Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat Dari Mahasiswa S2 PM A




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7. Enggar Prasetyawan:
Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?

8. Indah Pertiwi:
Ridho adalah bagian dari syukur. Bagaimana pandangan Filsafat mengenai keridhoan hati karena jangan sampai kita kehilangan syukur atas semua yang telah ditakdirkan?

9. Eny Sulistyaningsih:
a. Bagaimana pandangan Filsafat tentang keselarasan hidup?
b. Bagaimana pandangan Filsafat tentang hubungan antara Rencana dan Implementasi?

10. Derapusa Mela Romandanu:
Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?

11. Darul Ulum:
Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?

12. Akbar Pratama:
Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?

13. Nurul Iman:
Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?

14. Chairun Nisa Zarkasyi:
Bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat?

15. Hasan Djidu:
Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati?

16. Fenti Wulansari:
Bagaimana kita bersikap terhadap berbagai macam Stigma, baik yang positif maupun yang negatif?

17. Rita Febriyani:
Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?

18. Alfizah Ayu Indria Sari:
Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?

19. Nurdin Arifin:
Bagaimana konsep Mati Mokswa dalam Filsafat?

20. Dewi Widowati:
Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?

21. Jeaniver Yuliane Kharisma:
Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi?

22. Risnawati Amiludin:
Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?

23. Lisda Fitriana Masitoh:
Bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?

Demikian, selamat menanggapi dan menjawab.

Marsigit




65 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    1. Hukum asal masalah adat itu boleh sampai ada dalil larangan dari Allah mengenai kegiatan adat tertentu. Contohnya: memberikan hewan sembelihan kepada gunung. Maka ini adat yang terlarang dalam agama sehingga haram untuk dilakukan. Dalilnya: “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(Al An’am:162). Jadi jika ada adat yang tidak bertentangan dengan agama maka boleh saja dilakukan. Tugas kita adalah mempelajari agama yang baik dan benar sehingga kita bisa tahu mana yang halal dan mana yang haram. Karena bagaimana mungkin kita bisa mengetahui adat yang baik dan buruk jika kita tidak mengenal agama.

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut saya untuk menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif adalah dengan bijaksana dalam bertindak sesuai ruang dan waktu. Selain itu kita harus meneguhkan spiritual agar kita selalu terjaga dalam kebaikan, serta kritis dalam berpikir. (no 6)
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    4. Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

    Cara untuk memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian yaitu dengan berfikir positif. Kehidupan selalu dinamis, berubah dari waktu ke waktu. Supaya dapat bertahan hidup, manusia dituntut untuk menyesuaikan diri menghadapi berbagai ketidakpastian, perubahan, serta persoalan kehidupan, yaitu dengan senantiasa berfikir positif. Sikap ini memberikan keyakinan pada diri sendiri untuk selalu optimis, ikhlas, pantang menyerah, pandai bersyukur, serta meningkatkan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  4. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    22. Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?

    Berdasarkan Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan, Indonesia paling ideal menerapkan Pendidikan Demokrasi. Ternyata dunia pendidikan di Indonesia masih bersifat parsial dan temporer karena adanya ketidak-seimbangan antar sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Seharusnya sistem pendidikan memiliki porsi yang seimbang antar sistem sentralisasi dan desentralisasi sehingga sesuai dengan segala situasi maupun kondisi. Dampaknya kebijakan pendidikan berskala nasional dapat diterapkan secara menyeluruh di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    11. Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?

    Ketika manusia berpikir dan bertanya sudah termasuk mempraktikan filsafat. Filsafat adalah diri kita sendiri. Akan tetapi, kita harus menetapkan hati dan spiritual kita terlebih dahulu sebelum mengembarakan pikiran kita supaya tidak tersesat atapun mengalami fenomena linier.

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    23. Lisda Fitriana Masitoh:
    Bagaimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?
    Segala yang ada di dunia ini tidak adalah yang sama. Semua berbeda. Semua memiliki karakter keunikannya masing-masing. Bayi yang kembar identikpun tetap memiliki perbedaan. Begitu pula dengan sikap dan pandangan seseorang dengan orang lainnya yang jelas-jelas setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Pemikiran yang beda tentu akan mempengaruhi perbedaan sikap dan pandangan hidup. Perbedaan ini tidaklah menjadi masalah selama masih mengarah pada keterlaksanaan kehidupan dalam hal-hal positif.

    ReplyDelete
  7. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Kehidupan seseorang bergantung pada bagaimana ia menyikapi segala sesuatu. Bagaimana ia memunculkan pikiran-pikiran positif dalam pikirannya sehingga menjadi sugesti di alam bawah sadarnya. Pada dasarnya rasa semangat yang tinggi, optimis yang tinggi adalah timbul dari dalam diri seseorang, mungkin saja dipengaruhi keadaan dari luar, namun jika manusia ingin konsisten, maka akan lebih baik jika menumbuhkan dalam pikirannya, bukan berdasarkan pengaruh dari lingkungan. Sikap positif dan semangat akan membuat seseorang melakukan hal-hal yang baik dan bisa menahan diri dari perbuatan yang tidak bermanfaat. Dan tentunya kita harus senantiasa ingat kepada Allah SWT dengan cara berdoa yang ikhlas agar selalu tetap dalam keadaan semangat yang tinggi dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kita.

