Nov 9, 2014

Kutarunggu Menjunjung Langit

Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Cantraka, sudah lamakah engkau duduk disitu. Engkau menunggu siapa.

Cantraka:
Bagindha Bagawat yang bijaksana pembawa cerah. Ampunilah diriku karena mungkin aku telah mengusik ketenanganmu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi dengan engkau.

Bagawat:
Wahai Cantraka, bukankah aku masih ingat bahwa engkau adalah salah satu dari sekian banyak murid-muridku. Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini? Konon mereka semua pergi karena mereka ingin menguji ilmu yang diperoleh di Kutarunggu ini. Aku juga mendengar bahwa mereka akan mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Cantraka:
Maafkan diriku sang Bagawat. Maafkan pula jika diriku adalah muridmu yang paling bodhoh dari semua murid-muridmu. Sebetulnya saya juga telah pergi meninggalkanmu, pergi meninggalkan Kutarunggu ini, tetapi di tengah perjalanan saya mempunyai persoalan-persoalan sehingga saya terpaksa kembali ke sini dan ingin berkonsultasi kembali kepadamu. Maka jika engkau masih berkenan aku masih ingin bertanya banyak hal kepadamu. Tetapi disamping aku ingin bertanya, perkenankanlah aku ingin menyampaikan pengalaman perjalananku mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Bagawat:
Oh baik, bukankah engkau tahu bahwa selama ini aku selalu menyediakan waktuku selama 30 jam perhari untuk bisa melayani pertanyaan-pertanyaan para murid-muridku. Lantas, engkau masih ingin bertanya tentang apa saja. Tentu aku akan sangat senang mendengar ceritamu bagaimana pengalamanmu mengikuti perlombaan menjunjung langit. Coba ceritakan bagaimana asal muasal sampai ada acara perlombaan menjunjung langit, siapa yang mengadakan perlombaan, bagaimana cara mengikutinya dan apa hadiahnya serta siapa saja peserta perlombaannya?

Cantraka:
Itulah justru yang ingin aku tanyakan kepada guru. Dari cerita para peserta lomba, konon yang mengadakan lomba menjunjung langit adalah Orang Tua Berambut Putih, tetapi menurut beritanya Orang Tua Berambut Putih itu sudah meninggal dunia, tetapi tidak diketahui di mana dia meninggal dan di mana dia dimakamkan. Tetapi tentang perlombaan, tata cara perlombaan, kriteria pesertanya serta hadiahnya selalu dapat didengarkan jika dalam keadaan sepi dan tenang, yaitu pada saat setelah tengah malam dan menjelang subuh. Suara itu terdengar begitu jelasnya seakan turun dari langit tetapi tidak diketahui dari mana asalnya. Konon hanya orang-orang yang berhati bersih dan dan berpikiran kritislah yang bisa mendengar suara itu. Aku pernah berusaha membersihkan hati dan berusaha berpikir kritis, dan ternyata aku juga bisa mendengar suara itu. Konon perlombaan itu akan diselenggarakan di suatu tempat yang dikenal sebagai tanpa batas. Oleh karena itu, wahai guruku, sebelum aku mengikuti perlombaan itu, aku merasa masih ingin berkonsultasi kepadamu perihal kejadian-kejadian aneh yang aku alami, sekalian aku masih memohon doa restumu.


Bagawat:
Wahai Cantraka, ketahuilah bahwa langitpun bisa menangis jikalau terlalu lama tidak menemukan buminya. Ketika engkau datang kepadaku dan bercerita banyak tentang perlombaan menjunjung langit, aku pun telah menangis dalam hatiku. Ketahuilah bahwa sebetulnya tangisanku itu bukanlah karena langit tidak menemukan buminya, tetapi sebaliknya karena langit telah menemukan buminya. Wahai Cantraka, coba ceritakan kepadaku siapa sajakah yang engkau lihat dalam perjalanan mengikuti perlombaan itu? Ciri-cirinya serta jalan-jalan yang dilalui serta kejadian-kejadiannya?

Cantraka:
Ampunilah guruku, aku sungguh tidak mengetahui kata-kata guruku. Aku juga bingung apa maksud guru menangis, aku juga bingung apa yang dimaksud guru dengan langit ketemu bumi. Tetapi baiklah guruku, aku akan ceritakan semua pengalamanku ketika aku bersama mereka. Orang-orang yang berangkat mengikuti perlombaan itu beraneka ragam, semua jenis manusia ada di sana, laki-laki, perempuan, tua, muda, mahasiswa, pedagang, politisi, pejabat, mahasiswa, dosen, presiden, gubernur, rektor, orang sakit, guru, murid, orang sombong, orang alim, pandai cendekia, bahkan ada bayi, bahkan ada orang yang sedang sekaratul maut, anehnya ada orang seperti Orang Tua Berambut putih juga tampak di sana, aku juga melihat ada orang mirip wajahmu. Semua orang yang pernah aku lihat di dunia ini ada di sama ditambah semua orang yang belum pernah aku lihat. Tetapi semuanya adalah manusia. Aku tidak menemukan seekor binatangpun di sana. Anehnya aku juga melihat ada orang yang persis diriku juga ada di sana.

Bagawat:
Hemmm...luar biasa keadaannya. Coba ceritakan bagaimana kejadian-kejadiannya.

Cantraka:
Wahai guruku, ternyata aku menyaksikan bahwa di sana ada berbagai macam kejadian. Kejadian itu ada yang baik, ada yang buruk, ada yang indah, ada yang mengerikan, ada yang sopan, ada yang kejam, ada yang terpencil, ada yang ramai, ada yang sepi, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang logis, ada yang tidak logis, ada yang tetap, ada cepat berubah. Singkat kata aku telah menyaksiakan semua kejadian yang pernah aku saksikan, aku dengarkan di dunia ini, bahkan yang hanya aku pikirkan, semuanya ada di sana. Bahkan lebih dari itu, ada pula kejadian-kejadian yang semula hanya aku pikirkan ternyata di sana tampak jelas terjadi di sana.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Coba ceritakan apa yang paling mengesankan dari orang-orang itu dan kejadiannya, dan apa perbedaannya antara dirimu dengan mereka?

Cantraka:
Wahai guruku, ini bukanlah suatu tentang yang mengesankan bagiku, tetapi sesuatu yang aku merasa aneh. Anehnya, suatu ketika aku mengalami kejadian di mana aku tidak tahu mengapa dan bagaimana kejadian itu terjadi. Kejadian itu adalah bahwa aku bisa bertanya kepada semua orang yang ada di sana. Pertanyaanku cuma satu saja, yaitu dimanakah Orang Tua Berambut Putih. Ternyata sebagian besar dari mereka menjawab bahwa Orang Tua Berambut putih telah meninggal dunia. Yang lebih aneh lagi adalah orang yang persis Orang Tua Berambut putih juga mengatakan bahwa Orang Tua Berambut putih itu telah meningal dunia. Hanya dirikulah yang sedikit ragu apa betul Orang Tua Berambut Putih telah meninggal dunia. Oleh karena itu aku datang kepadamu untuk menyampaikan keraguanku.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Untuk yang kedua kalinya aku ingin meneteskan air mataku.

Cantraka:
Kenapa guru meneteskan air mata?

Bagawat:
Rasa bangga terkadang bisa meneteskan air mata. Itulah kebanggaan seorang guru melihat kecerdasan murid-muridnya? Teruskan ceritamu.

Cantraka:
Ada seorang merasa telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, tetapi kemudian mati ditengah-tengah perlombaan ketika berusaha menjunjung langit. Dia ternyata tidak kuat menjunjung langit, terjatuh kemudian mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya orang yang sombong. Seorang berilmu tidaklah seharusnya merasa dirinya telah purna menguasai ilmu. Maka kematiannya disebabkan karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seseorang merasa mempunyai keberanian luar biasa, kemudian menjoca menjunjung langit, tidak kuat kemudian juga mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya sombong. Seseorang pemberani mestinya harus melengkapi ilmunya. Maka kematiannya disebabkan karena kurang berilmu.

Cantraka:
Ada seseorang yang merasa telah mempunyai ilmu dunia. Dia mengaku walaupun ilmunya baru sedikit, tetapi sudah cukup untuk menghidupinya. Kemudian dia berusaha mengangkat langit, dia terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga termasuk sombong karena tidak berusaha menambah ilmunya. Maka kematiannya adalah karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada orang yang berilmu. Dia mengaku telah purna ilmunya baik ilmu dunia maupun akhirat. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata juga telah berlaku sombong karena pengakuannya merasa telah berilmu.

Cantraka:
Ada orang penampilannya luar biasa, kelihatannya dia seorang Raja. Banyak pengikutnya. Dia kemudian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata telah berlaku sombong. Untuk mengangkat langit itu harus ikhlas. Kedudukannya sebagai seorang Raja itulah yang menjadikan dia berlaku sombong karena merasa selalu bisa mengatur dunia. Maka kematiannya adalah juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang ksatria. Dia juga seorang pertapa. Dia tidak mengaku-aku mempunyai ilmu, tetapi orang lain bisa melihatnya bahwa dia adalah orang berilmu. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang mengaku sebagai Orang Berambut Putih. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang guru matematika. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang bingung. Dia dipaksa oleh teman-temannya untuk mencoba mengangkat langit. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Orang yang bingung itu merugi dalam 2 (dua) hal. Pertama, dia merugi dalam pikirannya, tetapi juga merugi dalam hatinya. Maka kematiannya dikarenakan kurang ilmunya, baik ilmu dunia maupun ilmu hati.

