Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menyatukan Lima Gunung (Pertama)




Oleh Marsigit

Rakata:
Wahai Ramasita, dalam perjalanan kita ini aku melihat ada 5 (lima) gunung, dua diantaranya cukup tinggi dan besar, yang satu sedang dan yang satu kecil, tetapi yang satu kelihatannya besar tetapi masih tertutup kabut. Coba sebutkan nama-nama gunung itu.



Ramasita:
Wahai sang Rakata, gunung yang paling tinggi itu namanya Gunung Ndakiti, sedang yang lebih rendah sedikit namanya Gunung Ndadismen, sedangkan gunung yang tertutup kabut itu tingginya nomor tiga, namanya adalah Gunung Nayahu. Sedang gunung yang tingginya nomor empat itu namanya Gunung Kanwala. Dan gunung yang paling rendah itu namanya Gunung Kasala.

Rakata:
Tentang empat gunung itu aku bisa jelas melihatnya. Tetapi gunung yang nomor tiga itu aku tidak bisa melihatnya. Bagaimana menurut penglihatanmu? Apakah dia masih tertutup kabut?

Ramasita:
Wahai sang Rakata, ini adalah suratan takdir. Sebetulnya gunung nomor tiga itu menurut penglihatanku bisa dilihat begitu jelasnya. Tiadalah sedikitpun kabut yang menutupinya. Tetapi takdir tetaplah takdir, bahwasanya untuk gunung nomor tiga itu engkau akan mengalami kesulitan melihatnya.

Rakata:
Sebentar Ramasita, aku tidak habis mengerti. Mengapa sekedar melihat gunung saja harus berbeda-beda antara orang satu dengan yang lainnya. Kenapalah aku ditakdirkan sulit melihat sebuah gunung tertentu, sedangka untuk gunung yang lain aku tampak jelas melihatnya.

Ramasita:
Wahai Rakata, ada syarat-syaratnya engkau bisa melihat gunung nomor tiga.

Rakata:
Apa syaratnya. Karena ini telah menjadi tantanganku, maka seberat apapun syaratnya aku ingin bisa melihat gunung nomor tiga itu.

Ramasita:
Syaranya adalah engkau harus terbebas dari rasa memiliki dan rasa sombong. Jika hal ini engkau paksakan maka engkau akan tergelincir dan terperosok masuk kedalam jurang yang dalam di samping gunung itu. Apakah engkau sanggup melakukannya.

Rakata:
Kalau rasa sombong aku berusaha mengatasinya dengan cara mohon ampun, tetapi rasa memiliki itu agak sulit. Karena hingga saat ini aku merasa memiliki banyak hal. Aku memiliki kegiatan, aku memiliki warga, aku memiliki fasilitas, aku memiliki kuasa dst. Bagaimana aku bisa menjalankan tugas-tugasku jika aku tidak boleh mempunyai rasa memiliki.

Ramasita:
Demikianlah ketetapannya. Tinggal engkau sanggup atau tidak.

Rakata:
Aku sanggup, tetapi bagaimana kalau sebentar saja syarat-syarat itu aku jalani.

Ramasita:
Walaupun engkau hanya melihat sekejap perihal gunung itu, tetapi dampaknya luar biasa, dan akan mempengaruhi jalan hidupmu. Maka sifat tidak memiliki dan tidak sombong itu harus menjadi tujuan dan jiwa hidupmu.

Rakata:
Baik saya sanggup

Ramasita:
Maafkan sang Rakata, perkenankanlah aku membuka kacamatamu. Sekarang bagaimana keadaannya?

Rakata:
Ya Tuhan mohon ampunlah diriku. Setelah Ramasita melepas kacamataku, maka aku melihat gunung nomor tiga itu berdiri begitu tegaknya. Terlihat olehku gunung itu menghampar begitu luasnya, tetapi semuanya tampak lebih rendah dariku. Kalihatannya diriku berada di puncak gunung ini. Kamanapun aku melangkah maka semua ngarai dan satwa di dalamnya selalu mengikutiku. Bahkan gunung-gunung yang lain pun menyesuaikan dengan gerak langkahku. Ada yang memberi jalan, ada yang berjalan beriringan, dst. Wah saya menjadi agak bimbang.

