Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (pertama)




Oleh Marsigit

Rakata:
Wahai tamu undangan semua, tibalah saatnya kita menggelar sidang rakyat. Peserta sidang ini kelihatannya lengkap: ada para gunung Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, ada sang Bagawat, ada Ramasita, ada Ahilu, ada Pampilu, ada Awama, ada Pratika, ada Cantraka. Saya juga melihat ada para stigma. Saya memohon sudilah sang Bagawat menjadi moderator pada persidangan ini.



Bagawat:
Terimakasih kepada Rakata yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi moderator. Tetapi saya mempunyai permintaan, saya minta wewenang saya ditambah. Disamping sebagai moderator, saya juga ingin memposisikan diri saya sebagai fasilitator, dinamisator dan pembahas. Apakah permintaan saya diperbolehkan?

Rakata:
Silahkan

Bagawat:
Terimakasih. Saya ingin membagi sidang ini menjadi sidang pleno dan sidang rakyat. Pada sidang pleno saya akan bertanya dan memberi kesempatan kepada para gunung Rakata, Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala. Pada sidang rakyat saya ingin memberi kesempatan kepada peserta, siapa saja, yang ingin mengajukan pertanyaan atau tanggapan atau usul dst.

Bagawat:
Wahai Rakata, Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, sebagai sebuah gunung, apakah yang engkau pahami tentang makna sebuah gunung itu. Silahkan jawab dari gunung yang paling rendah, yaitu Kasala.

Kasala:
Wahai sang Bagawat, bagiku gunung itu kekuasaan. Maka setinggi-tinggi tujuan hidupku adalah memperoleh dan menggunakan kekuasaan.

Kanwala:
Wahai sang Bagawat, bagiku gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran. Maka setinggi-tinggi tujuan hidupku adalah memperoleh ilmu, kemudian aku gunakan ilmuku itu untuk mengelola kekuasaanku.

Ndadismen:
Wahai sang Bagawat, bagiku gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hatiku. Maka setinggi-tinggi tujuan hidupku adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, kemudian aku gunakan ilmuku dan hatiku itu untuk mengelola kekuasaanku.

Ndakiti:
Wahai sang Bagawat, bagiku gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hatiku, ketrampilan dan pengalamanku. Maka setinggi-tinggi tujuan hidupku adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian aku gunakan ilmuku, hatiku ketrampilanku dan pengalamanku itu untuk mengelola kekuasaanku.

Rakata:
Wahai sang Bagawat, bagiku gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hatiku, potensi, ketrampilan dan pengalamanku. Maka setinggi-tinggi tujuan hidupku adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian aku gunakan ilmuku, hatiku, potensiku, ketrampilanku dan pengalamanku itu untuk mengelola kekuasaanku demi kemaslahatan orang banyak.

Bagawat:
Apa yang selama ini aku khawatirkan ternyata terjadi. Aku mengkhawatirkan bahwa engkau semua kurang dalam dan kurang luas dan kurang komprehensif dalam memaknai kedudukanmu sebagai gunung. Walaupun jawaban Rakata adalah yang paling lengkap tetapi masih kurang mendalam kurang luas dan kurang komprehensif.

Bagawat:
Coba aku ingin bertanya kepada bukan gunung. Wahai Ramasita, apakah hakekat gunung itu menurut dirimu?

Ramasita:
Gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman. Maka setinggi-tinggi tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesama. Tetapi keteranganku itu belumlah cukup, karena pada hakekatnya hal yang demikian itu menjadi hak semua manusia untuk menggapai. Diakui atau tidak maka gunung adalah hak semua orang. Maka gunung adalah setiap orang dan setiap orang adalah gunung. Sedangkan tinggi rendahnya gunung itu relatif. Jika engkau datang kepadaku maka engkau harus mengakui gunungku. Setidaknya gunung pengetahuanku terhadap rumahku itu lebih tinggi dari pada pengetahuan tamuku. Itulah aku berhak mengklaim bahwa gunungku lebih tinggi dari tamuku.

Bagawat:
Kenapa bisa ada gunung tinggi dan gunung tertinggi?