Cantraka:
Ada seorang jenderal lengkap dengan prajuritnya. Dia mengerahkan segenap prajuritnya untuk mengangkat langit. Mereka kemuadian berusaha mengangkat langit, mereka juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Mengangkat langit itu tidak menggunakan kekuatan fisik belaka. Maka kematiannya adalah karena kesombongan dan salah perhitungan.

Cantraka:
Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia terbesit rasa sombong juga karena membiarakan orang lain telah mengagumi kecantikannya. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya. Kadang-kadang dia bertindak melampaui batas, seakan ingin mengajari gurunya juga. Dia juga berlaku determinis kepada siapapun dan kepada apapun, termasuk kepada gurunya. Kelihatannya dia tidak konsisten, karena dia rajin ikut kegiatan tetapi tidak mau terlibat secara ikhlas. Saya ragu apakah dia hanya ingin memeroleh penialain semu. Di satu sisi kelihatan memerlukan program itu, tetapi di sisi yang lain dia menghujat habis-habisan. Pada akhirnya dia berusaha juga untuk mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Berarti dia sudah pernah bergaul dengan para Dewa Transenden Barat dan Utara. Berarti dia mengikuti program tidak ikhlas karena sudah memunyai Motif dan Tujuan lain. Saya ragu apakah Spiritualitasnya konsisten dan komitmen atau tidak, karena sebenar-benar Spiritual itu adalah konsisten dan komitmen. Jangan-jangan dia prajuritnya Power Now. Waspadalah karena sebenar-benar Power Now itu adalah Penebar Kemunafikan. Ilmunya para Motivist adalah bersifat manipulatif, karena dia akan memberikan fatamorgana kebenaran, yaitu kebenaran palsu. Dia abai dan bermaksud memanipulasi ruang dan waktu. Sebenar-benar dia adalah si pemangsa Ruang dan Waktu itu sendiri. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.


Cantraka:
Ada seseorang yang ragu-ragu kemudian pulang untuk bertanya kepada gurunya. Dia belum berani mengangkat langit, maka dia bertanya kepada gurunya. Dia adalah aku. Maka bagaimana petunjukmu guru?


Bagawat:
Wahai muridku yang cerdas. Diantara sekian banyak muridku maka yang paling cerdas adalah engkau. Engkau telah mengetahui dan menyadari dimana ada ruang dan waktu tertentu di situ. Maka ketahuilah Cantraka. Sebenar-benar orang yang membuat perlombaan mengangkat langit adalah Orang Tua Berambut Putih. Ketahuilah bahwa sebetu-betulnya Orang Tua Berambut putih itu adalah diriku juga. Maka Bagawat itu adalah Orang Tua Berambut Putih. Dan Orang Tua Berambut Putih itu adalah Bagawat. Ketahuilah bahwa tiadalah kematian bagi Orang Tua Berambut Putih atau Bagawat, mereka itu adalah sebenar-benar ilmu. Maka sebenar-benar langit yang aku sayembarakan itu tidak lain tidak bukan adalah ilmu itu sendiri. Jadi Bagawat, Orang Tua Berambut Putih itu adalah langit itu sendiri. Dia adalah juga ilmumu. Maka ilmumu itu pula adalah diriku yaitu Bagawat. Sedangkan bumi itu adalah bicaraku dan juga bicaramu. Maka kemanapun engkau pergi, bumi dan langit menyertaimu. Maka sayembara mengangkat langit itu sebetulnya sayembara mencari ilmu. Maka hanyalah mereka yang berhati bersih dan berpikiran kritislah yang berhasil menjunjung langit. Maka hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Itulah sebenar-benar sayembara dari diriku terhadap para murid-muridku semua. Diantara para muridku semua, maka pada dirimulah aku menemukan keikhlasan. Maka jika engkau teruskan mencari keilklassanmu dan pikiran kritismu maka niscaya engkau akan peroleh ilmu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah tiadalah orang sebenar-benar memperoleh ilmu. Karena sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT semata. Barang siapa berusaha menggapai dunia dan langit tanpa menggapai Ridhlo Nya maka dia akan terancam kematian. Hendaklah jangan salah paham. Kematian yang aku maksud di sini adalah dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti salah, mati bisa berarti tidak tahu, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka.

Bagawat:
Wahai cantraka aku tahu engkau terdiam karena engkau sedang berusaha mengerti apa yang aku katakan. Maka aku telah mengetahui semua apa yang engkau rasakan, pikirkan dan kerjakan. Maka teruskanlah perjuanganmu. Tidaklah perlu engkau ragu-ragu, maka berangkatlah mencari ilmumu dan gunakan ilmumu sebaik-baiknya.Untuk sementara, diantara sekian banyak yang berusaha mengikuti lomba ini, maka kepada dirimulah aku menentukan pemenangnya. Tetapi ingat ini hanyalah bersifat sementara, maka jagalah prestasimu itu dengan keikhlasanmu. Amiin

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah.

Cantraka:
???

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah. Cantraka, diajak bicara kok diam saja. Apa engkau kelihatannya malah menitikkan air mata ya? Masih ada persoalan apa?

Cantraka:
Maaf guru, karena sepulang dari mengikuti lomba menjunjung langit saya sempat tertidur.

Bagawat:
Lha kalau cuma tertidur, apa masalahnya?

Cantraka:
Tetapi saya tidak berani menyampaikan kepada Guru, karena ini menyangkut diri Guru sendiri.

Bagawat;
Sebagai seorang Bagawat, mestinya saya harus sudah ikhlas lahir bathin apapun yang menimpa kepada apa yang ada dan yang mungkin ada, termasuk diriku. Silahkan.

Cantraka:
Tetapi maaf sebelumnya.

Bagawat:
Ra po po. Kok kelihatannya serius amat nih.

Cantraka:
Saya bermimpi bahwa Bagawat itu juga mengikuti lomba menjunjung langit.

Bagawat:
Lha..apa? Trus..apa yang terjadi.

Cantraka:
Itulah maka saya merasa sedih.

Bagawat:
Trus..

Cantraka:
Ternyata Bagawat sang guruku, juga terjatuh lalu mati...maaf lalu meninggal dunia.

Bagawat:
Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab.


Cantraka:
Amin. Maaf guru. Terimakasih atas semua nasehatmu. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT. Mohon doa restumu.

Bagawat:
Amin. Silahkan Cantraka. Amin.

109 comments:

  1. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Elegi ini sungguh dalam sekali. Semua manusia berlomba mencari ilmu, dari muda-tua, pria-wanita, orang alim-tidak, dll. Tiadalah ilmu itu bisa didapatkan dari kesombongan, ia hanya bisa di dapatkan dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis. Bagaimana bisa mendapatkan hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang kritis? Luangkanlah waktu untuk berdoa dan bertobat di sepertiga malam terakhir menjelang shubuh. Tak ada gunanya ilmu jika kita masih memiliki kesombongan. Kelak di hari pembangkitan ketika kita semua diadili maka tiadalah orang yang sombong yang bisa lolos, semua ilmunya akan sia-sia. Semoga saya bisa mengambil pembelajaran dari elegi ini.

    ReplyDelete
  2. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Jika di dalam diri kita terdapat sikap sombong terhadap apapun profesi kita maka kita tidak akan pernah bisa menjunjung langit. Hanyalah mereka yang berhati bersih dan berpikiran kritislah yang berhasil menjunjung langit. Maka hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Namun tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang terlepas dari salah dan khilaf. Bahkan sang begawatpun pernah tidak bisa menjunjung langit. Maka marilah ikhlaskan diri kita dan terus menjaga keikhlasan agar kita menjadi pemenang. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Dalam mencari ilmu juga ada tata caranya, jangan pernah berhenti, terus membuat karya-karya guna memberikan inovasi dan kontribusi. Karena, jika kita berhenti, maka ada secercah kesombongan karena kita merasa sudah memegang seluruh dunia. Ilmu tak akan pernah habis, akan selalu ada ilmu-ilmu yang baru yang belum kita pelajari. Tidak akan pernah selamat hidup kita jika kesombongan atas ilmu yang kita miliki, tidak menambah ilmu, tidak melengkapi ilmunya. Celaka juga bagi orang yang berilmu tapi tidak mentransfer ilmunya kepada orang lain. Seakan ilmu, untuk dirinya sendiri. Sebenar-benar mencari ilmu itu adalah ikhlas, ikhlas dalam hati dan pikiran. Bagaimana bisa mencari ilmu jika tidak ikhlas. Seperti membaca posting blog Pak Marsigit ini, kita bisa mendapatkan ilmu dari sini, jika ada keikhlasan dan berpikir secara kritis, maka tersampaikanlah ilmunya kepada kita.

