Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)




Ass, karena pentingnya Elegi ini dari sudut Spiritual (Islam) maka saya tayangkan kembali. Judul semula adalah Elegi Menggapai Sholat yang Khusyuk dan Membersihkan hati. Wss

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Ustad Jalaludin Rakhmat, menurutmu bagaimana cara kita dapat menjalankan Salat yang khusyuk? Membersihkan penyakit hati?


Jalaludin Rakhmat:
Sebaiknya Bagawat Selatan saya antar saja kepada guru spiritual Imam Al-Ghazali. Mohon perkenan wahai Imam Al-Ghazali...saya Jalaludin Rakhmat mengantar saudara saya Bagawat Selatan untuk me-Ngaji kepadamu khususnya tentang bagaimana caranya agar kita bisa Salat secara khusyuk?

Bagawat Selatan:
Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Benar apa yang dikatakan oleh Ustad Jalaludin Rakhmat, perkenankanlah saya ingin bertanya tentang Cara bagaimana agar khususnya diri saya bisa Salat secara khusyuk? Lebih dari itu saya juga ingin bertanya apakah ada hubungan antara Salat khusyuk itu dengan hati kita masing-masing. Jika ada hubungan maka hubungannya seperti apa?

Imam Al-Ghazali:
Wa’alaikumsalam Warakhmatulahi Wabarakatuh. Astagfirulah al adzim . Al Fatehah. Al Ikhlas. Salawat Nabi. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hamba Allah yang dimuliakan-Nya, saudara Jalaludin Rakhmat dan Bagawat Selatan, aku mendengar doa muridmu yang ikhlas dan khusyuk, yang mendoakan dirimu agar khususnya Bagawat Selatan dan juga semuanya, agar Allah membukakan pintu-pintu hidayah bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendakinya. Dia juga mendoakanmu agar Allah selalu melimpahkan Rakhmatnya kapadamu. Amiin.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Alhamdulillah ..amin

Imam Al-Ghazali:
Sejak orang-orang mendengar dan mengikuti Tausiahku, maka mereka ingin sekali Salat dengan Khusyu’. Maka nasehatku kepada mereka semua termasuk dirimu adalah, agar engkau bisa Salat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir kepada Allah, setiaphati akan tenang (Q.S. Al-Ra’du:28). Kalau seseorang ingin Salat dengan khusyu’, hendaklah dia membaca Zikir terlebih dulu.

Bagawat Selatan:
Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat,apakah bisa menjelaskan kepadaku macam-macam Zikir itu?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam perjalanan tasawuf, Zikir menunjukkan maqam-maqam kita. Zikir yang paling elementer adalah La ilaha ilallah atau La ilaha illa huwa; Tidak ada Tuhan selain Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai Orang Ketiga Tunggal. Dalam bahasa Arab hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam Zikir ini Tuhan itu gaib, jauh dari kita. Ketika sudah dekat Zikir itu menjadi La ilaha illa Anta; Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Zikir para nabi digambarkan dalam Al-Qur'an: "La ilaha illa Anta sbuhanaka inni kuntu minazh zhalimin" Q.S.Al-Anbiyaa: 87). Tuhan menjadi lebih akrab. Dia hadir dihadapan kita; bukan lagi sebagai dhamir gha'ib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimana jika Zikir sudah dibacakan tetapi Salatnya tetap tidak khusyu’, artinya masih saja merasa bahwa Syaitan tetap saja bisa masuk dan menggoda Salatnya? Kalau begitu apa Zikirnya yang salah?

Imam Al-Ghazali:
Zikir saja tidak cukup untuk mengusir Syaitan. Zikir itu merupakan gertakan kepada Syaitan. Tetapi jika di sekitar kita masih banyak makanan Syaitan, maka Syaitan tidak mau pergi. Zikir baru akan efektif kalau hati kita bersih dari makanan Syaitan. Jika hati kita sudah bersih, barulah kita mampu menghardik Syaitan. Namun bila hati kita belum bersih, belum ikhlas atau masih banyak makanan Syaitan, maka sebanyak apapun Zikir kita itu tidak mampu mengusir Syaitan. Bahkan Syaitan justeru malah ikut ber Zikir. Oleh karena itu jika kita menghendaki Zikir kita mempunyai kekuatan, maka kita harus membersihkan hati kita dari makanan Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Bagaimanakah kita dapat membersihkan hati kita dari makanan Sayitan?

Imam Al-Ghazali:
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur-an, hati kita mempunyai dua jenis pintu. Pertama, pintau bagi cahaya Tuhan; kedua, pintu bagai unsur Syaetan. Pintu bagi cahaya Tuhan hanya satu, dan pintu bagi unsur Syaitan ada banyak sekali. Oleh karena itu Al-Qur’an menyebut jalan Tuhan sebagai Shirath. Seperti disebutkan:”Wa anna hadza shirathi mustaqiman fattabi’uhu wa la tattabi’u al-subula fatafarraqa bikum ‘ansabilih: Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah Aku dan janganlah kalian mengikuti banyak jalan, karena kelak kalian akan bercerai-berai dar jalan-Nya” (Q.S. Al-An’am:153). Kita tidak bisa istirahat, karena Syaitan selalu mengintai kita dan kebetulan kita menyediakan pintu yang banyak untuk masuknya Syaitan.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Apakah penyakit hati itu termasuk makanan Syaitan? Dan bagaimana mengenali penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Syaitan hanya bisa masuk ke daam hati melalui pintu-pintunya (madkhal). Melalui pintu-pintu yang banyak itulah, Syaitan akan masuk kedalam hati dengan membawa penyakit-penyakit hati. Padahal pintu masuk itu adalah penyaki hati. Jadi pintu masuk itu adalah penyakit yang sekaligus menghantarkan penyakit hati. Makanan Syaitan itu berupa penyakit-penyakit hati. Itulah yang disebut dalam Al-Qur’an:”Fi qulubihim maradh: Dalam hati mereka ada penyakit” (Q.S. Al-Baqarah [2]:10). Kemudian penyakit itu menyebabkan penyakit yang lain:”Fazadahumullah maradhan: Lalu Allah menambahkan penyakit kepada mereka”.

