Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan




Menurut saya Elegi yang satu ini tidak kalah pentingnya untuk dibaca, untuk mengimbangi penjelajahan filsafat kita. Untuk itu sengaja saya postingkan lagi di bagian teratas. Selamat membaca.

Oleh Marsigit

Syaitan:
Hemmm...jangan dikira aku lari dan pergi ...berarti aku sudah kalah dan menyerah. Inilah kesempatan yang aku tunggu-tunggu. Kelihatannya sang Matematikawan akan menjalankan ibadah. Tau rasa lho. Wahai Matematikawan yang telah berhasil mengusirku. Jangan panggil aku Syaitan jika aku tidak bisa selalu menggodamu. Disaat engkau akan beribadah inilah aku akan buktikan kemampuanku bahwa aku bisa menyusupi dirimu. Aku tidak hanya bisa menyusupi badanmu tetapi aku akan menyusup hingga pikiranmu.


Matematikawan:
Tiadalah semua urusan matematikaku dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal belumlah seberapa aku mampu memecahkan persoalan-persoalan matematika. Walau demikian aku merasa sudah saatnya aku beribadah, karena itu adalah kewajibanku sebagai sorang yang beriman.

Syaitan:
Wahai matematikawan...ternyata engkau tidak menyadari bahwa aku sudah berada di dalam pikiranmu. Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan....wahai matematikawan. Ibadah itu urusan gampang. Bukankah akan engkau pertaruhkan namamu jika engkau belum mampu menyelesaikan matematika-matematika itu?

Matematikawan:
Iya ya...memang benar. Itulah sebenar-benar ambisiku...yaitu ingin menjadi matematikawan hebat. Tetapi hatiku mengatakan bahwa saatnya juga aku harus melantunkan doa-doaku.

Syaitan:
Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan...wahai matematikawan...itulah juga tantanganmu bahwa engkau juga harus mampu memecahkan misteri doa? Bukankah engkau sudah terkenal mengusir syaitan dengan kemampuan matematikamu. Sekarang buktikan bahwa engkau pun mampu mengungkap misteri doa?

Matematikawan:
Hemmm...benar juga apa bisikan pikiranku. Apa ya yang disebut dengan doa? Mengapa mesti manusia itu berdoa? Bagaimana manusia itu dapat berdoa?

Syaitan:
Uhihhh...aku sedikit berhasil nih. Akan aku beri sedikit keraguan dalam pikiran dan hatimu wahai matematikawan.

Matematikawan:
Tetapi aku sedikit ragu-ragu...apakah aku mampu menggunakan matematikaku untuk memecahkan misteri doa itu?

Syaitan:
Uhihhh...lumayan...sudah mulai ragu-ragu kamu. Akan aku bisikan lagi dengarkanlah...bukankah engkau ingin menjadi matematikawan sejati? Maka buktikanlah bahwa dengan matematikamu itu engkau mampu memecahkan segala misteri dunia dan akhirat?

Matematikawan:
Hemmm...aku sudah kondang terkenal mampu mengusir Syaitan dengan matematikaku. Bagaimana ya aku mampu memecahkan misteri doa?

Syaitan:
Ya...gunakan saja sifat-sifat matematikamu dan logikamu semaksimal mungkin...misalnya dengan bertanya mengapa doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Gitu aja kok repot.

Matematikawan:
Lho lha iya...benar juga bisikan pikiranku itu. Apa alasannya doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Hemm...terimakasih bisikan pikiranku ...engkau telah menyadarkan akan tantangan matematiku untuk memecahkan misteri doa. Apa bedanya doa sedikit dan doa banyak? Tetapi jika aku terlalu asyik dan sibuk mengitung banyaknya doa...maka nanti saya jadi nggak sempat berdoa?

Syaitan:
Oh...gampang...masalah sepele...Tuhan kan maha pemurah dan pemaaf. Doa itu kan bisa diringkas. Tidaklah berbeda berdoa banyak dan sedikit itu. Tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali.

Matematikawan:
Hai bisikan yang ada dalam pikiranku...jika tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali...maka apa bedanya antara berdoa dan tak berdoa?

Syaitan:
Lho...katanya engkau mengaku matematikawan hebat. Jawab dulu dhong sebelum aku beri solusinya?

Matematikawan:
Wah...agak sulit.

Syaitan:
Ah...masa iya sulit? Bukankah engkau juga mengaku sebagai matematikawan yang mempunyai banyak pengalaman hidup, banyak metode ilmiah, metode kuantitatif maupun empiris. Gunakanlah itu semua untuk menjawab perbedaan antara berdoa dan tidak berdoa?

Matematikawan:
Hemmm...aku ...cerdas juga wahai bisikan pikiran. Aku memang agak sulit menemukan bukti yang signifikan bahwa berdoa dan tidak berdoa itu berbeda.

