Nov 22, 2012

Realistics Mathematics _ by Moerlands



33 comments:

  1. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam matematika realistik kita dapat melihat bahwa pengetahuan matematika itu bersifat seperti gunung es dimana apa yang kita lihat belum tentu sebesar dan sedalam itu yang harus kita pelajari akan tetapi informasi tentang matematika masih banyak yang perlu kita kaji, dalam matematika realistik terdapat 4 proses pembelajran yang dilakukan di dalam matematika yaitu: matematika konkret, matematika model konkret, matematika model formal, dan matematika formal.

    ReplyDelete
  2. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari iceberg di atas dapat dilihat bahwa untuk mencapai puncak iceberg atau gunung es (bentuk formal notation matematika), siswa memerlukan pengalaman belajar yang cukup banyak melalui eksplorasi matematika melalui dunia nyata. Kemudian, model pembelajaran dibuat melalui kegiatan eksplorasi. Setelah itu beranjak mencoba building notation kemudian menjadi formal notation.

    ReplyDelete
  3. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Misalkan pada materi pengukuran sudut. Siswa memerlukan eksplorasi segala sesuatu yang dapat mendasari konstruksi pengetahuan siswa untuk melakukan pengukuran sudut. Eksplorasi dimulai dari konteks yang sering dijumpai oleh siswa, misalnya menggunakan konteks jam dinding. Pada tahap selanjutnya, yaitu pembentukan skema, siswa diajak untuk menggunakan suatu model yang merepresentasikan dunia nyata tersebut. Selanjutnya, siswa dibimbing untuk membangun pengetahuan mereka secara lebih abstrak. Model jam dinding sudah direpresentasikan dalam bentuk ukuran sudut dalam derajat dengan melibatkan pengetahuan siswa yang lain atau dalam PMRI lebih dikenal dengan intertwining. Dimulai dari dunia nyata, pembentukan skema dan dilanjutkan dengan pembangunan pengetahuan merupakan langkah efektif untuk pembentukan pengetahuan formal abstrak siswa.

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Jadi pendekatan iceberg yang dipakai dalam PMRI merupakan salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang efektif terutama di sekolah dasar ketika mereka mulai mengkonstruksi pengetahuan matematika mereka sendiri.