Rakata:
Wahai Ramasita apakah makna dari semua ini?

Ramasita:
Itulah suratan takdir wahai sang Rakata. Katahuilah, bahwa sebenar-benar gunung nomor tiga itu adalah dirimu sendiri. Maka tidaklah mudah engkau melihat gunung itu, karena hal yang demikian sama artinya engkau berusaha meliat dirimu sendiri. Maka hanya dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis itulah engkau mampu melihat dirimu sendiri. Itulah maka sebetul-betulnya dirimu adalah gunung Nahayu dan gunung Nahayu itu adalah dirimu.

Rakata:
Ya Tuhan ampunilah diriku yang bebal ini. Dikarenakan pertolongan Ramasitalah aku engkau buka hijabku sehingga aku engkau perkenankan bisa melihat diriku sendiri. Wahai Ramasita, ada peristiwa aneh yang aku alami setelah aku mampu melihat diriku sendiri. Sedang peristiwa aneh itu adalah aku melihat empat gunung yang lain selalu mengajakku bicara. Apa maknanya ini?

Ramasita:
Wahai sang Rakata, Tuhan telah bermurah hati kepada dirimu maupun kepada diriku. Itu terbukti bahwa sudah dekat saatnya engkau diijinkan menyatukan lima gunung. Ini adalah peristiwa besar yang akan membawa dampak besar bagi kehidupan di sekitar gunung-gunung itu.

Rakata:
Buatlah undangan kepada gunung-gunung itu, kepada semua penghuninya, kepada semua wargaku. Adapun isi undangan adalah mengikuti acara penyatuan lima gunung di Kerajaan Hanuya sini.

48 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Melihat diri sendiri itu tidak mudah. Hanya dengan tidak merasa memiliki dan tidak sombong, serta berpikir kritis itulah kita dapat melihat diri sendiri.Hal ini mirip dengan apa yang tersirat dalam Elegi Menggapai Diri. Ketika kita ditanya siapakah dirimu? Dan ketika kita menjawab pertanyaan tersebut dengan nama kita maka kita belum dikatakan berfilsafat. Berfilsafat merupakan cara berpikir yang memiliki daya bongkar. Kita dapat mendefinisikan aku berasal dari masa depanku, karena sikapku, cita-citaku, sikapku, aku orientasikan pada cita-citaku. Diriku adalah aku. Diriku adalah perilakuku. Diriku adalah ucapanku. Diriku adalah pikiranku. Diriku adalah doaku. Diriku adalah kelemahanku. Sebenar-benarnya aku adalah belum mampu memahami diriku sendiri. Karena diriku dapat diartikan sebagai hal yang bermacam-macam dilihat dari ruang dan waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  2. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    rasa kesombongan dan rasa ingin memiliki segala sesuatu dapat membutakan seseorang terhadap dirinya sendiri, terhadap sebenar-benar apa yang ia miliki yang sebenarnya ia tidak miliki. Ketika kita ingin melakukan refleksi kepada diri kita sendiri maka dengan berpikir kritis serta ikhlas terhadap apa pun dan juga melepaskan kesombongan dan rasa ingin memilik, maka kita akan dapat melihat diri kita ini sebenarnya seperti apa, dan akan menyadarkan kita bahwa sebenarnya kita sama sekali tidak patut untuk sombong dan berbangga hati terhadap apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  3. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menjadi orang sombong itu sulit introspeksi diri. Yang telihat hanyalah orang lain dan kelemahan-kelemahanya. Jika diri ini masih memiliki sifat sombong, bermohon ampun lah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah maha pengampun pada umatnya yang mau berusaha dan bertaubat.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Melihat diri sendiri seperti bercermin. Saat paling baik adalah intropeksi dan refleksikan diri sendiri terhadap apa yang sudah dijalani untuk menjalankan yang belum dijalani menjadi lebih baik. Mempunyai hati memiliki di dunia sangatlah tidak terpuji. Kita punya apa yang bisa dibanggakan, kalau kita sendiri adalah ciptaan Allah SWT. Inilah mengapa, sesama ciptaan-Nya, hendaknya berpikir bahwa hanya amal ibadah yang akan menjadi jejak kita di dunia. Selebihnya harta, jabatan dan yang lainnya akan hilang dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  5. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hakikatnya setiap orang terlahir dengan keadaan berbeda, bahkan untuk orang kembar pun pasti memiliki perbedaan. Karena setiap orang berbeda pastilah ada yang namanya kelebihan dan kekurangan. Kekurangan setiap orang harus dapat kita pahami dengan baik, walaupun terkadang itu menimbulkan konflik, tapi dengan memahami satu sama lain kita akan dapat hidup berdampingan. Begitu juga dengan kelebihan orang lain, terkadang kita merasa iri dan benci dengan kelebihan oragn lain yang kita tidak miliki. Disinilah indahnya perbedaaan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki setiap orang sudah ditentukan, bagaimana kita menyikapi dan menempatkan dengan baik, serta bersyukur atas kelebihan yang diberi juga tidak terlarut akan kekurangan yang kita miliki dapat membuat harmoni dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  6. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Muhasabah merupakan cara manusia untuk melihat segala kekurangan dan kelebihannya. Manusia memiliki beberapa sifat yang terkadang tanpa ia sadari. Sehingga, muhasabah menjadi cara yang bisa untuk melihat kekurangan kita. Ketika, terbesit rasa tinggi hati, maka musabah akan sulit dilakukan karena melihat diri kita dari segi kelebihannya, tanpa melihat kekurangannya.

