Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

85 comments:

  1. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    setelah belajar mengenai filsafat, walaupun pemikiran ini belum mengacu pada teori filsafat yang diakui oleh dunia, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"

    Setiap individu memiliki tujuan hidupnya masing-masing. menjalani hidup dengan memiliki tujuan adalah cara membangun semangat itu sendri. Dengan tujuan kita dapat menetukkan arah dan bagaimana kita melewati hidup ini. Tujuan adalah bagian hidup yang memberi warna pada kata semangat. kemudian jiwa dari semangat itu sendiri muncul dari hati. hati yang menjadi kedudukan Tuhan, perlu diisi dengan rasa syukur, rasa empati, rasa ikhlas dan sebagainya memandang kehidupan ini, karena terkadang hidup tidak selalu sesuai dengan idealis kita. Melangkah menuju tujuan hidup terkadang kita harus melewati beberapa problematika, dengan semangat yang sudah ada kita harus menentukan akankan berhenti, atau terus mencari jalan yang lain sampai kita mampu menuju tujuan hidup kita. Semangat memiliki definisi yang luas, meskipun sedih namun tetap memandang kedepan dan menjalankannya adalah bagian dari semangat.
    Kebaikan seseorang adalah terpancara dari rasa belas kasihnya yang tinggi. Bermanfaat bagii orang lain dan bagi diri sendiri

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menanggapi pertanyaan no 1. Menurut saya cara untuk menyeimbangkan antara adat dan agama adalah dengan menggunakan pikiran kita secara kritis. Kita tentu dibekali ilmu agama. Sebaiknya ilmu tersebut kita letakkan paling atas dari yang lainnya, dalam artian ilmu agama menjadi pedoman kita. Jika adat di daerah sekitar kita melakukan kegiatan yang masih bisa diterima oleh akal sehat kita serta tidak melanggar syariat agama maka tidak ada masalah. Namun jika sebaliknya, maka akal pikiran kitalah yang akan menyaringnya berdasarkan ilmu agama yang sudah kita pahami. Jadi, kita harus selalu menegakkan spiritual. Dimana pun, kapanpun, ruang dan waktu apapun.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian yaitu dengan berfikir positif. Kehidupan selalu berubah dari waktu ke waktu tanpa adanya kepastian. Manusia harus menyesuaikan diri menghadapi berbagai perubahan dan permasalahan hidup, yaitu dengan berfikir positif. Sikap ini memberikan keyakinan pada diri sendiri untuk senantiasa optimis, ikhlas menerima kondisi, tidak putus asa, bersyukur, rendah hati, serta meningkatkan iman kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menanggapi pertanyaan nomer 3 bagaimana filsafat menanggapi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian menurut saya sebagai manusia mempunya keterbatasan dalam memastikan sesuatu bahkan dapat dikatakan tidak bisa karena pasti atau tidaknya sudah menjadi takdir dari Tuhan. Sehingga dalam melakukan segala hal dibutuhkan keikhlasan dan usaha yang maksimal lalu berserah dan berdoa agar ketidakpastian-ketidakpastian tersebut dapat menjadi keberuntungan kita.

    ReplyDelete
  5. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menanggapi bagaimana menyeimbangkan antara adat depan agama, menurut saya kita harus bijaksana dalam memilah dan memilih adat mana yang masih sesuai dengan aqidah atau agama kita. Apabila kita tidak seprinsip dengan suatu adat maka tidak perlu menentang dengan keras karena pada dasarnya adat adalah budaya yang diturunkan oleh nenek moyang sehingga sesama manusia harus saling menghormati adat-adat yang ada di lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  6. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    menurut saya hidup itu akan selalu berubah dan penuh dengan suatu ketidakpastian, demikian pula antara suatu kepastian dalam hidup hanyalah sebuah ketidakpastian.

    ReplyDelete
  7. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan
    "Fitratul Wulan Fatmasuci:
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    Kiat-kiat hidup penuh semangat dan manfaat yaitu selalu berada di ruang dan waktunya. Jika kita berada di ruang dan waktu yang tepat, kita akan menikmati apa yang sedang kita lakukan atau yang sedang terjadi. Jika kita menikmatinya, maka kita akan merasakan manfaat dari apa yang terjadi dan selanjutnya kita dapat berbagi manfaat itu kepada orang lain.

    ReplyDelete
  8. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Ketidakpastian akan selalu ada seiring dengan ruang dan waktu yang terus berubah. Sesuatu yang pasti tentang hari esok pun hari esok itu sendiri merupakan ketidakpastian. Ketidakpastian dapat membuat kekhawatiran. Akan tetapi ketidakpastian membuat kita bersyukur dengan apa yang kita peroleh dan terus hidup dengan harapan untuk kemudian hari.

    ReplyDelete
  9. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

    Kiat-kiat agar setiap harinya penuh semangat pada masing-masing orang itu relatif. Tetapi sesuatu yang pasti bahwa segala sesuatu yang positif dalam hidup, akan menumbuhkan semangat pada diri seseorang. Menyarankan untuk tidak menonton film yang sedih dan menyeramkan, karena melemahkan pikiran dan hati. Terbawa suasana juga akan melemahkan semangat jika teringat kejadian yang menyedihkan. Jika seseorang selalu semangat dalam hidupnya, maka dia akan memikirkan bagaimana caranya bisa bermanfaat untuk orang sekitar.

    ReplyDelete
  10. Nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postigan diatas yang memuat pertanyaan filsafat, fisalfat adalah kebijaksanan, bagaiman kita berfikir sesuai dengan ruang dan waktu, menerjemahkan dan diterjemahkan dan mensintesikan infiormnsi yang diperoleh. terimaskih pak

    ReplyDelete
  11. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Hubungan antara agama dan adat dalam pelaksanaannya di kehidupan manusia dapat dijelaskan dengan sederhana yaitu, manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupannya yang dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur agama dan adat di daerah atau lingkungan tempat dia tinggal.Seperti saat dia berbicara atau melakukan suatu kegiatan, misalnya makan, minum dan juga saat dia berjalan. Sehingga dalam pelaksanaannya agama dan adat dapat saling berjalan beriringan, asalkan tidak bertentangan.

    ReplyDelete
  12. Nikma Husna
    13301244024
    Pendidikan Matematika C 2013
    Orang yang menerpkan filsafat secara bijaksana adalah orang yang bersikap dan berprilaku terhadap sesuatu yang ia lihat berdasarkan apa yang ada dipikirannya secara tepat dalam situasi dan kondisi seperti apapun dan bersifat objektif serta mampu mengambil makna/pelajaran penting dari apa yang dilakukannya. Dengan kata lain orang yang bijak dalam berfilsafat adalah orang yang mampu mengambil keputusan dengan tepat baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa memihak secara adil dan objektif.

