Dec 10, 2012

Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013_ Oleh Marsigit

Yogyakarta, 9 Desember 2012

Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013

Kepada Yth:
Tim Pengembang Draft Kurikulum 2013, Kemdikbud,
Jakarta


Dengan hormat,

Bersama ini perkenankanlah saya , Marsigit atas nama pribadi ingin memberikan kontribusi untuk perbaikan Draft Kurikulum 2013.

Secara umum, saya sangat setuju diberlakukannya Kurikulum 2013, karena secara yuridis formal mempunyai rasionel yang kuat, dan secara pedagogis berusaha untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan atau implementasi Kurikulum 2006.

Pandangan Umum:


Secara umum saya member saran perbaikan sebagai berikut:

1.Janganlah disebut sebagai Kurikulum 2013, tetapi lebih baik disebut sebagai Revisi Kurikulum 2006, agar masyarakat tidak menganggap Kurikulum baru sebagai asing sama sekali dengan Kurikulum 2006

2.Janganlah menyebut kurikulum berpendekatan Sain, karena istilah ini sangat asing dan dapat mengejutkan masyarakat dan para guru. Sebagai gantinya saya mengusulkan agar digunakan istilah “Pendekatan Eksploratif”

3.Perlu pendefinisian secara jelas baik secara konseptual maupun filosofis pengertian Kurikulum pada masing-masing Jenjang Pendidikan. Saya mengusulkan agar ada 1 (satu) lagi jenis kurikulum sebagai ujung tombak operasional dilapangan yaitu yang saya sebut sebagai “Kurikulum Pada Tingkat Satuan Pembelajaran” atau disingkat “KTSPbl”. Alasannya agar persiapan, RPP, silabus, bahan ajar, metode, lebih operasional dan lebih kongkrit serta bersifat kontekstual.

4.Untuk mendukung adanya KTSPbl, guru perlu mengembangkan 10 (sepuluh) langkah: a. Mengembangkan RPP yang memfasilitasi siswa untuk membangun hidup (ilmu)-Lile Skill, b. Mengembangkan Apersepsi sebagai kegiatan siswa dan bukan kegiatan guru, c. Mengembangkan Kegiatan Diskusi Kelompok, karena hakekat Ilmu bagi siswa SD dan SMP adalah Kegiatan Diskusi, d. Mengembangkan Skema Pencapaian Ketrampilan Hidup (lebih tinggi dari Kompetensi), e. Mengembangkan LKS yang memfasilitasi siswa agar memperoleh Ketrampilan Hidup (LKS harus dibuat sendiri oleh guru dan bukan dari membeli; LKS bukan sekedar kumpulan soal), f. Mengembangkan kegiatan assessment (bukan sekedar penilaian), berupa Portfolio dan Authentics Assessment, g, . Mengembangkan Kegiatan Refleksi Siswa untuk menyampaikan dan menjelaskan kesimpulan diskusi kelompoknya, h. Mengembangkan dan mendorong agar Siswa sendiri yang memperoleh Kesimpulan, i. Mengembangkan Media atau Alat Peraga yang menunjang, j. Menembangkan Metode Pembelajaran yang Dinamis, Kreatif, Fleksibel, dan Kontekstual.

5.Agar perbaikan Kurikulum memperhatika system-sistem atau sub-sistem yang sudah dikembangkan misalnya adanya berbagai sekolah: SSN, RSBI, SBI, KNSI.

6.Agar dilakukan perubahan-perubahan Paradigma atau Teori-teori agar sesuai dengan tuntutan jaman.

7.Agar Kurikulum baru mampu menjawab 2 (dua) pertanyaan besar dan fundamental yaitu: a. Akuntabilitas Pendidikan, dan b. Sustainabilitas Pendidikan (termasuk CPD=Continuing Professional Development bagi para Guru)

Pandangan Khusus:

Uraian Masukan/Saran:


1.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang batasan Politik Pendidikan
Katerangan:

Belum secara eksplisit dijelaskan mengenai relevansi UUD 1945 dan Pancasila sebagai landasan filosofis kemana arah pendidikan. Tentunya kita semua sepakat bahwa Pendidikan kita haruslah secara filosofis berdasar kepada UUD 1945 dan Pancasila, dengan segala macam konsekuensinya.
Solusi:
Hendaknya Karakter yang dikembangkan diturunkan dari sila-sila Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung pada UUD 45

2.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Keilmuan
Keterangan:

Pandangan atau batasan keilmuan belum dijelaskan secara eksplisit, sehingga dari sisi Hakekat Keilmuan Kurikulum kita selama ini (termasuk Draft Kurikulum 2013) tidak mempunyai arah yang jelas pada setiap Jenjang Pendidikan. Pandangan Keilmuan yang selama ini ada dan dijalankan hanya cocok untuk Jenjang Pendidikan Tinkat Tinggi. Hal ini berakibat belum adanya definisi Mata Pelajaran yang cocok untuk Jenjang Pendidikan yang lebih rendah seperti SMA, SMP dan SD. Selama ini selalu diasumsikan bahwa Mata Pelajaran misal Biologi, Matematika, IPA, Geografi, dst., adalah sebuah Body of Knowledge, atau Science of Truth, atau Structure of Truth. Definisi tersebut hanya bermakna untuk Jenjang Pendidikan Tinggi, sedangkan untuk Pendidikan Jenjang Menengah dan Pendidikan Dasar, tidak bermakna.
Solusi:
Diperlukan redefinisi tentang hakekat keilmuan (Mapel), yaitu bahwa untuk Jenjang Pendidikan Menengah dan Rendah, Keilmuan merupakan proses berpikir atau kegiatan social. Diperlukan redefinisi matematika untuk sekolah yaitu Matematika Sekolah yang didefinisikan sebagai Proses Berpikir atau Kegiatan Sosial. Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan School Mathematics sebagai: Kegiatan mencari pola, Kegiatan menyelesaikan masalah, Kegiatan eksplorasi, dan Kegiatan berkomunikasi. Demikian juga untuk maple-mapel yang lain.

3.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Nilai Karakter yang dikehendaki
Keterangan:

Arah nilai karakter yang sesuai dengan stuktur budaya Bangsa, belum secara eksplisit disebutkan. Kita akan mengembangkan Karakter sebagai Bangsa yang berkarakter apa? Apakah menuju Negara Industrial Trainer? Apakah menuju Negara Technological Pragmatis? Apakah menuju Masyarakat Old Humanist? Apakah menuju Masyarakat Progressive Educator? Apakah menuju Masyarakat Public Educator? Kita belum mempunyai orientasi yang jelas. Jika posisi kita memang dalam ketidak jelasan, maka kita termasuk Bangsa yang masih mencari jati dirinya. Namun walau demikian kita harusnya mempunyai Ideal. Idealnya tentu menuju Masyarakat Demokrasi Pancasila. Tetapi yang terjadi dalam masyarakat telah berkembang Nilai-nilai Pragmatism, Kapitalism, Utilitarianis, Hedonism dan Konsumerism.
Solusi:
Nilai Karakter harusnya diturunkan dari butir-butir Sila Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

4.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Filsafat Orientasi Pendidikan
Keterangan:

Secara Yuridis Formal, tujuan Pendidikan sudah sangat jelas. Kurikulum-kurikulum sebelumnya, tujuan filosofis pendidikan diarahkan secara parsial yaitu cenderung Back to Basic (SD), Sertification dan Transfer of Knowledge. Sudah ada kesadaran pada Kurikulum 2013 untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi, namun hal tersebut belumlah cukup. Karena secara filosofis sebenar-benar tujuan pendidikan adalah Mengembangkan Ketrampilan Hidup (Life Skill).
Solusi:
Agar dilakukan redefinisi tentang Orientasi Kurikulum yaitu bukan Pengembangan Kompetensi melainkan Pengembangan Ketrampilan Hidup

5.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Teori Belajar
Keterangan:

Secara ontologism Teori Pembelajaran masih belum mengenai hakikinya; masih bersifat parsial dan sempit, yaitu Ingatan, Pemahaman dan Aplikasi (Teori Bloom). Teori Bloom ini mempunyai kekurangan tidak mampu menjawab tantangan yang ada sesuai dengan perkembangan jaman. Teori pembelajaran seharusnya juga selaras dengan Teori Mengajar yang mengedepankan Kegiatan Eksplorasi, Kemandirian, Kemampuan bekerja sama, dan Belajar Kontekstual.
Solusi:
Redefinisi Hakekat Belajar dan Hakekat Mengajar, yaitu bahwa Belajar adalah kegiatan eksplorasi dan Mengajar juga adalah Kegiatan Penelitian. Hal ini belum cukup, perlu ditambah bahwa Belajar adalah Membangun Hidup (Life Skill)

6.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Metode Mengajar
Keterangan:

Belum secara jelas disebutkan mengenai Metode Mengajar yang disarankan. Selama ini Guru lebih dominan mengajar secara Tradisional yaitu Transfer of Knowledge. Kurikulum 2013 sudah mulai memunculkan Eksplorasi tetapi belum secara implicit menuju Ketrampilan Hidup.
Solusi:
Redefinisi Metode Mengajar menuju Mngembangkan Ketrampilan Hidup (Life Skill), sehingga Metode Mengajar yang tepat adalah bersifat kontekstual, fleksibel, dinamis dan kreatif, misal : Metode Investigasi/Eksplorasi (yang disebut sebagai Metode Sain) dan Metode Diskusi.

7.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Sumber Belajar
Keterangan:

Selama ini praktek pembelajaran didominasi dengan Textbook oriented. Walaupun sudah disarankan agar terdapat variasi sumber belajar, tetapi belum secara eksplisit disebutkan pentinnya Pengembangan RPP dan LKS yang sesuai dengan paradigm Explorasi dan Membangun Hidup (Life Skill).
Solusi:
Perlunya kewajiban bagi guru untuk membuat LKS nya sendiri. Karena LKS selama ini hanya membeli dari Penerbit atau bantuan dari Pemerintah, dan itu belum termasuk criteria LKS yang benar, karena hanya merupakan Kumpulan Soal. RPP danLKS yang benar adalah RPP dan LKS yang membantu siswa mengembangkan Ketrampilan Hidup.

8.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Penilaian
Keterangan:

Walaupun sudah disebut pentingnya Portfolio dalam Penilaian, tetapi belum ada Komitmen untuk menghapus UAN. UAN adalah sumber permasalahan Pendidikan secara pedagogis. Sebaik apapun penataran dan teori yang diperoleh dari Kampus (LPTK) tetapi jika sudah terjun di sekolah, para guru hanya focus pada Metode Pembelajaran yang Berorientasi pada UAN. Bahkan Kepala Sekolah dengan tegas menyarankan guru agar tidak menggunakan metode yang macam-macam, dan hanya focus pada pencapain UAN.
Solusi:
Pemerintah harus berani melangkah untuk menghapuskan UAN.

