Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B


Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM B) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 09.30 sd 11.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Markus Palobo:
Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

2. Saifan Sidiq Abdullah:
Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?

3. Aminullah :
Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?

4. Muhammad Munir:
Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?

5. Daud:
Apa hakikat menerima dan menolak?

6. Weni Gurita:
Apakah perbedaan antara Logika dan Penalaran?

7. Tety Dwi Setyaningsih:
Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?

8. Noviana Serawati:
Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?

9. Yulia Linguistika:
Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?

10. Siti Rahmalia Natsir:
Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?

11. Nirma Dwi Febriana:
Bagaimana secara Filsafat kita bisa mengendalikan Ego/Superego kita?

12. Siti Nafsul Muthmainnah:
Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat?

13. Maria Rosadalima Wasida:
Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

14. Nunung Megawati:
Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?

15. Rina Susilowati:
Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?

16. Ari Kuntoro:
Apa hakikat hubungan antara Wanita dan laki-laki?

17. Welli Meinarni:
Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?

18. Amelia:
Apa hakikat Etik dan Estetika?

19. Tesi Kumalasari:
Apa hakikat Ketakhinggan dan Ketakterbatasan?

20. Taufik Albar:
Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?

21. Siswanto Abdulhamid:
Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?

22. Veronica Wiwik Dwi Astuty:
Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?

23. Juhrina A.Y. Hi. Djafar:
Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?

92 comments:

  1. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    Kehidupan manusia di alam raya ini dimulai dari Sang Maha Pencipta memberi hidup kepada kita, sementara kita bisa hidup karena menerima kehidupan dari yang Maha Pencipta juga sebagai Yang Maha Hidup. Oleh sebab itu sangatlah wajar jika dalam poses hidup ini memberi dan menerima adalah sunatullah yang harus dijalani oleh manusia

    ReplyDelete
  2. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya.

    ReplyDelete
  3. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    2. Kita memberikan nasihat kepada pemimpin tersebut dengan cara yang makruf. Yaitu datangi mereka kemudian secara empat mata menyampaikan nasihat kepada pemimpin. Bukan dengan cara berdemo dan berbuat kerusakan. Sungguh demonstrasi itu di luar ajaran Islam. Kita pribadi saja tidak suka jika kita dilakukan seperti itu, lantas mengapa kita lakukan kepada pemimpin kita. Kemudian doakan pemimpin kita agar diberi hidayah oleh Allah subhanahu wa Ta’ala. Kalau kita cela pemimpin kita, pemimpin kita tidak akan berubah tapi jika kita doakan pemimpin kita maka Allah bisa merubahnya. Maka doakanlah pemimpin kita.

    ReplyDelete
  4. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Yang dimaksud dengan ‘aku tidak sama dengan aku’ adalah aku yang sekarang berbeda dengan aku yang sepersekian detik yang lalu maupun aku yang sepersekian detik yang akan datang. Salah satu contoh implikasinya dalam kehidupan adalah kita tidak boleh mengosipkan orang lain karna kesalahan yang dilakukannya. Bisa jadi dia yang sekarang adalah dia berbeda; dia yang sudah memohon ampun kepadaNya atas kesalahannya. (no 8)
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  5. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    2. Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?

    Tingkatan pemimpin lebih tinggi dibandingkan yang dipimpin karena pemimpin berada pada dimensi yang lebih tinggi. Selain itu pemimpin memiliki pikiran dan pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Namun, pemimpin juga manusia biasa yang tidak lepas dari khilaf. Ketika menghadapi pemimpin yang tidak bijaksana, hendaknya diingatkan secara bijaksana pula tanpa melukai perasaan sang pemimpin. Caranya yaitu dengan berdialog secara personal dalam memberikan kritik maupun nasehat tentu juga harus sesuai dengan kapasitas.

    ReplyDelete
  6. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    15. Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?

    Manusia di bumi berbeda satu dengan yang lain. Setiap manusia mempunyai skope masing-masing, baik skope agama, keluarga, kuliah, tugas, fungsi, dan sifat-sifat yang ada dan mungkin ada. Bahkan mengenai keyakinan agama antar manusia bisa saja berbeda, karena merupakan suatu hal yang berdimensi dan bertingkat. Sebagai mahluk sosial, hendaknya antar manusia bersikap saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  7. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    22. Bagaimana memperoleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?

    Setiap manusia pasti memiliki fata (takdir) dan potensi (ikhtiar) untuk bersikap multifacet. Berdasarkan pengertian tersebut maka untuk memperoleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar yaitu dengan menerapkan multifacet. Multifacet dikenal juga dengan standar ganda, sifat ganda, standar multiple. Sifat dari multifacet dapat negatif atau pun positif. Sehingga ketika menerapkan multifacet diperlukan kebijaksanaan dalam berfikir supaya tidak memberikan dampak negatif bagi diri sendiri maupun kepada orang lain.

    ReplyDelete
  8. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    17. Welli Meinarni:
    Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?
    Hakikat manusia itu ketika manusia sadar akan siapa dirinya, tujuan dari hidupnya, bagaimana cara mencapai tujuan hidupnya, kebermanfaatan apa yang diberikan kepada sesama, dan mengetahui semua hal yang berhubungan dengan dirinya.

    ReplyDelete
  9. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    17. Welli Meinarni
    Secara filsafat, apakah hakikat manusia itu?

    Hakikatnya manusia, ketika sadar akan Who, What, Where, When. Siapakah diri kita, untuk apa diciptakan, apa yang kita cari didunia, kemana tujuan yang akan dituju, berapa lama kita hidup didunia. Karena jelas bahwa kita sebagai manusia bukan hanya jasad berbentuk materi yang hanya makan, minum, tidur, dst. Adanya tujuan diciptakannya manusia, sehingga kita sadar hakikatnya kita hidup. Kesadaran akan kemana kita akan menuju, menjadi persoalan yang penting juga sebagai manusia. Karena sebuah perjalan menuju tujuan adalah penting yaitu proses sebelum diambil ruang dan waktunya. Ini akan bergantung pada pilihan kita masing-masing yang akan kita lakukan selama hidup didunia.