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Sebenarbenar kita berusaha untuk menjunjung langit maka kita akan selalu terjatuh dan mati. karena kesombongan yang ada dalm diri kita, ketik ikhlasan dalam diri kita. sombong dan tidak ikhlas adalah malapetaka dalam dirikita, jika kita mengatakan kita berilmu dan sanggup menjunjung langit maka kita adalah orang yang sombong, dan sebenarbenar orang berilmu dia tidak akan mengtakan dirinya berilmu. karena sebenarbenar ilmu hanyalah milik Allah SWT. Tuhan YME. kita manusia hanya bisa brusaha semaksimal mungkin untuk menggapai Ridha Nya.
    "Carilah ilmu sejak dari buaian sampai keliang lahat" al-hadits tersebut menggambarkan bahwa kita harus terus mencari ilmu sampai mati, dan ilmu yang kita dapatpun belum sempurna, maka hadits tersebutpun memberikan penjelasan kepada kita untuk tidak sombong dengan ilmu yang kita miliki saat ini. Semoga kita semua terhindar dari sifat sombong, dan menyadarkan kita untuk tidak mudah mengatakan bahwa kita mampu menjunjung langit, karena sesuangguhnya kita tidak akan mampu. dan sebenarbenar kebenaran hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Setelah membaca elegi di atas, mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh sombong dalam mencari ilmu di dunia ini. seperti pepatah mengatakan semakin berisi padi semakin merunduk. semua orang dari berbagai macam pekerjaan dan sifat sudah berusaha untuk menjunjung langit namun hasilnya gagal. kegagalan tersbut diakibatkan masih adanya rasa sombong di dalam diri kita, yang selalu merasa sudah lebih baik dan menang dalam segala hal.

    ReplyDelete
  6. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    namun saya kurang bisa mengambil kesimpulannya yang tidak tertulis langsung di dalam bacaan tersebut. lantas apakah sifat sombong itu dapat hilang begitu saja dari diri manusia yang sedang meraih kesuksesan di dalam hidupnya ?, dan bagaimana sifat ikhlas yang dikehendaki oleh sang guru Bagawat, kalauakhirnya dia juga terjatuh ketika akan menjunjung langit.

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    sesungguhnya tidak akan pernah selamat hidup kita jika sombongan atas ilmu yang kita miliki, tidak menambah ilmu, tidak melengkapi ilmunya. Celaka juga bagi orang yang berilmu tapi tidak mentransfer ilmunya kepada orang lain. Seakan ilmu, untuk dirinya sendiri. Sebenar-benar mencari ilmu itu adalah ikhlas, ikhlas dalam hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  8. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    sombong dan tidak ikhlas adalah malapetaka dalam diri kita, jika kita mengatakan kita berilmu dan sanggup menggenggam dunia maka kita adalah orang yang sombong, dan sebenarbenar orang berilmu dia tidak akan mengtakan dirinya berilmu. karena sebenar benar ilmu hanyalah milik Allah SWT, kita manusia hanya bisa brusaha semaksimal mungkin untuk menggapai Ridha Nya.

    ReplyDelete
  9. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Cantraka yang mengganggap dirinya bodoh tetapi tidak bagi sang Bagawat yang mengganggap bahwa cantraka merupakan murid yang paling cerdas. Disaat murid-murid yang lain yang ingin menguji kepandaiannya, keahliaannya di medan kehidupan yang penuh dengan kesombongan. Tetapi cantraka dengan sikap terpujinya selalu patuh terhadap sang Bagawat sebaga gurunya. Memang sikap sombong seharusnya tidak dimiliki oleh kita semua, karena tidak ada yang perlu disombongkan dari kita yang bersifat dhoif/lemah tidak berdaya dibandingkan dengan kuasa sang Ilahi.

    ReplyDelete
  10. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika C 2013

    dari postingan diatas, saya jadi ingat pepatah yang di tempel di dinding rumah simbah saya, yang intinya kesombongan akan membawa kepada kehancuran. adri postingan diatas banyak contoh yang gagal karena ksombongannya, mulai dari orang pintar maslah duniawai hingga masalh spiritual gagal karena ksombongannya. terim kasih pak

    ReplyDelete
  11. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Dari elegi diatas saya jadi merasa diingatkan kembali, bahwa menuntut ilmu harus didasari dengan keikhlasan. Di dunia ini banyak yang berlomba-lomba mecari ilmu,hampir dari semua golongan, baik laki-laki atau perempuan, jabatan tinggi atau tidak, dll semua berlomba-lomba untuk mencari ilmu.
    Akan tetapi, Ilmu itu tidak akan didapatkan apabila hati masih dipenuhi kesombongan, entah karena merasa sudah bisa, merasa berkuasa, merasa berjabatan tinggi.
    Maka, sebaiknya diluruskan lagi niatnya dalam mencari ilmu, elegi ini suatu sentilan bagi kita semua yang mungkin mulai terbuai dengan kesombongan saat mencari ilmu.

    ReplyDelete
  12. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada dasarnya ilmu hanya bisa didapatkan dengan penuh rendah hati dan penuh keikhlasan. Terkadang kita lalai bahwa kita sedang sombong dan penuh ambisi mendapatkan ilmu itu. Padahal kesombongan hanya akan membawa kita pada jurang kebodohan. Bahkan terkadang seorang begawat juga terkena kesombongan. Maka senantiasa perlu kita bersihkan hati dan pikiran.  

    ReplyDelete
  13. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam menuntut ilmu hendaknya tidak berlaku sombong karena kesombongan akan menutup hati dan pikiran. Manusia seharusnya tidak berlaku sombong karena masih banyak pengetahuan di luar dirinya yang belum diketahui. Keikhlasan adalah kunci agar tidak berrlaku sombong dan ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat

    ReplyDelete
  14. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    senang sekali membaca elegi ini, penuh dengan makna yang tersirat didalamnya, bahwa sebenarnya setiap manusia memiliki akal dan pikiran, semua manusia memiliki obsesi untuk menjadi yang terbaik, penakhluk dunia, berlomba- lomba mencari ilmu. tapi sebenar- benar pencari ilmu adalah dia yang ikhlas dan bersih hatinya, ikhlas untuk belajar, ikhlas untuk mencari pengetahuan, ikhlas untuk mengetahui apa yang belum diketahui, bukan tahta, bukan penghormatan, bukan pujian yang ingin dicapai tapi ikhlas dan murni karena ingin belajar. dan sesungguhnya kesombongan akan menggrogoti hati tuannya dan mematikan hati tuannya

    ReplyDelete
  15. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    para pencari ilmu yang sombong biasanya memperoleh ilmunya dengan berbagai macam cara, entah dengan cara yang kotor atau apapun itu, sehingga yang sebenar- benar dicarinya bukanlah ilmu melainkan kesombongannya untuk ingin di puji, ingin menjadi nomor satu, ingin di hormati, dst dan itulah yang akan menghancurkannya. sedangkan pencari ilmu yang ikhlas tidak mempedulikan persoalan semacam itu, dia ikhlas menuntut ilmu, selalu ingin belajar, selalu ingintahu, karena sesuangguhnya sangat banyak sekali persoalan yang tidak kita ketahui, banyak sekali hal yang mungkin ada. karena selama manusia hidup akan terus berpikir, dan selama manusia masih berpikir akan selalu ada pertanyaan yang muncul dalam benaknya.

    ReplyDelete
  16. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    para pencari ilmu yang sombong biasanya memperoleh ilmunya dengan berbagai macam cara, entah dengan cara yang kotor atau apapun itu, sehingga yang sebenar- benar dicarinya bukanlah ilmu melainkan kesombongannya untuk ingin di puji, ingin menjadi nomor satu, ingin di hormati, dst dan itulah yang akan menghancurkannya. sedangkan pencari ilmu yang ikhlas tidak mempedulikan persoalan semacam itu, dia ikhlas menuntut ilmu, selalu ingin belajar, selalu ingintahu, karena sesuangguhnya sangat banyak sekali persoalan yang tidak kita ketahui, banyak sekali hal yang mungkin ada. karena selama manusia hidup akan terus berpikir, dan selama manusia masih berpikir akan selalu ada pertanyaan yang muncul dalam benaknya.

    ReplyDelete
  17. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  18. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Celaka juga bagi orang yang berilmu tapi tidak mentransfer ilmunya kepada orang lain. Seakan ilmu, untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  19. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Telah banyak kesombongan dari diri kita dalam mencari ilmu. Bahkan mungkin selama ini kita juga tidak menyadari telah bertindak sombong. Dikarenakan dalam mencari ilmu diperlukan hati yang bersih dan berpikir kritis. Maka hanya mereka yang mampu berhati ikhlas dan berpikir kristilah yang akan memperoleh ilmu. Sementara selama ini, terkadang ikhlas belum kita hadirkan dalam hati kita, dan dalam mencari ilmu sering hanya menerima apa yang disampaikan guru atau dosen kita, jarang menggunakan pikiran kita untuk berpikir kritis. Jadi perlu bagi kita untuk terus mencari keikhlaskan dan pikiran kritis kita agar Alloh mau memberikan ilmu Nya untuk kita. Sebenar-benarnya tiada orang yang benar-benar memperoleh ilmu karena sebenar-benarnya ilmu adalah milik Alloh SWT. Dan sebenar-benarnya kebaikan dapat kita gapai hanya jika kita mau berikhtiar dan berdoa.

