Oct 28, 2012

Kutarunggu Kekacauan Melanda Kerajaan Hanuya




Oleh Marsigit

Awama:
Ha ha..he ..he ha ha..he..he..aku punya, tapi ini rahasia lho. “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.



Pratika:
Wahai Awama aku diberi dhong. Kelihatannya engkau merasa nikmat walaupun tanpa makan, minum dan bukan karena uang. Apakah yang membuatmu semangat? Apakah yang membuatmu semangat adalah kata-katamu yang engkau ucapkan tadi? “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Cantraka:
Wahai Awama dan Pratika, engkau sudah tahu ta? Engkautahu dari mana bahwa “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Candraka:
Lhoo Cantraka, Awama dan Pratika, engkau sudah tahu ta bahwa “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Pampilu:
Kelihatannya bukan cuma engkau yang mengetahui perihal demikian. Aku dan Rakata juga sudah mengetahui bahwa “Itu tu si Ahilu dan Pampilu katanya sudah tidak diakui sebagai murid oleh sanga Bagawat, bahkan sekarang dia telah diusir dari percabaan Kutarunggu. Kenapa dia diusir oleh gurunya, karena dia dianggap munafik telah mengingkari janji tidak mau membuka tutup cupu seperti yang telah diucapkan. Dia memang pengecut karena takut resiko seperti yang dialami oleh Stigmapangla”.

Bagawat:
Wahai para punggawa kerajaan Hanuya, bukankah aku telah mengatakan kepadamu agar wasapada terhadap perilaku Stigmaraja. Apa yang melanda kerajaan Hanuya itu sebetulnya ulah dan perilaku si Stigmaraja. Maka aku ingin mengingatkanmu semua, agar engkau tidak berlarut-larut termakan stigma yang ditebarkan oleh Stigmaraja, maka perhatikan ajaranku ini. Ajaranku itu berbunyi “Uraikanlah stigma itu kedalam komponen dasarnya, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka untuk menghindarinya gunakan pikiran kritismu dan gunakan hati bersihmu yaitu keikhlasanmu. Maka selalu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu dan menggunakan hati nuranimu. Dengan demikian maka engkau pun akan menjadi insan yang mandiri dalam menghadapi stigma. Cendekia mandiri dan bernurani itulah senjata pamungkas yang dapat engkau gunakan. Lapalkan dan hayatilah sesanti cendekia mandiri dan bernurani, niscaya engkau terbebas dari segala stigma”

48 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam menghadapi stigma (pikiran yang kalut dan hati yang kotor) dapat dilakukan dengan menguraikan stigma ke dalam komponen dasarnya (pikiran dan hati), gunakan pikiran kritis dalam berpikir, gunakan hati yang bersih (ikhlas), bekerja menggunakan pikiran dan hati nurani.Dengan ini kita dapat menjadi seorang insan yang mandiri, cendekia, dan bernurani dalam menghadapi stigma.

    ReplyDelete
  2. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Ketika kekacauan berada dalam pikiran kita dan hati kita telah tergoda oleh kedengkian-kedengkian oleh suatu hal maka sebenar-benarnya kita telah dikuasai oleh stigma-stigma yang akan membawa kita terhadap perbuatan-perbuatan yang tidak akan membuat kita maju. untuk itu kita perlu menghindari stigma-stigma yang ada dengan berpikir secara kritis dan membersihkan hati kita untuk tidak terjadi hal-hal buruk.

    ReplyDelete
  3. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Prasangka terhadap sesuatu yang mengakibatkan seseorang ikut dalam prasangka yang kita miliki adalah perbuatan yang tercela. Ini artinya menghitamkan hati dan pikiran orang lain melalui prasangka yang kita buat. Yang awalnya adalah prasangka, jika telah merambat maka akan menjadi suatu kebenaran yang sah-sah saja diucapkan. Sangat mengerikan bahwa dosa kita yang telah membuat prasangka akan terus terhitung dan bahkan bisa tak terhitung jika banyak orang yang mempercayainya. Hilangkan prasangka, maka akan hilang stigma terhadap sesuatu.