    ReplyDelete
  10. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika

    untuk mengubah suatu yang mungkn ada dan menajdi adlah dengan cara berkeinginan, berusaha dan berdoa, menerjemahkan dan diterjemahkan, mensintesiskan,

    ReplyDelete
  11. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    jika terjadi etidak sesuaian apa yang di pikirkan dengan kenyataan, maka yang dilakukan adalah dengan melakuan proses siklik, yaitu mengoreksi kembali apa yang menyebekan demikian, memeriksa kembali proses memikirkan proses terjaidnya dan melkaukan paa yang dipikirkannya ( sintetis postriori), terjadiya perbedaan/ketidak ciookan apa yang dipikiran dengan kenyataan adalah sesautu yang normal, karena pikiran adalah idela dan kenytaan adala realistis.

    ReplyDelete
  12. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidian matematika c 2013

    ketika kepuasn kita etakkan di dalam pikiran maka, kepuasan tersebut hanyalah abstrak, tidak akan pernah tercapai, jika kita letakkan kepuasan di dalam hati, spiritual/doa, insyaallah akan mencapai kepuasan di dalam hati.

    ReplyDelete
  13. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    hakikat menerima dan menolak adalah menerima dan menolak dalam ranah pikiran/abstrak adalah menrima ketiaka sesuai dengan identitas dan menolak ketika tidak sesuai dengan identitas atau degan kata lain kontradiksi.
    hakikat menerima dan menolak dalam ranah kongkrit atau pengalama dalah menerima ketika adanya kecocokan/korespondensi dan menolak etika tidak adanya kecocokan atau korespondensi.
    teriakasih pak

    ReplyDelete
  14. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    hati adalah spiritual/doa, pikiran adalah ideal, tetap, princip, abstrak,dst, kenyataan adalah realistis, tidak tetap, kongkrit, bagaimana cara menyelaraskan hati, pikiran dan kenytaan?. menyelrasakan dengan beradaptsai dengan ruang dan waktu dengan proses menerjemahakan dan diterjemahkan dan mensintesis dan keikhlasn di dalamnya.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    yang dimaksudkan aku tidak sama degna aku dalah adanya kontradiksi/ketidak cocokan dalam diri, ketidak cocokan apa yang di pikirkan dengan kenyataan, atau ketdiak cocokan atas perilaku yang dilakukan tidak sesuai dengan niatnya,ketidak sesuaian pikiran deng hati juga bisa, karena hati/doa dalah kebaian, ketika aku tidak sama dengan aku artinya diri (hati) tidak sama dengan diri (pikiran) seperti pikiran buruk seperti suudzon dsb adalah tidak sesuai dengan hati manusia yang fitrah,

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    hakikat mengambil keputusan adalah buah dari sintesis yang dilakukan selama proses tesis dan anti tesis, prosen menerjemahkan dan diterjemahkan.keputusan adalah sinergi pikiran dengan tindakan, jika hanya dipikirkan tanpa tindakan itu buka keputusan, itu hanya keinginan, cita-cita, analsisi apriori, bukan sebuah keputusan. tindakan tanap dipikirkan adalah nekat, jadui keputusan adalah buah dari sinergi yang sesuai dengan ruang dan waktu antara pikiran dan tindakan

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    hakikat perbedaan dianatara manusi adalah bentuk nyatanya manusia, karen adalam dunia nayata manusia penuh dengan kontradiksi, penuh dengna perbedaan, itulah mengapa perlunya kerjasama tim, beribadah berjamaah, untuk menyatukan perbedaan yang ada pada manusia. menyatukan perbedaan yang ada pada manusia adalah dengan mencocokkan pekikirannya, mencocokkan cita-citanya, mencocokkan ideologinya.

    ReplyDelete
  18. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 penddian matematika c 2013

    hakikat hbungan wanita dan laki-laki adalah seperti bumi dengam atahri, seperti bumi dengan bulan, yang seling bergerak sinergis, saling melengkapi dalam kehidupan, jika salah satu tdak ada, maka an terjadi kegelapan dan dingin serta tidak ada kesuburan.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pedidikan matematika c 2013

    hakikat manusia dalah yang ideal dan yang reasitik, yang tetap dan yang berubah, yang abstrak dan kongkrit, yang berkeinginan/berfikir dan bertindak,

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sifat dari multifacet dapat negatif atau pun positif. Sehingga ketika menerapkan multifacet diperlukan kebijaksanaan dalam berfikir supaya tidak memberikan dampak negatif bagi diri sendiri maupun kepada orang lain.Tingkatan pemimpin lebih tinggi dibandingkan yang dipimpin karena pemimpin berada pada dimensi yang lebih tinggi. Selain itu pemimpin memiliki pikiran dan pengalaman yang lebih luas dan mendalam. Namun, pemimpin juga manusia biasa yang tidak lepas dari khilaf. Ketika menghadapi pemimpin yang tidak bijaksana, hendaknya diingatkan secara bijaksana pula tanpa melukai perasaan sang pemimpin.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    hakikat perbedaan dianatara manusi adalah bentuk nyatanya manusia, karen adalam dunia nayata manusia penuh dengan kontradiksi, penuh dengna perbedaan,Adanya tujuan diciptakannya manusia, sehingga kita sadar hakikatnya kita hidup. Kesadaran akan kemana kita akan menuju, menjadi persoalan yang penting juga sebagai manusia. Karena sebuah perjalan menuju tujuan adalah penting yaitu proses sebelum diambil ruang dan waktunya. Ini akan bergantung pada pilihan kita masing-masing yang akan kita lakukan selama hidup didunia.

    ReplyDelete
  22. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    1. Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?
    cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada ialah dengan mengada dan menjadi pengada. maka kita perlu belajar dan mencar kebenaran yang sesuai dengan ruang dan waktunya, jangan hanya bersifat pasif dan menunggu sesuatu yang mungkin ada muncul sendiri, maka untuk mencapai itu kita harus menjadi pengada yaitu dengan mengada, dengan wadah dan isi yang kita miliki.