    ReplyDelete
  13. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?" menurut saya yaitu setiap kegiatan yang akan kita jalani haruslah diawalai dengan berdoa. Mohon kepada Alloh SWT agar pekerjaan yang kita lakukan selalu dalam ridho Alloh SWT dan dalam perlindungan-Nya. Selalu ingat bahwa untuk mencapai tujuan hidup tidak cukup hanya doa, tetapi juga usaha yang maksimal, begitu juga sebaliknya untuk mencapai tujuan hidup tidak cukup hanya usaha yang maksimal tetapi doa yang iklhas karena manusia yang berusaha Alloh yang menentukan. Beraktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri atau bermanfaat untuk orang lain dan menghindari aktivitas yang sia-sia dan tidak berguna.

    ReplyDelete
  14. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama" menurut saya adalah bijak dalam menanggapinya. Agama sudah jelas mengajarkan mana yang haq dan bathil, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang sebaiknya ditinggalkan. Semua telah diajarkan melalui Al-Quran al Hadist. Apabila adat yang kita jalani selama ini bertentangan dengan agama maka lebih baik untuk menghindarinya.

    ReplyDelete
  15. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013
    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?" Menurut saya Berfilsafat itu berarti berpikir. Artinya berpikir itu ada manfaat, makna,dan tujuannya, sehingga mudah untuk direalisasikan. Selalu berpikir positif dimana dan kapan saja agar dari pikiran kita ada manfaat entah bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar dan mencapai tujuan yang direncanakan

    ReplyDelete
  16. Lazuardi Nugroho
    13301244017
    S1 Pendidikan Matematika C 2013 Menanggapi pertanyaan "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?" menurut saya manusia hidu dalam ketidakpastian dan kemungkinan. Kehidupan manusia pasti akan berubah sewaktu-waktu, semua telah ditakdirkan oleh Alloh SWT. Manusia hanya dapat berdoa, berikhtiar, berpikir positif, qanaah, bersyukur atas segala yang telah Alloh SWT berikan.

    ReplyDelete
  17. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Jika kita berada di ruang dan waktu yang tepat, kita akan menikmati apa yang sedang kita lakukan atau yang sedang terjadi. Jika kita menikmatinya, maka kita akan merasakan manfaat dari apa yang terjadi dan selanjutnya kita dapat berbagi manfaat itu kepada orang lain. Orang yang menerpkan filsafat secara bijaksana adalah orang yang bersikap dan berprilaku terhadap sesuatu yang ia lihat berdasarkan apa yang ada dipikirannya secara tepat dalam situasi dan kondisi seperti apapun dan bersifat objektif serta mampu mengambil makna/pelajaran penting dari apa yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  18. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menurut saya cara untuk menyeimbangkan antara adat dan agama adalah dengan menggunakan pikiran kita secara kritis. Kita tentu dibekali ilmu agama. Sebaiknya ilmu tersebut kita letakkan paling atas dari yang lainnya, dalam artian ilmu agama menjadi pedoman kita. Jika adat di daerah sekitar kita melakukan kegiatan yang masih bisa diterima oleh akal sehat kita serta tidak melanggar syariat agama maka tidak ada masalah.

    ReplyDelete
  19. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama? sebenar-benar dalam berfilsafat adalah kita harus mengetahui ruang dan waktunya, antara adat dan budaya memiliki ruang dan waktu yang berbeda, walaupun sebagian orang menjunjung tinggi adat dan mempercayainya seperti agama namun hal itu adalah sebuah kekeliruan, adat itu di buat oleh manusia dan di turunkan secara turun temurun, jika di adat kita harus menggunakan kata percaya, namun dalam agama tingkatannya harus lebih tinggi lagi yaitu Iman ataupun keyakinan yang lebih tinggi. sehingga ada di salah satu suku di indonesia megatakan bahwa "adat bersandingkan syar'i, syar'i bersandingkan kitabullah" hal ini sudah jelas bahwa adat itu harus sesuai dengan ajaran agama, maka tidak bisa adat di seimbangkan dengan agama, karena tingkatannya berbeda dan tidak sesuai denagn ruang dan waktunya. namun adat bisa mengambil pelajaran dan mengungkapkan apa yang ada dalam agama dalam nilai-nilai budaya.

    ReplyDelete
  20. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Mencoba menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”
    Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran. Radhakrishnan dalam bukunya, History of Philosophy, menyebutkan: Tugas filsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita hidup, melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan baru. S. Takdir Alisyahbana menulis dalam bukunya: filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemantapan hati, sekalipun menghadapi maut. Dalam tujuannya yang tunggal (yaitu kebenaran) itulah letaknya kebesaran, kemuliaan, malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain. Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya.

    ReplyDelete
  21. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Menurut saya harus diawali dengan kehidupan yang penuh dengan rasa syukur atas apa yang kita miliki dan selalu optimis dalam tiap menjalini tahap-tahap kehidupan berharap kita mendapatkan yang terbaik. Menjadi bermanfaat dapat untuk diri sendiri, orang lain, atau makhluk lain selain manusia, sehingga lakukan apa yang menurut hati kita ikhlas untuk dilakukan agar bermanfaat untuk sekitar.

    ReplyDelete
  22. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika

    Mencoba menanggapi pertanyaan bagaimana filsafat menanggapi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian, menurut saya orang hidup pasti berubah baik ruang dan waktu sehingga tidak ada yang pasti dalam dunia ini. Segala kemungkinan dapat terjadi di luar kehendak kita sebagai manusia. Sehingga disinilah usaha dan doa kita diuji agar bagaimana yang tidak pasti menjadi pasti atas izin Allah yang maha menghendaki segalanya.

    ReplyDelete
  23. Meninjau pertanyaan dari Saudari Ainun Fitriani: Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana? Hakekatnya filsafat tidak memberikan jawaban mutlak, melainkan menawarkan alternatif cara berpikir. Filsafat mengajarkan untuk melakukan analisis terlebih dahulu, mengemukakan ide dengan jelas, dan rasional, serta mempertahankan pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas politik semata.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  24. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Menanggapi pertanyaan ke dua, yakni tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana, menurut saya bijaksana adalah ketika kita mampu menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktu. Begitu juga dalam berfilsafat, dalam mengolah pikiran dan mengutarakannya merupakan cerminan dari bagaimana kita berfilsafat. Sehingga, wujud dari bijaksana kita dalam berfilsafat adalah kita mampu mengarahkan pikiran kita sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  25. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 1 yaitu "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama."
    Semua dalam filsafat itu bergantung dari ruang dan waktunya. Kita harus bisa menempatkan adat dan agama pada ruang dan waktu yang tepat. Apabila adat digunakan pada ruang dan waktu yang tepat, begitupun juga dengan agama, maka akan terjadi keseimbangan di dalamnya.

