Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Tiadalah semua urusan dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal apa yang aku sampaikan kepada logos belumlah seberapa. Walau demikian, tak terasa aku sendiri telah merasa berkurang tingkat kebasahanku. Artinya ada bagian-bagian tertentu dari diriku sudah mulai mengering. Mengapa? Mungkin karena selama ini aku terlalu sibuk bermain-main dengan jargon-jargonku. Diantara jargon-jargon besar para muridku, maka diriku itulah jargon paling besar. Sebetulnya aku enggan mengatakannya, tetapi setidaknya aku ingin tinggalkan jargon-jargon. Aku sudah merasa haus, aku juga ingin memperdalam elegi-elegi seraya menggapai keikhlasan. Aku ingin bermujahadah.

Hati bersih:
Wahai seseorang siapakah engkau itu. Mengapa engkau mendatangiku? Apa yang dapat aku bantu?

Orang tua berambut putih:
Banyak orang menyebutku sebagai orang tua berambut putih. Tetapi sebetulnya aku adalah pengetahuan-pengetahuan mereka. Jadi aku adalah pikiran mereka. Aku ingin bertemu dengan engkau, yaitu sebenar-benar hati. Bolehkah aku bermujahadah?

Hati bersih:
Ketahuilah bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Sedangkan engkau itu sebenarnya mempunyai hawa nafsu baik yang tidak baik maupun yang baik. Padahal aku melihat bahwa hawa nafsumu itu sungguhlah besar-besar. Elegi dan jargon itu adalah contoh dari hawa nafsumu yang besar-besar. Walaupun engkau mungkin sulit membedakan mana nafsumu yang baik dan mana nafsumu yang tidak baik dari elegi dan jargonmu. Sebenar-benar engkau dapat membedakan adalah jika engkau bermujahadah. Tetapi tidaklah mudah bagi dirimu agar engkau dapat memerangi hawa nafsumu yang tidak baik. Diperlukan banyak syarat-syarat antara lain lepaskanlah segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada dirimu. Lepaskanlah segala tanda-tanda kepangkatanmu. Mengapa? Karena simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu menjadi penghalang bagi usahamu untuk bermujahadah. Disamping itu engkau juga harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatmu bermujahah.

Orang tua berambut putih:
Bagaimana caranya aku bisa melepaskan segala simbol kebesaran dan kepangkatanku? Kapan dan di mana aku bisa melepaskannya?

Hati bersih:
Namamu sebagai orang tua berambut putih itu adalah lambang kebesaran dan pangkatmu. Maka jika engkau ingin bermujahadah betul-betul maka lepaskanlah namamu itu. Maka cukup engkau sebut dirimu sebagai hamba saja. Sedangkan kapan dan di mana engkau melepaskan simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu, tanyakan saja kepada ruang dan waktu.

Hamba:
Wahai hati sejati. Perkenankanlah pada waktu inilah dan pada tempat inilah aku melepaskan nama kebesaranku itu. Perkenankanlah engkau sebut aku sebagai hamba seperti nasehatmu. Dan aku akan bersungguh-sungguh dihadapanmu.

Hati bersih:
Wahai hamba yang bersahaja. Jangan salah paham. Bukanlah mujahadahmu itu ditujukan kepadaku, tetapi bertaqarrublah kepada Allah SWT. Wahai hamba yang sedang bermujahadah. Sekali lagi aku ulangi bahwa bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik itu. Nafsu tidak baik itu adalah nafsu yang hanya menuruti hawa nafsunya, suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja. Nafsu yang tidak baik itu juga identik dengan sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta. Maka orang-orang yang demikian itu belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan belum memperoleh tuntunan dari Allah SWT. Semua yang bertentangan dengan nafsunya dianggap musuh, dan semua yang sejalan dengan nafsunya adalah kawan-kawannya.

Hamba:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa nafsu tidak baik itu tidaklah hanya yang telah aku sebut di atas. Nafsu yang tidak baik itu juga meliputi nafsu yang tidak stabil. Pada suatu saat dia merasa telah bertaqwa dan memperoleh pencerahan hati, tetapi pada saat yang lain dia itu tergoda untuk kembali melakukan maksiat, walaupun kemudian sadar dan bertaubat. Dia itu telah menyadari akibat-akibat dari perbuatannya, tetapi belum mampu mengekang nafsunya.

Hamba bersahaja:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Jiwa dan hatimu telah bersih dari sifat-sifat tercela dan engkau mulai mampu memproduksi sifat-sifat yang baik dan terpuji. Jiwamu akan terasa tenang, mampu mengendalikan diri, ingin melakukan kebaikan-kebaikan serta menghindari diri dari perbuatan dosa. Dirimu yang tenang kemudian menimbulkan kemampuan untuk selalu mengingat Allah SWT sehingga engkau selalu ingin beramal saleh. Semakin bertambah ruang dan waktu maka dirimu akan semakin mantap dan tidak mudah tergoda oleh nafsu-nafsu tidak baik.