    ReplyDelete
  20. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Mencari ilmu belum tentu semua bisa memanfaatkan ilmu yang didapat dengan baik. Semoga ilmu yang kita peroleh bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain

    ReplyDelete
  21. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam elegi ini maka dapat kita ketahui suatu ilmu yang telah dijelaskan oleh Sang Bagawat atu Orang Tua Berambut Putih, dimana seseorang yang cerdas adalah dirinya yang mampu menempatkan ilmu pengetahuannya sesuai dengan ruang dan waktu. Maka yang demikianlah yang akan dapat lebih bermanfaat bagi sesama dan masyarakat. Hal ini, dikarenakan dengan menyesuaikan ruang dan waktu akan lebih efektif dan tepat pada sasaran ketika kita melaksanakan pengimplementasian ilmu-ilmu pengetahuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  22. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Dalam mencari ilmu kita memang tidak boleh berlaku sombong. Karena semakin kita belajar, seharusnya kita semakin sadar bahwa pengetahuan yang kita miliki masih sangat sedikit, sedangkan di luar sana masih banyak hal yang belum kita ketahui.

    ReplyDelete
  23. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Pemahaman saya dari elegi di atas yakni orang tua berambut putih adalah ILMU, langit adalah AKHIRAT, bumi adalah DUNIAWI, begawat adalah HATI NURANI, centraka adalah AKAL dan pernak pernik materi di dunia adalah NAFSU. Ketika manusia merealisasikan nafsunya dengan akal namun tanpa hati nurani, maka ia bukanlah seorang manusia, karena ia tidak menyadari keterbatasannya sebagai individu yang juga harus menyadari eksistensi individu lainnya dan eksistensi dari kebesaran Allah SWT. Manusia juga tidak bisa merealisasikan nafsunya hanya dengan hati nurani, sebab akallah yang menjadi kunci dalam merealisasikan nafsu manusia. Selanjutnya, manusia tanpa nafsu pun juga tidak bisa disebut sebagai manusia, karena tidak ia tidak memiliki hasrat dan hidupnya akan statis sebab akal dan hati nuraninya tidak dipakai untuk azas kebermanfaatan bagi yang lainnya.
    Oleh karena itu, manusia dalam mencari ILMU harus memiliki keseimbangan dalam nafsu, akal, dan juga hati nuraninya agar bisa selamat dunia dan akhirat serta yang harus digaris bawahi dalam proses perjalanan manusia mencari ilmu sebagai upaya dalam perealisasian sebuah nafsu yang dilakukan oleh akal dan hati nurani harus disertai dengan niat semata-mata untuk mendapatkan Ridho Allah SWT karena ilmu asalnya dari Allah SWT dengan kata lain manusia tidak boleh melanggar eksistensi Ruang dan Waktu.

    ReplyDelete
  24. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Tanpa disadari manusia sering berlaku sombong, merasa dirinya yang paling hebat, paling pintar dan paling segala-galanya. Sifat hati yang buruk ini sejak zaman dahulu kala sudah dilakukan oleh iblis, yaitu ketika Allah memerintahkan semua malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam sebagai penghormatan. Malaikat tunduk dan bersujud kepada Adam, namun Iblis membangkang dan tidak mau sujud kepada Adam. Akibat sifat sombong, seseorang menjadi buta mata hatinya, tidak dapat membedakan mana yang benar dan salah. Dalam wacana Kutarunggu Menjunjung Langit tersirat bagaimana seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya akhirnya mati karena kesombongannya. Seharusnya kita menjunjung peribahasa “seperti ilmu padi, semakin berisi maka semakin merunduk”. Semakin banyak ilmu kita maka kita merasa semakin kecil, bahwa masih banyak lagi yang tidak kita ketahui. Sombong itu milik Allah dan hanya Allah yang berhak, maka barang siapa yang berlaku sombong, maka secara tidak langsung ia ingin menandingi Allah....Na’udzubillahimindzali.....

    ReplyDelete
  25. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kutarunggu menjunjung langit ini mengisahkan tentang seorang murid bhagawat bernama Cantraka yang ingin mengikuti sayembara menjunjung atau mengangkat langit. Ia kembai ke Kutarunggu untuk menemui gurunya, Bhagawat, dikarenakan kegundahan hatinya yang melihat banyak orang gagal mengangkat langit kemudian mati. Dijelaskan bahwa langit yang dimaksud di sini adalah ilmu seseorang, sedangkan bumi adalah bicaranya seseorang. Sejatinya ilmu itu tidak untuk dijunjung, karena seperti kata pepatah "seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk", maka orang yang berlomba-lomba menjunjung tinggi ilmunya justru akan mati terhimpit perkataan dan ilmunya sendiri (bumi dianalogikan sebagai bicaranya seseorang).

    ReplyDelete
  26. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Orangtua berambut putih ternyata adalah Bhagawat itu sendiri, dan juga ilmu itu sendiri. Isu bahwa orangtua berambut putih mati ternyata tidak dinyatakan benar, tidak juga salah. Karena orangtua berambut putih adalah ilmu. Kemudian setelah mendengar penuturan Cantraka yang di mimpinya melihat Bhagawat juga mati setelah berusaha mengangkat langit, Bhagawat pun memohon ampun kepada Tuhan. Karena siapa pun yang merasa besar setelah berilmu, sejatinya dia sungguh merugi. Hal yang dapat saya petik dari elegi ini adalah bahwa sebagai orang yang terus mencari ilmu, jangan cepat merasa puas dan jangan pula menyombongkan diri karenanya.

    ReplyDelete
  27. LINA
    16701261022
    S3-PEP Kelas A


    Kematian yang dialami oleh orang-orang yang mengikuti lomba menjunjung langit disebabkan karena kesombongan dan kebingungannya. Orang yang sombong karena merasa dirinya lebih pintar, lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih-lain yang lain secara tidak langsung telah menjerumuskan dirinya sendiri dalam "kematian." Mungkin bukan kematian jasad, melainkan kematian pikiran, perasaan, hati, dan akal. Begitu juga dengan orang yang kebingungan. Dia telah merugi dalam dua hal; merugi dalam pikiran dan hatinya. Dan kematian yang menimpa hati dan pikirannya itu disebabkan karena kurangnya ilmu yang dimiliknya, ilmu hati dan pikiran. Kejadian lomba ini menjadi gambaran bagi kita mengenai bagaimana seharusnya kita bersikap dalam setiap keadaan dalam hidup kita. Bagaimana kita bisa bertahan menghidupka pikiran dan hati kita.

    ReplyDelete
  28. LINA
    16701261022
    S3-PEP Kelas A

    Elegi ini sangat menginspirasi bagi siapapun yang sedang belajar, siapapun yang sedang berusaha mencari ilmu dan pengetahuan. Ilmu dan pengetahuan di sini dapat merepresentasikan ilmu dan pengetahuan apapun. Hendaknya niat yang baik, dan ikhlas harus selalu dipertahankan bagi siapapun yang berjuang mencari ilmu. Sebaliknya, kesombongan dan kemunafikan akan menghalangi sampai dan bermanfaatnya ilmu seseorang.

    ReplyDelete
  29. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Tuntutlah ilmu dimanapun dan kapanpun engkau berada karena ilmu itu selalu berkembang sesuai perkembangan jaman dan cakupannya sangat luas. Tidaklah cukup bagimu jika hanya mencari ilmu dalam hitungan menit, detik, jam, maupun tahun, carilah ilmu selama engkau hidup. Namun ingat, dalam proses pencarian ilmu itu kita harus tetap merasa rendah hati, sertakan keikhlasan dalam prosesnya agar kita terhindar dari kesombongan akan tinggi dan banyaknya ilmu yang telah kita peroleh. Karena seperti firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Mujaadilah ayat 11 bahwa “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

    ReplyDelete
  30. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Sebagai manusia, kita tidak dianjurkan untuk sombong walaupun kita memiliki ilmu yang diibaratkan seluas samudra atau setinggi langit, karena yang boleh sombong hanyalah Allah SWT Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, Yang Maha Berilmu, sebagai manusia tentu ilmunya sangat terbatas, sebanyak apapun kita merasa mengetahui sesuatu namun percayalah masih ada banyak hal yang belum kita ketahui.

    ReplyDelete
  31. Memet Sudaryanto
    16701621005
    S3 PEP Kelas A 2016

    sugeng ndalu prof.,
    kematian dengan senjata ampuh yang sengaja ia rakit sendiri, pada saatnya nanti setiap bagian dari senjata tersebut akan berbalik. Makin tingginya ego yang dipupuk, makin tinggi pula tumpukkan gunung yang diciptakan. Maka gunung itu akan menumpuk kerendahan hati yang sudah dimilikinya.
    Ratusan kali Prof. Marsigit mencoba menghancurkan gunung yang kami susun sendiri tanpa sengaja, demi menghindari pembunuhan diri sendiri. Prof., kesombongan akan menjadi bumerang atas perlakuan yang dilakukan? Apakah maknanya seperti itu?
    Setiap ilmu yang disusun ke bawah dan melebar seperti pohon mangga, akan menyejukkan! Jangan seperti bambu yang menjulang namun daunnya tidak meneduhkan.
    Prof, CMIIW
    bukannya pendidikan dirancang untuk menghindari titik dzolim pada diri sendiri?
    Prof., yang saya bayangkan adalah kemunafikkan aktif yang seorang berilmu lakukan demi menjunjung dan mengangkat dunianya sendiri.

