Membangun ruang dan waktu ditentukan sejauhmana manusia itu memerdekakan dirinya pada sebuah keniscayaan. Keberdekaan ini bukan berarti bebas nilai melainkan berada dalam koridor bebas terbatas.Bebas terbatasnya manusia itu bukan perintah dirinya sendiri melainkan konsekwensi logis dari kelahiran dan kehadiran di dalam ruang dan waktu.Bebas terbatas diberikan karena manusia itu memiliki unsur Dza'ifaaan yang dalam flsafat diistilahkan dengan FALLIBILISME.Dengan demikian, keterbatasan manusia itulah menjadi kesempurnaannya dalam ruang dan waktu. titik.

    ReplyDelete
  97. Musa Marengke
    S3, PEP Kelas A, 2016
    Kalau saya membaca pikiran pak prof. Marsigit tentang konsep mambangun ruang dan waktu melalui perkuliahan di PEP S3 kelas A, 2016, sebenarnya memiliki aksioma yang kuat tentang dua hal yaitu, konsep "ADA" dan konsep "TIADA". Konsep "ada" adalah alam materi dan konsep "tiada" bisa dikonotasikan pada unsur immateri.Matei dan immateri adalah dua konsep terlahir secara independensia dari sang PEMILIK ruang yang memiliki konsep Causal Prima dan Causal Effek yang tidak bisa terputuskan karena ia tidak terputus. Ia terlahir dari satu kejadian dari Tuhan.

    ReplyDelete
  98. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Manusia hidup menuju dimensi yang lebih baik dalam fenomena garis lurus dalam siklik yang berputar.Fase siklik dari kehidupan yang terluar adalah adalah spiritual. Fase siklik ini bagi dunia timur atau spiritualisme, merupakan wadahnya bagi manusia untuk menyukuri hidup; maka orang bijaksana di timur adalah orang yang pandai bersyukur.

    ReplyDelete
  99. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Fase siklik inilah yang tidak dimiliki oleh negeri negeri Barat. Fase kehidupan negeri Barat merupakan diagram lurus (open ended) yang memiliki ended yang terbuka sehingga tidak mengerti hidupnya mau kemana ujungnya mau kemana dan tujuannya kemana; dengan filsafat hidup mencari terus dan terus mencari. Maka bijaksana menurut dunia barat adalah manusia yang sedang mencari.

    ReplyDelete
  100. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Salah dalam sudut pandang filsafat belum tentu salah, sedangkan benar dalam filsafat bisa saja menjadi salah. semua tergantung dari sebuah sudut pandang. karena itu, filsafat mengajarkan kita untuk memandang suatu hal dari berbagai sudut pandang, tidak hanya dari sudut pandang kita saja.

    ReplyDelete
  101. Fadila Dyah Rahmawati
    13301241058

    Untuk bisa menembus ruang dan waktu, kita menggunakan ruang untuk waktu dan menggunakan waktu untuk ruang. dan sebenar-benarnya yang dapat menembus ruang dan waktu adalah sebuah keikhlasan

    ReplyDelete
  102. Puspita Sari
    13301241003
    Pend. Matematika A 2013

    Terima kasih atas postingan Pak Marsigit, sehingga saya mengetahui bahwa kesalahan pada filsafat merupakan kebenaran karena adanya Fallibilisme. Dan saya teringat dengan perkataan yang Bapak sampaikan mengenai “ sebenar-benarnya filsafat adalah diri mu sendiri”.

    ReplyDelete
  103. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    "Janganlah tergesa menyalahkan anak jika Salah dalam menjawab pertanyaan. Karena jika dia belum belajar, maka jawabannya yang Salah menjadi Benar dalam keadaannya."

    Maka,tugas kita sebagai guru adalah mengarahkan dan memberikan pengetahuan sehingga siswa dapat menjawab dengan benar dalam keadaan mereka sebagai orang yang paham.

    "keadaan orang yang tidak menyadari bahwa dirinya tidak faham" merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan karena dengan keadaan ini dia tidak akan mencari tau suatu pengetahuan. Dia akan tetap berada pada keadaannya tersebut dan tidak pernah maju dan berkembang.

    ReplyDelete
  104. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum wr wb
    setelah saya membaca postingan ini, banyak hal baru yang saya peroleh diantara nya mengenai pengertian falibilisme. falibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. menurut paham falibilisme "salah itu benar dalam filsafat". maksudnya adalah misal ada seorang anak melakukan kesalahan, maka orang tua jangan terburu-buru menyalahkan anak, karena jika ia belum belajar maka jawaban anak yang salah menjadi benar dalam keadaannya. sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri, maka kita menemukan terminologi hati.

    ReplyDelete
  105. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum wr wb
    bicara tentang pemimpin berarti ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. tingkatan seorang pemimpin lebih tinggi dari orang yang dipimpin. pemimpin adalah subyek, tugasnya sebagai pemimpin para predikat. maka masing-masing dari kita adalah pemimpin sifat-sifat kita masing-masing. menjadi pemimpin yang baik harus memenuhi dimensi yang lebih tinggi, maka pikiran dan pengalaman kita harus luas dan mendalam. sebenar-benarnya hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  106. Konsep dalam islam bahwa setiap diri adalah pemimpin, baik itu terhadap dirinya sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya dan kemudian mempertanggungjawabkan atas apa yang dipimpinnya. Dalam konsep ini mengisyarakan kepada setiap dewa agar menjadikan para daksa agar menjadi dewa-dewa dikemudian hari. Agar tidak terjerumas kepada sifat deterministik maka apa yang harus dilakukan para dewa dan daksa? Bagaiman pandangan filasaf mengenai konsep ini?