    ReplyDelete
  23. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    4. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    hal itu terjadi karena hawa nafsu yang kita miliki, sesuangguhnya apabila hal itu terjadi maka sebenarnya logos kita telah di pengaruhi oleh hawa nafsu sehingga spiritual kita tidak dapat lagi muncul. hati kita pun tidak lagi pada posisinya karena hati kita telah berubah menjadi syaitan, yang siap membawa kita dalam lingkaran syaitan dengan hawa nafsu yang tidak pernah puas tersebut. maka berfilsafat juga menyadarkan kita akan ruang dan waktu sehingga kita tidak selalu mengikuti hawa nafsu kita. semoga kita semua terhindar dari sifat rakus dan tamak. Amiin.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan? Aku sama dengan aku hanya ada di pikiran, jika bergantung ruang dan waktu maka aku belum tentu sama dengan aku

    ReplyDelete
  25. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran? Karena aku pun belum tentu sama dengan aku, apalagi pemikiran seseorang dan pemikiran yang lainnya, pasti berbeda-beda. Mungkin bisa menghadapinya dengan ikhlas serta pikiran dan hati yang bersih

    ReplyDelete
  26. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menanggapi pertanyaan "Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?"
    Dalam perkuliahan Prof. Marsigit disampaikan bahwa manusia hanya berinteraksi antara puas dan tidak puas. Bisa dikatakan bahwa puas itu tentang kejelasan. Kalau kita sudah jelas, jelas itu dilevel tertentu dan di ruang tertentu. Selama masih ada hal yang belum kita ketahui disitu juga kita belum begitu jelas. Ini hanyalah mitos dan mitos itu bisa dibuat orang lain, sebenar-benar mitos itu diciptakan subyeknya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  27. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    "Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?"
    Aku tidak sama dengan aku merupakan suatu kontradiksi. Kondisi ini terjadi di luar pikiran manusia. Yang berada di luar pikiran manusia itu selalu bersifat berubah karena berkaitan dengan pengalaman.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  28. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apa hakikat Ketakhinggan dan Ketakterbatasan?
    Ketakhinggan dan Ketakterbatasan itu bagian dari matematika murni. Matematika murni bernilai benar di pikiran.

    ReplyDelete
  29. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMat B / S2

    Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?
    Manusia berstruktur dan behirarki, serta berdimensi. Manusia selalu berubah ubah, filsafat memandang dari sudut pandang bahwa sifat identitas hanya dimiliki Oleh Tuhan. Aku saat ini sedang bahagia, kemudian satu detik saja aku bisa menjadi sangat sedih. Jelas bahwa aku yang sebelumnya berbeda dengan aku yang satu detik kemudian. Kehidupan pun demikian, semua tidak selalu sama, semua berubah ubah sesuai ruang dan waktu, sesuai dengan sudut pandang kita. Kontradiksi terjadi antara harapan dan kenyataan. apa yang ada dipikiran bahkan yang tidak ada. sebenar benarnya hidup adalah adanya hermentika atau perubahan

    ReplyDelete
  30. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?
    Mengubah yang mungkin ada menjadi ada , maka yang mungkin ada perlu mengada, sebagai contoh: seseorang belum pernah melihat dan memikirkan seperti apa pantai parangtritis, maka pantai parangtritis itu masih sesuatu yang "mungkin ada", saat seseorang tersebut telah melihat pantai parangtritis maka pantai parangtritis itu sudah menjadi objek yang "ada".

    ReplyDelete
  31. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?
    Pikiran kita merupakan idealis kita, sedangkan kenyataan merupakan realis kita. Saat pikiran dan kenyataan tidak sejalan maka yang perlu dilakukan adalah berfilsafat, mengumpulkan fakta dan teori yang bisa mendukung diperolehnya sintesis ketidaksesuaian antara pikiran dan kenyataan.
    Sebagai contoh: saya mengikuti ujian masuk program pasca sarjana UNY gelombang 1, sebelum mengikuti tes saya belajar terlebih dahulu untuk menghadapi ujian masuk, selanjutnya saya mengikuti tes masuk, setelah mengikuti tes masuk saya berpikiran bahwa saya akan lolos dalam tes tersebut karena saya merasa bisa mengerjakan sebagian besar soal yang ada. Pada kenyataannya saya belum dinyatakan lolos dalam tes tersebut. Saat itulah terjadi ketidaksesuaian antara pikiran dan kenyataan, yang perlu saya lakukan adalah berintropeksi dan mencari tahu mengapa hal ini bisa terjadi, seperti: bisa jadi jawaban-jawaban yang saya berikan tidak tepat karena kesalahan dalam perhitungan-perhitungan atau saya tidak masuk kelompok calon mahasiswa yang lolos karena hasil yang saya peroleh diluar kelompok kuota yang diterima. Maka yang perlu saya lakukan, jika ingin lolos pada gelombang selanjutnya adalah belajar lebih giat lagi sesuai dengan materi yang diujikan dalam tes masuk UNY.

    ReplyDelete
  32. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Manusia memiliki seribu pangkat seribu sifat yang tidak bisa disebutkan semuanya. Menurut saya, perbedaan diantara manusiapun juga akan sebanyak seribu pangkat seribu yang mana sifat tersebut melekat pada diri manusia, oleh karena itu perbedaan antara manusia selalu ada. Yang perlu kita tekankan adalah sopan-santun kita dalam menghadapi perbedaan diantara manusia. Dan perbedaan-perbedaan itulah bukti dari kuasa Ilahi, begitu Agung dan Besar kekuasaan-Nya.

    ReplyDelete
  33. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?
    Manusia merupakan makhluk yang diberikan akal dan pikiran, dan inilah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal dan pikiran tersebut manusia akan membangun setengah dunianya, setengah dunia lainnya akan dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang dilaluinya.

    ReplyDelete
  34. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan no 8 dari Novia Serawati yaitu Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?

    Aku tidak sama dengan aku ini terkait dengan kita hidup di dunia dan terbatas oleh ruang dan waktu. Bahwa aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu maupun aku yang akan datang. Tiadalah di dunia ini yang tidak berubah. Implikasinya adalah bahwa diri kita maupun orang lain berubah dari waktu ke waktu maka janganlah menilai orang lain akan selalu sama, dia yang dulu kurang baik bisa menjadi baik begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  35. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Apa hakikat Etik dan Estetika?
    Etika merupakan cabang filsafat yang sangat berpengaruh sejak zaman sokrates (470-399). Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang tindakan manusia. Etika bersangkutan dengan tanggapan-tanggapan mengenai tingkah laku yang betul.
    Estetika diperkenalkan oleh seorang filusuf Jerman bernama Alexander Gottlieb Baumgarten (1714-1762) lewat salah satu karyanya. Menurutnya, estetika merupakan ilmu pengetahuan tentang keindahan. Secara etimologis, kata estetika berasal dari kata dalam bahasa Yunani aesthesis yang berarti pengamatan, pencerapan inderawi atau pemahaman intelektual.