Bagawat Selatan dan Jalaludin Rakhmat:
Lalu apakah penyebab penyakit hati itu?

Imam Al-Ghazali:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Kalau seorang hamba sudah menginginka sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah SAW bersabda:”Kalau engkau sudah mencintai sesuatu, kecintaanmu kepadanya akan menyebabkan kamu menjadi buta dan tuli”

Bagawat Selatan:
Apakah cinta buta dan tuli bisa menyebabkan hasad atau kedengkian?

Imam Al-Ghazali:
Munculnya perasan dendam itu bisa bersumber dari cinta buta atau keinginan yang amat sangat. Rasulullah SAW bersabda:”Akan datang suatu zaman ketika seorang suami celaka karena isterinya”. Lalu ditanya:”Bagaimana ia celaka karena isterinya?” Beliau menjawab:”Isterinya menuntutnya dengan tuntutan-tuntutan yang tidak bisa dipenuhi oleh suaminya”.

Bagawat Selatan:
Wahai Jalaludin Rakhmat, bagaimana dengan wanita yang tidak mencintai suaminya?

Jalaludin Rakhmat:
Nabi Nuh bertanya kepada seorang tua tak dikenal:”Untuk apa kamu datang kemari?”. Orang itu menjawab:”Aku masuk kemari untuk mempengaruhi saudara-saudaramu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu”. Orang tua itulah Syaitan. Maka seorang isteri yang tubuhnya bersama suaminya, tetapi hatinya bersama pria idaman lain, dalam Islam itu sudah termasuk berzina, walaupun berzina dengan hatinya. Ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementarai hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana dengan amarah dan syahwat?

Jalaludin Rakhmat:
Di antara pintu-pintu Syaitan yang besar, yang bisa membawa penyakit hati adalah al-ghadhab wa al-syahwah, yaitu marah dan syahwat. Yang dimaksud Syahwat adalah dorongan untuk mengejar kenikmatan fisik.

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan tentang Marah yang lebih detail menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Marah atau ghadab itu adalah jalan Syaitan. Sesungguhnya marah itu bisa mengumpulkan semua kejelekan. Untuk mengobati marah maka Salatlah meminta perlindungan Allah:”Mintalah pertolongan dengan Salat dan sabar. Tetapi itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Q.S. Al-Baqarah:45). Rasulullah SAW bersabda:”Allah takjub melihat orang mukmin. Karena, apa pun yang menimpanya akan dia ubah menjadi kebaikan”. Rasulullah juga bersabda:”Seorang mukmin itu ibarat lebah. Apapun yang masuk ke dalam sarangnya, ia ubah menjadi madu”

Bagawat Selatan:
Mohon dijelaskan perihal Syahwat menurut pandangan Islam?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau anda berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim, Syaitan akan menjadi penghubung di antara kalian berdua. Meskipun anda tidak berbicara, hati anda dan perempuan itu akan dihubungkan oleh Syaitan, saling menggetarkan satu sama lain. Syaitan itu akan datang melalui Syahwat. Ia akan membangkitkan Syahwat anda sehingga anda terjatuh dalam kemaksiatan. Ingatlah cerita bagaimana seorang alim dan abid, yang selalu menghabiskan waktunya untuk beribadat dan mensucikan diri dan bertaqarrub kapada Allah SWT, dan mampu menyembuhkan orang-orang sakit karena doa-doanya yang makbul, dapat digelincirkan oleh Syaitan untuk melakukan perzinahan dengan seorang Putri Raja dan membunuhnya. Itulah Syaitan menggoda manusia melalui Syahwatnya.

68 comments:

  1. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Menjaga diri dari keburukan dapat dilakukan dengan mencari perlindungan yang kuat. Perlingdungan itu dari Allah sehingga kita harus mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan amal ibadah kita. Mencapai sholat yang khusyu itu diawali dengan niat, niat tidak hanya ucapan namun juga niat dimunculkan dari hati yang ikhlas. Hati yang ikhlas untuk melaksanakan sholat tentu harus dibersihkan juga dari penyakit hati. Ketika hendak sholat, usahakan membersihkan segala macam penyakit hati yang ada kemudian setelah sholat berdzikirlah. Dzkir memiliki kekuatan untuk menenangkan hati sehingga membantu kita untuk khusyu kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Setan punya banyak akal(tipu muslihat) dan cara untuk menggoda dan mengganggu kehidupan manusia, ia selalu ada dan setia menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke dalam hati manusia dengan membawa penyakit hati yang nantinya akan membuat manusia tersesat dan semakin jauh dari Tuhan. Untuk mengusir penyakit hati bukanlah hal yang mudah sebab ketaatan manusia dalam beribadah tidak menjamin ia akan terbebas dari penyakit hati sehingga yang diperlukan bukan hanya sekedar taat dalam beribadah melainkan juga harus disertai dengan hati yang bersih dan ikhlas mencintai Tuhan YME dengan segenap hati, pikiran dan akal yang melebihi pada kecintaan kepada hal-hal yang lain, sebab hanya dalam lindunganNya kita terbebas dari ancaman setan

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Apa yang harus kita lakukan agar sholat kita khusyuk? Dengan berguru pada Imam Al-Ghazali, kita mengetahui bahwa kita bisa khusyuk dalam solat bila kita perbanyak berdzikir dan menutup pintu-pintu syaitan dalam hati. Hati itu memiliki banyak pintu, namun pintu untuk menuju ke cahaya Allah hanya satu (shirath). Sebaliknya, pintu yang dimiliki setan itu banyak dan semua pintu akan terbuka dengan adanya makanan setan dalam hati kita. Apakah makanan setan itu? Makanan setan itu adalah penyakit hati. Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Na’udzubillahi...