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  107. Memaksakan kehendak adalah merupakan bentuk ketidak ikhlasan dimana keadaan yang salah dalam menembus ruang dan watu.
    Bagaimana pandangan filsafat tentang konsep dalam islam "Kagalah diri dan keluargamu dari siksa neraka?

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  108. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Manusia terbentuk dari struktur akal (rasio) dan hawa nafsu, akal memiliki kekuatan untuk berpikir dan menemukan ilmu pengetahuan dan teknogi yang canggih, sementara hawa nafsu mempunyai potensi kebinatangan yang cenderung merusak. Agama hadir untuk mendorong kematangan akal dalam mengelola hawa nafsu.
    Secara mentah agama tidak dapat digunakan untuk membangun dunia, akan tetapi agama memotivasi akal untuk selalu berpikir atas fenomena dunia untuk kemudian dapat membangunnya dengan santun. Jadi agama tidak pernah salah, melainkan bagaimana orang beragama lebih berpikir dan bekerja keras untuk memajukan dunia dengan tetap dalam koridor keshalehan, sopan, dan santun terhadap ruang dan waktu. Maka sebenar-benar manusia beragama adalah mereka yang memberdayakan akalnya untuk kemaslahatan dunia dengan arif dan santun.

    ReplyDelete
  109. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam filsafat terdapat suatu pemahaman yang secara singkat dapat diartikan bahwa salam itu benar, yaitu fallibilisme. Pemahaman ini sangat berguna untuk melindungi objek dari ketersemebaan subjeknya. Karena seorang siswa yang salah menjawab pertanyaan akan bernilai benar jika guru belum menfasilitasi siswa akan materi pertanyaan tersebut.
    Dalam bidang keilmuan, seseorang seharusnya bersifat rendah hati, yaitu tidak merasa sombong dalam menuntut ilmu. Ketika orang tersebut merasa sombong, maka orang tersebut telah terkena mitos. Karena dalam berpikir seseorang memiliki suatu batasan, yaitu ketika berada dalam tungkatan spiritual. Dalam tingkatan ini, pikiran harus terhenti dan diturunkan ke hati.

    ReplyDelete
  110. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Manusia hidup dalam sekat-sekat ruang dan waktu yang bestruktur. Ketika ia hanya terkunkung dalam satu struktur ruang dan waktu saja, maka terkunkunglah ia dalam jebakan mitos. Jadi sebenar-benar hidup adalah keluar dari kunkungan ruang dan waktu menuju struktur ruang dan waktu berikutnya dengan tetap sopan dan santun terhadapnya.

    ReplyDelete
  111. Musa Marengke
    PEP S3 Kelas A 2016
    Filsafat, sebagai daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami, mendalami, dan menyelami secara radikal dan integral serta sisitematis mengenal ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya yang dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu, hakikat filsafat selalu menggunakan ratio (pikiran), dalam perjalanan hidupnya manusia di hadapkan kepada pengalaman-pengalaman peristiwa alamiyah yang ada di sekitarnya. Pengalaman-pengalaman lahir ini merupakan sejarah hidupnya yang mengesankan dan kemudian mendorong untuk melakukan perubahan-perubahan bagi kepentingan hidup dan hidupnya

    ReplyDelete
  112. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah saya membaca postingan tentang keikhlasan, membuat saya berpikir terpojok tentang hidup adalah interaksi antara yang ada dalam pikiran dan yang ada di luar pikiran. Kaitanya dengan ini adalah ketetapan (absolut) yang nerujuk pada akhirat dan sifat perubahan yang merujuk pada dunia. Akhirat adalah sunatullah atau takdir yang sudah dibuat dan ditetapkan untuk manusia. Oleh karena dalam kita berinteraksi di dunia yang menembus ruang dan waktu pun harus diinteraksikan dengan sunatullah yang sudah ada. Sehingga, keikhlasan yang muncul pun bergantung pada ruang dan waktu, namun sebaik baiknya keikhlasan adalah keikhlasan yang muncul sari hati karena adanya sunatullah yang ada.

    ReplyDelete
  113. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setiap diri yang terlahir tidak ada yang sama, sekecil apapun itu. Diri kita ya diri kita, dirimu ya high dirimu. Begitu pula dengan hal-hal yang berhugungan dengan diri. Urusan diriku juga akan berbeda dengan segala urusan dirimu. Termasuk agama, yang lebih khas dikenal sebagai kepercayaan atau keyakinan. Keyakinan atau segala urusan agama adalah tetap. Tidak berubah, abadi, absolut, dan konsisten. Misalnya saja dalam islam adanya aturan yang tetap yaitu habluminallah (hubungan hamba dengan Tuhannya) dan habluminannas (hubungan sesama manusia). Pada point habluminannas, lebih spesifik lagi ada hubungan toleransi kita saat berkehidupan dengan yang lain. Dan sejatinya memang, dalam ajaran agama apapun pasti dipelajari tentang toleransi terhadap sesamanya, termasuk hal agama. Karena secara falsafah, itupun merupakan falsafah bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

    ReplyDelete
  114. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  115. Philosophy is a hope, even we could break the very large hard rock by it.

    ReplyDelete
  116. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Tulisan di atas sangat penting dibaca oleh para pendidik maupun calon pendidik bahwa “ANAK YANG MELAKUKAN KESALAHAN” merupakan “KEBENARAN DALAM FILSAFAT” karena berdasarkan faham Fallibilisme tersebut Beliau Bapak Marsigit menyebutkan bahwa “SALAH ITU BENAR DALAM FILSAFAT”
    Banyak pendidik yang belum mengerti bahwa kesalahan siswa itu proses menuju yang benar. Tidak jarang pendidik memarahi siswa jika menjawab salah sehingga siswa merasa minder. Padahal kesalahan siswa juga perlu diperhatikan oleh pendidik, alangkah baiknya jika siswa melakukan kesalahan kemudian dibimbing untuk mengetahui kesalahannya sehingga ia dapat memperbaikinya.