Hamba bersahaja:
Alhamdulillah. Amien

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Engkau akan diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Engkau akan bersifat tawadu’, pemurah, mudah bersyukur. Maka insyaallah, hidupmu akan memperoleh hiasan akhlak yang terpuji, menjadi orang yang sabar, tabah dan ulet, karena engkau selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Maka engkau akan mempunyai kemampuan mengamban amanah untuk mensejahterakan keluargamu, masyarakatmu dan bangsamu. Engkau akan selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME. Maka dalam keadaan apapun engkau akan selalu ridlo dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan ikhlas menjauhi larangan Nya, serta merasakan selalu berkecukupan terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu. Segala macam ilmumu yang engkau peroleh adalah anugerah dari Allah SWT. Jika Allah SWT berkenan menghampirimu, maka jiwa dan hatimu begitu dekat dengan Nya. Kemanapun engkau palingkan wajahmu maka yang tampak adalah rakhmat dan hidayah Nya. Untuk itu maka jagalah dirimu itu dengan sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.

Hati bersih dan hamba bersahaja:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

54 comments:

  1. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Menjadi manusia yang benar - benar bersungguh - sungguh mencapai ridho Allah tentunya sulit, tapi kita tidak boleh menyerah dan berdiam diri, karena Allah menilai setiap usaha kita di dunia ini untuk menjadi makhluk yang baik dan senantiasa berlindung pada Allah.Muhajadah dapat diartikan bersungguh-sungguh dalam mencapai ridho Allah, dengan segala cara, entah dengan melawan hawa nafsu yang negatif, dengan kesungguhan dan keteguhan hati, dan tentu saja dengan berdoa dan menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia dalam kehidupannya selalu beradu dengan hawa nafsunya yang selalu ingin menguasainya. Agar kita tidak dikuasai oleh hawa nafsu tersebut, hendaknya kita menghayati keimanan dan ibadah kita, dan melakukan koreksi diri dan berdo’a kepada Allah SWT. Dan untuk menjadi seorang yang rendah hati, adalah dengan cara bermujahadah. Namun sebelumnya kita harus menghapus semua nama dan pangkat kita karena itu merupakan penghalang untuk melakukan mujahadah. Dengan mujahadah diharapkan Allah selalu meridhoi dimana pun dan kapan pun kita berada.

    ReplyDelete
  3. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    “Jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi nafsu yang ada pada diri kita maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu” hal tersebut bisa saja dilakukan oleh manusia, akan tetapi bukan merupakan hal yang mudah, tentunya harus benar-benar dilandasi dengan keihklasan hati yang baik pula. Namun ketika hal itu bisa kita lakukan maka Allah akan mengabulkan atas segala doa yang kita panjatkan kepadaNya.

    ReplyDelete
  4. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Untuk dapat menjadi orang yang bersahaja, sederhana dan rendah hati maka yang dapat dilakukan adalah dengan melepaskan, tidak menyebutkan/mengumbar jabatan atau keterapaian yang telah kita peroleh bila berhadapan orang lain. Cukuplah kita dan orang terdekat yang tahu. Biarlah orang lain mengetahui dengan sendirinya tanpa perlu kita mengumbarnya atau bahkan tidak mengetahui tentang ketercapaian kita. Lalu kita juga dianjurkan untuk selalu bermujahadah, maksudnya yaitu mengendalikan dan mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.

    ReplyDelete
  5. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Kalimat dari hati yang bersih sangat luar biasa, “Ketahuilah bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Sedangkan engkau itu sebenarnya mempunyai hawa nafsu baik yang tidak baik maupun yang baik. Padahal aku melihat bahwa hawa nafsumu itu sungguhlah besar-besar. Elegi dan jargon itu adalah contoh dari hawa nafsumu yang besar-besar. Walaupun engkau mungkin sulit membedakan mana nafsumu yang baik dan mana nafsumu yang tidak baik dari elegi dan jargonmu. Sebenar-benar engkau dapat membedakan adalah jika engkau bermujahadah. Tetapi tidaklah mudah bagi dirimu agar engkau dapat memerangi hawa nafsumu yang tidak baik. Diperlukan banyak syarat-syarat antara lain lepaskanlah segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada dirimu. Lepaskanlah segala tanda-tanda kepangkatanmu. Mengapa? Karena simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu menjadi penghalang bagi usahamu untuk bermujahadah. Disamping itu engkau juga harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatmu bermujahah”.
    Dari kalimat ini banyak sekli yang dapat kita ambil manfaatnya. Begitulah elegi-elegi yang ditulis dalam blog ini. Sangat inspiratif dan menggugah!

