Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)




Oleh Marsigit

Bagawat:
Marilah kita mulai sidang ke dua. Silahkan Rakata.



Rakata:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, sang Bagawat, Ramasita, Ahilu, Pampilu, Awama, Pratika, Cantraka, para stigma, dan semua gunung-gunung. Pada sidang kedua ini marilah kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terutama nanti saya akan memohon masukan dan pertimbangan kami atas rencana-rencana kami, kepada tamu undangan kami yang terhormat Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala.

Rakata:
Sebagai pemimpin, kami menyadari tidak bisa hidup sendiri. Jaman sudah berubah. Barang siapa meras bisa hidup sendiri itu adalah serandah-rendah gunung, barang siapa hanya sampai menggunakan ilmunya itu adalah gunung yang labih tinggi, sedang barang siapa mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Rakata:
Maka pertanyaanku kepada nara sumber kita adalah bagaimana kita bisa menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Apa syarat perlu dan cukup agar kita dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Bagawat:
Silahkan Kasala, Kanwala, Ndadismen dan Ndakiti

Kasala:
Baik, berdasarkan pengalama kami, tidak mudah kita menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Pertama, dikarenakan tidak semua anggota kita mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama. Pada sekolah kami, mulanya hanya 30 persen yang setuju, 60 persen menunggu, dan 10 persen menolak. Tetapi kami harus terus berusaha dan berjuang. Kedua, kita tidak dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, sendirian, tetapi kita juga harus memperoleh bantuan dari gunung-gunung yang lebih besar. Alhamdulillah, atas dorongan para gunung besar maka kami dapat merintis jalan menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Adapun yang sudah kami lakukan adalah mengirim para anggota kami untuk mempelajari route perjalanan dan keadaan di setinggi-tinggi gunung di dunia ini, itu seperti apa. Kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka. Kami masih kurang peralatan dan pengalaman. Itulah sekedar sharing pengalaman. Terimakasih.

Kanwala:
Agar dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, kami mempunyai prinsip tentang dua hal. Pertama, kami menyadari mempunyai banyak anggota gunung-gunung yang lebih kecil dariku. Kedua, kami menyadari mempunyai banyak gunung-gunung yang lebih besar dariku. Terhadap gunung-gunung kecil anggotau, aku berusaha menegakan peraturan dan pencerahan. Terhadap gunung-gungung yang lebih besar sebagai pemimpinku aku berusaha menjalin komunikasi dan memperoleh pencerahan. Jadi sebenar-benar diriku bukanlah gunung dengan puncak yang tunggal. Boleh dikata aku adalah pegunungan. Maka setinggi-tinggi gunung di dunia ini adalah gunungnya para anggotaku.

Ndadismen:
Saya mempunyai lima puluh juta gunung. Tugasku adalah menghantarkan mereka semua menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Tetapi satu hal, setinggi-tinggi gunung di dunia ini yang dapat diraih, maka tidaklah boleh tercabut dari dasarnya. Kita harus selalu mencari pencerahan dan bisa bertanya kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Kita harus waspada terhadap para stigma.

Ndakiti:
Di sini uraian saya agak lain dari yang sudah-sudah. Saya lebih banyak ingin menggambarkan situasi di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Ketahuilah siapapun yang berada di sana adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya. Semua kemampuannya memang sudah teruji, baik ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, dst. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Di puncak itu kita sulit menonjolkan jati diri kita, semuanya hampir tampak seragam. Tetapi keseragaman itu ternyata digunakan sebagai prinsip komunikasi. Bahasa analog atau keseragaman itu bahasa awamnya adalah kriteria. Maka barang siapa berada di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini, harus menggunakan bahasa analog. Sedangkan untuk menggapai puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini kita dapat menggunakan metode formal dan material. Ketahuilah metode formal itu adalah kerangka berpikirmu. Sedangkan metode material adalah kemampuanmu. Tetapi hal ini saja tidaklah cukup. Pada setiap kesempatan diperjalanan engkau harus selalu mencari dewi Hermein. Ketahuilah bahwa dewi Hermein itu bukankah dewi seperti yang engkau biasa bayangkan. Dewi Hermein adalah kemampuanmu menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan. Terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui.