    ReplyDelete
  5. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam Pendekatan Matematika Realistik yang dicanangkan Frans Moerlands, proses pembentukan gunung es di laut selalu dimulai dari bagian dasar di bawah permukaan laut dan seterusnya akhirnya terbentuk puncak gunung es yang muncul di atas permukaan laut. Bagian dasar gunung es lebih luas dari pada puncaknya, dengan demikian konstruksi gunung es tersebut menjadi kokoh dan stabil. Dalam model gunung es terdapat empat tingkatan yaitu (1) orientasi lingkungan secara matematis, (2) model alat peraga, (3) pembuatan fondasi, dan (4) matematika formal.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  6. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Pendekatan Matematika Realistik merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang berorientasi pada kehidupan sehari-hari. Pendekatan Matematika Realistik oleh Moerlands, seperti pembentukan gunung es. Seperti Gunung-gunung pada umumnya, bagian dasar gunung es, yang paling dasar tentunya memiliki daerah atau wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan bagian atasnya. Sedangkan matematika yang diajarkan pada kebanyakan sekolah sekarang hanyalah matematika yang tampak di atas permukaan air laut saja dalam gunung es tersebut, yaitu hanya matematika formal saja. padahal, Masih banyak tahap yang ada di bawahnya yang sangat mempengaruhi kekokohan pengetahuan yang dibangun. Seperti halnya sebuah rumah, pondasi rumah adalah yang paling dasar, tak bisa kita langsung membangun atapnya tanpa ada pondasi dan dinding. Begitu pula dengan matematika, Untuk membangun pengetahuan matematika siswa maka pertama yang harus dibangun adalah dengan hal-hal yang konkret, yang ada di dalam kehidupan siswa sehari-hari. Harus dipastikan bahwa tahap ini terbangun dengan kokoh, dan dilanjutkan dengan tahap selanjutnya. Hal ini diadopsi pula untuk pendekatan Pendidikan Matematika Realistic Indonesia . Pengetahuan matematika dibangun dari hal-hal yang konkrit, kemudian baru ke skema, kemudian model, baru terakhir ke matematika formal. Porsi pembelajaran matematika dengan hal-hal konkrit adalah yang paling besar dibanding dengan yang lain.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  7. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Moerland menyatakan bahwa pembelajaran matematika realistik dipadankan sebagai pembentukan gunung es. Pembentukan gunung es bermula dari bawah laut sebagai dasar dari gunung, hingga ke puncak yang muncul pada permukaan laut. Gunung es secara umum bentuknya seperti kerucut, pada bagian dasar adalah bagian paling luas, semakin ke atas semakin mengerucut, begitu pula dalam pengonstruksian konsep matematika.
    a)Orientasi dunia nyata secara matematis
    Peserta didik dihadapkan pada permasalahan matematika yang berada pada dunia nyata. Biarkan logika dan pikiran peserta didik sendiri yang membangun pengetahuan bagaimana cara menyelesaikannya. Apabila peserta didik telah sukses dalam membangun pengetahuan pada tahap konkret ini, maka dilanjutkan dengan tahapan berikutnya.
    b)Pemodelan matematika secara material
    Dari permasalahan berorientasi kehidupan nyata tersebut, pembuatan alat peraga atau media yang disesuaikan dengan model permasalahan agar dapat mempermudah peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan.
    c)Pembuatan pondasi (dihubungkan dengan angka)
    Pembuatan pondasi yag dimaksudkan adalah peserta didik coba untuk memahami konsep matematika yang ada pada material model matematika yang telah dibuat. Segala aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memahami konsep matematika selanjutnya akan dibawa ke dalam matematika formal.
    d)Matematika formal
    Pada tahap matematika formal, peserta didik sudah dapat mempelajari matematika menggunakan model formal, yaitu simbol-simbol matematika yang selama ini dipelajari di sekolah.
    Sehingga peserta didik akan lebih pandai dalam menyelesaikan berbagai permasalahan matematika, dengan kombinasi permasalahan, dia tidak akan bingung, karena dia memahami konsep matematika dari dasar dan mengonstruksinya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013
    Assalamualaikum Wr.Wb.
    In my opinion, Moerlands said that relistic mathematics start from concrete mathematics, concrete model, formal model, mathematics formal. Well, realistic mathematics is needed to solve mathematics problem. If we study realistic mathematics, we are hoped can solve mathematics problem in the life. We are hoped to implementate realistic mathematics. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Moerland memaparkan bahwa proses pembelajaran matematika berupa pembelajaran yang realistik dan dilihat sebagai proses pembentukan gunung es atau iceberg. Prosesnya dimulai dari bagian dasar yaitu orientasi dunia matematika menuju model material hingga ke notasi yang normal yang pada akhirnya menuju puncak gunung es tersebut. Pada bagian dasar gunung es harus dibentuk konstruksi matematika yang utuh agar memudahkan siswa mencapai puncak gunung es ini.

    ReplyDelete
  10. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Realistic Mathematics Education oleh Moerlands, diawali dengan matematika horizontal dimana siswa menyelesaikan masalah nyata dengan caranya sendiri. Matematika horizontal terdiri dari 3 tingkatan yaitu mathematical world orientation, model material, dan building stone number relation. Dari matematika horizontal kemudian meningkat menjadi matematika vertikal yaitu matematika formal dimana siswa menyelesaikan masalah dengan menggunakan notasi atau simbol-simbol.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  11. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Pembelajaran matematika realistik merupakan pendekatan pembelejaran yang berhubunga langsung dengan kehidupan nyata, . dalam gambar tersebut, skema pembelajaran matematika yang digambarkan sebagai gunung es, pada lapisan dasar adalah sifatnya konkrit, kemudian di atasnya ada model konkrit , di atasnya lagi ada model formal dan paling atas adalah matematika formal.

    ReplyDelete
  12. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Moerlands menggambarkan matematika realistik bagaikan gunung es yang tinggi yang tersusun atas 4 tingkatan yaitu di bagian puncak terdapat matematika dengan notasi formal,bagian kedua dari atas terdapat matematika yang menghubungkan antar angka (model formal), selanjutnya matematika model material (model kongkret), dan terakhir pada bagian dasar adalah matematika yang berorientasi pada kehidupan nyata (matematika kongkret). Karena itu, pendekatan Iceberg dalam Matematika Realistik diharapkan dapat mengkonstruk pengetahuan siswa terhadap matematika karena siswa dapat memahami kebermaknaan materi yang akan dipelajari dan menyadari bahwa sejatinya matematika bukan bersifat abstrak dan jauh dari kehidupan nyata, namun matematika sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan siswa karena matematika merupakan model dan aplikasi dalam aktivitas sehari- hari.