    ReplyDelete
  6. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Tujuan dari diciptakan makhluk Allah di muka bumi ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendekatkan diri pada Allah melalui beribadah. Sebaik-baiknya mendekatkan diri dengan Allah adalah dengan berdoa. Doa adalah kekuatan, maka jangan pernah dilupakan. Ketika kita merasa resah dan sulit mencari pegangan, maka segeralah bersujud, mintalah pertolongan pada Allah SWT. Ketika kita merasa tak berdaya, maka sandarkan lah harapan kita dalam ikhtiar dan doa. Maka jangan lah melewatkan ikhtiar, doa, dzikir kepada-Nya. Setiap waktu kita, semoga senantiasa terisi dengan dzikir. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  7. Untuk menggapai hamba yang bersahaja kita harus selalu bermujahadah dengan mengendalikan hawa nafsu yang buruk untuk melakukan yang baik dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan selalu berdoa supaya ditunjukkan jalan yang lurus sehingga dapat menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat, Amin.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP (A) S3 2016

    ReplyDelete
  8. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya ingin menganalisis elegi ritual ikhlas 16 menggapai hamba bersahaja dipandang dari Salat.
    1. Nilai dan kedudukan salat
    Salat memiliki suatu posisi daan kedudukan khusus dalam pembinaan manusia, dan tidak ada suatu amal ibadah lain dalam agama yang dapat dibandingkan dengannya. Sekiranya kita hendak memilah-milah peringkat dan posisi masing-masing tuntunan agama, maka salat berada pada peringkat tertinggi.
    Imam Ali bin Abi Thalib berkata,"Aku wasiatkan kepada kalian salat yang merupakan tiang agama dan tonggak Islam, maka janganlah kalian melalaikannya."
    Oleh karena itu, makna dari sabda Nabi saw adalah bahwa orang-orang yang meninggalkan salat berada dalam kegelapan, dan karena mereka tidak menghargai nilai salat, mereka tidak memiliki suatu nilai dalam kehidupan mereka,, maka mereka kehilangan nilai sosial di tengah masyarakat, dan mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Nilai dan kepribadian seorang manusia tergantung pada seberapa besar perhatiannya terhadap nilai-nilai agama, dan seorang mukmin sejati sama sekali tidak akan meremehkan dan menganggap ringan berbagai nilai agama dan tuntunan Ilahi.
    2. Peranan salat dalam membentuk hubungan anatara Tuhan dan Makhluk
    Salat bukan hanya suatu perkara mendekatkan hamba dengan Sang Penciptanya, maupun memperkuat hubungan antara hamba dan Sesembahannya, atau menghidupkan kecintaan kepada Tuhan dalam hati dan batinnya. Semua itu hanya merupakan sebagian dari hasil salat dalam kehidupan orang yang memperhatikan salat.
    3. Salat merupakan kewajiban Ilahi yang pertama
    Kemungkinan besar, dikarenakan pentingnya salat, maka ia dijadikan sebagai tuntunan dan perintah Ilahi yang pertama. Dan sekiranya ada yang bertanya, apakah salat juga terdapat pada seluruh agama dan mazhab Ilahi, ataukah perintah ini hanya berlaku pada agama Islam saja? Jawabannya adalah perkara ini tidak khusus pada agama Islam saja, bahkan perintah pelaksanaan salat adalah suatu perkara yang telah ditetapkan sejak pertama diturunkannya syariat, dan hal ini dapat kita ketahui melalui firman Allah Swt dalam Alquran kepada Nabi Musa as. Pada awal kenabian Nabi Musa as, Allah Swt berfirman kepadanya,"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku." (QS Thaha:14)
    4. Salat merupakan amal paling baik yang naik ke sisi Allah
    Amal baik dan terpuji dalam agama jumlahnya cukup banyak, dan setiap amal baik memiliki suatu pengaruh khusus, dan seluruh kewajiban Ilahi masing-masing memilki suatu nilai tertentu yang ditentukan oleh agama. Salat lebih bernilai dan lebih diutamakan dari berbagai ibadah lainnya. Rasulullah saw,"Amalan pertama mereka manusia) yang diangkat ke sisi Allah adalah salat lima waktu."
    5. Salat: sarana terpenting untuk mendekatkan diri kepada Allah
    Dalam riwayat dari Imam Musa al Kazhim disebutkan,"Sesuatu yang paling utama bagi seorang hamba dalam mendekatkan diri ke hadirat Allah adalah salat. Dari penjelasan ini dapat ditarik dua kesimpulan: pertama, manusia memerlukan kedekatan dengan Allah Swt agar ia mampu meraih kesempurnaan; kedua, tanpa sarana pendekatan ini, manusia tidak akan mencapai kesempurnaan. Dalam upaya melakukan perjalanan dan pengemabaraan rohani, manusia memerlukan kendaraan yang akan mengantarkan manusia ke hadirat Allah Swt adalah salat. Dalm hal ini, Rasulullah saw bersabda,"Salat adalah mi'raj nya orang mukmin.
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  9. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai seorang hamba kita perlu mengetahui tugas-tugas kita di dunia yaitu salah satunya adalah untuk beribadah kepada ALLAH SWT. Dalam beribadah kepada ALLAH SWT kita harus melepaskan pangkat, jabatan, kekuasaan yang kita miliki karena ALLAH SWT hanya melihat hambanya dari bagaimana amal dan ibadahnya. dalam beribadah pula kita harus dapat mengendalikan hawa nafsu kita, karena sesungguhnya dalam diri setiap manusia terdapat hawa nafsu yang baik maupun yang buruk, dan hawa nafsu buruklah yang selalu membawa kita kedalam godaan-godaan syaitan yang terkutuk, sehingga dengan jalan memperbanyak istighfarlah dan selalu memohon ampun kepada ALLAH SWT merupakan salah satu jalan untuk dapat mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Muhajadah dapat diartikan bersungguh-sungguh dalam mencapai ridho Allah, dengan segala cara, entah dengan melawan hawa nafsu yang negatif, dengan kesungguhan dan keteguhan hati, dan tentu saja dengan berdoa dan menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah.Untuk menggapai hamba yang bersahaja kita harus selalu bermujahadah dengan mengendalikan hawa nafsu yang buruk untuk melakukan yang baik dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan selalu berdoa supaya ditunjukkan jalan yang lurus sehingga dapat menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Shalat bukan hanya suatu perkara mendekatkan hamba dengan Sang Penciptanya, maupun memperkuat hubungan antara hamba dan Sesembahannya, atau menghidupkan kecintaan kepada Tuhan dalam hati dan batinnya. Semua itu hanya merupakan sebagian dari hasil shalat dalam kehidupan orang yang memperhatikan shalat. Tujuan dari diciptakan makhluk Allah di muka bumi ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendekatkan diri pada Allah melalui beribadah. Sebaik-baiknya mendekatkan diri dengan Allah adalah dengan berdoa. Doa adalah kekuatan, maka jangan pernah dilupakan.