    ReplyDelete
  4. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berzikir adalah cara yang efektif untuk membuat hati tenang dan memfokuskan kita untuk mengingat Allah, itulah mengapa berzikir dianjurkan sebelum shalat untuk menambah kekhusyukan. Namun apabila belum juga khuyuk setelah berzikir, maka bersihkanlah hati terlebih dahulu, ikhlaskan hati untuk beribadah kepada Allah, agar syaitan menjauh dan shalat menjadi khusyuk. Banyak cara syaitan untuk menggoda manusia, pintu masuk syetan yang paling besar adalah marah dan syahwat. Itulah kenapa dalam Islam, kita diperintahkan untuk tidak mudah marah dan menutup aurat. Karena itu adalah salah satu cara untuk mengurangi cara syetan masuk ke dalam diri kita.

    ReplyDelete
  5. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Sholat adalah tiang agama. Jika solat kita baik maka akan baik pula semua amalan kita. Sholat yang baik ialah sholat yang sesuai dengan yang diteladankan oleh Rasulullah SAW, yaitu sesuai dengan rukunnya dan dilaksanakan dengan kusyu. Namun, untuk dapat melaksanakan sholat secara khusyuk ini tidaklah mudah karena setan selalu menggoda manusia untuk meningglkannya bahkan tetap mengganggu manusia yang sedang melaksanakan sholat. Maka banyak-banyak zikir, membersihkan hati, dan senantiasa memohon pertolongan Allah agar terhindar dari godaan setan. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang dapat memelihara sholat dan mendirikannya secara khusyuk.

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi ini menggambarkan bagaimana hati menjadi komando dalam setiap perbuatan kita. Karena hati bisa menjadi kebaikan apabila diiringi dengan dzikir dan menghindarkan diri dari makanan syetan dan juga menjadi keburukan dengan menjadi pintu dari berbagai macam penyakit hati. Untuk itu salah satu cara agar sholat yang merupakan tiang agama menjadi benar-benar khusyu' adalah dengan menjadikan hati kita tetap dalam kebaikan dengan memberikan makanan-makanan yang halal. Semoga dengan adanya elegi ini memberikan kita petunjuk agar tetap menjaga sholat kita dalam keadaan khusyu' dan menjaga hati kita dengan beragam ritual ikhlas yang telah diuraikan pada elegi sebelumnya.

    ReplyDelete
  7. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Khusyu' merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyu' sholat seakan tidak mempunyai makna bagi yang melakukan. Untuk mencapai khusyuk, kita harus ikhlas dalam beribadah dan senantiasa berdzikir kepada Allah. Karena dengan berdzikir maka kita akan selalu teringat kepada Allah. Tetapi Menghancurkan dan merusak kekhusyu'an dalam sholat adalah salah satu misi syetan di dunia ini. Mereka tak akan henti-hentinya menggoda manusia di setiap titik kelemahannya, terutama menyerang pada hati manusia. Oleh karena itu, kita jaga hati kita dengan iman Islam kita dan memohon perlindungan kepada Allah agar tak mudah tergoda oleh syetan.

    ReplyDelete
  8. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    It is true that there are many ways and paths that bring the evil. when we feel discouraged the sattan profits our weakness and get in. but when we always fight against the evil with praying, the sattan runs away. what we have to do as human being, we have to close any way bringing satan in. we must bring in our mind that the evil gets in primarily through our lust. the only one weapon is to pray.

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Ada tingkatan yang lebih tinggi dari ikhlas dalam menjalankan segala ibadah dengan Sang Pencipta yaitu khusyuk. Khusyuk berarti perasaan di jiwa dalam benuk ketenangan dan ketawadhukan. Salah satu cara agar kita dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah kepadaNya adalah dengan memperbanyak Zikir. Dengan memperbanyak dzikir kepada Allah maka akan membuat hati akan menjadi lebih tenang.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sholat yang khusyuk? Membersihkan penyakit hati?
    Sejatinya kedua pertanyaan tersebut saling terkait.

    Sholat itu tiang agama, yang akan pertama kali dihisab kelak di pengadilan Allah. Maka, ketika seorang muslim tidak menegakkan sholatnya, maka robohlah imannya. Sholat erat sekali kaitannya dengan membersihkan hati. Karena sebelum sholat, kita diwajibkan berwudhu, membersihkan tubuh kita dari segala bentuk najis dan kotoran. Setiap gerakan dalam sholat juga mendekatkan kita kepada Rabb Semesta Alam.
    Sholat yang khusyuk bukanlah perkara mudah. Seringkali dalam sholat kita masih berpikiran tentang banyak hal termasuk urusan-urusan dunia. Namun sebagai muslim yang beriman, hendaklah kita terus memperbaiki sholat kita. Krena memperbaiki sholat adalah salah satu cara yang menjadi awal perbaikan hidup kita.

    ReplyDelete
  11. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hati yang satu adalah hati yang tidak lagi memiliki keraguan sedikitpun akan sesuatu di dalamnya. Hati yang satu adalah hati yang mantap dan yakin terhadap sesuatu yang dianggapnya benar, oleh karena itu untuk menggapai hati ke satu ini kita harus selalu berusaha untuk tidak membohongi diri sendiri, mendengarkan hati kecil yang berbicara ketika kita berada di tengah suatu pilihan, dan yang pasti tidak menodai kejernihan hati kita dengan perbuatan-perbuatan yang tidak baik atau tercela.

