Oct 12, 2013

POSKO KURIKULUM 2013

Dear all,



Pada Forum ini saya membuka POSKO KURIKULUM 2013, dengan tujuan mengomunikasikan dan sharing pengalaman tentang aspek implementasi Kurikulum 2013.

Untuk itu saya mengharap partisipasi segenap pembaca yang mempunyai pengalaman atau mempunyai data tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 di manapun.

Untuk para mahasiswa yang sekarang mengikuti Kuliah Filsafat Ilmu atau Filsafat Pendidikan Matematika, saya menugaskan untuk mencari informasi sedapat-dapatnya berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013, baik yang bersifat sebagai faktor pendukung, kendala atau kesulitan, dsb.

Melalui Kolom Komen, tulislah segala macam aspek pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mampu ditulis, jika dilengkapi data apa, dimana, dan kapan tentu lebih baik. Jadi tulisan bersifat lebih OTENTIK daripada sekedar tanggapan atau analisis. Jika ada analisis tentu lebih baik jika berdasar data yang ada.

Pengalaman anda akan bermanfaat bagi yang lain jika dapat ditulis dan ditayangkan.

Kepada Mahasiswa saya, mohon juga agar keberadaan POSKO Kurikulum 2013 ini dapat disebar luaskan, sehingga khalayak umum atau guru dapat juga berpartisipasi.

Forum ini bersifat terbuka dan dapat dibaca untuk umum dan semata-mata untuk kepentingan Kajian Ilmiah/Akademik.

Selamat mencoba, dan ditunggu kontribusinya.

Selamat berjuang

12 Oktober 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY

Catatan:
1. Untuk mahasiswa S2 Kuliah Filsafat Ilmu WAJIB membuat/memberi komen/uraian (disertai fakta lebih baik), karena hasil dari forum POSKO 2013 akan dijadikan sebagai bahan Kajian Implementasi Filsafat Ilmu.
2. Salah satu manfaat Forum ini juga untuk membuat equilibrium atau keseimbangan (tesis-anti tesis) para mahasiswa dalam Kuliah Filsafat, agar Filsafatnya bersifat sensitif terhadap masalah aktual.

91 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013


    Saya akan berbagi sedikit pengalaman mengenai Pelaksanaan kurikulum 2013 yang saya ikuti yaitu pada pelaksanaan mata kuliah lapangan PPL(Praktik Pengalaman Lapangan) di SMP N 1 ngemplak Yogyakarta pada tahun ajaran 2016/2017. Saya mengajarr di kelas VII untuk materi bilangan & himpunan dengan kurikulum 2013. Implememtasi kurikulum 2013 yang dilaksanakan baru pertama kali nya di tahun ajaran 2016/2017 di SMP N 1 Ngemplak. Kegiatan belajar mengajar untuk kelas VII menggunakan Kurikulum 2013 berbasis metode saintifik untuk mata pelajaran Matematika. Saya menggabungkannnya dengan pendekatan Cooperative Learning atau pembelajaran dengan strategi kerjasama. Pada kenyataannya penerapan kurikulum 2013 di SMP N 1 Ngemplak berjalan sesuai dengan aturannya, namun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh, waktu itu saya mulai praktik mengajar di akhir bulan Juli, namun untuk sumber belajar (buku siswa) nyatanya belum tersedia di sekolah tersebut, setelah saya tanyakan pada pihak yang bersangkutan ternyata buku siswa masih dalam proses pengiriman. Nah hal tersebut membuat proses KBM menjadi sedikit terhambat. Dari segi perangkat pembelajaran sudah memadai, disertai dengan contoh RPP yang dimiliki oleh guru pamong berbasis kurikulum 2013. Dari segi pelaksanaan KBM dengan metode saintifik yang memuat 5M, pada kenyataannya siswa masih terbiasa dengan metode ceramah, hal tersebut membuat siswa kurang cepat diarahkan pada kegiatan Menanya.
    Namun terlepas daripada beberapa kendala di atas, kurikulum 2013 dengan menggunakan metode saintifik lebih efektif dalam mengelola kelas serta memunculkan kemampuan personal ssetiap siswa.

    ReplyDelete
  3. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Dari hasil perbincangan saya dengan beberapa siswa yang telah menggunakan kurikulum 2013 mereka mengalami beberapa kesulitan yakni pada materi dan model pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. Kesulitan dalam materi dikarenakan kajian yang dipelajari terlalu kompleks namun tidak disertai dengan materi prasyarat. Model pembelajaran yang diterapkan guru yang berbasis pada pendekatan saintifik juga dirasa asing, belum terbiasa, padahal biasanya siswa mendapatkan materi ibarat makan yang ‘dikupas-disuapkan’ oleh gurunya. Ketidakterbiasaan siswa ataupun mindset siswa yang sulit diubah tentu akan mempengaruhi motivasi belajar dan berimbas pada pencapaian tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada pendidikan karakter, dimana siswa dituntut untuk memahami atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun, sikap disiplin, dan nilai spiritual yang tinggi. Pada saat ini kurikulum 2013 terus semakin berkembang dan semakin baik. Guru-guru sudah mulai terbiasa dengan kurikulum 2013 yang awalnya masih kesulitan, begitu juga dengan siswa yang semakin aktif dalam bertanya. Agar kurikulum 2013 ini terus berkembang dan semakin membaik maka sangat perlu dilakukan pelatihan-pelatihan kurikulum ini sampai ke daerah-daerah pedalaman agar menjadi merata. Karena yang terlihat dampak dari kurikulum 2013 ini adalah sekolah-sekolah yang sudah maju di kota-kota. Yang menjadii pertanyaan kita semua adalah bagaimana kalau sekolah-sekolah di pedesaan atau dipedalaman yang jauh dari akses kota? Ini menjadi tugas kita semua untuk meratakan penggunaan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Saya ingin share pengalaman pribadi saat mengajar.
    Pengalaman pribadi saya ketika menerapkan kurikulum 2013 saat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di salah satu SMK Negeri 3 Pontianak pada tahun 2015. Sekolah yang bersangkutan telah menerapkan kurikulum 2013, penerapan yang paling jelas terlihat adalah pada penggunaan RPP. Meskipun ada beberapa guru yang belum menggunakan pendekatan saintifik pada RPP nya. Sedangkan pada proses pembelajaran di kelas, hal yang paling signifikan berubah adalah suasana kelas yang lebih sering adanya “diskusi” antara guru dan siswa. Pembelajaran sudah berubah menjadi “student center”. Namun, untuk mata pelajaran akuntansi, yang saya bimbing. Kurikulum 2013 belum dapat berdampak langsung bagi penciptaan metode pembelajaran kreatif mata pelajaran akuntansi yang selama ini belum banyak. Akuntansi adalah pembelajaran yang menekankan pecatatan transaksi ke dalam jurnal dan laporan keuangan. Harapan kedepannya, perubahan kurikulum diiringi dnegan adanya metode pembeljaran kreatif yang dapat diterapkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dari pendapat saya pribadi untuk Kurikulum 2013 adalah urgensi masalah kesesuaian buku pegangan peserta didik yang dirasa masih belum menunjang mereka untuk belajar dengan Kurikulum 2013. Saya juga masih mencari tau bagaimana mencari solusi untuk buku Kurikulum 2013 yang tepat.