    ReplyDelete
  12. JOhanis Risasmbessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, maka hal yang dapat kita lakukan adalah dengan berdoa agar kita selalu dekat dengan Tuhan. Hal ini agar hidup kita menjadi lebih tenang dan ikhlas dalam menghadapi setiap persoalan dalam hidup.

    ReplyDelete
  13. Kata "hamba" adalah sebuah simbol kerendahan hati, sebuah etika antara manusia dan Sang Pencipta. "Hamba" adalah sebuah ketaklukan dan ketaatan dan meruntuhkan ego manusia yang merasa besar dari perjuangannya sendiri, padahal ada tangan-tangan Tuhan berada disekitarnya.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    pada elegi ini pesan yang bisa saya ambil adalah jika kita selalu memohon ampun mka kita bisa terus menjadi orang yang lebih baik seperti awalnya orangtua berambut putih yang kemudian menjadi hamba, kemudian menjadi hamba yang bersahaja begitu pula yang akan terjadi kepada kita jika kita terus menerus meminta ampun.

    ReplyDelete
  15. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang ada dalam diri kita dan apa yang kita perbuat. Allah tahu mana hati yang benar – benar berusaha menggapai ridho-Nya dengan ikhlas dan hati yang hanya mengharapkan simpati orang lain atau tidak ikhlas. Karena sesungguhnya bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Ikhlas adalah kunci utama dalam ibadah.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    kitas etiap hari melepas segala pa yang melakt akepada kita, salahsatunya ketika kita solat, karena ketika solat, ketika solat orang/manusi atidal lagi dipndang dari pangkat dan jabatanya. tetapi dari ibadahnya. maka ketika solat tepatnya setalah solat manusia elakukan dzikir, berdoa dan memohon ampun atas segala kesalah yan telah diperuatnya.

