Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika




Elegi ini dibuat sebagai Sintesis terhadap dua Elegi sebelumnya yaitu: Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos, dan Elegi Pemberontakan Para Mitos.

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Oleh Marsigit

Etik dan Estetika:
Hemmm...diam saja, tidak tahan. Mau bicara, maka banyak orang yang akan mempertanyakanku. Terlalu banyak bicara nanti saya dikira tidak Etik dan tidak punya Estetika. Gimana ya...?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Etik dan Estetika. Sebenar-benar hidupku adalah antara Diam dan Bicara.

Etik dan Estetika:
Wahai Orang Tua Berambut Putih, masih tetap konsisten juga engkau itu. Engkau berjanji akan selalu muncul pada setiap pertanyaan? Ya aku menyadari itulah hakekat Ilmu; dia selalu dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan. Tetapi jika engkau datang padahal tidak diundang, apakah engkau mempunyai Etik dan Estetika?

Orang Tua Berambut Putih:
Aku adalah hakekat, maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada, dalam Ruang dan Waktunya. Oleh karena itu kehadiranku tidak memerlukan undangan umum. Undangan khususku adalah pada setiap pertanyaan. Engkau tampak Sombong. Mentang-mentang mendapat julukan Etik dan Estetika, maka selalu saja semuanya diukur dengan Etik dan Estetika. Lagi pula engkau tampak berbondong-bondong mau ke mana?

Etik dan Estetika:
Aku ingin memberontak kepada Bagawat.

Orang Tua Berambut Putih:
Lho apa masalahnya?

Etik dan Estetika:
Aku ingin mengingatkan kesombongan Bagawat. Mentang-mentang sebagai Bagawat, dia selalu main klaim saja. Aku juga melihat besarnya Ego dan Determinist pada diri Bagawat. Emangnya gampang menuduh Mitos adalah Syaitan. Emangnya gampang mengubah Mitos menjadi Logos. Nyuruh-nyuruh orang mengetahui hakekat dari yang ada dan yang mungkin ada. Apakah pantas seorang anak kecil, jikapun dibelajarkan oleh orang tuanya, mengetahui segala hal. Jangankan mengetahui segala hal; mengetahui sedikit hal saja dia harus berkonsultasi dulu dengan saya, yaitu Etik dan Estetika.

Bagawat:
Aku melihat Orang Tua Berambut Putih menghilang begitu saja, ada apa ini. O..rupanya ada orang Emosi. Jika seseorang sudah terkena Emosi maka hilanglah segala macam Ilmu dan Kebijakannya. Wahai Etik dan Estetika, apakah Etis dan Estetis jika engkau marah-marah begitu, padahal yang engkau marahi tidak ada di depanmu?

Etik dan Estetika:
Woh...Bagawat ada di situ. Panjang umur engkau. Aku memang sedang marah kepadamu.

Bagawat:
Aku tahu engkau sedang marah kepadaku; dan aku pun tahu semua pembicaraanmu.

Etik dan Estetika:
Lho kalau begitu engkau itu tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, mengintip pembicaraan orang lain.

Bagawat:
Aku tahu semuanya itu dari guruku Orang Tua Berambut Putih. Baiklah, silahkan sampaikan protesmu kepadaku, aku akan berusaha mendengarkan secara Etis dan Estetik.

Etik dan Estetika:
Waha..memang sombong engkau. Wahai Bagawat, jika engkau tidak punya Etik dan Estetika; atau paling tidak engkau kurang Etik dan Estetika, maka lepaskan saja gelarmu sebagai Bagawat.

Bagawat:
Dengan keikhlasanku, perkenankanlah aku memohon maaf pada dirimu. Bukannya aku sengaja melalaikan dirimu, tetapi semuanya terjadi karena Keterbatasanku, keterbatasan Waktu, dan keterbatasan Ruang; sehingga pembicaraanku dengan Cantraka baru-baru ini hanyalah berkutat pada Mitos, Logos, Mitos, Logos, ...dst. Dan tidak menyertakan dirimu. Maaf nggih maaf.

