Oct 30, 2014

Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos




Oleh Marsigit

Belalang Spiritual:
Listrik itu kalau siang tidak ada gunanya.


Belalang Logos:
Apa iya ya. Hem.. kalau saya cabut sakelar itu, maka Belalang Spiritual tidak akan bisa bertitah. Aku cabut sekarang. Crek...

Belalang Spiritual:
Hai..hai.. siapa berani mematikan listrik, sehingga saya tidak dapat memberi tausiah. Walaupun ini siang hari, tetapi aku masih perlu memberi tausiah. Listrik itu kalau siang banyak gunanya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dunia tidak penting. Agar harmonis maka kita perlu seimbang antara Dunia dan Akhirat.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mati itu pantas. Tetapi tidaklah pantas orang yang mati diluar kodratnya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mewah itu mekruh. Tetapi mana tahan jika doaku menggapai kemewahan belum juga terkabul.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu buruk. Tetapi kenapa aku harus mempelajarinya?


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu baik. Tetapi kenapa aku tidak memelajarinya?

Belalang Spiritual:
Hedonisme itu buruk. Dan kenapa aku menikmatinya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Marilah kita bersikap rasional. Jangan seperti saya yang cenderung irrasional.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku ini Logos. Tetapi kenapa aku rakus seperti Belalang?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku memerlukan bantuan Subyekku. Tetapi kenapa aku bertindak semena-mena kepadanya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiriual:
Aku perlu hasil yang baik. Tetapi kenapa aku mengabaikan prosesnya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu berdamai. Tetapi kenapa aku selalu memusuhinya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Astaghfirullah al adzim...gambar apa ini? Hemm...mana tadi? Mau saya simpan kok hilang.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Perut gendhut itu pertanda besar nafsu makan. Janganlah meniru saya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Korupsi itu haram. Jangan tiru saya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.
 
Belalang Spiritual:
Dengan kata-kataku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin berkata-kata.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tulisanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin menulis.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tindakanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin bertindak.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Orang Tua Berambut Putih:
Hei..hei..hei..sesama Belalang tidak boleh saling mendahului.





65 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A
    Hahaha, lucu melihat pertengkaran para belalang. Mau logos maupun spiritual, kalau sudah ada tambahan belalang ya tetap saja seekor belalang. Belalang logos mengatakan kepada belalang spiritual, “Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya”, agar pernyataannya tersebut tidak berubah sebagaimana belalang spiritual, belalang logos pun mengulangi kata-katanya. Belalang spiritual juga digambarkan dalam elegi ini hanya memiliki hati yang bersih namun tidak memiliki pikiran yang baik.

    ReplyDelete
  2. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos mencerminkan kehidupan sehari-hari manusia. Manusia yang sebenarnya memiliki akal pikiran, paham akan baik atau pun buruknya, masih saja terlena akan hawa nafsu. Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk bertindak harus menimbang dampak baik-buruk dan berpikir panjang terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  3. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Kita tentu pernah mengalami hal serupa seperti yang dialami belalang spiritual, karena pada sadarnya setiap manusia memiliki sifat kontradiksi dalam dirinya. Saat ini bilang X, tidak lama kemudian bilang Y. Alangkah lebih baik bila kita berpikir bekali-kali dulu sebelum berbicara.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Dalam elegi ini, ada belalang “spiritual” dan belalang “logos”. Berdasarkan yang saya pahami bahwa belalang “spiritual” mencerminkan keraguan karena pikirannya yang mudah berubah-ubah. Padahal hakikat SPIRITUAL adalah KEYAKINAN. Seharusnya, spiritual membuat seseorang memiliki keyakinan yang kokoh dalam hidup. Apabila spiritual saya khususkan menjadi agama maka dalam agama Islam, Al-Qur’an dan Hadist adalah sumber keyakinan agar manusia tetap dapat berdiri kokoh pada hidup yang benar.