Ramasita:
Itulah pengetahuan relatif dan pengetahuan obyektifku. Jika aku melihat ada sebuah gunung mempunyai pengikut gunung-gunung yang lain maka aku katakan gunung yang pertama sebagai gunung yang tinggi, demikian seterusnya sampai aku bisa menemukan gunung tertinggi. Sebenar-benar yang terjadi adalah tiadalah gunung tertinggi itu bagi manusia. Gunung tertinggi absolut hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

42 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Setiap manusia berhak mencapai setinggi-tingginya tujuan hidup mereka. Setinggi-tingginya tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan takwa, mengembangkan potensi, ketrampilan, dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilan dan pengalamannya itu untuk mengelola kekuasaan demi kemaslahatan bersama. Namun, tinggi atau rendahnya tujuan hidup manusia adalah tergantung dirinya sendiri yang memaknai, karena tinggi rendahnya tujuan hidup manusia bersifat relatif. Karena terdapat banyak tujuan hidup dengan ketinggian yang berbeda-beda sehingga terdapat tujuan hidup yang paling tinggi. Dan tujuan hidup yang paling tinggi adalah Allah SWT. Implikasinya adalah sesama manusia tidak boleh saling menjatuhkan dalam hal kekuasaannya.

    ReplyDelete
  2. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pikiran, hati, potensi, keterampilan dan pengalaman antara manusia satu dan manusia lainnya pastinya berbeda-beda sehingga apabila kita mempunyai hal itu terkadang dengan kesombongan yang kita miliki melihat sesuatu sebagai tinggi dan rendah, di katakan tinggi ketika ia dapat menerapkan dan mengaplikasikan apa yang dimiliki ke banyak orang sedangkan rendah adalah kebalikkannya. padahal sesungguhnya ketinggian yang setinggi-tingginya dalam itu semua hanyalah ALLAH SWT dan tidak ada yang sanggup untuk menyamai-Nya

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Manusia memiliki fitrah dan potensi kehidupan yang terdiri dari akal dan naluri yang menjadi anugerah dari Allah. Dari potensi yang berlandaskan takwa itulah, manusia mengelola akal dan naluri untuk mengelola bumi ini. Dengan akal dan naluri, manusia bebas untuk menuntut ilmu yang juga memenuhi kriteria ilmu yang baik.dari segala ilmu yang potensi yang dimiliki, maka manusia menggunakan hal tersebut untuk kemaslahatan masyarakat dan sesuai dengan ketentuan syariat-Nya. Hal tersebut, merupakan perintah dari Allah agar menuntut dan mengamalkan ilmu yang dimiliki. Namun, kemampuan manusia bersifat terbatas, sehingga potensi dan kemampuan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain memiliki sifat yang relatif. Hal itu tentu berbeda jika dilandaskan dengan takwa.

    Maka sebenar-benarnya ilmu dan kemampuan itu hanyalah milik Allah, Tuhan semesta Alam.
    “Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.






    ReplyDelete
  4. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Hidup seseorang seperti gunung. Harus punya landasan yang kokoh dibawahnya, supaya hidupnya tidak roboh. Setelah mempunyai landasan yang kokoh, maka kita bisa mengembarakan pikiran dan hati kita. Melakukan potensi dan keterampilan untuk kemaslahatan bersama. Kontribusi kita lebih penting dibandingkan posisi kita. Inilah mengapa jika kekuasaan yang didapat tanpa ada kontribusi untuk orang yang banyak, hanyalah sia-sia. Kita hanyalah setitik dari alam semesta, walaupun kita sebuah gunung di bumi. Maka, tundukkan kepala karena tinggi dan besarnya gunung, akan ada yang lebih tinggi dan besar.

    ReplyDelete
  5. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Diibaratkan sebagai gunung, ilmu adalah puncak posisi dalam kebudayaan umat manusia. Setiap orang berusaha mencari ilmu karena ilmu diharapkan memiliki andil dalam memajukan sebuah perdaban manusia. sedangkan, kekuasaan adalah hal yang dapat mempengaaruhi orang lain, jika sebuah kekuasaan dapat diterima oleh masyarakat maka kekuasaan akan menjadi sebuah kewibawaan. Sehingga kewibawaan adalah sutau kekuasaan yang diakui.