    ReplyDelete
  117. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Hal itu juga berlaku pada siswa saat pembelajaran. Jika siswa melakukan kesalahan, maka guru hendaknya tidak langsung marah kepada siswa karena pada hakikatnya anak yang melakukan kesalahan adalah kebenaran dalam filsafat. Jika siswa melakukan kesalahan, guru perlu untuk membimbing kepada hal yang benar agar siswa tau dimana letak kesalahannya. Karena termasuk pembelajaran bagi siswa yaitu belajar mengetahui kesalahan dan memperbaikinya.

    ReplyDelete
  118. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Tanpa wadah kita tidak dapat menemukan isi dan tanpa isi kita tidak dapat menemukan wadah. Untuk mengetahui ruang itu kita harus mengetahui waktu, begitu sebaliknya karena sebenar-benarnya waktu dan sebenar-benarya ruang itu tidak ada, hanya ada dalam pikiran.

    ReplyDelete
  119. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Orang yang berilmu adalah orang yang mengetahui ruang dan waktu sesuai dengan tempatnya.Orang yang berilmu dalam pendidikan matematika ialah orang yang sopan santun terhadap apa yang mungkin ada di dalam pendidikan matematika, mengerti, memahami, mengamalkan dan direfleksikan.

    ReplyDelete
  120. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Belajar filsafat analog dengan belajar ilmu yang lain. Ketika belajar kita berhadapan dengan visi kita, yaitu menempatkan spiritual di paling atas, tiada dalam kehidupan ini terbebas dari unsur spiritual karena merupakan pendirian kita.

    ReplyDelete
  121. Miftahir Rizqa
    PEP kelas A 2016
    16701261027

    Dalam Kajian filsafat bahwa hukum kausalitas, sebab dan akibat yang akan bermanifestasi kepada bentuk keterbatasan manusia, Sehingga manusia harus mampu menembus dinding ruang dan Waktu. Dengan kinerja akal sebagai orientitasi wujud yang Kekal di dunia namun tidak Fana diAlam lain..
    sehingga edukasi Ruang dan Waktu memerlukan Seni berfilsafat menunjang Kebutuhan Kehidupan Hak layak Manusia yang termanusiakan.

    ReplyDelete
  122. Miftahir rizqa
    PEP kelas A
    16701261027
    Dalam kontek ruang dan Waktu ini memerlukan Kedudukan filsafat untuk mengupas tuntas dinding Kebodohan, Dinding keterbatasan, dan dinding Ketidaklayakan.
    maka seorang manusia yang mempunyai drajat tertinggi ialah manusia yang berguna tidak terlepas kepada Eksistensi Manusiawi yang berbentuk Hewani.

    ReplyDelete
  123. AJI SANTOSO
    13301241034
    Pend. Mat A 2013

    Assalamualakum wr wb
    Pagi ini saya coba membaca kembali tulisan bapak. Harapannya, agar lebih memahami bacaan ini sehingga nantinya dapat berfikir isomorfis dengan panjenengan. Ada tulisa yg cukup menarik menurut saya. Standar ganda merupakan dua sisi yang berlainan seperti disisi lain ingin membantu namun di sisi lain ingin mengambil keuntungan. Terimakasih..

    Wassalamualaikum wr wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indra Kusuma Wijayanti
      13301241009/PMA 2013

      Menurut saya Indra Kusuma Wijayanti, standar ganda semcama simbiosis mutualisme. apakah setuju saudara Aji Santoso ?

      Delete
  124. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Filsafat adalah menembus ruang dan waktu menggapai angan dan cita. Upaya "menembus" ini adalah mengada. Dan mengada haruslah mampu membangun chemistry antara kita sebagai yang ada, berupaya sebagai mengada, dan tujuan sebagai pengadanya.

    ReplyDelete
  125. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    "Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung". Pepatah ini mengajarkan tentang sikap sopan santun terhadap ruang dan waktu. Ketika manusia ingin dimanusiakan maka ia harus memanusiakan orang lain, ia harus menghargai adat istiadat orang lain dimana ia berada sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  126. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Sebenarnya ketika kita belum memahami suatu hal dikarenakan tidak atau belum membaca, mendengar, mencari informasi mengenai hal tersebut sudah hal tentulah itu menjadikan benar. Walaupun secara riil kita salah dalam mengetahui hal tersebut. Maksudnya salah dalam kondisi riil di lapangan dianggap benar dalam filsafat. Bukan salah di dua kondisi tersebut.

    ReplyDelete
  127. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Ide tentang “Mendapatkan nilai yang jelek itu adalah benar di dalam filsafat” sangat penting untuk dipahami oleh semua pendidik. Hal ini akan membuka pandangan guru agar tidak selalu mengharapkan siswanya untuk melakukan sesuatu dengan “BENAR”. Jika itu yang terjadi, maka sekolah sudah tidak diperlukan lagi untuk siswa menuntut ilmu. Selain itu, keselahan tersebut bisa mengajarkan kepada siswa agar selalu rendah hati dan selalu haus akan ilmu. Semakin kita tahu maka semakin kita tidak tahu akan suatu ilmu.

    ReplyDelete
  128. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Ilustrasi bapak mengenai pemimpin dan yang dipimpin yang dianalogikan sebagai subyek dan predikat yang sangat terikat sangat menarik. Pada dasarnya tidak ada yang sempurna, sehingga seorang pemimpin harus bisa menyesuaikan diri dan tidak berpikir terlalu sempit yang melibatkan pemikiran subyektif dirinya.

    ReplyDelete
  129. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    “Maka sebenar-benar keikhlasan menembus ruang dan waktu adalah KEIKHLASAN ITU SENDIRI”. Ide ini sangat menarik dimana Tuhan juga meminta hambanya untuk sellau ikhals diberbagai situasi. Ikhlas dalam belajar, ikhlas dalam membaca, ikhlas dalam bekerja, yang insyaAllah semuanya akan menjadi berkah.