    ReplyDelete
  17. Ibadah yang paling utama dan paling bermanfaat, ialah yang paling berat dan paling sulit atas jiwa.’’ Karena ia paling jauh dari hawa nafsu, dan merupakan hakikat ta’abud. Pahala diberikan berdasarkan kadar kesulitan. Mereka itu ahlul mujahadah dan orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu. Ditengah-tengah beratnya godaan, yang terus menerus dialami dengan segala bentuknya.
    Tidak satupun manusia yang luput dari kesalahan. Karena itu, Rasullulah SAW bersabda : ‘’setiap anak cucu Adam pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.’’ (Riwayat muslim)
    Barangkali hati ini salah berniat, pikiran salah berkeinginan, mata salah memandang, dan mungkin juga lisan salah berucap maka beristigfarlah obatnya, atau mungkin saja sikap qona’ah kita kurang, rasa syukur kita kendur, ibadah kita kurang khusyuk, dan mujahadah kita mulai layu. Selain itu, keimanan dan keislaman kita begini-begini saja, maka obatilah dengan istigfar dan bersiap untuk bermujahadah.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  18. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Nafsu yang baik membawa potensi amalan yang baik pula, menggerakkna kati pikiran dan fisik kita unutk melakukan perbuatan yang baik, aktivitas yang bermanfaat dan menjaga keikhlasan dalam bertindak. namun tidak jarang terkadang diawal niat dalam melakukan sesuatu baik ketika dihadapkan dengan kondisi yang berbeda dengan apa yang dipikirkan mempuat niatan itu melenceng maka penting bagi kita unutk senantiasa meluruskan niat dlm segala hal

    ReplyDelete
  19. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Setelah membaca Elegi Ritual Ikhlas 16 kita tahu bahwa kita harus bisa mengendalikan nafsu untuk menjadi orang yang bersahaja. Nafsu buruk mengendalikan kita dan mempengaruhi kita untuk melakukan perbuatan yang tidak baik, melakukan perbuatan yang dilarang agama. Untuk mengatasi nafsu buruk itu maka kita melakukan mujahadah, manusia memang tidak bisa lepas dari kesalahan dan dosa. Atas dosa dan kesalahan itu, kita harus menyadari kesalahan kita, bertaubat, dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu. Setelah bertaubat maka hati kita menjadi suci, menjadi tenang dan akan selalu mengingat Allah. Kita akan pandai bersyukur, tawadhu.Ilmu yang kita dapatkan dari pembelajaran juga akan selalu terdorong dalam kebaikan sehingga doa kita insyaallah akan diperkenankan oleh Allah SWT. aamiin.

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    banyak orang di dunia ini sadar bahwa perbuatannya itu salah, namun ia masih tetap melanjutkan perbuatan tersebut. Mengapa demikian, karena banyak orang di dunia ini blum bisa mengekang hawa nafsunya. Sedangkan hawa nafsu itu mengandung dosa ketika kita melakukannya. Dimana dosa itu merupakan penghambat rezeki, penghambat sampainya ilmu kepada diri kita, penghapus amalan-amalan terdahulu, dsb. Oleh karena itu marilah kita selalu meminta perlindungan kepad Allah SWT agar dapat selalu mampu mengendalikan hawa nafsu kita. Amin

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sudah merupakan kodrat manusia mempunyai hawa nafsu, namun yang menjadi pertanyaan adalah, mampukah kita mengendalikan hawa nafsu kita? Karena hawa nafsu merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk bisa dikendalikan. Oleh karena itu perbanyaklah melakukan puasa, baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah. Dengan begitu maka inshaAllah kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita. Sekian dan terima kasih.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Bermujahadah adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Seperti hanya ingin bersenang-senang saja, bersikap sombong, iri, dengki, munafik, dan lain sebagainya, serta tergoda untuk melakukan maksiat kembali padahal sudah bertaubat. Untuk bermujahadah kita harus ikhlas, lepaskanlah semua simbol kebesaran/kepangkatan yang melekat karena ini dapat menjadi penghalang kita. Jika kita betul-betul bermujahadah sembari beristigfar semoga Allah SWT memberikan keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan menyelamatkan kita dari neraka serta memberikan ampunan pada hari diperhitungkan amal. aamiin.

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sebagai seorang hamba, kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah. Hawa nafsu selalu ada dan tidak dapat kita hindari. Karena kita manusia. Kecuali kita adalah malaikat yang memang diciptakan untuk selalu tunduk kepada-Nya. Sedangkan kita diciptakan dari tanah untuk menjadi khalifah di bumi, walaupun dengan tangan kita sendiri kita sering merusaknya. Jika kita pikirkan, hal itu sesuai dengan pemikiran mengapa manusia diciptakan dari tanah. Adalah karena kita memang harus menanam kebaikan di bumi. Insya Allah dengan memerangi hawa nafsu, selalu tawadhu, dan bermunajat kepada-Nya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Kita harus bersahaja di hadapan Allah, karena tidak ada yang membedakan antara satu dengan yang lainnya melainkan ketakwaan. Pangkat, jabatan, kekuasaan, harta benda dan keturunan, tidak bermanfaat sedikitpun, jika seseorang tidak membawa hati yang sehat, sebuah hati yang berisi keimanan yang benar sehingga membuahkan amal sholeh yang diterima oleh Allah.

