Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas




Oleh Marsigit

Mohammad Nurikhlas:

Ass..ayahku Bagawat Rama dan ibuku Dewi Umaya yang selalu aku taati, yang selalu aku mohon restu, dan selalu aku doakan, terimalah silaturakhim dan dharma bhaktiku sebagai anakmu. Dimanapun aku berada maka aku selalu merasa bahagia jika mendengar dan menyaksikan Bapak dan Ibuku selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat tak kurang satu apapun. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rakhmat dan Hidayah-Nya kepada bapak dan ibu sekalian.

Dewi Umaya:
Wss. Wr.Wb… wahai anakku..Mohammad Nurikhlas ..sungguh kebahagiaan orang tua itu selalu tertanam di hati sanubari seraya bertawakal dan bersyukur kepada Allah SWT tatkala melihat perjuangan anaknya itu tidak hanya diperuntukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga diperuntukan demi keluarga, masyarakat, agama dan negaranya. Rasa haruku tiada terbendung tatkala engkau sempat pulang menengok kedua orang tuamu ini untuk menunjukkan dharma bhaktimu. Kesinilah wahai anakku..akan aku usap keningmu dari keringat perjuanganmu yang begitu hebat. Walaupun terkadang aku dan bapakmu terhalang oleh jarak beratus kilometer dengan dirimu, tetapi hati, perasaan dan jiwaku tidak bisa dipisahkan oleh apapun dengan denganmu. Doa-doaku selalu menyertaimu. Jiwaku juga selalu bersamamu. Sejak engkau di dalam kandunganku, bahkan ketika engkau belum aku kandung dalam perutku, maka aku selalu melantunkan doa-doaku agar engkau mampu menjadi orang yang saleh, taat beragama dan mampu memperjuangkan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Aku sangat bangga kepadamu karena engkau sekarang sangat rajin mengaji bahkan rajin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku sebetulnya ingin sekali mengikuti Ritual Ikhlas itu, demikian juga aku sebetulnya ingin juga mengajak bapakmu.

Muhammad Nurikhlas:
Mengapa bapak hanya terdiam saja bu?

Dewi Umaya:
Bapakmu sedang marah kepadaku.

Muhammad Nurikhlas:
Kenapa bapak marah kepada ibu?

Dewi Umaya:
Karena saya selalu mengajaknya untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Sudah enampuluh tahun aku mendampingi bapakmu tetapi bapakmu belum ikhlas juga. Bapakmu masih sangat sibuk memikirkan urusan dunia, padahal usianya sudah mendekati delapan puluh tahun. Tiadalah orang dikampung ini yang meragukan pencapaian dunia bapakmu itu. Bapakmu telah menjadi orang terkaya di wilayah ini. Bahkan sebagian orang menjulukinya sebagai raja dunia dikarenakan kekayaannya itu. Namun sebagai isterinya sekaligus ibumu, saya hanya selalu bisa berdoa dan menunggu kapan bapakmu ikhlas untuk tidak hanya memikirkan dunia saja, tetapi juga memikirkan akhirat. Aku yang sudah berumur tujuh puluh lima, seakan merasa hampir putus asa memikirkan bapakmu itu. Kalau diberi saran tentang kebaikan aklhirat maka selalu saja marah-marah dan tidak ikhlas. Semua saran petinggi spiritual juga ditolaknya. Setiap hari pekerjaannya hanya menghitung-hitung hartanya saja. Demikianlah anakku, keadaan bapakmu itu.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda..ada berapakah harta benda ayah sehingga membuat ayah sangat mencintainya melebihi yang lainnya?

Bagawat Rama:
Hemm aku mempunyai lebih dari limapuluh bidang tanah tersebar diseluruh negeri. Semua orang memujiku sebagai si raja tanah. Itulah kebanggaanku. Tiadalah orang-orang mampu menandingiku perihal kekayaanku itu. Kekayaanku itulah jiwa, semangat dan ruhku. Jika tanpa kekayaanku itu maka aku sudah tidak berdaya dan tidak bisa bertahan sampai umur delapan puluh tahun seperti ini.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah…tepatnya tanah ayah itu ada berapa petak? Dan lokasinya ada di mana saja?

Bagawat Rama:
Wah..kalau tepatnya saya lupa, yang jelas lebih dari limapuluh petak. Sedangkan lokasinya aku juga lupa. Wah aku sekarang sudah mulai melupakan beberapa hal, dan aku hanya bisa mengingat beberapa hal pula. Tetapi tolong, penyakit lupaku itu adalah aibku dan jangan diberitahukan siapa-siapa. Aku sangat risau dan malu merasakan diriku yang sudah tua itu. Kenapa engkau tanya-tanya tanahku? Apakah engkau segera ingin meminta warisan? Oh tidak...catatlah dan ingatlah ini. Aku tidak akan membagi-bagikan warisanku itu sampai tujuh turunan. Itulah wasiatku kepada anak-anakku, agar tetapenjaga harta-hartaku sebagai monumen agar orang-orang selalu mengingat kejayaanku, yaitu kejayaan seorang Bagawat Rama. Jika aku mati besuk, entah berapa ratus tahun lagi, tolong tulis namaku dibatu nisanku itu dengan tinta emas dengan kalimat Si Raja Kaya Sang Bagawat Rama. Begitulah pesanku.

Dewi Umaya:
Muhammad Nurikhlas...itulah keadaan ayahmu. Dia selalu saja tidak bisa menerima keadaan yang semakin tua dan sudah tua. Maunya muda terus. Setiap seminggu sekali aku harus menyemir rambutnya, jika terlambat sedikit saja ayahmu sudah marah-marah. Dia juga sangat malu jika orang-orang mengetahui bahwa pendengaran dang penglihatannya semakin kabur. Jika tak ada orang dia itu minta saya agar menuntun jalannya, tetapi begitu bertemu dengan orang maka tanganku dilepas dan seakan ingin menunjukkan bahwa masih mampu berjalan dengan tegapnya. Itulah anakku mengapa aku sangat prihatin memikirkan ayahmu itu. Ya Allah ya robbi tolonglah aku dan keluargaku. Ingatkanlah suamiku agar segera kembali kejalan yang engkau ridhai, ya Allah. Berikan kami jalan terang yang engkau ridhai, mohonlah kami rakhmat dan hidayah-Mu ya Allah. Ampunilah segala dosa-dosa kami. Aku sangat mencintai dan menyayangi suamiku dan juga anak-anakku semata-mata demi ridha-Mu ya Allah. Dengarkanlah dan kabulkanlah doa-doaku ini ya Allah. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahku, apakah ayah bersedia aku ajak mengikuti Ritual Ikhlas?