    ReplyDelete
  26. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan nomor 2 yaitu " Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?". Tujuan dari filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika , etika, maupun metafisika. Oleh karena itu, dengan berfilsafat, seseorang akan melakukan perenungan dan menganalisa permasalahan di kehidupan dunia sehingga dapat menyikapinya secara bijaksana.

    ReplyDelete
  27. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya mau mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?". Menurut filsafat saja, kepastian itu mitos apalagi ketidakpastian itu sendiri. Tidak ada yang pasti di dunia ini, karena semua bergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  28. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Menaggapi pertanyaan dari saudari Maryana tentang memahami karakteristik siswa dalam pembelajaran menurut sudut pandang Filsafat?
    Semua anak didik mempunyai karakteristik masing-masing, misalkan ketika kita mengajari anak kecil tentunya tidak perlu dengan mendifinisikan tetapi harus melalui contoh-contoh. Misalkan kata arti untuk anak kecil tidak bisa dipahami menjadi contoh, untuk anak kecil tidak perlu mendifinisikan, tidak harus melalui mendefinisikan yang terpenting memberikan contoh.

    ReplyDelete
  29. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Kehidupan kontemporer menciptakan perkembangan IPTEK sehingga kita hidup didalam pergulatan dampak positif dan negatif dari kontemporer. Dampak negatifnya dengan perubahan IPTEK yang begitu cepat sehinggga bisa menimbulkan pergeseran tata nilai yang bisa membuat kita semakin jauh dari tata nilai dan moral namun apabila kita tidak mau menghadapi zaman ini maka kita akan menjadi manusia yang terbelakang maka dibutuhkan solusi alternatif agar kita terhindar dari pengaruh negatif kontemporer. Maka kita sangat memerlukan suatu ilmu yang sifatnya memberikan pengarahan dan ilmu filsafat menjadi salah satu alternatif manusia mengintegrasi dalam mendekatkan diri pada tata nilai dan moral agar mampu memilah mana yang harus kita tolak dan mana yang harus disetuji/yang harus di ambil sehingga dapat memberikan makna kehidupan. Selain itu upaya yang dapat dilakukan oleh manusia adalah memperbanyak istighfar bagi yang muslim tatka ketika dalam sadar agar nantinya Tuhan memberikan pertolongan kepada kita ketika dalam kondisi tidak sadar. Amin

    ReplyDelete
  30. Puspita Sari
    13301241003
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah belajar filsafat saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Furintasari mengenai “Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama”. Sejatinya adat atau budaya atau seni sangat jauh untuk di jadikan satu denga agama, karena adat ya adat dan agama ya agama. Terutama adat tradisi, adat tradisi terkadang tidak dapat di pikir secara akal rasional tetapi kenyataannya itu semua ada, sedangkan dalam agama hal ini dikatakan kepercayan. Maka itu menyemibangkan adat dan agama sama saja kita mempercayai sesuatu yang ada.

    ReplyDelete
  31. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    1. Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

    Adat merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh para leluhur. Adat biasanya bersifat khas, artinya masing-masing adat di suatu wilayah berbeda satu sama lainnya. Adat diiringi dengan kegiatan atau upacaar khusus yang kemudian dipimpin oleh ketua adat. Adat juga berasal dari hasil pikir manusia, sehingga adat perlu ada bimbingan agar adat tidak sampai melanggal fitrah manusia.

    Dari paparan di atas, maka adat harus berdasarkan petunjuk wahyu (agama). Hal ini dilakukan agar pelestarian adat tidak mengganggu fitrahnya sebagai seorang manusia.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  32. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    1. Furintasari bertanya: Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama
    Bagaimanapun kita tidak bisa melepaskan adat daerah kita bertempat tinggal karena kita hidup sebagai makhluk sosial, namun adat itu ada yang sejalan dengan agama ada yang tidak, Kita berpikir tepat pada ruang dan waktu sehingga kita harus bisa menempatkan diri berada di adat yang kita tempati, namun kita harus bisa melepas adat yang bertentangan dengan norma agama dengan tidak secara dramatis karena misal dilingkungan kita ada kebiasaan minum minumaan keras, kemudian berjudi sabung ayam. nah kita tidak secara brutal melarang mereka tapi kita tidak juga menyetujui, maka sikap kita mendekati dengan sedikit-sedikit memberi masukan orang perorang, misal mereka ada yang sedang sakit atau mendapat kesusahan maka kita bisa membantunya sambil menasehati kebiasaan mereka. Hal ini lambat laun akan hilang dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  33. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    2. Ainun Fitriani: Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat adalah 1) Keheranan; 2) Kesangsian; 3) Kesadaran akan keterbatasan karena merasa dirinya sangat kecil, sering menderita, dan sering mengalami kegagalan. Hal ini mendorong pemikiran bahwa di luar manusia yang terbatas, pasti ada sesuatu yang tidak terbatas.

    Dalam kehidupan, adakalanya kita dapat menggolongkan manusia kedalam beberapa jenis berdasarkan pengetahuannya, yaitu:

    Orang yang mengetahui tentang apa yang diketahuinya;
    Orang yang mengetahui tentang apa yang tidak diketahuinya;
    Orang yang tidak mengetahui tentang apa yang diketahuinya;
    Orang yang tidak mengetahui tentang apa yang tidak diketahuinya.
    Orang dapat memperoleh pengetahuan yang benar apabila orang tersebut termasuk golongan 1) dan sekaligus 2) yaitu Orang yang mengetahui tentang apa yang diketahuinya sekaligus Orang yang mengetahui apa yang tidak diketahuinya. Dengan demikian maka filsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita ketahui dan apa yang belum kita ketahui. Pengetahuan diperoleh dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dari kedua-duanya.

    Tidak semua orang mampu berfilsafat, orang yang akan mampu berfilsafat apabila memiliki sifat rendah hati, karena memahami bahwa tidak semuanya akan dapat diketahui dan merasa dirinya kecil dibandingkan dengan kebesaran alam semesta. Filsuf Faust mengatakan : ”Nah disinilah aku, si bodoh yang malang, tak lebih pandai dari sebelumnya”. Socrates menyadari kebodohannya dan berkata “yang saya ketahui adalah bahwa saya tak tahu apa-apa”. Sifat selanjutnya adalah bersedia untuk mengoreksi diri dan berani berterus terang terhadap seberapa jauh kebenaran yang sudah dijangkaunya. Ilmu merupakan pengetahuan yang kita alami sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi.

