Dec 10, 2012

Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013_ Oleh Marsigit

Yogyakarta, 9 Desember 2012

Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013

Kepada Yth:
Tim Pengembang Draft Kurikulum 2013, Kemdikbud,
Jakarta


Dengan hormat,

Bersama ini perkenankanlah saya , Marsigit atas nama pribadi ingin memberikan kontribusi untuk perbaikan Draft Kurikulum 2013.

Secara umum, saya sangat setuju diberlakukannya Kurikulum 2013, karena secara yuridis formal mempunyai rasionel yang kuat, dan secara pedagogis berusaha untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan atau implementasi Kurikulum 2006.

Pandangan Umum:


Secara umum saya member saran perbaikan sebagai berikut:

1.Janganlah disebut sebagai Kurikulum 2013, tetapi lebih baik disebut sebagai Revisi Kurikulum 2006, agar masyarakat tidak menganggap Kurikulum baru sebagai asing sama sekali dengan Kurikulum 2006

2.Janganlah menyebut kurikulum berpendekatan Sain, karena istilah ini sangat asing dan dapat mengejutkan masyarakat dan para guru. Sebagai gantinya saya mengusulkan agar digunakan istilah “Pendekatan Eksploratif”

3.Perlu pendefinisian secara jelas baik secara konseptual maupun filosofis pengertian Kurikulum pada masing-masing Jenjang Pendidikan. Saya mengusulkan agar ada 1 (satu) lagi jenis kurikulum sebagai ujung tombak operasional dilapangan yaitu yang saya sebut sebagai “Kurikulum Pada Tingkat Satuan Pembelajaran” atau disingkat “KTSPbl”. Alasannya agar persiapan, RPP, silabus, bahan ajar, metode, lebih operasional dan lebih kongkrit serta bersifat kontekstual.

4.Untuk mendukung adanya KTSPbl, guru perlu mengembangkan 10 (sepuluh) langkah: a. Mengembangkan RPP yang memfasilitasi siswa untuk membangun hidup (ilmu)-Lile Skill, b. Mengembangkan Apersepsi sebagai kegiatan siswa dan bukan kegiatan guru, c. Mengembangkan Kegiatan Diskusi Kelompok, karena hakekat Ilmu bagi siswa SD dan SMP adalah Kegiatan Diskusi, d. Mengembangkan Skema Pencapaian Ketrampilan Hidup (lebih tinggi dari Kompetensi), e. Mengembangkan LKS yang memfasilitasi siswa agar memperoleh Ketrampilan Hidup (LKS harus dibuat sendiri oleh guru dan bukan dari membeli; LKS bukan sekedar kumpulan soal), f. Mengembangkan kegiatan assessment (bukan sekedar penilaian), berupa Portfolio dan Authentics Assessment, g, . Mengembangkan Kegiatan Refleksi Siswa untuk menyampaikan dan menjelaskan kesimpulan diskusi kelompoknya, h. Mengembangkan dan mendorong agar Siswa sendiri yang memperoleh Kesimpulan, i. Mengembangkan Media atau Alat Peraga yang menunjang, j. Menembangkan Metode Pembelajaran yang Dinamis, Kreatif, Fleksibel, dan Kontekstual.

5.Agar perbaikan Kurikulum memperhatika system-sistem atau sub-sistem yang sudah dikembangkan misalnya adanya berbagai sekolah: SSN, RSBI, SBI, KNSI.

6.Agar dilakukan perubahan-perubahan Paradigma atau Teori-teori agar sesuai dengan tuntutan jaman.

7.Agar Kurikulum baru mampu menjawab 2 (dua) pertanyaan besar dan fundamental yaitu: a. Akuntabilitas Pendidikan, dan b. Sustainabilitas Pendidikan (termasuk CPD=Continuing Professional Development bagi para Guru)

Pandangan Khusus:

Uraian Masukan/Saran:


1.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang batasan Politik Pendidikan
Katerangan:

Belum secara eksplisit dijelaskan mengenai relevansi UUD 1945 dan Pancasila sebagai landasan filosofis kemana arah pendidikan. Tentunya kita semua sepakat bahwa Pendidikan kita haruslah secara filosofis berdasar kepada UUD 1945 dan Pancasila, dengan segala macam konsekuensinya.
Solusi:
Hendaknya Karakter yang dikembangkan diturunkan dari sila-sila Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung pada UUD 45

2.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Keilmuan
Keterangan:

Pandangan atau batasan keilmuan belum dijelaskan secara eksplisit, sehingga dari sisi Hakekat Keilmuan Kurikulum kita selama ini (termasuk Draft Kurikulum 2013) tidak mempunyai arah yang jelas pada setiap Jenjang Pendidikan. Pandangan Keilmuan yang selama ini ada dan dijalankan hanya cocok untuk Jenjang Pendidikan Tinkat Tinggi. Hal ini berakibat belum adanya definisi Mata Pelajaran yang cocok untuk Jenjang Pendidikan yang lebih rendah seperti SMA, SMP dan SD. Selama ini selalu diasumsikan bahwa Mata Pelajaran misal Biologi, Matematika, IPA, Geografi, dst., adalah sebuah Body of Knowledge, atau Science of Truth, atau Structure of Truth. Definisi tersebut hanya bermakna untuk Jenjang Pendidikan Tinggi, sedangkan untuk Pendidikan Jenjang Menengah dan Pendidikan Dasar, tidak bermakna.
Solusi:
Diperlukan redefinisi tentang hakekat keilmuan (Mapel), yaitu bahwa untuk Jenjang Pendidikan Menengah dan Rendah, Keilmuan merupakan proses berpikir atau kegiatan social. Diperlukan redefinisi matematika untuk sekolah yaitu Matematika Sekolah yang didefinisikan sebagai Proses Berpikir atau Kegiatan Sosial. Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan School Mathematics sebagai: Kegiatan mencari pola, Kegiatan menyelesaikan masalah, Kegiatan eksplorasi, dan Kegiatan berkomunikasi. Demikian juga untuk maple-mapel yang lain.

3.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Nilai Karakter yang dikehendaki
Keterangan:

Arah nilai karakter yang sesuai dengan stuktur budaya Bangsa, belum secara eksplisit disebutkan. Kita akan mengembangkan Karakter sebagai Bangsa yang berkarakter apa? Apakah menuju Negara Industrial Trainer? Apakah menuju Negara Technological Pragmatis? Apakah menuju Masyarakat Old Humanist? Apakah menuju Masyarakat Progressive Educator? Apakah menuju Masyarakat Public Educator? Kita belum mempunyai orientasi yang jelas. Jika posisi kita memang dalam ketidak jelasan, maka kita termasuk Bangsa yang masih mencari jati dirinya. Namun walau demikian kita harusnya mempunyai Ideal. Idealnya tentu menuju Masyarakat Demokrasi Pancasila. Tetapi yang terjadi dalam masyarakat telah berkembang Nilai-nilai Pragmatism, Kapitalism, Utilitarianis, Hedonism dan Konsumerism.
Solusi:
Nilai Karakter harusnya diturunkan dari butir-butir Sila Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

4.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Filsafat Orientasi Pendidikan
Keterangan:

Secara Yuridis Formal, tujuan Pendidikan sudah sangat jelas. Kurikulum-kurikulum sebelumnya, tujuan filosofis pendidikan diarahkan secara parsial yaitu cenderung Back to Basic (SD), Sertification dan Transfer of Knowledge. Sudah ada kesadaran pada Kurikulum 2013 untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi, namun hal tersebut belumlah cukup. Karena secara filosofis sebenar-benar tujuan pendidikan adalah Mengembangkan Ketrampilan Hidup (Life Skill).
Solusi:
Agar dilakukan redefinisi tentang Orientasi Kurikulum yaitu bukan Pengembangan Kompetensi melainkan Pengembangan Ketrampilan Hidup

5.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Teori Belajar
Keterangan:

Secara ontologism Teori Pembelajaran masih belum mengenai hakikinya; masih bersifat parsial dan sempit, yaitu Ingatan, Pemahaman dan Aplikasi (Teori Bloom). Teori Bloom ini mempunyai kekurangan tidak mampu menjawab tantangan yang ada sesuai dengan perkembangan jaman. Teori pembelajaran seharusnya juga selaras dengan Teori Mengajar yang mengedepankan Kegiatan Eksplorasi, Kemandirian, Kemampuan bekerja sama, dan Belajar Kontekstual.
Solusi:
Redefinisi Hakekat Belajar dan Hakekat Mengajar, yaitu bahwa Belajar adalah kegiatan eksplorasi dan Mengajar juga adalah Kegiatan Penelitian. Hal ini belum cukup, perlu ditambah bahwa Belajar adalah Membangun Hidup (Life Skill)

6.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Metode Mengajar
Keterangan:

Belum secara jelas disebutkan mengenai Metode Mengajar yang disarankan. Selama ini Guru lebih dominan mengajar secara Tradisional yaitu Transfer of Knowledge. Kurikulum 2013 sudah mulai memunculkan Eksplorasi tetapi belum secara implicit menuju Ketrampilan Hidup.
Solusi:
Redefinisi Metode Mengajar menuju Mngembangkan Ketrampilan Hidup (Life Skill), sehingga Metode Mengajar yang tepat adalah bersifat kontekstual, fleksibel, dinamis dan kreatif, misal : Metode Investigasi/Eksplorasi (yang disebut sebagai Metode Sain) dan Metode Diskusi.