Syaitan:
Lha...ya iya ta? Bukankah dalam matematika engkau juga mempunyai cara pembuktian terbalik?

Matematikawan:
Wah..lha ini..yang aku cari...artinya aku justeru menemukan banyak orang-orang yang tidak berdoa itu hidupnya sukses. Sedangkan aku juga banyak menemukan bahwa orang yang banyak berdoa malah hidupnya tidak sukses.

Syaitan:
Uhiiihhiiihhh....mulai kena engkau. Akan aku tunjukkan kelihaianku bahwa aku mampu menggodamu dengan kekuatan matematikamu. Jangan mentang-mentang engkau menuduhku sombong. Aku juga akan menggunakan kesombonganmu yaitu kebanggaanmu merasa sebagai matematikawan hebat...untuk menjerumuskanmu. Terus dengarkanlah bisikanku ini...

Matematikawan:
Lho...hatika kok agak merasa gelisah setelah aku mempersoalkan doa?

Syaitan:
Tak usah gelisah...mantapkan saja logikamu itu. Ingat nama baikmu akan engkau pertaruhkan jika engkau tidak mampu membedakan tidak berdoa dengan berdoa!

Matematikawan:
Baiklah bisikan pikiranku...berdasarkan pengalaman empirisku maka aku sulit menemukan perbedaan yang signifikan antara tidak berdoa dan berdoa. Maka aku menyimpulkan bahwa tidak berdoa dengan berdoa itu pada hakekatnya sama saja.

Syaitan:
Horeeeee....horeeeeee...horeeeeee....

Bagawat:
Oh...Matematikawan....istigfarlah...istigfarlah...mohon ampunlah ...mohon ampunlah kepada Allah SWT!

Matematikawan:
Lho...ada apa gerangan sang Bagawat menghampiriku?

Bagawat:
Oh...waspadalah sang Matematikawan! Hati-hati dengan pengembaraan pikiranmu itu? Syaitan sangatlah lembut dalam menggodamu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat...janganlah engkau mengukur-ukur kemampuanku ini. Bukankah engkau mengetahui aku itu sudah terkenal sebagai matematikawan ulung? Silahkan engkau bertanya tentang matematika yang tinggi sekalipun maka aku akan berusaha menjawabnya. Jangankan urusan matematika...urusan dunia, akhirat dan urusan doa saja sudah aku pecahkan misterinya.

Bagawat:
Oh...Tuhanku maafkanlah diriku, maafkanlah guru-guruku, maafkanlah murid-muridku ..maafkanlah Matematikawan ini....atas segala dosa dan kelancangannya. Atas segala kekufurannya, atas segala kesombongannya sehingga mereka mudah digelincirkan oleh Syaitan yang terkutuk itu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat ...engkau komat-kamit itu sedang melantunkan apa? Silahkan tantang aku dengan pertanyaan-pertanyaanmu?

Bagawat:
Baiklah sang Matematikawan...karena ini adalah permintaanmu maka aku hanya ingin bertanya satu hal saja. Pertanyaanku adalah “Biasa Tidak Biasa” itu Biasa atau Tidak Biasa?

Matematikawan:
Woh...hah pertanyaan sepele kayak gitu kok ditanyakan. Ya jelas Biasa.

Bagawat:
Biasa ngapain?

Matematikawan:
Ya biasa Tidak Biasa.

Bagawat:
Artinya?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Biasa Tidak Biasa itu artinya ya Tidak Biasa.

Bagawat:
Ehem...ehem...

Matematikawan:
Oh...oh ...sang Bagawat kenapa telah terjadi kontradiktif dalam jawabanku itu. Oh maafkanlah diriku. Ternyata pikiranku tidak mampu menjawab pertanyaanmu yang sepele itu. Malu...malu... aku malu...Oh..Tuhanku ampunilah dosaku.

Bagawat:
Amiinnn...amin...amin...

Matematikawan:
Lho kenapa amiin... oh bingung aku ...kenapa aku juga tadi telah berdoa? Oh sang bagawat tolonglah diriku. Aku sudah menyerah...aku bertaubat...tolonglah aku.

Bagawat:
Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa dirimu dikarenakan kesombonganmu maka Syaitan telah menyusup ke dalam pikiranmu. Syaitan berusaha mempengaruhi pikiranmu agar seakan-akan engkau mampu memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada baik di dunia maupun di akhirat menggunakan matematikamu. Padahal kenyataannya aku telah membuktikan bahwa pikiranmu itu bersifat terbatas walaupun engkau telah memperoleh julukan matematika ulung sekalipun. Sungguh bahwa tidak berdoa itu sangatlah berbeda dengan berdoa. Maka berdoalah dan mohon ampunlah kehadlirat Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan meridloi para matematikawan.