Etik dan Estetika:
Hemm...jika tidak aku maafkan maka kontradiksi; karena aku dianggap tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika.

Bagawat:
Wahai Etik dan Estetika, kenapa engkau seperti orang bingung?

Etik dan Estetika:
Hemm...aku jadi bingung betul ni. Gimana ya? Jika ada orang minta maaf kepadaku, padahal menurutku dia tidak atau belum atau kurang mempunyai Etik dan Estetika aku jadi bingung. Apakah keburukan itu mempunyai Etik dan Estetika. Apakah ada Etika dan Estetikanya korupsi, mencuri, berbohong atau bahkan berbuat dosa?

Orang Tua Berambut Putih:
Tidaklah mudah menggapai Etik dan Estetika itu.Wahai Etik dan estetika, kelihatannya engkau bingung, terdiam seribu bahasa?

Etik dan Estetika:
Oh ..Orang Tua Berambut Puti siapakah diriku itu? Jika sedikit saja engkau tinggalkan, maka aku tidak berdaya. Aku bingung. Tolong sadarkan aku kembali. Siapakah Etik dan siapakah Estetik.

Orang Tua Berambut Putih:
Wah rupanya memang rentan jika Etik dan Estetik mengajak diskusi; apalagi yang diajak diskusi sang Bagawat. Etik dan Estetika cenderung emosional. Benar nih, engkau tidak tahu siapa hakekat dirimu itu?

Etik dan Estetika:
Benar

Bagawat:
Luar biasa.

Orang Tua Berambut Putih:
Apanya yang luar biasa Bagawat?

Bagawat:
Jika kita telah mengakui bahwa kita memang tidak tahu hakiki diri kita, bukankah itu merupakan Etik dan Estetika tertinggi?

Orang Tua Berambut Putih:
Amin. Cerdas engkau Bagawat. Tetapi aku kasihan kepada Etik dan Estetika. Baiklah. Akan aku jawab pertanyaanya itu.

Orang Tua Berambut Putih:
Sederhana saja. Atau menggunakan bahasa orang awam juga bisa. Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan).

Etik dan Estetika:
Kemudian...secara filosofis..apakah definisi Etik dan Estetika itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ooo..jika engkau ingin membaca referensi tentang Etik dan Estetika, bisa baca atau konek berikut:

Etik:

Estetika:

Etik dan Estetika:
Alhamdulillah...terang benderang pengetahuanku tentang Etik dan Estetik. Wahai Bagawat, mentang-mentang ilmumu tinggi, maka jawablah pertanyanku ini.

Bagawat:
Silahkan

Etik dan Estetika:
Apakah ada Kebaikan untuk hal-hal yang Salah? Dan apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Hemm...wah pertanyaanmu kok sulit. Mentang-mentang telah mendapat pencerahan dari Orang Tua Berambut Putih, lalu nantang-nantang  saya. Wah kok gimana ya?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Bagawat...pertanyaan itulah yang merupakan sumber perselisihan antara engkau dengan Etik dan Estetika. Secara Epistemologis adalah Salah jika bertindak tanpa mengetahui hakekat atau pengertian dari apa yang dilakukan. Tetapi secara Etik dan Estetika, adalah Bijaksana atau Baik-baik saja jika Anak Kecil bertindak sesuai dengan Petunjuk atau Arahan dari Orang Tuanya, walau dia tidak atau belum mengetahui konsepnya. Engkau sebagai Orang Dewasa pun terkena hukumnya, yaitu tidaklah selalu harus bahwa engkau selalu mengetahui hakekat segala yang ada dan yang mungkin ada, misal urusan Tetanggamu atau urusan pribadi orang lain. 

Etik dan Estetika:
Lalu bagaimana...apakah ada Keburukan untuk hal yang Benar?

Bagawat:
Adalah Benar, jika aku memperkarakan ke Polisi, Tetanggaku yang punya pohon Bambu dan menimpa atap rumahku. Tetapi mungkin itu merupakan hal yang Buruk. Lebih Baik jika aku komunikasikan saja hal tersebut kepada Tetanggaku yang punya pohon Bambu itu. Bukankah demikian Orang Tua Berambut Putih?