7.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Sumber Belajar
Keterangan:

Selama ini praktek pembelajaran didominasi dengan Textbook oriented. Walaupun sudah disarankan agar terdapat variasi sumber belajar, tetapi belum secara eksplisit disebutkan pentinnya Pengembangan RPP dan LKS yang sesuai dengan paradigm Explorasi dan Membangun Hidup (Life Skill).
Solusi:
Perlunya kewajiban bagi guru untuk membuat LKS nya sendiri. Karena LKS selama ini hanya membeli dari Penerbit atau bantuan dari Pemerintah, dan itu belum termasuk criteria LKS yang benar, karena hanya merupakan Kumpulan Soal. RPP danLKS yang benar adalah RPP dan LKS yang membantu siswa mengembangkan Ketrampilan Hidup.

8.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Penilaian
Keterangan:

Walaupun sudah disebut pentingnya Portfolio dalam Penilaian, tetapi belum ada Komitmen untuk menghapus UAN. UAN adalah sumber permasalahan Pendidikan secara pedagogis. Sebaik apapun penataran dan teori yang diperoleh dari Kampus (LPTK) tetapi jika sudah terjun di sekolah, para guru hanya focus pada Metode Pembelajaran yang Berorientasi pada UAN. Bahkan Kepala Sekolah dengan tegas menyarankan guru agar tidak menggunakan metode yang macam-macam, dan hanya focus pada pencapain UAN.
Solusi:
Pemerintah harus berani melangkah untuk menghapuskan UAN.

9.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Siswa
Keterangan:

Hakekat Siswa belum didefinisikan secara eksplisit. Selama ini semua pendidik, dan pengambil keputusan dalam bidang pendidikan selalu menganggap Siswa sebagai Empty Vessel yaitu sebagai Tong Kosong yang harus di isi oleh guru. Kurikulum 2013 sudah mulai menyadari, tetapi belum secara eksplisit member solusinya.
Solusi:
Perlu redifinisi hakekat siswa yaitu bahwa Siswa adalah makhluk yang bersifat Hidup, oleh karena itu maka hakekat siswa adalah diri subyek belajar yang berusaha membangun hidupnya (Life Skill)

10.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Kompetensi
Keterangan:

Belum didefinisikan hakekat Kompetensi secara filsafati. Selama ini dan juga dalam Kurikulum 2013, tidak ada penjelasan bagaimana siswa atau guru membantu siswa mencapai kompetensinya atau memperoleh ketrampilan membangun hidupnya.
Solusi:
Perlu dipromosikan bahwa Kompetensi Siswa berkaitan dengan Kebutuhannya dan berkaitan dengan Aspek Budayanya. Maka untuk memperoleh kompetensi ketramilan hidup, siswa perlu melalui tahap-tahap hirarkhis sebagai berikut: WILL, ATTITUDE, KNOWLEDGE, SKILL, and EXPERIENCE, Untuk mencapai Kompetensi tersebut guru perlu membuat Skenario Pembelajaran yaitu Skenario Pencapaian Kompetensi.

11.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Sosial Budaya
Keterangan:

Falsafat atau Teori tentang Sosial Budaya tidak secara jelas dicantumkan. Negara kita dihadapkan pada persoalan tarik menarik antara Pusat vs Daerah, Sentralisasi vs Desenralisasi, dan Monokultur vs Multikultur. Kebijakan Pendidikan belum secara jelas dan terbuka bagaimana mengatur keseimbangan tersebut.
Solusi:
Dikembangkan komunikasi agar diperoleh kejelasan tentang perihal tersebut di atas. Sudah saatnya dipromosikan Pendidikan Kontekstual yaitu sesuai dengan Daerah masing-masing; sehingga Pendidikan akan mengembangkan Multi Solusi dan Multi Budaya.

12.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Aspek Konseptual:
Keterangan:

Aspek Konseptual belum secara eksplisit memberi gambaran tentang persoalan mendasar pendidikan. Persoalan mendasar pendidikan terletak kepada pertanyaan: Apakah Pendidikan sebagai Investasi atau Kebutuhan? Apakah Pendidikan mempromosikan Kompetisi atau Kolaborasi? Apakah Pendidikan sebagai Kewajiban atau Kesadaran? Apakah Pendidikan berfungsi sebagai Pelestari atau Penggali? Apakah Pendidikan berfungsi Proteksi atau sebagai Pembebas? Apakah Pendidikan berjangka Pendek atau berjangka Panjang? Apakah fungsi Guru sebagai Pelaksana atau Pengembang Kurikulum? Apakah Kurikulum sebagai Instrument atau sebagai Fasilitator?
Solusi:
Agar pengembangan Kurikulum 2013 mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.

