Nov 22, 2012

Hakekat Belajar _ Oleh Paul Ernest



33 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Menurut Paul Ernest (Martin, 2009) belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa. Sebagai filsafat matematika, kontruksivitisme sosial, seperti yang didefinisikan oleh Ernest (1991) memandang matematika sebagai suatu konstruksi sosial. Hal ini didasarkan pada konvensionalisme yang mengakui bahwa manusia, aturan dan kesepakatan berperan dalam membangun dan membenarkan kebenaran matematika.

    ReplyDelete
  2. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Hakekat belajar menurut paul Ernest yang diterangkan dalam gambar yaitu adanya proses negosiasi sosial sangatlah penting dalam menggapai ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang berasal dari subyektif dan obyektif dapat dikritisi oleh masyarakat, sehingga pengetahuan yang kita dapatkan bukan hanya bagi diri kita sendiri melainkan pengetahuan itu dapat bermanfaat bagi khalayak ramai.

    ReplyDelete
  3. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Saya coba menguraikan gambar tentang hakikat belajar yang dikembangkan oleh Paul Ernest dimana belajar itu merupakan proses sosial yang bersifat negotiation. Dimulai dari pengetahuan individu atau pengetahuan awal kemudian di confirm melalui public critism yang pengetahuan tadi di reformulasi menjadi pengetahuan umum. Kemudian, pengetahuan itu di representasikan kedalam reformulasi pribadi. Didalam semua proses itu ada salah satu aspek yaitu kreativitas yang penting dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Mungkin pendekatan pembelajaran sesuai dengan hakikat paul ernest adalah diskusi kelas. Dimana setiap siswa mempunyai pemahaman masing-masing pada setiap materi yang diajarkan. Kemudian pengetahuan itu disampaikan di depan kelas untuk mendapatkan perbaikan atau saran kritik. Guru sebagai fasilitator siswa yang mengarahkan kepada objective knowledge yang digunakan sebagai dasar untuk mereformulasi pengetahuan kita.

    ReplyDelete
  5. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sebagai salah satu pendidik, hakikat belajar paul ernest dapat dikombinasikan dalam metode pembelajaran yang kita lakukan karena siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui proses sosial negosiasi bukan untuk mencari pembenaran tapi melihat dari sudut pandang yang lain. Dan proses ini dapat menimbulkan proses kreativitas.

    ReplyDelete
  6. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Hakakikat belajar di atas (Paul Ernest) merupakan penjelasan siklus bagaimana ilmu pengetahuan itu bisa diterima oleh siswa, ada 2 macam ilmu pengetahuan yaitu ilmu pengetahuan subyektif dan ilmu pengetahuan obyektif, dimana setiap tahapannya selalu diimbangi dengan creativity

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Berdasarkan gambar di atas, menurut saya terlihat bahwa dalam belajar, kita melibatkan interaksi antara; subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Kedua aspek tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi. Sebuah pengetahuan selalu mengalami perkembangan, maka subjektifitas dan objektifitas sangat diperlukan untuk menambah, memperbaiki atau memperkuat ilmu pengetahuan. Begitulah hakikat belajar.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Menurut Paul Ernest matematika merupakan ilmu yang dibangun lebih oleh proses sosial dibandingkan proses individual. Matematika sendiri merupaka alat untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari melalui objek-objek alam nyata yang ada di sekitar lingkungan. Namun seiring berkembangnya, matematika menjadi ilmu yang abstrak dan ideal.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    menurut paul ernest, hakikat belajar merupakan interaksi antara subjektivitas pengetahuan dan objektivitas pengetahuan. pengetahuan yang telah dipelajari oleh seseorang hanya bisa berkembang dengan syarat interaksi antara subjektivitas dan objektivitas pengetahuan tersebut terpenuhi. pngetahuan terbentukmelalui interaksi dan negosiasi sosial. jika ada satu orang bertemu dengan orang lainnya, akan tercapai suatu negosisasi dan pertukaran pengetahuan, dari sinilah pengetahuan itu berkembang, belajar merupakan suatu proses sosial antara orang-orang yang terlibat di dalamnya.