Bagawat Rama:
Ritual Iklhas lagi…Ritual Ikhlas lagi. Apakah tidak bisa ngomong yang lain. Banyak orang selalu menasehati aku agar mengikuti Ritual Ikhlas..tetapi begitu aku menunjukkan kemarahanku maka mereka pergi terbirit-birit. Ketahuilah bahwa jika aku mendengar Ikhlas atau Ritual Ikhlas atau sebangsanya maka diriku seakan hilang segala kekuatanku, tidak berdaya, tidak bergairah, dan rasanya ingin mati saja. Sebaiknya untuk sakarang dan yang akan datang janganlah engkau menasehati diriku dengan segala macam hal yang berbau spiritual. Sebaliknya jika engkau bertanya atau mengajak diskusi perihal mencari untung, jual beli, dan strategi ekonomi, walaupun usia saya sudah delapan puluh tahun, sampai larut malampun saya layani. Sebaliknya saya ingin tanya, kenapa engkau pulang menengok orang tuamu tidak memakai baju kebesaran lengkap dengan pangkatmu, pengawalmu, mobil dinasmu, mobil mewahmu, sirine dan perlengkapan komunikasimu? Jika engkau bawa semuanya itu, tentu tetangga kita akan semakin mengagumiku, karena engkau itu adalah asetku. Jadi bagaimanapun juga yang hebat tentulah aku orang tuamu. Jika engkau pulang dalam keadaan seperti itu, hanya naik becak kaya gitu, bukankah itu sangat memalukanku dihadapan para tetanggaku? Untung engkau datangnya malam hari, jadi kedatanganmu tidak banyak diketahui oleh para tetangga.

Muhammad Nurikhlas:
Maafkan diriku ayah, aku pulang menengok ayah dan ibu hanyalah berbekal doa dan ikhtiarku. Aku tidak membawa semua yang ayah sebutkan tadi karena aku memang baru saja menyelesaikan mengikuti Ritual IKhlas.

Dewi Umaya:
Wahai anakku Muhammad Nurikhlas, apakah yang engkau dapat dari Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Yang aku cintai ayah dan ibuku..Ritual Ikhlas itu hanyalah suatu kegiatan biasa yang dimaksudkan untuk menertibkan dan membetulkan tata cara beribadah seraya memperoleh tambahan pengetahuan melalui kegiatan ceramah dan diskusi, semata-mata untuk berikhtiar memperoleh ridha dari Allah SWT. Amin.

Dewi Umaya:
Wahai anakku..kerinduanku kepadamu itu ternyata meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada padamu. Semoga ini adalah rakhmat dan karunia dari Allah SWT yang telah membimbingmu sehingga engkau menjadi anak saleh dan mampu memberi perantaraan agar orang tuamu ini berdua masih selalu bisa meningkatkan kebajikan baik tentang urusan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Oh anakku siang malam aku berdoa semoga engkau selalu diberi kekuatan lahir dan bathin dalam menempuh perjuanganmu di jalan Allah SWT. Anakku, ajaklah aku dan ayahmu itu untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Setelah mendengarkan cerita-ceritamu maka aku ingin sekali juga mengikuti Ritual Ikhlas itu. Kapan lagi ada Ritual Ikhlas dan bagaimana tata-cara mengikutinya? Aku tidak tahu apakah ayahmu itu bersedia ikut atau tidak?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda yang sangat aku sayangi...mohon maafkanlah diriku itu. Aku bersilaturakhim menghadap ayah dan ibu itu semata-mata untuk memohon doa restu agar aku diberi kekuatan lahir bathin dalam mengarungi kehidupan ini. Terimalah dharma bhakti dari anakmu ini. Aku selalu berdoa agar ayah dan ibuku diampuni segala dosa-dosa, diberikan keikhlasan dalam hidupnya, dilimpahkan rakhmat dan karunia serta memperoleh khusnul khotimah pada akhirnya.

Bagawat Rama:
Hemm...biasanya kalau anak sudah banyak berdoa seperti itu, akan minta sesuatu kepada orang tua. Itulah sebabnya mengapa aku sangat gigih dalam mengumpulkan harta bendaku, agar di hari tuaku aku tetap disegani dan dihormati oleh anak-anakku. Bayangkan apa yang terjadi jika aku sebagai orang tuamu tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai harta sesenpun, maka aku meragukan apakah engkau masih sudi menengok orang tuamu ini. Banyak cerita bagaimana menderitanya dan sengsaranya orang tua diabaikan dan tidak diakui oleh anak-anaknya gara-gara orang tua jatuh miskin dan tidak mempunyai harta yang bisa diwariskan. Hemm semakin lama semakin terbukti pula teoriku, bahwa sebagai orang tua itu harus kuat, harus kaya supaya jangan disepelekan oleh anak-anaknya. Jika terpaksa anak-anakku itu pada akhirnya menyepelekan orang tua, maka hartaku itu akan aku berikan kepada siapapun yang anggup merawatku di hari tuaku ini. Hai..Muhammad Nurikhlas...apakah yang engkau mau dan minta dari ayahmu itu. Katakanlah, jika permintaanmu tidak terlalu banyak maka akan aku beri.

Muhammad Nurikhlas:
Mohon maafkan diriku ayah. Alhamdulillah untuk sementara gajianku masih cukup aku gunakan untuk keperluan sehari-hari. Justru sebaliknya aku ingin bertanya kepada ayah, sekiranya apakah ayah mempunyai keninginan-keinginan dari ananda. Jikalau ananda bisa mengusahakan, maka demi cintaku kepada ayah dan ibu maka aku berusaha untuk melakukannya.