    ReplyDelete
  12. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Kita perlu memperhatikan poin ini, bahwa wasiat dan ucapan terakhir para nabi, utusan Allah, dan para pembesar agama adalah salat. Jelas bahwa seseorang yang berada pada detik-detik terakhir kehidupannya dan hendak mengarungi perjalanan ke alam yang kekal dan abadi, ia tidak akan asal omong, dan akan berusaha untuk mengungkapkan suatu permasalahan penting yang akan senantiasa dikenang. Tatkala kita meneliti berbagai pesan dan wasiat para nabi dan para pembesar agama, kita dapat menyaksikan dengan jelas bahwa mereka selalu mendorong para pengikutnya untuk senantiasa melaksanakan salat. Dan seluruh utusan Allah menjadikan salat sebagai pesan dan wasiat terakhir mereka. Sebagaimana yang tercantum dalam riwayat dari Imam Ja’far Shadiq, “Salat merupakan wasiat terakhir para nabi. (Mizan al-Hikmah, juz 5, hal. 397)
    Rasulullah saw yang melanjutkan misi yang dibawa oleh para nabi sebelumnya, juga amat memerhatikan salat, dan memerintahkan umat beliau untuk memperhatikannya. Imam Ja’far Shadiq berkata, “Perhatikanlah salat! Karena wasiat terakhir dan perkara yang amat ditekankan oleh Rasulullah saw adalah salat. (Biharul Anwar, juz 84, hal. 236)
    Salat bukan hanya merupakan pesan terakhir dan perkara yang amat ditekankan oleh apara nabi, bahkan para wali Allah dan para penerus Nabi saw (para Imam Ahlulbait) juga menegaskan dan berpesan kepada umat manusia untuk memperhatikan tuntunan Ilahi yang agung ini (salat). Imam Ali bin Abi Thalib tatkala berada di ambang kesyahidannya berkata, “Ash shalah, ash shalah, ash shalah,” maksudnya “Pesan terakhirku kepada kalaian adalah salat, salat, salat. (Mustadrak al Wasa’il, juz 1, hal. 173)
    Begitu pula wasiat para wali Allah dan para khalifah kenabian yang sejati.

    ReplyDelete
  13. 1670125016
    PEP B S2
    Ibadah shalat adalah yang paling utama dari ibadah yang lainnya. Diyaumul hisab, maka shalatlah yang pertama akan di hitung, dan sekaligus shalat bisa menjadi penoling di akhirat kelak nanti. Shalat sebagai pencegah perbuatan yang mungkar, maksiat. Sejatinya shalat adalah jalan utama untuk segala kebaikan didunia, jika baik shalatnya, maka baik pula seluruh amalannya dan perbuatannya.
    Realitanya banyak orang yang shalat namun implementasinya jauh dari perbuatan yang mencerminkan seseorang itu benar benar shalat. Bagaimana mungkin, shalat hanya mengguhurkan kewajiban, setelahnya maksiat jalan lagi. Itulah syetan yang sudah lekat dengan manusia, shalat tidak dengan khusuk, tidak ada penghayatan bahwasanya shalat adalah sarana untuk bertemu kepada Tuhan dengan menghadap, dengan memohon, dengan meminta segala sesuatu, karena tak lain shalat juga berarti doa. Allah tidak akan menjadi tidak mulia jika hambaNya tudak shalat, akan tetap agung, akan tetap Esa. Yang butuh adalah sebenarnya manusia sendiri akan keridhoan segalaNya

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Hati yang ikhlas untuk melaksanakan sholat tentu harus dibersihkan juga dari penyakit hati. Ketika hendak sholat, usahakan membersihkan segala macam penyakit hati yang ada kemudian setelah sholat berdzikirlah. Dzkir memiliki kekuatan untuk menenangkan hati sehingga membantu kita untuk khusyu kepada Allah SWT.Sholat yang khusyuk bukanlah perkara mudah. Seringkali dalam sholat kita masih berpikiran tentang banyak hal termasuk urusan-urusan dunia. Namun sebagai muslim yang beriman, hendaklah kita terus memperbaiki sholat kita. Krena memperbaiki sholat adalah salah satu cara yang menjadi awal perbaikan hidup kita.

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Untuk mencapai khusyuk, kita harus ikhlas dalam beribadah dan senantiasa berdzikir kepada Allah. Karena dengan berdzikir maka kita akan selalu teringat kepada Allah. Tetapi Menghancurkan dan merusak kekhusyu'an dalam sholat adalah salah satu misi syetan di dunia ini. Salah satu cara agar kita dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah kepadaNya adalah dengan memperbanyak Zikir. Dengan memperbanyak dzikir kepada Allah maka akan membuat hati akan menjadi lebih tenang.

    ReplyDelete
  16. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menjaga keimanan dan ketaqwaan kita kepada ALLAH SWT hendaknya kita selalu berzikir dan memohon ampun kepada ALLAH SWT agar kita selalu di tempatkan di antara orang-orang beriman dan selalu berada di jalan yang lurus. Akan tetapi dalam menempuh itu semua kita harus membersihkan hati kita dan pikiran kita dari godaan-godaan syaitan yang terus menerus merayu dan menggoda manusia untuk berbuat dosa, godaan tersebut bisa datang dari mana saja seperti penyakit-penyakit hati. dengan tetap adanya penyakit hati dalam diri kita maka kita akan terus terganggu oleh syaitan-syaitan yang terus menerus menggoda kita.

    ReplyDelete
  17. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Dengan selalu mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal, maka semua hal yang kita lakukan dalam hidup ini selalu diberikan kemudahan, sehingga kita terhindar dari jebakan syetan yang selalu mempengaruhi hati nurani kita untuk melakukan keburukan dalam hidup. Oleh karena itu, hal yang harus kita lakukan ada selalu berserah kepada Tuhan agar hati kita lebih tenang dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Elegi ini memberikan perihal-perihal yang harus kita hindari untuk menetapkan hati dan pikiran sejalan dengan perbuatan. Menghindari situasi yang membuat syaitan datang menjadi perihal penting. Orang yang banyak beribadah juga bisa termakan oleh muslihat syaitan kalau tidak menghindari situasi-situasi yang merugikan diri sendiri.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk bisa khusyk alam solat, kita perlu membersihkan hati, memersihkan hati agar kkita tenag, agar hat kit abersih maka dengan cara berzikir dan beristighfar. membersih khati dari syahwat dan amarah, sehingga islam menyutuh umat untuk solat dan bersabar, saling berpesan untuk mengajak kebaikan dan berperilaku sabar.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini banyak sekali peajaan yang bisa kita dapatkan mengenai cara shalat yang khusyuk dan membersihkan penyakit hati seperti dnedam, dengki, amarah, syahwat, sampai tentang istri yang tidak mencntai suaminya. semoga kita bisa menghindari hal yang demikian setelah membaca elegi diatas.