    ReplyDelete
  10. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut Paul Ernest belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  11. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Pada gambar di atas proses aktivitas sosial merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar. Selain itu Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  12. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Menurut Paul Ernest, belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui komunikasi. Oleh karena itu 'proses negosiasi sosial dituliskan pada pusat dari peta konsep hakikat belajar, karena proses negosiasi sosial mencakup komunikasi. Hakikat belajar melibatkan interaksi antara pengetahuan subjektif, pengetahuan objektif, personal reformulation, public critism and reformulation . Keempatnya saling berinteraksi sehingga terciptanya kreativitas-kreativitas pada si pembelajar. Belajar menyebabkan sikap, nilai, pengetahuan, pengalaman, keterampilan peserta didik menjadi berkembang.

    ReplyDelete
  13. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Hakekat belajar Paul Ernest adalah proses membangun pengetahuan dengan interaksi atau komunikasi. Dalam teori Paul Ernest (Martin, 2009:77) matematika sebagai ilmu yang dibangun lebih merupakan proses sosial dibandingkan proses individu. Interaksi antara individu dengan sosial, interaksi antara pengetahuan subyektif dan pengetahuan obyektif yang dimana nantinya akan membentuk konsep pengetahuan baru. Pengetahuan subyektif dapat dibangun dengan kegiatan diskusi, menulis, mendengar, bertanya, dan lain sebagainya agar dapat memperoleh pengetahuan subyektif yang baru. Pengetahuan subyektif yang baru ini lah yang disebut dengan pengetahuan obyektif.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  14. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Paul Ernest menyatakan bahwa belajar adalah proses untuk membangun mengetahuan melalui komunikasi. Dengan belajar maka nilai, sikap, tingkah, laku, semua perbuatan manusia terbentuk, kebiasaan, keterampilan, pengetahuan, keterampilan, disesuaikan & dikembangkan. Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru.

    ReplyDelete
  15. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Paul Ernest menekankan hakekat belajar melalui proses komunikasi yang melibatkan interaksi antara subjek pengetahuan dan objek pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari dapat dikembangkan karena apabila ada interaksi antara satu orang dengan yang lainnya, maka akan terjadi proses berbagi pengetahuan (share) sehingga akan memuculkan konsep-konsep baru dari materi yang telah dipelajari.

    ReplyDelete
  16. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dalam bagan diatas Paul Ernest menjelaskan tentang konsep dari hakikat belajar. Bangunan pendidikan dipahami berdasarkan konsep ilmiah dan alamiah. Lingkungan, ilmu pengetahuan, subjek pengetahuan, objek pengetahuan, konsep, dan metode penerapan. Secara umum hakikat belajar adalah menerapkan segala macam cara untuk menjadikan objek belajar mampu survive dalam kehidupannya, hidup dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
  17. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    konsep belajar Paul Ernest memiliki tahapan-tahapan. Terdapat subjek dan objek pengetahuan. Keduanya saling memberi perhatian. Diperlukan pula strategi yang mendukung daam setiap tahapan. Objek dan subjek pendidikan masing-masing mengalami proses reaksi sosial. Subjek sebagai mentor memberikan perhatian dan pengajaran. Dan objek menerima, mendengar, dan mengembangkan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  18. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Konsep belajar menurut Ernest di atas menggambarkan tentang siklus yang secara terus-menerus berulang. Ernest mengatakan bahwa kita belajar dari pengetahuan subjektif yang diolah dengan representasi pengetahuan atau kreativitas dan akan menimbulkan reformalis dan kritik publik, lalu diolah lagi dengan kreativitas dan akan menghasilkan pengetahuan objektif. Selanjutnya akan menjadi reformalisasi pribadi dan berulang kembali dari pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  19. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Dalam proses belajar merupakan suatu proses dari berubahnya bentuk tingkah laku tertentu yg secara relatif permanen, perubahan akan tingkah laku tersebut hendaknya bukan hanya sekedar disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik saja dan maupun juga bukan karena disebab kan perubahan kondisi fisik yg sifatnya temporer. Paul Ernest mengemukakan bahwa dalam hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Seluruh unsur unsur tersebut saling besrsinambungan dan berinteraksi. Dalam kaitannya dengan hakekat belajar, interaksi antara subjek pengetahuan dengan objek pengetahuan sangat penting adanya sehingga dapat tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar tersebut. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari. Dalam kaitannya dengan hakekat belajar, interaksi antara subjek pengetahuan dengan objek pengetahuan sangat penting adanya sehingga dapat tercipta suatu konsep yang dapat mendukung dalam proses belajar tersebut.