9.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Siswa
Keterangan:

Hakekat Siswa belum didefinisikan secara eksplisit. Selama ini semua pendidik, dan pengambil keputusan dalam bidang pendidikan selalu menganggap Siswa sebagai Empty Vessel yaitu sebagai Tong Kosong yang harus di isi oleh guru. Kurikulum 2013 sudah mulai menyadari, tetapi belum secara eksplisit member solusinya.
Solusi:
Perlu redifinisi hakekat siswa yaitu bahwa Siswa adalah makhluk yang bersifat Hidup, oleh karena itu maka hakekat siswa adalah diri subyek belajar yang berusaha membangun hidupnya (Life Skill)

10.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Kompetensi
Keterangan:

Belum didefinisikan hakekat Kompetensi secara filsafati. Selama ini dan juga dalam Kurikulum 2013, tidak ada penjelasan bagaimana siswa atau guru membantu siswa mencapai kompetensinya atau memperoleh ketrampilan membangun hidupnya.
Solusi:
Perlu dipromosikan bahwa Kompetensi Siswa berkaitan dengan Kebutuhannya dan berkaitan dengan Aspek Budayanya. Maka untuk memperoleh kompetensi ketramilan hidup, siswa perlu melalui tahap-tahap hirarkhis sebagai berikut: WILL, ATTITUDE, KNOWLEDGE, SKILL, and EXPERIENCE, Untuk mencapai Kompetensi tersebut guru perlu membuat Skenario Pembelajaran yaitu Skenario Pencapaian Kompetensi.

11.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Sosial Budaya
Keterangan:

Falsafat atau Teori tentang Sosial Budaya tidak secara jelas dicantumkan. Negara kita dihadapkan pada persoalan tarik menarik antara Pusat vs Daerah, Sentralisasi vs Desenralisasi, dan Monokultur vs Multikultur. Kebijakan Pendidikan belum secara jelas dan terbuka bagaimana mengatur keseimbangan tersebut.
Solusi:
Dikembangkan komunikasi agar diperoleh kejelasan tentang perihal tersebut di atas. Sudah saatnya dipromosikan Pendidikan Kontekstual yaitu sesuai dengan Daerah masing-masing; sehingga Pendidikan akan mengembangkan Multi Solusi dan Multi Budaya.

12.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Aspek Konseptual:
Keterangan:

Aspek Konseptual belum secara eksplisit memberi gambaran tentang persoalan mendasar pendidikan. Persoalan mendasar pendidikan terletak kepada pertanyaan: Apakah Pendidikan sebagai Investasi atau Kebutuhan? Apakah Pendidikan mempromosikan Kompetisi atau Kolaborasi? Apakah Pendidikan sebagai Kewajiban atau Kesadaran? Apakah Pendidikan berfungsi sebagai Pelestari atau Penggali? Apakah Pendidikan berfungsi Proteksi atau sebagai Pembebas? Apakah Pendidikan berjangka Pendek atau berjangka Panjang? Apakah fungsi Guru sebagai Pelaksana atau Pengembang Kurikulum? Apakah Kurikulum sebagai Instrument atau sebagai Fasilitator?
Solusi:
Agar pengembangan Kurikulum 2013 mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.

Demikian saran-saran saya buat dengan tidak memunyai maksud apapun kecuali ikut secara pribadi berkontribusi demi perbaikkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada khilafnya

Hormat kami,


Marsigit
Alamat Rumah:
Plosokuning II, RT 10, RW 04, Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
Telpon Rumah: (0274) 886381
HP : 0815 7870 8917
Website: http://powermathematics.blogspot.com

89 comments:

  1. 13709251045 PPS UNY, PMAT Kelas D
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saran-saran Pak Prof. diatas insyAllah bisa memperbaiki kurikulum sekarang ini. Pemerintah juga nanti harus mengevaluasi kurikulum 2013 ini, lalu memperbaikinya hingga menjadi lebih baik, kalau sudah begitu mudah-mudahan generasi muda Indonesia dapat menjadi insan/pribadi yang berintelektual, cerdas, cinta dan bangga akan bangsa sendiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

    ReplyDelete
  2. Sardin (13709251053)
    PPS PM C

    assalamu alaikum wr.wb
    proses penyampain ilmu pengetahuan didalam proses belajar mengajar disekolah di setiap daerah mengikuti kurikulum yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat. didalam elegi ini saran-saran Pak Prof.Marsigit,M.A diatas adalah saran yang bagus untuk perbaikan dan kemajuan pendidikan kita. sistem pendidikan yang diharapkan kita bersama yakni dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.
    pendidikan yang diharapkan tidak terlepas dari cita-cita luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu kita sebagaimana yang tercantum didalam kita undang-undang dasar 1945.
    mudah-mudahan saran-saran bapak dapat segerah direalisasikan oleh pemerintah sehingga kurikullum 2013 dapat dievaluasi kembali sebelum lebih jauh digunakan oleh guru-guru disekolah.

    terimah kasih
    wassalamu alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  3. Assalammu'alaikum. Wr, Wb.
    _Ely Syafitri_ (13709251065) Kelas C
    Bismillahirahmannirrahim....

    Masukan serta saran yang bapak tuliskan disini dan ditujukan untuk kurikulum untuk kurikulum 2013 ini insyaallah bermanfaat demi perbaikan dunia pendidikan di negara kita ini.
    saya sependapat dengan saran bapak mengenai nama kurikulum baru ini; kurikulum 2013 ini memperbaiki kurikulum 2006 bukan membuat kurikulum baru, pada dasarnya semua kurikulum baru adalah hasil perbaikan dari kurikulum sebelumnya, jika membuat kurikulum baru berarti memulai semua dari nol, namun kenyataanya kurikulum ini hanya kurikulum perbaikan, semoga harapannya kurikulum 2013 ini bisa memperbaiki pendidikan di Indonesia.
    saya membaca beberapa tulisan bapak yang lainnya mengenai kurikulum 2013 salah satunya adalah "tantangan dan harapan 2013 " dalam tulisan itu tertulis bahwa "Salah satu alasan pentingnya Kurikulum 2013 adalah bahwa generasi muda Indonesia perlu disiapkan dalam kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. semoga saja tujuan membentuknya kurikulum 2013 sesuai dengan implementasinya. walaupun sesungguhnya di balik usaha pemerintah dengan segenap daya dan dananya, sangat disayangkan bahwa perubahan kurikulum menjadi Kurikulum 2013 belum mampu secara hakiki menjawab berbagai macam persoalan pendidikan , kebijakan pendidikan bahkan visi dan misi pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  4. deny sutrisno
    13709251074
    PMat kelas C

    bismillah

    Kurikulum adalah paduan utama dalam pelaksanaan pendidikan formal di Indonesia. yang mana akan secara langsung mempengaruhhi masa depan bangsa. Karena pendidikan memiliki tujuan untuk menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas.

    saran-saran yang bapak berikan kepada tim pengembang kurikulum 20013 sangat membantu untuk mencapai tujuan pendidikan Indonesia. semoga saja mereka mau menerima dan mempertimbangkannya dalam perbaikan kurikulum yang baru ini

    semoga niat baik bapak dibalas oleh Alloh

    ReplyDelete
  5. ANDRIANI SUZANA (13709251003)
    PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS A
    PPS UNY 2013

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Elegi yang Prof tulis sangat membuka cakrawala kami bahwasanya Kurikulum 2013 memang penting karena secara yuridis formal mempunyai rasional yang kuat, dan secara pedagogis berusaha untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan atau implementasi Kurikulum 2006. Tetapi disisi lain, masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam kurikulum 2013 tersebut. Dari observasi yang telah saya lakukan di salah satu sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, dijelaskan bahwa salah satu kelebihan kurikulum 2013 adalah guru dituntut untuk belajar lebih giat karena materi yang disampaikan jauh lebih kompleks dan tingkat soal yang disajikan cukup tinggi tingkat kesulitannya. Dijelaskan juga bahwa kelemahan Kurikulum 2013 ini lebih terfokus pada siswa. Misalnya siswa kelas VII dirasa belum cukup siap menerima kurikulum 2013 ini, terlebih dalam soal-soal yang disajikan. Materi yang cukup banyak dan kompleks serta soal-soal yang cukup tinggi tingkatannya, dirasa belum mampu diterima oleh siswa kelas VII. Materi yang diberikanpun urutannya masih kurang sesuai, sebagai contoh siswa kelas VII mempelajari materi himpunan sebagai materi pertama, setelah itu baru mempelajari materi bilangan. Bagaimana siswa akan menguasai materi himpunan jika konsep akan bilangan bulat masih belum dikuasai maksimal. Menurut saya, hal itu yang menjadi alasan mengapa guru masih menggunakan system mengajar secara Tradisional (Transfer of Knowledge) karena guru merasa belum tega jika harus melepas siswa untuk belajar secara mandiri. Oleh karena itu, saya setuju jika pengembangan Kurikulum 2013 perlu didukung dengan Hakekat Metode Mengajar sehingga guru mampu mengajar dengan menggunakan metode yang tepat.

    Terimakasih ^_^
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb


    ReplyDelete
  6. Linda (13709251040)
    PPs Pend. Matematika Kelas B

    Kurikulum 2013 yaitu kurikulum terbaru pendidikan di negara indonesia membuat guru/pendidik kebingungan karena ketidak jelasan arah dari kurikulm ini. Pro dan kontra pun terjadi, satu sisi kurikulum ini baik dan ada keuntungan dari orang-orang penting, satu sisi lain membuat guru kebingungan. Dari artikel di blog Prof. Ini saya mendapatkan pengetahuan dari saran-saran Prof. Tentang kurikulum 2013, semoga saran-saran ini menjadikan pencerahan titik terang dari kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  7. Anisya Septiana 13709251063
    PMat C PPs UNY

    Assalamualaikum wr wb

    Menurut saya saran-saran Bpk. sangat membangun, tidak hanya kritik tetapi juga memberi masukan dan saran yang seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan perbaikan Kurikulum 2013.
    Benar sekali kurikulum 2013 ini seharusnya adalah perbaikan kurikulum sebelumnya, karena jika dinakaman "Kurikulum Baru" maka kurikulum ini adalah kurikulum yang bermula dari awal, berawal dari titik nol. Dan ini kemungkinan bisa menjadi banhan percobaan saja.

    Tetapi besar harapan saya semoga Kurikulum 2013 ini bisa benar-benar membangun karakter bangsa, melalui pembelajaran yang berbasis Kompetensi, sesuai denagn yang tercantum dalam Permendikbud 2013 SNP.
    Amin.

    Terimakasih,
    Wassalam

    ReplyDelete
  8. St. Rahmah Sami Ahmad
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013
    13709251077 [Kelas D]

    Bismillah...

    Semoga saran yang disampaikan Bapak bisa benar-benar terealisasi terutama yang menyarankan untuk dihapusnya UN. Seperti yang bapak katakan pada nyatanya sebaik apapun ilmu dan teori yang dipelajari di kampus, ketika terjun ke lapangan (PPL), kepala sekolah melarang kami menerapkan model pembelajaran apapun pada siswa tingkat akhir dan hanya fokus pada pengerjaan soal-soal UN.