Demikian saran-saran saya buat dengan tidak memunyai maksud apapun kecuali ikut secara pribadi berkontribusi demi perbaikkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada khilafnya

Hormat kami,


Marsigit
Alamat Rumah:
Plosokuning II, RT 10, RW 04, Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
Telpon Rumah: (0274) 886381
HP : 0815 7870 8917
Website: http://powermathematics.blogspot.com

33 comments:

  1. Rahmi Hidayati (14709251051/Pmat C)
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tidak dapat dipungkiri bahwa kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia sering mengalami perubahan dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama. Perubahan tersebut bertujuan untuk memajukan pendidkan itu sendiri. Kurikulum 2013 membawa peubahan dalam proses belajar-mengajardengan bertujuan siswa diharapkan bisa lebih kreativ serta dapat berpikir kritis. Memang tidak mudah untuk menaplikasikannay karena masih banyak halangan yang dihadpi dilapangan
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  2. Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamu'alaikum Wr. Wb (Welli Meinarni / P Mat B / 14709251037)

    Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dunia pendidikan selalu memiliki kurikulum yang berbeda dari waktu ke waktu, setiap perubahan yang terjadi selalu memberikan dampak, baik itu positif ataupun negatif terhadap para guru ataupun siswanya. Baru mendengar namanya saja terkadang kita sudah kebingungan, apalagi untuk bisa memahaminya. Kurikulum mungkin boleh berganti tetapi ada baiknya pergantiannya jangan terlalu signifikan karena memang kita semua yang ada di dunia pendidikan itu mungkin akan sedikit terkejut atau bahkan bingung. Perubahan isi pada kurikulum tersebut terkadang juga memberikan beban berat untuk siswa, mereka kadang merasa kurikulum baru yang mereka jalani ini terlalu berat, tugas banyak dan terkadang tingkat soal tersebut lumayan berat sehingga siswa merasa terbebani dengan hal tersebut.

    Apabila ada kata-kata saya yang salah ataupun menyinggung perasaan pembaca, saya minta maaf

    Wassalammu'alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  3. Assalamu’alaikum wr.wb
    Pendidikan merupakan hal wajib yang diterima oleh generasi bangsa agar saat mereka dewasa mampu untuk bertahan hidup dan mengembangkan kelesatarian budaya mereka. Kurikulum sebagai muatan pendidikan merupakan hal penting dan dirancang sesuai dengan perkembangan anak. K-13 sebagai kurikulum sekarang ini merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya dan seharusnya mampu menjawab tantangan masa depan generasi bangsa. Bukan sesuatu yang membingungkan pengajar dan peserta didik. Kurikulum seharusnya dirancang dengan betul karena implikasinya sangat berpengaruh buat bangsa ini berikutnya.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  4. setelah membaca uraian dari bapak Prof. Marsigit tentang Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013,.
    Saya sepakat dengan apa yang dituliskan bapak di atas,.
    salah satunya tentang kurikulum 2013 yang memang mungkin terdengar asing di telinga. Terkadang karena terasa asing kita menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang benar-benar baru yang belum kita temui sama sekali,.
    Sehingga mengakibatkan ada kekurangan dalam proses pelaksanaan kurikulum 2013 ini.
    Penjelasan yang lebih rinci menurut saya akan membantu keterlaksanaan kurikulum 3013 ini menjadi lebih baik.
    Disamping itu guru atau tenagga pengajar juga perlu memperhatikan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Sehingga apa yang ingin dicapai kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan baik,.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum wr wb.
    Lisda fitriana masitoh (14709251008 P.Mat A 2014)

    Diberlakukan kurikulum baru 2013 banyak menarik perhatian berbagai kalangan, terutama bagi pemerhati pendidikan. Ada yang setuju ada pula yang kurang setuju, bahkan tidak setuju dengan berbagai alasan. Menurut saya kurikulum 2013 sebenarnya merupakan revisi dari kurikulum sebelumnya. Sama-sama pembelajaran yang menekankan pada pemeblajaran kontekstual. Guru memfasilitasi siswa dalam belajar, dan pembelajaran untuk menigkatkan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa. Sementara pada kurikulum sebelumnya disebut sebgai kognitif, afektif dan psikomotorik.