    ReplyDelete
  8. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Tingkat kepemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 sangat perlu diujikan. Karena beberapa aduan dari peserta didik, bahwa ada guru yang malah memanfaatkan Kurikulum 2013 yang student centered dengan meninggalkan siswa untuk mempelajari semuanya sendiri. Menurut saya seharusnya guru justru lebih siap menerima banyak pertanyaan dari peserta didik, bukan menyerahkan semua tanggung jawab belajar pada peserta didiknya

    ReplyDelete
  9. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Masih banyak sekolah di Indonesia yang belum menerapkan Kurikulum 2013. Hal ini berdasarkan alasan yang menyatakan sekolah belum siap. Menurut saya selain kita menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi secara merata, sebagai calon pendidik kita juga perlu mengajak sekolah pelan-pelan bergerak dari kurikulum KTSP ke Kurikilum 2013 agar semuanya bisa berjalan secara seimbang.

    ReplyDelete
  10. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Kurikulum 2013 dan perbaikannya itu penting. Seiring perkembangan zaman yang menuntut pembaharuan yang tepat dan cepat maka perlu diadakannya pengembangan dalam berbagai sektor. Hal ini dapat di lihat mulai dari sektor Industri, Bisnis, Ketahanan Pangan sampai dengan sektor yang Krusial dan mendasar bagi pembentukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kecakapan tinggi yaitu sektor Pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan salah satu sektor yang penting dalam kehidupan manusia, perlu diadakan pengembangan kurikulum untuk memenuhi tuntutan global yang semakin maju.

    ReplyDelete
  11. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Pengembangan kurikulum yang memperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia dibutuhkan untuk memenuhi tantangan global yang semakin sulit. Sehubungan dengan persoalan tersebut kurikulum 2013 dianggap sebagai jawaban atas persoalan kualitas dan kondisi pemuda dewasa ini.

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kurikulum 2013hadir dengan berbagai pendapt baik positif atau negatif. NAmun, dari berbagai pendapat tersebut tidak bisa disalahkan benar atau salahnya. K13 memberikan warna yang berbeda pada dunia pengajaran khususnya untuk guru. Di sini guru dituntut dapat memberikan segala sesuatu yang mereka dapat untuk diterapkn pada pengajaran mereka

    ReplyDelete
  13. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Karena ada ketidak cocokan antara pihak pelaku (pelajar) dan fasilitator (Pemerintah dan guru), sehingga tidak heran jika kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang pendidikan megundang kontroversi. Namun menurut saya Kurikulum 2013 bisa menjadi terobosan yang baik untuk pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  14. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Perlu mencermati beberapa point yang disampaikan dalam UU Sikdiknas, penerapan kurikulum yang tepat bagi keberbedaan dan perbedaan yang dimiliki bangsa kita dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  15. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Masyarakat Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi, mulai dari dimensi sosial, budaya, aspirasi politik dan kemampuan ekonomi. Keanekaragaman ini sangat berpengaruh langsung terhadap kemampuan guru dalam menyediakan pengalaman belajar yang juga berpengaruh terhadap kemampuan anak didik untuk berproses dalam kegiatan belajar serta berpengaruh dalam mengelolah informasi menjadi sesuatu yang diterjemahkan sebagai hasil belajar. Mungkin karena itulah pelaksanaan kurikulum 2013 belum bisa maksimal.

    ReplyDelete
  16. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Theodore R.Sizer, mengatakan kurikulum menunjukkan inti usaha reformasi pendidikan dan penekanannya pada arti penting kualitas belajar di bandingkan kuantitas belajar. Apakan Kurikulum 2013 sudah seperti itu?

    ReplyDelete
  17. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam UU Sisdiknas, menjadi bermanfaat itu dirumuskan dalam indikator strategis, seperti beriman-bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kurikulum 2013 diharapkan dapat memenuhi manfaat pendidikan nasional tersebut

    ReplyDelete
  18. Siti Mufidah/ 13301241036/ Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih pak Marsigit berita Posko tentang kurikulum 2013 sangat membantu dan menambah pengetahuan tentang bagaimana sistem penerapan kurikulum 2013 yan dilaksanakan di berbagai sekolah di Indonesia. Pembelajaran dengan kurikulum 2013 yanglebih menfokuskan pada pendekatan saintific dan menuntut bagi guru untuk menyampaikan dengan cara yang berbeda. Selain itu, penerapan kurikulum 2013 menimbulkan pro dan kontra bagi sebagian pratisi.

    ReplyDelete
  19. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kesulitan dalam materi dikarenakan kajian yang dipelajari terlalu kompleks namun tidak disertai dengan materi prasyarat. Model pembelajaran yang diterapkan guru yang berbasis pada pendekatan saintifik juga dirasa asing, belum terbiasa, padahal biasanya siswa mendapatkan materi ibarat makan yang ‘dikupas-disuapkan’ oleh gurunya. Ketidakterbiasaan siswa ataupun mindset siswa yang sulit diubah tentu akan mempengaruhi motivasi belajar dan berimbas pada pencapaian tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pada saat ini kurikulum 2013 terus semakin berkembang dan semakin baik. Guru-guru sudah mulai terbiasa dengan kurikulum 2013 yang awalnya masih kesulitan, begitu juga dengan siswa yang semakin aktif dalam bertanya. Agar kurikulum 2013 ini terus berkembang dan semakin membaik maka sangat perlu dilakukan pelatihan-pelatihan kurikulum ini sampai ke daerah-daerah pedalaman agar menjadi merata. Karena yang terlihat dampak dari kurikulum 2013 ini adalah sekolah-sekolah yang sudah maju di kota-kota.

    ReplyDelete
  21. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi abad ke-21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman dan bertakwa, berilmu, dan seterusnya. Kurikulum 2013 sebaiknya memenuhi kriteria instrumen kompetensi tersebut.

    ReplyDelete
  22. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Tanpa metodologi pembelajaran yang sesuai, tak akan terbentuk kompetensi yang diharapkan. Sebagai contoh, dalam Kurikulum 2013, kompetensi lulusan dalam ranah keterampilan untuk SD dirumuskan sebagai ”memiliki (melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta) kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif, dalam ranah konkret dan abstrak, sesuai yang ditugaskan kepadanya.”
    Kompetensi semacam ini tak akan tercapai bila pengertian kurikulum diartikan sempit, tak termasuk metodologi pembelajaran.

    ReplyDelete
  23. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam rangka mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran tersebut diperlukan suatu kurikulum yang dijadikan sebagai pedoman bagi para pendidik dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  24. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

    ReplyDelete
  25. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keteram-pilan secara terpadu.

    ReplyDelete
  26. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Salah satu membuat saya tertarik yang diterapkan di Kurikulum 2013 adalah dari isolasi menuju lingkungan jejaring. Jika dahulu siswa hanya dapat bertanya pada guru dan berguru pada buku yang ada di dalam kelas semata, maka sekarang ini yang bersangkutan dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh via internet

    ReplyDelete
  27. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan kurikulum baru, landasan filosofis, dan landasan empirik.

    ReplyDelete
  28. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Landasan yuridis merupakan ketentuan hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum dan yang mengharuskan adanya pengembangan kurikulum baru.

    ReplyDelete
  29. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Landasan filosofis adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan dihasilkan kurikulum. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoritik pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses.

    ReplyDelete
  30. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Landasan empirik memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku di lapangan.

    ReplyDelete
  31. Mutiara Khalida
    NIM 13301241054
    Kelas Pendidikan Matematika I 2013

    Butuh kerjasama yang baik untuk terlaksananya Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah “outcomes-based curriculum” dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Demikian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum dartikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik.