Orang Tua Berambut Putih:
Betul sekali Bagawat. Wahai Etik dan Estetika, jika pertanyaanmu sudah aku jawab, lalu apa masalahnya sehingga engkau tampak belum begitu Ikhlas kepada Bagawat. Padahal aku mendengar bahwa sang Bagawat sudah minta maaf.

Etik dan Estetika:
Kenapa ketika membahas Mitos dan Logos, sang Bagawat tidak Etis dan tidak mempunyai Estetika, misal mengklaim bahwa Mitos adalah Syaitan begitu saja.

Orang Tua Berambut Putih:
Oooo...dengan ini aku tegaskan bahwa sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin

Bagawat:
Selamat Etik dan Estetika atas keberhasilan pemberontakanmu. Mohon maaf dan selamat berjuang. Amin.

Etik dan Estetika:
Terimakasih. Amin.





43 comments:

  1. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Secara singkat definisi etika dan moral adalah suatu teori mengenai tingkah laku manusia yaitu baik dan buruk yang masih dapat dijangkau oleh akal. Moral adalah suatu ide tentang tingkah laku manusia (baik dan buruk) menurut situasi yang tertentu. Jelaslah bahwa fungsi etika itu ialah mencari ukuran tentang penilaian tingkah laku perbuatan manusia (baik dan buruk). Akan tetapi, dalam prakteknya etika banyak sekali mendapatkan kesukaran-kesukaran. Hal ini disebabkan ukuran nilai baik dan buruk tingkah laku manusia itu tidaklah sama (relatif) yaitu tidal terlepas dari alam masing-masing. Namun demikian, etika selalu mencapai tujuan akhir untuk menemukan ukuran etika yang dapat diterima secara umum atau dapat diterima oleh semua bangsa di dunia ini. Perbuatan tingkah laku manusia itu tidaklah sama dalam arti pengambilan suatu sanksi etika karena tidak semua tingkah laku manusia itu dapat dinilai oleh etika.
    Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia (baik dan buruk). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah itu. Yang jelas dalam hal ini adalah karya seni manusia atau mengenai alam semesta ini.
    wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Jika seseorang mempunyai ilmu yang tinggi, maka ia hendaknya tidak melupakan etika dan estetika, karena Ilmu yang tinggi akan sisa-sia jika tidak memperhatikan etika dan estetika. Karena pada hakikatnya etik dan estetika pada dasarnya merupakan suatu tindakan dimana seseorang mengolah alam pikirnya yang kemudian di wujudkan dalam bentuk tindakan, perilaku, cara pandang, dan lain sebagainya. Ketika bertindak kita akan menggunakan kecerdasan pikir yang tentunya juga berkaitan dengan etik dan estetika. Namun kecerdasan pikir yang tanpa diikuti kecerdasan hati, hanyalah akan menjadi mitos, sehingga kecerdasan pikir harus dibarengi dengan kecerdasan hati agar mitos berubah menjadi logos. Oleh karena itu, senantiasalah kita berdoa kepada Allah, agar diberikan kejernihan berpikir maupun bertindak agar dapat mencapai etik dan estetika.

    ReplyDelete
  3. Hal ini seperti istilah yang tumbuh di Jawa yaitu antara Bener dan Pener. Sesuatu yang Benar belum tentu Pener (pas). Benar bisa subyektif dan Pener lebih obyektif (kira-kira begitu)
    Pengertian Etika dan Estetetika dalam Filsafat, menambah pengetahuan saya tentang keduanya. Etika dan Estetika bisa ditempatkan dimana saja, kapan saja, bergantung pada ruang dan waktunya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  4. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia adalah makhluk yang dikaruniai akal untuk berfikir, melakukan apa yang seharusnya dilakukan, menghindari apa yang seharusnya dihindari. Apabila perbuatan-perbuatan kita sesuai dengan norma-norma agama, adat istiadat dan sosial, maka segalanya menjadi indah. Keindahan itulah yang menjadikan diri kita semakin bergairah dan semangat dalam menjalani hidup.