    ReplyDelete
  9. Eka Sulistyawati 13709251025
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Dalam usul perbaikan kurikulum 2013 ini tercantum beberapa usaha yang perlu dikembangkan guru untuk mendukung adanya KTSPbl, berikut ini saya mencoba menguraikan beberapa dinataranya, tentu masih dalam sebatas pengetahuan saya saya, sehingga masih perlu bimbingan dari Prof Dr. Marsigit. Beberapa usaha yang harus dilakukan guru untuk mendukung KTSPbl adalah sebagai berikut :
    a. Mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (lesson plan)
    Seorang pendidik tidak hanya berkewajiban melaksanakan kegiatan belajar mengajar saja, tetapi juga harus mempersiapkan mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi pembelajaran dan pelaporan.
    Dalam tahap persiapan pembelajaran seorang pendidik mempersiapkan kelengkapan administrasi/instrumen seperti silabus, RPP, LKS dan berbagai instrumen lain. Perencanaa pembelajaran selalu disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku pada saat itu.
    b. Mengembangkan apersepsi
    Kegiatan apersepsi adalah kegiatan pengingatan kembali yang dilakukan guru ataupun siswa untuk menfasilitasi topik pembelajaran yang akan dibahas yaitu dengan pengingatan kembali topik-topik sebelumnya yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas. Sedangkan apesepsi (persiapan siswa) dapat dilakukan dengan persiapan fisik, kognitif, sosial emosional dan kesiapan-kesiapan yang lain. Untuk mengingatkan kembali tentang materi sebelumnya, guru dapat menyiapkan beberapa pertanyaan singkat atau permasalahan sederhana yang dapat mereview ingatan siswa.
    c. Mengembangkan dan menerapkan metode mengajar yang berfariasi
    Kegiatan pembelajaran sehari-hari seorang guru hendaknya dimanfaatkan oleh guru untuk mengamati, menganalisis, menduga, dan menyimpulkan semua hal yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajarn yang dimaksud di sini adalah kegiatan pembelajaran yang dimanfaatkan guru untuk menerapkan beberapa metode untuk ditentukan mana metode yang tepat untuk siswa-siswanya. Misalnya seorang guru mengajar kelas VII A dan VII B. Tentu, guru tidak dapat menerapkan tindakan yang sama untuk masing-masing kelas. Hal ini menyangkut karakteristik masing-masing siswa maupun karakteristik siswa dalam satu kelas. Sehingga melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari guru dapat mengetahui dan dapat merencanakan kegiatan pembelajaran seperti apa yang cocok digunakan untuk kelas VII A maupun kelas VII B.
    d. Tujuan dari penyajian bermacam-macam metode mengajar dan aplikasinya dalam pembelajaran ialah agar seorang guru dan calon guru memiliki pengetahuan yang luas tentang metode-metode pembelajaran dan memiliki ketrampilan untuk menerapkannya dalam pembelajaran. Mengetahui keunggulan dan kelemahan dari tiap metode pembelajaran sangat penting agar seorang guru atau calon guru dapat menerapkan metode yang tepat untuk materi pembelajaran, dalam rangka pencapaian kompetensi siswa.
    e. Mengembangkan media pembelajaran
    Selain menggunakan berbagai macam metode, guru juga harus mampu menggunakan berbagai macam media dan alat bantu pengajaran (alat peraga). Penggunaan media dan alat bantu pengajaran (alat peraga) ini bertujuan untuk membantu menanamkan konsep kepada siswa menganai topik yang sedang dibahas. Biasanya guru menggunakan alat peraga untuk suatu topik yang kurang real (nyata) atau jarang ditemui di kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  10. Hanna Filen Sopia (13709251052)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Masukan demi perbaikan kurikulum sangat baik untuk memperbaharui kurikulum yang sudah ada menuju kearah perbaikan dan fleksibilitas penggunaannya dalam dunia pendidikan nasional. Berikut ini merupakan beberapa masukan yang diberikan untuk perbaikan kurikulum. Tidak menyebut kurikulum dengan nama barunya, melainkan mencoba untuk memperkenalkannya secara perlahan kepada masyarakat dengan menyebutnya sebagai hasil revisi kurikulum 2006 agar masyarakat tidak merasa asing dengan adanya pergantian kurikulum. Perlu adanya definisi operasional yang jelas dan dapat diukur agar dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran guru mudah mengerti . Teori-teori yang sudah ada disesuaikan dengan perkembangan jaman agar selaras dengan perkembangan kurikulum dalam dunia pendidikan nasional, jangan hanya merevisi kurikulumnya namun komponen yang ada didalamnya seperti buku dan perangkat pembelajaran lainnya juga sejalan dengan kurikulum.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  11. NIM: 13709251016
    PPs UNY P-Mat. A

    Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013
    Saya sangat setuju dengan ide masukan untuk perubahan draft kurikulum 2013 yang disampaikan oleh bapak Prof. Dr. Marsigit. Terutama dalam hal nama kurikulum 2013 tersebut. Supaya masyarakat tidak merasa asing dan menganggap kurikulum baru ini merupakan hal yang benar-benar baru. Padahal kurikulum 2013 ini merupakan revisi dan pengembangan dari kurikulum 2006. Jika boleh saya ikut memberi ide masukan untuk perbaikan draft kurikulum 2013 ini. Menurut saya, hal yang tidak kalah pentingnya dilakukan oleh pemerintah, yaitu sosialisasi mengenai implementasi kurikulum 2013 tersebut, baik berupa kegiatan pelatihan implementasi kurikulum 2013 bagi kepala sekolah maupun para guru. Pemerintah jangan hanya memiliki keinginan saja untuk mengimplementasikan kurikulum 2013, tetapi tidak dibarengi dengan kegiatan-kegiatan implementasi kurikulum 2013. Saya berharap pemerintah dapat melaksanakan pelatihan-pelatiahan yang terkait dengan kurikulum baru ini, baik itu pengenalan, implementasi, maupun pengembangan kurikulum 2013 secara rutin (kontinu) dan merata untuk semua kepala sekolah dan para guru di seluruh wilaya Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Lilik Fauziah (13709251028)

    saya setuju dengan masukan untuk perbaikan draft kurikulum 2013 yang bapak sampaikan, karena seringnya kurikulum berganti maka alangkah baiknya dimatangkan dalam penyusunannya salah satunya dengan menerima dan mengolah masukan-masukan dari para pendidik dan masyarakat. salah satunya tentang UN, sebaiknya ditinjau lebih mendalam lagi keefektifannya.

    ReplyDelete
  13. Raoda Ismail (13709251060)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas D

    Saran yang Bapak Prof. berikan semoga bisa terealisasikan dengan baik. Tetapi dari beberapa saran yang Bapak sampaikan, hampir semuanya mengacu pada hakekat. Bukankah memahami hakekat itu susah, jangankan memahami hakekat yang lebih besar dan lebih kompleks, memahami hakekat diri kita sendiri saja belum tentu kita paham. Inilah salah satu bentuk mengapa setiap pergantian kurikulum pasti ada pro dan kontra. Mungkinkah hal ini dikarenakan kurikulum yang dibuat tidak didasarkan pada hakekat dari kurikulum itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Uun Yuni Armita
    13709251005
    PPs UNY 2013 Pendidikan Matematika A

    Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013_ Oleh Marsigit

    Langkah mulia yang telah dilakukan oleh Prof semoga akan membawa perubahan yang lebih baik lagi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Pengkajian mengenai Kurikulum 2013 yang telah diberlakukan pada tahun 2013 ini dapat terjadi dikarenakan ada hal-hal yang belum sepenuhnya diperdalam dalam konsep, sehingga dikhawatirkan akan terjadi kerancuan ketika melaksanakan praktek pembelajaran. Jika telah ada usulan atau masukan seperti dalam postingan ini, semoga yang masih belum sepenuhnya terkaji maka akan lebih dimaksimalkan lagi. Serta perbaikan demi perbaikan yang terus dilakukan ini juga terjadi karena rasa kepedulian terhadap kemajuan perkembangan pendidikan di Indonesia.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  15. Khairuddin (13709251055)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas 1C Tahun 2013

    Salah satu faktor penentu dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah kurikulum pendidikan dimana setiap sekolah haruslah mengacu dan berpedoman pada kurikulum yang berlaku. Ketika kurikulum belum dapat dipahami, bagaimana mungkin meningkatkan mutu pendidikan. Jadi, saran-saran yang telah Bapak buat di postingan ini merupakan suatu saran yang semestinya didengarkan oleh pemerintah agar kurikulum yang diterbitkan seharusnya dipahami oleh setiap komponen-komponen dalam pendidikan. Memang sebenarnya kurikulum sebelumnya tidak begitu jauh berbeda dengan kurikulum sekarang (kurikulum 2013), hanya saja ada revisi sedikit. Jadi, saya berharap sekiranya kurikulum ini dapat disosialisasikan agar dapat dipahami oleh para pendidik khuisusnya dan masyarakat pada umumnya.

    ReplyDelete
  16. Nidya Ferry Wulandari (13709251072)
    Pend. Matematika PPs UNY Kelas C

    Perubahan kurikulum seperti yang dilakukan pada tahun 2013 nanti bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Segala cara telah ditempuh oleh pemerintah untuk memperbaiki dan memajukan pendidikan Indonesia agar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional seperti tertulis dalam UUD 1945. Tak jarang juga tindakan yang dilakukan pemerintah membuat bingung masyarakat awam yang notabene kurang paham akan masalah pendidikan. Terlebih lagi kalau dilihat secara langsung dalam pembelajaran di sekolah, perubahan kurikulum yang selama ini dilakukan juga tidak membawa perubahan pembelajaran yang signifikan bagi siswa. Semuanya terlihat sama seakan tidak terjadi perubahan kurikulum. Apakah yang salah dari pemerintah selama ini? Ya itu menjadi PR bagi kita bersama terutama bagi kaum pendidikan. Pada dasarnya memang perubahan kurikulum seharusnya didasarkan pada catatan-catatan perbaikan yang masih diperlukan dari kurikulum sebelumnya sehingga nantinya dapat dihasilkan kurikulum baru yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan. Namun fakta yang terjadi di Indonesia justru terbalik yaitu bahwa kurikulum yang baru adalah kurikulum yang benar-benar baru dan asing dengan kurikulum sebelumnya. Menurut saya ini justru mempermainkan para siswa dan guru sebagai pelaku pendidikan secara langsung di sekolah, seakan mereka adalah kelinci percobaan para pakar pendidikan yang ingin mengujicobakan keefektifan suatu kurikulum. Dalam draft kurikulum 2013 ini saya melihat bahwa masih banyak pedoman-pedoman yang harus didefinisikan secara terperinci dan jelas sehingga mudah dan nyata bagi para pelaku pendidikan. Seperti yang tertulis dalam masukan yang ditulis oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A ini saya setuju bahwa harus ada penekanan-penekanan yang jelas dan arahan yang pasti akan ke mana kurikulum dan pendidikan bangsa ini. Di dalam masukan ini juga tertulis bahwa kurikulum yang baru haruslah dekat dengan guru dan siswa. Artinya guru harus menyiapkan kelengkapan pembelajaran terlebih dahulu sebelum akhirnya mengajar di kelas dan siswa juga mampu berperan aktif dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  17. susanti_p.matd_13709251080

    melihat perjalanan kurikulum indonesia, seakan pemerintah galau dengan tujuan dan visi pendidikan itu sendiri. kalaupun dalihnya mengikuti perkembangan dan kondisi zaman maka dapat dikatakan pemerintah tidak konsisten dengan kompetensi yang hendak dicapai. tidak masalah ketika terjadi perbaikan kurikulum, namun yang terjadi selama ini proses perubanhan kurikulum yang ada kurang mempertimbangkan dampak jangka panjang hanya memandang kebutuhan sdm yang dibutuhkan. indonesia harus punya ciri khas yang selau melekat dalam setiap perubahan kurikulum, kurikulum 2013 yang muncul sekarang masih perlu dikritisi lebih dalam, dengan membaca masukan di atas membuka pikiran saya untuk memahami lebih dalam bagaimana posisi kurikulum 2013 dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  18. Melania Eva Wulanningtyas _PMat A_ 13709251007