    Oleh karenanya, menyadari akan posisi kita sebagai hamba yang lemah dan terbatas akan menjadi tameng bagi diri kita dari sifat tinggi hati.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Pesan yang dapat diambil dari elegi ini. antara lain hindari sikap sombong dan rasa memiliki. Sebagai makhluk ciptaan Allah, tentunya ilmu yang kita miliki sekarang adalah tidak ada apa-apanya dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Allah. Dan perlu kita ingat kembali, bahwasanya di dunia ini tidak ada suatu hal apapun yang bersifat abadi atau kekal. Karena segala sesuatu yang telah diciptakan itu merupakan titipan atau amanah dari Allah semata.

    ReplyDelete
  8. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi ini bisa jadi adalah sindiran halus bagi kita yang kadang sering membicarakan orang lain tetapi ternyata diri kita sendiri juga sama seperti yang kita bicarakan. Pesan dari elegi ini adalah kita dianjurkan untuk sibuk memikirkan diri kita sendiri dibanding sibuk membicarakan orang lain. Intropreksi diri sangat berguna agar kita tidak sibuk mencari-cari kekurangan orang lain.

    ReplyDelete
  9. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tuhan tidak suka dengan hambanya yang memelihara rasa sombong. Bagaimana mungkin seseorang yang memiliki kesombongan di dalam hatinya dapat mengenal dirinya sendiri, apalagi mengenal Tuhannya. Sebenar-benar jalan untuk mengenali diri sendiri adalah dengan menghilangkan kesombongan di dalam hati. Namun rasa sombong terkadang tidak mudah dihilangkan. Rasa sombong pada diri manusia ada, walaupun itu hanya sedikit. Untuk itu kita harus tetap berusaha membersihkan hati dari perasaan-perasaan yang dapat membawa kita kedalam jurang kegelapan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebagai manusia kita bisa melihat orang lain, berkomentar ini dan itu, mencela ini dan itu, tanpa bisa melihat diri kita sendiri. Hal ini karena dalam hati kita masih ada rasa memiliki sehingga juga ada rasa sombong. Oleh karena itulah sebagai manusia kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan sehingga tidak ada yang patut kita sombongkan. Dengan hilangnya rasa memiliki dan rasa sombong serta dengan berpikir kritis kita akan dapat melihat diri kita sendiri. Oleh karena itulah untuk melihat dan memahami diri kita sendiri kita harus membersihkan hati ini, menjauhkannya dari rasa sombong dan rasa memiliki.