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hati yang kotor adalah gejala awal dari sebuah kerusakan. Apalagi jika hati yang kotor ditambah dengan pikiran kalut musnahlah sudah apa yang diharapkan dari baiknya sebuah kehidupan. Terkadang dalam menjalani kehidupan sering sekali kita mendapati suasana yang membuat kita tidak nyaman dan terkadang mendorong kita untuk mengotori hati seperti sikap sombong, iri, benci, prasangka buruk dan banyak hal yang membuat hati kotor dan memiliki sebuah penyakit. Akan tetapi semua hal yang buruk itu dapat kita lawan, dan itu kewajiban kita masing-masing untuk melawan yang dinamakan stigma. Membersihkan hati dari segala penyakit, bertindak ikhlas dan mempelajari ilmu ikhlas walaupun sulit harus kita tegakkan. Dimulai dari menggunakan kecerdasan untuk berfikir kritis diimbangi dengan hati nurani yang diluruskan dalam niatan yang baik.

    ReplyDelete
  5. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Ketika penyakit hati (munafik) telah melanda dalam diri manusia, maka hal itu akan berbahaya, karena bisa membuat kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Hal yang perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit hati adalah dengan berpikir krits dan berhati ikhlas semata mengharap keridhoan-Nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  6. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Stigma merupakan suatu pandangan manusia yang cenderung berarha kepada pemikiran yang negative. Oleh karena itu, yang perlu diingat adalah ketika dalam suatu keadaan kita diberikan suatu informasi, maka sebaiknya kita mengklarifikasikan ulang kepada sumber-sumber yang terkait. Dengan menmbekali diri mengenai sumber-sumber informasi, maka seseorang dapat mengetahui dan memahami lebih jelas. Sehingga, jika mungkin terjadi ketidakjelasan maka akan dengan sendirinya dapat kita tekankan dan pertegas dengan penjelasan yang bersumber dari bukti yang akurat.

    ReplyDelete
  7. Rizki Ayu Amalia
    13301241038
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya menggaris bawahi kalimat berikut dari postingan ini. Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Pikiran yang kalut dan hati yang kotor sebenarnya muncul dari ulah manusia sendiri. Sehingga dapat dikatakan stigma adalah akibat dari tindakan manusia itu sendiri. Stigma dapat diatasi dengan meningkatkan keimanan. Karena dengan keimanan, hati dan pikiran akan menjadi lebih bersih dan suci yang mengakibatkan stigma tidak dapat muncul.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Stigma negatif berasal dari pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak bersih. Maka untuk melawan stigma tersebut hendaklah dengan selalu membiasakan berpikir kritis, sekaligus menjaga kebersihan hati, tetap ikhlas dalam menjalani kehidupan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kita harus berhati- hati dengan stigma. Stigma disebabkan pikiran yang tidak kritis dan hati yang tidak bersih. Salah satu bentuk stigma yang tanpa kita sadari sering kita lakukan adalah berprasangka kepada orang lain. Oleh karena itulah kita dilarang membicarakan atau menggosipkan orang lain karena itu dapat menimbulkan stigma- stigma. Oleh karena itulah hendaklah kita berpikir kritis dan senantiasa membersihkan hati agar terhindar dari stigma- stigma.

    ReplyDelete
  10. 16701251016
    PEP B S2
    Kacau adalah suatu kondisi yang tidak semestinya, bida saja dosorientasi. Mudahnya, kacau adalah tidak fokusnya fikiran terhadap apa yang sedang dijerjakan, terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. Bukan karena lari dari tanggung jawab, namun lebih mungkin fikiran dan hatinya tidak berfokus terhadap apa yang menjadj tanggung jawabnya. Melainkan memikirkan hal hal yang lain.

    ReplyDelete
  11. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Berdasarkan elegi diatas, saya memang merasa adanya stigma yang bersifat negatif berdasarkan omongan seseorang yang belum tentu benar validitasnya atau bahkan belum tervalidasi akan memunculkan bermacam polemik di masyarakat. Kalau dalam elegi tadi, orang-orang yang termakan stigma berkumpul satu sama lain untuk saling berstigma. Ibarat cucian kotor, semuanya saling berkumpul dan sang bagawat datang sebagai media detergen yang berusaha mengembalikan fungsi pikiran dan hati yang telah termakan stigma.

    ReplyDelete
  12. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Akan tetapi untuk jaman sekarang terutama bumi bagian selatan, banyak stigma negatif yang bermunculan apalagi menjelang pemilihan kepala daerah atau pemimpin. Stigma-stigma yang diciptakan bahkan termasuk dalam "black campaign". Mungkin ini dikarenakan orang lebih bisa mencerna atau tertarik dengan hal-hal yang berbau negatif daripada sisi positifnya. Netizen lebih cepat berkoar dengan berita negatif, bahkan ketika berita positif muncul mereka bilang itu pencitraan. Itulah sebenar-benar orang yang termakan stigma.