    ReplyDelete
  25. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Manusia yang pandai bersyukur adalah yang paling mampu mengendailkan hawa nafsunya, selalu merasa berkecukupan dan dalam setiap perbuatannya selalu ia tanamkan hanya untuk meraih ridho Allah SWT. Berdoa juga merupakan senjata paling kuat, jika kita belum mampu mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  26. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Hidup bersahaja adalah menjadi pribadi yang tidak diperbudak oleh duniawi dan tak dipermainkan oleh hawa nafsu yang buruk untuk selalu bermegah-megahan. Seperti yang diceritakan pada elegi sebelumnya yaitu manusia dikaruniai hawa nafsu. Hawa nafsu sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu hawa nafsu baik dan buruk. Nawa nafsu baik tercermin dari berlomba-lomba dalam mencari kebaikan serta mencari ilmu. Sedangkan, hawa nafsu sebaliknya. Yang buruk perlu kita perangi dengan bermujahadah. Dalam ilmu tasawwuf, mujahadah lebih menitikberatkan kepada usaha melawan hawa nafsu secara bersungguh-sungguh untuk mencapai ridha Allah. Mari kita bermujahadah dan perbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah agar terhindar dari hawa nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  27. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Mujahadah berarti bersungguh hati melaksanakan ibadah dan teguh berkarya amal shaleh, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang sekaligus menjadi amanat serta tujuan diciptakannya manusia.
    Dengan beribadah, manusia menjadikan dirinya ‘abdun (hamba) yang dituntut berbakti dan mengabdi kepada Ma’bud (Allah Maha Menjadikan) sebagai konsekuensi manusia sebagai hamba wajib berbakti (beribadah).
    Mujahadah merupakan sarana menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah, sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Di antara perintah Allah SWT kepada manusia adalah untuk selalu berdedikasi dan berkarya secara optimal.

    ReplyDelete
  28. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Orang-orang yang selalu bermujahadah merealisasikan keimanannya dengan beribadah dan beramal shaleh dijanjikan akan mendapatkan petunjuk jalan kebenaran untuk menuju (ridha) Allah SWT hidayah dan rusyda yang dijanjikan Allah diberikan kepada yang terus bermujahadah dengan istiqamah.
    Kecerdasan dan kearifan akan memandu dengan selalu ingat kepada Allah SWT, tidak terpukau oleh bujuk rayu hawa nafsu dan syetan yang terus menggoda.
    Situasi batin dari orang-orang yang terus musyahadah (menyaksikan) keagungan Ilahi amat tenang. Sehingga tak ada kewajiban yang diperintah dilalaikan dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar.

    ReplyDelete
  29. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Hamba yang bersahaja adalah hamba yang bermujahadah. bermujahadah adalah melawan nafsu yang tidak baik. hendaknya kita sebagai hamba selalu bermujahadah dan memohon perlindungan Allah dari segala nafsu yang tidak baik. mujahadah yang dapat kitalakukan adalah mengendalikan nafsu yang tidak baik, mengarahkan nafsu ke hal-hal yang baik, meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Allah, dan selalu memohon ampun dan pertolongan-Nya.

    ReplyDelete
  30. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Seorang hamba bersahaja apabila benar-bear bermujahadah serta beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan saat di serang hawa nafsu maka engkau akan segera memperoleh kebaikan dan pengendalian hawa nafsu itu. Manusia telah diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu manfaatkan ilmu-ilmu itu untuk memerangi hawa nafsu. Jika kita terjerumus kedalam hawa nafsu maka segeralah bertaubat. Selalu berdoa agar dilindungi oleh Allah SWT dan memperoleh kebaikan serta berkah kehidupan.

    ReplyDelete
  31. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Seorang hamba bersahaja apabila benar-bear bermujahadah serta beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan saat di serang hawa nafsu maka engkau akan segera memperoleh kebaikan dan pengendalian hawa nafsu itu. Manusia telah diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu manfaatkan ilmu-ilmu itu untuk memerangi hawa nafsu. Jika kita terjerumus kedalam hawa nafsu maka segeralah bertaubat. Selalu berdoa agar dilindungi oleh Allah SWT dan memperoleh kebaikan serta berkah kehidupan.

    ReplyDelete
  32. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Dalam elegi Menggapai hamba bersahaja ini, saya memperoleh palajaran bahwa jika kita betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan maka akan segera memperoleh kebaikan pada nafsu kita. Insyaallah, atas doa-doa yang kita panjatkan dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai kita dengan segala ketetapan Nya.
    Untuk menggapai ridho dari segala ketetapanNYa perlu dilandasi rasa ikhlas dan syukur atas segala nikmat yang kita peroleh dari-Nya.