    ReplyDelete
  5. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    S1 Pendidikan matematika C 2013


    lucu sekali membaca elegi belalang spiritual dan belalang logos, berdasarkan yang saya pahami percakapan antara belalang logos dan belalang spiritual menunjukkan bahwa sebenarnya untuk mengatakan sesuatu itu sangat mudah, untuk menasehati itu sangat mudah, untuk menyuruh atau memerintah sangat mudah, Namun prakteknyalah yang sulit, hal ini dibuktikan ketika belalang spiritual mengatakan bahwa listrik itu tidak penting di siang hari, namun setelah belalang logos mematikan listriksnya, belalang spiritual justru mengeluh dan mengatakan bahwa listrik penting. namun keduanya adalah belalang, belalang tidak punya akal hehehe

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Apa yang dikatakan tidak konsisten dengan perbuatan yang di lakukan. Seseorang yang paham dan sadar akan salahnya dimana tetapi masih berada digaris yang sama, menjadikannya munafik terhadap suatu hal. Tercermin dari belalang spiritual yang sebenarnya paham dengan kebenaran oleh hati dan pikirannya, tetapi kontradiksi dengan perlakuannya.

    ReplyDelete
  7. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terkadang kita lupa bahwa diri kita juga seperti belalang. Terkadang kita mengatakan sesuatu yang kontradiksi. Bahkan kita seringkali mencoba untuk measihati namun diri kita sendiri belum melakukannya. Begitulah manusia yang sering berlaku kontradiksi. Dengan demikian, perlu kita perbaiki bersama perilaku kita selama ini.

    ReplyDelete
  8. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postingan diatas menginatkan bahwa kita sebagai manusia adalah tempat salah dan lupa, bagaiaapun kita sebagai manusai harus bisa memberikan nasihat ke sesama, memberikan teladan, jadi kita mansia khusuya guru, selain memberikan / membangun ilmu penetahuan yanag ada pada peserta didik juga harus membangun karakter, sebaik-baiknya membangn karakter pda peserta didik adalah dengan memberikan contoh yang baik, menjadi suri tauldan , menjadi role model bagi peserta didiknya. terimakasih pak

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Terkadang kita mengatakan sesuatu yang kontradiksi. Bahkan kita seringkali mencoba untuk measihati namun diri kita sendiri belum melakukannya. Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos mencerminkan kehidupan sehari-hari manusia. Manusia yang sebenarnya memiliki akal pikiran, paham akan baik atau pun buruknya, masih saja terlena akan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Terkadang kita lupa bahwa diri kita juga seperti belalang. percakapan antara belalang logos dan belalang spiritual menunjukkan bahwa sebenarnya untuk mengatakan sesuatu itu sangat mudah, untuk menasehati itu sangat mudah, untuk menyuruh atau memerintah sangat mudah, Namun prakteknyalah yang sulit, hal ini dibuktikan ketika belalang spiritual mengatakan bahwa listrik itu tidak penting di siang hari, namun setelah belalang logos mematikan listriksnya, belalang spiritual justru mengeluh dan mengatakan bahwa listrik penting.

    ReplyDelete
  11. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Hidup ini penuh kontradiksi, terkadang logos dan spiritual kita selalu bertentangan, namun di situlah kita perlu merefleksi diri dengan berfilsafat, elegi di atas menggambarkan kita yang sesuangguhnya, lebih banyak kita mengikuti logos yang telah di pengaruhi oleh hawa nafsu dari pada mengikuti spiritual yang menuntun kita kepada ketenangan dan keberkahan. maka marilah kita saling membimbing logos kita ke hati nurani kita supaya dapat tercapai spiritual kita.

    ReplyDelete
  12. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Belalang-belalang tersebut mirip dengan manusia, terutama kata-kata yang diucapkan belalang spiritual seolah menggambarkan diri manusia. Begitulah manusia itu, sering bertindak kontadiksi. Apa yang dia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia kerjakan, apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan apa yang dia katakan dan apa yang dia kerjakan tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Terkadang, manusia tau itu salah namun tetap dikerjakan, dan manusia tau bahwa itu benar namun tetap ditinggalkan. Maafkan kami si manusia ini Ya Tuhan.

    ReplyDelete
  13. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hedonisme itu buruk, tapi kenapa aku menikmatinya? Dan pertanyaan ini pun tinggal pertanyaan karena tindakan tak sejalan dengan pemikiran

    ReplyDelete
  14. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dan pertanyaan itu pun mungkin akan berubah menjadi kenapa aku harus tidak menikmatinya? Semoga kita memilili niat yang baik terhadap apa yang kita lakukan

    ReplyDelete
  15. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi ini menyadarkan kita bahwasanya sebenarnya manusia tahu mana yang baik dan tahu pula mana yang buruk, akan tetapi manusia tidak dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam keseharian masih saja mementingkan nafsu, sehingga dalam bertindak cenderung mementingkan kesenangan diri, bukan baik dan buruk.