    ReplyDelete
  6. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    inilah pergeseran makna memperoleh ilmu yang terjadi, banyak kalangan yang mencari ilmu hanya untuk kekuasaan, hanya untuk jawaban, sehingga sering dikenal dengan sarjana gampangan, atau lainnya. padalah telah dijelaskan oleh elegi ini ilmu yang sebenar benarnya ilmu adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesama. sungguh besar manfaat ilmu ketika ilmu tersebut digunakan untuk kebaikan.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Berdasarkan yang dikemukakan oleh kasala, kanwala, ndadismen, ndakiti, dan rakata itu sendiri, maka dapat diketahui bahwa suatu ilmu pengetahuan itu tidaklah hanya dapat menyatakan kekuasaan, tetapi ilmu pengetahuan juga dapat menyatakan pikiran dan hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman. Hal ini berarti bahwa sesungguhnya barakahnya ilmu pengetahuan itu jika dapat diaplikasikan atau diimplementasikan, sehingga orang lain dapat merasakan manfaat dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya. InsyaAllah kebermanfaatan suatu ilmu pengetahuan itu akan dibawa sampai ke liang lahat. Dan sebenar-benarnya ilmu pengetahuan adalah yang dimiliki oleh Allah.

    ReplyDelete
  8. 13301241038
    Rizki Ayu Amalia
    pendidikan Matematika A 2013
    Manusia terlahir dalam keberagaman.Diantara keberagaman tersebut salah satunya adalah keragaman cara berpikir dan cara memandang terhadap sesuatu. Tentu saja ini akan menimbulkan perbedaan pendapat antara beberapa manusia. Namun hal ini bukanlah masalah selama tidak menimbulkan permasalahan berupa konflik.

    ReplyDelete
  9. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia merupakan makhluk sosial/ Oleh karenanya apapun kedudukannya manusia akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Seorang pemimpin akan membutuhkan pengikut yang mau memberikan masukan, saran, atau bahkan bantuan berupa moral maupun material untuk kepentingan golongannya. Seorang rakyat juga membutuhkan pemimpin yang dapat membawa golongannya ke kehidupan yang leih baik.

    ReplyDelete
  10. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam mengelola kekuasaannya demi kemaslahatan sesama akan sangat baik jika berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu. Misalkan apabila mengelola kekuasaan tanpa iman dan taqwa akan jauh dari nilai-nilai keagamaan, kebaikan, dan tidak takut akan apapun bahkan dapat bersifat sombong dan mengakui dirinya lebih baik daripada Allah SWT, kekuasaan itu tidak akan berguna sama sekali, sama halnya jika tidak ada landasan-landasan lainnya itu.

    ReplyDelete
  11. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap manusia memiliki tujuan yang berbeda. Serendah- rendah tujuan hidup seorang manusia adalah memperoleh dan menggunakan kekuasaanya. Manusia yang hanya memikirkan keinginan dan ambisi akan kekuasaannya. Dan setinggi-tinggi tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesama. Manusia yang berusaha untuk memberikan manfaat bagi karena orang lain. Karena sebaik- baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang- orang disekitarnya. Inilah yang seharusnya menjadi tujuan hidup manusia. Kita harus selalu berusaha untuk lebih lebih dan lebih baik dengan terus memperbaiki diri. Tetapi sebagai seorang manusia kita juga harus sadar bahwa kita tidak akan pernah menjadi yang tertinggi, kita tidak akan pernah menjadi yang sempurna karena kesempurnaan yang tertinggi hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Seseorang yang beruntung adalah seseorang yang labih baik daripada hari kemarin, sedangkan orang yang merugi adalah orang yang perbuatannya lebih buruk sekarang dibandingkan kemarin. Jadi setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik manusia haruslah berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  13. 16701251016
    PEP B S2

    Sebenar benarnya gunung yang tinggi adalah potensi diri. Maka sebenar benarnya hidup adalah mengiptimalkan, dan mengasah potensi diri. Potensi adalah meliputi fikiran dan hati. Untuk mengoptimalkan potensi maka perlu mebcari ikmu, yang kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  14. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Menurut saya, tidak ada jawaban yang salah atau kurang tepat dari setiap penjelasan anggota sidang dimana bagawat yang menjadi fasilitatornya. Setiap orang punya perspektif masing-masing akan sifat ke "gunung"annya. Orang yang mengganggap gunung adalah untuk memperluas kekuasaan bukanlah yang terendah karena dia masih merasa awam dan belum cukup ilmu pengetahuannya sehingga batas pikirannya hanya sampai pada kekuasaan. Semakin berkuasa maka semakin dia diakui.