    ReplyDelete
  32. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdasarkan pengalaman PPL di SMP 2 Muntilan, saat saya melaksanakan PPL adalah tahun pertama sekolah tersebut menggunakan kurikulum 2013. Guru pembimbing saya sudah memiliki pengetahuan kurikulum 2013 dan kesiapan perangkat yang baik. Meskipun demmikian guru dan mahasiswa juga berdiskusi satu sama lain untuk merancang pembelajaran di kelas..

    ReplyDelete
  33. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Metode saintifik dalam pembelajaran tersebut dipadukan dengan cooperative learning, yaitu berdasarkan diskusi kelompol. Salah satu kendalanya adalah tidak semua siswa mau berkelompok, ada yang masih terbiasa dengan metode konvensional dan lebih senang jika dijelaskan secara rinci oleh guru, sehingga dalam kelompok mereka menjadi pasif dan menjadi free rider

    ReplyDelete
  34. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Di sekolah tersebut terbatas akan media. Sehingga kurang bisa diadakan variasi media untuk mendukung pembelajaran. Media yang digunakan biasanya LKS dan alat peraga sederhana

    ReplyDelete
  35. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdasarkan pengalaman PPL tahun 2016 bulan Juli-September lalu, Proses kegiatan belajar mengajar menggunakan metode saintifik. namun untuk mata pelajaran matematika peminatan, pengajaran guru di kelas masih di dominasi dengan metode ceramah, salah satu alasannya adalah tuntutan materi yang perlu dicapai dinilai terlalu banyak.

    ReplyDelete
  36. Berikut pengalaman saya mengajar di SMAN 1 Kota Jambi yang saat itu sudah menerapkan kurikulum 2013. Pertama kali berada pada situasi dimana terjadi perubahan kurikulum, tentu sangat membingungkan harus bagaimana menerapkannya. Terlebih lagi instrument pembelajaran seperti RPP pun tentu akan berbeda dari kurikulum sebelumnya. Itu artinya terjadi perombakan besar-besaran dari sistem pembelajaran sebelumnya. Sangat kesulitan untuk beradaptasi dengan kurikulum baru ketika sudah nyaman dan terbiasa dengan aturan main kurikulum sebelumnya. Kesulitan yang paling terasa ketika harus menyusun instrument pembelajaran seperti RPP. Panduan yang terpercaya dalam menyusun RPP masih sangat minim. Dan kalaupun ada, masih nampak ganjil dan tidak relevan. Buku pegangan siswa yang dibagikan gratis pun seakan kurang berguna dikarenakan masih perlu dikoreksi lagi isinya. Sementara, buku panduan masih sedikit jumlahnya, itupun dengan kondisi materi yang belum sesuai dengan rincian pokok bahasan yang harus disampaikan di K13. Terkait daftar dan susunan materi, menurut saya terlalu memaksa dan menekan siswa. Ibarat siswa belum diajarkan perkalian, tiba-tiba sudah dituntut mengerti pembagian. Materi juga dipecah-pecah yang membuat guru kelas atas kerepotan dikarenakan mau tidak mau harus mengulas lagi sub materi dari kelas sebelumnya. Tentu saja itu karena siswa sudah lupa. Sebagai contoh, materi Matriks. Terus terang saja, susunan materi KTSP menurut saya jauh lebih terarah dan mampu membimbing siswa untuk faham dari dasar.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  37. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kurikulum tahun 2013 yang saya tahu sesuai dengan Departemen Pendidikan Nasional terdapat 3 langkah dalam penyusunan pelaksanaan kurikulum tahun 2013 yang telah menjadi agenda Kementerian yang buku pegangan guru dan siswa, pelatihan guru, dan tata kelola.

    ReplyDelete
  38. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Pertama kurikulum 2013 dilaksanakan revisi pada tahun 2014 yang mana terjadi pro dan kontra pelaksanaanya. Pelaksanaan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik menjadikan perubahan terhadap siswa yang mana tadinya techer centered menjadi student centered. Melihat kenyataan di lapangan masih ada guru yang merasa kesulitan menggunakan pendekatan saintifik dalam mengajar dikarenakan materi yang tidak mudah di ubah dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan.

    ReplyDelete
  39. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Pada saat melaksanakan PPL kebetulan dari guru pembimbing di minta untuk ikut serta dalam MGMP guru matematika SMA se-Kabupaten. Pada kesempatan itu di bahas tentang kurikulum 2013 revisi 2016 dari mulai membuat RPP dan penjelasan terkait Permendikbud no 20, 21, 22, 23 tahun 2016 mengganti permendikbud no 54, 64, 65, dan 66 tahun 2014 dan sedikit perubahannya. Dengan adanya kegiatan seperti ini kiranya akan lebih memahamkan guru-guru terkait dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  40. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kurikulum 2013 mengalami revisi yang kedua tahun 2016. Salah satu perubahan dalam materi yaitu logika matematika yang mana dahulu dihapuskan dalam kurikulum 2013 sedangkan utuk revisi 2016 logika matematika dimunculkan kembali tetapi integral tentu dihapuskan. Yang saya ketahui perbedaan antara revisi 2016 dengan yang terdahulu yaitu tentang penilaian sosial dan keagamaan, dimana penilaian cukup oleh guru PPKn dan agama.

    ReplyDelete
  41. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kendalanya dalam melaksanakan kurikulum 2013 adalah membiasakan siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran di kelas. Karena tidak semua siswa di dalam kelas pada terbiasa untuk aktif dalam pembelajaran, maka merubah siswanya yang susah. Terkadang dalam kegiatan menanya siswa kesulitan dan malu untuk bertanya. Guru biasanya memancing siswa dengan menampilkan gambar atau permasalahan yang menimbulkan pertanyaan yang terkait dengan materi yang akan di pelajari.

    ReplyDelete
  42. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari pengalaman saya ketika di sekolah, siswa mengalami kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 ini. Karena banyaknya kegiatan yang menguras energi mereka. Biasanya mereka pulang sampai jam 3, kemudian ada ekskul pramuka yang diwajibkan. Belum lagi ada les, PR, atau ulangan yang harus mereka kerjakan ketika di rumah.

    Dalam kondisi jadwal “padat” seperti ini, tentu siswa kurang mengeksplore bakat dan minatnya, siswa juga kelelahan ketika sudah sampai di rumah. Sehingga keadaan mental yang emosional justru dominan karena faktor kelelahan dan beban yang berat. Hal ini juga mengurangi komunikasi antara siswa dengan orang tuanya. Tentu hal ini juga akan berakibat kepada renggangnya hubungan emosional anak dan orang tua.

    Hal yang perlu dikritisi dari K-13 ini adalah, “karakter” yang seperti apa yang dimaksud dan dibentuk jika kondisi siswa sebagian besar mengalami hal tersebut?

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  43. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang berlaku dalam sistem pendidikan Indonesia yang menggantikan kurikulum-2006 atau yang biasa disebut kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dalam kurikulum 2013 terdapat empat macam penilaian, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku.