    ReplyDelete
  16. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    ‘ Esuk dhele sore tempe “.
    Dasar dari manusia memang harus berubah-ubah,selain karena dibedakan ruang dan waktu ,manusia juga sering berubah cara pandangnya. Tetapi bagi saya perubahan manusia semacam itu tidak selau negatif. Ada sisi positifnya yang harus selalu digali dan dikembangkan. Justru sebaliknya bila manusia hanya berpikiran picik dan statis seperti belalang logos tidak sedikit pula sisi negatifnya.
    Manusia harus berubah bila yang dilakukan itu salah.Manusia harus berubah bila jalan pikiranya salah. Ada waktunya salah tetapi mau memperbaiki diri,ada waktunya khilaf tetapi mau bertobat. Ada waktunya untuk mengalah untuk menang dan seterusnya...
    Dari pada manusia yang tidak mau berubah.Merasa tidak pernah salah,merasa pendapatnya selalu benar,merasa yang paling segala-galanya...
    Saya lebih memilih yang “mampu” berubah dan dikiritik dan berusaha dari pada yang statis dan hanya menggerutu dan selau mengkritik...

    ReplyDelete
  17. Elegi belalang logos dan spiritual ini menunjukkan seseorang yang cenderung berperilaku tidak sesuai dengan ucapannya. Memberi nasihat, tetapi justru melakukan hal yang bertentangan dengan nasihatnya. Hal itu menunjukkan kurangnya integritas dalam diri seseorang. Orang yang memiliki integritas biasanya berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara sehingga perilaku dan tindakannya sesuai dengan apa yang diucapkan. Integritas seseorang senantiasa mendapat ujian yang bentuknya dapat berupa jabatan, wanita, harta, keluarga, uang, sedikit ketakutan, sedikit kelaparan, dan sebagainya.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  18. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi di atas belalang menggambarkan diriku sendiri dimana diriku ini yang pada hakekatnya mencari ilmu tiada lain tiada bukan untuk meningkatkan kualitas spiritualku namun diriku ini terkadang juga ternyata terperangkap dalam kemunafikan, hidup penuh dengan kontradiksi, seringkali ucapanku tidak mencerminkan perbuatanku. Astagfirullohal`adzim

    ReplyDelete
  19. Elegi tentang dialog antara belalang spiritual dengan belalang logos diatas mengisaratkan bahwa sikap dan tingkah lahu seseorang harus sejalan antara ucapan dan perbuatan.
    Komitmen antara ucapan dan perbuatan adalah modal utama yang dimiliki oleh setiap insan dalam mengarungi bahtera kehidupan. Oleh karena itu kita dibingkai dengan nomra sehingga kekonsistenan itu selalu terjaga dengan baik.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  20. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Percakapan antara dua belalang tersebut mencerminkan bagaimana menjalani kehidupannya diatas spiritual dan logos. Spiritual letaknya dihati sebagai bentuk keyakinan yang perlu diyakini dan terus diyakini oleh manusia. Disisi lain manusia memiliki pikiran, dan terkadang pikiran manusia menutup spiritualnya. Keadaan tersebu mengganggu proses manusia meyakini spiritualnya.Bahkan, spiritual sering digunakan untuk pembenaran bagi tindakan-tindakan bejat dan kepentingan politik yang menutupi sejuta kemunafikan karena manusia terlalu menitik beratkan pikirannya.

    ReplyDelete
  21. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Percakapan antara dua belalang tersebut mencerminkan bagaimana manusia menjalani kehidupannya diatas spiritual dan logos. Spiritual letaknya dihati sebagai bentuk keyakinan yang perlu diyakini dan terus diyakini oleh manusia. Disisi lain manusia memiliki pikiran, dan terkadang pikiran manusia menutup spiritualnya. Keadaan tersebu mengganggu proses manusia meyakini spiritualnya.Bahkan, spiritual sering digunakan untuk pembenaran bagi tindakan-tindakan bejat dan kepentingan politik yang menutupi sejuta kemunafikan karena manusia terlalu menitik beratkan pikirannya.

    ReplyDelete
  22. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    percakapan dua belalang diatas menggambarkan dua manusia yang sedang bertengkar dan berdasarakan atas spiritual dan logos. disana logos secara konsisten terus menerus mengucapkan hal yang sama, sedangkan spiritual selalalu megoreksi dirinya namun selalu beruabh-ubah statement setiap waktu. yang dapat kita ambil dari percakapan dua belalang tersebut menjadi orang kitaharus konsisten dengan pedirian kitanamun bukan berrati kita tidak menerima masukkan dari orang lain untuk diri kita.