    ReplyDelete
  15. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Sedangkan orang kedua menganggap bahwa gunung hanyalah sebatas pikiran itu juga tidak masalah karena dia masih mengedepankan pikirannya dan logikanya yang menurutnya berkuasa daripada kekuasaan iu sendiri. Orang ketiga mulai menujukkan kekomprehensifan gunungnya dengan melibatkan hati sebagai komando dalam pikirannya, itupun juga tidak salah karena batas dunianya disitu. Tetapi ketika dia sudah mampu mengimplementasikan apa yang ada dalam pikiran, hatinya, keterampilan dan potensi, serta mampu memandang kerelatifitasan gunung-gunung yang lain, dia mulai menunjukkan komprehensif gunungnya.

    ReplyDelete
  16. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Semua yang telah diuraikan tadi kembali pada definisi gunung yang dibuat oleh masing-masing orang, sehingga kita mampu memandang secara relatif dari definisi tadi. Sebagai manusia jangan saling mengintervesi tapi menghargai relatifitas yang dibuat oleh subjek gunung.

    ReplyDelete
  17. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Tujuan hidup yang hanya untuk memperoleh dan menggunakan kekuasaan adalah tujuan hidup terendah sebagai makhluk. Sadar atau tidak, saat ini tujuan hidup manusia dengan berbagai alasan pada akhirnya bermuara untuk satu tujuan, yakni; kekuasaan. Kekuasaan yang dikejar adalah kekuasaan yang paling tinggi, padahal sebagai manusia yang tidak pernah puas kita akan selalu mencoba yang lebih tinggi dan tinggi lagi. Mengejar dunia itu tak akan ada habisnya, meskipun kita semua tau bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara.

    ReplyDelete
  18. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Elegi ini memberikan gambaran bahwasanya tujuan hidup setiap manusia berbeda-beda. Gunung dalam elegi ini menggambarkan puncak pencapaian dalam proses kehidupan manusia. Puncak pencapaian terendah manusia adalah saat seseorang hanya ingin memperoleh dan menggunakan kekuasaannya. Dan puncak pencapaian tertinggi manusia adalah ridho Tuhannya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  19. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Setiap orang memiliki kekuasaan pengetahuan, keterampilan, hati, pikiran, pengalaman, dan lain sebagainya. Setiap orang juga memiliki potensi untuk dapat mencapai setinggi-tingginya hal-hal tersebut melalui ikhtiarnya masing-masing. Tinggi dan rendahnya sesuatu yang dapat dicapai tergantung pada seberapa besar usahanya dan doanya, tentu juga ditentukan oleh takdir-Nya. Selain itu, dari elegi ini dapat dipetik bahwa di dalam hidup ini, setiap orang hendaknya mengakui dan menyadari kelebihan yang dimiliki orang lain, tidak perlu saling mengolok bahkan bertengkar. Dengan adanya kelebihan yang berbeda tersebut juga akan menumbuhkan kesadaran bahawa sejatinya dalam hidup kita akan saling membutuhkan. Saling menghargai dan menghormati setiap kelebihan sehingga akan terwujud kehidupan yang harmonis.

    ReplyDelete
  20. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Elegi kutarunggu menggelar sidang rakyat bagian pertama ini membahas mengenai hakikat gunung. Gunung yang dimaksudkan adalah gunung pengetahuan. Memberikan pesan bahwa dalam meraih kekuasaan atau keinginan haruslah melalui ikhtiar, ikhtiar dalam mencapai keinginan yaitu dengan mencari ilmu pengetahuan. Bagaimana cara memperoleh ilmu pengetahuan? Ilmu pengetahuan dapat diperoleh menggunakan pikiran dan hati, pengalaman, keterampilan, dan juga potensi. Jika calon pendidik telah mendapat ilmu pengetahuan menggunakan kelima unsur tersebut, insyaAllah akan mendapatkan kekuasaan saat tiba waktunya untuk mengajar di kelas dan mengelola kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Amin