    ReplyDelete
  13. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Tapi ada juga stigma yang bermunculan mengakibatkan dampak positif atau kalau orang bilang namanya stigma positif. Ketiga ada sebuah stigma yang muncul, seseorang itu akan berusah memvalidasi kebenaran stigma tersebut. Kadangkala peneliti beranjak dari stigma di masyarakat bahwa sekolah ini bla bla bla bla. Dan dari stigma itu peneliti berusaha menjadikan sekolah yang terkena stigma menjadi obyek penelitian yang beranjak dari hipotesis. Tapi tentunya hipotesis yang berasal dari stigma harus dihubungkan dengan kajian teori yang relevan. Agar penelitiannya juga tidak termakan stigma.

    ReplyDelete
  14. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Stigma merupakan hal yang harus dihindari, karena stigma merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Ikhlas adalah kunci utama untuk menghindari stigma, selain itu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu (agar kita berpikir kritis) dan menggunakan hati nuranimu (agar hati menjadi bersih).

    ReplyDelete
  15. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Tidak semua yang kita dengar itu benar, pun tidak semua yang kita dengar harus kita katakan. Stigma harus diuraikan menjadi pikiran dan hati. Tidak bisa salah satunya saja, apalagi hanya menggunakan pikiran. Salah-salah bisa jadi fitnah. Naudzubillah.
    Cendekia mandiri dan bernurani itulah senjata pamungkas yang dapat engkau gunakan. Lapalkan dan hayatilah sesanti cendekia mandiri dan bernurani, niscaya engkau terbebas dari segala stigma. Maka, kita harus selalu “kritis” menanggapi sesuatu yang kita dengar, tabayyun itu wajib.

    ReplyDelete
  16. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berita pada zaman ini sangat mudah menyebar sehingga seringkali memunculkan stigma-stigma baru di masyarakat mengenai sesuatu hal yang berkaitan demgan berita tersebut. Maka untuk menghindari stigma-stigma negatif kita harus menggunakan pikiran kritis dan hati yang bersih yaitu keikhlasan kita dalam menyikapinya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Stigma merupakan kekacauan pikiran dan hati yang kotor akibat dari pengaruh lingkungannya. Jika dibiarkan terus menerus stigma akan semakin meluas. Stigma biasanya sangat halus dalam mempengaruhi seseorang. Maka untuk menghindarinya diperlukan pikiran yang kritis dan hati yang bersih. Hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan bagi hambanya, maka kita harus senantiasa memohon pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Kekacauan pikiran dan hati pertanda bahwa ita terlah terjebak dalam mitos yang gelap, kekacauan yang disebut stigma ini seringkali mempengaruhi kita dengan sangat halus, tidak banyak orang yang dapat menghindarinya. salah satu cara untuk menghindari dari stigma negatif adalah dengan perlindungan Yang Maha Esa yaitu Allah SWT, dengan begitu kita akan belajar untuk menyikapi stigma yang negatif akan tidak merusak pikiran.

    ReplyDelete
  19. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Elegi 'Kutarunggu kekacauan melanda kerajaan Hanuya' berisi mengenai kekacauan yang ditimbulkan karena berita yang menyebar bagaikan gosip padahal belum tentu diketahui kebenarannya. Sebenarnya untuk menghindari kekacauan sejenis ini, manusia harus berusaha untuk tidak mudah percaya dengan gosip. Apapun berita yang diperoleh, seperti halnya ilmu, jika belum dikonfirmasi kebenarannya maka janganlah langsung memberikan 'klaim' adalah benar. Haruslah mencari kepastian nilai kebenaran dari sesuatu, apabila sudah pasti benar barulah boleh mempercayainya. Sehingga pikiran yang kritis serta hati yang bersih harus menyertai diri manusia, untuk menghindari kekacauan pikiran kita.