    Saya setuju dengan masukan dan perbaikan dari draft Kurikulum2013 yang dibuat oleh Bapak. Saya pikir perlu ditinjau lebih mendalam tentang pelaksanaan Kurikulum 2013 itu sendiri, bukan hanya semata – mata untuk penerapan kurikulum ini agar lebih selaras atau juga menguntungkan kelompok – kelompok tertentu. Layaknya sebuah kurikulim, kurikulum 2013 harus dikembangkan berdasarkan prinsip – prinsip Pancasila yang merupakan dasar dari Indonesia, identitas nasional Indonesia, serta cita – cita luhur bangsa Indonesia. Dalam pengembangan Kurikulum 2013 juga harus dapat memperhatikan aspek – aspek yang berkaitan dengan sifat teori, sifat metode pengajaran, sifat sumber belajar, sifat penilaian, sifat siswa, sifat kompetensi, sosial belajar dan alam budaya, dan juga berkaitan dengan aspek konseptual. Sehingga tujuan adanya kurikulum 2013 ini sungguh memberikan kontribusi yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  19. Dedi Saputra
    13709251014
    PPs P.Mat A

    Setelah saya membaca wacana di atas saya memberikan komentar bahwa Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang pernah digagas dalam Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, tapi belum terselesaikan karena desakan untuk segera mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Rumusannya berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda dengan kurikulum berbasis materi, sehingga sangat dimungkinkan terjadi perbedaan persepsi tentang bagaimana kurikulum seharusnya dirancang. Perbedaan ini menyebabkan munculnya berbagai kritik dari yang terbiasa menggunakan kurikulum berbasis materi. Untuk itu ada baiknya memahami lebih dahulu terhadap konstruksi kompetensi dalam kurikulum sesuai koridor yang telah digariskan UU Sisdiknas, sebelum mengkritik.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  20. NIM : 13709251051

    Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan terhadap kemajuan pendidikan. Kurikulum 2013 yang sedang berjalan saat ini merupakan ikhtiar pemerintah dalam usaha meningkatkan pendidikan di tanah air. masukan Bapak terhadap kelengkapan kurikulum 2013 diatas sangatlah bagus mudah-mudahan bisa sampai kepada pemegang kekuasaan supaya lebih cepat diterapkan gune mencapai kurikulum yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  21. Dhanar Dwi Hary J. (13709251076)
    PPs PM Kelas C

    Setelah membaca masukan yang telah diberikan bapak terhadap kurikulum 2013, saya setuju dengan apa yang bapak paparkan. pemerintah seharusnya mengkaji lagi draf kurikulum 2013 karena saya melihat bahwa kurikulum 2013 itu sendiri terlalu memaksakan suatu pemikiran keilmuan tertentu. Pemerintah terlalu jauh meniru pendidikan dari barat padahal paham yang mendasari itu semua sangatlah berbeda.

    ReplyDelete
  22. 13709251068
    P. Mat C PPs UNY 2013

    Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013 Oleh Prof. Marsigit

    Menurut saya saran-saran Bapak sangat membangun, tidak hanya kritik tetapi juga memberi masukan dan saran yang seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan perbaikan Kurikulum 2013. Semoga saran Bapak untuk perbaikan Kurikulum 2013 dapat terealisasikan dengan baik.

    ReplyDelete
  23. Desutri Ulantari 13709251012 P. Mat A

    setelah membaca uraian dari bapak Prof. Marsigit tentang Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013,.
    Saya sepakat dengan apa yang dituliskan bapak di atas,.
    salah satunya tentang kurikulum 2013 yang memang mungkin terdengar asing di telinga. Terkadang karena terasa asing kita menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang benar-benar baru yang belum kita temui sama sekali,.
    Sehingga mengakibatkan ada kekurangan dalam proses pelaksanaan kurikulum 2013 ini.
    Penjelasan yang lebih rinci menurut saya akan membantu keterlaksanaan kurikulum 3013 ini menjadi lebih baik.
    Disamping itu guru atau tenagga pengajar juga perlu memperhatikan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Sehingga apa yang ingin dicapai kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan baik,. :)

    ReplyDelete
  24. Veny Sri Astuti (13709251029)
    PPs Pend. Matematika Kelas B

    Assalamu’alaykum Wr. Wb.

    Saya sepakat dengan Prof. bahwa sebaiknya janganlah disebut sebagai Kurikulum 2013, tetapi lebih baik disebut sebagai Revisi Kurikulum 2006, agar masyarakat tidak menganggap Kurikulum baru sebagai asing sama sekali dengan Kurikulum 2006. Selain itu, seharusnya yang dilakukan pemerintah adalah mengevaluasi dengan benar kekurangan atau kesalahan dari kurikulum 2006 sehingga ketika menyusun kurikulum yang baru, kekurangan tersebut dapat diatasi sebagai revisi.

    ReplyDelete
  25. 13709251069
    PPS UNY P.Mat C

    Saya setuju dengan masukan dan saran Bapak untuk perbaikan draft kurikulum 2013. Karena pemerintah saat ini sering mengganti kurikulum, peraturan mentri, peratutan pemerintah, dll., tanpa memperdulikan dampaknya bagi masyarakat. Semoga Tim Pengembang Draft Kurikulum 2013 menerima dan menggunakan masukan dan saran Bapak untuk memperbaiki system pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  26. Mega Eriska R.P.(13709251064)
    PPS Pend Mat, Kelas C

    Saya sangat setuju dengan saran yang Bapak tuliskan dalam blog ini untuk perbaikan kurikulum 2013. Jangan sampai segala sesuatu yang diperkenalkan di kurikulum 2013 akan bernasib sama dengan kurikulum terdahulu karena tidak dikawal dengan paradigma pembelajaran yang tepat dan tidak ditangani oleh guru-guru yang profesional dan berpikiran inovatif. Dengan lahirnya kurikulum ini, semoga saja membawa pendidikan negri kita ke arah yang jauh lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  27. Fauzia Rahmawati (13709251062)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Perubahan kurikulum di Indonesia sudah dilaksanakan beberapa kali sejak tahun 1945, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan-perubahan ini tentunya memiliki tujuan agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Akan tetapi saya lebih sepakat pada pendapat Prof Marsigit mengenai revisi nama kurikulum 2013 sebagai revisi Kurikulum 2006. Hal ini dikarenakan menurut saya, perbedaan antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 kurang begitu terlihat. Yang terlihat jelas adalah munculnya metode science, dan kembalinya kurikulum yang berdasarkan pada kompetensi, bukan lagi pada satuan pendidikan. Selain itu mungkin harus lebih dipikirkan kembali mengenai metode sain yang sekarang muncul pada kurikulum 2013. Mungkin untuk mata pelajaran sain, metode ini sangat baik untuk digunakan, akan tetapi apakah metode ini juga cocok untuk ilmu sosial, mungkin harus lebih diperhatikan kembali. Terima kasih

    ReplyDelete
  28. Edi Susanto (13709251078)
    P.Mat D PPs UNY 2013

    Asslamualiakum Wr.Wb
    Jika pemerintah ingin mengimplementasikan kurikulum 2013 maka hendaknya melakukan perbaikan-perbaikan dari segala segi sepertihalnya yang disarankan oleh Prof. Marsigit dan jika masukan tersebut diterapkan maka implementasi kurikukulum 2013 tidak asing bagi masyarakat dan dapat diterima oleh masyatakat. Karena tidak mudah bagi masyrakat untuk menerima suatu hal yang baru sedangkan kurikulum 2006 sendiri belum mencapai hasil yang diinginkan khususnya pada pendidikan Indonesia dan sekarang muncul kurikulum baru.

    ReplyDelete
  29. Fitri Nurhayati
    PPs UNY Pendidikan Matematika
    13709251020

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru sebagai pengganti kurikulum 2006. Sebaiknya pergantian kurikulum dibarengi dengan pembaruan fasilitas sekolah, terutama untuk sekolah-sekolah didaerah-daerah terpencil, guru juga diberi bekal dan difasilitasi dalam mengajar, sehingga pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan secara maksimal. Semoga saran-saran bapak Marsigit dapat terealisasikan. Aamiin

    ReplyDelete
  30. Kurikulum 2013 pada dasarnya sudah cukup baik karena kini pembelajaran terpusat pada siswa, akan tetapi peluncurannya yang sangat tergesa-gesa membuat kurikulum barui ini menuai banyak kritik. Misalnya pendistribusian buku-bukunya yang belum menjangkau seluruh Indonesia, dan juga masih banyak terdapat salah cetak ditiap lembar buku, ini kurang matangnya proses pengeditan. Belum lagi masalah kompetensi guru yang menguasai kurikulum 2013 dengan baik, masih sangat terbatas. Harapannya sebelum meluncurkan dan melanjutkan kurikulum ini perlu pengkajian yang mendalam, dan persiapan yang matang.

    ReplyDelete
  31. Febriana Nurrokhmah
    10313244010
    Pend. Matematika (Int.)