    ReplyDelete
  13. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Realistis mateamatika dalam pembelajaran matematika menggunakan prinsip gunung es. Sebagai matematika horizontal dan matematika vertikal. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan cara mereka sendiri, masih menggunakan simbol yang mereka buat sendiri, mereka belum mengenal simbol-simbol formal matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika atau juga dapat dikatakan telah menggunakan matematika formal.

    ReplyDelete
  14. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Menuju matematika di titik atas es seperti menuju kehidupan dari proses lahir hingga menuju dewasa. Anak yang normal adalah anak yang tumbuh dan berkembang secara normal sesuai tahapan usianya. Maka dalam realistis matematika, dari konkret ke abstrak, diperlukan proses yang sistematis agar terbentuk konsepnya secara realistis. Sama jika mengajarkan matematika kepada siswa usia sd, yang harus diperhatikan adalah pembentukan konsep dari konkret ke abstrak, dan bukan sebaliknya.

    ReplyDelete
  15. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Pembelajaran realistik matematika Iceberg menjalaskan bahwa pengetahuan matematika anak seperti gunung es. Anak mengeksplore pengetahuan mereka dari orientasi mereka tentang dunia matematika, menggali bentuk-bentuk material, pembentukan konsep angka dan akan menggapai puncak gunung es yaitu formal notation. Anak belajar dari sumber-sumber konkret di sekitarnya kemudian diolah dan membentuk konsep di dalam pikiran mereka.

    ReplyDelete
  16. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Matematika Realistik adalah matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran Matematika Realistik di kelas berorientasi pada karakteristik-karakteristik RME, sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya. pendekatan Iceberg dalam Matematika Realistik diharap dapat membangun pengetahuan dan daya serap siswa terhadap materi pembelajaran di sekolah. Karena sejatinya Matematika bukan bersifat abstrak, namun merupakan model dan aplikasi dalam kehidupan sehari. Oleh sebab itu pengenalan matematika sebaiknya dipadukan dengan keseharian siswa.

    ReplyDelete
  17. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Realistic Mathematics Education – hereafter abbreviated as RME – is a domain-specific instruction theory for mathematics, which has been developed in the Netherlands. Characteristic of RME is that rich, “realistic” situations are given a prominent position in the learning process. These situations serve as a source for initiating the development of mathematical concepts, tools, and procedures and as a context in which students can in a later stage apply their mathematical knowledge, which then gradually has become more formal and general and less context specific.

    ReplyDelete
  18. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Realistic Mathematics Education – hereafter abbreviated as RME – is a domain-specific instruction theory for mathematics, which has been developed in the Netherlands. Characteristic of RME is that rich, “realistic” situations are given a prominent position in the learning process. These situations serve as a source for initiating the development of mathematical concepts, tools, and procedures and as a context in which students can in a later stage apply their mathematical knowledge, which then gradually has become more formal and general and less context specific.

    ReplyDelete
  19. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Pembelajaran matematika akan menjadi lebih bermakna apabila pembelajaran tersebut dekat dan nyata bagi siswa. Pembelajaran Matematika Realistik muncul sebagai salah satu alternatif jawaban untuk mewujudkan pembelajaran bermakna tersebut. Moerland memvisualisasikan proses matematisasi dalam pembelajaran matematika realistik sebagai proses pembentukan gunung es. Skema pembelajaran matematika yang digambarkan sebagai gunung es ini pada lapisan dasar adalah konkrit, kemudian di atasnya ada model konkrit, di atasnya lagi ada model formal dan paling atas adalah matematika formal. Gunung es terbentuk dari dasar laut, kemudian semakin ke atas akan sampai pada puncaknya yang terlihat di atas permukaan laut . Bagian dasar gunung es tentunya memiliki wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan bagian atasnya. Menjadi sebuah keprihatinan bersama tentunya karena pembelajaran matematika masih berhenti pada tataran permukaan saja belum mampu mencapai wilayah dasar es yang lebih luas. Semoga ini mampu menjadikan bahan renungan dan introspeksi diri untuk mampu menyajikan pembelajaran matematika yang lebih baik bagi siswa.