Bagawat Rama:
Ohhoh..tentu banyak persoalanku itu. Tetapi aku meragukan apakah engkau mampu memberikan solusinya. Sehebat-hebat dirimu itu masih kalah hebat dengan diriku. Setinggi-tinggi jabatanmu maka aku pernah menjabat yang lebih tinggi lagi. Sebesar-besar gajimu, maka penghasilanku itu selalu lebih besar darimu. Maka aku meragukankemampuanmu untuk menolong diriku itu. Dan kiranya aku juga tidak terlalu perlu memerlukan bantuanmu. Aku bisa mengatasi persoalanku sendiri. Ohh...oh..uhah..uhah..hoh...hoh...sessss...sessss.

Muhammad Nurikhlas:
Ayah..ayah...kenapa ayah...?

Dewi Umaya:
Itulah Muhammad Nurikhlas..keadaan ayahmu itu. Dia kalau berbicara terlalu lama, fisiknya tidak kuat dan nafasnya tersengal-sengal. Tetapi tidak pernah mengakui bahwa dia sudah tua. Maunya ingin tetap muda seperti orang berumur empatpuluh tahun.

Bagawat Rama:
Wahai Muhammad Nurikhlas..sampailah saatnya kepada tantanganku kepadamu. Janganlah hanya berteori, sekarang buktikan. Memang aku punya banyak masalah. Aku tidak tahu mengapa pendengaranku sudah mulai berkurang, mengapa penglihatanku semakin kabur, mengapa gigiku banyak yang lepas, mengapa rambutku hampir semuanya putih, mengapa kulitku berkeriputan. Padahal setiap hari dan setiap saat aku selalu berikhtiar untuk mencegah itu semua. Aku selalu suruh ibumu untuk menyemir rambutku agar selalu tampak hitam. Aku juga memakai gigi palsu yang mahal agar penampilanku tetap prima. Aku sudah menggunakan alat bantu pendengaran yang harganya belasan juta rupiah. Aku sudah biasakan mandi susu agar kulitku selalu terjaga. Tetapi mengapa semuanya itu belum mampu menyelesaikan persoalanku itu. Maka jika engkau mampu bagaimana solusinya? Sebesar berapapun akan aku bayar jika bisa mengembalikan stamina dan kondisi tubuhku seperti keadaan tiga puluh tahun yang lalu. Ayo buktikan bagaimana solusinya? Saatnyalah engkau berbhakti kepada ayahmu. Tidak percuma aku membiayai dan menyekolahkanmu hingga engkau sekarang sudah memperoleh jabatan tinggi. Gunakan kecerdasan dan ilmumu, jika engkau memang bisa. Ayolah.

Muhammad Nurikhlas:
Ayahku yang saya cintai...satu-satunya solusi adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Bagawat Rama:
Oh jangan nyombong engkau itu. Kalau soal berdoa belum tentu aku kalah denganmu. Kurang apa doaku itu, tetapi kenapa seakan Tuhan itu tidak mau mendengar doaku itu?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullah al adzim, astagfirullah al adzim, astagfirullah al adzim... Bismilahir rahmaanir rahiim, Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Allhohumma inna nas aluka sala-matan fidinnina. wa’afiatan filja-zatina, waziadatan fil ilmina, wa-barokatan fi rizkina, wa taubatan qoblal mautina, warakhmatan indal mautina, wamaghfirotan ba’dal mautina. Allohuma hawin alaina fi sakarotil maut, wanajata minanar, wal afa indal hisabi. Robbana latusikulubana, ba’dait hadaitana, wahablana miladunka rohmah. Innaka antal wahab. Robbana atina widunya khasa-nah, wafil akhirati khasanah wa-qina adzabanar. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Robbana hablana min azwazina, waduriatina, qurota a’yun wajalna lil mutaqina imama. Robbana dholamna anfusana,wailam taghfirlana, watar-hamna, lana qunana minal ghosi-rin. Subhana robika robil izati ama yasifun, wasa-lamun alal mursalinwalham-dulillah hirobbil ‘alamin.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas ...sekarang kok engkau pandai berdoa. Doa apakah itu? Apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Wa shallalltu ‘alaa sayyidina Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma’amiltu fii hazihis sanati Mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu. Wa la tardhadu wa lam tansahu wa halimta ‘Alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati Wa dautanii ilaa taubati minhu bad;da Jara atii ‘alaa ma’shiyatika fa innii Astagfiruka fagfir lii.wa maa ‘amiltu Fiiha mimmaa tardhaahu wa waadtani ‘alaihi Tsawaaba fa as-aluka Allahuma ya Karimu Yaa zal jalaali wal ikraam an tataqabbalahu Minni laa taqtha’rojaa-ii minka Yaa Kariim wa shallallahu ‘alaa sayyidina.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas..ditanya orang tua kok komat-kamit. Doa apa itu apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu.

Bagawat Rama:
hai Muhammad Nurikhlas..doamu yang terakhir itu apa artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Ya Allah ya robbi, aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin

Bagawat Rama:
Oh Dewi Umaya...setelah aku mendengarkan doa anakmu yang terakhir itu...tubuhku terasa gemetar. Oh kenapa ini? Kenapa? Kenapa aku sekarang melihat pemandangan yang aneh? Oh tidak...tidak...pemandangan itu ternyata adalah semua dosa-dosaku sejak aku kecil hingga tua bangka ini. Isteriku Dewi Umaya...oh..selama ini aku telah berbuat aniaya terhadapmu. Oh anakku...apakah Tuhan mau memaafkan dosa-dosaku semua. Umurku sudah delapan puluh, bagaimana aku memohon ampun kepada Tuhan? Apakah aku bisa menggunakan semua hartaku untuk menebus dosa-dosaku. Oh manusia macam apakah diriku itu. Umaya...Umaya...Umaya...tolonglah aku...tolonglah aku...