    ReplyDelete
  23. Febri Harina Alwi
    13301244003
    pendidikan Matematika C 2013

    Elegi yang sangat bagus dan kaya akan pesan mosral. Sering kali hal-hal yang terdapat di elegi banyak kita lakukan di kehidupan. Kita tahu misal korupsi itu berdosa, namun kita tetap melakukannya sehingga hal yang kita lakukan bertentangan dengan hati nurani kita.

    ReplyDelete
  24. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos seolah menggambarkan bagaimana kita sebagai manusia senantiasa mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi sangat dekat dengan fitrahnya, dan sangat dipengaruhi oleh banyak factor seperti pengetahuan yang bertambah, keyakinan terhadap sesuatu, pergaulan yang semakin luas dan pengalaman yang telah dialami. Sangat jarang kita menjumpai seseorang yang tetap tanpa perubahan, karena perbahan pada diri manusia merupakan suatu hal yang sangat lazim dan fitrah.

    ReplyDelete
  25. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A


    Dalam elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos, apa yang menjadi ungkapan belalang logos menceriminkan perubahan hati manusia yang terlihat pada tutur kata dan wujud perbuatannya. “esuk dhele sore tempe, belum lima menit sudah berbeda omongannya”. Kita tidak perlu heran jika hal ini terjadi, sering kita jumpai orang yang bersilat lidah karena tidak komitmen dengan apa yang sudah diomongkannya atau dijanjikannya. Hati akan berubah mengikuti perkara yang sedang dihadapinya. Perubahan hati sangat cepat dan terkadang tidak terkendali. Bisa jadi hati dihiasi oleh sifat-sifat yang baik, tetapi hati juga bisa dililit sifat-sifat tercela. Meskipun hati selalu berubah, ada hal yang tidak boleh berubah, yaitu ketaatan kepada Allah dan keimanan kepada-Nya. Iman dan taqwa jangan sampai berubah-ubah, karena keduanya adalah pilar kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  26. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sesama belalang jangan saling mendahului. Jika menjadi orang panutan hendaknya apa yang di ucapkan sesuai dengan tindakan nya. tidak isuk dele sore tempe. menjadi orang yang sok suci, sok bisa, sok pinter dan sok sok yang lain adalah hal yang harus dihindari. apa yang dilakukan belum tentu baik untuk orang lain padahal baik untuk kita. maka sebaik-baik orang adalah taat pada ruang dan waktu dengan disertai ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  27. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sesama belalang jangan saling mendahului ini menggambarkan bahwa sesama pemimpin harus saling mengetahui apa yang dibutuhkan yang dipimpinnya. Sebagai teman tidak hanya komentar saja tapi ikut mengingatkan akan sesuatu yang menyimpang dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  28. Assalamualaikum wr. wb.
    Belalang logos cerminan pemikiran positivisme yang slalu membanggakan logika sebagai dewa kehidupan.
    Selayaknya dunia yang dikehendakibelalang logos sebagai cerminan hasil pikir manusia untuk menjadi penguasa dunia dan berdalih sebagai sang penguasa.

    Dwi Margo Yuwono
    16701271028
    S3 PEP kelas

    ReplyDelete
  29. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Saling nasehat menasehati merupakan hal yang dianjurkan oleh agama. Namun sangat perlu kita ingat bahwa sungguh celaka orang-orang yang menyeru untuk berbuat suatu hal, sedang ia sendiri tidak melakukannya. Oleh karena itu, sebelum menasehati orang lain, marilah kita memperbaiki diri terlebih dahulu. Memberikan contoh lebih baik ketimbang hanya memberikan arahan. Terlebih sebagai seorang guru, kira kita tidak sekedar memberikan arahan kepada siswa, namun juga bisa menjadi contoh, menjadi teladan bagi peserta didik.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  30. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Menemukan kekurangan orang lain memang bukanlah hal yang sulit. Tapi cukup sulit bagi kita untuk mau mengakui kekurangan dan kesalahan diri sendiri. Layaknya pribahasa semut di seberang lautan nampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidak nampak. Agar menjadi pribadi yang lebih baik, hendaklah kita senantiasa mengintrospeksi diri dan membuka diri atas saran-saran dari orang lain.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  31. Saya ingin menjadi belalang spiritual.