    ReplyDelete
  34. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    3. Fitratul Wulan Fatmasuci: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    banyak hal yang bisa kita pikirkan dan kita lakukan mulai membuka mata setelah tidur, dalam diri kita akan mengada apa yang ada dan yang mungkin ada. (1) Motivasi instrinsik, (2) motivasi ekstrinsik, (3) Niat untuk lebih baik daripada kemarin, (4) Hari ini aku harus bisa menyelsaikan urusanku (5) Jangan tunda waktu kalau hari ini bisa dilakukan (6) Tidak akan berpolitik dalam segala hal (7) bantu orang-orang yang memerlukan kita selaki kita mampu untuk melakukan, imbalannya tidak harus kita terima sekarang mungkin bertahun-tahun kemudian kita akan merasakan mungkin pada keluarga kita, orang tua kita anak cucu suami istri selalu diberi kemudahan dan kesehatan yang luar biasa. (8) Aku pasti bisa

    ReplyDelete
  35. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    4. Samsul Feri Apriyadi: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Manusia
    "Bahwa hidup itu akan selalu berubah dan penuh dengan suatu ketidakpastian, demikian pula antara suatu kepastian dalam hidup hanyalah sebuah ketidakpastian ". Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Tidak ada sesuatu pun yang pasti selain ketidakpastian itu. Lebih menarik lagi bila kita sedikit mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: sesuatu yang pasti akan hari esok adalah bahwa hari esok itu tidak pasti. Dengan ketidakpastian ini kita menjadi ingin menyiapkan diri menghadapinya. Karena manusia hidup diantara ketidakpastian. Jika segalanya sesuatunya sudah pasti maka kemanusiaan hilang artinya.

    ReplyDelete
  36. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    5. Maryana: Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?
    Keterampilan mengajar merupakan kompetensi professional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Ada delapan keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil atau perorangan. Penguasaan terhadap keterampilan mengajar tersebut harus untuh dan terintegrasi. Dipandang dari segi lain seorang guru harus mempunyai pendekatan dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan dan memilih metode-metode pembelajaran yang efektif serta berusaha memberikan variasi dalam metode pembelajaran agar tidak kelihatan atau menyebabkan siswa atau peserta didik jenuh. Jika hal ini diterapkan, maka dituntut sekali inisiatif guru untuk melakukan variasi dan krativitas guru. Guru merupakan seorang figur yang menjadi tauladan dan pedoman bagi siswa dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Guru merupakan nara sumber yang akan memberikan dan menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa, terutama sekali dalam hal pemahaman dan penyelesaian mata pelajaran matematika. Tetapi hal tersebut kemungkinan besar tidak sampai pada tahap yang diharapkan. segala macam bentuk persoalan yang akan diberikan kepada siswa harus menggambarkan persoalan yang ditemui sehari-hari atau dengan kata lain yang berdekatan dengan pengalaman empiris peserta didik di lapangan. Jadi dengan adanya kegiatan pembelajaran yang mengaitkan langsung dengan kehidupan nyata peserta didik akan dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh peserta didik
    Menurut Ebbutt dan Straker (1995) hakekat matematika sekolah mencakup 4 hal yaitu: a). Kegiatan penulusuran pola/hubungan; b). Kegiatan problem solving; c). Kegiatan investigasi; dan terakhir d). Kegiatan komunikasi. Penerapan hakekat matematika sekolah tersebut merupakan salah satu peran filsafat dalam pembelajaran di sekolah.
    Dengan penerapan filsafat dalam pembelajaran di sekolah, maka proses belajar mengajar akan berjalan dengan efektif dan efisien. Filsafat memberikan keuntungan bagi guru dan juga siswa. Bagi guru, dengan adanya pelajaran filsafat, maka guru akan lebih memahami karakter dari siswa-siswanya. Belajar filsafat adalah berpikir, sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana pola pikir siswa-siswanya dalam memahami matematika. Pada pelajaran filsafat, pendidikan karakter juga tercakup di dalamnya. Pendidikan karakter meliputi material, formal, normatif dan spiritual. Dan dalam pembelajaran di sekolah, keempat faktor tersebut merupakan salah satu peran filsafat dalam pembelajaran di sekolah
    Selalu memandang peserta didik sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai karakteristik bervariasi, ikut dalam kehidupan peserta didik dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  37. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    6. Aris Kartikasari: Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Pokok permasalahan yang menjadi pembahasan dalam filsafat kontemporer sangat luas, sebagaimana disebutkan sebelumnya, meliputi fisika, sosiologi, ekonomi, psikologi, ilmu hukum, ilmu politik, teologi, etika, budaya, bahasa, hermeneutika, dan masih banyak lagi yang menyangkut perkembangan terkini dan pembahasannya juga tak jauh dari tuntutan kontemporer seperti demokrasi, hak asasi manusia, etika, kebebasan, dan sebagainya. Dalam menekuni dan memahami filsafat barat kontemporer, mahasiswa dapat memberikan perhatiannya terhadap berbagai topik terkini yang terus berkembang yang selanjutnya dapat dianalisis, dikritisi, sehingga dapat menjawab dengan kearifan berdasarkan keintelektualannya.
    Menjadi jelas bahwa, studi filsafat barat kontemporer tidak dapat dipisahkan dari perkembangan dunia empiris dan interpretasi kebudayaan tertentu, dan harus memanfaatkan semua perkembangan itu untuk menatanya kembali dengan membentuk saling hubungan antar disiplin ilmu, mempertimbangkan konteks yang lebih umum dan menyajikannya dalam bentuk yang sistematis. Selanjutnya, mahasiswa hendaknya didorong untuk tidak hanya mengulang atau menelan mentah-mentah berbagai pendirian, pemikiran, metode, dan teori yang lahir dalam ranah pemikiran filsafat barat kontemporer, namun juga diharapkan dapat dengan arif dan mengkritisi semua pemikiran yang kemudian pertimbangan dapat dipahami dan dilaksanakan serta ditransformasikan berdasarkan tingkat kritisnya, bahkan lebih jauh lagi dapat melahirkan teori baru demi pengembangan wilayah filsafat kontemporer selanjutnya.