    ReplyDelete
  130. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika I 2013

    "Perbedaan agama merupakan suatu hal yang berdimensi dan berlevel. Sesuai dengan tingkatannya yaitu Material, Formal, Normatif dan Spiritual. Masing-masing mempunyai dimensi dan level yang sesuai dengan ruang dan waktu. Seperti halnya ibadah, seorang muslim tidak dapat mengajak seseorang yang beragama lain untuk mengikuti ibadah ke masjid, begitu juga sebaliknya." Kutipan tersebut sangat sesuai dengan firman Allah surat al Kafirun,

    لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

    Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS Al Kafirun: 6)

    ReplyDelete
  131. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Saya tertarik ketika sistem power now dikaitkan dengan sosok dewa. Bagaimana dahsyatnya power now sehingga sampai ada yang mempertanyakan eksistensi power now itu sendiri. Dari penjelasan Prof.Marsigit, saya baru mengetahui bahwa "Dewa" itu bergantung pada subjeknya, "Dewa" nya power now ialah dia yang memegang kekuasaan dan memegang peranan tertinggi dalam sistem power now entah yang yang bersifat kapitalisme serta sifat power now yang lain dan akan menelan pengikutnya yang tidak mematuhi perintahnya.

    ReplyDelete
  132. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Ketika power now dan super power ditelaah keterkaitannya, saya tertarik dengan cara Prof. Menguraikannya dengan menggunakan elegi pewayangan dasamuka dan prabu ramawijaya. Dimana power now dilakukan oleh orang-orang yang super di negara super power dengan menggunakan standar ganda yaitu standar kebaikan dan keburukan. Dimana standar tersebut mempunyai multifacet dalam usaha untuk menembus ruang dan waktu. Multifacet itu sendiri diambil dari pewayangan dasamuka yang menggunakan standar kejahatan dan prabu ramawijaya juga memakai multifacet tetapi dalam hal kebaikan dimana hal itu digunakan untuk melawan multifacet kejahatan.

    ReplyDelete
  133. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pertanyaan 1 dari Azmi Yunianti, saya pernah merasakannya. Pertama kalinya mendapatkan nilai 0. Pada saat itu, saya berpikir mungkin karena saya tidak belajar. Tetapi setelah Bapak mengatakan jika dalam filsafat nilai 0 itu wajar, maka saya biasa-biasa saja. Filsafat adalah tentang diri kita sendiri. Diri kita sendiri yang bisa tahu apa yang kita pikirkan. Jadi apa yang kita pikirkan pastilah benar, karena kita sedang berfilsafat dengan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  134. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu, menurut saya adalah pemimpin yang mampu mengamalkan ajaran-ajaran yang sudah ada dalam Al-Qur'an. Yang mengerti dan melaksanakan antara kewajiban yang harus dilakukan dan hak yang diperoleh seperti pertanyaan ke dua di atas. Menjadi pemimpin yang baik harus memenuhi dimensi yang lebih tinggi maka pikiran lebih luas dan dalam serta pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Baik secara fisik seorang pemimpin harus kuat. Kuat secara fisik dan mental untuk memimpin dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya kepada rakyatnya.

    ReplyDelete
  135. Ruang membentuk pola
    waktu membentuk keteraturan
    Keduanya membuat formal dan normatif yang memiliki ragam dan bentukannya masing-masing. Kesematan berada di satu ruang dan waktu tentu yang disepakati secara bersama-sama oleh dirinya dan sosok dalam dirinya sendiri. Manusia berlangsung dalam setiap elemen ruang, elemen yang ia buat spasial dalam kotakkan tertentu untuk tujuan yang diciptakan sendiri.
    Manusia dalam elemen waktu, waktu yang sifatnya konstan, yang mana konstanta tersebut menjadi bahan untuk probabilitas yang sengaja diciptakan. Pada akhirnya waktu yang diciptakan membuat kotakkan, dari ruang yang sudah ditentukan sebelumnya.

    Apakah ruang dan waktu membatasi atau memberi keleluasan?

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  136. Interaksi pada hal hal yang urgent, penting dan profesional. Mau di dunia nyata maupun internet. Apalagi bagi yang sudah tahu hukumnya maka contohkanlah pada yang belum tahu. Contohnya, status menikah tidak menjadikan aturan tersebut berubah. Aturan batas interaksi itu sifatnya mengikat, tidak peduli ruang dan waktu, status pernikahan, tinggi badan, berat badan, BMI, warna kulit, warna iris, golongan darah dan lain-lain. Sebagai manusia ya harus siap terikat dengan aturan. Sekali lagi ya setiap manusia sudah tahu hukumnya maka berilah contoh yang baik.


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  137. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Menembus ruang dan waktu dalam hal ini adalah mengalami perubahan atau melakukan perubahan. Untuk melakukan perubahan ini diperlukan suatu pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri. Dengan demikian, ilmu filsafat berperan dalam melakukan suatu perubahan. Filsafat adalah ilmu yang berasal dari pikiran para filsuf. Apa yang kita pikirkan dengan dukungan dari pemikiran para filsuf ini kemudian kita refleksikan dalam kehidupan sehari-hari hal inilah merupakan upaya kita dalam menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  138. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Menembus ruang dan waktu merupakan suatu perbuatan yang bersifat abstraksi dan idealisme. Namun, tetap menempatkan diri sebagai makhluk Allah SWT yang penuh dengan kesalahan.