    ReplyDelete
  36. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?
    Perang pemikiran akan selalu ada selama manusia berpikir. Perang pemikiran bisa terjadi di dalam diri manusia atau antar manusia. Pemikiran itu juga memiliki seribu pangkat seribu sifat yang bisa tertuang dalam bentuk pikiran/ide. Manakala terjadi perang pemikiran maka yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi/mendalami setiap pemikiran yang muncul, pelajari tesis dan antitesisnya sehingga diperoleh tesis yang bisa dianggap sebagai titik temu dari pemikiran-pemikiran yang berperang.

    ReplyDelete
  37. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?
    Sering disebutkan oleh Prof. Marsigit dalam setiap pertemuan perkuliahan, bahwa dalam berfilsafat kita harus sopan dan santun terhadap ruang dan waktu. Mana yang harus didahulukan sebagai makhluk individu atau makhluk sosialkah? Itu bergantung pada ruang dan waktu. Ada suatu ketika kita perlu mendahulukan peran kita sebagai makhluk individu dari pada makhluk sosial, dan ada suatu ketika kita perlu mendahulukan peran kita sebagai makhluk sosial dari pada makhluk individu.

    ReplyDelete
  38. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?
    Yang Maha Kuasa yang menciptakan makhluk dan alam semesta ini, manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini, yang salah satu tugasnya adalah menjaga kelestarian alam semesta ini. Saya melihat hubungan timbal balik yang harmonis antara manusia dan alam, jika manusia menjaga selalu alam semesta ini, maka alam semesta-pun juga akan menjaga manusia dari berbagai bencana yang setiap saat mengancam manusia. Semoga kita selalu menjadi insan yang terus berikhtiar menjaga alam semesta ini,amiiiin...

    ReplyDelete
  39. pertanyaan dari saudara Ari Kuntoro : Apa hakihat hubungan antara wanita dan laki-laki?
    tanggapan saya : Allah menciptakan makhluk-Nya saling berpasang-pasangan, ada siang dan ada malam, ada laki-laki dan ada perempuan. Laki-laki dan wanita sangatlah berbeda karena laki-laki cenderung menggunakan logika sedangkan wanita cenderung menggunakan perasaan. Walaupun laki-laki dan wanita sangatlah berbeda akan tetapi hubungan keduanya sangatlah erat karena laki-laki tidak bisa lepas dari wanita begitu pula sebaliknya, sehingga laki-laki dan wanita bisa saling melengkapi.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  40. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa hakikat menerima atau menolak. Hidup ini penuh dengan pilihan. Hidup ini penuh misteri. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui terutama masa depan. Manusia berhak untuk menerima dan menolak sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Menolak juga ada alasan dan menerima juga ada alasan. Intinya, menerima atau menolak dua2nya perlu dilakukan dengan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas. Jika perlu dilakukan melalui istikhoroh.

    ReplyDelete
  41. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Menanggapi pertanyaan saudari Amelia: Apa hakikat Etik dan Estetika?
    Hakekat merupakan ontologi, Benar dan salahnya seperti apa merupakan epistimologi, baik buruknya kebenaran itu etika, sedangkan estetika merupakan keindahan yang termasuk dalam aksiologi. Etika bersangkutan dengan tanggapan-tanggapan mengenai tingkah laku yang betul.

    ReplyDelete
  42. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    perang pemikiran dilakukan dengan cara atau bentuk penyerangan yang senjatanya berupa pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda,dialog dan perdebatanyang menegangkan serta upaya lain pengganti pedang, bom dan persenjataan lainnya. Ia merupakan perang non konvensional, baik cara, sarana, alat, tentara, target maupun sasarannya.

    ReplyDelete
  43. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no. 9 dari Yulia Linguistika yaitu "Bagaimana sikap marah menurut pandangan filsafat". Marah merupakan sikap yang ada dalam diri manusia yang timbul akibat karena manusia itu mendapat tekanan atau gejolak emosi, namun ketika seseorang marah berarti ia telah dikuasai oleh syaitan sehingga bisa kita katakan orang tersebut adalah mitos. dan untuk menghilangkan marah maka hendaklah memohon ampun kepada ALLAH SWT agar kita terhindar dari godaan syaitan sehingga hati kita dapat bersih kembali dan pikiran kita jernih.

    ReplyDelete
  44. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no. 15 dari Rina Susilowati yaitu "Apakah hakekat perbedaan diantara manusia?". Perbedaan adalah suatu hal yang selalu ada dalam diri manusia, jangankan sesama manusia dalam diri kita selalu terjadi perbedaan. Perbedaan di sini adalah suatu kontradiksi, misalkan ketika kita memikirkan A dan setelah itu kita ucapkan A maka A yang ada dipikiran kita berbeda dengan A yang kita ucapkan. karena sebenar-benar yang terjadi dalam kenyataan adalah suatu kontradiksi.

    ReplyDelete
  45. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Hakikat perbedaan di antara manusia. Perbedaan merupakan hal yang pasti teradi dalam hidup. adanya perbedaan menjadikan hidup ini menjadi lebih indah. Perbedaan merupakan rahmat. banyak manfaat dengan adanya perbedaan tersebut. Perbedaan di antara manusia menjadikan manusia menjadi manusia yang toleran dan menjadi lebih peduli dengan manusia di sekitarnya.