    ReplyDelete
  21. Masih banyak noda diri yang harus dibersihkan. Semoga Allah SWT menuntun untuk membersihkan hati untuk menuju kepada Nya...Amin

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Subhanallah. Sungguh artikel yang sangat menarik untuk dibaca, sungguh sangat senang diri saya membaca artikel-artikel yang dapat membangkitkan dan menambah rasa iman kita kepada Allah SWT. Ternyata untuk mendapatkan sholat yang khusyuk sangatlah dibutuhkan hati yang bersih, bersih dari penyakit-penyakit hati, bebas dari amarah dan juga syahwat. Manusia diberikan otak dan hati letaknya berada di atas kemaluan. Apa makna di balik itu, bahwa hendaknya manusia dalam bertindak haruslah menggunakan hati dan pikirannya terlebih dahulu, sehingga dalam hal ini kita lebih bisa mengekang syahwat kita. Selain itu selalulah kita memohon kepada Allah SWT agar kita selalu berada pada shirat-Nya. Ampunilah dosa-dosa kami ya Allah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Shalat yang khusyuk bis akit alakukan ketika senantiasa berdoa dan berdzikir setiap saat. Ketika hal itu sering kita lakukan maka insya allah akan bisa khusyuk sholat kita. Khusyuk dlaam sholat adalah ketika kita beribadah dengan tujuan ikhlas kepada Allah SWT. Kita memfokuskan pikiran kita untuk menyembah Allah SWT. Keadaan diluar bdan kita tidak terasa oleh diri kita. Kita berserah diri sepenuhnya pada Allah SWT. Pada keadaan seperti ini setan akan selalu menggoda manusia. Oleh karena itu kita harus menutup jalan setan menggoda manusia dengan tidka mudah terkena penyakit hati. Karena itu jalnnya setan masuk ke dalam hati manusia.

    ReplyDelete
  24. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Cara agar kita merasakan nikmatnya iman adalah cinta dan benci karena Allah, sebagaimana dalam hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Tiga hal, siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilempar ke neraka.” (HR. Bukhari & Muslim)

    ReplyDelete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Elegi untuk meningkatkan kualitas spiritual di atas memberitahukan bahwa agar kita dapat salat dengan khusyuk maka kita harus memperbanyak dzikir, sebelum melaksanakan shalat hendaknya kita berdzikir terlebih dahulu karena dzikir dapat membuat hati kita tenang. Selain itu kita juga harus membersihkan hati kita dari penyakit-penyakit hati. seperti rakus, dengki, amarah, dan menuruti syahwat.

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sebagai seorang hamba Allah yang belum sempurna dan hati yang mudah dipengaruhi, untuk mencapai khusyu' beribadah sangat susah. Syaithan masuk ke dalam badan manusia itu melalui banyak cara. Melalui panca indera juga segala bagian badan kita yang rapuh. Daya tangkal yang kuat adalah spiritual yang kuat dan berdoa mengesakan Allah. Semua kita serahkan kepada Allah. Berserah diri.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Setiap orang beriman pasti ingin utnuk mampu shalat dengan khusyu’. Jika kita ingin shalat kita khusyu’ maka hendaklah kita membaca dzikir-dzikir terlebih dahulu. Tetapi tidak hanya cukup dengan dzikir, dzikir harus disertai dengan hati yang bersih. Ketika dua hal tersebut sudah dapat kita lakukan maka terhindarlah kita dari godaan syaiton yang dapat membuat kita untuk lebih khusyu’ dalam sholat maupun ibadah-ibadah lainnya.

    ReplyDelete
  28. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sholat bagi umat islam adalah Tiang agama. Bagaimana jika sholat kita tidak khusyu' dan hanya sekedar menjalankan PerintahNYA? Tiang agama kita pun rapuh, tampak gagah diluar tapi keropos didalam dan bahkan hanya dengan sekali tiupan, jangan-jangan langsung roboh dan tak bisa dibangun lagi. Naudzubillaaah. Bagi, saya sangat sulit sekali untuk melakukan sholat secara khusyu, bahkan dalam sholat kita masih tidak bisa meninggalkan urusan dunia. Bagaimana bisa meninggalkan urusan dunia, lah kita saja sholat menyempatkan setelah urusan dunia kita selesai. Dari elegi ini ternyata, saya belajar bagaimana menerapkan kiat-kiat sholat secara khusyu'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      S3 PEP KELAS A 2016

      apa yang dialami oleh mbak yurizka pada dasarnya mungkin dialami oleh sebagian besar orng muslim yang melaksanakan shalat, bahwa khusuk dalam shalat memang membutuhkan usaha tersendiri. dan elegi ini telah mengajarkan bagaimana kita bisa khusuk dalam shalaat.

      Delete
  29. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Pernakah kita merasa, disaat bulan Ramadhan, hati kita merasa tentram, hati kita merasa khusyuk dalam melakukan ibadah sholat bahkan kita lebih sering bertadarus daripada di bulan-bulan biasa. Apakah karena ini karena Syaitan dibelenggu? atau karena hal yang lain. Bila dihubungkan dengan elegi diatas, salah satu menggapai kekhusyukan adalah tidak membiarkan syetan masuk ke dalam hati kita. Bahkan jangan sampai hati kita dimasuki oleh makanan syetan. Itulah mengapa di Bulan ramadhan hati kita tentram karena kita mampu menjaga hawa dan nafsu dari segala makanan syaitan. Sehingga kekhusyukan dalam beribadah bisa kita raih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      S3 PEP KELAS A 2016

      Berari ruang dan waktu sangat mempengaruhi kekhusukan ya?

      Delete
  30. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana di luar bulan Ramadhan? bagaimana agar kita menjaga eksistensi kekhusyukan dalam beribadah?