    ReplyDelete
  44. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sebenarnya jika kita kaji lebih lanjut, KTSP 2006 juga sudah ada penilaian afektif dan keterampilan. Tidak 100% tidak ada. Sebenarnya aspek-aspek penilaian juga tidak terlalu banyak berubah. Bisa kita lihat di Panduan KTSP BSNP. Namun, mungkin implementasinya yang belum terlalu relevan. Perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013 menjadi sangat kelihatan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  45. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pada dasarnya kurikulum 2013 memiliki nilai plus dalam pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Namun, penerapannya terlalu terburu-buru dan kurang persiapan, sehingga menjadi tidak maksimal. Selain itu factor lain yang tidak mendukung adalah fasilitas dibeberapa sekolah di daerah-daerah yang jauh dari harapan, hanya sekolah yang berada dikota yang bisa menikmatinya, sedangkan sekolah yang berada di pinggiran kota tidak dapat menjalaninya sesuai tujuan yang di harapkan.

    ReplyDelete
  46. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    kurikulum 2013 yang saat ini sedang dilaksanakan sebenarnya terlalu memaksakan kehendak dalam peluncurannya, karena terlihat seperti memaksakan untuk dibuat karena mungkin ada motif dibalik itu semua, karena sebenar-benar perbuatan itu tergantung motifnya. penerapan kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan saintifik masih kurang sesuai di terapkan di indonesia, karena pengalaman saya sewaktu mengajar menunjukkan bahwa baik guru dan murid belum siap untuk melaksanakannya sehingga PBM pun tidak berjalan seperti apa yang di harapkan, namun apabila tidak dilaksanakan maka akan mendapatkan teguran, sehingga saya berharap kedepannya agar dalam pembuatan kurikulum harus dipertimbangkan matang-matang dan sekarang yang sudah terlanjur harus dievaluasi untuk kemajuan pendidikan di negeri ini kedepannya.

    ReplyDelete
  47. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A 2016
    Kurikulum 2013 telah diimplementasikan sebagai pengamat ada beberapa hal yang peril kita cermati. Dari ASPEK PERENCANAAN. Pemerintah mendengang-dengungkan bahwa pembelajaran student center tapi perangkat pembelajaran disamakan se-Indonesia baik di daerah terpencil maupun diperkotaan, yaitu dengan adanya buku guru dan buku siswa maka ini sangat bertentangan bahwa semua harus sama dengan buku guru, yang saya lihat dalam buku guru ada beberapa yang tidak memungkinkan dilakukan di pedesaan atau sebaliknya tidak bisa dilakukan diperkotaan. Hal ini yang sangat disayangkan. Belum lagi RPP nya yang dibuat dengan menggunaka 5 langkah yang harus runtut mulai mengamati, menanya, explorasi, asosiasi dan komunikasi. hal ini cukup suit harus runtut karena dalam proses tentunya bolak balik hal ini yang membuat guru-guru bingung membuat perangkat pembelajaran. Apalagi untuk guru SD yang berbentuk Tematik maka lebih sulit lagi guru-guru di pedesaan sulit untuk membuat padahal sosialisasi dan pelatihan sudah berkali-kali di ikuti tapi begutu juga belum mampu membuatnya.

    ReplyDelete
  48. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A 2016
    K-13 dari ASPEK STRATEGI DAN METODE, dengan K-13 ini memang strategi lebih bervariasi namun lagi-lagi dibuat sama dalam buku guru sehingga guru-guru menjadi tidak inovatif untuk membuat strategi yang mungkin lebih cocok dan menarik di tempatnya masing-masing.

    ReplyDelete
  49. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A 2016
    K-13 ASPEK PROSES PEMBELAJARAN, sebagai pengamat emplementasi cukup prihatin juga melihat pelaksana-pelakasana K-13 di kelas sebenarnya masih belum dikatakan mampu karena dalam memahami 5M itu masih belum bisa, misal mengamati maka kadang mereka hanya bisa mengartikan mengamati sesuatu padahal mengamati bisa juga mendengan, membaca, melihat, mengamati gambar, mengamati sesuatu yang menjadi media pembelajaran, kemudian dalam hal menanya, yang dianginkan dalam K-13 adalah siswa aktif untuk menanya tapi pada kenyataannya gurunya yang bertanya dan kurang kreatif dalam melakukan tahap menanya ini. kemudian yang paling tidak bisa tersentuh dengan benar adalah asosiasi, asosiasi di sini adalah siswa melakukan pengembangan hasil diskusinya untuk dihubungkan dengan matapelajaran yang lain atau mampu mengembangkan ketermanfaatannya dan sebaliknya kalau tidak terpenuhi apa akbitnya. yang dilakukan guru justru hanya menulis hasil diskusi atau hanya merangkum. hal inilah pada pelaksanaan K-13 masih membingungkan bagi guru-guru.

    ReplyDelete
  50. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A 2016
    K-13 ASPEK PENILAIAN, dalam implementasinya guru masing kebingungan dengan penilaian K-13 karena ada 4 Kompetensi Inti dimana ke empatnya harus diukur (permendiknas 103/104) kalau pada awalnya KI religius dan afektif cukup diamati tapi kemudian KI-1 ada indikatornya berarti harus diukur sesuai indikator yang dibuat. Sepertinya guru akan disibukkan dengan format-format yang cukup banyak maka bukan lagi guru, yang berubah dari kodratnya untuk membimbing siswa tapi menjadi administrasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  51. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A 2016
    K-13 ASPEK MATERI kalau kita amati materi kelas SD sepertinya masih sangat sederhana, dibandingkan dengan materi-materi untuk persiapan ujian nasional sepertinya tidak sinkron karena sangat dangkal maka guru-guru akhirnya menambah jam untuk persiapan UN. Jadi belum sinkron antara materi yang diberikan kepada siswa dengan evaluasi yang dilakukan untuk siswa. Ini membuat guru-guru juga bingung.

    ReplyDelete
  52. pelaksanaan kurikulum 2013 masih belum berjalan sesuai dengan yan diharapkan. sebagian guru belum memahami konsep kurikulum 2013 apalagi mengenai penilaian auentik kurikulum 2013. guru belum menerapkan penilaian autentik kurikulum 2013 sebagaimana mestinya. ini diketahui dari hasil penelitian tahun 2015 mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 oleh Guru MTsN Kota Pekanbaru Tahun 2015
    Miftahir Rizqa
    S3 PEP Kelas A
    16701261027

    ReplyDelete
  53. berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh informasi data angket:

    Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai identitas dan kelengkapan komponen dinilai lengkap. Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai Kompetensi inti dinilai lengkap. Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai Kompetensi dasar dan indikator dinilai kurang lengkap. Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai Tujuan pembelajaran dinilai kurang lengkap. Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai materi pembelajaran dinilai lengkap. Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai metode pembelajaran dinilai lengkap.
    Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai media, alat dan sumber dinilai kurang lengkap.Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai langkah kegiatan pembelajaran dinilai kurang lengkap.Mengenai kelengkapan rpp guru yang digunakan sebagai bahan pembelajaran mengenai penilaian dinilai kurang lengkap

    ReplyDelete
  54. berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh informasi melalui wawancara:
    pelaksanaan kurikulum 2013 di MTsN Kota Pekanbaru masih mengalami kendala. adapun kendala yang ditemui oleh guru-guru tersebut diantaranya; kekurangan sumber belajar seperti buku sebagai sumber materi dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013. guru belum mmemahi konsep penilaian autentik kurikulum 2013. penilaian autentik belum diterapkan walaupun pelaksanaan kurikulum 2013 sudah dilaksanakan. penilaian yang dilakukan masih seperti penilaian pada kurikulum KTSP

    ReplyDelete
  55. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pada penerapan kurikulum 2013, akan diterapkan beberapa penilaian, yaitu penilaian sikap, ketuntasan belajar, mekanisme dan prosedur, pengolahan, dan laporan hasil belajar. Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan observasi guru atau pengamatan guru di dalam kelas selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, penilaian diri serta penilaian antarteman juga diperlukan dalam penerapan kurikulum ini. Mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 ini masih terdapat guru yang mengeluh karena sulit dalam menerapkan pendekatan yang menggunakan 5 M serta dalam melaksanakan penilaian siswa.