    ReplyDelete
  46. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan dari saudara markus Palobo, yakni bagaimana merubah seuatu yang mengkin ada menjadi ada. Sesuatu yang mungkin ada itu sifatnya masih bersifat angan-angan, abtrak dan bisa jadi masih imajiner. Ketika hal tersebut terjadi maka tentunya sesuatu yang mungkin ada itu masih ada di dalam pikiran kita ataupun masih berupa suatu konsep. Untuk merubahnya menjadi sesuatu yang ada tentunya harus ada realisasinya. Misalnya jika masih dalam konsep di dalam pikiran maka untuk menjadikannya ada bida dengan mengucapkan konsep itu, atau menuliskan konsep tersebut atau bisa dengan melaksanakan konsep tersebut. Dengan begitu maka lahirlah konsep tersebut ke dalam ruang dan waktu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  47. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    untuk pertanyaan dari saudara saifan, yakni bagaimana menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana. Pertama-tama yang kita harus tahu yaitu apakah yang dimaksud dengan bijaksana. Apakah bijaksana itu ketika semua apa yang kamu inginkan itu dilaksanakan dan dikabulkan sehingga tidak menimbulkan kekecewaan dihatimu??? Maka dalam hal ini kita harus lebih memperjelas makna dari bijaksana itu sendiri, menurut kamus Bahasa Indonesia bijaksana ialah selalu menggunakan akal budinya, pandai dan berhati-hati bila menghadapi kesulitan. Berarti pemimpin yang tidak bijaksana ialah pemimpin yang mengambil keputusan tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Apa yang harus dipikirkan?? Yang harus dipikirkan adalah efek manfaat dan mudharatb atas keputusan yang diambil tersebut. Jadi menyikapi pemimpin yang tidak bijaksana ialah, bisa dengan memberi saran yang bersifat positif terhadap pemimpin itu, jika ia tetap tidak mau menerima masukan, maka kita bisa saja melakukan kudeta atas pemimpin itu, jika masih tidak bisa maka selemah-lemahnya maka kita hanya bisa berdoa agar rezim pemimpin itu segera berakhir.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  48. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan dari saudara Aminullah yakni apa solusi ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan. Dalam suatu refleksi perkuliahan filsafat, dosen pengampu kita yakni Prof.Dr.Marsigit M.A mengatakan bahwa hidup ini memang selalu penuh dengan kontradiksi, jika tidak ingin terjadi kontradiksi ya silahkan berpindah alam ke alam akhirat. Berdasarkan asumsi tersebut maka kontradiksinya pikiran dan juga kenyataan adalah sesuatu yang wajar terjadi di dunia ini. Karena hal tersebut merupakan hal yang wajar, maka cara kita menyikapinya ya ikhlas saja. Ikhlas bila antara pikiran, harapan dan kenyataan tidak berjalan sebagaimana kemauan kita. Karena hal itu berarti sudah menjadi takdir Tuhan atas kita di dunia ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  49. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan dari saudara Munir yakni mengapa kita selalu tidak puas padahal segala sesuatu yang kita miliki sudah ada. Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu bersifat tidak puas, sehingga Allah pun berfirman “maka nikmat mana lagi yang engkau dustakan” bahkan ada suatu ungkapan pepatah yang mengatakan bahwa “rumput tetangga lebih hijau”. Hal itu menandakan bahwa manuia selalu mempunyai sifat kurang puas terhadap apa yang telah dikaruniakan kepadanya. Namun Tidak puas juga bisa menjadi hal yang positif, misalnya dalam hal beribadah dan beramal saleh. Hal tersebut dihalalkan oleh agama. Ketika kita selalu merasa ibadah kita masih kurang, maka kemudian kita berusaha untuk menambahnya maka hal itu sah-sah saja. Jadi rasa kirang puas manusia dapat berakibat postif maupun negatif, yang negatif yakni apabila kita kurang puas terhadap harta kemudian kita mengambil apa yang bukan menjadi hak kita maka hal itulah yang dilarang oleh agama. Untuk menambah rasa puas yakni dengan cara mensyukuri nikmat. Ketika kita mensyukuri nikmat maka niscaya Allah SWT akan menambah nikmat atas karunuia yang telah kita peroleh tersebut.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  50. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk pertanyaan dari saudara Daud yakni apakah hakikat dari menerima dan menolak. Menerima berarti membenarkan , menyetujui, mengizinkan. Berati ketika dalam keadaan menerima maka di dalamnya tidak ada suatu yang kontradiksi, tidak ada pertentangan lagi didalamnya. Sedangkan menolak berarti di dalamnya masih terdapat suatu pertentangan, sehingga pertentangan tersebut menyebabkan ketidak ikhlasan dalam hal ingin menerima suatu hal.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  51. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Untuk Pertanyaan dari saudara Weni gurita, yakni apa perbedaan antara logika dan penalaran. Kedua hal tersebut merupakan suatu hal yang hampir sama. Melogika dan menalar merupakan suatu kegiatan yang sama-sama menggunakan pikiran. Menalar menuntun seseorang untuk berpikir logis. Sehingga ketika kita menalar berarti kita menggunakan logika kita. Bila bahasanya seperti itu, maka logika merupakan predikat dari penalaran yang merupakan subyek. Dalam proses menalar kita membutuhkan logika untuk membuat suatu benang merah antara satu hal dengan hal yang lainnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  52. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika

    4. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?'
    Pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang tidak pernah merasa puas. Selalu menginginkan semua yang lebih. Untuk menghindari rasa tidak puas, kita harus pandai bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki. Dengan begitu kita akan merasa puas. Terima kasih

    ReplyDelete
  53. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    15. Rina Susilowati:
    Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?
    Pada hakikatnya manusia diciptakan berbeda-beda. Berbeda dari fisik, sifat, pikiran, dan lain-lain. Akan tetapi perbedaan itu indah, Seperti Indonesia. Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua. Jadi dengan perbedaan atau kenekaragaman itu kita harus hidup rukun dan saling membantu.

    ReplyDelete
  54. 15. Rina Susilowati:
    Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?
    Pada hakikatnya manusia diciptakan berbeda-beda. Berbeda dari fisik, sifat, pikiran, dan lain-lain. Antar siswa di sekolah juga pasti berbeda. 32 siswa dikelas pasti memiliki 32 perbedaan. Guru harus dapat memahami 32 erbedaan siswa dan menerappkan berbagai pembelajaran untuk memfasilitasi perbedaan siswa tersebut. Terima kasih

    ReplyDelete
  55. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Pertanyaan ke 18 mengenai apa hakikat etik dan estetika? Dalam filsafat, etik berkaitan erat dengan baik buruknya suatu hal yang terjadi dalam kehidupan, sedangkan estetika berarti nilai keindahan yang terkandung dalam suatu pemikiran. Hakikat etik dan estetika boleh jadi terkait dari yang ada dan mungkin ada dalam filsafat ilmu sesuai dengan ruang dan waktunya. Dalam hal ini, etik dan estetika yang dipahami setiap orang akan berbeda satu dan lainnya.