    Pendidikan merupakan aspek penting menuju kemajuan bangsa, sehingga, urgensi memajukan pendidikan pun menjadi tanggung jawab selurug elemen bangsa Indonesia, baik itu pemerintah, maupun masyarakat. Salah satu bentuk usaha memajukan pendidikan di Indonesia adalah dengan memperbaiki dan mengembangkan kurikulum sehingga dapat sesuai dengan perkembangan jaman. Dalam J.G. Taylor dan William H. Alexander dalam kompasiana (http://edukasi.kompasiana.com) disebutkan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalam belajar yang didapat oleh siswa. Sehingga, kurikulum sebaiknya dirancang untuk memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan banyak pengalaman belajar yang dapat berguna bagi kehidupannya kelak. Tentnuny, untuk mendapatkan kurikulum yang sesuai, kurikulum tersebut harus dirancang dengan cermat dan apik, namun pada kenyataannya, kurikulum 2013 malah terkesan tergesa-kesa dalam pengaplikasiannya. Disediakannya RPP bagi guru pun menuai banyak pertanyaan, karena RPP merupakan skenario guru, sehingga RPP harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan guru yang melakukannya. Pun, kurangnya sosialisasi kurikulum di lapangan membuat guru-guru mengalami kebingungan. Tentunya banyak pihak yang menyayangkan hal tersebut. Namun, saya harap pendidikan di Indonesia dapat mengalami kemajuan yang signifikan. Terimakasih

    ReplyDelete
  32. Margaretha Madha Melissa
    13709251071
    Pend.Matematika PPs UNY Kelas C

    Saya setuju jika bangsa Indonesia akan mengadakan perbaikan kurikulum. Kurikulum kita memang seharusnya diperbaiki untuk mencapai Indonesia yang lebih berkarakter. Dari masa kemerdekaan sampai sekarang, Indonesia sesunggungnya belum menunjukkan karakternya secara jelas terutama dalam dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia banyak dipengaruhi oleh Negara-negara berkuasa dan maju, Indonesia hanya sekedar ikut sana sini, padahal siswa Indonesia itu tidak sama dengan siswa mereka. Bangsa Indonesia sudah mulai kehilangan karakter Pancasila. Memang sudah saatnya pendidikan Indonesia berevolusi dan mengedepankan karakter Pancasila supaya tidak terombang ambing saja. Dan sekarang sudah muncul kurikulum 2013 yang berbasis scientific dan masih menimbulkan pro dan kontra karena belum jelas bagaimana pelaksanaan real di lapangan.

    ReplyDelete
  33. Tri Purwanto (13709251084)
    PPs UNY pendidikan Matematika 2013 kelas C
    Assalamualaikum Wr Wb
    sebagai warga negara yang baik kita harus tetap mengikuti kebijakan pemerintah namun tak lupa pula mengkritisinya guna perbaikan menjadi lebih baik, kurikulum ini tonggak ujung tombaknya ialah guru, menurut saya perlu diberikan berbagai pelatihan agar guru guru indonesia menjadi lebih terbuka dan mau menerpkan berbagai cara baru model mengajar yang dapat diadaptasi ke gaya mengajar mereka guna memperbaiki mutu pendidikan menjadi lebih baik, saya berharap pendidikan indonesia dapat sejajar dengan negara lain amiinn

    ReplyDelete
  34. Nadya Armintia 13709251067
    PPs Pendidikan Matematika Kelas D

    Ass. Wr Wb,
    Terima kasih pak, dari saran-saran yang bapak berikan di atas, saya menjadi lebih mengerti mengenai Kurikulum 2013. Semoga saran-saran bapak dapat tersampaikan dan terealisasi. Dalam penyusunan suatu kurikulum baru sebaiknya didasari evaluasi dari kurikulum sebelumnya, dilihat dari berbagai macam tingkatan, jenis, dan berbagai daerah, agar nantinya implementasi kurikulum yang baru dapat benar-benar tepat.

    ReplyDelete
  35. PasttitaAyu Laksmiwati
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Masukan yang Bapak sampaikan sungguh bagus dan memberikan inspirasi. Refleksi saya sendiri adalah saya sadari bahwa perubahan dalam sesuatu seringkali akan menimbulkan pro dan kontranya masing-masing. Demikian halnya kurikulum 2013 disamping kelebihan dan kekurangannya. Kurikulum 2013 pasti memiliki tujuannya sendiri, yang saya yakin tujuannya pasti untuk memajukan pendidikan Indonesia. Dalam proses perubahan pasti akan ada hal yang sulit dalam proses yang dijalani. Disamping semua alasan itu, semoga semua aspek yang mencakup dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Kedepannya semoga dapat menghasilkan proses pembelajaran yang sangat diharapkan membawa pendidikan Indonesia lebih baik
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  36. Assalamu'alaikum wr. wb.
    Okky Riswandha Imawan (13709251050), PPs UNY, P. Mat. 2013, Kelas D.
    Berdasarkan sumber yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa saya setuju dengan usulan Pak Marsigit bahwa diperlukan redefinisi matematika untuk sekolah yaitu Matematika Sekolah yang didefinisikan sebagai Proses Berpikir atau Kegiatan Sosial. Sudah seharusnya pembelajaran di sekolah adlah mencari pola, Kegiatan menyelesaikan masalah, Kegiatan eksplorasi, dan Kegiatan berkomunikasi, hal ini berlaku untuk mata pelajaran matematika khususnya, dan boleh diterapkan untuk mata pelajaran yang lain asalkan sesuai. Pembelajaran yang terbaik adalah pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan kontekstual, akan tetapi saat ini pembelajaran tersebut sulit untuk dilakukan secara bebas karena masih diberlakukannya UN. UN dapat menjadi penyebab kakunya pendidikan di Indonesia. UN seperti mimpi buruk bagi guru yang sependapat dengan saya apalagi bagi siswa. Karena kekhawatiran yang berlebih terhadap UN sehingga pembelajaran di sekolah, khususnya bagi siswa kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA menjadi pembelajaran yang berorientasi pada UN, pembelajarannya cenderung hafalan, cara pragmatis, bahkan memungkinkan munculnya cara curang yang dilakukan guru dan siswa. Dan trakhir, kurikulum harus mempunyai tujuan yang jelas, dalam kurukulum 2013 kadang saya merasa kurikulum tersebut condong ke progresif educator ataupun public educator, akan tetapi kadang saya merasa condong ke industrial trainer ataupun technological pragmatism. Seharusnya kurikulum yang diterapkan di Indonesia adalah kurikulum dengan tujan yang jelas, sesuai dengan pedoman pancasila misalnya. Terimakasih kepada Pak Marsigit dan teman-teman karena berkenan membaca dan mengomentari tulisan saya. Mohon maaf jika saya melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  37. Berta Apriza (13709251023)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas A (2013)

    Assalamu'alaikum, Wr, Wb,,,
    Masukkan/saran yang telah dipaparkan oleh Pak Prof. Marsigit, memberikan tambahan informasi untuk dunia pendidikan sebagai implementasi dari kurikulum 2006 (KTSP) untuk perubahan terhadap pendidikan yang lebih baik. Yang saya ketahui mengenai kurikulum 2013, secara umum ada perubahan yang akan dikembangkan dalam kurikulum 2013 yaitu:
    1. Pada kelulusan, adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang diturunkan dari kebutuhan masyarakat. Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dalam setiap periode. Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (Sikap, Keterampilan, Pengetahuan) 2. Mengenai kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi. Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Kompetensi dikembangkan melalui:• Tematik Integratif dalam semua mata pelajaran (pada tingkat SD) • Mata pelajaran (pada tingkat SMP dan SMA) • Vokasinal (pada tingkat SMK)
    Tingkat kompetensi: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan diurai menjadi KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4, yang memandu penetapan materi. 3. Mengenai proses terdapat didalamnya penjelasan tentang • pendekatan saintifik dan kontekstual melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar, membentuk jaringan. • Ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran. • Kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif. • Bahasa sebagai penghela. • Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat. • Guru bukan satu-satunya sumber belajar. • Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan. Dan yang ke-4 mengenai penilaian • Tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi. • Pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam (bukan sekedar hafalan). • Proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa. • Portofolio pembelajaran siswa. Mungkin demikian,, Terimakasih,,, :-)
    Wassalamu'alaikum, Wr, Wb,,,

    ReplyDelete
  38. M.Masruri Burhan
    P.Mat C
    13709251058

    Menurut saya kurikulum 2013 sperti bayi prematur. Seorang produk yang belum siap betul untuk dikeluarkan tetapi sudah dipaksa untuk dikeluarkan. Atau mungkin tadi tidak seperti bayi prematur, tetapi seperti bayi yang diaborsi. Belum saatnya keluar, karena berbagai macam seluk beluk syarat syarat bahan bahan yang membangun hal tersebut belum siap betul untuk dikeluarkan, tetapi sudah dipaksa untuk dikeluarkann, Bahkan termasuk sosialiasasi untuk para guru pun masih belum bisa serempak dilakukan, buku yang menjadi acuan, perangkat pemblejaran masih belum bisa dikatakan siap untuk dilahirkan. Akibatnya tidak sebuah kemajuan dalam bidang pendidikan yang kita peroleh, tetapi hanyalah sebuah wacana yang terlalu berat. Berat bukan karena kita tidak mampu, melainkan berat untuk memahami karena yang dipahami belum jelas maksud dan tujuannya. Maka sangatlah bagus prof marsigit memberikan sebuah wacana yang komprehensif apa saja yang harus diperbaiki dalam kurikulum 2013 ini. Wa allahu a'lam...

    ReplyDelete
  39. Muhammad Rizal Fahlevi (13709251011)
    Pendidikan Matematika A PPs UNY 2013

    saya sependapat dengan bapak, agar dilihat positif oleh semua masyarakat, alangkah baiknya penamaan kurikulum baru adalah revisi kurikulum 2006. tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur. dan seakan mind set masyarakat indonesia menilai kebijakan pemerintah sekarang, ganti mentri ganti kebijakan yang dahsyat,,, tapi apapun kontroversinya toh sekarang kita sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan mau tidak mau harus mengikuti kurikulum yang berlaku, akan tetapi dalam mengikutinya tentu dibarengi dengan pikiran pikiran yang kritis dan ikhlas supaya menjadikan kurikulum sekarang ini menjadi semakin lebih baik berkat adanya keberadaan kita. contoh kita sebagai guru mencoba bereksperimen memadukan metodepembelajaran yang pas untuk pendekatan CTL...

    ReplyDelete
  40. Tri Hidayati (13709251073)
    Pendidikan Matematika Kelas C
    PPS UNY 2013

    Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum)
    Adanya perubahan kurikulum 2006 ke kurikulum 2013 baik adanya, tetapi hal ini tidak disesuaikan dengan kesiapan dari berbagai elemen pendukung pembelajaran, mulai dari kesiapan guru dan siswa, sekolah, sarana prasarana dan hal-hal pendukung lainnya. Perubahan kurikulum memang baik, tapi perubahan itu harus didukung dengan fakta-fakta dan kondisi yang menyatakan kurikulum harus di ganti. Sebelum kurikulum baru di cetuskan harus ada evaluasi dari kurikulum sebelumnya agar kita bisa melihat dibagian mana yang harus kita rubah, dan apakah perubahan itu mengharuskan kurikulumnya diganti atau hanya perbaikan kurikulum sebelumnya saja.