    ReplyDelete
  20. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Pada elegi di atas, menunjukkan adanya stigma-stigma negatif dan kekacauan-kekacauan yang muncul sebagai akibat adanya berita-berita yang menyebar yang tidak diketahui kebenarannya. Pada zaman perkembangan teknologi saat sekarang ini, menyebarkan isu atau berita-berita yang sifatnya hoax adalah sangat mudah. Salah satu tujuan dari penyebaran berita seperti ini adalah adanya pihak-pihak yang mempunyai maksud mengadu domba sehingga terjadi perpecahan diantara masyarakat. Apalagi Indonesia dengan kemajemukan masyarakatnya sangat memungkinkan untuk dipecah belah dengan berita-berita yang demikian. Selain itu, terkadang media yang menyebarkan informasi tersebut sifatnya tidak objektif atau biasa tidak sesuai dengan kronologis peristiwa yang sebenarnya. Oleh karena itu kita harus senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar selalu dalam lindungan-Nya dan berpegang teguh pada semboyang negara kita Bhineka Tunggal Ika.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  21. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ketika kita terlarut oleh stigma maka akan terjadi kekacauan dalam diri kita, kacaunya pikiran dan kacaunya hati, dan diri kita akan dikelilingi oleh hal-hal negatif. Maka, bersihkan hati dan pikiran agar tidak terjadi kekacauan dalam diri kita dan tidak terlarut oleh stigma. Kecerdasan pikiran kita dan keikhlasan hati kita akan mencegah kita dari stigma.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Terkadang dalam menjalani kehidupan sering sekali kita mendapati suasana yang membuat kita tidak nyaman dan terkadang mendorong kita untuk mengotori hati seperti sikap sombong, iri, benci, prasangka buruk dan banyak hal yang membuat hati kotor dan memiliki sebuah penyakit.Stigma merupakan hal yang harus dihindari, karena stigma merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Ikhlas adalah kunci utama untuk menghindari stigma, selain itu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu agar kita berpikir kritis dan menggunakan hati nuranimu agar hati menjadi bersih.

    ReplyDelete
  23. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dengan menmbekali diri mengenai sumber-sumber informasi, maka seseorang dapat mengetahui dan memahami lebih jelas. Sehingga, jika mungkin terjadi ketidak jelasan maka akan dengan sendirinya, dapat kita tekankan dan pertegas dengan penjelasan yang bersumber dari bukti yang akurat.Salah satu bentuk stigma yang tanpa kita sadari sering kita lakukan adalah berprasangka kepada orang lain. sekal ilagi Ikhlas adalah kunci utama untuk menghindari stigma, selain itu berusaha dan bekerjalah dengan menggunakan kecerdasan pikiranmu agar kita berpikir kritis dan menggunakan hati nuranimu agar hati menjadi bersih.

    ReplyDelete
  24. Komponen dasar dari stigma adalah pikiran dan hati. Kekacauan itu terjadi karena stigma berupa pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka untuk menghindari stigma tersebut kita gunakan pikiran kritis dan hati yang bersih yaitu keikhlasan. Kita harus selalu berusaha dan bekerja dengan menggunakan kecerdasan pikiran dan hati nurani. Dengan demikian kita menjadi insan cendekia yang mandiri dan bernurani dalam menghadapi stigma. Dengan pikiran kritis dan hati yang ikhlas niscaya kita terbebas dari stigma.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  25. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Stigma dapat diartikan sebagai pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Karenanya berusahalah untuk selalu menggunakan pikiran kritis dan hati yang bersih dan ikhlas dengan selalu berusaha dan bekerja dengan menggunakan kecerdasan pikiran tanpa melupakan hati nurani. Dengan demikian kita akan mampu untuk bertarung menghadapi stigma. Cendekia mandiri dan bernurani itulah senjata yang utama agar kita bisa terbebas dari segala stigma

    ReplyDelete
  26. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Dari elegi ini saya belajar untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari stigma. Dengan memiliki hati yang bersih dan pikiran yang kritis, kita akan dapat menghindari stigma-stigma yang mencoba untuk menjerumuskan kita. Padahal jika semua orang tidak munafik, pasti Indonesia tidak banyak tikus-tikus rakus yang termakan stigma hedonisme KKN. Astagfirulloh..

    ReplyDelete
  27. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Kalau ingin menjadi insan yang mandiri cendikia. Maka jauhi sitgma yang tersebar dari pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Cara yang bisa dilakukan untuk menghindarinya adalah, ikhlas di dalam hati, bersihkan sebersih-bersihnya, mohonlah ampunan agar hati menjadi bersih. Dan berpikir kritislah terhadap keadaan yang ada.

    ReplyDelete
  28. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Itulah yang terjadi jika semua telah terhasut oleh stigma. Karena sebenarnya stigma itu lahir dari keputusasaan. Tidaklah kebaikan itu tertutupi jika bukan karena pikiran negatif yang mengahantuinya. Itulah keputuasaan. Tabirnya hanya bisa disingkapkan dengan pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  29. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Many people feel individual and separated, and this has echoed through history. Descartes said 'cogito ergo sum'. Leibnitz described a self-view of 'windowless monads'. Kant talked of us as 'who from his aprioristic shell can never quite break through to the 'thing in itself' '. A classic email .sig is 'At the center of the known universe'.