    ReplyDelete
  8. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    12. Akbar Pratama
    Bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya.

    Filsafat adalah diri kita sendiri. Sehingga dalam mempelajari filsafat, artinya kita mempelajari pemikiran para filsuf. Karena mempelajari pemikiran orang lain, maka kita menjadi seakan-akan hidup disebuah pemikirannya. Inilah mengapa sebelum mengembarakan pikiran, kita harus teguh pendirian pada spiritualitas. Karena jika spiritual kita teguh, maka ketika mengembarakan pemikiran para filsuf kita bisa menemukan jati diri.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Filsafat adalah diri kita sendiri. Akan tetapi, kita harus menetapkan hati dan spiritual kita terlebih dahulu sebelum mengembarakan pikiran kita supaya tidak tersesat atapun mengalami fenomena linier.Seharusnya sistem pendidikan memiliki porsi yang seimbang antar sistem sentralisasi dan desentralisasi sehingga sesuai dengan segala situasi maupun kondisi. Dampaknya kebijakan pendidikan berskala nasional dapat diterapkan secara menyeluruh di Indonesia.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ternyata dunia pendidikan di Indonesia masih bersifat parsial dan temporer karena adanya ketidak-seimbangan antar sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Seharusnya sistem pendidikan memiliki porsi yang seimbang antar sistem sentralisasi dan desentralisasi sehingga sesuai dengan segala situasi maupun kondisi.

    ReplyDelete
  11. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    9. a. Bagaimana pandangan Filsafat tentang keselarasan hidup? b. Bagaimana pandangan Filsafat tentang hubungan antara Rencana dan Implementasi?
    keselarasan hidup adalah apabila itu sesuai dengan ruang dan waktunya, hidup akan selaran apabila menyadari dan memahami konsep ruang dan waktu. hubungan antara rencana dan implementasinya itu saling berkaitan karena setiap rencana pasti memiliki implementasi, permasalahannya pabila implementasi tersebut berbeda dengan rencana maka akan menjadi masalah, oleh karena itu disinilah fungsi refleksi kita dalam berfilsafat bahwa tidak semua rencana itu akan berjalan sesuai dengan yang di harapkan, maka harus muncul sifat ikhlas, namun tetap rencana harus kita ikhtiarkan dengan sepenuh hati dan tenaga.

    ReplyDelete
  12. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    18. Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?
    saya mengambil contoh yaitu filsafat kedua tangan dan kedua kaki, filsafat kedua tangan yaitu kita memiliki tangan yang begitu indah namun ketika kita menerima suatu benda yang berharga selalalu tangan kanan yang menerimanya, misalnya jam tangan / cincin, sedangkan tangan kiri selalu yang jorok-jorok, seperti mencuci saat buang air besar dan kecil, namun tangan kiri tidak pernah iri dan tangan kanan tidak pernah sombong, walaupun yang menerima jam/ cincin tangan kanan namun tetap yang menggunakan adalah tangn kiri, tangan kiri sakit tangan kanan yang bekerja, tangan kanan sakit maka tangan kiri yang bekerja.
    filsafat kedua kaki yaitu ketika berjalan, antara kaki kiri dan kanan tidak ada yang saling pingin unggul jalan duluan, mereka terus bergantian supaya tetap melangkah, jika kanan maju maka kiri tetap di belakang dan begitu sebaliknya, jika antara kanan dan kiri egois pengen maju semua, maka sudah bisa di pastikan kita akan sulit untuk berjalan. namun dalam keadaan tenang mereka pada posisi sejajar. semoga kita bisa mengambil hikmah dari dua contoh di atas.

    ReplyDelete
  13. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Mungkin hati dan pikiran bersih dan ikhlas, kita semangat agar bahagia menjalani hari, dan kebahagiaan itu diperoleh jika hari-hari penuh kebaikan, dan bermanfaat bagi orang lain

    ReplyDelete
  14. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Bahkan kepastian di hari esok pun adalah ketidakpastian, karena hari esok adalah ketidakpastian. Ketidakpastian selalu ada agar kita melakukan yang terbaik

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    mengunka filsafat secara bijaka sana adalah bagaiaman merealisasikan apa yang ada di pikiran yang tidak kontrdiksi, fatal dan vital seaui dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    kiat kiat agar kita salalu bersemangat dalam filsafat adalah meraa sedih, sedih dalam pikiran, sedih dalam pikiran adalah ragu-ragu ragu-ragu adalah awal dari ilmu, jadi dengan bersedih menjadi awal atau fondasi kita untuk bergerak, menjadi awal untuk mencari yang ada menajdi ada, fondasi ini lah yang menjadi semangat