Ndakiti:
Tidak cukup hanya sampai di situ. Jika engkau mempunyai persoalan maka berkonsultasilah kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Sebetul-betulnya sang bagawat adalah....

Bagawat:
Stop...stop..Ndakiti..jangan teruskan uraianmu itu, karena hal yang demikian belumlah saatnya disampaikan. Baiklah hadirin semuanya, kita tutup sidang dengan membaca hamdallah. Amien.

49 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Sebagai makhluk sosial, manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri. Dalam menjalani kehidupan manusia memerlukan manusia lain saling membantu. Barang siapa yang merasa bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain adalah serendah-rendahnya dimensi manusia, sedangkan seseorang yang memiliki kesadaran dan mengimplementasikan hidupnya dalam pergaulan internasional dan berperan aktif dalam forum internasional itu adalah setinggi-tingginya dimensi manusia. Tidak mudah untuk mengimplementasikan hidup ke dalam pergauan internasional, tentu untuk mencapainya diperlukan kemampuan yang tinggi baik dari segi ilmu, pengalaman, kertrampilan, komunikasi, dll. Dalam mengkomunikasikan ide, pendapat dan gagasan di kancah pergaulan internasional diperlukan bahasa analog. Bahasa analog inilah yang mampu mengkomunikasikan unsur-unsur dalam dimensi yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  2. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Manusia ketika lahir ke dunia, lengkap dengan segala fitrah dan potensinya baik itu potensi akal, naluri, dan kebutuhan jasmani. Dengan potensinya itu, manusia mengembangkan berbagai kemampuannya. Namun, fitrah manusia bersifat lemah, terbatas, dan membutuhkan manusia yang lain. Sehingga, manusia dalam mengembangkan kemampuannya memiliki keterbatasan. Maka, manusia menyadari dirinya bahwa ia tidak akan mampu menembus hal2 yang berada di luar kekuasaannya dan bahkan tidak akan mampu menggapai setinggi-tinggi gunung. Sudah selayaknya-lah, manusia taat, tunduk, dan patuh terhadap segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  3. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Dalam menggapai ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini sangatlah beragam cara yang bisa di tempuh, salah satunya adalah dengan melakukan sharing antara orang yang telah mencapainya, karean apabila kita ingin jalan sendiri tanpa bertanya maka kita bisa saja berada di jalan yang salah, mencapai ilmu yang tertinggi juga bukan berarti kita sendiri yang harus mencapainya melainkan seberapa banyak kita telah menjadikan orang-orang yang ada disekitar kita bisa mencapainya bersama, sesuai dengan pepatah yang pernah saya dengar, sukses itu bukan bagaimana kita mencapainya melainkan seberapa banyak engkau dapat menyukseskan orang lain. itulah kesuksesan yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Manusia saling membutuhkan, ketika kita membutuhkan orang lain, kita adalah orang yang paling beruntung di dunia ini. Agar dapat maju dan bukan sekedar hidup, orang terus-menerus memerlukan hubungan sosial untuk saling memberi, menerima bantuan seperti saran dan kritikan. Kita harus menjadi pengaruh positif untuk lingkungan disekitar dan orang lain. Ini tidak lepas dari kedekatan kita kepada Allah SWT, dimana kita harus mengawali setiap perbuatan, perkataaan dengan basmallah dan mengakhirinya dengan hamdallah.

    ReplyDelete
  5. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hakikatnya manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup sendiri, membutuhkan orang lain dan berdampingan dalam kehidupan bermasyarakat. Adanya kegiatan dalam bermasyarakat merupakan hal-hal yang harus dikembangkan untuk memahi dan berkomunikasi satu sama lain. Pada dasarnya komunikasi dalam kehidupan manusia merupakan puncak kesuksesan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga peran manusia untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan bersosial erat hunungannya dengan komunikasi yang terjalin antara satu sama lain.