    Saran dan kritik yang dituliskan prof maresigit di atas sangat baik. Karena kritik yang ada disertai dengan tawaran solusi yang membangun. Hal ini baik adanaya jika tim penyusun kurikulum 2013 membaca nya dan menerapkan dalam perbaikan penyusunan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  41. Meita Fitrianawati
    13709251017
    PPs P.Matematika A

    Setelah membaca Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013 , ha yang dapat saya tesiskan adalah saya setuju dengan apa yang sudah disampaikan oleh prof, hal yang mendasar bahwa indonesia belum mempunyai ideologi pendidikan yang jelas atau dapat dikatakan bahwa mau dibawa kemana pendidikan di Indonesia??perbaikan kurikulum memang dirasa penting di tengah arus globalisasi yang sangat deras, akan lebih enting perbikan krikulum dibarengi dengan perbaikan sumber daya pendidikannya seperti pendidik serta bahan ajar. seperti pelajaran matematika, bagaimanapun kurikulum muatan dasar yang dipelajari adalah sama, jadi menggunakan kurikulum apapun ketika guru tidak mampu untuk menginovasi pembelajaran adalah sesuatu yang percuma. Terima Kasih

    ReplyDelete
  42. Tidak ada yang salah dengan adanya perubahan kurikulum, karena terkadang perubahan memang diperlukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan dari sistem yang ada. Hanya saja yang menjadi pertanyaan apakah pihak-pihak terkait, terutama guru sebagai ujung tombak pendidikan, sudah siap melaksanakan perubahan yang dilakukan? Untuk itulah diperlukan pelatihan yang berkelanjutan. Seperti yang telah diungkapkan bahwa perlu adanya CPD=Continuing Professional Development bagi para Guru. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara pemahaman guru dengan pemahaman pengembang kurikulum, sehingga pendidikan dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama, menuju pendidikan yang lebih baik dan lebih maju.

    ReplyDelete
  43. P.Mat Kelas C
    13709251054

    : Saya tertarik dengan polemik yang berkembang di masyarakat dengan adanya Ujian Akhir Nasional (UAN). Saya setuju dengan pendapat bapak tentang penghapusan UAN. Alasannya pemerintah seperti bertindak setengah hati dalam mengambil keputusan. Menggeneralisasikan pendidikan padahal kenyataannya pendidikan kita tidak merata, dimulai dari masalah infrastruktur sekolah sampai permasalah perekonomian masyarakat yang berdampak pada proses pendidikan itu sendiri. Tidak adil rasanya kalau mengambil contoh pendidikan dari daerah tertentu untuk dijadikan alasan untuk mengadakan UAN, kecuali ada permainan dikalangan atas untuk tujuan tertentu.

    ReplyDelete
  44. Siti Umi Rokhani / 13709251048
    PPs UNY Pend.Matematika Kelas D
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Semoga saran yang dikemukakan bisa dibaca langsung oleh para pembuat kebijakan pendiidkan di Indonesia, agar kebijakan yang di ambil bisa benar-benar bermanfaat untuk siswa. Saran-saran yang dikemukakan oleh Prof. Marsigit justru merupakan saran yang sanagt mengenai elemen dasar dari kurikulum, dan jika elemen dasar dari kurikulum sudah tertata secara tepat maka kurikulum yang dikembangkan akan lebih mendekati sempurna. Tapi kualitas pendidikan di Indonesia sangatlah bergantung pada kualitas dan kinerja para pendidik dalam membimbing siswa mencapai kompetensi yang bisa bermanfaat. jadi semoga saran-saran ini juga bisa menyadarkan para pendidik dan calon pendidik tentang apa yang seharusnya dimengerti tentnag pendidikan di Indonesia.
    Terima kasih.
    wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  45. Siti Rochana / 13709251079
    PPs Pend. Matematika D
    Assalammualaikum
    Saran yang dikemukakan oleh Prof Marsigit sangatlah baik. Tetapi yang harus tetap diingat bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas para pendidik nya. Sesempurna apapun kurikulum yang dibuat jika tidak diiringi dengan perbaikan kualitas mental dan kemampuan maka sama saja tidak akan membuahkan hasil yang membanggakan.

    ReplyDelete
  46. uki suhendar
    pps UNY PM D
    13709251057
    Sangat membangun kritik yang diberikan pada postingan ini, semoga tulisan ini sekaligus menjadi doa yang dikabulkan Alloh SWT pada saat yang tepat sehingga mampu menyelesaikan segala permasalahan pendidikan di Indonesia, amiin.

    ReplyDelete
  47. Ria Wijayanti 13709251008
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Kurikulum 2013 adalah hasil dari penyempurnaan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dalam kurikulum ini pembelajarannya menekankan pada siswa. Siswa dituntut untuk lebih kreatif, aktif dan berfikir kritis. Siswa menemukan dan membangun sendiri pengetahuannya, guru berperan sebagai motivator dan fasilitator. Selain materi siswa juga diajarkan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika sehingga mereka tujuan dari apa yang dipelajarinya. Kurikulum 2013 juga lebih berkarakter, selain mengajarkan ilmu kepada siswa, juga membentuk karakter siswa. Jadi dengan kurikulum ini diharapkan siswa tidak hanya pandai tetapi juga memiliki karakter atau moral yang baik.

    ReplyDelete
  48. 13709251081

    Pengabungan IPA dan IPS harus dicermati dengan seksama. Lebih tepat justru Bahasa Indonesia yang dimasukan dalam mata pelajaran IPA dan IPS,” cetusnya.
    Memisalkannya dalam konteks memahami bacaan, namun hemat dia hal ini pasti menimbulkan kontra karena tak mungkin menghilangkan mata pelajaran Bahasa Indonesia karena nanti dianggap tidak nasionalis.

    “Jadi yang benar seharusnya tidak menghilangkan IPA dan IPS. Kalaupun pemerintah ngotot, maka saya setuju pendapat Darmaningtyas untuk kelas I-III saja IPA-IPS diintegrasi.

    ReplyDelete
  49. Juliana Untayana
    P. Mat A. (13709251015)

    Pada dasarnya kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2006 dan diharapkan kurikulum 2013 dapat menjawab semua permasalah dalam kurikulum 2006. Salah satu alasan pentingnya Kurikulum 2013 adalah bahwa generasi muda Indonesia perlu disiapkan dalam kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. semoga saja tujuan membentuknya kurikulum 2013 sesuai dengan implementasinya. Semoga saran-saran yang bapak sampaikan bermanfaat untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    ReplyDelete
  50. PM A (13709251024)
    PPs UNY

    Bismillaahirrahmaanirrohiim,
    Dalam perubahan kurikulum ini memang banyak sekali pro kontra. Namun dengan adanya saran-saran dari Proff. Marsigit tersbut mudah-mudahan dapat ditindaklanjuti dan yang paling penting adalah pendidikan ke depan dapat berubah ke arah yang lebih baik..

    ReplyDelete
  51. Mardiana
    13709251019
    Pend Mat D

    Saran bapak sangat bagus sekali menurut saya.. dengan saran2 pada butir- butir di atas:
    1.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang batasan Politik Pendidikan
    Solusi:
    Hendaknya Karakter yang dikembangkan diturunkan dari sila-sila Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung pada UUD 45

    2.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Keilmuan
    Solusi:
    Diperlukan redefinisi tentang hakekat keilmuan (Mapel), yaitu bahwa untuk Jenjang Pendidikan Menengah dan Rendah, Keilmuan merupakan proses berpikir atau kegiatan social. Diperlukan redefinisi matematika untuk sekolah yaitu Matematika Sekolah yang didefinisikan sebagai Proses Berpikir atau Kegiatan Sosial. Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan School Mathematics sebagai: Kegiatan mencari pola, Kegiatan menyelesaikan masalah, Kegiatan eksplorasi, dan Kegiatan berkomunikasi. Demikian juga untuk maple-mapel yang lain.

    3.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Nilai Karakter yang dikehendaki
    Solusi:
    Nilai Karakter harusnya diturunkan dari butir-butir Sila Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
    4.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Filsafat Orientasi Pendidikan
    Solusi:
    Agar dilakukan redefinisi tentang Orientasi Kurikulum yaitu bukan Pengembangan Kompetensi melainkan Pengembangan Ketrampilan Hidup
    5.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Teori Belajar
    Solusi:
    Redefinisi Hakekat Belajar dan Hakekat Mengajar, yaitu bahwa Belajar adalah kegiatan eksplorasi dan Mengajar juga adalah Kegiatan Penelitian. Hal ini belum cukup, perlu ditambah bahwa Belajar adalah Membangun Hidup (Life Skill)
    6.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Metode Mengajar
    Solusi:
    Redefinisi Metode Mengajar menuju Mngembangkan Ketrampilan Hidup (Life Skill), sehingga Metode Mengajar yang tepat adalah bersifat kontekstual, fleksibel, dinamis dan kreatif, misal : Metode Investigasi/Eksplorasi (yang disebut sebagai Metode Sain) dan Metode Diskusi.
    7.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Sumber Belajar
    Solusi:
    Perlunya kewajiban bagi guru untuk membuat LKS nya sendiri. Karena LKS selama ini hanya membeli dari Penerbit atau bantuan dari Pemerintah, dan itu belum termasuk criteria LKS yang benar, karena hanya merupakan Kumpulan Soal. RPP danLKS yang benar adalah RPP dan LKS yang membantu siswa mengembangkan Ketrampilan Hidup.

    8.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Penilaian
    Solusi:
    Pemerintah harus berani melangkah untuk menghapuskan UAN.

    9.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Siswa
    Solusi:
    Perlu redifinisi hakekat siswa yaitu bahwa Siswa adalah makhluk yang bersifat Hidup, oleh karena itu maka hakekat siswa adalah diri subyek belajar yang berusaha membangun hidupnya (Life Skill)

    10.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Kompetensi
    Solusi:
    Perlu dipromosikan bahwa Kompetensi Siswa berkaitan dengan Kebutuhannya dan berkaitan dengan Aspek Budayanya. Maka untuk memperoleh kompetensi ketramilan hidup, siswa perlu melalui tahap-tahap hirarkhis sebagai berikut: WILL, ATTITUDE, KNOWLEDGE, SKILL, and EXPERIENCE, Untuk mencapai Kompetensi tersebut guru perlu membuat Skenario Pembelajaran yaitu Skenario Pencapaian Kompetensi.
    11.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Sosial Budaya
    Solusi:
    Dikembangkan komunikasi agar diperoleh kejelasan tentang perihal tersebut di atas. Sudah saatnya dipromosikan Pendidikan Kontekstual yaitu sesuai dengan Daerah masing-masing; sehingga Pendidikan akan mengembangkan Multi Solusi dan Multi Budaya.
    12.Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Aspek Konseptual

    saran2 bapak di atas merupakan saran yang lengkap...

    ReplyDelete
  52. ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲ و بر كا ﺗﮫ

    secara umum dan secara khusus saya sangat setuju selaki saran dari Prof Marsigit, Prof, saran ini sebaikknya kita utarakan pada prsediden imaginer untuk di tindak lanjuti, sebab saran ini sangat signifikan untuk kemajuan pendidikan di masa yang akan datang. setidaknya kita cuma bisa berusaha agar pendidikan kita lebih baik lagi.