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    memandang ketidak pastian, stu detik yang akan datang kita tidak tahu apa yang akan terjadi, karen seuatu itu berdasarkan waktunya, kenyataan yang ada di dunia ini selalu berubah, perubahan mengarah kemana kita kebnaykan tidak tahu, dala spiritualisme menganut segala yang terjadi tuhan yang mengatur, yang akan datang tuhan sudah mengaturnya, dalam ilmu dunia juga sudah ada yang memberikan ilmu tentang menetukan masa depan, fisika, matematika, walupun tidak sempurna menebak masa depan, tapi mendekati, di matematika ada peluang atau prediksi, jadi untuk mengetahui ketidak pastian menjadi sebuah kepastian/mendekati pasti yaitu dengan fatal dan vital, doa ikhtiar dan tawakkal. menerjemahkan dan diterjemahkan,

    ReplyDelete
  18. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    memandang karakter siswa dalam pbm matematika secara filsafat, kembali lagi ke objek filsafat yang paling endasar yaitu wadah dan isi, siswa sebagai wadah dan isinya ada sifat yang ada pada siswa tersebut, disinilah peran guru untuk menentukan isinya. baik buruk isi akan tergantung pada ruang dan waktu yang diciptakan di dalam kegiatan pbm tersebut.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pandagan filsafat terhadap pergaualan antar seseorang yang memiliki karkater yang berbeda adalah wajar, pergaualan adalah pengalaman, karakter adalah buah dari pengalaman. jadi, pergaualan antar sesseorang yang berbeda karakter adalah hal yang semestinya dalam filsafat karena penglaman adalah hal yang berubah-ubah, jadi tidak mungkin sama. nah bagaiman ita menyikapinya yatu dengan hermenetika/silaturahim, saling menerjemahkan dan diterjemahkan. sehingga perbedaan karekter tersebut saling memahamai satu sama lain.

    ReplyDelete
  20. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    rencana dan implemntasi dalam filsafat adalah pertama rencana, rencana adalah sesuatu yang dibuat manusia seidela mungkin sehingga hasilnya menjadi prinsip.tidak akan pernah berubah sampai rencaan nya tercapai atau ada sesuatu yang harus mengehnetikan pencapaian rencana tersebut.implementasi adalah fatal dan fital untuk mencapai sesuatu yang direncanakan, usaha tersebut adalah usaha nyata usaha kongkrit sehingga dalam pelaksanaannya penuh dengan faktor x yang tidak diketahui, disinilah mengapa adanya flesksibilitas yang menuntut perubahan edikit rencana atau prinsip utuk mencapai tujua rencana tersebut.

    ReplyDelete
  21. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendiikan matematika c 2013

    pandangan filsafat untuk mengatasi kenakalan remaaj adalah dengan memberikan pemahaman tentang kehidupan, memnerikan pemahaman tentang hidup itu bukan untuk melakukan kenakalan remaja, memberikan pemhaman tentang sopan terhadap runag dan waktu memberikan pemahaman tentang melakuakn sesuatu sesuai dengan rang dan waktu memberikan pengalaman/role model/ suri tauladan pegalamaan yang sesuai dengan ruang dan waktu, memberikan contoh atau dampak buruk jika seseorang melakuakan sesautu tidak sesaui dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  22. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pedidikan matematika c 2013

    keriteria orang yang berfilsafat adalah orang yang berfikir sesaui dengan ruang dan waktu, berpengalaman sesuai dengan ruang dan waktu, berbicara sesuai dengan ruang dan waktu, menulis seuai dengan ruang dan waktu. untuk bisa melakukannya semua sesuai dengan ruang waktu yaitu dengan cara membaca. fatal dan vital.

    ReplyDelete
  23. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    kesombongan yang baik, kesombongan adalah sesuatu yang tidak baik, jadi jika kita menginginan sesuatu yang tidak baik yang baik itu adalah kontradiksi, tidak mungkin koheren yang kontradiksi atau kontradiksi yang koheren, jadi tidak ada kesombongan yang baik. tapi mungkn ada kesombongan yang benar. kesombongan adalah tidak baik, jadi pertanyaannya analog dengan menipu yang benar, menipu itu tidak baik, tapi ada saatnya menipu dapat dibenarkan, kapan? ya sesuai dengan ruang dan waktunya. sama halnya dengan kesombongan, kesombongan yang dapat dibenarkan pada saat tertentu dan temat tertentu, jadi kesombongan yang sesui dengan ruang dan waktunya, misal sombong untuk memberikan motivasi kepada orang lain, dsb.

    ReplyDelete
  24. Nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikna matematika c 2013

    konsep kedewasaan dalam filsafata adalah orang yang sudah mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk, mana yang baik dan yang benar, mana yang harus dilakukan dan yang mungkin bole dilakukan dan tidak boleh dilakukan sesuai dengan ruang dan waktunya. kedewasaan dalam filsafat adalah konsep yang ideal dan abstark, kedewasaan hanya terdapat dalam pikiran, jadi manusia hanya bisa bernecana, ikhtiar, fatal dan vital untuk memperoleh kedewasaan. karena kedewasaan adalah salah satu tujuan dari filsafat itu sendiri. maka dari itu sokrates pun pernah mengatakan bahwa pada akhirnya saya tidak mengetahui apa-apa, artinya manusia hanaya bisa mampu berproses menuju kedewasaan, manusia tidak akan pernah mencapai kedewasaan yang mutlak.