    ReplyDelete
  6. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Jangkaun ilmu sangat luas, sehingga dari elegi ini bisa kita simpulkan bahwa jadilah sebenar-benar dirimu bukanlah gunung dengan puncak yang tunggal, jadilah pegunungan. dengan begitu kita akan dapat berusaha menegakan peraturan dan pencerahan terhadap gunung-gunung kecil , dan dapat berusaha menjalin komunikasi dan memperoleh pencerahan aterhadap gunung-gungung yang lebih besar sebagai pemimpin. sehingga nanti nya keinganan kita untuk menjadi pegunungan tertinggi sedikit demi sedikit akan terwujud.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Elegi ini mengingatkan saya pada sebuah ungkapan “Semangatlah karena selalu ada hal yang dapat dipelajari dari diri orang lain.” Ungkapan ini terus berkembang manakala kita menemui seseorang yang mungkin belum mengenal suatu ilmu pengetahuan, di sisi lain dapat kita temukan orang-orang yang lebih paham mengenai suatu ilmu. Kesimpulannya, dari berbagai macam karakter kemampuan orang tersebut maka selalu akan kita dapatkan sisi positifnya.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setinggi- tinggi manusia adalah yang mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasiona. Sebagai upaya dalam mencapai tujuan tersebut sebagai seorang manusia kita harus sadar bahwa ada yang lebih tinggi dari kita dan kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain, oleh karena itulah kita harus belajar dari orang lain yang memiliki pengalaman lebih dari kita, menggali pengalaman yang ia miliki. Seperti seorang siswa yang belajar dari pengalaman gurunya. Kita harus menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan orang lain yang lebih tinggi dari kita serta membantu yang orang lain yang membutuhkan pertolongan. Kita harus terus belajar dan mengajarkan.

    ReplyDelete
  9. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ilmu tidak akan pernah habis. Semakin kita belajar semakin kita menyadari bahwa sedikit sekali hal yang kita ketahui. Begitu juga sebagai seorang pendidik haruslah terus mencari ilmu, memperbaiki diri lebih baik lagi. Karena tugas seorang pendidik adalah mengantarkan murid-murid untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi mereka kelak.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  10. 16701251016
    PEP B S2

    Gunung yang menjulang tinggi, bisa jadi adalah harapan atau cita cita yang didambakan. Untuk menggapainya diperlukan perjuangan, diperlujan bantuan gunung yang lebih tinggi lainnya. Saya probadi memandang gunung ini adalah sebuah potensi sekolah, jikalau hendak mempunyai seluruh fasilitas dengan kriteria yang tinggi maka perlu perjuangan, perlu pemberdayaan yang semestinya. Tidak terkecuali membutihkan bantuan dari seluruh elemen yang ada, baik oemerintah, orang tua maupun warga sekolah sendiri. Jika konsep ini dalam lingkup yang lebih kecil, maka bisa jadi gunung yang tinggi adalah kemampuan siswa didalam kelas yang melebihi rata rata, atau bisa dikatakan berprestasi. Dalam kondisi kelas yang heterogen maka diperlukan hubungan anrar peserta didik. Random, maka yang bisa akan memberi tahu yang bisa dan yang bisa menjadikan semakin bisa. Atau setidaknya standar yang ada sudah tercapai.

    ReplyDelete
  11. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Menurut saya, Manusia memanglah makhluk tertinggi dari semua makhluk yang ada di dunia ini dalam batasan ruang dan waktu di dunia yang kita singgahi. berdasarkan kajian elegi ini, manusia yang individualistik merupakan gunung terendah menurut versi sang rakata. Sedangkan, gunung tertinggi sebenernya kembali kepada kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang dari lahir sampai meninggal dunia masih membutuhkan bantuan orang lain. Sebaik-baik gunung ialah manusia yang menjalankan tugas, pokok dan fungsi sebagai kodrat manusia.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari definisi gunung tertinggi yaitu dimana manusia bisa menjalankan tupoksi sebagai makhluk sosial. Berdasarkan kajian elegi ini, ada beberapa penelitian yang dilakukan untuk mencapai puncak gunung tertinggi. Dapat melalui menyamakan persepsi antara anggota himpunan yang mempunyai perbedaan pendapat, entah berjuan melalui kampanye atau bahkan dengan menyuarakan pendapat kita terus menerus. Cara selanjutnya adalah dengan menjalin kerjasama dengan gunung besar yang mempunyai pengaruh terhadap gunung gunung kecil, sehingga dapat melejitkan potensi dari gunung-gunung kecil. Ada lagi dari pernyataan ndakiti dengan menggunakan bahasa analog dan melalui proses yang dilakukan dewi hermein yaitu proses menerjemahkan.