    ReplyDelete
  38. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?
    Menurut saya untuk menyeimbangkan agama dan budaya adalah menerapkan budaya yang tidak bertentangan dengan agama. Di Indonesia sendiri terdapat banyak kebudayaan yang berasal dari nenek moyang, budaya itu sendiri ada yang bertentangan dengan agama dan ada yang tidak. Maka dari itu marilah kita memilih jalan tengah, satu-satunya adalah dengan menjalankan budaya yang tidak bertentangan dengan agama, karena kita tidak dapat memilih-milih dengan sesuka hati apa yang ada di dalam agama tapi kita dapat memilih budaya apa yang masih bisa kita pertahankan. Namun semua itu butuh waktu dan jangan paksakan pikiran kita sama dengan pikiran yang lain.

    ReplyDelete
  39. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Izinkan saya membahas pertanyaan keempat dari Samsul Feri Apriyadi, karena saya juga pernah berfikir dan bertanya tentang pokok persoalan yang sama. Jawaban yang saya peroleh dari Bapak Marsigit, berdasarkan yang saya pahami adalah terkadang dalam memahami filsafat yang penuh ketidakpastian sebenarnya adalah pikiran kita sendiri yang penuh ketidakpastian. Sehingga meski dimensi material tampak “tidak pasti”, ada dimeni spiritual yang membuat kita harus tetap berpegang dan tidak kehilangan kepercayaan atau keyakinan dari segala bentuk “ketidakpastian” tersebut.

    ReplyDelete
  40. Dian Rizki herawati
    13301241057
    PMA 13

    Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Tidak ada sesuatu pun yang pasti selain ketidakpastian itu. Lebih menarik lagi bila kita sedikit mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: sesuatu yang pasti akan hari esok adalah bahwa hari esok itu tidak pasti.

    ReplyDelete
  41. Menanggapi pertanyaan No 3 bagaimana kiat-kiat agar hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat ? pertama, awali hari mu dengan niat tulus karena Allah. Kedua, ingat tujuan hidup mu yang ingin dicapai dan ingat orang yang menyayangi kita dan kita sayangi. Ketiga, kita harus memiliki prinsip hidup dan memiliki pikiran positif dan teruslah berbuat baik kepada sesama. Seperti Sabda Rasulullah saw yang berarti “ sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  42. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan pertanyaan Furintasari yang bertanya tentang bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama. Individu dalam sosialnya tidak akan lepas dari adat yang berlaku di masyarakat. Individu juga hidup berlandaskan agama sesuai yang dianutnya. Kadang adat tak sejalan dengan landasan agama yang dianut. Sehingga seorang individu harus selektif dan memilah mana yang baik dan benar menurut agama. Terima kasih

    ReplyDelete
  43. Umi Arismawati
    13301231032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pertanyaan Samsul Feri Apriyadi:Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Sesungguhnya kehidupan ini tidak ada yang pasti. Tidak ada yang bisa memastikan ruang dan waktu yang akan datang. Semua hanya bisa merencanakan. Dan sesungguhnya yang memiliki kepastian hanyalah Allah SWT. Terima kasih

    ReplyDelete
  44. Pertanyaan no 1: Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama?
    Menurut saya cara menyeimbangkan anatara adat dan agama adalah menjalankannya dengan keselarasan. Agama adalah landasan utama yang dimiliki tiap orang sebagai individu, sementara adat adalah aturan yang berlaku pada masyarakat tertentu. Tidak semua adat sesuai dengan aturan agama, oleh sebab itu kita bisa memilih untuk melaksanakan adat yang sesaui dengan agama yang kita anut sehingga adat dan agama bisa berjalan dengan selaras dan seimbang.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  45. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Cara saya memandang ketidakpastian adalah saya selalu menanamkan pikiran positif dalqam diri saya. Saya tanamkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah di gariskan oleh Allah SWT. Andaikan saja ketideakpastian itu adalah sebuah permasalahan, saya pun yakin ada jalan keluar dan ada pelajaran yang dapat diambil dari permasalahan tesebut.

    ReplyDelete
  46. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Bagaimana kiat-kiat seseorang supaya hari-harinya penuh semangat dan bermanfaat?
    bagi saya, kiat-kiat nya adalah kita harus selalu bersyukur dengan kehidupan kita setiap harinya, dan selalu berpkiran positif. Dan juga kita harus punya planning pada hari ini kita akan melakukan apa saja, sehingga kita dapat mengefektifkan waktu kita serta kita uga tahu kebermanfaatan apa yang telah kita lakukan hari itu.

    ReplyDelete
  47. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Dalam upaya menanggapi pertanyaan Saudari Furintasari : Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?
    Dalam hubungan hukum adat dengan agama ada teori yang di kemukakan oleh Van Den Berg, yaitu teori penerimaan secara penuh. Artinya hukum adat menerima pengaruh ajaran agama secara penuh. Hukum adat suatu golongan masyarakat adalah hasil penerimaan bulat-bulat dari hukum agama yang dianut oleh golongan masyarakat itu. Dalam artian teori tersebut oleh bangsa hindu dari hukum hindu, oleh bangsa islam dari hukum islam, oleh kaum Kristen dari hukum Kristen. Yang pada intinya selama bukan sebaliknya dapat dibuktikan, menurut ajaran ini hukum pribumi ikut hukum agamanya, karena jika tidak memeluk suatu agama, harus juga mengikuti hukum-hukum agama itu dengan setia.
    Berdasarkan pendapat di atas, agama memiliki peran dalam membentuk adat dalam suatu masyarakat tertentu. Sebagai contoh di DIY, memiliki adat sekatenan yang muncul karena ingin memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  48. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Upaya menjawab pertanyaan Ainun Fitriani: Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau pengalaman. Maka berpikir dan membangun pengalaman merupakan langkah konstruksi filsafat. Filsafat merupakan diri kita sendiri, untuk mempelajari filsafat tidak perlu jauh-jauh sampai ke Amerika maupun ke Eropa, tapi cukup dengan mengenal dan membangun pikiran kita sendiri. Yang sering saya dengar dari kuliah Prof. Marsigit adalah dalam berfilsafat kita harus sopan terhadap ruang dan waktu, karena kita terikat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  49. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Upaya menjawab pertanyaan Saudari Fitratul Wulan Fatmasuci: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Berdasarkan pengalaman saya selama ini, dalam membangun hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat diperlukan rasa syukur kepada semua nikmat ALlah SWT yang senantiasa mengalir disetiap detik yang kita lalui. Memang untuk membangun rasa syukur tidaklah mudah, akan tetapi jika kita biasakan maka rasa syukur itu akan seperti bayangan bagi kita. Sebesar apapun nikmat atau rizki yang kita terima tidak akan cukup saat kita tidak bersyukur, dan sekecil apapun nikmat atau rizki yang kita terima akan terasa cukup saat kita bersyukur dan ikhlas. Mari kita bersama-sama belajar bersyukur dan ikhlas menerima segala sesuatu yang telah ALlah SWT berikan untuk kita agar hidup kita lebih semangat dan penuh dengan manfaat.