    ReplyDelete
  25. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    ikhlas dalam hati adalah merasa bebas dari motif, bebas dari kebohongan, bebasa dari kebencian, bebasa dari paksaan, bebas dari iri dengki, bebas amarah, bebas dari segala penyakit hati.
    ikhlas dalam pikiran adalah berfikir dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

    ReplyDelete
  26. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    mimpi dalam filsafat itu bukan mitos, karena mimpi sekarang bisa dipelajari, baik penafsiran mimpi atau merekayasa mimpi yang akan dibuat, sehingga karena mimpi bukan mitos, mimpi tidak berhenti untuk dipikirkan, mimpi menjadi objek yang ada dan mungkin ada, ada memiiki sifat wadah dan isi, mimpi bisa menjadi wadah dan mimpi bisa menjadi isi.

    ReplyDelete
  27. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    munafik dalam pandangan filsafata adalah sesorang ynag memiliki motif, sesorang yang menggunakan kontradiksi menjadi identias untuk motif tertentu, untuk kepentingan tertentu, karena kontradiksi yang menajdi identitas, inilah yang berbahaya, musuh menjadi teman, salah menjadi benar, tidak cocok menjadi cocok, bohong menjadi jujur, dst.

    ReplyDelete
  28. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    usaha untuk mengendalikan emosi dalam filsafat adalah sebuah ikhtiar, sebuah pengalaman, sebuah fatal dan vital untuk menerjemahkan dan diterjemahakan sebuah hermenetika dengan hatinya, dengan dirinya, dengan keadaannya, dengan lingkungannya, dengan lawannya, dengan pikirannya, sengan spiritualnya, dan lainnya masih banyak lagi, begitu banyak yang harus diterjemahkan dalam keadaan emosi karena emosi itu sangat kuat dan besar sekali, bahakan ada pepatah, "orang yang kuat adalah bukan orang yang bertarung fisik, tapi orang yang bisa mengendalikan emosinya"

    ReplyDelete
  29. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pendidiakn dalam filsafat adalah sebuah usaha, sebuah pengalam, sebuah sintesis, sebiah posteriori, sebuah hal yang kongkrit untuk mencapai keidealan, mencapai kedewasaan sehigga dapat berfikir dan bertindak sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  30. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    bagaimana filsafat memandang perbedaan sikap dan pandangan hidup

    filsafat memandang perbedaan sikap, siakp lahir karena ada tulisan, tuilsan karena ucapan, ucapan ada karena pikiran, pikiran ada karena manusia hidup secara filsafat. manusi yang berbeda sikap karena berbeda pikiran, manusi berbeda pikiran karen adanya perbedaan motif, pikiran tidak akan ada yang berbeda, semua orang ingn baik, semua orang ingin dewasam semua orang ingin sukses, namun manusi memiliki kotif yang berbeda, inilah yng menhjadi perbedaan sikap dan pandangan hidup(pikiran) seseorang.

    ReplyDelete
  31. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMat KELAS B PPS UNY 2016

    Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?
    Filsafat adalah bagian dari hidup. Berfilsafat bukan sesuatu yang sulit dilakukan, yang kemudian dapat diukur apakah seseorang sudah berfilsafat atau belum. Belajar matematika, belajar melukis, belajar memahami lingkugan adalah bagian dari belajar filsafat. Berpikir apapun tentang kehidupan adalah berfilsafat. Karena filsafat berkenaan dengan apa yang ada dipikiran dan apa yang tidak ada dipikiran manusia. Semua telah dilakukan oleh setiap manusia, hanya saja waktu dan pengertian saja yang membuat manusia tidak menyadari bahwasanya ia telah berfilsafat.

    ReplyDelete
  32. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Menanggapi pertanyaan dari Risnawati Amiludin
    Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?
    Hakikat pendidikan adalah memerdekakan pikiran, dengan filsafat seseorang akan menggunakan akal fikirannya untuk mencari tahu apa yang sedang dicarinya oleh akalnya sehingga apa yang ia fikirkan akan mendapat sesuatu sesuai yang diharapkan oleh akan fikirnya sehingga ia akan mendapatkan kepuasan yang dirasakannya jika apa yang fikirkan berhasil ia pecahkan.Maka pikiran menjadi terbuka dan merdeka....

    ReplyDelete
  33. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Menanggapi pertanyaan ari Dewi Widowati:
    Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?
    Sebaik-baiknya manusia adalah yang menjadi “Dewa” dari dirinya sendiri. Dewa dari apa yang dimilikinya. Saya adalah “Dewa” bagi murid-murid saya.Saya adalah “Dewa” dari anak dan istri saya dan seterusnya.
    Jadi menurut saya munafik menurut Filsafat adalah dimana seharunya diri kita menjadi “Dewa” tetapi kita bertingkah dan berpola perilaku sebagai “Daksa”.Berangkat dari tingkat strata yang lebih tinggi tetapi justru menempatkan perilaku kita ke strata yang paling bawah....