Amiin

47 comments:

  1. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pada elegi sebelumnya telah dijelaskan bahwa setan menggoda manusia melalui pintu masuknya, yaitu adalah penyakit hati. Ambisi untuk selalu memecahkan persoalan matematika serta kesombongan telah menjadi matematikawan ulung merupakan contoh dari penyakit hati. Oleh karena itu orang yang berambisi dan sombong akan sangat mudah tergoda oleh setan. Godaan syaitan itu begitu halus sehingga sering tidak disadari. Syaitan akan memulai dari hal-hal kecil dan sepele. Oleh karena itu, manusia sering terlena oleh hal kecil. Maka dari itu, kita sebagai manusia teruslah untuk memperkuat keimanan kita masing-masing, teruslah untuk berdoa, teruslah berdzikir, agar tidak mudah tergoda oleh bisikan syaitan, agar tidak mudah terpengaruh kehidupan dunia yang hanya sesaat.

    ReplyDelete
  2. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Ambisi pikiran yang terlalu bebas dan tak dapat dikendalikan dapat menjadi hal yang sangat berbahaya , ketika seorang merasa memiliki ilmu yang hebat maka ia akan merasa semakin percaya dan terlalu mengandalkan dirinya sendiri, akan mendewakan logika (pikiran) serta berpikir bahwa segala sesuatu dapat dijelaskan dan diterima secara logika, dari sinilah secara tidak sadar ia telah membiarkan setan masuk dalam pikiran dan perlahan-lahan akan menguasai setiap elemen kehidupan, karena pada hakekatnya pikiran manusia itu berbatas tak memandang seberapa banyak ilmu yang dimilikinya, maka jadikanlah hati sebagai landasan dalam berpikir agar dapat membatasi pengembaraan pikiran kita

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Setelah membaca elegi ini, saya mendapatkan sebuah cerita tentang balas dendam syaitan terhadap matematikawan yang kala itu membuat setan seolah tidak menyeramkan baginya. Syaitan mempermainkan pikiran dan perasaan matematikawan agar ia sombong atas segala ilmu yang ia punya. Syaitan menjerumuskan matematikawan dengan mempertanyakan makna doa dan tidak berdoa. Dengan mengandalkan akalnya, sang matematikawan tidak dapat menemukan perbedaan antara orang yang berdoa dan orang yang tidak berdoa. Sebab ada orang yang berdoa terus tapi hidupnya susah tapi ada orang yang tidak berdoa tapi hidupnya susah. Karena terlalu sombong, sang matematikawan tidak menyadari bahwa sebenarnya pikirannya lah yang terbatas.

    ReplyDelete
  4. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini menunjukkan bahwa kesombongan sangatlah berbahaya. Padahal setan akan selalu menggoda manusia untuk berlaku sombong sehingga memunculkan keraguan pada diri manusia, terutama pada masalah spiritualitasnya. Kesombongan yang tidak dihilangkan lama-kelamaan akan menyebabkan manusia untuk mempertanyakan pentingnya ibadahnya hingga pada akhirnya melalaikan kewajibannya untuk beribadah. Padahal, sehebat apapun manusia, setinggi apapun ilmu yang dimiliki, manusia tetaplah makhluk yang tidak sempurna. Pikiran manusia tidak akan mampu memikirkan semuanya, maka kita harus berhati-hati dalam mengembarakan pikiran. Gunakan hati yang bersih sebagai petunjuk.

    ReplyDelete
  5. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi ini terkandung makna bahwa seorang matematikawanpun yang sangat cerdas dan hebat bermatematika sekalipun tetap harus berdoa kepada Allah SWT. Mengingat Allah- lah sesibuk apapun dirimu dalam pekerjaanmu. Tak peduli engkau adalah raja, presiden, orang kaya, orang hebat, ketika azan memanggilmu untuk beribadah maka beribadahlah, berdoalah kepada Allah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak engkau berdoa semakin Allah menyayangimu, semakin dipertimbangakan doa-doamu. Maka janganlah engkau sombong atas kemampuan yang dikehendaki Allah ada padamu. Sesungguhnya Allah dapat dengan mudah mengambil itu semua jika Ia berkehendak.