    ReplyDelete
  20. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Subjective Knowledge:

    That which has been acquired by direct experience and interpreted by the experiencer. Subjective knowledge isn’t about objective reality though the two are frequently confused, it is about subjective reality or as some call it, the soul. The two can be very similar if the owner is mature enough to have created an accurate model of the world.
    Objective Knowledge:
    That which has been acquired by indirect means primarily observation and analysis when one is not personally involved in the activity being observed.

    ReplyDelete
  21. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Subjective Knowledge:

    That which has been acquired by direct experience and interpreted by the experiencer. Subjective knowledge isn’t about objective reality though the two are frequently confused, it is about subjective reality or as some call it, the soul. The two can be very similar if the owner is mature enough to have created an accurate model of the world.
    Objective Knowledge:
    That which has been acquired by indirect means primarily observation and analysis when one is not personally involved in the activity being observed.

    ReplyDelete
  22. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Hakikat belajar menurut paul ernest belajar terbagatas unsur objective knowladge, personal fomulation, subjective knowladge, public criticism ad reformulation dengan social negotation processes. Seluruh unsur unsur tersebut saling bersinambungan dan berinteraksi

    ReplyDelete
  23. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Paul Ernest menyatakan bahwa belajar adalah proses untuk membangun mengetahuan melalui komunikasi. Dari bagan di atas, hakikat belajar itu melibatkan interaksi antara subjektifitas pengetahuan dan objektifitas pengetahuan. Keduanya harus saling berinteraksi agar pengetahuan yang telah dipelajari seseorang dapat lebih berkembang lagi. Apabila ada interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, maka mereka akan saling bertukar pikiran untuk menemukan konsep-konsep baru dari pengetahuan yang telah mereka pelajari.

    ReplyDelete
  24. 16701251016
    PEP B S2

    Hakekat belajar yang sesungguhnya adalah membangun pemukiran dan oemahaman terhadap lingkungan sosial. Yang mana ahli tersebut menganggap bahwa keterkaitan obyek dan subjek tidaklah terpisah dari konteks silosial yang dapat keriah informasi dan merefleksikan kembali dalam bentuk tindajan relevan dengan kehidupan sosial.

    ReplyDelete
  25. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Menurut Paul Ernest (Martin, 2009) belajar adalah membangun pengetahuan melalui komunikasi, oleh karenanya pendidikan matematika harus membantu perkembangan konstruksi pengetahuan melalui keterkaitan aktif dan interaksi siswa.

    ReplyDelete
  26. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    maksud gambar tersebut bahwa hakikat belajar bagaimana kegiatan personal reformulation dari pengetahuan objektif yang ada kemudain menghasilkan pengetahuan subyektif kemudian dilanjutkan dengan tahapan public criticism kdan diformulasi ulang untuk menjadi pengetahuan objektif berikutnya.

    ReplyDelete
  27. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Hakikat belajar pada bagan di atas menjelaskan keterkaitan (mendukung dan saling bergantung) antara pengetahuan objektif dan subjektif dalam pengetahuan dengan pandangan konstruktivisme sosial. Pengetahuan subjektif akan mengarah pada kreasi pengetahuan melalui media interaksi social dan penerimaan. Hal ini juga mendukung dan mengkreasi ulang pengetahuan, yang mana didasarkan pada pengetahuan subjektif dari individu-individu. Representasi dari pengetahuan objektif adalah suatu yang memungkinkan asal-usul dan kreasi kembali pengetahuan subjektif. Maka siklus kreatif, pengetahuan subjektif mengkreasikan pengetahuan objektif yang pada gilirannya mengarah pada kreasi ulang pengetahuan subjektif.