    ReplyDelete
  21. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Dari elegi di atas, ada beberapa pendapat mengenai hakekat gunung. Dari beberapa pendapat, pendapat Ramasita lah yang paling menunjukkan hakekat gunung itu seperti apa. Gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman. Maka setinggi-tinggi tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesama. Jadi dalam menjalani kehidupan pikiran, hati, potensi, dan keterampilan kita harus senantiasa dikembangkan dan dimanfaatkan agar berguna bagi sesama manusia. dan yang harus juga diperhatikan adalah semua potensi itu harus dilandasi dengan rasa ikhlas dan senantiasa rendah hati dengan potensi-potensi yang kita miliki.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  22. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Setiap orang berhak untuk mencapai atau memperoleh pengetahuan yang setinggi-tingginya. Memperoeh ilmu berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman. Ilmu yang diperoleh harus bisa bermanfaat bagi kehidupan dirinya dan orang lain. Janganlah memanfaatkan ilmu dengan tidak baik, menganggap diri kita paling berkuasa ketika memiliki ilmu yang tinggi. Karena sesungguhnya kekuasaan tertinggi hanya milik Allah S.W.T.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Setinggi-tingginya tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan takwa, mengembangkan potensi, ketrampilan, dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilan dan pengalamannya itu untuk mengelola kekuasaan demi kemaslahatan bersama. Kontribusi kita lebih penting dibandingkan posisi kita, inilah mengapa jika kekuasaan yang didapat tanpa ada kontribusi untuk orang yang banyak, hanyalah sia-sia belaka.

    ReplyDelete
  24. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Seorang pemimpin akan membutuhkan pengikut yang mau memberikan masukan, saran, atau bahkan bantuan berupa moral maupun material untuk kepentingan golongannya. Seorang rakyat juga membutuhkan pemimpin yang dapat membawa golongannya ke kehidupan yang leih baik.inilah pergeseran makna memperoleh ilmu yang terjadi, banyak kalangan yang mencari ilmu hanya untuk kekuasaan, hanya untuk jawaban, sehingga sering dikenal dengan sarjana gampangan, atau lainnya. padalah telah dijelaskan oleh elegi ini ilmu yang sebenar benarnya ilmu adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya,

    ReplyDelete
  25. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Berpikir dewasa ditandai dengan kesadaran untuk berpikir nalar serta berpikir positif dalam rangka membangun sikap positif. Seseorang yang berpikir dewasa akan mampu menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang kontinyu untuk menjadi dirinya. sedangkan Kedewasaan berpikir ini terfokus pada pembentukan pola pikir yang dewasa.
    Kedewasaan berfikir berfokus pada pembentukan pola pikir, dan mampu menempatkan fungsi akal budinya bukan hanya sebagai panduan untuk mencapai visi dan tujuan hidupnya melainkan juga mampu menopang usahanya dalam proses yang kontinyu untuk menjadi dirinya untuk membangun kehidupan untuk lingkup yang lebih baik lagi…..

    ReplyDelete
  26. Kekuasaan adalah milik tiap orang, setidaknya kekuasaan atas dirinya sendiri yang meliputi pikiran, hati, potensi, ketrampilan, pengalaman dan lain sebagainya. Perbedaan tiap orang dalam memandang segala suatu yang ada dan mungkin ada sah-sah saja tergantung pada ilmu dan tujuan yang dimiliki orang tersebut. Tinggi rendahnya ilmu seseorang itu juga relatif tergantung siapa yang menilai karena tiap orang punya persepsi masing-masing. Kebersihan hati dan pikiran yang kritis untuk ikhlas menerima segala kelebihan dan kekurangan orang lain menjadikan kita berfikiran terbuka untuk tidak sombong dan merasa diri kita segalanya dan lebih dari orang lain, sebab sejatinya ilmu yang tertinggi adalah milik Allah dan yang pantas untuk bersikap sombong hanyalah Sang Maka Kuasa yaitu Allah SWT.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  27. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Mencari ilmu diibaratkan dengan mendaki gunung. Ketika kita mendaki gunung maka kita akan berusaha menuju tempat yang setinggi-tingginya karena semakin jauh kita mendaki maka akan semakin besar rasa kepuasan pada diri kita. Begitu halnya ketika kita mencari ilmu, kita akan berusaha untuk mencari ilmu dengan setinggi-tingginya semakin banyak ilmu yang kita peroleh maka akan memberi rasa kepuasan pada diri kita. Namun harus diingat memiliki banyak ilmu bukan berarti harus sombong tapi jadikanlah ilmu itu mampu berkontribusi dan menjadi manfaat bagi orang lain