    ReplyDelete
  6. Markus Palobo PMAT B

    Ketika pertama kali mendengar istilah kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik pemikiran pertama saya adalah apakah sekarang jurusan sosial sudah tidak ada lagi. hal ini karena kata saintifik lebih mengarahkan kita pada pemahaman tentang ilmu eksak atau non sosial.
    Kurikulum 2013 memang secara teori kelihatan sangat bagus namun untuk mengimplementasikannya masihlah sangat sukar menurut saya. perlu adaptasi seluruh komponen pelaku pendidikan untuk menerapkan kurikulum ini supaya mencapai tujuan yang diinginkan.
    selain itu menurut saya pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan juga perlu mengapresiasi saran dan kritik dari masyarakat ataupun tokoh-tokoh pendidikan mengenai kelemahan dari kurikulum ini sehingga dapat diperoleh kurikulum yang terbaik.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  7. Saya sangat setuju dengan semua saran itu, khusus untuk saran yang pertama menurut saya hal itu memang harus ditanamkan kepada masyarakat bahwa kutikulum 2013 lebih tepat dikatakan sebagai revisi dan bukan pengganti dari kurikulum 2006 (KTSP) karena pada dasarnya banyak sekali kesamaan pada kedua kurikulum itu, bahkan dapat saya katakan bahwa kedua kurikulum itu memiliki kerangka dasar yang relatif sama.

    ReplyDelete
  8. Nuraida Lutfi Hastuti
    NIM 11301241031
    Pendidikan Matematika 2011

    Pendidikan itu tidak bersifat statis. Namun, pendidikan itu dinamis, terus berkembang. Pendidikan itu mengajarkan kepada kita untuk siap dengan segala macam perubahan, siap keluar dari zona nyaman. Perubahan itu mengajarkan kita untuk bijak menyikapinya. Salah satu contohnya adalah pendapat-pendapat yang diungkapkan oleh Bapak Marsigit. Beliau tidak sekedar memberikan kritik tetapi juga menjelaskan solusi yang bias atau mungkin dilakukan. Kita sebagai aktivis (orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan), janganlah membuat batasan pada diri sendiri, jangan mudah terprovokasi. Namun, kita harus lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh dunia pendidikan Indonesia. Perubahan itu wajar jika untuk memperbaiki yang salah, menguatkan bagian yang lemah, dan mengembangkan potensi anak didik kita. Semoga kita lebih bijak dalam menyikapinya.

    ReplyDelete
  9. Menurut saya semakin banyak beban pelajaran untuk siswa tidak pasti makin meningkat prestasinya, benar bahwa pendidikan kita harus berubah dari terpusat pada guru menjadi terpusat pada siswa, namun dilapangan belum signifikan perbedaannya, KTSP pun juga belum diterapkan secara benar, jadi penggunaan nama kurikulum 2013 menjadi terdengar baru, Sebaiknya penamaan juga diperhatikan karena berhubungan dengan psikologis dari guru dan siswa
    Perbaikan kurikulum yang penting, bukan sekedar pergantian yang minim makna.

    ReplyDelete
  10. Arifta Nurjanah
    11301241023
    Pendidikan Matematika

    Setiap Negara tentunya mengharapkan peningkatan mutu pendidikan, tidak terkeculai Negara kita. Salah satunya langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan ialah dengan membenahi kurikulum agar sesuai dengan perubahan zaman. Kurikulum 2013 hadir dengan harapan dapat menjawab tantangan perubahan zaman tersebut. Saya sependapat dengan Bapak Prof. Marsigit bahwa secara umum, kurikulum 2013 layak untuk diterapkan, tetapi terdapat beberapa hal spesifik yang masih perlu dievaluasi dan ditentukan kejelasannya.

    ReplyDelete
  11. Salah satu hal penting yang harus kita perhatikan dalam meningkatkan pendidikan apa filsafat kita, apa ideologi yang kita anut dan apa budaya yang kita miliki. Ideologi kita adalah ideologi Pancasila, oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan hendaknya dikembangkan diturunkan dari sila-sila Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung pada UUD 45. Semoga pendidikan kita dapat sampai pada pendidikan yang ideal seperti yang kita cita-citakan bersama. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Dwi Fitriyati
    14305141050
    Matematika E 2014

    Education it is not static. However, education is a dynamic, constantly evolving. Education that teaches us to be ready with all sorts of change, ready to get out of my comfort zone. It teaches us to change wise in dealing with it. One example is the opinions expressed by Mr. Marsigit. He did not merely give criticism but also describes the solutions that are biased or might do. We as activists (people dabbling in the world of education), do not create limits on yourself, don't be easily provoked. However, we need to better understand what is required by Indonesia's education world. The changes were reasonable if to fix the wrong, strengthen the weak, and to develop the potential of our students.