    Menurut elegi ini, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan berdzikir kepada Allah SWT yang juga disebut langkah untuk menggertak syaitan. Tapi dzikir bukan sembarang dzikir, dzikir untuk mencapai Ridhonya Allah SWT, jangan sampai karena sekedar berdzikir, syaitan ikut berdzikir dengan kita. Bukanlah malah menggertak malah Syaitan bersama kita. Langkah selanjutnya adalah Jauhkanlah dan jaga hati kita dari makanan syaitan. Jangan sampai ada penyakit hati bersarang di hati kita. Lupakan tetangga yang lebih hijau, lupakan masalah yang mendera, cukuplah Allah buat kita dan bersama kita. Yang terpenting JANGAN LUPA BERSYUKUR.

    ReplyDelete
  31. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Semoga Elegi ini kita jadikan pengingat dalam Pikiran dan Hati serta direfleksikan dalam Kenyataan berupa perbuatan kita. Aamiin

    ReplyDelete
  32. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Dalam elegi ini sedikit dibahas mengenai zikir, bahwa zikir yang paling elementer adalah La ilaha ilallah atau La ilaha illa huwa; Tidak ada Tuhan selain Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai Orang Ketiga Tunggal, dalam Zikir ini Tuhan itu gaib, jauh dari kita. Jenis zikir yang kedua menjadi La ilaha illa Anta; Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Tuhan menjadi lebih akrab. Dia hadir dihadapan kita, bukan lagi sebagai orang ketiga, tetapi orang kedua, orang yang kita ajak bicara.
    Sekedar menambahkan, bahwa dalam tasauf ada zikir yang ketiga, yaitu La ilaha illa Ana: tidak ada Tuhan selain Aku, Tuhan bukan hanya sekedar akrab, tetapi disini sudah tidak ada jarak sama sekali antara Tuhan dan hamba, konsep ajaran islam jawa mengenalnya sebagai manunggaling kawula gusti, bersatunya Tuhan dan hamba. Secara syar'i, zikir yang ketiga ini mungkin tampak sesat dan menyesatkan, tetapi makna yang sesungguhnya bukan berarti Tuhan sama dengan hamba atau hamba sama dengan, melainkan satu cara untuk menzerokan diri, meniadakan diri, meniadakan ke aku an, bahwa yang ada hanya lah Allah, bahwa manusia dan segenap ciptaan yang ada hanyalah bayangan maya yang sifatnya sementara, hanya Dia yang Maha Abadi.

    ReplyDelete
  33. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Elegi ini bukan hanya mengajarkan tentang bagaimana khusuk dalam shalat, tetapi bagaimana khusuk dalam kehidupan. khusuk dalam arti menjaga kedekatakan kita dengan Tuhan, kedekatan hati yang selalu berzikir menyebut namaNya. dan kedekatan ini tidak hanya bisa diperoleh melalui zikir semata, tetapi yang lebih penting adalah menjauhkan hati dari segala bentuk penyakit hati yang dapat menjadi sarana syaitan untuk mengaburkan konsentrasi dan perhatian kita pada Tuhan.

    ReplyDelete
  34. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Hati yang khusuk, hati yang fokus, dan hati yang terbebas dari segala bentuk penyakit hati akan menjadi Arash bagi Tuhan, akan menjadi singgasana Tuhan, dan ketika hati telah menjadi singgasana Tuhan, maka ucapan, tindakan, dan pikiran kita adalah ucapan, tindakan, dan pikiran Tuhan. inilah hakikat dari ilmu tassauf, ilmu tentang mengenal diri dan mengenal Tuhan.

    ReplyDelete
  35. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Manusia dalam perjalanan hidup akan terus diganggu dan digoda oleh syaitan. Syaitan akan mengajak manusia ke jalan yang sesat. Jika manusia tergoda oleh bujuk rayu syaitan maka dia akan termasuk golongan orang-orang yang pikihan dan hatinya kotor dan akan dibenci oleh Allah. Untu itu manusia dalam perjalanan hidup harus senantiasa menjaga diri dari godaan-godaan syaitan yang terkutuk. Salah satu caranya adalah dengan berzikir. Zikir itu merupakan gertakan kepada syaitan. Dalam melakukan zikir kita juga harus membersihkan hati dan pikiran. Selain itu juga perlu menjauhi semua yang dilarang oleh Allah maka zikir kita akan semua.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Pada elegi di atas dijelaskan bahwa ada dua pintu dalam hati manusia, yaitu pintu Tuhan dan pintu syaitan, dari keduanya yang paling dekat adalah pintu Tuhan, dimana sesungguhnya Allah itu sangat dekat dengan kita dan bahkan lebih dekat dari pada urat leher kita sendiri. Namun terkadang manusia tidak menyadari hal itu, karena bisikan syaitan selalu menyesatkan dan ingin menjauhkan manusia dari Allah, oleh karena itu di setiap bacaan solat atau sebelum membaca Al-Qur'an kita diharuskan untuk membaca "taawudz" agar terhindar dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  37. Sholat adalah tiang agama dan amalan yang akan dihisab pertama kali di akhirat kelak. Mohonlah pertolongan Allah dengan sholat dan sabar, karena sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Namun seperti apakah sholat kita? Sudah khusyukkah sholat kita? Untuk dapat melaksanakan sholat dengan khusyuk kita harus membersihkan hati kita dulu. Membersihkan hati bisa dilakukan dengan berdzikir, tapi jika hati kita belum ikhlas maka semua sia-sia. Syaitan akan selalu berusaha menggoda manusia agar tergelincir dari aturan Allah dan sunnah Rosul. Syaitan menggunakan berbagai macam cara dalam menggoda kita seperti melalui cinta yang buta dan tuli sehingga menimbulkan hasad dan kedengkian, juga melalui amarah dan syahwat. Maka bentengilah diri kita dengan sholat, perbanyak berdzikir dan menjaga keikhlasan hati agar terhindar dari godaan syaitan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  38. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru kepada Imam Al Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)", Pelajaran yang dapat diambil dari elegi ini adalah jika kita ingin salah dengan khusuk maka perbanyak dzikir kepada Allah karena zikir dapat membuat hati menjadi tenang. Zikir kita harus mempunyai kekuatan untuk mengusir syaitan dengan membersihkan hati dari unsur syaitan, seperti ambisi dan rasa rakus. Jadi, mari kita selalu zikir dengan kekuatan kepada Allah agar terhindar dari godaan syaitan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Sebenar-benarnya kebahagiaan adalah hati yang jernih, hati yang terlepas dari sisi buruk. Sisi buruk muncul karena kekosongan hati yang lupa akan Tuhan. Untuk mendekatkan diri dengan Tuhan maka manusia perlu berkomunikasi dengan Tuhan dengan cara yang telah diyakini dan dijadikan syariat dalam beribadah.