    Wallahu a’lam bish-shawabi…

    ReplyDelete
  53. Samsul Feri Apriyadi (10301241009)
    Pendidikan Matematika 2010

    Masukan untuk perbaikan draft kurikulum 2013 yang disampaikan Prof sangat realistis, dimana guru sebagai ujung tombak pendidikan dan segala kebijakannya, harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Seperti sumber belajar dan perangkat pendukung lainnya. Namun, itu semua harus melalui proses yang tidak terburu-buru melainkan penuh dengan kajian dan tinjauan dari para ahli.Sehingga kurikulum 2013 menjadi kurikulum yang lebih baik dari kurikulum yang sebelumnya.

    ReplyDelete
  54. Wita Ratna Puspita 13709251021
    PPs UNY Pend. Matematika Kelas A

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya berkesimpulan, mereka yang mempertanyakan Kurikulum 2013 adalah karena ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013. Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.

    ReplyDelete
  55. Dewi Nasiroh/10301241037
    Pendidikan Matematika 2010

    Kurikulum 2013 ini begitu detail dalam memandang kebutuhan belajar siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa dituntut untuk aktif. Sedangkan untuk meningkatkan keaktifan siswa, guru juga dituntut untuk bisa merancang pembelajaran sedemikian sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak dan lebih memahami/ mendalami materi yang sedang mereka pelajari tidak hanya sekedar mengejar nilai/ hasil yang bagus saja. Semoga apa yang Bapak tuliskan dalam masukan-masukan ini sekiranya dapat bermanfaat untuk pelaksanaan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  56. Melda Ariyanti
    PPS UNY Pendidikan Matematika Kelas C (13709251039)

    Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013_ Oleh Marsigit
    Dari apa yang telah bapak paparkan di atas bahwa metode mengajar menuju mengembangkan ketrampilan hidup (Life Skill), sehingga metode mengajar yang tepat adalah bersifat kontekstual, fleksibel, dinamis dan kreatif untuk diberikan kepada siswa. Adanya perubahan kurikulum 2006 ke kurikulum 2013 baik adanya, tetapi hal ini tidak disesuaikan dengan kesiapan dari berbagai elemen pendukung pembelajaran, mulai dari kesiapan guru dan siswa, sekolah, sarana prasarana dan hal-hal pendukung lainnya. Perubahan-perubahan itu harus didukung dengan fakta-fakta dan kondisi yang menyatakan kurikulum harus diganti. Adanya evaluasi dari kurikulum sebelumnya dapat dijadikan acuan untuk kurikulum 2013 sekarang ini.

    ReplyDelete
  57. Harry Syafutera (13709251056)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Menurut paparan diatas bahwa dalam kurikulum ini pembelajarannya menekankan pada siswa. Siswa dituntut untuk lebih kreatif, aktif dan berfikir kritis. Siswa menemukan dan membangun sendiri pengetahuannya, guru berperan sebagai motivator dan fasilitator. Selain materi siswa juga diajarkan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika sehingga mereka tujuan dari apa yang dipelajarinya.

    ReplyDelete
  58. Anas Hermawan 09313244024
    P Math Inter

    Kurikulum kita memang seharusnya diperbaiki untuk mencapai Indonesia yang lebih berkarakter. Pendidikan di Indonesia banyak dipengaruhi oleh Negara-negara berkuasa dan maju, Indonesia hanya sekedar ikut sana sini, padahal siswa Indonesia itu tidak sama dengan siswa mereka. Itu juga sebagai penyebab Bangsa Indonesia kehilangan karakter.

    ReplyDelete
  59. Irma Septina Pratiwi
    10301241007
    Pendidikan Matematika Subsidi 2010

    Setiap kebijakan akan menjadi lebih baik jika telah adanya penelitian sebelum kebijakan tersebut dilaksanakan. Dan juga apabila kebijakann tersebut telah dipublikasikan, maka kritik publik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. Dalam hal ini publik adalah orang-orang yang memiliki beragam pengalaman dan keahlian, sehingga akan kritik mereka akan menjaditolak ukur kesiapan publik dalam melaksanakan kebijakan tersebut.

    ReplyDelete
  60. Nevi Narendrati (13709251009)
    PPs UNY P.Mat A

    Masukkan untuk Perbaikan Draft Kurikulum 2013 oleh Bapak Prof menyingkap kurangnya dukungan bagi beberapa aspek yang berkaitan dengan pendidikan, antara lain batasan politik pendidikan, hakekat keilmuan, nilai karakter yang dikehendaki, filsafat orientasi pendidikan, hakekat teori belajar, hakekat metode mengajar, dan sebagainya. Perombakan kurikulum dan perbaikannya tentu juga membutuhkan tenaga pendidik yang siap dan handal agar para peserta didik cepat beradaptasi dengan kurikulum baru sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  61. Rusnilawati PM D 13709251037
    Assalamu'alaikum wr. Wb.

    Perbaikan kurikulum 2013 bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Secara yuridis formal kurikulum 2013 mempunyai rasional yang kuat serta secara pedagogis bertujuan untuk meningkatkan kualitas kurikulum 2006. Dijelaskan bahwa kurikulum 2013 belum secara eksplisit mengedepankan relevansi UUD 1945 dan Pancasila sebagai landasan filosofis. Padahal pendidikan kita seharusnya berlandaskan pada UUD 1945 serta Pancasila. Guru perlu bersikap bijak dalam menghadapi perubahan kurikulum karena itu adalah salah satu tuntutan bagi guru untuk dapat mengembangkan kemampuan mengajarnya. Semoga kurikulum 2013 dapat membawa perbaikan bagi pendidikan di Indonesia.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  62. Anisah (13709251006)
    PPs UNY P.Mat A

    Semenjak disahkannya kurikulum 2013 pada sistem Pendidikan Indonesia, ada begitu banyak masukan, kritikan dan saran untuk perbaikan kurikulum 2013. Dalam elegi ini, Bapak menyampaikan beberapa masukan Bapak untuk kurikulum 2013 dan menurut saya masukan tersebut sangat bermanfaat bagi kami untuk menambah wawasan kami dalam menganalisis kurikulum 2013. Saya sangat salut dengan Bapak, karena dalam postingan ini, Bapak tidak hanya menyampaikan masalah-masalah yang ada dalam kurikulum 2013 namun juga disertai solusi dari permasalahan tersebut. Salah satu kritikan yang sangat menarik bagi saya adalah Pengembangan Kurikulum 2013 belum didukung secara cukup tentang Hakekat Kompetensi
    Disini dijelaskan bahwa belum didefinisikannya hakekat Kompetensi secara filsafati. Selama ini dan juga dalam Kurikulum 2013, tidak ada penjelasan bagaimana siswa atau guru membantu siswa mencapai kompetensinya atau memperoleh ketrampilan membangun hidupnya. Adapun solusi dari permasalahan tersebut adalah perlu dipromosikan bahwa Kompetensi Siswa berkaitan dengan Kebutuhannya dan berkaitan dengan Aspek Budayanya. Maka untuk memperoleh kompetensi ketramilan hidup, siswa perlu melalui tahap-tahap hirarkhis sebagai berikut: will, attitude, knowledge, skill, and experience, Untuk mencapai Kompetensi tersebut guru perlu membuat Skenario Pembelajaran yaitu Skenario Pencapaian Kompetensi. Terimakasih banyak Bapak. Elegi ini dapat menambah wawasan kami dan referensi kami terkait kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  63. Saya setuju dengan apa yang disampaikan pada artikel di atas, bahwa masih perlu perbaikan dalam upaya penyelenggaraan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 tergolong kebijakan baru yang cukup mendadak di kalangan pendidikan di Indonesia saat ini. Masih memerlukan masukan-masukan yang disampaikan pada artikel di atas untuk memperbaiki adanya kurikulum 2013 ini agar pelaksanaan kurikulum 2013 kelak dapat berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diharapka.

    ReplyDelete
  64. Nuraini mustika sari dewi (137 0925 1035)
    Pendidikan matematika kelas D
    Semoga saran yang Bapak Prof. berikan semoga bisa terlaksana dengan baik. Perbaikan tentu menuju kearah kebaikan untuk mendukung kemajuan perkembangan pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  65. Nia Cahya Saputri
    09313244014
    Pend. matematika Inter

    Saran yang bapak berikan insyaAlloh merupakan saran yang membangun bagi pemerintah. tidak hanya menambah masalah yang ada akan tetapi saran yang bapak berikan memiliki nilai yang bisa dikatakan sangat bermanfaat dan masuk akal untuk dipertimbangkan.

    terimakasih..

    ReplyDelete
  66. Dessi Kristiyani
    PPs P.Mat P2TK 2013_NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Setelah membaca draft ini, satu yang sangat menarik bagi saya , yaitu Janganlah menyebut kurikulum berpendekatan Sain, kalimat tersebut mengingatkan saya, pada perkuliahan hari selasa lalu. memang benar apa yang bapak sampaikan , apabila kita menggunakan pendekatan tersebut dikhawatirkan , kita sama dengan negara - negara maju, yang lebih berkiblat pada pemikiran A de Comte, hal ini sangat tidak baik khususnya bagi perkembangan generasi penerus kita. Karena dengan berkiblat dengan pemikiran tersebut, maka nantinya generasi penerus kita hanya akan melihat sisi dunia dalam dimensi - dimensi kapitalisme, pragmatisme, hedonisme dan utilitaria.
    Semoga kita senantiasa diberi petunjuk olehNya sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik.. Aamiin

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  67. Harna Yulistiyarini_(NIM 13709259011)_PPs PMAT P2TK UNY 2013

    Assalamu'alaikum..

    Saya setuju bahwa pendidikan seharusnya mengembangkan Ketrampilan Hidup (Life Skill). Menurut saya pengembangan life skill sangat penting agar siswa mampu hidup mandiri nantinya, memiliki keteguhan sikap, moral, dan spiritual.
    Kurikulum 2013 yang saat ini telah dilaksanakan perlu untuk disempurnakan. Apalagi untuk isi kurikulum yang kurang sesuai. Misalnya saja kompetensi dasar SMA kelas X yaitu Menunjukkan kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis sebagai hasil mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier. Apakah hal ini tidak terlalu dipaksakan? apa hubungannya belajar persamaan dan pertidaksamaan linier dengan hak dan kewajiban pada toleransi?