    ReplyDelete
  34. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Menaggapi pertanyaan dari Sdr Darul Ulum:
    Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?
    Orang yang mampu berfikir kritis dari keadaan disekitarnya artinya seorang tersebut sudah berfilsafat. Sedangkan berfikir itu sendiri sebenarnya dapat kita kategorikan menjadi 2 yaitu :
    a. Berfikir Biasa adalah berfikir dengan menggunakan akalnya secara sederhana untuk memperoleh pengetahuan terutama dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan, sehingga manusia dapat mempertahankan hidupnya.
    b. Berfikir Filsafat adalah berfikir dengan cara bertanya dan seperti simbol tanda Tanya,tetapi juga harus mengacu pada kaidah-kaidah tertentu secara disiplin dan mendalam sehingga setiap masalah/subtansi mendapat pencermatan yang mendalam untuk mencapai kebenaran jawaban dengan cara yang benar sebagai manifestasi kencintaan pada kebenaran dan wujud dari kemungkinan yang selalu ada dari yang ada dan yang mungkin ada....

    ReplyDelete
  35. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Adat dan agama adalah dua hal yang saling terkait. Namun terkadang ada pro kontra di antara keduanya. Terjadinya pro jika adat yang ada di masyarakat sesuai dengan tuntutan agama, artinya adat yang ada bukan hal yang bertentangan dalam ilmu agama. Namun sebaliknya terjadi kontra di antara keduanya jika adat yang ada di masyarakat dikatakan tidak sesuai dengan ajaran agama, seperti melakukan adat-adat yang sifatnya masih bersifat mitos yakni salah satu contoh mengadakan ziarah makam dan meyakini bahwa dengan ziarah makam tersebut apa yang sudah diniatkan pasti akan terkabul. Padahal jelas sekali dalam ajaran agama bahwa segala sesuatu yang menjadi harapan manusia, hanya Allah lah tempat yang pantas tempat menggantungkan harapan dan meyakini bahwa hanya Allah yang mampu mengabulkan harapan-harapan itu.

    ReplyDelete
  36. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no 1 oleh Furintasari bertanya:
    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?

    Menurut saya untuk menyeimbangkan agama dan budaya adalah menerapkan budaya yang tidak bertentangan dengan agama. Di Indonesia sendiri terdapat banyak kebudayaan yang berasal dari nenek moyang, budaya itu sendiri ada yang bertentangan dengan agama dan ada yang tidak. Maka dari itu marilah kita memilih jalan tengah, satu-satunya adalah dengan menjalankan budaya yang tidak bertentangan dengan agama, karena kita tidak dapat memilih-milih dengan sesuka hati apa yang ada di dalam agama tapi kita dapat memilih budaya apa yang masih bisa kita pertahankan. Namun semua itu butuh waktu dan jangan paksakan pikiran kita sama dengan pikiran yang lain.

    ReplyDelete
  37. pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci : Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh semangat dan manfaat?
    tanggapan saya : Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya di ciptakan sebagai makhluk yang mulia dari makhluk yang lainnya, karena kita di beri akal oleh-Nya. Akal yang diberikan kita gunakan untuk berfikir. Nah berfikirlah bahwa setelah kehidupan dunia akan ada kehidupan akhirat. Berfikirlah bahwa tidak ada gunanya untuk bermalas-malasan, karena kita sendiri yang akan menerima akibatnya apabila waktu yang ada hanya terbuang sia-sia. Tersenyumlah, karena sebuah senyuman akan memberikan energy yang dahsyat bagi tubuh kita.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  38. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan berikut: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Memang hidup ini penuh ketidakpastian. Sudah dijelaskan bahwa hal yang pasti di kehidupan ini adalah kematian, rizki dan jodoh. Hidup ini penuh misteri. Kenapa? Agar manusia terus berusaha untuk menjadi lebih baik dengan doa dan usaha. Jika manusia diperlhatkan takdirnya, maka ia ytak akan ada usaha untuk meraih kebaikan tersebut.

    ReplyDelete
  39. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Menanggapi pertanyaan saudari Dewi Widowati: Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?
    Terkadang apa yang diucapakan manusia dalam bertindak kontradiksi dengan perbuatan yang merupakan sifat tidak konsisten dari manusia tersebut. Sesorang yang tidak konsisten menjadi identias untuk motif tertentu sehingga seringkali motif tersebut bisa menjerumuskan seseorang untuk berbuat tidak sesuai hati nuraninya demi untuk kepentingan tertentu.