    ReplyDelete
  28. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk mengembangkan kelebihan yang ada pada diri kita tergantung pada niat dan kemauan pada hati dan pikiran pribadi masing-masing. Kita harus bisa mengoptimalkan kelebihan/ potensi yang kita miliki untuk dapat menggapai ridha Allah SWT. Pengoptimalan tersebut dengan memanfaatkan pengetahuan, pengalamanan dan keimanan kita. Dengan demikian kita dapat menjadikan kelemahan yang ada pada diri kita untuk terus maju dan berkembang menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  29. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kedudukan adalah hal normal yang siapapun akan mencari dan mendapatkannya. Kedudukan merupakan suatu keadaan yang menjadi sebuah kebahagiaan bagi sebagian orang. Posisi terhormat dan dihormati. Keudukan juga mampu merubah seseorang dari keadaan hina menjadi terhormat. Maka kedudukan selalu menjadi incaran setiap manusia. Namun tentunya kedudukan itu memerlukan sebuah persyaratan agar bisa mendapatkannya. Persyaratan yang apabila dimiliki membuat perbedaan serta kekhususan dari kebanyakan orang.

    ReplyDelete
  30. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Banyak pandangan bahwa kehormatan dan kewibawaan itu diakui berdasarkan banyaknya jumlah harta benda, luasnya tanah, atau rumah mewah dan sebagainya. Sebagian lagi menganggap kehormatan dan kewibawaan itu karena asal keturunan. Sebagian lainnya menganggap kehormatan dan kewibawaan itu karena fisiknya. Tetapi kalau kita kritisi, apakah benar? Sesuai dengan hati kita? maka kehormatan, kewibawaan, dan kedudukan haruslah sesuai dengan hati kita bukan kemauan kita. yaitu ilmu yang berdasarkan atas keimanan. Karena itu fundamental dan absolut. Sesuai kodrat pikir dan kodrat hati manusia.

    ReplyDelete
  31. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dengan ini hanya menukilkan pesan Luqman al-Hakim pada anaknya,
    "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal agar kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tidak ada satu pun orang fakir itu kecuali mereka mengalami tiga perkara, yaitu tipis keimanan terhadap agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu), dan hilang kepribadiannya. Lebih celaka lagi, orang-orang yang suka merendahkan orang lain dan menganggap ringan urusan orang lain."

    ReplyDelete
  32. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    You will often find obstructions,Look for storms and wind and rain;On a fill, or curve, or trestle
    They will almost ditch your train;Put your trust alone in Jesus,Never falter, never fail;Keep your hands upon the throttle,
    And your eyes upon the rail.

    ReplyDelete
  33. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Gunung adalah sebuah perumpamaan karakter sesorang memandang kekuasaan terhadap proses kehidupannya. Terdapat bermacam-macam gunung dengan pandangan yang berbeda, menggambarkan banyak karakter manusia dengan pandangan yang berbeda pula. Namun, disisi lain jika gunung dianggap kekuasaan atas sesama, maka setiap gunung memiliki kedudukan masing-masing. Kedudukan yang dimiliki oleh gunung digambarkan dengna sampai sejauh mana cara berpikir gunung terhadap pengetahuan yang bersifat relatif dan bersifat obyektif. Meskipun begitu, kekuasaan bukanlah sesuatu yang buruk pada dirinya sendiri. Seperti halnya kekayaan, kekuasaan merupakan sesuatu yang baik asal diperoleh dengan cara yang baik dan dipergunakan secara baik pula.

    ReplyDelete
  34. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ilmu yang kita peoleh merupakan buah dari hati dan fikiran. Tinggi dan rendahnya ilmu seseorang itu tidak dilihat segi kuantitas jumlah ilmu yang didapat tanpa pengimplemntasian semisal mengetahui tentang ilmu A, ilmu B, ilmu C dst melainkan kualitas ilmu yang diperoleh itu sendiri perihal kebermanfaatan ilmu yang dimilki untuk kemaslahatan umat dalam artian meski seseorang itu baru memahami sebagaian ilmu A tetapi ilmu yang sedikit itu diimplementasikan dalam bentuk nyata dan bermanfaat bagai orang lain hal ini sungguh sangat mulia.