    ReplyDelete
  32. Prof.
    suatu saat nanti saya (selalu) ingin menjadi pribadi yang tidak tahu bahwa dirinya memahami semuanya. Saya takut menjadi pribadi yang membunuh diri saya sendiri karena saya mengetahui bahwa saya memahami.
    Memahami konteks dan koteks pada sebuah setting natural maupun yang dibuat-buat akan memberikan efek niat yang sudah dibuat di awal perjanjian awalnya. Cerminan dari niat adalah kemanfaatan dan tujuan. Kadang manusia terlalu banyak berpikir tentang apa kata orang, yang sejatinya niat dari hatinya jauh lebih penting.
    Katanya, melakukan suatu kesalahan yang tidak diketahuinya adalah perbuatan nirdosa. Alangkah beruntungnya orang yang tidak tahu. Kadang kala orang yang tahu akhirnya mempertahukan kepada orang lain dengan metode paksa-cepat.
    Prof., tentu menjadi Cantraka adalah pribadi yang dingin sejuk dan menenangkan. Kesederhanaan Cantraka menyadarkan tiap manusia untuk selalu kembali mengerikilkan gunung setinggi langit menjunjung ego.

    dari sudut Gunungkidul,
    Ananda Memet Sudaryanto
    16701621005
    S3 PEP Kelas A 2016

    ReplyDelete
  33. 1. ilmu kang bener..bener kanggo pribadine dewe..
    2. ilmu kang tanpa sirikan..
    3. ilmu kang asipat langgeng..
    Minimal bahwa manusia penting untuk mengetahui bahwa indikasi benar itu bersifat mencakupi dan menaungi tanpa tanpa syarat.
    Prof.,
    selama berkehidupan ini sewaktu-waktu manusia diibaratkan sedang naik perahu dengan dayung dan semua alat di tangan pada sebuahu arus yang deras, perahu yang ditumpangi sedang menantang arus, saat mendayung adalah belajar, maka kalau kita belajar maka kita sedang mendayung maju, tapi kalau saat kita berhenti belajar, maka kita berhenti mendayung, dan bisa dipastikan kita akan terseret dibawa arus sungai.

    Malang baru saja gempa berkekuatan 6,2 SR
    Grup Whatsapp ramai berbincang tentang gempa nasional dan lokal
    dari sudut Gunungkidul,
    Ananda Memet Sudaryanto
    16701621005
    S3 PEP Kelas A 2016

    ReplyDelete
  34. Bagi para manusia yang bertugas untuk belajar, kapanpun dan dimanapun!
    elegi ini akan membantumu mempelajari hal-ikwal yang sebenarnya ingin diketahui dengan baik!

    Memet Sudaryanto
    16701621005
    S3 PEP Kelas A 2016

    ReplyDelete
  35. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari elegi ini saya dapat simpulkan bahwasannya seseorang yang berhasil mendapatkan ilmu adalah orang yang ikhlas dan kritis.Sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT, jadi kalau ingin menjadi orang berilmu mintalah hanya kepada Allah... seperti firman Allah yang berbunyi "Berdoalah maka akan aku kabulkan".

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah ilmu kita dapatkan,terkadang sifat sombong datang. Hal ini membuat ilmu yang kita miliki tiada gunanya. Ilmu yang seharusnya bisa ditularkan ke orang lain berubah menjadi bumerang bagi kita sendiri. Ilmu meskipun sudah kita tularkan ke orang lain, ilmu kita tidak akan berkurang malah bertambah.. sebaik baik ilmu yang bisa bermanfaat untuk kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  37. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Budaya berlomba2 mencari ilmu dengan berbagai cara sebaiknya juga diiringi dengan berlomba-lomba dalam hal kebaikan...

    ReplyDelete
  38. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Semua karena Allah SWT. Begitu pula ketika kita mencari ilmu, karena mencari Ridho Allah SWT. Kita sebagai manusia ditugaskan untuk mencari ilmu setinggi-tingginya. Karena dengan ilmulah kita bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik. Dalam mencari ilmu tentulah harus disertai rasa ikhlas dan jangan samapai menghadirkan perasan sombong yang akan merugikan diri kita.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  39. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Hidup ini adalah ujian, senang susah adalah seni kehidupan yang pasti dijalani. bersyukur dengan apa yang di berikan Allah SWT adalah yang utama tapi dinikmati dengan ikhlas dan ridlo. Kesenaangan dan kebahagiaan adalah ujian apakah kita mampu mensyukuri atas nikmatNya. Keseduhan dan kesusahan adalah ujian apakah kita menerima dan ikhlas utk beusaha intrispeksi diri atas kekurangan kita sehingga diberi ujian kesusahan.

    ReplyDelete
  40. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Sebagai makhluk Allah yang sempurna yang diberikan ribuan nikmat tiada tara maka penyakit di dunia adalah kesombongan. Manusia yang sombong adalah manusia yang terlalu berlebihan dalam menikmati tapi tidak diimbangi dengan ikhlas, tawakal, dan ikhtiar. Sombong dalam batin saja saja Allah tidak menyukainya apalagi realitasnya ditunjukkan, lebih-lebih pada orang lain lebih berbahaya. Tinggal menunggu api membara. Sebagai manusia perlu mendalami Ritual Ikhlas.

    ReplyDelete
  41. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Apabila telah menyadari akan prilaku kita sombong baik dalam hati, perkataan maupun perbuatan maka segeralah mengambil air suci untuk meyucikan diri bersimpuh bertobat mohon ampun kepadaNya.

    ReplyDelete
  42. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dengan segala kelebihan yang kau punya. Sejatinya kelebihanmu itu semua bagaikan pisau bermata dua, yang dapat menghantarkanmu ke surga, atau menjerumuskanmu ke dalam neraka. Ya, karena kelebihanmu itu dapat menjadi karunia yang berbuah pahala, atau bencana yang berujung dosa.

    Ada yang berkata bahwa sesungguhnya ilmu itu terdiri dari tiga jengkal. Jika seseorang telah menapaki jengkal yang pertama, maka dia menjadi tinggi hati (takabbur). Kemudian, apabila dia telah menapaki jengkal yang kedua, maka dia pun menjadi rendah hati (tawadhu’). Dan bilamana dia telah menapaki jengkal yang ketiga, barulah dia tahu bahwa ternyata dia tidak tahu apa-apa.” (Dinukil dari kitab Hilyah Thalibil ‘Ilmi, buah pena Syaikh Bakr ibn ‘Abdillaah Abu Zaid rahimahullaah).

    ReplyDelete
  43. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kebahagiaan seorang guru adalah melihat anak-anak didiknya sukses. Seorang guru hanya bisa membekali siswa-siswa nya dengan ilmu yang dimilikinya. Dan dengan bekal ilmu tadi diharapkan siswa-siswanya dapat mengarungi kehidupan di dunia. Di dunia kerja, di kehidupan sosial, dan dimanapun siswanya berada.

    ReplyDelete
  44. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sombong merupakan sikap yang tidak baik. Menyombongkan ilmu yang dimiliki, menyombongkan pangkat yang sedang dimiliki, dan kesombongan yang lainnya. segala bentuk kesombongan itu akan merugikan kita. Seperti dalam kutarunggu menjunjung langit. Raja, orang berilmu, maupun guru matematika pun mati karena kesombongan.Kita hanyalah makhluk Tuhan yang penuh kekurangan sehingga tidak ada yang bisa disombongkan.

    ReplyDelete
  45. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Menuntut ilmu itu wajib bagi siapapun, kita bisa mendaptkan ilmu dari mansa saja, baik itu dari formal, non formal, pengalaman, bahkan di dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu akan benar-benar bermanfaat jika digunakan dengan sebaik mungkin tanpa ada rasa kesombongan di dalamnya. Keikhlasan didalam berilmu pun sangat dibutuhkan agar kelak ilmu yang ada dipikiran dapat mengorganisir cakupan kehidupan. Manfaatkanlah ilmu dengan sebaik mungkin dan saling berbagi ilmu dengan sesamanya.

    ReplyDelete
  46. Kita tidak boleh sombong dalam menuntut ilmu karena sombong adalah sifat yang tercela dan ilmu yang bermanfaat tidak didapat dari kesombongan, ingat iblis dikeluarkan dari surga karena apa? karena sombong….

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  47. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah membaca elegi ini, menjadi permintaan bagi kita bahwa kita tidak boleh sombong dalam mencari ilmu di dunia ini. Bahkan ada peringatan lebih dalam lagi bahwa manusia supaya berjalan di bumi tanpa ada kesombongan. Namun, yang ada kebanyakan manusia merasa puas/ sombong setelah ia mencari ilmu. Maka kalau seperti itu, bisa jadi menimbulkan Kegagalan.

    ReplyDelete
  48. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Perlunya kita menengok bahwa kita adalah manusia, makhluk kecil yang menempati luasnya bumi. Ingatlah bahwa sesungguhnya kita ada karena diciptakan, maka apakah pantas jika kita merasa sombong? Padahal apa yang kita miliki adalah bukan sejatinya milik kita, semua hanyalah pemberian yang bersifat titipan. Mungkin bisa berkaca pada "padi" ,yang mana semakin berisi semakin merunduk.

    ReplyDelete
  49. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ketika mencari ilmu janganlah ada rasa puas karena ilmu itu sendiri tidak terbatas adanya, bahkan kemungkinan jika manusia mencurahkan sepanjang hidupnya untukmencari ilmu maka belum lah ia dapatkan semua ilmu di dunia ini ketika dia meninggal.

    ReplyDelete
  50. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ilmu bisa diperoleh dari mana saja termasuk pengalaman pribadi juga merupakan ilmu bagi manusia itu sendiri, jadi setiap manusia pasti memiliki ilmu paling tidak dari pengalaman hidupnya itu sendiri.