    ReplyDelete
  13. Arifuddin Qadarullah
    Dikdas S2 14712251032

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum penyempurnaan dari kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 sebenarnya masih banyak kekurangan, walau sudah diujicobakan. Seperti halnya saat ini, banyak sisea dan guru yang masih kebingungan dalam penerapan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  14. Pendidikan di Indonesia telah melakukan pergantian atau perubahan kurikulum kalau tidak salah mulai dari tahun 1947 dibuatnya kurikulum dan yang terbaru sekarang adalah Kurikulum 2103. Pergantian kurikulum juga tidak menutup kemungkinan akan berganti beberapa tahun kedepan, mungkin Kurikulum 2020 atau Kurikulum Modern kita tidak tahu. Kurikulum 2013 memang merupakan gebrakan yang mengagetkan pihak-pihak yang terkait di dunia pendidikan karena bisa dikatakan sudah merasa terbiasa dan nyaman dengan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. Kurikulum 2013 kalau boleh saya katakan, ini merupakan kurikulum orang barat yang mendewa-dewakan penemuan atau research. Indonesia telah bangga memiliki bahasa yaitu bahasa indonesia, namun pada peraturan formal pemerintah dikatakan bahwa pendekatan yang digunakan Kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik. Buakankah ini pendekatan yang sulit dijangkau untuk anak jenjang dasar, tapi pada dasarnya sebagai insan yang terlibat dalam pendidikan, tentulah kita mendukung kebijakan dan harapan dan usaha pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia denga Kurikulum 2013 ini.
    Terimakasih...
    Aminullah. PMat B.

    ReplyDelete
  15. Fajar Elmy Nuriyah
    Pendidikan Matematika 2011 (11301241022)

    Berikut ini adalah salah satu artikel mengenai kurikulum 2013 yang masih banyak kontroversi sampai saat ini. Sumbernya adalah http://filsafat.kompasiana.com/2013/06/23/kurikulum-2013-menghina-filsafat-pendidikan-567702.html yang isinya sebagai berikut:


    Kurikulum 2013, Menghina Filsafat Pendidikan?

    Sesaat mengetahui bahwa Kurilulum 2013 telah dibangun di atas landasan filosofis dan teoretik tertentu, saya membayangkan dapat menemukan sejumlah konsepsi, proposisi, elaborasi, preskripsi tentang pendidikan yang baik, dan tentu saja implikasinya terhadap sosok kurikulum tertentu.

    Kesimpulan apriori saya, ternyata sama sekali tidak terbukti, karena pembacaan secara sungguh-sungguh terhadap rumusan landasan filosofis dan landasan teoretik Kurikulum 2013 (Lampiran Permendikbud 67 Tahun 2013; Permendikbud 68 Tahun 2013; dan Permendikbud 67 Tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA), justru mengesankan telah ditulis sebagai semacam pelengkap atau bahkan sekedar riasan semata. Sama sekali tidak tampak perenungan mendasar, bernalar, dan jernih sebagaimana layaknya sebuah landasan filosofis dan teoretik. Beberapa mahasiswa peserta matakuliah filsafat pendidikan malah menilai kalau bagian landasan filosofis sebagaimana tercantum dalam peraturan menteri tersebut telah merendahkan martabat dan menghina filsafat pendidikan.

    Agar penilaian saya ini tidak dianggap tanpa dasar, berikut saya kutipkan saja landasan filosofis dan landasan teoritis (sesuai asal katanya theoretical foundation, saya menggunakan kata teoretik) peraturan menteri yang berlaku secara nasional. Sebagai tambahan, tidak ada perbedaan sama sekali antara landasan filosofis dan landasan teoretik kurikulum SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, alias merupakan hasil salin dan tempel (copy and paste).

    ReplyDelete
  16. Lanjutan...

    KERANGKA DASAR KURIKULUM

    A. Landasan Filosofis

    Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.

    Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  17. Lanjutan....

    Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut.

    1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.

    ReplyDelete
  18. Lanjutan....

    2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.

    ReplyDelete
  19. Lanjutan....

    3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.

    4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.

    Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia.

    ReplyDelete
  20. Lanjutan....

    B. Landasan Teoritis

    Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

    Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

    ReplyDelete
  21. Saya setuju dengan pernyataan Bapak Prof. Dr. Marsigit, M.A. yaitu Janganlah disebut sebagai Kurikulum 2013, tetapi lebih baik disebut sebagai Revisi Kurikulum 2006, agar masyarakat tidak menganggap Kurikulum baru sebagai asing sama sekali dengan Kurikulum 2006. Hal ini dikarenakan baik guru, murid, maupun tenaga kependidikan yang lain jika mendengar kata kurikulum baru maka yang ada dalam pikiran mereka adalah semua dirombak dan banyak hal yang baru yang harus diadaptasi lagi.