    ReplyDelete
  35. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Relatif dapat disebabkan oleh perbedaan sudut pandang, waktu dan ruang atau standar-standar yang lainnya. Relatif merupakan lawan dari absolut. Maka sebenar-benar rendah dan tinggi itu tergantung ruang, waktu, dan cara pandang orang. Dan sebenar-benar tinggi adalah tinggi absolut yaitu Allah SWT. Maka sungguh dalam lubang kesombongan dan kesesaat mereka orang-orang yang merasa dirinya tinggi. Semoga kita terhindar dari rasa sombong, karena pada dasarnya manusia bukanlah apa-apa dihadapan Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dicari dengan landasan iman dan ketakwaan, karena ilmu dunia saja tidak cukup untuk menggenggam dunia ini. Jangan sampai ilmu yang kita cari hanya digunakan untuk memperoleh kekuasaan, padahal pada hakekatnya ilmu itu sebagi cahaya pada ruang gelap yang memberikan kemaslahatan untuk orang lain.

    ReplyDelete
  37. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Berikut beberapa faedah mencari ilmu :
    1. Dimudahkan jalan menuju surga. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. at-Tirmidzi)
    2. Didoakan oleh para malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang lain.
    “Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda: menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam, karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai binatang-binatang yang ada di laut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu”. (H.R. Ibnu Abdurrahman)
    3. Ilmu lebih mulia daripada harta.
    Allah swt berfirman, “Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’” (Thaha: 114).
    4. Allah akan menaikkan derajat orang yang memiliki ilmu.
    “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
    (Al-Mujadilah: 11).
    5. Orang yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, tandanya adalah orang itu memahami ilmu agama.
    Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, maka Dia jadikan orang itu memahami agama.” (HR. Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi)
    6. Orang yang mempelajari ilmu kemudian menyampaikannya kepada orang lain, akan mendapat kasih sayang dari Allah swt.
    Rasulullah saw bersabda, “Allah akan menyayangi orang yang mendengar sesuatu dari kami, kemudian menyampaikannya sesuai yang didengar. (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi).
    sumber : http://ammaraulia.blogspot.co.id/2010/09/manfaat-dan-fungsi-ilmu.html
    Manusia sebagai khalifah di bumi, tentulah memerlukan ilmu. Namun, kemampuan seseorang selalu ada batasnya. Apa yang kita miliki, setinggi-setinggi ilmu dan sepandai-pandainya seseorang, janganlah kita takabur. Tidak ada yang perlu kita sombongkan. Semuanya bukan milik kita. Bahkan sesungguhnya diri kita sendiri bukan milik kita. Semua hanya titipan dan suatu saat akan diambil kembali oleh pemilik-Nya. Kita ada yang memiliki dan kita akan kembali pada-Nya. Saat kita tidak bisa apa-apa dengan apa yang kita miliki karena kita kembali dengan tidak membawa apa-apa kecuali amal. Adalah Dia di atas segalanya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  38. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sebenar-benar dari gunung yang tinggi tersebut adalah motifnya atupun niatnya, karena pada hakekatnya gunung tersebut merupakan wujud yang sudah ada dan motif sdi dalamnyalah yang sangat berpengaruh dalam mendefinisikan siapa 'gunung' itu sebenarnya. sehingga definisipun tidak akan jauh dari motif tersebut. maka jika kita di ibaratkan gunung yang tinggi maka sebenar-benar tinggi itu adalah niat dan motif kita itu sendiri.

    ReplyDelete
  39. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    saya sependapat dengan ungkapan di atas bahwa gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman. Maka setinggi-tinggi tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesama. dan tinggi rendahnya suatu gunung itu relatif. artinya bahwa setiap hal itu harus memiliki tujuan dan maksud dari keadaannya, dan manusia di ciptakan kedunia semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. maka setinggi-tinggi tujuan hidup adalah meribadah kepada-Nya, dan menggapai ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  40. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    “Gunung tidak hanya kekuasaan, tetapi gunung adalah pikiran dan hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman. Maka setinggi-tinggi tujuan hidup manusia adalah memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesame”. Saya kira ini gunung dalam hal ini menyangkut cita-cita, perilaku, pola pikir, pengetahuan serta sikap dalam mengarungi hidup dalam semesta ini.

    ReplyDelete
  41. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Sesungguhnya barakahnya ilmu pengetahuan itu jika dapat diaplikasikan atau diterapkan, sehingga orang lain dapat merasakan manfaat dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Berbagi ilmu pengetahuan pun adalah amal jariyah. Oleh sebab itu, jangan berhenti belajar dan jadilh pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  42. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi di atas mengingatkan kita akan tujuan manusia hidup di dunia ini yakni untuk memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari ketrampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmunya, hatinya, potensinya, ketrampilannya dan pengalamannya itu untuk mengelola kuasanya demi kemaslahatan sesama.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id