    ReplyDelete
  33. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Maka dari itu manusia seperti terperangkap didalam gua, manusia perlu petunjuk bahwa diluar gua terdapat dunia yang lebih indah lebih dari apa yang dipandangnya. Manusia perlu petunjuk yang membangunkan hatinya atau menyadarkan dirinya bahwasanya dirinya itu terperangkap didalam gua yang begitu gelap. Hal ni sama saja seperti ketika manusia terperangkap dalam nafsunya yang besar. yang sampai membutakan hati mata telinganya. Maka beribadah tanpa rasa, tanpa menempatkan Tuhan dihatinya maka tertuplah sudah manusia. ia hanya akan merasa memandang luas didalam gua yang gelap.

    ReplyDelete
  34. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia untuk menjadi hamba yang bersahaja dengan selalu istigfar untuk memperoleh kebaikan, sehingga mampu mengemban amanah dan mengendalikan hawa nafsu. Hamba yang bersahaja akan mendapat balasan yang melimpah dari Allah. Ingat, kita harus selalu memohon ampun kepada Allah dalam segala hal sebagai langkah menjadi hamba yang bersahaja. Terima kasih.

    ReplyDelete
  35. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    'Mujahadah' merupakan bentuk 'mashdar' dari 'jaahada-yujaahidu-mujaahadah' yang berarti bersungguh-sungguh. Dalam konteks elegi ini, kata mujahadah dapat diartikan sebagai bersungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu yang tidak baik. Mujahadah yang sesungguhnya adalah ketika akhirnya hawa nafsu yang buruk bisa dibedakan dari hawa nafsu yang baik.

    ReplyDelete

  36. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Simbol-simbol kebesaran, kepangkatan seseorang dapat menutupi dirinya dari menggapai mujahadah yang hakiki. Kesombongan seseorang menghalangi sampainya hidayah, kesombongan menghalangi sampainya nasihat, kesombongan menghalangi sampainya keikhlasan. Kesombongan menghalangi sampainya kebaikan.

    ReplyDelete
  37. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Dari elegi di atas bisa diketahui bahwa mujahadah yang dilakukan dengan baik akan dapat mengubah nafsu buruk menjadi nafsu yang baik. Ketika Allah SWT bisa menghampiri kita, itulah puncak dari mujahadah, dan sangat beruntung hamba yang bisa dihampiri penciptanya. Hamba yang demikian telah mencapai 'ihsan'. 'Ihsan' berarti merasakan keberadaan Allah, terutama saat hamba berkomunikasi langsung pada doa-doanya.

    ReplyDelete
  38. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Dari elegi di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa bermujahadah adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Dan untuk dapat melakukan merupakan hal yang tidak mudah, diperlukan banyak syarat yang diantaranya adalah dengan melepaskan simbol kebesaran dan kepangkatan yang ada dalam diri. Bermujahadah juga harus dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh dan disertai dengan istigfar. Jika kita dapat bermujahadah dengan sungguh-sungguh sembari beristigfar, kita akan memperoleh pada nafsu dan kebaikan-kebaikan yang lain. Terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Syarat agar seseorang dapat memerangi hawa nafsu adalah dengan melepaskan segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada diri dan segala tanda-tanda kepangkatan. Karena yang demikian itu menjadi penghalang bagi usaha untuk bermujahadah. Bermujahadah adalah untuk melawan hawa nafsu yang tidak baik.

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bermujahadah juga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena bisa jadi dalam memerangi hawa nafsu menjadi tidak stabil, kadang-kadang bertaqwa dan kadang-kadang tidak. Senantiasa sabar dan ulet sehingga selalu mendapat bimbingan-Nya

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia di dunia ini seberapa tinggipun pangkatnya, seberapa besar penghasilan dan kekayaan yang dimilikinya itu semua akan kembali kepada Allah Sang Pencipta. Oleh karena itu kita tidak boleh sombong dan harus rendah hati senantiasa mengingat Allah.

    ReplyDelete
  42. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Salah satu cara mengingat kepada Allah yaitu dengan bermujahadah, dengan bermujahadah kita bisa senantiasa mengingat Allah dan mengendalikan nafsu negatif kita sehingga kita bisa semakin dekat dengan Allah. Bermujahadah berarti juga kita mengosongkan pikiran dan hati kita hanya untuk ALLah semata.

    ReplyDelete
  43. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Semua manusia pada haklikatnya sama. Tak ada yang membedakan satu sama lainnya. simbol-simbol kebesaran yang melekat pada manusia hanyalah simbol dari manusia pula. Takkan ada artinya dimata sang Pencipta. Manusia hanya sebagai hamba Allah yang tak ada apa-apanya. Mujahadah tidak lain dan tidak bukan hanya ditujukan kepada Allah SWT. Sebagaimana esensi dari mujahadah adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik.