    ReplyDelete
  22. Yeni Wulandari
    11301241011
    Pendidikan Matematika 2011

    Kurikulum 2013 sebaiknya apabila dilaksanakan harus dengan persiapan yang matang. Sebaiknya kurikulum di uji coba di beberapa sekolah terlebih dahulu lalu dievaluasi apakah cocok untuk pendidikan saat ini. Apabila sudah dievaluasi dan dibenahi sesuai kebutuhan dan cocok, baru digunakan untuk sekolah secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  23. Pelaksanaan kurikulum 2013 sebaiknya perlu dituinjau ulang, apakah pelaksaan kurikulum ini telah sesuai dengan apa yang dibutuhkan bangsa?cocokkah dengan keadaan pendidikan saat ini? "kurikulum yang baik bukan kurikulum yang sentiasa berganti disaat menteri berganti, tetapi gunakan kurikulum sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan bangsa" :)

    ReplyDelete
  24. Risa Handini
    14712251035/Dikdas B

    Pendidikan merupakan hal esensial dalam kehidupan. Melalui pendidikan seseorang mampu mengembangkan kemampuan serta bakat yang dimiliki untuk hidup bermasyarakat. Kurikulum didesain untuk mewujudkan pendidikan yang mampu memanusiakan manusia, sehingga dalam implementasinya agar kurikulum 2013 ini berjalan dengan baik diperlukan dukungan serta kesiapan dari berbagai pihak, antara lain kesiapan dari penyelenggara pendidikan serta dari dukungan dari orang tua, serta stakeholder. Hal yang harus ditekankan adalah peran dari penyelenggara pendidikan agar pendidikan ini memiliki relevansi dengan lingkungan sosial-budaya serta pemerataan sarana-prasarana dan tenaga pendidik agar implementasi kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  25. Tety Dwi Setyaningsih
    14709251088
    P.Mat B

    Saya sangat setuju dengan saran yang Bapak tuliskan dalam blog ini untuk perbaikan kurikulum 2013. Jangan sampai segala sesuatu yang diperkenalkan di kurikulum 2013 akan bernasib sama dengan kurikulum terdahulu karena tidak dikawal dengan paradigma pembelajaran yang tepat dan tidak ditangani oleh guru-guru yang profesional dan berpikiran inovatif. Dengan lahirnya kurikulum ini, semoga saja membawa pendidikan negri kita ke arah yang jauh lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  26. NUGRAHENI DWI BUDIARTI / DIKDAS B / 14712251048
    Saya setuju dengan pendapat bapak agar pendidikan tentang kecakapan hidup atau life skill lebih dikembangkan lagi. Karena menurut saya siswa-siswa di sini secara keilmuwan masih bersifat teoritis dan tidak praktikable. Makanya ketika lulus mereka tidak siap menghadapi dunia kerja. Lulus kuliah lebih banyak orang menggantungkan nasib pada tes CPNS daripada menciptakan lapangan kerja sendiri. Akibatnya pengangguran banyak terjadi. Dalam acara kick Andy di Metro TV saya setuju dengan pendapat seorang nara sumber bahwa " Sebenarnya bukan pendidikan yang bisa membantu sesorang merubah nasibnya dan membantu menjalani hidup di masa depan tetapi lebih pada ketrampilan hidup yang dimilikinya"

    ReplyDelete
  27. Ida Trisnadati P Mat D/ 14709251033
    perlu adanya perubahan cara pandang guru kepada siswanya untuk membuat proses belajar mengajar benar benar mencerminkan makna yang sesungguhnya dari proses belajar itu sendiri. Siswa bukanlah tong kosong yang harus diisi oleh guru. Maka seyogyanya guru dapat melakukan perubahan sedemikian sehingga menjadikan siswa menjadi subjek belajar. Siswa adalah mahluk hidup yang dapat mengembangkan potensinya, amak sebaik baiknya guru adalah yang memberikan ruang dan waktu bagi siswa untuk dapat mengembangkan karakternya dan mengkontruksi sendiri ilmunya.