    ReplyDelete
  28. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Paul Ernest menggambarkan belajar sebagai suatu hubungan antara pendapat masyarakat, pengetahuan objektif, perumusan kembali secara individu dan pengetahuan subjektif. Kempat komponen tersebut saling terhubung membentuk konsep lingkaran. Pendapat masyyarakat dan pengetahuan objektif dihubugkan oleh kreativitas. Pengetahuan objektif dan perumusan kembali secara individu terbentuk akibat representasi pengetahuan. perumusan kembali secara individu dan pengetahuan subjektif terhubug dengan konsep baru. Sedangkan pengetahuan subjektif dengan pendapat pubik terhubung akibat publikasi pengetahuan.

    ReplyDelete
  29. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    pendidikan Matematika A
    Dalam mempentuk konsep pengetahuan, negosiasi sosial perlu dilakukan. Karena pengetahuan merupakan ilmu yang kebenarannya diakui oleh semua bukan secara pribadi. Sehingga, dengan adanya kritisi oleh masyarakat, pengetahuan subjektif dapat dibentuk kedalam pengetahuan objektif

    ReplyDelete
  30. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Dalam buku nya “The Philosophy of Mathematics Education” Paul Ernest menguraikan belajar dari tinjauan konstruksi sosial lebih berfokus pada asal usul pengetahuan matematika. Pengetahuan matematika baru yang dihasilkan dapat berupa pengetahuan subyektif ataupun obyektif. Seorang individu memiliki pengetahuan subyektif tentang matematika. Publikasi adalah perlu (tetapi tidal cukup) agar pengetahuan subyektif menjadi pengetahuan obyektif matematika. Melalui penerbitan heuristic Lakatos, pengetahuan menjadi pengetahuan obyektif matematika. Heuristic ini tergantung pada kriteria objektif, kriteria objektif untuk mengkritik pengetahuan matematika yang terpublikasi didasarkan pada pengetahuan objektif bahasa, seperti matematika. Pengetahuan subyektif matematika diinternalisasikan secara luas, akan merekonstruksi pengetahuan objektif. Kontribusi individu dapat menambahkan, melakukan restrukturisasi atau reproduksi pengetahuan matematika.

    ReplyDelete
  31. Dalam hakekat belajar ada pengetahuan obyektif. Pengetahuan yang diperoleh dari teori pembelajaran berdasarkan formulasi tertentu penting dalam membentuk pola pemikiran siswa. Teori ini mengarahkan atau memberi rambu-rambu dalam pembelajaran agar tidak lepas dari tujuan pembelajaran. Apapun bentuk pembelajarannya, pengetahuan obyektif ini sangat diperlukan.

    ReplyDelete
  32. Selain pengetahuan obyektif juga ada pengetahuan subyektif. Menurut saya pengetahuan subyektif ini adalah wujud dari logika pengalaman tertentu. Sumber pengetahuan subyektif bisa berasal dari mana saja, karena menurut Immanuel Kant, Logika Pengalaman adalah untuk melengkapi Logika Pikir. Tanpa pengetahuan subyektif, pembelajaran tidak akan aplikatif.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016
    16701261007

    ReplyDelete
  33. Dalam proses pembelajaran faktor sosial proses negosiasi sosial juga sangat penting. Adanya masukan atau kritikan publik terhadap kesesuaian antara pembelajaran dengan implementasi sosial dijadikan sebagai input untuk perbaikannya. Sebagai contoh dengan moratorium Ujian Nasional adalah salah satu input dari proses negosiasi sosial. Selalu ada pro dan kontra namun perlu ada perbaikan dalam pembelajarannya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 (A)
    16701261007

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id