    ReplyDelete
  139. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Pemimpin adalah seseorang yang diberikan kepercayaan dari beberapa anggota dalam suatu kelompok atau organisasi untuk membimbing dan menentukan keputusan terbaik untuk kelompoknya. Pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu adalah Pemimpin juga harus amanah, bukan pengkhianat. Dan, pemimpin pun harus berani menyampaikan informasi kepada kaumnya sesuai dengan fakta yang ada.

    ReplyDelete
  140. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013
    Berbicara mengenai pemimpin. Saat ini masyarakat Indonesia sedang panas membicarakan mengenia penistaan agama. Banyak orang yang mengatasnamakan muslim berlomba-lomba kumpul untuk mengadukan perbuatan seorang pemimpin yang dianggap menistakan agama. Namun menurut saya, hal tersebut kurang pas saja. Bagaimanapun manusia juga tidak luput dari kesalahan. Islam cinta damai kok, namun nasi sudah menjadi bubur. Seorang pemimpin dipandang dalam berbagai sisi, perkataan dan perbuatan. Hukum di Indonesia tidak mengadili pelakunya namun perbuatannya. Seharusnya hukum harus jelas, agar supaya muslim yang cinta damai dan memaafkan akan kembali melekat.

    ReplyDelete
  141. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013
    Iklas yang menembus ruang dan waktu, Ikhlas tidak dapat kita paksakan, sebab bila kita memaksakan diri kita untuk menerima suatu ketentuan, namanya juga memaksakan diri ya tentu saja akan menjadi terpaksa. Ikhlas sangat mirip bahkan mungkin hampir dapat dikatakan sama dengan ridho, bila kita ridho kepada Allah tentu saja Allah akan ridho kepada kita, ridho itu sendiri adalah gabungan dari tulus dengan ikhlas.
    Kita akan sangat membutuhkan prasangka baik kepada Allah, sebagai penunjang usaha kita dalam mencapai keikhlasan jiwa, sebab untuk dapat menerima dengan besar hati ataupun dengan lapang dada, ketentuan dari Allah, bukan dengan menahannya, tetapi menerima dengan penuh kerelaan, kesadaran, ilmu serta pengertian akan ketentuan tersebut.

    ReplyDelete
  142. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Filsafat adalah dirimu sendiri, maka bangunlah dirimu sendiri dengan memperbanyak bacaan dengan bacaan yang dipilih. Dengan begitu, kita dapat mengasah pikiran kita agar selalu berfikir kritis dan bersih terhadap segalal sesuatu. Karena dengan fikiran lah kita dapat menembus ruang dan waktu.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  143. Rohmah Nur Fitriana
    13301244027
    Pendidikan Matematika C 2013

    Multifacet adalah berdimensi dan berstruktur. Setiap manusia mempunyai fatal (takdir) dan potensi (ikhtiar) untuk bersifat multifacet. Maka multifacet adalah struktur dan dimensinya dunianya manusia masing-masing; tanpa itu maka manusia tidak akan mampu menembus ruang dan waktu. Dari cuplikan kalimat di atas, kita tau bahwa Allah menentukan takdir setiap hambaNya, tinggal bagaimana kita berusaha untuk mendapatkannya dan dapat menembus waktu dan ruangnya.

    ReplyDelete
  144. Rohmah Nur Fitriana
    13301244027
    Pendidikan Matematika C 2013

    "Menyadari bahwa belum paham itu penting." Dari kalimat tersebut, saya paham bahwa penting bagi saya ketika saya belum paham sesuatu, dan semua itu karena saya kurang memperbanyak bacaan saya. Oleh karena itu, jika seseorang ingin memahami sesuatu maka perbanyaklah bacaan.

    ReplyDelete
  145. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Rendah hati dalam mempelajari filsafat merupakan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Melakukan kesalahan dalam belajar filsafat itu wajar, karena dari kesalahan itu kita bisa intropeksi diri bahwa kita kurang membaca elegi-elegi Prof. Marsigit, gunakan referensi tokoh-tokoh filsuf agar pemahaman filsafat kita berkembang sehingga dapat menembus ruang dan waktu. Dalam filsafat, suatu yang salah itu bisa dikatakan benar dan suatu yang benar itu bisa dikatakan salah tergantung ruang dan waktunya. Seperti contoh di atas, seseorang yang mendapatkan nilai nol pada tes jawab singkat. Tentu ini merupakan kesalahan, tetapi akan menjadi benar jika nilai nol itu dikarenakan belum banyak membaca bacaan di blog ini.

    ReplyDelete
  146. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    FILSAFAT?
    “Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri”
    itu adalah quote favorit. sederhana tapi mengajarkan sejuta makna. tentang apa itu7 kebebasan. kebebasan dalam hal apapun, baik berpendapat maupun bergerak.

    ReplyDelete
  147. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    FILSAFAT?
    “Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri”
    itu adalah quote favorit. sederhana tapi mengajarkan sejuta makna. tentang apa itu7 kebebasan. kebebasan dalam hal apapun, baik berpendapat maupun bergerak.

    ReplyDelete
  148. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Perbedaan yang terjadi disekitar kita merupakan kontradiksi, dari perbedaan tersebut akan muncul banyak pengetahuan yang ingin dipelajari. Kontradiksi dalam agama cukup di hati saja dan tunjukkan dengan sikap toleransi sesama.
    Filsafat dapat juga muncul melalui budaya yang beragam. Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk berfilsafat sama dengan kita, namun kita bangun sendiri filsafat kita masing-masing dengan banyak membaca.

    ReplyDelete
  149. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    FILSAFAT?
    “Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri”
    itu adalah quote favorit. sederhana tapi mengajarkan sejuta makna. tentang apa itu percaya diri. ia mau berdiri dengan kedua kakinya. ia percaya akan kemampuan yang ia miliki.