    ReplyDelete
  51. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Jika seseorang belajar hanya berorientasi pada nilai, akan tetapi yang diperoleh bukan nilai yang baik, sehingga dia merasa tidak tahu apa yang telah pelajari, semua seperti biasa saja, setelah ulangan atau ujian semuanya serasa hilang. Hal ini berarti ilmu itu hilang dan rasanya tidak ada lagi yang tersisa. Namun jika orientasi belajar adalah ilmu maka kehidupan pelajar menjadi lebih bermakna, dia selalu merasakan kepuasan setiap selesai belajar, dan tanpa di kejar pun nilai meningkat fantastis.

    ReplyDelete
  52. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sesungguhnya ketulusan niat dan kesabaran dalam melakukan segala kegiatan sangat diperlukan, bukan hanya untuk mengejar sesuatu. Seseorang akan rela belajar hingga pagi, hanya untuk mengejar kepuasan belajar, kenikmatan belajar akan di peroleh. Berbeda sekali ketika belajar hanya untuk mengejar nilai, sangat susah bagi seseorang untuk belajar hingga tengah malam, susah untuk memfokuskan diri. Jadi intinya, kita harus melakukan sesuatu dengan tulus dan tanpa mengharapkan imbalan, atau jangan hanya meminta atau mengharapkan imbalan dari apa yang kita kerjakan, semuanya itu akan berjalan beriringan sesuai dengan yang kita kerjakan..

    ReplyDelete
  53. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya jadi teringat dengan perkataan Imam Al Ghazali yang kurang lebih memilii makna jika seseorang mencari ilmu dengan maksud untuk sekedar hebat-hebatan, mencari pujian, atau untuk mengumpulkan harta benda, maka dia telah berjalan untuk menghancurkan agamanya, merusak dirinya sendiri, dan telah menjual akhirat dengan dunia.

    ReplyDelete
  54. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Sungguh menyentuh hati saya Prof.elegi Kutarunggu Menjunjung Langit. Cantraka yang dengan ikhlasnya terus mencari ilmu, meski ia sendiri dlm keadaan mengikuti lomba, dan rela meninggalkan lomba untuk mencari pengetahuan yang ia tak ketahui jawabannya. Ini artinya mencari ilmu tidak memiliki akhir selagi kita msh terikat dng ruang dan waktu

    ReplyDelete
  55. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Dalam mencari ilmu tidak ada kata sombong, tiadalah orang yang benar-benar mencari ilmu kecuali ia yang terus menerus mempertanyakan ilmu. Dan kunci dari mencari ilmu pengetahuan adalah ikhlas. Nilai ini yang dapat saya petik dr elegi Kuturangga Menjunjung langit.

    ReplyDelete
  56. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Educating the mind without educating the heart is no education at all. Aristotle. I'm agreed with that. In my opinion we should educate our heart first, then our mind. It's such wasted time when you don't learn both of it.

    ReplyDelete
  57. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Elegi yang sangat menarik untuk dibaca. Menuntut ilmu adalah hal yang akan mendatangkan manfaat yang sangat banyak bagi siapapun yang melaksanakannya. Seseorang takkan merasa merugi kala menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  58. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Seseorang yang berilmu akan mampu memilah serta memilih mana yang benar dan mana yang salah, ia pun takkan terpengaruh dengan orang lain dalam menjalankan sebuah perbuatan. Secara otomatis seseorang yang telah memiliki ilmu dan terbiasa untuk senantiasa menimba ilmu akan mudah baginya berada dalam keadaan yang tepat.

    ReplyDelete
  59. Cantraka dan Bagawat dalam Kutarunggu Menjunjung Langit, mengingatkan keikhlasan dalam bersikap, karena sesungguhnya manusia di muka bumi ini tak ada yang sempurna. Setinggi apapun ilmu seseorang, tidaklah patut menyombongkan diri. Setangguh apapun, seberkuasa apapun, secantik apapun, segagah apapun, sekaya apapun, secerdas apapun, selihai apapun, dan seberapun itu, hendaknya menanggalkan segala bentuk kesombongan. setitik kesombongan bisa mencederai apa yang sudah diridhai.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  60. Ilmu yang tinggi, dapat membuat seseorang menjadi lebih bijaksana dalam bersikap dan bertindak. Ilmu tak akan pernah habis untuk dipelajari. Ilmu tak akan pernah berkurang ketika kita memberikannya pada orang lain.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  61. Kutarunggu Menjunjung Langit, di atas langit ada langit. Seorang guru semulia Bagawat, sebagai manusia biasa dapat juga melakukan kesalahan.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  62. Di Dalam Al-Qur'an Allah menginatkan kepada umat manusia bahwa "Tidaklah aku (Allah) ciptaka Jin dan Manusia, kecuali untuk menyembah kepada ku". Ayat ini menegaskan kepada kita akan eksistensi keberadaan kita di dunia ini yang tidak lain tidak bukan hanyalah mengabdi kepada-Nya.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  63. Di ayat yang lain Allah mengancam kepada umat manusia lewat firmannya "Lain Syakartum Laadzidannakum Walainkafartum Inna Adzabi Lasyadid". Ayat ini megisyaratkan bahwa tiadalah yang dimiliki ileh setiap manusia, termasuk dirinya sendiri kecuali dari Allah semata. Sehingga tidakada yang dapat dibanggakan apalagi berlgak sombong, karena orang yang sombong itu temannya setan dan sangat dilaknat oleh Allah. Oleh karena itu tiada pilihan lain selain besyukur kepada pemberi segalanya.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  64. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  65. Elegi di atas menarik untuk dibaca, dengan pesan moral yang terkandung didalamnya yaitu setiap orang harus menuntut ilmu sebaik-baiknya kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Namun jauhkanlah diri kita dari sifat sombong yang akan menghancurkan kita nantinya. Kesombongan adalah penyakit hati yang merasa diri kita lebih mampu dari orang lain sehingga terkadang kita memandang remeh orang lain. Ikhlaslah dalam menuntut ilmu, melakukan yang terbaik dan memanfaatkan ilmu yang kita peroleh sebaik mungkin.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  66. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Elegi ini mengajarkan pada kita untuk ikhlas dan tidak berhenti dalam menuntut ilmu. Para kompetitor mengangkat langit terjatuh dan mati dikarenakan kesombongannya. Ada yang merasa dirinya kuat, berilmu, punya kekuasaan, memiliki prajurit tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengangkat langit.

    ReplyDelete
  67. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Langit dalam elegi ini diibaratkan sebagai ilmu. Ilmu itu tiada batasnya. Mereka yang merasa pandai, atau cukup dengan ilmunya gagal dalam kompetisi mengangkat langit. Ibarat langit dalam elegi ini, ilmu itu amatlah luas dan tinggi. Seberapapun usaha dan kerja keras kita lakukan tidak akan pernah bisa mempelajari seluruh ilmu yang ada. Maka dari itu Tuhan mewajibkan seluruh umatnya untuk senantiasa belajar mulai dari bayi hingga masuk ke liang lahat.

    ReplyDelete
  68. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seseorang yang menimba ilmu agar ia dapat memahami setiap apa yang ia pelajari membutuhkan keikhlasan hati dan pemikiran yang kritis. Jika ia mengalami kegagalan, karena ia sombong. Sombong karena merasa telah memiliki ilmu banyak, sombong karena tidak menambah ilmu yang sedikit, sombong karena pngakuannya yang telah memiliki ilmu, sombong karena merasa bisa menimba ilmu sebanyak – banyaknya. Orang yang gagal juga karena membiarkan orang lain mengagumi kelebihan yang dimiliki. Orang yang ragu – ragu dalam menimba ilmu merugi dalam dua hal, yaitu rugi dalam pikirannya juga merugi dalam hatinya. Maka kegagalannya karena kurang ilmunya, baik ilmu dunia maupun ilmu hati. Semoga setiap ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat dan menggapai Ridhlo dari-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  69. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Orang bingung itu merugi dalam dua hal yaitu merugi dalam pikiran dan merugi dalam hati. Untuk itu jadilah orang yang berprinsip agar kamu tau harus kemana kamu melangkah dan mempunyai tujuan yang jelas dalam hidup.

    ReplyDelete
  70. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Sebuah dialog spiritual yang teramat dalam, sedalam keikhkasan itu sendiri. Ikhlas adalah bagaimana melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih, kecuali ridho Sang Maha Ikhlas, sang pemberi ikhlas. Belajar sungguh-sungguh hanya untuk menggapai ridlo Ilahi, bukan untuk suatu kompensasi duniawi yang fana ini.

    ReplyDelete
  71. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Kebayakan peserta lomba Kutarungu, merasa bahwa dirinya bisa mengangkat langit, karena sesungguhnya dia belum mampu meluruhkan egonya demi untuk menguatkan alam pikir rasionalnya.

    ReplyDelete
  72. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Kesombongan adalah awal dari kehancuran, karena ia menutup akal sehat manusia dan kerendahan hati adalah senjata pamungkas yang ampuh untuk menempa kedigdayaan rasio.

    ReplyDelete
  73. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    600 komen adalah bagian dari perlombaan mengangkat langit Kutarungu, siapa yang mengikutinya dengan kesombongan mungkin ia akan terjatuh dan “mati”. Kehati-hatian Cantraka menjadi pembelajaran untuk mengikuti perlombaan ini dengan hati bersih tanpa sedikitpun api kesombongan yang menyertai, insyaallah akan melahirkan Chantraka-Cantraka lain yang lebih Cerdas dan ikhlas.