    ReplyDelete
  40. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    18. Alfizah Ayu Indria Sari:
    Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?
    Periode yunani kuno ini disebut dengan periode filsafat alam, disebut demikian karena pada periode ini telah ditandai dengan banyaknya muncul para ahli pikir tentang alam, dimana seluruh arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati pada keadaan alam sekitarnya, termasuk benda-benda di sekitar kita Ada air,api tanah dan sebagainya. Para pemikir ini membuat sejumlah pernyataan-pernyataan tentang gejala alam yang bersifat filsafati, yaitu berdasarkan akal pikir dan tidak berdasarkan pada mitos atau dongeng-dongeng belaka...Jadi Filosofi benda-benda di sekitar kita adalah sebagai pusat dan orientasi kehidupan manusia. Sebagai pendukung dan penyokong kehidupan manusia..

    ReplyDelete
  41. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    4. Samsul Feri Apriyadi:
    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

    Hidup ini penuh ketidakpastian. Segala yang terjadi dalam hidup manusia tidak dapat diprediksikan. Jadi semua kehidupan manusia adalah ketidakpastian. Hanya 3 yang pasti bagi kehidupan manusia adalah kematian, rizki dan jodoh. Manusia pasti mati. ( Kematian ) Manusia aakan selalu mendapat rezeki entah daari mana datangnya ( Rezeki ) dan manusia sebagai makhluk penguasa bumi pasti akan berkembang biak dan mendapatkan Jodoh.....Selain dari itu semua adalah ketidak pastian...
    Apa yang terjadi nati kita tidak tahu. Yang terjadi sekarang tadi belym kirta pikirkan juga...

    ReplyDelete
  42. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Saya mencoba menjawab pertanyaan no. 2 dari Ainun Fitriani yaitu "Bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana?". Filsafat adalah olah pikir tentang yang ada dan yang mungkin ada yang menembus raung dan waktu. Akan tetapi ketika dalam sebuah kehidupan kita juga harus melihat ruang dan waktunya, sehingga dalam menjawab apa-apa saja yang ada kita harus meninjau ruang dan waktunya, itulah kebijaksanaan dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  43. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    saya mencoba menjawab pertanyaan no.4 dari Samsul feri Apriyadi yaitu "Bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian". Dalam filsafat sebenar-benar hidup adalah dengan bertanya, karena dengan bertanya kita telah berpindah dari suatu hal yang tidak pasti menuju kepastian. akan tetapi kepastian dan ketidakpastian itu adalah suatu mitos, karena sebenar-benar kepastian adalah ketidakpastian dan sebenar-benar ketidakpastian adalah kepastian.

    ReplyDelete
  44. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomo 12 mengenai jati diri. Salah satu cara dalam mempelajari filsafat adalah melalui refleksi, baik itu refleksi ilmu yang kita miliki maupun refleksi diri kita sendiri. Melalui proses refleksi tersebut kita akan tahu sudah sejauh mana ilmu kita dan sejauh mana kita berbuat. Sehingga dari hal tersebut akan membantu kita menemukan jati diri kita.