    ReplyDelete
  5. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Etik adalah tentang benar dan salah, sedangkan estetika adalah tentang baik dan buruk. Etik dan estetika dperlukan saat mencapai ilmu. Etik dan estetika dalam berilmu maka dapat mengetahui arah dan tujuan kemana saat melangkah. Selain itu, etik dan estetika membuat kita selalu waspada dalam menjalani hidup, tidak salah melangkah dan bisa memperbaiki arah jika memang ada yang salah.

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Diskusi antara etik, estetika, bagawat dan orang tua berambut putih sangat menarik untuk disimak. Karena yang dibicarakan sering terjadi di negeri bagian selatan. Dimana etik dan estetika di salah tafsirkan, karena yang benar dianggap salah, dan yang salah dianggap benar karena meninggalkan logosnya. Contoh yang paling populer adalah kisah sang robin hood, mencuri untuk membantu orang lain, secara etik itu hal yang salah karena mengambil barang orang lain tanpa permisi. Tetapi secara estetika, tujuannya mulia karena tidak tahan melihat penderitaan orang lain. Sehingga, dalam menghasilkan estetika, kita perlu menjaga kode etik kita agar tidak terjebak dalam mitos. Maka perbuatan yang dihasilkan akan beretik dan berestetika.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sebuah ilmu berawal dari pertanyaan. Dan pertanyaan punya etik dan estetikanya.
    Ketika emosi, seseorang akan kehilangan ilmu dan kebijakannya. Maka, hilanglah pula etik dan estetikanya.
    Kutipan kalimat di akhir elegi di atas sangat menarik; “Sebenar-benar Etik dan Estetika adalah Dasar, Payung, Pendahulu dan Penghujung dari Mitos dan Logos. Tidaklah yang Ada dan yang Mungkin Ada terbebas dari Etik dan Estetika. Dasarilah, dampingilah dan payungilah setiap Logosmu itu dengan Etik dan Estetika, agar memberi ke Baik kan bagi dirimu. Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitosmu menjadi Logos-logosmu. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin”.
    Maka, etik dan estetika adalah dasar. Gunakan logos untuk menemukan etik dan estetika agar tidak menjadi sia-sia.

    ReplyDelete
  8. Etik adalah tentang benar atau salah, estetika adalah tentang baik dan buruk (keindahan). Fungsi etik adalah tentang penilaian tingkah laku perbuatan manusia(baik atau buruk). Tingkah laku manusia harus sesuai dengan etik dan estetika. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus tahu dulu apakah itu etik, jika hal itu memang sesuai dengan norma-norma agama dan adat istiadat maka kita akan mendapatkan estetikanya dari hal yang kita lakukan. Simplenya sesuatu hal yang benar atau salah akan berdampak baik atau buruk.

    M. Saufi Rahman
    PEP S3 kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    dalam alegi diatas teori mengenai tingkah laku manusia yaitu baik dan buruk yang masih dapat dijangkau oleh akal. Moral adalah suatu ide tentang tingkah laku manusia yang mempelajari tentang baik dan buruk. fungsi etika itu ialah mencari ukuran tentang penilaian tingkah laku perbuatan manusia baik dan buruk.Hal ini disebabkan ukuran nilai baik dan buruk tingkah laku manusia itu tidaklah sama dinilai oleh etika.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ketika bertindak kita akan menggunakan kecerdasan pikir yang tentunya juga berkaitan dengan etik dan estetika. Namun kecerdasan pikir yang tanpa diikuti kecerdasan hati, hanyalah akan menjadi mitos, sehingga kecerdasan pikir harus dibarengi dengan kecerdasan hati agar mitos berubah menjadi logos. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logosmu. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. 16701251016
    PEP B S2
    Konteks apapun diperlukan etik dan estetika. Etik berarti segala sesuatu yabg fapat bernilai benar dan salah, sedangkan estetika adalah baik atau buruknya yang menyertakan sifat keindahan. Sehingga dapat dianalogikan bahwa keberadaan etik dan estrtika ini dapat menjadi sebagai dasar maupun payung, atau naungan yang dalam segala tindak kehidupan perlu adanya keseimbangan, dan menjauhkan dari etik maupun estetika yg kurang sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  12. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016
    karena sebenarnya yang salah adalah benar yang tidak sesuai ruang dan waktunya, maka
    dengan adanya etik dan estetika kita mengubah yang salah menjadi benar, mengubah mitos menjadi logos. sebaliknya kita gunakan kebenaran untuk mencapai etik dan estetika, kita lindungi logos kita dengan etik dan estetika agar menjadi baik bagi diri kita.