    Benar sekali yang disampaikan si belalang logos. Belalang itu malah kedah esuk dhele sore tempe, Prof. Jika dicermati proses pembuatan tempe, sebagian yang saya lihat dilakukan di sore hari. Ketika sore hari membuat dan meracik bumbu kacang kedelai, malam hari ditinggal tidur, dan suubuh harinya tempe sudah bertata manis di pasar.
    Seperti halnya pembentukan karakter, tidak serta merta subuh dele, dhuha tempe. Proses apapun semuanya adalah dhele-tempe dengan satuan ragi paling tepat. Hanya saja, semuanya terbatas pada ruang dan waktunya masing-masing. Tak bisa disamakan dalam lingkup yang homogen.
    Seseorang bisa menjadi dokter (dalam kurun waktu yang lama) ketika mengikuti arus pendidikan yang terbilang dengan "waktu" yang ditentukan. Seperti dele yang ditentukan dalam waktu 6-10 jam menjadi tempe berstruktur endes. Proses tersebut juga terbatas ruang. Seorang calon dokter bisa menjadi dokter yang handal apabila dia praktik di rumah sakit yang memberinya pelajaran bermakna, seperti kacang kedelai yang harus diangin-anginkan di tempat yang baik untuk mempercepat penjamuran ragi.
    Saya berpikir bahwa si belalang logos adalah poros dari perubahan yang mendaasar dan terus-menerus. Di sisi lain, belalang spiritual adalah pemilik ide yang cemerlang, dan belalang logos adalah kritisan yang baik.

    Ananda
    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP A-2016
    16701621005

    ReplyDelete
  32. Pada prinsipnya,
    percakapan dalam elegi di atas merujuk pada bagian-bagian dimensi yang tidak ajeg. Semua memiliki inkonsistensi, yakni bentuk berubah. Bahkan saya rasa sikap manusia pun memiliki angka dinamistik yang khas dan berubah sesuai situasi-kondisi pembentukkannya masing-masing dan intuisi yang berkembang pun seolah-olah mengembangkan dimensi peradaban sebagai hal wajar yang lama-kelamaan menjadi karakter yang dibina.
    Setiap potensi yang dimiliki msanusia harus dikelola dengan manajmeen yang baik pula.
    Spiritual merupakan landasan penting atas perubahan pada diri manusia yang bisa-bisa jauh lebih hakiki diandingkan perubahan yang ada. Oleh karena itu perubahan yang disampaikan belalang spiritual adalah kebenaran berdasarkan pengalaman (jika sama dengan intuisi). Perlu landasan yang sama-sama kuat uuntuk membentuk karakter adalah kompetensi.


    Ananda
    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP A-2016
    16701621005

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum wr. wb.
    Belalang logos cerminan pemikiran positivisme yang slalu membanggakan logika sebagai dewa kehidupan.
    Selayaknya dunia yang dikehendakibelalang logos sebagai cerminan hasil pikir manusia untuk menjadi penguasa dunia dan berdalih sebagai sang penguasa.

    Dwi Margo Yuwono
    16701271028
    S3 PEP kelas

    ReplyDelete
  34. Assalamualaikum wr. wb.
    Belalang spiritual cerminan hati kita yang secara fitrah diciptakan sebagai penyaring tingkah laku manusia dalam kehidupan, karena dengan hati nurani manusia akan selalu beriman. Namun iman manusia terus berubah seiring ruang dan waktu oleh karena berbagai macam godaan seperti yang direpresentasikan belalang logos dalam elegi ini, oleh karena nya belalang spiritual tetaplah harus berdialog agar dapat selalu mengasah hati nurani kita untuk menyuarakan kebenaran dan meningkatkan kebaikan dalam prilakunya. Semoga dialog belalang logos dan dan belalang spiritual menggugah hati kita semua untuk mengingat sejati hidup kita.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 Kelas A.

    ReplyDelete
  35. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kehidupan manusia seperti yang terjadi dalam elegi tersebut. Namun tidak semua manusia karena saya tidak ingin su'udzon jika mengatakan semua manusia. Masih ada manusia yang perkataan dan yang dikerjakannya sesuai. Namun, sebagian besar manusia seperti yang digambarkan dalam elegi tersebut. Memang mengontrol ucapan itu tidak mudah.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  36. Assalamualaikum wr. wb.
    Belalang spiritual cerminan hati kita yang secara fitrah diciptakan sebagai penyaring tingkah laku manusia dalam kehidupan, karena dengan hati nurani manusia akan selalu beriman. Namun iman manusia terus berubah seiring ruang dan waktu oleh karena berbagai macam godaan seperti yang direpresentasikan belalang logos dalam elegi ini, oleh karena nya belalang spiritual tetaplah harus berdialog agar dapat selalu mengasah hati nurani kita untuk menyuarakan kebenaran dan meningkatkan kebaikan dalam prilakunya. Semoga dialog belalang logos dan dan belalang spiritual menggugah hati kita semua untuk mengingat sejati hidup kita.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 Kelas A.