    ReplyDelete
  50. Upaya menanggapi pertanyaan Saudari Samsul Feri Apriyadi: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Kehidupan penuh dengan ketidakpastian, segala kejutan dari ALlah SWT bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Manusia memiliki rencana, akan tetapi yang menentukan final dari rencana kita adalah Allah SWT. Maka yang perlu dilakukan adalah berikhtiar, berdoa, dan berserah diri yang dilandasi oleh keikhlasan dan rasa syukur. Rasa Ikhlas dan syukur akan mampu menjadi pagar kita dalam berjalan saat menghadapi ketidakpastian tersebut.

    ReplyDelete
  51. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  52. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Upaya menanggapi pertanyaan Saudari Maryana: Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?
    Karakteristik tersebut adalah Ebutt dan Straker (Depdiknas 2004: 4):
    1). Siswa akan mempelajari matematika jika mereka mempunyai
    motivasi. Implikasinya : Guru memberi kegiatan yang menyenangkan,
    menantang, yang memberi harapan, yang dihargai keberhasilannya.
    2). Siswa mempelajari matematika dengan caranya sendiri.
    Impilkasinya : Siswa belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda,
    guru harus tahu kekurangan dan kelebihan siswa.
    3). Siswa mempelajari matematika baik secara mandiri maupun
    kelompok. Implikasinya : Guru memberikan kesempatan belajar
    secara mandiri atau kelompok, melatih kerjasama, mengajarkan cara
    mempelajari matematika.
    4). Siswa memerlukan konteks dan situasi yang berbeda-beda dalam
    mempelajari matematika. Impilkasinya : Guru menyediakan media
    pembelajaran yang diperlukan.

    ReplyDelete
  53. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Upaya menanggapi pertanyaan Saudari Aris Kartikasari: Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Dampak negatif dari kontemporer dapat dicontohkan pada bidang sosial yakni berkembangnya budaya barat yang negatif melalui televisi dan internet, memudarnya nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat, berkurangnya kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap budaya daerah dan nasional, lahirnya gaya hidup individualistis (mementingkan diri sendiri), pragmatis (keuntungan diri), hedonis (kenikmatan), serta permisif (membolehkan hal yang dilarang), dan konsumtif, lunturnya kepedulian dan solidaritas bangsa, seperti orang cenderung membiarkan tindakan kejahatan.
    Hal yang perlu dilakukan untuk menanggulangi dampak ini, salah satunya adalah peningkatan pendidikan karakter bangsa. Terdapat 6 pilar karakter meliputi trustworthiness, respect, responsibility, fairness, caring, dan citizenship.
    Selain itu, meningkatkan pemahaman agama kepada peserta didik. Dengan meningkatkan pemahaman agama peserta didik diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwa mereka kepada ALlah SWT, dengan landasan ini, diharapkan mampu menangkal pengaruh-pengaruh negatif yang muncul dalam kehidupan masyarakat.

    ReplyDelete
  54. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Bagaimana menyeimbangkan adat dan agama?

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”.”(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” QS. Al Baqarah (2):170

    Adat memiliki struktur dan sifat yang banyank dan beragam, ada adat yang sesuai dengan ajaran agama dan ada adat yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Sementara agama bersumber dari firman Tuhan yang memiliki kebenaran mutlak. Menelusuri kesesuaian adat istiadat dengan ajaran agama menjadi sebuah kebutuhan untuk dapat menempatkannya di dalam ruang dan waktu dengan sopan dan santun.

    ReplyDelete
  55. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Berpikir filsafat adalah berikhtiar menembus ruang dan waktu dengan sopan dan santun. Produk filsafat adalah kearifan, kebijaksanaan, keshalehan, kemanfaatan, kemaslahatan dan lain sebagainya. Filsafat berjalan melalui ontologi, epistemologi dan axiologi, ia berangkat dari tesis-anti tesis-sintesis-tesis baru-anti tesis baru-sintesis baru- dan seterusnya sehingga menemukan sebuah kebenaran (kemaslahatan). Jika filsafat belum mencapai belum mencapai kebenaran tersebut maka harus terus berjalan menuju muara kebenaran tersebut.

    ReplyDelete
  56. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Manusia sebagai yang ada harus terus mengada dan menghasilkan pengada. Yang ada akan terancam ketiadaanya jika tidak mengada. Maka sebenar-benar manusia adalah yang menyadari “adanya” sebagai potensi untuk mengada dan menghasilkan pengada. Dan sebenar-benar pengada adalah kemanfaatan baik untuk dirinya dan yang selainnya.

    ReplyDelete
  57. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Hidup ini berstruktur dan berdimensi, diantara ketidak pastian ada kepastian. Yang pasti adalah takdir (ketetapan) Tuhan. Yang tidak pasti-pun berstruktur, ada yang tidak pasti karena ikhtiar (proses), maka akan mendekati pasti. Dan ada yang tidak pasti tetap menjadi tidak pasti sampai berakhirnya hidup. Manusia tercipta untuk selalu menggulirkan ikhtiar (mengada) menuju kepada yang pasti. Oleh karenanya sebaik-baik manusia adalah mereka yang selalu berikhtiar menuju yang pasti (takdir Tuhan) yang senantiasa dikuatkan dengan do’a memohon kepada Yang Maha Pasti akan kepastian-Nya.

    ReplyDelete
  58. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?
    Obyek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Siswa adalah yang ada, dan yang mungkin ada adalah sifat-sifat (karakteristiknya) yang memiliki struktur dan dimensi beribu-ribu bahkan berjuta-juta. Memahami karakter siswa dalam konteks filsafat adalah memikirkan sifat-sifatnya, mesintesiskan, mempertemukannya dengan berbagai teori psikologi.

    ReplyDelete
  59. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Kita bagaikan “perahu kecil” yang berlayar di lautan lepas kontemporer, kita akan mudah terombang-ambing oleh derasnya deru ombak dan kuatnya pusaran badai. Sang nahkoda harus percaya diri, memiliki jam berlayar yang cukup, dan memiliki metode yang tepat untuk meneruskan pelayaran untuk mencapai tujuannya. Dalam konteks kehidupan, percaya diri adalah nilai-nilai yang kita yakini, jam berlayar adalah pengalaman-pengalaman yang menyiratkan hikmah, metode adalah upaya untuk memperkuat nilai-nilai yang kita yakini dikuatkan dengan hikmah-hikmah yang kita alami untuk menangkal pengaruh negatif dunia kontemporer dan menjadikan hal positifnya sebagai pembelajaran.