    ReplyDelete
  13. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Etika dan estetika sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Etika terkait dengan benar dan salah, sedangkan estetika terkait dengan baik dan buruk. Segala sesuatu memang tergantung pada ruang dan waktu. Apa yang benar belum tentu baik, dan diantara yang baik pasti ada yang lebih baik dan benar.

    ReplyDelete
  14. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    estetika adalah benar dan salah, benar dan salah dibagi menjadi 3, yaitu meta etik, norma etik, dan etik terapan, meta etik lebih berhubung dnegan tuhan, karena jika nilai kebaneran sudah di ambil dari kebenaran tuhan maka itu adalah sebenar-benarnya benar, dana sebenar-benarnya salah, kemudian noma etik adalh benar dan sesalh sesaui dengan norma, aturan yang dibut manusia, kemudian etika terapan adaalh kasus -kasu yang bisa di analisis seuai dengan etika seprti abosri, homosexual dsb.

    ReplyDelete
  15. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Etika dan Estetika adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam melakukan sesuatu, sebab Etika melihat sisi benar dan salahnya sedang estetika terkait baik dan buruknya. Dalam beretika kita harus berestetika begitu pun sebaliknya. Kita harus menempatkan etik dan estetika sesuai pada tempatnya. Menurut pribadi saya, kita juga harus mempertimbangkan efek manfaat dan mudharat nya, dari pada selalu berjuang pada etik dan estetika. Karena jangan sampai selalu bertumpu pada etik dan estetika namun malah banyak mudharatnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  16. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam menjalankan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) Etika dan Estetika haruslah menjadi dasarnya, apa yang seharusnya benar namun tak sesuai dengan etika dan estetika maka jangan dilakukan. Misalnya saja jangan membuat savetytank di dekat sumur tetangga kita. Memang benar savetytank itu letaknya di wilayah rumah kita, namun jangan dibuat didekat sumur tetangga kita. Maka benar disini tentunya tidak sesuai dengan etik dan estetika kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  17. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Secara awam dijelaskan bahwa etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan). dalam kehidupan ini gunakanlah etik dan estetika untuk menggapai ilmu pengetahuan. Sesungguhnya etik dan estetika ini ada dalam hati setiap orang, gunakanlah hati kita untuk menjalani kehidupan ini sehingga kita akan melakukan yang baik dan benar. Kita dapat membedakan mana yang benar dan salah serta mana yang baik dan buruk.

    ReplyDelete
  18. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    etik merupakan benar dan salah sedangkan estetika baik dan buruk. Sehingga yang terjadi di dunia tidak luput dari etik dan estetika. Dalam hal-hal lain kita dapat melakukan sesuatu ataupun mengajarkan sesuatu kepada seseorang maka kita juga memikirkan apakah ini sudah baik atau masih buruk sehingga nanti kedepannya akan menjadi sesuatu yang dapat mencelekainya, maka itu pun harus di pikirkan. begitu pula dengan estetika. akan tetapi ketika syaitan telah menggoda kita dengan membuat emosi, sehingga di liputi sebuah kesombongan maka terkadang kita akan terlupa dari kedua nilai itu.

    ReplyDelete
  19. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdasarkan salah satu link yang telah diberikan, etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan. Misalkan ketika menghadapi perbedaan pendapat dengan orang lain.