    ReplyDelete
  56. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?". Untuk membuat yang mungkin ada menjadi ada kita perlu mengada, mengada bisa berupa ikhtiar. Contohnya, jika kamu hanya tahu tentang suatu tempat, itu artinya kamu baru mungkin ada, sedangkan ketika kamu sudah datang ke tempat itu maka itu baru dikatakan ada. Nah cara untuk merubah yang mungkin ada menjadi ada adalah dengan pergi ke tempat itu (mengada atau ikhtiar).

    ReplyDelete
  57. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Menanggapi pertanyaan "Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?" Sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara puas dan tidak puas. Saatnya kita harus puas, dan saatnya kita harus tidak puas, tergantung ruang dan waktunya. Puas terhadap yang dimiliki, bahkan satu milyar pangkat satu milyar pun, kita belum bisa menyebutkan milik kita yang harusnya merasa puas.

    ReplyDelete
  58. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Mengenai pertanyaan "Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?" hal ini adalah kontradiksi dari prinsip identitas. Seperti apa yang Prof. Marsigit sering ungkapkan saat perkuliahan, bahwa prinsip identitas hanya ada di pikiran, hati, dan akhirat. Aku yang ada di dunia ini, tidak akan sama dengan aku 1 detik kemudian, karena di dunia ini semua bergantung oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  59. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Menanggapi pertanyaan "Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?" Perbedaan diantara manusia sangatlah wajar. Hal ini dikarenakan satu manusia saja memiliki satu milyar pangkat satu milyar sifat, dengan begitu banyaknya sifat mustahil bahwa ada manusia yang sama persis.

    ReplyDelete
  60. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Menanggapi pertanyaan "Apa hakikat etika dan estetika". Setelah saya membaca beberapa sumber, Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang “praksis” manusiawai, tentang tindakan. Etika juga sering disebut sebagai filsafat moral, karena ia menyelidiki semua norma moral.
    Estetika merupakan cabang filsafat yang mempersoalkan seni dan keindahan. Secara sederhana, dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan objek dari estetika.

    ReplyDelete
  61. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Salah satu pendapat filsuf yaitu Aristoeles mengenai marah, “Setiap orang bisa menjadi marah, itu adalah hal yang mudah, tetapi menjadi marah kepada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, di saat yang tepat, dengan tujuan yang tepat serta dengan cara yang tepat, bukanlah kemampuan setiap orang dan bukanlah hal yang mudah”

    ReplyDelete
  62. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan hasil pembelajaran filsafat ilmu dengan Pak Marsigit, saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 3 tentang Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan. Pikiran biasanya menggambarkan sesuatu yang ideal di benak kita. Antara ideal dan realita itu tidak pernah sinkron., artinya tidak pernah bertemu. Karena antara ideal dan realita itu memiliki jarak, yaitu waktu.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  63. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan hasil pembelajaran filsafat ilmu dengan Pak Marsigit, saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 23 tentang bagaimana memperoleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar. Saya ingat dalam pembelajaran filsafat ilmu Pak Marsigit pernah mejelaskan tentang sumbu-sumbu yang menggambarkan struktur dunia. Sumbu hubungan subyek predikat menunjukan dimana subyek pada salah satu ujung sumbu dan predikat pada ujung lainnya. Dalam menjalani kehidupan ada sumbu fatal dan vital dimana pada ujung fatal orang hidup dengan berserah diri sepenuhnya kepada takdir tanpa ada ikhtiar, dan pada ujung vital orang hidup dengan percaya sepenuhnya pada ikhtiarnya sendiri tanpa peduli takdir ataupun nasib yang telah ditentukan. Karena itu hendaknya kita berada di tengah sumbu dimana kita percaya pada nasib yang telah ditentukan pada kita tetapi tetap berusaha untuk mencapai yang terbaik.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  64. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Saya ingin menanggapi pertanyaan "Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?". Terkadang apa yang kita pikirkan itu baik u kita, namun pada kenyataannya orang lain bisa berbeda, malah menganggapnya hal yang tidak baik. Yang perlu dilakukan adalah lihatlah bagaimana ruang dan waktunya. Sebaik-baiknya kenyataan adalah takdir dari Allah. Kita hanya perlu ikhlas menerima dan terus berdoa.

    ReplyDelete
  65. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Jawaban pertanyaan : “Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?” Penguasa pada hakekatnya merupakan perwujudan kondisi umat. Bila umat masih bergelimang dalam kesyirikan, bid’ah, dan maksiat ; maka terangkatlah seorang pemimpin yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan mereka. Maka jadilah pribadi yang bijaksana terlebih dahulu untuk mengingatkan para pemimpin yang tidak bijaksana. Tegurlah para pemimpin dengan tidak menjatuhkannya agar tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar. Wallahu a’lam...

    ReplyDelete
  66. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?” “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. (QS. AL-Furqon ayat 1-2). Yakinlah bahwa setiap ketetapan ataupun kenyataan yang terjadi merupakan ketetapan terbaik yang dipilih olehNya untuk kita. Refleksikan, tumbuhlah, dan mendewasalah...

    ReplyDelete
  67. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    “Bersyukurlah atas apa yang sudah Anda miliki, maka Anda akan bahagia. Jika Anda berkonsentrasi pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.”-Oprah Winfrey- Banyak di antara manusia yang terus merasa belum cukup. Satu hal yang menyebabkan adalah kurangnya rasa syukur. Maka sebenar-benara merasa puas adalah karena bersyukur. (Jawaban pertanyaan Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?)

    ReplyDelete
  68. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Marah ibarat sebilah pedang. Apabila kita pandai menggunakannya maka ia akan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Tetapi apabila kita tidak mampu mengendalikan marah akan menjadi pembunuh yang sangat mengerikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa ada marah yang terpuji dan marah yang tercela. Marah yang terpuji, yaitu bila dilakukan dalam rangka membela diri, kehormatan, harta, agama, hak-hak umum atau menolong orang yang dizhalimi. Sementara marah yang tercela adalah marah sebagai tindakan balas dendam demi dirinya sendiri. Wallahu a’lam... (Jawaban pertanyaan: bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?)