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi ini menguraikan pesan tersirat bahwa ilmu yang dimiliki matematikawan terbatas oleh ruang dan waktu. Dia bisa saja menang ketika melawan syetan pada elegi sebelumnya dengan ilmu-ilmu yang telah ia peroleh. Karena matematikawan berhenti sebab mitosnya dan merasa bahwa ia sudah mencapai logos, maka syaitan dengan mudah memasuki pikiran sang matematikawan. Maka, janganlah sombong ketika kita sudah merasa punya gelar yang tinggi dan merasa bahwa sudah berada di puncak. Padahal sebenar-benar orang cerdas adalah menyesuaikan diri terhadap ruang dan waktunya. Dan selalu berusaha mencapai logos, karena sebenar-benar logos yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akan tetapi apabila manusia mampu menggunakan Logosnya dengan baik dengan menggunakan sumber Alquran dan Hadits maka eksistensi dalam doa pun sebenarnya sudah terjawab dalam firman Allah SWT.

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  7. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Setinggi-tingginya ilmu, apabila tidak di barengi dengan keimanan dan keikhlasan maka akan terjerumus dalam lubang yang telah dibuat oleh syaitan. Karena Syaitan selalu saja menggoda manusia. Hal ini karena memang telah ditakdirkan Allah bahwasanya syaitan akan selalu berada di kehidupan manusia. Maka kita harus menyadari bahwa ilmu yang kita miliki adalah pemberian Allah, yang wajib kita syukuri dan jangan sampai hal tersebut melunturkan keikhlasan ibadah kita. Kita tidak patut menyombongkan segala sesuatu yang kita dapatkan, karena semua itu akan kembali pada-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.

    ReplyDelete
  8. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    First of all mathematics is the ambition for mathematicians. the evil always appears in our thinking to hijack us from getting close to God.a person who is good at mathematics can be attacked by the satan through arrogance, and that person may start thinking that praying is not valuable, what is valuable is doing exercises of mathematics. here the latter is beyond the limit that why he needs more prayers.

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Syaitan menggoda manusia dari segala pintu baik melalui hati maupun pikiran. Setinggi-tinggi ilmu yang kita miliki janganlah berlaku sombong tetapi kuatkan lagi dengan nilai spititual yang ada serta rajin-rajinlah berdoa kepadaNya agar selalu ditunjukkan kepada jalan yang benar. Karena dengan kesombongan, syaitan akan dengan mudah masuk melalui ambisi untuk membuktikan kehebatan ilmu yang dimiliki seperti yang diceritakan elegi di atas.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Elegi ini dapat menjadi “warning” bagi setiap orang yang sedang menuntut ilmu. Karena kadang kala kesibukan mungin saja menjadi penyebab kita menunda atau bahkan meningglkan ibdah wajib kita. Na’udzubillah.
    Semoga kita terhindar dari golongan yang lalai. Aamiin

    ReplyDelete
  11. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Berdoa yang dimaksud dalam elegi di atas yang saya pahami adalah mengenai salat.
    Tidak diragukan lagi bahwa salat dapat mencegah hamba dari perbuatan keji dan mungkar, karena hal ini dinyatakanlah secara tegas dalam firman Allah Swt. Akan tetapi, sejauh mana salat mampu menjauhkan pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar adalah sebatas pemahaman seseorang terhadap hakikat salat itu sendiri. Semakin dalam pemahaman sesorang terhadap hakikat salat, maka ia akan semakin jauh dari perbuatan keji dan mungkar. Sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ja’far Shadiq:
    “Ketahuilah bahwa sesungguhnya salat itu merupakan penghalang dan pemisah dari sisi Allah di muka bumi. Oleh karena itu, siapa yang hendak mengetahui sejauh mana manfaat salatnya, hendaklah ia memperhatikan jika salatnya mampu menjadi penghalang dan pemisah dirinya dari berbagai perbuatan keji dan mungkar, maka ia telah mengetahui manfaat salat dan telah menggunakan manfaat salat itu dengan baik. Dan jika seseorang hendak mengetahui kedudukannya di sisi Allah Swt, hendaklah ia melihat bagaimanakah kedudukan Allah di sisinya. Dan jika seseorang melakukan suatu perbuatan, maka hendaklah ia memperhatikan secara teliti perbuatannya itu; jika itu adalah perbuatan baik dan terpuji, maka hendaklah ia melanjutkannya, namun jika itu adalah perbuatan buruk dan keji, maka hendaklah ia ia tidak mengulanginya, dan berusaha keras untuk menjauhinya. Jika demikian, maka sesungguhnya Allah Swt layak untuk menambah rezekinya dan memenuhi berbagai keperluannya. Dan barang siapa yang berbuat dosa dalam keadaan sembunyi-sembunyi, maka ia harus berbuat kebajikan dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Sedangkan seseorang yang berbuat dosa secara terang-terangan, maka ia harus berbuat kebajikan secara terang-terangan pula.