    ReplyDelete
  20. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdasarkan sumber http://plato.stanford.edu/entries/aristotle-ethics/, dikatakan bahwa "Beauty is an important part of our lives. Ugliness too. It is no surprise then that philosophers since antiquity have been interested in our experiences of and judgments about beauty and ugliness". Dalam estetika, baik beauty maupun ugliness sama-sama penting dalam kehidupan

    ReplyDelete
  21. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Etika sebagai cabang ilmu filsafat juga disebut filsafat moral yang obyek materialnya adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Obyek formalnya kebaikan dan keburukan, atau bermoral dan tidak bermoral dari tingakah laku tersebut. Persoalan-persoalan etikanya seperti maksud dari baik atau buruk secara moral, peran hati nurani dalam setiap perbuatan manusia. Estetika cabang ilmu filsafat yaitu filsafat keindahan. Jika etika melihat baik dan buruk, maka estetika tentang keindahan dan kejelekan. Baik etika dengan estetika keduanya saling bertalian nilai-nilai. Sehingga persoalan dalam estetika misal, peranan keindahan dalam kehidupan manusia, hubungan keindahan dengan kebenaran, dan lainnya.

    ReplyDelete
  22. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Etik adalah berkaitan dengan benar dan salah, sedangkan estetika berkaitan dengan baik dan buruk. Di dalam hidup ini akan selalu ada etik dan estetika. Etik dan estetika melekat sekali pada norma yang berlaku di masyarakat. Dalam melakukan sesuatu hendaknya kita juga memperhatikan etik dan estetika dari perbuatan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  23. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik. Namun baik dan tidak baik menurut siapa? maka muncullah bermacam-macam etika agar kita mampu membedakan etika pada ruang dan waktunya yang tepat. Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila.

    ReplyDelete
  24. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Estetika adalah salah satu cabang filsafat yang membahas keindahan. Estetika merupakan ilmu membahas bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana supaya dapat merasakannya. Ilmu estetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita maksud dengan keindahan. Sehingga apa yang kita pikirkan tentang keindahan ciptaanNya adalah anugrah tak ternilai....

    ReplyDelete
  25. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Untuk mengubah mitos-mitos menjadi logos-logos maka menggunakan etika dan estetika. Etika dan estetika bersemayam di dalam Hati Sanubari kita masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka mari kita berdoa dan berdoa memohon petunjuk Nya, agar kita semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Aamiin yaa robil'alamin.

    ReplyDelete
  26. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Etik adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat, etik juga merupakan ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia. Estetika merupakan salah satu ilmu cabang filsafat yang memahas tentang bagaimana suatu keindahan bisa terbentuk Manusia sebaiknya selalu menerapkan etik dan estetika agar terciptanya kehidupan yang harmonis.

    ReplyDelete
  27. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Selamat Pagi Pak Prof..
    Etik dan estetika adalah tentang benar salah dan baik buruk. Dua hal itulah yang mendasari mitos dan logos. Ukuran benar salah dan baik buruk ada dalam hati kita. Karenanya, kita harus senantiasa menjaga dan merawat hati kita dengan ilmu, berusaha tidak menutupinya dengan dosa-dosa, dan banyak-banyak memohon ampun kepada Tuhan. Pun disebutkan dalam hadist.. barangsiapa yang menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya menuju syurga..

    Terimakasih Pak..

    ReplyDelete
  28. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sebagai makhluk sosial, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, artinya manusia mutlak membutuhkan orang lain dalam menjalani hidupnya. Disinilah, manusia tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Maka etika dan estetika sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  29. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Etika merupakan “pagar” yang mengatur pergaulan manusia dalam suatu masyarakat. Seseorang yang beretika mampu mengontrol sikap dan tutur katanya terhadap orang lain. Tanpa etika, kita akan dicap sebagai orang yang tidak tahu bertatakrama. Estetika sangat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang mencakup nilai-nilai keindahan, kesatuan, dan keselarasan.