    ReplyDelete
  69. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kata hati adalah keyakinan kita yang akan mengarahkan kepada kebaikan. Kebaikan adalah yang akan mengarahkan kita pada kedamaian. Maka sebenar-benar kata hati adalah ketika keyakinan kita akan membawa kita pada kedamaian hidup. Wallahu a’lam...(Jawaban pertanyaan Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?)

    ReplyDelete
  70. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Perbedaan adalah fitrah yang telah digariskan Allah pada setiap makhluknya tak terkecuali manusia. Lewat perbedaanlah manusia mampu terus hidup lintas generasi. Lewat perbedaanlah manusia terus berkembang sesuai dengan kebutuhannya. Maka sebenar-benar manusia hidup adalah dalam perbedaan. (Jawaban pertanyaan: Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?)

    ReplyDelete
  71. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Perang pemikiran apabila terjadi didalam pikiran kita sendiri itu artinya kita sedang berpikir. Dan sebenar-benarnya pengetahuan berawal dari kekacauan yang terjadi karena perang pemikiran yang terjadi dalam diri kita. Sementara perang pemikiran yang terjadi antar orang atau antar golongan muncul karena perbedaan sudut pandang. Perbedaan tersebut muncul karena pengetahuan berkaitan erat dengan ruang dan waktu. (Jawaban pertanyaan Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?)

    ReplyDelete
  72. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Salah satu tujuan penciptaan manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah. Semua manusia tersebut bertanggung jawab penuh untuk menjaga alam semseta dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Maha Kuasa yang telah menciptakannya. Alam telah digariskan sebagai penyedia segala kebutuhan hidup bagi manusia. Maka sebenar-benar manusia yang menjaga hubungan baik dengan alam dan Tuhannya adalah yang mampu bijaksana dalam menjalankan kewajibannya sebagai khalifah. Wallahu a’lam... (Jawaban pertanyaan Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?)

    ReplyDelete
  73. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada? Yang mungkin ada berada di luar pikiran kita, maka untuk mengadakan yang mungkin ada menjadi ada maka kita berusaha untuk yang mungkin ada berada di dalam pikiran kita dan kemudian menjadi ada dengan cara mengerjakan kehidupan, jangan malas, selalu sadar, dan kita perlu hijrah untuk mendapatkan pengetahuan baru. Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan? Aku tidak sama dengan aku adalah sifat kontaradiksi, misalnya aku yang sekarang beda dengan aku yang dulu. Apa hakikat Etik dan Estetika? Etika itu tenang benar dan salah, estetika itu tentang baik dan buruk atau keindahan, maka filsafat itu hakekat kebenaran dan keindahan, yaitu hakekat yang benar dan indah, hakekat yang tidak benar dan indah, hakekat benar dan tidak indah, hakekat yang tidak benar dan tidak indah.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  74. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Solusi mengatasi kenyataan dan pikiran tak sejalan adalah "ikhlas" dan "bangkit". Ikhlas mengajarkan kita untuk mendewasakan diri, selalu berpikirlah positif bahwa ketika apa yang kita pikirkan tidak sejalan dengan kenyataannya maka berpikirlah bahwa itu belum rejekinya, mungkin Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik dibalik itu. belajarlah untuk melapangkan hati. Lalu "bangkit", sudah tau apa yang kita pikirkan tidak sejalan dengan kenyataan maka ya bangkit dan lakukan hal positif lainnya, jangan terlalu terpaku pada satu keadaan karena penyesalan yang timbul akibat pikiran dan kenyataan yang tak sejalan. Ingat, hidup itu indah, jadi nikmati saja. Jangan menyulitkan dirimu sendiri. Jangan jadikan beban. "Ikhlas" dan "bangkit".

    ReplyDelete
  75. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Filsafat adalah olah pikir. Maka, jika muncul pertanyaan seperti pertanyaan nomor 1 di atas, “Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?”
    Jawabannya ada dalam pikiran kita. Sesuatu itu dianggap ada karena ada dalam pikiran kita. Maka semuanya tergantung pada pikiran kita. Semakin banyak kita membaca, maka sesuatu yang dulunya “mungkin ada” dalam pikiran kita akan berubah menjadi “ada”.

    ReplyDelete
  76. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Berulang kali dipaprkan terkait kontradiksi dimana A tidak sama dengan A. Kontradiksi adalah bagian dari ilmu. Maka, selam hidup akan selalu ada kontradiksi yang tidak dapat kita hindari.
    Terkait pertanyaan nomor 8, “Apa yang dimaksud aku tidak sama dengan aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?, jawabannya adalah semua itulah yang disebut kontradiksi.

    ReplyDelete
  77. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?
    “Adanya” yang mungkin ada tergantung pada keadaannya, dapat berupa ikhtiar yang tekun dan sungguh-sungguh, mengadanya orang lain, atau mengadanya Sang Maha Pengada, Maha Ada, Maha Pengada, dan Maha Mengada, yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  78. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?
    Kebijaksanaan dekat dengan kebenaran dan kebenaran dekat dengan pemimpin yang amanah. Kebijaksanaan pemimpin memiliki dimensi dan struktur yang beragam, sebaik-baik kebijakan adalah kebijaksanaan untuk menjalankan tugas pimpinan dengan amanah. Maka sebenar-benar pemimpin adalah mengemban tugasnya sesuai amanah si pemberi amanah dan Sang Maha Pemberi amanah. Sebaik-baik si pemberi amanah adalah yang mampu mengingatkan ketidakbijaksanaan pemimpin dengan bijaksana sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  79. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Apa solusinya ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?
    Pikiran itu bersifat ideal dan logis, ia ada di alam ide. Sementara kenyataan itu fakta yang berada di dunia nyata. Sebaik-baik pikiran adalah pikiran/logika dibangun melalui pengalaman dan tidak terisolasi dari kenyataannya sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  80. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Rasa tidak puas itu positif dalam hal menuntut ilmu, membangun iman, dan Islam. Ia akan menjadi dorongan untuk meraih ridlo sang Pencipta kepuasan itu sendiri. Namun dalam hal materi duniawi, kita dianjurkan untuk “melihat orang yang berada di bawah kita, dan tidak melihat orang yang ada di atas”. Ketika kita memandang orang yang lebih susah dari kita, maka mestinya akan tumbuh perasaan bahwa kita lebih beruntung daripada mereka, ini yang kemudian menumbuhkan rasa syukur. Maka sebaik-baik manusia adalah yang mampu mengelola ambisi duniawinya dan menguatkan rasa syukur atas anugerah yang telah kita miliki.