    ReplyDelete
  37. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Dialog antara belalang spiritual dan belalang logos ini, bisa menjadi instropeksi untuk diri saya. Mengatakan sesuatu harus didasarkan pada proses berpikir yang memrlikan adanya sintesa antara tesis dan antitesis, dengan proses ini kekonsistenan akan dapat diupayakan untuk terus diraih. Akan tetapi manusia memang letak segala khilaf dan nafsu, sehingga ketidaksesuaikan apa yang diucapkan/dilakukan pada saat ini dengan masa yang akan datang ataupun masa kemarin akan terus membayangi. Selain itu dalam elegi ini, saya juga dapat memaknai bahwa belalang logos memiliki sifat konsisten, terlihat dari ucapan yang disampaikan saat belalang spiritual menyampaikan pernyataannya. Mohon maaf Prof. Marsigit, apakah yang belalang logos itu dapat dimaknai sebagai logos?

    ReplyDelete
  38. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Ada pernyataan yang disampaikan oleh belalang logos sebagai berikut: "Dengan tulisanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin menulis."
    Terdapat kontradiksi dalam pernyataan ini, bahwa subjek tidak ingin menulis tetapi pada kenyataannya ia menulis. Sifat ini memang potensi sifat pada manusia. Sifat yang tidak jujur terhadap diri sendiri, saat diri berpikir untuk tidak menulis akan tetapi realisasinya justru menulis. Dan bagian ini semoga bisa menjadi pengingat bagi saya, untuk terus berusaha berkata dan berlaku jujur pada diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  39. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Dari percakapan ini ada poin yang saya dapatkan yaitu :
    1. Spiritual di dunia ini tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan ilmu dunia juga, tidak hanya ilmu tentang akhirat. Walaupun setiap ilmu dunia yang kita pelajari akan bisa bernilai ibadah jika ikhlas melakukannya.
    2. Jika kita tau tentang perbuatan yang salah dan mengajak orang lain untuk tidak melakukannya, maka minimal diri kita juga melakukan apa yang kita ucapkan.

    ReplyDelete
  40. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia memikirkan hal dengan dimensi yang berbeda-beda, ada kalanya manusia mengalami kebingungan saat ia dihadapkan pada dua hal yang membuatnya harus memilih salah satu diantaranya. Lalu, akan terjadi sebuah perdebatan yang dilakukan oleh para pembicara di dalam hati manusia, ada sosok belalang spiritual yang selalu mengutamakan segi spiritual untuk manusia, dan ada pula sosok belalang logos yang membisikan kebenaran ilmiah yang berkaitan dengan realita yang manusia hadapi. Maka, sebaik-baik hati yang dewasa adalah ia yang mampu mendengarkan kedua sosok tersebut tampa memenangkan salah satunya saja, karena sejatinya segi spiritual dan segi logos adalah dua hal yang mestinya beriringan,

    ReplyDelete
  41. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Elegi perbedaan pandangan antara Belalang Spiritual dan Belalang Logos mungkin ini yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu menggambarkan sikap konsistensi dari belalang logos dalam bertindak, maupun sikap belalang spiritual yang tidak konsisten dalam perbuatannya.

    ReplyDelete
  42. Pada dasarnya setiap orang berbeda. Ada orang yang hanya mengatakan apa yang ingin dia katakan. Bahkan setiap kali berubah perkataannya tanpa berpikir panjang dan logis. Selain itu ada juga orang yang tetap pada pendiriannya.Sama halnya seperti belalang spiritual yang berkata “Lisrik itu kalau siang tidak ada gunanya”, namun setelah belalang logos mencabut sakela,belalang spiritual lantas mengeluhdan berkata “Listrik itu kalau siang banyak gunanya”


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  43. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Dalam elegi pertengkaran antara belalang spiritual dan belalang logos, saya menangkap 1 hal yang harusnya jadi bahan introspeksi diri bagi kita semua. Disadari atau tidak, apa yang dilakukan oleh belalang spiritual sering kali kita lakukan. Kita dengan mudah berkata hal-hal baik, meminta orang lain untuk berbuat baik. Tapi pada kenyataannya kita sendiri belum mampu melakukan apa yang kita harapkan dari orang lain.