    ReplyDelete
  11. 16701251016
    PEP B S2
    Dalam elegi ini memberikan pelajaran bahwa segala hal yang hendak kita caoau ada rintangan, ada syarat yang harus di penuhi, dan bukan semata mata instan. Banyak di era seperti sekarang orang tidak mau berusaha, tidak mau ikhtiar tapi menginginkan hasil yang besar. Mana mungkin, karena kasarnya tidak mungkin uang jatuh dari langit, tanpa bekerja dengan sekuat tenaga

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sangat menarik elegi yang telah diuraikan di atas, secara perlahan-lahan elegi itu membuka kacamata saya dan berusaha melihat the inner of myself. Yang terlihat hanya luarnya sehingga saya seperti rakata yang tertutup kabut kesombongan. Bahwasanya ketika kita mampu berdamai dengan diri kita sendiri maka kabut yang selalu menutupi mata kita akan berubah menjadi pelangi yang indah dan saling berkolaborasi dengan gunung gu nung di sekitar kita.

    ReplyDelete
  13. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Apakah kabut yang menghalangi gunung tersebut sesuai yang telah diuraikan dalam elegi diatas dapat dikaitkan dengan iceberg kah prof?. Disaat yang kelihatan hanya yang nampak saja di luar tetapi tidak memahami atau mengetahui potensi diri yang bisa dikembangkan. Sama halnya kita melihat gunung orang lain yang nampak hanya luarnya saja dan kita belum mengetahui makna atau konten yang ada didalamnya. It cant be compared antara gunung yang satu dengan gunung yang lain karena setiap gunung itu unik, bahkan terkadang gunung A lebih tahu seluk beluk gunung B. Seperti layaknya menjdi evaluator bagi orang lain tapi belum bisa melakukan evaluasi pada diri sendiri atau refleksi.

    ReplyDelete
  14. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk melihat diri sendiri yaitu hanya dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis itulah engkau mampu melihat dirimu sendiri. Melihat diri sendiri ini seperti instrospeksi terhadap diri sendiri, mengenali diri sendiri, caranya dengan tidak merasa memiliki, artinya bahwa kita semua adalah milik Allah SWT sehingga semua yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Allah SWT; tidak sombong, artinya kita ini tidak pernah luput dari kesalahan sehingga apa yang dapat kita sombongkan dari itu semua; dan berpikir kritis, artinya kita harus berpikir kritis agar kita mengenai diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  15. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Rasa sombong akan membuat sebagian mata hati kita tertutup, sehingga beberapa hal tak dapat kita lihat. Untuk melihat kehidupan yang sesungguhnya, kita harus menghilangkan sifat sombong dalam diri kita. Sifat sombong juga adalah salah satu bentuk penyakit hati. Penyakit yang tentunya akan menggerogoti dan merusak pribadi kita sendiri.Sebagai manusia, tentunya hati kita tidak terbebas dari penyakit hati tersebut maka segeralah memohon ampun kepada-Nya.