    ReplyDelete
  60. Kunci dari kehidupan yang hakiki adalah keikhlasan dan kemauan untuk melebur dalam ketiadaan dan menganggap bahwa diri kita tidak selalu unggul.
    Menjadi kerikil yang kecil itu menyenangkan, bisa diajak kemana-mana, tidak seperi memindah gunung.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP UNY
    16701261005

    ReplyDelete
  61. Menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat.
    Bukannya sudut pandang diciptakan oleh tiap individu dan dilakukan tanpa batasan?
    Setiap orang bisa berperspektif bahwa baik itu buruk, dan sebaliknya. Arbitrer!

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP UNY
    16701261005

    ReplyDelete
  62. Menjawab
    "Cara menyeimbangkan adat dan agama"
    Tidak perlu menjadi bunglon,tapi yang penting adalah yakin dan percaya dengan yang dilakukan diri sendiri. Iman ada hati, pikiran, dan perkataan. Kalau ketiganya sudah terpenuhi di tiap tiap segmentasi hidup, maka sebenar-benarnya manusia telah bertransformasi menjadi bunglon yang tidak tahu warna sesungguhnya. Seburuk-buruknya bunglon adalah jika ia sudah tidak tahu bahwa ia bunglon.
    Jadilah sosok karismatik yang berbeda namun berjati diri satu.
    Banyak pakaian yang dipakai, tapi ia tahu selimut hari apa yang digunakan.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP UNY
    16701261005

    ReplyDelete
  63. cara menerapkan filsafat secara bijaksana?
    Bijaksana adalah filsafat!
    Tidak perlu memahami filsafat sebagai akar konseptual atau teoretis.
    Karena filsafat adalah tiap elemen, dan tiap elemen ada filsafatnya.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP UNY
    16701261005

    ReplyDelete
  64. Bagaimana biar hari-hari penuh manfaat dan semangat,
    makan cokelat sambil ngamal.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP UNY
    16701261005

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau jawaban filsafatnya
      "Manusia diciptakan untuk melakukan berbagai upaya dalam dirinya bukan lain untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Setiap langkah yang ditempuh aadalah kemanfaatan, setiap asumsi berpikir adalah kemanfaatan, setiap berkumpul dengan orang-orang demi kemanfaatan. Kalau sudah dilandasi dengan keikhlasan dan kebermanfaatan, maka manusia tinggal melanjutkan visi dan misinya untuk selalu bahagia dan bersemangat untuk menjalaninya terus menerus.

      Memet Sudaryanto
      S-3 PEP UNY
      16701261005

      Delete
  65. Kata siapa hidup penuh ketidakpastian?
    Semua sudah diatur dalam Kitab agama (masing-masing).
    Filsafat menjalankannya sebagai sebuah siklus yang seimbang dan menjawab teka-tekinya dengan penuh pemaknaan yang baik dan terarah.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP UNY
    16701261005

    ReplyDelete
  66. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Menanggapi pertanyaan dari Ainun Fitriani:
    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat mengajarkan kita hidup lebih sadar dan bijak, memberikan pandangan tentang manusia dan hidupnya yang menerobos sampai inti sarinya, sehingga kita dengan lebih tegas dapat melihat baik keunggulannya, kebesaranya maupun kelemahannya dan keterbatasannya.

    ReplyDelete
  67. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Menanggapi pertanyaan dari Maryana:
    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?
    Filsafat mengajarkan kita untuk lebih bijak dan peka dalam memahami setiap karakteristik dari orang-orang di sekitar kita. Memahami karakteristik siswa dari sudut pandang filsafat adalah memahami apa yang dibutuhkan siswanya sehingga guru mampu memberikan pembelajaran matematika sampai tuntas dan membuat siswa mencintai matematika dengan lebih mendalam.

    ReplyDelete
  68. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Menanggapi pertanyaan nomor 4 tentang bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Menurut pandangan saya jawabannya mungkin terletak dalam elegi ritual ikhlas yang telah banyak diulas oleh Bapak Marsigit. Dimana dalam setiap elegi ritual ikhlas banyak dibahas bagaimana menjalani kehidupan dengan ikhlas, berpikir positif dan tetap husnuzon terhadap apapun rencana Allah. Sebab ketidakpastian hidup sendiri merupakan rahasia Tuhan YME terhadap hamba-hambaNya. Hal ini kembali tergantung pada bagaimana kita selalu berupaya menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan dan kebermaknaan.

    ReplyDelete
  69. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Cara menyeimbangkan adat dan agama itu adanya toleransi antar pengikitnya dalam adat dan agama.
    Cara menerapkan filsafat secara bijaksana : bijaksana itu bukan paksaan namun alamiah, bijaksana muncul dengan sendirinya dari seseorang ketika orang itu mempunyai pikiran yang jernih dan hati yang bersih sehingga kata kata yang dikeluarkan mengandung makna yang menentramkan hati, untuk menerapkan fisafat secara bijaksana mulailah dengan menerapkan pikiran yang jernih dan hati yang bersih terlebih dahulu nanti barulah kita bisa memaknainya dengan bijak.

    ReplyDelete
  70. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no. 2 dari Ainun Fitriani tentang "Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?". Dalam penerapan filsafat diperlukan kesadaran akan ruang dan waktu, dalam artian kita harus dapat menempatkan penjelasan keilmuan kita pada tempat dan waktu yang tepat. misalnya dalam menjelaskan matematika kita tidak mungkin menyamakan cara menjelaskan matematika yang secara lengkap kepada anak Sekolah Dasar, melainkan kita harus dapat menyesuaikan penjelasan kita sesuai dengan perkembangan keilmuan yang dimilikinya. itulah menurut saya kebijaksanaan yang dapat kita lakukan bukan hanya dalam menjelaskan filsafat melainkan seluruh ilmu pengetahuan yang lain.

    ReplyDelete
  71. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no. 5 dari Maryana tentang "Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?". Memahami karakteristik dari masing-masing siswa itu tidaklah mudah karena kita harus dapat dekat dengan mereka, akan tetapi dalam sisi filsafat menurut saya kita dapat memahaminya dengan bertanya kepada mereka sehingga karakteristik terhadap matematika itu dapat kita ketahui, bukan secara pasti karena kepastian adalah mitos melainkan berlandaskan dari asumsi yang kita buat dari pikiran kita.