    ReplyDelete
  56. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Berdasarkan pengalaman saya ketika melaksanakan PPL kemarin, di sekolah tempat saya melaksanakan PPL diselenggarakan pertemuan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Matematika. Acara ini diikuti oleh semua guru Matematika tingkat SMA yang berada di satu wilayah kabupaten. Dalam pertemuan ini dibahas mengenai kurikulum 2013 yang direvisi 2016 tentang penyusunan RPP. Selain itu dibahas pula tentang sistem penilaian, yaitu mulai dari penilaian harian, tengah semester, akhir semester, dan akhir tahun.

    ReplyDelete
  57. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam kurikulum 2013, strategi pembelajarann yang dilakukan lebih bervariasi. Adanya revisi kurikulum 2013 tahun 2016 tentu berpengaruh pada revisi buku guru dan buku siswa yang digunakan di sekolah. Sebenarnya yang berubah adalah urutannya, sehingga otomatis akan berubah semuanya. Misalnya untuk pelajaran di kelas 8 sebelumnya teori Pythagoras diajarkan pada semester 1 tetapi di buku edisi revisi ini diajarkan di semester 2.

    ReplyDelete
  58. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pelaksanaan kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan saintifik ini belum berjalan sesuai apa yang diharapkan. Dengan pelaksanaan kurikulum ini diharapkan membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Akan tetapi, dalam praktiknya, masih terdapat beberapa siswa di kelas yang belum mengikuti pembelajaran secara aktif. Untuk mengatasi hal ini, guru menggunakan beberapa media pembelajaran yang menarik, misalnya menggunakan lembar kerja siswa (LKS) yang dapat memudahkan siswa memahami materi.

    ReplyDelete
  59. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Masih ditemui beberapa kendala dalam menerapkan kurikulum 2013 ketika mengajar di SMA N 11 dan SMA N 12 Semarang. Kendala yang mendominasi adalah masalah manajemen waktu dan materi. Materi menjadi semakin meluas dan banyak didalam kurikulum ini sedangkan disisi lain pelaksanaan K13 menitik beratkan pada pembelajaran yang berbasis student center. Padahal kondisinya Siswa memiliki prior knowledge, tingkat kognitif yang berbeda beda. Siswa diharapkan menemukan sendiri atau mengkonstruk pengetahuan baru melalui bimbingan guru. Untuk membuat siswa paham secara bersama sama merupakan tantangan yang sulit. Materi yang banyak, waktu yang singkat serta motivasi dan kognitif siswa yang berbeda beda perlu ditelaah lebih lanjut bagaimana menemukan solusi yang terbaik yang sesuai dengan karakteristik siswa maupun pembelajaran

    ReplyDelete
  60. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sejak awal adanya wacana menganai pembentukan kurikulum baru sebagai perangkat dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia, kurikulum 2013 ini sudah diwarnai dengan berbagai masukan pro dan kontra yang berasal dari pikiran pemerintah maupun masyarakat. Analisis kebutuhan, kesiapan dan ketersediaan sumber daya yang ada sepertinnya belum mencapai kata "Matang", sehingga pada tahun ini pun terlihat hasil dari pemberlakuan kurikulum tersebut. Hingga pada akhirnya, di dalam pemerintahan yang baru, kurikulum 2013 ini dihentikan, dan proses pembelajaran dikembalikan lagi ke kurikulum sebelumnya, yaitu KTSP. Hal ini juga menimbulkan banyak pendapat, dan saya sendiri ingin menyampaikan sisi positif dan negatifnya dari kebijakan tersebut. Pertama, sisi positifnya, dengan dikembalikannya kurikulum ke kurikulum KTSP, siswa merasa lebih senang dan lebih terasa diayomi, karena tidak terlalu ditunutu mandiri dalam belajar, karena begitu banyak keluhan dari siswa saat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 ini. Disisi lain, karena pemberhentian ini dilakukan di tengah tahun, hal ini membuat suatu keterkejutan yang baru bagi para uru khususnya, karena banyak guru yang telah bersusah payah memahami dan mendalami seluk beluk kurikulum 2013 hingga sekarang, justru dibalikan kembali ke kurikulum lama. hal ini menimbulkan perasaan seperti "Terpontang-panting".
    Oleh karena itu, hendakna setiap kebijakan dipikirkan lebih matang lagi, agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun. Mengutamakan peserta didik dalam hal pendidikan memanglah baik, namun akan lebih baik lagi jika guru dan peserta didik sama-sama diutamakan.

    ReplyDelete
  61. kurikulum 2013 bertujuan untuk membentuk karakter para siswa agar kuat cerdas dan dapat bersaing dan juga bertujuan para siswa harus lebih rajin belajar dan dituntut untuk aktif bertanya. Menurut saya dengan adanya sistem pendidikan yang memakai kurikulum 2013 cukup bagus yang awalnya siswa malas belajar kini lebih rajin dalam belajar, akan tetapi tetap melakukan perbaikan secara berkesinambungan agar sinkron antara kurikulum, materi dan kebijakan guru maupun sekolah. Menyangkut waktu pembelajaran yang lebih banyak kalau bisa hari libur harus diperbanyak, karena kalau hanya satu hari saja libur. Mungkin ini akan membuat para siswanya pada stress dan tidak siap dengan adanya kurikulum 2013 ini . dengan diperbanyak hari libur memungkinkan mereka dalam menyeimbangkan waktu mereka dalam istirahat yang banyak dan mereka tidak tertekan dengan sistem pendidikan kurikulum 2013.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  62. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Kurikulum 2013 adalah salah satu kurikulum di dunia ini. Ia adalah salah satu metode, dimana setiap metode memiiki klebihan dan kelemahan. Metode yang baik adalah metode yang tepat digunakan pada ruang dan waktunya. Begitupun kurikulum yang tepat. Maka menurut hemat saya, walaupun kurikulum 2013 memiliki banyak kelebihan namun tiak perlu dipaksakan untuk menerapkannya pada setiap sekolah di Indonesia, karena masing-masing sekolah bahkan masing-masing kelas memiliki kondisi yang berbeda dan belum tentu akan cocok dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  63. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya akan menyampaikan sedikit pengalaman saya kettika PPL. Kebetulan saya mengajar di sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Ternyata tidak mudah, ada banyak hal yang perlu untuk diperbaiki terutama pengetahuan mengenai proses, aspek yang ada dalam kurikulum 2013 kepada para guru. Tidak sedikit guru yang belum paham betul tentang kurikulum 2013 sehingg dalam pelaksanaannya, jatuhnya tetap menggunakan metode konvensional. Selain itu, buku-buku kurikulum 2013 banyak kesalahan cetak maupun konsep. Hal itu juga merupakan belum siapnya pemerintah dalam menerapkan K13 saat ini.