Dewi Umaya:
Suamiku yang tersayang...kita sudah sama-sama tua. Umurku juga sudah tujuh puluh lima. Kita tinggal menanti kapan, pagi atau sore dicabut nyawa kita. Kemudian apakah maumu itu?

Bagawat Rama:
Aku ingin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku ingin menertibkan Salatku. Aku ingin memperbanyak amalan-amalanku. Aku ingin bertobat. Tanyakan kepada Muhammad Nurikhlas apakah aku masih bisa mengikuti Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah dan ibuku yang tercinta...tiadalah kata terlambat untuk berdoa dan bertobat itu. Insyaallah saya akan mengusahakan agar pada kesempatan berikutnya...ayah dan ibu juga bisa mengikuti Ritual Ikhlas. Sebentar lagi akan ada kegiatan Ritual Ikhlas III.

Bagawat Rama:
Isteriku Dewi Umaya...berapapun biayanya maka usahakanlah. Kalau perlu juallah tanah-tanahku itu untuk biaya mengikuti Ritual Ikhlas III. Kapankah Ritual Ikhlas III dilaksanakan? Kapan? Saya ingin segera mengikutinya.

50 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dari elegi di atas, tersirat kesombongan manusia yang menganggap bahwa dirinya memiliki banyak hal di dunia ini. Padahal dia tak sadar, manusia tidak pernah punya apapun, semuanya adalah milik Allah SWT. Kita hanya dititipi untuk menjaganya. Kesombongan menutupi hatinya sehingga manusia merasa cukup atas segala yang ia rasa punya di dunia. Padahal setelah mati, manusia tidak membawa apa apa selain amal ibadah yang telah dilakukan di dunia. Matipun dengan membawa emas tidak akan mengubah timbangan amal kebaikan manusia. Oleh sebab itu, marilah kita sebagai umat manusia menyadari bahwa mengumpulkan amalan-amalan semasa di dunia itu sangat penting. Bagaimana mendapatkan amalan-amalan itu? Dengan berdoa dan belajar lagi dan lagi secara continue. Memohon ampunan kepada Allah SWT, berdoa dan melakukan amalan-amalan lainnya dengan ikhlas. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubah.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Elegi di atas mengingatkan kita seberapa kuat ikatan kasih sayang antara orangtua dan anak. Jarak bukan sebagai halangan untuk selalu berdoa untuk satu sama lain. Banyak hal yang bisa kita ambil dari elegi di atas. Kita sebagai anak-anak harus selalu berbakti kepada orang tua dan selalu berdoa untuk selalu dalam perlindungan Allah. Jika mereka belum di jalan Allah, adalah kewajiban kita untuk mengingatkan mereka sebagai anak dan selalu berdoa untuk keselamatan mereka di dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Manusia memang tidak pernah puas, berapapun harta yang mereka miliki pasti akan merasa kekurangan terus. Elegi ini menceritakan Begawat Rama ;seorang yang memiliki kelebihan pada hartanya, namun di usianya yang sudah tua itu ia tetap belum ikhlas dan bersyukur atas apa yang telah ia miliki. Padahal kita hidup di dunia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi saja. Masih ada akherat yang tidak bisa dibeli dengan harta-hartamu.

    ReplyDelete
  4. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Dalam kehidupan kita tidak boleh sombong terhadap apa saja yang sudah bisa kita dapatkan selama ini dalam urusan dunia. Hal itu karena urusan dunia tidak akan mencukupi urusan kita di akhirat. Urusan dunia hanya akan membantu pada urusan dunia saja, tidak akan bisa membantu kita dalam akhirat. Tetapi ketika kita mencapai untuk urusan akhirat, pasti akan ada jalan untuk kita dalam mencukupi duniawi kita.

    ReplyDelete
  5. Untuk memecahkan atau keluar dari suatu masalah memang tidak semudah yang kita bayangkan atau harapkan namun harus dengan perjuangan, doa dan prilaku ikhlas dalam menjalaninya. percayalah apa yang kita lakukan suatu saat pasti akan mendatangkan sesuatu yang luar bisa, berkah bagi kita dan bagi orang-orang yang ada disekitar kita. untuk itu jangan cepat putus asa dalam menghadapi dan menjalani hidup ini karena yang terpenting adalah kita selalu berdoa, berusaha dengan ikhlas untuk mendapatkan Ridho-Nya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi ini menceritakan tentang seorang anak dan istri yang berusaha menyadarkan ayah atau suaminya dari kecintaan terhadap kehidupan dunia yang tidak kekal padahal usia beliau sudahlah sangat senja. Secara tak langsung maka elegi ini menyiratkan kepada kita untuk tidak terhipnotis pada kesenangan dunia. Sebaiknya kita bisa mempersiapkan dan menyeimbangkan cara pencapaian antara kehidupan dunia dan di akhirat. Karena akhirat adalah sekekal-kekalnya kehidupan .

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Berdasarkan yang saya pahami, bahwasanya ikhlas bukan hanya tentang diri sendiri. Kita harus saling mengingatkan untuk ikhlas, terutama kepada orang orang terdekat kita.
    Ikhas pada diri sendiri saja memang sudah sulit, apalagi mengajak orang lain untuk ikhlas. Tapi bukankan tugas m=seorang muslim adalah mengingatkan muslim lainnya?
    Hati itu kepunyaan Allah. Dan hanya Allah yang mampu membolak-balikannya. Allahu’alam.