    ReplyDelete
  72. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, yaitu bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Orang barat mendefinisikan filsafat itu sebagai olah pikir. Sedangkan di timur tidak cukup dengan olah pikir saja. Di timur ada ontologi gerak, di barat tidak ada. Jadi di timur, filsafat bukan sekedar olah pikir, tapi olah hati, bijaksana. Bijaksana timur dan barat itu berbeda. Di Barat bijaksana itu mencari sedangkan di timur itu memberi. Karena iu menerapkan filsafat secara bijaksana artinya harus menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  73. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    4. Samsul Feri Apriyadi:
    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Tidak ada sesuatu pun yang pasti selain ketidakpastian itu. Lebih menarik lagi bila kita sedikit mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: sesuatu yang pasti akan hari esok adalah bahwa hari esok itu tidak pasti. Dengan ketidakpastian ini kita menjadi ingin menyiapkan diri menghadapinya. Karena manusia hidup diantara ketidakpastian.

    ReplyDelete
  74. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Hidup memang penuh dengan ketidakpastian karena kepastian hanya milih Allah SWT. Dalam hidup yang penuh ketidakpastian kita harusnya selalu ikhtiar, ikhtiar untuk dapat mengubah hidup menjadi lebih baik, dan percaya pada takdir Allah SWT.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  75. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Menaggapi pertanyaan pertama (1) Furintasari bertanya: Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?

    Adat secara istilah merupakan suatu aturan atau kebiasaan yang lazim dituruti atau dilakukan sejak dahulu, biasanya dibuat dan ditetapkan oleh komunitas suku atau suku bangsa. Terdapat perbedaan aturan aturan yang ditetapkan antara suatu suku bangsa dengan suku bangsa yang lain. Dan adat mengalami perubahan dan perkembangan yang kondisional sejalan dengan ruang dan waktu manusia.

    ReplyDelete
  76. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Agama menurut isitilah adalah sebagai suatu sistem yang mengatur peribadatan yang berdasarkan atas keimanan atau kepercayaan (Imanen). Ibadah yang dilakukan memiliki syarat syarat dan aturan tertentu, dimana setiap kepercayaan memiliki syarat-syarat tersendiri yang dilakukan.

    ReplyDelete
  77. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Berjalannya waktu, aturan dan tata nilai pada suatu suku bangsa mengalami perpaduan. Dimana nilai agama menjadi mix terhadap adat dan kebiasaan. Sehingga aturan yang dilakukan berdasarkan adat adalah aturan yang diberlakukan berdasarkan agama, aturan yang diberlakukan di dalam agama adalah aturan yang diberlakukan berdasarkan adat istiadat. Seperti di sebagian budaya di jawa, bahwa Yasinan setiap malam jumat menjadi tradisi yang apabila ditinggalkan akan mengganggu dan dianggap merusak jika tidak dilakukan. Padahal Yasinan dalam konteks agama bisa dilakukan setiap saat atau dimalam-malam yang berbeda.

    ReplyDelete
  78. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?

    Menurut saya, cara untuk menyeimbangkan adat dan agama adalah tetap menghargai adat yang berlaku dengan menyisipkan unsur spiritual dalam adat tersebut. Seperti kisah sunan kalijaga yang menyebarkan agama islam dengan pendekatan adat di pulau jawa sambil menyisipkan syair-syair islami sehingga agama islam dapat diterima oleh mereka. Jadi, janganlah kita langsung menjudge adat yang berlaku tidak sesuai dengan agama kita. Agama mengajarkan kedamaian, saling bertoleransi satu sama lain.

    ReplyDelete
  79. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

    Menurut saya jawaban ini selalu dibahas dalam kuliah filsafat pendidikan oleh Prof. Marsigit. Bijaksana adalah bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga menghasilkan perilaku yang tepat, sesuai dan pas. Filsafat dapat diterapkan secara bijaksana sesuai dengan ruang dan waktunya. Dan jangan sampai kita melampaui batas dari ruang dan waktu yang ditetapkan. Atau terlebih lagi kita terkena jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  80. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

    Pertanyaan ini juga selalu muncul dalam benak saya. Saya yakin pasti ada saat dimana kita semangat dan ada saat dimana kita jatuh. Hal yang paling penting adalah cara kita untuk tidak berlarut-larut dalam keterpurukan dan bangkit kembali dalam waktu yang singkat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam realita hidup ini tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap hari otak kita selalu diserang oleh pikiran negatif, apakah itu berupa kekhawatiran akan masa depan, penyesalan di masa lalu, dsb. Yah, setiap orang tanpa kecuali pasti pernah dihadapkan dengan berbagai persolan dan permasalahan dalam hidupnya, oleh karena itu perlu sekali agar kita bisa melatih dan menyemangati diri kita sendiri agar kita tetap semangat dan tidak terjatuh dalam pikiran negatif, yang justru jika dibiarkan akan lebih memperburuk keadaan yang sedang terjadi. Karena pada dasarnya setiap manusia itu diciptakan sama oleh Tuhan, yang membedakannya cuma dari cara kita berfikir, cara kita memandang sebuah persoalan, jika kita memiliki mental seorang juara/pemenang, maka kita akan bisa terus maju.

      Delete
  81. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

    Di dalam filsafat, kita belajar bahwa sebenar-benar antitesis adalah tesis, begitu pula sebaliknya. Maka sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Tidak ada sesuatu pun yang pasti selain ketidakpastian itu. Lebih menarik lagi bila kita sedikit mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: sesuatu yang pasti akan hari esok adalah bahwa hari esok itu tidak pasti. Jikalau hidup itu pasti maka itu bukanlah hidup. Ketidakpastian inilah membuat kita berfilsafat dan berpikir. Kalau nyaman dan sudah dijamin buat apa berpikir, kan sudah jelas nanti nasibnya bagaimana.

    ReplyDelete
  82. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

    Karakteristik siswa mencerminkan identitas individu dan bergantung atau melekat pada subjeknya. Bisa berhubungan bagaimana subjek itu memperoleh atau mengkonstruksi pengetahuannya yang bisa disebut gaya belajar dan bagaimana subjek tersebut memroses informasi dalam pikirannya yang juga disebut gaya kognitif. Filsafat adalah ilmu tentang berpikir, begitu pula filsafat memandang karakteristik sebagai cara berpikir subjek. Ada proses matematisasi horizontal dan matematisasi vertikal yang kesemuanya juga bersumber dari filsafat.

    ReplyDelete
  83. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

    Tetap menjadikan spiritual di tingkat atas dan tidak menjadikannya sebagai tidak ada atau tidak diakui. Karena agama atau spiritual memberikan proteksi kepada diri kita agar tidak terjerumus dalam limbah power now atau dunia kontemporer. Selain itu, spiritual juga menjadi filter kita untuk menyaring informasi atau pengetahuan apa yang sesuai dengan kearifan lokal dan yang tidak sesuai.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id