    ReplyDelete
  81. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Apa hakikat menerima dan menolak?
    Menerima sejatinya adalah chemistry antara kenyataan dengan pikiran, hati, dan kehendak Tuhan. Dan menolak adalah gap antara kenyataan dengan pikiran, hati, dan kehendak Tuhan. Maka sebaik-baik penolakan adalah penolakan atas ketidaksesuaian/gap antara kenyataan dengan pikiran, hati, dan kehendak Tuhan.

    ReplyDelete
  82. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Apakah perbedaan antara Logika dan Penalaran?
    Logika adalah ilmu argumen (mantik) untuk menguatkan sebuah kondisi. Dan penalaran adalah pemberdayaan akal budi untuk membuat pertimbangan-pertimbangan atas alternatif. Dan sebaik-baik logika dan penalaran adalah yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  83. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?
    Di dunia ini ada yang tetap dan ada yang berubah, yang tetap adalah pikiran, hati, dan kuasa Tuhan. Semua kenyataan dan semua yang berubah itu adalah bayangan dari yang tetap, maka semua yang ada yang kita lihat, semua prilaku kita adalah bayangan dari pikiran dan hati kita dan yang tetap itu. Sehingga sebaik-baik tindakan adalah tindakan yang dikendalikan berdasarkan pikiran, hati, dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  84. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?
    Aku itu berdimensi, berstruktur, dan memiliki potensi. Potensi memiliki dimensi baik dan buruk. Yang baik itu ada di dalam hati nurani dan buruk itu ada pada hawa nafsu angkara. Aku baik tentu tidak sama sengan aku yang buruk. Jadi sebaik-baik aku dalam kehidupan ini adalah aku yang bernurani, dan aku yang menjaga diri dari nafsu angkara.

    ReplyDelete
  85. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?
    Marah juga memilki struktur dan berdimensi. Ada marah yang “brutal”/ tak terkendali yang merupakan bagian dari dimensi aku yang buruk, karena ia menutup rasio dan bersifat merusak. Dan ada marah yang bijaksana, yaitu marah sebatas ekspresi yang tetap dikendalikan dengan akal sehat. Marah ini dimaksudkan untuk menunjukkan sikap penolakan, pembelajaran, atau peringatan akan suatu hal.

    ReplyDelete
  86. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?
    Ketika kita melihat anak kecil berpakaian compang-camping terlihat kelaparan di pinggir jalan, tentu ada rasa iba di dalam hati untuk membantunya
    Ketika melihat nenek-nenek renta pakai tongkat akan menyeberang jalan yang ramai, maka ada dorongan untuk membantunya
    Ketika anda diajak oleh teman untuk minum minuman keras, hati anda berbisik, jangan itu tidak baik dan dilarang
    Bisikan-bisikan kebaikan itulah suara hati, ia bersifat universal dan jika diperkuat akan dapat membangun kesadaran spiritual (kedekatan hamba dan Tuhannya).

    ReplyDelete
  87. S3/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?
    Ketika kita melihat anak kecil berpakaian compang-camping terlihat kelaparan di pinggir jalan, tentu ada rasa iba di dalam hati untuk membantunya
    Ketika melihat nenek-nenek renta pakai tongkat akan menyeberang jalan yang ramai, maka ada dorongan untuk membantunya
    Ketika anda diajak oleh teman untuk minum minuman keras, hati anda berbisik, jangan itu tidak baik dan dilarang
    Bisikan-bisikan kebaikan itulah suara hati, ia bersifat universal dan jika diperkuat akan dapat membangun kesadaran spiritual (kedekatan hamba dan Tuhannya).

    ReplyDelete
  88. PPs/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Bagaimana secara Filsafat kita bisa mengendalikan Ego/Superego kita?
    Dalam struktur psikoanalisa Sigmund Frued dikenal ID, Ego, dan Super ego. ID dibawa manusia sejak lahir dan merupakan dorongan untuk memenuhi keinginan dengan prinsip kenikmatan atau kesengan. EGO sejajar dengan rasio dan berfungsi memberikan perhitungan/pertimbangan antara baik dan tidaknya sebuah tindakan dan perbuatan yang akan kita lakukan. Sementara SUPEREGO adalah standart moral (nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat) yang telah terinternalisasi dalam diri manusia membentuk suatu keyakinan. Ego dan superego berperan dalam mengendalikan ID.

    ReplyDelete
  89. PPs/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat?
    Para pemimpin adalah dewa-dewa dari daksanya (rakyat yang dipimpin), dewa-dewa ini merancang, menetapkan, dan melaksanakan aturan-aturan yang bertujuan untuk kesejahteraan bersama sesuai dengan ruang dan waktu. Kepemimpinan meliputi interaksi antara para dewa dan rakyatnya guna berjuang meraih tujuan bersama yang dicita-citakan. Maka sebenar-benar kepemimpinan adalah konsisten terhadap tujuan bersama sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  90. PPs/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?
    Dalam sebuah struktur organisasi, para pemimpin berperan sebagai pengambil keputusan untuk memperjuangkan tujuan bersama, maka sebaik-baik pengambilan keputusan adalah yang sejalan dengan tujuan bersama itu sendiri.

    ReplyDelete
  91. PPS/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?
    Hati berisi dorongan-dorongan kebaikan dan kebenaran, sementara pikiran bertugas memberikan perhitungan/pertimbangan antara baik dan tidaknya sebuah tindakan yang akan kita lakukan dan menkonfirmasikannya dengan bisikan hati. Maka sebenar-benar pikiran adalah yang mendapatkan konfirmasi bisikan hati.

    ReplyDelete
  92. PPs/PEP/A/2016
    16701261010
    SHALEH

    Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?
    Perbedaan adalah sebuah rahmat/karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena tiada satupun manusia sempurna dan dapat hidup sendiri di muka bumi ini. Dengan perbedaannya manusia hidup saling bergantung dan saling melengkapi sehingga membentuk sebuah sistem kehidupan. Maka sebenar-benar manusia adalah yang memahami, menghormati, dan menghargai perbedaan dan berusaha merangkainya menjadi sebuah kekuatan untuk membangun dunia.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id