    ReplyDelete
  12. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai manusia walaupun kita hebat dan cerdas dalam satu bidang semisal matematika, kita hanya dapat menguasai bidang itu saja dan kita dapat menganalisa seluruh ilmu yang ada di dunia ini dengan pola pikir kita. Karena walaupun antara ilmu satu dengan ilmu lainnya itu mempunyai hubungan tetapi proses penyelesaian masalah dalam bidang ilmu satu dengan bidang ilmu lainnya itu terdapat perbedaan. ketika dengan sombongnya manusia ingin melakukan suatu hal yang bukan bidangnya di analisis sesuai dengan bidangnya maka kemungkinan terbesar ia telah digoda dan di hasut oleh syaitan tentang hal tersebut. bahkan sampai ke masalah agama sekalipun kita dapat terhasut. untuk itu perbanyaklah bertobat dan beristighfar untuk menghindari hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    ketika seorang merasa memiliki ilmu yang hebat maka ia akan merasa semakin percaya dan terlalu mengandalkan dirinya sendiri, Syaitan mempermainkan pikiran dan perasaan matematikawan agar ia sombong atas segala ilmu yang ia punya. Syaitan menjerumuskan matematikawan dengan mempertanyakan makna doa dan tidak berdoa. Dengan mengandalkan akalnya, sang matematikawan tidak dapat menemukan perbedaan antara orang yang berdoa dan orang yang tidak berdoa.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Setinggi-tinggi ilmu yang kita miliki janganlah berlaku sombong tetapi kuatkan lagi dengan nilai spititual yang ada serta berdoa kepadaNya agar selalu ditunjukkan kepada jalan yang benar. Karena Syaitan selalu saja menggoda manusia. Hal ini karena memang telah ditakdirkan Allah bahwasanya syaitan akan selalu berada di kehidupan manusia. Maka kita harus menyadari bahwa ilmu yang kita miliki adalah pemberian Allah, yang wajib kita syukuri dan jangan sampai hal tersebut melunturkan keikhlasan ibadah kita.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Ini menjadi peringatan bagi kita selaku para pendidik dalam mencari ilmu. Kita seakan disadarkan untuk tidak terlalu sibuk mengurus dunia ini, sehingga lupa akan keberadaan Tuhan. Semoga semua ini dapat kita hindari dengan selalu mendekatkan diri pada Sang Kuasa.

    ReplyDelete
  16. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Setiap saat syaitan akan terus menunggu melemahnya iman untuk menyesatkan dan meresahkan hati manusia. Sehingga akan mengganggu ibadah dan bisa saja membelokkan niat baik manusia. Jika percakapan antara matematikawan dan syaitan tentang banyak orang yang tidak berdoa saja hidupnya sukses, maka renungkan ayat ini, Allah berfirman, “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al-Israa': 18-19). maka pernyataan matematikawan yang seperti itu, kita harus ucapkan astaghfirullah aladzim.

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    berdoa berbeda dengan tidak berdoa, perbedaannya adalah pada hatinya, hati orang berdoa menujukkan ketawaduan, kerendahan hamba pada tuhannya, menunjukkan manusia tidak bisa berdiri sendir yang implikasiny pada habluminannas, hat tersa teang, hati tenab mengarah pada eikhlasan, hati yang ikhlas menjadikan sesorang berfikir ikhlas dan beribadah dengan khusyuk.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    elegi ini dimulai dari dialog antara matematikawan dengan bisikan pikirannya yang ternyata adalah iblis dikarenakan kesombongnny yang tidak ia sadari. kemudian matematikawan disadarkan oleh begawat dengan cara memberikan pertanyaan kontradiktif yang tidak mmapu dipikirkan oleh matematikawan jawabannya. artinya adalah jika pikiran kita dipenuhi kesombongan maka iblis lah yang akan mendominasiny, padahal kita bukan siapa siap untuk menjawab semua rahasia tuhan, walaupun kita matematikawan hebat sekalipun.