    ReplyDelete
  40. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Subhanallah. Allahu akbar. Dalam shalat seringkali muncul bayangan lain yang seharusnya tidak dan jangan terpikirkan pada saat itu. Terima kasih,pak, melalui elegi ini saya belajar banyak tentang mengapa shalat dikerjakan dengan keras untuk menggapai khusyuk. Dari sini pulalah saya belajar bahwa penyakit hati adalah salah satu penyebab ketidak-khusyuk-an shalat kita.

    ReplyDelete
  41. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Penyakit hati selalu mengikuti kita, dai banyak jalan dan cara mereka mencoba masuk kedalam hati dan pikiran kita. Contoh diatas menggambarkan begitu mudah syaithan menghasut dan memasuki hati kita.

    ReplyDelete
  42. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Maka doa, sekali lagi doa. Doa dan lantunan ayat yang dibaca dan diucap secara kontinue insyaallah dapat menjauhkan kita dari penyakit hati. Didahului dengan doa, lantunan ayat, berdzikir lalu hingga pada akhirnya shalat. Mencoba shalat dalam kekhusyukan.

    ReplyDelete
  43. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Sholat adalah rukun islam yang dimana jika tidak dilakukan maka belum sah dikatakan sebagai seorang muslim. sholat adalah sarana kita untuk berkomunikasi kepada Sang Pencipta, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan berusaha menjadikanNya kekasih dalam upaya sholat lima waktu sehari semalam. untuk memantapkan sholat kita perlu kekhusukan yang lebih agak komunikasinya menjadi lebih optimal. tentu syaitan akan selalu menggoda kita agar kita tidak khusuk dengan memberikan penyakit-penyakit hati.

    ReplyDelete
  44. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Kekhusyukan dimulai dari keikhlasan hati dalam menjalankannya. Untuk itu, kita harus menjernihkan hati kita sehingga dapat khusyuk dalam beribadah Selain itu, cara agar kita dapat khusyuk adalah dengan memperbanyak Zikir. Dengan berzikir kepada Allah, hati kita akan tenang dan akan membentengi diri kita dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  45. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Salah satu cara untuk menggapai kekhusyukan dalam shalat adalah dengan berdzikir. Berdzikir adalah berusaha selalu mengingat Allah dengan melafadzkan kalimah thayyibah. Dengan berusaha mengingat Allah, maka akan memudahkan kita dalam mencapai kekhusyukan dalam shalat.Dzikir yang disampaikan juga harus dilakukan dengan ikhlas, sampai kita benar-benar merasa berkomunikasi dengan Tuhan secara langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. LINA
      16701261022
      PEP-A/2016

      Upaya lain untuk mencapai kehusyukan dalam shalat adalah dengan berusaha memahami dan menghayati apa yang kita baca saat shalat. Inti dari bacaan shalat adalah dzikir dan doa. Oleh karena itu, ketika kita membaca bacaan shalat hendaknya kita menghayati apa yang kita sampaiakan karena shalat adalah salah satu sarana komunikasi kita dengan Tuhan.

      Delete
    2. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Dzikir merupakan komunikasi kita kepada ALlah SWT, oleh karena itu, mari kita tingkatkan keikhlasan dalam berdzikir.

      Delete
  46. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Untuk mencapai dzikir yang berkualitas, maka kita harus membersihkan hati kita supaya kita bisa menghindari godaan syaitan yang mungkin menghampiri kita. Dzikir hendaknya dilakukan dalam hati yang bersih. Bersihnya hati adalah ketika hati terbebas dari sifat-sifat madzmumah/sifat tercela.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang selalu berupaya untuk membersihkan hati dan berserah diri kepada ALlah SWT.

      Delete
  47. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Sifat-sifat tercela yang sangat memungkinkan bagi syaitan untuk memasukkannya dalam hati kita adalah hasud/iri/dengki, dan kerakusan. Dua sifat ini merupakan sifat tercela yang membuka sangat besar kemungkinan bagi kita untuk menimbulkan sifat tercela yang lainnya. Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha keras menghindarkan diri kita dari dua sifat ini.