    Semoga dengan semua kritik dan masukan ini pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  68. Khikayah / NIM 13709259005
    PPs P.MAT P2TK 2013
    Assalamu'alaikum wr Wb
    Kurikulum 2006 telah diganti dengan Kurikulum 2013. Ini merupakan kebijakan dari pemerintah, dan kita sebagai pelaksana sudah mulai mengimplementasikannya di sekolah masing-masing. Dari tulisan di atas tentang saran-saran demi perbaikan dan lebih menyempurnakan. Semoga kita bisa mengadakan perubahan yang lebih baik, dan yang paling penting adalah dalam pelaksanaanya harus benar-benar paham dan mengerti tentang kurikulum ini.
    Wassalamu'alaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  69. HESTI SETIANINGSIH
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259015

    Adanya Kurikulum 2013 merupakan salah satu usaha pemerintah untuk memperbaiki pendidikan dan menyiapkan generasi muda dalam rangka menyongsong Indonesia Emas. Waktu yang terlalu pendek antara persiapan dan pelaksanaannya menyebabkan muncul kelemahan dan kekurangan dalam kurikulum 2013 sehingga perlu dikritisi. Uraian di atas memberi gagasan untuk memperbaiki draft kurikulum 2013, meskipun kurikulum 2013 sudah dilaksanakan. Semoga perbaikan tersebut dapat diwujudkan dan dilaksanakan sebagai penyempurna kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  70. ABDUL KHAMID
    PPS UNY - PMat P2Tk 2013
    NIM. 1370 925 9003

    Seiring perkembangan jaman, kurikulum dalam pendidikan selalu mengalami perubahan-perubahan yang dimaksudkan agar Indonesia semakin maju dan tidak ketinggalan dengan negara lain. Perubahan Kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 diharapkan akan mampu menjawab keinginan itu. Namun demikian setiap pelaksanaan kurikulum pasti selalu ada saja kekurangannya, walaupun sudah disusun oleh para pakar. Oleh karena itu masukan dan usulan dari
    Prof.Dr. Marsigit, MA yang juga merupakan pakar pendidikan, menurut saya sangat bagus untuk perbaikan menuju Indonesia yang maju IPTEKnya dan bagus Akhlaknya. trima kasih

    ReplyDelete
  71. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Andina Yuliana Dewi
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241007

    i agree with Mr. Marsigit's suggestion that government must switch the name of new curriculum,in order not to make people misunderstanding. government must impress that this curriculum is improvement from 2006 curriculum, this is not a new curriculum.essentially all of the new curriculum is the result of improvement of the previous curriculum, if the government make a new curriculum it's mean that they must start from the beginning.
    This 2013 curriculum designed to fulfill the needs of students. In the teaching and learning activities students are required to be active. As for increasing the involvement of the student, the teacher is also required to be able to design so that learning can motivate students to learn more.
    if the preparation of this curriculum better,we hope this 2013 curriculum expectations can improve education in Indonesia.

    ReplyDelete
  72. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend Matematika A 2013/13301241005
    Curriculum 2013 for my knowledge that is the simplification efforts, and thematic-integrative. Suggestions from Mr Marsigit above very useful, hopefully with suggestion from Mr curriculum more attention and considered in detail the advantages and disadvantages. Hopefully curriculum 2013 can make a more advanced education in Indonesia.
    Thank you :)

    ReplyDelete
  73. Tyas Kusumawati
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259006

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Bagus sekali saran-saran dari Pak Marsigit untuk kurikulum 2013 ini. Memang pelaksanaan kurikulum ini masih terkendala banyak hal di lapangan. Pelaksanaannya terkesan terburu-buru. Baik pihak sekolah, guru, maupun siswa masih belum terlalu siap dalam melaksanakannya. Sarana prasarana penunjang masih sangat terbatas, bahkan buku guru dan buku siswa yang digunakan masih banyak terdapat kesalahan. Semoga kedepannya kekurangan-kekurangan ini dapat segera diperbaiki, sehingga pelaksanaan kurikulum ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Aamiin..

    ReplyDelete
  74. Siti Muzaro’ah, S.Pd.Si
    P.Mat P2TK 2013
    NIM. 13709259012

    Bismillah..
    Dari berbagai forum, saya mengamati bahwa kurikulum 2013 banyak dikeluhkan. Hal ini haruslah menjadi perhatian pemerintah sebagai pihak yang telah menelorkan produk ini.

    Santer terdengar di khalayak bahwa tiap ganti menteri haruslah berganti kurikulum. Semoga ini bukan kenyataan, meski demikian halnya yang telah terjadi di negeri kita yang tercinta ini. Karena seharusnya pergantian kurikulum bukan untuk menunjukkan kinerja kementrian, tetapi semata-mata karena kurikulum harus diperbaiki. Bukan untuk sekedar unjuk gigi. Semoga ada dari para penggagas kurikulum yang ‘tersasar’ membaca tulisan Prof. Marsigit diatas untuk ke depan yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  75. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    Pendidikan Matematika D 2013
    13301244013

    After reading the article that Mr.Marsigit made, I agree with the Mr.Marsigit convey. I thing the government should't called this curriculum with a new curriculum, just a revision and development than previously. And I thing the government should increased the teacher capabillity to actualize the curriculum 2013. I hope this curriculum is pure to increased the education in Indonesia, not on the contrary.

    ReplyDelete
  76. PARJO (13709259001)
    PPs UNY Pendidikan Matematika P2TK 2013

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonsia telah dikembangkannya kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013. Karena kurikulum merupakan paduan utama dalam pelaksanaan pendidikan formal di Indonesia. Selain kurikulum pendidikan memiliki tujuan yang sangat penting yaitu untuk menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas secara langsung dan mempengaruhhi masa depan bangsa. Maka guru perlu bersikap bijak dalam menghadapi perubahan kurikulum karena itu adalah salah satu tuntutan bagi guru untuk dapat mengembangkan kemampuan mengajarnya. Semoga kurikulum 2013 dapat membawa perbaikan bagi pendidikan di Indonesia.
    Sekian, terima kasih.

    ReplyDelete
  77. Yazid Fathoni
    13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    I am with Mr. Marsigit, because the actual curriculum in 2013 is an improvement of curriculum KTSP 2006, the Indonesian government wants education to be better by improving the curriculum KTSP 2006.

    ReplyDelete
  78. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika C 2013
    I think 10 steps explained by Mr. Marsigit is very effective to develop the talents and achievements of students. And I think that 10 steps must be applied to the education system in Indonesia.

    ReplyDelete
  79. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika C 2013
    I think 10 steps explained by Mr. Marsigit is very effective to develop the talents and achievements of students. And I think that 10 steps must be applied to the education system in Indonesia.

    ReplyDelete
  80. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum,Wr.Wb
    I think the Mr.Marsigit’s suggestions were very good to further refine the curriculum in 2013. Hopefully this 2013 curriculum can be actualized well and can build the character of the Indonesian nation. Thanks

    ReplyDelete
  81. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    In my opinion, I agree with all of Mr. Marsigit's opinion. I think that 2013 curriculum must be developed to make students become active, critical, creative, etc. Teacher or goverment should be good facilitator for students in 2013 curriculum. Well, I hope education in Indonesia will develope with 2013 curriculum. I am totaly agree with Mr. Marsigit's opinion. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  82. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA D 2013

    After reading the suggestion that Mr. Marsigit given to the curriculum 2013, I agree with what Mr. marsigit statement. Government should review the draft of curriculum 2013 because I see that curriculum 2013 itself is too impose a particular scientific thinking. The government too imitate of western education, but ideologies that underlies it all is very different.

    ReplyDelete
  83. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA D 2013

    Basically, the curriculum 2013 is a refinement of the curriculum 2006 and curriculum 2013 are expected to be able to answer all curriculum problems within the curriculum 2006. One important reason for Curriculum 2013 is attitudes need to be prepared in competencies, skills, and knowledge. hopefully curriculum 2013 according with the purpose implementation. Hope, Mr. marsigit convey useful to help achieve national education purpose that the intellectual life of the nation.

    ReplyDelete
  84. Nur Anisa Dika Maharani
    13301241030
    Pendidikan Matematika A 2013

    I think 2013 was a good curriculum. However, the curriculum does not necessarily turn quickly. It would be very much better when done collecting data, research, treatment really mature until 2013 when infused curriculum can be more effective and produce sweet fruit.

    ReplyDelete
  85. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    13301241019
    Pendidikan Matematika A 2013

    After reading the article above, I agree with Mr. Marsigit. Understanding and aspects contained in the curriculum in 2013 make many people feel confused teachers are no exception. This happens because the lack of a detailed description of the curriculum in 2013. By using terms that are connected with terms more commonly heard it will be easier to understand the meaning and aspects contained in the curriculum 2013.

    ReplyDelete
  86. DWI IRAWATI
    Pendidikan Matematika 2011
    11301241005
    Setuju dengan masukan yang diungkapkan Oleh Bapak Marsigit, terutama mengenai guru perlu mengembangkan sendiri LKS yang akan digunakan, bukan membelinya. Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap LKS yang digunakan di SMP N 1 Patimuan, Kab. Cilacap, ternyata LKS hanya berisi ringkasan materi dan soal-soal. Akibatnya, ketika menggunakan LKS, siswa-siswa cenderung langsung mengerjakan soal-soal yang terdapat pada LKS. Setelah menemui kesulitan dalam mengerjakan soal, baru siswa mencari jawaban atau cara mengerjakannya dalam ringkasan materi dan contoh soal pada LKS tersebut. Jika kondisi tersebut dibiarkan terus-menerus, maka kemampuan siswa untuk memahami dan berpikir kreatif tidak akan berkembang. Oleh karena itu guru perlu mengembangkan LKS sendiri yang disesuaikan dengan karakteristik siswa serta membantu siswa mencapai ketrampilan hidup.

    ReplyDelete
  87. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA D 2013

    i agree with nur anisa statement, that the curriculum does not necessarily turn quickly. It would be very much better when done collecting data, research, treatment really mature until 2013 when infused curriculum can be more effective and produce sweet fruit.

    ReplyDelete
  88. Dita Aldila Krisma
    Pendidikan Matematika A 2013 UNY
    13301241002

    It is a web http://kurikulum.kemdikbud.go.id/masukmedia electronic information system monitoring the implementation of the curriculum in 2013. Contains goals, school goals, training schedule, and the school's proposal. Hopefully useful and we can study it.

    ReplyDelete
  89. Rini Wulandari
    11301241019
    Pendidikan Matematika 2011

    Saya sangat setuju dengan pint kedelapan tentang pengembangan Kurikulum 2013 yang belum didukung secara cukup tentang Hakekat Penilaian. Kurikulum 2013 dengan segala jenis penilaiannya tersebut sudah sangat bagus untuk mengukur kemampuan dan keterampilan siswa, tetapi apabila dalam kurikulum 2013 tetap menyantumkan adanya UAN, ini sangat tidak sinkron dengan prosesnya. Menurut saya, harus tetap diadakan UAN, tetapi dengan bukan dengan UAN yang seperti UAN sampai tahun 2014 yang hanya mengukur kognitifnya saja. Harus ada evaluasi - evaluasi lain yang sesuai dengan proses penerapan kurikulum 2013. Misalnya mengadakan evaluasi - evaluasi guna mengukur keterampilan siswa.
    Terimakasih

    ReplyDelete