    ReplyDelete
  19. Ilmu bisa menjadi sumber keangkuhan. Ilmu yang tidak digunakan untuk kemanfaatan orang banyak, hanya sebagai alat ego semata sangat mungkin menjadi riya'. Bila sudah begitu tidak ada lagi makna ilmu bila hanya menjadi alat keangkuhan.
    Ternyata, godaan ilmuwan itu sangat halus dan tidak disadari, hal itu tergambar pada Elegi diatas, menyadarkan kita bahwa secerdas apapun seseorang bisa terjebak dalam keangkuhan.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  20. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Thenk you very much for this elegy. This is really wonderful. In my opinion, I think that eventhough we are become scientist, we shouldn't forget Allah. We should really remember Allah in every our activities. Devil will never give up to disturb human. Well, we must always and always remember Allah. We shouldn't think logicaly if that is related to Allah. You know that most of scientist are atheis because they think everything logicaly. Be careful! I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Bismillahirrohmanirrohim.. Sesungguhnya syaitan akan selalu menggoda manusia melalui berbagai celah, syaitan akan sangat mudah masuk dan mempengaruhi manusia apabila manusia tersebut dijangkiti oleh penyakit hati. Seperti kasus di atas, yakni sang matematikawan dijangkiti oleh penyakit hati bernama sombong. Dia merasa bahwa segala sesuatu dapat dipecahkan dengan matematika dan pikiran, sehingga hal-hal yang bersifat ghaib yang dirasionalkan semakin menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Sesungguhnya berdoa sangatlah penting, karena kita bertindak jika tidak atas ridho Allah maka usaha yang kita lakukan akan menemui kesulitan bahkan sangat mungkin gagal. Oleh karena itu mari mulai dari sekarang hendaknya kita selalu mencari ridho Allah melalui doa, selalu mengikutsertakan Allah dalam setiap tindakan kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sekali lagi saya diingatkan kembali perihal kesombongan. Sejak di bangku sekolah dasar, guru saya terus mencekoki pesan ini kepada kami “Jadilah seperti Padi, semakin berisi semakin merunduk.” Sesungguhnya perbuatan sombong merupakan suatu dosa yang sangat besar, karena kesombongan yang hanya patut dimiliki oleh Allah SWT. Kesombonganlah yang menyebabkan syaiton dan iblis terlempar dari surga Allah SWT, dikarenakan kesombongannya yang tidak mau bersujud di depan nabi Adam A.S. Oleh karena itu segala sesuatu yang telah diperoleh janganlah selalu mengatakan bahwa itu karena AKU hebat, AKU pintar, AKU superior, dsb. Kita juga harus ingat bahwa daun yang jatuh dari tangkainya pun itu atas kehendak Allah SWT. Sehingga segala kesuksesan yang telah diraih juga merupakan atas campur tangan Allah SWT di dalamnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Setan sangat mudah masuk ke dalam diri manusia. Banyak sekali jalan yang bisadia tembus untuk mengecoh umat manusia. Bahkan dalam cara yang snagat halus sekalipun. Oleh karena itu kita harus senantiasa berdoa, berdzikir dan beristighfar pada Allah SWT atas segala dosa yang kita perbuat selama ini. Kesombongan adalah salah satu jalan dari setan untuk masuk ke dalam diri manusia. Dengan hal itu kita haruslah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita dan berdoa supaya kita terhindar dari kesombongan itu.

    ReplyDelete
  24. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Berhati-hatilah dalam pengembaraan pikiran. Pengembaraan pikiran memiliki batas-batas yang tidak boleh dilanggar. Apabila melanggarnya maka akan terjadi kehancuran pada diri kita. Dalam menjalani hidup maka hati merupakan pembimbing pikiran. Sehingga apabila terjadi kontradiksi antara hati dan pikiran, maka yang harus diperbaiki adalah pikirannya bukan hatinya.

    ReplyDelete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Syaitan tidak akan menyerah untuk selalu menggoda kita. janganlah kita merasa menjadi orang yang hebat merasa memiliki segalanya, karena melalui kesombongan dalam diri kita itulah syaitan dapat menggoda kita. dalam menggoda manusia syaitan dapat sangatlah halus membisikkan rayuan-rayuannya. Mengenai doa, sudah pasti berdoa itu lebih baik daripada tidak berdoa. berdoa dapat membuat kita tenang, mempunyai harapan, dan sebagai wujud ibadah kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Memang tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk membasmi syaithan karena sudah takdir bahwa syaithan terus menggoda manusia hingga akhir zaman. Contohnya seorang matematikawan diserang dengan logika-logikanya. Yang harus kita lakukan adalah jangan terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan.
    Beruntunglah jika kita memiliki hati nurani dan orang-orang yang senantiasa mengingatkan kita di saat kita menempuh jalan yang salah. Perbanyaklah istighfar dan beribadah.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Syaitan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia. Syaitan akan terus berusaha menjerumuskan manusia ke dalam jebakannya. Salah satu hal yang dapat membuat kita terjebak ke dalam godaan syaitan adalah karena kesombongan kita. Kesombongan dapat meyelesaikan segala sesuatu, kesombongan atas apa yang telah dicapai, kesombongan atas ilmu yang dimiliki, dan kesombongan-kesombongan lainnya. Dengan kesombongan tersebut syaitan akan memperngaruhi pikiran kita dan membuat kita untuk memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu bahkan tidak dapat kita pikirkan. Maka utuk menghindari godaan syaitan, tinggalkanlah kesombongan dan berdoalah serta memohon ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  28. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Manusia kini telah mampu merubah motis menjadi logos. dahulu manusia percaya bahwa segala yang terjadi di alam ini adalah kehendak sang dewa, namun pemikiran itu berubah dan fenomena alam hanya dianggapsebagai fenomena biasa. dahulu manusia takut pada kehendak alam, kini manusia mengeksplorasi alam. manusia dengan rasionalitasnya terkadang merasa kemampuaan mereka tanpa batas, seolah apa yang dikehendaki pikiran dapat tercapaidengan segala kemampuan. bahkan tidak jarang manusia mempertanyakan kebenaran sesuatu yang dianggap sakral.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju dengan pendapat saudara bahwa rasionalitas manusia digunakan dalam mengeksplor alam bahkan cenderung mengeksploitasi.