    ReplyDelete
  30. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Dalam melawan stigma diperlukan berpikir kritis,Ikhlas dan hati yang bersih. Karena tanpa berpikir kritis,Ikhlas, dan hati yang bersih maka pikiran kita akan berubah menjadi hati kita tidak bersih lagi. Maka sesungguhnya hati yang bersih itu adalah kunci dari kedamaian tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk kehidupan sekitar kita. Hati yang kotor mudah terkena stigma, yang sesungguhnya dari stigma itulah muncul perselisihan antar sesama

    ReplyDelete
  31. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ahilu dan Pampilu harus kita jadikan refleksi untuk mencegah kita terperangkap dan terpedaya oleh prilaku stigma. Seyogyanya kita belajar untuk mengharmoniskan fikiran untuk berfikir kritis terhadap sesuatu dengan selalu dikomunikasikan dengan hati nurani kita terlebih dahulu sebelum diimplemetasikan agar output dari fikiran dan hati nurani itu menghasilkan keselarasan

    ReplyDelete
  32. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Ikhlas, ikhlas, dan ikhlas. Keikhlasan merupakan kunci agar kita terhindar dari pikiran yang kalut dan hati yang kotor dan tak ikhlas. Maka untuk menghindari stigma kita perlu menggunakan pikiran kritis kita dan hati penuh keikhlasan. Melalui keikhlasan dalam hidup maka pikiran akan lebih tenang dan jauh dari rasa kalut. Dengan keikhlasan hati tidak akan berprasangka buruk, iri, dengki, dan lain sebagainya yang menyebabkan hati menjadi kotor. Wallahua’lam...

    ReplyDelete
  33. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dalam menuntut ilmu dan menggapai gunung, tentu banyak sekali hambatan dan godaan menghampiri. Dia masuk di sela-sela hati yang sedang lemah dan tidak ikhlas. Sangat disayangkan jika kita harus berhenti dan pergi dari menuntut ilmu hanya karena satu kesalahan. Hati kita harus kuat dan pikiran kita juga diusahakan jernih dan murni, karena kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi dan jauh lebih baik dibanding apa yang kita alami dan punyai sekarang. Amin.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    berdasarkanelegi diatas maka saya menyadari bahwa sebenar-benar setiap peristiwa itu selalu ada hikmahnya, jangan hanya membicarakan apa yang di alami oleh seseorang tapi ambil hikmah dari apa yang di alami oleh seseorang. maka apabila tidak ingin ada kekacauan yang di sebabkan oleh stigma dimana stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. maka untuk menghindarinya gunakan pikiran kritis dan gunakan hati bersih yaitu keikhlasan.

    ReplyDelete
  35. berpikir kritis secara ikhlas adalah jalannya para cendekia menggapai dirinya dan predikatnya. maka cendekia yang termakan stigma adalah cendekia yang kehilangan jalannya entah itu pikiran ataukah hatinya. Namun banyak yang terjadi adalah ikhlas tidak lagi disertakan bagi kebanyakan para cendekia. Ruang dan waktu telah menutup pintu keikhlasan mereka. Maka stigma lah yang memakan mereka.

    ReplyDelete
  36. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Stigma-stigma negatif dan kekacauan-kekacauan muncul sebagai akibat adanya berita-berita yang menyebar yang tidak diketahui kebenarannya. Salah satu bentuk stigma yang tanpa kita sadari sering kita lakukan adalah berprasangka kepada orang lain. Namun dalam ilmu pengetahuan pun kita bisa saja terkena stigma. Jika belum dikonfirmasi kebenarannya maka janganlah langsung memberikan 'klaim' adalah benar. Haruslah mencari kepastian nilai kebenaran dari sesuatu, apabila sudah pasti benar barulah boleh mempercayainya. Sehingga pikiran yang kritis serta hati yang bersih harus menyertai diri manusia, untuk menghindari kekacauan pikiran kita.