    ReplyDelete
  8. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Elegi ini menarik untuk dianalisis.
    Alquran mengajak manusia untuk berpikir dan menarik kesimpulan. Menurut Alquran, berpikir merupakan bagian dari ibadah. Alquran tidak ingin jika orang memercayai ajaran doktrinal Alquran bukan dari hasil berpikir yang benar. Dalam hal ini, Islam memerhatikan satu hal pokok. Islam menunjukkan penyebab berpikir keliru dan memberikan bagaimana cara menghindari kekeliruan dan penyimpangan.
    Alquran menyebutkan sejumlah faktor penyebab kekeliruan, yaitu:
    1. Bersandar pada persangkaan, bukan pada pengetahuan yang pasti.
    Alquran berkata, "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang, niscaya mereka akan menjauhkanmu dari jalan yang benar. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka." (QS Al-An'am[6]:116).
    Alquran melarang keras menuruti persangkaan. Kata Alquran, "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya,"(QS Al-Isra[17]:36).
    Para filsuf mengakui bahwa persangkaan merupakan penyebab utama kekeliruan. Berabad-abad setelah turunnya Alquran, Descartes menyebut ini sebagai prinsip pertama logikanya. Katanya,"Aku baru menilai sesuatu itu sebagai prinsip pertama realitas, jika sesuatu itu sudah terang bagiku. Aku tidak ingin ketergesa-gesaan, menghubung-hubungkan gagasan, dan kecenderungan. Aku hanya menerima apa yang sudah begitu terang sehingga tidak ada lagi keraguan tentangnya.
    2. Prasangka dan hawa nafsu.
    Jika manusia hendak memberikan penilaian yang benar, dia harus benar-benar bersikap adil. Dengan kata lain, dia harus mencari kebenaran saja dan menerima apa yang telah dibuktikan tanpa ragu. Sikapnya harus seperti hakim pengadilan. Seraya menelaah perkara, hakim mesti bersikap netral terhadap klaim dua belah pihak. Jika hakim berat sebelah kepada satu pihak, argumen yang menguntungkan pihak itu secara tidak sadar akan menarik perhatian hakim, sedangkan argumen yang menyudutkan pihak itu secara otomatis akan diabaikan oleh ahkim. Hal itulah yang menyesatkan si hakim.
    Jika manusia tidak bersikap netral dan pikirannya berat sebelah secara tidak disadari, maka arah pemikirannya akan condong ke hawa nafsunya dan apa yang disukai hawa nafsunya saja. Itulah sebabnya, Alquran menganggap hawa nafsu danjuga bersandar pada persangkaan sebagai sumber kesalahan. Alquran mengatakan, "Mereka hanyalah mengikuti persangkaan dan apa yang diingini hawa nafsu mereka,"(QS An-Najm[53]:23).
    3. Tergesa-gesa
    Untuk melontarkan pendapat tentang suatu perkara, kita mesti mempunyai bukti yang mencukupi. Apabila belum ada bukti yang mencukupi, boleh jadi pendapat yang dilontarkan akan salah. Berulang-ulang Alquran mengatakan bahwa pengetahuan manusia belum mencukupi untuk mengemukakan pendapat menyangkut banyak masalah penting. Umpamanya, Alquran mengatakan,"Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit,"(QS Al-Isra[17]:85).
    Imam Shadiq as berkata,"Dalam dua ayat Alquran itu, ada dua peringatan Allah untuk manusia: (1) Allah berfirman agar manusia tidak memercayai sesuatu, kecuali mengetahui betul duduk perkara sesuatu itu, (yaitu peringatan agar jangan terlalu cepat percaya); (2) Allah berfirman agar manusia tidak menolak sesuatu, kecuali mengetahui dengan pasti tentang sesuatu itu (yaitu peringatan agar jangan terlalu cepat menolaknya mentah-mentah."
    Dalam sebuah ayat, Allah Swt. berfirman,"Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu mereka tidak akan mengatakan mengenai Allah, kecuali yang benar?" (QS Al-A'raf[17]:169).
    Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman,"Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum ketahui dengan pasti," (QS Yunus [10]:39).
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraatuh.

    ReplyDelete
  9. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai seorang manusia kita tidak pantas terus menyombongkan diri terhadap harta kekayaan yang kita miliki, terhadap kekuasaan yang kita miliki karena manusia itu mempunyai batas. Batas dimana kekayaan dan kekuasaan itu akan sirna dari kehidupan kita karena sesungguhnya kekayaan dan kekuasaan itu hanyalah titipan dari ALLAH SWT. kita juga perlu sadar akan batas umur kita, karena dari hari ke hari umur kita akan terus semakin bertambah hingga sampai akhirnya kita akan dipanggil menghadap sang Illahi, kapan pun, dimana pun dan bagaimanapun itu merupakan kuasa Sang Maha Kuasa, maka dengan terus-terus memohon ampun kepada ALLAH SWT merupakan salah satu jalan terbaik untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini. Aamiin

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Elegi ini menceritakan Begawat Rama ;seorang yang memiliki kelebihan pada hartanya, namun di usianya yang sudah tua itu ia tetap belum ikhlas dan bersyukur atas apa yang telah ia miliki. Manusia memang tidak pernah puas, berapapun harta yang mereka miliki pasti akan merasa kekurangan terus. Secara tak langsung maka elegi ini menyiratkan kepada kita untuk tidak terhipnotis pada kesenangan dunia. Sebaiknya kita bisa mempersiapkan dan menyeimbangkan cara pencapaian antara kehidupan dunia dan di akhirat. Karena akhirat adalah sekekal-kekalnya kehidupan.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Jika manusia hendak memberikan penilaian yang benar, dia harus benar-benar bersikap adil.Jika manusia tidak bersikap netral dan pikirannya berat sebelah secara tidak disadari, maka arah pemikirannya akan condong ke hawa nafsunya dan apa yang disukai hawa nafsunya saja. Itulah sebabnya, Alquran menganggap hawa nafsu danjuga bersandar pada persangkaan sebagai sumber kesalahan.

    ReplyDelete
  12. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Ketika kita memiliki kelebihan, maka kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki. Karena kadang kita tidak merasa puas dengan apa yang kita miliki. Inilah salah satu sifat kita jika sudah memiliki banyak kelebihan. Tetapi yang harus kita lakukan seperti yang dijelaskan pada artikel di atas adalah janganlah kita tergiur dengan apa yang kita miliki, tetapi kita harus sadar bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan dan kita bukanlah apa-apa. Sehingga sikap kita masih tetap rendah hati dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  13. Mudah-mudahan elegi Ritual Ikhlas diatas memberikan pembelajaran kepada kita bahwa tujuan utama jangan sampai terganggu karena keindahan duniawi semata...