    ReplyDelete
  13. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sekarang dikembalikan kepada individu masing-masing dalam menyusun strategi demi mencapai puncak gunung tertinggi. Yang terpenting janganlah dalam proses yang kita lakukan dapat menenggelamkan potensi gunung kecil di sekitar kita dan tetaplah arif melalui ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  14. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk menggapai setinggi-tingginya gunung salah satunya dengan mencari Dewi Hermein yaitu terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui. Artinya jika kita ingin menggapai setinggi-tingginya ilmu kita harus menerjemahkan apa yang dijumpai, menerjemahkan dapat dikatakan seperti memahami apa saja yang dijumpai, serta terbukalah terhadap saran-saran dari orang lain atau tidak bersikap angkuh dan sombong agar ilmu yang ingin kita gapai dapat memiliki makna.

    ReplyDelete
  15. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Salah satu hal yang menarik dari elegi di atas adalah ucapan kanwala, dalam hidup kita memang akan selalu menghadapi 2 hal; hal yang lebih “besar” dan lebih “kecil dari kita. Akan selalu ada yang lebih pintar, cantik, kaya, bberamal baik dan begitupun sebaliknya. Sejatinya ukuran tentang kehidupan ini, ukurannya berasal dari pribadi kita sendiri. Maka,jangan pernah merasa rendah diri apalagi tinggi hati.

    ReplyDelete
  16. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Orang-orang yang telah berhasil menuju puncak adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya. Sehingga jika kita ingin mencapai puncak tertinggi di dunia ini, maka kemampuan kita harus sudah teruji dan mendunia

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Sesuai dengan kodratnya, manusia merupakan makhluk sosial. Oleh karenanya apapun kedudukan, kelebihan, dan keahliannya, manusia akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Setinggi-tingginya ilmu adalah yang digunakan dan diimplementasikan dalam jejaring sistemik untuk kepentingan internasional. Untuk dapat sampai ke situ tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan dan kerjasama satu sama lain, dan yang lebih penting lagi adalah adanya komunikasi. Dengan kata lain, semuanya harus bersedia untuk menterjemahkan dan diterjemahkan. Selain itu, dalam proses terjemah dan diterjemahkan semuanya harus terbuka dalam menerima kritik, nasihat, dan saran.

    ReplyDelete
  18. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Gunung pengetahuan pada hakikatnya memiliki keyakinan bahwa pengetahuannya lebih tinggi daripada pengikutnya dan hal tersebut haruslah memperoleh pengakuan. Dalam meraih gunung pengetahuan yang tertinggi diperlukan usaha yang lebih daripada gunung yang lain. Setinggi-tinggi ilmu manusia apabila manusia mencurahkan seluruh kemampuan serta memiliki kerangka berpikir yang jelas dan sistematis. Selain itu harus menggunakan hati yang ikhlas serta kepekaan yang tinggi. Ilmu akan bermanfaat jiga dibagikan kepada orang lain, berbagi ilmu tidak mutlak hanya materi pelajaran, namun juga pengalaman dan segala ilmu yang mungkin untuk dibagikan.Selain itu, dalam mengkomunikasikan ilmu pengetahuan akan sangat tinggi tingkatannya jika mampu mengkomunikasikan hingga diakui oleh dunia internasional.