    ReplyDelete
  45. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan ainun fitriani, bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Telah kita ketahui bersama bahwa setelah manusia turun ke bumi, maka hal-hal yang ada itu terikat oleh ruang dan waktu. Ketika kita filsafat secara bijaksana dan bijaksisni dalam kehidupan sehari-hari, maka tentunya kita harus peka dan sensitif terhadap ruang dan waktu. Kita bisa membuat filsafat tersebut bersifat tepat guna dalam kehidupan sehari-hari bila kita peka dan sensitif terhadap ruang dan waktu. Maksudnya disini, filsafat akan menjadi bijak bila kita pandai dalam menempatkan diri di dalam ruang dan waktu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  46. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan Fitratul, bagaimana agar hari-hari kita selalu penuh dengan semangat. Saya ingin mengutip suatu ungkapan bahwa didalam badan yang sehat maka terdapat jiwa yang sehat pula. Apa maknanya, ketika kita ingin semangat di dalam hidup, maka yang harus kita lakukan pertama ialah harus selalu menjaga kesehatan kita, karena bila badan kita tidak sehat dan tidak dalam kondisi fit, maka apapun yang akan kita lakukan akan terasa sangat berat, sehingga untuk menggapai suatu semangat rasanya akan sulit dilakukan. Oleh karena itu mari kita menjaga kesehatan tubuh kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  47. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan furintasari, bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. Kita telah ketahui bersama bahwa bingkai yang utama adalah spiritual. Sehingga apapun adatnya, ketika hal tersebut tidak berlawanan dan bertentangan dengan aturan-aturan agama, maka adat tersebut boleh-boleh saja dilakukan. Namun jika adat tersebut bertentangan dengan ajaran agama, maka adat tersebut hendaknya harus mulai ditinggalkan oleh para generasi-genarasi penerus yang sudah semakin mengerti tentang ajaran agama.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  48. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan saudara samsul feri apriyadi. Bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian. Hidup memang selalu penuh ketidakpastian, karena bila hidup itu adalah suatu hal yang pasti-pasti saja, maka kita tidak akan berusaha melakukan suatu usaha yang maksimal, kenapa, karena jika hal itu sudah pasti, maka untuk apa kita susah payah dan bercapek-capek ria, kan hasilnya sudah diketahui. Oleh karena itu ketidak pastian di dalam kehidupan merupakan suatu anugrah yang sangat besar bagi kita. Ketidakpatian membuat kita selalu waspada dan mempersiapkan atas kemungkinan terburuk yang akan terjadi nantinya, sehingga dalam hal ini tentunya kita akan berbuat semaksimal mungkin di dalam menghadapi suatu paradigma kehidupan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  49. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan Maryana, bagaimana memahami karakteristik siswa dalama PBM matematika jika ditinjau dari filsafat. Telah kita ketahui bersama bahwa di didalam suatu artikel bahwa ketika telah memasuki alam filsafat, maka tidak ada yang benar dan tidak ada pula yang salah, sesuatu yang mungkin dianggap salah pada suatu tradisi tertentu, maka bisa saja itu merupakan suatu hal yang sangat benar di daerah lain. Jadi untuk memahami karakter siswa, tentunya kita harus memahami budaya mereka terslebih, memahami bagaimana sekitar lingkungan anak tersebut dalam bersosialisasi. Sehingga karakter umum sang anak tentunya akan sama dengan karakter orang-orang di daerah lingkungan tempat tinggal anak tersebut. Dengan begitu kita dapat membuat contoh kontekstual yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh siswa itu, dengan begitu kita akan dapat mulai mengenal bagaimana karakter siswa tersebut melalui interaksinya dengan lingkungannya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  50. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan dari saudara enggar Prasetyawan tenatng bagaimana pandangan filsafat mengenai pergaulan dengan orang lain yang berbeda karakter. Perbedaan dalam tiap orang itu pasti ada, karena otak, pengalaman hidup dan budaya dari kita berbeda-beda, jadi hal tersebut merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Yang jadi masalah biasanya adalah, ada yang tidak mau menerima perbedaan karena salah satunya merasa dialah yang paling superior, dan menurut hemat saya hal tersebut merupakan pemikiran yang sangat sempit. Kenapa demikian, karena yang namanya manusia itu adalah makhluk sosial, ketika tiap yang berbeda dengan dia maka tidak mau menerima, maka lama kelamaan dia tentunya akan hidup sendiri, karena tentunya tiap orang jalan pikirannya berbeda-beda. Oleh karena itu, kalaupun ada perbedaan pandangan, selama perbedaan itu tidak disikapi secara anarkis, brutal dan membabi buta terhadap apa yang tidak sejalan dengan pemikirannya, menurut pribadi saya itu merupakan hal yang wajar terjadi karena memang manusia di dunia tidak ada yang sama pemikirannya bahkan yang kembar identik sekalipun.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  51. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    1. Furintasari bertanya:
    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

    Agama dan adat selalu ada dalam kehidupan setiap orang. Agama adalah dasar kehidupan. Adat juga juga kegiatan turun temurun yang selalu ada di masyarakat. Sehingga adat harus tidak menyimpang dari agama yang dianut. Terima kasih

    ReplyDelete
  52. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Pertanyaan ke-17 adalah tentang bagaimana kedudukan mimpi dalam filsafat. Impian seorang De Cartes dengan pemikiran kita orang Indonesia berbeda konteksnya. Dalam artian mipi kita berbeda dengan mimpi orang di Eropa. De Cartes sampai tidak bisa membedakan apakah yang terjadi adalah mimpi ataukah kenyataan. Hal ini membuat De Cartes tidak percaya akan adanya Tuhan hingga membantah semua argumen kecuali satu argumen yang tidak dapat ia bantah yaitu kenyataan bahwa ia sedang bertanya. Keadaan ini membuat De Cartes menyadari bahwa ia tidak sedang bermimpi sehingga lahir paham mengenai “saya ada karena saya berfikir”.

    ReplyDelete
  53. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan hasil pembelajaran filsafat ilmu dengan Pak Marsigit, saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 23 tentang bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat . Saya ingat dalam pembelajaran filsafat ilmu pertemuan pertama Pak Marsigit sempat menyinggung kami karena pada saat Pak Marsigit akan melakukan absensi ternyata komputer di kelas belum dihidupkan. Kemudian Pak Marsigit menjelaskan secara filsafat tentang hakikat dewasa, yang intinya adalah dewasa artinya sadar dengan lingkungan dan bisa mencari solusi terhadap suatu permasalahan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  54. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  55. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban dari pertanyaan: “Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama.” Sebagai seorang muslim saya memandangan bahwa adanya syariat tidak berupaya menghapuskan tradisi/adat –istiadat, Islam menyaringi tradisi tersebut agar setiap nilai-nilai yang dianut dan diaktualisasikan oleh masyarakat setempat tidak bertolakbelakang dengan Syariat. Sebab tradisi yang dilakukan oleh setiap suku bangsa yang nota bene beragama Islam tidak boleh menyelisihi syariat. Karena kedudukan akal tidak akan pernah lebih utama dibandingkan wahyu Allah Ta’ala. Inilah pemahaman yang esensi lagi krusial yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Keyakinan Islam sebagai agama universal dan mengatur segala sendi-sendi kehidupan bukan hanya pada hubungan transendental antara hamba dan Pencipta tetapi juga aspek hidup lainnya seperti ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain sebagainya. Kadangkala pemahaman parsial inilah yang masih diyakini oleh ummat Islam. Oleh karena itu, sikap syariat Islam terhadap adat-istiadat senantiasa mendahulukan dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Hadist dibanding adat atau tradisi.