    ReplyDelete
  16. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam elegi di atas diceritakan bahwa Rakata adalah sosok yang sombong sehingga tidak mampu melihat kekurangan dirinya sendiri. Melihat kekurangan diri sendiri memang begitu sulit untuk dilakukan. Itulah mengapa diperlukan sebuah renungan diri untuk berusaha intropeksi agar segala apa yang kita pikirkan dalam hati dan pikiran serta segala apa yang kita lakukan dan tindakan tidak berlebihan. Kemampuan mengenal diri sendiri adalah salah satu kunci kesuksesan. Oleh karenanya, kita harus belajar mengenal diri sendiri dan mengendalikan diri sendiri. Karena hanya kita sendiri yang mampu membawa kita ke puncak kesuksesan, tentunya dengan bantuan Allah SWT.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Seperti yang diceritakan dalam elegi ini, kesombongan dan perasaan memiliki dapat menutupi segala sesuatu. Bahkan hal tersebut dapat membuat kita tidak mampu mengenali diri kita sendiri. Kesombongan membuat kita tidak tahu bahwa sebenarnya kita hanyalah makluk yang memiliki segala keterbatasan. Masih banyak di luar sana yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan kita. Maka, sebagai manusia yang terbatas kita harus menghilangkan segala kesombongan dan perasaan memiliki. Dan sesungguhnya sebenar-benar yang memiliki segalanya hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Intropeksi diri adalah kegaita muhasabah seseorang mengenal siapa dirinya dan apa yang telah ia lakukan, dengan begitu kita akan mengenal lebih dalam siapa sebenarnya diri kita. kadangkala sifat seperti kesombongan dan perasaan memiliki tanpa kita sadari ada dalam diri kita, yang nanti jika kita biarkan maka kita akan terjebak dalam dunia yang kelam. Kesombongan itu tidak ada apa apa karena hidup kita hanya sementara/ titipan, tidak ada yang perlu di sombongkan didunia ini karena semua nya akan kembali kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Sebagai seorang manusia, tentunya kita tidak terlepas dari kesalahan dan dosa atas apa yang telah kita lakukan baik kepada Allah ataupun kepada sesama manusia. Namun terkadang ada orang yang senang melihat keburukan orang lain tanpa melihat keburukan atas apa yang telah dilakukan. Intropeksi diri adalah salah satu supaya untuk memperbaiki diri sendiri dengan melihat atau merenungkan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan berikhtiar untuk memperbaikinya dan tidak akan mengulanginya lagi.Salah sifat yang sering kali hinggap di hati seseorang adalah rasa kesombongan. Pada hakekatnya, manusia tidak sepatutnya sombong karena sebenarnya apa yang ada pada diri kita sesungguhnya kesemua itu adalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh pemiliknya yaitu Allah SWT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  20. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Bukanlah hal yang mudah untuk melihat diri sendiri. Dalam melihat diri sendiri haruslah menghilangkan rasa sombong, keikhlasan, hati bersih serta pikiran yang kritis. Seperti dalam hermeneutika hidup, untuk mampu menerjemahkan dan 'diterjemahkan' mengenai hidup kita haruslah menggunakan hati yang bersih dan pikiran yang kritis. Terkadang ketika kita merasa memahami orang lain itu berarti kita hanyalah meng'klaim', karena memahami diri sendiri saja sulit apalagi memahami orang lain.