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini diceriytakan muhammad nurikhlas yang mengunjungi ibu dan ayahnya mendapati bahwa ayahnya sedang marah kepada ibunya yang selalu mengajak ayahnya mengikut ritual ikhlas padahal ia tidak mau dan lebih memilih untuk mengumpulkan harta benda. tetapi setelah diajak berdiskusi dan didoakan, ayahnya muhammad nurikhlas akhirnya luluh juga dan mau mengikuti ritual ikhlas III seperti apa yang diinginkan oleh muhammad nurikhlas dan ibunya. disini bisa kita simpulkan bahwa istri dan anak yang sholeh dapat mengubah seseorang yang awalnya sangat keras menjadi luluh, tentunya dengan izin Allah.

    ReplyDelete
  15. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kisahnya tentang disekitar kita, banyak sekali. Seseorang yang mementingkan panggilan manusia dari pada panggilan adzan, melewatkan shalat karena adanya pertemuan penting yang tidak bisa dihindari, berbisnis dan banyak lagi. Kekuasaan, kekayaan, bukankah itu sifatnya duniawi, lalu kenapa urusan dunia lebih penting daripada di akhirat. Setiap orang memang memiliki kesibukannya masing-masing, namun haruslah meluangkan untuk keluarga, terutama orangtua. Berdoalah untuk mereka secara terus menerus.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    orang yang telah diberikan rezeki yang lebih adalah bentuk cinta allah kepadanya sekaligus bentu ujian kepadanya, jadi, jangan terlalu berbbang-bangga dengan apa yang teah dicapai, karen dalam posisi iu kitas edang di uji, kalau dipikir-pikir, sebanra diri kita ini dalam waktu yang bersaaamn tiap 1 per miliar pagkat miliar detik sedang diberik rizki dan nikmat serta ujian dalam hidup. sehingga doa usaha ikhtira dan tawakl yang perlu dilakuka tiap waktu dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  17. Menurut saya elegi ini sangat memberi ilmu dan banyak hikmah yang dapat di ambil. Seperti mengingatkan orang yang sombong untuk selalu bersyukur dan mengingat Allah. Elegiinijuga menceritakan ketamakan seorang “Bagawat Rama” yang selalu menghitung-hitung hartanya dan lupa bersyukur kepada sang Pemberi itu dan tidak pernah ikhlas jika umurnya bertambah tua,selalu ingin di pandang muda di usia senjanya. Namun, ketika sang anak pulang setelah mengikuti “Ritual Ikhlas” dan berusaha mengingatkan sang ayah untuk kembali mengingat Allah dia malah marah-marah, tetapi ketika sang anak membacakan do’abarulah dia menyadari semuanya. Sungguh, pintu hidayah baru terbuka untuk dia, dan itulah bukti dahsyatnya do’a anak sholeh. Dan, Allah Maha Mengetahui niat seorang hambanya yang benar-benar ikhlas untuk kembali ke jalan-Nya.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  18. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya. Bukan untuk memuja kekayaan di dunia semata apalagi secara berlebih. Karena sebanyak apapun harta yang dimiliki, jiwa tidak melaksanakan ibadah dengan baik maka hati akan menjadi tidak tenang. Harta yang dimiliki pun tidak akan mampu mengobati hati tidak tenang tersebut.

    ReplyDelete
  19. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Namun Allah Maha pengampun dan penerima taubat. Tidak ada kata terlambat untuk kembali ke jalan-Nya. Karena batas terakhir dari permohonan taubat kita adalah ketika nafas sudah diambil oleh malaikat Isroil. Saat itulah pintu pengampunan dan penerimaan taubat kita akan ditutup oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, maka janganlah hanya mengejar dunia saja, kejarlah akhirat juga. Dunia dan akhirat haruslah seimbang. Apalah artinya memiliki harta yang melimpah tetapi tidak pernah melakukan sedekah, tentu harta di dunia tersebut tidak akan kita bawa saat kita sudah meninggal dunia.

    ReplyDelete
  21. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Manusia hidup tidak hanya di dunia. Manusia akan hidup di akhirat. Maka manusia tidak hanya mencari kebahagiaan dunia, namun manusia harus mencari kebahagiaan di akhirat. Dunia ini hanya sementara, hidup di dunia janganlah untuk mencari harta yang banyak. Semakin kita tua, pendengaran kacau, penglihatan kabur, ingatan yang buruk, tidak bisa kita tangani dengan harta kita yang banyak. Maka, sebagai orang yang beriman hendaknya kita juga menggunakan harta kita untuk berjihad di jalan Allah, tidak semata hanya untuk kegiatan kesenangan. Menggunakan harta kita untuk beramal dan beribadah, insya Allah harta kita menjadi manfaat dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya harta, kekayaan, anak hanyalah titipan Allah SWT. Allah SWT dapat mengambilnya kapan saja dari kita, sehingga janganlah kita selalu mengagung-agungkan harta kita. Karena dia dapat meninggalkan kita kapan saja, karena hanya merupakan barang titipan. Muhammad nur ikhlas merupakan anak yang berbakti kepada orang tuanya, selalu berusaha mengingatkan orang tuanya bahwa, harta bukanlah segalanya, namun amalan kita lah yang akan menjadi bekal kita di kemudian hari nanti. Oleh karena itu mari kita mulai dari sekarang menertibkan ibadah-ibadah kita kepada Allah. Sehingga kita bisa kembali kepada Allah nantinya dalam keadaan khusnul khotimah.. Amin ya robbal alamin.
    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Apa yang kita harapkan di akhir hayat kita? Yakni kita dapat meninggalkan dunia yang fana ini dengan cara yang khusnul khotimah. Sesungguhnya segala yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan Allah SWT dan merupakan ujian bagi kita. Karena hanya merupakan titipan dari Allah SWT, maka jika Allah memintanya kapan saja maka kita harus siap, karena itu hanyalah barang titipan Allah SWT.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Allah selalu rindu akan doa-doa kita. Walaupun kita sedang jauh dengan-Nya. Allah tetap menyayangi hamba-Nya dan memberi jalan untuk kembali sehingga suatu saat hamba-Nya yang sedang pergi akan kembali kepada-Nya. Jika Allah tidak menyayangi hamba-Nya tidak mungkin Allah memberi kesempatan. Allah sangat menyukai seorang hamba yang berdoa dan bermunajat kepada-Nya. Hanya kepada Allah lah kita kembali.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dari elegi di atas menggambarkan seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Hal tersebut merupakan amal yang mulia dan memiliki pahala yang besar disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