    ReplyDelete
  28. Ida Trisnadati P Mat D/ 14709251033
    Penilaian yang seyogyanya dilakukan sebagai bentuk hasil belajar siswa seyogyanya tidak hanya berfokus pada UN. Karena ketika hanya berfokus pada UN maka perhatian guru disekolah akan sama yaitu bagaimana menjadikan siswa nilainya bagus. Jadi seoalah-olah proses belajar bukanlah hal yang penting lagi. Maka seyogyanya kebijakan pendidikan kita dapat lebih memperhatikan tentang proses belajar siswa agar fokus kita tidak hanya tertuju pada nilai melainkan juga dapat berfokus pada bagaimana mengembangkan ketrampilan hidup siswa.

    ReplyDelete
  29. Ida Trisnadati P Mat D/ 14709251033
    Guru yang bijak seyognya dapat memfasilitasi siswa menemukan ilmu yang bermakna baginya. Salah satu alat yang dapat dipergunakan untuk menjembatani hal tersebut adalah dipergunakannya LKS. LKS yang baik adalah LKS yang dibuat dan dikembangkan oleh guru itu sendiri, bukan LKS yang membeli dari pihak lain yang hanya berisi latian soal. Maka guru seyogyanya dapat belajar untuk membuat dan mengembangkan LKS nya sendiri untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa.

    ReplyDelete
  30. Ida Trisnadati P Mat D/ 14709251033
    Tujuan pendidikan yang sebenar benarnya secara filsafat adalah untuk mengembangkan ketrampilan hidup. Maka seyognyanya hal tersebut dapat kita fahami bersama bahwa pendidikan seyogyanya dapat menjadi wadah untuk mempersiapkan peserta didik untuk dapat berinteraksi dalam kehidupan yang nyata. Menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari hari sedemikian sehingga tampak jelas kebermanfaatan dari ilmu yang diperolehnya di seolah mendukung dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  31. Ida Trisnadati P Mat D/ 14709251033
    Sebagai seorang guru maka seyogyanya kita tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar menemukan ilmu yang bermakna. Pendidikan karakter juga memiliki peran yang penting bagi perkembangan siswa. Maka seyognyanya guru dapat mengembangkan pendidikan karakter bagi siswa sedemikian sehingga dapat membentuk matematikawan yang berkarakter sehingga dapat turut membangun kehidupan bangsa.

    ReplyDelete
  32. Putri rahayu. S
    11301241001
    Pendidikan Matematika 2011
    Berdasarkan artikel di atas pikiran saya menjadi terbuka bahwa pergantian kurikulum KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013 perlu dilakukan. Saya yang semula kontra dengan adanya pergantian kurikulum KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013, sekarang menjadi setuju setelah membaca klarifikasi dan pemaparan tentang pentingnya kurikulum 2013 oleh bapak marsigit. Dulu saya menganggap bahwa kurikulum 2013 akan membawa bencana bagi siswa dan guru. Akan tetapi setelah membaca uraian dan saran artikel diatas saya menjadi tahu bahwa hendaknya kurikulum 2013 harus berlandaskan dari UUD 1945 dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dijabarkan guna menciptakan pendidikan karekter bagi siswa maupun guru. Pancasila merupakan klausial material yaitu nilai-nilai pancasila sudah ada sejak nenek moyang kita (sebelum bangsa Indonesia merdeka). Jadi, dengan adanya nilai-nilai pancasila yang sejatinya sudah berada dalam kehidupn sehari-hari kita kurikulum 2013 akan mudah terealisasi dan diterima oleh masyarakat.

    ReplyDelete
  33. Dalam kurun waktu yang belum lama, implementasi kurikulum 2013 sudah menuai banyak kritik. Kegaduhan kritik atas implementasi kurikulum 2013 saya pikir terjadi karena kurangnya sosialisasi bagaimana kurikulum 2013. Jika semangat awalnya memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia tentu semua pihak sepakat, bahwa ada something wrong with our system education, tapi kemudian yang muncul adalah tawaran kurikulum yang dalam implementasinya tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Dalam hal ini saya sepakat dengan yang Bapak sampaikan, tidak nampak perubahan mencolok antara kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya (K-2006). Kurikulum yang baik tentu harus adaptif terhadap perubahan jaman, namun yang harus dipikirkan adalah bagaimana kurikulum yang dirancang dan diberlakukan mampu mengantarkan anak-anak kita sebagai generasi masa depan bangsa ini menghadapi situasi jamannya. Beberapa kali perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia, seringkali hanya mengalami perubahan artifisial saja (nampak di permukaan) dan belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Alih-alih melakukan revolusi sistem pendidikan, yang ada hanyalah involusi. Saatnya suara-suara kritis disampaikan kepada para pengambil kebijakan agar gaungnya lebih terdengar dan kritik yang disampaikan memberikan solusi konkret seperti yang Bapak sampaikan.

    ReplyDelete