    ReplyDelete
  150. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    FILSAFAT?
    “Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri”
    mengajarkan kepada kita tentang keberanian, kita harus berani menghadapi apapun. jangan mau ditimpa oleh bayangan siapapun

    ReplyDelete
  151. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    FILSAFAT?
    “Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri”
    lalu bagaimana dengan menembus waktu dan ruang? ia adalah bagian dari filsafat, maka pemaknaan dari menembus waktu dan ruang masing-masing peibadipun berbeda. silahkan maknai sesuai pikiran kalian masing-masing

    ReplyDelete
  152. Indra Kusuma Wijayanti
    13301241009/PMA 2013

    tentang nilai nol yang diberikan kepada kami, bagi saya itu adalah kebenaran yang konyol. mungkin itu cara bapak membuat kami tertawa. atau mungkin bapak sedang mengajak kami becanda. tapi, balik lagi sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri. Nol versimu bukan berarti nol bagiku.

    terimakasih
    indra kusuma wijayanti

    ReplyDelete
  153. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Falibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Keterkaitan dengan konsep falibilisme mengajarkan kepada kita bahwa kesalahan yang terjadi dalam diri manusia merupakan suatu kewajaran, dan sebagai manusia kita tidak boleh memandang rendah hal itu, karena dari suatu kesalahan kita dapat belajar dan memperbaiki diri kita untuk menuju kebenaran.

    ReplyDelete
  154. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Terkait dengan pertanyaan nomor satu saya petik pelajara bahwa di dalam dunia filsafat yang namanya salah itupun benar, yang dalam istilah filsafat adalah fallibisme. Yang dinamakan salah dalam filsafat adalah jika tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Sedangkan yang disebut dengan benar adalah sesuai dengan ruang dan waktu. Selain itu, sebenar-benarnya musuh filsafat adalah orang yang menganggao dirinya sudah jelas atau sudah mengerti. Filsafat adalah dunia olah pikir, sehingga jika kita berhenti berfikir (merasa sudah jelas) maka disitulah sebenarnya manusia itu mati. Di atas langit masih ada langit. Manusia tidak boleh sombongdan harus menghargai sesama. Manusia juga tidak boleh berhenti untuk berusaha menjadi orang yang lebih baik, orang yang lebih pintar dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  155. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    “Setelah beberapa kali mengikuti ujian filsafat, nilai yang saya dapatkan memprihatinkan. Menjawab dengan berfikir saja salah, apalagi tidak? Sebenarnya apakah sih yang salah dari saya pak, apakah karena fikiran saya atau bagaimana?”
    Menurut pandangan plato, bahwa vision of the truth, yaitu pandangan tentang kebenaran, dimana sesuatu yang dicari dalam kebenaran pasti benar. Seseorang yang mencari kebenaran pasti benar, dan dia sendiri disebut filosof, atau pencari dan pecinta kebenaran.

    ReplyDelete
  156. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Salah dan benar adalah pandangan moral. Yang berarti symbol. Menemukan salah satu yang dianggap benar merupakan proses setiap orang. Olah pikir yang dilakukan untuk mencari titik yang bisa mengantarkan kepada kehidupan yang adil dan bahagia. Kebenaran sesungguhnya benar pada ruang dan waktu

    ReplyDelete
  157. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Cara memperoleh kebenaran dalam jawaban atau kebenaran dalam pikiran diperlukan trial dan error. Salah ya di trial, salah lagi trial lagi. Percobaan hingga benar diperlukan otoritas pelaku secara empiris. Cara yang bisa digunakan agar tidak diasumsikan salah dalam pikiran melalui jalan pikiran itu sendiri. Belum bisa menggunakan jalan pikiran maka belum tepat dalam menggunakan nalar. Berarti belum memperoleh ilmu pengetahuan. Sehingga manusia yang menggunakan nalar dan pikirannya akan menemukan ilmu pengetahuan yang dicarinya, baik secara induksi maupun deduksi.

    ReplyDelete
  158. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Setelah membaca refleksi di atas, saya jadi tahu bahwa ada prinsip Fallibisme dalam filsafat yang menyatakan bahwa “salah itu benar dalam filsafat”. Konsep ini sangat penting untuk dipahami seorang guru ketika mendapati “siswa yang melakukan kesalahan”.

    ReplyDelete
  159. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Dalam filsafat, salah itu benar. sehingga dengan memahaminya, guru tidak akan tergesa-gesa menyalahkan si anak jika salah dalam menjawab pertanyaan, karena jika si anak belum belajar, jawabannya yang salah menjadi benar dalam keadaannya.
    Hanya saja, menurut saya, paham ini lebih diperuntukkan bagi seorang guru kepada murid, bukan diperuntukkan bagi diri kita sendiri, sehingga kita memberikan banyak pemakluman untuk ketidakpahaman yang kita miliki, “aku kan belum membaca, jadi wajar kalau aku salah. Salah pun aku tetap benar”. jadi, fallibisme juga harus diterapkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Ketika kita menyadari bahwa kita salah, maka kita harus belajar supaya tidak terus menerus melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  160. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Dari pernyataan salah adalah benar, menurut saya salah atau benar itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Seperti halnya dengan anak yang menjawab salah, anak itu benar dalam keadaanya jika dia belum belajar. Apa yang kita anggap benar, tetapi orang lain menganggap itu salah, dan benar dimata orang lain belum tentu benar dimata kita, yang jelas sebenar-benarnya penilaian adalah penilaian dari Alloh.

    ReplyDelete
  161. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dengan kita tahu bahwa jawaban kita salah, perbuatan kita itu salah maka kita menyadari bahwa “Aku belum paham” dengan kita sadar bahwa kita belum paham nantinya hal itu akan menjadi pendorong agar kita belajar dari kesalahan. Sehingga tidak lagi mengulang kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

    ReplyDelete
  162. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  163. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu perkara yang mudah, Jadi dalam memilih seorang pemimpin harus tepat sasaran. Memilih pemimpin yang hanya sekedar pintar saja hanya akan menambah kerusakan, oleh karena itu pemimpin tidak hanya sekedar pintar tetapi juga amanah, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan juga aspek lainnya.