    ReplyDelete
  19. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Manusia adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Sebagai makhluk sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat. Selain itu pada elegi di atas ada istilah gunung pengetahuan. Ini mengilustrasikan bahwa pengetahuan itu sangatlah tinggi dan perlu usaha untuk mencapainya. Namun yang harus juga diperhatikan oleh manusia ketika telah mempunyai ilmu yang tinggi, kita harus ingat bahwa ilmu yang kita miliki tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengetahuan yang begitu banyak diciptakan oleh Allah. Intinya dalam mencari ilmu dibutuhkan usaha dan hati yang ikhlas serta agar ilmu tersebut bermanfaat harus dibagikan kepada orang lain.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    kegiatan dalam bermasyarakat merupakan hal-hal yang harus dikembangkan untuk memahi dan berkomunikasi satu sama lain. Pada dasarnya komunikasi dalam kehidupan manusia merupakan puncak kesuksesan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga peran manusia untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan bersosial erat hubungannya dengan komunikasi yang terjalin antara satu sama lain.Dari definisi gunung tertinggi yaitu dimana manusia bisa menjalankan tupoksi sebagai makhluk sosial. Berdasarkan kajian elegi ini, ada beberapa penelitian yang dilakukan untuk mencapai puncak gunung tertinggi.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sebagai upaya dalam mencapai tujuan tersebut sebagai seorang manusia kita harus sadar bahwa ada yang lebih tinggi dari kita dan kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain, oleh karena itulah kita harus belajar dari orang lain yang memiliki pengalaman lebih dari kita, menggali pengalaman yang ia miliki. Seperti seorang siswa yang belajar dari pengalaman gurunya. mencapai ilmu yang tertinggi juga bukan berarti kita sendiri yang harus mencapainya melainkan seberapa banyak kita telah menjadikan orang-orang yang ada disekitar kita bisa mencapainya bersama.

    ReplyDelete
  22. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Ketika lahir ke dunia ini manusia adalah unik,berbeda dari wajah,bentuk tubuh dan berbeda juga dalam sifat dan kemampuaanya. Manusia berkembang sesuai kemampuan dan sikap lamiahnya. Orang lahir kembar sekalipun selalu mempunyai perbedaan-perbedaan yang mendasar Segala kemampuan dan potensinya baik itu potensi akal, naluri, dan kebutuhan jasmani. Dengan potensinya itu, manusia mengembangkan berbagai kemampuannya. Namun, fitrah manusia bersifat lemah, terbatas, dan membutuhkan manusia yang lain. Sehingga, manusia dalam mengembangkan kemampuannya memiliki keterbatasan. Namun kemampuan berkembang manusia pada dasarnya dapat optimal sesuai kemampuaanya,jadi perkembangan manusia tidak tergantung dari usia saja. Manusia “dimungkinkan “ untuk bisa berkembang melebihi kemampuannya tergantung dari kemauan dan kerja kerasnya…

    ReplyDelete
  23. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa hidup bersosialisasi ketika ia ingin mencapai puncak setinggi-tinggi gunung. Orang yang ada pada puncak setinggi-tinggi gunung adalah orang yang sudah teruji kemampuannya, yang ilmunya dan pengalamannya bisa bermanfaat, yang bisa hidup bermasyarakat dan dapat beromunikasi dengan baik dengan sesama.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  24. Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang memerlukan bantuan orang lain dalam mencapai kesuksesannya. Sebagai makhluk individu yang mempunyai tujuan hidup tersendiri, manusia tetap membutuhkan bantuan orang dari lain untuk mencapainya karena pada hakikatnya manusia itu tidak dapat terpisahkan antara satu dengan lainnya. Maka dari itu manusia memerlukan interkasi satu sama lain untuk dapat saling bantu dan bekerja sama dalam mencapai tujuan hidup tersebut. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka semakin tinggi pula penghargaan dan pengakuan kita terhadap orang lain yang memiliki ilmu yang lebih tinggi dari kita, namun kita tidak akan memandang remeh orang lain yang memiliki ilmu lebih rendah dari kita. Dengan demikian kita sudah menjaga pikiran dan hati kita untuk tetap kritis dan ikhlas menerima kelebihan orang lain serta dijauhkan dari sifat sombong.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  25. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuan. Gunung dalam elegi ini diibaratkan tentang tujuan manusia pada umumnya. Dengan menghargai keberadaan orang lain, insyaallah hidup kita akan semakin bermakna. Dengan kehidupan yang bermakna dan bermanfaat untuk orang lain. Insyaallah kita akan menggapai ridhoNya.