    ReplyDelete
  30. Etik dan estetika merupakan dua hal yang selalu berjalan beriringan saat kita memandang suatu hal, benar atau salahnya dan baik atau buruknya. Seperti dalam menilai etik dan estetiknya logos dan mitos. Adakah kebaikan dalam keburukan dan kebenaran dalam kesalahan?, maka gunakanlah hati kita dalam menilai etik dan estetika karena etik dan estetika itu bersemayam di dalam hati sanubari kita masing-masing. Etik dan estetika tertinggi adalah etik dan estetika absolut yaitu etik dan estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar kita semua diberi kecerdasan hati dan pikiran.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  31. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Etika hanya mempertimbangkan tentang baik dan buruk suatu hal dan harus berlaku umum. Ruang lingkup etika meliputi bagaimana caranya agar dapat hidup lebih baik dan bagaimana caranya untuk berbuat baik serta menghindari keburukan. Etika sesungguhnya memiliki peran dalam mengamati moral secara kritis. Etika tidak memberikan ajaran melainkan memeriksa kebiasaan, nilai, norma, dan pandangan-pandangan moral secara kritis. Etika menuntut pertanggung jawaban dan mau menyingkatkan kerancuan atau kekacauan. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah itu

    ReplyDelete
  32. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Setinggi-tinggi Logos tidaklah mampu mengetahui semua relung Etik dan Estetika. Kemudian gunakanlah Etik dan Estetika untuk mengubah Mitos-mitos menjadi Logos-logos. Maka cari dan temukanlah Etik dan Estetika menggunakan Logos. Mereka itu bersemayam di dalam Hati Sanubarimu masing-masing. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Etika adalah bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku seseorang dari sudut baik dan buruk. Sedangkan estetika adalah bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut indah dan jelek. Secara umum estetika disebut sebagai kajian filsafati mengenai pengindraan atau persepsi yang menimbulkan rasa senang dan nyaman pada suatu pihak, rasa tidak senang dan tidak nyaman pada pihak lainnya. Secara fisual dan imajinasi estetika disebut juga kajian mengenai keindahan atau teori tentang cita rasa, kritik dalam kesenian kreatif serta pementasan.

    ReplyDelete
  34. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Mengenai etik dan estetika merupakan hal yang kita tidak bisa hindari dalam hidup. Etik adalah mengenai benar dan salah, sedangkan estetika adalah mengenai baik dan buruk atau tentang keindahannya. Ada hal yang benar dan baik, ada benar yang buruk, ada salah yang baik, ada salah dan buruk. Maka kita berusaha menggunakan etik dan estetika ketika kita mengubah mitos menjadi logos sehingga dapat menempatkan etik dan estetika sesuai ruang dan waktunya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  35. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Etik dan estetik. Dua hal yang tidak sama dan tidak saling terpisah. Etik digunakan untuk menunjukkan yang salah dan yang benar, sementara itu estetika digunakan untuk menunjukkan tentang baik dan buruk, tentang keindahan dan keburukan. Tidak ada hal yang terlepas dari etik dan estetika. Hidup kita pun tak akan terlepas dari penilaian berdasarkan etik dan estetika. Maka etik dan estetika ini dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai baik dan buruknya sebelum kita mengambil keputusan dan melakukan sesuatu. Sesungguhnya sebenar-benar Etik dan Estetika itu bersemayam di dalam hati sanubari kita masing-masing. Setinggi-tinggi Etik dan Estetika adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Allah SWT dan manusia takkan mampu mencapai setinggi-tingginya Etik dan Estetika tersebut. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja.

    ReplyDelete
  36. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    dalam rangka merubah mitos-mitos menjadi logos perlu adanya etik dan estetika, walaupun untuk mencarinya perlu landasan logos yang baik, namun ketika etik dan estetika telah kita miliki dan bersemayam di dalam Hati Sanubari maka akan selamatlah orang tersebut. Etik dan Estetika tertinggi adalah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT tidak, tidak ada manusia yang dapat menggapainya. Maka berdoa dan berdoalah memohon petunjuk Nya, agar engkau semua diberi kecerdasan Hati dan Pikir. Amin

    ReplyDelete
  37. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dalam keadaan marah, maka pikiran kita tidak dapat berfikir secara jernih, sehingga kita akan salah dalam menentukan etik dan estetika dari suatu hal. Etik adalah mengenai Benar dan Salah, sedangkan Estetika adalah mengenai Baik dan Buruk (atau Keindahan). Kesalahan dalam menafsirkan etik dan estetika akan berdampak pada suatu perselisihan.