    ReplyDelete
  44. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Bermujahadah sembari beristigfar akan menjadikan jiwa dan hati yang bersih dan terhindar dari sifat-sifat tercela . sudah sepantasnya manusia melakukan sesuatu yang sifat-sifat baik dan terpuji. Bermujahadah dapat menjadikan hati kita bersih dan bersahaja. Selain itu menjadikan diri merasa tenang.

    ReplyDelete
  45. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menjadi hamba yang bersahaja adalah keinginan seseorang jika ingin menggapai hidup yang lebih bermakna. Hamba bersaja bisa diartikan sebagai seseorang yang bisa merendahkan hatinya dengan ikhlas. Tidak neko-neko, tidak memiliki sifat angkuh. Untuk menjadi seorang yang bersahaja dapat dilakukan dengan bermujahadah kepada Allah SWT. Bermujahadah maksudnya adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Seperti sombong, tinggi hati, tidak bisa ikhlas dari apa yang telah ia lakukan, dan segala nafsu yang tidak baik. Untuk bisa bermujahadah, seseorang harus bisa melawannya. Yaitu dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Selalu ingat Allah dengan berDzikir. Belajar ikhlas menerima dan memberi, dan selalu berbuat positif.

    ReplyDelete
  46. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mujahadah merupakan semua aktivitas ruh terhadap hawa nafsu dengan kata lain ruh harus selalu bermujahadah ke atas hawa nafsu supaya nafsu tidak mengganggu atau dapat mempengaruhi anggota badan dengan perbuatan-perbuatan yang di larang oleh syari’at. Selain itu, karena supaya Qalbu tidak di usik dengan sifat-sifat tercela.

    ReplyDelete
  47. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mujahadah dalam konsep tasawuf yaitu bersungguh-sungguh. Secara istilah, maka mujahadah dapat diartikan sebagai satu bentuk kesungguhan untuk menjalankan perintah Allah dengan memenuhi segala kewajiban dan menjauhi atas larangan-Nya; secara lahir dan bathin dengan wujud nyata berupaya melawan (menundukkan) hawa nafsu.

    ReplyDelete
  48. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu; Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya; Mujahadah adalah sarana dari hidayah rohani kepada Allah dan ridhaNya.

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mujahadah adalah kerja keras secara maksimal merupakan tahapan yang harus diupayakan untuk mencapai suatu keberhasilan. Kita ketahui bahwa sesuatu untuk meraih kesuksesan diperlukan adanya kerja keras yang tinggi.

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mujahadah An-Nafs adalah perjuangan sungguh-sungguh atau jihad untuk melawan ego atau nafsu pribadi. Jihad atau memerangi hawa nafsu pribadi merupakan salah satu hal yang penting, sampai Nabi menyebutnya sebagai Jihad Akbar yang nilainya bahkan lebih utama dibandingkan dengan jihad memerangi orang-orang kafir.

    ReplyDelete
  51. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Beberapa manfaat mujahadah untuk kita, diantaranya: menjernikan hati dan marifat Billah (sadar kepada Allah), memperoleh hidayah Taufiq Allah SWT, Syafaat Tarbiyah Rosululloh SAW, mendidik menjadi orang yang sholeh/Sholihah, yang senantisa mendoakan kedua orang tuanya leluhurnya, dan keeamanan, ketentraman, kedamaian & kesejahteraan.

    ReplyDelete
  52. Bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Bermujahadah perlu dilaksanakan oleh individu-individu yang ingin memusatkan amal dan ibadanya hanya kepada Allah, dalam segala pikiran, ucapan dan tindakan menginginkan benar-benar pada jalan kebaikan dan kebenaran menurut Al Qur'an dan Al Hadits.

    ReplyDelete
  53. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik itu. Nafsu tidak baik itu adalah nafsu yang hanya menuruti hawa nafsunya, suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja. Nafsu yang tidak baik itu juga identik dengan sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta. Maka orang-orang yang demikian itu belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan belum memperoleh tuntunan dari Allah SWT.
    nafsu yang tidak baik adalah keinginan yang akan membuat tidak baik, tidak baik untuk dirisendiri dan tidak baik untuk orang lain bahkan tidak baik pada makhluk lain. Maka mana yang baik mana yang tidak baik adalah berdasarkan pikiran kita dalam pandai-pandainya menginterpretasikannya.

    ReplyDelete
  54. Jikalau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka kita akan segera memperoleh kebaikan pada nafsu kita itu. Kita akan diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Kita akan bersifat tawadu’, pemurah, mudah bersyukur. Maka insyaallah, hidup kita akan memperoleh hiasan akhlak yang terpuji, menjadi orang yang sabar, tabah dan ulet, karena kita selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT. AAmiin yarobil'alamiin.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id