    ReplyDelete
  74. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Ilmu bukan untuk kesombongan dan pamer kedigdayaan, akan tetapi ia hanya patut dipergunakan untuk membangun dunia dengan kearifan, sopan-santun, dan kebijaksanaan.

    ReplyDelete
  75. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Mencari ilmu itu berawal sejak lahir hingga liang lahat. Kemenangan Cantraka atas Kutarungu hanya sementara, ia harus terus mencari ilmu dengan ikhlas, untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan perlombaan yang akan datang yang mungkin lebih sengit dan sulit.

    ReplyDelete
  76. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pepatah mengatakan bahwa "semakin berisi, semakin padi merunduk" dari pepatah ini kita menjadi paham bahwa semakin kita memiliki seuatu yang lebih, maka kita tidak boleh sombong, tetap hharus menjadi seseorang yang rendah hati. kepandaian yang dimiliki seseoarng lebih baik apabila selalu ditularkan kepada orang lain. hal itu akan menjadikan ilmu yang kita miliki lebih mempunyai kebermanfaatan, dari ostingan ini, saya menjadi menyadari bahwa apa yang saya miliki sepenuhnya akan kemabali kepada-Nya, oleh karena itu, kita sebagai manusia yang tidak memiliki apa-apa, tidak boleh sombong, apalagi sampai merendahkan orang lain. karena sesungguhnya ilmu yang kita peroleh itu juga belum ada apa-apanya dibandingkan dengan sang pencipta muka bumi ini.

    ReplyDelete
  77. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Artikel yang penuh dengan analogi hermeneutika, sungguh kesombongan itu pada akhirnya akan membawa seseorang dalam kehancuran. Sifat sombong tersebut akan membawa orang yang terkena penyakit itu menjadi lupa diri, bahkan sifat sombong bisa menjadi suatu sifat yang akan menghancurkan eksistensi orang lain karena merasa dirinyalah yang paling hebat. Oleh karena itu dalam hal ini, menjunjung langit memerlukan sikap kerendahan hati, memerlukan keikhlasan untuk menggapainya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  78. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menuntut ilmu haruslah dengan rasa ikhlas. Karena ketika kita ikhlas maka ilmu itu akan dapat kita serap dengan baik, sehingga dapat tinggal di pikiran kita lebih lama, hingga ilmu itu tidak akan mudah kita lupa. Jadi ketika kita ikhlas dalam mencari ilmu, maka kita akan dapat dua hal sekaligus, yang pertama adalah ilmu itu sendiri, dan yang kedua adalah pahala dari Allah SWT.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  79. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menimba ilmu itu hukumnya sangat jelas tertulis di dalam firman Allah SWT, bahkan itu merupakan perintah pertama bagi seorang muslim. Dalam Surah Al-alaq ayt pertama perintah “iqro” yang berarti bacalah, meerupakan perintah kita untuk menuntut ilmu. Kenapa kita harus menuntut ilmu, karena ilmu merupakan investasi tersebesar yang harus dimiliki manusia. Bahkan Allah sendiri dalam firman-Nya akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Oleh karena itu marilah kita ikhlas dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu itu pada ujung buat kita sendiri. Imam Syafi’I mengatakan bahwa ”Jika engkau lelah menuntut ilmu diwaktu muda, maka bersiap-siaplah menanggung bodohnya kehidupan dimasa tuamu”.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  80. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menuntut Ilmu itu juga bagaikan seleksi alam. Barang siapa tahan banting dan tidak mudah putus asa dalam menuntut ilmu, maka inshaAllah kehidupannya dimasa mendatang juga akan baik. Kenapa akan semakin baik, karena ilmu itu yang dapat menjaga kita. Bahkan ketika nabi sulaiman disuruh memilih antara harta dan ilmu maka nabi sulaiman lebih memilih ilmu. Karena ilmu merupakan investasi masa depan yang akan selalu menjaga kita. Dimanapun kita berada jika kita mempunyai ilmu maka kita akan laku di pasar kerja. Oleh karena itu mari kita semangat didalam menuntut ilmu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  81. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk menjunjung langit memang sebaiknya kita jangan cepat puas akan ilmu yang telah kita peroleh. Ilmu yang kita peroleh itu pada hakikatnya masih sangat sedikit, sehingga akan menjadi suatu kesombongan buat kita jika kita menganggap bahwa ilmu yang telah kita dapatkan tersebut dapat menghidupi kehidupan kita. Ada 2 hal yang kita tidak boleh cepat berpuas diri di dalamnya, yakni yang pertama adalah beribadah dan yang kedua adalah menuntut ilmu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  82. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Niatkan diri mencari ilmu sebagai pemulung supaya ikhlas di dalam hati. Barang siapa mencari ilmu dengan sombong maka dia tidak akan mendapat apa-apa di dalam pikirannya. Apalagi di dalam hatinya. Selain itu keikhlasan untuk berjuang dalam menuntut ilmu diperlukan

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  83. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam proses pencarian ilmu yang dilakukan setiap orang pasti lah memiliki tantangan dan hambatan masing-masing agar dapat mencapai cita-cita yang di inginkan, dalam proses perjalanan yang dilakukan setiap orang ada hal yang perlu kita harus hindari yaitu kesombongan. kesombongan adalah salah satu sifat yang dapat membuat kita hancur dan akan menjauhkan dari cita-cita kita, kesombongan pula lah yang dapat menjadikan ilmu-ilmu yang telah kita gapai tidak akan berfungsi sama sekali dikarenakan dari kesombongan itu lah kita dapat menganggap remeh orang lain, sehingga kita telah lupa akan segala sesuatu yang telah kita mulai.

    ReplyDelete
  84. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Menjunjung langit menggambarkan mencari ilmu. Kita tidak boleh berlaku puas dan sombong hanya denga memiliki pengetehuan yang kita miliki saat ini. Karena pengetahuan kita saat ini tidak seberapa dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang masih banyak di dunia ini. Maka, teruslah mencari ilmu dengan hati ikhlas dan berpikir kritis.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  85. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu'alaikum wr wb
    Sebelumnya terimakasih banyak kepada Bapak Marsigit, yang telah membagikan ilmu yang begitu bermanfaat bagi semua para pembaca. Menurut saya artikel "Kutarunggu Menjungjung Langit" merupakan bacaan yang sangat bermanfaat, penuh dengan nilai-nilai kehidupan yang baik. Selain itu saya juga tertarik membaca artikel ini, karena ceritanya yang dikemas dalam bentuk dialog yang begitu menarik antara Bagawat dan Cantraka. Pesan yang ingin disampaikan begitu mendalam, yaitu tentang seseorang yang tidak boleh sombong ketika menuntut ilmu ataupun ketika merasa dirinya sudah memiliki cukup banyak ilmu.

    ReplyDelete
  86. Ilmu adalah cahaya rahmat yang hanya bisa masuk pada diri manusia jika hati dan pikirannya benar-benar bersih. Maka dalam menuntut ilmu, manusia harus bersabar, ikhlas, dan tenang. Untuk dapat memahaminya dengan baik maka pikiran hendaknya bersih, dan fokus pada ilmu yang sedang dipelajari. Tidak lupa menghadirkan hati yang bersih, lapang, ikhlas, dan selalu bersyukur akan ilmu yang ia pelajari. Ilmu itu mulia, orang yang menuntut ilmu juga merupakan orang yang akan dimuliakan, dengan syarat kebersihan hati dan pikiran. Tidak boleh sombong. Orang yang berilmu itu hendaknya seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

    ReplyDelete
  87. Orang yang sombong tidak akan pernah mendapatkan buah yang sesuangguhnya dari ilmu itu. Maka dalam menuntut ilmu manusia haruslah meminta keridhoa-an Allah SWT. Bagaimana caranya? Caranya yaitu:
    1.Mencari ilmu dengan niat yang lurus, semata-mata untuk memperoleh ridho-Nya.
    2.Mengawali dan mengakhiri kegiatan dalam menuntut ilmu dengan doa.
    3.Ikhlas, rendah hati, dan sabar.
    4.Pantang menyerah.
    5.Mengetahui bahwa ilmu yang dipelajari adalah ilmu yang bermanfaat, bukan ilmu yang bisa merugikan orang lain.
    6.Menerapkan ilmu yang diperoleh dengan baik dan benar.

    Demikian apa yang dapat saya petik dari artikel "Kutarunggu Menjunjung Langit".

    Wassalamu'alaikum wr wb


    ReplyDelete
  88. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Apa yang saya tangkap dan saya pahami tentang tulisan di atas adalah tentang kesombongan. Bahwa kesombongan itu mampu membuat kita jatuh dan mampu membuat kita mati, mati dalam arti gagal. Ketika kita menginginkan sesuatu untuk kita capai, maka kita akan berusaha sekuat tenaga, tetapi usaha tersebut harus diiringi dengan doa. Doa haruslah didasari dengan niat ikhlas tulus untuk beribadah kepad Allah, oleh karena itu perlulah dihilangkan rasa kesombongan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  89. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Elegi ini menjelaskan bahwa kesombongan dapat merusak semua yang telah kita miliki. Sombong merupakan penyakit hati yang kebanyakan dari manusia terkena penyalit ini. Sering kita temui dikehidupan sehari-hari seseorang yang memiliki harta kekayaan dan kekuasaan sering bersikap sombong dan sewenang wenang kepada orang-orang yang berada dibawahnya. Orang seperti ini lama-kelamaan akan hancur karena kesombongannya sendiri.