    ReplyDelete
  48. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Dari elegi di atas, kita dapat mengetahui bahwa agar kita dapat mengerjakan shalat dengan khusyuk, hendaklah kita berdzikir terlebih dahulu. Tetapi, dzikir saja tidak cukup. Dzikir harus disetai dengan hati yang bersih dari makanan syaitan. Syaitan dapat masuk ke dalam hati melalui pintu-pintu (madkhal) dan membawa penyakit-penyakit hati yang diantarnya adalahambisi, hasad atau dengki, marah dan syahwat. Kita harus selalu ingat bahwa syaitan adalah musuh yang nyata yang akan selalu berusaha menyesatkan manusia. Semoga Alloh senantiasa melindungi kita dari godaan-godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  49. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    zikir merupakan aktivitas yang baik untuk dilakukan sebagai seoranmg muslim. Zikir dapat menjadi “benteng” kita dalam menghadapi berbagai bisikan yang melenakkan kita dari tugas kita sebagai hamba Allah. Zikir biasanya dilafazkan dalam hati maupun dalam lisan serta perbuatan. Zadapun zikir dengan perbuatan, bahwa setiap aktivitas kehidupan kita akan selalu diperhatikan oelh Allah SWT. Menyadari hubungan Allah SWT dalam hidupnya (‘idrak silabillah), maka akan menjadi benteng yang ampuh dalam menghindari segala bisikan yang menjerumuskan kita ke hal-hal kurang baik.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  50. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Maka nasehatku kepada mereka semua termasuk dirimu adalah, agar engkau bisa Salat dengan khusyu’, hendaklah engkau memperbanyak Zikir. Sebab, dengan berzikir kepada Allah, setiaphati akan tenang (Q.S. Al-Ra’du:28). Kalau seseorang ingin Salat dengan khusyu’, hendaklah dia membaca Zikir terlebih dulu.”
    Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang selalu meningkatkan kualitas dzikir kita, karena dzikir merupakan komunikasi kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  51. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Zikir baru akan efektif kalau hati kita bersih dari makanan Syaitan. Jika hati kita sudah bersih, barulah kita mampu menghardik Syaitan.”
    Upaya yang bisa kita lakukan adalah berupaya untuk membersihkan hati kita dari iri, dengki, dan lainnya. Dan penuhi hati kita dengan tujuan memperoleh ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  52. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Syaitan hanya bisa masuk ke daam hati melalui pintu-pintunya (madkhal). Melalui pintu-pintu yang banyak itulah, Syaitan akan masuk kedalam hati dengan membawa penyakit-penyakit hati. Padahal pintu masuk itu adalah penyaki hati. Jadi pintu masuk itu adalah penyakit yang sekaligus menghantarkan penyakit hati.”
    Sebaik-baik manusia adalah yang mampu mengendalikan hatinya dan melindungi hatinya dari penyakit hati.

    ReplyDelete
  53. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Di antara pintu-pintu Syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Kalau seorang hamba sudah menginginka sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli.”
    Ambisi atau keinginan yang sangat rakus terus membayangi diri manusia. Kecil atau besar bayangan itu tergantung dari masing-masing individu, karena pupuk terhadap bayangan itu berasal dari hati dan pikiran manusia itu sendiri. Semakin besar keinginan manusia akan sesuatu hal yang negatif (yang bersifat duniawi) maka semakin besar bayangan yang terbentuk. Maka sebenar-benar jalan kita adalah kembali ke Jalan Ilahi dan mengerucutkan tujuan untuk memperoleh ridho Ilahi Robbi.

    ReplyDelete
  54. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Nabi Nuh bertanya kepada seorang tua tak dikenal:”Untuk apa kamu datang kemari?”. Orang itu menjawab:”Aku masuk kemari untuk mempengaruhi saudara-saudaramu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu”. Orang tua itulah Syaitan. Maka seorang isteri yang tubuhnya bersama suaminya, tetapi hatinya bersama pria idaman lain, dalam Islam itu sudah termasuk berzina, walaupun berzina dengan hatinya. Ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementara hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan.”
    Astaghfirullahal’adzim..
    Ya Allah, jadikanlah hamba dan saudara-saudara muslimah-ku menjadi isteri yang sholekhah, yang selalu mengabdi kepada suaminya secara tulus ikhlas, karena hanya Petunjuk Engkau-lah semua ini dapat terwujud, amiiiiiiiiin...

    ReplyDelete
  55. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Diantara penyakit hati tersebut adalah ambisi/ keinginan yang sangat rakus, dan kedengkian. Kita harus bisa menghilangkan penyakit hati tersebut dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT. Tiap dzikir harus benar-benar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang bersih. hati manusia mempunyai dua pintu, yaitu pintu bagi cahaya Tuhan dan pintu bagi unsur setan. Pintu bagi cahaya Tuhan hanya ada satu sedangkan pintu bagi unsur syaitan ada banyak sekali dan setan dapat masuk ke hati dengan membawa penyakit-penyakit hati melalui pintu-pintu tersebut.

    ReplyDelete
  56. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP/A 2016

    Shalat yang khusyu’ adalah shalat yang dapat menghilangkan segala pikiran di luar shalat. Dirinya hanya berkonsentrasi untuk bermunajat pada Allah. Itulah namanya khusyu’.

    ReplyDelete
  57. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP/A 2016

    Marilah kita sempurnakan shalat tersebut sesuai dengan kemampuan kita dengan memenuhi rukun, syarat, wajib, dan kesempurnaan shalat. Karena memang shalat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

    ReplyDelete
  58. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP/A 2016

    Tauziyah Imam Al-Ghazali dalam elegi ritual ikhlas 40 menguraikan tentang pintu-pintu syaitan yang sangat besar untuk bisa mengundang penyakit itu adalah al-hirsh, yaitu ambisi atau keinginan yang sangat rakus; dan hasad, yaitu kedengkian. Kalau seorang hamba sudah menginginka sesuatu dengan sangat, keinginannya itu akan membuatnya buta dan tuli.

    ReplyDelete
  59. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP/A 2016

    Bermacam-macam godaan syaitan yang di sampaikan Jalaludi Rahmat diantaranya: marah dan syahwat.

    ReplyDelete
  60. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP/A 2016

    Marah sesungguhnya mengumpulkan semua kejelekan, sedangkan syahwat dicontohkan dalam elegi tersebut berduaan dengan perempuan yang bukab muhrim.

    ReplyDelete
  61. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sholat merupakan kewajiban untuk semua umat islam. Sholat wajib yang awalnya berjumlah banyak rakaat dan saat ini kita dipermudah hanya 5 waktu dalam sehari dengan total 17 rakaat. bukan hal yang susah bukan? keringanan Allah untuk kita sungguh luar biasa sebaiknya kita mampu melakukannya dengan khusyu' dan kontinue.

    ReplyDelete
  62. Untuk melaksanakan Solat dengan khusyuk itu tidak semudah menegakkan benang yang basah. Sampai-sampai seorang Abu Bakar Ash-Shidiq saja merasa keberatan untuk melaksanakan sholat dengan melupakan segala hal yang ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  63. Perlu persiapan-pesiapan agar kita bisa menggapai Khusyuk dalam Solat. Yang terpenting adalah mempersiapkan hati kita aga terhindar dari kesombongan, irihati, nafsu, syahwat dan penyakit hati lainnya. Sehingga kita bisa menggapai solat dengan Khusyuk.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id