    ReplyDelete
  21. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Yang bisa menjelaskan diri kita sendiri adalah diri kita sendiri dengan cara dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis, tetapi kita hanya bisa berusaha menjelaskan dan tidak dapat menjelaskan semua sifat yang ada pada diri kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sebuah gunung bisa diandaikan kepada orang yang memiliki ilmu yang banyak dan tinggi, menurut hemat saya memang ketika seseorang telah berada dalam tingkatan ilmu yang tinggi tentu perlu adanya menjalin silaturakhim dan berkomunikasi satu dengan yang lain. baik dengan orang ditingkatan yang sama ataupun tidak. jika bersama dengan orang ditingkatan yang sama maka dari hal tersebut dapat digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan bersama. persepsi yang sama akan mencegah perpecahan.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    menyatukan 5 gunung merupakan definisi yang plural. Misal dalam konteks diri kita sendiri yang terdiri dari berbagai macam beribu sifat-sifat gunung. Ketika kita bisa menyeleksi sifat-sifat kebaikan dari diri kita yang telah tertutup kabut dan mengeliminasi keburukan serta joining each other maka tidak mungkin kita akan menjadi manusia yang lebih baik. Akan tetapi jika kita merasa sombong dengan kebaikan yang kita punya, maka runtuhlah gunung-gunung yang telah bersatu tadi. Kembali dalam konteks manusia, bahwa pasti ada sisi buruknya, we are not perfect, but kita bisa menjadi lebih baik dengan berusaha menggapai logos dengan ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  24. Refleksi terhadap diri sendiri memang bukan hal yang mudah. Keangkuhan dan rasa memiliki yang berlebihan seringkali membuat kita buta dan tak pandai menilai diri sendiri bahkan sebaliknya begitu mudah menilai orang lain. Dengan menghilangkan rasa sombong dan rasa memiliki yang begitu besar dalam diri, kita bisa melihat ke dalam diri kita sendiri (introspeksi diri) menilai kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kita. Hati yang ikhlas akan membuat kita menerima semua kondisi yang ada dalam diri kita dan akan membuat kita lebih mudah untuk menerima keberadaan orang lain di sekitar kita dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  25. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Mengetahui dan mengenal diri sendiri bukanlah hal yang mudah karena serigkali dalam kehidupan kita memakai berbagai macam topeng, misalnya topeng kesombongan, topeng kemunafikan, topeng kekuasaan dan seterusnya, yang akhirnya kita tidak mampu untuk memahami dan menjadi diri sendiri. Oleh karena itu teruslah introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME serta milikilah hati yang ikhlas dan berpikirlah secara kritis niscaya itu akan menyadarkan dan membawa kita pada diri kita yang sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Untuk mencapai tujuan yang sudah kita tetapkan kita perlu berusaha keras, pantang menyerah dan selalu berdoa. Adakalanya jika kita gagal dalam menggapai tujuan yang sudah kita tetapkan, kita merasa minder dan menyalahkan apapun itu. Namun, ketika kita berhasil menggapai salah satu tujuan hidup kita, kita merasa hebat, angkuh dan sombong. Manusia kurang memiliki rasa bersyukur begitupun saya. Saya masih kurang bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan untuk saya. Semoga Allah SWT memaafkan semua sikapku.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Manusia antara satu dan lainnya taidak sama, disebabkan pengalaman dan cara pandang yang berbeda. Itulah yang disebut kontradiksi. Itu sangat alamiah, karena pengalaman masing-masing otang tidak sama. Dan cara memikirkannya pun dilatarbelakangi oleh banyaknya pengetahuan. Maka proses diskusi dan bertukar pikiran akan mampu membuat perbedaan semakin tidak tampak. Dan semuanya akan tampak semakin jelas.

    ReplyDelete
  28. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Bersihnya hati akan mampu mellihat kebenaran yang tidak terlihat. Mengapa terkadang hal hal sederhana seseorang tidak mampu menyelami hikmah yang banyak di dalamnya, bahkan dianggap biasa. Bahkan, baik dimata orang tetapi buruk dimata kita.. sebaliknya, buruk bagi kita ternyata baik menurut orang. Yang benar kebenarannya tidak kita ketahui. Dan kesalahan yang salah tidak juga kita ketahui. Maka membersihkan hati adalah cara yang tepat dilakukan demi mencapai kebenaran yang hakiki.

    ReplyDelete
  29. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Tahukah kita bahwa kesombongan itu juga menutupi hati kita. Iblis diusir dari dari surga karena sikap kesombongannya dan sikap tidak tahu dirinya dihadapan Penciptanya. Dan kesombongan tetaplah menutupi hati seseorang. Mengenal diri sendiri akan membawa kita keluar dari kesombongan. Dan jika masih ada sikap arogan dari diri kita maka kita sebenarnya belum memahami diri kita.

    ReplyDelete
  30. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Of the many bad habits humans are known for having, arrogance should rank among the worst. It may only seem impolite behavior and therefore relatively harmless, but underneath can lie trouble… especially if a leader is arrogant. While seemingly only a few people act arrogantly, but since arrogance exists at all, it could be considered a human trait, at least potentially. Other than arrogance being "a feeling or an impression of superiority manifested in an overbearing manner or presumptuous claims", some might also consider it dysfunctional and/or a mental illness.

    ReplyDelete
  31. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Manusia diciptakan di dunia ini tidaklah sempurna. Sebaik apapun manusia di dunia ini tentunya mempunyai kekurangan. Ada sifat manusia yang baik ada pula yang buruk. Manusia adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah itu bermega-megahan dan sombong di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita yang ada masih banyak manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya.