    ReplyDelete
  26. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sebenar-benarnya manusia adalah tidak mampu untuk dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain agar tetap dapat bertahan hidup karena pada hakekatnya manusia adalah mahluk sosial.Karena itu teruslah menjaga komunikasi yang baik dengan sesama manusia dengan bersifat terbuka dan membiasakan diri untuk selalu berbagi pengetahuan dan ilmu karena sebenar-benarnya sebuah ilmu adalah ketika bisa bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Buka hati dan pikiran, kemudian kritisi lalu tanyakan apa yang tidak diketahui, dan ajarkan bagi yang belum mengetahui. Manusia diberikan bekal hati dan pikiran. Maka pergunakan keduanya dengan benar dan tepat. berfikir menggunakan metode formal sebagai kerangka pikiran dan metode material mengerahkan kemampuan berfikir. Juga bersihkan hati agar kekuranngan yang ada dapat kita terima sebagai kekurangan kita yang perlu diperbaiki. Sehingga tercipta kebaikan dan kemaslahatan bersama. Kedudukan yang kita miliki saat ini tinggi dan rendahnya disebabkan faktor lebih rendahnya kedudukan orang lain dan lebih tingginya kedudukan orang yang lebih tinggi dari kita. maka hakikatnya kedudukan kita adalah karena sebab dan akibat orang-orang disekitar kita.

    ReplyDelete
  28. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sesngguhnya manusia itu diciptakan sendiri, namun karena keterbatasannya, ia juga membutuhkan pendamping. Itulah tabiatnya manusia. Dan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa. Kita dciptakan untuk saling menebar kebaikan kepada sesama. Namun kita tidak dapat selalu menebarkan kebaikan tanpa keberadaan orang lain. Maka ketahuilah keterbatasan kita masing-masing sehingga kita bisa memahami dan menghargai keberadaan orang lain. Karena timba tidak akan menjadi timbika ia tidak dapat menemukan sumur.

    ReplyDelete
  29. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Students helping other students learn is a powerful classroom technique. Collaborative learning uses this approach to achieve content-focused and process-oriented goals, both of which are important for college learning success. Research (1) shows that cooperative learning improves students’ achievement, persistence, and attitudes. Collaboration with fellow learners increases motivation and helps students take responsibility for their own and their peers’ learning (2, 3, 4). Included among the process-oriented goals achieved by collaboration is the development of marketable skills such as problem-solving, project management, team-player competencies, communication, and social skills (5). One of the “7 Principles for Good Practice in Undergraduate Education” is cooperation (6), and well-structured group work and other collaborative activities that ask students to help each other learn pay big dividends in student academic success and in retention (7).

    ReplyDelete
  30. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    setiap manusia berhak menjadi gunung dan mencapai uncak yang diinginkan. Untuk mencapai puncak setinggin-tingginya pun kita harus melalui dengan proses yang tidak singkat. Telah dijabarkan di atas bagaimana cara menggapai puncak-puncak tersebut. setiap orang mempunyai tujuan berbeda-beda. Untuk meraih tujuan harus mempunyai ilmu. Karena tanpa ilmu, kita tidak akan sukses. Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, Anda akan lebih mudah lagi untuk melangkah kedepan menjadi orang yang sangat-sangat produktif. Untuk bisa meraih kesuksesan, Anda harus banyak dan cepat mengumpulkan berbagai keberhasilan.

    ReplyDelete
  31. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Syarat agar kita bisa mencapai guunung tertinggi yaitu pertama adanya kemauan yang tinggi untuk berfikir kritis dalam menerjemahkan segala sesuatu baik yang ada dan yang mungkin ada karena kita hidup itu hakekatnya untuk berfikir ;kedua adanya sikap kerendahan hati untuk membuka jalan bagi anti tesis dalam mengkritisi tesis kita sendiri karena kita hidup tidak sendiri melainkan kita hidup bersosial lengkap dengan keaneragamannya , kita ada untuk menjalin kehidupan dengan mereka dan mereka ada untuk melengkapi kehidupan kita sendiri. Dengan demikian maka proses hermenitika hidup tercipta bentuk dari proses menerjemahkan dan diterjemahkan sebagai upaya untuk mendapatkan sintesis menuju tesis baru.