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  29. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    ketika manusia telah mangubah mitos menjadi logos, lalu segala sesuatu yang sakral diragukan dan yang bersifat profan dianggap mampu untuk ditaklukan. bahkan eksistensi Tuhan pun tak segan untuk dipertanyakan, lalu mereka manulis sebuah naskah yang berjudul "masa depan Tuhan", "kematian Tuhan", dll. ketika manusia telah mempertanyakan eksistensi Tuhan, ketika itu pula keimanan sedang dipertaruhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah mempertanyakan eksistensi tuhan = mempertaruhkan keimanan? Bagaimana jika yang dilakukan pengkajian untuk memperoleh keyakinan yang benar?

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  30. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Agama memang tidak menganjurkan kita untuk mengikuti perintahNya tanpa berpikir mengapa perintah itu harus dilaksanakan, atau taklid buta. dengan anugerah akal dan pikiranyang tidak dianugerahkan pada makhluk selain manusia, maka manusia mampu untuk berpikir dan mencari jawab atas pertanyaan-pertanyaan mereka. namun patut disadari bahwa di balik kemampuan berpikir itu, ada keterbataasan yang tidak dapat dielakkan. bahwa manusia hanyalah setitik air dilautan, dan ilmunya Allah itu tidak akan ada habisnya meski lautan itu dijadikan tinta untuk menulisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk itulah manusia tidak boleh berhenti dalam menggapai logosnya atau kalau tidak, dia akan terancam akan mitos.

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  31. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    ilustrasi sang matematikawan di atas merupakan salah satu contoh para ilmuan yang sombong dengan kemampuan berpikirnya. ini bukan hanya sekedar ilustrasi, tetapi di dunia kenyataan pun memang terjadi, bahkan tidak sedikit yang kemudian menyimpulkan bahwa Tuhan tidak ada. meskipun tak sedikit pula ilmuan yang awalnya tak percaya Tuhan, namun kemudian mendapat hidayah karena keilmuan yang mereka tekuni juga.
    jadi intinya adalah kita harusselalu sadar bahwa ilmu yang kita peroleh hanyalah setitik dari ilmu Tuhan yang dianugrahkannya kepada kita, bahwa ilmu terbesar itu adalah milik Tuhan, bahwa segala ketakterbatasan itu selalu bermuara pada Tuhan, lalu apalagi yang perlu disombongkan oleh manusia?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagaimana menjelaskan bahwa Tuhan itu ada? Terutama meyakinkan para penganut atheis?

      Yurizka Melia Sari
      16701261003
      PPs PEP A 2016

      Delete
  32. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Aoabila manusia telah melakukan kesombongan maka setan telah masuk kedalam hati dan pikirannya. Setan akan selalu berusaha untuk mempengaruhi pikiran manusia agar seakan-akan mampu memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada baik di dunia maupun di akhirat. Padahal dalam kenyataannya manusia itu terbatas dalam pikirannya. Oleh karena itu manusia harus selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari sifat yang disukai setan yaitu kesombongan.