    ReplyDelete
  32. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Gunung ketiga diri kita sendiri kemudian kabut itu adalah rasa memilki dan sombong, untuk melihat sebenar-benar siapa diri kita yang sesungguhnya dibutuhkan sikap kesadaran diri yang tinggi menyadari apa yang ada dalam diri kita ini tiada lain tiada bukan hanya bersifat sementara yang pada akhirnya kesemuanya itu akan kembali kepada Sang Pemilik Ketetapan ALLAH SWT. Dengan sikap kesadaran diri justru kita akan semakin dekat untuk mengenal potensi yang kita milki jadi menghilangkan rasa memilki dan sombong sebenar-benarnya kunci kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  33. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kesombongan diri akan membuat ketidakmampuan diri untuk melihat kebaikan orang lain. Dalam elegi tersebut diceritakan bahwa Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala tidak dapat melihat kebesaran Nahayu. Namun ketika mereka menghilangkan rasa memiliki dan rasa sombong, mereka dapat melihat bahwa Nahayu adalah gunung paling tinggi di sana. Oleh karena kita, sungguh tak ada manfaat dari rasa memiliki yang bukan hak kita dan rasa sombong. Sesungguhnya apa yang kita memiliki hanyalah titipan Allah sehingga tak pantas jika kita menyombongkan diri di hadapan orang lain, lebih-lebih di hadapan Tuhan. Ingat! Kesombongan adalah awal dari penyakit hati...

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Kesemua hal yang berat yang sekiranya dihadapi saat kita menuntut ilmu, ada satu hal yang sangat sulit kita kendalikan, yaitu menundukkan diri sendiri. Sudah menjadi sifatnya manusia untuk selalu menginginkan sesuatu yang bagus, juga ingin keberadaannya diakui. Mereka berusaha bisa sampai mati-matian untuk mendapatkan itu sehingga saat didapat, otomatis pikiran sombong sering muncul. Padahal sombong adalah awal dari malapetaka di seluruh dunia ini. Yang benar adalah kita selalu istighfar dan berdoa kepada Allah agar selalu diberi kekuatan dan hati yang tegar, agar tujuan untuk memperoleh ilmu dan berguna bagi orang banyak dapat tercapai.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Berdasarkan elegi diatas yang dapat saya pahami adalah bahwa begitulah sifat manusia, mudah mlihat oranglain dan menilai orang lain namun sulit untuk melihat diri sendiri, hal itu terjadi karena kesombongan dan rasa memiliki yang tinggi, maka hanya dengan jalan tidak merasa memiliki dan tidak sombong serta berpikir kritis itulah kita mampu melihat diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  36. Saya kira untuk melihat potensi dalam diri dari elegi diatas dijelaskan perlu melepas sifat sombong dan rasa memiliki. Karna saya kedua sifat tersebut akan membawa perasaan selalau lebih baik dari orang lain bahkan untuk hal-hal yang jelas bahwa kenyataanya kita tidak lebih baik dari itu serta membuat kita malas beranjak dari apa yang telah kita miliki. Kita cenderung merasa cukup, merasa puas padahal potensi kita harusnya kita bisa lebih dari itu.

    ReplyDelete
  37. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dari elegi ini kita dapat belajar tentang kesombongan. Apa yang dapat kau sombongkan atas apa yang bukan milikmu. Sesungguhnya apa apa yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT yang dititipkan sementara kepada umatnya. Lantas untuk apa menjadi sombong, seolah mengetahui segala, seperti orang hebat dan membanggakan diri berlebihan. Sesungguhnya kesombongan itu datang bersama syetan.

    ReplyDelete
  38. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Setinggi-tingginya amanah kekuasaan atau kedudukan yang diemban manusia, maka janganlah merasa berkuasa atas segalanya dan sombong. Selalulah bersikap rendah hati dan intropeksi terhadap diri sendiri. Sesungguhnya tidak ada yang bisa disombongkan oleh seorang makhluk di dunia ini karena Allah lah pemilik segala alam semesta beserta isinya.

    ReplyDelete
  39. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pendidikan Matematika Internasional

    Untuk melihat diri kita sendiri, hendaklah kita mencoba merendahkan hati kita dan menghilangkan rasa sombong yang ada dalam diri kita. Kesombongan itu terkadang dapat menjadi kabut yang dapat menutup penglihatan kita.