    ReplyDelete
  20. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Pendidikan Matematika Realistik Indonesia adalah salah satu pembelajaran matematika yang saat ini sedang dicoba untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika di Indonesia. Pendekatan ini diadopsi dari Realistic Mathematics Education yang dikembangkan di Belanda. Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik guru mengarahkan siswa untuk penggunakan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika dengan caranya sendiri, konsep matematika diharapkan muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelasaian yang berkaitan dengan konteks dan secara perlahan siswa mengembangkan alat dan pemahaman matematik ke tingkat yang lebih tinggi. Konteks dalam PMR merujuk pada situasi dimana soal ditempatkan, sedemikian hingga siswa dapat menciptakan aktivitas matematik dan melatih ataupun menerapkan pengetahuan matematika yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  21. 16701251016
    PEP B S2

    Analogi sebuah gunubg es adalah yang tepat untuk menggambarkan kondisi kajian matematika. Yang jika terlihat mungkin kapasitas struktur yang tampak hanyalah ujungnya, berua kontruk pemahaman konsep yang sudah menuai hasil daripada pemikiran yang logis. Namun sebenarnya untuk menjadikan konsep perlulah pemahaman yang lebih mendasar terkait dengan fondamen filsafat yang kuat

    ReplyDelete
  22. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Matematika realistik pada dasarnya adalah pemanfaatan realita dan lingkungan yang dipahami peserta untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik dari pada masa yang lalu. dapat diartikn juga sebagai kelas matematika bukan tempat memindahkan matematika dari guru kepada siswa, melainkan tempat siswa menemukan kembali ide dan konsep matematika melalui eksplorasi masalah-masalah nyata.

    ReplyDelete
  23. dari gambar tersebut menunjukan matematika yang dimulai dari apa yang tersedia dialam atau menggunakan alam sebagai media pelajaran. Kemudian membuat model material dari objek alam tersebut kemudian menemukan relasi atau hubungandari model-model dan akhirnya membentuk notasi formal dari relasi tersebut. Saya kira pendekatan ini sangat baik untuk matematika pendidikan karna membangun pemahaman bahwa matematika sesungguhnya tersusun dari objek-objek real di alam.

    ReplyDelete
  24. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Pendekatan matematika realistik menempatkan penekanan penggunaan suatu situasi yang bisa dibayangkan oleh siswa. Matematika realistik ditemukan oleh Moerland. Pendidikan matematika realistik awalnya dibangun di Belanda. Dalam pendidikan matematika realistik, dikenal dengan fenomena gunung es, dimana bagian atas hanyalah yang tampak di atas permukaan laut saja. Jika dikaitkan dengan pembelajaran matematika, maka sesungguhnya pembelajaran matematika di sekolah hanyalah menampilkan sebagian kecil konsep matematika saja. Sedangkan, bagian bawah yang tertutupi oleh air laut merupakan dasar atau bangunan yang merupakan pondasi bagi berdirinya sebuah konsep matematika tersebut. Yaitu bagian bawah merupakan pembelajaran yang berorientasi kepada hal-hal yang konkrit. Pada tahap ini, pembelajaran memerlukan waktu yang lama dalam penanaman konsep dasar. Kemudian tahap selanjutnya, dituangkan ke dalam skema atau gambaran benda-benda konkrit, lalu model yang merepresentasikan sebuah konsep, kemudian yang terakhir adalah tingkatan abstrak yang dituangkan dalam matematika formal.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Frans Morland menggambarkan proses matematisasi dalam pembelajaran RME dengan proses pembentukan gunung es (iceberg). Matematika yang disajikan dengan menggunakan pendekataniceberg terdiri dari 4 tahapan yaitu (1) mathematical world orientation (orientasi lingkungan secara matematis), (2) material model (model material), (3) building mathematical relationship(membangun hubungan matematis) dan (4)formal notation(notasi formal). Pembentukan gunung es di laut dimulai dari bagian dasar di bawah permukaan laut dan selanjutnya sampai kepada terbentuknya puncak gunung es yang muncul di atas permukaan laut. Dasar gunung es lebih luas dibandingkan dengan permukaan yang nampak di atas permukaan laut. Hal inilah yang menyebabkan konstruksi gunung es menjadi stabil dan kokoh. Proses ini sebagai konstruksi dalam RME dimana proses matematisasi dengan matematika horizontal sampai kepada matematika vertikal. Pada proses matematika horizontal menekankan kepada pembentukn konsep matematika yang kokoh sebagai pondasi yang selanjutnya dikembangkan sampai kepada matematika vertikal.

    ReplyDelete
  26. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Seperti gunung es di tengah samudra, apa yang kita lihat hanyalah sebagian kecil dari puncak gunung. Tetapi bagian gunung yang berada didalam air tidak dapat kita lihat, padahal mereka merupakan bagian terbesar pembentuk gunung es tersebut. Dalam pembelajaran matematika terdapat 4 tahapan yang dialami siswa dalam proses belajarnya. Bagian tersebut adalah matematika konkret, model konkretmatematika, modelformal matematika, dan matematika formal.