    ReplyDelete
  32. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Belajar tidak hanya berpaku di ruangan kelas saja, namun belajar dari pengalaman hidup orang lain juga merupakan proses penyerapan ilmu dan hikmah. Dalam menuntut ilmu, dekatilah orang-orang yang keilmuan dan pengalamannya lebih tinggi dari kita. Berdiskusi dan saling bertukar pendapat adalah cara agar kita dapat mengasah pengetahuan. Karena sesungguhnya orang yang lebih tinggi ilmunya dari kita pasti memiliki pengalaman yang hebat dan hal ini bisa kita jadikan motivasi supaya mampu menjadi gunung yang tinggi juga.

    ReplyDelete
  33. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Gunung yang tinggi adalah ilmu pengetahuan. Gunung yang rendah juga adalah pengetahuan. Hanya saja tingkatannya berbeda. Namun keduanya sama-sama gunung. Dengan adanya tekanan dari dalam terus-menerus, nantinya gunung juga menjadi lebih tinggi. Diharapkan gunung yang tinggi nantinya tidak akan lupa daratan dan melambung tinggi, karena jika terlalu tinggi, akhirnya tidak kuat dan jatuh bebas. Terpuruk. Jadilah seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Tuhan menganugerahkan ilmu pengetahuan yang luas kepada manusia adalah agar manusia dapat mengolah sebaik-baiknya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sebenar-benar dalam memahmi setingi-tingginya gunung adalah bahwa tidak ada gunung yang paling tinggi selain Keabsolutan Allah SWT. namun bila kita menurunkan derajat kita maka setinggi-tingginya gunung adalah pikiran yang kritis dan hati yang bersih, seerta menggunakan pikiran sesuai hati yang bersih, sehingga apa bila baik ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, keikhlasannya dsb, sudah teruji maka ia akan menempati gunung yang tinggi.

    ReplyDelete
  35. saya kira dalam elegi diatas menjelaskan perlunya komunikasi dan koneksi serta sinergi dengan pihak lain dalam meraih tujuan. kerangka berpikirmu dan kemampuan tidak cukup namun juag kemampuan menterjemahkan dan kesediaan diterjemahkan. dalam arti pahami apa saja yang di jumpai dalam perjalanan dan terbukalah hati terhadap saran-saran dari orang yang ditemui.

    ReplyDelete
  36. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dari elegi ini yang dapat saya simpulkan adalah bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan. Kita dapat belajar, baik dari kelebihan orang lain apalagi dari kekurangan orang lain. Karena sesungguhnya sepanjang hidup kita dihabiskan untuk belajar. Belajar memahami hidup, menjalaninya dengan ikhlas dan melakukan yang terbaik.

    ReplyDelete
  37. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Segala sesuatu yang diberikan dan ditakdirkan Tuhan kepada umatnya sesuai dengan porsinya, sesuai dengan kemampuan umatnya. Maka bila seseorang diberikan amanah untuk menempati kedudukan yang lebih tinggi maka pastilah ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, dst sudah cukup di mata Tuhan sebagai bekal untuk menjalankan amanah tersebut.

    ReplyDelete
  38. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Elegi ini menjelaskan bahwa selain dirikita sendiri kita juga membutuhkan orang lain untuk mendapatkan ilmu. Kita tidak bisa hidup sendiri, karena kita membutuhkan bantuan orang lain. Seorang manusi yang paling pintarpun belajar dari oarng lain misal seorang profesor selain kemampuan yag ia miliki dulu ia belajar dari gurunya sehingga saat ini dia bisa menjadi sangat pintar.

    ReplyDelete
  39. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Kita belajar ilmu dari orang yang lebih paham dari kita, dan kita harus membagi ilmu yang kita miliki untuk orang lain. Dengan begitu ilmu yang kita punya akan semakin bertambah. Ilmu tidak akan hilamg walaupun kita membaginya dengan orang lain. Selalu ada ilmu yang kita dapatkan dari orang lain, baik itu ilmu dalam bentuk formal ataupun nilai-niali kehidupan.