    ReplyDelete
  40. Kesombongan itu dikarenakan karena kita merasa memiliki semua yang ada di dalam diri kita seperti memiliki pengetahuan, keterampilan , kekuasaan dan lain sebagainya. Padahal segala yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah yang tidak patut kita sombongkan karena bias saja suatu waktu Allah mengambilnya lagi dari kita. Hendaklah kita tetap menjadi manusia yang jauh dari rasa sombong yang menghancurkan diri sendiri.

    ReplyDelete
  41. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Seringkali kita melihat orang lain, baik dari segi kedudukannya, hartanya, kekuasaannya, ataupun ilmunya. Tetapi kita tidak dapat melihat apa yang kita miliki. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, pun begitu dengan diri kita. Kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, tetapi ssering kali kita hanya melihat kelebihan orang lain yang tidak kita miliki. Hal ini diakibatkan kurangnya rasa syukur kita atas apa yang telah diberikan kepada kita.

    ReplyDelete
  42. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Rasa memiliki dan sikap sombong akan menutup pikiran kita. Hati dan pikiran yang tertutup oleh kabut kesombongan tidak akan bisa melihat sebuah sinar kebenaran. Sehingga diri tidak mampu untuk terbuka. Akibatnya, tidak akan bisa menerima hal baru yang lebih baik darinya.

    ReplyDelete
  43. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Apabila kabut kesombongan tidak ada, maka kita bisa melihat baik kelebihan maupun kekurangan dengan jelas. Kita bisa melihat diri kita dengan berkaca kepada orang lain. Tetapi tetap terhindar dari rasa iri. Sehingga kita bisa bersyukur dan senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  44. Kita akan mampu melihat jati diri kita sendiri bila telah mampu menguasai dan mengendalikan kelima hawa nafsu yang ada dalam diri kita. Karena ini akan menjadi penghalang untuk menemukan yang sebenarnya.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  45. Salah satu nafsu yang mestinya dikendalikan adalah nafsu amarah. Emosi bisa merusak diri sendiri dengan segala kecurigaan dan prasangka buruk. Emosi membuat kita tidak bisa mengendalikan hati dan fikiran. Keputusan yang diambil saat emosipun akan berbahaya, karena hanya berfikir sesaat, sementara dampaknya akan cukup lama. Keputusan saat emosi juga sangat subyektif dan menjauhkan keputusan dari kebenaran.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  46. Keangkuhan juga telah membutakan kita akan kekurangan diri sendiri. Gunung ini amat tinggi, karena melihat kebaikan kita saja dan memandang kesalahan atau kekurangan orang lain yang cukup besar. Ilmu bisa menjadi sumber keangkuhan seseorang, sehingga dengan ilmu padi semakin berisi semakin merunduk adalah salah satu filosofi kita yang mestinya dipegang agar tidak menghalangi batin dalam melihat diri sendiri.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  47. Sulit, sungguh akan sangat sulit memahami dan mengenali diri sendiri jika kita tidak pernah melihat atau merenungi kedalam diri sendiri ,jika kita hanya melihat apa yang bisa kita lihat, maka dari itu bercerminlah,lihatlah diri sendiri.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  48. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Adalah tidak mudah untuk berupaya memahami apa yang menjadi kekurangan diri. Karena ketika menjadi pemeran dalam suatu cerita kehidupan, manusia seringkali tidak menyadari apakah yang dilakukannya adalah sebuah kebenaran atau kesalahan. Ketika menjadi pemeran manusia seringkali lupa dan melakukan kekhilafan. Satu-satunya caran adalah berupaya untuk berdiri diluar peran yang telah kita jalani. Dengan cara ini manusia mampu merefleksikan diri dan bercermin melihat kedalam diri terhadap aspek-aspek kehidupan yang telah dilalui. Hal ini juga dapat menghindarkan manusia dari sifat-sifat tercela yang mungkin dimiliki termasuk pula didalamnya sifat sombong.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id