    ReplyDelete
  164. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Keikhlasan itu muncul ketika hati dan pikiran mau menerima bahwa apa yang terjadi itu semua datangnya dari Tuhan. Ikhlas adalah unsurnya surge dan tidak ikhlas adalah unsurnya neraka.

    ReplyDelete
  165. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  166. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Manusia diciptakan oleh dengan segala bentuk perbedaan, termasuk juga perbedaan keyakinan/ Agama. Membahas perbedaan agama merupakan suatu hal yang sensitif dan tidak akan ada hentinya karena kita hidup dinegara Pancasila yang terdapat berbagai keyakinan, Yang jelas harus saling toleransi untuk menjaga kekompakan, kerukunan, dan kerjasama yang baik.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  167. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Saya sangat terinspirasi dari jawaban Bapak atas pertanyaan yang pertama, bahwa salah itu benar dalam filsafat pada keadaan itu. Ia disebut sebagai Fallibilisme. Hikmah yang disampaikan secara halus, agat kita sebagai manusia tidak boleh merasa sombong. Seperti yang pernah Bapak sampaikan di kelas bahwa ketika kita belajar dengan disertai sikap sombong, maka sesungguhnya kita tidak mendapatkan apa-apa. Astaghfirullah, semoga kami terhindar dari sikap seperti itu, khususnya saya.

    Selain itu saya mendengar kata baru,yaitu Isomorfisme tentang sebuah pikiran antara satu manusia dengan manusia lainnya. Isomorfisme pun memiliki derajat yanv berbeda. Namun sebagai manusia kita tak dapat sampai yang tertinggi,karena itu hanya milik Allah YME.

    ReplyDelete
  168. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pend. Matematika C 2013

    terkait pernyataan "MENYADARI BAHWA AKU BELUM FAHAM ITU PENTING" memang benar, karena dengan kita sadar kita bisa meningkatkan usaha kita agar bisa menjadi seseorang yang benar-benar faham. kalimat tersebut juga bisa menjadi motivasi untuk kita sendiri untuk bisa terus berkembang karena kita sadar akan kekurangan kita.


    ReplyDelete
  169. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pend. Matematika C 2013


    setelah membaca artikel ini yang saya dapatkan adalah : sebenar benarnya filsafat adalah diri kita sendiri; kita harus sadar hati dan sadar diri; tidak ada yang salah hanya saja belum mengetahui ataupun mempelajari; tidak ada manusia yang bodoh, mereka hanya belum belajar untuk memahamu ilmu yang ia pelajari itu.

    ReplyDelete
  170. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pend. Matematika C 2013


    Saya berfikir ternyata masih banyak manusia yang tidak bisa ikhlas akan suatu hal. Saya pernah mendengar seseorang mengatakan ikhlas yang terpaksa atau kepepet padahal kalau dilihat dari artikel ini perkataan tersebut terdapat unsur ketidak ikhlasan. Jadi ikhlas itu harus benar-benar dari dalam hati.

    ReplyDelete
  171. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Orientasi dunia yang terpuasat oleh releksi kritiuas serta kemapuan pemikiran adalah proses mengetahui dan memahami. Dari sini manusia sebagaiu suatu proses dan ia adalah mahluk sejarah yang terikat dalam ruang dan waktu. Manusia memiliki kemapuan dan harus bangkit dan terlibat dalam proses sejarah dengan cara untuk menjadi lebih.

    ReplyDelete
  172. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Fallibilisme yang merupakan prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah sesungguhnya dapat menjadi alat instrospeksi diri. Karena ketika ada seorang siswa salah dalam menjawab pertanyaan bukan berarti semua kesalahan yang membuat siswa itu menjadi salah terdapat pada diri anak itu, mungkin kesalahan itu terdapat pada guru yang mengajar anak itu, misal kesalahan seperti belum memberi fasilitas belajar, belum memberi pengalaman belajar, belum menyampaikan materi dengan maksimal.

    ReplyDelete
  173. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Dengan terus belajar atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akan meningkatkan dimensi orang tersebut untuk menjadi dimensi yang lebih baik. Seorang pemimpin yang sesuai dengan ruang yang waktu mempunyai dimensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dipimpin, sehingga untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang lebih luas melalui dunia pendidikan atau di peroleh dari yang lain.

    ReplyDelete
  174. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dalam matematika ada yang dikenal dengan dimensi, sama halnya dengan matematika Segala sesuatu memiliki dimensinya masing, dimensi 1, dimensi 2, dimensi 3, dan seterusnya hingga dimensi n. Contohnya, ketika katak berdiam di tanah pada satu titik maka ia berada pada dimensi 1 karena ia tidak bergerak, nyamuk itu akan dimakan oleh oleh ular yang merayap di tanah, ketika ia bergerak melahap katak itu ia berada dalam dimensi 2, karena ia bergerak hanya pada satu bidang tanah, ular itu bergerak pada dimensi dapat dikuasai oleh ular itu, artinya, ular itu merupakan "dewa" bagi si katak, karena ular dapat menguasai dimensi si katak yaitu dimensi 1 dan dimensinya sendiri yaitu dimensi 2. Begitu pun elang yang ada dimensi 3 ia mampu melahap si ular dengan mudah karena ia berada di dimensi 3, ia menguasai panjang, lebar, dan tinggi. Artinya elang juga merupakan 'dewa' bagi si ular karena ia menguasai dimensinya dan dimensi yang ada dibawahnya, begitu seterusnya hingga sampai pada dimensi yang paling tertinggi, yaitu Tuhan Semesta Alam.