    ReplyDelete
  33. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Jangan sombong dengan ilmu yang dimiliki, sehebat apapun pikiran kita tetap saja terbatas, berhati-hatilah ketika muncul kekhawatiran dan risau karena itu artinya syaitan sedang mencoba menggoda hati dan pikiran. Keimanan seseorang itu bisa naik atau turun kapan saja tergantung pada amal perbuatannya, sekalipu seorang kiyai jika keimanannya sedang turun tentu syaitan bisa merasuk ke dalam pikirannya. Memohon ampunlah kepada Allah atas segala kekhilafan yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Syaitan akan terus mengganggu dan menggoyahkan manusia dari segala penjur, dari depan, belakang, atas, bawah, dan samping kanan. Elegi di atas memberikan gambaran betapa dahsyatnya usaha setan dalam menggoda kita agar kita terpuruk ke dalam lubang kemungkaran. Setan berusaha keras agar manusia jauh dari Sang Pencipta. Maka sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu membentengi dirinya dengan doa dan ibadah agar terhindar dari bujukan setan. Semoga kita termasuk orang-orang yang terhindar dari bujuk rayu setan. Aamiin.. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  36. Syaitan akan menggoda manusia dengan berbagai cara. Jika syaitan gagal menggoda kita dengan cara-cara yang tidak baik maka syaitan akan menggoda kita dengan dengan hal-hal yang sepertinya baik padahal menggelincirkan kita, seperti sombong yang merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Misalnya jika syaitan menggoda kita dengan pandangan yang bertentangan dengan pemahaman kita maka kita akan langsung menolaknya, tapi saat syaitan menggoda kita dengan hal-hal yang seolah bersepakat dengan kita, maka kita mengikutinya kemudian barulah syaitan menjerumuskan kita. Seperti sedekah itu baik maka kita melakukannya, tapi kemudian syaitan menggoda kita untuk ria dalam bersedekah tersebut. Maka pikiran dan hati adalah kuncinya. Gunakanlah pikiran yang kritis untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup ini namun tidak lupa bahwa segala sesuatu mempunyai batas ruang dan waktu dan semuanya tidak lepas dari kuasa Allah SWT, serta gunakan hati kita untuk ikhlas tunduk dan berdoa memohon selalu perlindungan dari ALLah SWT. Maka semoga syaitan tidak berhasil menggoda kita.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  37. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Musuh besar Syaitan adalah orang mu'min yang taat, sepicik dan selicik apapun caranya akan syaitan lakukan untuk menggoda keimanan manusia, cerdas membolak-balikan fakta dan sangat senang dengan manusia yang sedang dilanda kekacauan, khawatir dan risau, ketika manusia sedang di ambang kebimbangan hati dan pikiran, maka bisikan syaitan sangatlah kuat agar kita lupa/lalai dengan kewajiban, jauh dari Allah, menghalalkan yang haram dll.

    ReplyDelete
  38. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    "Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan terhadap Matematikawan", Manusia dilarang untuk sombong terhadap segala sesuatu, termasuk keahlian dan kemampuan dalam berfikir. Misalnya, seorang matematikawan yang sombong dapat dipengaruhi oleh syaitan dengan menggunakan ilmu matematika yang dimiliki tersebut. Padahal, pengetahuan manusia terbatas sehingga pengetahuan matematikawan tersebut terbatas. Dan sebenarnya manusia yang berdoa dan tidak berdoaitu sangat berbeda. Maka, jangan sombong terhadap kemampuan kita karena pada dasarnya pengetahuan manusia terbatas. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Menggapai ilmu yang tinggi itu perlu, karena sebenar benarnya ilmu itu dapat digunakan memenuhi kebutuhan yang timbul atas pikiran manusia itu sendiri dalam menjalani hidup. Tetapi terlalu fokus dalam mencari ilmu yang tinggi bahkan mengabaikan kebutuhan hati manusia, menjadi tumbang segalanya ilmu dan manusia itu. Setan adalah sisi buruk yang ada pada diri manusia, yang membisikkan hati. Sebenar benarnya setan adalah manusia itu sendiri yang berkata buruk pada hatinya yang kemudian mengendalikan pikiran manusia itu. Tujuan manusia hidup adalah bukan sekedar membangun hidup tetapi membekali diri untuk kehidupan selanjutnya. maka mencari ilmu yang tinggi tanpa mengembangkan isi hati yang berupas spiritual, tidaklah berarti dan hampa yang meenemani.

    ReplyDelete
  40. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Elegi ritual ikhlas 41 ini menegaskan kita bahwa dalam berilmu harus dilandasi dengan nilai spiritual yang baik dan benar. Hal ini untuk membentengi diri kita dari mitos dan pengaruh buruk atas perbuatan syaithan untuk menggelincirkan manusia.

    ReplyDelete
  41. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Doa adalah sebaik-baik cara memohon perlindungan ALLAH “berdoalah maka Allah akan mengabulkannya”. Memohon untuk selalu diberi kekuatan menghalau keburukan, dan membimbing kita selalu dalam jalan kebaikan. Aamiin.

    ReplyDelete
  42. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi ini menceritakan bagaimana syaitan balas dendam kepada matematikawan akibat dari elegi sebelumnya. syaitan karena hidupnya hanya untuk menggoda tentu ia memiliki beragam cara untuk dapat menggoda matematikawan, salah satunya dengan memberikan godaan kesombongan kepada matematikawan ketika ia merasa telah mencapai logos. setiap individu tidak bisa menggapai logos, namun ketika ia merasa telah mencapai logos, maka sebenar-benarnya ia telah menjadi mitos oleh syaitan. sehingga istigfar adalah salah satu cara untuk menjauhkan kita dari sifat sombong.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id