    ReplyDelete
  26. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Harta yang kita miliki di dunia merupakan titipan sementara dan tidak akan dibawa ketika meninggal nanti, teman yang paling setia adalah amal perbuatan, semakin banyak kebaikan di dunia maka timbangan kebaikan kita akan lebih berat, begitupun sebaliknya. Mengajak orang lain untuk berubah ke jalan yang benar memang sulit, tetapi kita punya kewajiban untuk saling mengingatkan sesama muslim, seperti kalam Allah "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan melampaui batas.” (QS. Al Maidah: 2)

    ReplyDelete
  27. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Memuliakan dan berbakti kepada orang tua adalah salah satu jalan menuju surga. Dari elegi ini, kita dapat melihat betapa berbaktinya Muhammad Nurikhlas kepada orang tuanya dengan selalu menjaga silaturahmi kepada orang tuanya. Ia tidak mau melihat ayahnya salah jalan dengan selalu memikirkan duniawi, dengan santunnya ia menyadarkan ayahnya sehingga ayahnya mau mengikuti ritual ikhlas. Begitulah sebaiknya kita sebagai anggota keluarga, saling mengingatkan dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  28. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.
    Sejatinya, tujuan berdoa adalah meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT sekaligus untuk memperbaiki diri. Ibn Atha'illah dalam kitabnya Al-Hikam menjelaskan, "Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta dan berharap pada Allah, tetapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal, kalau kita meminta (doa) sembari berusaha untuk mengubah diri (ikhtiar), Allah akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri kita."

    ReplyDelete
  29. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha (ikhtiar).

    ReplyDelete
  30. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dari elegi di atas mengajarkan kita tentang kasih sayang orang tua terhadap anaknya, dan juga bagaimana seharusnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya. berbakti kepada orang tua bukan berarti seorang anak harus menuruti segala perintah orang tua. seorang anak harus mampu memilih perintah untuk kebaikan sesuai dengan syariat agama. ketika orang tua melakukan kesalahan maka anak hendaklah mengingatkan dengan cara yang santun dan mendoakan kedua orang tuanya agar selalu beradadidalam kebaikan dan ridho Allah.

    ReplyDelete
  31. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas menggamabarkan kasih sayang yang kuat dari seorang ibu kepada anak dan suaminya dan kasih sayang seorang anak untuk orang tuanya. Orang tua dan anak akan selalu terikat. Tidak ada yang namanya mantan orang tua atau mantan anak. Orang tua bisa berbuat salah, begitupun juga dengan anak, maka dari itu orang tua dan anak harus saling mengingatkan ke jalan yang benar. Walaupun apapun yang terjadi dalam susah maupun senang, orang tua dan anak harus saling mendoakan yang terbaik.

    ReplyDelete
  32. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Gengsi merupakan nafsu untuk mendapatkan pengakuan atas kehebatan diri sendiri. Hal ini yang nampak dalam elegi di atas yang diperankan oleh Bagawat Rama. Gengsi bahwa dirinya tidak mau dilihat tua, gengsi bahwa dirinya tidak mau dilihat lemah oleh orang lain, tapi fisik dan usia tak memiliki gengsi. Fisik sebagai orang tua tetap berbeda dengan fisik saat orang tersebut masih muda. Gengsi-gengsi ini yang akan menguatkan keinginan keduniawian dan mengesampingkan kebutuhan akherat. Oleh karena itu, tepislah gengsi dan tingkatkan ikhlas untuk menerima keadaan dan ikhas untuk meningkatkan ibadah kita.

    ReplyDelete
  33. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Bagawat Rama menyampaikan: “Ketahuilah bahwa jika aku mendengar Ikhlas atau Ritual Ikhlas atau sebangsanya maka diriku seakan hilang segala kekuatanku, tidak berdaya, tidak bergairah, dan rasanya ingin mati saja.”
    Hal ini akan terjadi saat nafsu duniawi menyelemuti hati dan pikiran kita, maka rasa takut kehilangan kekuasaan, kekayaan, kedudukan akan semakin besar. Ikhlas memutihkan kembali nafsu duniawi kita, ikhlas merupakan rasa berserah diri kepada Allah SWT akan segala yang melekat pada dirinya. Siap kehilangan segala sesuatu yang selama ini dimiliki. Saat ikhlas merasuk kedalam relung hati dan pikiran kita maka rasa takut kehilangan akan musnah.

    ReplyDelete
  34. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Dari elegi di atas, nilai yang dapat saya ambil adalah tidak ada kata putus asa untuk mengajak seseorang ke dalam jalan kebaikan, apalagi mengajak kedua orang tua kita. Hendaklah kita selalu berlomba-lomba dalam hal kebaikan, dan berlomba-lomba mengajak insan lainnya untuk berjalan di jalan yang dirahmati Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Manusia tak terlepas dari masalah duniawi, karena dalam mindset hidupnya, ia hidup untuk memenuhi segala kebutuhan duniawi. Disisi lain manusi tak sadar atas apa yang ia lakukan, karena pada masa itu manusia memang hadir di dunia fatamorgan. Untuk melihat sisi lain dari sesuatu yang perlu diperhatikan selain duniawi dibutuhkan usaha yang lebih dan keihklasan dalam hati. Dimana hati adalah tempatnya spiritual. Maka akan menjadi salah jika manusia hanya terfokus pada masalah duniawi saja.

    ReplyDelete
  36. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Ilmu yang tidak diamalkan (tidak bisa diambil manfaatnya) seperti pohon yang tidak berbuah. Oleh karena itu orang yang berilmu hendaknya bisa memberikan kemanfaatan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, dan negaranya. Selain itu, ilmu yang didapatkan hendaknya bisa menambahkan ketakwaan dan menambah kedekatan dirinya kepada Tuhan YME. Inilah sebab Dewi Umayah, ibu Muhammad Nurikhlas bertawakal dan bersyukur kepada Allah SWT melihat apa yang sudah dilakukan anaknya.