    ReplyDelete
  175. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP S2 B 2016

    Pada hakikatnya setiap manusia adalah pemimpin, paling tidak dia adalah pemimpin bagi diri sendiri. Manusialah yang memimpin dan 'menguasai' bumi ini. Pertanyaannya mengapa harus manusia? Mengapa bukan sesuatu yang lebih besar dari manusia? Saya berpendapat bahwa manusialah yang mengelola bumi ini melalui karunia akal yang diberikan Tuhan, merekalah yang menjadi "khalifatulardh". Sebagai pemimpin yang diberi akal spesies manusia mampu bertahan hingga ribuan tahun.

    ReplyDelete
  176. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP S2 B 2016

    Manusia menggunakan pikirannya sebagai landasan untuk menciptakan sesuatu untuk mempertahankan keberlangsungan spesiesnya. Namun di era saat ini, pemimpin kadang disalahartikan sebagai penguasa, hingga mendewakan dirinya sendiri untuk memuaskan segala keinginannya. Bumi seharusnya menjadi tempat yang aman, jauh dari kata perang, bumi seharusnya aman, jauh dari kata kriminalitas, bumi seharusnya aman, jauh dari kata kerusakan. Namun manusia sebagai khalifatulardh yang dititipkan bumi padanya, hanya berbuat semenah-menah, mereka melakukannya seolah bumi ini tidak akan rusak oleh kebiadabannya.

    ReplyDelete
  177. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Pemimpin yang sesuai dengan ruang dan waktu adalah pemimpin yang mampu menyadari tugasnya sebagai pemimpin, dan menyadari bagaimana bersikap sesuai dimensi. Dimensi dalam arti mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi kondisi. Peningkatan mutu pendidikan juga salah satu indikator yang membuat peningkatan dimensi. Karena hidup memang harus berkembang, harus meningkat menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  178. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Benar dan salah adalah kata yang berlawanan. Benar menurut seseorang belum tentu benar untuk orang lain, sebaliknya salah menurut seseorang juga belum tentu salah untuk orang lain. Benar adalah sesuatu yang sesuai dengan fakta dan sebaliknya salah adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta. Benar belum tentu bersifat mutlak, begitu juga dengan salah juga belum tentu mutlak. Orang yang melakukan hal salah belum tentu dia akan selalu salah, dia bisa memperbaikinya dengan cara belajar dari kesalahan kemudian menjadi benar. Orang yang berbuat benar juga belum tentu dia selalu benar, dia pasti juga pernah salah. Benar dan salah adalah sesuatu yang berbeda, tergantung sudut pandang dari masing-masing orang.

    ReplyDelete
  179. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Yang paling menarik dari artikel ini adalah kalimat "menyadari bahwa belum paham itu penting".
    Disini saya mendapatkan bahwa mempelajari filsafat ilmu adalah untuk menyadari. Menyadari bahwa ilmu untuk orang yang menginginkannya. Menyadari bahwa ilmu bukan untuk orang yang merasa sudah tau. Dan menyadari bahwa dalam hidup ini, banyak sekali yang belum kita ketahui.

    Selain itu, tujuan filsafat ilmu adalah agar kita rendah hati.
    Rendah hati, bukan rendah diri.

    ReplyDelete
  180. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Belajar Filsafat adalah proses mengenal dan mencapai keberadaan sesuatu yang ada dan sesuatu yang mungkin ada hingga tidak ada jarak yang membatasi diri dengan sesuatu yang ada dan mungkin ada yang bisa dicapai melalui keikhlasan tak terbatas dan rendah hati, karna selama dalam diri masih ada kesombongan, keangkuhan serta kesemena-menaan maka teka-teki mengenai apa ? siapa ? kenapa ? dimana ? Bagaimana ? , tidak akan pernah terjawab.

    ReplyDelete
  181. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Falibilisme adalah doktrin filosofis yang menyatakan bahwa semua pengetahuan bisa salah. Beberapa fasibilis bahkan berkata bahwa kepastian mutlak pengetahuan itu tidak mungkin. Hal ini memberikan arahan kepada pendidik untuk tidak serta merta menyalahkan perserta didik ketika mereka cenderung melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang telah diajarkan. Mungkin saja mereka memiliki sudut pandang tersendiri dalam mencerna informasi yang diperoleh di kelas.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  182. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Olah pikir yang dilakukan untuk mencari titik yang bisa mengantarkan kepada kehidupan yang adil dan bahagia. Kebenaran sesungguhnya benar pada ruang dan waktu

    ReplyDelete
  183. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Jika belum bisa menggunakan jalan pikiran maka belum tepat dalam menggunakan nalar. Berarti belum memperoleh ilmu pengetahuan. Sehingga manusia yang menggunakan nalar dan pikirannya akan menemukan ilmu pengetahuan yang dicarinya, baik secara induksi maupun deduksi.

    ReplyDelete
  184. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Apabila siswa mendapatkan nilai jelek itu berarti derajad isomorpisma atau tingkat pemikiran yang dimiliki siswa belum sepadan dengan gurunya, sehingga siswa harus berusaha menyamakan pemikirannya dengan gurunya, salah satu cara yang dapat dilakukan siswa tersebut yaitu dengan banyak membaca dan selalu belajar.

    ReplyDelete
  185. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Ketika siswa belum belajar, maka jawaban siswa yang salah tersebut bisa menjadi benar dalam keadaannya. Sehingga guru tidak boleh memarahi siswa dan menyalah-nyalahkan siswa, akan tetapi sebaiknya guru perlu memberikan motivasi, fasilitas, dan kesempatan untuk bekerjasama.

    ReplyDelete
  186. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    Ruang dan waktu memiliki sifat tak terbatas, sehingga menjangkaunya harus dengan suatu olah pikir yang sopan dan santun terhadap sifat tak terbatasnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id