    ReplyDelete
  44. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13
    Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup.Hedonisme cenderung tidak menghiraukan larangan agama atau tata susila dan kebanyakan melanda para generasi muda

    ReplyDelete
  45. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    menurut saya korupsi itu haram karena korupsi ialah menyalahgunakan atau menggelapkan uang atau harta kekayaan umum untuk kepentingan pribadi

    ReplyDelete
  46. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016
    Paham hedonisme adalah aliran yang lebih mengutamakan kenikmatan dan kesenagan hidup. Mereka beranggapan hidup ini hanya 1x, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Perilaku menyimpang seperti sex bebas,korupsi ,kolusi dan Nepotisme sebenarnya adalah anak dari paham ini.....

    ReplyDelete
  47. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi yang menarik. Elegi pertengkaran belalang logos dan belalang spiritual sangat menarik. Belalang spiritual bertausiah tentang hal-hal yang baik. Akan tetapi belalang logos selalu menjawab tausiah belalang spiritual dengan "Esuk dhele sore tempe" yang artinya kata-katanya tidak dapat dipegang.

    ReplyDelete
  48. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ada peribahasa mengatakan bahwa “Kuman di seberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak”. Memang ketika kita mengkritik sangatlah mudah, namun kita biasanya malah tidak sadar bahwa apa yang kita kritik itu sebenarnya merupakan kelemahan kita juga. Menyalahkan orang lain itu memang paling mudah, namun sangat jarang orang yang mau mengakui kesahalan diri sendiri dihadapan orang lain. Sehingga untuk menjadi lebih baik kedepannya tentulah kita harus bisa menerima kritik dari orang lain.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  49. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk bercermin pada diri sendiri merupakan hal yang sangatlah sulit, karena kebanyakan seseorang hanya bisa untuk menyalahkan orang lain. Bahkan kadang kita harus menjilat ludah kita sendiri, terkadang kita menyeru kepada orang lain untuk menjauhi ini dan itu, padahal ketika kita berada dalam godaan dan keadaan tersebut maka kita juga sama tergodanya. Sehingga tanggungjawab yang paling berat biasanya ada para mubaligh. Karena selain menyeru kebajikan, maka dia juga ikut untuk mengaplikasikan da’wahnya tersebut.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  50. Elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos menggambarkan bahwa dalam hidup di dunia ini sering sekali datang godaan yang akan selalu berusaha untuk mempengaruhi kita untuk bertindak di luar batas ruang dan waktu yang kita miliki yang cenderung negatif dan menyimpang dari aturan dan norma yang ada. Namun ada sisi pikiran dan hati kita yang selalu mengingatkan kita untuk tidak bertindak di luar batas. Maka selalu jaga pikiran dan hati kita agar tetap kritis dan ikhlas dalam menjalani hidup ini, karena sebagai manusia kita memiliki banyak keterbatasan yang selalu menginginkan banyak hal dan sering lupa bersyukur.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  51. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi yang menarik. Dialog pertengkaran antara belalang logos dan belalang spiritual ini menceritakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita. kita mungkin saat ini hanya mengejar duniawi, padahal dunia ini hanya sementara. ibarat kata "mung mampir ngombe". mulai menginstropeksi diri untuk memikirkan akhirat juga.

    ReplyDelete
  52. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    sebuah hadis menyatakan "Yang ingin sukses dunia harus dengan ilmu, yang ingin sukses akhirat jga dengan ilmu, dan yang ingin sukses keduanya harus dengan ilmu". jadi kita harus menuntut ilmu untuk sukses dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  53. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Seseorang yang akan sukses ketika dia mampu konsisten dengan apa yang dia ucapkan. sekali dia berbuat salah biasanya dia tidak akan dipercaya lagi oleh orang lain.

    ReplyDelete
  54. Kebanyakan manusia melihat sesorang hanya sebelah mata. Terkadang orang yang benar namun dimata kita sudah salah maka orang itu selalu salah dimata kita, meskipun berkali-kali dia selalu berbuat baik dan benar tetap salah. begitu sebaliknya.

    Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    ReplyDelete
  55. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi yang lucu sekali namun banyak pelajaran yang dapat diambil, dari elegi diatas belalang logos berusaha untuk konsisten dan belalang spiritual memiliki sifat yang baik namun masih terbawa oleh nafsu. Saya kurang mengerti apakah arti dan isi sebenarnya dari elegi tersebut namun yang dapat saya petik adalah bahwa berbicara memanglah mudah namun bagaimana kita kita berperilaku konsisten dengan apa yang kita ucapkan.

    ReplyDelete
  56. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi ini memberikan kita semua pelajaran bahwasannya semua manusia memiliki sisi yang putih dan hitam, kapan kita akan konsisten pada sisi putih dan kapan kita bertidak secara kontradiksi dengan apa yang ada pada niat maupun ucapan kita. Semoga kita semua terhindar dari apa yang dinamakan munafik, sehingga kita selalu ikhlas menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  57. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kebanyakan dari kita tidak mau untuk memahami alasan apa yang ada dibalik tidakan yang dilakukan oleh seseorang sehingga mereka seperti acuh atas apa yang dilakukan orang lain yang tidak sesuai dengan ucapannya, namun dibalik semua itu kita juga tidak tahu alasan apa yang mendasarinya. Jadi ada di satu saat kita harus mengerti dan tidak banyak bertanya atas tindakan orang lain, cukuplah tau mungkin mereka memiliki alasan yang sudah mereka pertimbangkan dengan berat.

    ReplyDelete
  58. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam kehidupan terkadang kita terus menerus dipengaruhi oleh hal-hal yang dapat menjerumuskan kita kedalam sesuatu yang bersifat negatif sehingga akan timbul pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita apakah itu benar atau salah? Dan pertanyaan itu terus berkecamuk dalam diri sehingga apabila kita tidak mengambil suatu keputusan maka kita dapat dikatakan sebagai seseorang yang plin plan dimana setelah kita mengambil suatu keputusan, beberapa saat kemudian kita ragu dengan keputusan yang kita ambil. dan apabila hal itu menjadi suatu yang tidak bagus maka janganlah diikuti, untuk itu kita harus selalu mengambil hal-hal yang baik dan tinggalkan yang buruk.

    ReplyDelete
  59. Rofiah Yusuf
    13301241039

    Dari elegi di atas, dapat diambil beberapa makna yang sangat bermanfaat, antara spiritual dan pemikiran bisa berbeda. Hal ini tergantung bagaimana kita menyikapi hal yang demikian.

    ReplyDelete
  60. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kita seharusnya juga mengembangkan spiritualitas. Jika tidak, maka kita tidak akan seimbang, kita berada dalam bahaya dan hal itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Dengan demikian maka itu bisa menjadi akhir dunia. Jika kita tidak memiliki kekuatan moral dan pengetahuan spiritual tentang bagaimana menjadi seorang manusia yang baik, dan kita menciptakan segala macam boneka dan mempergunakannya secara salah. Jadi kita harus berilmu tapi tidak boleh lupa denga jiwa. Kita harus selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  61. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sering sekali apa yang kita ucapkan berbeda dengan apa yang kita lakukan. Seringkali kita menasihati orang untuk berbuat ini atau itu, tapi ternyata kita belum melakukannya. Berbicara itu mudah, melakukannya itu yang susah.

    ReplyDelete
  62. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dari elegi di atas, terlihat bahwa semua perkataan belalang spiritual kontradiksi terhadap kata-katanya sendiri. Hal ini disebabkan belalang spiritual terlalu rakus dalam mengungkapkan notionnya tanpa berpikir kritis. Ia mereduksi semua hal dalam sebuah kalimat atau pernyataan singkat sehingga ia terjebak dalam kata-katanya sendiri.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  63. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pada elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos menggambarkan dimana spritual kita sebenarnya mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik tetapi dikarenakan kita adalah manusia yang diciptakan tidak sempurna terkadang tidak konsisten, kita mengetahui bahwa sesuatu itu tidak baik tapi kita tetap melakukannya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  64. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Setiap orang mempunyai penilaian sendiri-sendiri terhadap sesuatu. Jadilah orang yang mempunyai prinsip dan tidak mencla mencle agar orang lain juga percaya pada kita dan tidak memandang buruk akan kita. Orang yang punya prinsip hidupnya lebih tertata karena orang lain menghormati kita sedangkan orang yang mencla mencle cenderung akan diabaikan dan diremehkan oleh orang lain. Sinkronkan antara hati dan perkataan. Jangan jadi orang yang munafik.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id