    ReplyDelete
  27. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Seperti gunung es di tengah samudra, apa yang kita lihat hanyalah sebagian kecil dari puncak gunung. Tetapi bagian gunung yang berada didalam air tidak dapat kita lihat, padahal mereka merupakan bagian terbesar pembentuk gunung es tersebut. Dalam pembelajaran matematika terdapat 4 tahapan yang dialami siswa dalam proses belajarnya. Bagian tersebut adalah matematika konkret, model konkretmatematika, modelformal matematika, dan matematika formal.

    ReplyDelete
  28. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pendekatan Iceberg dalam matematika realistic digambarkan sebagai sebuah pendekatan pembelajaran matematika dengan fenomena gunung es (Iceberg) yang biasanya digunakan dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Adapun tahapannya melalui 4 tahap yaitu Mathematical world orientation, model material, building stone; number relations, dan formal notation. Untuk menumbuhkan jiwa matematika peserta didik sudah semestinya melihat aktifitas sehari-hari yang dilakukan atau dijumpai. Sehingga peserta didik dapat mengkonstruksikan permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ke dalam matematika dengan cara memodelkannya. Kemudian setelah memodelkan diharapkan dapat dihubungkan dengan matematika yang dapat dinotasikan ke dalam bentuk notasi formal matematika.

    ReplyDelete
  29. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pendidikan matematika realisitik mendasarkan aktivitas pembelajaran matematika berdasarkan tahap perkembangan siswa, yang bisa dianalogikan seperti fenomena gunung es. Ilmu matematika formal yang nampak dari diri siswa merupakan puncak gunung es. Ilmu itu dibangun oleh dasar-dasar/pondasi yang kuat dan banyak agar terlihat kokoh seperti pada gunung es tersebut. Jka pondasi gunung es tidak kuat/rapuh maka puncaknya juga roboh. Begitu lah ibarat ilmu matematika, jika kita membangun pondasi ilmunya kuat maka kita akan menggapai puncak yang kokoh. Jika tidak maka ilmu kita akan mudah lupa atau hilang begitu saja.

    ReplyDelete
  30. Bahwa dalam matematika apa yang kita lihat belum tentu benar sehingga kita perlu mengkaji lagi informasi tentang matematika. Pembelajaran matematika realistik berpacu pada kehidupan kita sehari-hari di dunia nyata yang membuat logika dan fikiran membangun pengetahuan bagaimana cara menyelesaikannya.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  31. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Dari gambar diatas Frans Moerland memvisualisasikan proses dalam pembelajaran matematika realistik sebagai proses pembentukan gunung es (iceberg). Dalam model gunung es terdapat empat tingkatan aktivitas, yakni (1) orientasi lingkungan secara matematis, (2) model alat peraga, (3) pembuatan pondasi (building stone) dan (4) matematika formal.




    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  32. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    jika kita berbicara matematika realistik maka akan jumpa dengan istilah matematisasi horizontal dan matematisasi vertikal. matematisasi horizontal berangkat dari permasalahan dunia nyata ditarik masuk ke dalam dunia simbol. Sedangkan dalam matematisasi vertikal adalah proses pelaksanaan pemecahan masalah-masalah dalam bentuk simbol-simbol matematika sesuai prosedur matematika.

    ReplyDelete
  33. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Jika melihat kepada sekema atau gambar diatas maka dapat dipahami bahwa matematika relistik atau fenomena gunung es seperti pada gambar tersebut memiliki makna yaitau yang berada dibawah pemukaan yang tidak terlihat atau istilahnya floating capacity yang terdiri dari 3 komponen yaitu Mathematical world orientation atau istilah sederhananya ialah contoh konkritnya. Model material atau istilah sederhananya adalah pembentukan skema. Building stones, number relations atau istilah sederhananya adalah sudah mulai membangun pengetahuan. Sedangkan yang paling atas atau puncak gunung es yang berada di atas permukaan atau istilahnya top of the iceberg yang terdiri dari satu bagian yaitu Formal notation atau istilah sederhananya adalah formal yang bersifat abstrak. Maka istilah gunung es sebenarnya yang sering di terapkan adalah yang puncaknya saja yaitu matematika yang abstrak, padahal jauh dibawah itu sebagai komponen pembentuknya ada banyak, maka hal inilah yang harus dipahami bahwa membangun pengetahuan matematika harus dimulai dari bawah yang tidak terlihat yaitu yang bersifat konkrit.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id