    ReplyDelete
  56. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?”
    menjadi bijaksana adalah ketika keadaan jiwa selalu tenang dan berpikir jernih sebelum berucap dan bertindak. Orang yang bijaksana dapat menentukan sikap secara mandiri dan tidak terlalu mudah terperangkap oleh pandangan dangkal orang lain. Bijaksana dalam berfilsafat adalah ketika hati dan pikiran mampu membentuk sebuah harmoni yang sesuai dengan konteks ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  57. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?” Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. 17:7) .Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya” . (Muttafaq ‘alaih) Cukuplah ayat Al Quran dan hadits di atas sebagai penyemangat kita untuk terus berbuat kebaikan.”

    ReplyDelete
  58. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?” Kehidupan di dunia ini dipenuhi oleh ketidakpastian. Bahkan satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Maka sebaik-baik hidup di dunia adalah mempersiapkan kehidupan kekal yang dipenuhi kepastian di dalamnya setelah kita mati. Wallahu a’lam...

    ReplyDelete
  59. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Ridho adalah bagian dari syukur. Bagaimana pandangan Filsafat mengenai keridhoan hati karena jangan sampai kita kehilangan syukur atas semua yang telah ditakdirkan?” Barang siapa bersyukur atas nikmatNya, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Tetapi barang siapa mengkufuri nikmatnya, maka sesungguhnya siksa Allah amatlah pedih.” Hati yang syukur adalah hati yang dipenuhi dengan keikhlasan. Maka sebenar-benar menggapai hati yang syukur gapailah keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  60. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan “Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?” “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia”. Maka sebagai manusia sombong akan menjadi baik ketika kita menyombongkan diri kepada syaitan. Sehingga kita menolak setiap hal yang datangnya dari syaitan meskipun itu terlihat baik untuk kita. Karena sebenar-benar syaitan adalah pasti menjerumuskan.

    ReplyDelete
  61. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati?” Menukil dari kalimat Djajendra bahwa“Kata hati sangat penting, tetapi kata hati selalu akan digoda oleh kata pikiran. Pikiran suka menghitung-hitung, dan sulit ikhlas. Hanya hati yang bisa ikhlas, itupun selalu harus berhadapan dengan kuatnya pikiran rasional. Padahal hidup tidak selalu rasional, ada keajaiban, ada kegaiban, ada hal-hal yang sulit untuk dijelaskan dengan akal sehat dan logika.” Maka sebenar-benar keikhlasan adalah hati yang ikhlas...

    ReplyDelete
  62. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama? Melakukan adat itu adalah tradisi atau kebiasaan yang sudah dilakukan dari zaman dulu, sebagian orang juga berpikir bahwa adat itu tidak bisa diubah dan merupakan kewajiban, sebenarnya adat tidak boleh terlepas dari ajaran agama, sebaiknya adat tidak dilakukan ketika sudah melenceng dari ajaran agama karena agama memiliki kedudukan tertinggi dalam kehidupan. Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana? Menerapkan filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya dan tidak terlepas juga dari spritual sebagai kedudukan tertinggi dalam kehidupan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  63. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    “Bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana?”
    Sebelum menerapkan filsafat, yang terpenting adalah kita memahaminya, memahami berarti sampai tuntas mempelajarinya dan tidak setengah-setengah. Karena jika kita mempelajari filsafat setengah-setengah, hal inilah yang menyebabkan kita terjebak dalam jebakan filsafat. Menerapkannya dengan bijaksana juga berarti menempatkannya sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  64. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    “Bagaimana memaknai sudut pandang yang ikhlas dari pikiran dan hati?”
    Berbagai elegi terkait ikhlas telah dipaparkan dalam blog ini. Menyadari bahwa ikhlas bukanlah pekerjaan mudah dan tidak semua orang mampu melakukannya. Ikhlas juga ak bisa diucapkan karena ia bukan sekedar kata.
    Saya memaknai ikhlas secara sederhana, yakni tidak jadi tinggi bila dipuji dan tidak jadi rendah bila dicaci. Ikhlas itu bergantung pada hati, maka pikiran kita tidak sanggup memikirkannya.

    ReplyDelete
  65. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh semangat dan manfaat adalah dengan selalu berpikiran positif. Pikiran positif akan mengantarkan kita pada tindakan yang positif sehingga hari-hari kita terasa semangat dan sangat bermanfaat. Hindari berpikir negatif. Pikiran negatif hanya akan mengurungkan semangat dan membuang waktu sia-sia sehingga tidak ada manfaatnya sama sekali.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id