    ReplyDelete
  40. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pend. Matematika Internasional

    Elegi ini menceritakan tentang bagaimana syarat perlu dan syarat cukup agar gunung-gunung dapat menjadi yang tertinggi di dunia. Maksudnya adalah bagaimana kita sebagai manusia dapat mencapai kualitas diri kita semaksimal mungkin. Ada beberapa cara untuk mencapainya antara lain dengan menyadari posisi kita. Banyak orang yang lebih rendah daripada kita.

    ReplyDelete
  41. Kepada mereka hendaklah kita selalu memberikan pencerahan hidup kepada mereka, dan kepada yang lebih tinggi dari kita hendaklah kita mencari pencerahan dari mereka dan belajar dari pengetahuan dan pengalaman mereka. Menjadi gunung yang tertinggi tida dapat dilakukan sendiri. Kita akan membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Yang terpenting adalah selalu belajar dan terus belajar dan tetap rendah hati.

    ReplyDelete
  42. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dalam proses mencari ilmu banyak hal yang harus diperhatikan manusia. Ilmu tertinggi tidak dapat diraih dengan begitu saja. Diperlukan kumauan dan usaha yang keras. Kita tidak boleh berputus asa ketika menghadapi kendala dalam mencari ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  43. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Mencari ilmu tidak dapat dilakukan secara individu saja. Kita membutuhkan orang lain. Seseorang yang lebih pandai dapat kita jadikan guru kita. Pengalaman mereka lebih luas sehingga kita bisa belajar dari pengalaman mereka. Akan tetapi, berguru tidak hanya pada orang yang lebih pandai, kita harus mampu mengambil setiap ilmu dari siapapun itu, kapanpun, dan dimanapun.

    ReplyDelete
  44. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dalam rangka menggapai gunung tertinggi, hati dan pikiran kita harus terbuka. Kita tidak bisa hanya menerima pengalaman dan ilmu orang lain. Tetapi, kita juga harus bisa menerima kritik dan saran dari orang lain. Dengan begitu kita akan senantiasa memperoleh ilmu yang benar.

    ReplyDelete
  45. Manusia adalah Makhluk Sosial, saling membutuhkan satu sama lain, dan tidak mungkin dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu manusia harus saling membantu dalam mencapai tujuan hidup dan setiap manusia memiliki Persepsi & kemampuan yang berbeda, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing . Nah dengan kelebihan & kekurangan itulah Manusia dapat saling Melengkapi.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  46. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam upaya menggapai puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini dapat digunakan metode formal dan material dimana metode formal itu adalah kerangka berpikir dan metode material adalah kemampuan. selanjutnya, dalam perjalanan hidup haruslah memiliki kemampuan menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan dengan cara menerjemahkan apa saja yang dijumpai dalam perjalanan hidup, dan dengan hati yang terbuka terhadap saran-saran dari orang.

    ReplyDelete
  47. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh¬
    Untuk mencapai gunung yang tinggi pasti memerlukan perjuangan dan kerja keras. Gunung tinggi tersebut adalah tujuan atau harapan kita semua. Tentu sudah menjadi konsekuensi kita untuk menaklukan setiap tantangan yang muncul. Maka dari itu, sikapdan sifat pekerja keras dan pantang menyerah sangat diperlukan.

    Wallahualambishowab
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  48. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Gunung disini dianalogikan sebagai seorang berilmu dan juga seseorang yang telah sukses dalam karirnya di dunia. Untuk mencapai puncaknya, kita harus menempuh perjalanan yang tidak mudah. Memerlukan proses dan pengorbanan. Kalau sudah mencapai puncak, diharapkan tidak sombong dan tetap rendah hati, menolong orang lain dalam perjalanan mencapai puncak menambah kemuliaan.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  49. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Untuk mencapai puncak tertinggi dari kehidupan, kita memerlukan saran dari berbagai pihak, mengambil ilmu dan manfaat dari berbagai pengalaman dan kejadian yang terjadi. Selain itu juga, kita harus selalu menyadari akan dua hal. Selalu ada yang lebih tinggi dari kita, untuk mendorong supaya terus berusaha lebih baik lagi, dan selalu ada orang yang berada di bawah kita untuk mengingaktan supaya kita selalu mensyukuri atas apa yang telah diperoleh. Hanya orang-orang yang ikhlas dan rendah hati yang akan mampu mencapai puncak tertinggi.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id