    ReplyDelete
  64. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Pengalaman saya pertama kali menggunakan kurikulum 2013 adalah ketika saya PPL di salah satu sekolah di Batam. Pada saat itu merupakan tahun pertama dilaksanakan Kurikulum 2013. Tahun pertama kurikulum 2013 merupakan tahun uji coba kurikulum dimana hanya sekolah yang ditunjuk oleh kementrian saja yang melaksanakannya. Namun berbeda di Batam, seluruh sekolah negeri dari tingkat dasar hingga menengah atas melaksanakan K13 ini. Karena masih baru, guru yang melaksanakannya pada kelas 1, 7, dan 9 mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan K13 tersebut.

    ReplyDelete
  65. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pendidikan menjadi hal yang sangat fundamental bagi kehidupan seseorang, dengan pendidikan yang baik maka akan baik pula pola pikir dan sikap seseorang. Pendidikan yang baik terbentuk dari pola dan sistem pendidikan yang baik pula. Pola dan sistem pendidikan yang baik terwujud dengan kurikulum yang baik.
    Kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013 sudah diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia, dalam penerapannya tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

    ReplyDelete
  66. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Perkembangan kurikulum diharapkan dapat menjadi penentu masa depan anak bangsa, oleh karena itu, kurikulum yang baik akan sangat diharapkan dapat dilaksanakan di Indonesia sehingga akan menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara. Kurikulum yang terbaru yaitu kurikulum 2013 yang mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2013-2014 pada sekolah yang ditunjuk pemerintah maupun sekolah yang siap melaksanakannya. Meskipun masih premature, namun ada beberapa hal yang dirasakan oleh banyak kalangan terutama yang langsung berhadapan dengan kurikulum itu sendiri.

    ReplyDelete
  67. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kompetensi ditentukan masing-masing di tiap mata pelajaran. Sehingga, ibarat baju, semua bagiannya berasal dari bahan berbeda. Tapi kurikulum 2013 tidak dimulai dari potongan tapi sudah ada model lulusan yang ditetapkan. Sehingga kompetensi masing-masing mata pelajaran menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, kurikulum 2013 juga memiliki sisi positif lainnya. Misalnya sisi paradigma karena mengemas mata pelajaran menjadi lebih maknawi dalam kehidupan sehari-hari dengan model pembelajaran tematik integratif dan pendekatan saintifik.
    Dalam kurikulum 2013 proses pembelajaran murid aktif, guru sebagai fasilitator maupun motivator, semua aspek kehidupan bisa menjadi sumber pembelajaran, serta melahirkan manusia pembelajar. Kurikulum 2013 juga memiliki sisi negatif. Pertama. Mau melahirkan manusia yang kreatif, kritis, inovatif, tapi penuh materi yang normatif karena ada penambahan jam belajar agama. Kedua, berharap proses pembelajaran lebih leluasa tapi ada penambahan jam pelajaran. Ketiga, kurikulum 2013 cocok untuk sekolah yang sudah maju dan gurunya punya semangat belajar tinggi, masyarakat yang sudah terdidik, muridnya memiliki kemampuan dan fasilitas setara, serta infrastruktur telekomunikasi dan transportasi sudah merata sehingga tidak menghambat proses.

    ReplyDelete
  68. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dari hasil bacaan saya tentang kurikulum 2013 memuat beberapa aspek yang akan jadi kontrol penilaian didalamnya yaitu aspek sikap baik itu sikap spiritual maupun sikap sosial, aspek kognitif dan aspek keterampilan. Tiga hal ini akan menjadi pengukur untuk dapat melihat keberhasilan dan tidaknya dalam proses pembelajaran dikelas. ketika kita berbicara juga mengenai pembelajaran dikelas yang telah menggunakan pendekatan saintifik, maka itu ditunjang dengan beberapa model pembelajaran yaitu PBL, PjBL, DL dan Inkuri. dimana ke-4 model pembelajaran tersebut mengajarkan bahwa proses pembelajaran terjadi bukan berfokus pada guru melainkan kepada siswa, dan ini sudah sesuai dengan tantangan yang timbul pada pembelajaran abad 21 di era global.

    ReplyDelete
  69. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan pengalaman saya selama PPL. Penggunaan kurikulum 2013 memang baik dalam hal melibatkan partisipasi aktif siswa. Tapi untuk beberapa materi tertentu sulit untuk diterapkan atau diajarkan menggunakan kurikulum 2013 dan guru harus menjelaskan langsung ke siswa.

    ReplyDelete
  70. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Pelaksanaan K13 belum meratanya pendistribusian buku menjadi kendala dalam pembelajaran sehingga beberapa guru masih menggunakan sumber buku KTSP didalam kelas. Kesulitan dalam pembelajaran dikelas dengan metode saintifik, Karena siswa terbiasa mendengarkan ceramah dalam pembelajaran sedangkan guru terbiasa dengan metode ceramah, dengan menjelaskan rumus, contoh soal serta pemberian tugas. Dan penerapan K13 dengan metode saintifik membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pembelajaran sehingga beberapa tujuan pembelajaran kurang tercapai. Penggunaan media pembelajaran dalam metode saintifik belum maksimal Karena kekurangan sarana dan prasarana yang memadai.

    ReplyDelete
  71. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Berdasarkan perbincangan yang sering saya lakukan dengan beberapa siswa yang disekolahnya menggunakan kurikulum 2013, para siswa sering mengeluh dengan banyaknya tugas yang ada. Karena di dalam kurikulum 2013 siswa dituntutuntuk menemukan sendiri sehingga hampir setiap guru, setiap mata pelajaran memberikan tugas rumah. Sehingga siswa mengerjakan tugas nya dengan sistem 'yang penting selesai' tanpa memahami betul makna dari tugas yang diberikan. Selain itu dalam kurikulum 2013, untuk mata pelajaran matematika dibagi menjadi dua yaitu matematika wajib dan matematika peminatan. Siswa merasa terbebani dengan hal tersebut, karena terlalu banyaknya materi yang harus mereka pelajari, dan terkadang meskipun siswa belum begitu mengerti atau paham tetapi materi tetap dilanjutkan oleh guru untuk memenuhi traget kurikulum.

    ReplyDelete
  72. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Saya punya pengalaman dalam menerapkan kurikulum 2013 ketika saya sedang menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau mengajar di SMK Negeri 1 Godean pada tahun 2014. Salah satu kesulitan yang dialami guru adalah mendapatkan sumber pembelajaran yang tepat. Ketika itu saya diminta untuk mengajar mata pelajaran Simulasi Digital, jadi saya meminta materi kepada guru pengampu. Akan tetapi guru pengampu masih sedikit mempunyai bahan materi dan sumber yang akan diajarkan. Guru harus mencari-cari dan kadang masi ada yang mengarang materi yang diajarkan. Seharusnya sebelum Kurikulum 2013 diterapkan, harus benar-benar dipastikan bahwa semua guru telah mendapatkan materi dan paham bahan ajar dengan lengkap.