    ReplyDelete
  90. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Di elegi ini diceritakan bahwa orang yang sombong karena ilmu, kecantikan, kekuasa mati karena gagal menjunjung langit. Menurut saya ini menyiratkan dalam kehidupan nyata. Seseorang yang merasa dirinya mampu sering kali lupa bahwa ilmu yang ia miliki masih sedikit. Didalam melakukan beberapa hal sebaiknya kita harus ikhlas karena Allah SWT. Ilmu yang kita miliki, harat, kecantikan , ketampanan, kekuasaan, kehormatan yang didapat semuanya adalah pemberian Allah SWT. Kesombongan hanya akan menghancurkan semua yang kita miliki. Dalam menjalani hidup hendaknya kita harus rendah hati jangan pernah merasa bahwa dirinya lebih dan menganggap orang lain jauh dibawahnya. Jangan pernah sombong dan merasa bahwa ibadah kita sudah banyak dan meremehkan ketakwaan orang lain.

    ReplyDelete
  91. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Elegi ini memberikan pesan kepada kita bahwa orang sombong akan mati atau dengan kata lain tidak akan berkembnag. Seorang yang merasa sombong dengan ilmunya akan berhenti belajar karena merasa ilmu yang dimiliki telah banyak padahal sebenarnya masih banyak ilmu yang belmu ia ketahui. Ini akanmenyebabkan ia tertinggal dengan perkembangan zaman. Seorang yang sombong terhadap kecantikan dan ketampanan wajahnya selalu melakukan cara untuk mempercantik wajahnya hingga lupa untuk mempercatik hati dan prilakunya hal ini akan menyebabkan orang-orang tidak menyukai. Ini akan menyebabkan ia tidak diterima dimasayarakat. Masih banyak lagi kerugiaan apabila kita bersikap sombong.

    ReplyDelete
  92. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Pada postingan ini mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh sombong. Dengan kesombongan maka kita akan mati. Ilmu yang kita peroleh bukan untuk disombongkan tetapi untuk kita salurkan. Banyak hal dalam memperoleh ilmu tetapi ingat jangan pernah bersombong diri.

    ReplyDelete
  93. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari hal tersebut dapat kita petik hikmah akan pentingnya orang yang berilmu. Dari ilmu yang kita peroleh, dan sikap kritis terhadap ilmu, serta hati yang bersih, maka akan mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT. Ilmu yang diperoleh untuk mendapatkan keridhoan-Nya sehingga surga lah balasannya. Menjunjung langit pun dapat diperoleh dengan ilmu yang dimiliki, sikap kritis, hati yang bersih, dan semata-mta mengharap ridho-Nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  94. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Hal yang bisa saya petik dari kutarunggu menjunjung-langit adalah bahwa menjadi orang yang berilmu tinggi janganlah sombong dan meremehkan orang lain. Walaupun kita sudah merasa memiliki banyak ilmu alangkah baiknya kita tetap rajin menuntut ilmu dan tetap rendah diri. Dengan ilmu yang telah kita miliki alangkah baiknya jika kita bisa membantu dan berbagi ilmu dengan orang lain.

    ReplyDelete
  95. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berusaha untuk mencapai ilmu yang sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya merupakan hal positif dalam hidup. Mendapatkan ilmu bukan hanya dari sekolah formal semata, dimanapun kita mampu mempelajari ilmu. Sedangkan sesungguhnya ilmu itu amatlah luas tak terhingga ruang dan waktu sedangkan manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna. Hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperolah ilmu. Namun ingatlah bahwa Allah lah pemilik segala ilmu. Maka jangan sombong atas ilmu yang kau dapatkan. Pakailah ilmu padi semakin berisi semakin merunduk.

    ReplyDelete
  96. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kegagalan hidup seseorang dikaenakan 2 hal saja, yaitu tidak taat kepada Allah dan yang kedua tidak taan kepada kedua orang tuanya. Sebagai seorang umat yang beriman maka terdapat beberapa hal-hal yang harus dilakukan dan tidak dilakukan serta senantiasa berdoa kepada-Nya. Namun, seorang manusia berdoa kepadaNya tidaklah cukup, perlu diimbangi dengan menuntut ilmu. Dalam beberapa ayat Al-Qur'an terdapat perintah dari Allah untuk menuntut ilmu. Sehingga apabila ingin keberhasilan maka senantiasa berdoa dan menuntut ilmu dengan hati bersih dan ikhlas.

    ReplyDelete
  97. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya bahwa kegagalan seseorang hanya melalui dua hal yaitu tidak taat kepada Allah dan tidak taat kepada kedua orang tua. Ada pepatah yang mengatakan bahwa ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah terletah pada murka kedua orang tua. Jadi senantiasa hormati dan sayangilah kedua orang tua.

    ReplyDelete
  98. PEP/PPs/2016/Kelas A
    16701261010

    Perlombaan menjunjung langit adalah sebuah bahasa analog yang memerlukan pemaknaan filosofis. Peserta lomba dituntut memahaminya secara kontekstual (yang tersirat) dari menelan apa yang tersurat.

    ReplyDelete
  99. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Bagawat dan Cantraka mengajarkan saya untuk tetap rendah hati. Karena pada hakikatnya, semakin tinggi ilmu seseorang maka akan semakin dia tau bahwa banyak yang belum dia ketahui. Stay be positive, not positivisme.

    ReplyDelete
  100. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam hidup manusia selalu berusaha untuk mencari logos. Dengan logos-logos yang kita miliki hendaknya tidak menjadikan kita sombong., seperti halnya pesan moral yang hendak disampaikan dalam tulisan ini. hendaknya dengan segala logos yang dimiliki mampu membawa manusia menjadi rendah hati dan senantiasa tetap belajar mengembangkan ilmu-ilmu kita agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama. Karena sebenar-benar hidup adalah bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  101. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 Kelas B 2016

    Arogansi dan kesombongan akan menghancurkan kita sendiri. Artikel ini ingin menjelaskan bahwa ita harus sadar bahwa kita adalah makhluk kecil,makhluk yang terbatas. Yang terbaik adalah mengamalkan Ilmu padi,makin berisi makin menunduk,karena semakin berisi semakin sadar bahwa kita mash mempunyai banyak kekurangan…

    ReplyDelete
  102. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B


    Terharu, sungguh saya pribadi terharu ketika merefleksikan kisah di dalam dialog antara Bagawat dan Cantraka, merasakan sentuhan akal dan rasa. Beberapa renungan merefleksikan tentang: Zat yang maha kuasa, Allah SWT, kelemahan diri, kesombongan diri, egoistis, terburu buru, perasaan mampu, perasaan berilmu, perasaan paling benar, perasaan dipuji, perasaan paling tahu, perasaan paling hebat dari semua orang. Namun ternyata saya hanyalah makhluk dikolong bumi yang belum tahun apapun, dan tidak memiliki apapun. Kalau diberikan maka saya memiliki, jika ajarkan maka saya tahu, jika saya dihidupkan maka saya akan hidup, demikian seterusnya. Hingga akhirnya akan kembali kepadaNYa.

    ReplyDelete
  103. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Agar saya dan yang membaca kisah diatas dapat merenungi arti “Mati” yang dipahami seluar-luasnya. Mati bukan secara fisik, tetapi mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti salah, mati bisa berarti tidak tahu, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka

    Doa yang diucapkan sang guru sebagai bentuk kesadaran dari banyaknya kelamahan....

    Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab.

    Terimakasih atas semua nasehatnya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Mohon doa restu...

    ReplyDelete
  104. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    Kehati-hatian, keihlasan, dan kesabaran Cantraka merupakan kunci keberhasilannya "memenangi" perlombaan menjunjung langit.

    ReplyDelete
  105. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    Jatuhnya para peserta lomba yang sakti mandraguna disebabkan karena mereka terjabak dalam ruang gelap "merasa bisa" dan karena mereka "kurang bisa merasa".

    ReplyDelete
  106. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    "Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab"

    Ungkapan sang Begawat di atas menunjukkan kerendahan hati, kedalaman spiritual, dan keihlasan sebagai sosok yang digugu dan ditiru. Inilah sesungguhnya sosok Guru yang dirindukan orang pendidikan kita.

    ReplyDelete
  107. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    Lahirnya tokoh Cantraka tidak lepas dari gemblengan guru yang ihlas menurunkan ilmunya. Keihlasan guru akan mendorong semangat bekerja dan mengabdi kepada dunia pendidikan secara all out. Guru-guru yang ihlas mentransfer ilmunya-lah yang kami rindukan.

    ReplyDelete
  108. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    Karakter Cantraka yang memiliki keteguhan niat, kehati-hatian, ketekunan, kesabaran, keihlasan, dan tawadhu' kepada sang guru merupakan karakter yang mendukung kesuksesannya. Karakter ini yang perlu ditanamkan dalam diri anak-anak Indonesia.

    ReplyDelete
  109. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016
    16701261010

    Indonesia butuh Begawat-Begawat dan Cantraka-cantraka yang banyak untuk memajukan pendidikan Nasional.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id