    ReplyDelete
  37. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Dalam menjalani kehidupan, banyak sekali hal-hal yang terjadi baik yang dapat diprediksi maupun yang tidak dapat diprediksi sama sekali berupa tantangan, rintangan, dsb. Agar menjalankan hidup dengan tenang, tenteram dan bermanfaat haruslah selalu berusaha dan bekerja menggunakan kecerdasan pikiran dan hari nurani. Kecerdasan pikiran ini dibarengi dengan sikap kritis terhadap pengetahuan yang ada baik pengetahuan agama, umum, maupun alam sedangkan hati nurani dibarengi dengan keikhlasan dan kepercayaan kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  38. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  39. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Menjaga pikiran dan hati adalah cara untuk terhindar dari berbagai macam stigma. Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Tidak bisa dipungkiri bahwa stigma menjadi salah satu komponen dalam kehidupan manusia. Tetapi dengan adanya pikiran positif dan hati yang penuh dengan keikhlasan akan menuntun seseorang menuju kebaikan serta membantu kita dalam melawan stigma-stigma yang kian berebut untuk menggrogoti hati dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  40. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Isu atau gosip memang sangat cepat menyebar. Gosip merupakan berita yang belum diketahui dengan jelas kebenarannya. Rata-rata gosip yang tersebar adalah tentang hal-hal buruk seseorang. Kejadian atau perilaku buruk seseorang lebih cepat menyebar dibanding dengan perilaku baik seseorang.

    ReplyDelete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  42. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Bagawat mengatakan bahwa Stigma adalah pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka gosip dapat kita artikan sebagai suatu stigma. Hal ini berarti bahwa jika kita termakan oleh gosip dan ikut menyebarkan gosip maka kita telah termakan oleh stigma-stigma.

    ReplyDelete
  43. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Hendaknya ketika kita mendapati suatu informasi kita tidak boleh menerimanya begitu saja. Kita harus melakukan pengecekan menggunakan pikikan dan rasionalitas. Kita juga haraus mencari tahu sumber beritadan mengkonfirmasi dengan pihak yang bersangkutan. Dengan begitu kita dapat terhindar dari stigma-stigma.

    ReplyDelete
  44. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pend Matematika Internasional

    Elegi ini menceritakan tentang kerajaan hanuya yang sedang mengalami kekacauan dikarenakan Ahilu dan papilu tidak lagi dianggap murid oleh sang Bagawat. Nilai moral yang dapat kita petik dari cerita ini adalah agar kita selalu waspada terhadap tingkah laku kita. Jangan sampai stigma-stigma mempengaruhi tingkah laku kita. Kita harus selalu berpikiran jernih menjaga hati agar tetap bersih. Dengan demikian maka kita akan dapat menghadapi segala macam stigma dan menjadi insane yang memiliki kepribadian yang baik, cendekia, mandiri dan bernurani.

    ReplyDelete
  45. Keikhlasan adalah kunci dari hati dan fikiran. Hati dan fikiran yang ikhlas membuahkan sikap dan sifat yang sopan santun terhadap ruang dan waktu. Sehingga menjadikan ikhlas dalam hati dan fikiran adalah penting. Siapapun bisa tercemar hati dan fikirannya dengan sekecil apapun stigma. Mencoba dan mencoba selalu ikhlas penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  46. Stigma adalah fikiran yang kalut dan hati yang kotor. Kedua hal ini sangat halus, dan apabila dibiarkan akan semakin tinggi gunungnya, menimbulkan sejumlah gunung yang menjulang tinggi, Menurut saya, membersihkan stigma tidak mudah karena selalu ada pengaruh lingkungan, sehingga penyadaran diri dengan upaya sungguh-sungguh adalah hal baik yang mestinya diupayakan.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  47. Ketika kita dalam masalah ,pikiran kalut, dan keruhnya jalan pikiran, maka merenunglah ,sejenak berfikir dengan jernih dalam hati, untuk tidak gegabah atau teledor dalam menghadapi suatu masalah, intinya bersihkan hati dari hal-hal kotor yang ada dipikiran.

    M. Saufi Rahman
    PEP KElas A
    16701261024

    ReplyDelete
  48. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Menguraikan stigma hendaklah kedalam komponen dasar yaitu melalui pikiran dan hati. Stigma sendiri merupakan pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Maka untuk menghindarinya gunakan pikiran yang kritis dan gunakan hati yang bersih yaitu keikhlasan. Maka hendaklah manusia selalu berusaha dan bekerja dengan menggunakan kecerdasan pikiran dan menggunakan hati nurani agar tumbuh menjadi insan yang mandiri dalam menghadapi stigma agar terbebas dari stigma-stigma yang tidak beralasan tersebut.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id