    ReplyDelete
  73. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ada beberapa poin perubahan kurikulum 2013 pada tahun 2016. Antara lain: Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 hanya dilakukan pada mata pelajaran hanya agama dan ppkn, pendekatan scientific 5M bukanlah satu-satunya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan, skala penilaian menjadi 1-100, remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil. Selain itu, ada pula perubahan terminologi “ulangan harian” menjadi “penilaian harian”, “UAS” menjadi “PAS (Penilaian Akhir Semester) untuk semester 1 dan “Penilaian Akhir Tahun” untuk semester 2, serta sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.

    sumber: http://www.filenya.com/2016/06/9-point-perubahan-kurikulum-2013-pada.html

    ReplyDelete
  74. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terima kasih kepada Bapak Marsigit yang telah membuat posko kurikulum 2013. Dengan forum ini banyak sekali pengetahuan yang saya daatkan tentang kendala-kendala yang masih ada selama kurikulum berjalan di sekolah-sekolah. Semoga dengan kendala-kendala tersebut guru dapat memperbaiki dan Kurikulum 2013 dapat diterapkan semakin baik. Terima kasih

    ReplyDelete
  75. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut wawancara dengan guru yang telah menerapkan kurikulum 2013 ada beberapa kendala yang beliau alami. Guru masih merasa kebingungan dalam mengajarkan dengan pendekatan saintifik. Dari buku pegangannya sendiri, guru juga masih kesulitan dalam menjelaskannya dan menggunakannya. Terima kasih

    ReplyDelete
  76. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan dengan Metode Saintitif. Metode Saintifik dicetuskan oleh Compte. Pendekatan saintifik ini terdapat 5 tahap yaitu pengamatan, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Metode saintifik ini diharapkan dapat melatih siswa lebih aktif dan pembelajaran lebih bermakna akan tetapi sebagian guru masih ada yang kesulitan dalam menerapkannya. Terima kasih

    ReplyDelete
  77. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saat saya mengajar di sekolah dan menerapakn kurikulum 2013, saya mengajar 2 kelas yang berbeda dari sisi kognitifnya. Kelas yang satu kognitifnya lebih baik daripada kelas yang satunya lagi. Implementasi kurikulum 2013 di kelas yang kognitifnya lebih berjalan dengan lancar, pembelajaran yang berorientasi pada siswa bisa diterapkan karena siswa-siswanya lebih dapat diatur di dalam kelas itu lebih dan dapat fokus pada pembelajaran di kelas. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan mengkomunikasikan hasil diskusinya. Sedangkan di kelas yang satunya, saya lebih susah mengimplementasikan kurikulum 2013 karena ketika saya memberikan kepercayaan kepada siswa di kelas itu untuk belajar mandiri dengan berdiskusi dengan teman sekolompoknya, kebanyakan dari mereka tidak fokus dalam belajar.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  78. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kenyataan sampai sekarang berkenaan dengan implementasi Kurikulum 2013 yang masih banyak dijumpai bahkan ditahun ke-3 implementasinya. Yang pertama mengenai sumber belajar yaitu buku yang disediakan oleh pemerintah masih terdapat beberapa kesalahan. Kemudian dari sisi persiapan pembelajarannya masih adanya kesulitan dalam merancang RPP yang benar-benar dapat diterapkan di dalam kelas. Guru benar-benar ditantang untuk menyusun strategi, dan menyajikan permasalahan yang dapat menarik perhatian siswa, yang dapat memancing siswa untuk mempertanyakan permasalahan yang diberikan. Selain itu yang masih menjadi masalah utama adalah banyak pendidik yang belum beranjak dari zona nyaman pembelajaran tradisional menuju pembelajaran kontruktivis seperti yang menjadi grand design kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  79. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Berbicara mengenai pengalaman saya dalam mengimplementasi kurikulum 2013 yang pernah saya lakukan, saya merasa bahwa didaerah saya untuk implementasi kurikulum 2013 belum memenuhi syarat dan standard. karena kurikulum 2013 yang menuntut pendekatan saintifik ilmiah belum dapat menjangkau gaya belajar siswa yang ada, selain itu fasilitas yang ada belum memadai untuk melakukan proses ilmiah,seperti ketika mengamati untuk fasilitas seperti infocus, dll belum di miliki oleh semua sekolah sehingga sulit untuk dilakukan. dari segi guru, guru diharuskan untuk mengembangkan cara mengajar mereka dengan model-model pembelajaran yang ada (Non-konvensional), selain itu guru dituntut untuk kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif padahal waktu mengajar sedikit. dari keseluruhan saya menyimpulkan didaerah saya implementasi kurikulum 2013 hanya sebatas retrotrika semata.

    ReplyDelete
  80. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Berdasarkan pengalaman saya dan juga sharing dengan guru-guru serta mendengar cerita dari orang tua siswa, masih terdapat berbagai kendala dalam implementasi Kurikulum 2013. Masalah yang pertama ialah dari guru. Meskipun guru-guru telah mengikuti bimbingan teknis yang selenggarakan oleh pemerintah, tetapi kegiatan tersebut belum maksimal. guru-guru masih kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran saintifik, guru-guru kesulitan dalam menciptakan diskusi kelas yang kondusif. Selain itu guru-guru juga masih mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran, termasuk juga dalam menyusun RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Di samping itu juga masih terdapat kendala dalam distribusi buku. Sekolah-sekolah yang bukan merupakan sekolah unggulan masih belum mendapatkan buku babon. Buku babon yang disediakan juga meskipun telah dilakukan revisi tetapi masih terdapat beberapa kelaslahan. Sementara keluhan dari para orang tua adalah anak-anaknya menjadi bingung (tidak bisa memahami konsep) karena proses pembelajaran di kelas belum bisa maksimal, baik dilihat dari peran guru maupun peran siswa.

    ReplyDelete
  81. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kurikulum 2013 pada saat ini telah dilaksanakan di sekolah-sekolah, sekolah yang dulunya merasa kesulitan sekarang sudah terbiasa. Siswa juga sudah terbiasa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mengamati atau membaca maupun aktif dalam berdiskusi serta siswa dilatih untuk menganalisis suatu masalah kemudian menyimpulkan sendiri terlebih dahulu, walaupun kemudian pada akhirnya guru memberitahu mana yang benar.

    ReplyDelete
  82. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Menurut pendapat saya, kurikulum 2013 membentuk karakter siswa yang saat ini kurang baik akan menjadikan lebih baik, karena dalam kurikulum 2013 terdapat kompetensi K1 yaitu keagamaan, dan K2 kompetensi sosial sehingga peserta didik diajarkan mengenai nilai-nilai keagamaan serta norma sosial. contohnya siswa sebelum memulai pelajaran harus selalu berdoa, setiap pelajaran juga dikaitkan dengan keagamaan, dan saat berdiskusi diajarkan untuk saling menghormati pendapat orang lain, juga saling membantu dalam mengerjakan tugas.

    ReplyDelete
  83. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dengan kurikulum 2013, siswa dilatih untuk berpikir kreatif, aktif, sehingga dapat mencipta sendiri suatu karya. Oleh karena itu ilmu yang telah siswa peroleh dapat diterapkan atau digunakan. Akan tetapi terdapat kesulitan dalam memberikan penilaian, guru mengalami kesulitan dalam menilai siswa karena ada banyak sekali aspek yang harus dinilai, serta buku yang digunakan oleh siswa dan guru masih banyak kekurangan.

    ReplyDelete
  84. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Memang pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 merupakan suatu hal yang baru bagi guru-guru sehingga butuh proses untuk memahaminya secara mendalam untuk diterapkan dengan baik. Seorang guru juga perlu membiasakan diri melatih kreatifitas untuk mendesain suatu pembelajaran yang inovatif. Setelah terbiasa, seorang guru akan lebih bisa memperbaiki kekurangan dan kelemahannya dalam menerapkan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  85. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013

    Terdapat empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan. Dari pengalaman PPL saya pada salah satu sekolah di Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa guru belum sepenuhnya siap dalam melaksanakan kurikulum baru. Sehingga menurut analisis saya, tidak ada banyak perbedaan antara kelas yang menggunakan kurikulum 2013 atau tidak.