    ReplyDelete
  38. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Kita sebagai manusia hanya bisa menggapai etik dan estetika. Karena etik dan estetika yang absolut adalah etik dan estetika-Nya Allah. Dampingilah logos kita dengan etik dan estetika. Dan gunakanlah etik dan estetika untuk merubah mitos menjadi logos. Berdoalah agar kita diberikan kecerdasan hati dan pikir.

    ReplyDelete
  39. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Secara umum, etik adalah berkaitan dengan yang benar dan yang salah sedangkan estetika berkaitan dengan keindahan atau baik dan buruk. Baik-buruk, benar-salah tersebut relatif terhadap ruang dan waktu. Keempat unsur tersebut dapat berkombinasi menjadi yang “baik dan benar”, “buruk dan salah”, “baik tetapi salah”, “buruk tetapi benar”, “salah tetapi baik”, dan “benar tetapi buruk”. Maka yang baik tidak selalu benar, yang benar tidak selalu baik, dan seterusnya. Sementara itu, segala yang ada dan yang mungkin ada memiliki etik dan estetika. Maka inilah pentingnya filsafat sehingga kita dapat menempatkan etik dan estetika pada ruang dan waktu yang sesuai.

    ReplyDelete
  40. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Disini kita belajar bahwa pengetahuan terhadap ilmu saja tidak cukup, namun kita perlu melihat adat istiadat atau norma di masyarakat. Seperti pada kalimat," jika aku memperkarakan ke Polisi, Tetanggaku yang punya pohon Bambu dan menimpa atap rumahku. Tetapi mungkin itu merupakan hal yang Buruk. Lebih Baik jika aku komunikasikan saja hal tersebut kepada Tetanggaku yang punya pohon Bambu itu." Bahwa jika kita mau ketika ada orang berbuat salah maka bisa saja kita laporkan kepada polisi langsung namun akan lebih baik jika kita selesaikan dengan musyawarah saja dan sikap kekeluargaan.

    ReplyDelete
  41. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matemtika Internasional 2013

    Dari postingan ini saya mengerti bahwa etik dan estetik berjalan bersisian. Etik atau etika adalah norma atau aturan. Sedangkan estetik adalah keindahan. Jika sesuatu dilakukan sesuai dengan norma, maka ia akan menjadi indah dan memiliki nilai estetika. Namun etika tidaklah selalu harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan. Misalnya seorang penghuni perumahan melaporkan tetangganya yang pohon jambunya menimpa rumahnya kepada polisi. Akan lebih baik jika menyelesaikan secara kekeluargaan, sehingga tetap sesuai etika dan tidak merusak estetika.

    ReplyDelete
  42. Etik membahas baik dan buruk, sedangkan estetika membahas indah tidaknya sesuatu. Dalam kehidupan sosial, etik dan estetika mengambil peranan penting. Dimana keduanya menjadi penilai sesuatu. Fungsi etik ialah mencari standar penilaian baik dan buruk tingkah laku. Akan tetapi, dalam prakteknya sulit sekali menstandarkan baik dan buruk. Hal ini disebabkan ukuran nilai baik dan buruk tingkah laku manusia itu bersifat relatif. Namun demikian etik selalu mencapai tujuan akhir untuk menemukan ukuran etika yang dapat diterima secara umum. Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai ukuran indah itu. Pada hakikatnya, Etik dan Estetika tertinggi ialah Etik dan Estetika Absolut yaitu Etik dan Estetika Nya Allah SWT. Manusia hanya mampu berusaha menggapainya saja dengan berbekal akal dan hati.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  43. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Etik terkait dengan benar dan salah sesuatu, sedangkan estetika terkait dengan baik dan buruk nya sesuatu (keindahan). Memang tidak mudah menggapai etik dan estetika. Namun, sebagai manusia kita dituntut paham mana yang benar, mana yang salah, mana yang baik, dan mana yang buruk untuk diri sendiri. Jangan menjadi orang tahu bahwa seseuatu itu buruk dan salah, namun tetap memaksa untuk melakukannya. Yaitu seorang koruptor yang notabene ia tahu betul bahwa korupsi adalah hal yang buruk dan salah, namun ia tetap melakukannya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id