    ReplyDelete
  37. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Doa seorang anak yang shalih adalah salah satu doa yang akan diterima oleh Allah SWT. Anak yang shalih tidak akan menentang orang tuanya dengan cara yang tidak baik ketika berbeda pendapat, seperti yang dilakukan oleh Muhammad Nurikhlas kepada sang ayah. Yang dilakukan adalah mengingatkan dengan cara yang baik, kemudian memohonkan ampun dan mendoakan orang tuanya supaya mendapatkan hidayah. Kejadian berikutnya menunjukkan terkabulnya doa anak yang shalih. Bagawat Rama akhirnya mendapatkan hidayah melalui doa anaknya yang shalih.

    ReplyDelete
  38. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas berjuang menyadarkan Begawat Rama untuk tidak memikirkan masalah dunia, tetapi untuk mengikuti ritual ikhlas. Manusia itu hidup tidak untuk mencari harta dan kekayaan, tetapi justru untuk taat beribadah kepada Allah. Tugas anak kepada orangtua adalah berbakti, contohnya Muhammad Nurikhlas yang berbakti dengan berkunjung dan mengajak untuk ikut ritual ikhlas. Jadi, hidup di dunia bukan untuk mencari kekayaan, tetapi beribadah kepada Allahl. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. KASYIFATUN AENI
    13301241055

    Elegi di atas mengingatkan saya akan kewajiban seorang muslim untuk berbuat baik kepada orang tuanya, bagaimanapun keadaannya, karena orang tualah yang sudah mengasihi dan dengan susah payah merawat kita sejak kecil. Seberapapun budi yang kita berikan, niscaya tidak akan mampu membalas apalagi mengimbangi budi orang tua, terutama ibu. Semoga Allah memperkenankan kita untuk menjadi anak yang sholih dan sholihah, sehingga doa-doa kita untuk orang tua kita dapat terkabul dan kelak menjadi kebaikan yang mengalir bagi mereka

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dewi Umaya sangat senang dengan anaknya yang berjuang tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga keluarga, masyarakat, agama, dan negara. Senantiasa ikhlas, berdoa, dan ikhtiar dalam menjalani kehidupan. Maka sebagai seorang anak, menjadi seperti Muhammad Nurikhlas adalah sesuatu yang diimpikan. Agar orang tua bahagia dan doa-doanya selalu menyertai kita semua

    ReplyDelete
  41. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Harta benda tidak dibawa mati. Seberapa besar kekayaan manusia, setelah ia tiada, mungkin orang akan mengingatnya, tapi tidak untuk selamanya. Jadi untuk apa bersusah payah untuk disegani semua orang dengan segala kekayaan itu. Padahal ia tidak abadi. Yang abadi adalah akhirat nanti sehingga yang harus dilakukan adalah memperbanyak amal

    ReplyDelete
  42. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Tiadalah yang bisa dibanggakan manusia terhadap apa yang telah didapatkannya di dunia ini. semua yang ada di dunia ini hanyalah sesuatu yang semu belaka, sedangkan di akhirat nanti kita akan mendapatkan kekekalan dan akan memeprtanggung jawabkan apa yang telah kita lakaukan di dunia ini. marilah kita senantiasa mempersiapkan akhirat dan tidak hanya mementingkan urusan dunia saja. semoga kita bisa mendapatkan Ridho Allah SWT, amiin

    ReplyDelete
  43. Ketika seseorang masih memiliki kejayaan dalam duniawi dan hati belum dilandasi keikhlasan maka selama orang tersebut masih memiliki semuanya pasti akan merasa lebih-lebih dan lebih dari orang lain. Seakan-akan tidak akan percaya pada sang Pencipta. Maka sifat ini adalah sifat kesombongan sifat yang harus kita buang jauh-jauh.

    ReplyDelete
  44. Bahkan orang-orang terdekatnya menasehati dan mengingatkannya sudah tidak didengarkannya. Meskipun sang istri/suami dan anak-anaknya, karena sudah dibutakan dengan gemerlapnya dunia. Inilah ujian bagi manusia yang sebenarnya sedang diuji dengan diberikan kelebihan daripada orang lain.

    ReplyDelete
  45. Setelah mendengar lantunan do'a, dzikir yang begitu syahdu maka seseorang tersebut bisa membuka hatinya, menyadari akan kesalahannya. Duduk bersimpuh dengan hati yang suci memohon ampun atas kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja, dan menerima hal-hal yang kita seharusnya diterima.

    ReplyDelete
  46. Pahala akan diberikan yang berlipat bagi orang-orang yang dengan sabar dan ikhlas mendampingi orang-orang yang dengan sengaja tidak menyayangi. Dengan telaten, sabar, selalu mengingatkan, memberi contoh hal-hal yang terpuji, Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu ikhlas, tawakal, ikhtiar dan doa hanya pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Ridho Allah itu tergantung kepada ridho Allah. Jika kita ingin ridho dari Allah, maka kita harus mendapatkan ridho dari orang tua kita terlebih dahulu. Kalo orangtua ridho, maka Allah akan ridho

    ReplyDelete
  48. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Anak sholeh atau sholehah adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, baik ketika mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Dan anak yang sholeh/sholehah merupakan salah satu dari 3 perkara yang dibawa orang ketika meninggal dunia.

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang sholeh dan sholehah, begitu juga dengan anak itu sendiri, tentu ingin menjadi anak yang sholeh/sholehah yang selalu mendoakan orang tuanya, baik saat mereka hidup maupun sudah mati (meninggal dunia).

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Betapa indahnya jika kita bisa membahagiakan orang tua kita. Orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Orang tua yang telah mendidik dan merawat kita sedari kecil. Orang tua yang telah mengerahkan segala yang mereka punya demi kebahagiaan kita, anak-anaknya. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu wahai Ayah Ibu.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id