    ReplyDelete
  86. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 menurut saya melihat kenyataan yang ada sekarang, semua sekolah belum menerapkan kurikulum 2013 tersebut. Menurut sayawajar jika belum semua sekolah dapat menerapkan. Karena adanya perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 merupakan perubahan yang cepat. Butuh proses dan waktu yang lama bagi sekolah untuk beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang ada. Adanya sosialisasi yang merata juga penting bagi sekolah-sekolah agar para pelaku pendidikan terutama di sekolah-sekolah benar-benar memahami dan mengerti seperti apa kurikulum 2013 itu. Terkait dengan kurikulum 2013 memang bagus untuk meningkatkan kreativitas siswa, tapi melihat kenyataan yang ada, guru kesulitan di dalam membuat RPP dan Penilaian di dalam kurikulum 2013. Guru belum siap untuk membuatnya.

    ReplyDelete
  87. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Pengalaman menggunakan kurikulum 13 pada saat saya PPL. Sekolah di Imogiri Barat ini sedang menerapkan kurikulum 13 dan guru-guru sedang mengikuti pelatihannya. Tetapi yang saya lihat penerapannya ke pembelajaran sangatlah minim. Dilihat dari guru pembimbing saya saat di PPL, Saya melihat dahulu beliau mengajar sebelum saya PPL, dari RPPnya memang sudah sesuai dengan kurikulum 13 tetapi ada beberapa yang tidak dilaksanakan, atau bisa dikatakan tidak sesuai dengan RPP. Kemudian pada saat itu saya kebingungan bagaimana harus mengajarnya, dan beliau mengatakan, menyesuaikan saya saja. Alhasil saya tetap mencoba mengajar dengan kurikulum 13 karena administrasi setelah PPL akan diberkan laporan, sehingga saya menyesuaikan. Dilihat dari gurunya saja, persiapan sangat kurang dalam implementasi kurikulum 13. Pelatihan tidak bisa hanya sekali dua kali untuk mencapai kurikulum yang baru. Karena membangun kembali cara mengajar serta administrasi guru yang sesuai dengan Kurikulum 2013 ini tidaklah instan. Guru benar-benar mengerti apa yang dilakukannya. Tapi kenyataan dilapangan, tidka semuanya seperti itu.

    ReplyDelete
  88. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Pengalaman saya menggunakan kurikulum 2013 saat PPL. Saat saya PPL sebenarnya sudah terbit kurikulum 2013 versi 2016, namun kenyataan di lapangan, sekolah tempat saya PPL masih menggunakan kurikulum 2013 versi 2014. Sekolah tempat saya PPL sebelumnya pernah mencoba menggunakan kurikulum 2013 selama satu bulan lalu balik lagi ke kurikulum 2006. Dan barulah tahun ajaran baru ini mulai benar-benar memakai kurikulum 2013 di kelas 7 nya. Untuk yg kelas 8 dan 9 masih menggunakan kurikulum 2006. Dari guru yang saya wawancarai, guru mengaku bahwa dalam penerapannya masih menggunakan metode ceramah karena guru sudah terbiasa dengan metode ceramah sebelumnya bahkan guru takut jika tidak digunakan metode ceramah yang ada siswanya malah tambah tidak mengerti, guru beragumen bahwa : "diberi metode ceramah saja masih ada yang belom paham, bagaimana jika tidak diajarkan dg ceramah dan siswa diculke." Jadi penerapannya masih menggunakan metode ceramah.

    ReplyDelete
  89. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Berdasarkan informasi yang dikutip dari salah satu posting di foruum guru indonesia, berikut adalah beberapa perubahan Kurikulum 2013 Tahun 2016 dan sudah resmi diberlakukan secara Nasional mulai juli 2016, diantaranya sbb:
    1. Nama kurikulum tidak berubah menjadi kurikulum nasional tapi tetap *Kurikulum 2013 Edisi R evisi* yang berlaku secara Nasional.
    2. Penilaian sikap KI 1 dan KI 2 sudah ditiadakan di setiap mata pelajaran hanya agama dan ppkn namun *KI tetap dicantumkankan dalam penulisan RPP*.
    3. Jika ada 2 *nilai praktik* dalam 1 KD , maka yang diambil adalah nilai yang tertinggi. Penghitungan *nilai ketrampilan* dalam 1 KD ditotal (praktek, produk, portofolio) dan diambil nilai rata2. untuk pengetahuan, bobot penilaian harian, dan penilaian akhir semester itu sama.
    4. pendekatan scientific 5M bukanlah satu2 nya metode saat mengajar dan apabila digunakan maka susunannya tidak harus berurutan.
    5. *Silabus kurtilas* edisi revisi lebih ramping hanya 3 kolom. Yaitu *KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran*.
    6. Perubahan *terminologi* ulangan harian menjadi *penilaian harian*, uas menjadi *penilaian akhir semester* untuk semester 1 dan *penilaian akhir tahun* untuk semester 2. Dan sudah tidak ada lagi uts, langsung ke penilaian akhir semester.
    7. *Dalam RPP*, tidak perlu disebutkan nama metode pembelajaran yang digunakan dan *materi dibuat dalam bentuk lampiran berikut dengan rubrik penilaian* (jika ada).
    8. *Skala penilaian* menjadi *1-100*. *Penilaian sikap* diberikan dalam bentuk *predikat dan deskripsi*.
    9. Remedial diberikan untuk yang kurang namun sebelumnya siswa diberikan pembelajaran ulang. Nilai Remedial adalah nilai yang dicantumkan dalam hasil.

    ReplyDelete
  90. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Adapun Salah satu hasil Bimtek Kurikulum Nasional yang akan diberlakukan tahun pelajaran baru adalah guru harus memiliki Kelengkapan berikut :
    A. BUKU KERJA 1 :
    1. SKL, KI, dan KD
    2. Silabus
    3. RPP
    4. KKM

    B. BUKU KERJA 2 :
    1. Kode Etik Guru
    2. Ikrar Guru
    3. Tata Tertib Guru
    4. Pembiasaan Guru
    5. Kalender Pendidikan
    6. Alokasi Waktu
    7. Program Tahunan
    8. Program Semester
    9. Jurnal Agenda Guru

    C. BUKU KERJA 3 :
    1. Daftar Hadir
    2. Daftar Nilai
    3. Penilaian Akhlak/Kepr
    4. Analisis Hasil Ulangan
    5. Progpel Perbaikan & Pengayaan
    6. Daftar buku Pegawai Guru/Siswa
    7. Jadwal Mengajar
    8. Daya Serap Siswa
    9. Kumpulan Kisi soal
    10. Kumpulan Soal
    11. Analisis Butir Soal
    12. Perbaikan Soal

    D. BUKU KERJA 4 :
    1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
    2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru
    Untuk lebih rincinya terkait aplikasi guru kelas lengkap bisa di lihat di link berikut
    http://www.guru-id.com/2016/06/perubahan-kurikulum-2013-tahun-2016.html

    ReplyDelete
  91. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dewasa ini, kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan secara merata, setelah sebelumnya pernah diterapkan lalu dihentikan dan hanya berlaku pada sekolah-sekolah yang sudah siap. Pada awal penerapannya dapat terlihat masalah sebenarnya dari kurikulum 2013 ini yaitu dari segi kesiapan,baik kesiapan pemerintah dan kesiapan sekolah pada khususnya. Persiapan yang kurang matang dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadikan kurikulum ini belum berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id